BI Naikkan Bunga Acuan 50 Basis Poin Jadi 5,25%.
Selain Naikkan Bunga, BI Juga Longgarkan Uang Muka KPR. BI Izinkan Beli Rumah Pertama Tanpa DP.
Kredit Bank Tumbuh 8% di April.
DAILY RESEARCH
Statistics Highlight
Opening Today Nikkei AORD
Change
Market Preview
A
ksi beli balik pemodal pada perdagangan akhir pekan lalu sekaligus menandai perdagangan akhir kuartal dua berhasil mengangkat IHSG 131,918 poin (2,33%) di 5799,237. Penguatan IHSG akhir pekan lalu ditopang sentimen pasar saham kawasan Asia yang berhasil rebound terutama rebound pasar sa‐ ham China. Sebelumnya meningkat‐ nya resiko pasar terkait isu perang dagang AS dengan China telah mene‐ kan pasar saham global dan kawasan Asia dua pekan terakhir. Langkah bank sentral China melonggarkan likuiditas‐ nya di awal pekan lalu yang memicu pelemahan Yuan berimbas negatif bagi rupiah. Nilai tukar rupiah sepekan kemarin cenderung tertekan hingga sempat mendekati Rp14400 per USdolar sebelum akhirnya berhasil menguat 0,15% di Rp14309, merespon langkah Bank Indonesia (BI) yang kembali menaikkan bunga acuannya. Bank Indonesia (BI) akhir pekan lalu, secara mengejutkan, menaikkan bunga acuan BI‐7DRR sebesar 50 bp menjadi 5,25% di atas ekspektasi pasar sebesar 25 bp. Sejak Mei lalu BI telah menaikkan tingkat bunga acuannya sebesar 100 bp.
Sementara Wall Streer akhir pekan lalu melanjutkan rebound. Indeks DJIA dan S&P masing‐masing menguat 0,23% dan 0,08% di 24271,41 dan 2718,37. Indeks Nasdaq menguat 0,09% di 7510,30. Namun sepekan indeks DJIA dan S&P masing‐ masing terkoreksi 1,26% dan 1,33%. Indeks Nasdaq sepekan koreksi 2,37%. Resiko pasar saham global sepekan kemarin kembali meningkat. Meningkatnya tensi perang dagang antara AS dengan China telah memicu kekhawatiran terjadinya resesi eko‐ nomi global. Hal ini turut menekan pasar saham Indonesia. IHSG sepekan kemarin kembali koreksi 0,39% melanjutkan koreksi pekan sebelumnya 2,87%. Dari domestik, resiko pelemahan rupiah atas dolar AS meningkat turut menekan IHSG pekan ke‐ marin. Rupiah melemah hingga 2,14% sepekan kemarin di Rp14404/US dolar (kurs Jisdor).
Melanjutkan perdagangan di awal pekan, sekaligus menandai awal Juli, IHSG diperkirakan bergerak bervariasi rawan koreksi akibat aki ambil untung. Perda‐ gangan saham masih akan didominasi resiko eksternal dan meningkatnya resiko perekonomian domestik setelah Bank Indonesia (BI) melanjutkan kebijakan pengeta‐ tan likuiditasnya. Dari domestik sentimen pasar awal pekan ini akan digerakan data inflasi Juni 2018 yang diperkirakan 0,44% (mom) dan 3,3% (yoy) relatif lebih tinggi dari Mei 2018 sebesar 0,21% (mom) dan 3,23% (yoy). IHSG diperkirakan bergerak
bervariasi di kisaran 5720 hingga 5840 rawan koreksi.
S1 5720 S2 5650 R1 5840 R2 5870 Top Gainers IDR % Chg
DILD 370 25.00% 74 CSIS 1,290 24.64% 255 IIKP 280 21.74% 50 MDKA 3,500 17.45% 520
ATIC 870 16.00% 120
Top Losers IDR % Chg
SKLT 900 25.00% 300
APII 151 24.50% 49
SWAT 442 21.77% 123
BRAM 5,050 19.84% 1250
TRAM‐W 163 18.09% 36
Top Value IDR % (miliar) BBRI 2,840 3.27% 615.61 BBCA 21,475 2.51% 503.34 ERAA 2,440 2.79% 317.88 SWAT 442 21.77% 311.15 TLKM 3,750 2.46% 293.67 Top Volume IDR % (juta)
