• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Non Farm Payroll, Suku Bunga Bank Sentral Amerika Serikat (The FED), dan Indeks NIKKEI 225 Terhadap Indeks Dari Saham-Saham Perusahaan Berbasis Syariah (Yang Tergabung Dalam Jakarta Islamic Index).

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengaruh Non Farm Payroll, Suku Bunga Bank Sentral Amerika Serikat (The FED), dan Indeks NIKKEI 225 Terhadap Indeks Dari Saham-Saham Perusahaan Berbasis Syariah (Yang Tergabung Dalam Jakarta Islamic Index)."

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

vi

Universitas Kristen Maranatha ABSTRACT

As a result of globalization, the current capital markets respond to information both domestically and globally as a consideration to make investment decisions. There are several indicators of international economic fundamentals are commonly used as consideration in making investment decisions. The purpose of this research is to determine whether the level of non-farm payroll, the interest rate the U.S. central bank (the Fed), and the NIKKEI 225 index is partially and simultaneously have a significant impact on the index of shares sharia-based company (incorporated in Jakarta Islamic Index). The data used is the data non-farm payroll rate, the interest rate the U.S. central bank, and the NIKKEI 225 index. Data were analyzed using multiple linear regression method. Research results, the authors conclude that non-farm payroll rate, the interest rate the U.S. central bank, and the NIKKEI 225 index is partially and simultaneously significantly affect the Jakarta Islamic Index.

(2)

vii

Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK

Akibat arus globalisasi , saat ini pasar modal merespon informasi baik domestik maupun global sebagai pertimbangan membuat keputusan investasi. Terdapat beberapa indikator fundamental ekonomi internasional yang lazim dipergunakan sebagai pertimbangan dalam membuat keputusan investasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah tingkat non farm payroll, suku bunga bank Sentral Amerika Serikat (The Fed), dan indeks NIKKEI 225 secara parsial maupun simultan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap indeks dari saham-saham perusahaan berbasis syariah (yang tergabung dalam Jakarta Islamic Index). Data yang digunakan adalah data tingkat non farm payroll, suku bunga bank Sentral Amerika Serikat, dan indeks NIKKEI 225. Data dianalisis menggunakan metode regresi linier berganda. Hasil dari penelitian, penulis dapat menyimpulkan bahwa tingkat non farm payroll, suku bunga bank Sentral Amerika Serikat, dan indeks NIKKEI 225 secara parsial maupun secara simultan berpengaruh secara signifikan terhadap Jakarta Islamic Index.

(3)

viii

Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... iv

ABSTRACK ... vi

ABSTRAK ... vii

DAFTAR ISI ... viii

DAFTAR GAMBAR ... xii

DAFTAR TABEL ... xiii

DAFTAR LAMPIRAN ... xiv

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian ... 1

1.2 Identifikasi Masalah... 5

1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian ... 5

1.4 Kegunaan Penelitian ... 6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kajian Pustaka ... 8

2.1.1 Laporan Keuangan ... 8

2.1.1.1 Tujuan Laporan Keuangan... 10

2.1.1.2 Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan ... 11

2.1.1.3 Pemakai dan Kebutuhan Informasi ... 13

2.1.1.4 Jenis Laporan Keuangan ... 14

2.1.2 Investasi ... 23

(4)

