INTP Datangkan Gas Turbin Senilai US$ 36 Juta.
Gajah Tunggal Bukukan Rugi Bersih Rp290 Miliar Sepanjang Kuartal I.
Sido Muncul Bagi Deviden Rp360 Miliar Pada 12 Juni 2015.
Mega Manunggal Property Bakal Lepas 30% Saham Melalui IPO.
DAILY RESEARCH
Statistics
Highlight
Opening Today Nikkei AORD
Change
Market Preview
P
enguatan IHSG akhir pekan lalu
tertahan
setelah
pemodal
cenderung melakukan aksi ambil
untung setelah menguat dalam dua
sesi perdagangan sebelumnya. IHSG
akhir pekan lalu tutup di 5227,096
atau melemah 19 poin (0,36%).
Namun selama sepekan kemarin
IHSG berhasil 0,87% melanjutkan
penguatan
pekan
sebelumnya
1,88%. Penguatan IHSG sepekan
kemarin turut ditopang penguatan
rupiah atas dolar 0,7% di Rp13084
dan kondusifnya pergerakan bursa
global dan kawasan Asia. Dari
kawasan Asia, sentimen positif dipicu
langkah otoritas moneter China
(PBoC) yang pekan lalu kembali
memotong tingkat bunga acuannya
untuk ketiga kalinya dalam enam
bulan terakhir sebesar 25 bp menjadi 5,1% untuk bunga pinjaman satu tahun.
Selain sentimen kawasan, aksi beli selektif yang menopang penguatan
IHSG pekan lalu turut ditopang saham sektor perkebunan dan tambang menyusul
naiknya kembali harga komoditas seperti CPO dan tambang logam. Saham sektor
properti juga turut menjadi sasaran beli selektif setelah pasar merespon positif
rencana Bank Indonesia (BI) melonggarkan ketentuan LTV. Namun sebaliknya
sektor perbankan kembali tertekan setelah data neraca pembayaran Indonesia
(NPI) akhir pekan lalu mencatatkan surplus USD1,3 miliar sepanjang 1Q15 atau
turun dari 1Q14 sebesar USD2,07 miliar dan 4Q14 sebesar USD2,4 miliar.
Sementara wall Street akhir pekan lalu berhasil melanjutkan
penguatannya namun terbatas. Indeks DJIA dan S&P akhir pekan lalu masing‐
masing tutup 0,11% dan 0,08% di 18272,56 dan 2122,73. Penguatan terbatas
terutama dipicu reaksi atas data ekonomi AS yang keluar bervariasi. Produksi
industri April lalu di AS turun 0,3% (mom), merupakan penurunan lima bulan
berturut‐turut, di bawah ekspektasi pasar yang memperkirakan tumbuh 0,1%.
Sedangkan indeks sentimen konsumsen Mei di AS turun ke 88,6, terendah dalam
tujuh bulan terakhir.
Melanjutkan perdagangan awal pekan ini, sejumlah sentimen seperti
pergerakan rupiah atas dolar AS dan harga komoditas akan mempengaruhi
pergerakan IHSG. IHSG diperkirakan bergerak bervariasi didominasi pergerakan
saham‐saham lapis dua. IHSG diperkirakan bergerak dengan support di 5210 dan
resisten di 5250 berpeluang menguat terbatas.
IHSG : S1 5210 S2 5185 R1 5250 R2 5270
Index Last Chg % DJIA 18272.56 20.32 0.11 S&P 500 2122.73 1.63 0.08 FTSE 100 6960.49 (12.55) (0.18) CAC 40 4993.82 (35.49) (0.71) DAX 11447.03 (112.79) (0.98) NIKKEI 225 19841.37 133.21 0.68 HANGSENG 27822.28 535.73 1.96 STI 3463.10 4.39 0.13 SHENZHEN 2442.76 (11.44) (0.47) SHANGHAI 4308.69 (69.62) (1.59) Commodities Price Chg % Oil (US$/barrel) 59.69 (0.04) (0.07) CPO (RM/M.T) 2188.00 (18.00) (0.82) Gold (USD/T.oz) 1226.30 6.20 0.51 Nikel (USD/M.T 13700.00 (350.00) (2.49) Timah (USD/M.T) 15700.00 (100.00) (0.63) Coal (USD/M.T) 56.40 (0.40) (0.70) Exchange Rates Chg % IDR/USD 13110.50 20.50 0.16 USD/EUR 1.143 0.00 0.27 JPY/USD 119.62 0.24 0.20 IDR/SGD 9914.62 23.72 0.24 IDR/AUD 10507.74 (23.63) (0.22) TLKM USD IDR Chg % TLK.NYSE 43.17 2830 0.09 0.21Top Gainers IDR % Chg
BIPP 93 24.00 18
SDMU 279 21.30 49
MAGPW 6 20.00 6
DSFI 109 14.74 7
TRAM 57 14.00 7
Top Losers IDR % Chg
CMPP 96 (17.24) (20)
TELEW 580 (14.71) (100)
FPNI 82 (14.58) (14)
AHAP 190 (13.64) (30) TALF 400 (13.04) (60)
Top Value IDR % (miliar)
BBRI 11,625 (1.06) 347.50 BMRI 11,175 (1.97) 311.07 TLKM 2,830 2.17 254.33 BBNI 6,700 2.29 239.72 PGAS 3,980 (0.50) 219.30
Top Volume IDR % (juta)
TRAM 57 14.00 762.39 CPRO 59 13.46 485.31 MTFN 161 (5.29) 479.29 SIAP 219 0.46 416.11 PWON 437 1.63 234.88 IHSG 5,227.10 Change (19.04) Change (%) (0.36) Change (%/ytd) 0.00
Total Value (IDR triliun) 5.945 Total Volume (miliar saham) 5.460 Net Foreign Buy (IDR miliar) (169.000) Up: 155 Down: 308 Unchange: 89
News Update
2