MYRX 132 3.13% 1.243.172 SWAT 442 21.77% 621.895 RIMO 140 4.48% 333.487 BUMI 226 13.00% 328.616 ARMY 324 15.71% 317.711 Index Last Chg % DJIA 24271.41 55.36 0.23 S&P 500 2718.37 2.06 0.08 FTSE 100 7636.93 21.30 0.28 CAC 40 5323.53 47.89 0.91 DAX 12306.00 128.77 1.06 NIKKEI 225 22304.51 34.12 0.15 HANGSENG 28955.11 457.79 1.61 STI 3274.50 16.93 0.52 SHENZHEN 1607.62 50.80 3.26 SHANGHAI 2847.42 60.52 2.17 Commodities Price Chg % Oil (US$/barrel) 74.25 0.97 1.32 CPO (RM/M.T) 2323.00 (17.00) (0.73) Gold (USD/T.oz) 1254.20 4.70 0.38 Nikel (USD/MT) 14950.00 170.00 1.15 Timah (USD/MT) 19700.00 23.00 0.12 Coal (USD/MT) 113.90 0.90 0.80 Exchange Rates Chg % USD/IDR 14292.00 (63.00) (0.44) EUR/USD 1.168 0.01 1.06 USD/JPY 110.76 0.31 0.28 SGD/IDR 10494.57 (23.26) (0.22) AUD/IDR 10581.80 16.40 0.16 TLKM USD IDR Chg % TLK.NYSE 26.01 3717 0.27 1.05 IHSG 5,799.24 Change 131.92 Change (%) 2.33 Change (%/ytd) (8.75)
Total Value (IDR triliun) 9.013 Total Volume (miliar saham) 10.628 Net Foreign Buy (IDR miliar) 690.921 Up: 229 Down: 190 Unchange: 108
BI Naikkan Bunga Acuan 50 Basis Poin Jadi 5,25%. Bank Indonesia (BI) telah melaksanakan Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 28‐29 Juni 2018. BI memutuskan untuk menaikkan bunga acuan BI 7‐Day RR sebesar 50 basis poin (bp) ke posisi 5,25% dari 4,75%. Deposit facility naik 50 bp menjadi 4,5%, sementara lending facility naik 50 bp menjadi 6%. Kenaikan ini melampaui konsensus pasar yang memperkirakan kenaikan 25 bp menjadi 5%. (CNBC Indonesia, 29/6/18)
Selain Naikkan Bunga, BI Juga Longgarkan Uang Muka KPR. Selain menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin (bp) menjadi 5,25%, Bank Indonesia (BI) juga mengeluarkan kebijakan makroprudensial setelah rapat dewan gubernur (RDG) yang berakhir hari Jumat (29/6/2018). BI menempuh kebijakan makroprudensial akomodatif melalui relaksasi LTV untuk menjaga momentum pembiayaan ekonomi dan stabilitas sistem keuangan. Ini dilakukan dengan tetap memperhatikan aspek kehati‐hatian dan perlindungan konsumen. Diterapkan pada sektor properti berlaku mulai 1 Agustus. Kebijakan ini diterapkan pada sektor properti melalui beberapa aspek, yaitu: 1. Pelonggaran rasio LTV untuk kredit properti dan rasio FTV untuk pembiayaan properti. 2. Pelonggaran jumlah fasilitas kredit atau pembiayaan melalui mekanisme inden. (CNBC Indonesia, 29/6/18)
BI Izinkan Beli Rumah Pertama Tanpa DP. Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk melakukan pelonggaran terhadap peraturan loan to value (LTV) atau financing to value (FTV) untuk kredit pemilikan rumah (KPR). Kebijakan ini diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi melalui kredit dan sektor perumahan. Sektor properti merupakan sektor yang memiliki efek pengganda yang cukup besar terhadap perekonomian nasional. Sebelum direlaksasi ketentuan yang ada untuk kredit rumah pertama tipe di atas 70 meter persegi memiliki LTV sebesar 85% artinya calon pembeli harus memberikan uang muka 15% kepada bank. Setelah relaksasi, jumlah uang muka bisa lebih rendah atau lebih tinggi tergantung dari kemampuan bank untuk memitigasi risiko. Aturan ini juga berlaku untuk kredit rumah susun. Untuk bank menyalurkan KPR harus memenuhi sejumlah persyaratan untuk keamanan. Misalnya pelonggaran ini berlaku untuk bank yang memiliki rasio kredit bermasalah secara gross di bawah 5% dan NPL KPR gross di bawah 5%. Penyempurnaan aturan tersebut sudah sesuai dengan prinsip kehati‐hatian dan perlindungan konsumen. Hal ini karena relaksasi tersebut juga bertujuan untuk mendorong first time buyer dan juga menstimulasi pembelian rumah untuk investasi. (detik, 29/6/18) Kredit Bank Tumbuh 8% di April. Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan kredit bank mencapai 8,9% di April 2018.
