No. 12/02/72 Th. XVIII. 05 Februari 2015
INDEKS TENDENSI KONSUMEN SULAWESI TENGAH
TRIWULAN IV-2014
A. Penjelasan Umum
Indeks Tendensi Konsumen (ITK) adalah indikator perkembangan ekonomi terkini yang dihasilkan Badan Pusat Statistik melalui Survei Tendensi Konsumen (STK). ITK merupakan indeks yang menggambarkan kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan dan perkiraan pada triwulan mendatang.
Sampel STK di Provinsi Sulawesi Tengah pada triwulan IV-2014, berjumlah 160 rumahtangga. Rumah tangga terpilih merupakan sub-sampel dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) khusus di daerah perkotaan. Pemilihan sampel dilakukan secara panel antar triwulan untuk memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai perubahan persepsi konsumen antar waktu.
B. Indeks Tendensi Konsumen (ITK) triwulan IV-2014
ITK Sulawesi Tengah pada triwulan IV-2014 tercatat 108,16 artinya bahwa masyarakat menilai kinerja ekonomi triwulan IV-2014, lebih tinggi dibandingkan triwulan III-2014 meskipun tingkat optimisme pada triwulan ini tidak setinggi triwulan sebelumnya yang mencatat indeks sebesar 112,79. Peningkatan kinerja ekonomi ini didorong oleh pengaruh kaitan inflasi dengan konsumsi makanan sehari-hari rumah tangga dengan indeks pada triwulan IV-2014 yang sebesar 122,68; lebih tinggi dibandingkan indeks triwulan sebelumnya yang sebesar 109,02.
Selain variabel tingginya kaitan pengaruh inflasi terhadap konsumsi makanan, dua variabel pembentuk ITK lainnya juga menunjukkan peningkatan. Variabel Tingkat konsumsi beberapa komoditi makanan dan bukan makanan pada triwulan IV-2014 mencatat indeks sebesar 108,75 lebih rendah dibandingkat dengan triwulan sebelumnya.
Variabel tingkat pendapatan rumah tangga mencatat indeks sebesar 100,18 pada triwulan IV-2014, lebih rendah dibandingkan triwulan III-2014 dengan indeks sebesar 116,24.
C. Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan I-2015 dan ITK Sulampua
Perkiraan ITK Sulawesi Tengah pada triwulan I-2015 sebesar 107,63, artinya kondisi ekonomi konsumen diperkirakan meningkat dengan tingkat optimisme lebih rendah dibandingkan triwulan IV-2014 yang memiliki indeks sebesar 108,16.
Dari sepuluh provinsi di kawasan Sulampua, perkiraan nilai ITK tertinggi terjadi di Provinsi Papua dengan ITK sebesar 111,62, disusul oleh Provinsi Sulawesi Utara dan Papua Barat dengan indeks masing-masing 108,91 dan 108,71. Sedangkan ITK terendah diperkirakan dialami oleh Provinsi Maluku dengan indeks sebesar 102,23.
Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan IV-2014
ITK Sulawesi Tengah pada triwulan IV-2014 sebesar 108,16 artinya bahwa masyarakat menilai kinerja ekonomi pada triwulan IV-2014 mengalami peningkatan bila dibandingkan triwulan sebelumnya (nilai indeks 112,79) yang mencerminkan tingkat optimisme konsumen pada triwulan IV-2014 tidak setinggi triwulan sebelumnya. Kondisi ini dipicu oleh dinamika ekonomi dari triwulan sebelumnya yang lebih tinggi. Pada triwulan IV-2014 optimisme masyarakat lebih rendah dari triwulan III-2014 karena momen konsumsi lebih tinggi di triwulan III seperti Idul Fitri dan Idul Adha pada awal Oktober.
Faktor yang berpengaruh terhadap melemahnya ITK pada Triwulan IV-2014 adalah menurunnya optimisme konsumen terhadap ekspektasi tingkat pendapatan rumah tangga dengan indeks sebesar 100,18 pada Triwulan IV-2014, lebih rendah dibandingkan indeks triwulan sebelumnya yang sebesar 116,24. Sejalan dengan itu, persepsi konsumen terhadap tingkat konsumsi makanan dan bukan makanan juga menurun dari indeks sebesar 109,19 pada triwulan III-2014 menjadi 108,75 pada Triwulan IV-2014.
