SEKOLAH MENENGAH ATAS
LUAR BIASA
Buku Guru
Daerahku Tercinta
Tunagrahita Ringan
KELAS X
Buku Guru
Daerahku Tercinta
SMALB – Tunagrahita Ringan
Buku ini merupakan buku guru yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka implementasi kurikulum 2013. Buku guru ini disusun dan ditelaah oleh berbagai pihak di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan dipergunakan dalam tahap awal penerapan kurikulum 2013.
Hak Cipta pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dilindungi Undang – Undang
Kontributor : Ratmartini, Purwanto
Penyunting materi : (tim pengarah)
Diterbitkan oleh : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Kotak katalog dalam terbitan (KDT)
Cetakan ke-1, 2014
Disusun dengan huruf Bookman Oldstyle , 12pt
Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Daerahku Tercinta SMALB/A ~Tunagrahita Ringan : Buku Guru/ Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. –Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014.
viii, 148 hl. : ilus.; 25 cm. Untuk SMALB Kelas X
ISBN 978-602-282-541-8 (jilid lengkap) ISBN 978-602-282-542-5 (jilid 1)
I. Tematik - Daerahku Tercinta – Studi dan Pengajaran I. Judul Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
KATA PENGANTAR
Pemerintah Republik Indonesia telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Berdasarkan peraturan ini telah ditetapkan kebijakan baru pendidikan khususnya yang berkaitan dengan kurikulum yang berlanjut dengan penerapan kurikulum 2013. Menurut peraturan ini, struktur kurikulum merupakan pengorganisasian Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, Muatan Pembelajaran, Mata Pelajaran, dan Beban Belajar pada setiap satuan pendidikan dan program pendidikan. Khusus struktur Kurikulum untuk satuan pendidikan menengah termasuk untuk SMALB di antaranya terdiri atas muatan umum dan muatan pilihan lintas minat atau pendalaman minat.
Pengembangan Kurikulum 2013 SMALB seperti juga pengembangan kurikulum 2013 SMA dilaksanakan atas dasar
beberapa prinsip utama. Pertama, standar kompetensi lulusan
diturunkan dari kebutuhan. Kedua, standar isi diturunkan dari
standar kompetensi lulusan melalui kompetensi inti yang bebas
mata pelajaran. Ketiga, semua mata pelajaran harus
berkontribusi terhadap pembentukan sikap, keterampilan, dan
pengetahuan peserta didik. Keempat, mata pelajaran diturunkan
dari kompetensi yang ingin dicapai. Kelima, semua mata pelajaran
diikat oleh kompetensi inti. Keenam, keselarasan tuntutan
kompetensi lulusan, isi, proses pembelajaran, dan penilaian. Aplikasi yang taat asas dari prinsip-prinsip ini menjadi sangat esensial dalam mewujudkan keberhasilan implementasi Kurikulum 2013.
pengembangan tersebut telah diterbitkan sebanyak 54 jenisbahan ajar pendidikan khusus untuk peserta didik/siswa SMALB kelas X Tunanetra, Tunarungu, Tunagrahita Ringan, Tunagrahita Sedang, Tunadaksa Ringan, Tunadaksa Sedang, dan Autis, yang terdiri dari 27 bahan ajar untuk peserta didik/siswa dan 27 bahan ajar untuk guru yang mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Pendidikan Kewarganegaraan, Matematika, dan Seni Budaya.
Akhirnya, saya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang berperan dalam penyusunan bahan ajar ini khususnya kepada semua Penulis, Editor, dan Ilustratorserta team profesional dari Dit. PPKLK Ditjen Pendidikan Menengah Kemendikbud di bawah koordinasi Direktur Dit. Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus, dengan dibantu Kasubdit Pembelajaran, Kasi Pelaksanaan Kurikulum, Kasi Penilaian dan Akreditasi yang telah mengkoordinir penulis, penelaah/ editor, illustrator, dan tim teknis Dit. PPKLK serta staf subdit pembelajaranDit. PPKLK sehingga atas kerja keras dan bekerja dengan penuh konsentrasi dapat dihasilkannya bahan ajar ini. Semoga ketersediaan bahan ajar ini akan mendorong semua guru dan Kepala Sekolah SMALB untuk meningkatkan kapasitasnya dalam memahami dan menerapkan prinsip-prinsip pembelajaran dalam mengelola kelas dan mengembangkan sekolah serta bagi guru diharapkan dapat menerapkan pendekatan saintifik dan penilaian otentik pada setiap kegiatan pembelajaran supaya dihasilkan lulusan SMALB yang kreatif, produktif, inovatif, dan mandiri serta memiliki sikap ilmiah.
Jakarta, Mei 2014.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ………..…… iv
Daftar Isi ……….. vi
BAB I PENDAHULUAN 1
A. Latar Belakang……….
B. Karakteristik Siswa……….
C. Karaktersitik Pembelajaran Tematik……
D. Ruang Lingkup Isi Buku………..
E. Penggunaan Buku Siswa………..
1
A. Model-model Pembelajaran………..
B. Strategi Pembelajaran dalam Pendidikan Anak Tunagrahita………
C. Penyusunan Jaringan Tema………
D. Silabus……….
10
19 23 24
BAB III PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
PEMBELAJARAN I KUNJUNGAN WISATA
A. Pendahuluan……….
B. Tujuan Pembelajaran……….
C. Media/Alat Bantu dan Sumber Belajar… D. Materi dan Kegiatan Pembelajaran………
E. Penilaian Pembelajaran……….
F. Remedial/Pengayaan……….
PEMBELAJARAN II
MENONTON PERTUNJUKAN
A. Pendahuluan……….
B. Tujuan Pembelajaran……….
C. Media/Sumber Belajar……….. D. Materi dan Kegiatan Pembelajaran……... Rangkuman……… Evaluasi……….. Pengayaan/Remedial……….
55
PEMBELAJARAN III KERJA BHAKTI
A. Pendahuluan……….
B. Tujuan Pembelajaran……….
C. Media/Sumber Belajar………..
D. Materi dan Kegiatan Pembelajaran…….. Rangkuman………..
A. Pendahuluan……….
B. Tujuan Pembelajaran……….
C. Kegiatan Pembelajaran………..
Rangkuman……… MENANAM POHON
A. Pendahuluan……….
B. Tujuan Pelajaran……….
Rangkuman……… Evaluasi……….. Remedial/Pengayaan………..
PEMBELAJARAN VI MEMBUAT POSTER
A. Pendahuluan……….
B. Tujuan Pembelajaran……….
Rangkuman……… Evaluasi……….. Pengayaan/Remedial……….
127 127 136 137 141
GLOSARIUM………. 143
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Seiring dengan perkembangan pandangan masyarakat
mengenai pendidikan tentu akan berpengaruh pada
kebutuhan akan peningkatan mutu pendidikan termasuk
peningkatan mutu pembelajaran. Peningkatan dan
pengembangan perangkat pembelajaran sangat dibutuhkan
dalam membelajarkan siswa berkebutuhan khusus,
termasuk anak tunagrahita yang keadaannya terdapat
perbedaan baik antar dan intra dari anak-anak tersebut.
Dalam upaya mengembangkan pembelajaran bagi anak
tunagrahita digunakan beberapa model pembelajaran, di
antaranya pembelajaran tematik. Pembelajaran tematik
pada hakekatnya merupakan salah satu sistem
pembelajaran yang memungkinkan siswa baik secara
individual maupun kelompok aktif mencari, menggali,
mencoba dan mengomunikasikan apa yang dipelajarinya
sehingga menemukan pengalaman belajar secara holistik,
autentik, dan berkesibambungan. Dengan pembelajaran
tematik siswa belajar melalui interaksi diri sendiri dengan
lingkungannya.
Berdasarkan keberadaannya anak tunagrahita memiliki
kecenderungan belajar dengan ciri: konkret, integratif, dan
bahwa proses belajar dimulai dari yang nyata (dapat dilihat,
diraba, dibaui) yang ada di lingkungannya, Integratif,
dimaksudkan siswa memandang apa yang dipelajari
merupakan suatu keutuhan atau keterpaduan. Hal ini
berarti materi pembelajaran mengaitkan berbagai hal
sehingga menjadi pengalaman belajar yang bermakna.
Hierarkis adalah mempelajari dari hal yang mudah ke hal yang sulit. Oleh karena itu pembelajaran pada anak
tunagrahita perlu memperhatikan urutan logis, keterkaitan
antar materi pelajaran, dan keluasannya. Bermakna, jika anak mengalami dan bukan mengetahui tentang apa yang
dipelajarinya. Siswa dapat memiliki pengalaman tentang apa
yang dipelajarinya dengan jalan mengamati, menanyakan,
mencoba, mengasosiasi, dan mengomunikasikan apa yang
dipelajarinya.
