• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAMUS BAHASA INDONESIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "KAMUS BAHASA INDONESIA"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

KAMUS

BAHASA INDONESIA

(3)

KAMUS

BAHASA INDONESIA

PUSAT BAHASA

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

JAKARTA, 2008

(4)

499.213

KAM Kamus Bahasa Indonesia/Tim Penyusun k Kamus Pusat Bahasa.

Jakarta: Pusat Bahasa, 2008 xvi, 1826 hlm.; 21,5 cm

ISBN 978-979-689-779-1

BAHASA INDONESIA - KAMUS

(5)

TIM REDAKSI

KAMUS BAHASA INDONESIA

Pemimpin Redaksi Dendy Sugono

Penyelia Sugiyono Yeyen Maryani

Redaksi Pelaksana Ketua

Meity Taqdir Qodratillah

Anggota

Cormentyna Sitanggang, Menuk Hardaniwati Dora Amalia, Teguh Santoso, Adi Budiwiyanto

Azhari Dasman Darnis, Dewi Puspita

Pembantu Pelaksana Endang Supriatin, Dede Supriadi

Delia Saparini, Rini Maryani

(6)

PRAKATA

Satu bahasa besar atau bahasa utama memiliki kamus, tata bahasa, dan uji bahasa yang standar.

Kamus memuat khazanah kosakata bahasa yang dapat menjadi lambang atau indikator kemajuan peradaban masyarakat pendukungnya. Demikian pula, bahasa Indonesia memiliki kekayaan kosakata yang memadai sebagai sarana pikir, ekspresi, dan komunikasi di berbagai bidang kehidupan. Kamus Bahasa Indonesia ini merupakan buku rujukan yang memuat khazanah kata bahasa Indonesia. Selain kosakata umum bahasa Indonesia, kamus ini memuat berbagai istilah dari bidang ilmu yang pasti akan sangat bermanfaat bagi pelajar dan mahasiswa.

Dibandingkan dengan kamus yang terbit sebelumnya, kamus ini telah mengalami penyempurnaan definisi atau penjelasan lema/sublemanya, penambahan makna (akibat perkembangan pemakaian bahasa), perbaikan penulisan latin untuk nama tumbuhan dan hewan, serta perubahan urutan susunan sublema. Semua itu dilakukan atas dasar masukan dari para pengguna kamus, baik melalui surat, pos-el, telepon, surat kabar/majalah maupun melalui forum atau pertemuan ilmiah.

Sublema yang merupakan derivasi dari lema pokok disusun berdasarkan paradigma pembentukan kata, tidak lagi diurutkan berdasarkan abjad. Dengan demikian, sublema petinju ditampilkan di bawah sublema bertinju, sedangkan peninju di bawah meninju dan meninjukan, serta tinjuan yang merupakan hasil meninju diletakkan di bawah peninjuan (perbuatan meninju).

Dari segi isinya, kamus ini diperkaya istilah bidang ilmu fisika, kimia, matematika, dan biologi yang sudah sangat lazim digunakan. Definisi kata-kata itu diambil dari kamus istilah bidang ilmu yang dikembangkan oleh para pakar bersama Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional.

Dengan memasukkan istilah-istilah itu, kamus ini dapat menjadi rujukan awal yang dapat digunakan oleh pelajar dan mahasiswa serta masyarakat umum untuk memahami konsep-konsep dasar keilmuan itu. Dengan demikian, sumbangan kamus ini bagi upaya pencerdasan bangsa akan lebih dapat dirasakan.

Untuk menghasilkan kamus seperti itu diperlukan semangat, ketekunan, dan kerja keras penyusun. Oleh karena itu, atas terbitnya kamus ini saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada tim penyusun dan semua pihak yang telah turut berperan dalam penulisan kamus ini. Selain itu saya memberikan ucapan terima kasih kepada Pusat Teknologi dan Komunikasi Pendidikan, Departemen Pendidikan Nasional yang telah mengubah kamus ini ke format elektronik sehingga dapat disebarluaskan kepada masyarakat melalui layanan buku murah Departemen Pendidikan Nasional.

Semoga penerbitan kamus ini dapat memberi manfaat besar bagi upaya pencerdasan bangsa menuju insan Indonesia yang cerdas dan kompetitif.

Jakarta, 28 Oktober 2008 Kepala Pusat Bahasa

Dendy Sugono Pemimpin Redaksi

(7)

MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA

SAMBUTAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL PADA PENERBITAN

KAMUS BAHASA INDONESIA

Perkembangan bahasa mencerminkan perkembangan kemajuan peradaban masyarakat pendukungnya. Perkembangan bahasa itu tampak pada perkembangan kosakata.

