• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAILY RESEARCH. Market Preview. Senin, 18 Mei 2015

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DAILY RESEARCH. Market Preview. Senin, 18 Mei 2015"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)



INTP Datangkan Gas Turbin Senilai US$ 36 Juta.



Gajah Tunggal Bukukan Rugi Bersih Rp290 Miliar Sepanjang Kuartal I.



Sido Muncul Bagi Deviden Rp360 Miliar Pada 12 Juni 2015.



Mega Manunggal Property Bakal Lepas 30% Saham Melalui IPO.

DAILY RESEARCH

Statistics

Highlight

Opening Today Nikkei AORD

 Change  

 

 

Market Preview

enguatan  IHSG  akhir  pekan  lalu 

tertahan 

setelah 

pemodal 

cenderung  melakukan  aksi  ambil 

untung  setelah  menguat  dalam  dua 

sesi  perdagangan  sebelumnya.  IHSG 

akhir  pekan  lalu  tutup  di  5227,096 

atau  melemah  19  poin  (0,36%). 

Namun  selama  sepekan  kemarin 

IHSG  berhasil  0,87%  melanjutkan 

penguatan 

pekan 

sebelumnya 

1,88%.  Penguatan  IHSG  sepekan 

kemarin  turut  ditopang  penguatan 

rupiah  atas  dolar  0,7%  di  Rp13084 

dan  kondusifnya  pergerakan  bursa 

global  dan  kawasan  Asia.  Dari 

kawasan Asia, sentimen positif dipicu 

langkah  otoritas  moneter  China 

(PBoC)  yang  pekan  lalu  kembali 

memotong  tingkat  bunga  acuannya 

untuk  ketiga  kalinya  dalam  enam 

bulan terakhir sebesar 25 bp menjadi 5,1% untuk bunga pinjaman satu tahun.  

 

Selain sentimen kawasan, aksi beli selektif yang menopang penguatan 

IHSG pekan lalu turut ditopang saham sektor perkebunan dan tambang menyusul 

naiknya kembali harga komoditas seperti CPO dan tambang logam. Saham sektor 

properti  juga  turut  menjadi  sasaran  beli  selektif  setelah  pasar  merespon  positif 

rencana  Bank  Indonesia  (BI)  melonggarkan  ketentuan  LTV.  Namun  sebaliknya 

sektor  perbankan  kembali  tertekan  setelah  data  neraca  pembayaran  Indonesia 

(NPI)  akhir  pekan  lalu  mencatatkan  surplus  USD1,3  miliar  sepanjang  1Q15  atau 

turun dari 1Q14 sebesar USD2,07 miliar dan 4Q14 sebesar USD2,4 miliar.  

 

Sementara  wall  Street  akhir  pekan  lalu  berhasil  melanjutkan 

penguatannya  namun  terbatas.  Indeks  DJIA  dan  S&P  akhir  pekan  lalu  masing‐

masing  tutup  0,11%  dan  0,08%  di  18272,56  dan  2122,73.  Penguatan  terbatas 

terutama  dipicu  reaksi  atas  data  ekonomi  AS  yang  keluar  bervariasi.  Produksi 

industri  April  lalu  di  AS  turun  0,3%  (mom),  merupakan  penurunan  lima  bulan 

berturut‐turut,  di  bawah  ekspektasi  pasar  yang  memperkirakan  tumbuh  0,1%. 

Sedangkan indeks sentimen konsumsen Mei di AS turun ke 88,6, terendah dalam 

tujuh bulan terakhir.  

 

Melanjutkan perdagangan awal pekan ini, sejumlah sentimen seperti 

pergerakan  rupiah  atas  dolar  AS  dan  harga  komoditas  akan  mempengaruhi 

pergerakan IHSG.  IHSG diperkirakan bergerak bervariasi didominasi pergerakan 

saham‐saham lapis dua. IHSG diperkirakan bergerak dengan support di 5210 dan 

resisten di 5250 berpeluang menguat terbatas. 

 

IHSG : S1 5210  S2 5185  R1 5250  R2 5270 

Index Last Chg % DJIA  18272.56  20.32   0.11   S&P 500  2122.73  1.63   0.08   FTSE 100  6960.49  (12.55)  (0.18)  CAC 40  4993.82  (35.49)  (0.71)  DAX  11447.03  (112.79)  (0.98)  NIKKEI 225  19841.37  133.21   0.68   HANGSENG  27822.28  535.73   1.96   STI  3463.10  4.39   0.13   SHENZHEN  2442.76  (11.44)  (0.47)  SHANGHAI  4308.69  (69.62)  (1.59)  Commodities Price Chg % Oil (US$/barrel)  59.69  (0.04)  (0.07)  CPO (RM/M.T)  2188.00  (18.00)  (0.82)  Gold (USD/T.oz)  1226.30  6.20   0.51   Nikel (USD/M.T  13700.00  (350.00)  (2.49)  Timah (USD/M.T)  15700.00  (100.00)  (0.63)  Coal (USD/M.T)  56.40  (0.40)  (0.70)  Exchange Rates Chg % IDR/USD  13110.50  20.50   0.16   USD/EUR  1.143  0.00   0.27   JPY/USD  119.62  0.24   0.20   IDR/SGD  9914.62  23.72   0.24   IDR/AUD  10507.74  (23.63)  (0.22)  TLKM USD IDR Chg % TLK.NYSE  43.17  2830  0.09   0.21  

Top Gainers IDR % Chg

BIPP  93  24.00   18 

SDMU  279  21.30   49 

MAGPW  6  20.00   6 

DSFI  109  14.74   7 

TRAM  57  14.00   7 

Top Losers IDR % Chg

CMPP  96  (17.24)  (20) 

TELEW  580  (14.71)  (100) 

FPNI  82  (14.58)  (14) 

AHAP  190  (13.64)  (30)  TALF  400  (13.04)  (60) 

Top Value IDR % (miliar)

BBRI  11,625  (1.06)  347.50  BMRI  11,175  (1.97)  311.07  TLKM  2,830  2.17   254.33  BBNI  6,700  2.29   239.72  PGAS  3,980  (0.50)  219.30 

