• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAILY RESEARCH. Market Preview. Rabu, 13 Desember 2017

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DAILY RESEARCH. Market Preview. Rabu, 13 Desember 2017"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

1

Wika Beton serap 90% belanja modal 2017.

Panca Budi kantongi Rp 318,75 miliar dari IPO.

Capex di 2018 Samindo melesat lebih dari 300%.

Capex di 2018 Samindo melesat lebih dari 300%.

DAILY RESEARCH

Statistics

Highlight

Opening Today Nikkei AORD Change

Market Preview

Rabu, 13 Desember 2017

I

HSG pada perdagangan kemarin

bergerak bervariasi dalam

ren-tang konsolidasi, namun berhasil

tutup tipis di teritori positif,

men-guat 5,738 poin (0,09%) di

6032,371. Aksi beli terutama

melanda saham tambang

ba-tubara menyusuk pergerakan

bull-ish harga komoditas batubara

yang sudah mencapai USD99/MT.

Sedangkan aksi ambil untung

teru-tama melanda saham otomotif

dan perbankan. Pasar tengah

men-gantisipasi hasil pertemuan FOMC

pertengahan

pekan

ini

yang

diperkirakan

akan

menaikkan

bunga FFR 25 bp menjadi 1,5%.

Kenaikan bunga FFR akan

men-dorong penguatan dolar AS dan berimbas negatif bagi mata uang emerging

market seperti rupiah.

Sementara Wall Street tadi malam kembali melanjutkan tren

bull-ishnya. Indeks DJIA dan S&P masing-masing menguat 0,49% dan 0,15% di

24504,80 dan 2664,11. Indeks Nasdaq koreksi 0,19% di 6862,32. Pasar

opti-mis pembahasan UU Pajak baru akan selesai sebelum Natal dan

mengantisi-pasi hasil pertemuan The Fed Rabu ini yang kuat kemungkinan akan

menaik-kan bunga FFR 25 bp menjadi 1,5% menyusul angka indeks harga produsen

November yang rilis kemarin mencapai 0,4% (mom) sesuai perkiraan dan

sama dengan bulan sebelumnya.

Pada perdagangan pertengahan pekan ini, IHSG diperkirakan

ber-gerak bervariasi dalam rentang konsolidasi dibayangi dengan pelemahan

rupiah terhadap dolar AS. IHSG diperkirakan bergerak di support 6000 dan

resisten di 6050 berpeluang menguat terbatas. Pasar akan melakukan aksi

beli selektif terutama saham-saham sektor batubara menyusul kenaikan

harga komoditasnya yang sudah mencapai USD100/MT di Newcastle

ke-marin.

S1 6000 S2 5980 R1 6050 R2 6080

Index Last Chg % DJIA 24504.80 118.77 0.49 S&P 500 2664.11 4.12 0.15 FTSE 100 7500.41 46.93 0.63 CAC 40 5427.19 40.36 0.75 DAX 13183.53 59.88 0.46 NIKKEI 225 22856.19 (116.58) (0.51) HANGSENG 28793.88 (171.41) (0.59) STI 3465.54 5.09 0.15 SHENZHEN 1901.09 (18.60) (0.97) SHANGHAI 3280.81 (41.39) (1.25) Commodities Price Chg % Oil (US$/barrel) 57.47 (0.50) (0.86) CPO (RM/M.T) 2473.00 (62.00) (2.45) Gold (USD/T.oz) 1241.90 0.60 0.05 Nikel (USD/M.T 10880.00 (160.00) (1.45) Timah (USD/M.T) 19365.00 (35.00) (0.18) Coal (USD/M.T) 99.50 1.38 1.41 Exchange Rates Chg % IDR/USD 13591.00 46.00 0.34 USD/EUR 1.175 (0.00) (0.28) JPY/USD 113.47 (0.04) (0.04) IDR/SGD 10054.38 24.54 0.24 IDR/AUD 10288.40 92.90 0.91 TLKM USD IDR Chg % TLK.NYSE 30.63 4163 (0.17) (0.55) Top Gainers IDR % Chg

INAF 4,030 22.87 750 NIKL 3,520 21.38 620 SPDC 120 20.00 20 INRU 300 19.05 48 CARS 1,085 16.67 155 Top Losers IDR % Chg

GOLL-W 2 (50.00) (2) GTBO 195 (25.00) (65) BGTG 69 (18.82) (16) AISA 378 (17.83) (82) PEGE 252 (15.44) (46) Top Value IDR % (miliar)

ASII 8,200 (2.38) 290.940 BBCA 21,250 0.83 285.670 TLKM 4,170 0.72 263.210 INDY 3,010 11.48 261.580 BUMI 242 11.01 245.770 Top Volume IDR % (juta)

BUMI 242 24.00 1.078.467 MYRX 104 (1.00) 713.902 RIMO 160 1.00 283.897 IIKP 292 (6.00) 276.723 ELSA 362 28.00 180.790 IHSG 6,032.37 Change 5.74 Change (%) 0.10 Change (%/ytd) 13.89 Total Value (IDR triliun) 6.658 Total Volume (miliar saham) 9.507 Net Foreign Buy (IDR miliar) (666.000) Up: 144 Down: 206 Unchange: 120

(2)

