BI: Ekonomi RI Diproyeksi Sentuh 5,2% di Kuartal II-2018.
Turun Lagi, Cadangan Devisa RI Jadi US$ 122,9 Miliar.
Barito Pacific (BRPT) Tebar Dividen Rp22-Rp25 per Saham.
Panca Budi Bagikan Dividen Rp80,62 Miliar.
DAILY RESEARCH
Statistics
Highlight
Opening Today Nikkei AORD
Change
Market Preview
I
HSG pada perdagangan akhir pekan lalu, sebelum libur panjang Idul Fitri didomi‐ nasi aksi jual pemodal, terutama pemodal asing. Menigkatnya resiko capital outlow dan pelemahan rupiah terhadap dolar AS kembali menekan pasar saham. Pemodal cenderung melepas saham mengantisipasi pertemuan The Fed 13 Juni 2018 ketika pasar saham Indonesia libur. Perkiraan pasar menjadi kenyataan, The Fed naikkan tingkat bunga acuannya 25 bp menjadi 2% pada pertemuan 13 Juni pekan lalu. Ini kenaikan kedua kali sepanjang paruh per‐ tama 2018. Powell mengindikasikan kenai‐ kan bunga FFR hingga akhir 2018 bisa em‐ pat kali @25 bp. Ekspektasi ini membuat arus dana asing cenderung keluar dari pasar emerging market (termasuk Indone‐ sia) dan telah menekan pasar saham dan nilai tukar rupiah. IHSG akhir pekan lalu sebelum libur panjang tutup terkoreksi 113,071 poin (1,85%) di 5993,627 (8/6). Resisten IHSG kembali tertahan di kisaran6100. Pemodal asing mencatatkan penjualan bersih hingga Rp2,41 triliun dan rupiah melemah 0,41% hingga Rp13932 terhadap dolar AS. Di pasar saham pekan pertama Juni sebelum libur panjang Idul Fitri, arus dana asing yang keluar dalam bentuk penjualan bersih mencapai Rp3,11 triliun. Sepanjang tahun ini hingga pekan pertama Juni 2018, penjualan bersih asing mencapai Rp43,44 triliun.
Sementara memasuki awal pekan ini, resiko pasar saham global dan kawasan Asia meningkat dipicu kekhawatiran perang dagang antara AS dengan China setelah akhir pekan lalu Trump menaikkan tarif impor hingga 25% terhadap produk China yang kemudian diikuti aksi balasan dari China terhadap produk AS. Awal pekan ini Trump kembali mengancam China den‐ gan memerintahkan Kementrian Perdagangannya untuk mengindentifikasi sejumlah produk China yang akan dikenaikan tarif impor tambahan rata‐rata 10% apabila China tidak 'merubah praktek perdagangannya'. Merespon hal ini, pasar saham China kemarin anjlok. Indeks Shang‐ hai Composit anjlok hingga 3,78% di 2907,82. Indeks Hangseng kemarin anjlok hingga 2,78% di 29468,15. Meningkatnya kekhawatiran perang dagang antara AS dengan China kembali mene‐ kan pasar saham Wall Street tadi malam. Indeks DJIA dan S&P masing‐masing tertekan 1,15% dan 0,40% di 24700,21 dan 2762.59. Indeks Nasdaq tertekan 0,28% di 7725,58. Harga komodi‐ tas tadi malam ikut terkoreksi. Harga minyak mentah di AS koreksi 0,90% di USD65,06/barel mengantisipasi pertemuan OPEC akhir pekan ini. Harga nikel di LME terkoreksi 1,67% di USD14732/MT dan harga Tin koreksi 0,62% di USD20415/MT. Kondisi pasar saham global yang kembali didominasi meningkatnya resiko akan berimbas pada perdagangan hari ini yang kem‐ bali dibuka setelah libur panjang Idul Fitri sejak 11 Juni lalu.
IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan akan cenderung bergerak di teritori negatif. Sentimen eksternal yang kurang kondusif, harga komoditas yang cenderung tertekan dan rupiah yang berpeluang kembali melemah terhadap dolar AS pasca kenaikan bunga FFR pekan lalu menjadi sentimen negatif di pasar. IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 5920 hingga 6020 cenderung di teritori negatif. S1 5920 S2 5850 R1 6020 R2 6060 IHSG 5,993.63 Change (113.07) Change (%) (1.85) Change (%/ytd) (5.70)
Total Value (IDR triliun) 11.345 Total Volume (miliar saham) 8.262 Net Foreign Buy (IDR miliar) (2,450.486) Up: 127 Down: 282 Unchange: 111
Top Gainers IDR % Chg
KPAL‐W 436 43500.00% 435 SWAT 272 70.00% 112 KPAL 195 69.57% 80 GDST 198 34.69% 51 JPRS 266 34.34% 68
Top Losers IDR % Chg
BPFI 670 24.72% 220
CNTX 464 22.67% 136
TGRA 460 13.21% 70
MINA 1,985 12.17% 275
SAFE 135 11.76% 18
Top Value IDR % (miliar)
TLKM 3,610 4.24% 947.40 BBRI 3,140
3.98%
827.76 BBCA 22,2503.16%
764.38 ASII 6,900 1.08% 572.17 BMRI 6,950 5.76% 472.78Top Volume IDR % (juta)
RIMO 141 0.70% 334.751 MYRX 129 2.27% 288.535 BBRI 3,140 3.98% 262.972 TLKM 3,610 4.24% 260.396 IIKP 230 4.17% 252.176 Index Last Chg % DJIA 24700.21 (287.26) (1.15) S&P 500 2762.59 (11.16) (0.40) FTSE 100 7603.85 (27.48) (0.36) CAC 40 5390.63 (59.85) (1.10) DAX 12677.97 (156.14) (1.22) NIKKEI 225 22278.48 (401.85) (1.77) HANGSENG 29468.15 (841.34) (2.78) STI 3303.82 (20.22) (0.61) SHENZHEN 1594.05 (97.60) (5.77) SHANGHAI 2907.82 (114.08) (3.78) Commodities Price Chg % Oil (US$/barrel) 65.06 (0.69) (1.05) CPO (RM/M.T) 2262.00 (46.00) (1.99) Gold (USD/T.oz) 1277.00 (4.60) (0.36) Nikel (USD/MT) 14732.00 (250.50) (1.67) Timah (USD/MT) 20415.00 (127.50) (0.62) Coal (USD/MT) 115.35 (0.55) (0.47) Exchange Rates Chg % USD/IDR 13932.00 0.00 0.00 EUR/USD 1.159 (0.00) (0.32) USD/JPY 110.05 (0.49) (0.44) SGD/IDR 10330.26 (42.96) (0.41) AUD/IDR 10263.44 (116.13) (1.12) TLKM USD IDR Chg % TLK.NYSE 25.91 3610 (0.24) (0.92)
BI: Ekonomi RI Diproyeksi Sentuh 5,2% di Kuartal II-2018.
Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan
ekonomi Indonesia pada kuartal II-2018 mencapai 5,2%. Konsumsi rumah tangga masih menjadi pendorong
perekonomian di kuartal II. Optimisme tersebut, tak lepas dari survei Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia
yang meningkat pada Mei 2018 sebesar 125,1, atau naik dibandingkan periode bulan sebelumnya 122,2. (CNBC
Indonesia, 8/6/18)
Turun Lagi, Cadangan Devisa RI Jadi US$ 122,9 Miliar.
Posisi cadangan devisa (cadev) Indonesia akhir Mei 2018
tercatat US$ 122,9 miliar. Besaran cadev tersebut masih cukup tinggi meskipun lebih rendah dibandingkan dengan
US$ 124,9 miliar pada posisi akhir April 2018. Posisi cadev tersebut setara dengan pembiayaan 7,4 bulan impor atau
7,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Cadev tersebut berada di atas standar kecukupan
internasional sekitar tiga bulan impor. BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor
eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Penurunan cadev pada Mei 2018 terutama
dipengaruhi oleh penggunaan devisa untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan stabilisasi nilai tukar
rupiah di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi. (detik, 8/6/18)
Barito Pacific (BRPT) Tebar Dividen Rp22-Rp25 per Saham.
PT Barito Pacific Tbk. akan membagikan 25% dari
laba bersih 2017 sebagai dividen tunai kepada pemegang saham. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)
2017 Barito Pacific, Jumat (8/6/2018), memutuskan perseroan akan membagi 25% dari laba bersih 2017 senilai
US$118 juta. Jumlah tersebut setara dengan US$30 juta. Dengan demikian, emiten berkode saham BRPT itu akan
menebar dividen tunai dengan kisaran Rp22-Rp25 per saham. Pembagian dividen dilakukan termasuk untuk saham
baru yang tengah diterbitkan melalui rights issue. Melalui aksi korporasi tersebut, perseroan menerbitkan 4,39
miliar saham baru. Seperti diketahui, Barito Pacific membukukan kenaikan pendapatan bersih sebesar 25%
sepanjang 2017 menjadi US$2,45 miliar, dibanding tahun sebelumnya yang sebesar US1,96 miliar. Adapun laba
bersih yang dikantongi emiten energi dan petrokimia itu sekitar US$279,9 juta. (Bisnis Indonesia, 8/6/18)
Panca Budi Bagikan Dividen Rp80,62 Miliar.
Produsen plastik PT Panca Budi Idaman Tbk. membagikan dividen
tunai senilai Rp80,62 miliar atau sekitar 35% dari laba perseroan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk.