Perkembangan kosakata bahasa Indonesia amatlah pesat pada akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21 yang, antara lain, dipacu oleh perkembangan ilmu dan teknologi serta seni.

Perkembangan kosakata itu dapat dilihat pada bertambahnya lema dalam kamus bahasa Indonesia dari satu edisi ke edisi berikutnya. Tanpa kita rasakan ternyata Kamus Besar Bahasa Indonesia telah 20 tahun berada di tengah-tengah masyarakat, baik di dalam maupun di luar negeri. Selama kurun waktu itu kamus tersebut telah mengalami perkembangan muatan lema dari 62.000 lema pada edisi pertama (1988) hingga 91.000 lema pada edisi keempat (2008). Hal itu menunjukkan bahwa kamus tersebut selalu memutakhirkan kandungan lemanya. Menurut catatan Pusat Bahasa, dari edisi pertama hingga edisi ketiga kamus itu mengalami cetak ulang hingga puluhan kali. Hal itu membuktikan bahwa masyarakat memang memerlukan kamus tersebut sebagai sumber rujukan dalam dunia pendidikan ataupun dunia kerja.

Di samping pengguna, respons masyarakat terhadap kamus itu juga muncul dalam bentuk upaya penerbitan kamus serupa untuk keperluan bisnis. Beberapa kamus bahasa Indonesia bermunculan, bahkan beberapa di antaranya ada yang memanfaatkan kepopuleran Kamus Besar Bahasa Indonesia yang tampaknya sudah merebut hati masyarakat. Jika kamus yang bermunculan itu disusun dengan standar perkamusan yang memadai, peran masyarakat dalam menyediakan kamus bahasa Indonesia seperti itu dapat menjadi aspek positif bagi pengembangan dan pemasyarakatan bahasa Indonesia.

Sebaliknya, kamus serupa itu akan menjadi aspek negatif apabila penyusunannya hanya memperhatikan aspek bisnis semata.

Kamus Bahasa Indonesia ini harus dipandang sebagai upaya pemutakhiran acuan kekayaan kosakata bahasa Indonesia. Oleh karena itu, kamus ini menjadi sumber rujukan bagi masyarakat dalam meningkatkan kemampuan daya ungkap pengguna bahasa Indonesia, baik lisan maupun tulis, terutama di kalangan insan pendidikan. Kamus ini menjadi pegangan utama pelajar dan mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan berekspresi dan berkomunikasi lisan ataupun tulis. Demikian juga bagi peneliti, penulis, penerjemah, wartawan, dah masyarakat luas dapat memanfaatkan kamus ini demi meningkatkan pengetahuan dan wawasan bahasa Indonesia serta kemajuan peradaban

(8)

bangsa Indonesia.

Atas terbitnya kamus ini, saya menyampaikan penghargaan yang tulus kepada para penyusun. Dalam semangat 100 tahun Kebangkitan Nasional bangsa Indonesia dan semangat 80 tahun Sumpah Pemuda, terbitnya Kamus Bahasa Indonesia yang disertai terbitnya Tesaurus Bahasa Indonesia Pusat Bahasa sungguh merupakan persembahan yang amat berharga bagi bangsa Indonesia. Semoga buku ini membawa manfaat untuk kemajuan bangsa Indonesia.

Jakarta, 28 Oktober 2008 Menteri Pendidikan Nasional

Prof. Dr. Bambang Sudibyo

(9)

Daftar Isi

Tim Redaksi v

Prakata vii

Sambutan Menteri Pendidikan Nasional ix

Daftar Isi xi

Petunjuk Pemakaian Kamus xiii

Lema KBI A—Z 1—1826

(10)

PETUNJUK PEMAKAIAN KAMUS

A. Ejaan

Ejaan yang digunakan di dalam Kamus Bahasa Indonesia ini adalah ejaan bahasa Indonesia yang didasarkan pada Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah.

B. Bentuk Susunan Kamus

Susunan kada dasar (lema) dan kata turunan (sublema) Kamus Bahasa Indonesia disusun seperti berikut.