ix

Universitas Kristen Maranatha

2.1.2.2 Tipe-Tipe Investasi Keuangan ... 25

2.1.2.3 Tujuan Investasi... 27

2.1.2.4 Proses Investasi ... 28

2.1.2.5 Return Investasi ... 30

2.1.2.6 Risiko Investasi ... 30

2.1.3 Pasar Keuangan ... 32

2.1.3.1 Pengertian Pasar Keuangan ... 32

2.1.3.2 Klasifikasi Pasar Keuangan ... 32

2.1.3.2.1 Pasar Modal ... 32

2.1.3.2.2 Peranan Pasar Modal ... 34

2.1.3.2.3 Macam-Macam Pasar Modal ... 39

2.1.3.2.4 Instrumen Pasar Modal ... 40

2.1.4 Saham ... 42

2.1.4.1 Saham Biasa (Common Stock) ... 43

2.1.4.2 Saham Preferen (Preferred Stock) ... 45

2.1.4.3 Saham Treasuri ... 47

2.1.4.4 Jenis Nilai Saham ... 48

2.1.5 Non Farm Payroll ... 49

2.1.6 Suku Bunga ... 50

2.1.6.1 Fungsi Suku Bunga Bagi Perekonomian ... 51

2.1.6.2 Suku Bunga Bank Sentral Amerika Serikat ... 51

2.1.7 Nikkei 225 ... 52

2.1.8 Indeks Harga Saham ... 53

(5)

x

Universitas Kristen Maranatha BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN

3.1 Objek Penelitian ... 66

3.2 Jenis Penelitian ... 66

3.2.1 Jenis Penelitian ... 66

3.2.2 Operasionalisasi Variabel ... 66

3.2.3 Teknik Pengumpulan Data ... 68

3.2.4 Analisis Data ... 68

3.2.4.1 Regresi Berganda (multiple linear regression) ... 68

3.2.4.2 Pengujian Koefisien Regresi secara Parsial ... 70

3.2.4.3 Pengujian Koefisien Regresi secara Simultan ... 71

3.2.5 Uji Asumsi Klasik ... 71

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian ... 75

4.1.1 Perkembangan Tingkat Non Farm Payroll ... 75

4.2.3 Perkembangan Tingkat Suku Bunga Bank Sentral Amerika Serikat ... 75

4.1.3 Perkembangan Indeks Nikkei ... 76

4.1.4 Perkembangan Jakarta Islamic Index ... 77

4.1.5 Pengujian Hipotesis ... 78

4.1.5.1 Analisis Korelasi ... 79

4.1.5.2 Analisis Regressi ... 80

4.1.5.3 Pengujian Koefisien Regressi Secara Bersama-sama 82 4.1.5.4 Pengujian Koefisien Regressi Secara Parsial ... 84

(6)

xi

Universitas Kristen Maranatha

4.1.5.6 Pengujian Asumsi Regressi ... 89

4.2 Pembahasan ... 94

4.2.1 Pengaruh Non farm payroll Terhadap Jakarta Islamic Index 94 4.2.2 Pengaruh Suku bunga bank Sentral Amerika Serikat Terhadap Jakarta Islamic Index. 95

4.2.3 Pengaruh indeks NIKKEI 225Terhadap Jakarta Islamic Index ... 96

4.2.4 Pengaruh Non farm payroll, Suku bunga bank Sentral Amerika Serikat dan indeks NIKKEI 225 Secara Simultan Terhadap Jakarta Islamic Index ... 97

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan ... 99

5.2 Saran ... 101

DAFTAR PUSTAKA ... 102

LAMPIRAN ... 106

(7)

xii

Universitas Kristen Maranatha DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Investasi Langsung dan Investasi Tidak Langsung ... 26 Gambar 2 Kerangka pemikiran... 59 Gambar 3 Perkembangan Tingkat Non Farm Payroll Periode Tahun 2005 –

2009 ... 75 Gambar 4 Perkembangan Tingkat Suku Bunga Bank Sentral AS Periode

Tahun 2005-2009 ... 76 Gambar 5 Perkembangan Indeks Nikkei Periode Tahun 2005-2009 ... 77 Gambar 6 Perkembangan Jakarta Islamic Index Periode Tahun 2005-2009 ... 78 Gambar 7 Grafik Daerah Penerimaan dan Penolakan Ho Pada Uji Simultan . 84 Gambar 8 Grafik Daerah Penerimaan dan Penolakan Ho Pada Uji Parsial

(Tingkat non farm payroll) ... 85 Gambar 9 Grafik Daerah Penerimaan dan Penolakan Ho Pada Uji Parsial

(Suku bunga bank Sentral Amerika Serikat) ... 86 Gambar 10 Grafik Daerah Penerimaan dan Penolakan Ho Pada Uji Parsial