INTP Datangkan Gas Turbin Senilai US$ 36 Juta. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) akan mendatangkan gas turbin baru dengan kapasitas 70 mega watt (mw). Gas turbin ini akan memasok listrik untuk pabrik semen INTP di Citeureup, Jawa Barat. Untuk pembelian gas turbin tersebut, INTP menyiapkan dana sekitar US$ 35 juta - US$ 36 juta. Dana tersebut masuk dalam anggaran belanja modal (capex) INTP tahun ini sebesar Rp 4,5 - Rp 5 triliun. Selain untuk gas turbin, capex INTP akan digunakan untuk penyelesaian pabrik baru di Citeureup sebesar Rp 2 triliun. Direktur Utama INTP, Christian Kartawaijaya menjelaskan, perusahaannya telah memiliki dua gas turbin dengan kapasitas masing - masing 30 mw. Namun, salah satu gas turbin sudah tua dan mulai mengalami kerusakan. "Kami membeli gas turbin baru untuk mengganti yang lama," ujarnya di Jakarta, Rabu (13/5). Dengan gas turbin ini, INTP bisa menghemat biaya listrik hingga 30%. Hal ini mengingat biaya listrik menjadi beban terbesar produsen semen, termasuk INTP. Apalagi, tahun lalu tarif listrik mengalami kenaikan hingga 65%. Sementara produsen semen harus menurunkan harga jual mulai awal tahun ini. INTP menyiasati dampak penurunan harga dengan melakukan cost saving. Perseroan melakukan efisiensi di fixed cost maupun variable cost. Salah satunya dengan menggenjot produksi di daerah paling efisien. Selanjutnya, INTP juga menjual semen ke daerah terdekat dengan pabrik sehingga biaya distribusi lebih hemat. Dengan strategi ini, INTP berharap bisa tetap menjaga margin. (Kontan Online)
Gajah Tunggal Bukukan Rugi Bersih Rp290 Miliar Sepanjang Kuartal I. PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) mencatatkan rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sepanjang kuartal pertama 2015 Rp290,22 miliar, memburuk bila dibanding periode sama tahun 2014 yang membukukan laba bersih Rp340,13 miliar. Dalam laporan keuangan yang dikutip Jumat ini, perusahaan mengantongi penjualan bersih Rp3,07 triliun di kuartal pertama 2015, turun bila dibanding kuartal pertama 2014 dengan penjualan Rp3,2 triliun. Pada pos beban pokok penjualan, perusahaan membukukan Rp2,52 triliun di kuartal I 2015, turun dibanding Rp2,63 triliun di kuartal I 2014. Penurunan juga tercatat pada pos laba kotor menjadi Rp550,53 miliar sepanjang 3 bulan pertama tahun ini, bila dibanding periode sama tahun sebelumnya Rp564,61 miliar. Rugi beban penjualan yang tercatat naik menjadi Rp226,72 miliar serta kerugian kurs mata uang asing bersih yang mencapai Rp256,27 miliar di kuartal I 2015, membuat perusahaan membukukan rugi sebelum pajak Rp354,98 miliar dibanding laba sebelum pajak kuartal I 2014 Rp475,7 miliar. Perusahaan membukukan rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp290,22 miliar, menurun bila dibandingkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp340,13 miliar. Sementara rugi per saham dasar di kuartal I 2015 mencapai Rp83, dibanding laba per saham dasar Rp98 di kuartal I 2014. (Bisnis.com)
Sido Muncul Bagi Deviden Rp360 Miliar Pada 12 Juni 2015. Produsen jamu PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) membagikan dividen kepada para pemegang saham sebesar Rp360 miliar atau 86,1% (Rp24 per saham) dari laba bersih perseroan pada 2014 senilai Rp415,19 miliar. Dengan pembagian dividen, sisa laba bersih yang ditahan sebagai dana cadangan perusahaan senilai Rp55,9 miliar. Dana itu rencananya dipergunakan untuk modal kerja emiten berkode saham SIDO tersebut. Tiur Simamora, Corporate Secretary Sido Muncul, mengatakan pembayaran dividen tahun ini diakui lebih rendah dibandingkan dengan tahun lalu sebesar 99,5% dari perolehan laba bersih pada 2013 senilai Rp405,9 miliar. “Dividen yang dibagi Rp360 miliar dengan pembayaran dilakukan pada 12 Juni 2015,” papar Tiur saat ditemui Bisnis, seusai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Dalam RUPS tersebut dibahas mengenai pengembangan pabrik farmasi PT Berlicon Mulia Farma yang pada September 2014 telah diakuisisi Sido Muncul. Pembangunan pabrik baru bakal dilakukan di Kabupaten Klaten Jawa Tengah dengan luasan sekitar 24 hektare dengan investasi berkisar Rp190 miliar. Tiur mengatakan dana investasi untuk pembangunan pabrik baru kemungkinan mengambil modal induk perusahaan. Tahapan saat ini, ujarnya, perusahaan sedang menunggu izin prinsip. (Bisnis.com)
