NOMOR 2 0 TAHUN 1 9 9 2 TENTANG
PEMBENTUKAN PENGADILAN TINGGI AGAMA DI YOGYAKARTA, DI BANDAR LAMPUNG, DAN DI JAMBI
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang : a. bahwa Pengadil an Tinggi Agama di Semarang, di Pal embang, dan di Padang yang masing-masing t el ah ada pada saat mul ai berl akunya Undang-undang Nomor 7 Tahun 1989 t ent ang Peradil an Agama, memil iki daerah hukum yang sangat l uas dan masing-masing mel iput i wil ayah Propinsi Daerah Ist imewa Yogyakart a, Daerah Tingkat I Lampung dan Dengkul u, sert a Daerah Tingkat I Jambi;
b. bahwa sehubungan dengan semakin meningkat nya beban kerj a ket iga Pengadil an Tinggi Agama t ersebut , dan dal am rangka pemerat aan kesempat an unt uk memperol eh keadil an sert a peningkat an pel ayanan hukum kepada masyarakat , dipandang perl u membent uk Pengadil an Tinggi Agama yang daerah hukumnya masing-masing mel iput i wil ayah Propinsi Daerah Ist imewa Yogyakart a, Dacrah Tingkat I Lampung, dan Daerah Tingkat I Jambi;
c. bahwa sesuai dengan ket ent uan Pasal 8 Undang-undang Nomor 7 Tahun 1989 t ent ang Peradil an Agama, pembent ukan Pengadil an Tinggi Agama dit et apkan dengan Undang-undang;
Mengingat : 1. Pasal 5 ayat (1), Pasal 20 ayat (1), dan Pasal 24 Undang-Undang Dasar 1945;
2. Undang-undang Nomor 14 Tahun 1970 t ent ang Ket ent uan-ket ent uan Pokok Kekuasaan Kehakiman (Lembaran Negara Tahun 1970 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Nomor 2951);
3. Undang-undang Nomor 14 Tahun 1985 t ent ang Mahkamah Agung (Lembaran Negara Tahun 1985 Nomor 73, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3316);
4. Undang-undang Nomor 7 Tahun 1989 t ent ang Peradil an Agama (Lembaran Negara Tahun 1989 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3400);
Dengan perset uj uan
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
MEMUTUSKAN:
Menet apkan : UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG PEMBENTUKAN PENGADILAN TINGGI AGAMA DI YOGYAKARTA, DI BANDAR LAMPUNG, DAN DI JAMBI.
Pasal 1
Membent uk t iga Pengadil an Tinggi Agama dengan nama dan kedudukan masing-masing:
a. Pengadil an Tinggi Agama Yogyakart a, berkedudukan di Yogyakart a.
b. Pengadil an Tinggi Agama Bandar Lampung, berkedudukan di Bandar Lampung.
Pasal 2
(1) Daerah hukum Pengadil an Tinggi Agama Yogyakart a mel iput i wil ayah Propinsi Dacrah Ist imewa Yogyakart a.
(2) Daerah hukum Pengadil an Tinggi Agama Bandar Lampung mel iput i wil ayah Propinsi Daerah Tingkat I Lampung.
(3) Daerah hukum Pengadil an Tinggi Agama Jambi mel iput i wil ayah Propinsi Daerah Tingkat I Jambi.
Pasal 3
(1) Dengan pembent ukan Pengadil an Tinggi Agama Yogyakart a, maka daerah hukum Pengadil an Tinggi Agama Yogyakart a dikel uarkan dari daerah hukum Pengadil an Tinggi Agama Semarang.
(2) Dengan pembent ukan Pengadil an Tinggi Agama Bandar Lampung, maka daerah hukum Pengadil an Tinggi Agama Bandar Lampung dikel uarkan dari daerah hukum Pengadil an Tinggi Agama Pal embang.
(3) Dengan pembent ukan Pengadil an Tinggi Agama Jambi, maka daerah hukum Pengadil an Tinggi Agama Jambi dikel uarkan dari daerah hukum Pengadil an Tinggi Agama Padang.
Pasal 4
Perkara-perkara yang menj adi kewenangan Peradil an Agama pada saat t erbent uknya Pengadil an Tinggi Agama sebagaimana dimaksud dal am Pasal 1:
a. t el ah diperiksa t et api bel um diput us ol eh Pengadil an Tinggi Agama Semarang, Pal embang, dan Padang t et ap diperiksa dan diput us ol eh masing-masing Pengadil an Tinggi Agama t ersebut .