Angka cenderung naik dibandingkan bulan sebelumnya 8,5% (yoy). BI memperkirakan pertumbuhan kredit sepanjang 2018 bisa mencapai 12%. Sedangkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) bisa mencapai 11%. (detik, 29/6/18)
Sah! PGN Teken Dokumentasi Integrasi Pertagas. PT PGN Tbk (PGAS) akhirnya resmi mengakuisisi dan menyatu dengan Pertagas, anak usaha PT Pertamina (Persero) yang sama‐sama bergerak di bisnis sektor hilir migas. Penandatanganan integrasi ini disaksikan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno, jajaran direksi PGN, dan jajaran direksi Pertamina. Terkait valuasi, menurut Fajar, akan diumumkan kemudian oleh PGN secara transparan untuk publik sesuai dengan ketentuan bursa efek. (CNBC Indonesia, 29/6/18)
Beban Keuangan Turun, Laba Bersih Indo‐Rama Naik 403%. PT Indo‐Rama Synthetics Tbk (INDR) mencatatkan kenaikan signifikan laba bersih di sepanjang kuartal I‐2018 menjadi US$ 13,24 juta atau Rp 190,04 miliar tumbuh 403% dibandingkan dengan laba bersih pada periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 2,63 juta atau 37,74 miliar. Menurut informasi keterbukaan Bursa Efek Indonesia (BEI), naiknya laba bersih perseroan didorong oleh pertumbuhan penjualan bersih sebesar 5,65% menjadi US$ 845,33 juta dibandingkan dengan penjualan bersih pada kuartal‐I 2017 sebesar US$ 197,40 juta. Pada periode tersebut, emiten yang memproduksi berbagai macam produk industri tersebut melakukan penjualan barang jadi ekspor sebesar US$ 143,22 juta atau naik 8,6% dibandingkan kuartal I tahun lalu sebesar US$ 131,88 juta. Sedangkan penjualan barang jadi lokal naik 16,95% menjadi US$77,22 juta dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 66,02 juta. (CNBC Indonesia,29/6/18)
Gajah Tunggal Targetkan Penjualan Naik 10% Tahun Ini. PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) pada tahun ini menargetkan penjualannya bertumbuh dengan memaksimalkan kontribusi pendapatan baik dari pasar domestik maupun pasar ekspor. Manajemen menargetkan kontribusi penjualan domestik akan sedikit di atas dari penjualan ekspor. Perusahaan tahun ini menargetkan pertumbuhan penjualan di level 5% hingga 10%. Tahun ini (kontribusi) domestik mendekati 60% dan ekspor 40%. Saat ini untuk pasar ekspor, sebanyak 70%‐80% menyasar pasar Amerika, sedangkan ke Eropa baru menyentuh level 4%. (kontan, 29/6/18) Tiga Pilar, Produsen Taro, Catatkan Rugi Rp 565,1 Miliar. PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) akhirnya mengumumkan laporan keuangan 2017, setelah tertunda beberapa bulan. Hasilnya, emiten yang memproduksi bahan makanan ini mencatatkan rugi komprehensif yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 565,1 miliar pada akhir 2017. Kondisi tersebut jauh berbeda dengan tahun sebelumnya ketika perusahaan masih mencatatkan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 581,03 miliar. Rugi tersebut disebabkan karena penurunan laba bruto dari Rp 1,68 triliun pada 2016 menjadi Rp 626,24 miliar pada 2017. Sementara beban usaha meningkat dari Rp 667,54 miliar menjadi Rp 916,75 miliar. Adapun beban lainnya naik dari Rp 29,5 miliar menjadi Rp 314,48 miliar. (CNBC Indonesia, 29/6/18)
Stock Picks HRUM 2380‐2700. Perdagangan saham emiten batubara memasuki sepanjang Juni lalu cenderung bearish seiring men‐ ingkatnya resiko pasar yang dipicu keluarnya arus dana asing, pelemahan rupiah terhadap dolar AS, dan resiko perlam‐ batan pertumbuhan ekonomi China. Hal ini turut berimbas pada pergerakan saham Harum Energy Tbk (HRUM). Padahal harga komoditas batubara Juni lalu masih bergerak bullish di atas USD113/MT. Sebelumnya sepanjang tahun ini hingga akhir Mei lalu pergerakan harga saham emiten batubara relatif bullish. Harga saham HRUM akhir Mei lalu berhasil men‐ capai Rp3310 (31/5), menguat hingga 61% lebih bila dibandingkan dengan posisi harganya akhir 2017 yang masih di Rp2050. Pergerakan bullish harga batubara telah berimbas positif terhadap kinerja emiten batubara tahun ini. Meski demikian di 1Q18 beberapa emiten batubara masih menghadapi penurunan volume penjualan akibat musim hujan se‐ hingga penjualan bersih masih turun (yoy) meskipun harga rata‐rata jual (ASP) produk batubara naik. Kondisi ini juga dialami oleh perseroan. Namun hal ini diperkirakan akan membaik di kuartal berikutnya seiring meningkatnya volume penjualan batubara. Harga sahamnya akhir pekan lalu di Rp2480 relatif murah dengan prospek pertumbuhan kinerjanya tahun ini yang cenderung tumbuh positif. Pendapatan perseroan 1Q18 tumbuh 10,32% mencapai USD86,81 juta di‐ bandingkan 1Q17 USD78,69 juta. Pertumbuhan pendapatan di 1Q18 lebih rendah dari rata‐rata emiten batubara di 1Q18 yang tumbuh 38%. Volume penjualan perseroan di 1Q18 turun 9,8% mencapai 1,1 juta ton. Sedangkan harga jual rata‐rata naik 20% (yoy). Perseroan juga mengalami peningkatan biaya produksi hingga 21,1% menjadi USD41,1/ton dari USD34/ton di 1Q17. Ini dikarenakan kenaikan Stripping Ratio menjadi 9,4x dari 8x dan kenaikan rata‐rata harga bahan bakar 14,9% (yoy). EBITDA perseroan 1Q18 tumbuh 11,3% mencapai USD24,7 juta dari USD22,1 juta di 1Q17. Marjin EBITDA stabil di 28,4% dibandingkan 1Q17 28,1%. Laba usaha naik 13,3% mencapai USD21,6 juta dari USD19 juta. Marjin usaha naik menjadi 28,4% dari 28,1%. Laba bersih perseroan di 1Q18 hanya tumbuh 2% mencapai USD12,61 juta dari USD12,36 juta. Marjin bersih turun menjadi 14,5% dari 15,7%. Perseroan tahun ini menargetkan produksi batubaa 4,5 juta ton hingga 5,25 juta ton. Belanja modal tahun ini USD13,8 juta ton. Produksi perseroan 95% tertuju pasar ekspor. Saat ini perseroan menjajaki peluang akuisisi tambang batubara. Tahun lalu volume penjualan mencapai 4,8 juta ton dan volume produksi mencapai 4,2 juta ton. Harga jual rata‐rata tahun lalu USD66/ton. Dengan asumasi harga jual rata‐rata tahun ini naik 20% atau mencapai USD79,2/MT dan volume penjualan 4,6 juta ton maka pendapatan berpeluang mencapai USD364,32 juta atau naik 11,89% dari 2017 lalu sebesar USD325,60 juta. Sedangkan laba bersih diperkirakan mencapai USD54,65 juta atau naik 20,69% dari 2017 sebesar USD45,28 juta. EPS 2018 diproyeksikan mencapai USD0,0213 atau setara Rp300,33 dengan kurs 1USD=Rp14100. Harga sahamnya diproyeksikan berpeluang ditransaksikan dengan PE 11x atau mencapai Rp3300. Secara technical, level support harga sahamnya saat ini di Rp2380. Peluag rebound lanjutan menguji resisten di Rp2700. Maintain Buy, SL 2300
CPIN 3550‐3750. Pergerakan harga saham emiten pakan ternak, Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) selama tiga bulan terakhir, sejak meningkatnya resiko pasar, cenderung defensif. Pelemahan rupiah terhadap dolar AS yang saat ini sudah mencapai Rp14300 tidak banyak menekan pergerakan harga sahamnya. Ini dikarenakan berubahnya model bisnis perseroan yang tadinya banyak menggunakan bahan baku impor terutama jagung sebagai bahan baku pakan ternak menjadi menggunakan produk jagung lokal. Ketergantungan atas biaya impor menjadi turun drastis. Kondisi ini mem‐ buat kinerja menjadi tumbuh solid tahun ini, di tengah masih lesuhnya daya beli masyarakat, sebagaimana tercermin dari pencapaian di 1Q18. Laba bersih 1Q18 tumbuh 59% mencapai Rp995,79 miliar dibandingkan 1Q17 sebesar Rp625,67 miliar. Pertumbuhan laba bersih ini dipicu turunnya beban pokok penjualan hingga 6,93%, sedangkan pen‐ jualan neto hanya turun 1,32%. Penjualan neto perseroan di 1Q18 mencapai Rp11,85 triliun dibandingkan 1Q17 sebe‐ sar Rp12,01 triliun. Laba bruto melonjak 40,6% mencapai Rp1,99 triliun dengan marjin kotor mencapai 