Top Volume IDR % (juta)

TRAM  57  14.00   762.39  CPRO  59  13.46   485.31  MTFN  161  (5.29)  479.29  SIAP  219  0.46   416.11  PWON  437  1.63   234.88  IHSG 5,227.10 Change (19.04) Change (%) (0.36) Change (%/ytd) 0.00

Total Value (IDR triliun) 5.945 Total Volume (miliar saham) 5.460 Net Foreign Buy (IDR miliar) (169.000) Up: 155 Down: 308 Unchange: 89

(2)

News Update

2



INTP Datangkan Gas Turbin Senilai US$ 36 Juta. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) akan mendatangkan gas turbin baru dengan kapasitas 70 mega watt (mw). Gas turbin ini akan memasok listrik untuk pabrik semen INTP di Citeureup, Jawa Barat. Untuk pembelian gas turbin tersebut, INTP menyiapkan dana sekitar US$ 35 juta - US$ 36 juta. Dana tersebut masuk dalam anggaran belanja modal (capex) INTP tahun ini sebesar Rp 4,5 - Rp 5 triliun. Selain untuk gas turbin, capex INTP akan digunakan untuk penyelesaian pabrik baru di Citeureup sebesar Rp 2 triliun. Direktur Utama INTP, Christian Kartawaijaya menjelaskan, perusahaannya telah memiliki dua gas turbin dengan kapasitas masing - masing 30 mw. Namun, salah satu gas turbin sudah tua dan mulai mengalami kerusakan. "Kami membeli gas turbin baru untuk mengganti yang lama," ujarnya di Jakarta, Rabu (13/5). Dengan gas turbin ini, INTP bisa menghemat biaya listrik hingga 30%. Hal ini mengingat biaya listrik menjadi beban terbesar produsen semen, termasuk INTP. Apalagi, tahun lalu tarif listrik mengalami kenaikan hingga 65%. Sementara produsen semen harus menurunkan harga jual mulai awal tahun ini. INTP menyiasati dampak penurunan harga dengan melakukan cost saving. Perseroan melakukan efisiensi di fixed cost maupun variable cost. Salah satunya dengan menggenjot produksi di daerah paling efisien. Selanjutnya, INTP juga menjual semen ke daerah terdekat dengan pabrik sehingga biaya distribusi lebih hemat. Dengan strategi ini, INTP berharap bisa tetap menjaga margin. (Kontan Online)



Gajah Tunggal Bukukan Rugi Bersih Rp290 Miliar Sepanjang Kuartal I. PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) mencatatkan rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sepanjang kuartal pertama 2015 Rp290,22 miliar, memburuk bila dibanding periode sama tahun 2014 yang membukukan laba bersih Rp340,13 miliar. Dalam laporan keuangan yang dikutip Jumat ini, perusahaan mengantongi penjualan bersih Rp3,07 triliun di kuartal pertama 2015, turun bila dibanding kuartal pertama 2014 dengan penjualan Rp3,2 triliun. Pada pos beban pokok penjualan, perusahaan membukukan Rp2,52 triliun di kuartal I 2015, turun dibanding Rp2,63 triliun di kuartal I 2014. Penurunan juga tercatat pada pos laba kotor menjadi Rp550,53 miliar sepanjang 3 bulan pertama tahun ini, bila dibanding periode sama tahun sebelumnya Rp564,61 miliar. Rugi beban penjualan yang tercatat naik menjadi Rp226,72 miliar serta kerugian kurs mata uang asing bersih yang mencapai Rp256,27 miliar di kuartal I 2015, membuat perusahaan membukukan rugi sebelum pajak Rp354,98 miliar dibanding laba sebelum pajak kuartal I 2014 Rp475,7 miliar. Perusahaan membukukan rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp290,22 miliar, menurun bila dibandingkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp340,13 miliar. Sementara rugi per saham dasar di kuartal I 2015 mencapai Rp83, dibanding laba per saham dasar Rp98 di kuartal I 2014. (Bisnis.com)



Sido Muncul Bagi Deviden Rp360 Miliar Pada 12 Juni 2015. Produsen jamu PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) membagikan dividen kepada para pemegang saham sebesar Rp360 miliar atau 86,1% (Rp24 per saham) dari laba bersih perseroan pada 2014 senilai Rp415,19 miliar. Dengan pembagian dividen, sisa laba bersih yang ditahan sebagai dana cadangan perusahaan senilai Rp55,9 miliar. Dana itu rencananya dipergunakan untuk modal kerja emiten berkode saham SIDO tersebut. Tiur Simamora, Corporate Secretary Sido Muncul, mengatakan pembayaran dividen tahun ini diakui lebih rendah dibandingkan dengan tahun lalu sebesar 99,5% dari perolehan laba bersih pada 2013 senilai Rp405,9 miliar. “Dividen yang dibagi Rp360 miliar dengan pembayaran dilakukan pada 12 Juni 2015,” papar Tiur saat ditemui Bisnis, seusai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Dalam RUPS tersebut dibahas mengenai pengembangan pabrik farmasi PT Berlicon Mulia Farma yang pada September 2014 telah diakuisisi Sido Muncul. Pembangunan pabrik baru bakal dilakukan di Kabupaten Klaten Jawa Tengah dengan luasan sekitar 24 hektare dengan investasi berkisar Rp190 miliar. Tiur mengatakan dana investasi untuk pembangunan pabrik baru kemungkinan mengambil modal induk perusahaan. Tahapan saat ini, ujarnya, perusahaan sedang menunggu izin prinsip. (Bisnis.com)



