No. 06/02/14/Th.XII, 1 Februari 2011
NILAI TUKAR PETANI DI PROVINSI RIAU
BULAN JANUARI 2011 NAIK 0,20 PERSEN
Pada bulan Januari 2011, Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Riau sebesar 105,96 atau naik 0,20 persen dibanding NTP Desember 2010 yang mencapai 105,75. Kenaikan ini disebabkan indeks harga yang diterima petani mengalami kenaikan sebesar 1,25 persen relatif lebih besar dibandingkan kenaikan indeks harga yang dibayar petani yang naik sebesar 1,05 persen. Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan (NTPP) tercatat sebesar 111,63, Nilai Tukar Petani Hortikultura (NTPH) 114,97, Nilai Tukar Petani Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) 106,71, Nilai Tukar Petani Peternakan (NTPT) 101,34, dan Nilai Tukar Petani Nelayan (NTPN) 92,22.
Komoditas yang memberikan andil terbesar terjadinya indeks harga yang diterima petani (It) terjadi pada subsektor hortikultura yang disebabkan kenaikan barang-barang pada kelompok sayur-sayuran dan buah-buahan seperti cabe merah dengan andil sebesar 1,74 persen, cabe rawit sebesar 0,75 persen, pisang sebesar 0,24 persen, nangka sebesar 0,17 persen, nanas sebesar 0,14 persen, pepaya dan bayam masing-masing sebesar 0,08 persen, serta kangkung sebesar 0,02 persen. Sementara komoditas yang memberikan andil terbesar terjadinya kenaikan indeks harga yang dibayar petani (Ib) terjadi pada subsektor tanaman perkebunan rakyat antara lain disebabkan naiknya beras dengan andil sebesar 0,35 persen, cabe merah sebesar 0,34 persen, ikan mujair sebesar 0,20 persen, ikan tenggiri sebesar 0,09 persen, telur ayam dan kelapa tua masing-masing sebesar 0,08 persen, gula pasir dan rokok kretek masing sebesar 0,07 persen, serta ikan kembung, sewa rumah, dan ikan asin kering masing-masing sebesar 0,05 persen.
Pada bulan Januari 2011, terjadi inflasi di daerah perdesaan Provinsi Riau sebesar 1,34 persen. Inflasi perdesaan terjadi karena kenaikan indeks harga terjadi hampir pada semua kelompok yaitu kelompok bahan makanan sebesar 2,11 persen, kelompok makanan, rokok dan tembakau jadi sebesar 0,87 persen, kelompok perumahan sebesar 0,75 persen, kelompok sandang sebesar 0,47 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,57 persen, dan kelompok transportasi dan komunikasi sebesar 0,09 persen. Sedangkan kelompok kesehatan mengalami penurunan sebesar 0,63 persen. Laju inflasi di daerah pedesaan Provinsi Riau pada bulan Januari 2011 sebesar 1,34 persen, sementara
itu inflasi ”year-on-year” (Januari 2011 terhadap Januari 2010) adalah sebesar 7,99 persen, dan inflasi kumulatif (Januari 2011 terhadap Desember 2010) sebesar 1,34 persen.
maupun untuk konsumsi rumah tangga petani. Semakin tinggi NTP dapat diartikan kemampuan daya beli atau daya tukar (term of trade) petani relatif lebih baik dan tingkat kehidupan petani juga lebih baik.
Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga pedesaan di Provinsi Riau, NTP di bulan Januari 2011 tercatat sebesar 105,96 atau naik sebesar 0,20 persen dibanding dengan NTP Desember 2010 yang mencapai 105,75. Hal ini disebabkan harga barang/produk pertanian yang dihasilkan oleh rumah tangga tani mengalami kenaikan yang relatif lebih besar dibandingkan dengan kenaikan harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga maupun untuk keperluan produksi pertanian seperti terlihat pada Tabel 1.