Laba bersih 2017 tumbuh 67% menjadi Rp230,8 miliar, naik dari posisi Rp138,4 miliar pada periode yang sama
tahun sebelumnya. Pembagian dividen itu setara dengan Rp43 per saham. Penjualan meningkat 10,17%
dibandingkan dengan 2016. Produsen plastik ini pun telah memiliki lebih dari 10.000 pelanggan. Perseroan pun
memiliki hubungan yang baik dengan pasar tradisional dan institusi. Adapun kapasitas produksi perseroan per April
2018 mencapai 83,02 ton per tahun. Saat ini, PBID telah memiliki tujuh pabrik di Jabodetabek, Cilegon, Solo, dan
Medan. (Bisnis Indonesia, 8/6/18)
Serahkan Saham JungleLand, Bakrieland Cetak Laba Rp 3,11 T.
PT Bakrieland Develepment Tbk (ELTY)
mencatatkan laba bersih Rp 3,11 triliun pada kuartal I-2018 setelah pada periode yang sama tahun sebelumnya
masih rugi Rp 5,12 miliar. Kenaikan laba bersih ini dikarenakan adanya pendapatan dari pos keuntungan
penyelesaian utang obligasi bersih sebesar Rp 3,03 triliun. Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan
manajemen, pos keuntungan penyelesaian utang obligasi bersih tersebut berasal dari penyelesaian obligasi
konversi atau equity-linked bonds. Pada 23 Maret 2010, BLD Investment Pte. Ltd., anak usaha ELTY menerbitkan
obligasi konversi sebesar US$155 juta yang jatuh tempo 23 Maret 2015 dengan bunga 8,625% yang akan
dibayarkan setiap tiga bulan. Namun, manajemen tidak mampu memenuhi kewajibannya baik pokok utang sebesar
US$155 juta dan bunga US$115,46 juta, ketika jatuh tempo sehingga diklarifikasi menjadi utang jangka pendek.
Keuntungan atas penyelesaian utang obligasi konversi setelah dikurangi dengan biaya penyelesaian adalah sebesar
Rp 3,03 triliun disajikan sebagai bagian dari akun 'Keuntungan Penyelesaian Utang Obligasi - Bersih' dalam laporan
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasi," ujar manajemen ELTY dalam laporan keuangan publikasi.
(CNBC Indonesia, 8/6/18)
Indo Komoditi Korpora (INCF) Targetkan Pendapatan Naik 10% 2018.
PT Indo Komoditi Korpora (INCF)
optimistis dapat mencatatkan kenaikan pendapatan sebanyak 10% pada kinerja tahun 2018. Dengan perhitungan
tersebut, direksi yakin dapat menyetor pendapatan sebesar Rp 650 miliar tahun ini. Selama setahun berjalan 2017,
INCF berhasil membukukan penjualan sebesar Rp 563,86 miliar atau naik 26,19% dari tahun 2016. Namun laba
emiten turun 19,06% menjadi Rp 5,35 miliar dari periode 2016 di Rp 6,61 miliar. Adapun produk unggulan INCF,
yakni TSR SIR 20 menyumbang 98% dari total pendapatan emiten selama tahun 2017. Produk tersebut menurut
Sujaka memiliki kualitas premium yang diincar oleh perusahaan ban internasional. Sejumlah merek yang
menggunakan produk INCF adalah Bridgestone, Pirelli, Giti, Nokian Tyres dan Kumho Tires. (kontan, 8/6/18)
Stock Picks
HRUM 2910‐3080.
Harga saham emiten batubara tahun ini bergerak bullish seiring tren bullish harga komoditasnya.
Harga batubara dunia saat ini berada hampir di USD116/MT (18/6). Akhir 2017 lalu harganya masih di USD101,65/MT.
