• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

4.1 PT. Arutmin Indonesia1

4.1.1 Profil PT. Arutmin Indonesia

PT. Arutmin adalah salah satu perusahaan penghasil dan pengekspor batubara terbesar di Indonesia. PT. Arutmin pertama kali menandatangani kontrak penambangan batubara dengan Pemerintah Indonesia pada tahun 1981 dan merupakan perusahan swasta penghasil batubara terlama di Indonesia. Perusahaan mengoperasikan lima tambang - Senakin, Satui, Mulia, Asam - Asam dan Batulicin serta terminal ekspor batubara yang bertaraf Internasional. Site Senakin, Site Satui dan Site Batulicin memiliki kandungan bituminous bertaraf dunia, sedangkan Site Mulia dan Site Asam - asam memiliki kandungan sub-bituminous yang sangat memadai.

Pada tahun 1981, PT. Arutmin Indonesia menandatangani perjanjian dengan Pemerintah Indonesia untuk eksplorasi dan pengembangan Blok 6 di Kalimantan, tepatnya di provinsi Kalimantan Selatan.

Sumber: www.arutmin.com

Gambar 2. Lokasi PT. Arutmin Indonesia

1

Arutmin. (n.d).http://www.arutmin.com/?page=/shec/comdev.px. Diakses pada tanggal 17 Januari 2010.

(2)

Sumber: www.arutmin.com

Gambar 3. Lima Wilayah Lokasi Kerja PT. Arutmin Indonesia di Kalimantan Selatan

Selama kurun waktu 20 tahun, PT. Arutmin Indonesia, yang bermula berperan sebagai tambang percobaan, sekarang telah menjadi pemasok batubara bertaraf internasional, yang telah mengirim lebih dari 15 juta ton batubara per tahunnya ke pasar domestik dan ekspor.

Kontrak jangka panjang PT. Arutmin Indonesia yang mencakup simpanan dengan jumlah tinggi batubara jenis bituminous dan sub-bituminous yang dinilai cukup untuk produksi selama sepuluh tahun kedepan. Dengan kadar reaktif yang tinggi serta karakter pembakaran yang unggul, batubara PT. Arutmin Indonesia dinilai sangat sesuai untuk memenuhi kebutuhan konsumsi pembangkit listrik dan industri.

Peresmian terminal pengangkut NPLCT pada tahun 1994 berhasil meningkatkan daya saing dan keandalan dari batubara PT. Arutmin Indonesia. Fasilitas ini memiliki kemampuan untuk pengiriman sampai dengan 14 juta ton batubara setiap tahunnya ke pasar internasional.

4.1.2 Struktur Perusahaan PT. Arutmin Indonesia

Struktur organisasi PT. Arutmin merupakan struktur organisasi fungsional. PT. Arutmin dipimpin oleh seorang President Director yang membawahi Chief

(3)

Executive Officer. Chief Executive Officer membawahi 6 departemen di mana

masing-masing departemen tersebut membawahi beberapa seksi. Struktur organisasi ini dapat dilihat pada Gambar 3.

Sumber:www.arutmin.com

Gambar 4. Struktur Perusahaan PT.Arutmin Indonesia

Bagian dari organisasi perusahaan yang memiliki tugas untuk membina hubungan baik dengan masyarakat sekitar adalah bagian General Manager HR dan

External Afairs. Adapun bagian External Afairs memiliki tanggung jawab untuk

membina hubungan baik antara PT. Arutmin dengan masyarakat di sekitarnya dan instansi-instansi lain seperti pemerintah, perguruan tinggi, dan lain-lain.

4.2. Program Pemberdayaan Masyarakat Desa Sekitar Tambang PT. Arutmin Satui Coal Mine.

4.2.1. Lokasi dan Latar Belakang

Saat ini PT. Arutmin Indonesia memiliki lima lokasi tambang di Propinsi Kalimantan Selatan. Site Satui adalah salah satu site tambang batubara PT. Arutmin yang berada di Kalimantan Selatan. Luas wilayah site Satui adalah sekitar 21766 ribu Ha, yang meliputi dua kecamatan, dimana terdapat tiga desa dalam ring I, lima desa dalam ring II, dan dua desa dalam ring III.