Matahari Putra Prima Alokasikan 35 Persen Laba 2014 untuk Dividen. PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) akan membagikan dividen sebesar Rp 193,9 miliar. Besaran dividen ini setara 35% dari perolehan laba bersih perseroan di sepanjang tahun 2014 sebesar Rp 554 miliar. "Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) hari ini, pemegang saham menyetujui untuk membagian dividen sebesar Rp 193,9 miliar atau setara Rp 36 per saham," kata Director of Public Relations & Communications Matahari Putra Prima Danny Kojongian. Menurut Danny, sebagian dana dari laba bersih atau sebesar Rp 2 miliar disisihkan sebagai dana cadangan standar. Adapun sisanya sebesar Rp 358 miliar akan ditahan oleh perseroan. "Laba ditahan guna memperkuat modal kerja bisnis perseroan untuk ekspansi kedepannya," ujar Danny. Danny mengatakan perseroan akan umumkan pada 18 Mei 2015 di media massa. "Nanti tanggal 18 Mei sesuai POJK akan dilakukan pengumuman risalah rapat di koran dan tentunya dividen ini dan cum date dividen yang akan kita bagikan," kata Danny. Sebagai informasi, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) membukukan laba bersih sebesar Rp 554,01 miliar sepanjang 2014 atau 24,52% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 444,9 miliar. Kenaikan laba bersih seiring dengan penjualan di 2014 yang tercatat menjadi Rp 13,59 triliun atau naik 14,01% dari posisi sebelumnya sebesar Rp 11,92 triliun. (IQ Plus)
Mega Manunggal Property Bakal Lepas 30% Saham Melalui IPO. Perusahaan pengembang dan penyedia properti logistik, PT Mega Manunggal Property Tbk akan menawarkan saham perdananya sebanyak 30% kepada publik melalui penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO). Sebanyak 1.714.285.714 saham baru yang dikeluarkan dari portepel perseroan dengan nilai nominal Rp100 per saham akan dilepas dan ditawarkan kepada publik, seperti dikutip dari keterangan tertulis, Jumat. Masa penawaran awal akan dilaksanakan pada tanggal 15-22 Mei 2015, dengan perkiraan tanggal efektif pada 3 Juni 2015. Sementara masa penawaran umum saham perdana diperkirakan pada tanggal 4,5 dan 8 Juni 2015. Adapun untuk perkiraan tanggal penjatahan pada 10 Juni 2015, perkiraan tanggal distribusi saham secara elektronik pada 11 Juni 2015 dan akan dicatatkan pada BEI diperkirakan pada 12 Juni 2015. Dalam penawaran umum saham perdana PT Mega Manunggal Property Tbk, bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi yaitu PT Indo premier Securities. Dana hasil IPO PT Mega Manunggal Property Tbk rencananya sebesar 90% akan digunakan untuk membeli tanah dan sisanya 10% untuk belanja modal kegiatan konstruksi perseroan. (IQ Plus)Stock Picks
3ASRI 630‐680.
Akhir pekan lalu harga saham emiten properti Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) berhasil melanjutkan
rebound namun ditutup di Rp635. Penguatan ini terimbas sentimen positif sektor properti setelah Bank Indonesia (BI)
merencanakan meninjau ulang aturan LTV sektor properti tahun ini untuk menahan perlambatan bisnis tersebut
akibat pertumbuhan ekonomi yang hanya tumbuh 4,7% sepanjang 1Q15. Selain itu, pemerintah berencana
melonggarkan ketentuan kepemilikan properti bagi warga asing yang memungkinkan warga asing memiliki unit
properti yakni apartemen. Selama ini asing hanya diperbolehkan memiliki properti dengan hak pakai dan hak guna
usaha. Rencana tersebut memberikan sentimen positif atas pergerakan harga saham emiten properti. Saham ASRI
termasuk yang terimbas positif akibat pelonggaran ketentuan tersebut. Sebelumnya pelemahan rupiah atas dolar AS
hingga Rp13000 telah menekan kinerja emiten properti sepanjang 1Q15 termasuk kinerja ASRI. Laba bersih ASRI
sepanjang 1Q15 turun 9,5% mencapai Rp280 miliar dibandingkan periode yang sama 2014 sebesar Rp310 miliar. Ini
terutama disebabkan perseroan menderita rugi kurs Rp251 miliar dibandingkan periode yang sama 2014 yang masih
membukukan laba kurs Rp213 miliar. Perseroan per 1 April 2015 memiliki obligasi dalam valas menjadi USD460 juta.
Di awal April perseroan telah membuat kontrak hedging baru untuk nilai USD60 juta yang bisa memberikan proteksi
nilai tukar Rp13000 hingga Rp14500 per US dolar. Secara operasional perseroan membukukan pertumbuhan
penjualan 13,7% mencapai Rp991 miliar dari Rp871 miliar di 1Q14. Sedangkan laba usaha melonjak 96% mencapai
Rp655 miliar dari periode yang sama 2014 sebesar Rp334 miliar. Marjin usaha melonjak menjadi 66% dari 38% karena
penjualan kavling tanah yang memberikan marjin tinggi. Pertumbuhan pendapatan perseroan terutama ditopang
penjualan tanah kavling. Pendapatan dari penjualan tanah kavling tumbuh 176% mencapai Rp713 miliar dari Rp259
miliar (1Q14). Sedangkan pendapatan berulang dan pendapatan lainnya tumbuh 28% (yoy) mencapai Rp86 miliar dari
Rp67,4 miliar. Sedangkan pendapatan dari penjualan rumah dan ruko turun menjadi Rp192 miliar dari Rp545 miliar di
1Q14. Tahun ini penjualan dan pendapatan jasa perseroan diperkirakan tumbuh 27,8%. mencapai Rp4,64 triliun.