16,82% naik dari 1Q17 sebesar 11,80%. Sedangkan laba usaha tumbuh 64,39% mencapai Rp1,39 triliun dari Rp849 miliar di 1Q17. Marjin usaha naik mencapai 11,77% dari 7,06%. Secara kuartalan penjualan bersih 1Q18 turun tipis 0,28% dibandingkan kuar‐ tal terakhir 2017 yang mencapai Rp11,89 triliun. Sedangkan laba bersih 1Q18 melonjak 77% dibandingkan kuartal tera‐ khir 2017 yang mencapai Rp563 miliar. Marjin bersih 1Q18 8,40% melonjak dari 4Q17 sebesar 4,74% maupun sepan‐ jang 2017 yang hanya 5,06%. Pencapaian laba bersih 1Q18 telah mencerminkan 28% dari proyeksi laba bersih tahun ini yang sebelumnya diperkirakan mencapai Rp3,53 triliun tumbuh 41% dari tahun lalu Rp2,50 triliun. Sedangkan penca‐ paian penjualan bersih 1Q18 baru mencerminkan 20,16% dari proyeksi penjualan bersih tahun ini sebesar Rp58,79 tril‐ iun atau tumbuh 19% dari tahun lalu Rp49,37 triliun. Kenaikan kinerja perseoan terutama ditopang permintaan produk makanan olahan ayam dan penjualan pakan ternak. Porsi penjualan pakan ternak memberikan kontribusi 48,5% terha‐ dap total pendapatan perseroan. Harga sahamnya sebelumnya kami perkirakan berpeluang ditransaksikan dengan PE 21x atau mencapai Rp4515. Akhir pekan lau harga sahamnya tutup di Rp3680. Secara technical, level support di kisaran Rp3500 hingga Rp3550. Peluang rebound lanjutan akan menguji Rp3750. Awal Mei lalu harganya sempat menguat ke Rp3840 (3/5). Sepanjang tahun ini pergerakan harganya bullish, berbeda dengan tren pasar yang bearish. Harga saham‐ nya di akhir 2017 masih di Rp3000. Dengan posisi harganya akhir pekan lalu di Rp3680, sepanjang tahun ini (YTD), har‐ ganya sudah menguat 22,7%. Pada saat bersamaan IHSG terkoreksi sekitar 8,7% (YTD). Pemodal bisa melakukan pem‐ belian ketika harga terkoreksi. Dalam jangka pendek diperkirakan harganya bergerak konsolidasi cenderung bullish. Trading Buy, SL 3470
Stock Picks BBNI 6800‐7250. Harga saham Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) akhir pekan lalu berhasil rebound setelah harganya tertekan hingga Rp6800 (28/6), dan berhasil tutup di Rp7050. Rebound ini ditopang posisi harganya yang sudah over‐ sold dan membaiknya iklim pasar pada perdagangan akhir pekan lalu sekaligus menandai akhir semester I 2018. Pasar juga merespon dinaikkannya profil resiko perbankan Indonesia oleh Moody's akhir pekan lalu dari Moderate + menjadi Strong‐. Kenaikan ini mencerminkan penilaian kualitas aset membaik dan pemulihan profitabilitas berlanjut. Moody's menaikkan peringkat BBNI dari ba1 menjadi baa3. Peringkat ini mencerminkan kemampuan kredit yang kuat dalam tiga tahun terakhir didukung dengan profitabilitas dan kapitalisasi yang kuat. Harga sahamnya saat ini sudah terendah sejak Juli 2017 lalu. Akhir 2017 lalu harganya tutup di Rp9900. Akhir Mei lalu harga sahamnya masih diperdagangkan di Rp8800. Dari posisi akhir 2017 lalu, saat ini harga sahamnya sudah terkoreksi 29%. Ini terutama diakibatkan meningkat‐ nya resiko pasar tiga bulan terakhir seiring berlanjutnya resiko pelemahan rupiah atas dolar AS dan capital outflow. Dari sisi kinerja, laba perseroan di 1Q18 masih tumbuh dua dijit di atas rata‐rata industri. laba bersih perseroan di 1Q18 tumbuh 13% mencapai Rp3,64 triliun dari periode yang sama di 1Q17 sebesar Rp3,23 triliun. Dibandingkan kuartal se‐ belumnya laba bersih naik 5,4% (qoq). Tahun lalu (2017) laba bersih tumbuh 20%. Laba bersih perseroan di 1Q18 tum‐ buh lebih tinggi ketimbang di 1Q17 yang tumbuh 8,54%. Pertumbuhan laba 1Q18 tersebut ditopang pertumbuhan kredit 10,8% (yoy) mencapai Rp439,46 triliun. Pertumbuhan kredit ini di atas rata‐rata perbankan periode yang sama yang tumbuh 8,5%. Pendapatan bunga bersih perseroan di 1Q18 tumbuh 9,5%. Sedangkan pendapatan nonbunga tum‐ buh 18,5%. DPK perseroan di 1Q18 tumbuh 