News Update



Wika Beton serap 90% belanja modal 2017. PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) menganggarkan belanja modal atau capital expenditure sebesar Rp 682 miliar pada tahun ini. Hampir seluruh anggaran capex tersebut telah terserap dalam 11 bulan berjalan. Direktur Keuangan WTON Mohammad Syafii bilang, secara fisik serapan capex tahun ini sudah mencapai 90%. Sebanyak 10% sisanya tinggal menunggu masa pembayaran. Sepanjang 2017, keseluruhan capex digunakan untuk penambahan kapasitas produksi. “Tahun depan capex tidak setinggi tahun ini,” ujar Syafii ditemui di Jakarta, Senin (11/12). Namun, Syafii belum membeberkan perkiraan besar capex tahun depan. Penurunan jumlah capex ini mengingat target kapasitas produksi 3 juta ton per tahun sudah tercapai. Dus, tahun depan, WTON hanya perlu mengoptimalkan aset yang ada. Adapun pencapaian kapasitas tersebut berkat penambahan dua pabrik baru WTON di Lampung Selatan dan Subang. Sebagai informasi, investasi dua pabrik ini mencapai Rp 240 miliar. Soal pendanaan, Syafii bilang, perusahaan berupaya menggunakan dana dari kas internal. Meski demkian, tak menutup kemungkinan WTON menggunakan opsi lain seperti penjualan saham treasury dan penerbitan obligasi, jika memang dibutuhkan. "Perkiraan saya dengan asumsi growth 20% masih cukup dengan dana sendiri," ujar Syafii. (Kontan)



Panca Budi kantongi Rp 318,75 miliar dari IPO. PT Panca Budi Idaman Tbk akan resmi melantai di bursa pada Rabu (13/12) pukul 09.00 WIB. Emiten ini menggunakan kode saham PBID. Panca Budi melepas 375 juta saham. Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (12/12) disebutkan, saham pendiri sebesar 1,5 miliar saham. Artinya, total saham disetor penuh pada perusahaan yakni 1,87 miliar saham. Dalam aksi pencatatan kali ini, saham PBID dipatok dengan harga penawaran sebesar Rp 850 per saham. Dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Adapun, harga penawaran saham perdana dipatok Rp 850 per saham. Dari aksi pencatatan saham tersebut, PBID membidik dana segar sebesar Rp 318,75 miliar. Sedangkan sebanyak 11,58 juta saham yang berasal dari program Employee Stock Asllocation (ESA) akan diberlakukan lock-up selama enam bulan. Terhitung sejak resmi melantai di BEI. Sebagai catatan, sebelumnya, Panca Budi Idaman membidik dana IPO hingga Rp 857 miliar. Sebab, emiten mematok harga penawaran pada rentang harga Rp 810 hingga Rp 1.160 per saham. Selain itu, produsen kantong plastik ini juga sempat berencana melepas 738,8 juta saham. (Kontan)



Capex di 2018 Samindo melesat lebih dari 300%. PT Samindo Resources Tbk (MYOH) menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) yang jauh lebih besar tahun depan. Kenaikannya dibanding capex tahun ini mencapai 343% menjadi US$ 13,8 juta. ""Kenaikan capex tersebut tidak lain salah satu dari persiapan kami dalam rangka menjawab kenaikan target yang dibebankan oleh klien di tahun 2018,"" ujar Zaki, Investor Relations MYOH dalam keterangan resmi, Selasa (12/12). Lonjakan capex itu salah satunya lantaran akuisisi PT Indika Energy Tbk (INDY) atas PT Kideco Jaya Agung. Indika meminta Kideco memproduksi batubara lebih banyak tahun depan. Pada saat yang bersamaan, Kideco menjadi salah satu klien MYOH. Selain Kideco, MYOH juga terikat kontrak dengan dengan Gunung Bayan Pratama Coal. Saat ini proses pemesanan alat-alat berat tersebut telah dilakukan dan diharapkan pada kuartal pertama tahun 2018 alat-alat tersebut sudah dapat dioperasikan. “Selama dua terakhir kami memutuskan untuk menunda pembelian alat-alat berat, karena kondisi industri batubara yang belum kondusif,"" jelas Zaki. Dia menambahkan, sebagian besar sumber dana capex akan berasal dari kas internal. Hal ini mengingat sekarang MYOH memiliki kelebihan kas internal yang cukup memadai. Sampai dengan kuartal III-2017 jumlah kas Samindo mencapai US$ 26,6 juta. Sedangkan rasio total utang Samindo saat ini hanya sekitar 21% dari total aktiva lancar. (Kontan)