Sedangkan di bottom line, laba bersih diperkirakan Rp1,34 triliun atau tumbuh sekitar 21,8%. EPS 2015 diperkirakan
sebesar Rp68,19. Pada harga Rp635, saham ASRI ditransaksikan relatif murah dengan PBV 1,7x dan PE 9,3x (E/15)
dibandingkan rata‐rata emiten sektor properti di kelas aset yang sama yang saat ini ditransaksikan dengan PBV 1,9x
dan PE 11,7x. Dari pendekatan PBV harga sahamnya berpeluang ditransaksikan dengan PBV 2x (E/15) atau Rp750.
Secara technical, pergerakan harga sahamnya membentuk pola bullish continuation dengan target resisten di Rp680.
Sedangkan level support berkisar di Rp610 hingga Rp630. Maintain Buy, SL 600.
4
PTBA 10250‐10750.
Saham emiten batubara PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) akhir pekan lalu
berhasil melanjutkan tren penguatannya. Harga sahamnya berhasil break Rp10250 tutup di Rp10550.
Sepekan terakhir harga saham PTBA menguat 9,3% dari Rp9650 (8/5) naik ke Rp10550 (15/5). Pergerakan
harga komoditas yang cenderung menguat sepekan terakhir telah memicu aksi spekulasi beli atas saham
emiten batubara. Secara fundamental, kinerja emiten batubara masih menghadapi tantangan pelemahan
harga komoditasnya yang diperkirakan berlanjut tahun ini menyusul perlambatan ekonomi global
terutama China sebagai negara konsumen terbesar batubar di kawasan Asia selain India. Saat ini harga
batubara di pasar internasional berkisar antara USD58‐USD59/ton. Dari sisi kinerja, sepanjang 1Q15 laba
bersih perseroan turun 37% mencapai Rp340,39 miliar. Penurunan laba ini terutama akibat kenaikan
beban pokok penjualan 19,6%, beban penjualan dan pemasaran 28% dan beban keuangan 1500%.
Sedangkan penjualan bersih hanya tumbuh 6% mencapai Rp3,28 triliun dibandingkan 1Q14 Rp3,1 triliun.
Penjualan naik terutama ditopang kenaikan volume penjualan batubara 8,5% mencapai 4,57 juta ton
berbanding 4,21 juta ton pada periode yang sama 2014. Sedangkan harga jual rata‐rata tertimbang turun
4,5% mencapai Rp700.709/ton dari 1Q14 sebesar Rp733.396/ton. Tahun ini volume penjualan batubara
ditargetkan mencapai 24 juta ton naik 33% dari 2014 lalu sebanyak 18,01 juta ton. Penjualan bersih tahun
ini diproyeksikan mencapai Rp16,82 triliun atau tumbuh 28,6% dari tahun 2014 lalu yang sebesar Rp13,08
triliun. Di bottom line, laba bersih diproyeksikan mencapai Rp2,17 triliun tumbuh 7,6% dari 2014 lalu
sebesar Rp2,02 triliun. EPS proyeksi tahun ini Rp941,59/saham. Di harga Rp10500 saham PTBA
ditransaksikan dengan PE 11,1x (E/15). Tahun lalu rata‐rata harga sahamnya ditransaksi dengan PE 12,8x.
Tahun ini diperkirakan harga sahamnya berpeluang ditransaksikan dengan PE 12x atau mencapai Rp11300,
punya ruang penguatan 7,6% dari level harga saat ini. Secara technical, pergerakan harga sahamnya akan
menguji resisten sederhana di kisaran Rp10650 hingga Rp10750 dengan support saat ini di Rp10250.
Pergerakan harganya membentuk pola bullish continuation. Resiko pergerakan harga sahamnya adalah
fluktuasi harga komoditas batubara di tengah melambatnya perekonomian global. Trading Buy, SL 10100
Stock Picks
Senin, 18 Mei 2015
5
Stock Picks
KLBF 1785‐1845.
Harga saham emiten farmasi Kalbe Farma Tbk (KLBF) sejak pekan terakhir April lalu bergerak bearish
menyusul tren pelemahan rupiah atas dolar AS yang kembali bergerak di atas Rp13100. Melemahnya pertumbuhan
ekonomi 1Q15 yang dipicu perlambatan konsumsi masyarakat turut mempengaruhi pergerakan saham sektor farmasi.
