PROTEIN
1. Introduction
2. Asam Amino
3. Structure and Protein Classification.
4. Changes and Reaction :
a. Denaturation
b. Nonenzymic Browning.
5. Functional Properties.
a. Ionic Bonding
Food Chemistry
(de Man, 1999)
Asal kata dari Bahasa Greek.
Proteios (primary, utama) Protos (first, utama).
suatu bahan yang menduduki tempat (posisi) utama atau pertama.
Definisi
Protein merupakan senyawa makromolekul yang tersusun atas asam amino – asam amino yang
dihubungkan melalui ikatan peptida sehingga senyawa ini disebut juga polipeptida
1. Introduction
• Komposisi proteins :
• Carbon
: 50 – 55 %
• Hydrogen : 6 – 7 %
• Oxygen
: 20 – 23 %
• Nitrogen
: 12 – 19 %
• Sulfur
: 0,2 – 3,0 %
• Asam amino primer : 20 jenis
• Sintesis protein terjadi di ribosome kemudian
beberapa asam amino dimodifikasi di sitoplasma
1. Introduction
Fungsi Protein :
(1) zat pembangun tubuh (pertumbuhan) dan
memperbaiki sel rusak
(2) media kontraksi jaringan (otot)
(3) zat cadangan (pada susu dan bijian)
(4) zat pembawa (misalnya oksigen dibawa oleh
hemoglobin dalam darah)
(5) zat pelindung (antibodi)
(6) sebagai biokatalisator (enzim)
(7) sebagai hormon
1. Introduction
• Asam amino
• Senyawa organik yang bersifat amfoter,
mengandung
gugus amino
(
NH2
),
gugus
karboksil
(
COOH
),
atom H
dan
gugus R
sebagai rantai cabang
• Peptida
• Senyawa yang terdiri dari 2 atau lebih asam
amino yang saling dihubungkan dengan ikatan
peptida (CONH)
• Protein
• Senyawa polipeptida yang tersusun atas asam
amino
2. Asam Amino
• Penyusun
protein
, termasuk
enzim
.
• Kerangka dasar sejumlah senyawa
penting dalam
metabolisme
(terutama
vitamin, hormon dan asam nukleat).
• Pengikat ion logam penting yang
diperlukan dalam dalam reaksi
enzimatik (kofaktor).
• Struktur dasar protein adalah
α - Asam Aminoyang terdiri atas
• Atom karbon α yang berikatan secara
kovalen dengan atom hidrogen, gugus
amino, gugus karboksil dan rantai samping gugus R.
2. Asam Amino
COOH NH2 Cα H R Gugus R yang membedakan struktur dan sifat asam amino satu dan lainnyaAtom C asimetris D-Amino acid COOH NH2 Cα H R L-Amino acid
Stereochemistry of amino acids
Carboxyl group (acidic)
• Klasifikasi Asam Amino berdasarkan interaksinya dengan air :
• Hidrophobic (limited solubility in water, non-polar) • Aliphatic (Ala, Ile, Leu, Met, Pro, Val)
• Aromatic (Phe, Trp, Tyr)
• Hydrophilic (polar, quite soluble in water)
• Charged (Arg, Asp, Glu, His, Lys)
• Positively charged at neutral pH (Arg and Lys) contain guanidino and amino group
• Negatively charged at neutral pH (Asp and Glu) contain carboxyl group
• The net charge of protein is dependent on relative
number of basic and acidic amino acid residues in the protein
• Uncharged (Ser, Thr, Asn, Gln, Cys) neutral amino acids.
Berikatan dengan air melalui ikatan hidrogen gugus hidroksil dengan air
Asam amino sendiri merupakan asam organik
yang bersifat amfoter yang mengandung gugus
amino (NH2), gugus karboksil (COOH), atom
hydrogen
dan
gugus
R
(rantai
cabang).
Ikatan peptida (--CONH--) merupakan ikatan
yang terbentuk
antara gugus alfa karboksil
suatu asam amino dengan gugus alfa amino
dari asam amino lainnya.
