Nomor : DPD.220/SP/1/2011
DEWAN PERWAKILAN DAERAH REPUBLIK INDONESIA
--- RISALAH
SIDANG PARIPURNA KE-1
DEWAN PERWAKILAN DAERAH REPUBLIK INDONESIA MASA SIDANG I TAHUN SIDANG 2011-2012
I. KETERANGAN
1. Hari : Selasa
2. Tanggal : 16 Agustus 2011
3. Waktu : 17.30 WIB – Selesai
4. Tempat : GEDUNG NUSANTARA V
5. Pimpinan Sidang : Pimpinan DPD
1. H. Irman Gusman, SE., MBA. (Ketua)
2. Dr. Laode Ida (Wakil Ketua) 3. GKR. Hemas (Wakil Ketua)
6. Sekretaris Sidang : 1. Sekretaris Jenderal DPD (DR. Ir. Siti Nurbaya Bakar, MSc.) 2. Wakil Sekretaris Jenderal DPD (Drs. Djamhur Hidayat) 7. Panitera : Kepala Biro Persidangan II (Dra. Sri Sumarwati Isf.)
8. Acara :
1. Pembukaan Tahun Sidang 2011-2012 dan Masa Sidang I Tahun Sidang 2011-2012.
2. Pidato Pembukaan Masa Sidang I Tahun Sidang 2011-2012. 3. Pengesahan Keanggotaan Alat Kelengkapan DPD RI Tahun
Sidang 2011-2012.
4. Penyerahan Laporan secara tertulis tentang Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun Sidang 2010-2011.
9. Hadir : 98 Orang
10. Tidak hadir : 34 Orang
1. PIMPINAN SIDANG : H. IRMAN GUSMAN, SE., MBA. (KETUA DPD RI)
Perhatian, perhatian, pengumuman.
Bapak-Ibu sekalian, sambil bekerja kita menyampaikan sesuatu. Ini kan masih ada gugus-gugus masih rapat, tapi ini kan ada kewajiban kita yang berpuasa. Apakah kita sepakat saja ini kita skors, kita mulai dulu kita skors, kemudian kita mulai lagi habis Maghrib begitu. Karena semuanya juga kasihan juga. Supaya kita tenang juga berbukanya. Kalau begitu ijinkan saya membuka ini, terussaya skors sampai jam 19.00 WIB ya? Silakan Pak.
2. PEMBICARA : Prof. Dr. FAROUK MUHAMMAD (NTB)
Pimpinan, tadi ada mekanisme yang kita sepakati, sidang paripurna dibuka kemudian sidang diskors untuk memberi kesempatan masing-masing gugus kepulauan memilih anggota BK. Jadi dalam periode itu, terserah masing-masing gugus mau memilih sekarang atau memilih sesudah Maghrib. Nanti sesudah waktu buka sudah melaporkan, jadi tidak diskors ulang lagi, skorsnya satu kali saja pimpinan. Jadi skors 1 kali, nanti kita ketemu lagi jam berapa, semua sudah melaporkan hasil gugus beserta bukti-bukti tanda surat suaranya.
Terima kasih.
3. PIMPINAN SIDANG : H. IRMAN GUSMAN, SE., MBA. (KETUA DPD RI)
Baik teman-teman. Ini walaupun saya begini, ini kita anggap official, tapi tadi sudah ada kesepakatan bahwasa kita mulai ini acara. jadi mohon juga bangsa 5 menit kita untuk duduk dulu untuk membuka acara ini secara official, terus habis dibuka langsung kita skors ya. Dengan catatan nanti lanjutkan terus pertemuan gugusnya tapi tatibnya kita ikuti.
Mohon kawan-kawan interupsi sebentar, duduk dulu, kita mulai sebentar untuk kita buka kita nyanyi Indonesia Raya. Jadi nanti kita tidak lagi buka kita teruskan saja nanti. Kita mulai nanti jam 19.00 WIB, sebentar saja. Biar kita bisa kembali ke tempat masing-masing sekalian rapat dan juga buka puasa. Karena buka puasa sekarang ini 17.48 atau 17.49 WIB. Sudah kuorum. Saya sudah kesini berarti kan sudah dilaporkan saya sudah kuorum, jadi saya sudah nunggu tadi disana. tapi saya harus bacakan tapi barangkali ini ada yang diluar tapi sesuai yang disidang ini sudah ada.
Baik, silakan duduk di tempat masing-masing Bapak-Ibu sekalian.
4. PEMBICARA : Prof. Dr. FAROUK MUHAMMAD (NTB)
Pimpinan, sebentar, sebelum Bapak masih menunggu ini nanti tolong jangan lupa Bapak menyampaikan bahwa dalam rangka pelaksanaan pemilihan itu sudah ada pedoman. Jadi mohon itu dijadikan pedoman bagi semua.
5. PIMPINAN SIDANG : H. IRMAN GUSMAN, SE., MBA. (KETUA DPD RI)
Baiklah Bapak-Ibu sekalian,
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Salam sejahtera bagi kita semua.
Om Swastyastu.
Sesuai dengan Pasal 59 ayat 1 huruf D Undang-Undang No. 24 Tahun 2009 tentang bendera dan lambang negara, serta lagu kebangsaan yang menyebutkan bahwa lagu kebangsaan wajib diperdengarkan dan dinyanyikan dalam pembukaan sidang paripurna MPR, DPR, DPD dan DPRD serta dalam acara resmi. Maka sebelum memasuki agenda pokok kita akan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Untuk itu kami mohon pada para anggota DPD serta seluruh hadirin yang hadir untuk dapat berdiri dan bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya.
6. PEMBICARA : PADUAN SUARA
Hiduplah Indonesia raya… Indonesia tanah airku. Tanah tumpah darahku. Disanalah aku berdiri. Jadi pandu ibuku.
Indonesia kebangsaanku. Bangsa dan Tanah Airku. Marilah kita berseru. Indonesia bersatu. Hiduplah tanahku. Hiduplah negriku.
Bangsaku Rakyatku semuanya. Bangunlah jiwanya.
Bangunlah badannya. Untuk Indonesia Raya. Indonesia Raya. Merdeka Merdeka.
Tanahku negriku yang kucinta. Indonesia Raya.
Merdeka Merdeka. Hiduplah Indonesia Raya. Indonesia Raya.
Merdeka Merdeka.
Tanahku negriku yang kucinta. Indonesia Raya.
Merdeka Merdeka. Hiduplah Indonesia Raya.
7. PIMPINAN SIDANG : H. IRMAN GUSMAN, SE., MBA. (KETUA DPD RI)
Hadirin dipersilakan untuk duduk kembali. Bapak-Ibu para hadirin yang kami hormati.
Berdasarkan catatan hadir yang disampaikan oleh sekretariat jenderal sampai saat ini telah hadir 86 orang dan bahkan masih datang terus. Dengan demikian berdasarkan ketentuan Pasal 149 Ayat 1 dan Pasal 182 Ayat 1, peraturan tata tertib DPD sidang telah memenuhi syarat untuk dibuka. Dengan mengucapkan bismillahirrohmanirrohim, Sidang Paripurna
ke-1 Tahun Sidang 20ke-1ke-1-20ke-12 Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia kami buka dan dinyatakan terbuka untuk umum.
Silakan tepuk tangan.
Ini hari proklamasinya DPD kalau bukan hanya proklamasinya kemerdekaan. Atas dukungan kita semua kita tadi telah berhasil melaksanakan satu tugas ketatanegaraan yang memperkuat eksistensi kita bersama. Mudah-mudahan ini momentum kita untuk bisa bangkit, mulai hari ini dan kedepan karena rakyat makin percaya. Dan mudah-mudahan tentu apa yang diemban pada kita bisa kita laksanakan dengan sebaik-baiknya. Terima kasih atas semua dukungan dan seluruh doanya buat teman-teman sekalian.
Baiklah sidang dewan yang mulia.
Sesuai dengan jadwal acara, sidang paripurna ini punya 4 agenda pokok. Yaitu pembukaan tahun sidang 2011-2012 dan masa sidang I tahun sidang 2011-2012. Kemudian pidato pembukaan masa sidang I DPD tahun sidang 2011-2012. Kemudian pengesahan keanggotaan alat kelengkapan DPD RI tahun sidang 2011-2012. Kemudian penyerahan laporan tertulis pelaksanaan tugas sekretariat jenderal DPD RI kepada pimpinan DPD RI.
Bapak-Ibu sekalian, sebelum ada yang hadir tadi kita sudah berkompromi, karena hari ini juga hari yang mulia, ada yang sebagian besar dari kita yang akan menunaikan berbuka puasanya, tentu juga mengundang teman-teman lain karena tentu senang sekali kebersamaan kita yang telah kita bina selama ini. Tadi kami sepakat sidang ini kita buka kemudian bagi yang tetap melanjutkan pertemuan gugusnya kita teruskan sambil kita buka puasa. Kemudian ini akan kita teruskan setelah kita berdoa untuk dibuka. Mudah-mudahan KH. Muhammad Syibli sudah hadir, sudah siap sudah siap, biar kita dengar doa beliau karena hari ini kita buka puasa jam 17.57 WIB. Mudah-mudahan dalam tempo 5-10 menit bisa kita selesaikan supaya kita skors sampai jam 19.00 WIB dan kita lanjutkan semuanya biar kita sesuai dengan apa yang telah kita atur diagendakan. Apakah kita bisa sepakati Bapak-Ibu sekalian?
Baiklah kalau begitu kita akan persilakan Pak KH. Syibli untuk berdoa buat kita semoga langkah kita kedepan akan lebih baik. Kemudian ijinkan saya atas nama semua untuk menskors kembali sehingga kita jam 19.00 WIB akan memulai kembali acara ini untuk agenda selanjutnya. Kami persilakan Pak Kyai.
8. PEMBICARA : KH. M. SYIBLI SAHABUDDIN, S.Ag, M.Ag. (SULBAR)
Selamat sore.
Salam sejahtera untuk kita semua.
Om Swastyastu.
Bapak pimpinan, Bapak-bapak anggota yang terhormat dan para hadirin sekalian. Ijinkan saya pada sore hari ini mengajak para hadirin sejenak menundukan kepala kita, mengosongkan jiwa kita, menengadah di hadapan Tuhan Yang Maha Kuasa Allah SWT. Semoga pada hari ini pertemuan kita diberkati dan dirahmati oleh Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa. Dan ijinkan saya pada sore hari ini membacakan doa dalam ajaran agama Islam, agama yang lain bisa mengikuti.
Audzubillah himinas syaiton nirojim, bismillahirrohmanirrohim
KETOK 1X
Alhamdulillahirabil'alamin, hamdan syakirin, hamdan na'imin, hamdan yuwafi wani’imahu yukafi maziidah, rabbana lakal hamdu kama yambaghi li jalali wajhikal kariimi shulthonik.