Hal ini menjadi penopang pergerakan bullish harga saham batubara, termasuk saham Harum Energy Tbk (HRUM). Harga
sahamnya akhir pekan lalu sebelum libur panjang Idul Fitri tutup stagnan di Rp2980 di tengah koreksi pasar saham. Se‐
cara technical pergerakan harganya saat ini konsolidasi di tengah tren bullish. Akhir Mei lalu harganya tutup di Rp3310
(31/5). Tahun ini harga tertingginya sempat mencapai Rp3590 (29/1). Harga terendahnya di Rp2300 (8/5). Dari sisi
kinerja, hingga 1Q18 kinerja masih mengalami penurunan volume penjualan batubara, sehingga pertumbuhan penda‐
patan terbatas. Pendapatan perseroan 1Q18 hanya tumbuh 10,32% mencapai USD86,81 juta dibandingkan 1Q17
USD78,69 juta. Pertumbuhan pendapatan di 1Q18 lebih rendah dari rata‐rata emiten batubara di 1Q18 yang tumbuh
38%. Volume penjualan perseroan di 1Q18 turun 9,8% mencapai 1,1 juta ton. Sedangkan harga jual rata‐rata naik 20%
(yoy). Perseroan juga mengalami peningkatan biaya produksi hingga 21,1% menjadi USD41,1/ton dari USD34/ton di
1Q17. Ini dikarenakan kenaikan Stripping Ratio menjadi 9,4x dari 8x dan kenaikan rata‐rata harga bahan bakar 14,9%
(yoy). EBITDA perseroan 1Q18 tumbuh 11,3% mencapai USD24,7 juta dari USD22,1 juta di 1Q17. Marjin EBITDA stabil di
28,4% dibandingkan 1Q17 28,1%. Laba usaha naik 13,3% mencapai USD21,6 juta dari USD19 juta. Marjin usaha naik
menjadi 28,4% dari 28,1%. Laba bersih perseroan di 1Q18 hanya tumbuh 2% mencapai USD12,61 juta dari USD12,36
juta. Marjin bersih turun menjadi 14,5% dari 15,7%. Perseroan tahun ini menargetkan produksi batubaa 4,5 juta ton
hingga 5,25 juta ton. Belanja modal tahun ini USD13,8 juta ton. Produksi perseroan 95% tertuju pasar ekspor. Saat ini
perseroan menjajaki peluang akuisisi tambang batubara. Tahun lalu volume penjualan mencapai 4,8 juta ton dan vol‐
ume produksi mencapai 4,2 juta ton. Harga jual rata‐rata tahun lalu USD66/ton. Dengan asumasi harga jual rata‐rata
tahun ini naik 20% atau mencapai USD79,2/MT dan volume penjualan 4,6 juta ton maka pendapatan berpeluang men‐
capai USD364,32 juta atau naik 11,89% dari 2017 lalu sebesar USD325,60 juta. Sedangkan laba bersih diperkirakan men‐
capai USD54,65 juta atau naik 20,69% dari 2017 sebesar USD45,28 juta. EPS 2018 diproyeksikan mencapai USD0,0213
atau setara Rp300,33 dengan kurs 1USD=Rp14100. Harga sahamnya saat ini di Rp2980, ditransaksikan dengan PE 9,9x
(E/18). Harga sahamnya diproyeksikan berpeluang ditransaksikan dengan PE 11x atau mencapai Rp3300. Dengan
pendekatan fibonacci, level support harganya di Rp2910 dengan resisten terdekat di Rp3080. Harga terbaik melakukan
pembelian ketika harga terkoreksi mendekati support. Sepanjang support saat ini bertahan, peluang penguatan lanjutan
akan terbuka. Pergerakan harga komoditas batubara akan menjadi katalis pergerakan harganya. Buy on Weakness, SL
2870
UNTR 34100‐36500.
Harga saham emiten alat berat, United Tractors Tbk (UNTR), akhir pekan lalu sebelum libur pan‐
jang tutup terkoreksi 3,8% di Rp34800. Saat ini support di Rp34100 (pendekatan fibonacci) dengan peluang rebound
menguji Rp36500. Peluang koreksi bisa menjadi kesempatan pemodal untuk mengakumulasi sahamnya mengingat
kinerja yang tumbuh solid tahun ini. Kinerja perseroan tahun ini tumbuh dengan dukungan tren bullish harga batubara
dunia yang memicu pertumbuhan penjualan alat berat. Pelemahan rupiah terhadap dolar AS juga menguntungkan
perseroan mengingat pendapatan dominan dalam US dolar. Perseroan sepanjang 1Q18 berhasil mencatatkan pertum‐
buhan positif. Pendapatan bersih tumbuh 39% mencapai Rp19 triliun dibandingkan 1Q17 sebesar Rp13,68 triliun. Kon‐
tribusi bisnis kontraktor penambangan memberikan kontribusi 42% terhadap pendapatan perseroan, dilanjutkan den‐
gan bisnis alat berat menyumbangkan 36%, pertambangan 18%, dan Industri Konstruksi 4%. Volume penjualan alat
berat perseroan di 1Q18 mencapai 1.171 unit naik 38% (yoy). Hal ini disebabkan karena meningkatnya permintaan alat
berat dari sektor pertambangan, perkebunan, dan konstruksi. Tahun lalu volume penjualan alat berat mencapai 3.788
unit naik 74% (yoy). Target penjualan alat berat hingga akhir tahun sekitar 4.200 unit hingga 4.500 unit. Realisasi
penjualan alat berat pada kuartal I/2018 sejalan dengan target perseroan. Dari unit bisnis Kontraktor Penambangan,
pendapatan bersih tumbuh 26% mencapai Rp8 triliun. Volume produksi batubara naik dari 25,1 juta ton menjadi 26,5
juta ton, sedangkan volume pekerjaan pemindahan tanah (overburden removal) meningkat 169,7 juta bcm menjadi
207,0 juta bcm. Sedangkan dari unit usaha Pertambangan Batubara, total penjualan batubara di 1Q18 mencapai 2,6
juta ton naik 36% (yoy) dari 1,9 juta ton di 1Q17. Harga jual rata‐rata batubara juga naik 66% di 1Q18. Pencapaian
pendapatan bersih perseroan di 1Q18 telah mencerminkan 24,5% dari target tahun ini yang sebelumnya diperkirakan
Rp77,47 triliun atau tumbuh 20% dari 2017 sebesar Rp64,56 triliun. Sedangkan laba bersih di 1Q18 mencapai Rp2,53
triliun tumbuh 68,59% dari 1Q17 sebesar Rp1,50 triliun. Pencapaian laba bersih di 1Q18 telah mencerminkan 27,2%
dari target laba bersih tahun ini yang sebelumnya diperkirakan mencapai Rp9,29 triliun atau tumbuh 25,58% dari 2017
lalu sebesar Rp7,40 triliun. Marjin bersih 1Q18 mencapai 13,3% naik dari 1Q17 sebesar 11%. Tahun 2017 lalu marjin
bersih 11,47%. Sebelumnya EPS 2018 diproyeksikan Rp2492,28. Harga sahamnya berpeluang ditransaksikan dengan PE
16x (E/18) atau mencapai Rp39876. Kondisi pasar yang tengah ditandai meningkatnya resiko pasar, pembelin bisa
Stock Picks
ELSA 392‐416.