Akhir pekan lalu harga sahamnya tutup di Rp1795, berada di area supportnya sepanjang tahun ini. Dari sisi kinerja
tahun lalu penjualan neto perseroan mengalami perlambatan pertumbuhan hanya tumbuh 8,5% mencapai Rp17,37
triliun dibandingkan tahun 2013 lalu yang tumbuh 17,35%. Sedangkan laba bersih tahun lalu juga tumbuh hanya
5,75% dibandingkan tahun 2013 yang tumbuh 10,7%. Laba bersih perseroan tahun lalu mencapai Rp2,06 triliun. EPS
tahun 2014 sebesar Rp44. Sedangkan sepanjang kuartal pertama tahun ini (1Q15), meskipun mengalami perlambatan
pertumbuhan kinerja, namun perseroan berhasil mengendalikan biaya pokok produksi dan operasional tercermin dari
marjin berhasil tumbuh tipis. Penjualan bersih KLBF 1Q15 tumbuh 4,4% melambat dibandingkan pertumbuhan 1Q14
yang mencapai 16,5%. Penjualan bersih 1Q15 mencapai Rp4,24 triliun. Laba kotor tumbuh 8,1% mencapai Rp2,1
triliun dari 1Q14 sebesar Rp1,94 triliun. Pertumbuhan laba kotor 1Q15 melambat dibandingkan 1Q14 yang tumbuh
15,2%. Namun marjin kotor naik mencapai 49,5% dari 47,8%. Sedangkan laba bersih 1Q15 tumbuh 7,2% mencapai
Rp528,66 miliar dari 1Q14 sebesar Rp493,10 miliar. Marjin bersih 1Q15 mencapai 12,45% naik dari 1Q14 sebesar
12,12%. Penjualan neto tahun ini diperkirakan tumbuh 10% melambat dari perkiraan sebelumnya sebesar 17% atau
mencapai Rp19,10 triliun. Sedangkan laba tahun ini diperkirakan hanya tumbuh 11% turun dari perkiraan sebelumnya
21,5% atau mencapai Rp2,29 triliun dari perkiraan sebelumnya Rp2,57 triliun. EPS proyeksi tahun ini diperkirakan
hanya Rp49. Pada harga Rp1795 KLBF ditransaksikan dengan PE 43,3x (E/14) dan PE 36,6x (E/15). Rata‐rata PE industri
saat ini 40x. Kondisi pasar yang bullish membuka peluang harga sahamnya ditransaksikan dengan PE 40x atau
mencapai target harga Rp1960. Secara technical pergerakan harga sahamnya mengindikasikan bullish reversal.
Indikator technical seperti RSI menunjukkan posisi harga sahamnya berada di area oversold berpeluang rebound.
Harga sahamnya tertinggi sebelumnya berada di Rp1915 (23/4). Sedangkan level support saat ini di Rp1785. Trading
Buy, SL 1770
Senin, 18 Mei 2015
Saham Pilihan
SMGR 13200-13500 TB, SL 13000
CTRA 1470-1545 TB, SL 1450
LSIP 1685-1760 BoW, SL 1670
PWON 440-455 Buy, SL 435
INTP 22800-24300 Buy, SL 22700
AKRA 5250-5550 TB, SL 5200
INCO 3350-3550 TB, SL 3330
Stock View
6
Senin, 18 Mei 2015
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV Q1 2014 G (%) EPS Q1 14 G (%) PE
IHSG
5227.10 5256.66 5286.22 5205.81 5184.52
PERKEBUNAN AALI 26400 26,883.33 27,366.67 25,508.33 24,616.67 3,725,866.00 36.80 485.51 114.55 13.59 BWPT 294 302.00 310.00 290.00 286.00 LSIP 1720 1,750.00 1,780.00 1,685.00 1,650.00 1,279,973.00 40.33 32.78 122.48 13.12 SGRO 1865 1,891.67 1,918.33 1,846.67 1,828.33 649,627.93 10.94 29.32 141.04 15.90 SIMP 695 706.67 718.33 686.67 678.33 3,171,052.00 2.40 12.14 92.44 14.31 UNSP 50 50.00 50.00 50.00 50.00 659,213.38 36.97 21.64 ‐571.51 0.58PERTAMBANGAN BATU BARA
ADRO 905 920.00 935.00 895.00 885.00 9,632,947.40 33.83 45.68 269.20 4.95 BORN 50 50.00 50.00 50.00 50.00 BRAU 82 54.67 27.33 54.67 27.33 BUMI 97 99.67 102.33 95.67 94.33 9,572,406.53 4.50 191.78 ‐751.57 0.13 DEWA 50 50.00 50.00 50.00 50.00 631,292.51 8.52 ‐0.52 ‐77.95 ‐23.93 HRUM 1200 1,213.33 1,226.67 1,183.33 1,166.67 1,460,386.97 ‐32.82 45.54 81.61 6.59 ITMG 15200 16,008.33 16,816.67 13,933.33 12,666.67 5,742,974.57 5.02 968.54 ‐299.21 3.92 PTBA 10550 10,708.33 10,866.67 10,333.33 10,116.67 3,093,648.00 11.39 232.76 8.74 11.33 PTRO 690 706.67 723.33 681.67 673.33 929,699.70 5.15 23.76 ‐67.39 7.26