Sementara itu, terkendalinya laju inflasi pada triwulan IV-2014 memberikan dampak positif bagi ITK triwulan IV-2014 sehingga tidak mengalami penurunan, seperti tercermin dari indeks pengaruh inflasi terhadap konsumsi yang meningkat dari 109,02 pada triwlulan III-2014 menjadi 122,68 pada triwulan IV-2014. Optimisme konsumen ini didukung oleh inflasi Kota Palu yang mulai mengalami deflasi pada bulan September sedangkan pada bulan Oktober dan November inflasi relatif rendah masing-masing sebesar 1,31 persen dan 0,21 persen, setelah mencatat inflasi yang tinggi pada bulan Juli yakni 1,52 persen karena momen bulan Ramadhan dan Idul Fitri.
Tabel 1.
Perkembangan Indeks Tendensi Konsumen triwulan I-2013 S/D triwulan IV-2014 Menurut Variabel Pembentuknya
Variabel Pembentuk 2013 2014
Trw-I Trw-II Trw-III Trw-IV Trw-I Trw-II Trw-III Trw-IV (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
Pendapatan rumah tangga 106,25 109,26 110,84 110,50 104,24 114,41 116,24 100,18 Kaitan inflasi dengan konsumsi
makanan sehari-hari 98,14 106,68 108,23 109,16 106,67 106,39 109,02 122,68 Tingkat konsumsi beberapa komoditi
makanan dan bukan makanan 99,08 104,41 109,79 108,74 110,79 104,06 109,19 108,75
Indeks Tendensi Konsumen 102,51 107,50 109,89 109,75 106,29 110,04 112,79 108,16
Jika dicermati lebih jauh, penurunan indeks tingkat konsumsi konsumen pada triwulan IV-2014 disebabkan oleh menurunnya indeks konsumsi pada kelompok makanan dari sekitar113,93 pada triwulan III-2014 menjadi 109,52 pada triwulan IV_2014 (Tabel 2). Penurunan pada kelompok
Tabel 2.
Indeks Konsumsi Menurut Kelompok Pengeluaran triwulan I - IV 2014
Kelompok Pengeluaran Indeks Konsumsi Komoditi
I-2014 II-2014 III-2014 IV-2014
(1) (2) (3) (4) Bahan Makanan 111,26 103,03 116,43 113,99 Makanan Jadi 108,24 103,84 104,72 95,38 Perumahan 114,44 105,94 95,18 120,62 Sandang 110,40 103,25 121,49 96,52 Kesehatan 110,35 99,37 84,96 110,82 Pendidikan 109,49 112,37 93,22 104,26 Rekreasi 103,68 105,26 101,95 100,79 Transportasi 111,53 106,98 101,84 107,19 Komunikasi 113,76 109,76 111,05 105,84 Umum 110,79 104,06 109,19 108,75 Makanan 110,63 103,20 113,93 109,52 Bukan Makanan 111,42 106,55 101,51 106,84
Perkembangan indeks makanan dan bukan makanan di Sulawesi Tengah sejak triwulan I-2013 sampai dengan triwulan IV-2014 mengalami fluktuasi (Gambar 1). Pada kelompok makanan nilai indeks tertinggi terjadi pada triwulan III-2014 dengan nilai indeks sebesar 113,93 dan terendah pada triwulan I-2013 dengan nilai indeks 98,77. Adapun kelompok bukan makanan nilai indeks tertinggi juga terjadi pada triwulan I-2014 (nilai indeks 111,42) dan terendah pada triwulan I-2013 (nilai indeks 99,34).
Gambar 1.