Tabel 1
Nilai Tukar Petani (NTP) Gabungan Provinsi Riau Januari 2011 (2007 = 100)
Rincian
Indeks Gabungan Riau Perubahan (%) Jan '10 Des '09 Des '10 Jan '11 Jan '11thd
Jan ‘10 Jan '11 thd Des '09 Jan '11 thd Des '10 [1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8]
Indeks harga yang diterima petani 119,99 119,84 130.71 132,35 10.30 10.43 1.25 Indeks harga yang dibayar petani 117,26 117,72 123.60 124,90 6.52 6.10 1.05
Konsumsi Rumah Tangga 114,59 115,20 122.11 123,74 7.99 7.41 1.34
Bahan Makanan 117,24 118,54 127.85 130,54 11.35 10.12 2.11
Makanan Jadi 112,62 112,62 119.72 120,76 7.23 7.23 0.87
Perumahan 108,19 108,19 112.47 113,32 4.74 4.74 0.75
Sandang 122,42 122,42 128.26 128,86 5.26 5.26 0.47
Kesehatan 115,90 115,90 119.31 118,56 2.30 2.30 -0.63
Pendidikan, Rekreasi & Olah raga 108,45 108,45 111.70 112,33 3.59 3.58 0.57
Transportasi dan Komunikasi 109,37 109,37 109.32 109,42 0.04 0.04 0.09
BPPBM 125,25 125,23 127.78 128,04 2.21 2.24 0.20
Bibit 139,55 139,55 143.18 143,77 3.02 3.02 0.41
Obat-obatan & Pupuk 118,32 118,14 120.71 120,86 2.15 2.30 0.12
Sewa Lahan, Pajak & Lainnya 111,91 111,91 112.81 112,90 0.89 0.89 0.09
Transportasi 123,61 123,68 125.97 126,01 1.95 1.89 0.03
Penambahan Barang Modal 117,94 117,94 120.31 120,90 2.51 2.51 0.49
Upah Buruh Tani 131,09 131,09 132.96 133,24 1.64 1.64 0.21
Nilai Tukar Petani 102,32 101,80 105.75 105,96 3.55 4.08 0.20
NTP Januari 2011 terhadap NTP Januari 2010 (year-on-year) naik sebesar 3,55 persen. Naiknya nilai NTP Januari 2011 secara year on year tersebut disebabkan kenaikan yang cukup tinggi pada indeks harga hasil produksi pertanian (hasil yang diterima petani) dari 119,99 pada Januari 2010 menjadi 132,35 pada Januari 2011, sementara itu pada periode yang sama terjadi kenaikan yang relatif lebih kecil pada indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga dan biaya pemeliharaan dan penambahan barang modal.
Perkembangan indeks nilai tukar petani sejak Januari 2010 hingga Januari 2011 seperti terlihat pada grafik sebagai berikut.
Grafik 1
Perkembangan Nilai Tukar Petani Provinsi Riau Januari 2010 – Januari 2011 (2007 = 100)
Tabel 2
Nilai Tukar Petani (NTP) Riau Januari 2011 (2007 = 100)
Subsektor % PerubahanJan '11
thd Des '10 Desember
2010 Januari2011
[1] [2] [3] [4]
1 Tanaman Pangan
a Indeks Harga yang Diterima (It) 136.22 138.14 1.41 b Indeks Harga yang Dibayar (Ib) 122.33 123.75 1.16 c Nilai Tukar Petani (NTPP) 111.35 111.63 0.25 2 Hortikultura
a Indeks Harga yang Diterima (It) 139.48 142.00 1.80 b Indeks Harga yang Dibayar (Ib) 122.12 123.51 1.14 c Nilai Tukar Petani (NTPH) 114.22 114.97 0.66 3 Tanaman Perkebunan Rakyat
a Indeks Harga yang Diterima (It) 132.84 134.78 1.46 b Indeks Harga yang Dibayar (Ib) 124.84 126.31 1.18 c Nilai Tukar Petani (NTPPR) 106.41 106.71 0.28 4 Peternakan
a Indeks Harga yang Diterima (It) 132.03 132.35 0.24 b Indeks Harga yang Dibayar (Ib) 129.40 130.60 0.93 c Nilai Tukar Petani (NTPPT) 102.04 101.34 -0.68 5 Perikanan
a Indeks Harga yang Diterima (It) 111.27 112.01 0.66 b Indeks Harga yang Dibayar (Ib) 120.60 121.46 0.71
c Nilai Tukar Petani (NTPN) 92.26 92.22 -0.04
R i a u
a Indeks Harga yang Diterima (It) 130.71 132.35 1.25 b Indeks Harga yang Dibayar (Ib) 123.60 124.90 1.05 c Nilai Tukar Petani (NTP)
102.32 103.00 103.74 104.02 103.72 103.76 103.55 103.64 104.57 105.50 105.79 105.75 105.96 90.00 95.00 100.00 105.00 110.00
Jika NTP Januari 2011 dibandingkan dengan Desember 2010, 3 (tiga) subsektor yang mengalami kenaikan yaitu subsektor hortikultura sebesar 0,66 persen dan subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 0,28 persen, dan subsektor tanaman pangan sebesar 0,25 persen. Sedangkan 2 (dua) subsektor lainnya mengalami penurunan yaitu subsektor peternakan sebesar 0,68 persen dan subsektor perikanan sebesar 0,04 persen.