1. Kata Dasar dan Kata Turunan

Kata dasar atau bentuk dasar yang menjadi dasar segala bentukan kata diperlakukan sebagai lema atau entri, sedangkan bentuk derivasinya (kata turunan, kata ulang, dan gabungan kata) diperlakukan sebagai sublema atau subentri. Contoh: sabar adalah kata dasar dan kata bersabar, menyabarkan, penyabar, dan kesabaran adalah bentuk derivasinya. Dengan demikian, cara menyusunnya adalah sebagai berikut.

sabar a 1 tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas putus asa, tidak lekas patah hati); tabah: hidup ini dihadapinya --; 2 tenang;

tidak tergesa-gesa; tidak terburu nafsu: dng – ia menjalankan usahanya;

bersabar v bersikap tenang (tt pikiran, perasaan): kita harus ~ dl menghadapi setiap masalah;

menyabarkan v menenangkan perasaan (pikiran dsb);

menenteramkan hati: ia sedang ~temannya yg sedang gundah;

penyabar n orang yg bersikap tenang (tidak terburu nafsu dan tidak

lekas marah): orang yg ~ tidak cepat marah dl menangani setiap

persoalan;

(11)

kesabaran n ketenangan hati dl menghadapi cobaan; sifat tenang (sabar): ~ diperlukan dl mengatasi masalah ini;

tersabar a paling tenang (tidak mudah marah): ia merupakan temanku yg ~di antara teman-temanku

2. Kata Ulang atau Bentuk Ulang

Kata ulang atau bentuk ulang di dalam Kamus Bahasa Indonesia ini diatur atau disusun sebagai berikut.

a) Bentuk kata yang seolah-olah merupakan bentuk ulang, seperti alap-alap, laba-laba, kupu-kupu diperlakukan sebagai lema.

b) Bentuk ulang seperti pontang-panting diperlakukan sebagai lema.

c) Kata ulang yang menunjukkan jamak dalam hal proses diperlakukan sebagai sublema. Contoh:

bersaf-saf diletakkan sesudah saf

tersedeng-sedeng diletakkan sesudah sedeng

3. Gabungan Kata

a) Gabungan kata atau kelompok kata yang mempunyai derivasi diper- lakukan sebagai lema. Contoh:

salah guna, menyalahgunakan v melakukan sesuatu tidak sebagaimana mestinya; menyelewengkan: jangan ~ fasilitas yg diberikan;

penyalahgunaan n proses, cara, perbuatan menyalahgunakan;

penyelewengan

b) Gabungan kata atau kelompok kata yang tidak berderivasi di per- lakukan sbg sublema. Letaknya langsung di bawah lema yang berkaitan dan disusun berderet ke samping secara berurutan menurut abjad. Unsur pertama gabungan kata itu dicetak dengan tanda hubung ganda (--) Contoh:

sagu n 1 pohon yg hati batangnya dapat dibuat tepung; 2 hati batang pohon palem; 3 tepung (dr pati hati batang enau, rumbia, dsb);

-- belanda garut; Maranta arundinacea; -- betawi sagu belanda;

(12)

-- hati ki pemberian (tanda mata, hadiah, dsb) sbg hiburan (tanda penghargaan, kenang-kenangan, dsb); -- pisang hati batang pisang; - - tampin pati sagu yg dibungkus dng daun nipah;

c) Gabungan kata atau kelompok kata yang dibentuk dari kata turunan atau sublema diperlakukan sebagai sublema dan diletakkan di bawah kata turunan tersebut. Unsur pertama kata turunan itu dicetak dengan tanda tilde (~). Contoh:

saji n ...;

menyajikan v ...;

tersaji v ...;

sajian n ...;

penyaji n ...;

-- makalah orang yg menyajikan makalah dl suatu pertemuan ilmiah

C. Tanda Baca

1. Tanda Hubung (-)

a) Tanda hubung dipakai untuk menyambung unsur-unsur kata ulang.

Contoh:

a) main-main b) saban-saban

b) Tanda hubung dipakai di depan kata bilangan yang menunjukkan tingkat atau urutan. Contoh:

ke-4 ke-7 ke-9

2. Tanda Hubung Ganda (--)

Tanda hubung ganda dipakai untuk menggantikan lema yamg terdapat

dalam contoh kalimat atau gabungan kata. Contoh:

(13)

sabar a 1 tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas putus asa, tidak lekas patah hati); tabah: hidup ini dihadapinya --; 2 tenang; tidak tergesa-gesa; tidak terburu nafsu: dng – ia menjalankan usahanya;

3. Tilde (~)

Tilde dipakai untuk menggantikan sublema yang terdapat di dalam contoh kalimat atau gabungan kata. Contoh:

sabar a ...;

bersabar v bersikap tenang (tt pikiran, perasaan): kita harus ~ dl menghadapi setiap masalah;

4. Cetak Miring

Huruf-huruf yang dicetak miring digunakan untuk menuliskan label kelas kata, dan contoh pemakaian lema atau sublema dalam kalimat.

