• Tidak ada hasil yang ditemukan

Manajemen Sumber Daya Manusia di Perpust

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Manajemen Sumber Daya Manusia di Perpust"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

Manajemen Sumber Daya Manusia di Perpustakaan Sekolah

Balqies Arista (1654400018)

Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Raden Fatah Palembang Email: [email protected]

Abstrak:

Perpustakaan bukan cuma sebuah gedung atau ruang sebagai tempat koleksi, akan tetapi juga sebagai sistem informasi. Maka dari itu, perpustakaan memiliki aktivitas pengumpulan, pengolahan, pengawetan, pelestarian dan penyebaran informasi. Kegiatan ini dilakukan dengan kemampuan manajerial.

Dalam kaitannya dengan perpustakaan sekolah, manajemen perpustakaan sekolah pada dasarnya merupakan proses mengoptimalkan kontribusi manusia, material, anggaran untuk mencapai tujuan perpustakaan. Karena perpustakaan sekolah sebagai sub-sistem dari sebuah organisasi, dalam hal ini yaitu sekolah, tentunya tujuan perpustakaan sekolah harus terlebih dahulu didefinisikan secara jelas.

Untuk mencapai tujuan tersebut maka penyelenggara perpustakaan sekolah perlu memahmi prinsip dan fungsi manajemen dengan baik, sehingga visi, misi, dan tujuan yang ditetpkan oleh sekolah dapat tercapai dengan baik.

Kata kunci: Sumber daya manusia, perpustakaan sekolah

A. Pendahuluan

Keberadaan perpustakaan sekolah selama ini belum mendapatkan perhatian serius dalam dunia pendidikan. Di beberapa sekolah, perpustakaan diposisikan sebagai pelengkap dan dibiarkan menderita. Kurikulum diganti setiap tahunnya, banyak guru yang berulang kali ditatar, bahkan kepala sekolah sampai jemu mengikuti penataran manajemen sekolah. Namun, nasib perpustakaan sekolah tidak pernah dipikirkan.

(2)

B. Pembahasan

1. Pengertian Manajemen

Manajemen berasal dari kata dalam berbahasa Inggris, yakni management. Dalam bahasa Indonesia, manajemen memiliki beberapa pengertian, antara lain :

a. Pemimpin, baik dalam arti orang-orang maupun fungsinya, dalam kegiatan organisasi, terutama dalam mengambil keputusan-keputusan yang dilakukan dengan mengadakan rapat.

b. Pengurus atau kepengurusan, yang diangkat melalui pemilihan.

c. Ketatalaksanaan, yakni manajemen yang bersifat menata, mengatur pelaksanaan dan menjalankan keputusan-keputusan maupun perintah atasan. d. Pengelolaan, yakni manajemen sumber daya.

e. Pengendalian, yakni manajemen suatu situasi dan kondisi (kontrol).

f. Pembinaan, yakni manajemen yang bersifat pengembangan; jiwa, kemampuan, keahlian orang, kelompok orang dan masyarakat.

Secara umum, pengertian manajemen yaitu pengendalian dan pemanfaatan semua faktor dan sumber daya, yang menurut suatu perencanaan (planning) diperlukan untuk mencapai atau menyelesaikan suatu tujuan kerja yang tertentu (Prajudi, 1982).

Menurut Zulkifli Amsyah (2001:1), manajemen merupakan proses kegiatan mengelola sumber daya manusia, materi dan metode berdasarkan fungsi-fungsi manajemen agar tujuan dapat dicapai secara efisien dan efektif.

Dalam Ensiklopedi Nasional Indonesia Volume 16 (1990:115) menyebutkan bahwa manajemen merupakan proses perencanaan, pengorganisasian dan pengawasan sumber daya manusia dan sumber-sumber lain untuk mencapai tujuan maupun sasaran secara efektif dan efisien.

2. Manajemen Perpustakaan Sekolah

Perpustakaan bukan cuma sebuah gedung atau ruang sebagai tempat koleksi, akan tetapi juga sebagai sistem informasi. Maka dari itu, perpustakaan memiliki aktivitas pengumpulan, pengolahan, pengawetan, pelestarian dan penyebaran informasi. Kegiatan ini dilakukan dengan kemampuan manajerial.

(3)

lembaga pemerintah, lembaga masyarakat, lembaga pendidikan keagamaan, rumah ibadah, atau organisasi lain.