PERTAMBANGAN MINYAK & GAS BUMI
BIPI 85 86.00 87.00 84.00 83.00 999,850.63 1,185.87 4.39 5,114.26 4.84 ELSA 630 638.33 646.67 623.33 616.67 918,296.00 ‐12.25 7.42 56.06 21.22 ENRG 79 81.00 83.00 78.00 77.00 2,210,590.04 27.13 4.86 2,610.69 4.06 ESSA 2100 1,400.00 700.00 1,400.00 700.00 126,590.83 22.89 42.71 28.12 12.29 MEDC 3085 3,123.33 3,161.67 3,043.33 3,001.67 2,303,371.50 7.08 122.83 131.12 6.28
PERTAMBANGAN LOGAM DAN MINERAL LAINNYA
ANTM 820 830.00 840.00 815.00 810.00 INCO 3440 3,471.67 3,503.33 3,376.67 3,313.33 2,430,306.44 ‐3.23 20.62 ‐33.11 41.71 TINS 1165 1,186.67 1,208.33 1,126.67 1,088.33 SEMEN INTP 23050 23,191.67 23,333.33 22,891.67 22,733.33 4,499,774.00 6.65 289.47 ‐7.03 19.91 SMCB 1630 1,656.67 1,683.33 1,616.67 1,603.33 2,356,126.00 9.11 42.23 75.57 9.65 SMGR 13300 13,341.67 13,383.33 13,216.67 13,133.33 6,177,992.74 11.44 219.66 5.39 15.14
LOGAM DAN SEJENISNYA
GDST 65 67.00 69.00 63.00 61.00 333,609.60 28.88 2.97 59.01 5.47 JPRS 200 133.33 66.67 133.33 66.67 158,603.63 98.78 6.50 ‐0.37 7.69 KRAS 338 343.67 349.33 334.67 331.33 5,240,035.36 ‐12.47 ‐33.57 ‐698.77 ‐2.52 PAKAN TERNAK CPIN 3190 3,268.33 3,346.67 3,108.33 3,026.67 6,719,521.00 19.02 40.34 ‐7.84 19.77 JPFA 630 640.00 650.00 620.00 610.00 5,674,518.00 14.33 4.97 ‐72.07 31.71
OTOMOTIF DAN KOMPONENNYA
ASII 7500 7,658.33 7,816.67 7,408.33 7,316.67 49,821,000.00 6.73 116.76 9.68 16.06 GJTL 1050 1,073.33 1,096.67 1,038.33 1,026.67 3,199,668.00 5.32 96.23 ‐2.66 2.73
INDUSTRI BARANG KONSUMSI
ICBP 13600 13,716.67 13,833.33 13,441.67 13,283.33 7,355,089.00 21.44 0.12 6.96 24.94 INDF 7175 7,291.67 7,408.33 7,016.67 6,858.33 16,365,578.00 27.30 156.42 90.13 11.47 MYOR 26000 26,000.00 26,000.00 26,000.00 26,000.00 3,498,158.85 30.25 133.69 ‐45.72 48.62 ROTI 1225 1,235.00 1,245.00 1,215.00 1,205.00 464,595.48 27.03 12.10 9.45 25.31 GGRM 46500 47,166.67 47,833.33 45,966.67 45,433.33 15,670,252.00 23.99 736.58 35.34 15.78 INAF 258 262.00 266.00 252.00 246.00 155,073.95 25.62 ‐12.39 250.04 ‐5.21 KAEF 1130 1,138.33 1,146.67 1,118.33 1,106.67 867,027.74 8.45 4.21 ‐4.38 67.14 KLBF 1795 1,806.67 1,818.33 1,786.67 1,778.33 4,066,502.64 16.52 10.52 11.04 42.66
KOSMETIK DAN BARANG KEPERLUAN RUMAH TANGGA
7
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV Q1 2014 G (%) EPS Q1 14 G (%) PE
PROPERTI DAN REAL ESTAT
APLN 400 403.67 407.33 395.67 391.33 1,165,134.03 1.99 14.43 20.67 6.93 ASRI 635 650.00 665.00 625.00 615.00 871,134.65 ‐3.40 15.77 ‐23.45 10.06 BKSL 101 104.00 107.00 99.00 97.00 BSDE 1920 1,953.33 1,986.67 1,903.33 1,886.67 1,254,119.10 ‐39.62 27.93 ‐60.73 17.19 COWL 565 573.33 581.67 558.33 551.67 64,709.78 ‐6.38 1.59 ‐30.99 88.60 CTRA 1505 1,530.00 1,555.00 1,470.00 1,435.00 1,202,303.51 ‐10.35 15.01 5.45 25.06 CTRP 700 708.33 716.67 693.33 686.67 251,211.60 ‐58.80 4.89 ‐84.29 35.78 CTRS 2990 2,998.33 3,006.67 2,983.33 2,976.67 347,893.21 27.73 66.20 25.74 11.29 ELTY 50 50.00 50.00 50.00 50.00 KIJA 293 297.33 301.67 288.33 283.67 725,835.40 ‐3.64 15.03 51.33 4.87 MDLN 590 598.33 606.67 578.33 566.67 KONSTRUKSI BANGUNAN ADHI 2735 2,751.67 2,768.33 2,716.67 2,698.33 1,439,602.33 5.83 9.01 40.67 75.86 DGIK 130 131.67 133.33 127.67 125.33 480,924.22 52.77 1.81 ‐44.42 17.96 PTPP 4010 4,045.00 4,080.00 3,945.00 3,880.00 1,999,368.48 55.72 12.69 44.39 79.03 SSIA 1170 1,193.33 1,216.67 1,148.33 1,126.67 918,070.21 ‐17.06 2.64 ‐93.80 110.87 TOTL 925 940.00 955.00 915.00 905.00 547,807.36 ‐6.30 11.12 ‐20.80 20.79 WIKA 2900 2,921.67 2,943.33 2,866.67 2,833.33 2,791,666.54 6.24 27.28 6.78 26.57