(8)

xiii

Universitas Kristen Maranatha DAFTAR TABEL

Tabel 1 Operasionalisasi Variabel ... 67

Tabel 2 Koefisien Korelasi Masing-Masing Variabel Bebas Dengan Jakarta Islamic Index ... 79

Tabel 3 Koefisien Regressi dan Nilai t hitung... 80

Tabel 4 Anova Untuk Pengujian Koefisien Regresi secara Bersama-sama .... 83

Tabel 5 Koefisien Determinasi ... 88

Tabel 6 Hasil Pengujuan Asumsi Normalitas... 90

Tabel 7 Hasil Pengujian Asumsi Multikolinieritas ... 92

Tabel 8 Hasil Pengujian Asumsi Heteroskedastisitas ... 93

(9)

xiv

Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR LAMPIRAN

(10)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penelitian

Dalam era globalisasi saat ini, pasar modal memegang peranan penting dalam

perkembangan perekonomian Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari minat masyarakat

dalam berinvestasi di pasar modal yang terus meningkat dari tahun ke tahun, Tribun

Jabar (2009:3). Menurut Jogiyanto (2008:25) pasar modal merupakan sarana

perusahaan untuk meningkatkan kebutuhan jangka panjang dengan menjual saham

atau mengeluarkan obligasi. Jadi, pasar modal bisa dijadikan perusahaan sebagai

salah satu sarana dalam mendapatkan dana yang bisa digunakan untuk meningkatkan

kinerja perusahaan, sehingga berpengaruh kepada perkembangan perekonomian

Indonesia secara keseluruhan.

Dalam sudut pandang ekonomi, globalisasi merupakan proses

pengintegrasian ekonomi nasional bangsa-bangsa ke dalam sebuah sistem ekonomi

global, Mansour Fakih (2001). Jadi, di era globalisasi ini terjadi hubungan yang

lebih erat antara perekonomian suatu negara dengan negara lainnya. Maka, apabila

terdapat suatu peristiwa di suatu negara maka informasi tersebut tersebut bisa

berpengaruh terhadap perekonomian negara lain, baik secara langsung maupun tidak

langsung.

Begitu juga dengan pasar modal, transaksi di pasar modal terpengaruh oleh

peristiwa yang terjadi baik di dalam lingkup domestik maupun secara global. Reaksi

(11)

Bab I Pendahuluan 2

Universitas Kristen Maranatha

pergerakan harga saham dan jumlah transaksi. Hal ini terjadi karena investor

mempertimbangkan banyak informasi dalam membuat keputusan investasi.

Investasi didefinisikan Tandelilin (2001:3) sebagai komitmen atas sejumlah

dana atau sumber daya lainnya yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan

memperoleh sejumlah keuntungan di masa yang akan datang. Sesuai definisi

tersebut, investasi bertujuan untuk mendapatkan return di masa depan, maka sudah jelas investor akan menginvestasikan sumber dayanya kepada perusahaan yang

mempunyai prospek yang baik untuk mendatangkan keuntungan baginya. Oleh

karena itu dalam berinvestasi, investor pasti mencari informasi yang dapat dijadikan

pertimbangan dalam membuat keputusan investasi.

Karena saat ini pasar merespon informasi baik domestik maupun global,

maka para investor pun menjadikan informasi ekonomi dari negara lain sebagai

pertimbangan dalam membuat keputusan investasi.

Seperti kita ketahui, Amerika Serikat merupakan salah satu negara maju di

dunia dan mempunyai banyak investor yang bermodal besar. Tentu banyak investor

yang mendasarkan keputusan investasinya kepada informasi ekonomi Amerika.

Menurut Bernard Baumohl (2005:25), indikator perekonomian Amerika

Serikat yang paling berpengaruh terhadap pergerakan harga saham adalah informasi

tentang keadaan tenaga kerja.

(12)

Bab I Pendahuluan 3

Universitas Kristen Maranatha

pemerintahan, pekerja di organisasi non profit, dan pekerja di sektor pertanian.