Karakteristik usaha pertambangan:

1. Lokasi pertambangan tidak dapat dipindahkan

(4)

3. Mengubah bentang alam. Hal ini sering menjadi permasalah serius para pemerhati lingkungan. Sementara itu, industri pertambangan bagi pemerintah mendatangkan devisa besar.

4. Bersifat sementara, karena cadangan tidak selamanya ada, suatu saat pasti akan habis.

5. Teknologi tinggi dan investasi besar

Beberapa batu loncatan penting dalam pelaksanaan CSR PT. Arutmin Indonesia adalah sebagai berikut:

1. Tahun 1983-1987 : PT Arutmin melakukan ekspolarasi. 2. Tahun 1989 : Pengapalan pertama.

3. Tahun 1987-1999 : Kegiatan CSR baru berupa sumbangan atau donasi kepada masyarakat, namun belum sebagai konsep pemberdayaan masyarakat.

4. Tahun 1999-2005 : Marak bisnis illegal loging.

5. Tahun 2000-2004 : Arutmin mulai menyalurkan dana bergulir bagi KUD di sekitar tambang.

6. Tahun 2005 : Dengan maraknya penertiban illegal minning dan illegal logging oleh kepolisian RI, maka berakibat terjadinya peningkatan pengangguran besar-besaran, hampir setiap hari terjadi gangguan demo di lokasi operasi tambang. 7. Tahun 2006 : Mulai menyusun sebuah program pemberdayaan ekonomi

masyarakat sekitar tambang dengan mengimplementasikan i) Program standarisasi manajemen KUD bekerjasama dengan PNM, ii) Program Aku Himung Petani Banua, dan iii) Program pemuda pelopor desa.

Secara umum, program CSR yang diimplementasikan PT. Arutmin serupa dengan banyak program yang dilakukan oleh perusahaan lain, yaitu meliputi bidang kesehatan, pendidikan, sosial dan agama. Namun, secara khusus sejak tahun 2006, program pemberdayaan yang diberikan PT. Arutmin lebih menggarisbawahi pada

(5)

pentingnya pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan guna mendukung kestabilan proses produksi tambang.

4.2.2 Tiga Program Unggulan Community Development di Site Satui 1. Pendidikan

A. Bus sekolah : tersedia dua bus sekolah yang melayani siswa desa sekitar tambang B. SD binaan: 100% dibiayai oleh AI Satui Terdapat di kampung Lokpadi dan km29 2. Pemberdayaan Ekonomi

A. Program AKU HIMUNG PETANI BANUA

B. Unit Bisnis Mandiri : BMT Agro Banua, Penyewaan AlSintan, Pabrik pakan-pupuk, Kios Tani

3. Infrastruktur dan Agama

Target setiap tahun realisasi satu masjid: dengan biaya 100% dari PT. Arutmin Indonesia Site Satui.

Sumber:www.arutmin.com

Gambar 5. Program Unggulan Community Development PT. Arutmin Indonesia Tambang Satui

(6)

4.3 Program Aku Himung Petani Banua

PT. Arutmin sebagai salah satu perusahaan pertambangan tentu melakukan aktivitas produksi yang tidak dapat dipisahkan dengan masyarakat yang bermukim di sekitarnya. Kegiatan produksi yang dilakukan oleh PT. Arutmin menimbulkan dampak positif (peningkatan ekonomi dan terbukanya lapangan pekerjaan) serta dampak negatif (terganggunya kesehatan dan pencemaran lingkungan).

Oleh karena itu, untuk menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat sekitar perusahaan, maka PT. Arutmin melakukan kegiatan tanggung jawab sosial atau biasa disebut dengan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR).

Aku Himung Petani Banua adalah salah satu dari program Corporate Social

Responsibility yang dilaksanakan oleh PT. Arutmin, Site Satui. Program ini

dilaksanakan dengan spirit untuk menumbuhkan kemandirian masyarakat agar tidak bergantung pada kegiatan mining operation, sehingga diharapkan pada saat pasca tutup tambang masyarakat lingkungan tambang tetap dapat melanjutkan aktivitas perekonomiannya.

Program ini terdiri dari program pengelolaan sumberdaya alam pertanian, peternakan, dan perikanan yang dilaksanakan oleh para petani binaan yang tersebar di desa-desa sekitar tambang. Program ini telah dilaksanakan sejak 2007 dengan total biaya yang telah digulirkan mencapai Rp. 970.000.000,00. Sejauh ini telah terbina 74 petani, 22 peternak dan 34 pembudidaya ikan yang terdiri dari para petani dari desa-desa lingkungan tambang. Program Aku Himung Petani Banua terdiri dari program pelatihan, pendampingan teknis, pemberian modal produksi, konsultasi peningkatan produksi, pinjaman dana bergulir, penyegaran pengetahuan teknis budaya, pengelolaan pasca panen dan pemasaran.

Dalam pelaksanaan program Aku Himung Petani Banua, selain menerima bantuan berupa modal produksi (bibit, pupuk, dan pakan), peserta juga mendapatkan pelatihan dan pendampingan berkala sesuai dengan program yang diterimanya. Pendampingan dilaksanakan melalui mekanisme kunjungan dan pemantauan satu minggu sekali, dan pelatihan dilaksanakan dua minggu sekali hingga satu bulan

(7)

sekali, tergantung dari jenis usaha yang dilaksanakannya. Pendampingan umumnya berupa bimbingan teknis, manajemen dan keuangan.

Mendukung program Aku Himung Petani Banua, maka para petani dikelompokkan sesuai dengan bidang usahanya dan diarahkan untuk membentuk koperasi. Pola pemberdayaan petani Aku Himung Petani Banua dikembangkan melalui dibentuknya Koperasi Pertanian Agro Banua Manunggal untuk mewadahi para petani, Koperasi Perikanan Bangun Baimbai untuk mewadahi pembudidaya ikan dan Koperasi Peternak Bina Banua untuk mewadahi para peternak. Menurut M.Soegiannor (koordinator pendampingan program Aku Himung Petani Banua PT. Arutmin Site Satui), pengembangan program Aku Himung Petani Banua melalui pemberdayaan koperasi merupakan stimulus bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia antar petani peserta program. Dengan pola koperasi, diharapkan bisa menjadi wadah interaksi para petani, para peserta program bisa mendapatkan kemudahan dalam mendapatkan akses simpan pinjam permodalan, kemudahan kredit pakan atau pupuk dam terjaminnya pemasaran produk. Selain dibentuk koperasi, untuk mendukung kelancaran dalam pelaksanaan program Aku Himung Petani Banua juga dibentuk BMT Agro banua yang merupakan lembaga keuangan mikro dan Kios Tani Agro Banua yang menyediakan kebutuhan bibit, pupuk, dan pakan bagi peserta program.

Baitul Maal Tamwil (BMT) Agro Banua, adalah lembaga keuangan mikro yang dimaksudkan sebagai penopang dan penggerak perekonomian petani, peternak, budi daya perikanan dan pedagang kecil, khususnya binaan PT. Arutmin Indonesia

Site Satui yang tergabung dalam program Aku Himung Petani Banua. Lembaga

keuangan ini didirikan pada 1 November 2007, memiliki core bisnis pada grass root atau akar rumput. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan kesempatan bagi mereka yang selama ini terpinggirkan atau kesulitan berurusan dengan perbankan dalam meminjam permodalan usaha. Apalagi bank konvensional, sering enggan memberikan pinjaman modal bagi kegiatan pertanian, peternakan, dan perikanan, dengan alasan perputaran kembalinya modal terlalu lama dan agribisnis sangat rentan terhadap kredit macet. Salah satu misi didirikannya BMT Agro Banua

(8)

adalah memberi keuntungan sebanyak-banyaknya bagi anggota. Dengan tumbuh dan berkembangnya bisnis sektor agrobisnis, pada gilirannya kesejahteraan masyarakat sekitar tambang khususnya anggota binaan Aku Himung Petani Banua dapat tercapai.

Para petani yang menjadi mitra BMT Agro Banua tidak hanya bisa meminjam dan mengembalikan pinjaman, lebih dari itu mereka juga diupayakan untuk sadar menabung. Salah satu kelebihan BMT Agro Banua, yang tidak dimiliki oleh lembaga keuangan lain adalah adanya konsultan pendamping pertanian, peternakan, dan perikanan, yang secara intensif memberikan bimbingan dan konsultasi teknis bagi para anggota yang meminjam modal usaha. Adanya pendampingan ini, diharapkan bisa memperkecil terjadinya kredit macet, karena kinerja para peminjam modal selalu terpantau secara sistematis dan tepat waktu dalam pengembalian modal pinjaman.

Kios tani Agro Banua juga merupakan salah satu mitra binaan PT. Arutmin Indonesia dalam program Aku Himung Petani Banua. Kios tani Agro Banua menyediakan berbagai kebutuhan bibit, pupuk, pakan, dan lainnya bagi pertanian, peternakan, dan perikanan sebagai pendukung sistem pemberdayaan masyarakat Program Aku Himung Petani Banua.

4.3.1 Implementasi Program Aku Himung Petani Banua 1. Bidang Pertanian

Program Aku Himung Petani Banua memberdayakan masyarakat sekitar tambang melalui sektor pertanian. Tujuan dari program Aku Himung Petani Banua adalah menumbuhkan kemandirian masyarakat agar tidak bergantung pada kegiatan

mining operation, sehingga diharapkan pada saat pasca tutup tambang masyarakat

lingkungan tambang tetap dapat melanjutkan aktivitas perekonomiannya. Pertimbangan dilaksanakannya program pertanian karena potensi sumber daya alam pertanian di wilayah Satui ini sangat luas dan cukup besar. Bahkan dengan adanya

support system permodalan melalui BMT Agro Banua, pengadaan saprodi dan

saprotan (sarana produksi dan sarana pertanian) melalui kios tani Agro Banua, dan bantuan kredit lunak Alsintan (alat dan mesin pertanian) peluang pengembangan sektor pertanian semakin besar.

(9)

Program pertanian ini, para petani dibina melalui pendampingan yang dilakukan oleh para pendamping lapang (PL) dari PT. Arutmin Indonesia. Para petani juga diberikan pelatihan mengenai proses produksi pertanian yang baik sehingga dapat menghasilkan panen yang lebih maksimal. Pelatihan dilaksanakan satu bulan sekali di demplot, dengan adanya pelatihan para petani dapat berkumpul dan saling berbagi informasi mengenai pertanian baik antar petani maupun konsultasi dengan pakar pertanian.

Pendampingan lapang dilakukan selama sekali dalam dua minggu. Dalam pendampingan lapang, petani akan dikunjungi oleh para pendamping lapang untuk memantau kondisi pertanian yang sedang dijalankan. Adanya pendampingan lapang, petani akan mendapatkan pengetahuan mengenai pertanian secara intensif, dan dapat menanyakan solusi apabila terdapat permasalahan dalam proses produksi pertanian.

Selain itu petani binaan juga mendapatkan akses permodalan melalui BMT Agro Banua. Petani dapat melakukan pinjaman berupa bibit, pupuk, dan pembasmi hama melalui BMT Agro Banua. Para petani untuk mendapatkan sarana produksi dan sarana pertanian dapat membeli melalui kios tani Agro Banua. Kios tani Agro Banua merupakan salah satu bagian dari program Aku Himung Petani Banua yang bertujuan untuk memudahkan para petani untuk mendapatkan sarana produksi dan sarana pertanian.

2. Bidang Peternakan

Masyarakat sekitar tambang dalam melaksanakan program Aku Himung Petani Banua juga diberdayakan melalui sektor perternakan. Program peternakan memberikan bantuan modal awal kepada peternak binaan berupa satu ekor sapi jantan untuk penggemukan dan satu sapi induk untuk pembibitan serta satu unit instalasi biogas untuk memanfaatkan kotoran sapi sebagai sumber energi biogas untuk kompor rumah tangga.

Peternak mendapat bantuan sapi jantan untuk dua ekor umur sekitar dua tahun dengan bobot badan 170-200 kg. Sapi betina satu ekor dalam keadaan bunting atau

(10)

mempunyai anak (pedet) umur tidak lebih dari enam bulan. Peternak juga mendapatkan pakan konsentrat untuk penggemukan dan sapi induk untuk pembibitan.

Sapi jantan dipelihara selama 8-11 bulan untuk mendapatkan kondisi sapi yang gemuk. Sapi tersebut dipelihara secara intensif dengan pemberian pakan konsentrat dengan target pertambahan bobot badan 0,3-0,5 kg/hari. Sapi jantan hasil penggemukan akan dijual pada saat idul adha dengan bobot badan akhir minimal 242 kg. Saat penjualan sapi, peternak wajib mengembalikan modal awal pembelian sapi kepada BMT Agro Banua, margin dan harga pembelian pakan konsentrat, sedangkan keuntungan bersih milik peternak. Modal awal pembelian sapi digunakan untuk pembelian sapi bakalan untuk periode berikutnya.

Peternak dalam pemeliharaan sapi betina selain memberikan pakan konsentrat juga diberi pakan rumput raja yang ditambah konsentrat. Sapi induk yang dipelihara sekitar lima bulan sudah dapat melahirkan dengan harapan anak yang lahir betina akan dijadikan calon induk pengganti. Anak sapi yang lahir merupakan milik peternak, sedangkan sapi induk merupakan sapi milik PT Arutmin Indonesia di Site Satui dan harus dikembalikan dalam keadaan hamil minimal lima bulan.

Peternak diberi kesempatan untuk memelihara sapi induk sampai dua kali melahirkan atau lama pemeliharaan maksimal 2,5 tahun (masa produktif sapi induk sekitar 10 tahun), dengan harapan peternak dapat anak sapi sebanyak dua ekor. Sapi induk betina yang dipelihara dikawinkan dengan sistem inseminasi buatan (IB) melalui kerja sama dengan inseminator setempat. Biaya inseminasi buatan ditanggung oleh PT. Arutmin Indonesia di Site Satui.

Mengenai biogas, peternak mendapatkan bantuan satu unit instalasi biogas berupa digester, penampung gas dan kompor biogas. Peternak berkewajiban memelihara instalasi biogasnya dan mengoperasikan biogasnya dengan memanfaatkan kotoran sapi yang mereka pelihara. Peternak berhak mengambil manfaat sebesar-besarnya produksi biogas yang ada untuk keperluan memasak dan keperluan rumah tangga lainya.

(11)

3. Bidang Perikanan

Pertimbangan dilaksanakannya program perikanan dalam program Aku Himung Petani Banua, karena potensi perairan di Kecamatan Satui cukup prospektif untuk budidaya perikanan, baik di sungai melalui keramba dan kolam melalui jaring apung. Para peserta program perikanan dibimbing melalui pelatihan dan praktek perikanan. Peserta diberikan pembekalan mengenai pengetahuan tentang budidaya ikan air tawar, pengadaan bibit, pola pemberian pakan dan sarana budidaya berupa keramba dan jaring apung.

Pengelolaan ikan disesuaikan oleh kondisi alam. Masing-masing petani mendapatkan bantuan modal kerja berupa dua unit keramba kapasitas 1.000 ekor bibit ikan. Bibit ikan yang diberikan yakni nila dan patin. Karena jenis ini relatif tahan terhadap kondisi air yang kurang bagus. Selain itu kondisi permintaan pasar yang besar juga menjadi salah satu pertimbangan.