Contoh:

a) Label Kelas Kata

a (adjektiva), adv (adverbia), n (nomina), num (numeralia), p (par- tikel), pron (pronomina), dan v (verba)

b) Kalimat contoh pemakaian lema dan sublema

sabar a 1 tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas putus asa, tidak lekas patah hati); tabah: hidup ini dihadapinya --; 2 tenang; tidak tergesa-gesa; tidak terburu nafsu:

dng – ia menjalankan usahanya;

5. Cetak Tebal

a. Huruf yang dicetak tebal adalah lema.

(14)

Contoh:

piring n 1 perabot rumah tangga berbentuk bundar pipih dan sedikit cekung, terbuat dr porselen, beling, dsb, untuk meletakkan nasi, lauk-pauk, dsb: -- yg dipakai untuk jamuan malam sudah disiapkan;

...;

b. Huruf yang dicetak tebal menunjukkan angka untuk angka polisem (kata yg memiliki lebih dari satu makna).

Contoh

sabar a 1 tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas putus asa, tidak lekas patah hati); tabah: hidup ini dihadapinya --; 2 tenang;

tidak tergesa-gesa; tidak terburu nafsu: dng – ia menjalankan usahanya;

c. Huruf yg dicetak tebal menunjukkan gabungan kata.

Contoh:

saji n ...;

menyajikan v ...;

...

penyaji n ...;

-- makalah orang yg menyajikan makalah dl suatu pertemuan ilmiah

6. Koma (,)

1) Tanda koma (,) dipakai untuk membatasi huruf kapital dan huruf kecil pada lema pertama setiap abjad. Contoh:

a) D, d /dé/ n huruf ke-4 abjad Indonesia b) G, g /gé/ n huruf ke-7 abjad Indonesia

2) Tanda koma dipakai untuk memisahkan lema beserta kelas kata yang tidak diberi deskripsi dengan sublema. Contoh:

a) sabat v, menyabat v memukul dng tali atau cemeti

(15)

3) Tanda koma dipakai untuk menandai bagian-bagian pemerian sebagai pilihan bentuk kata. Contoh:

sensor /sénsor/ n pemeriksaan sesuatu spt berita, film, sebelum disiarkan

7. Titik Koma (;)

1) Titik koma (;) dipakai untuk memisahkan bentuk-bentuk kata yang bermakna sama atau hampir sama (sinonim) yang terdapat pada penjelasan makna.

Contoh:

salah guna, menyalahgunakan v melakukan sesuatu tidak sebagaimana mestinya; menyelewengkan: jangan ~ fasilitas yg diberikan;

penyalahgunaan n proses, cara, perbuatan menyalahgunakan;

penyelewengan

2) Titik koma (;) dipakai sebagai penanda akhir penjelasan makna sebuah sublema yang masih belum merupakan bentuk derivasi terakhir (penjelasan makna sublema yang merupakan bentuk derivasi terakhir sebuah lema tidak diakhiri dengan tanda apa pun).

Contoh:

sabar a 1 tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas putus asa, tidak lekas patah hati); tabah: hidup ini dihadapinya --; 2 tenang; tidak tergesa-gesa; tidak terburu nafsu: dng – ia menjalankan usahanya;

bersabar v bersikap tenang (tt pikiran, perasaan): kita harus ~ dl menghadapi setiap masalah;

menyabarkan v menenangkan perasaan (pikiran dsb);

menenteramkan hati: ia sedang ~temannya yg sedang gundah;

penyabar n orang yg bersikap tenang (tidak terburu nafsu dan tidak

lekas marah): orang yg ~ tidak cepat marah dl menangani setiap

persoalan;

(16)

kesabaran n ketenangan hati dl menghadapi cobaan; sifat tenang (sabar): ~ diperlukan dl mengatasi masalah ini;

tersabar a paling tenang (tidak mudah marah): ia merupakan temanku yg ~di antara teman-temanku

8. Titik Dua (:)

Titik dua (:) dipakai sebagai pengganti kata misalnya di akhir deskripsi dan sebelum contoh pemakaian.

Contoh:

sabar a 1 tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas putus asa, tidak lekas patah hati); tabah: hidup ini dihadapinya --; 2 tenang; tidak tergesa-gesa; tidak terburu nafsu: dng – ia menjalankan usahanya;

9. Tanda Kurung ((...))

Tanda kurung ((...)) dipakai untuk menunjukkan bahwa kata atau bagian kalimat yang terdapat di dalam penjelasan yang diapit oleh tanda kurung itu merupakan keterangan penjelas bagi kata-kata atau pernyataan yang terdapat di depannya.