Komponen non farm payroll mencakup sekitar 80% dari Gross Domestic Product

(GDP) Amerika Serikat. Jika data non farm payroll meningkat dibandingkan dengan periode sebelumnya, maka itu merupakan indikasi bahwa perekonomian di Amerika

sedang membaik. Demikian pula kebalikannya.

Informasi lain yang sering dijadikan dasar pengambilan keputusan investasi

adalah pergerakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed). Hal tersebut berpengaruh karena apabila suku bunga naik, maka investor kemungkinan akan

memindahkan dananya dari Indonesia ke Amerika, jika mereka memiliki persepsi

return yang akan mereka dapat lebih sedikit, maka mereka akan berinvestasi di pasar modal Indonesia.

Informasi lain yang bisa dijadikan dasar pengambilan keputusan investasi

adalah indeks harga saham gabungan di negara-negara yang mempunyai pengaruh

dalam mempengaruhi indeks harga saham gabungan negara yang lain. Salah satunya

adalah indeks NIKKEI yang merupakan indeks harga saham gabungan negara

Jepang. Karena Jepang merupakan salah satu negara paling maju secara ekonomi di

Asia, maka kinerja sahamnya sering di pakai sebagai tolak ukur kinerja saham Asia,

sehingga berpengaruh terhadap keputusan berinvestasi di Asia, termasuk di

Indonesia.

Indikator-indikator ekonomi tersebut biasanya dijadikan dasar analisis

investasi di saham konvensional. Saat ini di Indonesia perkembangan ekonomi

syariah berkembang dengan pesat. Begitu juga dalam memilih sarana berinvestasi.

(13)

Bab I Pendahuluan 4

Universitas Kristen Maranatha

komponennya menjadi hambatan psikologis bagi umat Islam untuk turut aktif dalam

kegiatan investasi terutama di bidang pasar modal. Untuk mengakomodir kebutuhan

para investor yang mempertimbangkan prinsip-prinsip syariah dalam berinvestasi,

maka hadirlah Jakarta Islamic Index (JII).

Pada tanggal 3 Juli 2000, PT Bursa Efek Indonesia bekerja sama dengan PT

Danareksa Investment Management (DIM) meluncurkan indeks saham yang dibuat

berdasarkan syariah Islam yaitu Jakarta Islamic Index (JII). Indeks ini diharapkan menjadi tolak ukur kinerja saham-saham yang berbasis syariah serta untuk lebih

mengembangkan pasar modal syariah. Perbedaan nilai indeks saham syariah dengan

nilai indeks saham konvensional terletak pada kriteria saham emiten yang harus

memenuhi prinsip-prinsip dasar syariah.

Penulis tertarik untuk meneliti lebih lanjut apakah indikator ekonomi yang

biasa dijadikan alat analisis dan pertimbangan investasi saham konvensional (non farm payroll, suku bunga bank sentral Amerika Serikat, dan indeks NIKKEI 225) mempunyai pengaruh terhadap indeks dari saham-saham perusahaan yang

dikategorikan berbasis syariah (Jakarta Islamic Index)

Maka, berdasarkan hal tersebut, penulis terdorong untuk melakukan

penelitian dengan judul “PENGARUH NON FARM PAYROLL, SUKU BUNGA

BANK SENTRAL AMERIKA SERIKAT (THE FED), DAN INDEKS NIKKEI 225

TERHADAP INDEKS DARI SAHAM-SAHAM PERUSAHAAN BERBASIS

(14)

Bab I Pendahuluan 5

Universitas Kristen Maranatha

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang penelitian yang dikemukakan di atas, maka

penulis mengidentifikasikan permasalahan yang akan di teliti dan di bahas, yaitu:

1. Apakah tingkat non farm payroll, suku bunga bank Sentral Amerika Serikat, dan indeks NIKKEI 225 secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan

terhadap indeks dari saham-saham perusahaan berbasis syariah (yang tergabung

dalam Jakarta Islamic Index).