10,8% mencapai Rp492,9 triliun. Porsi CASA dalam DPK perseroan mening‐ kat mencapai 62,4% dari 58,5% (1Q17). Akibatnya biaya dana perseroan turun menjadi 2,8% dari 3%. Perseroan juga menurunkan tingkat bunga deposito perseroan 25 bp hingga 75 bp di awal tahun ini. Sebelumnya, secara valuasi harga sahamnya tahun ini berpeluang ditransaksikan dengan PBV 1,8x (E/18) atau mencapai Rp11000. Secara technical, sup‐ port saat ini di kisaran Rp6700 hingga Rp6800. Peluang rebound lanjutan akan menguji resisten sederhana di Rp7250. Trading Buy, SL 6575 Saham Pilihan TLKM 3640-3820 TB, SL 3520 GGRM 67000-70500 TB, SL 65000 BBRI 2800-3000 TB, SL 2740 BMRI 6600-7000 TB, SL 6525 BDMN 6200-6600 TB. SL 6125 PGAS 1920-2100 TB, SL 1870 ADRO 1750-1840 TB, SL 1650
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE IHSG 5799.24 5838.10 5876.96 5721.52 5643.80 PERKEBUNAN AALI 11200 11,366.67 11,533.33 11,116.67 11,033.33 13,059,216.00 ‐19.91 393.15 ‐75.27 45.02 BWPT 179 181.67 184.33 175.67 172.33 LSIP 990 1,005.00 1,020.00 975.00 960.00 4,189,615.00 ‐11.36 91.36 ‐32.01 18.72 SGRO 2350 2,356.67 2,363.33 2,336.67 2,323.33 SIMP 492 496.67 501.33 488.67 485.33 13,835,444.00 ‐7.53 16.72 ‐68.60 25.18 UNSP 230 240.67 251.33 220.67 211.33
PERTAMBANGAN BATU BARA
ADRO 1790 1,831.67 1,873.33 1,706.67 1,623.33 37,032,346.42 ‐10.48 65.74 ‐5.12 10.50 BORN 50 33.33 16.67 33.33 16.67 BRAU 5050 5,050.00 5,050.00 5,050.00 5,050.00 BUMI 226 240.33 254.67 205.33 184.67 DEWA 50 50.00 50.00 50.00 50.00 3,312,510.21 13.47 0.30 48.03 166.35 HRUM 2480 2,540.00 2,600.00 2,400.00 2,320.00 ITMG 22375 22,608.33 22,841.67 22,033.33 21,691.67 21,925,897.16 ‐9.27 770.46 ‐65.05 8.53 PTBA 3970 4,033.33 4,096.67 3,873.33 3,776.67 13,733,627.00 5.01 883.59 0.98 7.64 PTRO 1605 1,633.33 1,661.67 1,553.33 1,501.67
PERTAMBANGAN MINYAK & GAS BUMI
BIPI 57 59.67 62.33 53.67 50.33
ELSA 336 340.00 344.00 332.00 328.00 3,775,323.00 ‐10.56 51.43 ‐8.99 7.17
ENRG 125 131.67 138.33 116.67 108.33
ESSA 266 270.00 274.00 262.00 258.00
MEDC 965 988.33 1,011.67 948.33 931.67
PERTAMBANGAN LOGAM DAN MINERAL LAINNYA
ANTM 890 911.67 933.33 846.67 803.33 10,531,504.80 11.79 ‐151.06 85.85 ‐3.10 INCO 4040 4,150.00 4,260.00 3,860.00 3,680.00 10,894,532.28 ‐15.64 70.11 ‐67.49 26.24 TINS 810 823.33 836.67 798.33 786.67 6,874,192.00 ‐6.74 13.64 ‐84.08 56.09 SEMEN INTP 13650 14,108.33 14,566.67 13,083.33 12,516.67 17,798,055.00 ‐10.99 1,183.48 ‐17.34 17.00 SMCB 565 571.67 578.33 561.67 558.33 9,239,022.00 ‐12.25 22.85 ‐73.80 47.91 SMGR 7125 7,216.67 7,308.33 7,016.67 6,908.33 26,948,004.47 ‐0.14 762.28 ‐18.76 14.07
LOGAM DAN SEJENISNYA
GDST 230 244.00 258.00 214.00 198.00 JPRS 316 341.33 366.67 303.33 290.67 KRAS 456 466.00 476.00 448.00 440.00 PAKAN TERNAK CPIN 3680 3,720.00 3,760.00 3,600.00 3,520.00 JPFA 1605 1,616.67 1,628.33 1,596.67 1,588.33 25,022,913.00 2.31 43.92 40.87 18.44 OTOMOTIF DAN KOMPONENNYA
ASII 6600 6,675.00 6,750.00 6,450.00 6,300.00 184,196,000.00 ‐8.68 357.28 ‐24.59 20.71
GJTL 690 696.67 703.33 676.67 663.33
INDUSTRI BARANG KONSUMSI
ICBP 8850 8,958.33 9,066.67 8,633.33 8,416.67 INDF 6650 6,766.67 6,883.33 6,466.67 6,283.33 MYOR 2970 3,020.00 3,070.00 2,910.00 2,850.00 ROTI 940 948.33 956.67 928.33 916.67 GGRM 67250 68,125.00 69,000.00 66,250.00 65,250.00 INAF 3900 4,373.33 4,846.67 3,663.33 3,426.67 1,621,898.67 17.41 2.12 463.17 184.06 KAEF 2360 2,440.00 2,520.00 2,320.00 2,280.00 4,860,371.48 7.51 44.81 6.06 28.68 KLBF 1220 1,241.67 1,263.33 1,181.67 1,143.33
KOSMETIK DAN BARANG KEPERLUAN RUMAH TANGGA
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE PROPERTI DAN REAL ESTAT