Contoh:

sabar a 1 tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas putus asa, tidak lekas patah hati); tabah: hidup ini dihadapinya --; 2 tenang; tidak tergesa-gesa; tidak terburu nafsu: dng – ia menjalankan usahanya;

10. Garis Miring (/.../)

Garis miring (/.../) dipakai untuk lafal kata yang mengandung unsur bunyi /e/ atau /é/ agar tidak terjadi kesalahan di dalam melafalkan kata.

Contoh:

sensor /sénsor/ n pemeriksaan sesuatu spt berita, film, sebelum

disiarkan

(17)

11. Tika Atas atau Superskrip

Tika atas atau superskrip (

1

...,

2

...,

3

...) dipakai untuk menandai bentuk homonim yang homograf dan homofon. Tanda ini diletakkan di depan kata lema yang memiliki bentuk homonim, setengah spasi ke atas.

Contoh:

a)

1

bisa a mampu; dapat: dia C berenang;

2

bisa n zat racun dr binatang (spt ular);

b)

1

seri a tidak ada yg menang atau kalah: pertandingan sepak bola itu berakhir ─

2

seri n cahaya: ─ wajahnya;

12. Angka Arab

Angka Arab bercetak tebal (1, 2, 3, ...) dipakai untuk menandai makna polisemi (yaitu arti kesatu, arti kedua, arti ketiga, dan seterusnya).

Contoh:

sabar a 1 tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas putus asa, tidak lekas patah hati); tabah: hidup ini dihadapinya --; 2 tenang; tidak tergesa-gesa; tidak terburu nafsu: dng – ia menjalankan usahanya;

D. Label dan Singkatan Kata 1) Label Kelas Kata

n nomina v verba

a adjektiva

adv adverbia

num numeralia

p partikel

pron pronomina

(18)

2) Singkatan Kata dl dalam dng dengan dp daripada dr dari

dsb dan sebagainya kpd kepada

krn karena

msl misalnya

pd pada

sbg sebagai

spt seperti

thd terhadap

tt tentang

yg yang

(19)

1804 W, w /wé/ n huruf ke-23 abjad Indonesia

wa

berjangkit bah n penyakit menular yg dng cepat, menyerang sejumlah besar orang dl daerah yg luas (spt wabah cacar, disentri, kolera);

epidemi;

-- hewan wabah penyakit hewan;

mewabah v menjadi wabah; merata di mana-mana, menular: jangan sampai pe- nyakit masyarakat ~ di lingkungan ini wabakdu p dan sesudah itu; dan kemudian

dr itu

wabarakatuh n serta dng berkatnya (berkat Tuhan)

wacana n 1 ucapan; percakapan; tutur;

2 keseluruhan perkataan atau ucapan yg merupakan suatu kesatuan; 3 satuan ba- hasa terlengkap, realisasinya tampak pd bentuk karangan yg utuh, spt novel buku, atau artikel, pd pidato atau khotbah; 4 ke- mampuan dan presedur berpikir yg sistematis; 5 pertukaran ide secara verbal;

wadah n 1 tempat untuk menaruh atau me- nyimpan sesuatu; 2 ki tempat berhimpun;

perhimpunan;

berwadahkan v menggunakan sbg wadah;

mewadahi v menampung dl satu wadah;

terwadahi v tertampung (dl wadah);

wadak a 1 bersifat jasmasi; ragawi; 2 nyata wadal n kurban untuk makhluk halus wadam akr n wanita adam; banci wadar n ikan badar

wadas → cadas

wadat n orang yg membujang; orang yg tidak kawin

wadi n sungai kering di padang pasir (berisi air jika hujan turun)

wadon kl n perempuan; wanita

waduh p kata seru untuk menyatakan heran terkejut atau kagum; aduh

waduk n 1 kolam besar tempat menyimpan air sediaan untuk dipakai di musim kemarau; 2 menara air (tempat persediaan air)

wadung n beliung

wafa a setia (menepati janji)

wafat v meninggal dunia, biasanya untuk raja atau orang besar yg terkenal: setelah raja ~, kerajaan itu menjadi kacau balau wafel n kue dadar tebal, di bagian luarnya

renyah, di panggang di atas cetakan yg berlekuk

wafer n 1 kue renyah, berbentuk persegi panjang, berlapis dng berbagai rasa;