B. Karakteristik Siswa
Dalam dunia pendidikan terdapat sejumlah anak yang
membutuhkan waktu lebih lama dalam belajarnya
dibandingkan dengan kawan yang sebaya.Namun,
anak-anak tersebut bukanlah termasuk anak-anak tunagrahita.
Penentuan apakah seorang anak termasuk ke dalam
tunagrahita atau bukan adalah adanya keterbatasan
kecerdasan dari rata-rata/anak normal yang disertai
kesulitan dalam tingah laku penyesesuain dan terjadi
selama masa perkembagan(usia 0–18 tahun).
Salah satu definisi mengenai anak tunagrahita
Deficiency) yang dikutip oleh Grossman (Kirk & Gallagher, 1986) alih bahasa Astati (2011:9): ”Tunagrahita mengacu
pada fungsi intelek umum yang nyata berada di bawah
rata-rata bersamaan dengan kekurangan dalam adaptasi tingkah
laku dan terjadi selama periode perkembangan.” Arti dari
definisi tersebut mengisyaratkan bahwa seseorang disebut
tunagrahita harus memiliki ketiga ciri tersebut, yaitu fungsi
intelektual berada di bawah rata-rata secara
nyata/meyakinkan, kesulitan dalam perilaku adaptif, dan
terjadi di usia 0–18 tahun.
Berdasarkan berat dan ringannya ketunagrahitaan
dikelompokkan: tunagrahita ringan, sedang, berat, dan
sangat berat. Yang menjadi pembahasan dalam tulisan ini
adalah anak tunagrahita ringan berusia 16-18 tahun
dengan perkiraan usia kecerdasannya setara dengan anak
normal usia 10 sampai 13 tahun sehingga diperkirakan
pelajaran mereka setara dengan anak normal kelas IV-VII
semester I.
Pemahaman mengenai karakteristik anak tunagrahita
ringan sangat penting untuk mengarahkan guru dalam
merencanakan dan mengimplementasikan layanan
pendidikan atau pembelajaran yangsesuai dengan
kebutuhan dan kemampuan anak-anak tersebut.
Karakteristik anak-anak tersebut adalah: 1) mengalami
keterbatasan dalam perbendaharaan kata namun banyak
yang lancar berbicara, 2) mengalami kesulitan berpikir
seperti anak normal usia 12 tahun, 3) dalam pergaulan
mereka kurang mampu mengurus, memelihara dan
memimpin diri, 4) mereka dapat mengerjakan hal-hal yang
sifatnya semi skill, 5) mereka mampu bergaul di
masyarakat, 6) mereka dapat hidup layak di masyarakat
asalkan memperoleh bimbingan yang optimal." (adaptasi
dari Amin, 1995: 34-35). Sejalan dengan
karakteristiktersebut maka kecenderungan perkembangan
berpikir anak tunagrahita ringan pada usia 16-18 tahun
setara dengan anak normal usia 12 tahun. Tahapan berpikir
pada usia ini menurut Piaget adalah “operasi konkret dan
awal operasi formal)dengan ciri tingkah laku anak : 1) anak
mulai memandang dunia secara obyektif, 2) mulai berpikir
secara operasional, 3) mengkalsifikasi benda, 4) membentuk
dan menggunakan keterhubungan aturan-aturan,
mempergunakan hubungan sebab akibat, dan 5) memhami
dan menggunakan konsep substansi, ukuran dalam
kehidupan sehari-hari (adaptasi dari Rusman, 2011: 150).
Adapun ciri belajar anak tunagrahita adalah belajar
dengan membeo, cenderung pada hal bersifat konkret,
membutuhkan kesesuaian usia kecerdasan dengan materi
pelajaran, membutuhkan alat bantu, dan lain lain (Wardani,
2008:6.23)
Berdasarkan hal tersebut pembelajaran yang
berdasarkan karakteristik, tahapan berpikir, dan
pemanfaatan lingkungan serta ciri belajar anak tunagrahita
mewujudkan proses dan hasil pembelajaran yang
berkualitas bagi anak-anak tunagrahita ringan.
C. Karakteristik Pembelajaran Tematik
Pembelajaran tematik merupakan salah satu model
pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran
anak tunagrahita karena makna pembelajaran tematik yakni
mewujudkan pembelajaran di sekolah dengan mengaitkan
kehidupan sehari-hari. Pernyataan tersebut sesuai dengan
pembelajaran pada tunagrahita yakni menyesuaikan bahan
pembelajaran dengan kehidupannya sehari-hari yang
bertujuan agar setelah anak menyelesaikan pendidikan
mereka dapat hidup dan menyesuaikan diri di masyarakat.
Pembelajaran tematik berorientasi pada kebutuhan dan
perkembangan siswa.
Pembelajaran tematik merupakan salah satu model
dalam pembelajaran terpadu (integrated instruction) yang menekankan pada penetapan konsep belajar sambil
melakukan sesuatu (learning by doing). Karena itu pembelajaran tematik haruslah bermakna dan berorientasi
pada kebutuhan dan perkembangan anak, (Piaget dalam
Ruslan: 2011:254). Pernyataan tersebut sesuai dengan
keberadaan anak tunagrahita termasuk tunagrahita ringan.
Pembelajaran tematik yang merupakan salah satu
model pembelajaran mempunyai ciri-ciri, sebagai berikut: 1)
berpusat pada siswa, maksudnya pembelajaran ini
siswa sebagai subyek dan guru hanya sebagai fasilitator
(memberikan kemudahan pada siswa untuk melakukan
sesuatu), 2) memberikan pengalaman langsung, maksudnya
siswa dihadapkan pada sesuatu yang nyata (melakukan
langsung) sebagai dasar untuk memahami hal-hal yang
abstrak, 3) pemisahan mata pelajaran tidak begitu jelas,
maksudnya fokus pembelajaran diarahkan pada
pembahasan tema-tema yang paling dekat berkaitan dengan
kehidupan siswa, 4) menyajikan konsep dari berbagai mata
pelajaran, maksudnya siswa dapat memahami konsep
tertentu secara utuh, 5) bersifat fleksibel, maksudnya guru
dapat mengaitkan bahan ajar dari mata pelajaran dengan
mata pelajaran lainnya, bahkan mengaitkan dengan
kehidupan siswa dan keadaan lingkungan di mana sekolah
dan siswa berada, 6) hasil pembelajaran sesuai dengan
minat dan kebutuhan siswa, maksudnya siswa diberi
kesempatan untuk mengoptimalkan potensinya, dan 7)
menggunakan prinsip belajar sambil bermain dan
menyenangkan (adaptasi dari Ruslan, 2011: 258-259).
Karakteristik tersebut sesuai dengan cara-cara belajar anak
tunagrahita ringan, seperti: belajar dengan melakukan,
belajar sambil bermain, belajar dengan suasana fleksibel,
materi pelajaran dihubungan dengan lingkungannya.
D. Ruang Lingkup Isi Buku
Buku ini memuat beberapa hal, yaitu:
karakteristik siswa, karakteristik bahan
ajar, dan rambu-rambu penyusunan dan
penggunaan buku siswa.
Bab II : Pengembangan pembelajaran meliputi:
model-model pembelajaran, strategi
pembelajaran, pemetaan SI, KD ke dalam
tema, penyusunan jaringan tema,
penyusunan silabus.
Bab III : Pelaksanaan pembelajaran meliputi:
pelaksanaan pembelajaran subtema 1, 2,
3, 4, 5 dan 6.
E. Penggunaan Buku Siswa
1. Penyusunan Buku
Alur penyusunan buku siswa adalah:
a. Menentukan tema
Dimulai dengan menentukan kata kunci dari
analisis SI dan KD tiap mata pelajaran.
b. Membuat subtema
Subtema ditentukan jika diperlukan artinya
jikatema pembelajaran terlalu luas.
c. Kegiatan pembelajaran
Kegiatan pembelajaran ditentukan dengan melihat
kompetensi apa yang harus dimiliki siswa setelah
mempelajari tema atau subtema tertentu.
d. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran memuat 5
menanya, mengekplorasi, mengasosiasi, dan
mengomunikasikan.
2. Penggunaan Buku
Beberapa hal yang penting diperhatikan dalam
menggunakan buku siswa adalah:
a. Isi buku
Buku siswa berisi tentang tema Daerahku Tercinta
terdiri 6 subtema dalam 6 pembelajaran sebagai
berikut:
1) Kunjungan wisata
2) Menonton pertunjukkan
3) Kerja bakti
4) Menyanyi
5) Menanam pohon
6) Membuat poster.
b. Subtema dan Kegiatan Pembelajaran
1) Subtema dan kegiatan pembelajaran yang
tertulis dalam buku siswa sebaiknya
dipelajari oleh siswa secara berurutan, namun
apajika siswa mengalami kesulitan maka hal
tersebut dapat mempelajarinya sesuai dengan
kemampuan siswa.
2) Materi kegiatan pembelajaran merupakan
arahan, karena itu guru dapat
mengembangkannya sesuai dengan
3) Pendekatan yang digunakan yang tidak
tersurat dalam kegiatan pembelajaran dapat
divariasikan artinya tidak mencantumkan
pendekatan saintifik secara lengkap namun
BAB II
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN
A. Model-Model Pembelajaran
Model-model pembelajaran yang dapat digunakan
dalam pembelajaran anak tunagrahita adalah
model-model pembelajaran yang digunakan pada pembeajaran
anak normal. Namun dalam memilih dan menentukan
model pembelajaran harus memperhatikan
karakterisitik dan kebutuhan siswa serta karakteristik
pembelajaran. Dapat saja terjadi bahwa model
pembelajaran yang tidak digunakan pada pembelajaran
anak normal justru digunakan pada pembelajaran anak
tunagrahita atau sebaliknya model pembelajaran utama
bagi pendidikan anak normal tidak digunakan pada
pembelajaran anak tunagrahita.
Berdasarkan pernyataan di atas maka guru dapat
menentukan sendiri model-model pembelajaran dengan
melihat kebutuhan, kedalaman dan keluasan materi
pembelajaran, kemampuan siswa, ketersediaan fasilitas
dan keadaan lingkungan, serta tujuan pembelajaran.
Oleh sebab itu dapat terjadi tiap siswa membutuhkan
model pembelajaran khusus yang kemungkinan tidak
digunakan pada teman sekelasnya.
Model-model pembelajaran yang dimaksud di
1. Model Pembelajaran Kontekstual
a. Makna model kontekstual
Model pembelajaran kontekstual merupakan
bentuk pembelajaran yang mengaitkan antara materi
yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa
sehingga dapat mendorong siswa menghubungkan
antara yang dipelajarinya di sekolah dengan
penerapannya dalam kehidupan siswa di keluarga dan
masyarakat. Oleh karena itu, dalam pelaksanaannya
diperlukan untuk memberikan kesempatan yang lebih
banyak kepada siswa untuk melakukan, mencoba,
melaksanakannya sendiri, menemukan pengalaman
dan bukan hanya sekedar mendengarkan dan
menghafalkan.
Melalui model pembelajaran kontekstual berarti
mencari dan memfasilitasi siswa untuk mampu
menerapkan apa yang dipelajarinya dalam kehidupan.
Karena itu pembelajaran lebih bermakna, keberadaan
sekolah dirasakan lebih fungsional karena apa yang
diprogramkan oleh sekolah berkaitan dengan siatuasi
dan permasalahan kehidupan di lingkungan siswa
tersebut. Dengan demikian pembelajaran tidak hanya
melihat produk akan tetapi yang terpenting adalah
proses.
b. Ciri model pembelajaran kontekstual
Berdasarkan uraian singkat tersebut maka desain
Oleh karena itu, desain pembelajaran akan bervariasi
bergantung pada tujuan dan materi serta karakteristik
siswa yang akan belajar. Model ini tentu saja memiliki
kesamaan dengan model lain namun memiliki
karakteristik atau ciri khas tertentu, seperti:
1) Konstruktivisme (Contructivisme)
Konstruktivisme merupakan landasan
berpikir (filosofi) dalam pembelajaran kontekstual
bahwa pengetahuan dibangun sedikit demi sedikit
dan memberi makna akan pengetahuan tersebut
melalui pengalaman yang nyata. Jadi,
pengetahuan tetap dibutuhkan karena
pengetahuan yang dimiliki siswa dapat
memberikan pedoman nyata untuk
diaktualisasikan dalam kondisi nyata.
Oleh karena itu, dalam pembelajaran perlu
dirumuskan strategi untuk membelajarkan siswa
menghubungkan antara setiap konsep dengan
kenyataan.
2) Menemukan (Inquiry)
Menemukan, merupakan kegiatan inti dalam
pembelajaran kontekstual bahwa hasil
pembelajaran yang diperoleh dari penemuan siswa
sendiri diyakini akan menimbulkan kepuasan
emosional dan bersifat lebih tahan lama diingat
oleh siswa, dan memacu kreativitas siswa, jika
dibandingkan dengan sepenuhnya merupakan
3) Bertanya (Questioning)
Penerapan unsur bertanya dalam
pembelajaran telah lama dikenal dan hal ini tentu
merupakan kegiatan yang harus difasilitasi guru
untuk mendorong meningkatnya kualitas
pembelajaran. Melalui penerapan bertanya,
pembelajaran akan lebih hidup, proses dan hasil
pembelajaranlebih luas dan mendalam.
Pengembangan kemampuan bertanya dapat
digunakan untuk pemahaman siswa,
membangkitkan respon siswa, mengetahui sejauh
mana keingintahuan siswa, memfokuskan
perhatian siswa, membangkitkan pertanyaan dari
siswa, dan menyegarkan kembali pengetahuan
yang telah dimiliki siswa.
4) Masyarakat Belajar (Learning Community)
Maksud dari masyarakat belajar adalah
membiasakan siswa untuk melakukan kerja sama
dan memanfaatkan sumber belajar yang ada di
masyarakat dan orang lain melalui pengalaman
saling memberi dan menerima. Melalui masyarakat
belajar maka akan terwujud keberadaan siswa
sebagai makhluk individu dan makhluk sosial.
Melalui penerapan masyarakat belajar dalam
pembelajaran kontekstual akan membiasakan
siswa atau guru untuk mendapatkan pengalaman
sebaliknya anggota masyarakat akan terus
menyiapkan diri untuk menerima perubahan
sebagai akibat belajar dalam kehidupan nyata.
5) Refleksi (Reflection)
Melalui refleksi, siswa diberi area kesempatan
untuk mencerna, menimbang, membandingkan,
menghayati dan melakukan diskusi dengan dirinya
sendiri. Dengan demikian kemampuan untuk
mengaplikasikan pengetahuan, sikap dan
keterampilan pada dunia nyata akan mudah
teraktualisasikan karena pengalaman belajar itu
telah terinternalisasi dalam jiwa siswa.
6) Penilaian otentik (Authentic Assessment)
Penilaian otentik adalah penilaian yang
mengharuskan siswa menampilkan
kemampuan-nya dalam kompetensi sikap, pengetahuan dan
keterampilan dilakukan pada sepanjang proses
pembelajaran dan akhir pembelajaran. Dengan
cara tersebut guru akan mengetahui secara nyata
tingkat kemampuan siswa yang sebenarnya dan
guru dapat mengadakan bimbingan sebagai upaya
perbaikan dan pengembangan pembelajaran.
2. Model Pembelajaran Kooperatif
a. Makna pembelajran kooperatif
Pembelajaran kooperatif merupakan bentuk
pembelajaran dengan cara siswa belajar dan bekerja
dalam kelompok kecil untuk saling berinteraksi. Dalam
pembelajaran ini siswa belajar bekerja sama dengan
anggota kelompok lainnya dan menekankan kerja sama
dalam kelompok, Dengan demikian terjadi dua
tanggung jawab yaitu mereka belajar untuk dirinya
sendiri dan membantu sesama anggota kelompok
untuk belajar.
Pembelajaran kooperatif dibutuhkan karena dalam
sistuasi belajar pun sering terjadi sikap individualitas
seperti bersikap tertutup, kurang memberi perhatian
kepada teman, bergaul hanya dengan orang tertentu
ingin menang sendiri, dan sebagainya. Jika hal ini
dibiarkan maka akan terjadi warga negara yang egois,
kurang bergaul di masyarakat, acuh tak acuh dengan
tetangga, kurang menghargai orang lain, serta tak mau
menerima kelebihan dan kelemahan orang lain.
b. Ciri-ciri dan jenis-jenis model pembelajaran
kooperatif
Ciri utama yang terlihat dalam pembelajaran
kooperatif adalah: 1) siswa bekerja dalam kelompok
secara kooperatif untuk menuntaskan materi
belajarnya, 2) kelompok dibentuk darisiswa yang
jikamana mungkin, anggota kelompok berasal dari ras,
budaya, suku, jenis kelamin berbeda-beda, 4)
penghargaan lebih berorientasi pada kelompok
ketimbang individu.
Jenis-jenis model pembelajaran di antaranya: 1)
membuat pasangan dengan cara mencari pasangan
sambil belajar mengenai suatu topik dalam suasana
yang menyenangkan, 2) model jigsaw, artinya gergaji
ukir atau puzzle maksudnya sebuah tekateki
menyusun potongan gambar di mana siswa melakukan
suatu kegiatan belajar dengan cara bekerja sama untuk
mencapai tujuan bersama; dan 3) model TGT (Teams Games Tournaments), yaitu permainan yang disusun oleh guru dalam bentuk pertanyaan yag berkaitan
dengan materi pelajaran dan tiap siswa akan
mengambil kartu pertanyaan dan menjawab
pertanyaan tersebut dan hasilnya adalah merupakan
skor kelompok (adaptasi dari Rusman, 2011: 217-224)
c. Implikasi model pembelajaran kooperatif dalam
pembelajaran
Implikasi model tersebut dalam pembelajaran
dapat dipersepsi dalam tiga segi, yaitu:
1. Segi guru: a) guru menyampaikan tujuan
pembelajaran, b) guru menyajikan informasi
melalui demonstrasi, c) guru menjelaskan
tentang pembentukan kelompok, d)
mengevaluasi dan menghargai upaya dan
hasil belajar baik kelompok maupun individu.
2. Segi siswa: a) siswa belajar dengan
mengerjakan tugas kelompok, b) saling
memotivasi sangat dibutuhkan, c) siswa
didorong untuk mempersentasikan hasil
pekerajaannya, dan d) bersedia menerima
kritik untuk perbaikan.
3. Segi materi pelajaran: a) menekankan pada
masalah-masalah sosial, budaya, moral seni
dan keterampilan (kegiatan proyek) yang
menghasilkan kesadaran yang mengarah
pada masyarakat demokratis.
3. Model Pembelajaran Perilaku
a. Makna model pembelajaran perilaku
Model pembelajaran yang didasarkan pada urutan
tahapan belajar yang ketat dan menggunakan
penguatan (reinforcement) untuk mendapatkan tingkah laku yang dapat diamati. Penekanan utama model ini
adalah perubahan perikaku siswa atau respon siswa
yang dapat diamati dalam menjawab pertanyaan,
tingkah laku yang tampak yang menunjukkan makna
tertentu (Amin, 1995:187).
b. Implikasi model perilaku dalam pembelajaran
Implikasi model ini dalam pembelajaran dapat
Segi guru:
1) menjajikan materi pelajaran secara bertahap,
2) pemahaman tentang hasil tes materi
pelajaran diperoleh dengan cara mengamati
jawaban siswa dan menghargai jawaban yang
benar dan baik.
Segi siswa:
Menunjukkan pemaham dengan
memancarkan tanggapan perilaku yang
diinginkan.
Segi materi pelajaran:
Pada umumnya mencakup
keterampilan-keterampilan dasar yang ditentukan oleh tujuan
perilaku yang telah ditetapkan dan ditunjukkan
dalam urutan langkah-langkah yang logis.
Model-model pembelajaran yang telah dikemukakn di
atas, dapat dipilih dan digunakan dalam pembelajaran bagi
anak tunagrahita. Guru dapat menggunakan model-model
ini sesuai dengan materi dan kemampuan siswa serta
B. Strategi Pembelajaran dalam Pendidikan Anak
Tunagrahita
Strategi pembelajaran dalam pendidikan anak
tunagrahita pada prinsipnya tidak jauh berbeda
penerapannya dengan pendidikan pada umumnya. Pada
hakekatnya strategi pembelajaran tersebut harus
memperhatikan karakteristik siswa, tujuan belajar, dan
ketersediaan sumber.
Strategi pembelajaran yang biasa digunakan dalam
pembelajaran anak tunagrahita adalah strategi
pembelajaran kooperatif, kompetetitif, dan individual.
Berikut ini akan dikemukakan strategi yang dimaksud:
1. Strategi Pembelajaran Kooperatif
Penerapan strategi kooperatif paling efektif pada
kelompok siswa yang heterogen. Strategi ini bertitik
tolak dari semangat kerja sama di mana siswa yang
lebih mampu agar membantu temannya yang kurang
mampu. Strategi ini sangat diperlukan dalam
pembelajaran yang menyatukan anak tunagrahita
dengan anak normal.
Keunggulan dari strategi ini menurut Amin (1995:
188) adalah : a) membantu meningkatkan pretastai, b)
merangsang peningkatan daya ingat, c) dapat
meningkatkan motivasi belajar, d) meningkatkan
sosialialisasi antara anak tunagrahita dan anak normal,
e) menumbuhkan penghargaan anak normal terhadap
diri anak tunagrahita, dan g) memberi kesempatan
pada anak tunagrahita untuk mengembangkan
potensinya seoptimal mungkin.
Dalam melaksanakan strategi kooperatif guru
harus trampil terutama dalam menentukan tempat,
menentukan jumlah kelompok dan materi
pembelajaran, serta merancang tugas setiap anak.
Namun tidaklah mudah melaksanakan strategi ini
karena strategi ini membutuhkan pengalaman,
kesungguhan, dan kecintaan guru terhadap profesinya.
2. Strategi Pembelajaran Kompetitif
Pada hakekatnya setiap inidividu memiliki
kebutuhan untuk mencapai prestasi dan mendapat
penghargaan. Karena itu dalam pembelajaran
tunagrahita perlu menggunakan strategi ini
walaunpun mereka tidak dapat berkompetisi secara
akademik. Prinsip yang harus diperhatikan oleh guru
jika menggunakan strategi ini adalah: a) kompetisi
diadakan untuk memvariasi kegiatan, b) kompetisi
harus diakukan pada anak yang kemampuannya
seimbang.
Dalam penggunaannya tentu saja mengalami
kesulitan apalagi mengingat keterbatasan kemampuan
anak tunagrahita. Keberadaan mereka dalam satu
kelas sangat beragam, sedangkan strategi ini dapat
3. Strategi Pembelajaran Individual atau Individualisasi Pengajaran
Pembelajaran Individual dikenal dalam istilah
asing: Indivudalized Educational Programyang artinya program pendidikan yang disusun berdasarkan
kemampuan dan kebutuhan siswa. Setiap anak mmiliki
program tersendiri walaupun mereka belajar
bersama-sama dalam satu kelas dan dalam waktu yang bersama-sama
dengan bidang studi yang sama tetapi kedalaman dan
keluasan materi berbeda-beda.
Individualisasi pengajaran tampak pada hal-hal di
bawah ini (Amin 1995:191): a) guru tidak hanya
memusatkan perhatiannya kepada apa yang diajarkan,
melainkan juga pada cara belajar siswa, b)
kegiatan-kegiatan yang beraneka warna dan beraneka ragam
dalam menciptakan lingkungan belajar, c) sesuainya
aktivitas-aktivitas yang dilakukan dengan keadaan
anak, d) ikutnya siswa dalam menetapkan apa yang
dipelajarinya, e) tersedianya tempat untuk melakkan
independent study dan group interuction, f) tersedianya tempat/fasilitas yang memungkinkan anak
menjangkaunya atau mengambil yang diperlukan.
Strategi pembelajaran individual menjamin bahwa
tiap siswa memiliki program yang diindividualisasikan
untuk mempertemukan kebutuhan khas siswa dan
mengomunikasikan program tersebut kepada
orang-orang yang berkepentingan. Karena itu dalam
dari guru, orangtua, pemuka masyarakat, pemegang
kebijakan, kepala sekolah dan kalau memungkinkan
siswa itu sendiri.
Strategi pembelajaran dapat saja dipilih dan
ditentukan guru atau mengmbil dari strategi lain yang
kemungkinan sesuai dengan situasi, materi
pembelajaran serta kebutuhan siswa dan
D. Silabus
SILABUS
Sekolah : SMALB/C
Mata Pelajaran : PPKN, Bahasa Indonesia, Matematika,
IPS, IPA, Seni Budaya
Kelas / Semester : X/ I
Tema : Daerahku Tercinta
Kompetensi Inti:
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang
dianutnya sesuai dengan kemampuan anak
berkebutuhan khusus.
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama,
toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif, dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas
berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sesuai dengan kemampuan anak
berkebutuhan khusus.
3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis
pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural
sesuai dengan kemampuan anak berkebutuhan khusus
berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena
dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan
masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret
dan ranah abstrak sesuai dengan kemampuan anak
berkebutuhan khusus terkait dengan pengembangan
dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan
mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
NO KOMPETENSI DASAR ajaran agama dan nilai-nilai yang terkandung dalam pasal-pasal Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945 dalam
berbagai aspek kehidupan
Mengamati 1. Siswa mengamati gambar bermacam-macam suku bangsa Indonesiadi depan kelas. Bertanya 2. Siswa melakukan tanya jawab tentang suku bangsa Indonesia sesuai dengan gambar yang dilihat. contoh suku
NO KOMPETENSI sosial budaya, pertahanan dan keamana, serta hukum. 2.5
Mengamalkan perilaku toleransi dan harmoni dan bernegara Indonesia. dungan dan pemajuan HAM sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dalam
kehidupan bermasyaraka, berbangsa, dan bernegara. 4.1 Menyaji kasus–kasus pelanggaran HAM dalam rangka perlindungan dan pemajuan HAM sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dalam
kehidupan
NO KOMPETENSI , berbangsa, dan bernegara.
2 Bahasa Indonesia Meresapi anugerah Tuhan Yang Maha Esa berupa bahasa Indonesia yang diakui sebagai bahasa
persatuan yang kokoh dan sarana belajar untuk memperoleh ilmu
pengetahuan
2.1. Memiliki tutur kata santun dalam penggunaan bahasa Indonesia dengan memilih dan memilah kosakata baku
3.2.Mengenal isi teks laporan hasil observasi dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan
memilih dan memilah kosa kata baku
Menulis teks
Daerah Wisata
NO KOMPETENSI
laporan hasil observasi dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan
memilih dan memilah kosa kata baku bangun datar dengan
menggunakan benda-benda yang ada di sekitar rumah, sekolah, atau tempat bermain sesuai dengan kemampuan bangun datar dengan
Mengamati 1. Siswa mengamati penjelasan bangun datar melalui tampilan infokusatau gambar di depan kelas. Bertanya 2. Siswa melakukan tanya jawab tentang
bangun datar yang ada pada gambar yang telah di bagikan kepada siswa.
Mengasosiasi 4. Siswa menjelaskan benda di kelas yang
NO KOMPETENSI benda yang berkaitan ajaran agama dalam berfikir dan sosial, budaya, ekonomi dan politik dalam masyarakatter dekat.
Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam melakukan interaksi sosial dengan
Mengamati 1. Siswa kerja bakti. Bertanya 2. Siswa melakukan tanya jawab tentang royong yang ada di
NO KOMPETENSI bentuk dan sifat dinamika interaksi dengan lingkungan alam, sosial, budaya, dan ekonomi geografis di wilayah Indonesia
kkan mana yang kerja bakti dan mana bukan kerja bakti Mengkomuni kasikan 5. Siswa menceritaka n kegiatan kerja bakti dan mana bukan kerja bakti Tuhan yang menciptakan alam semesta dan
mewujudkann ya dalam pengamalan ajaran agama yang dianut.
Binatang yang dilindungi
NO KOMPETENSI an perilaku rasa ingin tahu jujur; teliti; cermat; tekun;
hati-tumbuhan dan fungsi-nya Menuliskan bentuk luar (morfologi) tubuh hewan dan tumbuhan serta fungsi-yang cocok untuk satwa tertentu Mengasosiasi 1.Mengasosia ikan diri seperti salah satu satwa melalui cerita singkat secara lisan maupun
industri seni, bersejarah, dan seni pertunjukan di daerah
setempat Mengenal jenis jenis seni pertunjukan
Kese-nian daerah
BAB III
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
PEMBELAJARAN I
KUNJUNGAN WISATA
A. Pendahuluan
Sebelum mulai mengajar guru harus mengetahui fokus
pembelajaran tema "Kunjungan Wisata" ini mempunyai
fokus pembelajaran ke bidang studi apa saja yang terkait
dan dapat dilaksanakan dalam tema ini. Selain itu guru juga
harus mengetahui tujuan pembelajaran dalam tema yang
akan diajarkan ini. Selain itu, media/alat bantu dan sumber
pembelajaran juga harus diketahui guru.
Fokus Pembelajaran: PPKn, IPS, IPA, Matematika dan SBK.
B. Tujuan Pembelajaran:
1. Dengan mengkaji bacaan tentang Kebun
Binatang Ragunan, siswa mampu menjelaskan
bacaan dengan bahasanya sendiri
2. Setelah menganalisa gambar, siswa mampu
mengidentifikasi binatang secara rinci.
3. Setelah menganalisa gambar binatang siswa
mampu memberi warna yang sesuai.
4. Siswa mampu melakukan percobaan sederhana
tertentu.
5. Siswa mampu menceritakan secara lisan/tertulis
tentang hasil pengamatannya di kebun binatang.
C. Media/ Alat bantu dan Sumber Belajar:
Buku Tematik, Sd Kelas III Semester 1, PT Sarana Panca Karya Nusa, 2000
http://www.unik.ws/2012/11/10-hewan-langka-asli-indonesia.html, diunduh 05 Februari 2014
https://www.google.co.id/search?q=hewan+dilindungi+di+in
yang.html%3B400%3B288, diunduh 05 Februari 2014
http://www.iwf.or.id/fauna_protected, diunduh 07 Februari 2014
http://www.artikellingkunganhidup.com/14-binatang-yang-dilindungi-di-indonesia.html, diunduh 07
Februari 2014
D. Materi dan Kegiatan Pembelajaran
1. Guru mengondisikan siswa untuk diajak
mengunjungi Kebun Binatang dengan
2. Setelah siswa siap minat dan perhatiannya untuk
ke kebun binatang guru mempersiapkan
transportasi, konsumsi dan segalanya untuk
kunjungan ke kebun binatang (jika
memungkinkan). Jika tidak memungkinkan cukup
disajikan gambar atau film tentang kebun
binatang yang ada di dekat sekolah.
3. Jika benar-benar kunjungan maka guru
menyiapkan lembar pengamatan dan diberikan
langsung pada siswa saat kunjungan. Setelah
berkeliling dapat dilakukan pengisian lembar
pengamatan tersebut bersama-sama.
Ke Kebun Binatang
Apakah kamu pernah berkunjung ke kebun
binatang?
Di sana banyak satwa yang dilindungi.
Juga ada flora yang sudah langka.
Banyak pengunjung dari mana-mana.
Harga karcis masuk cukup murah.
Di kebun binatang udaranya segar.
Karena banyak pohon rindang.
4. Anak-anak setelah lelah berkeliling kita istirahat
sebentar, lalu kertas yang sudah dibagikan tadi
kita isi bersama-sama ya… ayo lakukan!
5. Jika tidak ada kunjungan langsung maka guru
menyajikan gambar-gambar seperti
langkah-langkah berikut ini.
1. Pada rubrik ini guru menunjukkan beberapa
gambar binatang yang dipelihara di kebun
binatang. Kemudian berilah perintah kepada
siswa.
Misalnya: "Perhatikan gambar ini baik-baik!"
Kemudian isilah format pengamatan yang sudah
diberikan oleh guru. Ini gambar apa anak-anak?
Kambing kakinya berapa? Kambing makanannya
apa? Kambing hidupnya di darat atau di air?
Kambing berkembang biak dengan beranak atau
bertelur? Ayam beranak atau bertelur?
2. Jawaban anak akan beraneka ragam, guru
memberi penguatan tentang jumlah kaki binatang,
jenis makanannya, tempat hidupnya, serta cara
berkembang biak binatang.
3. Setelah selesai satu contoh pertanyaan maka
siswa disuruh mengisi lembar pengamatan dengan
nama binatang lain seperti contoh guru tadi.
4. Lembar pengamatan dibagikan kepada siswa
untuk dikerjakan.
5. Guru dapat memberikan beberapa pertanyaan
untuk mengarahkan siswa agar dapat mengisi
format yang telah diberikan guru dengan baik.
6. Guru memberi bimbingan kepada siswa yang
mengalami kesulitan dalam mengisi format isian
agar semua dapat mengerjakan tugas dengan baik.
7. Apajika ada siswa yang dapat mengisi 10 nomor
dapat diberi tugas kembali untuk menulis lagi
Format pengamatan
Nama : ………….
Hari/tgl : ………….
Pada kegiatan berikutnya guru memberitugas yang
masih berhubungan dengan binatang. Jika kunjungan
dilakukan langsung maka kertas kegiatan dapat dibagikan
ke siswa pada saat tugas yang pertama telah selesai.
1. Jika guru hanya menyajikan gambar maka kegiatannya
sebagai berikut.
2. Coba lihat gambar kuda ini, apa warnanya? Gajah
warnanya apa? Sekarang coba sebutkan satu persatu
gambar binatang ini, kemudian kita warnai
gambar-gambar ini dengan benar sesuai warna aslinya?
Gunakan crayon atau pensil warna sesuai kesukaan
anak-anak.
3. Guru memastikan bahwa setiap siswa membawa
crayon atau pensil warna untuk kegiatan ini.
No Nama
darat air beranak bertelur
4.Bagi siswa yang belum tahu guru menugasi
5.Siswa untuk bertanya kepada teman atau guru.
6.Guru memberi bimbingan dan memastikan pekerjaan
* hasil mewarnai binatang dari siswa yang telah
4. Setelah selesai, pekerjaan dikumpulkan pada guru
1. Dalam kegiatan ini siswa masih di luar kelas, di
kebun/kandang binatang yang dapat dijangkau dari
sekolah.
2. Guru menjelaskan arti binatang yang dilindungi karena
jumlahnya yang sudah langka dengan menunjukkan
contohnya (jika kegiatan di dalam kelas dapat dibantu
dengan beberapa gambar binatang).
3. Ini gambar apa anak-anak? (guru menunjukkan
gambar anoa). Asalnya dari mana? Di tempat kamu ada
tidak ? ini salah satu binatang yang dilindungi
pemerintah. Ayo kita cari contoh yang lain ya!Guru
memberi penguatan tentang binatang yang dilindungi
sesuai PP No.7/1999.
4. Siswa disuruh mencari contoh binatang lain yang
dilindungi pemerintah dengan menuliskan namanya
pada lembar pengamatan yang telah dibagikan jika
siswa di kebun binatang. Jika pembelajaran di kelas
guru menyajikan gambar bermacam-macam satwa,
baik yang dilindungi maupun tidak dilindungi untuk
dipilih oleh siswa.
5. Guru memberikan lembar kerja kepada siswa untuk
diisi dengan benar.
6. Siswa mengerjakan tugas dan menyerahkan hasilnya
kepada guru.
Catatlah dengan cermat dengan memberi cheklist ( v) pada format berikut!
No Nama binatang Dilindungi
1.
2.
3.
4.
5.
7. Ayo kita memberi makan binatang! Siapa yang berani?
Kuda ini makan apa? Kita dapat mendapatkan rumput
di mana? Coba perhatikan makanan binatang yang ada
di kebun binatang ini dengan baik! Isilah format ini
dengan tepat! Jika tidak tahu bertanyalah pada petugas
kebun binatang! Kalau akan member makan binatang,
mintalah ijin kepada petugas yang ada! Jangan
memberi makan binatang dengan sembarangan!
8. Guru menugasi siswa memberi makan kepada binatang
tertentu dengan jenis makanan yang cocok, dan
mengamati reaksi satwa tersebut waktu diberi makan
oleh siswa.
9. Jika guru tidak mengajak siswa ke kebun binatang
adalah dengan bertanya jawab tentang makanan
binatang yang tepat. Siswa mencatat dan
memperhatikan penjelasan guru tentang makanan
binatang. Kemudian siswa baru diberikan lembar
10. Guru memberikan bimbingan untuk mengisi lembar
kerja kepada siswa.
No. Nama Satwa Jenis Makanan
11. Guru mengajak siswa untuk bermain teka-teki berupa
pantun tentang binatang. Bahasanya dibuat sederhana
agar siswa dapat membuat asosiasi tentang nama
binatang yang dimaksudkan oleh guru. Guru memberi
penguatan tentang permainan membuat kalimat
teka-teki seperti contoh di bawah ini. Jawabannya berupa
nama-nama binatang.
Teka–teki: Siapakah Aku
1. Aku adalah satwa
Asalku dari tanah Afrika
Leherku panjang menjulang
Makananku daun-daun dahan tinggi
Siapakah aku ?
2. Aku adalah satwa
Makananku daging segar
Badanku loreng seperti tentara
Suaraku menggelegar membahana
1. Pada pertemuan yang selanjutnya guru memancing
anak untuk menceritakan pengalamannya sewaktu
berkunjung ke kebun binatang, baik bersama
teman-teman sekolah maupun dengan orang tuanya.
2. Jika tidak ada kunjungan langsung, siswa dapat
diarahkan ke cerita lain seputar pengalaman siswa
dengan binatang.
3. Guru menugasi siswa untuk menceritakan secara
tertulis tentang hasil perjalanan/kunjungan ke kebun
binatang.
a. Pada hari Minggu saya pergi ke kebun binatang.
b. Saya pergi dengan ayah dan ibu.
c. Kami berangkat naik mobil pagi-pagi.
d. Kami melihat gajah, harimau, kuda, dan
bermacam-macam burung.
e. Hati saya senang karena dapat melihat aneka
binatang.
4. Siswa menuliskan kalimat-kalimat tersebut.
5. Untuk merangsang siswa yang pasif agar dapat
mengomunikasikan apa yang dilihat, dialami dan
dirasakan dalam kegiatan kunjungan di kebun
binatang maka guru mengadakan tanya jawab.
1.
Setelah kembali ke sekolah di pertemuan selanjutnyaguru bersama siswa membuat rangkuman.
2.
Siswa mencari arti kata-kata sukar yang ditemukan dikebun binatang dengan bantuan kamus.
3.
Siswa menulis semua rangkuman dan kata-kata sukardi buku tulis.
4.
Rangkuman dapat berupa seperti berikut ini.1. Kebun binatang tempat memelihara, merawat
dan, menangkarkan banyak satwa yang
hampir punah dan dilindungi.
2. Makanan satwa tidak sama.
Jika makanan tidak cocok, satwa bisa mati.
3. Jenis satwa menurut makanannya adalah:
herbivora, karnivora ,dan omnivora
a. Herbivora : satwa pemakan tumbuhan
b. Karnivora : satwa pemakan daging
c. Omnivora : satwa pemakansegala
E. Penilaian Pembelajaran
Guru memberikan lembar evaluasi kepada siswa. Tuliskan nama jenis binatang di bawah ini!
Gambar Nama Jenis binatang menurut
makananya
….
…. ….
… ….
KUNCI JAWABAN
Guru memberikan evaluasi kepada siswa dengan kunci
jawaban sebagai berikut.
Kunci jawaban pembelajaran 1:
1. B
2. A
3. A
4. C
5. A
Jawaban soal isian:
1. Irian Jaya
2. dilindungi
3. beranak
4. Ujung Kulon
5. komodo
Instrumen Penilaian :
Instrumen tes tertulis dalam bentuk soal.
Penilaian dilakukan dengan cara menghitung jumlah
jawaban benar dari soal yang tersedia.
Instrumen unjuk kerja dalam bentuk Rubrik Penilaian.
No Nama Siswa
Perolehan Skor
Kriteria I Kriteria
II Kriteria III
1
2
3
Kriteria :
Nilai 3, jika siswa dapat mengerjakan soal
sendiri/tanpa bantuan.
Nilai 2, jika siswa dapat mengerjakan soal dengan
bantuan
Nilai 1, jika siswa tidak dapat mengerjakan namun
masih merespon.
Nilai 0, jika siswa sama sekali tidak dapat mengerjakan
dan tidak merespon.
Penilaian Perilaku/Sikap (Afektif)
No. Nama Jujur Disiplin Tanggung jawab
Peduli Santun Jumlah Nilai
akhir
1. 2. 3. Jumlah
Pedoman Penilaian
3 = tinggi
2 = sedang
Penilaian Keterampilan (psikomotorik)
Penilaian Produk Pedoman Penilaian Mewarnai.
No Aspek yang dinilai
Skor Mak-simal
Skor Penilaian
4 3 2 1
1. Cara memegang crayon atau
pewarna
4
2. Pemilihan warna 4
3. Pola arah dalam mewarnai 4
4. Kebersihan dalam mewarnai 4
5. Kerapihan dalam mewarnai 4
No KeriteriaPenilaian skor
1. Cara memegang crayon atau pewarna
a. Siswa memegang crayon dengan benar tanpa
bantuan guru.
b. Siswa memegang crayon dengan kurang
sempurna tanpa bantuan guru.
c. Siswa memegang crayon dengan sedikit
bantuan guru.
d. Siswa mewarnai gambar dengan bantuan
guru sepenuhnya.
2. Pemilihan warna
a. Siswa dapat menggunakan lebih dari tiga
warna dalam mewarnai banyak bentuk gambar secara mandiri.
b. Siswa dapat menggunakan lebih dari tiga
c. Siswa menggunakan kurang dari tiga warna dalam mewarnai banyak bentuk dengan banyak bantuan.
d. Siswa hanya mengguakan satu warna dalam
mewarnai banyak bentuk dengan bantuan penuh.
3 Pola arah dalam mewarnai
a. Siswa mewarnai gambar dengan pola arah
yang sama secara mandiri/tanpa bantuan guru.
b. Siswa mewarnai gambar dengan beberapa
arah secara mandiri/tanpa bantuan guru.
c. Siswa mewarnai gambar dengan arah
berbeda-beda dengan sedikit bantuan guru.
d. Siswa mewarnai gambar dengan pola arah
yang berbeda-beda dengan bantuan penuh.
4 Kebersihan dalam mewarnai
a. Kertas hasil mewarnai siswa tampak
bersih/tidak kotor tanpa bantuan guru.
b. Kertas hasil mewarnai siswa sedikit tampak
kotor tanpa bantuan guru.
c. Kertas hasil mewarnai siswa terlihat banyak
yang kotor dengan sedikit bantuan guru.
d. Kertas hasil mewarnai siswa terlihat banyak
yang kotor walau dengan bantuan penuh.
5. Kerapihan dalam mewarnai
a. Siswa mewarnai gambar dengan mandiri dan
tidak ada warna yang keluar garis
b. Siswa mewarnai gambar dengan mandiri
namun masih ada sedikit warna yang keluar garis
c. Siswa mewarnai gambar dengan sedikit
bantuan guru dan masih ada sedikit warna yang keluar garis
d. Siswa mewarnai gambar dengan bantuan
Nilai Akhir = Skor Perolehanx 100 = …..
Skor Maksimal
Skor Maksimal = 14
F. REMEDIAL/PENGAYAAN
1.
Guru menilai hasil evaluasi yang dikerjakan siswa.2.
Guru membuat analisis hasil penilaian.3.
Guru mengadakan remedial bagi siswa yang mendapatnilai kurang dan mengadakan pengayaan bagi siswa
yang nilainya di atas KKM yang sudah ditentukan.
4.
Guru menugasi siswa mencatat kata-kata penting yangterdapat dalam pembelajaran.
1. Pengayaan.
Berilah tanda centang (√) pada tabel dibawah ini!
No. Nama binatang Karnivora Herbivora
1. Sapi … …
2. Kucing … …
3. Kuda … …
4. Singa. … …
DAFTAR HEWAN YANG DILINDUNGI BERDASARKAN
PP NO. 7 TAHUN 1999
No. Nama Indonesia Nama
Inggris Nama Ilmiah
1 Anoa Dataran
Rendah - Anoa depressicornis
2 Anoa Pegunungan - Bubalus quarles
8 Binturung Binturong Arctictis binturong
9 Burung Beo Nias - Gracula religiosa
12 Burung Rangkong - Rhyticeros cassidix
13 Cendrawasih - Seleucidis
No. Nama Indonesia Nama
Inggris Nama Ilmiah
17 Ikan Belida - Notopterus
notopterus
18 Jalak Bali - Leucopsar rothschildi
19 Komodo - Varanus
komodoensis
20 Maleo - Macrocephalon
maleo
21 Nuri Raja - Alisterus
amboinensis
22 Paus Bersirip - Balaenoptera
physalus
23 Paus Biru Blue Whale Balaenoptera
musculus
24 Pesut Mahakam - Orcaella brevirostris
25 Pulusan Hog Badger Arctonyx collaris
26 Rusa Timor - Cervus timorensis
27 Siluk Merah - Sclerophages
formosus
28 Tangkasi - Tarsius spectrum
REMEDIAL
1. Harimau jenis hewan pemakan ….
2. Angsa berkembang biak dengan cara ….
3. Tempat pemeliharaan hewan atau satwa disebut ….
4. Kebun Binatang Ragunan Terletak di Provinsi ….
Berkembang biak
bertambah banyak (tanaman, ternak piaraan, dsb.)
Darat bagian permukaan bumi yg padat; tanah
yg tidak digenangi air (lawan air)
Evaluasi penilaian
Fauna Fauna
Flora keseluruhan kehidupan jenis
tumbuh-tumbuhan suatu habitat, daerah, atau strata geologi tertentu; alam tumbuh-tumbuhan
Habitat tempat tinggal khas bagi seseorang atau kelom-pok masyarakat/hewan/tumbuhan
Karcis surat kecil (carik kertas khusus) sbg tanda telah membayar ongkos dsb (untuk naik bus, menonton bioskop, dsb);
Menangkarkan membiakkan; menetaskan
Santun halus dan baik (budi bahasanya, tingkah
lakunya); sabar dan tenang; sopa
Satwa keseluruhan kehidupan hewan suatu
habitat, daerah, atau strata geologi tertentu; dunia hewan
Terjangkau murah; 2 terbeli; terbayar:
Wisata bertamasya; 2 piknik;
Buku Tematik, Sd Kelas 3 Semester 1, PT. Sarana Panca Karya
Nusa,2007
http://www.unik.ws/2012/11/10-hewan-langka-asli-indonesia.html, diunduh 05 Februari 2014
https://www.google.co.id/search?q=hewan+dilindungi+di+indones
ia+dan+asalnya&tbm=isch&tbo=u&source=univ&sa=X&ei
=dTx7UrL3OMOmrQeXyYHABA&ved=0CCUQsAQ&biw=13
66&bih=640#facrc=_&imgdii=_&imgrc=0oUKGkpV7218pM
%3A%3B6r8ULB-IS3SrbM%3Bhttp%253A%252F%252F3.bp.blogspot.com%
252F--D0XVRhdSbs%252FURQ8y_S590I%252FAAAAAAAAGY0%
252F46f_MlMLz-U%252Fs1600%252F6gs.jpg%3Bhttp%253A%252F%252F
dhekkazone.blogspot.com%252F2013%252F02%252Fhew
an-hewan-langka-asli-indonesia-yang.html%3B400%3B288, diunduh 05 Februari 2014
http://www.iwf.or.id/fauna_protected, diunduh 07 Februari 2014
http://www.artikellingkunganhidup.com/14-binatang-yang-dilindungi-di-indonesia.html, diunduh 07 Februari 2014
PEMBELAJARAN II
MENONTON PERTUNJUKAN
A. Pendahuluan
Sebelum mulai mengajar guru harus mengetahui fokus
pembelajaran subtema "Menonton Pertunjukan" ini
mempunyai fokus pembelajaran pada bidang studi apa saja
yang terkait dan dapat dilaksanakan dalam tema ini. Selain
itu, guru juga harus mengetahui tujuan pembelajaran dalam
tema yang akan diajarkan ini. Media/alat bantu dan sumber
pembelajaran juga harus diketahui guru.
Fokus pembelajaran: Matematika, BahasaIndonesia, IPS,
SBK.
B. Tujuan Pembelajaran:
1. Siswa dapat menceritakan kembali isi
cerita..berdasarkan gambar dengan bahasa sederhana.
2. Siswa dapat menyebutkan jenis-jenis alat musik dan
aneka tari daerah di Indonsia.
3. Siswa dapat menghitung luas bangun datar persegi
yang berhubungan dengan panggung pertunjukan.
4. Siswa dapat bermain sosio drama secara sederhana
C. Media/sumber belajar:
1. Gambar pertunjukkan/VCD pertunjukan kesenian
daerah atau melihat langsung acara kesenian.
2. https://www.google.co.id/search?hl=id&authuser=0&si
te=imghp&tbm=isch&source=hp&biw=1366&bih=640&q
=tradisional+indonesia&oq=+tradisional, diunduh 10
Februari 2014.
3. Buku tematik, SD kelas 3 semester 1, PT Sarana Panca
Karya Nusa, 2007
D. Materi dan Kegiatan Pembelajaran
Dok.Google.com
Guru mengondisikan siswa tentang kegiatan
kunjungan untuk melihat pertunjukkan kesenian
tradisional yang ada di dekat sekolah. Apajika tidak
memungkinkan dapat diganti gambar/film/VCD
pertunjukkan.
Guru memfasilitasi dengan beberapa gambar kesenian
tradisional yang ada di Indonesia.
Gbr.kesenian ludruk
Guru mengajukan beberapa pertanyaan tentang
kesenian daerah yang gambarnya sudah tersedia.
Apa nama kesenian ini?Anak-anak pernah tidak
melihat kesenian daerah? Kesenian daerah apa yang
pernah anak-anak lihat? Guru memberi penguatan
tentang macam-macam pertunjukkan daerah di
Indonesia.
Guru memberikan daftar pertanyaan kepada siswa
tentang kesenian daerah seperti yang mereka lihat
tadi/atau yang mereka lihat gambarnya.
Jawablah pertanyaan berikut sebagai bukti pengamatanmu!
1. Apa nama pertunjukan yang kamu tonton?
2. Berasal dari daerah ….
3. Cerita dalam pertunjukan adalah ….
4. Berapa pemain yang terlibat ….
5. Adakah musik pengiringnya?
6. Jika ada, apa saja alat musik yang dimainkan dalam
pertunjukan tersebut.
a. ___________________________
b. ___________________________
c. ___________________________
d. ___________________________
e. ___________________________
7. Pakaian pemainnya bagaimana?
8. Pernahkahkamu pergi menonton pertunjukan derah
yang lain? Apa namanya?
9. Bersama siapa kamu menonton pertunjukan itu?
10. Di mana pertujukan itu diadakan?
Dalam pertunjukan/gambar pertunjukan yang dilihat
anak-anak, adakah iringan alat musik? Guru
menjelaskan kegunaan musik dalam mendukung suatu
pertunjukan. Musik untuk menghidupkan suasana dan
cerita dalam suatu pertunjukan. Musik dihasilkan dari
paduan alat alat musik seperti gitar, drum, piano,
seruling, kulintang, angklung dan sebagainya. Berupa
alat musik modern maupun tradisional. Mari kita lihat
gambar-gambar alat musik ini (guru memperlihatkan
beberapa gambar alat musik).
Setelah diberi penguatan tentang jenis-jenis alat musik
guru menugasi siswa menyebutkan dan menulis
nama-nama alat musik.
KEGIATAN MENGAMATI YANG DILAKUKAN DISESUAIKAN DENGAN PERTUNJUKAN YANG
Sebutkan jenis-jenis alat musik di bawah ini!
1.
2.
3.
4.
5.
Dok.Google.com
AYO MENGAMATI
Siapa yang dapat menari? Dalam pertunjukan/gambarpertunjukan daerah tadi kira-kira ada tariannya tidak?
Di mana kamu dapat melihat tarian? Tarian apa yang
Guru memasang gambar aneka jenis tarian yang adadi Indonesia, kemudian menugasisiswa memperhatikan
gambar. Guru menjelaskan bermacam-macam tarian
daerah di Indonesia.
Siswa mengamati gambar dan kemudian menuliskannama tarian tersebut .
Guru menugasi siswa mengisi lembar pertanyaantentang jenis tarian dan memastikan bahwa setiap
siswa dapat mengerjakan tugasnya dengan baik
Amatilah jenis tarian di bawah ini!
1.
2.
3.
4.
5.
Setelah mengenal tarian dan alat musik kita juga akanbelajar kesenian daerah juga. Di Indonesia banyak
sekali kesenian daerah. Contohnya adalah (guru
menyebutkan kesenian daerah di tempat siswa berada).
Siapa yang pernah melihatnya? Di mana anak-anak
melihat? Mari kita belajar kesenian daerah yang lain.
Coba amatilah gambar ini!
Guru memberikan beberapa gambar keseniantradisional yang ada di Indonesia.
Setelah kalian perhatikan coba sekarang sebutkan apanama keseniannya tersebut? Dari mana daerah
asalnya?
Siswa mengamati gambar yang diberikan guru,kemudian menyebutkan nama-nama jenis kesenian
tradisional tersebut.
Guru memastikan semua siswa dapat menjawabpertanyaan dengan baik sambil memberi bimbingan
bagi siswa yang mengalami kesulitan dengan
menggunakan bantuan gambar kesenian ini. Misalnya
kesenian ludruk dari Jawa Timur, jatilan dari Jawa
Tengah, tari jaipong dari Jawa Barat, tari gambyong
dari Solo/Jogja, tari saman dari Aceh, tari kecak dari
Bali.
ludruk Jathilan Jaipong
Dok.Google.com
1. Ayo anak-anak siapa yang pernah melihat panggung
pertunjukan? Di mana anak-anak melihat panggung
pertunjukan? Jika ada yang belum mari kita melihat
panggung pertunjukan.
2. Guru mengajak siswa ke suatu panggung pertunjukan
untuk mengadakan eksplorasi yang lebih baik. Jika
tidak ada panggung nyata dapat disajikan dengan
gambar panggung.
3. Guru memberi penguatan kepada siswa tentang
menghitung luas panggung yang berbentuk persegi.
Persegi luasnya panjang x lebar. Perhatikanlah bentuk
panggung pertunjukan yang kamu tonton!
a. Bagaimana bentuk panggungnya? Warna apa yang
dominan pada panggung tersebut?
b. Berapa meter panjangnya? Berapa meter lebarnya
?siswa dengan bimbingan guru mengukur dengan
bantuan meteran.
c. Berapa kira-kira luas panggung tersebut?Siswa dengan
bantuan guru menghitung luas panggung dengan
menggunakan meteran. Guru memberi contoh cara
menghitung luas panggung. Kemudian memberikan
tugas menghitung luas panggung dengan ukuran yang
berbeda.
d. Guru memberikan latihan menghitung luas panggung
secara sederhana. Misalnya panjang panggung 10
meter. Lebarnya 5 meter. Berapa luasnya? Kegiatan ini
dapat dibuat beberapa variasi kegiatan dan beberapa
variasi soal- soal matematika tentang luas bangun
datar persegi.
e. Menghadap ke arah mana panggung itu? Guru
menampilkan arah mata angin dan mengajak siswa
belajar menentukan arah mata angin bersama. Guru
memberi latihan menentukan arah dengan
berganti-ganti posisi badan sesuai petunjuk guru. ( jika perlu
dapat mempergunakan kompas). Arah mata angin
Utara. Timur, Barat dan Selatan. Siswa meragakan
dengan menghadap arah mata angin sesuai perintah
guru.
f. Kesenian apa saja yang dipentaskan di panggung?
Kalau kesenian ludruk termasuk pertunjukan teater
atau tari? Dapat menyebutkan contoh pertunjukan
pertunjukan tari? Coba sebutkan contoh pertunjukan
yang lain! Pertunjukan yang disebutkan tadi termasuk
teater atau tari? jawaban anak-anak akan beraneka
ragam sesuai pengetahuannya. Guru memberi
penguatan bahwa teater adalah pertunjukan kesenian
yang meliputi tarian yang mengandung cerita tertentu
dengan gerakan yang bertema dan berbicara. Kalau tari
merupakan gerakan ritmis tanpa percakapan yang
mempunyai pakem tertentu.
4. Setelah mengadakan tanya jawab tersebut guru
kemudian memberikan tugas mengelompokkan jenis
kesenian yang diketahuinya termasuk pertunjukan
teater atau tari.
5. Guru memberi bimbingan pada siswa yang masih
mengalami kesulitan menuliskan dan mengelompokkan
jenis kesenian
Kelompokkanlah menurut jenisnya!
No Kesenian Teater Tari
1 Ludruk
2 Ketoprak
Anak-anak pernah mendengar kesenian daerah yanglain? Apa nama kesenian tersebut? Siapa yang pernah
melihat langsung pertunjukkan daerah? Siapa yang
pernah melihat pertunjukan daerah di televisi? Kalau
ada yang belum pernah melihat kita punya gambarnya.
Mari kita pelajari bersama!
Guru memberikan gambar kesenian daerah untukdiamati oleh siswa kemudian memberikan beberapa
pertanyan agar siswa dapat mengasosiasikan
jawabannya dengan benar(contoh kesenian yang
disajikan di buku ini adalah kesenian ludruk). Guru
mengadakan tanya jawab tentang ludruk (dapat
digantikan dengan jenis kesenian daerah yang lain).
Dok.Google.com
Kesenian daerah ludruk berasal dari Jawa Timur.
Ludruk adalah kesenian berupa teater rakyat.
1. Kesenian daerah yang mirip dengan ludruk dari jakarta
adalah . . . .
2. Kesenian lain yang juga mirip ludruk dari daerah Jawa
tengah dan Yogyakarta adalah . . . .
3. Sebutkan contoh kesenian lain dari daerahmu !
a. . ……….
b. ………...
c. ………
4. Musik pengiring kesenian ludruk adalah …..
5. Tahukah kamu nama musik pengiring yang digunakan
untuk kesenian ludruk? Sebutkanlah!
1. Guru memberi contoh kepada siswa tentang salah satu
pengalamannya melihat pertunjukan seni di daerah,
mulai dari tempatnya, pemainya, musik yang
mengiringi dan ceritanya. Dengan bahasa yang runtut
dan benar guru memberikan contoh. Kemudian
bertanya jawab kepada siswa tentang kegiatan
menonton pertunjukkan seni di daerah yang pernah
dilihat mereka masing-masing.