Misi dari perpustakaan sekolah adalah menyediakan informasi dan ide yang merupakan fondasi agar berfungsi secara baik di dalam masyarakat masa kini yang berbasis informasi dan pengetahuan. Menurut Standar Nasional Indonesia, misi perpustakaan sekolah di antaranya1:

o menyediakan informasi dan ide yang merupakan fondasi agar berfungsi secara baik di dalam masyarakat masa kini yang berbasis informasi dan pengetahuan;

o merupakan sarana bagi murid agar terampil belajar sepanjang hayat dan mampu mengembangkan daya pikir agar mereka dapat hidup sebagai warga negara yang bertanggungjawab.

Dalam kaitannya dengan perpustakaan sekolah, manajemen perpustakaan sekolah pada dasarnya merupakan proses mengoptimalkan kontribusi manusia, material, anggaran untuk mencapai tujuan perpustakaan. Karena perpustakaan sekolah sebagai sub-sistem dari sebuah organisasi, dalam hal ini yaitu sekolah, tentunya tujuan perpustakaan sekolah harus terlebih dahulu didefinisikan secara jelas. Perpustakaan sekolah menurut Standar Nasional Indonesia bertujuan menyediakan pusat sumber belajar sehingga dapat membantu pengembangan dan peningkatan minat baca, literasi informasi, bakat serta kemampuan peserta didik. Pendefinisian secara operasional dari manajemen dapat dilakukan dalam bentuk program yang akan dilaksanakan beserta sasaran yang konkret dan operasional. Untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan, maka kegiatan manajemen. Perpustakaan sekolah dapat dilaksanakan atau. direalisasikan (Widiasa, 2007).

Untuk mencapai tujuan tersebut maka penyelenggara perpustakaan sekolah perlu memahmi prinsip dan fungsi manajemen dengan baik, sehingga visi, misi, dan tujuan yang ditetpkan oleh sekolah dapat tercapai dengan baik. Berikut ini akan dijelaskan fungsi manajemen yang dapat diterapkan pada perpustakaan sekolah, yakni:

a. Perencanaan

Perencanaan merupakan titik awal kegiatan perpustakaan di sekolah dan mesti disusun oleh perpustakaan. Perencanaan merupakan suatu proses

1 Arwendira. Manajemen Perpustakaan Sekolah.

(4)

analitis yang berhubungan dengan penilaian terhadap masa depan untuk menentukan tujuan yang hendak dicapai, dan mengembangkan berbagai alternatif untuk mencapai tujuan yang dimaksud (Stueart & Moran, 1987). Perencanaan dimaksudkan untuk mengantisipasi perubahan lingkungan yang terjadi pada saat itu dan perubahan yang mungkin terjadi di masa yang akan datang.

Perencanaan berguna untuk memberikan arah, menjadi standar kerja, memberikan kerangka pemersatu dan membantu memperkirakan peluang.2

Dalam menyusun perencanaan hendaknya mencakup what (apa yang akan dilakukan), how (bagaimana cara melaksanakannya), when (kapan pelaksanaannya) dan who (siapa yang bertanggungjawab) serta how many/how much (berapa banyak anggaran yang diperlukan).

b. Pengorganisasian

Fungsi pengorganisasian termasuk fungsi pengisian staf yang sesuai untuk setiap tugas atau kedudukan. Pengisian staf atau karyawan perlu membedakan beberapa jenis karyawan yang bekerja di perpustakaan, yang masing-masing mempunyai tugas khas dan karakteristik sendiri-sendiri.

Apabila dalam suatu organisasi hanya terdiri atas dua orang dan tujuan yang akan dicapai juga hanya sederhana, maka belum diperlukan struktur organisasi. Jika kelompok orang yang bekerjasama jumlah besar, dan tujuan yang akan dicapai luas, maka struktur organisasi yang tersusun rapi mutlak perlu. Struktur organisasi ialah suatu kerangka yang menunjukkan semua tugas kerja untuk mencapai tujuan organisasi, hubungan antara fungsi-fungsi tersebut, serta wewenang dan tanggung jawab setiap anggota, organisasi yang melakukan setiap tugas kerja tersebut.

c. Penggerakkan

Dari seluruh rangkaian proses manajemen, penggerakkan merupakan fungsi manajemen yang paling utama. Dalam fungsi perencanaan dan pengorganisasian, fungsi ini lebih banyak berhubungan dengan aspek-aspek abstrak proses manajemen, sedangkan fungsi penggerakkan justru lebih menekankan pada kegiatan yang berhubungan langsung dengan orang-orang dalam organisasi.