2 Komp semipenghantar tipis yg terbuat dr silikon untuk membuat mikrocip wagon n gerbong; gerobak keret api wagu a 1 kaku; 2 kasar

wah p kata seru untuk menyatakan kagum, terkejut, kecewa

wahadah n keesaan (Allah)

wahah n daerah yg agak subur di padang pasir (ada air dan ada tumbuh-tumbuhan) wahai p kata seru untuk menarik perhatian,

memanggil, memperingatkan, dsb

1wahana n 1 kendaraan; alat pengangkut;

2 alat atau sarana untuk mencapai suatu tujuan

2wahana n tafsir mimpi; alamat

wahdaniah a bersifat keesaan (Allah swt.) wahid num satu; tunggal

wahyu n petunjuk dr Allah yg diturunkan hanya kpd para nabi dan rasul melalui mimpi dsb;

mewahyukan v menurunkan wahyu;

memberi wahyu;

pewahyuan n proses, cara, perbuatan mewahyukan

1wai p seruan untuk menyatakan kaget, heran, dsb

2wai n sungai; kali waiduri → baiduri

W

(20)

1805 waima p walaupun

Waisak n hari raya umat beragama Buddha untuk memperingati kelahiran, peme- nangan (ilmu), dan wafatnya Buddha waisya n kasta ketiga dl agama Hindu,

yaitu golongan pedagang, petani, serta tukang

waitankung n olahraga senam berasal dr Cina dng 12 jurus gerakan yg sederhana agar 5 organ tubuh bagian dalam (paru- paru, jantung, ginjal, hati, dan limpa) selalu dl keadaan baik

waja → baja

wajah n roman muka; muka;

-- buku 1 apa yg tampak dr dalam dan dr luar sebuah buku (rupa, warna, bentuk, ukuran, tata huruf, gambar, dsb); 2 sam- pul luar buku;

perwajahan n perihal pemberian corak dan motif pd halaman buku, kulit buku, dsb;

~ sampul 1 penataan bentuk, rupa, war- na, ukuran dr sampul; 2 bagian sampul yg terdiri atas halaman sampul bagian luar yg dibuat menarik serta selaras dng isi- nya, dan halaman-halaman lain

wajan n bajan; kuali; penggorengan (tem- pat menggoreng)

-- besi penggorengan yg terbuat dr besi;

-- email penggorengan yg dilapisi dr massa berupa kaca tidak bening

wajar a 1 biasa; sebagaimana adanya tanpa diembel-embeli yg lain; 2 menurut ke- adaan yg ada; sebagaimana mestinya;

kewajaran n perihal yg wajar;

sewajar (dng) a selaras (dng); sama hal- nya (dng);

sewajarnya adv 1 semestinya; selayak- nya; 2 sebenarnya; memang demikian halnya; 3 dng sendirinya; atas kemauan sendiri

wajib v 1 harus melakukan; harus melaksa- nakan; harus mengamalkan; 3 sudah se- mestinya; harus;

-- belajar keharusan bagi anak usia 7—12 tahun untuk memperoleh pen- didikan dasar; -- militer kewajiban ma- suk dinas militer bagi setiap warga negara apabila diperlukan oleh negara;

-- pajak 1 kewajiban membayar pajak (pendapatan, kekayaan, tanah, dsb) ber- dasarkan undang-undang; 2 orang yg mempunyai kewajiban membayar pajak;

berwajib v wajib mengurus; berwenang;

mewajibkan v menjadikan wajib; meng- haruskan: sekolah ~ murid-muridnya da- tang tepat waktu;

kewajiban n 1 sesuatu yg wajib dilak- sanakan; keharusan; 2 yg harus dilak- sanakan;

~ bersyarat kewajiban dng syarat;

~ manusia segala sesuatu, yg menjadi tu- gas manusia (membina kemanusiaan);

~ moral kewajiban atas dasar norma be- nar dan salah sebagaimana diterima dan diakui masyarakat; ~ sosial kewajiban atas dasar norma tingkah laku lingkungan sosial;

berkewajiban v mempunyai kewajiban;

bertanggung jawab; mempunyai tang- gung jawab: orang kaya ~ menyantuni orang miskin;

sewajibnya adv seharusnya; sepatutnya wajik n penganan yg dibuat dr campuran

ketan, gula, dan kelapa wajit → wajik

1wak n kp uwak; uak

2wak n suara itik, katak,dsb

1wakaf n 1 yayasan (yg didirikan atas dasar agama Islam); 2 sesuatu (kendaraan, ta- nah, dsb) yg diberikan secara ikhlas untuk kepentingan umum yg berhu- bungan dng agama;

(21)

1806 berwakaf v memberikan wakaf;

mewakafkan v menyediakan sesuatu untuk umum atau untuk keperluan yg berkaitan dng agama