Unilever masih tumbuh, tapi melambat. Kelesuan ekonomi turut mempengaruhi kinerja PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR). Meski kinerja keuangan keuangan kuartal III-2017 meningkat, persentase pertumbuhannya melambat dibandingkan setahun lalu. Per akhir kuartal III-2017, laba bersih UNVR naik 10,1% year-on-year (yoy) menjadi Rp 5,22 triliun. Di periode yang sama, pendapatannya hanya tumbuh 3,7% (yoy) menjadi Rp 31,21 triliun. Pertumbuhan tersebut masih di bawah pencapaian kuartal III-2016. Kala itu, laba bersih dan pendapatan UNVR masing-masing tumbuh sebesar 13,56% dan 9,27%. Analis NH Korindo Sekuritas Joni Wintarja mengonfirmasi, pelambatan pertumbuhan di sektor konsumer terjadi seiring pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cenderung lamban. Hal ini akhirnya berimbas pada kinerja UNVR. "Soalnya lebih dari 50% GDP dalam negeri berasal dari konsumsi," kata dia kepada KONTAN, Senin (11/12). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pertumbuhan ekonomi sempat stagnan di kuartal satu dan dua tahun ini, yakni hanya tumbuh masing-masing 5,01%. Pertumbuhan ekonomi baru naik menjadi 5,06% pada kuartal tiga. Meski begitu, Joni menyebut, efisiensi biaya iklan dan promosi turut membantu UNVR di tengah tekanan lesunya bisnis konsumer. "Akhir-akhir ini Unilever memanfaatkan platform digital yang lebih murah ketimbang beriklan lewat televisi," ungkap dia. Mengutip riset NH Korindo Sekuritas pada 17 November, rasio biaya iklan dan promosi terhadap penjualan UNVR terus menurun setiap tahun. Pada 2015, rasio biaya iklan terhadap penjualan UNVR sebesar 12%. Angka ini menyusut menjadi 11% pada 2016. Sementara tahun ini, rasionya kembali berkurang ke 10%. Dalam riset 24 November, analis Indo Premier Sekuritas Hasan menambahkan, perubahan preferensi konsumen kelas menengah ke bawah turut menjadi penyebab melambatnya pertumbuhan UNVR. Untuk mengantisipasinya, UNVR berencana meluncurkan 40 hingga 50 varian produk baru pada tahun depan. UNVR juga tetap mempertahankan stock keeping unitdalam jumlah besar. Hasan menilai, UNVR masih tangguh di antara para pesaingnya. Ini diperlihatkan oleh solidnya divisi home and personal care(HPC) yang konsisten dan stabil meraih margin laba kotor 55%. "Ini menandakan UNVR tidak merasakan tekanan harga jual akibat minimnya persaingan," kata dia. Bisnis HPC menyumbang 68% total penjualan UNVR. Bisnis ini mencetak kenaikan penjualan 5% menjadi Rp 6,9 triliun pada kuartal III-2017. Segmen bisnis food and refreshment (FR) juga membukukan kenaikan penjualan 10% menjadi Rp 3,04 triliun di kuartal III-2017. Kontribusi bisnis ini setara 32% dari total penjualan UNVR. Meski fundamental UNVR cukup solid, analis BCA Sekuritas Jennifer Frederika Yapply memperkirakan pertumbuhan pendapatan emiten ini masih akan melambat hingga akhir kuartal IV-2017. Dia menilai, upaya UNVR melakukan divestasi dengan menjual produk Blue Band belum berdampak signifikan untuk mempercepat pertumbuhan pendapatan. Alasannya, kontribusi Blue Band hanya 1,5% dari total penjualan. Ia memperkirakan, sektor konsumer benar-benar akan menunjukkan perbaikan pada tahun depan. Hal ini didukung rencana kenaikan upah minimum provinsi sebesar 8,71%. Selain itu, Presiden Joko Widodo berencana menerbitkan aturan yang dapat membantu memulihkan daya beli. "Kami juga berpendapat inflasi yang terkendali dapat merangsang daya beli konsumen," terang Jennifer dalam riset per 2 November lalu. Ia merekomendasikan hold saham UNVR dengan target harga Rp 53.500 per saham. Hasan juga merekomendasikan hold dengan target harga Rp 46.600 per saham. Dia memperkirakan UNVR akan meraih pendapatan Rp 41,87 triliun di akhir 2017 dan akan tumbuh 5,23% (yoy) menjadi Rp 44,06 triliun pada tahun depan. UNVR diprediksi bisa meraup laba bersih Rp 7,42 triliun di 2017 dan tumbuh 6,32% menjadi Rp 7,89 triliun pada 2018. Adapun Joni merekomendasikan buy UNVR dengan target Rp 57.275 per saham. Potensi pertumbuhan sektor konsumer pada 2018 tak akan berdampak signifikan terhadap UNVR. "Kenaikannya condong untuk konsumsi pangan, padahal kontribusi food and refreshment UNVR tak sampai 40%," ujar Joni. (Kontan)

(3)

Stock Picks

3

CPIN 3070-3150.

Harga saham emiten pakan ternak, Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), kemarin berhasil

re-bound setelah koreksi sehari sebelumnya tertahan di support Rp2860. Kemarin harganya tutup di Rp3130 berhasil

break resisten di Rp3070. Akhir 2016 lalu harganya tutup di Rp3090. Tahun ini harga tertingginya di Rp3550 (26/10)

dan terendah di Rp2680 (1/8). Dari sisi kinerja, sepanjang 3Q17 laba bersih tertekan hingga 54,24% (qoq) hanya

men-capai Rp410,94 miliar dibandingkan kuartal sebelumnya di Rp898 miliar. Secara tahunan turun 46% (yoy). Padahal

penjualan neto di 3Q17 tumbuh 35,24% (yoy) mencapai Rp12,54 triliun dari Rp9,27 triliun dan turun 2,34% (qoq) dari

kuartal sebelumnya. Hal ini mengindikasikan tekanan biaya jauh lebih besar yang menyebabkan laba anjlok. Secara

akumulasi hingga 3Q17 (9M17) penjualan neto mencapai Rp37,48 triliun tumbuh 33,22% dari Rp28,13 triliun periode

yang sama tahun sebelumnya. Pencapaian penjualan neto tersebut mencerminkan 73,32% dari target penjualan

sih tahun ini sebesar Rp51,12 triliun atau tumbuh 33,66% dari 2016 lalu sebesar Rp38,25 triliun. Sedangkan laba

ber-sih sepanjang 9M17 mencapai Rp1,93 triliun atau turun 22,46% (yoy) dari periode yang sama 2016 sebesar Rp2,49

triliun. Marjin bersih tertekan menjadi 5,16% dari 8,87%. Pencapaian laba bersih tersebut baru mencerminkan 58%

dari target laba tahun ini yang sebelumnya diperkirakan Rp3,32 triliun. Ini membuat target tahun ini bakal sulit

terca-pai. Diperkirakan laba bersih tahun ini hanya mencapai Rp2,33 triliun atau tumbuh sekitar 5% dari laba 2016 sebesar