Matahari Putra Prima Alokasikan 35 Persen Laba 2014 untuk Dividen. PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) akan membagikan dividen sebesar Rp 193,9 miliar. Besaran dividen ini setara 35% dari perolehan laba bersih perseroan di sepanjang tahun 2014 sebesar Rp 554 miliar. "Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) hari ini, pemegang saham menyetujui untuk membagian dividen sebesar Rp 193,9 miliar atau setara Rp 36 per saham," kata Director of Public Relations & Communications Matahari Putra Prima Danny Kojongian. Menurut Danny, sebagian dana dari laba bersih atau sebesar Rp 2 miliar disisihkan sebagai dana cadangan standar. Adapun sisanya sebesar Rp 358 miliar akan ditahan oleh perseroan. "Laba ditahan guna memperkuat modal kerja bisnis perseroan untuk ekspansi kedepannya," ujar Danny. Danny mengatakan perseroan akan umumkan pada 18 Mei 2015 di media massa. "Nanti tanggal 18 Mei sesuai POJK akan dilakukan pengumuman risalah rapat di koran dan tentunya dividen ini dan cum date dividen yang akan kita bagikan," kata Danny. Sebagai informasi, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) membukukan laba bersih sebesar Rp 554,01 miliar sepanjang 2014 atau 24,52% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 444,9 miliar. Kenaikan laba bersih seiring dengan penjualan di 2014 yang tercatat menjadi Rp 13,59 triliun atau naik 14,01% dari posisi sebelumnya sebesar Rp 11,92 triliun. (IQ Plus)



Mega Manunggal Property Bakal Lepas 30% Saham Melalui IPO. Perusahaan pengembang dan penyedia properti logistik, PT Mega Manunggal Property Tbk akan menawarkan saham perdananya sebanyak 30% kepada publik melalui penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO). Sebanyak 1.714.285.714 saham baru yang dikeluarkan dari portepel perseroan dengan nilai nominal Rp100 per saham akan dilepas dan ditawarkan kepada publik, seperti dikutip dari keterangan tertulis, Jumat. Masa penawaran awal akan dilaksanakan pada tanggal 15-22 Mei 2015, dengan perkiraan tanggal efektif pada 3 Juni 2015. Sementara masa penawaran umum saham perdana diperkirakan pada tanggal 4,5 dan 8 Juni 2015. Adapun untuk perkiraan tanggal penjatahan pada 10 Juni 2015, perkiraan tanggal distribusi saham secara elektronik pada 11 Juni 2015 dan akan dicatatkan pada BEI diperkirakan pada 12 Juni 2015. Dalam penawaran umum saham perdana PT Mega Manunggal Property Tbk, bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi yaitu PT Indo premier Securities. Dana hasil IPO PT Mega Manunggal Property Tbk rencananya sebesar 90% akan digunakan untuk membeli tanah dan sisanya 10% untuk belanja modal kegiatan konstruksi perseroan. (IQ Plus)

(3)

Stock Picks

3

ASRI  630‐680. 

Akhir  pekan  lalu  harga  saham  emiten  properti  Alam  Sutera  Realty  Tbk  (ASRI)  berhasil  melanjutkan 

rebound namun ditutup di Rp635. Penguatan ini terimbas sentimen positif sektor properti setelah Bank Indonesia (BI) 

merencanakan  meninjau  ulang  aturan  LTV  sektor  properti  tahun  ini  untuk  menahan  perlambatan  bisnis  tersebut 

akibat  pertumbuhan  ekonomi  yang  hanya  tumbuh  4,7%  sepanjang  1Q15.  Selain  itu,  pemerintah  berencana 

melonggarkan  ketentuan  kepemilikan  properti  bagi  warga  asing  yang  memungkinkan  warga  asing  memiliki  unit 

properti yakni apartemen.  Selama  ini  asing hanya  diperbolehkan  memiliki  properti dengan  hak  pakai  dan hak guna 

usaha.  Rencana  tersebut  memberikan  sentimen  positif  atas  pergerakan  harga  saham  emiten  properti.  Saham  ASRI 

termasuk yang terimbas positif akibat pelonggaran ketentuan tersebut. Sebelumnya pelemahan rupiah atas dolar AS 

hingga  Rp13000  telah  menekan  kinerja  emiten  properti  sepanjang  1Q15  termasuk  kinerja  ASRI.  Laba  bersih  ASRI 

sepanjang 1Q15 turun 9,5% mencapai Rp280 miliar dibandingkan periode yang sama 2014 sebesar Rp310 miliar. Ini 

terutama disebabkan perseroan menderita rugi kurs Rp251 miliar dibandingkan periode yang sama 2014 yang masih 

membukukan laba kurs Rp213 miliar. Perseroan per 1 April 2015 memiliki obligasi dalam valas menjadi USD460 juta. 

Di awal April perseroan telah membuat kontrak hedging baru untuk nilai USD60 juta yang bisa memberikan proteksi 

nilai  tukar  Rp13000  hingga  Rp14500  per  US  dolar.  Secara  operasional  perseroan  membukukan  pertumbuhan 

penjualan 13,7%  mencapai  Rp991  miliar  dari  Rp871  miliar  di  1Q14.  Sedangkan  laba  usaha  melonjak  96%  mencapai 

Rp655 miliar dari periode yang sama 2014 sebesar Rp334 miliar. Marjin usaha melonjak menjadi 66% dari 38% karena 

penjualan  kavling  tanah  yang  memberikan  marjin  tinggi.  Pertumbuhan  pendapatan  perseroan  terutama  ditopang 

penjualan tanah kavling. Pendapatan dari penjualan tanah kavling tumbuh 176% mencapai Rp713 miliar dari Rp259 

miliar (1Q14). Sedangkan pendapatan berulang dan pendapatan lainnya tumbuh 28% (yoy) mencapai Rp86 miliar dari 

Rp67,4 miliar. Sedangkan pendapatan dari penjualan rumah dan ruko turun menjadi Rp192 miliar dari Rp545 miliar di 

1Q14.  Tahun  ini  penjualan  dan  pendapatan  jasa  perseroan  diperkirakan  tumbuh  27,8%.  mencapai  Rp4,64  triliun. 

Sedangkan di bottom line, laba bersih diperkirakan Rp1,34 triliun atau tumbuh sekitar 21,8%. EPS 2015 diperkirakan 

sebesar  Rp68,19.  Pada  harga  Rp635,  saham  ASRI  ditransaksikan  relatif  murah  dengan  PBV  1,7x  dan  PE  9,3x  (E/15) 

dibandingkan rata‐rata emiten sektor properti di kelas aset yang sama yang saat ini ditransaksikan dengan PBV 1,9x 

dan  PE  11,7x.  Dari  pendekatan  PBV  harga  sahamnya  berpeluang  ditransaksikan  dengan  PBV  2x  (E/15)  atau  Rp750. 