Allahumma ya Allah, ya Allah ya Tuhan kami, pada pembukaan masa sidang pertama
tahun sidang 2011-2012 hari ini tepat menjelang detik-detik malam 17 Ramadhan, malam yang dengannya Engkau turunkan firman-Mu, dan juga malam yang Engkau telah jadikan sebagai detik-detik kemerdekaan bangsa dan negara kami. Maka perkenankanlah dengan kemurahan-Mu kami menundukan kepala menengadahkan tangan dan hati kami memohon ampunan-Mu pada segala salah dan dosa yang telah kami lakukan dimasa yang lalu. Kami mungkin lalai dari setiap amanah yang telah Engkau berikan kepada kami, tetapi kami juga yakin seyakin-yakinnya bahwa Engkau juga Maha Kuasa untuk selalu menuntun dan membimbing kami agar kami senantiasa berada di jalan yang Engkau Ridhoi.
Ya Allah ya Tuhan Yang Maha Pengasih tak pilih kasih Engkau telah takdirkan kami menjadi bangsa yang majemuk yang memiliki aneka latar belakang dan keyakinan. Engkau telah tempatkan kami dalam sebuah negeri dengan hazanah yang beragam. Maka taburilah hati kami dengan sikap cinta pada sesama. Karuniailah pikiran dan perilaku arif kami dalam menangani perbedaan, karena sesungguhnya siapapun yang menolak kemajemukan negeri ini maka iapun menjadi hamba yang tidak menghargai kehendak dan ketentuan-Mu. Olehnya itu ya Allah kuatkanlah sikap syukur kami pada segala yang telah Engkau limpahkan kepada kami. Kokohkanlah semangat ke-Indonesiaan kami. Berikanlah ilmu dan kemampuan agar kami selalu bisa berkarya dan memberi yang terbaik bagi negara kami negara Republik Indonesia tercinta.
Ya Allah, sesungguhnya hanya kepada-Mu lah kami memohon dan berserah diri dan dengan kemurahan-Mu semata Engkau mengabulkan permohonan kami.
Allahummafir ummata Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Salam. Allahumma aslih ummata Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Salam. Allahumma ja`alna min ummati Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Salam. Allahumma ja`alna min ummati Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Salam. Allahumma ja`alna min ummati Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Salam. Allahumma ja`alna min ummati Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Salam. Robbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hassanah wa qina adza banner. Subhana robbika robbil 'izzati 'amma yashifuun wa salaamun 'alal mursaliin.Wal hamdulillahi robbil 'alamin. Mohon maaf lahir dan batin, jazakumullah. Allahulmuwafiq ila aqwamith-thariq
Om Shanty Shanty Shanty Om.
Selamat sore salam sejahtera untuk kita semua.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
9. PIMPINAN SIDANG : H. IRMAN GUSMAN, SE., MBA. (KETUA DPD RI)
Terima kasih Pak Kyai. Doa yang pengantar dalam sidang paripurna kita untuk masa mendatang. Jadi sekali lagi Bapak-Ibu sekalian, seperti yang telah kita putuskan bersama kita akan memulai lagi ini jam 19.00. Kita akan berbuka puasa bersama di depan. Barangkali ada Pak Farouk ingin menyampaikan sesuatu, silakan, yang punya usul tadi.
10. PEMBICARA : Prof. Dr. FAROUK MUHAMMAD (NTB)
Mohon diingatkan bahwa sesuai kepercayaan amanat yang diberikan pada Panmus itu sudah dihasilkan 2 naskah pedoman pemilihan pimpinan alat kelengkapan dan pedoman pemilihan anggota BK. Mohon itu supaya tidak simpang siur nanti dijadikan sebagai rujukan. Kedua, dalam menghadapi pelaksanaan pemilihan anggota BK yang kita skors ini, mohon petugas sekjen sudah menugaskan satu-satu petugasnya dengan surat-surat suaranya.
Jadi dimanapun kelompok itu mau berapat silakan, tapi nanti pada jam 19.00 kita kumpul sudah melaporkan hasil pemilihan secara tertutup bukan pemilihan karena kesepakatan.
Terima kasih.
11. PIMPINAN SIDANG : H. IRMAN GUSMAN, SE., MBA. (KETUA DPD RI)
Baik, usul yang baik sekali. Ini pedomannya sudah ada, pedoman pemilihan dan ini menjadi patokan kita nanti ya. Jadi karena sebentar lagi, 10 menit lagi kita bersama kita lakukan silaturahim menjelang berbuka dulu kita. Jadi pergunakan waktu itu untuk mengadakan pertemuan masing-masing gugus untuk menyerahkan nama, sehingga nanti pada jam 19.00 kita sudah punya nama di pimpinan melalui sekretariat jenderal.
Baik Bapak-Ibu sekalian apakah bisa kita skors sidang ini sampai jam 19.00? Baik.
12. PEMBICARA : Dr. LAODE IDA (SULTRA)
Terima kasih.
Bapak-bapak dan Ibu-ibu sekalian, saya kira saatnya kita mengambil tempat duduk masing-masing untuk kita lanjutkan kembali sidang ini.
Saya kira sudah, kita lanjutkan ya.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Dengan rahmat Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa saya kira skors sidang kita cabut.
Yang saya hormati Bapak-bapak Ibu-ibu anggota Dewan Perwakilan Daerah, hadirin yang sama saya hormati.
Pertama saya mohon maaf saya pimpin rapat ini karena Pak Ketua itu sedang kelelahan, sedang istirahat, jadi saya pimpin untuk melanjutkan rapat ini untuk beberapa acara. Dan saya kira tidak perlu menunggu kuorum karena ini hanya melanjutkan saja.
Sidang dewan yang mulia,
Hari ini tanggal 16 Agustus 2011 sesuai dengan Pasal 268 Undang-Undang No. 27 Tahun 2009 bahwa pada masa sidang DPD RI dimulai tanggal 16 Agustus dan diakhiri pada tanggal 15 Agustus. Maka kita laksanakan sidang paripurna DPD hari ini untuk pembukaan sidang tahun 2011-2012 dan sekaligus pembukaan masa sidang pertama tahun 2011-2012. Pada pagi dan siang hari tadi kita baru saja menyaksikan dan sekaligus menjalani secara langsung sebagai pelaku sejarah kebangsaan Indonesia, pelaksanaan sidang bersama DPR dan DPD RI. Serta prosesi penyampaian RUU dan pengaturan RUU oleh Presiden RI dengan
SIDANG DISKORS PUKUL 17.40 WIB
SIDANG DIBUKA KEMBALI PUKUL 19.15 WIB KETOK 1X
penyampaian nota keuangan atas RAPBN 2012. Dilanjutkan dengan penyerahan rancangan undang-undang oleh DPR RI kepada DPD RI untuk mendapatkan pertimbangan sebagaimana ketentuan Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 23 Ayat 2 dalam Sidang Paripurna DPR RI tadi. Saya kira itu adalah peristiwa untuk kedua kalinya. Dua ciri prosesi tersebut secara signifikan memberikan rekognisi kepada DPD RI. Untuk itu secara konsisten pula kita harus membuktikan bahwa rekognisi itu betul-betul akan memberikan amanat bagi bangsa Indonesia melalui kerja optimal fungsi politik DPD dalam mengaktualisasikan kepentingan daerah-daerah di seluruh Indonesia secara progresif dan prinsip dan dalam kerangka NKRI. Semuanya itu untuk mewujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia yaitu berdaulat, bersatu, adil dan makmur. Serta guna mencapai tujuan nasional kita yaitu melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa serta ikut melaksanakan ketertiban dunia dalam prinsip perdamaian yang abadi.
Dari meja pimpinan kami ingin mempertegas pesan-pesan dasar konstitusional bangsa kita yang pada perayaan hari ulang tahun kemerdekaan RI yang ke-66 kali ini, jiwa semangat cita-cita dan tujuan nasional harus terus-menerus kita hidupkan. Pada pembukaan sidang 2011-2012 dan sekaligus masa sidang pertama kali ini, sebagaimana diatur dalam ketentuan pasal 138 ayat 1 peraturan tatib DPD, kami ingin menyampaikan beberapa catatan penting yang meliputi highlight refleksi atas pidato Presiden RI. Masalah-masalah pokok yang dipandang perlu untuk menjadi catatan kita bersama serta beberapa agenda yang perlu menjadi substansi kerja politik alat kelengkapan pada masa sidang I ini. Mengingat waktu yang sangat terbatas dan highlight substansi ini dari 2 sidang dimaksud tercantum pada halaman 6 sampai dengan halaman 22, maka tidak akan saya bacakan akan tetapi melekat dalam materi sidang paripurna kali ini. Dan saya kira nanti lengkapnya bisa dibaca secara langsung.
Sidang dewan yang mulia,
Disamping berbagai agenda besar pada awal masa sidang ini kita juga harus menyelesaikan sebuah agenda internal yang rutin setiap tahun sesuai dengan ketentuan dan yang diatur dalam tatib keanggotaan semua alat kelengkapan DPD. Termasuk Kelompok DPD di MPR ditetapkan oleh sidang paripurna DPD pada permulaan masa sidang keanggotaan dan pada setiap permulaan tahun sidang. Sesuai dengan tatib DPD selain Badan Kehormatan, keanggotaan di masing-masing alat kelengkapan DPD mencerminkan keterwakilan masing-masing provinsi. Setiap anggota DPD harus menjadi anggota salah satu komite dan alat kelengkapan lainnya, kecuali pimpinan dan pimpinan MPR unsur DPD. Untuk keanggotaan Badan Kehormatan yang anggotanya merupakan alat representasi gugus pulau, siang tadi Panmus telah menetapkan pedoman pemilihan anggota Badan Kehormatan. Jadi tinggal mengikuti aturan-aturan sesuai dengan keputusan Panmus pada siang tadi.
Perlu kami sampaikan bahwa kesempatan anggota DPD dari setiap provinsi di alat kelengkapan DPD didasarkan atas kesepakatan dan ditandatangani oleh anggota dari provinsi yang bersangkutan kemudian disampaikan ke sekretariat jenderal. Berdasarkan laporan dari sekretariat jenderal maka dalam kesempatan ini kami akan mengesahkan keanggotaan alat-alat kelengkapan DPD RI tahun sidang 2011-2012. Selanjutnya dengan mengucapkan
bismillahirrohmanirrohim keanggotaan Komite I, Komite II, Komite IV serta keanggotaan
Badan Kehormatan, Panitia Musyawarah, Panitia Perancang Undang-Undang, Panitia Urusan Rumah Tangga. Saya kira ini catatan dari sekretariat saya kira sudah melewati dan saya tinggal bacakan saja, tapi sebetulnya yang harus dilakukan adalah membacakan nama-namanya dulu ya. Bisa ditayangkan ya? Apakah ada koreksi atau tidak? Komite I. lampu-lampu, dikecilin lampu sebelah sini.
13. PEMBICARA : Drs. H. BAHAR NGITUNG (SULSEL)
Pimpinan interupsi, pimpinan. B-103 Bahar Ngitung, pimpinan. Terima kasih pimpinan dan kawan-kawan sekalian yang saya hormati.