Di tengah meningkatnya resiko capital outlow pada perdagangan akhir pekan sebelum libur panjang,
pergerakan harga saham emiten jasa perminyakan, Elnusa Tbk (ELSA), relatif stabil. Harga sahamnya tutup stabil di
Rp400. Secara technical, ada support kuat di Rp392 dan peluang rebound akan menguji resisten terdekat di Rp416. Per‐
gerakan harga sahamnya sangat dipengaruhi pergerakan harga minyak mentah dunia yang beberapa hari terakhir me‐
masuki awal pekan ini berhasil rebound di USD65,75/barel setelah sepekan sebelumnya terkoreksi 1,8%, menandai ko‐
reksi selama empat pekan berturut‐turut terutama mengantisipasi pertemuan OPEC akhir pekan ini. Pemodal bisa me‐
lakukan pembelian bertahap mengingat harganya relatif murah saat ini. Dari sisi kinerja, sepanjang 1Q18 laba bersih
perseroan melonjak 1269% mencapai Rp70,90 miliar dibandingkan 1Q17 Rp5,18 miliar. Marjin laba bersih 1Q18 sebe‐
sar 4,87% naik dari 1Q17 sebesar 0,53% namun masih di bawah marjin bersih 4Q17 9,74%. Pencapaian laba bersih
1Q18 masih mencerminkan 15% dari target laba bersih tahun ini yang sebelumnya diperkirakan mencapai Rp469,27
miliar atau naik 90% dari tahun lalu sebesar Rp247 miliar. Sedangkan pendapatan perseroan di 1Q18 mencapai Rp1,45
triliun tumbuh 50% dari periode yang sama 2017 sebesar Rp969,92 miliar. Pencapaian pendapatan di 1Q18 mencer‐
minkan 23% dari target pendapatan tahun ini yang sebelumnya diproyeksikan mencapai Rp6,22 triliun atau tumbuh
25% dari tahun 2017 lalu sebesar Rp4,98 triliun. Sepanjang 2017 lalu total pendapatan perseroan tumbuh 37,52% men‐
capai Rp4,98 triliun dibandingkan 2016 lalu Rp3,62 triliun. Sedangkan laba bersih 2017 lalu turun 20,51% mencapai
Rp247,14 miliar dibandingkan 2016 sebesar Rp310,91 miliar. EPS 2018 diproyeksikan mencapai Rp64,30. Harga saham‐
nya dalam pasar bullish dan tren harga minyak positif berpeluang ditransaksikan dengan PE 10x atau mencapai Rp640.