1. Indeks harga yang diterima petani (I
t)
Indeks harga yang diterima petani (It) mencakup 5 (lima) indeks subsektor. Pada Januari 2011, indeks harga yang diterima petani (It) di Provinsi Riau mengalami kenaikan sebesar 1,25 persen dibandingkan dengan It Desember 2010, yaitu dari 130,71 pada bulan Desember 2010 menjadi 132,35 pada bulan Januari 2011. Kenaikan It berturut-turut terjadi pada semua subsektor yaitu subsektor hortikultura sebesar 1,80 persen, subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 1,46 persen, subsektor tanaman pangan sebesar 1,41 persen, dan subsektor perikanan sebesar 0,66 persen, dan subsektor peternakan sebesar 0,24 persen,
Kenaikan It terutama diakibatkan naiknya harga cabe merah dengan andil sebesar 1,74 persen, karet sebesar 1,40 persen, cabe rawit sebesar 0,75 persen, Gabah Kering Giling (GKG) sebesar 0,70 persen, udang sebesar 0,37 persen, pisang sebesar 0,24 persen, nangka sebesar 0,17 persen, ayam sebesar 0,22 persen, nanas sebesar 0,14 persen, pepaya dan bayam masing-masing sebesar 0,08 persen, serta kangkung sebesar 0,02 persen.
2. Indeks harga yang dibayar petani (Ib)
Melalui indeks harga yang dibayar petani (Ib) dapat ditunjukkan fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat pedesaan, khususnya petani yang merupakan bagian terbesar, serta fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian.
Pada Januari 2011 indeks harga yang dibayar petani (Ib) di Provinsi Riau naik sebesar 1,05 persen dibanding indeks Desember 2010, yaitu dari 123,60 menjadi 124,90 pada bulan Januari 2011. Kenaikan Ib terjadi pada semua subsektor yaitu subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 1,18 persen, subsektor tanaman pangan sebesar 1,16 persen, subsektor hortikultura sebesar 1,14 persen, subsektor peternakan sebesar 0,93 persen persen, dan subsektor perikanan sebesar 0,71 persen.
Kenaikan indeks harga yang dibayar petani tertinggi terjadi pada subsektor tanaman perkebunan rakyat yang disebabkan oleh naiknya indeks konsumsi rumah tangga sebesar 1,49 persen dan indeks BPPBM mengalami kenaikan yang relatif kecil yaitu 0,03 persen. Kenaikan indeks konsumsi rumah tangga disebabkan naiknya harga beras dengan andil sebesar 0,35 persen, cabe merah sebesar 0,34 persen, ikan mujair sebesar 0,20 persen, ikan tenggiri sebesar 0,09 persen, telur ayam dan kelapa tua masing-masing sebesar 0,08 persen, gula pasir dan rokok kretek masing-masing-masing-masing sebesar 0,07 persen, serta ikan kembung, sewa rumah, dan ikan asin kering masing-masing sebesar 0,05 persen.
3. NTP Subsektor
a. Subsektor Tanaman Pangan/Padi & Palawija (NTPP)
Pada Januari 2011 NTPP mengalami kenaikan sebesar 0,25 persen dibandingkan dengan NTPP bulan Desember 2010. Hal ini disebabkan indeks harga yang diterima petani mengalami kenaikan sebesar 1,41 persen sementara indeks harga yang dibayar petani mengalami kenaikan hanya sebesar 1,16 persen.
Kenaikan indeks harga yang diterima petani disebabkan oleh naiknya indeks kelompok padi sebesar 1,43 persen dan palawija sebesar 1,29 persen.
Komoditas yang menyebabkan kenaikan It yaitu naiknya harga Gabah Kering Giling (GKG) dengan andil sebesar 0,70 persen, ketela pohon sebesar 0,03 persen, dan kacang tanah sebesar 0,01 persen. Kenaikan indeks harga yang dibayar petani disebabkan oleh kenaikan indeks konsumsi rumah tangga sebesar 1,30 persen dan indeks BPPBM mengalami kenaikan sebesar 0,47 persen.
Komoditas yang mengalami kenaikan harga pada konsumsi rumah tangga yaitu beras dengan andil sebesar 0,52 persen, rokok kretek sebesar 0,15 persen, ikan asin kering sebesar 0,10 persen, daging ayam sebesar 0,07 persen, cabe merah dan minyak goreng masing-masing sebesar 0,05 persen, kentang dan kelapa tua masing sebesar 0,04 persen, serta meja makan dan cabe hijau masing-masing sebesar 0,03 persen.
b. Subsektor Hortikultura (NTPH)
Pada Januari 2011, Nilai Tukar Petani untuk Subsektor Hortikultura (NTPH) mengalami kenaikan sebesar 0,66 persen. Hal ini disebabkan indeks harga yang diterima petani mengalami kenaikan sebesar 1,80 persen sementara indeks harga yang dibayar petani mengalami kenaikan hanya sebesar 1,14 persen.
Kenaikan indeks harga yang diterima petani disebabkan naiknya indeks harga kelompok sayur-sayuran sebesar 2,85 persen dan kelompok buah-buahan sebesar 0,86 persen.
Komoditas yang menyebabkan terjadinya kenaikan It yaitu naiknya harga cabe merah dengan andil sebesar 1,74 persen, cabe rawit sebesar 0,75 persen, pisang sebesar 0,24 persen, nangka sebesar 0,17 persen, nanas sebesar 0,14 persen, pepaya dan bayam masing-masing sebesar 0,08 persen, serta kangkung sebesar 0,02 persen.
Sementara itu, kenaikan indeks harga yang dibayar petani (Ib) disebabkan naiknya indeks konsumsi rumah tangga sebesar 1,31 persen dan indeks BPPBM sebesar 0,42 persen.
Komoditas yang menyebabkan kenaikan Ib adalah naiknya harga cabe merah dengan andil sebesar 0,38 persen, beras sebesar 0,31 persen, ikan mujair sebesar 0,19 persen, telur ayam sebesar 0,12 persen, gula pasir dan ikan tengiri masing-masing sebesar 0,08 persen, serta bawang merah, kelapa tua, ikan kembung, dan rokok kretek masing-masing sebesar 0,05 persen.
Nilai Tukar Petani Per Subsektor dan Perubahannya Januari 2011 (2007 = 100)
Subsektor dan Kelompok Desember % Perub Jan ’11thd Des ‘10 2010 Januari2011
[1] [2] [3] [4]
1 Tanaman Pangan
A Indeks Harga yang Diterima (It) 136.22 138.14 1.41
- Padi 134.83 136.76 1.43
- Palawija 144.67 146.53 1.29
B Indeks Harga yang Dibayar (Ib) 122.33 123.75 1.16
- Indeks Konsumsi Rumah Tangga 123.46 125.06 1.30
- Indeks BPPBM 117.05 117.60 0.47
2 Hortikultura
A Indeks Harga yang Diterima (It) 139.48 142.00 1.80
- Sayur-sayuran 139.18 143.14 2.85
- Buah-buahan 139.76 140.95 0.86
B Indeks Harga yang Dibayar (Ib) 122.12 123.51 1.14
- Indeks Konsumsi Rumah Tangga 122.05 123.65 1.31
- Indeks BPPBM 122.41 122.91 0.42
3 Tanaman Perkebunan Rakyat
a Indeks Harga yang Diterima (It) 132.84 134.78 1.46
- Tanaman Perkebunan Rakyat (TPR) 132.84 134.78 1.46
b Indeks Harga yang Dibayar (Ib) 124.84 126.31 1.18
- Indeks Konsumsi Rumah Tangga 121.56 123.38 1.49
- Indeks BPPBM 138.32 138.37 0.03
4 Peternakan
a Indeks Harga yang Diterima (It) 132.03 132.35 0.24
- Ternak Besar 129.14 129.14 0.00
- Ternak Kecil 175.22 174.94 -0.16
- Unggas 121.11 122.04 0.77
- Hasil Ternak 146.46 148.33 1.28
b Indeks Harga yang Dibayar (Ib) 129.40 130.60 0.93
- Indeks Konsumsi Rumah Tangga 123.38 125.29 1.54
- Indeks BPPBM 137.71 137.94 0.17
5 Perikanan
a Indeks Harga yang Diterima (It) 111.27 112.01 0.66
- Penangkapan 111.68 112.67 0.89
- Budi daya 107.64 106.18 -1.35
b Indeks Harga yang Dibayar (Ib) 120.60 121.46 0.71
- Indeks Konsumsi Rumah Tangga 120.68 121.88 0.99
- Indeks BPPBM 120.45 120.52 0.06
c. Subsektor Perkebunan Rakyat (NTPR)
Kenaikan indeks harga yang diterima petani disebabkan oleh naiknya indeks harga kelompok tanaman perkebunan rakyat sebesar 1,46 persen. Sedangkan kenaikan indeks harga yang dibayar petani disebabkan kenaikan pada indeks konsumsi rumah tangga sebesar 1,49 persen dan kenaikan indeks BPPBM sebesar 0,03 persen.
Komoditas yang menyebabkan kenaikan It adalah naiknya harga karet dengan andil sebesar 1,40 persen, kelapa sawit sebesar 0,04 persen, dan kelapa belum dikupas sebesar 0,03 persen.
Komoditas yang menyebabkan kenaikan Ib adalah naiknya harga beras dengan andil sebesar 0,35 persen, cabe merah sebesar 0,34 persen, ikan mujair sebesar 0,20 persen, ikan tenggiri sebesar 0,09 persen, telur ayam dan kelapa tua masing-masing sebesar 0,08 persen, gula pasir dan rokok kretek masing sebesar 0,07 persen, serta ikan kembung, sewa rumah dan ikan asin kering masing-masing sebesar 0,05 persen.
d. Subsektor Peternakan (NTPT)
Pada Januari 2011, NTPT mengalami penurunan sebesar 0,68 persen, hal ini terjadi karena indeks harga yang diterima petani mengalami kenaikan sebesar 0,24 persen relatif lebih kecil dibandingkan kenaikan indeks harga yang dibayar petani yang mencapai 0,93 persen.
Penurunan yang terjadi pada indeks harga yang diterima petani disebabkan oleh turunnya indeks harga pada kelompok ternak kecil sebesar 0,16 persen. Sementara itu kenaikan yang terjadi pada Ib disebabkan oleh naiknya indeks konsumsi rumah tangga sebesar 1,54 persen dan indeks BPPBM sebesar 0,17 persen.
Komoditas yang menyebabkan penurunan It adalah turunnya harga kambing sebesar 0,02 persen. Sedangkan komoditas yang menyebabkan kenaikan Ib adalah naiknya harga barang konsumsi rumah tangga yaitu beras dengan andil sebesar 0,66 persen ikan mujair sebesar 0,20 persen, cabe merah sebesar 0,14 persen, ikan tenggiri sebesar 0,08 persen, serta telur ayam dan gula pasir masing-masing sebesar 0,06 persen.
e. Subsektor Perikanan (NTPN)
Pada Januari 2011, NTPN mengalami penurunan sebesar 0,04 persen, hal ini disebabkan indeks harga yang diterima petani mengalami kenaikan sebesar 0,66 persen relatif lebih kecil dibandingkan kenaikan indeks harga yang dibayar petani yang mencapai 0,71 persen.
Kenaikan indeks harga yang diterima petani disebabkan oleh terjadinya kenaikan indeks harga kelompok penangkapan sebesar 0,89 persen. Komoditas yang menyebabkan kenaikan It yaitu naiknya harga udang dengan andil sebesar 0,37 persen, gulamah sebesar 0,29 persen, dan lele sebesar 0,10 persen.