INFRASTRUKTUR, UTILITAS DAN TRANSPORTASI
PGAS 4225 4,310.00 4,395.00 4,165.00 4,105.00
JALAN TOL, PELABUHAN, BANDARA DAN SEJENISNYA
CMNP 2550 2,566.67 2,583.33 2,516.67 2,483.33 262,850.17 17.13 53.83 8.63 11.84 JSMR 6150 6,300.00 6,450.00 6,075.00 6,000.00 2,079,705.80 ‐13.14 55.30 16.71 27.80 TELEKOMUNIKASI BTEL 50 33.33 16.67 33.33 16.67 471,133.26 ‐31.12 6.89 ‐316.19 1.81 EXCL 3920 3,983.33 4,046.67 3,848.33 3,776.67 5,512,751.00 9.78 44.41 20.12 22.07 ISAT 3900 3,946.67 3,993.33 3,876.67 3,853.33 5,773,177.00 ‐0.26 147.24 ‐1,224.62 6.62 TLKM 2720 2,736.67 2,753.33 2,696.67 2,673.33 21,250,000.00 8.71 36.20 4.95 18.78 TRANSPORTASI GIAA 560 573.33 586.67 548.33 536.67 9,206,681.81 17.35 ‐82.55 469.78 ‐1.70 MBSS 825 843.33 861.67 813.33 801.67 435,871.55 21.78 59.94 3.87 3.44 WINS 1150 1,213.33 1,276.67 1,093.33 1,036.67 518,942.64 36.32 23.63 53.05 12.17
KONSTRUKSI NON BANGUNAN
INDY 384 391.67 399.33 374.67 365.33 2,753,426.38 52.84 17.64 3.30 5.44 BANK BBCA 13525 13,733.33 13,941.67 13,358.33 13,191.67 10,261,849.00 32.93 148.65 26.73 22.75 BBKP 700 703.33 706.67 693.33 686.67 1,641,517.00 15.99 27.33 9.08 6.40 BBNI 6725 6,833.33 6,941.67 6,658.33 6,591.67 7,526,634.00 26.65 128.30 15.63 13.10 BBRI 11800 12,133.33 12,466.67 11,608.33 11,416.67 17,099,293.00 28.06 240.57 16.71 12.26 BBTN 1120 1,148.33 1,176.67 1,103.33 1,086.67 3,123,112.00 28.06 32.29 2.24 8.67 BDMN 4125 4,191.67 4,258.33 4,066.67 4,008.33 5,612,922.00 17.40 91.25 ‐13.01 11.30 BJBR 870 880.00 890.00 865.00 860.00 2,124,681.00 12.48 33.55 ‐12.29 6.48 BMRI 10950 11,141.67 11,333.33 10,841.67 10,733.33 14,313,290.00 25.54 211.05 10.27 12.97 BNGA 690 693.33 696.67 688.33 686.67 4,883,839.00 15.02 43.71 4.22 3.95
PERDAGANGAN BESAR BRANG PRODUKSI
AKRA 5375 5,433.33 5,491.67 5,283.33 5,191.67 5,630,170.96 3.52 46.44 14.36 28.93 INTA 274 280.67 287.33 262.67 251.33 398,931.00 ‐48.89 37.27 87.86 1.84 UNTR 17675 17,975.00 18,275.00 17,125.00 16,575.00 13,901,385.00 11.66 42.26 39.66 104.56 PERDAGANGAN ECERAN MAPI 5375 5,408.33 5,441.67 5,333.33 5,291.67 2,675,101.00 26.32 27.42 ‐27.88 49.01 RALS 770 773.33 776.67 763.33 756.67 1,184,904.00 9.45 5.73 ‐2.88 33.62
ADVERTISING, PRINTING DAN MEDIA
MNCN 2235 2,275.00 2,315.00 2,215.00 2,195.00 1,496,466.00 9.55 27.61 ‐7.99 20.24 PERUSAHAAN INVESTASI
BRMS 159 164.33 169.67 155.33 151.67 55,860.54 ‐9.06 ‐5.88 94.31 ‐6.77 BNBR 50 50.00 50.00 50.00 50.00 2,503,679.10 190.79 7.10 1,526.00 1.76
Corporate Action
8
Code
Name
Type
Date
Time
Venue
BABP Bank MNC Internasional Tbk. AGM 28/04/2015 0:14:00
MNC Tower, Auditorium Lt B2, Jl. Kebon Sirih
No.17‐19, Jakarta Pusat
BABP Bank MNC Internasional Tbk. EGM 28/04/2015 0:14:00
MNC Tower, Auditorium Lt. B2, Jl. Kebon Sirih
No.17‐19, Jakarta Pusat
ASII
Astra International Tbk.
AGM 28/04/2015 0:08:30
The Ritz‐Carlton Jakarta, Pacific Place
NRCA
Nusa Raya Cipta Tbk
AGM 28/04/2015 0:10:00
Hotel Gran Melia, Ruang Legian 2, Jl. HR. Ra‐
suna Said Blok X‐0 Kav.4, Kuningan, Jakarta
12950
RAJA
Rukun Raharja Tbk.
AGM 29/04/2015 0:10:00
Intercontonental mid plaza hotel
BPFI
Batavia Prosperindo Finance
Tbk
AGM 30/04/2015 0:01:00
Ruang Rapat PT Batavia Prosperindo Finance
Tbk, Gedung Chase Plaza Lantai 12, Jl.Jend
Sudirman Kav 21, Jakarta 12920
BPFI
Batavia Prosperindo Finance
Tbk
EGM 30/04/2015 0:10:00
Ruang Rapat PT Batavia Prosperindo Finance
Tbk, Gedung Chase Plaza Lantai 12, Jl.Jend
Sudirman Kav 21, Jakarta 12920
BPII
Batavia Prosperindo Interna‐
sional Tbk
AGM 30/04/2015 0:14:00
Chase Plaza, Lantai 12, Jl. Jend. Sudirman Kav.