(5)

Tugas penggerakan adalah tugas mengerakkan seluruh manusia yang bekerja dalam perpustakaan sekolah agar masing-masing bekerja sesuai dengan tugas dan tanggungjawab yang telah ditetapkan dengan semangat dan kemampuan maksimal. Dengan kata lain, pergerakkan merupakan proses implementasi program agar dapat dijalankan oleh seluruh pihak dalam organisasi serta proses memotivasi agar semua pihak tersebut dapat menjalankan tanggung jawabnya dengan penuh kesadaran dan produktivitas yang tinggi.

d. Pengawasan

Pengawasan yakni pengamatan dan pengukuran untuk menentukan berhasil atau tidaknya pelaksanaan menurut perencanaan yang telah ditetapkan. Proses ini dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan, diorganisasikan dan diimplementasikan dapat berjalan sesuai dengan target yang diharapkan sekalipun berbagai perubahan terjadi dalam lingkungan dunia kepustakawanan yang dihadapi.

Pengawasan merupakan suatu kegiatan yang berusaha untuk mengendalikan agar pelaksanaan dapat berjalan sesuai dengan rencana dan memastikan apakah tujuan organisasi tercapai. Apabila terjadi penyimpangan di mana letak penyimpangan itu dan bagaimana pula tindakan yang diperlukan untuk mengatasinya. Selanjutnya dikemukakan pula oleh T. Hani Handoko bahwa proses pengawasan memiliki lima tahapan, yaitu : (a) penetapan standar pelaksanaan; (b) penentuan pengukuran pelaksanaan kegiatan; (c) pengukuran pelaksanaan kegiatan nyata; (d) pembandingan pelaksanaan kegiatan dengan standar dan penganalisaan penyimpangan-penyimpangan; dan (e) pengambilan tindakan koreksi, bila diperlukan.

3. Manajemen Sumber Daya Manusia Perpustakaan a. Pengertian

Manajemen sumber daya manusia yakni sebuah ilmu yang membahas sebuah pengaturan dari sumber daya manusia yang tersedia dalam organisasi.3

Menurut Sutermeister yang dikutip oleh Winardi (2003: 80), salah satu faktor pokok yang mempengaruhi organisasi formal adalah struktur organisasi.

3 Sudiarta, I Ketut, et.al., 2016. “Manajemen Sumber Daya Manusia Perpustakaan (Studi

(6)

Struktur organisasi menurut Robbins dan Coulter (1999: 282) adalah kerangka kerja formal organisasi, dengan kerangka itu tugas-tugas jabatan dibagi-bagi, dikelompokkan dan dikoordinasikan. Dapat dikatakan bahwa struktur suatu organisasi menjelaskan program kerja dan ditunjukkan olehnya bagaimana berbagai fungsi maupun program yang berbeda berkaitan satu sama lain. Dalam struktur organisasi dapat terlihat suatu susunan posisi, tugas-tugas pekerjaan dan garis wewenang dari bagian-bagian dalam organisasi.

Orang-orang yang berada di puncak struktur organisasi memiliki wewenang untuk mengatur segala macam kebijakan yang ada di dalam suatu organisasi. Kebijakan merupakan salah satu unsur vital dalam organisasi karena kebijakan digunakan sebagai landasan untuk tindakan-tindakan nyata di lapangan. Kebijakan merupakan rangkaian konsep dan asas yang menjadi pedoman dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak serta merujuk pada proses pembuatan keputusan-keputusan penting organisasi, termasuk identifikasi berbagai alternatif seperti prioritas program atau pengeluaran, dan pemilihannya berdasarkan dampaknya.4

Sumber daya manusia di perpustakaan sekolah dimungkinkan terdiri dari guru, pustakawan dan karyawan yang masing-masing memiliki peran tersendiri.

Guru berperan sebagai mediator antara perpustakaan dan kepala sekolah, perpustakaan dan guru, juga perpustakaan dan siswa.