APLN 166 168.00 170.00 164.00 162.00 ASRI 328 344.67 361.33 316.67 305.33 BKSL 110 113.00 116.00 107.00 104.00 BSDE 1565 1,580.00 1,595.00 1,550.00 1,535.00 6,209,574.07 11.45 1,164.55 460.00 1.60 COWL 470 478.67 487.33 464.67 459.33 CTRA 1020 1,050.00 1,080.00 990.00 960.00 CTRP 1020 1,050.00 1,080.00 990.00 960.00 CTRS 1020 1,050.00 1,080.00 990.00 960.00 ELTY 50 50.00 50.00 50.00 50.00 KIJA 214 216.00 218.00 210.00 206.00 MDLN 290 299.33 308.67 271.33 252.67 2,962,460.90 4.32 69.69 22.80 5.94 KONSTRUKSI BANGUNAN ADHI 1790 1,820.00 1,850.00 1,775.00 1,760.00 9,389,570.10 8.51 130.22 43.08 20.93 DGIK 52 53.00 54.00 51.00 50.00 PTPP 1995 2,038.33 2,081.67 1,963.33 1,931.67 14,217,372.87 14.40 152.88 39.17 25.74 SSIA 565 571.67 578.33 556.67 548.33 TOTL 625 628.33 631.67 618.33 611.67 WIKA 2050 2,116.67 2,183.33 2,006.67 1,963.33 13,908,504.01 11.60 101.65 1.60 26.02 INFRASTRUKTUR, UTILITAS DAN TRANSPORTASI
PGAS 1995 2,075.00 2,155.00 1,870.00 1,745.00 42,333,969.71 ‐0.16 228.31 ‐38.44 11.61 JALAN TOL, PELABUHAN, BANDARA DAN SEJENISNYA
CMNP 1370 1,390.00 1,410.00 1,330.00 1,290.00 JSMR 4180 4,226.67 4,273.33 4,126.67 4,073.33 9,848,242.05 7.33 213.14 3.23 26.27 TELEKOMUNIKASI BTEL 50 33.33 16.67 33.33 16.67 EXCL 2520 2,570.00 2,620.00 2,460.00 2,400.00 22,876,182.00 ‐2.49 ‐2.97 ‐97.16 ‐1,348.39 ISAT 3180 3,216.67 3,253.33 3,146.67 3,113.33 TLKM 3750 3,786.67 3,823.33 3,676.67 3,603.33 102,470,000.00 14.24 153.66 5.81 21.51 TRANSPORTASI GIAA 242 245.33 248.67 237.33 232.67 52,627,783.53 7.55 40.78 ‐122.73 10.94 MBSS 570 596.67 623.33 521.67 473.33 WINS 340 342.00 344.00 336.00 332.00 1,378,353.91 ‐37.37 ‐19.45 ‐129.08 ‐10.95 KONSTRUKSI NON BANGUNAN
INDY 3420 3,486.67 3,553.33 3,316.67 3,213.33 BANK BBCA 21475 21,691.67 21,908.33 21,041.67 20,608.33 47,081,728.00 7.56 730.83 9.30 18.47 BBKP 346 355.33 364.67 339.33 332.67 8,303,973.00 17.07 105.70 32.57 5.58 BBNI 7050 7,141.67 7,233.33 6,891.67 6,733.33 36,895,081.00 10.58 486.18 ‐15.91 10.90 BBRI 2840 2,900.00 2,960.00 2,780.00 2,720.00 85,434,037.00 13.73 1,029.53 4.77 10.95 BBTN 2450 2,486.67 2,523.33 2,406.67 2,363.33 14,966,209.00 16.86 174.91 65.91 10.43 BDMN 6375 6,458.33 6,541.67 6,233.33 6,091.67 22,420,658.00 ‐2.48 249.70 ‐8.09 16.40 BJBR 2090 2,153.33 2,216.67 2,013.33 1,936.67 10,084,451.00 14.70 142.02 23.39 6.79 BMRI 6850 6,933.33 7,016.67 6,683.33 6,516.67 71,570,127.00 14.26 871.50 2.33 11.76 BNGA 950 968.33 986.67 938.33 926.67 22,318,759.00 7.24 17.02 ‐81.74 34.36
PERDAGANGAN BESAR BRANG PRODUKSI
AKRA 4300 4,360.00 4,420.00 4,210.00 4,120.00 19,764,821.14 ‐12.03 261.74 27.59 27.03 INTA 510 518.00 526.00 494.00 478.00 UNTR 31600 32,100.00 32,600.00 31,050.00 30,500.00 49,347,479.00 ‐7.14 1,033.07 ‐28.24 14.86 PERDAGANGAN ECERAN MAPI 900 921.67 943.33 856.67 813.33 RALS 1490 1,513.33 1,536.67 1,443.33 1,396.67
ADVERTISING, PRINTING DAN MEDIA
MNCN 920 941.67 963.33 906.67 893.33
PERUSAHAAN INVESTASI
BRMS 65 66.00 67.00 64.00 63.00
EMITEN JUMLAH DIVI-DEN CUM DIVI-DEN PSR REG RECORDING DATE PEMBAYARAN DIVI-DEN KETERANGAN PBID 43 26/6/18 29/6/18 11/7/18 Div Final 2017 EMTK 20.00 2/7/2018 5/7/2018 12/7/18 DIV Final TB 2017 DPNS 3 26/6/18 29/6/18 20/7/18 Div Final 2017 LPGI 245 26/6/18 29/6/18 19/7/18 Div Final 2017 SSIA 20 25/6/18 28/6/18 6/7/18 DIV Final TB 2017 SMMA 1 26/6/18 29/6/18 6/7/18 DIV Final TB 2017 PICO 2 29/6/18 4/7/18 26/7/18 DIV Final TB 2017 RDTX 55 29/6/18 4/7/18 26/7/18 DIV Final TB 2017 SRTG 74 3/7/18 6/7/18 27/7/18 DIV Final TB 2017 JTPE 17 2/7/18 5/7/18 25/7/18 Div Final TB 2017 GGRM 2600 3/7/18 6/7/18 26/7/18 DIV Final TB 2017 SCMA 35 2/7/18 5/7/18 25/7/18 DIV Final TB 2017 LION 15 3/7/18 6/7/18 26/7/18 DIV Final TB 2017 ASBI 10 3/7/18 6/7/18 26/7/18 DIV Final TB 2017 MERK 260 2/7/18 5/7/18 26/7/18 DIV Final TB 2017 FISH 40 22/6/18 27/6/18 6/7/18 DIV Final TB 2017 UNIC 92 3/7/18 6/7/18 26/7/18 DIV Final TB 2017 LMSH 10 3/7/18 6/7/18 26/7/18 DIV Final TB 2017 MTDL 10 25/6/18 28/6/18 16/7/18 