Rp2,22 triliun. EPS tahun ini diperkirakan hanya Rp142,27 turun dari perkiraan sebelumnya Rp202,64. Tahun depan

sesuai dengan pertumbuhan industrinya sekitar 15% penjualan neto diperkirakan mencapai Rp58,80 triliun. Marjin

bersih diperkirakan 6% sehingga laba bersih berpeluang mencapai Rp3,53 triliun atau tumbuh 51% dari perkiraan laba

bersih 2017 sebesar Rp2,33 triliun. EPS 2018 diproyeksikan Rp215. Harga sahamnya berpeluang ditransaksikan

den-gan PE rata-rata 22x merujuk setahun terakhir. Denden-gan PE 22x harga sahamnya berpeluang mencapai Rp4730 atau

ada ruang penguatan 51% dari harga saat ini di Rp3130. Resiko kinerjanya adalah fluktuasi rupiah atas dolar AS yang

cenderung melemah. Sepanjang support di Rp3070 bertahan, peluang penguatan lanjutan akan terbuka menguji

re-sisten berikut di Rp3150. Pergerakan harganya kemarin mengindikasikan sinyal bullish reversal dan kembali bergerak

di atas MA20. Maintain Buy, SL 2840

(4)

5

Stock Picks

TLKM 4150-4250

.

Harga saham Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) kemarin berusaha keluar dari rentang

konsolidasinya. Tekanan jual sebelumnya tertahan di kisaran support Rp4100 hingga Rp4150. Kemarin harga

sahamnya menguat terbatas tutup di Rp4170. Pasar saat ini tengah bergerak konsolidasi sehingga membatasi

pergerakan harganya. Resisten terdekat di Rp4250. Menjelang akhir tahun, sentimen atas saham telekomunikasi

umumnya positif menyusul meningkatnya trafik lalu lintas komunikasi seluler maupun data. Dari sisi kinerja, hingga

September 2017 laba bersih mencapai Rp17,92 triliun tumbuh 21,65% dari periode yang sama tahun 2016 Rp14,73

triliun. Bila dibandingkan dengan target tahun ini sebelumnya di Rp25,2 triliun pencapaian hingga September 2017

baru mencerminkan 71% terhadap target. Namun marjin berhasil naik mencapai 18,47% dibandingkan 9M16 sebesar

17,09%. Pencapaian laba sepanjang 9M17 ditopang pertumbuhan pendapatan 12,55% mencapai Rp97 triliun

dibandingkan 9M16 sebesar Rp86,19 triliun. Pencapaian pendapatan hingga September 2017 mencerminkan 73%

terhadap target pendapatan tahun ini sebesar Rp132,5 triliun atau tumbuh 14% dari tahun sebelumnya. Kontribusi

utama terhadap pendapatan perseroan berasal dari bisnis Data, Internet, dan IT Services sebesar 54,13% terhadap

pendapatan, mencapai Rp52,51 triliun (9M17) naik 18% (yoy) dari periode yang sama 2016 Rp44,53 triliun.

Sedangkan dari bisnis selular berkontribusi 29,5% terhadap pendapatan atau mencapai Rp28,63 triliun tumbuh tipis

0,93% dari periode yang sama 2016 Rp28,36 triliun. Kami perkirakan laba bersih tahun ini akan di bawah target

sebelumnya Rp25 triliun. Kami perkirakan laba bersih tahun ini hanya berpeluang mencapai Rp24,5 triliun atau

tumbuh 26,61% dari tahun sebelumnya Rp19,3 triliun. EPS tahun ini diperkirakan turun menjadi Rp248,4 dari

perkiraan sebelumnya Rp254,14. Harga sahamnya akhir tahun ini diperkirakan berpeluang ditransaksikan dengan PE

20x (E/17) mencapai Rp4960. Maintain Buy, SL 4070

(5)

4

Stock Picks

PTBA 10800-11500.

Harga saham emiten batubara, Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA), sepekan terakhir

ber-gerak konsolidasi cenderung melemah menyusul sentimen pasar yang tengah konsolidasi. Kemarin harga sahamnya

tutup di Rp11000, menguat tipis di tengah tren bullish harga batubara dunia. Secara technical support saat ini di

kis-aran Rp10700 hingga Rp10800 dan peluang rebound akan menguji resisten di Rp11500. Secara sektoral, sentimen

positif terutama ditopang tren bullish harga komoditas batubara yang saat ini berada di kisaran USD99/MT. Secara

individual kinerja positif sepanjang tahun ini dan pekan ini sentimen positif turut ditopang renana stock split dengan

rasio 1:5 yang akan efektif pekan ini (14/12). Pasca stock split, likuiditas sahamnya akan meningkat dan berpeluang

mendorong penguatan harga sahamnya. Tahun ini harganya tertinggi sempat mencapai Rp14200 (4/4). Harga

teren-dahnya di Rp9050 (28/9). Akhir 2016 lalu harganya tutup di Rp12500. Kami sebelumnya menargetkan harga sahamnya

berpeluang mencapai Rp15300 dengan PE 9,13x (E/18). EPS tahun ini diperkirakan mencapai Rp1531 naik dari

perkiraan sebelumnya Rp1214. Pendapatan usaha tahun ini berpeluang mencapai Rp17,5 triliun naik 24,5% dari tahun