Secara technical, pergerakan harga sahamnya membentuk pola bullish continuation dengan target resisten di Rp680. 

Sedangkan level support berkisar di Rp610 hingga Rp630. Maintain Buy, SL 600.

 

 

(4)

4

PTBA 10250‐10750. 

Saham emiten batubara PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) akhir pekan lalu 

berhasil  melanjutkan  tren  penguatannya.  Harga  sahamnya  berhasil  break  Rp10250  tutup  di  Rp10550. 

Sepekan terakhir harga saham PTBA menguat 9,3% dari Rp9650 (8/5) naik ke Rp10550 (15/5). Pergerakan 

harga komoditas yang cenderung menguat sepekan terakhir telah memicu aksi spekulasi beli atas saham 

emiten batubara. Secara fundamental, kinerja emiten batubara masih menghadapi tantangan pelemahan 

harga  komoditasnya  yang  diperkirakan  berlanjut  tahun  ini  menyusul  perlambatan  ekonomi  global 

terutama  China  sebagai  negara  konsumen  terbesar  batubar  di  kawasan  Asia  selain  India.  Saat  ini  harga 

batubara di  pasar internasional berkisar antara  USD58‐USD59/ton. Dari sisi  kinerja, sepanjang 1Q15 laba 

bersih  perseroan  turun  37%  mencapai  Rp340,39  miliar.  Penurunan  laba  ini  terutama  akibat  kenaikan 

beban  pokok  penjualan  19,6%,  beban  penjualan  dan  pemasaran  28%  dan  beban  keuangan  1500%. 

Sedangkan penjualan bersih hanya tumbuh 6% mencapai Rp3,28 triliun dibandingkan 1Q14 Rp3,1 triliun. 

Penjualan  naik  terutama  ditopang  kenaikan  volume  penjualan  batubara  8,5%  mencapai  4,57  juta  ton 

berbanding 4,21 juta ton pada periode yang sama 2014. Sedangkan harga jual rata‐rata tertimbang turun 

4,5%  mencapai  Rp700.709/ton  dari  1Q14  sebesar  Rp733.396/ton.  Tahun  ini  volume  penjualan  batubara 

ditargetkan mencapai 24 juta ton naik 33% dari 2014 lalu sebanyak 18,01 juta ton. Penjualan bersih tahun 

ini diproyeksikan mencapai Rp16,82 triliun atau tumbuh 28,6% dari tahun 2014 lalu yang sebesar Rp13,08 

triliun.  Di  bottom  line,  laba  bersih  diproyeksikan  mencapai  Rp2,17  triliun  tumbuh  7,6%  dari  2014  lalu 

sebesar  Rp2,02  triliun.  EPS  proyeksi  tahun  ini  Rp941,59/saham.  Di  harga  Rp10500  saham  PTBA 

ditransaksikan dengan PE 11,1x (E/15). Tahun lalu rata‐rata harga sahamnya ditransaksi dengan PE 12,8x. 

Tahun ini diperkirakan harga sahamnya berpeluang ditransaksikan dengan PE 12x atau mencapai Rp11300, 

punya ruang penguatan 7,6% dari level harga saat ini. Secara technical, pergerakan harga sahamnya akan 

menguji  resisten  sederhana  di  kisaran  Rp10650  hingga  Rp10750  dengan  support  saat  ini  di  Rp10250. 

Pergerakan  harganya  membentuk  pola  bullish  continuation.  Resiko  pergerakan  harga  sahamnya  adalah 

fluktuasi harga komoditas batubara di tengah melambatnya perekonomian global. Trading Buy, SL 10100 

 

Stock Picks

Senin, 18 Mei 2015

(5)

5

Stock Picks

KLBF 1785‐1845. 

Harga saham emiten farmasi Kalbe Farma Tbk (KLBF) sejak pekan terakhir April lalu bergerak bearish 

menyusul tren pelemahan rupiah atas dolar AS yang kembali bergerak di atas Rp13100. Melemahnya pertumbuhan 

ekonomi 1Q15 yang dipicu perlambatan konsumsi masyarakat turut mempengaruhi pergerakan saham sektor farmasi. 

Akhir  pekan  lalu  harga  sahamnya  tutup  di  Rp1795,  berada  di  area  supportnya  sepanjang  tahun  ini.  Dari  sisi  kinerja 

tahun lalu penjualan neto perseroan mengalami perlambatan pertumbuhan hanya tumbuh 8,5% mencapai Rp17,37 

triliun  dibandingkan  tahun  2013  lalu  yang  tumbuh  17,35%.  Sedangkan  laba  bersih  tahun  lalu  juga  tumbuh  hanya 

5,75% dibandingkan tahun 2013 yang tumbuh 10,7%. Laba bersih perseroan tahun lalu mencapai Rp2,06 triliun. EPS 

tahun 2014 sebesar Rp44. Sedangkan sepanjang kuartal pertama tahun ini (1Q15), meskipun mengalami perlambatan 

pertumbuhan kinerja, namun perseroan berhasil mengendalikan biaya pokok produksi dan operasional tercermin dari 

marjin berhasil tumbuh tipis. Penjualan bersih KLBF 1Q15 tumbuh 4,4% melambat dibandingkan pertumbuhan 1Q14 

yang  mencapai  16,5%.  Penjualan  bersih  1Q15  mencapai  Rp4,24  triliun.  Laba  kotor  tumbuh  8,1%  mencapai  Rp2,1 

triliun  dari 1Q14  sebesar Rp1,94 triliun.  Pertumbuhan  laba  kotor 1Q15  melambat dibandingkan 1Q14  yang  tumbuh 

15,2%.  Namun  marjin  kotor  naik  mencapai  49,5%  dari  47,8%.  Sedangkan  laba  bersih  1Q15  tumbuh  7,2%  mencapai 

Rp528,66  miliar  dari  1Q14  sebesar  Rp493,10  miliar.  Marjin  bersih  1Q15  mencapai  12,45%  naik  dari  1Q14  sebesar 