Perkembangan Indeks Konsumsi Komoditi Makanan dan Bukan Makanan triwulan I-2013 S/D triwulan IV-2014
98.77 104.28 109.36 108.93 110.63 103.2 113.93 109.52 99.34 104.89 110.71 108.67 111.42 106.55 101.51 106.84 95 99 103 107 111 115
Triw. I-2013 Triw.II-2013 Triw.III-2013 Triw.IV-2013 Triw. I-2014 Triw. II-2014 Triw. III-2014 Triw.IV-2014 Makanan
2. Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) triwulan I-2015
Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Sulawesi Tengah pada triwulan I-2015 sebesar 107,63 lebih rendah dibanding triwulan IV-2014 yang sebesar 108,16 (Tabel 3). Artinya kondisi ekonomi konsumen diperkirakan meningkat dengan tingkat optimisme yang sedikit lebih rendah dibandingkan dengan triwulan IV-2014. Peningkatan ITK ini terutama dipicu oleh perkiraan meningkatnya pendapatan rumah tangga dengan indeks sebesar 109,72 dan juga didorong oleh indeks rencana pembelian barang tahan lama juga mengalami peningkatan nilai indeks sebesar 103,94. Secara eksplisit optimisme ini didorong oleh dinamika perekonomian pada triwulan IV-2014 yang bersamaan dengan momen Hari Raya Natal dan Tahun Baru.
Tabel 3.
Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen triwulan I-2015
Menurut Variabel Pembentuknya
Variabel Pembentuk ITK
(1) (2)
Perkiraan pendapatan rumah tangga mendatang 109,72
Rencana pembelian barang-barang tahan 103,94
Indeks Tendensi Konsumen 107,62
3. Perbandingan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) triwulan IV-2014 dan Perkiraan triwulan I-2015 Kawasan Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua)
Secara umum ITK pada triwulan IV-2014 dari sepuluh provinsi di kawasan Sulampua mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tercermin dari nilai indeks yang bernilai lebih besar dari 100, dimana Provinsi Sulawesi Tengah menduduki peringkat 6. ITK tertinggi di Provinsi Papua yang mencapai 111,62 diikuti Sulawesi Utara sebesar 108,91 dan Papaua Barat sebesar 108,71. Sedangkan ITK terendah tercatat di Provinsi Maluku dengan indeks sebesar 102,23.
Perkiraan ITK triwulan I-2015 dari sepuluh provinsi di kawasan Sulampua semuanya mengalami peningkatan dibandingkan triwulan sebelumnya. Perkiraan nilai ITK tertinggi terjadi di Provinsi Maliku Utara dengan ITK sebesar 108,31, disusul oleh Provinsi Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah dengan indeks masing-masing 107,99 dan 107,98. Sedangkan ITK terendah diperkirakan dialami oleh Provinsi Maluku dengan indeks sebesar 102,94 (Tabel 4).
Tabel 4.
Indeks Tendensi Konsumen (ITK)1) Triwulan IV-2014 dan
Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen Triwulan I-2015 Tingkat Nasional dan Provinsi di Kawasan Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua)
No. Provinsi ITK triwulan IV-2014 Perkiraan ITK triwulan I-2015 Nilai ITK Rangking Nilai ITK Rangking (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1, Sulawesi Utara 108,91 2 107,99 2 2, Sulawesi Tengah 108,16 6 107,63 5 3, Sulawesi Selatan 108,19 5 107,68 4 4, Sulawesi Tenggara 108,69 4 107,98 3 5, Gorontalo 105,50 7 103,64 9 6, Sulawesi Barat 104,57 8 103,96 8 7, Maluku 102,23 10 102,94 10 8, Maluku Utara 103,28 9 108,31 1 9, Papua Barat 108,71 3 106,59 7 10, Papua 111,62 1 107,01 6 Indonesia 107,62 106,93 Keterangan:
1) ITK berkisar antara 0 sampai dengan 200, dengan indikasi sebagai berikut:
a. Nilai ITK < 100, menunjukkan bahwa kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan menurun dibanding triwulan sebelumnya,
b, Nilai ITK = 100, menunjukkan bahwa kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan tidak mengalami perubahan (stagnan) dibanding triwulan sebelumnya,
c, Nilai ITK > 100, menunjukkan bahwa kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan meningkat dibanding triwulan sebelumnya,