Sepanjang tahun ini harganya tertinggi di Rp540 (27/2) dan terendah di Rp372 (2/1). Harganya saat ini bergerak bearish
di area downtrend. Pasar yang tengah meningkat resikonya disarankan melakukan pembelian ketika terkoreksi secara
bertahap. Buy on Weakness, SL 388
Saham Pilihan
GGRM 68400-71000 BoW, SL 67500
ADRO 1820-1980 BoW, SL 1780
KLBF 1320-1460 BoW, SL 1280
PTPP 2550-2680 BoW, SL 2530
BRPT 2130-2220 BoW, SL 2070
CPIN 3360-3600 BoW, SL 3270
AKRA 4530-4700 BoW, SL 4480
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE IHSG
5993.63 6064.42 6135.20 5955.09 5916.54
PERKEBUNAN AALI 11900 12,041.67 12,183.33 11,816.67 11,733.33 13,059,216.00 ‐19.91 393.15 ‐75.27 45.02 BWPT 188 191.00 194.00 186.00 184.00 LSIP 1145 1,163.33 1,181.67 1,123.33 1,101.67 4,189,615.00 ‐11.36 91.36 ‐32.01 18.72 SGRO 2340 2,340.00 2,340.00 2,340.00 2,340.00 SIMP 555 563.33 571.67 548.33 541.67 13,835,444.00 ‐7.53 16.72 ‐68.60 25.18 UNSP 262 268.00 274.00 258.00 254.00PERTAMBANGAN BATU BARA
ADRO 1935 1,998.33 2,061.67 1,903.33 1,871.67 37,032,346.42 ‐10.48 65.74 ‐5.12 10.50 BORN 50 33.33 16.67 33.33 16.67 BRAU 7750 5,166.67 2,583.33 5,166.67 2,583.33 BUMI 262 264.67 267.33 258.67 255.33 DEWA 50 50.00 50.00 50.00 50.00 3,312,510.21 13.47 0.30 48.03 166.35 HRUM 2980 3,036.67 3,093.33 2,946.67 2,913.33 ITMG 27000 27,516.67 28,033.33 26,491.67 25,983.33 21,925,897.16 ‐9.27 770.46 ‐65.05 8.53 PTBA 4070 4,120.00 4,170.00 4,000.00 3,930.00 13,733,627.00 5.01 883.59 0.98 7.64 PTRO 1865 1,888.33 1,911.67 1,853.33 1,841.67
PERTAMBANGAN MINYAK & GAS BUMI
BIPI 65 66.67 68.33 63.67 62.33 ELSA 400 406.00 412.00 396.00 392.00 3,775,323.00 ‐10.56 51.43 ‐8.99 7.17 ENRG 171 175.00 179.00 169.00 167.00 ESSA 294 306.00 318.00 286.00 278.00 MEDC 1130 1,185.00 1,240.00 1,100.00 1,070.00
PERTAMBANGAN LOGAM DAN MINERAL LAINNYA
ANTM 905 938.33 971.67 888.33 871.67 10,531,504.80 11.79 ‐151.06 85.85 ‐3.10 INCO 4220 4,276.67 4,333.33 4,106.67 3,993.33 10,894,532.28 ‐15.64 70.11 ‐67.49 26.24 TINS 985 1,011.67 1,038.33 966.67 948.33 6,874,192.00 ‐6.74 13.64 ‐84.08 56.09 SEMEN INTP 16125 16,758.33 17,391.67 15,758.33 15,391.67 17,798,055.00 ‐10.99 1,183.48 ‐17.34 17.00 SMCB 635 643.33 651.67 628.33 621.67 9,239,022.00 ‐12.25 22.85 ‐73.80 47.91 SMGR 8275 8,591.67 8,908.33 8,116.67 7,958.33 26,948,004.47 ‐0.14 762.28 ‐18.76 14.07
LOGAM DAN SEJENISNYA
GDST 198 211.33 224.67 171.33 144.67 JPRS 266 271.33 276.67 255.33 244.67 KRAS 440 448.67 457.33 432.67 425.33 PAKAN TERNAK CPIN 3460 3,630.00 3,800.00 3,340.00 3,220.00 JPFA 1630 1,650.00 1,670.00 1,590.00 1,550.00 25,022,913.00 2.31 43.92 40.87 18.44
OTOMOTIF DAN KOMPONENNYA
ASII 6900 6,958.33 7,016.67 6,858.33 6,816.67 184,196,000.00 ‐8.68 357.28 ‐24.59 20.71 GJTL 820 826.67 833.33 816.67 813.33
INDUSTRI BARANG KONSUMSI
ICBP 8850 9,000.00 9,150.00 8,700.00 8,550.00 INDF 6950 7,083.33 7,216.67 6,883.33 6,816.67 MYOR 3090 3,140.00 3,190.00 3,050.00 3,010.00 ROTI 1060 1,088.33 1,116.67 1,038.33 1,016.67 GGRM 70250 71,600.00 72,950.00 68,800.00 67,350.00 INAF 3140 3,220.00 3,300.00 3,090.00 3,040.00 1,621,898.67 17.41 2.12 463.17 184.06 KAEF 2650 2,716.67 2,783.33 2,606.67 2,563.33 4,860,371.48 7.51 44.81 6.06 28.68 KLBF 1360 1,426.67 1,493.33 1,326.67 1,293.33