12,12%. Penjualan neto tahun ini diperkirakan tumbuh 10% melambat dari perkiraan sebelumnya sebesar 17% atau 

mencapai Rp19,10 triliun. Sedangkan laba tahun ini diperkirakan hanya tumbuh 11% turun dari perkiraan sebelumnya 

21,5%  atau  mencapai  Rp2,29  triliun  dari  perkiraan  sebelumnya  Rp2,57  triliun.  EPS  proyeksi  tahun  ini  diperkirakan 

hanya Rp49. Pada harga Rp1795 KLBF ditransaksikan dengan PE 43,3x (E/14) dan PE 36,6x (E/15). Rata‐rata PE industri 

saat  ini  40x.  Kondisi  pasar  yang  bullish  membuka  peluang  harga  sahamnya  ditransaksikan  dengan  PE  40x  atau 

mencapai  target  harga  Rp1960.  Secara  technical  pergerakan  harga  sahamnya  mengindikasikan  bullish  reversal. 

Indikator  technical  seperti  RSI  menunjukkan  posisi  harga  sahamnya  berada  di  area  oversold  berpeluang  rebound. 

Harga sahamnya tertinggi sebelumnya berada di Rp1915 (23/4). Sedangkan level support saat ini di Rp1785. Trading 

Buy, SL 1770 

 

Senin, 18 Mei 2015

Saham Pilihan

SMGR 13200-13500 TB, SL 13000

CTRA 1470-1545 TB, SL 1450

LSIP 1685-1760 BoW, SL 1670

PWON 440-455 Buy, SL 435

INTP 22800-24300 Buy, SL 22700

AKRA 5250-5550 TB, SL 5200

INCO 3350-3550 TB, SL 3330

(6)

Stock View

6

Senin, 18 Mei 2015

EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV Q1 2014 G (%) EPS Q1 14 G (%) PE

IHSG 

5227.10  5256.66  5286.22  5205.81  5184.52 

               PERKEBUNAN AALI  26400  26,883.33  27,366.67  25,508.33  24,616.67  3,725,866.00  36.80  485.51  114.55  13.59  BWPT  294  302.00  310.00  290.00  286.00                LSIP  1720  1,750.00  1,780.00  1,685.00  1,650.00  1,279,973.00  40.33  32.78  122.48  13.12  SGRO  1865  1,891.67  1,918.33  1,846.67  1,828.33  649,627.93  10.94  29.32  141.04  15.90  SIMP  695  706.67  718.33  686.67  678.33  3,171,052.00  2.40  12.14  92.44  14.31  UNSP  50  50.00  50.00  50.00  50.00  659,213.38  36.97  21.64  ‐571.51  0.58 

PERTAMBANGAN BATU BARA

ADRO  905  920.00  935.00  895.00  885.00  9,632,947.40  33.83  45.68  269.20  4.95  BORN  50  50.00  50.00  50.00  50.00                BRAU  82  54.67  27.33  54.67  27.33                BUMI  97  99.67  102.33  95.67  94.33  9,572,406.53  4.50  191.78  ‐751.57  0.13  DEWA  50  50.00  50.00  50.00  50.00  631,292.51  8.52  ‐0.52  ‐77.95  ‐23.93  HRUM  1200  1,213.33  1,226.67  1,183.33  1,166.67  1,460,386.97  ‐32.82  45.54  81.61  6.59  ITMG  15200  16,008.33  16,816.67  13,933.33  12,666.67  5,742,974.57  5.02  968.54  ‐299.21  3.92  PTBA  10550  10,708.33  10,866.67  10,333.33  10,116.67  3,093,648.00  11.39  232.76  8.74  11.33  PTRO  690  706.67  723.33  681.67  673.33  929,699.70  5.15  23.76  ‐67.39  7.26 

PERTAMBANGAN MINYAK & GAS BUMI

BIPI  85  86.00  87.00  84.00  83.00  999,850.63  1,185.87  4.39  5,114.26  4.84  ELSA  630  638.33  646.67  623.33  616.67  918,296.00  ‐12.25  7.42  56.06  21.22  ENRG  79  81.00  83.00  78.00  77.00  2,210,590.04  27.13  4.86  2,610.69  4.06  ESSA  2100  1,400.00  700.00  1,400.00  700.00  126,590.83  22.89  42.71  28.12  12.29  MEDC  3085  3,123.33  3,161.67  3,043.33  3,001.67  2,303,371.50  7.08  122.83  131.12  6.28 

PERTAMBANGAN LOGAM DAN MINERAL LAINNYA

ANTM  820  830.00  840.00  815.00  810.00                INCO  3440  3,471.67  3,503.33  3,376.67  3,313.33  2,430,306.44  ‐3.23  20.62  ‐33.11  41.71  TINS  1165  1,186.67  1,208.33  1,126.67  1,088.33                SEMEN INTP  23050  23,191.67  23,333.33  22,891.67  22,733.33  4,499,774.00  6.65  289.47  ‐7.03  19.91  SMCB  1630  1,656.67  1,683.33  1,616.67  1,603.33  2,356,126.00  9.11  42.23  75.57  9.65  SMGR  13300  13,341.67  13,383.33  13,216.67  13,133.33  6,177,992.74  11.44  219.66  5.39  15.14 

LOGAM DAN SEJENISNYA

GDST  65  67.00  69.00  63.00  61.00  333,609.60  28.88  2.97  59.01  5.47  JPRS  200  133.33  66.67  133.33  66.67  158,603.63  98.78  6.50  ‐0.37  7.69  KRAS  338  343.67  349.33  334.67  331.33  5,240,035.36  ‐12.47  ‐33.57  ‐698.77  ‐2.52  PAKAN TERNAK CPIN  3190  3,268.33  3,346.67  3,108.33  3,026.67  6,719,521.00  19.02  40.34  ‐7.84  19.77  JPFA  630  640.00  650.00  620.00  610.00  5,674,518.00  14.33  4.97  ‐72.07  31.71 