2016 sebesar Rp14,06 triliun. Sedangkan laba bersih tahun ini bisa mencapai Rp3,54 triliun naik dari perkiraan

sebe-lumnya yang hanya Rp2,79 triliun. Ini mencerminkan kenaikan 76,5% dari laba 2016 sebesar Rp2 triliun. Tahun depan

pendapatan usaha diproyeksikan berpeluang tumbuh 20% mencapai Rp21 triliun. Sedangkan laba bersih diperkirakan

tumbuh 9,03% mencapai Rp3,86 triliun. EPS 2018 diproyeksikan Rp1675,48. Dari harga saat ini di Rp11000 ada ruang

penguatan 39%. Maintain Buy, SL 10600

Rabu, 13 Desember 2017

Saham Pilihan

CTRA 1160-1230 TB, SL 1140

ADHI 1750-1830 Buy, SL 1680

PGAS 1625-1730 Buy, SL 1600

ADRO 1760-1850 Buy, SL 1740

PTRO 1690-1800 TB, SL 1600

HRUM 2070-2150 Buy, SL 1980

BUMI 220-254 Buy, SL 210

(6)

Stock View

6

EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE

IHSG

6032.37 6045.25 6058.14 6016.23 6000.10

PERKEBUNAN AALI 12825 12,883.33 12,941.67 12,733.33 12,641.67 13,059,216.00 -19.91 393.15 -75.27 45.02 BWPT 178 181.33 184.67 176.33 174.67 LSIP 1265 1,288.33 1,311.67 1,253.33 1,241.67 4,189,615.00 -11.36 91.36 -32.01 18.72 SGRO 2570 2,590.00 2,610.00 2,550.00 2,530.00 SIMP 466 477.33 488.67 457.33 448.67 13,835,444.00 -7.53 16.72 -68.60 25.18 UNSP 184 187.00 190.00 181.00 178.00

PERTAMBANGAN BATU BARA

ADRO 1810 1,841.67 1,873.33 1,746.67 1,683.33 37,032,346.42 -10.48 65.74 -5.12 10.50 BORN 50 33.33 16.67 33.33 16.67 BRAU 7975 5,316.67 2,658.33 5,316.67 2,658.33 BUMI 242 252.67 263.33 220.67 199.33 DEWA 50 50.00 50.00 50.00 50.00 3,312,510.21 13.47 0.30 48.03 166.35 HRUM 2090 2,136.67 2,183.33 2,026.67 1,963.33 ITMG 20775 20,983.33 21,191.67 20,558.33 20,341.67 21,925,897.16 -9.27 770.46 -65.05 8.53 PTBA 11000 11,058.33 11,116.67 10,933.33 10,866.67 13,733,627.00 5.01 883.59 0.98 7.64 PTRO 1755 1,790.00 1,825.00 1,690.00 1,625.00

PERTAMBANGAN MINYAK & GAS BUMI

BIPI 68 69.67 71.33 66.67 65.33

ELSA 362 374.00 386.00 340.00 318.00 3,775,323.00 -10.56 51.43 -8.99 7.17

ENRG 83 85.67 88.33 80.67 78.33

ESSA 180 187.33 194.67 176.33 172.67 MEDC 845 856.67 868.33 836.67 828.33

PERTAMBANGAN LOGAM DAN MINERAL LAINNYA

ANTM 605 613.33 621.67 598.33 591.67 10,531,504.80 11.79 -151.06 85.85 -3.10 INCO 2680 2,710.00 2,740.00 2,650.00 2,620.00 10,894,532.28 -15.64 70.11 -67.49 26.24 TINS 895 916.67 938.33 851.67 808.33 6,874,192.00 -6.74 13.64 -84.08 56.09 SEMEN INTP 19200 19,333.33 19,466.67 19,108.33 19,016.67 17,798,055.00 -10.99 1,183.48 -17.34 17.00 SMCB 820 830.00 840.00 810.00 800.00 9,239,022.00 -12.25 22.85 -73.80 47.91 SMGR 10500 10,725.00 10,950.00 10,350.00 10,200.00 26,948,004.47 -0.14 762.28 -18.76 14.07

LOGAM DAN SEJENISNYA

GDST 81 81.67 82.33 80.67 80.33 JPRS 128 128.67 129.33 127.67 127.33 KRAS 340 350.00 360.00 332.00 324.00 PAKAN TERNAK CPIN 3130 3,226.67 3,323.33 2,966.67 2,803.33 JPFA 1215 1,221.67 1,228.33 1,201.67 1,188.33 25,022,913.00 2.31 43.92 40.87 18.44 OTOMOTIF DAN KOMPONENNYA

ASII 8200 8,375.00 8,550.00 8,100.00 8,000.00 184,196,000.00 -8.68 357.28 -24.59 20.71 GJTL 680 686.67 693.33 671.67 663.33

INDUSTRI BARANG KONSUMSI

ICBP 8800 8,841.67 8,883.33 8,741.67 8,683.33 INDF 7350 7,408.33 7,466.67 7,283.33 7,216.67 MYOR 2140 2,173.33 2,206.67 2,103.33 2,066.67 ROTI 1255 1,261.67 1,268.33 1,246.67 1,238.33 GGRM 78400 80,133.33 81,866.67 77,533.33 76,666.67 INAF 4030 4,326.67 4,623.33 3,466.67 2,903.33 1,621,898.67 17.41 2.12 463.17 184.06 KAEF 2620 2,706.67 2,793.33 2,526.67 2,433.33 4,860,371.48 7.51 44.81 6.06 28.68 KLBF 1655 1,656.67 1,658.33 1,651.67 1,648.33