Sementara kenaikan indeks harga yang dibayar petani disebabkan naiknya indeks konsumsi rumah tangga sebesar 0,99 persen dan indeks BPPBM sebesar 0,06 persen. Komoditas yang menyebabkan kenaikan Ib yaitu naiknya harga cabe merah dengan andil sebesar 0,29 persen, beras sebesar 0,23
4. Perbandingan NTP Antar Provinsi di Pulau Sumatera
Dari 10 provinsi di Pulau Sumatera yang melaporkan hasil survei harga produsen dan konsumen perdesaan hingga Januari 2011 mengalami kenaikan di 8 (delapan) provinsi dan penurunan terjadi pada 2 (dua) provinsi. Kenaikan tertinggi pada Desember 2010 terjadi di Provinsi Bengkulu sebesar 0,51 persen, sedangkan penurunan terbesar terjadi di Provinsi Lampung sebesar 0,69 persen seperti terlihat pada tabel 4 berikut:
Tabel 4.
Nilai Tukar Petani 10 Provinsi Di Pulau Sumatera Januari 2011 (2007 = 100)
No, Provinsi Desember NTP
2010 Januari2011 Perubahan(%) [1] [2] [3] [4] [5] 1 NAD 104.86 104.88 0.02 2 Sumatera Utara 103.42 103.40 -0.02 3 Sumatera Barat 105.60 105.78 0.17 4 Riau 105.75 105.96 0.20 5 Jambi 96.41 96.89 0.50 6 Sumatera Selatan 107.78 108.17 0.36 7 Bengkulu 103.48 104.01 0.51 8 Lampung 118.10 117.29 -0.69 9 Bangka Belitung 97.40 97.47 0.07 10 Kepulauan Riau 101.80 102.04 0.23
5. Indeks Harga Konsumen Pedesaan
Perubahan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) mencerminkan angka Inflasi/Deflasi di wilayah pedesaan. Pada Januari 2011, terjadi inflasi pedesaan di Provinsi Riau sebesar 1,34 persen. Jika dilihat dari kelompok pengeluaran konsumsi rumah tangga, kenaikan indeks harga terjadi hampir pada semua kelompok yaitu kelompok bahan makanan sebesar 2,11 persen, kelompok makanan, rokok dan tembakau jadi sebesar 0,87 persen, kelompok perumahan sebesar 0,75 persen, kelompok sandang sebesar 0,47 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,57 persen, dan kelompok transportasi dan komunikasi sebesar 0,09 persen. Sedangkan kelompok kesehatan mengalami penurunan sebesar 0,63 persen.
Inflasi ”year-on-year” Januari 2011 yaitu konsumsi rumah tangga Januari 2011 terhadap Desember 2010 adalah sebesar 7,99 persen, dan inflasi kumulatif (Januari 2011 terhadap Desember 2010) juga sebesar 1,34 persen, seperti terlihat pada tabel 5 berikut:
Tabel 5.
Persentase Perubahan Indeks Harga Konsumen Pedesaan Provinsi Riau Menurut Kelompok Pengeluaran
Januari 2011 (2007 = 100)
Kelompok Pengeluaran
Indeks Harga Konsumen Pedesaan Perubahan (%) Jan '10 Des '09 Des '10 Jan '11 Jan '11thd
Jan ‘10 Jan '11 thd Des '09 Jan '11 thd Des '10 [1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8]
Konsumsi Rumah Tangga 114.59 115.20 122.11 123.74 7.99 7.41 1.34
Bahan Makanan 117.24 118.54 127.85 130.54 11.35 10.12 2.11
Makanan Jadi, Rokok & Tembakau 112.62 112.62 119.72 120.76 7.23 7.23 0.87
Perumahan 108.19 108.19 112.47 113.32 4.74 4.74 0.75
Sandang 122.42 122.42 128.26 128.86 5.26 5.26 0.47
Kesehatan 115.90 115.90 119.31 118.56 2.30 2.30 -0.63
Pendidikan, Rekreasi, & OR 108.45 108.45 111.70 112.33 3.59 3.58 0.57