Standar ideal umur pembudidayaan ikan adalah empat bulan panen. Untuk bibit 1.000 ekor bisa menghasilkan sekitar 150 kg ikan. Sampai saat ini, peserta binaan sudah dua kali melakukan panen, sehingga mereka sudah bisa mengembalikan pinjaman modal. Konsep ke depan pada sektor perikanan yaitu perbaikan kuantitas dan kualitas perikanan dengan menyesuaikan siklus alam, yaitu jadwal tebar bibit yang menyesuaikan musim. Selain itu penempatan keramba yang benar dan tepat juga merupakan faktor yang perlu diperhatikan, karena ancaman terbesar pola keramba adalah meningkatnya debit air akibat banjir.

4.3.2 Desa Sekitar Tambang

PT. Arutmin Indonesia adalah salah satu perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan, khususnya pertambangan batu bara. PT. Arutmin Indonesia memiliki lima wilayah tambang di Kalimantan Selatan yaitu; tambang Senakin di wilayah Kabupaten Pulau Laut, tambang Satui di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu, tambang Batulicin di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu, Tambang Asam-Asam di wilayah Kabupaten Tanah Laut, dan North Pulau Laut Coal Terminal di wilayah Kabupaten Pulau Laut.

(12)

PT. Arutmin Site Satui terletak di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu. Luas area pertambangan Satui kurang lebih sekitar 21766 ha, yang meliputi dua kecamatan. Lingkar tambang Site Satui mencakup 10 desa yang kemudian dibagi menjadi tiga ring berdasarkan jarak dengan lokasi tambang. Ring I terdiri dari desa yang memiliki jarak yang cukup dekat dengan area pertambangan sekitar 3-5 km dari lokasi penambangan. Ring I terdiri dari tiga desa, yaitu; Desa Bukit Baru, Desa Makmur Mulia, dan Desa Sei Cuka Satui. Ring II terdiri dari desa yang memiliki jarak yang jauh dengan area pertambangan sekitar 10 km dari lokasi penambangan. Ring II terdiri dari lima desa, yaitu; Desa Sungai Danau, Desa Satui Timur, Desa Sei Cuka Serindai, Desa Pasir Putih, dan Desa Kintapura. Ring III terdiri dari desa yang memiliki jarak yang sangat jauh dengan area pertambangan sekitar 20 km dari lokasi penambangan. Ring III terdiri dari dua desa, yaitu; Desa Kintap Kecil dan desa Al-Kautsar.

Keterangan:

1. Area Tambang PT. ArutminSatui 2 Ring I:

1.Desa Bukit Baru 2.Desa Makmur Mulia 3.Desa Sei Cuka Satui 3.Ring II:

1.Desa Sungai Danau 2.Desa Satui Timur 3.Desa Sei Cuka Serindai 4.Desa Pasir Putih 5.Desa Kintapura 4. Ring III:

1.Desa Kintap Kecil 2.Desa Al-Kautsar

Gambar 6 Sketsa wilayah kerja Community Development PT.Arutmin Tambang Satui (Wilayah penerapan program AHPB)

Kondisi masyarakat di sekitar wilayah operasional tambang terdiri dari kondisi infrastruktur yang kurang memadai, rendahnya tingkat pendidikan dan pendapatan, serta rendahnya kesadaran masyarakat akan hukum. Buruknya kondisi infrastruktur ditandai dengan buruknya pengolahan air bersih, kurangnya tempat

3 2 1

(13)

beribadah, dan sekolah, sehingga program Corporate Social Responsibility di bidang infrastruktur masuk kedalam pokok utama dari program CSR PT. Arutmin. Berdasarkan hal tersebut maka, PT. Arutmin Indonesia Site Satui melakukan CSR perbaikan infrastruktur dengan membuat water treatment untuk pengolahan air bersih, pembangunan sekolah, dan program pembangunan satu masjid satu tahun.