KOSMETIK DAN BARANG KEPERLUAN RUMAH TANGGA

(7)

7

Rabu, 13 Desember 2017

EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE

PROPERTI DAN REAL ESTAT

APLN 202 206.67 211.33 198.67 195.33 ASRI 342 343.33 344.67 339.33 336.67 BKSL 137 138.33 139.67 135.33 133.67 BSDE 1600 1,610.00 1,620.00 1,585.00 1,570.00 6,209,574.07 11.45 1,164.55 460.00 1.60 COWL 860 873.33 886.67 848.33 836.67 CTRA 1195 1,205.00 1,215.00 1,175.00 1,155.00 CTRP 1195 1,205.00 1,215.00 1,175.00 1,155.00 CTRS 1195 1,205.00 1,215.00 1,175.00 1,155.00 ELTY 50 50.00 50.00 50.00 50.00 KIJA 290 292.67 295.33 286.67 283.33 MDLN 300 302.00 304.00 296.00 292.00 2,962,460.90 4.32 69.69 22.80 5.94 KONSTRUKSI BANGUNAN ADHI 1785 1,811.67 1,838.33 1,751.67 1,718.33 9,389,570.10 8.51 130.22 43.08 20.93 DGIK 54 58.00 62.00 51.00 48.00 PTPP 2410 2,426.67 2,443.33 2,376.67 2,343.33 14,217,372.87 14.40 152.88 39.17 25.74 SSIA 575 588.33 601.67 568.33 561.67 TOTL 740 746.67 753.33 726.67 713.33 WIKA 1950 1,976.67 2,003.33 1,931.67 1,913.33 13,908,504.01 11.60 101.65 1.60 26.02

INFRASTRUKTUR, UTILITAS DAN TRANSPORTASI

PGAS 1690 1,725.00 1,760.00 1,640.00 1,590.00 42,333,969.71 -0.16 228.31 -38.44 11.61 JALAN TOL, PELABUHAN, BANDARA DAN SEJENISNYA

CMNP 1460 1,485.00 1,510.00 1,420.00 1,380.00 JSMR 6375 6,425.00 6,475.00 6,350.00 6,325.00 9,848,242.05 7.33 213.14 3.23 26.27 TELEKOMUNIKASI BTEL 50 33.33 16.67 33.33 16.67 EXCL 3070 3,126.67 3,183.33 2,956.67 2,843.33 22,876,182.00 -2.49 -2.97 -97.16 -1,348.39 ISAT 4920 4,973.33 5,026.67 4,853.33 4,786.67 TLKM 3950 4,050.00 4,150.00 3,880.00 3,810.00 102,470,000.00 14.24 153.66 5.81 21.51 TRANSPORTASI GIAA 300 301.33 302.67 299.33 298.67 52,627,783.53 7.55 40.78 -122.73 10.94 MBSS 595 611.67 628.33 566.67 538.33 WINS 286 296.67 307.33 272.67 259.33 1,378,353.91 -37.37 -19.45 -129.08 -10.95

KONSTRUKSI NON BANGUNAN

INDY 3010 3,130.00 3,250.00 2,800.00 2,590.00 BANK BBCA 21250 21,383.33 21,516.67 20,983.33 20,716.67 47,081,728.00 7.56 730.83 9.30 18.47 BBKP 560 561.67 563.33 556.67 553.33 8,303,973.00 17.07 105.70 32.57 5.58 BBNI 8800 8,916.67 9,033.33 8,741.67 8,683.33 36,895,081.00 10.58 486.18 -15.91 10.90 BBRI 3450 3,470.00 3,490.00 3,420.00 3,390.00 85,434,037.00 13.73 1,029.53 4.77 10.95 BBTN 3360 3,440.00 3,520.00 3,310.00 3,260.00 14,966,209.00 16.86 174.91 65.91 10.43 BDMN 5500 5,650.00 5,800.00 5,425.00 5,350.00 22,420,658.00 -2.48 249.70 -8.09 16.40 BJBR 2220 2,310.00 2,400.00 2,170.00 2,120.00 10,084,451.00 14.70 142.02 23.39 6.79 BMRI 7450 7,533.33 7,616.67 7,383.33 7,316.67 71,570,127.00 14.26 871.50 2.33 11.76 BNGA 1225 1,251.67 1,278.33 1,211.67 1,198.33 22,318,759.00 7.24 17.02 -81.74 34.36

PERDAGANGAN BESAR BRANG PRODUKSI

AKRA 6100 6,175.00 6,250.00 6,050.00 6,000.00 19,764,821.14 -12.03 261.74 27.59 27.03 INTA 408 410.67 413.33 404.67 401.33 UNTR 36250 36,733.34 37,216.67 35,358.34 34,466.67 49,347,479.00 -7.14 1,033.07 -28.24 14.86 PERDAGANGAN ECERAN MAPI 6350 6,516.67 6,683.33 6,266.67 6,183.33 RALS 1040 1,050.00 1,060.00 1,020.00 1,000.00

ADVERTISING, PRINTING DAN MEDIA

MNCN 1230 1,266.67 1,303.33 1,211.67 1,193.33 PERUSAHAAN INVESTASI

BRMS 63 64.00 65.00 61.00 59.00

(8)