Pustakawan berperan sebagai orang yang melaksanakan kegiatan di perpustakaan seperti pengadaan, pencatatan, klasifikasi, pengkatalogan, penjajaran, pengawetan dan pemberdayaan perpustakaan. Adapun pendidikan pustakawan sekolah minimal Diploma III Perpustakaan, Dokumentasi dan Informasi. Apabila yang menangani perpustakaan sekolah tersebut belum memenuhi syarat Diploma III maka hanya disebut sebagai tenaga perpustakaan.

Karyawan yang terdiri dari tenaga administrasi bertugas melaksanakan kegiatan administrasi dan membantu pelaksanaan kegiatan perpustakaan pada

4 Zulkifi. Skripsi: “Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) di Perpustakaan Sma Negeri

(7)

umumnya, seperti pelabelan, sirkulasi, pembuatan statistik dan lain sebagainya.

b. Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia

Dalam manajemen sumber daya manusia, diterapkan fungsi-fungsi pokok manajemen pada umumnya. Fungsi-fungsi manajemen yakni berbagai jenis tugas atau kegiatan manajemen yang mempunyai peranan khas dan bersifat saling menunjang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Dari beberapa pendapat mengenai fungsi-fungsi manajemen, salah satu fungsi manajemen yang sederhana dan dapat diterapkan di dalam manajemen sumber daya manusia perpustakaan yakni fungsi yang dikemukakan oleh George Terry dalam Winardi (2000: 161) yaitu planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), actuating (penggerakan atau pelaksanaan), dan controlling (pengawasan).

Perencanaan merupakan rangkaian perhitungan dan penentuan mengenai kegiatan yang akan datang. Setelah rencana tersebut disusun, maka dilakukan pengorganisasian untuk mengatur setiap kegiatan dan sumber daya agar terorganisir dengan baik. Penggerakan dijalankan setelah adanya rencana dan organisasi, yang merupakan pelaksanaan dengan penuh tanggung jawab yang sesuai dengan perencanaan dan mengarah pada pencapaian tujuan. Pengawasan dilakukan agar penggerakan selalu sesuai dengan rencana dan selalu mengarah pada tujuan yang telah ditentukan.

c. Tugas Pustakawan

Pustakawan yang sedikit banyak telah mengetahui seluk-beluk ilmu perpustakaan dalam hal ini bertugas :

 Melaksanaan pengadaan, yakni yang dapat dilakukan antara lain

(8)

 Mengolah bahan pustaka, pustakawan bertanggung jawab penuh atas kegiatan pengolahan ini walaupun dalam pelaksanaannya dibantu oleh tenaga administrasi dan guru pustakawan. Kegiatan pengolahan ini meliputi; pencatatan, klasifikasi, katalogisasi, pelabelan, penjajaran, pelestarian dan pengawetan.

 Memberdayakan bahan informasi, maka dari itu bahan informasi yang dikelola perpustakaan sekolah perlu diberdayakan secara optimal agar memberikan manfaat kepada masyarakat. Pemberdayaan ini antara lain berupa penyediaan jasa informasi, sirkulasi, referensi, pelayanan, fotocopy, penelusuran literatur, pelayanan baca di tempat maupun pelayanan internet.

d. Tugas Guru Perpustakaan

Agar perpustakaan sekolah lebih maju dan berfungsi optimal, maka diperlukan seorang guru pustakawan, yakni guru sekolah yang mendapatkan pendidikan atau pelatihan bidang perpustakaan yang idealnya minimal berbobot 30 SKS. Guru ini selain bertugas mengajar juga bertugas di perpustakaan sekolah setempat.

Guru pustakawan diperlukan karena adanya perubahan pembelajaran dari teacher centered menjadi student centered. Perubahan pembelajaran ini pula menuntut perubahan peran perpustakaan sekolah agar berfungsi sebagai media belajar dan akses informasi secara mandiri.

e. Kompetensi Sumber Daya Manusia

(9)

Cakap (mengetahui); (b). berwenang, berkuasa, (memutuskan, menentukan sesuatu).5

Di dalam kompetensi ada beberapa model yang digunakan. model kompetensi itu sendiri merupakan suatu cara bagaimana memetakan suatu sistem pemikiran yang dapat memberi gambaran terintegrasi mengenai kompetensi, kaitannya dengan strategi manajemen sumber daya manusia. Dalam konteks strategi manajemen tersebut terdapat beberapa unsur yang saling berkaitan, yakni:

 Sistem rekruitmen dan seleksi,  Penempatan dan rencana suksesi,  Pengembangan karier, dan  Kompensasi.

f. Kompetensi Sumber Daya Manusia yang Ada di Perpustakaan

Perpustakaan merupakan sebuah lembaga yang bergerak dalam bidang jasa dan informasi. Dalam menjalankan fungsinya, maka perpustakaan harus didukung oleh sumber daya manusia yang profesional dan memadai. Sumber daya manusia yang ada pun menjadi tolok ukur keberhasilan suatu perpustakaan dalam menjalankan visi dan misinya. Sumber daya manusia yang merupakan tenaga perpustakaan terdiri dari pustakawan, tenaga teknis perpustakaan dan staf/tenaga admisnistrasi harus dilakukan pembinaan baik mereka yang berada di lingkungan pemerintahan (pegawai negeri sipil) atau swasta (pegawai swasta).

Keberhasilan suatu perpustakaan pun diukur berdasarkan tinggi rendahnya kemampuan perpustakaan tersebut dalam melaksanakan fungsinya dengan baik. Untuk keberhasilannya, perpustakaan perlu dikelola oleh sejumlah tenaga pustakawan terdidik, terampil dan penuh pengertian tentang kebutuhan masyarakat baik material maupun spiritual serta memiliki jiwa pengabdian yang tinggi.

Dengan demikian, di dalam suatu sistem pendidikan nasional yang berkesinambungan seumur hidup, perpustakaan berperan secara tepat guna dan berdaya guna sebagai suatu lembaga pendidikan dan non-formal dan sebagai sarana penunjang pendidikan formal.

5 Perpus UN1KD45. Kompetensi SDM (Sumber Daya Manusia) yang Ada di Perpustakaan.

(10)

Sumber daya manusia di perpustakaan merupakan salah satu faktor atau pilar yang sangat penting. Oleh karena itu, perpustakaan harus selalu dibina dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia (human resources) di perpustakaan harus dilakukan secara terencana dengan baik agar menjadi berkualitas.

Menurut UU NO. 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan pasal 1 ayat 8 berbunyi: “Pustakawan adalah seseorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan /atau pelatihan kepustakawanan serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanaan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan”. Selanjutnya pada pasal 29 ayat 3 disebutkan bahwa “Tugas tenaga teknis perpustakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dirangkap oleh pustakawan sesuai dengan kondisi perpustakaan yag bersangkutan”. Sedangkan staf/tenaga administrasi yang ada di perpustakaan membantu kepala perpustakaan melaksanakan tugas administrasi yang ada diperpustakaan seperti melaksanakan tugas administrasi perkantoran, misal pada bidang kesekretariatan, keuangan, perlengkapan dan perbekalan, humas dan lain-lain.

Pustakawan harus memiliki kompetensi, yakni kemampuan dalam mengelola perpustakaan berdasarkan pengetahuan, keterampilan, sikap dan perilaku guna mencapai kesuksesan.

Adapun kemampuan pustakawan yang perlu dikembangkan, di antaranya:

a) Kemampuan manajemen informasi (kemampuan pustakawan dalam mencari informasi, membuat/menciptakan informasi, mengorganisasi Informasi dan berbagai/penyebaran informasi).

b) Skill interpersonal (kemampuan personal pustakawan yang berguna

dalam berhubungan dengan pemakai dan sesama rekan kerja).

c) Kemampuan teknologi informasi (kemampuan untuk menggunakan

berbagai perangkat teknologi informasi untuk membantu semua proses kerja).

d) Kemampuan manajemen (kemampuan dalam mengelola sistem

administrasi perpustakaan yang baik bagi berbagai kegiatan yang dilakukan).

(11)

Salah satu tujuan diberlakukannya standar kompetensi di berbagai pengetahuan dan keterampilan yang dituntut untuk melaksanakan maupun untuk menunjang pelaksanaan pekerjaan, yang merupakan dasar bagi pencipta nilai dalam suatu organisasi. Oleh karena itu dukungan perpustakaan terhadap pertumbuhan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat diberikan melalui berbagai kegiatan, yakni6:

1) Pameran ristek dan informasi,

2) Lomba karya tulis ilmiah,

3) Pembinaan minat baca, dan

4) Penyebaran informasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) secara luas dan merata.

h. Standar Kompetensi Perpustakaan

Kompetensi Umum

Kompetensi umum yakni kompetensi dasar umum yang harus dimiliki oleh setiap pustakawan dan diperlukan untuk melakukan tugas-tugas perpustakaan yang meliputi:

1) Mengoperasikan komputer tingkat dasar,

2) Menyusun rencana kerja perpustakaan (RKP),

3) Membuat laporan kerja perpustakaan (LKP).

Kompetensi umum ini melekat dalam kompetensi inti dan khusus.

Komptensi Inti

Kompetensi inti merupakan kompetensi dasar keahlian yang harus dimiliki oleh setiap pustakawan dalam menjalankan tugas-tugas perpustakaan. Kompetensi inti mencakup unit-unit kompetensi yang dibutuhkan untuk mengerjakan tugas-tugas inti dan wajib dikuasai oleh pustakawan, yang meliputi:

1) Melakukan seleksi bahan perpustakaan,

2) Melakukan pengadaan bahan perpustakaan,

3) Melakukan pengatalogan deskriptif,

4) Melakukan pengatalogan subyek,

6 Anwar Makkasau. Peranan SDM di Bidang Perpustakaan.

(12)

5) Melakukan perawatan koleksi perpustakaan,

6) Melakukan layanan sirkulasi,

7) Melakukan layanan referensi,

8) Melakukan penelusuran informasi sederhana,

9) Melakukan promosi perpustakaan, 10) Melakukan kegiatan literasi informasi,

11) Memanfaatkan jaringan internet layanan perpustakaan.

Kompetensi Khusus

Kompetensi khusus merupakan kompetensi tingkat lanjut yang bersifat spesifiik, meliputi:

1) Melakukan kajian perpustakaan,

2) Membuat karya tulis ilmiah,

3) Membuat literatur sekunder,

4) Melakukan pelestarian koleksi perpustakaan,

5) Melakukan penelusuran informasi kompleks,

6) Merancang tata ruang dan perabot perpustakaan.

Kompetensi diatas dapat dimilki jika tenaga pengelola perpustakaan melakukan pengembangan diri, ada dua bidang pengembangan yang bisa dilakukan, yakni:

1. Kualitas pengetahuan, keterampilan dan sikap, kepribadian, perilaku.

Pengembangan ini dilakukan dengan cara sebagai berikut:

a. Mengikutsertakan dalam pendidikan formal: S1, akademi dan

diploma.

b. Pendidikan diklat/training.

c. Kursus-kursus (ICT Perpustakaan, manajemen perpustakaan dll). d. Pendidikan profesional

e. Pelatihan: latihan jabatan, pra-jabatan, magang dan lain-lain. f. Mengikutsertakan sumber daya manusia perpustakaan dalam

seminar, workshop, kongres, lokakarya dll.

2. Kuantitas (jumlah), pengembangan sumber daya manusia menurut jumlah mengacu pada perkembangan kebutuhan, yakni dengan cara:

(13)

b. Mengurangi jumlah pegawai, apabila terjadi perampingan struktur organisasi karena penggabungan atau penghapusan sebagian struktur yang ada.

c. Mempertahankan yang ada, tapi tetap dilakukan efisiensi dan efektifitas agar terjadi penghematan waktu, tenaga, dan biaya serta sarana dan prasarana serta tetap pada tujuan yang akan dicapai.

C. Kesimpulan

Secara umum, pengertian manajemen yaitu pengendalian dan pemanfaatan semua faktor dan sumber daya, yang menurut suatu perencanaan (planning) diperlukan untuk mencapai atau menyelesaikan suatu tujuan kerja yang tertentu (Prajudi, 1982).

Dalam kaitannya dengan perpustakaan sekolah, manajemen perpustakaan sekolah pada dasarnya merupakan proses mengoptimalkan kontribusi manusia, material, anggaran untuk mencapai tujuan perpustakaan. Karena perpustakaan sekolah sebagai sub-sistem dari sebuah organisasi, dalam hal ini yaitu sekolah, tentunya tujuan perpustakaan sekolah harus terlebih dahulu didefinisikan secara jelas.

Untuk mencapai tujuan tersebut maka penyelenggara perpustakaan sekolah perlu memahmi prinsip dan fungsi manajemen dengan baik, sehingga visi, misi, dan tujuan yang ditetpkan oleh sekolah dapat tercapai dengan baik.

Menurut Sutermeister yang dikutip oleh Winardi (2003: 80), salah satu faktor pokok yang mempengaruhi organisasi formal adalah struktur organisasi. Struktur organisasi menurut Robbins dan Coulter (1999: 282) adalah kerangka kerja formal organisasi, dengan kerangka itu tugas-tugas jabatan dibagi-bagi, dikelompokkan dan dikoordinasikan. Dapat dikatakan bahwa struktur suatu organisasi menjelaskan program kerja dan ditunjukkan olehnya bagaimana berbagai fungsi maupun program yang berbeda berkaitan satu sama lain. Dalam struktur organisasi dapat terlihat suatu susunan posisi, tugas-tugas pekerjaan dan garis wewenang dari bagian-bagian dalam organisasi.

Sumber daya manusia di perpustakaan sekolah dimungkinkan terdiri dari guru, pustakawan dan karyawan yang masing-masing memiliki peran tersendiri.

(14)

manajemen, salah satu fungsi manajemen yang sederhana dan dapat diterapkan di dalam manajemen sumber daya manusia perpustakaan yakni fungsi yang dikemukakan oleh George Terry dalam Winardi (2000: 161) yaitu planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), actuating (penggerakan atau pelaksanaan), dan controlling (pengawasan).

Perpustakaan merupakan sebuah lembaga yang bergerak dalam bidang jasa dan informasi. Dalam menjalankan fungsinya, maka perpustakaan harus didukung oleh sumber daya manusia yang profesional dan memadai. Sumber daya manusia yang ada pun menjadi tolok ukur keberhasilan suatu perpustakaan dalam menjalankan visi dan misinya.

(15)

Anwar Makkasau. Peranan SDM di Bidang Perpustakaan. http://anwarmakkasau.blogspot.com/2012/08/peranan-sdm-di-bidangperpustakaan-oleh.html. diakses pada tanggal 26 Juni 2018 pukul 02:50 WIB.

Arwendira. Manajemen Perpustakaan Sekolah. https://arwendria.wordpress.com/2010/12/16/ manajemen-perpustakaan-sekolah/, diakses pada tanggal 26 Juni 2018 pukul 02:32 WIB.

HS, Lasa. 2009. Manajemen Perpustakaan Sekolah. Yogyakarta: Pinus.

NS, Sutarno. 2006. Manajemen Perpustakaan: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Sagung Seto

Perpus UN1KD45. Kompetensi SDM (Sumber Daya Manusia) yang Ada di Perpustakaan. http://perpusunikdas.blogspot.com/2016/10/kompetensi-sdm-sumber-daya-manusia-yang.html, diakses pada tanggal 26 Juni 2018 pukul 22:26 WIB.

Sudiarta, I Ketut, et.al., 2016. “Manajemen Sumber Daya Manusia Perpustakaan (Studi Kasus di Perpustakaan Universitas Hindu Indonesia)”. Jurnal Ilmiah D3 Perpustakaan. Vol. 1 No. 1. Januari 2016.

Undang-Undang Nomor 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan.

Referensi

Dokumen terkait

Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk

Spesifikasi pekerjaan menjelaskan tentang keterampilan dan kemampuan yang harus dimiliki oleh sumber daya manusia agar dapat menempati posisi tersebut. Contohnya untuk

Manusia perlu diperlakukan sebagai manusia seutuhnya dengan berbagai cara supaya masing-masing individu tersebut mau dan mampu melaksanakan pekerjaan, aturan dan perintah yang ada

Sistem perekrutan merupakan sistem terpenting untuk mendapatkan Sumber daya manusia yang kompeten atau minimal paling tidak yang memiliki standar

departemen sumber daya manusia memiliki peran yang diharapkan dapat membantu para manajer untuk mencapai tujuan perusahaan.. Menurut Cherrington (1995:8) peranan departemen sumber

Buku Manajemen Sumber Daya Manusia ini mengupas tuntas mengenai cara-cara menangani SDM agar memiliki kinerja yang baik, mengungkapkan sisi kompetensi dari Manajer SDM untuk me

Perencanaan sumber daya manusia (PSDM) merupakan fungsi utama yang harus dilaksanakan dalam organisasi, guna menjamin tersedianya tenaga kerja yang tepat untuk menduduki

Manajemen Sumber Daya Manusia Berbasis Kompetensi (MSDM-BK) merupakan penggunaan sejumlah kompetensi untuk mengelola sumber daya manusia dalam rangka mencapai kinerja