2. Apakah tingkat non farm payroll, suku bunga bank Sentral Amerika Serikat, dan indeks NIKKEI 225 secara simultan mempunyai pengaruh yang signifikan

terhadap indeks dari saham-saham perusahaan berbasis syariah (yang tergabung

dalam Jakarta Islamic Index).

3. Seberapa besar tingkat non farm payroll, suku bunga bank Sentral Amerika Serikat, dan indeks NIKKEI 225 secara parsial maupun simultan mempunyai

pengaruh yang signifikan terhadap indeks dari saham-saham perusahaan berbasis

syariah (yang tergabung dalam Jakarta Islamic Index).

1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian

Adapun maksud penelitian ini adalah untuk mengumpulkan data dan informasi

mengenai pengaruh tingkat non farm payroll, suku bunga bank Sentral Amerika Serikat, dan indeks NIKKEI 225 terhadap indeks dari saham-saham perusahaan

(15)

Bab I Pendahuluan 6

Universitas Kristen Maranatha

investasi bagi investor yang menjadikan prinsip-prinsip syariah sebagai

pertimbangan investasinya.

Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui apakah tingkat non farm payroll, suku bunga bank Sentral Amerika Serikat, dan indeks NIKKEI 225 secara parsial mempunyai pengaruh

yang signifikan terhadap indeks dari saham-saham perusahaan berbasis syariah

(yang tergabung dalam Jakarta Islamic Index).

2. Untuk mengetahui apakah tingkat non farm payroll, suku bunga bank Sentral Amerika Serikat, dan indeks NIKKEI 225 secara simultan mempunyai pengaruh

yang signifikan terhadap indeks dari saham-saham perusahaan berbasis syariah

(yang tergabung dalam Jakarta Islamic Index).

3. Untuk mengetahui seberapa besar tingkat non farm payroll, suku bunga bank Sentral Amerika Serikat, dan indeks NIKKEI 225 secara parsial maupun simultan

mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap indeks dari saham-saham

perusahaan berbasis syariah (yang tergabung dalam Jakarta Islamic Index).

1.4 Kegunaan Penelitian

Penulis berharap penelitian ini dapat berguna :

1. Bagi Penulis

Karya ilmiah yang berisi hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah

(16)

Bab I Pendahuluan 7

Universitas Kristen Maranatha

dengan non farm payroll, suku bunga bank Sentral Amerika Serikat, indeks NIKKEI 225, dan Jakarta Islamic Indeks (JII) serta sebagai wadah dalam

penerapan pengetahuan teoritis yang diperoleh selama masa kuliah, sehingga

dapat memperluas wawasan.

2. Bagi Investor

Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam

menilai peluang investasi dan melakukan keputusan investasi sesuai dengan

nilai-nilai yang diyakininya.

3. Bagi Pihak Lain

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi sumbangan pada perkembangan

ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang akuntansi mengenai investasi. Juga

diharapkan penelitian ini dapat menambah pengetahuan dan informasi

pihak-pihak yang tertarik mengenai investasi. dan dapat dijadikan sebagai landasan

(17)

99

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan pada bab IV, maka penelitian

mengenai pengaruh non farm payroll, suku bunga bank Sentral Amerika Serikat, dan indeks NIKKEI 225 terhadap indeks dari saham-saham perusahaan berbasis syariah

(yang tergabung dalam Jakarta Islamic Index) periode Januari 2005 – Desember 2009 menghasilkan kesimpulan sebagai berikut:

1. Penelitian secara parsial, dapat diperoleh kesimpulan:

a) Tingkat non farm payroll berpengaruh signifikan terhadap Jakarta Islamic Index di Bursa Efek Indonesia. Peningkatan tingkat non farm payroll sebesar satu point diprediksi akan meningkatkan Jakarta Islamic Index sebesar 0,023

point dengan asumsi suku bunga bank Sentral Amerika Serikat dan indeks

NIKKEI 225 tidak berubah.