Corporate Action

8

Code

Name

Type

Date

Time

Venue

ARTI Ratu Prabu Energi Tbk AGM 03/08/2016 00:10:00 GD. Ratu Prabu 1 Lt. 10 Jl. TB. Simatupang Kav. 20, Jakarta Selatan

ARTI Ratu Prabu Energi Tbk EGM 03/08/2016 00:10:00 GD. Ratu Prabu 1 Lt. 10 Jl. TB. Simatupang Kav. 20, Jakarta Selatan

SCPI Merck Sharp Dohme

Pharma Tbk. AGM 03/08/2016 00:10:00

MYRX Hanson International Tbk. AGM 28/07/2016 00:14:00 Merchantile Athletic Club , World Trade Center MYRX Hanson International Tbk. EGM 28/07/2016 00:14:00 Merchantile Athletic Club , World Trade Center GMCW Grahamas Citrawisata Tbk. AGM 27/07/2016 00:09:00 Financial Club, Graha Niaga lt 28, Jl. Jend. Sudirman

Kav 58 Jakarta PTIS Indo Straits Tbk AGM 22/07/2016 00:09:00

Gedung Graha Kirana, Lantai 9, Ruang Rapat PT Indo Straits Tbk, Jl.Yos Sudarso Kav.88, Jakarta Utara

14350, Indonesia

BSSR Baramulti Suksessarana Tbk EGM 22/07/2016 00:10:00 Boardroom CEO Suite, Sahid Sudirman Center Lt.56, Jl. Jend. Sudirman Kav. 86 - Jakarta Pusat ISSP Steel Pipe Industry of

Indo-nesia Tbk AGM 21/07/2016 00:10:00

Gedung Baja Lt 9 Tower C , Pangeran Jayakarta no 55 , Jakarta

ISSP Steel Pipe Industry of

Indo-nesia Tbk EGM 21/07/2016 00:10:00

Gedung Baja Lt 9 Tower C , Pangeran Jayakarta no 55 , Jakarta

SKYB Skybee Tbk AGM 21/07/2016 00:09:00

WTON Wijaya Karya Beton Tbk EGM 20/07/2016 00:14:00 Ruang Serbaguna Gedung WIKA Lt. 11 Jl. D. I. Panjai-tan Kav. 9, Jakarta Timur

CTBN Citra Tubindo Tbk. AGM 20/07/2016 00:10:30 Kantor Pusat Perseroan Jalan Hang Kesturi I No 2, Kawasan Industri Terpadu Kabil, Batam TRIO Trikomsel Oke Tbk EGM 15/07/2016 00:10:00

LMAS Limas Indonesia Makmur

Tbk AGM 14/07/2016 00:09:30

Auditorium Sequis Center, Gedung Sequis Center Lantai 11, Jalan Jenderal Sudirman No.71, Jakarta

12190

BEKS Bank Pundi Indonesia Tbk. EGM 11/07/2016 00:15:00 Kantor Pusat Perseroan, Jl. RS. Fatmawati No.12, Jakarta Selatan

JPFA Japfa Comfeed Indonesia

Tbk. EGM 01/07/2016 00:10:00

HARRIS Hotel, Unique Room, Jl. Dr. Saharjo No. 191, Jakarta 12960

INCO Vale Indonesia Tbk EGM 01/07/2016 00:09:00 Financial Club, Board Room I, Graha Niaga Lt. 27 Jl. Jend. Sudirman Kav. 58, Jakarta MITI Mitra Investindo Tbk. EGM 30/06/2016 00:10:00

Ruang Seminar Tower II Lantai I, PT Bursa Efek Indo-nesia, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53 Jakarta Selatan -

12950 NIRO Nirvana Development Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00

Ruang Seminar Bursa Efek Indonesia Tower II, Lantai 1, Jalan Jendral Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan

12190 NIRO Nirvana Development Tbk EGM 30/06/2016 00:10:00

Ruang Seminar Bursa Efek Indonesia Tower II, Lantai 1, Jalan Jendral Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan

12190

PKPK Perdana Karya Perkasa Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00 Hotel Nite & Day Jakarta - Roxy Jl. Biak no.54 Jakarta Pusat 10150

GREN Evergreen Invesco Tbk AGM 30/06/2016 00:09:00 Mawar Room, Hotel Mulia, Jl. Asia Afrika Senayan, Jakarta

ECII Electronic City Indonesia

(9)

Corporate Action

9

EMITEN

JUMLAH DIVIDEN CUM DIVIDEN RECORDING DATE PEMBAYARAN DIVIDEN

TIFA

7

24-Jun-16

27-Jun-16

21-Jul-16

SQBB

16000

23-Jun-16

24-Jun-16

20-Jul-16

SQBI

16000

23-Jun-16

24-Jun-16

20-Jul-16

DPNS

5

23-Jun-16

24-Jun-16

20-Jul-16

GEMA

16

23-Jun-16

24-Jun-16

20-Jul-16

MREI

50

23-Jun-16

24-Jun-16

20-Jul-16

JTPE

14

22-Jun-16

23-Jun-16

15-Jul-16

PEGE

10

22-Jun-16

23-Jun-16

15-Jul-16

CPIN

29

22-Jun-16

23-Jun-16

15-Jul-16

TALF

3

22-Jun-16

23-Jun-16

12-Jul-16

KBLI

7

22-Jun-16

23-Jun-16

15-Jul-16

SRTG

32

22-Jun-16

23-Jun-16

15-Jul-16

KKGI

20

22-Jun-16

23-Jun-16

15-Jul-16

CTRP

4

22-Jun-16

23-Jun-16

13-Jul-16

CTRS

22

22-Jun-16

23-Jun-16

13-Jul-16

CTRA

6

22-Jun-16

23-Jun-16

15-Jul-16

IDPR

5

21-Jun-16

22-Jun-16

30-Jun-16

UNVR

424

21-Jun-16

22-Jun-16

15-Jul-16

INPP

1.5

21-Jun-16

22-Jun-16

14-Jul-16

(10)