Pal embang dan Padang, t et api bel um diperiksa, masing-masing dil impahkan kepada Pengadil an Tinggi Agama Yogyakart a, Bandar Lampung, dan Jambi.
Pasal 5
Undang-undang ini mul ai berl aku pada t anggal diundangkan.
Agar set iap orang menget ahuinya, memerint ahkan pengundangan Undang-undang ini dengan penempat annya dal am Lembaran Negara Republ ik Indonesia.
Disahkan di Jakart a
pada t anggal 31 Agust us 1992
PRESIDEN REPBULIK INDONESIA
t t d
SOEHARTO
Diundangkan di Jakart a pada t anggal 31 Agust us 1992
MENTERI/ SEKRETARIS NEGRA REPUBLIK INDONESIA
t t d
PENJELASAN ATAS
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 1992
TENTANG
PEMBENTUKAN PENGADILAN TINGGI AGAMA DI YOGYAKARTA, DI BANDAR LAMPUNG, DAN DI JAMBI
I. UMUM
Sebel um diberl akukannya Undang-undang Nomor 7 Tahun 1989 t ent ang Peradil an Agama, t el ah t erdapat 18 (del apan bel as) Badan Peradil an Agama yang berf ungsi sebagai Pengadil an Tinggi Agama yang dibent uk dengan beberapa Penet apan dan Keput usan Ment eri Agama. Kewenangan Ment eri Agama dal am menet apkan pembent ukan Pengadil an Tinggi Agama didasarkan kepada ket ent uan Pasal 11 ayat (1) Perat uran Pemerint ah Nomor 45 Tahun 1957.
Del apan bel as Pengadil an Tinggi Agama t ersebut adal ah 5 (l ima) Pengadil an Tinggi Agama berkedudukan di Sumat era masing-masing di Banda Aceh, Medan, Padang, Pekanbaru, dan Pal embang, sert a di Jawa t erdapat 4 (empat ) Pengadil an Tinggi Agama yang berkedudukan di Jakart a, Bandung, Semarang, dan Surabaya. Sedangkan di l uar pul au Jawa dan Sumat era t erdapat 9 (sembil an) Pengadil an Tinggi Agama yang berkedudukan di Banj armasin, Pont ianak, Samarinda, Pal angkaraya, Manado, Uj ung Pandang, Mat aram, Ambon, dan Jayapura.
Sel uruh Pengadil an Tinggi Agama t ersebut merupakan pengembangan t iga l embaga banding dil ingkungan Peradil an Agama yang ada sebel um berl akunya Undang-undang Nomor 1 Tahun 1989, yait u:
b. Kerapat an Qadhi Besar unt uk sebagian residensi Kal imant an Sel at an dan Timur;
c. Pengadil an Agama/ Mahkamah Syar'iyah Propinsi unt uk di l uar Jawa, Madura, sebagian residensi Kal imant an Sel at an dan Timur.
Berdasarkan ket ent uan Pasal 106 angka I Undang-undang Nomor 7 Tahun 1989, Badan Peradil an Agama yang sebel umnya t el ah menj al ankan f ungsi sebagai Pengadil an, Tinggi Agama, t et ap diakui keberadaannya dan menj al ankan f ungsinya sebagai Pengadil an Tinggi Agama menurut Undang-undang Nomor 7 Tahun 1989. Karena ket ent uan it u pul a, keberadaan kedel apan bel as Pengadil an Tinggi Agama t adi t et ap diakui dan sah berdasarkan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1989;
Dengan memperhat ikan perkembangan keadaan dan kebut uhan unt uk meningkat kan pel ayanan peradil an, dirasakan semakin berat nya beban kerj a Pengadil an Tinggi Agama Semarang, Pal embang, dan Padang yang daerah hukumnya sangat l uas dan masing-maing mel iput i wil ayah Propinsi Daerah Ist imewa Yogyakart a, Daerah Tingkat I Lampung, dan Daerah Tingkat I Jambi. Berdasarkan pert imbangan it u, dan dal am rangka pemerat aan kesempat an unt uk memperol eh keadil an sert a pel ayanan hukum, dibent uk t iga Pengadil an Tinggi Agama di Yogyakart a, Bandar Lampung, dan Jambi.
Dengan t erbent uknya ket iga Pengadil an Tinggi Agama t ersebut , diperl ukan perhat ian Pemerint ah dal am penyediaan perangkat l unak, prangkat keras, dan personil nya agar ket iga Pengadil an Tinggi Agama dimaksud dapat berf ungsi sebaik-baiknya.
Karena ket ent uan Pasal 8 Undang-undang Nomor 7 Tahun 1989 t ent ang Peradil an Agama menet apkan bahwa pembent ukan Pengadil an Tinggi Agama harus dengan Undang-undang, maka pembent ukan t iga Pengadil an Tinggi Agama yang baru t ersebut dil akukan pul a dengan Undang-undang.
II. PASAL DEMI PASAL
Pasal 1
Cukup j el as
Pasal 2
Ayat (1)
Cukup j el as
Ayat (2)
Cukup j el as
Ayat (3)
Cukup j el as
Pasal 3
Ayat (1)
Pengadil an Tinggi Agama Semarang, dibent uk dengan Keput usan Ment eri Agama Nomor 207 Tahun 1986 t anggal 22 Jul i 1986 yang semul a disebut Cabang Mahkamah Isl am Tinggi Semarang sebagai pel aksana t ugas Mahkamah Isl am Tinggi Jakart a.
Tingkat I Jawa Tengah dan Propinsi Daerah Ist imewa Yogyakart a.
Dengan berl akunya Undang-undang ini, daerah hukum Pengadil an Tinggi Agama Semarang hanya mel iput i wil ayah Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Tengah.
Ayat (2)
Pengadil an Tinggi Agama Pal embang dibent uk dengan Penet apan Ment eri Agama Nomor 58 Tahun 1957 yang semul a dinamakan Pengadil an Agama/ Mahkamah Syar'iyah Propinsi di Pal embang.
Pengadil an Tinggi Agama t ersebut sampai saat diberl akukannya Undang-undang ini mel iput i sembil an bel as Pengadil an Agama yang t erl et ak di wil ayah Propinsi Daerah Tingkat I Sumat era Sel at an, Daerah Tingkat I Lampung dan Daerah Tingkat I Bengkul u.
Dengan berl akunya Undang-undang ini, daerah hukum Pengadil an Tinggi Agama Pal embang hanya mel iput i wil ayah Propinsi Daerah Tingkat I Sumat era Sel at an dan Daerah Tingkat I Bengkul u.
Ayat (3)
Sebagaimana Pengadil an Tinggi Agama Pal embang, Pengadil an Tinggi Agama Padang pembent ukannya didasarkan pada Penet apan Ment eri Agama Nomor 58 Tahun 1957.
Semul a Pengadil an Tinggi Agama t ersebut berkedudukan di Bukit t inggi sebagai Ibukot a Propinsi Sumat era Barat .
Sej al an dengan kebij aksanaan pemindahan Ibukot a Propinsi Sumat era Barat dari. Bukit t inggi ke Padang berdasarkan Perat uran Pemerint ah Nomor 29 Tahun 1979, kedudukan Pengadil an Tinggi Agama di Bukit t inggi dipindahkan ke Padang.
Undang-undang ini, mel iput i dua pul uh t iga Pengadil an Agama yang t erl et ak di wil ayah Propinsi Daerah Tingkat I Sumat era Barat dan di wil ayah Daerah Tingkat I Jambi.
Dengan berl akunya Undang-undang ini, daerah hukum Pengadil an Tinggi Agama Padang hanya mel iput i wil ayah Propinsi Daerah Tingkat I Sumat era Barat .
Pasal 4
Huruf a
Perkara-perkara yang pada saat t erbent uknya Pengadil an Tinggi Agama Yogyakart a, Bandar Lampung dan Jambi, t el ah diperiksa t et api bel um diput us ol eh Pengadil an Tinggi Agama Semarang, Pal embang, dan Padang, t et ap diadil i dan disel esaikan masing-masing ol eh Pengadil an Tinggi Agama Semarang, Pal embang dan Padang.
Huruf b
Perkara-perkara yang di t ingkat pert ama diput us ol eh Pengadil an Agama yang t ermasuk dal am daerah hukum Pengadil an Tinggi Agama Semarang, Pal embang, dan Padang sudah diaj ukan t et api bel um diperiksa, dil impahkan masing-masing kepada Pengadil an Tinggi Agama Yogyakart a, Bandar Lampung, dan Jambi.
Pasal 5