Menurut saya jangan dulu ditampilkan ini sebelum selesai BK, karena BK akan sangat mempengaruhi kedudukan masing-masing kawan di alat kelengkapan. Oleh karena itu, karena ada beberapa ada seperti Sulawesi itu belum keluar 3 orang. Oleh karena itu saya mohon waktu di skorsing sidang ini atau mohon dulu satu orang yang dapat menjelaskan mekanisme pemilihan yang ada di BK. Saya kira Pak Farouk atau Pak Cholid yang paling menguasai masalah ini mekanisme pemilihannya. Dan minta waktu untuk di skorsing kira-kira 5 sampai 10 menit untuk memilih anggota sesuai dengan porsi di gugusannya masing-masing. Namun demikian ada beberapa gugusan sudah selesai, tapi khusus untuk Sulawesi sampai saat ini belum selesai, dan itu sangat mempengaruhi kedudukan anggota di alat kelengkapan yang lainnaya. Terima kasih pimpinan.
14. PIMPINAN SIDANG : Dr. LAODE IDA (WAKIL KETUA DPD RI)
Saya kira yang kita bacakan dulu adalah alat kelengkapan Komite I dan IV. Saya kira di Kelompok itu, di alat kelengkapan itu tidak ada masalah ya. Komite I mana?
15. PEMBICARA : Drs. H. BAHAR NGITUNG (SULSEL)
Tolong dibesarkan sedikit karena sudah banyak yang di atas 60 tahun ini.
16. PIMPINAN SIDANG : Dr. LAODE IDA (WAKIL KETUA DPD RI)
Ini saya bacakan nama-nama Komite I ya. Saya baru dikasih daftarnya ini. Kelompok keanggotaan alat kelengkapan DPD RI Tahun Sidang 2011-2012 Komite I.
Satu, H. T. Bachrum Manyak, B-2, Nanggroe Aceh Darussalam. Sekretariat saja? Sekretariat saja ya?
Kita minta sekretariat untuk membacakan ini, Komite I, Komite II, Komite III, Komite IV. Dengan catatan belum ada masalah disitu ya, sudah lengkap semuanya, karena yang ada di meja saya adalah BK yang belum lengkap dari Sulawesi. Betul? Oke, silakan sekretariat.
17. PEMBICARA : Dra. SRI SUMARWATI (KEPALA BIRO PERSIDANGAN II)
Keanggotaan Komite I :
1. H .T. Bachrum Manyak, NAD. 2. Dr. Rahmat Shah, Sumut.
3. Alirman Sori, SH., M.Hum., MM., Sumbar. 4. Muhammad Gazali, Lc., Riau.
5. Dra. Hj. Juniwati T. Majchun Sofwan, Jambi. 6. Hj. Percha Leanpuri. B.Bus. MBA., Sumsel. 7. Dra. Eni Khairani., M.Si., Bengkulu.
8. Ir. Anang Prihantoro, Lampung.
9. Tellie Gozelie, SE., Kepulauan Bangka Belitung.
10. Hj. Aida Zulaika Nasution Ismeth, SE., MM., Kepulauan Riau. 11. H. Dani Anwar, DKI Jakarta.
12. H. Amang Syafrudin, Jabar.
13. Denty Eka Widi Pratiei, SE., Jawa Tengah. 14. GKR. Hemas, DIY.
15. Wasis Siswoyo, SH., Jatim.
16. Drs. H. Abdurrahman, M.AP., Banten. 17. I Wayan Sudirta, SH., Bali.
18. Prof. Dr. Farouk Muhammad, NTB. 19. Ir. Emanuel Babu Eha, NTT.
20. Hj. Sri Kadarwati, Kalbar.
21. H. Said Akhmad Fawzi Z. Bachsin, S.HI., Kalteng. 22. Ir. Adhariani, SH., MH., Kalsel.
23. Luther Kombong, Kaltim. 24. Ferry F.X. Tinggogoy, Sulut.
25. Pdt. Dr. Silviana H. Pandegirot, MTH., Sulteng. 26. H. M. Aksa Mahmud, Sulsel.
27. Drs. H. Kamaruddin, Sultra. 28. Dr. Budi Doku, Gorontalo. 29. Maluku masih kosong.
30. Drs. H. Mudaffar Sjah, Bc. HK., Maluku Utara. 31. Drs. H. Wahidin Ismail, Papua Barat.
32. Hj. Mulyana Isham, SH., MM., Sulbar. 33. Drs. Paulus Yohanes Sumino, MM., Papua.
18. PIMPINAN SIDANG : Dr. LAODE IDA (WAKIL KETUA DPD RI)
Berhenti dulu, saya kira berhenti dulu. Ada masalah disitu?
19. PEMBICARA : JACOB JACK OSPARA, S.Th., M.Th. (MALUKU)
Maluku sekretariatnya rupanya belum di koreksi, surat masuk kami. Belum masuk dari siang tadi? Jacob Jack Ospara, sudah masuk dari siang tadi, seluruh komite sudah masuk. Jadi ada salah kalau tidak di taruh, sudah masuk.
20. PEMBICARA : Drs. H. ABDURACHMAN LAHABATO (MALUKU UTARA)
Makanya administrasi harus jelas itu, Maluku.
21. PEMBICARA : TONNY TESAR (PAPUA)
Coba orang-orangnya yang mana coba berdiri.
22. PEMBICARA : Dra. SRI SUMARWATI (KEPALA BIRO PERSIDANGAN II)
Kami ulangi, Maluku, Jacob Jack Ospara. Pendetanya dihapus, pendetanya dihapus. Komite I sudah Bapak?
23. PIMPINAN SIDANG : Dr. LAODE IDA (WAKIL KETUA DPD RI)
Jadi Komite I sudah lengkap? Kita sahkan nama-nama yang sudah dibacakan tadi dengan koreksi dari Pak Jack Ospara.
24. PEMBICARA : Drs. H. BAHAR NGITUNG (SULSEL)
Pimpinan, masih kosong nomor keanggotaanya.
25. PIMPINAN SIDANG : Dr. LAODE IDA (WAKIL KETUA DPD RI)
Sekali lagi saya konfirmasi kita sudah dibacakan nama-nama anggota Komite I periode masa sidang 2011-2012. Tidak ada keberatan lagi?
26. PEMBICARA : Prof. Dr. FAROUK MUHAMMAD (NTB)
Sebentar Pak, saya sarankan mengesahkan itu sampai Komite IV dulu jangan sampai nanti setelah kita baca tahu-tahu ada double. Jadi nanti bacakan semua dulu sahkan satu kali.
27. PIMPINAN SIDANG : Dr. LAODE IDA (WAKIL KETUA DPD RI)
Boleh juga, tapi ini satu-satu supaya tidak ada masalah, selesai satu.
28. PEMBICARA : Prof. Dr. FAROUK MUHAMMAD (NTB)
Tahu-tahu kita timbul masalah, siapa tahu kan.
29. PIMPINAN SIDANG : Dr. LAODE IDA (WAKIL KETUA DPD RI)
Oke. Dibacakan dulu I, II, III, IV? Oke. Kita setuju, Komite I sudah tidak ada masalah ya?
30. PEMBICARA : Dra. SRI SUMARWATI (KEPALA BIRO PERSIDANGAN II)
Komite II :
1. Mursyid, NAD.
2. Parlindungan Purba, SH., MM., Sumut. 3. Riza Falepi, ST., MT., Sumbar.
4. Intsiawati Ayus, SH., MH., Riau. 5. M. Syukur, SH., Jambi.
6. Abdul Aziz, Sumsel.
7. Bambang Soeroso, Bengkulu. 8. Iswandi, A.Md., Lampung.
9. Hj. Noorhari Astuti, Kepulauan Bangka Belitung. 10. Djasarmen Purba, Kepulauan Riau.
11. H. Djan Faridz, DKI Jakarta. 12. Prof. Dr. Muhammad Surya, Jabar. 13. Poppy Susanti Darsono, Jawa Tengah. 14. Muhammad Afnan Hadikusumo, DIY. 15. Ir. Supartono, Jatim.
16. H. Ahmad Subadri, Banten. 17. I Kadek Arimbawa, Bali.
18. Baiq Diyah Ratu Ganefi, SH., NTB. 19. Ir. Abraham Liyanto, NTT.
20. Hj. Hairiah, SH., MH., Kalbar.
21. Hj. Permana Sari, S,Si., MBA., Kalteng.
22. H. Gusti Farid Hasan Aman, SE., Akt., MBA., Kalsel. 23. Ir. H. Bambang Susilo, MM., Kaltim.
24. Aryanthi Baramuli Putri, SH., MH., Sulut. 25. Ahmad Syaifullah Malonda, SP., Sulteng. 26. Drs. H. Bahar Ngitung, Sulsel.
27. Ir. H. Abd. Jabbar Toba, Sultra.
28. Hana Hasanah Fadel Muhammad, Gorontalo. 29. Maluku masih kosong.
30. Matheus S. Pasimanjeku, SH., Maluku Utara. 31. Ishak Mandacan, SH., Papua Barat.
32. Muhammad Asri Anas, Sulbar. 33. Pdt. Elion Numberi, STh., Papua.
31. PIMPINAN SIDANG : Dr. LAODE IDA (WAKIL KETUA DPD RI)
Provinsi Maluku memang masih kosong. Sekretariat belum menerima masukan dari Maluku. Kalau boleh disebutkan ada nama yang disepakati dari Maluku. Siapa? Ibu Etha.
32. PEMBICARA : TONNY TESAR (PAPUA)
Pak Ketua, ijin Pak Ketua. Pak Ketua, interupsi Pak Ketua. Saya kira sebaiknya kita
break sebentar, Maluku masukin dulu resmi tercatat tandatangan, karena ini persoalan bukan
persoalan kami semua, tapi persoalan Maluku. Jangan sampai kami tetapkan kemudian ada yang protes, jadi biarlah mereka tandatangan dulu, ini administrasi. Kalau tidak ada masalah kenapa tidak ada nama, tapi kita mau tetapkan sekarang jangan kita tetapkan tidak ada. Buktikan dulu masuk dimana, kalau tidak ada ini jangan ditetapkan Pak Ketua.
33. PIMPINAN SIDANG : Dr. LAODE IDA (WAKIL KETUA DPD RI)
Sabar, sabar, jadi Pak Tonny sabar. Saya mohon pengertiannya, ini ada masalah administrasi, ada masalah kesepakatan provinsi. Kalau biasanya yang dianut adalah administrasi. Tapi kali ini teman-teman dari Maluku bisa?
34. PEMBICARA : JACOB JACK OSPARA, S.Th., M.Th. (MALUKU)
Kami tidak ada masalah Pak, semua sudah ditandatangani, sudah kasih masuk tadi sekretariat kami Nyonya Tina.
35. PIMPINAN SIDANG : Dr. LAODE IDA (WAKIL KETUA DPD RI)
Oke kita lanjut saja dulu, kita lanjut saja sampai IV, nanti kalau catatan ini tinggal dimasukan disusulkan. Kita sepakat seperti itu? Oke. Silakan lanjut Komite III.
36. PEMBICARA : Prof. Dr. JHON PIERIS, SH., MS. (MALUKU)
Pak Ketua, tadi kalau dimasukan Pak Jack Ospara di Komite I logikanya Ibu Etha juga di masukan Komite II, tidak ada soal. Itu di perjalanan mungkin saya kurang tahu. Jadi kami status quo Komite I, II, III, IV status quo, tidak ada soal.
37. PIMPINAN SIDANG : Dr. LAODE IDA (WAKIL KETUA DPD RI)
Nanti kita bacakan dulu Komite III baru kita kembali disitu sebelum kita ketok palu. Silakan.
38. PEMBICARA : Prof. Dr. JHON PIERIS, SH., MS. (MALUKU)
Tadi Pak Jack sudah dimasukan namanya, persoalanya sama dengan Ibu Etha, dimasukan saja.
39. PIMPINAN SIDANG : Dr. LAODE IDA (WAKIL KETUA DPD RI)
Iya Pak, tapi sabar dulu pasti akan masuk sebentar setelah pembacaan selesai semua.
40. PEMBICARA : Prof. Dr. JHON PIERIS, SH., MS. (MALUKU)
Kalau begitu Pak Jack dikeluarkan Komite I.
41. PIMPINAN SIDANG : Dr. LAODE IDA (WAKIL KETUA DPD RI)
Itulah saya katakana, ini masukan saja, masukan atau tidak masukan itu akan sama nilainya ketika kita ketok palu sebentar, tapi karena permintaan.
42. PEMBICARA : JACOB JACK OSPARA, S.Th., M.Th. (MALUKU)
Mba Rona di Panmus yang terima itu.
43. PIMPINAN SIDANG : Dr. LAODE IDA (WAKIL KETUA DPD RI)
Tidak apa-apa, dimasukan saja.
44. PEMBICARA : Prof. Dr. Dra. Hj. ISTIBSYAROH, SH., MA. (JAWA TIMUR)
Pimpinan, sudah dimasukan itu sudah ada tulisannya, Ibu Hj. Etha Aisyah sudah masuk.
45. PIMPINAN SIDANG : Dr. LAODE IDA (WAKIL KETUA DPD RI)
Sudah masuk ya.
46. PEMBICARA : TONNY TESAR (PAPUA)
Pak Ketua interupsi lagi Pak Ketua. Saya lihat baca-baca ini selalu dari Barat begitu, kenapa tidak balik lagi baca dari timur. Ini keadilan, kita bicara persoalan membaca dari pertama ini penting. Jadi saya minta dibalik lagi baca dari timur. Terima kasih.
47. PEMBICARA : Dra. SRI SUMARWATI (KEPALA BIRO PERSIDANGAN II)
1. Tengku Abdurrahman BTM, NAD.
2. Prof. Dr. Ir. Hj. Darmayanti Lubis, Sumut. 3. Hj. Emma Yohanna, Sumbar.
4. Dra. Hj. Maimanah Umar, MA., Riau. 5. Dra. Hj. Elviana, M.Si., Jambi.
6. Drs. H. Aidil Fitrisyah, MM., Sumsel. 7. H. Mahyudin Shobri, SE., Bengkulu. 8. H. Ahmad Jajuli., S.IP., Lampung.
9. Bahar Buasan, ST., Kepulauan Bangka Belitung. 10. Drs. Hardi Selamat Hood, Kepulauan Riau. 11. H. Pardi, SH., DKI Jakarta.
12. KH. Sofyan Yahya, MA., Jawa Barat. 13. Drs. Sulistiyo, M.Pd., Jawa Tengah. 14. Drs. H. A. Hafidh Asrom, MM., DIY.
15. Prof. Dr. Dra. Hj. Istibsyaroh, SH., MA., Jatim. 16. Drs. H. Abdi Sumaithi, Banten.
17. IGN Kesuma Kelakan, ST., M.Si., Bali. 18. H. Lalu Supardan, S.Ag., NTB.
19. Carolina Nubatonis Kondo, NTT. 20. Maria Goreti, S,Sos., M.Si., Kalbar.
21. Dr. Pdt. Rugas Binti, BD., M.Div., D.Min., Kalteng. 22. H. Habib Hamid Abdullah, SH., MH., Kalsel. 23. KH. Muslihuddin Abdurrasyid, Lc.,M.Pdi., Kaltim. 24. Drs. Alvius Lomban, M.Si., Sulut.
25. Shaleh Muhamad Aldjufri. Lc., MA., Sulteng.
26. Ir. H. Abdul. Azis Qahhar Mudzakkar., M.Si., Sulsel. 27. Ir. H. Abdul. Jabbar Toba, Sultra.
28. Rachmiyati Jahja, Gorontalo. 29. Matheus Pasimanjeku, maluku.
30. Prof. Dr. Hj. Kemala Motik Gafur, Maluku Utara. 31. Mervin Sadipun Komber, Papua Barat.
32. KH. M. S. Sahabuddin, S.Ag., M.Ag., Sulbar. 33. Helina Murib, Papua.
48. PEMBICARA : JACOB JACK OSPARA, S.Th., M.Th. (MALUKU)
Tolong. Mohon maaf Pak Ketua. Maluku Utara mewakili Maluku, dapat dimana itu? Matheus Pasimanjeku dengan Prof. Kemala Motik, masa dua-dua dimasuk Maluku. Kacau balau Maluku ini, memang Maluku akhirnya kacau.
49. PIMPINAN SIDANG : Dr. LAODE IDA (WAKIL KETUA DPD RI)
Sabar, sabar, ini kesalah administrasi ini, karena. Silakan.
50. PEMBICARA : Drs. H. ABDURACHMAN LAHABATO (MALUKU UTARA)
Tolong dikoreksi ulang dari Maluku Utara itu di kirim memang sudah seperti yang di inginkan, tidak seperti itu pimpinan.
51. PIMPINAN SIDANG : Dr. LAODE IDA (WAKIL KETUA DPD RI)
Maluku Utara tidak ada masalah.
52. PEMBICARA : Drs. H. ABDURACHMAN LAHABATO (MALUKU UTARA)
Maluku Utara tidak ada masalah.
53. PEMBICARA : Dra. SRI SUMARWATI (KEPALA BIRO PERSIDANGAN II)
Baik, kami ulangi untuk Maluku Ibu Anna Latuconsina.
54. PEMBICARA : Drs. H. BAHAR NGITUNG (SULSEL)
Pimpinan, ada nomor 27 Ir. H. Abd. Jabbar Toba itu sudah ada di Komite II. Kalau memang harus menggantikan pimpinan Pak Laode Ida di Komite III seharusnya nama tetap Pak Laode Ida seperti terjadi di Komite I, GKR Hemas tetap nama beliau tetapi dalam pelaksanaan tugasnya selalu diwakili oleh kawannya yang lain. Tapi didalam alat tertulis alat kelengkapan tidak boleh ada double. Terima kasih. Ini kecurigaannya Pak Farouk terbukti.
55. PEMBICARA : Dra. SRI SUMARWATI (KEPALA BIRO PERSIDANGAN II)
Baik kami lanjutkan dengan Komite IV : 1. Dr. Ahmad Farhan Hamid, MS., NAD. 2. Drs. Rudolf M. Pardede, Sumut. 3. Riza Falepi, ST., MT., Sumbar. 4. H. Abdul Gafar Usman, Riau. 5. Hasbi Anshory, SE., MM., Jambi. 6. Hj. Asmawati., SE., MM., Sumsel. 7. Sultan Bakhtiar Najamudin, Bengkulu. 8. Aryodia Febriansya, ZP., SH., Lampung.
9. H. Rosman Djohan, Kepulauan Bangka Belitung. 10. Drs. H. Zulbahri M, M.Pd., Kepulauan Riau. 11. Dr.(HC). A.M. Fatwa, DKI Jakarta.
12. Dra. Hj. R. Ella M. Giri Komala R. Jawa Barat. 13. GKR Ayu Koes Indriyah, Jawa Tengah.
14. H. Cholid Mahmud, ST., MT., DIY. 15. Drs. H. Abdul Sudarsono, Jatim. 16. Andika Hazrumy, Banten. 17. I Nengah Wiratha, SE., Bali.
18. H. LL. Abdul Muhyi Abdin, MA., NTB. 19. Ir. Sarah Lery Mboeik, NTT.
20. Erma Suryani Ranik, SH., Kalbar. 21. H. Hamdani, S.IP., Kalteng.
22. Drs. H. Mohammad Sofwat Hadi, SH., Kalsel. 23. Awang Ferdian Hidayat, Kaltim.
56. PEMBICARA : AIDA ZULAIKA NASUTION ISMETH, SE., MM. (KEPULAUAN RIAU)
Maaf Pak Ketua, tidak cocok itu yang dibacakan.
57. PIMPINAN SIDANG : Dr. LAODE IDA (WAKIL KETUA DPD RI)
Ada masalah?
58. PEMBICARA : AIDA ZULAIKA NASUTION ISMETH, SE., MM.
(KEPULAUAN RIAU)
Tidak cocok dengan daftar. Nomor 22.
59. PEMBICARA : Dra. SRI SUMARWATI (KEPALA BIRO PERSIDANGAN II)
Kami ulangi.
23. Awang Ferdian Hidayat, Kaltim. 24. Ir. Marhany Victor Polypua, Sulut.
25. Hj. Nurmawati Dewi Bantilan, SE., Sulteng. 26. Litha Brent, SE., Sulsel.
27. Drs. H. Husein Efendi, SH., Sultra.
28. Elnino M. Husein Mohi. ST., M.Si., Gorontalo. 29. Prof. Dr. Jhon Pieris, SH., MS., Maluku.
30. Drs. H. Abdurachman Lahabato, Maluku Utara. 31. Sofia Maipauw, SH., Papua Barat.
32. Ir. H. Iskandar Muda Baharuddin Lopa, Sulbar. 33. Tonny Tesar, Papua.
Selesai.
60. PIMPINAN SIDANG : Dr. LAODE IDA (WAKIL KETUA DPD RI)
Ada masalah?
61. PEMBICARA : AIDA ZULAIKA NASUTION ISMETH, SE., MM.
(KEPULAUAN RIAU)
Ada masalah, tidak cocok Pak Laode.
62. PIMPINAN SIDANG : Dr. LAODE IDA (WAKIL KETUA DPD RI)
Jadi sudah clear ya.
63. PEMBICARA : Prof. Dr. Dra. Hj. ISTIBSYAROH, SH., MA. (JAWA TIMUR)
Pimpinan. Yang diketik untuk nomor Komite IV itu tidak cocok sumbernya yang dibacakan, banyak yang salah, banyak yang keliru, mungkin harus dibenahi dulu baru disahkan.
64. PIMPINAN SIDANG : Dr. LAODE IDA (WAKIL KETUA DPD RI)
Komite IV ya? Oke. Saya bacakan ulang, saya bacakan ulang ya. Komposisi keanggotaan alat kelengkapan DPD RI Tahun Sidang 2011-2012 Komite IV.
1. Dr. Ahmad Farhan.
65. PEMBICARA : H. DANI ANWAR (DKI JAKARTA)
Interupsi pimpinan, interupsi, itu sudah betul semua, jadi tidak perlu dibaca ulang. Terima kasih.
66. PIMPINAN SIDANG : Dr. LAODE IDA (WAKIL KETUA DPD RI)
Tadi katanya ada yang salah, yang mana?
67. PEMBICARA : Prof. Dr. Dra. Hj. ISTIBSYAROH, SH., MA. (JAWA TIMUR)
Gorontalo tadi ada dua, ada Ibu Hana dan juga ada, masih belum dibenahi itu.
68. PIMPINAN SIDANG : Dr. LAODE IDA (WAKIL KETUA DPD RI)
Coba tayangkan dulu mana yang salah. Coba tayangkan Komite IV, sehingga dilihat mana yang salah. Elnino.
69. PEMBICARA : Dra. Hj. ELLA M. GIRI KOMALA R. (JAWA BARAT)
Ketua, mohon ijin. Kalau saya tidak salah itu Pak Riza Palepi itu tadi sudah disebutkan di Komite II, sekarang di Komite IV. Itu mungkin karena menggantikan posisi Pak Irman, jadi tetap disebut salah satunya Pak Irman dimana, tapi operasional nanti yang melaksanakan adalah Pak Riza.
70. PIMPINAN SIDANG : Dr. LAODE IDA (WAKIL KETUA DPD RI)
Iya dicatat, masih ada yang tidak sesuai? Lanjut ya. Saya kira kita sudah bisa mengambil keputusan. Komite I, sejauh ini tidak ada masalah dan kemudian Komite II juga tidak ada masalah, Komite III itu ada catatan adalah Pak Jabar Toba, sebetulnya adalah nama saya menggantikan saya di Komite III tapi yang harus dicatat namanya adalah nama saya, nanti operasionalnya adalah Pak Jabar Toba. Begitu juga di Sumatera Barat Riza Falepi, betul? Pilih di komite yang mana? Pilih di Komite II. Jadi di Komite IV namanya Pak Irman Gusman. Sejauh ini tidak ada masalah? kita bisa mengambil keputusan nama-nama Komite I, Komite II, Komite III, Komite IV.
71. PEMBICARA : Dr. BUDI DOKU (GORONTALO)
Interupsi pimpinan. Budi Doku.
72. PIMPINAN SIDANG : Dr. LAODE IDA (WAKIL KETUA DPD RI)
73. PEMBICARA : Dr. BUDI DOKU (GORONTALO)
Kalau boleh konstelasi di daerah, jadi seluruh dulu, dengan alat kelengkapan yang lain baru di ketok. Jadi ada kelengkapan lain baru kita ketok seluruh. Oke, terima kasih pimpinan.
74. PIMPINAN SIDANG : Dr. LAODE IDA (WAKIL KETUA DPD RI)
Iya, tadi kita sudah sepakati bahwa I, II, III, IV dibacakan dulu seluruhnya baru diketok. Jadi kita setuju?
75. PEMBICARA : Dr. BUDI DOKU (GORONTALO)
Belum, ini usul.
76. PIMPINAN SIDANG : Dr. LAODE IDA (WAKIL KETUA DPD RI)
Kita sudah sepakat tadi tentang itu, tidak ada masalah? Kita ketok
77. PEMBICARA : Prof. Dr. FAROUK MUHAMMAD (NTB)
Ada tambahan Pak ketua.
78. PIMPINAN SIDANG : Dr. LAODE IDA (WAKIL KETUA DPD RI)
Terima kasih Bapak-bapak dan Ibu-ibu sekalian.
79. PEMBICARA : Prof. Dr. FAROUK MUHAMMAD (NTB)
Pak Ketua, nanti ada tambahan saja tolong dipastikan dulu, memang secara formal dokumen itu yang dari Maluku harus ada.
80. PIMPINAN SIDANG : Dr. LAODE IDA (WAKIL KETUA DPD RI)
Maluku? Maluku tadi mana? Mana surat Maluku? Suratnya?
Iya, Bapak-bapak dan Ibu-ibu sekalian khususnya Pak Farouk, dari Maluku itu baru diterima menurut laporan sekretariat tadi sore sekitar jam 6. Kemudian yang bertanda tangan 3 orang, yaitu Ibu Anna Latuconsina, Pak Jhon Pieris, Pak Jack Ospara dan Ibu Etha Aisyah itu belum bertanda tangan. Tapi tadi ada jaminan dari Maluku bahwa tidak ada masalah, begitu?
81. PEMBICARA : JACOB JACK OSPARA, S.Th., M.Th. (MALUKU)
Boleh Pak?
Saya hanya kasih penjelasan mengenai posisi Ibu Etha supaya jangan menimbulkan seolah-olah gonjang ganjing kami dari Maluku, Maluku aman. Ibu Etha Hentihu sementara
berproses pemilukada di Kabupaten Pulau Buru, karena itu dia tidak bisa menandatangani itu. Tapi lewat konfirmasi HP itu sudah selesai.
82. PIMPINAN SIDANG : Dr. LAODE IDA (WAKIL KETUA DPD RI)
Oke, kita dengarkan semua, jadi tidak ada masalah? Iya kita lanjut.
Berikutnya komposisi keanggotaan pada alat kelengkapan PURT, betul, PURT dulu kan ? mana dokumen, mana? Coba dikasih di sini daftar nama-namanya itu sedikit.
83. PEMBICARA : Drs. H. BAHAR NGITUNG (SULSEL)
Pimpinan, 103 pimpinan. Saya usul, dengan selesainya penetapan Komite I, II, III dan IV, untuk alat kelengkapan lainnya menurut saya ini diberikan dulu kesempatan kepada BK untuk menyelesaikan komposisi keanggotaan alat kelengkapan BK, karena itu ada pengaruhnya dengan komposisi di alat kelengkapan lainnya. Jadi kalau bisa di skorsing dulu sidang ini 5 sampai 10 menit untuk masing-masing gugus bertemu, dan kawasan bertemu menentukan, bukan, kawasan tidak usah, gugus menentukan keanggotaannya yang duduk di BK.
84. PIMPINAN SIDANG : Dr. LAODE IDA (WAKIL KETUA DPD RI)
Saya kira kalau kita bisa terima usul itu saya tidak keberatan, karena yang belum masukan nama-namanya disini adalah Sulawesi, Sulawesi. Jadi kalau kita skors sampai dengan 10 menit tidak keberatan, setelah itu kita kembali tepat waktu untuk melanjutkan pengesahan alat-alat kelengkapan lainnya termasuk Badan Kehormatan, setuju ?
85. PEMBICARA : Dr. BUDI DOKU (GORONTALO)
Tunggu pimpinan, interupsi. Kalau boleh yang masalah Sulawesi, Sulawesi saja yang dinanti 10 menit lagi. Kalau ini kita lanjutkan saja.
86. PIMPINAN SIDANG : Dr. LAODE IDA (WAKIL KETUA DPD RI)
Tadi lanjutkan itu pembacaan taman-teman dari Sulawesi berarti tidak ada dalam ruangan ini. Saya punya pilihan, pertama kita lanjutkan yang lain dulu baru BK setelah selesai semua alat kelengkapan, kurang BK, BK ditambahkan.
87. PEMBICARA : H. CHOLID MAHMUD, ST., MT. (DI YOGYAKARTA)
Ketua, baik terima kasih.
Jadi saya kira wajar ketika setiap provinsi itu mempertimbangkan rangkap alat kelengkapan ya, sedangkan BK itu kan dipilihnya tertutup, sehingga tidak diketahui siapa yang akan terpilih menjadi BK itu. Nah karena itu saya kira memang untuk Sulawesi ini kita beri waktu saja 10 menit untuk menyelesaikan, sehingga pasti siapa yang di BK, sehingga pembagian untuk alat kelengkapan yang lain tidak akan masalah. Terima kasih.
88. PIMPINAN SIDANG : Dr. LAODE IDA (WAKIL KETUA DPD RI)
Artinya setuju dengan usulan Pak Bahar? kita setuju dengan itu skors 10 menit? Skors 10 menit.
89. PIMPINAN SIDANG : Dr. LAODE IDA (WAKIL KETUA DPD RI)
Mohon maaf untuk kembali ketempat masing-masing, karena waktu skors sebetulnya sudah lewat. Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim skors sidang saya cabut kembali.
Saya minta laporan dari teman-teman Sulawesi apakah sudah siap? sudah selesai? Pak Bahar Ngitung?
90. PEMBICARA : Drs. H. BAHAR NGITUNG (SULSEL)
Sudah ada di Pak Jabbar Toba. Coba yang sudah selesai dari President suit Hotel Mulia diserahkan.
91. PIMPINAN SIDANG : Dr. LAODE IDA (WAKIL KETUA DPD RI)
Iya, mohon dilaporkan nama dari Sulawesi itu yang 3 orang yang akan mengisi di alat kelengkapan BK.
92. PEMBICARA : CAROLINA NUBATONIS KONDO (NTT)
Pimpinan, sambil menunggu, mohon ijin Ibu.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Saya tujukan kepada Pimpinan dengan Ibu Sesjen. Saya sangat prihatin sekali di antara kita mungkin karena kelelahan dalam bulan puasa ini ada yang membutuhkan P3K, misalnya kalau memungkinkan kalau rapat seperti ini tolong disiapkan obat-obat sederhana. Terima kasih Ibu.
93. PIMPINAN SIDANG : Dr. LAODE IDA (WAKIL KETUA DPD RI)
Iya, saran yang baik Ibu Carolin. Ini alhamdulillah ini sudah masuk, sudah lengkap nama-nama dari Sulawesi untuk mengisi komposisi di keanggotaan di Badan Kehormatan. Selanjutnya saya kira kita bacakan secara lengkap saja alat-alat kelengkapan lain termasuk Badan Kehormatan untuk kemudian kita sahkan. Saya minta sekretariat untuk membacakannya. Di mulai dari mana saja, terserah.
SIDANG DISKORS PUKUL 19.55 WIB
SIDANG DIBUKA KEMBALI PUKUL 20.15 WIB KETOK 1X
94. PEMBICARA : SRI SUMARWATI (KEPALA BIRO PERSIDANGAN II)
Komposisi keanggotaan alat kelengkapan DPD RI Tahun Sidang 2011 – 2012, Panitia Urusan Rumah Tangga :
1. Tengu Abdurrahman BTM, NAD.
2. Prof. Dr. Ir. Hj. Darmayanti Lubis, Sumut. 3. Alirman Sori, SH., M.Hum., MM., Sumbar. 4. Muhammad Gazali, Lc., Riau.
5. M. Syukur, SH., Jambi.
6. Drs. H. Aidil Fitrisyah, MM., Sumsel. 7. H. Mahyudin Shobri, SE., Bengkulu. 8. H. Ahmad Jajuli, S.IP., Lampung. 9. Bahar Buasan, ST., Kepulauan Babel. 10. Drs. H. Zulbahri M, M.Pd., Kepulauan Riau. 11. H. Dani Anwar, DKI Jakarta.
12. KH. Sofyan Yahya, MA., Jawa Barat. 13. GKR. Ayu Koes Indriyah, Jawa Tengah. 14. Drs H. A. Hafidh Asrom, MM., DIY. 15. Wasis Siswoyo, SH., Jawa Timur. 16. H. Ahmad Subadri, Banten. 17. I Kadek Arimbawa, Bali.
18. Baiq Diyah Ratu Ganefi, SH., NTB. 19. Ir. Emanuel Babu Eha, NTT.
20. Maria Goreti, S.Sos., M.Si., Kalbar.
21. Dr. Pdt. Rugas Binti, BD., M.Div., D.Min., Kalteng. 22. Ir. Adhariani, SH., MH., Kalsel.
23. Awang Ferdian Hidayat, Kaltim. 24. Ferry F.X. Tinggogoy, Sulut.
25. Ahmad Syaifullah Malonda, SP., Sulteng. 26. Litha Brent, SE., Sulsel.
27. Drs. Husain Efendi. SH, Sultra. 28. Dr. Budi Doku, Gorontalo.
29. Hana Hasanah Fadel Muhammad, Gorontalo. 30. Prof. Dr. Jhon Pieris, SH., MS., Maluku. 31. Matheus S. Pasimanjeku, SH., Maluku Utara. 32. Ishak Mandacan, SH., Papua Barat.
33. Hj. Mulyana Isham, SH., MM., Sulbar. 34. Pdt. Elion Numberi, STh., Papua.
95. PEMBICARA : ELNINO M. HUSEIN MOHI. ST., M.Si. (GORONTALO)
Pimpinan, soal Gorontalo, Elnino.
96. PIMPINAN SIDANG : Dr. LAODE IDA (WAKIL KETUA DPD RI)
97. PEMBICARA : SRI SUMARWATI (KEPALA BIRO PERSIDANGAN II)
Panitia Perancang Undang-Undang : 1. Ir. Mursyid, NAD.
2. Parlindungan Purba, SH., Sumut. 3. Hj. Emma Yohanna, Sumbar. 4. Intsiawati Ayus, SH., MH., Riau.
5. Dra. Hj. Juniwati T. Masjchun Sofwan, Jambi. 6. Abdul Aziz, Sumsel.
7. Dra. Eni Khairani, M.Si., Bengkulu. 8. Iswandi, A.Md., Lampung.
9. H. Rosman Djohan, Kepulauan Babel. 10. Djasarmen Purba, Kepulauan Riau. 11. H. Pardi, SH., DKI Jakarta.
12. H. Amang Syafrudin, Jawa Barat.
13. Denty Eka Widi Pratiwi, SE., Jawa Tengah. 14. Muhammad Afnan Hadikusumo, DIY. 15. Ir. Supartono, Jawa Timur.
16. Drs. H. Abdurrahman, M.AP., Banten. 17. I Wayan Sudirta, SH., Bali.
18. H. LL. Abdul Muhyi Abidin, MA., NTB. 19. Carolina Nubatonis Kondo, NTT.
20. Hj. Hairiah, SH., MH., Kalbar. 21. H. Hamdani, S.IP, Kalteng.
22. H. Gusti Farid Hasan Aman, SE., Akt., MBA., Kalsel. 23. KH. Muslihuddin Abdurrasyid, Lc., M.Pdi., Kaltim. 24. Aryanthi Baramuli Putri, SH., MH., Sulut.
25. Hj. Nurmawati Dewi Bantilan, SE., Sulteng. 26. Sulawesi, masih kosong
27. Drs. H. Kamaruddin, Sultra. 28. Rachmiyati Jahja, Gorontalo. 29. Jacob Jack Ospara, Maluku.
30. Drs. H. Mudaffar Sjah, Bc. HK., Maluku Utara. 31. Mervin Sadipun Komber, Papua Barat.
32. KH. Myhammad S. Sahabuddin, S.Ag, M.Ag., Sulbar. 33. Drs. Paulus Yohanes Sumino, MM., Papua.
98. PEMBICARA : LITHA BRENT, SE. (SULSEL)
Saya mau koreksi, Nomor 104, Sulsel masih kosong. Setelah terpilihnya BK maka nama di Sulsel menjadi Bapak Bahar Ngitung. Jelas? Dari Sulsel Bahar Ngitung untuk PPUU.
99. PEMBICARA : SRI SUMARWATI (KEPALA BIRO PERSIDANGAN II)
Kami ulangi Nomor 26 untuk Panitia Perancang Undang-Undang Bapak Bahar Ngitung dari Sulawesi Selatan.
100. PEMBICARA : Dr. BUDI DOKU (GORONTALO)
Pimpinan, pimpinan. Kalau boleh nanti terakhir saja Gorontalo saja ada dua tadi nanti terakhir diberikan waktu.
101. PEMBICARA : SRI SUMARWATI (KEPALA BIRO PERSIDANGAN II)
Baik, kami lanjutkan kepada Panitia Akuntabilitas Publik : 1. Dr. Ahmad Farhan Hamid, MS., NAD.
2. Drs. Rudolf M. Pardede, Sumut. 3. Riza Falepi, ST., MT., Sumbar. 4. H. Abdul Gafar Usman, MM., Riau. 5. Dra. Hj. Elviana, M.Si., Jambi. 6. Hj. Asmawati, SE., MM., Sumsel. 7. Sultan Bakhtiar Najamudin, Bengkulu.
8. Ir. Aryodia Febriansya. S. ZP., SH., Lampung. 9. Hj. Noorhari Astuti, Kepulauan Bangka Belitung. 10. Drs. Hardi Selamat Hood, Kepulauan Riau. 11. Dr. (HC). A.M. Fatwa, DKI Jakarta.
12. Prof. Dr. H. Muhammad Surya, Jabar. 13. Drs. Sulistiyo, M.Pd., Jawa Tengah. 14. DIY kosong
15. Drs. H. Abdul Sudarsono, Jawa Timur. 16. Andika Hazrumy, Banten.
17. I Nengah Wiratha, SE., Bali.
18. Prof. Dr. Farouk Muhammad, NTB. 19. Ir. Sarah Lery Mboeik, NTT. 20. Erma Suryani Ranik, SH., Kalbar.
21. Hj. Permana Sari, S.Si., MM., MBA., Kalteng. 22. H. Habib Hamid Abdullah, SH., MH., Kalsel. 23. Ir. H. Bambang Susilo, MM., Kaltim.
24. Drs. Alvius Lomban, M.Si., Sulut.
25. Shaleh Muhamad Aldjufri, Lc., MA., Sulteng. 26. Drs. H. Bahar Ngitung, Sulsel.
27. Drs. H. Husein Efendi. SH., Sultra.
28. Hana Hasanah Fadel Muhammad, Gorontalo. 29. Anna Latuconsina, Maluku.
30. Drs. H. Abdurachman Lahabato, Maluku Utara. 31. Sofia Maipauw, SH., Papua Barat.
32. Ir. H. Iskandar Muda Baharuddin Lopa, Sulbar. 33. Tonny Tesar, Papua.
Panitia Hubungan Antar Lembaga : 1. H. T. Bachrum Manyak, NAD.
102. PEMBICARA : Prof. Dr. FAROUK MUHAMMAD (NTB)
Saya interupsi, pimpinan, mohon pengelompokan alat kelengkapan dijaga. Satu, pengelompokan alat kelengkapan utama adalah komite, tidak boleh terjadi anggota antar komite bersamaan lebih dari satu orang. Kelompok kedua, alat pelengkapan penunjang kedu itu adalah PURT, PPUU, PAP dan Kelompok DPD. Kelompok DPD walaupunalat kelengkapan, maksudnya ini anggota tidak boleh satu sama lain dua bersamaan, karena di jadwal sidang ini bersamaan. Yang ketiga, ini satu garis, yang ketiga adalah BK sama PHAL. Mohon ini dijaga, jadi kalau bisa pengelompokan ini, mohon diwaspadai jangan sampai terjadi ada satu nama yang duduk pada dua alat kelengkapan yang segaris itu. Kategori kedua itu tadi saya sudah menemukan terjadi.
103. PIMPINAN SIDANG : Dr. LAODE IDA (WAKIL KETUA DPD RI)
Nanti begini Pak, ini terima kasih sekali, ini mengingatkan kita semua. Tapi ini semua data ini direkap dari masukkan dari setiap provinsi, jadi provinsi yang mengajukan ini, nanti kita proses selanjutnya kalau itu terjadi. Iya terus Pak.
104. PEMBICARA : TONNY TESAR (PAPUA)
Pak Ketua, saya kira apa yang disampaikan Pak Farouk itu perlu dipertimbangkan baik, karena di Tatib kita kan jadwal persidangan PPUU dan PAP itu kan sama, dan dalam prakteknya tidak bisa satu orang membagi dua dirinya. Jadi saya kira ini Pak Ketua bisa sampaikan kepada kami semua untuk bisa memperbaikinya sebelum ditetapkan. Terima kasih.
105. PIMPINAN SIDANG : Dr. LAODE IDA (WAKIL KETUA DPD RI)
Iya.
106. PEMBICARA : CAROLINA NUBATONIS KONDO (NTT)
Masukan pimpinan, masukkan lagi pimpinan. B-75. Ini pengalaman Pak, tentang kategori dua ini alat kelengkapan kategori dua ini, pengalaman kami di NTT. Jadi tahun kedua sudah diingatkan sehingga kita pilah kembali jadi satu-satu Pak. Terima kasih.
107. PEMBICARA : H. DANI ANWAR (DKI JAKARTA)
Pimpinan, interupsi pimpinan. B-41, pimpinan.
Saya kita yang menjadi dasar penyusunan keanggotaan di masing-masing alat kelengkapan itu adalah tata tertib. Jadi sepanjang tata tertib tidak melarang keikutsertaan seseorang pada satu alat kelengkapan maka tidak ada alasan apapun, kemudian yang menghalangi orang untuk merangkap dua, tiga, atau empat sekalipun dari seseorang itu. Jadi silakan buka tata tertib tunjukan kepada saya pasal mana yang melarang seorang itu boleh merangkap atau tidak boleh merangkap lebih dari dua atau dari tiga. Sepengetahuan saya membaca tata tertib hasil perubahan itu, itu tidak ada ketentuan itu. Terima kasih.
108. PEMBICARA : INTSIAWATI AYUS, SH., MH. (RIAU)
Pimpinan, saya melengkapi saja. Saya ingat sekali itu waktu kita pembahasan bersama dengan BK di PPUU, bisa dibaca kembali Pasal 22, itu sudah dihapus, bisa disimak hasil kita paripurna kemarin juga dari kami PPUUminta disahkan Pasal 22 huruf C kalau tidak salah saya, bisa dibacakan. Terima kasih.
109. PIMPINAN SIDANG : Dr. LAODE IDA (WAKIL KETUA DPD RI)
Iya, ini terima kasih sekali, kita tuntaskan dulu ini ya? Kita tuntaskan ini atau kita lanjutkan dulu? Lanjut dulu atau baru tuntaskan ya? Iya, dibacakan dulu baru kita, sebelum kita putuskan kita selesaikan masalah ini. Oke, terima kasih. Silakan Ibu Wati.
110. PEMBICARA : SRI SUMARWATI (KEPALA BIRO PERSIDANGAN II)
Panitia Hubungan Antar Lembaga : 1. H. T. Bachrum Manyak, NAD. 2. Dr. H. Rahmat Shah, Sumut. 3. Hj. Emma Yohanna, Sumbar. 4. Muhammad Gazali, Lc., Riau. 5. M. Syukur, SH., Jambi. 6. Sumsel kosong
7. Sultan Bakhtiar Najamudin, Bengkulu. 8. Lampung kosong
9. Tellie Gozelie, Kepulauan Babel. 10. Djasarmen Purba, Kepulauan Riau. 11. DKI Jakarta kosong
12. Dra. Hj. R. Ella M. Giri Komala, Jawa Barat. 13. Denty Eka Widi Pratiwi, SE., Jawa Tengah. 14. DIY kosong
15. Prof. Dr. Dra. Hj. Istibsyaroh, SH., MA., Jawa Timur. 16. Abdi Sumaithi, Banten.
17. I Nengah Wiratha, SE., Bali.
18. Baiq Diyah Ratu Ganefi, SH., NTB. 19. NTT kosong
20. Hj. Hairiah, SH., MH., Kalbar. 21. Kalteng kosong
22. Ir. Adhariani, SH., MH., Kalsel. 23. Ir. H. Bambang Susilo, MM., Kaltim. 24. Sulut kosong
25. Shaleh Muhamad Aldjufri, Lc., MA., Sulteng. 26. Ir. H. Abdul Azis Qahhar Mudzakkar, M.Si., Sulsel. 27. Drs. H. Kamaruddin, Sultra.
28. Dr. Budi Doku, Gorontalo.
29. Hj. Etha Aisyah Hentihu, Maluku.
30. Drs. H. Mudaffar Sjah, Bc. HK., Maluku Utara. 31. Ishak Mandacan, SH., Papua Barat.
32. Muh. Asri Anas, Sulbar.
111. PEMBICARA : CAROLINA NUBATONIS KONDO (NTT)
Interupsi. NTT. Ibu Sarah Lery Mboeik. Ir. Sarah Lery Mboeik. B-76.
112. PEMBICARA : TONNY TESAR (PAPUA)
Sekalian koreksi Bu. Yang Papua bukan Pak Paulus. Pak Pendeta Elion Numberi. Itu datanya dari mana? Itu saya juga tidak mengerti. Jangan-jangan dari Pak Paulus itu.
113. PEMBICARA : Dr. BUDI DOKU (GORONTALO)
Pendeta Elion jarang masuk kantor sih.
114. PIMPINAN SIDANG : Dr. LAODE IDA (WAKIL KETUA DPD RI)
Jadi dikoreksi, di Papua itu Pak Pendeta Numberi. Ini di formulirnya Panitia Hubungan Antar Lembaga, Drs. Paulus Yohanes Sumino. Ini.
115. PEMBICARA : Drs. H. ABDURACHMAN LAHABATO (MALUKU UTARA)
Beliau itu biasa pemain di tikungan terakhir, tikungan terakhir, di lap terakhir itu.
116. PEMBICARA : Drs. PAULUS YOHANES SUMINO, MM. (PAPUA)
Dikoreksi Pak, itu ada kekeliruan. Jadi untuk PHAL itu Pak Elion Numberi.
117. PIMPINAN SIDANG : Dr. LAODE IDA (WAKIL KETUA DPD RI)
Di paraf dulu. Silakan paraf dulu.
118. PEMBICARA : Drs. H. BAHAR NGITUNG (SULSEL)
Biasa, sudah di atas 60.
119. PIMPINAN SIDANG : Dr. LAODE IDA (WAKIL KETUA DPD RI)
Sambil, kita sudah menyaksikan bahwa terjadi koreksi di Papua.
120. PEMBICARA : MERVIN SADIPUN KOMBER (PAPUA BARAT)
Tolong ada staf yang proses untuk mengambil kertas dan turun. Jangan anggota.
121. PEMBICARA : ABDUL AZIZ (SUMSEL)
Sumsel belum ada yang mau itu PHAL.
122. PIMPINAN SIDANG : Dr. LAODE IDA (WAKIL KETUA DPD RI)
123. PEMBICARA : SRI SUMARWATI (KEPALA BIRO PERSIDANGAN II)
Badan Kehormatan :
1. Alirman Sori, SH, M.Hum, MM., Gugus Kepulauan Sumatera. 2. Bachrum Manyak, H.T., Gugus Kepulauan Sumatera.
3. Dra. Hj. Maimanah Umar., Gugus Kepulauan Sumatera. 4. Hj. Aida Ismeth, SE, MM., Gugus Kepulauan Sumatera. 5. Tellie Gozelie, SE., Gugus Kepulauan Sumatera.
6. Dr. Sulistyo M,Pd., Gugus Kepulauan Jawa. 7. Abdi Sumaithi., Gugus Kepulauan Jawa.
8. H. Cholid Mahmud, ST, MT., Gugus Kepulauan Jawa.
9. H. Gusti Farid Hasan Aman, SE., Akt., MBA., Gugus Kepulauan Kalimantan. 10. KH. Muslihuddin Abdurrasyid, Lc., M.Pdi., Gugus Kepulauan Kalimantan. 11. Ir. Abraham Liyanto., Gugus Kepulauan Bali dan Nusa Tenggara.
12. I Wayan Sudirta, SH., Gugus Kepulauan Bali dan Nusa Tenggara. 13. Pdt. DR. Silviana H. Pandegirot, M.Th., Gugus Kepulauan Sulawesi. 14. Ir. H. Abdul. Jabbar Toba., Gugus Kepulauan Sulawesi.
15. Litha Brent, SE., Gugus Kepulauan Sulawesi.
16. Drs. H. Abdurachman Lahabato., Gugus Kepulauan Maluku. 17. Mervin Sadipun Komber., Gugus Kepulauan Papua.
Kelompok mau dilanjut?
Anggota Kelompok DPD di MPR : 1. H.T. Bachrum Manyak., NAD. 2. Dr. H. Rahmat Shah., Sumut. 3. Riza Falepi, ST., MT., Sumbar. 4. H. Abdul Gafar Usman, MM., Riau. 5. Hasbi Anshory, SE., MM., Jambi.
6. Hj. Percha Leanpuri, B.Bus, MBA., Sumsel. 7. Dipl. Ing. H. Bambang Soeroso, Bengkulu. 8. Ir. Anang Prihantoro, Lampung.
9. Bahar Buasan, ST., Kepulauan Babel.
10. Aida Zulaika Nasution Ismeth, SE., MM., Kepulauan Riau. 11. H. Dani Anwar, DKI Jakarta.
12. Dra. Hj. Ella M. Giri Komala R., Jawa Barat. 13. Poppy Susanti Darsono, Jawa Tengah. 14. Muhammad Afnan Hadikusumo, DIY. 15. Wasis Siswoyo, SH., Jawa Timur. 16. H. Ahmad Subadri, Banten.
17. IGN Kesuma Kelakan, ST., M.Si., Bali. 18. H. Lalu Supardan, S.Ag., NTB.
19. Ir. Abraham Liyanto, NTT. 20. Hj. Sri Kadarwati, Kalbar.
21. H. Said Akhmad Fawzi Z. Bachsin, S.Hi., Kalteng. 22. Drs. H. Mohammad Sofwat Hadi, SH., Kalsel. 23. Luther Kombong, Kaltim.
24. Ir. Marhany Victor Poly Pua, Sulut.
26. Ir. H. Abd. Azis Qahhar Mudzakkar, M.Si., Sulsel. 27. Drs. H. Kamaruddin, Sultra.
28. Elnino M. Husein Mohi. ST., M.Si., Gorontalo. 29. Prof. Dr. Jhon Pieris, SH., MS., Maluku.
30. Prof. Dr. Hj. Kemala Motik Gafur, Maluku Utara. 31. Drs. H. Wahidin Ismail, Papua Barat.
32. Muh. Asri Anas, Sulbar. 33. Helina Murib, Papua.
Selesai.
124. PEMBICARA : ABDUL AZIZ (SUMSEL)
Ketua, koreksi Sumatera Selatan. Kelompok. Kelompok, itu suratnya sudah masuk. Percha digantikan saya itu, Ketua. Terima kasih.
125. PEMBICARA : MUH. ASRI ANAS (SULBAR)
Kita berharap Percha ada disitu, kok mau diganti.
126. PEMBICARA : Dr. BUDI DOKU (GORONTALO)
Ini hitam di atas putih. Jangan diganti-ganti begitu.
127. PEMBICARA :
Yang lain boleh diganti, Percha tidak bisa ini.
128. PEMBICARA : MUH. ASRI ANAS (SULBAR)
Interupsi pimpinan. Kalau tidak ada alat bukti otentik misalnya pernyataan, itu jangan ada penggantian pimpinan. Saya pikir itu tadi keputusan forum Pak Aziz.
Terima kasih.
129. PIMPINAN SIDANG : Dr. LAODE IDA (WAKIL KETUA DPD RI)
Terima kasih.
130. PEMBICARA : MERVIN SADIPUN KOMBER (PAPUA BARAT)
Pimpinan. 123. Pimpinan kita lihat dari tadi ada banyak alat kelengkapan yang belum lengkap. Usulan saya, alat kelengkapan yang belum lengkap tidak disahkan malam ini. Sahkan saja alat kelengkapan yang sudah lengkap. Saya senada dengan Saudara Asri tadi, kita butuh bukti yang otentik. Terima kasih.
131. PIMPINAN SIDANG : Dr. LAODE IDA (WAKIL KETUA DPD RI)
Jadi. Terima kasih sekali.
Ada beberapa catatan memang. Yang ini kita akan bahas selanjutnya, sebelum kita mengetuk palu untuk mengesahkannya. Biarkan dulu saya lengkapi penjelasan saya.
Yang petama, dari yang sudah dibacakan tadi dan belum disahkan adalah PURT. Itu Gorontalo ada keanggotaan ganda. Jadi ini ada dua nama, Ibu Hana dan Pak dr. Budi. Saya satu-satu dulu. Itu yang pertama.
Yang kedua, dari PAP itu yang belum terisi adalah Yogyakarta.
Yang ketiga, dari PHAL itu yang belum terisi ada 7 provinsi. Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, DIY, NTT, Kalteng dan Sulut. Kalteng sudah ya? Ini, belum juga? PHAL ini.
Saya kira itu ada tiga. Jadi ada 3 alat kelengkapan yang masih ada catatan dan satu catatan ganda, yang lain ini belum terisi. Nah, bagaimanapun itu malam ini kita harus mengesahkan alat kelengkapan sebetulnya. Tetapi yang belum mengisi itu nanti akan melengkapi, selanjutnya diminta untuk melengkapi. Nah, persoalannya di sini itu adalah yang PURT yang ganda. Nah, ini saya kira kita kembalikan ke provinsinya untuk menyelesaikannya, tetapi alat kelengkapan tetap disahkan. Bagaimana?
132. PEMBICARA : ELNINO M. HUSEIN MOHI. ST., M.Si. (GORONTALO)
Pimpinan, pimpinan. Saya mau usulkan bahwa untuk mekanisme ini kalau ada yang sudah bisa diselesaikan di forum ini selesaikan saja langsung. Tapi yang belum bisa mungkin di-postpone. Gorontalo bisa.
133. PIMPINAN SIDANG : Dr. LAODE IDA (WAKIL KETUA DPD RI)
Yang pertama Gorontalo. Itu ada dua nama. Makanya barangkali ini untuk Gorontalo kita tinggalkan dulu provinsinya. Selain dari Gorontalo kita semua sahkan dengan catatan tinggal menyusul, untuk PURT.
134. PEMBICARA : ELNINO M. HUSEIN MOHI. ST., M.Si. (GORONTALO)
Itu yang saya bilang pimpinan. Jadi ini kan bisa diselesaikan langsung sekarang, habis itu disahkan seluruhnya supaya tidak ada masalah lagi berikut-berikutnya. Misalnya contoh nih, contoh, Gorontalo itu, itu karena Bu Hana itu kan sudah di PAP, PAP dan Panmus. Menjadi empat nanti dia, komite. Jadi untuk PURT dia itu tidak di PURT lagi, tetap dr. Budi yang ada di PURT supaya bisa lebih merata, begitu. Dan itu sudah selesai.
Terima kasih.
135. PEMBICARA : Drs. H. ABDURACHMAN LAHABATO (MALUKU UTARA)
Pimpinan, interupsi pimpinan.
136. PIMPINAN SIDANG : Dr. LAODE IDA (WAKIL KETUA DPD RI)
Sebelum interupsi, Pak Farouk dulu mau bicara tadi, karena saya pending tadi Pak Farouk.
137. PEMBICARA : Prof. Dr. FAROUK MUHAMMAD (NTB)
Iya Pak. Pertama tadi saya ada koreksi ini dulu Ibu, tadi tertulis di sini Kelompok DPD. Itu pimpinan Kelompok DPD. Saya rasa kurang pimpinannya, tTolong diperbaiki Bu Sekjen, staf Sekjen, tadi salah ketik, bukan anggota kelompok itu. Pimpinan kelompok yang 33 orang itu. Kalau Kelompok DPD seluruh anggota.
Kemudian untuk kasusnya Gorontalo, saya pikir memang kita melihat juga. dokumennya bagaimana Pak? Dokumen yang dilaporkan dari Gorontalo itu bagaimana?
138. PEMBICARA : ELNINO M. HUSEIN MOHI. ST., M.Si. (GORONTALO)
Pimpinan, saya mau langsung klarifikasi soal Gorontalo itu. Elnino.
Jadi dokumennya itu, yang terakhir itu adalah yang dimasukan, ditandatangani oleh tiga anggota DPD, karena yang satu berhalangan untuk bertandatangan, dan itu sudah selesai sebenarnya. Jadi yang pertama itu hanya ditandatangani oleh satu orang. Silakan dibacakan juga kalau memang masih bisa. Tetapi yang ditandatangani yang terakhir itu oleh tiga anggota DPD dan itu yang final. Terima kasih. Jadi sebenarnya Gorontalo ini sudah tidak ada lagi masalah sama sekali di semua alat kelengkapan.
139. PEMBICARA : TONNY TESAR (PAPUA)
Pimpinan, tambahan, pimpinan. Terima kasih pimpinan.
140. PIMPINAN SIDANG : Dr. LAODE IDA (WAKIL KETUA DPD RI)
Sebelum Pak Tonny Pak Abdurachman dulu.
141. PEMBICARA : Drs. H. ABDURACHMAN LAHABATO (MALUKU UTARA)
Saya berpendapat bahwa salah satu provinsi yang karena ada nama dua yang berada di satu alat kelengkapan, pengalaman pernah terjadi pada masa sidang yang lalu, Jawa Tengah. Itu kita tetap mengesahkan kemudian membiarkan provinsi yang bersangkutan untuk menyelesaikan secara internal kemudian menyusul, sehingga tidak mengganggu kegiatan-kegiatan yang berikut. Terima kasih.
142. PIMPINAN SIDANG : Dr. LAODE IDA (WAKIL KETUA DPD RI)
Pak Tonny, silakan Pak.
143. PEMBICARA : TONNY TESAR (PAPUA)
Saya kira yang pertama tadi sama seperti Pak Lahabato. Pengesahan saja malam ini, yang kurang masing-masing provinsi saja menyampaikan secara tertulis otentiknya. Itu menyusul.
Yang kedua, saya tadi sepakat dengan yang terhormat Pak Dani Anwar bahwa di tatib tidak melarang untuk satu orang itu berada dimana pilihan. Itu kami pahami sama. Ini cuma teknis di lapangan saja. Pengalaman, kesulitan sekali ketika seseorang yang posisinya di PPUU juga merangkap di PAP. Ini cuma teknis saja. Jadi kalau pengalaman disitu, kondisi itulah yang tadi Pak Farouk sampaikan dan kita rasakan sekali. Frekuensi PAP dengan PPUU itu sangat tinggi sekalim baik kegiatan ke daerah maupun rapat di kantor sehingga yang hadir itu kucar-kacir, begitu. Jadi memang benar tidak ada larangan. Hanya kami menyampaikan. kalau tidak jadi pertimbangan juga tidak apa-apa.
144. PEMBICARA : Drs. H. ABDURACHMAN LAHABATO (MALUKU UTARA)
Saya tambahkan pendapatnya Pak Tonny. Benar, tidak ada satu pasalpun menegaskan soal hak seorang anggota untuk dipilih di beberapa pimpinan alat kelengkapan. Tetapi pasti akan berpengaruh pada Panmus nanti. Ketika satu provinsi memiliki sekian anggota, berada di sekian pimpinan alat kelengkapan pasti mengurangi sekian provinsi untuk berada di rapat-rapat Panmus. Kendati memang ada konsensus provinsi yang tidak memiliki anggota yang berada di pimpinan alat kelengkapan bisa diutus salah satu diantara anggota untuk mengikuti rapat-rapat Panmus. Tetapi kan dalam beberapa kejadian anggota yang tidak berada di pimpinan alat kelengkapan berada di tempat-tempat yang berada di belakang, sangat memiris hati saya kira. Terima kasih pimpinan.
145. PIMPINAN SIDANG : Dr. LAODE IDA (WAKIL KETUA DPD RI)
Pertama sekali kita selesaikan dulu satu-satu. Silakan.
146. PEMBICARA : Dr. H. RAHMAT SHAH (SUMUT)
Ketua. Kelompok, Ketua. Rahmat Shah. B-6.
Kelompok tadi yang disampaikan Pak Aziz ada pengeluaran Saudari Percha. Saya pikir kita sudah lengkap 33. Biar saja dua yang lajang, satu di cewek satu laki ini tetap di kelompok. Kita perlu ini untuk maju dalam rangka amandemen ke-5 ini kita perlu anak-anak muda ini. Jadi ada satu laki ada satu perempuan. Karena sudah pas 33. Kami mau ini tidak bisa stop ini, berjuang terus ini hari ke hari. Terima kasih.
147. PIMPINAN SIDANG : Dr. LAODE IDA (WAKIL KETUA DPD RI)
Terima kasih.
Biarkan kita selesaikan satu-satu.
Pertama, Gorontalo. Saya mau jelaskan dulu. Dalam dokumen yang ada di sekretariat itu ada dua lembar. Yang pertama ditandatangani oleh tiga orang termasuk ada Ibu Rachmiyati, Ibu Elnino, eh sorry. Sudah hampir jam 9 soalnya ini. Maaf, Pak Elnino sama Pak Budi Doku. Yang kemudian formulir kedua itu ditandatangi sendiri oleh Ibu Hana. Ini dokumen yang masuk.
148. PEMBICARA : Dr. BUDI DOKU (GORONTALO)
Pimpinan, yang formulir yang kedua itu yang tiga.
149. PIMPINAN SIDANG : Dr. LAODE IDA (WAKIL KETUA DPD RI)
Dalam dokumen yang pertama memang yang di komite, seluruh komite lengkap, Komite I, II, III dan IV. Di alat kelengkapan itu PPUU, PURT tertulis Pak Budi Doku. Tapi Panitia Akuntabilitas Publik Ibu Hana Fadel. Tapi di dalam formulir yang ditandatangani oleh Ibu Hana sendiri itu memang di Komite II ada, dan juga di PURT ada. Di sini, di Panmus juga ada di sini. Jadi hanya satu yang berbeda, itu dia tertulis nama Ibu Hana sendiri yang ditandatangani sendiri, tapi di dalam dokumen yang pertama itu tidak ada tandatangannya Ibu Hana. Nah ini yang jadi. Jadi singkatnya disini saya mohon maaf bahwa ini terpaksa kita tidak memproses dulu provinsi ini.
150. PEMBICARA : ELNINO M. HUSEIN MOHI. ST., M.Si. (GORONTALO)
Pimpinan, itu ada kesalahan cara membaca dokumen. Membaca dokumen yang pertama itu yang ditandatangani satu orang. Yang kedua yang ditandatangani tiga orang. Kalau tadi dibacakan seakan-akan yang tiga orang yang pertama, begitu. Tidak begitu.
151. PIMPINAN SIDANG : Dr. LAODE IDA (WAKIL KETUA DPD RI)
Yang saya bacakan tiga orang pertama, Ibu Hana tidak ada tandatangannya.
152. PEMBICARA : ELNINO M. HUSEIN MOHI. ST., M.Si. (GORONTALO)
Penyebutan pertama dan kedua itu kan akan berpengaruh. Dokumen yang pertama ditandatangani oleh satu orang. Kemudian perbaikannya ditandatangani oleh tiga orang dan itu sudah selesai. Terima kasih.
153. PEMBICARA : Dr. BUDI DOKU (GORONTALO)
Pimpinan, di sini kami Gorontalo mau melihat kepiawaian dari Pak Laode untuk memimpin rapat ini. Kebijakan yang pilih satu atau tiga? Saya akan lihat di sini, hari ini, tidak ada tunda-tunda. Terima kasih.
154. PIMPINAN SIDANG : Dr. LAODE IDA (WAKIL KETUA DPD RI)
Saya kira ini, ini problem tatib, problem tatib ini.
155. PEMBICARA : Drs. H. ABDURACHMAN LAHABATO (MALUKU UTARA)
Interupsi pimpinan. Soal Gorontalo saya kira kita tinggalkan dan kita sahkan yang telah lengkap.
156. PEMBICARA : Dr. BUDI DOKU (GORONTALO)
Sebentar, Maluku, tunggu, lagi Gorontalo yang dibahas. Maluku Utara. Ini kan melihat kepiawaian Pak Laode di sini. Silakan.
157. PEMBICARA : ELNINO M. HUSEIN MOHI. ST., M.Si. (GORONTALO)
Pimpinan, begini, Elnino menjelaskan sedikit soal itu. Bahwa dokumen yang pertama, ini saya ulangi. Dokumen yang pertama itu ditandatangani oleh Ibu Hana sendiri, kemudian dokumen yang kedua itu ditandatangani oleh tiga orang. Tetapi karena memang tetap menghormati Bu Hana punya tandatangan maka lembar yang pertama itu tetap diikutkan. Bukan berarti dia yang berlaku. Yang berlaku yang terakhir, begitu. Karena itu cuma soal kesempatan untuk tandatangan saja.
Jadi intinya begini pimpinan, ini tidak ada masalah. Kalau misalnya ditunda justru lebih menjadikan masalah di Gorontalo dan juga akan menjadi masalah secara keseluruhan di PURT. Kan jadi ribet jadinya kalau gitu. Kalau sederhananya sih sudah selesai.