OTOMOTIF DAN KOMPONENNYA

ASII  7500  7,658.33  7,816.67  7,408.33  7,316.67  49,821,000.00  6.73  116.76  9.68  16.06  GJTL  1050  1,073.33  1,096.67  1,038.33  1,026.67  3,199,668.00  5.32  96.23  ‐2.66  2.73 

INDUSTRI BARANG KONSUMSI

ICBP  13600  13,716.67  13,833.33  13,441.67  13,283.33  7,355,089.00  21.44  0.12  6.96  24.94  INDF  7175  7,291.67  7,408.33  7,016.67  6,858.33  16,365,578.00  27.30  156.42  90.13  11.47  MYOR  26000  26,000.00  26,000.00  26,000.00  26,000.00  3,498,158.85  30.25  133.69  ‐45.72  48.62  ROTI  1225  1,235.00  1,245.00  1,215.00  1,205.00  464,595.48  27.03  12.10  9.45  25.31  GGRM  46500  47,166.67  47,833.33  45,966.67  45,433.33  15,670,252.00  23.99  736.58  35.34  15.78  INAF  258  262.00  266.00  252.00  246.00  155,073.95  25.62  ‐12.39  250.04  ‐5.21  KAEF  1130  1,138.33  1,146.67  1,118.33  1,106.67  867,027.74  8.45  4.21  ‐4.38  67.14  KLBF  1795  1,806.67  1,818.33  1,786.67  1,778.33  4,066,502.64  16.52  10.52  11.04  42.66 

KOSMETIK DAN BARANG KEPERLUAN RUMAH TANGGA

(7)

7

EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV Q1 2014 G (%) EPS Q1 14 G (%) PE

PROPERTI DAN REAL ESTAT

APLN  400  403.67  407.33  395.67  391.33  1,165,134.03  1.99  14.43  20.67  6.93  ASRI  635  650.00  665.00  625.00  615.00  871,134.65  ‐3.40  15.77  ‐23.45  10.06  BKSL  101  104.00  107.00  99.00  97.00                BSDE  1920  1,953.33  1,986.67  1,903.33  1,886.67  1,254,119.10  ‐39.62  27.93  ‐60.73  17.19  COWL  565  573.33  581.67  558.33  551.67  64,709.78  ‐6.38  1.59  ‐30.99  88.60  CTRA  1505  1,530.00  1,555.00  1,470.00  1,435.00  1,202,303.51  ‐10.35  15.01  5.45  25.06  CTRP  700  708.33  716.67  693.33  686.67  251,211.60  ‐58.80  4.89  ‐84.29  35.78  CTRS  2990  2,998.33  3,006.67  2,983.33  2,976.67  347,893.21  27.73  66.20  25.74  11.29  ELTY  50  50.00  50.00  50.00  50.00                KIJA  293  297.33  301.67  288.33  283.67  725,835.40  ‐3.64  15.03  51.33  4.87  MDLN  590  598.33  606.67  578.33  566.67                KONSTRUKSI BANGUNAN ADHI  2735  2,751.67  2,768.33  2,716.67  2,698.33  1,439,602.33  5.83  9.01  40.67  75.86  DGIK  130  131.67  133.33  127.67  125.33  480,924.22  52.77  1.81  ‐44.42  17.96  PTPP  4010  4,045.00  4,080.00  3,945.00  3,880.00  1,999,368.48  55.72  12.69  44.39  79.03  SSIA  1170  1,193.33  1,216.67  1,148.33  1,126.67  918,070.21  ‐17.06  2.64  ‐93.80  110.87  TOTL  925  940.00  955.00  915.00  905.00  547,807.36  ‐6.30  11.12  ‐20.80  20.79  WIKA  2900  2,921.67  2,943.33  2,866.67  2,833.33  2,791,666.54  6.24  27.28  6.78  26.57 

INFRASTRUKTUR, UTILITAS DAN TRANSPORTASI

PGAS  4225  4,310.00  4,395.00  4,165.00  4,105.00               

JALAN TOL, PELABUHAN, BANDARA DAN SEJENISNYA

CMNP  2550  2,566.67  2,583.33  2,516.67  2,483.33  262,850.17  17.13  53.83  8.63  11.84  JSMR  6150  6,300.00  6,450.00  6,075.00  6,000.00  2,079,705.80  ‐13.14  55.30  16.71  27.80  TELEKOMUNIKASI BTEL  50  33.33  16.67  33.33  16.67  471,133.26  ‐31.12  6.89  ‐316.19  1.81  EXCL  3920  3,983.33  4,046.67  3,848.33  3,776.67  5,512,751.00  9.78  44.41  20.12  22.07  ISAT  3900  3,946.67  3,993.33  3,876.67  3,853.33  5,773,177.00  ‐0.26  147.24  ‐1,224.62  6.62  TLKM  2720  2,736.67  2,753.33  2,696.67  2,673.33  21,250,000.00  8.71  36.20  4.95  18.78  TRANSPORTASI GIAA  560  573.33  586.67  548.33  536.67  9,206,681.81  17.35  ‐82.55  469.78  ‐1.70  MBSS  825  843.33  861.67  813.33  801.67  435,871.55  21.78  59.94  3.87  3.44  WINS  1150  1,213.33  1,276.67  1,093.33  1,036.67  518,942.64  36.32  23.63  53.05  12.17 

KONSTRUKSI NON BANGUNAN

INDY  384  391.67  399.33  374.67  365.33  2,753,426.38  52.84  17.64  3.30  5.44  BANK BBCA  13525  13,733.33  13,941.67  13,358.33  13,191.67  10,261,849.00  32.93  148.65  26.73  22.75  BBKP  700  703.33  706.67  693.33  686.67  1,641,517.00  15.99  27.33  9.08  6.40  BBNI  6725  6,833.33  6,941.67  6,658.33  6,591.67  7,526,634.00  26.65  128.30  15.63  13.10  BBRI  11800  12,133.33  12,466.67  11,608.33  11,416.67  17,099,293.00  28.06  240.57  16.71  12.26  BBTN  1120  1,148.33  1,176.67  1,103.33  1,086.67  3,123,112.00  28.06  32.29  2.24  8.67  BDMN  4125  4,191.67  4,258.33  4,066.67  4,008.33  5,612,922.00  17.40  91.25  ‐13.01  11.30  BJBR  870  880.00  890.00  865.00  860.00  2,124,681.00  12.48  33.55  ‐12.29  6.48  BMRI  10950  11,141.67  11,333.33  10,841.67  10,733.33  14,313,290.00  25.54  211.05  10.27  12.97  BNGA  690  693.33  696.67  688.33  686.67  4,883,839.00  15.02  43.71  4.22  3.95 