KOSMETIK DAN BARANG KEPERLUAN RUMAH TANGGA
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE
PROPERTI DAN REAL ESTAT
APLN 195 197.00 199.00 194.00 193.00 ASRI 368 374.67 381.33 356.67 345.33 BKSL 141 146.00 151.00 138.00 135.00 BSDE 1720 1,743.33 1,766.67 1,698.33 1,676.67 6,209,574.07 11.45 1,164.55 460.00 1.60 COWL 515 538.33 561.67 503.33 491.67 CTRA 1085 1,093.33 1,101.67 1,068.33 1,051.67 CTRP 1085 1,093.33 1,101.67 1,068.33 1,051.67 CTRS 1085 1,093.33 1,101.67 1,068.33 1,051.67 ELTY 50 50.00 50.00 50.00 50.00 KIJA 212 217.33 222.67 205.33 198.67 MDLN 312 318.67 325.33 306.67 301.33 2,962,460.90 4.32 69.69 22.80 5.94 KONSTRUKSI BANGUNAN ADHI 1920 1,935.00 1,950.00 1,910.00 1,900.00 9,389,570.10 8.51 130.22 43.08 20.93 DGIK 57 58.33 59.67 56.33 55.67 PTPP 2640 2,666.67 2,693.33 2,606.67 2,573.33 14,217,372.87 14.40 152.88 39.17 25.74 SSIA 560 576.67 593.33 551.67 543.33 TOTL 635 643.33 651.67 628.33 621.67 WIKA 2050 2,116.67 2,183.33 2,006.67 1,963.33 13,908,504.01 11.60 101.65 1.60 26.02 INFRASTRUKTUR, UTILITAS DAN TRANSPORTASI
PGAS 2080 2,150.00 2,220.00 2,040.00 2,000.00 42,333,969.71 ‐0.16 228.31 ‐38.44 11.61 JALAN TOL, PELABUHAN, BANDARA DAN SEJENISNYA
CMNP 1480 1,480.00 1,480.00 1,480.00 1,480.00 JSMR 4610 4,663.33 4,716.67 4,573.33 4,536.67 9,848,242.05 7.33 213.14 3.23 26.27 TELEKOMUNIKASI BTEL 50 50.00 50.00 50.00 50.00 EXCL 2630 2,733.33 2,836.67 2,563.33 2,496.67 22,876,182.00 ‐2.49 ‐2.97 ‐97.16 ‐1,348.39 ISAT 3280 3,336.67 3,393.33 3,236.67 3,193.33 TLKM 3610 3,693.33 3,776.67 3,563.33 3,516.67 102,470,000.00 14.24 153.66 5.81 21.51 TRANSPORTASI GIAA 256 260.67 265.33 252.67 249.33 52,627,783.53 7.55 40.78 ‐122.73 10.94 MBSS 620 626.67 633.33 616.67 613.33 WINS 340 342.00 344.00 336.00 332.00 1,378,353.91 ‐37.37 ‐19.45 ‐129.08 ‐10.95 KONSTRUKSI NON BANGUNAN
INDY 4030 4,106.67 4,183.33 3,976.67 3,923.33 BANK BBCA 22250 22,800.00 23,350.00 21,900.00 21,550.00 47,081,728.00 7.56 730.83 9.30 18.47 BBKP 382 384.67 387.33 380.67 379.33 8,303,973.00 17.07 105.70 32.57 5.58 BBNI 8050 8,283.33 8,516.67 7,933.33 7,816.67 36,895,081.00 10.58 486.18 ‐15.91 10.90 BBRI 3140 3,223.33 3,306.67 3,083.33 3,026.67 85,434,037.00 13.73 1,029.53 4.77 10.95 BBTN 3030 3,070.00 3,110.00 3,010.00 2,990.00 14,966,209.00 16.86 174.91 65.91 10.43 BDMN 5950 6,075.00 6,200.00 5,875.00 5,800.00 22,420,658.00 ‐2.48 249.70 ‐8.09 16.40 BJBR 2120 2,160.00 2,200.00 2,090.00 2,060.00 10,084,451.00 14.70 142.02 23.39 6.79 BMRI 6950 7,250.00 7,550.00 6,800.00 6,650.00 71,570,127.00 14.26 871.50 2.33 11.76 BNGA 1110 1,131.67 1,153.33 1,091.67 1,073.33 22,318,759.00 7.24 17.02 ‐81.74 34.36
PERDAGANGAN BESAR BRANG PRODUKSI
AKRA 4580 4,720.00 4,860.00 4,510.00 4,440.00 19,764,821.14 ‐12.03 261.74 27.59 27.03 INTA 496 502.67 509.33 491.67 487.33 UNTR 34800 35,700.00 36,600.00 34,350.00 33,900.00 49,347,479.00 ‐7.14 1,033.07 ‐28.24 14.86 PERDAGANGAN ECERAN MAPI 885 915.00 945.00 860.00 835.00 RALS 1490 1,523.33 1,556.67 1,433.33 1,376.67