Selain kondisi infrastruktur yang kurang memadai, kualitas hidup masyarakat sekitar tambang juga rendah. Hal ini terlihat dari rendahnya tingkat pendidikan, tingkat perekonomian dan kesadaran akan hukum. Hal ini tercermin dari pekerjaan masyarakat sekitar, selain bekerja menjadi petani, ada juga yang melakukan illegal

logging, illegal mining, dan mengantungkan harapan yang berlebihan kepada

perusahaan dengan budaya fee/ton. Oleh karena itu, untuk membuat masyarakat mandiri maka perusahaan berupaya untuk meningkatkan tingkat perekonomian masyarakat melalui kegiatan pemberdayaan ekonomi. Hal ini dilakukan agar masyarakat tidak tergantung lagi pada kegiatan mining operation, sehingga diharapkan pada saat pasca tutup tambang masyarakat lingkungan tambang tetap dapat melanjutkan aktivitas perekonomiannya.

Kendala yang dihadapi dalam memberdayakan masyarakat sekitar wilayah tambang adalah masing-masing masyarakat desa tersebut memiliki kebutuhan yang berbeda serta memiliki karakteristik yang berlainan dalam tata cara penyampaian pendapat. Cara menyampaikan pendapat sangat beragam, seperti; ingin cepat dibantu, memaksakan kehendak, tidak tahu harus dibantu apa, sabar menunggu, dan semua itu perlu diseleksi secara ketat, apakah benar merupakan community needed atau ambisi pribadi tokoh masyarakat setempat.

Masyarakat sekitar tambang juga sangat mudah ditunggangi oleh pihak-pihak yang mengaku investor, LSM, tokoh masyarakat, pendamping masyarakat, yang semua itu berujung pada pemanfaatan masyarakat untuk kepentingan pribadi atau kelompok. Keadaan seperti itu secara tidak langsung mempengaruhi kelancaran

mining operation PT.Arutmin Tambang Satui. Segala hal yang bisa memicu konflik

antara perusahaan dengan masyarakat, sering diblow up, dipolitisir dan menggunakan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak ke perusahaan.

Gambar

Gambar 2. Lokasi PT. Arutmin Indonesia
Gambar 3. Lima Wilayah Lokasi Kerja PT. Arutmin Indonesia di Kalimantan Selatan
Gambar 4. Struktur Perusahaan  PT.Arutmin Indonesia
Gambar 5. Program  Unggulan Community  Development PT.  Arutmin Indonesia Tambang Satui

Referensi

Dokumen terkait

Letak Kota Prabumulih yang berada pada perlintasan antara ibukota Provinsi Sumatera Selatan dengan Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Lahat, dan Kabupaten Ogan

Alasan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dinilai menjadi pertimbangan utama dalam usulan pembentukan daerah otonom baru Cianjur Selatan, karena sejauh ini

Data yang didapat saat berada di lapangan menunjukkan sebanyak 61,25 persen responden bertempat tinggal pada wilayah ring satu yaitu lingkar kampus IPB.. Jumlah

Kabupaten Pelelawan berada di daerah seluas 12.490,42 km 2 , terdiri dari 10 kecamatan, ibukota kabupaten ini adalah Pangkalan Kerinci, selain itu juga terdapat beberapa kota

Dalam Laporan Tahunan Indocement Tunggal Prakarsa Tbk tahun 2007, disebutkan bahwa PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk memberikan pemahaman yang lebih besar terhadap konsep

Sementara pada kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan vegetasi yang mendominasi adalah Famili Dipterocarpaceae, Lauraceae, Myrtaceae, dan Fegaceae

Bab ini berisi tentang gambaran umum wilayah penelitian Desa Sungai Pelang Kecamatan Matan Hilir Selatan Kabupaten Ketapang, Propinsi Kalimantan Barat, berdasarkan

PT Bukit Asam memegang hak Izin Usaha Pertambangan IUP operasi produksi pada tambang batubara Tanjung Enim dengan site Tambang Air Laya, Banko Barat dan Muara Tiga... Besar seluas