PERDAGANGAN BESAR BRANG PRODUKSI

AKRA  5375  5,433.33  5,491.67  5,283.33  5,191.67  5,630,170.96  3.52  46.44  14.36  28.93  INTA  274  280.67  287.33  262.67  251.33  398,931.00  ‐48.89  37.27  87.86  1.84  UNTR  17675  17,975.00  18,275.00  17,125.00  16,575.00  13,901,385.00  11.66  42.26  39.66  104.56  PERDAGANGAN ECERAN MAPI  5375  5,408.33  5,441.67  5,333.33  5,291.67  2,675,101.00  26.32  27.42  ‐27.88  49.01  RALS  770  773.33  776.67  763.33  756.67  1,184,904.00  9.45  5.73  ‐2.88  33.62 

ADVERTISING, PRINTING DAN MEDIA

MNCN  2235  2,275.00  2,315.00  2,215.00  2,195.00  1,496,466.00  9.55  27.61  ‐7.99  20.24  PERUSAHAAN INVESTASI

BRMS  159  164.33  169.67  155.33  151.67  55,860.54  ‐9.06  ‐5.88  94.31  ‐6.77  BNBR  50  50.00  50.00  50.00  50.00  2,503,679.10  190.79  7.10  1,526.00  1.76 

(8)

Corporate Action

8

Code

Name

Type

Date

Time

Venue

BABP    Bank MNC Internasional Tbk.    AGM    28/04/2015    0:14:00 

MNC Tower, Auditorium Lt B2, Jl. Kebon Sirih 

No.17‐19, Jakarta Pusat   

BABP    Bank MNC Internasional Tbk.    EGM    28/04/2015    0:14:00 

MNC Tower, Auditorium Lt. B2, Jl. Kebon Sirih 

No.17‐19, Jakarta Pusat   

ASII   

Astra International Tbk.   

AGM    28/04/2015    0:08:30 

The Ritz‐Carlton Jakarta, Pacific Place   

NRCA   

Nusa Raya Cipta Tbk   

AGM    28/04/2015    0:10:00 

Hotel Gran Melia, Ruang Legian 2, Jl. HR. Ra‐

suna Said Blok X‐0 Kav.4, Kuningan, Jakarta 

12950   

RAJA   

Rukun Raharja Tbk.   

AGM    29/04/2015    0:10:00 

Intercontonental mid plaza hotel   

BPFI   

Batavia Prosperindo Finance 

Tbk   

AGM    30/04/2015    0:01:00 

Ruang Rapat PT Batavia Prosperindo Finance 

Tbk, Gedung Chase Plaza Lantai 12, Jl.Jend 

Sudirman Kav 21, Jakarta 12920   

BPFI   

Batavia Prosperindo Finance 

Tbk   

EGM    30/04/2015    0:10:00 

Ruang Rapat PT Batavia Prosperindo Finance 

Tbk, Gedung Chase Plaza Lantai 12, Jl.Jend 

Sudirman Kav 21, Jakarta 12920   

BPII   

Batavia Prosperindo Interna‐

sional Tbk   

AGM    30/04/2015    0:14:00 

Chase Plaza, Lantai 12, Jl. Jend. Sudirman Kav. 

21, Jakarta Selatan   

BPII   

Batavia Prosperindo Interna‐

sional Tbk   

EGM    30/04/2015    0:14:00 

Chase Plaza, Lantai 12, Jl. Jend. Sudirman Kav. 

21, Jakarta Selatan   

BRAU   

Berau Coal Energy Tbk   

EGM    30/04/2015    0:10:00 

  

ASBI   

Asuransi Bintang Tbk.   

AGM    30/04/2015    0:14:00 

  

ASBI   

Asuransi Bintang Tbk.   

EGM    30/04/2015    0:14:00 

  

TOTL   

Total Bangun Persada Tbk.   

AGM    30/04/2015    0:09:30 

PT Total Bangun Persada Tbk Gedung TOTAL 

lantai 8, Jl. Letjend.S.Parman No. 106A, Ja‐

karta 11440   

TOTL   

Total Bangun Persada Tbk.   

EGM    30/04/2015    0:09:30 

PT Total Bangun Persada Tbk Gedung TOTAL 

lantai 8, Jl. Letjend.S.Parman No. 106A, Ja‐

karta 11440   

TAXI    Express Transindo Utama Tbk    AGM    30/04/2015    0:09:30 

Ruang Seminar BEI (Galeri Bursa) ‐ Gedung 

Bursa Efek Indonesia Tower 2 Lt. 1, Jl. Jend. 

Sudirman Kav.52‐53, Jakarta 12190   

TAXI    Express Transindo Utama Tbk    EGM    30/04/2015    0:09:30 

Ruang Seminar BEI (Galeri Bursa) ‐ Gedung 

Bursa Efek Indonesia Tower 2 Lt. 1, Jl. Jend. 