21, Jakarta Selatan
BPII
Batavia Prosperindo Interna‐
sional Tbk
EGM 30/04/2015 0:14:00
Chase Plaza, Lantai 12, Jl. Jend. Sudirman Kav.
21, Jakarta Selatan
BRAU
Berau Coal Energy Tbk
EGM 30/04/2015 0:10:00
ASBI
Asuransi Bintang Tbk.
AGM 30/04/2015 0:14:00
ASBI
Asuransi Bintang Tbk.
EGM 30/04/2015 0:14:00
TOTL
Total Bangun Persada Tbk.
AGM 30/04/2015 0:09:30
PT Total Bangun Persada Tbk Gedung TOTAL
lantai 8, Jl. Letjend.S.Parman No. 106A, Ja‐
karta 11440
TOTL
Total Bangun Persada Tbk.
EGM 30/04/2015 0:09:30
PT Total Bangun Persada Tbk Gedung TOTAL
lantai 8, Jl. Letjend.S.Parman No. 106A, Ja‐
karta 11440
TAXI Express Transindo Utama Tbk AGM 30/04/2015 0:09:30
Ruang Seminar BEI (Galeri Bursa) ‐ Gedung
Bursa Efek Indonesia Tower 2 Lt. 1, Jl. Jend.
Sudirman Kav.52‐53, Jakarta 12190
TAXI Express Transindo Utama Tbk EGM 30/04/2015 0:09:30
Ruang Seminar BEI (Galeri Bursa) ‐ Gedung
Bursa Efek Indonesia Tower 2 Lt. 1, Jl. Jend.
Sudirman Kav.52‐53, Jakarta 12190
NAGA
Bank Mitraniaga Tbk
AGM
5‐Apr‐15
0:10:00
Hotel Menara Peninsula ‐ Merica 2 Lt.2, Jl,
LetJen. S. Parman 79 ‐ Jakarta 11410
NAGA
Bank Mitraniaga Tbk
EGM
5‐Apr‐15
0:10:00
Hotel Menara Peninsula ‐ Merica 2 Lt.2, Jl,
LetJen. S. Parman 79 ‐ Jakarta 11410
SIMP
Salim Ivomas Pratama Tbk
AGM 5‐May‐15
0:14:00
Sudirman Plaza ‐ Indofood Tower Lantai PH,
Jalan Jendral Sudirman Kav. 76‐78, Jakarta
Selatan 12910
SIMP
Salim Ivomas Pratama Tbk
EGM 5‐May‐15
0:14:00
Sudirman Plaza ‐ Indofood Tower Lantai PH,
Jalan Jendral Sudirman Kav. 76‐78, Jakarta
Selatan 12910
Corporate Action
9
EMITEN
JUMLAH DIVIDEN
CUM DIVIDEN RECORDING DATE
PEMBAYARAN
DIVIDEN
KETERANGAN
PLIN
70
15‐Apr‐15
20‐Apr‐15
7‐May‐15
ITMG
645
8‐Apr‐15
13‐Apr‐15
24‐Apr‐15
SMBR
8.34385
8‐Apr‐15
13‐Apr‐15
30‐Apr‐15
WTON
11,82
9‐Apr‐15
14‐Apr‐15
5‐May‐15
BJBR
71.6
8‐Apr‐15
13‐Apr‐15
30‐Apr‐15
MERK
6500
10‐Apr‐15
15‐Apr‐15
5‐May‐15
PGAS
144,84
13‐Apr‐15
16‐Apr‐15
8‐May‐15
BDMN
81,50
14‐Apr‐15
17‐Apr‐15
8‐May‐15
GEMS
3,36
13‐Apr‐15
16‐Apr‐15
20‐Apr‐15
Dividen Interim
KAEF
8.4488
15‐Apr‐15
20‐Apr‐15
8‐May‐15
BBCA
98
16‐Apr‐15
21‐Apr‐15
13‐May‐15
Dividen Final
BJTM
41,86
15‐Apr‐15
20‐Apr‐15
8‐May‐15
ACST
42
15‐Apr‐15
20‐Apr‐15
4‐May‐15
LEAD
40
7‐Apr‐15
10‐Apr‐15
30‐Apr‐15
JASS
159
‐
16‐Apr‐15
23‐Apr‐15
AALI
472
21‐Apr‐15
24‐Apr‐15
15‐May‐15
TURI
10
22‐Apr‐15
27‐Apr‐15
15‐May‐15
BFIN
54
22‐Apr‐15
27‐Apr‐15
15‐May‐15
ASGR
52
23‐Apr‐15
28‐Apr‐15
20‐May‐15
SMGR
375,34
23‐Apr‐15
28‐Apr‐15
20‐May‐15
TOBA
‐
23‐Apr‐15
28‐Apr‐15
20‐May‐15
JASS
100
‐
28‐Apr‐15
7‐May‐15
Dividen Interim
MDIA
10
24‐Apr‐15
29‐Apr‐15
21‐May‐15
SSMS
22,65
24‐Apr‐15
29‐Apr‐15
21‐May‐15
Disclaimer : Laporan ini dibuat dari opini analis hanya sebagai informasi untuk membantu investor dalam memahami pasar saham Indonesia dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian PT. First Asia Capital tidak menjamin dan bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini.