• Tidak ada hasil yang ditemukan

Buku Guru Daerahku Tercinta SMALB – Tunagrahita Ringan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Buku Guru Daerahku Tercinta SMALB – Tunagrahita Ringan"

Copied!
156
0
0

Teks penuh

(1)

SEKOLAH MENENGAH ATAS

LUAR BIASA

Buku Guru

Daerahku Tercinta

Tunagrahita Ringan

KELAS X

(2)

Buku Guru

Daerahku Tercinta

SMALB – Tunagrahita Ringan

Buku ini merupakan buku guru yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka implementasi kurikulum 2013. Buku guru ini disusun dan ditelaah oleh berbagai pihak di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan dipergunakan dalam tahap awal penerapan kurikulum 2013.

(3)

Hak Cipta pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dilindungi Undang – Undang

Kontributor : Ratmartini, Purwanto

Penyunting materi : (tim pengarah)

Diterbitkan oleh : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Kotak katalog dalam terbitan (KDT)

Cetakan ke-1, 2014

Disusun dengan huruf Bookman Oldstyle , 12pt

Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Daerahku Tercinta SMALB/A ~Tunagrahita Ringan : Buku Guru/ Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. –Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014.

viii, 148 hl. : ilus.; 25 cm. Untuk SMALB Kelas X

ISBN 978-602-282-541-8 (jilid lengkap) ISBN 978-602-282-542-5 (jilid 1)

I. Tematik - Daerahku Tercinta – Studi dan Pengajaran I. Judul Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

(4)

KATA PENGANTAR

Pemerintah Republik Indonesia telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Berdasarkan peraturan ini telah ditetapkan kebijakan baru pendidikan khususnya yang berkaitan dengan kurikulum yang berlanjut dengan penerapan kurikulum 2013. Menurut peraturan ini, struktur kurikulum merupakan pengorganisasian Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, Muatan Pembelajaran, Mata Pelajaran, dan Beban Belajar pada setiap satuan pendidikan dan program pendidikan. Khusus struktur Kurikulum untuk satuan pendidikan menengah termasuk untuk SMALB di antaranya terdiri atas muatan umum dan muatan pilihan lintas minat atau pendalaman minat.

Pengembangan Kurikulum 2013 SMALB seperti juga pengembangan kurikulum 2013 SMA dilaksanakan atas dasar

beberapa prinsip utama. Pertama, standar kompetensi lulusan

diturunkan dari kebutuhan. Kedua, standar isi diturunkan dari

standar kompetensi lulusan melalui kompetensi inti yang bebas

mata pelajaran. Ketiga, semua mata pelajaran harus

berkontribusi terhadap pembentukan sikap, keterampilan, dan

pengetahuan peserta didik. Keempat, mata pelajaran diturunkan

dari kompetensi yang ingin dicapai. Kelima, semua mata pelajaran

diikat oleh kompetensi inti. Keenam, keselarasan tuntutan

kompetensi lulusan, isi, proses pembelajaran, dan penilaian. Aplikasi yang taat asas dari prinsip-prinsip ini menjadi sangat esensial dalam mewujudkan keberhasilan implementasi Kurikulum 2013.

(5)

pengembangan tersebut telah diterbitkan sebanyak 54 jenisbahan ajar pendidikan khusus untuk peserta didik/siswa SMALB kelas X Tunanetra, Tunarungu, Tunagrahita Ringan, Tunagrahita Sedang, Tunadaksa Ringan, Tunadaksa Sedang, dan Autis, yang terdiri dari 27 bahan ajar untuk peserta didik/siswa dan 27 bahan ajar untuk guru yang mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Pendidikan Kewarganegaraan, Matematika, dan Seni Budaya.

Akhirnya, saya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang berperan dalam penyusunan bahan ajar ini khususnya kepada semua Penulis, Editor, dan Ilustratorserta team profesional dari Dit. PPKLK Ditjen Pendidikan Menengah Kemendikbud di bawah koordinasi Direktur Dit. Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus, dengan dibantu Kasubdit Pembelajaran, Kasi Pelaksanaan Kurikulum, Kasi Penilaian dan Akreditasi yang telah mengkoordinir penulis, penelaah/ editor, illustrator, dan tim teknis Dit. PPKLK serta staf subdit pembelajaranDit. PPKLK sehingga atas kerja keras dan bekerja dengan penuh konsentrasi dapat dihasilkannya bahan ajar ini. Semoga ketersediaan bahan ajar ini akan mendorong semua guru dan Kepala Sekolah SMALB untuk meningkatkan kapasitasnya dalam memahami dan menerapkan prinsip-prinsip pembelajaran dalam mengelola kelas dan mengembangkan sekolah serta bagi guru diharapkan dapat menerapkan pendekatan saintifik dan penilaian otentik pada setiap kegiatan pembelajaran supaya dihasilkan lulusan SMALB yang kreatif, produktif, inovatif, dan mandiri serta memiliki sikap ilmiah.

Jakarta, Mei 2014.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

(6)

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ………..…… iv

Daftar Isi ……….. vi

BAB I PENDAHULUAN 1

A. Latar Belakang……….

B. Karakteristik Siswa……….

C. Karaktersitik Pembelajaran Tematik……

D. Ruang Lingkup Isi Buku………..

E. Penggunaan Buku Siswa………..

1

A. Model-model Pembelajaran………..

B. Strategi Pembelajaran dalam Pendidikan Anak Tunagrahita………

C. Penyusunan Jaringan Tema………

D. Silabus……….

10

19 23 24

BAB III PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

PEMBELAJARAN I KUNJUNGAN WISATA

A. Pendahuluan……….

B. Tujuan Pembelajaran……….

C. Media/Alat Bantu dan Sumber Belajar… D. Materi dan Kegiatan Pembelajaran………

E. Penilaian Pembelajaran……….

F. Remedial/Pengayaan……….

(7)

PEMBELAJARAN II

MENONTON PERTUNJUKAN

A. Pendahuluan……….

B. Tujuan Pembelajaran……….

C. Media/Sumber Belajar……….. D. Materi dan Kegiatan Pembelajaran……... Rangkuman……… Evaluasi……….. Pengayaan/Remedial……….

55

PEMBELAJARAN III KERJA BHAKTI

A. Pendahuluan……….

B. Tujuan Pembelajaran……….

C. Media/Sumber Belajar………..

D. Materi dan Kegiatan Pembelajaran…….. Rangkuman………..

A. Pendahuluan……….

B. Tujuan Pembelajaran……….

C. Kegiatan Pembelajaran………..

Rangkuman……… MENANAM POHON

A. Pendahuluan……….

B. Tujuan Pelajaran……….

Rangkuman……… Evaluasi……….. Remedial/Pengayaan………..

(8)

PEMBELAJARAN VI MEMBUAT POSTER

A. Pendahuluan……….

B. Tujuan Pembelajaran……….

Rangkuman……… Evaluasi……….. Pengayaan/Remedial……….

127 127 136 137 141

GLOSARIUM………. 143

(9)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Seiring dengan perkembangan pandangan masyarakat

mengenai pendidikan tentu akan berpengaruh pada

kebutuhan akan peningkatan mutu pendidikan termasuk

peningkatan mutu pembelajaran. Peningkatan dan

pengembangan perangkat pembelajaran sangat dibutuhkan

dalam membelajarkan siswa berkebutuhan khusus,

termasuk anak tunagrahita yang keadaannya terdapat

perbedaan baik antar dan intra dari anak-anak tersebut.

Dalam upaya mengembangkan pembelajaran bagi anak

tunagrahita digunakan beberapa model pembelajaran, di

antaranya pembelajaran tematik. Pembelajaran tematik

pada hakekatnya merupakan salah satu sistem

pembelajaran yang memungkinkan siswa baik secara

individual maupun kelompok aktif mencari, menggali,

mencoba dan mengomunikasikan apa yang dipelajarinya

sehingga menemukan pengalaman belajar secara holistik,

autentik, dan berkesibambungan. Dengan pembelajaran

tematik siswa belajar melalui interaksi diri sendiri dengan

lingkungannya.

Berdasarkan keberadaannya anak tunagrahita memiliki

kecenderungan belajar dengan ciri: konkret, integratif, dan

(10)

bahwa proses belajar dimulai dari yang nyata (dapat dilihat,

diraba, dibaui) yang ada di lingkungannya, Integratif,

dimaksudkan siswa memandang apa yang dipelajari

merupakan suatu keutuhan atau keterpaduan. Hal ini

berarti materi pembelajaran mengaitkan berbagai hal

sehingga menjadi pengalaman belajar yang bermakna.

Hierarkis adalah mempelajari dari hal yang mudah ke hal yang sulit. Oleh karena itu pembelajaran pada anak

tunagrahita perlu memperhatikan urutan logis, keterkaitan

antar materi pelajaran, dan keluasannya. Bermakna, jika anak mengalami dan bukan mengetahui tentang apa yang

dipelajarinya. Siswa dapat memiliki pengalaman tentang apa

yang dipelajarinya dengan jalan mengamati, menanyakan,

mencoba, mengasosiasi, dan mengomunikasikan apa yang

dipelajarinya.

B. Karakteristik Siswa

Dalam dunia pendidikan terdapat sejumlah anak yang

membutuhkan waktu lebih lama dalam belajarnya

dibandingkan dengan kawan yang sebaya.Namun,

anak-anak tersebut bukanlah termasuk anak-anak tunagrahita.

Penentuan apakah seorang anak termasuk ke dalam

tunagrahita atau bukan adalah adanya keterbatasan

kecerdasan dari rata-rata/anak normal yang disertai

kesulitan dalam tingah laku penyesesuain dan terjadi

selama masa perkembagan(usia 0–18 tahun).

Salah satu definisi mengenai anak tunagrahita

(11)

Deficiency) yang dikutip oleh Grossman (Kirk & Gallagher, 1986) alih bahasa Astati (2011:9): ”Tunagrahita mengacu

pada fungsi intelek umum yang nyata berada di bawah

rata-rata bersamaan dengan kekurangan dalam adaptasi tingkah

laku dan terjadi selama periode perkembangan.” Arti dari

definisi tersebut mengisyaratkan bahwa seseorang disebut

tunagrahita harus memiliki ketiga ciri tersebut, yaitu fungsi

intelektual berada di bawah rata-rata secara

nyata/meyakinkan, kesulitan dalam perilaku adaptif, dan

terjadi di usia 0–18 tahun.

Berdasarkan berat dan ringannya ketunagrahitaan

dikelompokkan: tunagrahita ringan, sedang, berat, dan

sangat berat. Yang menjadi pembahasan dalam tulisan ini

adalah anak tunagrahita ringan berusia 16-18 tahun

dengan perkiraan usia kecerdasannya setara dengan anak

normal usia 10 sampai 13 tahun sehingga diperkirakan

pelajaran mereka setara dengan anak normal kelas IV-VII

semester I.

Pemahaman mengenai karakteristik anak tunagrahita

ringan sangat penting untuk mengarahkan guru dalam

merencanakan dan mengimplementasikan layanan

pendidikan atau pembelajaran yangsesuai dengan

kebutuhan dan kemampuan anak-anak tersebut.

Karakteristik anak-anak tersebut adalah: 1) mengalami

keterbatasan dalam perbendaharaan kata namun banyak

yang lancar berbicara, 2) mengalami kesulitan berpikir

(12)

seperti anak normal usia 12 tahun, 3) dalam pergaulan

mereka kurang mampu mengurus, memelihara dan

memimpin diri, 4) mereka dapat mengerjakan hal-hal yang

sifatnya semi skill, 5) mereka mampu bergaul di

masyarakat, 6) mereka dapat hidup layak di masyarakat

asalkan memperoleh bimbingan yang optimal." (adaptasi

dari Amin, 1995: 34-35). Sejalan dengan

karakteristiktersebut maka kecenderungan perkembangan

berpikir anak tunagrahita ringan pada usia 16-18 tahun

setara dengan anak normal usia 12 tahun. Tahapan berpikir

pada usia ini menurut Piaget adalah “operasi konkret dan

awal operasi formal)dengan ciri tingkah laku anak : 1) anak

mulai memandang dunia secara obyektif, 2) mulai berpikir

secara operasional, 3) mengkalsifikasi benda, 4) membentuk

dan menggunakan keterhubungan aturan-aturan,

mempergunakan hubungan sebab akibat, dan 5) memhami

dan menggunakan konsep substansi, ukuran dalam

kehidupan sehari-hari (adaptasi dari Rusman, 2011: 150).

Adapun ciri belajar anak tunagrahita adalah belajar

dengan membeo, cenderung pada hal bersifat konkret,

membutuhkan kesesuaian usia kecerdasan dengan materi

pelajaran, membutuhkan alat bantu, dan lain lain (Wardani,

2008:6.23)

Berdasarkan hal tersebut pembelajaran yang

berdasarkan karakteristik, tahapan berpikir, dan

pemanfaatan lingkungan serta ciri belajar anak tunagrahita

(13)

mewujudkan proses dan hasil pembelajaran yang

berkualitas bagi anak-anak tunagrahita ringan.

C. Karakteristik Pembelajaran Tematik

Pembelajaran tematik merupakan salah satu model

pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran

anak tunagrahita karena makna pembelajaran tematik yakni

mewujudkan pembelajaran di sekolah dengan mengaitkan

kehidupan sehari-hari. Pernyataan tersebut sesuai dengan

pembelajaran pada tunagrahita yakni menyesuaikan bahan

pembelajaran dengan kehidupannya sehari-hari yang

bertujuan agar setelah anak menyelesaikan pendidikan

mereka dapat hidup dan menyesuaikan diri di masyarakat.

Pembelajaran tematik berorientasi pada kebutuhan dan

perkembangan siswa.

Pembelajaran tematik merupakan salah satu model

dalam pembelajaran terpadu (integrated instruction) yang menekankan pada penetapan konsep belajar sambil

melakukan sesuatu (learning by doing). Karena itu pembelajaran tematik haruslah bermakna dan berorientasi

pada kebutuhan dan perkembangan anak, (Piaget dalam

Ruslan: 2011:254). Pernyataan tersebut sesuai dengan

keberadaan anak tunagrahita termasuk tunagrahita ringan.

Pembelajaran tematik yang merupakan salah satu

model pembelajaran mempunyai ciri-ciri, sebagai berikut: 1)

berpusat pada siswa, maksudnya pembelajaran ini

(14)

siswa sebagai subyek dan guru hanya sebagai fasilitator

(memberikan kemudahan pada siswa untuk melakukan

sesuatu), 2) memberikan pengalaman langsung, maksudnya

siswa dihadapkan pada sesuatu yang nyata (melakukan

langsung) sebagai dasar untuk memahami hal-hal yang

abstrak, 3) pemisahan mata pelajaran tidak begitu jelas,

maksudnya fokus pembelajaran diarahkan pada

pembahasan tema-tema yang paling dekat berkaitan dengan

kehidupan siswa, 4) menyajikan konsep dari berbagai mata

pelajaran, maksudnya siswa dapat memahami konsep

tertentu secara utuh, 5) bersifat fleksibel, maksudnya guru

dapat mengaitkan bahan ajar dari mata pelajaran dengan

mata pelajaran lainnya, bahkan mengaitkan dengan

kehidupan siswa dan keadaan lingkungan di mana sekolah

dan siswa berada, 6) hasil pembelajaran sesuai dengan

minat dan kebutuhan siswa, maksudnya siswa diberi

kesempatan untuk mengoptimalkan potensinya, dan 7)

menggunakan prinsip belajar sambil bermain dan

menyenangkan (adaptasi dari Ruslan, 2011: 258-259).

Karakteristik tersebut sesuai dengan cara-cara belajar anak

tunagrahita ringan, seperti: belajar dengan melakukan,

belajar sambil bermain, belajar dengan suasana fleksibel,

materi pelajaran dihubungan dengan lingkungannya.

D. Ruang Lingkup Isi Buku

Buku ini memuat beberapa hal, yaitu:

(15)

karakteristik siswa, karakteristik bahan

ajar, dan rambu-rambu penyusunan dan

penggunaan buku siswa.

Bab II : Pengembangan pembelajaran meliputi:

model-model pembelajaran, strategi

pembelajaran, pemetaan SI, KD ke dalam

tema, penyusunan jaringan tema,

penyusunan silabus.

Bab III : Pelaksanaan pembelajaran meliputi:

pelaksanaan pembelajaran subtema 1, 2,

3, 4, 5 dan 6.

E. Penggunaan Buku Siswa

1. Penyusunan Buku

Alur penyusunan buku siswa adalah:

a. Menentukan tema

Dimulai dengan menentukan kata kunci dari

analisis SI dan KD tiap mata pelajaran.

b. Membuat subtema

Subtema ditentukan jika diperlukan artinya

jikatema pembelajaran terlalu luas.

c. Kegiatan pembelajaran

Kegiatan pembelajaran ditentukan dengan melihat

kompetensi apa yang harus dimiliki siswa setelah

mempelajari tema atau subtema tertentu.

d. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran memuat 5

(16)

menanya, mengekplorasi, mengasosiasi, dan

mengomunikasikan.

2. Penggunaan Buku

Beberapa hal yang penting diperhatikan dalam

menggunakan buku siswa adalah:

a. Isi buku

Buku siswa berisi tentang tema Daerahku Tercinta

terdiri 6 subtema dalam 6 pembelajaran sebagai

berikut:

1) Kunjungan wisata

2) Menonton pertunjukkan

3) Kerja bakti

4) Menyanyi

5) Menanam pohon

6) Membuat poster.

b. Subtema dan Kegiatan Pembelajaran

1) Subtema dan kegiatan pembelajaran yang

tertulis dalam buku siswa sebaiknya

dipelajari oleh siswa secara berurutan, namun

apajika siswa mengalami kesulitan maka hal

tersebut dapat mempelajarinya sesuai dengan

kemampuan siswa.

2) Materi kegiatan pembelajaran merupakan

arahan, karena itu guru dapat

mengembangkannya sesuai dengan

(17)

3) Pendekatan yang digunakan yang tidak

tersurat dalam kegiatan pembelajaran dapat

divariasikan artinya tidak mencantumkan

pendekatan saintifik secara lengkap namun

(18)

BAB II

PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN

A. Model-Model Pembelajaran

Model-model pembelajaran yang dapat digunakan

dalam pembelajaran anak tunagrahita adalah

model-model pembelajaran yang digunakan pada pembeajaran

anak normal. Namun dalam memilih dan menentukan

model pembelajaran harus memperhatikan

karakterisitik dan kebutuhan siswa serta karakteristik

pembelajaran. Dapat saja terjadi bahwa model

pembelajaran yang tidak digunakan pada pembelajaran

anak normal justru digunakan pada pembelajaran anak

tunagrahita atau sebaliknya model pembelajaran utama

bagi pendidikan anak normal tidak digunakan pada

pembelajaran anak tunagrahita.

Berdasarkan pernyataan di atas maka guru dapat

menentukan sendiri model-model pembelajaran dengan

melihat kebutuhan, kedalaman dan keluasan materi

pembelajaran, kemampuan siswa, ketersediaan fasilitas

dan keadaan lingkungan, serta tujuan pembelajaran.

Oleh sebab itu dapat terjadi tiap siswa membutuhkan

model pembelajaran khusus yang kemungkinan tidak

digunakan pada teman sekelasnya.

Model-model pembelajaran yang dimaksud di

(19)

1. Model Pembelajaran Kontekstual

a. Makna model kontekstual

Model pembelajaran kontekstual merupakan

bentuk pembelajaran yang mengaitkan antara materi

yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa

sehingga dapat mendorong siswa menghubungkan

antara yang dipelajarinya di sekolah dengan

penerapannya dalam kehidupan siswa di keluarga dan

masyarakat. Oleh karena itu, dalam pelaksanaannya

diperlukan untuk memberikan kesempatan yang lebih

banyak kepada siswa untuk melakukan, mencoba,

melaksanakannya sendiri, menemukan pengalaman

dan bukan hanya sekedar mendengarkan dan

menghafalkan.

Melalui model pembelajaran kontekstual berarti

mencari dan memfasilitasi siswa untuk mampu

menerapkan apa yang dipelajarinya dalam kehidupan.

Karena itu pembelajaran lebih bermakna, keberadaan

sekolah dirasakan lebih fungsional karena apa yang

diprogramkan oleh sekolah berkaitan dengan siatuasi

dan permasalahan kehidupan di lingkungan siswa

tersebut. Dengan demikian pembelajaran tidak hanya

melihat produk akan tetapi yang terpenting adalah

proses.

b. Ciri model pembelajaran kontekstual

Berdasarkan uraian singkat tersebut maka desain

(20)

Oleh karena itu, desain pembelajaran akan bervariasi

bergantung pada tujuan dan materi serta karakteristik

siswa yang akan belajar. Model ini tentu saja memiliki

kesamaan dengan model lain namun memiliki

karakteristik atau ciri khas tertentu, seperti:

1) Konstruktivisme (Contructivisme)

Konstruktivisme merupakan landasan

berpikir (filosofi) dalam pembelajaran kontekstual

bahwa pengetahuan dibangun sedikit demi sedikit

dan memberi makna akan pengetahuan tersebut

melalui pengalaman yang nyata. Jadi,

pengetahuan tetap dibutuhkan karena

pengetahuan yang dimiliki siswa dapat

memberikan pedoman nyata untuk

diaktualisasikan dalam kondisi nyata.

Oleh karena itu, dalam pembelajaran perlu

dirumuskan strategi untuk membelajarkan siswa

menghubungkan antara setiap konsep dengan

kenyataan.

2) Menemukan (Inquiry)

Menemukan, merupakan kegiatan inti dalam

pembelajaran kontekstual bahwa hasil

pembelajaran yang diperoleh dari penemuan siswa

sendiri diyakini akan menimbulkan kepuasan

emosional dan bersifat lebih tahan lama diingat

oleh siswa, dan memacu kreativitas siswa, jika

dibandingkan dengan sepenuhnya merupakan

(21)

3) Bertanya (Questioning)

Penerapan unsur bertanya dalam

pembelajaran telah lama dikenal dan hal ini tentu

merupakan kegiatan yang harus difasilitasi guru

untuk mendorong meningkatnya kualitas

pembelajaran. Melalui penerapan bertanya,

pembelajaran akan lebih hidup, proses dan hasil

pembelajaranlebih luas dan mendalam.

Pengembangan kemampuan bertanya dapat

digunakan untuk pemahaman siswa,

membangkitkan respon siswa, mengetahui sejauh

mana keingintahuan siswa, memfokuskan

perhatian siswa, membangkitkan pertanyaan dari

siswa, dan menyegarkan kembali pengetahuan

yang telah dimiliki siswa.

4) Masyarakat Belajar (Learning Community)

Maksud dari masyarakat belajar adalah

membiasakan siswa untuk melakukan kerja sama

dan memanfaatkan sumber belajar yang ada di

masyarakat dan orang lain melalui pengalaman

saling memberi dan menerima. Melalui masyarakat

belajar maka akan terwujud keberadaan siswa

sebagai makhluk individu dan makhluk sosial.

Melalui penerapan masyarakat belajar dalam

pembelajaran kontekstual akan membiasakan

siswa atau guru untuk mendapatkan pengalaman

(22)

sebaliknya anggota masyarakat akan terus

menyiapkan diri untuk menerima perubahan

sebagai akibat belajar dalam kehidupan nyata.

5) Refleksi (Reflection)

Melalui refleksi, siswa diberi area kesempatan

untuk mencerna, menimbang, membandingkan,

menghayati dan melakukan diskusi dengan dirinya

sendiri. Dengan demikian kemampuan untuk

mengaplikasikan pengetahuan, sikap dan

keterampilan pada dunia nyata akan mudah

teraktualisasikan karena pengalaman belajar itu

telah terinternalisasi dalam jiwa siswa.

6) Penilaian otentik (Authentic Assessment)

Penilaian otentik adalah penilaian yang

mengharuskan siswa menampilkan

kemampuan-nya dalam kompetensi sikap, pengetahuan dan

keterampilan dilakukan pada sepanjang proses

pembelajaran dan akhir pembelajaran. Dengan

cara tersebut guru akan mengetahui secara nyata

tingkat kemampuan siswa yang sebenarnya dan

guru dapat mengadakan bimbingan sebagai upaya

perbaikan dan pengembangan pembelajaran.

(23)

2. Model Pembelajaran Kooperatif

a. Makna pembelajran kooperatif

Pembelajaran kooperatif merupakan bentuk

pembelajaran dengan cara siswa belajar dan bekerja

dalam kelompok kecil untuk saling berinteraksi. Dalam

pembelajaran ini siswa belajar bekerja sama dengan

anggota kelompok lainnya dan menekankan kerja sama

dalam kelompok, Dengan demikian terjadi dua

tanggung jawab yaitu mereka belajar untuk dirinya

sendiri dan membantu sesama anggota kelompok

untuk belajar.

Pembelajaran kooperatif dibutuhkan karena dalam

sistuasi belajar pun sering terjadi sikap individualitas

seperti bersikap tertutup, kurang memberi perhatian

kepada teman, bergaul hanya dengan orang tertentu

ingin menang sendiri, dan sebagainya. Jika hal ini

dibiarkan maka akan terjadi warga negara yang egois,

kurang bergaul di masyarakat, acuh tak acuh dengan

tetangga, kurang menghargai orang lain, serta tak mau

menerima kelebihan dan kelemahan orang lain.

b. Ciri-ciri dan jenis-jenis model pembelajaran

kooperatif

Ciri utama yang terlihat dalam pembelajaran

kooperatif adalah: 1) siswa bekerja dalam kelompok

secara kooperatif untuk menuntaskan materi

belajarnya, 2) kelompok dibentuk darisiswa yang

(24)

jikamana mungkin, anggota kelompok berasal dari ras,

budaya, suku, jenis kelamin berbeda-beda, 4)

penghargaan lebih berorientasi pada kelompok

ketimbang individu.

Jenis-jenis model pembelajaran di antaranya: 1)

membuat pasangan dengan cara mencari pasangan

sambil belajar mengenai suatu topik dalam suasana

yang menyenangkan, 2) model jigsaw, artinya gergaji

ukir atau puzzle maksudnya sebuah tekateki

menyusun potongan gambar di mana siswa melakukan

suatu kegiatan belajar dengan cara bekerja sama untuk

mencapai tujuan bersama; dan 3) model TGT (Teams Games Tournaments), yaitu permainan yang disusun oleh guru dalam bentuk pertanyaan yag berkaitan

dengan materi pelajaran dan tiap siswa akan

mengambil kartu pertanyaan dan menjawab

pertanyaan tersebut dan hasilnya adalah merupakan

skor kelompok (adaptasi dari Rusman, 2011: 217-224)

c. Implikasi model pembelajaran kooperatif dalam

pembelajaran

Implikasi model tersebut dalam pembelajaran

dapat dipersepsi dalam tiga segi, yaitu:

1. Segi guru: a) guru menyampaikan tujuan

pembelajaran, b) guru menyajikan informasi

melalui demonstrasi, c) guru menjelaskan

tentang pembentukan kelompok, d)

(25)

mengevaluasi dan menghargai upaya dan

hasil belajar baik kelompok maupun individu.

2. Segi siswa: a) siswa belajar dengan

mengerjakan tugas kelompok, b) saling

memotivasi sangat dibutuhkan, c) siswa

didorong untuk mempersentasikan hasil

pekerajaannya, dan d) bersedia menerima

kritik untuk perbaikan.

3. Segi materi pelajaran: a) menekankan pada

masalah-masalah sosial, budaya, moral seni

dan keterampilan (kegiatan proyek) yang

menghasilkan kesadaran yang mengarah

pada masyarakat demokratis.

3. Model Pembelajaran Perilaku

a. Makna model pembelajaran perilaku

Model pembelajaran yang didasarkan pada urutan

tahapan belajar yang ketat dan menggunakan

penguatan (reinforcement) untuk mendapatkan tingkah laku yang dapat diamati. Penekanan utama model ini

adalah perubahan perikaku siswa atau respon siswa

yang dapat diamati dalam menjawab pertanyaan,

tingkah laku yang tampak yang menunjukkan makna

tertentu (Amin, 1995:187).

b. Implikasi model perilaku dalam pembelajaran

Implikasi model ini dalam pembelajaran dapat

(26)

Segi guru:

1) menjajikan materi pelajaran secara bertahap,

2) pemahaman tentang hasil tes materi

pelajaran diperoleh dengan cara mengamati

jawaban siswa dan menghargai jawaban yang

benar dan baik.

Segi siswa:

Menunjukkan pemaham dengan

memancarkan tanggapan perilaku yang

diinginkan.

Segi materi pelajaran:

Pada umumnya mencakup

keterampilan-keterampilan dasar yang ditentukan oleh tujuan

perilaku yang telah ditetapkan dan ditunjukkan

dalam urutan langkah-langkah yang logis.

Model-model pembelajaran yang telah dikemukakn di

atas, dapat dipilih dan digunakan dalam pembelajaran bagi

anak tunagrahita. Guru dapat menggunakan model-model

ini sesuai dengan materi dan kemampuan siswa serta

(27)

B. Strategi Pembelajaran dalam Pendidikan Anak

Tunagrahita

Strategi pembelajaran dalam pendidikan anak

tunagrahita pada prinsipnya tidak jauh berbeda

penerapannya dengan pendidikan pada umumnya. Pada

hakekatnya strategi pembelajaran tersebut harus

memperhatikan karakteristik siswa, tujuan belajar, dan

ketersediaan sumber.

Strategi pembelajaran yang biasa digunakan dalam

pembelajaran anak tunagrahita adalah strategi

pembelajaran kooperatif, kompetetitif, dan individual.

Berikut ini akan dikemukakan strategi yang dimaksud:

1. Strategi Pembelajaran Kooperatif

Penerapan strategi kooperatif paling efektif pada

kelompok siswa yang heterogen. Strategi ini bertitik

tolak dari semangat kerja sama di mana siswa yang

lebih mampu agar membantu temannya yang kurang

mampu. Strategi ini sangat diperlukan dalam

pembelajaran yang menyatukan anak tunagrahita

dengan anak normal.

Keunggulan dari strategi ini menurut Amin (1995:

188) adalah : a) membantu meningkatkan pretastai, b)

merangsang peningkatan daya ingat, c) dapat

meningkatkan motivasi belajar, d) meningkatkan

sosialialisasi antara anak tunagrahita dan anak normal,

e) menumbuhkan penghargaan anak normal terhadap

(28)

diri anak tunagrahita, dan g) memberi kesempatan

pada anak tunagrahita untuk mengembangkan

potensinya seoptimal mungkin.

Dalam melaksanakan strategi kooperatif guru

harus trampil terutama dalam menentukan tempat,

menentukan jumlah kelompok dan materi

pembelajaran, serta merancang tugas setiap anak.

Namun tidaklah mudah melaksanakan strategi ini

karena strategi ini membutuhkan pengalaman,

kesungguhan, dan kecintaan guru terhadap profesinya.

2. Strategi Pembelajaran Kompetitif

Pada hakekatnya setiap inidividu memiliki

kebutuhan untuk mencapai prestasi dan mendapat

penghargaan. Karena itu dalam pembelajaran

tunagrahita perlu menggunakan strategi ini

walaunpun mereka tidak dapat berkompetisi secara

akademik. Prinsip yang harus diperhatikan oleh guru

jika menggunakan strategi ini adalah: a) kompetisi

diadakan untuk memvariasi kegiatan, b) kompetisi

harus diakukan pada anak yang kemampuannya

seimbang.

Dalam penggunaannya tentu saja mengalami

kesulitan apalagi mengingat keterbatasan kemampuan

anak tunagrahita. Keberadaan mereka dalam satu

kelas sangat beragam, sedangkan strategi ini dapat

(29)

3. Strategi Pembelajaran Individual atau Individualisasi Pengajaran

Pembelajaran Individual dikenal dalam istilah

asing: Indivudalized Educational Programyang artinya program pendidikan yang disusun berdasarkan

kemampuan dan kebutuhan siswa. Setiap anak mmiliki

program tersendiri walaupun mereka belajar

bersama-sama dalam satu kelas dan dalam waktu yang bersama-sama

dengan bidang studi yang sama tetapi kedalaman dan

keluasan materi berbeda-beda.

Individualisasi pengajaran tampak pada hal-hal di

bawah ini (Amin 1995:191): a) guru tidak hanya

memusatkan perhatiannya kepada apa yang diajarkan,

melainkan juga pada cara belajar siswa, b)

kegiatan-kegiatan yang beraneka warna dan beraneka ragam

dalam menciptakan lingkungan belajar, c) sesuainya

aktivitas-aktivitas yang dilakukan dengan keadaan

anak, d) ikutnya siswa dalam menetapkan apa yang

dipelajarinya, e) tersedianya tempat untuk melakkan

independent study dan group interuction, f) tersedianya tempat/fasilitas yang memungkinkan anak

menjangkaunya atau mengambil yang diperlukan.

Strategi pembelajaran individual menjamin bahwa

tiap siswa memiliki program yang diindividualisasikan

untuk mempertemukan kebutuhan khas siswa dan

mengomunikasikan program tersebut kepada

orang-orang yang berkepentingan. Karena itu dalam

(30)

dari guru, orangtua, pemuka masyarakat, pemegang

kebijakan, kepala sekolah dan kalau memungkinkan

siswa itu sendiri.

Strategi pembelajaran dapat saja dipilih dan

ditentukan guru atau mengmbil dari strategi lain yang

kemungkinan sesuai dengan situasi, materi

pembelajaran serta kebutuhan siswa dan

(31)
(32)

D. Silabus

SILABUS

Sekolah : SMALB/C

Mata Pelajaran : PPKN, Bahasa Indonesia, Matematika,

IPS, IPA, Seni Budaya

Kelas / Semester : X/ I

Tema : Daerahku Tercinta

Kompetensi Inti:

1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang

dianutnya sesuai dengan kemampuan anak

berkebutuhan khusus.

2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin,

tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama,

toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif, dan

menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas

berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara

efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam

menempatkan diri sesuai dengan kemampuan anak

berkebutuhan khusus.

3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis

pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural

sesuai dengan kemampuan anak berkebutuhan khusus

berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu

pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora

(33)

kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena

dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan

prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai

dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan

masalah.

4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret

dan ranah abstrak sesuai dengan kemampuan anak

berkebutuhan khusus terkait dengan pengembangan

dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan

mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

NO KOMPETENSI DASAR ajaran agama dan nilai-nilai yang terkandung dalam pasal-pasal Undang-Undang Dasar Negara

Republik Indonesia Tahun 1945 dalam

berbagai aspek kehidupan

Mengamati 1. Siswa mengamati gambar bermacam-macam suku bangsa Indonesiadi depan kelas. Bertanya 2. Siswa melakukan tanya jawab tentang suku bangsa Indonesia sesuai dengan gambar yang dilihat. contoh suku

(34)

NO KOMPETENSI sosial budaya, pertahanan dan keamana, serta hukum. 2.5

Mengamalkan perilaku toleransi dan harmoni dan bernegara Indonesia. dungan dan pemajuan HAM sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dalam

kehidupan bermasyaraka, berbangsa, dan bernegara. 4.1 Menyaji kasus–kasus pelanggaran HAM dalam rangka perlindungan dan pemajuan HAM sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dalam

kehidupan

(35)

NO KOMPETENSI , berbangsa, dan bernegara.

2 Bahasa Indonesia Meresapi anugerah Tuhan Yang Maha Esa berupa bahasa Indonesia yang diakui sebagai bahasa

persatuan yang kokoh dan sarana belajar untuk memperoleh ilmu

pengetahuan

2.1. Memiliki tutur kata santun dalam penggunaan bahasa Indonesia dengan memilih dan memilah kosakata baku

3.2.Mengenal isi teks laporan hasil observasi dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan

memilih dan memilah kosa kata baku

Menulis teks

Daerah Wisata

(36)

NO KOMPETENSI

laporan hasil observasi dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan

memilih dan memilah kosa kata baku bangun datar dengan

menggunakan benda-benda yang ada di sekitar rumah, sekolah, atau tempat bermain sesuai dengan kemampuan bangun datar dengan

Mengamati 1. Siswa mengamati penjelasan bangun datar melalui tampilan infokusatau gambar di depan kelas. Bertanya 2. Siswa melakukan tanya jawab tentang

bangun datar yang ada pada gambar yang telah di bagikan kepada siswa.

Mengasosiasi 4. Siswa menjelaskan benda di kelas yang

(37)

NO KOMPETENSI benda yang berkaitan ajaran agama dalam berfikir dan sosial, budaya, ekonomi dan politik dalam masyarakatter dekat.

Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam melakukan interaksi sosial dengan

Mengamati 1. Siswa kerja bakti. Bertanya 2. Siswa melakukan tanya jawab tentang royong yang ada di

(38)

NO KOMPETENSI bentuk dan sifat dinamika interaksi dengan lingkungan alam, sosial, budaya, dan ekonomi geografis di wilayah Indonesia

kkan mana yang kerja bakti dan mana bukan kerja bakti Mengkomuni kasikan 5. Siswa menceritaka n kegiatan kerja bakti dan mana bukan kerja bakti Tuhan yang menciptakan alam semesta dan

mewujudkann ya dalam pengamalan ajaran agama yang dianut.

Binatang yang dilindungi

(39)

NO KOMPETENSI an perilaku rasa ingin tahu jujur; teliti; cermat; tekun;

hati-tumbuhan dan fungsi-nya Menuliskan bentuk luar (morfologi) tubuh hewan dan tumbuhan serta fungsi-yang cocok untuk satwa tertentu Mengasosiasi 1.Mengasosia ikan diri seperti salah satu satwa melalui cerita singkat secara lisan maupun

industri seni, bersejarah, dan seni pertunjukan di daerah

setempat Mengenal jenis jenis seni pertunjukan

Kese-nian daerah

(40)
(41)

BAB III

PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

PEMBELAJARAN I

KUNJUNGAN WISATA

A. Pendahuluan

Sebelum mulai mengajar guru harus mengetahui fokus

pembelajaran tema "Kunjungan Wisata" ini mempunyai

fokus pembelajaran ke bidang studi apa saja yang terkait

dan dapat dilaksanakan dalam tema ini. Selain itu guru juga

harus mengetahui tujuan pembelajaran dalam tema yang

akan diajarkan ini. Selain itu, media/alat bantu dan sumber

pembelajaran juga harus diketahui guru.

Fokus Pembelajaran: PPKn, IPS, IPA, Matematika dan SBK.

B. Tujuan Pembelajaran:

1. Dengan mengkaji bacaan tentang Kebun

Binatang Ragunan, siswa mampu menjelaskan

bacaan dengan bahasanya sendiri

2. Setelah menganalisa gambar, siswa mampu

mengidentifikasi binatang secara rinci.

3. Setelah menganalisa gambar binatang siswa

mampu memberi warna yang sesuai.

4. Siswa mampu melakukan percobaan sederhana

(42)

tertentu.

5. Siswa mampu menceritakan secara lisan/tertulis

tentang hasil pengamatannya di kebun binatang.

C. Media/ Alat bantu dan Sumber Belajar:

Buku Tematik, Sd Kelas III Semester 1, PT Sarana Panca Karya Nusa, 2000

http://www.unik.ws/2012/11/10-hewan-langka-asli-indonesia.html, diunduh 05 Februari 2014

https://www.google.co.id/search?q=hewan+dilindungi+di+in

yang.html%3B400%3B288, diunduh 05 Februari 2014

http://www.iwf.or.id/fauna_protected, diunduh 07 Februari 2014

http://www.artikellingkunganhidup.com/14-binatang-yang-dilindungi-di-indonesia.html, diunduh 07

Februari 2014

D. Materi dan Kegiatan Pembelajaran

1. Guru mengondisikan siswa untuk diajak

mengunjungi Kebun Binatang dengan

(43)

2. Setelah siswa siap minat dan perhatiannya untuk

ke kebun binatang guru mempersiapkan

transportasi, konsumsi dan segalanya untuk

kunjungan ke kebun binatang (jika

memungkinkan). Jika tidak memungkinkan cukup

disajikan gambar atau film tentang kebun

binatang yang ada di dekat sekolah.

3. Jika benar-benar kunjungan maka guru

menyiapkan lembar pengamatan dan diberikan

langsung pada siswa saat kunjungan. Setelah

berkeliling dapat dilakukan pengisian lembar

pengamatan tersebut bersama-sama.

Ke Kebun Binatang

Apakah kamu pernah berkunjung ke kebun

binatang?

Di sana banyak satwa yang dilindungi.

Juga ada flora yang sudah langka.

Banyak pengunjung dari mana-mana.

Harga karcis masuk cukup murah.

Di kebun binatang udaranya segar.

Karena banyak pohon rindang.

(44)

4. Anak-anak setelah lelah berkeliling kita istirahat

sebentar, lalu kertas yang sudah dibagikan tadi

kita isi bersama-sama ya… ayo lakukan!

5. Jika tidak ada kunjungan langsung maka guru

menyajikan gambar-gambar seperti

langkah-langkah berikut ini.

1. Pada rubrik ini guru menunjukkan beberapa

gambar binatang yang dipelihara di kebun

binatang. Kemudian berilah perintah kepada

siswa.

Misalnya: "Perhatikan gambar ini baik-baik!"

Kemudian isilah format pengamatan yang sudah

diberikan oleh guru. Ini gambar apa anak-anak?

Kambing kakinya berapa? Kambing makanannya

apa? Kambing hidupnya di darat atau di air?

Kambing berkembang biak dengan beranak atau

bertelur? Ayam beranak atau bertelur?

2. Jawaban anak akan beraneka ragam, guru

memberi penguatan tentang jumlah kaki binatang,

jenis makanannya, tempat hidupnya, serta cara

berkembang biak binatang.

3. Setelah selesai satu contoh pertanyaan maka

siswa disuruh mengisi lembar pengamatan dengan

nama binatang lain seperti contoh guru tadi.

(45)

4. Lembar pengamatan dibagikan kepada siswa

untuk dikerjakan.

5. Guru dapat memberikan beberapa pertanyaan

untuk mengarahkan siswa agar dapat mengisi

format yang telah diberikan guru dengan baik.

6. Guru memberi bimbingan kepada siswa yang

mengalami kesulitan dalam mengisi format isian

agar semua dapat mengerjakan tugas dengan baik.

7. Apajika ada siswa yang dapat mengisi 10 nomor

dapat diberi tugas kembali untuk menulis lagi

(46)

Format pengamatan

Nama : ………….

Hari/tgl : ………….

Pada kegiatan berikutnya guru memberitugas yang

masih berhubungan dengan binatang. Jika kunjungan

dilakukan langsung maka kertas kegiatan dapat dibagikan

ke siswa pada saat tugas yang pertama telah selesai.

1. Jika guru hanya menyajikan gambar maka kegiatannya

sebagai berikut.

2. Coba lihat gambar kuda ini, apa warnanya? Gajah

warnanya apa? Sekarang coba sebutkan satu persatu

gambar binatang ini, kemudian kita warnai

gambar-gambar ini dengan benar sesuai warna aslinya?

Gunakan crayon atau pensil warna sesuai kesukaan

anak-anak.

3. Guru memastikan bahwa setiap siswa membawa

crayon atau pensil warna untuk kegiatan ini.

No Nama

darat air beranak bertelur

(47)

4.Bagi siswa yang belum tahu guru menugasi

5.Siswa untuk bertanya kepada teman atau guru.

6.Guru memberi bimbingan dan memastikan pekerjaan

* hasil mewarnai binatang dari siswa yang telah

4. Setelah selesai, pekerjaan dikumpulkan pada guru

(48)

1. Dalam kegiatan ini siswa masih di luar kelas, di

kebun/kandang binatang yang dapat dijangkau dari

sekolah.

2. Guru menjelaskan arti binatang yang dilindungi karena

jumlahnya yang sudah langka dengan menunjukkan

contohnya (jika kegiatan di dalam kelas dapat dibantu

dengan beberapa gambar binatang).

3. Ini gambar apa anak-anak? (guru menunjukkan

gambar anoa). Asalnya dari mana? Di tempat kamu ada

tidak ? ini salah satu binatang yang dilindungi

pemerintah. Ayo kita cari contoh yang lain ya!Guru

memberi penguatan tentang binatang yang dilindungi

sesuai PP No.7/1999.

4. Siswa disuruh mencari contoh binatang lain yang

dilindungi pemerintah dengan menuliskan namanya

pada lembar pengamatan yang telah dibagikan jika

siswa di kebun binatang. Jika pembelajaran di kelas

guru menyajikan gambar bermacam-macam satwa,

baik yang dilindungi maupun tidak dilindungi untuk

dipilih oleh siswa.

5. Guru memberikan lembar kerja kepada siswa untuk

diisi dengan benar.

6. Siswa mengerjakan tugas dan menyerahkan hasilnya

kepada guru.

(49)

Catatlah dengan cermat dengan memberi cheklist ( v) pada format berikut!

No Nama binatang Dilindungi

1.

2.

3.

4.

5.

7. Ayo kita memberi makan binatang! Siapa yang berani?

Kuda ini makan apa? Kita dapat mendapatkan rumput

di mana? Coba perhatikan makanan binatang yang ada

di kebun binatang ini dengan baik! Isilah format ini

dengan tepat! Jika tidak tahu bertanyalah pada petugas

kebun binatang! Kalau akan member makan binatang,

mintalah ijin kepada petugas yang ada! Jangan

memberi makan binatang dengan sembarangan!

8. Guru menugasi siswa memberi makan kepada binatang

tertentu dengan jenis makanan yang cocok, dan

mengamati reaksi satwa tersebut waktu diberi makan

oleh siswa.

9. Jika guru tidak mengajak siswa ke kebun binatang

adalah dengan bertanya jawab tentang makanan

binatang yang tepat. Siswa mencatat dan

memperhatikan penjelasan guru tentang makanan

binatang. Kemudian siswa baru diberikan lembar

(50)

10. Guru memberikan bimbingan untuk mengisi lembar

kerja kepada siswa.

No. Nama Satwa Jenis Makanan

11. Guru mengajak siswa untuk bermain teka-teki berupa

pantun tentang binatang. Bahasanya dibuat sederhana

agar siswa dapat membuat asosiasi tentang nama

binatang yang dimaksudkan oleh guru. Guru memberi

penguatan tentang permainan membuat kalimat

teka-teki seperti contoh di bawah ini. Jawabannya berupa

nama-nama binatang.

Teka–teki: Siapakah Aku

1. Aku adalah satwa

Asalku dari tanah Afrika

Leherku panjang menjulang

Makananku daun-daun dahan tinggi

Siapakah aku ?

2. Aku adalah satwa

Makananku daging segar

Badanku loreng seperti tentara

Suaraku menggelegar membahana

(51)

1. Pada pertemuan yang selanjutnya guru memancing

anak untuk menceritakan pengalamannya sewaktu

berkunjung ke kebun binatang, baik bersama

teman-teman sekolah maupun dengan orang tuanya.

2. Jika tidak ada kunjungan langsung, siswa dapat

diarahkan ke cerita lain seputar pengalaman siswa

dengan binatang.

3. Guru menugasi siswa untuk menceritakan secara

tertulis tentang hasil perjalanan/kunjungan ke kebun

binatang.

a. Pada hari Minggu saya pergi ke kebun binatang.

b. Saya pergi dengan ayah dan ibu.

c. Kami berangkat naik mobil pagi-pagi.

d. Kami melihat gajah, harimau, kuda, dan

bermacam-macam burung.

e. Hati saya senang karena dapat melihat aneka

binatang.

4. Siswa menuliskan kalimat-kalimat tersebut.

5. Untuk merangsang siswa yang pasif agar dapat

mengomunikasikan apa yang dilihat, dialami dan

dirasakan dalam kegiatan kunjungan di kebun

binatang maka guru mengadakan tanya jawab.

(52)

1.

Setelah kembali ke sekolah di pertemuan selanjutnya

guru bersama siswa membuat rangkuman.

2.

Siswa mencari arti kata-kata sukar yang ditemukan di

kebun binatang dengan bantuan kamus.

3.

Siswa menulis semua rangkuman dan kata-kata sukar

di buku tulis.

4.

Rangkuman dapat berupa seperti berikut ini.

1. Kebun binatang tempat memelihara, merawat

dan, menangkarkan banyak satwa yang

hampir punah dan dilindungi.

2. Makanan satwa tidak sama.

Jika makanan tidak cocok, satwa bisa mati.

3. Jenis satwa menurut makanannya adalah:

herbivora, karnivora ,dan omnivora

a. Herbivora : satwa pemakan tumbuhan

b. Karnivora : satwa pemakan daging

c. Omnivora : satwa pemakansegala

(53)

E. Penilaian Pembelajaran

Guru memberikan lembar evaluasi kepada siswa. Tuliskan nama jenis binatang di bawah ini!

Gambar Nama Jenis binatang menurut

makananya

….

…. ….

… ….

(54)

KUNCI JAWABAN

Guru memberikan evaluasi kepada siswa dengan kunci

jawaban sebagai berikut.

Kunci jawaban pembelajaran 1:

1. B

2. A

3. A

4. C

5. A

Jawaban soal isian:

1. Irian Jaya

2. dilindungi

3. beranak

4. Ujung Kulon

5. komodo

Instrumen Penilaian :

Instrumen tes tertulis dalam bentuk soal.

Penilaian dilakukan dengan cara menghitung jumlah

jawaban benar dari soal yang tersedia.

Instrumen unjuk kerja dalam bentuk Rubrik Penilaian.

No Nama Siswa

Perolehan Skor

Kriteria I Kriteria

II Kriteria III

1

2

3

(55)

Kriteria :

 Nilai 3, jika siswa dapat mengerjakan soal

sendiri/tanpa bantuan.

 Nilai 2, jika siswa dapat mengerjakan soal dengan

bantuan

 Nilai 1, jika siswa tidak dapat mengerjakan namun

masih merespon.

 Nilai 0, jika siswa sama sekali tidak dapat mengerjakan

dan tidak merespon.

Penilaian Perilaku/Sikap (Afektif)

No. Nama Jujur Disiplin Tanggung jawab

Peduli Santun Jumlah Nilai

akhir

1. 2. 3. Jumlah

Pedoman Penilaian

3 = tinggi

2 = sedang

(56)

Penilaian Keterampilan (psikomotorik)

Penilaian Produk Pedoman Penilaian Mewarnai.

No Aspek yang dinilai

Skor Mak-simal

Skor Penilaian

4 3 2 1

1. Cara memegang crayon atau

pewarna

4

2. Pemilihan warna 4

3. Pola arah dalam mewarnai 4

4. Kebersihan dalam mewarnai 4

5. Kerapihan dalam mewarnai 4

No KeriteriaPenilaian skor

1. Cara memegang crayon atau pewarna

a. Siswa memegang crayon dengan benar tanpa

bantuan guru.

b. Siswa memegang crayon dengan kurang

sempurna tanpa bantuan guru.

c. Siswa memegang crayon dengan sedikit

bantuan guru.

d. Siswa mewarnai gambar dengan bantuan

guru sepenuhnya.

2. Pemilihan warna

a. Siswa dapat menggunakan lebih dari tiga

warna dalam mewarnai banyak bentuk gambar secara mandiri.

b. Siswa dapat menggunakan lebih dari tiga

(57)

c. Siswa menggunakan kurang dari tiga warna dalam mewarnai banyak bentuk dengan banyak bantuan.

d. Siswa hanya mengguakan satu warna dalam

mewarnai banyak bentuk dengan bantuan penuh.

3 Pola arah dalam mewarnai

a. Siswa mewarnai gambar dengan pola arah

yang sama secara mandiri/tanpa bantuan guru.

b. Siswa mewarnai gambar dengan beberapa

arah secara mandiri/tanpa bantuan guru.

c. Siswa mewarnai gambar dengan arah

berbeda-beda dengan sedikit bantuan guru.

d. Siswa mewarnai gambar dengan pola arah

yang berbeda-beda dengan bantuan penuh.

4 Kebersihan dalam mewarnai

a. Kertas hasil mewarnai siswa tampak

bersih/tidak kotor tanpa bantuan guru.

b. Kertas hasil mewarnai siswa sedikit tampak

kotor tanpa bantuan guru.

c. Kertas hasil mewarnai siswa terlihat banyak

yang kotor dengan sedikit bantuan guru.

d. Kertas hasil mewarnai siswa terlihat banyak

yang kotor walau dengan bantuan penuh.

5. Kerapihan dalam mewarnai

a. Siswa mewarnai gambar dengan mandiri dan

tidak ada warna yang keluar garis

b. Siswa mewarnai gambar dengan mandiri

namun masih ada sedikit warna yang keluar garis

c. Siswa mewarnai gambar dengan sedikit

bantuan guru dan masih ada sedikit warna yang keluar garis

d. Siswa mewarnai gambar dengan bantuan

(58)

Nilai Akhir = Skor Perolehanx 100 = …..

Skor Maksimal

Skor Maksimal = 14

F. REMEDIAL/PENGAYAAN

1.

Guru menilai hasil evaluasi yang dikerjakan siswa.

2.

Guru membuat analisis hasil penilaian.

3.

Guru mengadakan remedial bagi siswa yang mendapat

nilai kurang dan mengadakan pengayaan bagi siswa

yang nilainya di atas KKM yang sudah ditentukan.

4.

Guru menugasi siswa mencatat kata-kata penting yang

terdapat dalam pembelajaran.

1. Pengayaan.

Berilah tanda centang (√) pada tabel dibawah ini!

No. Nama binatang Karnivora Herbivora

1. Sapi … …

2. Kucing … …

3. Kuda … …

4. Singa. … …

(59)

DAFTAR HEWAN YANG DILINDUNGI BERDASARKAN

PP NO. 7 TAHUN 1999

No. Nama Indonesia Nama

Inggris Nama Ilmiah

1 Anoa Dataran

Rendah - Anoa depressicornis

2 Anoa Pegunungan - Bubalus quarles

8 Binturung Binturong Arctictis binturong

9 Burung Beo Nias - Gracula religiosa

12 Burung Rangkong - Rhyticeros cassidix

13 Cendrawasih - Seleucidis

(60)

No. Nama Indonesia Nama

Inggris Nama Ilmiah

17 Ikan Belida - Notopterus

notopterus

18 Jalak Bali - Leucopsar rothschildi

19 Komodo - Varanus

komodoensis

20 Maleo - Macrocephalon

maleo

21 Nuri Raja - Alisterus

amboinensis

22 Paus Bersirip - Balaenoptera

physalus

23 Paus Biru Blue Whale Balaenoptera

musculus

24 Pesut Mahakam - Orcaella brevirostris

25 Pulusan Hog Badger Arctonyx collaris

26 Rusa Timor - Cervus timorensis

27 Siluk Merah - Sclerophages

formosus

28 Tangkasi - Tarsius spectrum

REMEDIAL

1. Harimau jenis hewan pemakan ….

2. Angsa berkembang biak dengan cara ….

3. Tempat pemeliharaan hewan atau satwa disebut ….

4. Kebun Binatang Ragunan Terletak di Provinsi ….

(61)

Berkembang biak

bertambah banyak (tanaman, ternak piaraan, dsb.)

Darat bagian permukaan bumi yg padat; tanah

yg tidak digenangi air (lawan air)

Evaluasi penilaian

Fauna Fauna

Flora keseluruhan kehidupan jenis

tumbuh-tumbuhan suatu habitat, daerah, atau strata geologi tertentu; alam tumbuh-tumbuhan

Habitat tempat tinggal khas bagi seseorang atau kelom-pok masyarakat/hewan/tumbuhan

Karcis surat kecil (carik kertas khusus) sbg tanda telah membayar ongkos dsb (untuk naik bus, menonton bioskop, dsb);

Menangkarkan membiakkan; menetaskan

Santun halus dan baik (budi bahasanya, tingkah

lakunya); sabar dan tenang; sopa

Satwa keseluruhan kehidupan hewan suatu

habitat, daerah, atau strata geologi tertentu; dunia hewan

Terjangkau murah; 2 terbeli; terbayar:

Wisata bertamasya; 2 piknik;

(62)

Buku Tematik, Sd Kelas 3 Semester 1, PT. Sarana Panca Karya

Nusa,2007

http://www.unik.ws/2012/11/10-hewan-langka-asli-indonesia.html, diunduh 05 Februari 2014

https://www.google.co.id/search?q=hewan+dilindungi+di+indones

ia+dan+asalnya&tbm=isch&tbo=u&source=univ&sa=X&ei

=dTx7UrL3OMOmrQeXyYHABA&ved=0CCUQsAQ&biw=13

66&bih=640#facrc=_&imgdii=_&imgrc=0oUKGkpV7218pM

%3A%3B6r8ULB-IS3SrbM%3Bhttp%253A%252F%252F3.bp.blogspot.com%

252F--D0XVRhdSbs%252FURQ8y_S590I%252FAAAAAAAAGY0%

252F46f_MlMLz-U%252Fs1600%252F6gs.jpg%3Bhttp%253A%252F%252F

dhekkazone.blogspot.com%252F2013%252F02%252Fhew

an-hewan-langka-asli-indonesia-yang.html%3B400%3B288, diunduh 05 Februari 2014

http://www.iwf.or.id/fauna_protected, diunduh 07 Februari 2014

http://www.artikellingkunganhidup.com/14-binatang-yang-dilindungi-di-indonesia.html, diunduh 07 Februari 2014

(63)

PEMBELAJARAN II

MENONTON PERTUNJUKAN

A. Pendahuluan

Sebelum mulai mengajar guru harus mengetahui fokus

pembelajaran subtema "Menonton Pertunjukan" ini

mempunyai fokus pembelajaran pada bidang studi apa saja

yang terkait dan dapat dilaksanakan dalam tema ini. Selain

itu, guru juga harus mengetahui tujuan pembelajaran dalam

tema yang akan diajarkan ini. Media/alat bantu dan sumber

pembelajaran juga harus diketahui guru.

Fokus pembelajaran: Matematika, BahasaIndonesia, IPS,

SBK.

B. Tujuan Pembelajaran:

1. Siswa dapat menceritakan kembali isi

cerita..berdasarkan gambar dengan bahasa sederhana.

2. Siswa dapat menyebutkan jenis-jenis alat musik dan

aneka tari daerah di Indonsia.

3. Siswa dapat menghitung luas bangun datar persegi

yang berhubungan dengan panggung pertunjukan.

4. Siswa dapat bermain sosio drama secara sederhana

(64)

C. Media/sumber belajar:

1. Gambar pertunjukkan/VCD pertunjukan kesenian

daerah atau melihat langsung acara kesenian.

2. https://www.google.co.id/search?hl=id&authuser=0&si

te=imghp&tbm=isch&source=hp&biw=1366&bih=640&q

=tradisional+indonesia&oq=+tradisional, diunduh 10

Februari 2014.

3. Buku tematik, SD kelas 3 semester 1, PT Sarana Panca

Karya Nusa, 2007

D. Materi dan Kegiatan Pembelajaran

Dok.Google.com

 Guru mengondisikan siswa tentang kegiatan

kunjungan untuk melihat pertunjukkan kesenian

tradisional yang ada di dekat sekolah. Apajika tidak

memungkinkan dapat diganti gambar/film/VCD

pertunjukkan.

 Guru memfasilitasi dengan beberapa gambar kesenian

tradisional yang ada di Indonesia.

Gbr.kesenian ludruk

(65)

 Guru mengajukan beberapa pertanyaan tentang

kesenian daerah yang gambarnya sudah tersedia.

 Apa nama kesenian ini?Anak-anak pernah tidak

melihat kesenian daerah? Kesenian daerah apa yang

pernah anak-anak lihat? Guru memberi penguatan

tentang macam-macam pertunjukkan daerah di

Indonesia.

 Guru memberikan daftar pertanyaan kepada siswa

tentang kesenian daerah seperti yang mereka lihat

tadi/atau yang mereka lihat gambarnya.

Jawablah pertanyaan berikut sebagai bukti pengamatanmu!

1. Apa nama pertunjukan yang kamu tonton?

2. Berasal dari daerah ….

3. Cerita dalam pertunjukan adalah ….

4. Berapa pemain yang terlibat ….

5. Adakah musik pengiringnya?

6. Jika ada, apa saja alat musik yang dimainkan dalam

pertunjukan tersebut.

a. ___________________________

b. ___________________________

c. ___________________________

d. ___________________________

e. ___________________________

(66)

7. Pakaian pemainnya bagaimana?

8. Pernahkahkamu pergi menonton pertunjukan derah

yang lain? Apa namanya?

9. Bersama siapa kamu menonton pertunjukan itu?

10. Di mana pertujukan itu diadakan?

 Dalam pertunjukan/gambar pertunjukan yang dilihat

anak-anak, adakah iringan alat musik? Guru

menjelaskan kegunaan musik dalam mendukung suatu

pertunjukan. Musik untuk menghidupkan suasana dan

cerita dalam suatu pertunjukan. Musik dihasilkan dari

paduan alat alat musik seperti gitar, drum, piano,

seruling, kulintang, angklung dan sebagainya. Berupa

alat musik modern maupun tradisional. Mari kita lihat

gambar-gambar alat musik ini (guru memperlihatkan

beberapa gambar alat musik).

 Setelah diberi penguatan tentang jenis-jenis alat musik

guru menugasi siswa menyebutkan dan menulis

nama-nama alat musik.

KEGIATAN MENGAMATI YANG DILAKUKAN DISESUAIKAN DENGAN PERTUNJUKAN YANG

(67)

Sebutkan jenis-jenis alat musik di bawah ini!

1.

2.

3.

4.

5.

Dok.Google.com

AYO MENGAMATI

Siapa yang dapat menari? Dalam pertunjukan/gambar

pertunjukan daerah tadi kira-kira ada tariannya tidak?

Di mana kamu dapat melihat tarian? Tarian apa yang

(68)

Guru memasang gambar aneka jenis tarian yang ada

di Indonesia, kemudian menugasisiswa memperhatikan

gambar. Guru menjelaskan bermacam-macam tarian

daerah di Indonesia.

Siswa mengamati gambar dan kemudian menuliskan

nama tarian tersebut .

Guru menugasi siswa mengisi lembar pertanyaan

tentang jenis tarian dan memastikan bahwa setiap

siswa dapat mengerjakan tugasnya dengan baik

Amatilah jenis tarian di bawah ini!

1.

2.

3.

4.

5.

(69)

Setelah mengenal tarian dan alat musik kita juga akan

belajar kesenian daerah juga. Di Indonesia banyak

sekali kesenian daerah. Contohnya adalah (guru

menyebutkan kesenian daerah di tempat siswa berada).

Siapa yang pernah melihatnya? Di mana anak-anak

melihat? Mari kita belajar kesenian daerah yang lain.

Coba amatilah gambar ini!

Guru memberikan beberapa gambar kesenian

tradisional yang ada di Indonesia.

Setelah kalian perhatikan coba sekarang sebutkan apa

nama keseniannya tersebut? Dari mana daerah

asalnya?

Siswa mengamati gambar yang diberikan guru,

kemudian menyebutkan nama-nama jenis kesenian

tradisional tersebut.

Guru memastikan semua siswa dapat menjawab

pertanyaan dengan baik sambil memberi bimbingan

bagi siswa yang mengalami kesulitan dengan

menggunakan bantuan gambar kesenian ini. Misalnya

kesenian ludruk dari Jawa Timur, jatilan dari Jawa

Tengah, tari jaipong dari Jawa Barat, tari gambyong

dari Solo/Jogja, tari saman dari Aceh, tari kecak dari

Bali.

(70)

ludruk Jathilan Jaipong

Dok.Google.com

1. Ayo anak-anak siapa yang pernah melihat panggung

pertunjukan? Di mana anak-anak melihat panggung

pertunjukan? Jika ada yang belum mari kita melihat

panggung pertunjukan.

2. Guru mengajak siswa ke suatu panggung pertunjukan

untuk mengadakan eksplorasi yang lebih baik. Jika

tidak ada panggung nyata dapat disajikan dengan

gambar panggung.

3. Guru memberi penguatan kepada siswa tentang

menghitung luas panggung yang berbentuk persegi.

Persegi luasnya panjang x lebar. Perhatikanlah bentuk

panggung pertunjukan yang kamu tonton!

a. Bagaimana bentuk panggungnya? Warna apa yang

dominan pada panggung tersebut?

(71)

b. Berapa meter panjangnya? Berapa meter lebarnya

?siswa dengan bimbingan guru mengukur dengan

bantuan meteran.

c. Berapa kira-kira luas panggung tersebut?Siswa dengan

bantuan guru menghitung luas panggung dengan

menggunakan meteran. Guru memberi contoh cara

menghitung luas panggung. Kemudian memberikan

tugas menghitung luas panggung dengan ukuran yang

berbeda.

d. Guru memberikan latihan menghitung luas panggung

secara sederhana. Misalnya panjang panggung 10

meter. Lebarnya 5 meter. Berapa luasnya? Kegiatan ini

dapat dibuat beberapa variasi kegiatan dan beberapa

variasi soal- soal matematika tentang luas bangun

datar persegi.

e. Menghadap ke arah mana panggung itu? Guru

menampilkan arah mata angin dan mengajak siswa

belajar menentukan arah mata angin bersama. Guru

memberi latihan menentukan arah dengan

berganti-ganti posisi badan sesuai petunjuk guru. ( jika perlu

dapat mempergunakan kompas). Arah mata angin

Utara. Timur, Barat dan Selatan. Siswa meragakan

dengan menghadap arah mata angin sesuai perintah

guru.

f. Kesenian apa saja yang dipentaskan di panggung?

Kalau kesenian ludruk termasuk pertunjukan teater

atau tari? Dapat menyebutkan contoh pertunjukan

(72)

pertunjukan tari? Coba sebutkan contoh pertunjukan

yang lain! Pertunjukan yang disebutkan tadi termasuk

teater atau tari? jawaban anak-anak akan beraneka

ragam sesuai pengetahuannya. Guru memberi

penguatan bahwa teater adalah pertunjukan kesenian

yang meliputi tarian yang mengandung cerita tertentu

dengan gerakan yang bertema dan berbicara. Kalau tari

merupakan gerakan ritmis tanpa percakapan yang

mempunyai pakem tertentu.

4. Setelah mengadakan tanya jawab tersebut guru

kemudian memberikan tugas mengelompokkan jenis

kesenian yang diketahuinya termasuk pertunjukan

teater atau tari.

5. Guru memberi bimbingan pada siswa yang masih

mengalami kesulitan menuliskan dan mengelompokkan

jenis kesenian

Kelompokkanlah menurut jenisnya!

No Kesenian Teater Tari

1 Ludruk

2 Ketoprak

(73)

Anak-anak pernah mendengar kesenian daerah yang

lain? Apa nama kesenian tersebut? Siapa yang pernah

melihat langsung pertunjukkan daerah? Siapa yang

pernah melihat pertunjukan daerah di televisi? Kalau

ada yang belum pernah melihat kita punya gambarnya.

Mari kita pelajari bersama!

Guru memberikan gambar kesenian daerah untuk

diamati oleh siswa kemudian memberikan beberapa

pertanyan agar siswa dapat mengasosiasikan

jawabannya dengan benar(contoh kesenian yang

disajikan di buku ini adalah kesenian ludruk). Guru

mengadakan tanya jawab tentang ludruk (dapat

digantikan dengan jenis kesenian daerah yang lain).

Dok.Google.com

Kesenian daerah ludruk berasal dari Jawa Timur.

(74)

Ludruk adalah kesenian berupa teater rakyat.

1. Kesenian daerah yang mirip dengan ludruk dari jakarta

adalah . . . .

2. Kesenian lain yang juga mirip ludruk dari daerah Jawa

tengah dan Yogyakarta adalah . . . .

3. Sebutkan contoh kesenian lain dari daerahmu !

a. . ……….

b. ………...

c. ………

4. Musik pengiring kesenian ludruk adalah …..

5. Tahukah kamu nama musik pengiring yang digunakan

untuk kesenian ludruk? Sebutkanlah!

1. Guru memberi contoh kepada siswa tentang salah satu

pengalamannya melihat pertunjukan seni di daerah,

mulai dari tempatnya, pemainya, musik yang

mengiringi dan ceritanya. Dengan bahasa yang runtut

dan benar guru memberikan contoh. Kemudian

bertanya jawab kepada siswa tentang kegiatan

menonton pertunjukkan seni di daerah yang pernah

dilihat mereka masing-masing.

MENGOMUNIKASIKAN

Gambar

gambar bermacam-macam suku
gambar yang dipasang di depan kelas.
gambar bermacam-macam
gambar di depan kelas. Bertanya
+7

Referensi

Dokumen terkait

berjalan kurang sesuai karena aktivitas siswa belum optimal. Masih banyak siswa yang belum memahami bahkan tidak mengerjakan tugas sesuai waktu yang telah

Pada umumnya masyarakat kurang mengacuhkan anak Tunagrahita, bahkan tidak dapat membedakannya dari orang gila. Orang tua biasanya tidak memiliki gambaran mengenai

dari tempat bersejarah yang sudah diberi warna agar memberikan acuan terhadap anak-anak untuk mewarnai di lembaran berikutnya yang hanya berisi sketsa bentuk dari

Dengan membandingkan banyak benda dari dua kumpulan objek yang banyaknya 41 sampai 99, siswa dapat menentukan bilangan lebih dari, kurang dari, dengan benar.. Dengan menggunakan

Secara khusus, di setiap akhir pembelajaran pada Buku Siswa, terdapat kolom untuk orang tua dengan subjudul “Kegiatan bersama Orang Tua”. Kolom ini berisi informasi

Selanjutnya menyusun lembar kerja siswa (LKS) untuk dikerjakan siswa. Penilaian Hasil Belajar adalah proses pengumpulan informasi/bukti tentang capaian pembelajaran peserta

Selanjutnya menyusun lembar kerja siswa (LKS) untuk dikerjakan siswa. Penilaian Hasil Belajar adalah proses pengumpulan informasi/bukti tentang capaian pembelajaran peserta

Penilaian autentik (Authentic Assessment) adalah pengukuran yang bermakna secara signifikan atas hasil belajar peserta didik untuk ranah sikap, keterampilan,