b) Suku bunga bank Sentral Amerika Serikat berpengaruh signifikan terhadap

Jakarta Islamic Index di Bursa Efek Indonesia. Penurunan suku bunga bank

Sentral Amerika Serikat sebesar satu persen diprediksi akan meningkatkan

Jakarta Islamic Index sebesar 89,795 point dengan asumsi tingkat non farm payroll dan indeks NIKKEI 225 tidak berubah.

c) Indeks NIKKEI 225 berpengaruh signifikan terhadap Jakarta Islamic Index di

Bursa Efek Indonesia. Peningkatan indeks NIKKEI 225 sebesar satu point

(18)

Bab V Kesimpulan dan Saran 100

Universitas Kristen Maranatha dengan asumsi tingkat non farm payroll dan suku bunga bank Sentral Amerika Serikat tidak berubah.

2. Secara simultan, tingkat non farm payroll, suku bunga bank Sentral Amerika Serikat dan indeks NIKKEI 225 berpengaruh signifikan terhadap Jakarta Islamic

Index di Bursa Efek Indonesia. Berdasarkan uji F statistic dengan menggunakan

taraf nyata 5%, dapat diketahui bahwa terdapat pengaruh signifikan tingkat non farm payroll, suku bunga bank Sentral Amerika Serikat dan indeks NIKKEI 225 terhadap Jakarta Islamic Indexsebesar nilai F-hitung hasil pengolahan data sebesar

18,861. Hal ini berarti tingkat non farm payroll, suku bunga bank Sentral Amerika Serikat dan indeks NIKKEI 225 dapat digunakan untuk memprediksi

pergerakan Jakarta Islamic Index (JII).

3. Nilai besarnya pengaruh tingkat non farm payroll, suku bunga bank Sentral Amerika Serikat, dan indeks NIKKEI 225 secara parsial maupun simultan

mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap indeks dari saham-saham

perusahaan berbasis syariah (yang tergabung dalam Jakarta Islamic Index) berdasarkan hasil penelitian adalah sebagai berikut:

a) Secara parsial

Besar pengaruh tingkat non farm payroll terhadap Jakarta Islamic Index adalah 0,465  0,465 = 0,216 atau 21,6 persen. Besar pengaruh suku bunga

bank Sentral Amerika Serikat terhadap Jakarta Islamic Index adalah 0,652 

0,652 = 0,425 atau 42,5 persen. Besar pengaruh indeks NIKKEI 225 terhadap

(19)

Bab V Kesimpulan dan Saran 101

Universitas Kristen Maranatha b) Secara simultan

Tingkat non farm payroll, suku bunga bank Sentral Amerika Serikat dan indeks NIKKEI 225 memberikan kontribusi/pengaruh sebesar 50,3% terhadap

perubahan Jakarta Islamic Index di Bursa Efek Indonesia periode tahun

2005-2009. Sisanya pengaruh faktor-faktor lain yang tidak diamati adalah sebesar

49,7%.

5.2 Saran

Dari hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan penulis sehingga akhirnya

menghasilkan kesimpulan, maka penulis menyampaikan saran-saran berkenaan

dengan penelitian yang dilakukan penulis, yaitu:

1. Bagi investor, seiring dengan datangnya era globalisasi ini sebaiknya

mempertimbangkan indikator-indikator fundamental internasional juga dalam

membuat keputusan investasi selain mempertimbangkan aspek kinerja internal

perusahaan, faktor fundamental ekonomi lain (misalnya inflasi), dan faktor

non-fundamental ekonomi seperti kondisi politik dan keamanan.

2. Bagi penelitian selanjutnya, penelitian ini hanya mengambil tiga variabel

independen yang mempengaruhi variabel dependent, sebaiknya nanti mengambil

variabel yang lebih menyeluruh dari indikator-indikator ekonomi yang

mempengaruhi harga saham. Selain itu, periode waktu yang diteliti pun bisa lebih

bervariasi, sehingga dapat dibedakan pengaruhnya dalam periode yang lebih

(20)

102

DAFTAR PUSTAKA

Baumohl, Bernard. 2005. The Secrets of Economic Indicators. Wharton School Publising. New Jersey.