• Acid-base properties of amino acids
• Ampholytes (behave both as acids and bases)
2. Asam Amino
COOH H Cα NH3 + R COO -H Cα NH3 + R COO -H Cα NH2 R K1 H+ K2 - H+ Neutral Basic (-) Acidic (+) • neutral pH • dipolar ion • zwitter ion• isoelectric point (PI), NEC = 0
pKa1 : pH at which [COO-] = [COOH]
pKa2 : pH at which [NH3+] = [NH 2]
3. Struktur & Klasifikasi Protein
• Definisi protein : polimer yang terdiri atas asam
amino yang dihubungkan dengan ikatan peptida
• Klasisifikasi Berdasarkan Asal protein
:
• Homoprotein
:
not enzymatically modified in cells.• Heteroprotein
(conyugated protein) :
modified or complexes covalently or non-covalently linked with non-protein components (prosthetic group)• Nucleoproteins (ribosomes)
• Glycoprotein (ovalbumin, caseins) • Phosphoprotein (α dan β caseins) • Lipoproteins (egg yolks)
• Berdasarkan struktur
• Globular
spherical and ellipsoidal shapes. Sebagai hasil dari pelipatan rantaipolipeptidanya
• Fibrous
rod shapes, linier polipetida (collagen, tropomyosin, keratin, elastin)• Berdasarkan Fungsi :
• Enzyme catalyst • Structural proteins
• Contractil proteins (myosin, actin)
• Transfer proteins (serum albumin, hemoglobin) • Antibodies (immunoglobulins)
• Storage proteins (eggs, seed proteins) • Hormonal (insulin)
• Toxic (snake venom)
• Primary structure
• Struktur protein ditinjau dari urutan asam aminonya • Struktur protein yang merupakan urutan linear asam
amino yang terhubung melalui ikatan kovalen berupa ikatan peptida (ikatan amida)
• protein yang membentuk rantai lurus dan panjang sebagai untaian polipeptida tunggal
• Secondary Structure
• Struktur protein ditinjau tidak hanya pada urutan AAnya saja tapi juga dari struktur bangunnya
• Protein sudah mengalami interaksi intermolekul, melalui rantai samping asam amino. Ikatan pembentuk struktur ini didominasi oleh ikatan hidrogen antar rantai samping yang membentuk pola tertentu bergantung pada orientasi ikatan hidrogennya
• Tertiary Structure
• Struktur protein yang digambarkan kembali atas bentuk primer dan sekundernya sehingga diketahui bentuk lipatan intra molekularnya
• struktur yang dibangun oleh struktur primer atau sekunder dan distabilkan oleh interakasi hidrofobik, hidrofilik, jembatan garam, ikatan hidrogen dan ikatan disulfida (antar atom S) sehingga strukturnya menjadi kompleks
• Quaternary Structure
• Struktur protein yang terdiri atas dua atau lebih struktur tertiernya yang bergabung secara
kovalen
• hasil interaksi dari beberapa molekul protein tersier
• Ikatan peptida
• Peptida dan Ikatan peptida
3. Struktur & Klasifikasi Protein
H COO -C R1 + H COO -C NH3 + R2 H CO C R1 H COO-C NH R2 + H2O Ikatan peptida NH3 + NH3 + dipeptida3. Struktur & Klasifikasi Protein
H CO C R1 H CO C NH R2 Ikatan peptida NH3 + H CO C NH R2 H COO-C NH R2N-terminal Second A.A C-terminal
3. Struktur & Klasifikasi Protein
1. Atas dasar komposisi kimia penyusun
a. Simple protein
• Tediri atas hanya asam amino (AA)
b. Conyugated protein
• Terdiri atas AA + komponen organik maupun an organik • Misalnya : Nucleoprotein Nucleic acid + protein
Lipoprotein Lipid + protein
Glycoprotein Karbohidrat + protein
c. Derived protein
3. Struktur & Klasifikasi Protein
2. Atas dasar kelarutan
a. Albumin
• Larut dalam air
• Mengendap dengan (NH4)2. SO4 • Mis: egg albumin dan lactalbumin
b. Globulin
• Larut dalam garam netral • Misalnya : Actin, miosin, dll.
c. Histone
• Larut dalam air
d. Prolamine
• Larut dalam 50 – 90% etanol
e. Protamine
• Membentuk kompleks dengan asam nukleat f. Skleroprotein
3. Struktur & Klasifikasi Protein
3. Atas dasar bentuk
a. Fibrous protein (silk, wool, hair)
• Collagen • Elastin • Keratin
b. Globular protein
• Larut dalam air, asam, basa, etanol
Denaturation :
Perubahan struktur protein dari bentuk alami nya, tanpa merubah struktur primernya
Sebab-sebab : • Suhu
• Bahan Kimia (asam, basa)
4. Changes and
Reaction
4. Changes and Reaction
• Chemical reaction of functional group in amino acids and proteins
• Reaction of Amino groups (deamination, reductive alkylation, acetylation, guanidation, etc)
• Reaction of carboxyl groups (esterification, reduction, decarboxylation)
• Reaction of Sulfhydryl groups (oxidation, blocking)
• Chemical reagents to detect amino acids
• Ninhydrin
• O-phthaldialdehyde • Fluorescamine
• Pemanasan protein dapat menyebabkan
terjadi reaksi yang diharapkan maupun yang
tidak diharapkan.
