• Tidak ada hasil yang ditemukan

Strategi Guru PAI dalam Mengimplementasi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Strategi Guru PAI dalam Mengimplementasi"

Copied!
387
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Prof. Dr. H. Muhammad Siri Dangnga, M.S
    • Hardianto, S.Pd.I., M.Pd.I
    • Andi Abd. Muis, S.Pd.I., M.Pd.I
  • Pengajar:
    • Muhammad Muallim, S.Pd
  • Sekolah: Universitas Muhammadiyah Parepare
  • Mata Pelajaran: Pendidikan Agama Islam
  • Topik: Strategi Guru PAI dalam Mengimplementasi Pendidikan Karakter di Sekolah
  • Tipe: buku
  • Tahun: 2017
  • Kota: Parepare

I. Pendidikan untuk Bangsa

Pendidikan merupakan salah satu indikator keberhasilan suatu bangsa. Dalam konteks Indonesia, kualitas pendidikan menjadi sangat penting untuk menghadapi persaingan global. Tiga faktor utama yang menyebabkan rendahnya pendidikan di Indonesia adalah orientasi pendidikan yang lebih pada output daripada proses, sifat birokratis-sentralistis dalam pendidikan, dan kurangnya peran aktif guru, keluarga, dan masyarakat. Proses pendidikan seharusnya mengembangkan potensi peserta didik agar mampu menjadi pewaris dan pengembang budaya bangsa, sekaligus memberikan dasar bagi kelangsungan hidup bangsa.

II. Mewujudkan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Bagi Masa Depan

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) harus berorientasi pada empat pilar pembelajaran: learning to know, learning to do, learning to live together, dan learning to be. Pilar-pilar ini bertujuan untuk menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kemampuan sosial dan karakter yang baik. Implementasi kurikulum 2013 yang berbasis saintifik menjadi salah satu cara untuk mencapai tujuan ini, di mana setiap kegiatan pembelajaran harus berfokus pada pengembangan moral dan perilaku peserta didik.

2.1 Pilar-Pilar Pembelajaran

Empat pilar pembelajaran yang diusulkan oleh Komisi Internasional untuk pendidikan abad ke-21 adalah learning to know, learning to do, learning to live together, dan learning to be. Pilar-pilar ini menekankan pentingnya pengetahuan, keterampilan praktis, kemampuan hidup bersama, dan pengembangan diri. Dengan menerapkan pilar-pilar ini, pendidikan diharapkan dapat menciptakan individu yang berkarakter dan siap menghadapi tantangan masa depan.

III. Strategi Pembelajaran dalam Model Pembelajaran

Model pembelajaran yang tepat sangat penting dalam mengimplementasikan pendidikan karakter. Berbagai model seperti Direct Instruction dan Cooperative Learning dapat digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan. Model Direct Instruction berfokus pada pengajaran langsung oleh guru, sementara Cooperative Learning menekankan kerja sama antar siswa. Keduanya memiliki kelebihan masing-masing yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik.

3.1 Model Direct Instruction

Model Direct Instruction mengutamakan pengajaran langsung dari guru kepada siswa. Dalam model ini, guru menjelaskan konsep baru dan memberikan contoh praktis. Keunggulan dari model ini adalah fokus pada pencapaian akademik dan pengelolaan waktu yang ketat, sehingga peserta didik terlibat aktif dalam proses pembelajaran.

3.2 Model Pembelajaran Kooperatif

Pembelajaran Kooperatif melibatkan siswa dalam kelompok kecil yang bekerja sama untuk menyelesaikan tugas. Model ini mendorong interaksi antar siswa dan membantu mereka belajar dari satu sama lain. Dengan memfokuskan pada tanggung jawab individu dan ketergantungan positif, pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan kinerja akademik serta keterampilan sosial siswa.

IV. Penilaian Hasil Pembelajaran

Penilaian hasil pembelajaran harus dilakukan secara komprehensif untuk mengukur pencapaian tujuan pendidikan. Penilaian tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga afektif dan psikomotorik. Dengan demikian, penilaian dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang perkembangan peserta didik dan efektivitas strategi pembelajaran yang diterapkan.

V. Pendidikan Karakter

Pendidikan karakter merupakan elemen penting dalam pembelajaran PAI. Melalui pendidikan karakter, siswa diajarkan nilai-nilai moral dan etika yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab guru PAI, tetapi juga melibatkan semua mata pelajaran dan kegiatan di sekolah untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pembentukan karakter yang baik.

VI. Implementasi Kegiatan Berkarakter di Sekolah

Implementasi kegiatan berkarakter di sekolah memerlukan kerjasama antara guru, orang tua, dan masyarakat. Kegiatan ini dapat berupa ekstrakurikuler yang berfokus pada pengembangan karakter, serta integrasi nilai-nilai karakter dalam setiap mata pelajaran. Dengan melibatkan semua pihak, pendidikan karakter dapat diterapkan secara efektif dan berkelanjutan.

VII. Kualitas Pendidikan yang Utama

Kualitas pendidikan yang utama adalah tujuan akhir dari semua upaya yang dilakukan dalam pendidikan. Kualitas ini ditentukan oleh kemampuan dan keterampilan guru dalam mengajar serta pengelolaan proses pembelajaran yang baik. Dengan meningkatkan kualitas pendidikan, diharapkan peserta didik dapat mencapai hasil yang optimal dan siap menghadapi tantangan di masa depan.

Referensi Dokumen

  • Model Pendidikan Karakter Fokus Kewirausahaan di UMPAR ( Tim Penulis )
  • Biografi, Profil dan Prestasi Prof. Dr. H. Muhammad Siri Dangnga, M.S. ( Tim Penulis )
  • Implementasi Kompetensi Profesional Guru Pendidikan Agama Islam di Sekolah ( Penulis )
  • Bhs-Arab ( ةيبرعلا ةغللأ ) ( Tim Penulis )
  • Khianat dalam Al-Qur'an ( Penulis )

Gambar

Gambar 1.  a. Pada saat pembelajaran
Gambar 2. Skema Penilaian Pengetahuan
Gambar 3. Skema Penilaian Keterampilan
Tabel 1. Contoh Lembar Observasi
+7

Referensi

Dokumen terkait

semester dan ujian kenaikkan kelas. Instrumen penilaian dapat berbentuk tes tertulis, tes lisan, tes tindakan/unjuk kerja/praktikum. Sedangkan untuk menilai

Setelah tiga kali pertemuan guru melaksanakan ulangan harian I dengan memberikan tes hasil belajar untuk materi persamaan dan pertidaksamaan kuadrat. Tes

1) Tes lisan yaitu siswa membaca kitab yang diajarkan oleh guru (Sorogan), tes ini dilakukan setelah materi selesai. 2) Tes tertulis, yaitu dilakukan pada waktu harian

Untuk itu penilaian yang berbentuk sub sumatif (mid semester) dilaksanakan tidak lain bertujuan untuk melihat hasil dari kegiatan yang telah berlangsung selama beberapa

Penilaian lisan dinyatakan dalam skor yang diperoleh mengacu pada kriteria penilaian yang ditetapkan. Pengolahan nilai tes lisan serupa dengan pengolahan nilai tes tulis.

Pengalaman selama belajar jarak jauh bentuk penilaian yang dilaksanakan adalah dalam bentuk tes tertulis berbentuk pilihan ganda, uraian dan penugasan lainnya, tetapi

SPI setelah menyelesaikan penugasan harus mengkomunikasikan hasil penugasan kepada auditee dalam bentuk lisan dan tertulis. Setelah melakukan komunikasi lisan, auditor

- Mengakses internet untuk mendapatkan informasi dan bahan bacaan yang sesuai materi pembelajaran Mengasosiasi: - Penugasan - Tes  Tes tulis  Lisan 6 x 40 Menit -