Sudirman Kav.52‐53, Jakarta 12190   

NAGA   

Bank Mitraniaga Tbk   

AGM   

5‐Apr‐15 

0:10:00 

Hotel Menara Peninsula ‐ Merica 2 Lt.2, Jl, 

LetJen. S. Parman 79 ‐ Jakarta 11410   

NAGA   

Bank Mitraniaga Tbk   

EGM   

5‐Apr‐15 

0:10:00 

Hotel Menara Peninsula ‐ Merica 2 Lt.2, Jl, 

LetJen. S. Parman 79 ‐ Jakarta 11410   

SIMP   

Salim Ivomas Pratama Tbk   

AGM    5‐May‐15 

0:14:00 

Sudirman Plaza ‐ Indofood Tower Lantai PH, 

Jalan Jendral Sudirman Kav. 76‐78, Jakarta 

Selatan 12910   

SIMP   

Salim Ivomas Pratama Tbk   

EGM    5‐May‐15 

0:14:00 

Sudirman Plaza ‐ Indofood Tower Lantai PH, 

Jalan Jendral Sudirman Kav. 76‐78, Jakarta 

Selatan 12910   

(9)

Corporate Action

9

EMITEN

JUMLAH DIVIDEN

CUM DIVIDEN RECORDING DATE

PEMBAYARAN

DIVIDEN

KETERANGAN

PLIN 

70 

15‐Apr‐15 

20‐Apr‐15 

7‐May‐15 

  

ITMG 

645 

8‐Apr‐15 

13‐Apr‐15 

24‐Apr‐15 

  

SMBR 

8.34385 

8‐Apr‐15 

13‐Apr‐15 

30‐Apr‐15 

  

WTON 

11,82 

9‐Apr‐15 

14‐Apr‐15 

5‐May‐15 

  

BJBR 

71.6 

8‐Apr‐15 

13‐Apr‐15 

30‐Apr‐15 

  

MERK 

6500 

10‐Apr‐15 

15‐Apr‐15 

5‐May‐15 

  

PGAS 

144,84 

13‐Apr‐15 

16‐Apr‐15 

8‐May‐15 

  

BDMN 

81,50 

14‐Apr‐15 

17‐Apr‐15 

8‐May‐15 

  

GEMS 

3,36 

13‐Apr‐15 

16‐Apr‐15 

20‐Apr‐15 

Dividen Interim 

KAEF 

8.4488 

15‐Apr‐15 

20‐Apr‐15 

8‐May‐15 

  

BBCA 

98 

16‐Apr‐15 

21‐Apr‐15 

13‐May‐15 

Dividen Final 

BJTM 

41,86 

15‐Apr‐15 

20‐Apr‐15 

8‐May‐15 

  

ACST 

42 

15‐Apr‐15 

20‐Apr‐15 

4‐May‐15 

  

LEAD 

40 

7‐Apr‐15 

10‐Apr‐15 

30‐Apr‐15 

  

JASS 

159 

‐ 

16‐Apr‐15 

23‐Apr‐15 

  

AALI 

472 

21‐Apr‐15 

24‐Apr‐15 

15‐May‐15 

  

TURI 

10 

22‐Apr‐15 

27‐Apr‐15 

15‐May‐15 

  

BFIN 

54 

22‐Apr‐15 

27‐Apr‐15 

15‐May‐15 

  

ASGR 

52 

23‐Apr‐15 

28‐Apr‐15 

20‐May‐15 

  

SMGR 

375,34 

23‐Apr‐15 

28‐Apr‐15 

20‐May‐15 

  

TOBA 

‐ 

23‐Apr‐15 

28‐Apr‐15 

20‐May‐15 

  

JASS 

100 

‐ 

28‐Apr‐15 

7‐May‐15 

Dividen Interim 

MDIA 

10 

24‐Apr‐15 

29‐Apr‐15 

21‐May‐15 

  

SSMS 

22,65 

24‐Apr‐15 

29‐Apr‐15 

21‐May‐15 

  

(10)

Disclaimer : Laporan ini dibuat dari opini analis hanya sebagai informasi untuk membantu investor dalam memahami pasar saham Indonesia dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian PT. First Asia Capital tidak menjamin dan bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini.

Branch Office

Jakarta:

Gedung Jaya Lt. 2 Suite L02-05

Jl. M. H. Thamrin No. 12

Jakarta 10340

Phone : +62 21 3193 1811

Yogyakarta:

Fakultas Ekonomi Universitas Sarjanawiyata

Tamansiswa Yogyakarta

Jl. Kusumanegara 121 - Yogyakarta 55165

Phone : 0274-543944

Solo:

Universitas Muhammadiyah Surakarta

Jalan A. Yani Tromol Pos 1,

Pabelan Kartasura, Surakarta,

Jawa Tengah 57162

(0271) 717417

Makassar :

Jl. Gunung Bawakareng No. 71

Makassar 90157

Phone : +62 411 361 3122

Sampit :

Universitas Darwan Ali

Jl. Batu Berlian No. 10

Kalimantan Tengah 74322

Phone : +62 531 31992

Panin Bank Centre

4

th

Floor Jl. Jend. Sudirman No. 1

Jakarta 10270, Indonesia

Phone

: +62 21 727 99888

Fax

: +62 21 571 0895

Web

: www.firstasiacapital.com

E-mail :

[email protected]

First Asia Research Team :

Ivan Kurniawan ([email protected])

David Nathanael ([email protected])

Referensi

Dokumen terkait

Hingga akhir kuartal 3/2020, perseroan membukukan rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar US$5,37 juta atau turun tajam -147.56% berbanding

Berdasarkan laporan keuangan per Desember 2020, EXCL mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp371,59 miliar, atau turun 47,85

Berdasarkan laporan keuangan Pt Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMART), pada kuartal III, penjualan CPO Smart meningkat 22,6% dibandingkan periode yang sama

Beberapa kontrak baru bernilai besar yang sudah dikantongi WIKA Beton adalah jalan layang kereta api Medan sekitar Rp 95 miliar dan proyek tol Medan-Binjai bernilai Rp 8,5

"Marketing sales di kuartal pertama sebesar Rp 585 miliar, artinya hampir sama dibandingkan tahun lalu," kata Indaryanto, Direktur Keuangan PPRO, Rabu (19/4)..

ANTM  830‐885.  Harga  saham  emiten  logam,  Aneka  Tambang  Tbk  (ANTM),  akhir  pekan  lalu  berhasil  melanjutkan 

PT Sierad Produce Tbk (SIPD) sepanjang 2011 lalu membukukan penu- runan laba bersih hingga 64% mencapai Rp.22 miliar dibandingkan periode yang sama 2010 sebesar 61 miliar..

Pada akhir tahun lalu, perseroan meraup dana dari pelaksanaan Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offring/IPO) sebesar Rp870 miliar dari 1,5 miliar saham yang dilepas