Block, Stanley B. and Geoffrey A. Hirt. 2005. Foundation of Financial Management.

Mc Graw Hill-Irwin. USA.

Buku Panduan BEI. 2008. www.idx.co.id/portals/0/khususPDF/Buku Panduan Indeks 2008.pdf pada 30 September 2009.

Djarwanto, P.S. 2004. Pokok-pokok Analisa Laporan Keuangan. Edisi Kedua. BPFE. Yogyakarta.

Djiwandono, J. Soedrajat. 2001. Bergulat Dengan Krisis dan Pemulihan Ekonomi Indonesia. Pustaka Sinar Harapan. Jakarta.

E.A. Koetin. Analisis Pasar Modal. 2002. Pustaka Sinar Harapan. Jakarta.

Elton and Grueber. 1995. Investment. Hottman Press Inc. USA.

Fabozzi, Frank J. 2003. Capital Market Institution and Instrument. 3rd edition. Prentice Hall. New Jersey.

Fakih, Mansour. Sesat Pikir Teori Pembangunan dan Globalisasi. 2001. INSISTPress & Pustaka Pelajar. Yogyakarta

Frensidy, Budi. 2005. Metode Penghitungan Indeks Pasar Saham dalam http://staff.ui.ac.id/internal/132083867/publikasi/MetodePenghitunganIndeks Saham.pdf pada 24 November 2009

Gitman, Lawrence J., and Michael D. Jhoenk. 2005. Fundamental of Investing. 9th edition. Pearson : Addison Weasley.

Gujarati, Damodar N. 2002. Basic Econometrics. McGraw Hill Higher Education.

Halim, Abdul. 2003. Analisis Investasi. Salemba empat. Jakarta

Horngren, C. T., Walter T Harrison Jr, dan Linda Smith Bamber. 2005. Accounting. Sixth edition. Pearson Prentice Hall. USA.

(21)

103

Universitas Kristen Maranatha

I Putu Gede Ary Suta. 2000. Menuju Pasar Modal Modern. Yayasan SAD Satria Bhakti. Jakarta.

Ikatan Akuntan Indonesia. 2007. Standar Akuntansi Keuangan. Salemba Empat. Jakarta.

Ilmu Pengetahuan Dasar Investasi Ekonomi Keuangan (2007) dalam

http://organisasi.org/pengertian-arti-definisi-saham-biasa-dan-saham-preferen-ilmu-pengetahuan-dasar-investasi-ekonomi-keuangan. Pada 25 Oktober 2009.

Ingram, W. Robert., Thomas L Albright, dan Bruce A Baldwin. 2004. Financial Accounting. Information for Decisions. 5th edition. South-Western, a division of Thomas Learning. Canada.

Jesus, Manuel and Backtus. 2002. The Pocketbook of Economic Indicator. Dalam http://www.goldenstockpicks.com/e_books/pocketbook_jenscl.pdf pada 25 Oktober 2009

Jogiyanto. 2008. Teori Portofolio dan Analisis Investasi. BPFE.Yogyakarta.

Jones, Charles P. 1998. Investment:Analysis and Management. John Wiley & Sons Inc. USA.

Kieso, Donald E., Jerry J. Weygandt, Terry D. Warfield. 2008. Akuntansi Intermediate. Erlangga. Jakarta.

Mc Eachrn, William A. 2000. Ekonomi Makro: Pendekatan Kontemporer. Edisi 1. Diterjemahkan oleh Sigit Triandaru. Salemba Empat. Jakarta.

Putra, Danata Eka. Berburu Uang di Pasar Modal. 2005. EFFHAR. Semarang.

Reilly, Frank, and Brown, Keith C. 2003. Investment Analysis and Portofolio Management. 7th edition. Thomas South Western Inc. USA.

Riyanto, Bambang. 1995. Pembelajaran Perusahaan. Yayasan Penerbit Gajah Mada. Yogyakarta.

(22)

104

Universitas Kristen Maranatha

Sekaran, Uma. 2006. Metodologi Penelitian untuk bisnis . Edisi 4. Diterjemahkan oleh Kwan Men Yon. Salemba Empat. 2006.