ADVERTISING, PRINTING DAN MEDIA
MNCN 1180 1,205.00 1,230.00 1,165.00 1,150.00 PERUSAHAAN INVESTASI
BRMS 68 68.67 69.33 67.67 67.33 BNBR 104 69.33 34.67 69.33 34.67
EMITEN
JUMLAH
DIVI-DEN
CUM
DIVI-DEN PSR
REG
RECORDING
DATE
PEMBAYARAN
DIVI-DEN
KETERANGAN
MDLN 12 5/6/18 8/6/18 27/6/18 Div Final 2017 LSIP 45.00 7/6/2018 21/6/18 3/7/18 DIV Final TB 2017 RANC 5 5/6/18 8/6/18 29/6/18 Div Final 2017 JSPT 19 4/6/18 7/6/18 27/6/18 Div Final 2017 SSIA 20 25/6/18 28/6/18 6/7/18 DIV Final TB 2017 MIDI 10.7 4/6/18 7/6/18 27/6/18 DIV Final TB 2017 SIMP 10 7/6/18 21/6/18 4/7/18 DIV Final TB 2017 PBRX 2 7/6/18 21/6/18 4/7/18 DIV Final TB 2017 IDPR 15 8/6/18 20/6/18 3/7/18 DIV Final TB 2017 TOTO 8 8/6/18 22/6/18 5/7/18 Div Final TB 2017 ICBP 162 8/6/18 22/6/18 3/7/18 DIV Final TB 2017 BISI 100 6/6/18 20/6/18 29/6/18 DIV Final TB 2017 CTRA 9.5 20/6/18 25/6/18 5/7/18 DIV Final TB 2017 INDF 237 8/6/18 22/6/18 5/7/18 DIV Final TB 2017 BYAN USD0.045 7/6/18 21/6/18 29/6/18 DIV Final TB 2017 FISH 40 22/6/18 27/6/18 6/7/18 DIV Final TB 2017 CLPI 63.87 8/6/18 22/6/18 5/7/18 DIV Final TB 2017 BNBA 10 20/6/18 25/6/18 6/7/18 DIV Final TB 2017 TBLA 45 4/6/18 7/6/18 26/6/18 DIV Final TB 2017 BUDI 4 4/6/18 7/6/18 26/6/18 DIV Final TB 2017 IPCM 6.75 22/6/18 27/6/18 6/7/18 DIV Final TB 2017 INDS 100.00 20/6/18 25/6/18 6/7/18 DIV Final TB 2017 TSPC 40 21/6/18 26/6/18 6/7/18 Div Final 2017 GPRA 1 20/6/18 25/6/18 6/7/18 Div Final 2017 RICY 3.00 20/6/18 25/6/18 5/7/18 Div Final 2017 TALF 3.00 20/6/18 25/6/18 4/7/18 Div Final 2017 BRAM 400 22/6/18 27/6/18 28/6/18 Div Final 2017 MFIN 150.00 21/6/18 26/6/18 6/7/18 DIV Final TB 2017 SKLT 7.00 21/6/18 26/6/18 5/7/18 DIV Final TB 2017 JRPT 26.00 25/6/18 28/6/18 6/7/18 DIV Final TB 2017 AMFG 30.000 20/6/18 25/6/18 5/7/18 DIV Final TB 2017 LPKR 2.70 21/6/18 26/6/18 6/7/18 DIV Final TB 2017 LPKR 2.7 21/6/18 26/6/18 6/7/18 DIV Final TB 2017 KLBF 25.00 21/6/18 26/6/18 6/7/18 DIV Final TB 2017 MYOR 27.00 5/6/18 8/6/18 25/6/18 DIV Final TB 2017 HOKI 6.00 21/6/18 26/6/18 6/7/18 DIV Final TB 2017 KBLI 8 5/6/18 8/6/18 29/6/18 DIV Final TB 2017 RALS 40.00 5/6/18 8/6/18 29/6/18 DIV Final TB 2017 SIDO 29.00 7/6/18 21/6/18 4/7/18 DIV Final TB 2017 BBMD 14.67 5/6/18 8/6/18 29/6/18 DIV Final TB 2017 GEMA 25.00 22/6/18 27/6/18 6/7/18 DIV Final TB 2017RIGHT
ISSUE
RASIO
HARGA
NOMI-NAL
HARGA
PE-LAKSANAAN
JADWAL
KETERANGAN
BRPT
63 : 20
Rp.500 Rp2330/shm
30 Mei 2018 Cum HMETD di Pasar Reguler
5 Juni 2018 Recording Date
6 Juni 2018 Distribusi HMETD
7 Juni 2018 Pencatatan HMETD di Bursa
7/6‐22/6 2018 Periode Perdagangan HMETD
7/6‐22/6 2018 Periode Pelaksanaan HMETD
20/6‐26/6 2018 Distribusi Saham Hasil HMETD
27/6/18 Tanggal Penjatahan
29/5/18 Refund
Disclaimer : Laporan ini dibuat dari opini analis hanya sebagai informasi untuk membantu investor dalam memahami pasar saham Indonesia dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian PT. First Asia Capital tidak menjamin dan bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini.