No. 12/02/72 Th. XVII. 5 Februari 2014
INDEKS TENDENSI KONSUMEN SULAWESI TENGAH
TRIWULAN IV-2013
A. Penjelasan Umum
Indeks Tendensi Konsumen (ITK) adalah indikator perkembangan ekonomi terkini yang dihasilkan Badan Pusat Statistik melalui Survei Tendensi Konsumen (STK). ITK merupakan indeks yang menggambarkan kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan dan perkiraan pada triwulan mendatang.
Sampel STK di Provinsi Sulawesi Tengah pada Triwulan IV-2013, berjumlah 160 rumahtangga. Rumah tangga terpilih merupakan sub-sampel dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) khusus di daerah perkotaan. Pemilihan sampel dilakukan secara panel antar triwulan untuk memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai perubahan persepsi konsumen antar waktu.
B. Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan IV-2013
ITK Sulawesi Tengah pada Triwulan IV-2013 tercatat 109,75, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang sebesar 109,89, yang mencerminkan tingkat optimisme konsumen pada Triwulan IV-2013 tidak setinggi Triwulan III-2013. Hal tersebut dipicu oleh menurunnya indeks tingkat pendapatan rumah tangga Triwulan IV-2013 yang sebesar 110,50; dibanding indeks triwulan sebelumnya yang sebesar 110,84.
Faktor yang juga berpengaruh terhadap menurunnya optimisme konsumen adalah tingkat konsumsi rumah tangga terhadap beberapa komoditi makanan dan bukan makanan yang mencatat indeks pada Triwulan IV-2013 sebesar 108,74; lebih rendah dibandingkan Triwulan III-2013 yang sebesar 109,79. Relatif terkendalinya inflasi pada Triwulan IV-2013 mendorong naiknya optimisme konsumen perihal
pengaruh inflasi terhadap konsumsi makanan pada Triwulan IV-2013 dengan nilai indeks 109,16, lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang sebesar 108,23.
C. Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK)Triwulan I -2014
Perkiraan ITK Sulawesi Tengah pada Triwulan I-2014 sebesar 108,75, lebih rendah dibandingkan Triwulan IV-2013 yang sebesar 109,75.
D. Perbandingan Indeks Tendensi Konsumen (ITK)Triwulan IV-2013 Kawasan Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua)
Dari 10 provinsi di kawasan Sulampua, 8 provinsi nilai ITKnya diatas rata-rata nasional (nilai indeks 109,70) yaitu Maluku, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Papua Barat, Gorontalo, Papua, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah. Sementara itu, Provinsi Sulawesi Barat dan Sulawesi Tenggara indeksnya berada dibawah rata-rata nasional.
1. Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan IV-2013
ITK Sulawesi Tengah pada Triwulan IV-2013 sebesar 109,75 yang mengindikasikan kondisi ekonomi konsumen pada triwulan IV-2013 lebih baik dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Jika dibandingkan dengan ITK triwulan III-2013 yang sebesar 109,89, terlihat ITK triwulan IV-2013 sedikit lebih rendah, yang mencerminkan tingkat optimisme konsumen pada Triwulan IV-2013 yang tidak setinggi pada triwulan sebelumnya. Kondisi ini dipicu oleh geliat ekonomi yang tidak sedinamis pada triwulan sebelumnya yang terdapat momen bulan Ramadhan dan Idul Fitri pada Juli-Agustus 2013. Momen Idul Fitri biasanya diikuti peristiwa pemberian tunjangan hari raya (THR) serta bersamaan dengan pembayaran gaji ke-13 bagi PNS/TNI/POLRI pada bulan Juli 2013.
Faktor yang berpengaruh terhadap melemahnya ITK pada Triwulan IV-2013 adalah menurunnya optimisme konsumen terhadap tingkat pendapatan pendapatan rumah tangga dengan indeks sebesar 110,50 pada Triwulan IV-2013, lebih rendah dibandingkan indeks triwulan sebelumnya yang sebesar 110,84. Sejalan dengan itu, persepsi konsumen terhadap tingkat konsumsi makanan dan bukan makanan juga menurun dari indeks sebesar 109,79 pada triwulan III-2013 menjadi 108,74 pada Triwulan IV-2013.
Sementara itu, terkendalinya laju inflasi pada triwulan IV-2013 memberikan dampak positif bagi ITK triwulan IV-2013 sehingga tidak turun terlalu besar, seperti tercermin dari indeks pengaruh inflasi terhadap konsumsi yang meningkat dari 108,23 pada triwlulan III-2013 menjadi 109,16 pada triwulan IV-2013. Optimisme konsumen ini didukung oleh inflasi Kota Palu yang mulai mengalami deflasi pada bulan September dan Oktober 2013 masing-masing sebesar -0,75 persen dan -0,69 persen, setelah mencatat inflasi yang tinggi pada bulan Agustus yakni 2,10 persen karena momen bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Adapun inflasi pada bulan November 2013 juga relatif rendah sebesar 0,67 persen dan Desember 2013 mencatat inflasi sebesar 1,14 persen.
Tabel 1.
Perkembangan Indeks Tendensi Konsumen Triwulan I-2012 S/D Triwulan IV-2013 Menurut Variabel Pembentuknya
Variabel Pembentuk 2012 2013
Trw-I Trw-II Trw-III Trw-IV Trw-I Trw-II Trw-III Trw-IV
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
Pendapatan rumah tangga 106,11 108,67 113,63 107,37 106,25 109,26 110,84 110,50
Kaitan inflasi dengan konsumsi makanan
sehari-hari 111,47 118,74 111,56 119,75 98,14 106,68 108,23 109,16 Tingkat konsumsi beberapa komoditi makanan
dan bukan makanan 95,39 104,60 104,69 100,45 99,08 104,41 109,79 108,74
Indeks Tendensi Konsumen 105,26 110,47 111,18 109,23 102,51 107,50 109,89 109,75 Jika dicermati lebih jauh, indeks tingkat konsumsi konsumen yang sebesar 108,74 ditopang oleh indeks kelompok makanan sebesar 108,93 dan kelompok bukan makanan 108,67 (Tabel 2). Apabila dirinci menurut subkelompok pengeluaran, dari 9 subkelompok pengeluaran yang ada, semua subkelompok angka indeksnya diatas 100. Besaran indeks masing-masing subkelompok adalah bahan makanan sebesar 109,69; makanan jadi sebesar 106,75; subkelompok perumahan sebesar 103,26; sandang sebesar 109,96; kesehatan sebesar 103,97; pendidikan sebesar 115,04; rekreasi sebesar 103,38; transportasi sebesar 109,90; dan komunikasi sebesar 108,67. Terlihat
Tabel 2.
Indeks Konsumsi Menurut Kelompok Pengeluaran Triwulan IV-2013
Kelompok Pengeluaran Indeks Pendapatan RT Rata-Rata <2 jt ≥2 jt (1) (2) (3) (4) Bahan Makanan 104,96 111,69 109,69 Makanan Jadi 103,09 108,31 106,75 Perumahan 97,35 105,76 103,26 Sandang 120,41 105,53 109,96 Kesehatan 103,72 104,08 103,97 Pendidikan 108,15 117,96 115,04 Rekreasi 103,32 103,41 103,38 Transportasi 103,94 112,42 109,90 Komunikasi 111,52 106,73 108,16 Umum 105,08 110,30 108,74 Makanan 104,67 110,73 108,93 Bukan Makanan 106,90 109,42 108,67
Perkembangan indeks makanan dan bukan makanan di Sulawesi Tengah sejak Triwulan I-2012 sampai dengan Triwulan IV-2013 mengalami fluktuasi dengan kecenderungan optimisme yang lebih tinggi pada tahun 2013 (Gambar 1). Kelompok makanan mencatat indeks tertinggi terjadi pada Triwulan III-2013 sebesar 109,36 dan terendah pada Triwulan IV-2012 sebesar 98,17. Sementara itu, kelompok bukan makanan mencapai indeks tertinggi terjadi pada Triwulan III-2013 sebesar 110,71 dan terendah pada Triwulan I-2012 sebesar 91,81.
Gambar 1.
Perkembangan Indeks Konsumsi Komoditi Makanan dan Bukan Makanan Triwulan I-2012 S/D Triwulan IV-2013
100,52 102,43 104,92 98,17 98,77 104,28 109,36 108,93 91,81 105,61 104,69 102,66 99,34 104,89 110,71 108,67 85 89 93 97 101 105 109 113
Triw. I-2012 Triw.II-2012 Triw.III-2012 Triw.IV-2012 Triw. I-2013 Triw. II-2013 Triw. III-2013 Triw.IV-2013
Makanan Bukan Makanan
2. Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan I-2014
Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Sulawesi Tengah pada Triwulan I-2014 sebesar 108,75 atau lebih rendah dibandingkan triwulan IV-2013 yang sebesar 109,75 (Tabel 3). Penurunan optimisme ini mungkin didorong oleh persepsi konsumen dalam menghadapi awal tahun 2014 dibandingkan momen akhir tahun yang biasanya diikuti dengan perolehan bonus akhir tahun bagi karyawan swasta dan realisasi belanja pemerintah yang selalu tinggi pada akhir tahun anggaran. Meski mencatat indeks yang lebih rendah dibandingkan triwulan IV-2013, perkiraan ITK Sulawesi Tengah pada Triwulan I-2014 tercatat sebagai ITK tertinggi dalam kawasan Sulawesi, Maluku dan Papua.. Optimisme ini didorong oleh perkiraan meningkatnya pendapatan rumah tangga dengan indeks sebesar 111,23. Sementara itu indeks rencana pembelian barang tahan lama tercatat lebih rendah yakni sebesar 104,31 yang mengindikasikan minat konsumsi rumahtangga relatif rendah terhadap barang-barang yang memiliki nilai nomibal cukup tinggi seperti TV, komputer, handphone, mebelair, kendaraan bermotor hingga investasi berupa tanah dan rumah.
Tabel 3.
Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen Triwulan I -2014 Menurut Variabel Pembentuknya
Variabel Pembentuk ITK
(1) (2)
Perkiraan pendapatan rumah tangga mendatang 111,23 Rencana pembelian barang-barang tahan lama 104,31
Indeks Tendensi Konsumen 108,75
3. Perbandingan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan IV-2013 dan Perkiraan Triwulan I-2014
Kawasan Sulawesi. Maluku dan Papua (Sulampua)
Dibanding Nasional, tingkat optimisme konsumen di Sulawesi Tengah dengan ITK sebesar 109,75 relatif lebih baik dimana ITK Nasional yang tercatat sebesar 109,64 pada triwulan IV-2013. Demikian pula perkiraan ITK Sulawesi Tengah pada Triwulan I-2014 yang sebesar 108,75 juga tercatat lebih baik dibandingkan ITK Nasional yang tercatat 106,84.
Dalam kawasan Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua), ITK Triwulan IV-2013 Sulawesi Tengah menempati peringkat 8 dari sepuluh provinsi dalam kawasan tersebut. ITK tertinggi tercatat di Provinsi Maluku yang mencapai 113,15, sedangkan terendah dialami oleh Provinsi Sulawesi Barat dengan ITK sebesar 107,68. Secara umum kondisi ekonomi konsumen dalam kawasan Sulampua cukup dinamis dibanding Nasional karena hanya dua provinsi yang memiliki nilai ITK dibawah ITK nasional yakni Provinsi Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat.
Perkiraan ITK Triwulan I-2014 dari sepuluh provinsi di kawasan Sulampua semuanya mengalami peningkatan dibandingkan triwulan sebelumnya (ITK > 100). Adapun bila dibandingkan dengan rata-rata Nasional
Tenggara. Sementara itu, empat provinsi yang perkiraan nilai ITK-nya di bawah rata-rata Nasional adalah Sulawesi Utara, Papua, Maluku Utara dan Sulawesi Barat.
Tabel 4.
Indeks Tendensi Konsumen (ITK)1)Triwulan IV-2013 dan
Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen Triwulan I -2014 Tingkat Nasional dan Provinsi di Kawasan Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua)
No. Provinsi ITK Triwulan IV-2013 Perkiraan ITK Triwulan I-2014 Nilai ITK Rangking Nilai ITK Rangking
(1) (2) (3) (4) (5) (6) 1. Sulawesi Utara 112,23 2 105,93 7 2. Sulawesi Tengah 109,75 8 108,75 1 3. Sulawesi Selatan 110,11 7 108,27 2 4. Sulawesi Tenggara 108,57 9 106,92 6 5. Gorontalo 110,47 5 108,08 4 6. Sulawesi Barat 107,68 10 105,56 10 7. Maluku 113,15 1 107,20 5 8. Maluku Utara 110,83 3 105,57 9 9. Papua Barat 110,71 4 108,27 3 10. Papua 110,22 6 105,72 8 Indonesia 109,64 106,84 Keterangan:
1) ITK berkisar antara 0 sampai dengan 200. dengan indikasi sebagai berikut:
a. Nilai ITK < 100. menunjukkan bahwa kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan menurun dibanding triwulan
sebelumnya.
b. Nilai ITK = 100. menunjukkan bahwa kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan tidak mengalami perubahan (stagnan) dibanding triwulan sebelumnya.
c. Nilai ITK > 100. menunjukkan bahwa kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan meningkat dibanding triwulan sebelumnya.