Skousen, K. Fred; W. Steve Albrecht; James D. Stice; Earl K. Stice. 2001. Akuntansi

Keuangan: Konsep dan Aplikasi, Buku 1, Edisi 7. Salemba Empat. Jakarta.

Sunariyah. 2006. Pengantar Pengetahuan Pasar Modal, edisi kelima. UPP STIM TKPN. Yogyakarta.

Tandelilin, Eduardus. 2001. Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio. BPFE. Yogyakarta.

Tito Sulustio, Primus Dorimulu, Adi Hidayat. 2002. Pasar Modal dan Kebijakan Ekonomi Indonesia. The Investor. Jakarta.

Tt. 2009. Peminat Pasar Saham Tinggi. Tribun Jabar, 17 Oktober 2009 halaman 3

Undang-Undang Pasar Modal No. 8 butir 13 tahun 1995

Undang-Undang Pasar Modal No. 8 butir 5 tahun 1995

Usman, Marzuki , Singgit Riphat, dan Syahrir Ika. 1997. Pengetahuan dasar pasar modal. Institut Bankir Indonesia; Badan Analisa Moneter ( Dep. Keuangan R.I). Jakarta.

Warren, S. Carl; James M. Reeve; Philip E. Fess. 2005. Pengantar Akuntansi. Edisi 21. Salemba Empat. Jakarta.

Weston, J. Fred, Thomas E.Copeland. 1995. Manajemen Keuangan. edisi Sembilan. Bina Aksara. Jakarta.

Widoatmodjo, Sawidji, 1996. Cara Sehat Investasi di Pasar Modal; Pengetahuan Dasar. Jurnalindo Aksara Grafika. Jakarta.

Widoatmodjo,Sawidji. 1996. Teknik Memetik Keuntungan di Bursa Efek. Rineka Cipta. Jakarta.

Wild, John & Subramanyaman. 2003. Financial Statement Analysis. Prentice Hall. Singapore.

www.bls.gov

www.duniainvestasi.com

(23)

105

Universitas Kristen Maranatha

www.idx.co.id

www.jsx.co.id

www.ratewatch.com

www.robbooker.com/NFP

www.tse.or.jp

Referensi

Dokumen terkait

Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa terdapat kointegrasi antara tingkat suku bunga Bank Indonesia (BI Rate) dengan suku bunga Bank Amerika Serikat (the Fed).. Artinya,

“Analisis Pengaruh Tingkat Suku Bunga SBI, Inflasi, Harga Minyak Dunia, Harga Emas Dunia, Kurs Rupiah Terhadap Dollar Amerika, Indeks Nikkei 225, dan Indeks Dow

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh tingkat suku bunga SBI, kurs rupiah, harga emas, Indeks Hang Seng dan Indeks Nikkei 225 di bursa efek Indonesia.. Metode

Adapun rumusan hipotesisnya adalah:1)Diduga, tingkat suku bunga kredit, kurs dollar Amerika Serikat dan nilai indeks RCA secara serempak berpengaruh signifikan terhadap

Puji syukur ke hadirat Allah SWT atas rahmat dan hidahnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengaruh Inflasi, Nilai Tukar, Suku Bunga dan Indeks Nikkei

variabel independen yaitu kurs, inflasi, jumlah uang beredar, suku bunga BI Rate, suku bunga The Fed, indeks SSEC, indeks Nikkei 225 dan indeks STI dalam riset mampu

Pengaruh Harga Minyak Dunia, Nilai Tukar, Inflasi, Suku Bunga SBI, Indeks Dow Jones, dan Indeks Nikkei 225 terhadap Indeks Sektor Pertambangan yang Terdaftar Di Bursa

Witjaksono (2010) “Analisis Pengaruh Tingkat Suku Bunga SBI, Harga Minyak Dunia, Harga Emas Dunia, Kurs Rupiah, Indeks Nikkei 225, dan Indeks Dow Jones terhadap IHSG”