DIV Final TB 2017 FAST 25 22/6/18 27/6/18 6/7/18 DIV Final TB 2017 IPCM 6.75 22/6/18 27/6/18 6/7/18 DIV Final TB 2017 SMAR 30.00 4/7/18 9/7/18 19/7/18 DIV Final TB 2017 TSPC 40 21/6/18 26/6/18 6/7/18 Div Final 2017 GPRA 1 20/6/18 25/6/18 6/7/18 Div Final 2017 RICY 3.00 20/6/18 25/6/18 5/7/18 Div Final 2017 TALF 3.00 20/6/18 25/6/18 4/7/18 Div Final 2017 BRAM 400 22/6/18 27/6/18 28/6/18 Div Final 2017 MFIN 150.00 21/6/18 26/6/18 6/7/18 DIV Final TB 2017 SKLT 7.00 21/6/18 26/6/18 5/7/18 DIV Final TB 2017 JRPT 26.00 22/6/18 27/6/18 6/7/18 DIV Final TB 2017 AMFG 30.000 20/6/18 25/6/18 5/7/18 DIV Final TB 2017 LPKR 2.70 21/6/18 26/6/18 6/7/18 DIV Final TB 2017 LPKR 2.7 21/6/18 26/6/18 6/7/18 DIV Final TB 2017 KLBF 25.00 21/6/18 26/6/18 6/7/18 DIV Final TB 2017 TIFA 6.00 25/6/18 28/6/18 11/7/18 DIV Final TB 2017 HOKI 6.00 21/6/18 26/6/18 6/7/18 DIV Final TB 2017 JKON 5.8 25/6/18 28/6/18 20/7/18 DIV Final TB 2017 SMRA 5.00 25/6/18 28/6/18 20/7/18 DIV Final TB 2017 AMIN 8.00 29/6/18 4/7/18 20/7/18 DIV Final TB 2017 ASDM 69.00 26/6/18 29/6/18 11/7/18 DIV Final TB 2017 GEMA 25.00 22/6/18 27/6/18 6/7/18 DIV Final TB 2017 RIGHT ISSUE RASIO HARGA NOMI-NAL HARGA
PE-LAKSANAAN JADWAL KETERANGAN
BULL 2 : 1 Rp100 Rp140/shm 7 Juni 2018 Cum HMETD di Pasar Reguler 21 Juni 2018 Recording Date 22 Juni 2018 Distribusi HMETD 25 Juni 2018 Pencatatan HMETD di Bursa 25/6 ‐ 29/6 2018 Periode Perdagangan HMETD 25/6 ‐ 29/6 2018 Periode Pelaksanaan HMETD 27 Juni ‐ 3 Juli 2018 Distribusi Saham Hasil HMETD 4 Juli 2018 Tanggal Penjatahan 5 Juli 2018 Refund
Disclaimer : Laporan ini dibuat dari opini analis hanya sebagai informasi untuk membantu investor dalam memahami pasar saham Indonesia dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian PT. First Asia Capital tidak menjamin dan bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini.
KANTOR CABANG
Taman Palem Lestari :
Taman Palem Lestari Blok B 17 8 Jakarta Barat 11730 Phone : +62 21 5595 3775
Yogyakarta :
Jl. Tegalpanggung No. 20A D.I Yogyakarta 55212 Phone: +62 274 - 557 559
Makassar :
Jl. Gunung Bawakareng No. 71 Makassar 90157 Phone : +62 411 361 3122
Jambi :
Kantor Perwakilan BEI Jambi Jl. Kolonel Abunjani No. 11A dan
11B Jambi 36129 Phone : +62 741 591 1819 GALERI INVESTASI Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta :
Fakultas Ekonomi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
Yogyakarta Jl. Kusumanegara 121
Yogyakarta 55165 Phone : +62 274 557 455
Panin Bank Centre
4th Floor Jl. Jend. Sudirman No. 1 Jakarta 10270, Indonesia Phone : +62 21 727 99888 Fax : +62 21 571 0895 Web : www.firstasiacapital.com E-mail : [email protected] Universitas Muhammadiyah Yogayakarta : Universitas Muhammadiyah Yogayakarta Jl. Lingkar Selatan Tamantirto, Bantul Yogyakarta 55183 Phone : +62 274 387656 Universitas Muhammadiyah Surakarta : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Jl. A. Yani Tromol Pos 1 Pabelan Kartasura, Surakarta
Jawa Tengah 57161 Phone : +62 271 717417
Sampit :
Universitas Darwan Ali Jl. Batu Berlian No. 10 Kalimantan Tengah 74322
Phone : +62 531 33342
Banjarmasin :
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia
Jl. Brigjend Hasran Basri Kayu Tangi
Banjarmasin 70124 Phone : +62 511 3265783
Bireun :
Institut Agama Islam Almuslim Aceh Jl. Banda Aceh – Medan,
Simpang Paya Lipah Matang Glumpangdua, Bireuen
Aceh 24261 Phone : +62 644 441989
Padang :
Universitas Putra Indonesia “YPTK” Padang Jl. Raya Lubuk Begalung Lubuk Begalung, Kota Padang
Sumatera Barat 25145 Phone : +62 751 776666 Bengkulu : IAIN Bengkulu Jl. Raden Fatah Bengkulu 38211 Phone : +62 736 51276 Jambi IAIN Jambi :
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Sultan Thaha
Syaifuddin
Jl. Arif Rahman Hakim No. 01 Telanaipura
Jambi 36363 Phone : +62 741 584118