• Contoh : denaturasi, kehilangan aktivitas
enzim, perubahan kelarutan dan hidrasi,
perubahan warna, derivatisasi residu asam
amino, cross-linking, pemutusan ikatan
peptida, dan pembentukan senyawa yang
secara sensori aktif.) dan Reaksi Maillard
(interaksi protein dan gula pereduksi)
5. Sifat Fisik, Kimia & Fungsional
1. Sifat Fisik Makromolekul
Pemisahan dengan
• Electrphoresis • Sedimentasi • Sentrifugasi
2. Sifat Kimia Protein memiliki gugus reaktif, sehingga dapat bersifat
• Amphoter :
• Asal kata (bhs Greek) : ampho = both
• Mempunyai dua sifat berlawanan, khususnya kemampuan bereaksi sebagai asam atau basa • Dapat bereaksi dengan asam atau basa
• Dapat memberi dan menerima proton sekaligus • Mengikat ion (binding of ion)
5. Sifat Fisik, Kimia & Fungsional
• Amphoter
• Asal kata (bhs Greek) : ampho = both
• Mempunyai dua sifat berlawanan, khususnya kemampuan bereaksi sebagai asam atau basa • Dapat bereaksi dengan asam atau basa
• Dapat memberi dan menerima proton sekaligus
COOH H Cα NH3 + R COO -H Cα NH3 + R COO -H Cα NH2 R K1 H+ K2 - H+ Neutral pH < pI : • Acidic
• Cationic (+) • neutral pH• dipolar ion • zwitter ion
• isoelectric point (PI), NEC = 0
pH > pI :
• Basic
5. Sifat Fisik, Kimia & Fungsional
• Isoelectric point (titik isoelectric)
• Adalah menunjukkan nilai pH dimana
AA memiliki muatan total (net electrical
charge, NEC) nol (NEC = 0) dalam satu
larutan tertentu
• Zwitter ion = dipolar ion
• Senyawa yang memiliki dua kutub yang
berlawanan
5. Sifat Fisik, Kimia & Fungsional
• Binding of Ion
• Pada pH > pI :
• Protein / AA bersifat anionik (COO
-)
mengikat Cation (Ca
2+, dll)
• Pada pH < pI :
• Protein / AA bersifat cationik (NH3
+)
mengikat Anion (Cl
-, dll)
• Dalam bahan pangan, terdapat
campuran berbagai protein dengan
berbagai pI mengikat berbagai ion
5. Sifat Fisik, Kimia & Fungsional
• Hydration of protein
• Kemampuan protein dalam mengikat air • Pada gugus N (amino)
Pada N terminal + N pada rantai peptida • Pada gugus C (karboksil)
Pada C terminal + C karbonil rantai peptida • Negativitas N < C
• Pada pH > pI atau pH < pI protein memiliki afinitas terhadap air lebih besar dibandingkan pd pH = pI.
• Agregat molekul air akan terbentuk pada titik polar protein
• Hydrasi protein tergantung pada : • Konsentrasi protein
• pH
• Adanya senyawa lain (kekuatan ion) • Suhu
5. Sifat Fisik, Kimia & Fungsional
• Interaksi protein dan air
• Melalui ikatan peptida dalam rantai polipeptida
• Dipole – dipole atau ikatan hidrogen
• Melalui gugus R (rantai cabang) asam amino (AA)
• Interaksi melalui ionisasi, polar dan non polar
• Kelarutan protein dalam air tergantung pada : • pH : pH > pI protein bermuatan
-pH < pI protein bermuatan +
pH = pI protein netral (NEC=0)
Dapat berinteraksi dengan air
Protein mengendap
5. Sifat Fisik, Kimia & Fungsional
• Interaksi protein dan air (lanjutan)
• Adanya senyawa lain kekuatan ionik (µ) : • µ = ½ Σ (Ci x Zi2) C = konsentrasi ion;
Z = valensi ion • Misal: adanya garam
pada 0,5 – 1 M kelarutan protein naik salting in. pada > 1 M kelarutan protein turun salting out
protein mengendap karena
Interaksi : Air – garam > air – protein sehingga terjadi interaksi protein – protein.