Disclaimer : Laporan ini dibuat dari opini analis hanya sebagai informasi untuk membantu investor dalam memahami pasar saham Indonesia dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian PT. First Asia Capital tidak menjamin dan bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini.

KANTOR CABANG

Taman Palem Lestari :

Taman Palem Lestari Blok B 17/8

Jakarta Barat 11730

Phone : +62 21 7799 888

Yogyakarta :

Ruko Gajah Mada Square Kav. E

Jl. Juminahan No. 26

Yogyakarta 55212

Phone : +62 274 557559

Makassar :

Jl. Gunung Bawakareng No. 71

Makassar 90157

Phone : +62 411 361 3122

Jambi :

Kantor Perwakilan BEI Jambi

Jl. Kolonel Abunjani No. 11A dan

11B

Jambi 36129

Phone : +62 741 591 1819

GALERI INVESTASI

Universitas Sarjanawiyata

Tamansiswa Yogyakarta :

Fakultas Ekonomi Universitas

Sarjanawiyata Tamansiswa

Yogyakarta

Jl. Kusumanegara 157

Yogyakarta 55165

Phone : +62 274 562265

Panin Bank Centre

4

th

Floor Jl. Jend. Sudirman No. 1

Jakarta 10270, Indonesia

Phone

: +62 21 727 99888

Fax

: +62 21 571 0895

Web

: www.firstasiacapital.com

E-mail

: [email protected]

Universitas Muhammadiyah

Yogayakarta :

Universitas Muhammadiyah

Yogayakarta

Jl. Lingkar Selatan

Tamantirto, Bantul

Yogyakarta 55183

Phone : +62 274 387656

Universitas Muhammadiyah

Surakarta :

Universitas Muhammadiyah

Surakarta

Jl. A. Yani Tromol Pos 1

Pabelan Kartasura, Surakarta

Jawa Tengah 57161

Phone : +62 271 717417

Sampit :

Universitas Darwan Ali

Jl. Batu Berlian No. 10

Kalimantan Tengah 74322

Phone : +62 531 31992

Banjarmasin :

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi

Indonesia

Jl. Brigjend Hasran Basri Kayu

Tangi

Banjarmasin 70124

Phone : +62 511 3265783

Bireun :

Institut Agama Islam

Almuslim Aceh

Jl. Banda Aceh – Medan,

Simpang Paya Lipah

Matang Glumpangdua, Bireuen

Aceh 24261

Phone : +62 644 441989

Padang :

Universitas Putra Indonesia

“YPTK” Padang

Jl. Raya Lubuk Begalung

Lubuk Begalung, Kota Padang

Sumatera Barat 25145

Phone : +62 751 776666

Bengkulu :

IAIN Bengkulu

Jl. Raden Patah

Bengkulu 38211

Phone : +62 736 51276

Jambi

IAIN Jambi :

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Islam IAIN Sultan Thaha

Syaifuddin

Jl. Arif Rahman Hakim No. 01

Telanaipura

Jambi 36363

Phone : +62 741 582573

Referensi

Dokumen terkait

Pencapaian itu mencerminkan 47,7% dari perkiraan laba bersih 2017 lalu yang se- belumnya sebesar Rp1,43 triliun atau tumbuh 41,25% dari tahun sebelumnya Rp1,01 triliun.. Tahun ini

Sedangkan pencapaian laba bersih hingga 1H17 telah men- cerminkan 57,8% dari target laba bersih tahun ini yang diperkirakan mencapaiRp5,92 triliun atau tumbuh 18% dari

Pertumbuhan pendapatan usaha perseroan di 1H17 ditopang perolehan kontrak baru Rp32,47 triliun atau sekitar 40,6% dari proyeksi kontrak baru tahun ini sebesar Rp80

Pencapaian pendapatan bersih ini telah mencerminkan 90% dari target tahun ini yang sebelumnya diperkirakan mencapai Rp51,46 triliun atau tumbuh 13% dari 2016 sebesar

Perusahaan konstruksi ini membukukan laba bersih Rp 1,15 triliun atau tumbuh 36% dibanding periode yang sama tahun 2015 yakni Rp 845,6 miliar.. Tumiyana, Direktur Utama PTPP

Namun pencapaian laba bersih 1H14 dibawah target hanya Rp1,25 triliun atau baru mencerminkan 33,87% dari proyeksi laba bersih tahun ini yang mencapai Rp3,69 triliun atau tumbuh

Selain pendapatan yang naik menjadi Rp 6 triliun, tahun depan LKPR juga optmis dapat meraih laba usaha Rp 826 miliar, naik 17% dari periode sebelumnya.. Terdapat penambahan laba luar

Tahun depan proyeksi laba bersih diperkirakan tumbuh 15% dengan tambahan pendapatan dari penjualan listrik yang dimilikinya di Kalimantan Selatan yakni PLTU 2x30 MW menjadi