2wakaf n jeda; tempat berhenti sebentar (waktu membaca ayat Quran)

wakil n 1 orang yg dikuasakan menjadi pengganti (sulih) orang lain; 2 orang yg dipilih sbg utusan negara; duta; 3 orang yg menguruskan perdagangan dsb untuk orang lain; agen; 4 jabatan yg kedua setelah yg tersebut di belakangnya;

-- nikah orang yg menggantikan pengan- tin laki-laki dl pernikahan;

-- penjual wakil perusahaan/penjual yg bertugas menjualkan barang hasil perusa- haan dan/atau membuat kontrak-kontrak penjualan; -- rakyat orang-orang yg du- duk sbg anggota badan perwakilan rakyat; utusan rakyat;

berwakil v menggunakan wakil;

mewakili v bertindak sbg wakiI; me- nyulihi;

mewakiIkan v menunjuk orang sbg wakil;

terwakili v dapat diwakili;

perwakilan n 1 segala sesuatu tt wakil;2 kumpulan atau tempat wakil; 3 (kantor, urusan, dsb) wakil suatu negara sebelum ada duta; 4 (tempat atau kantor) wakil usaha; 5 seseorang atau kelompok yg mempunyai kemampuan atau kewajiban bicara bertindak atas nama kelompok yg lebih besar;

pewakil n sesuatu atau seseorang yg mewakili

waktu 1 n seluruh rangkaian saat ketika proses; perbuatan atau keadaan berada atau berlangsung; 2 n lamanya (saat yg tertentu); 3 n saat yg tertentu untuk me- lakukan sesuatu; 4 n kesempatan, tempo, peluang; 5 p ketika, saat; 6 n hari (ke-

adaan hari); 7 n saat yg ditentukan ber- dasarkan pembagian bola dunia;

-- berlaku waktu berlakunya surat-surat kredit atau untuk menggunakan dana kre- dit yg telah disediakan importir bagi eks- portir; -- duga berangkat perkiraan wak- tu berangkat kapal dr suatu tempat;

-- duga tiba perkiraan waktu tiba kapal dr suatu tempat; -- garapan jumlah waktu yg diperlukan untuk menyele- saikan produk tertentu yg dihitung sejak proses produksi dimulai sampai proses produksi berakhir; -- getar saat yg diten- tukan bergetar; -- lintas 1 waktu yg ter- pakai (dl sekon) dihitung dr saat proyektil meninggalkan meriam peluncur sampai saat ia mengenai sasaran atau meledak; 2 saat zarah meninggalkan sumber sampai ia tiba di detektor; -- paro jumlah waktu yg diperlukan setengah bagian; -- pulih waktu minimum dr awal denyut berikut- nya (dapat) mencapai persentase tertentu dr nilai maksimum pulsa terhitung dl pencacah Geiger; -- retensi saat atau waktu penyimpanan; -- standar waktu yg dipakai sbg acuan;

-- setempat waktu di daerah tertentu, dihitung menurut zona waktu tempat dae- rah itu berada;

berwaktu v mempunyai waktu yg terten- tu; dng waktu yg tertentu; memakai waktu;

pewaktu n alat untuk mengukur waktu yg dapat diset;

sewaktu n 1 ketika; saat; 2 sama wak- tunya;

sewaktu-waktu adv tidak tentu waktu- nya; kapan-kapan; bilamana saja

wakwak n ungka; wawa walabi n binatang asli Australia

walafiat kl a baik (tt kesehatan): sehat --, sehat dan baik

(22)

1807 walah p kata seru yg menyatakan kehe-

ranan, keputusan, kekhawatiran; ah!;

kewalahan v menderita putus asa krn tidak sanggup lagi menjalankan suatu tugas dsb; tidak sanggup lagi memenuhi tugas dsb

walak ark, mewalakkan v menempatkan;

meletakkan;

terwalak terletak

walakin kl p (walaupun begitu) tetapi; akan tetapi

walang n belalang;

-- sangit cenangau; pianggang

walang hati, berwalang hati kl a susah hati; cemas; gelisah

walat n tulah; nista

walau p meskipun; kendatipun walaupun p walau

walawa n akr wajib latih mahasiswa waledan n upah (tambahan upah, kenaikan

upah, dsb) yg belum dibayar

waleh /waléh/ v berterus-terang; mengaku terus terang

walet /walét/ n burung layang-layang;

Collacalia fuciphaga walhasil n dan hasilnya

wali n 1 orang yg menurut hukum (agama, adat) diserahi kewajiban mengurus anak yatim serta hartanya, sebelum anak itu dewasa; 2 pengasuh pengantin perem- puan saat menikah; 3 orang saleh; penye- bar agama Islam; 4 kepala pemerintah;

-- Allah orang yg suci dan keramat se- hingga dipandang sbg orang yg dekat dng Allah swt.; -- hakim pejabat urusan aga- ma yg bertindak sbg wali pengantin perempuan dl pernikahan jika pengantin perempuan tidak mempunyai wali;

-- kelas guru yg diserahi tanggung jawab membina murid di sebuah kelas; -- kota kepala kota madya; kepala wilayah kota administratif; -- negara kepala negara dr

negara bagian; -- negeri 1 kepala negeri;

2 gubernur jenderal; -- murid orang tua atau orang yg mewakili orang tua murid;

mewamilkan n mewajibkan mengikuti wamil

mewalikan v menjadi wali (wakil):

karena ayahnya sudah meninggal, pa- mannya ~ gadis itu pd saat per- nikahannya;

perwalian n 1 segala sesuatu yg berhu- bungan dng wali; 2 pemeliharaan dan pengawasan anak yatim dan hartanya; 3 pembimbing (negara, daerah, dsb) yg belum bisa berdiri sendiri;

memperwalikan v 1 menunjuk sbg wali;

menjadikan wali; 2 bertindak selaku wali untuk

walikukun n pohon, Actinophora Buurmani (fragrans)

walimah n 1 perjamuan kawin; 2 akad nikah

walimana kl n burung besar untuk ken- daraan dewa

waliullah n wali Allah

walki talki n pesawat radio pemancar dan penerima dl ukuran kecil sehingga mudah dibawa-bawa, bekerja dng kekuatan baterai

wallahualam p 1 dan Allah yg Mahatahu;

2 (kata seru yg berarti) tidak tahulah saya; entahlah

walrus n binatang sejenis anjing laut yg biasa hidup di laut Artik; Odobenus rosmarus divergens

wals n nama tarian Barat waluku n bajak; luku; tenggala

wambrau n nama angin yg kering dan panas

wamil n akr wajib militer;

1wan n tuan

2-wan n sufiks (dl bahasa Indonesia berasal dr bahasa Sanskerta yg berfungsi mem-

(23)

1808 bentuk pronomina yg bermakna orang yg gemar melakukan atau mempunyai hal (sifat) spt yg tersebut pd kata dasar:

bangsawan; sukarelawan; rupawan wana n hutan

wanara n kera; monyet

wanawisata n wisata yg tujuan atau sa- sarannya adalah hutan

wanda n ngambaran mimik dan watak wandu n banci

wangi a harum;

wangi-wangian n barang atau benda yg baunya harum; wewangian;

wewangian n wangi-wangian;

mewangi v menimbulkan bau wangi;

mewangikan v menjadikan wangi: bunga melati ini ~ ruangan kamarku;

pewangi n bahan (sesuatu) yg membuat wangi;

kewangian 1 a terlalu wangi; 2 n keharuman;

kewangi-wangian a agak wangi wangkang n jung kecil; perahu besar Cina wangsa kl n 1 keturunan raja; 2 bangsa wangsit n pesan (amanat) gaib wani a berani

wanita n perempuan dewasa;

-- karier wanita yg berkecimpung dl ke- giatan profesi (usaha, perkantoran, dsb);

kewanitaan n yg berhubungan dng sifat- sifat wanita; keputrian

wanoja n gadis remaja

wanprestasi /wanpréstasi/ 1 a kedaan salah satu pihak (biasanya perjanjian) ber- prestasi buruk krn kelalaian; 2 n prestasi buruk

wantek /wanték/ n zat pemberi warna; 2 tidak luntur warnanya

mewantek v memberikan pewarna (pd cita, kain putih);

pewantek n proses, cara, perbuatan me- wantek

1wantilan n tempat penggergajian kayu;

tempat pemrosesan kayu gelondongan menjadi papan, kasau, dsb

2wantilan n tempat umum berbentuk ba- ngunan empat persegi panjang yg tidak berdinding, tempat orang berapat atau mengadakan sabung ayam

1Wara n akr Wanita Angkatan Udara

2wara, wara-wara kl n pengumuman;

pemberitahuan;

pewara n pembawa acara dl suatu upacara

1warak a patuh dan taat kpd Allah

2warak n badak

warakawuri n istri (anggota ABRI) yg ditinggal mati suaminya

warangan n racun tikus

waranggana n penyanyi wanita dl seni karawitan Jawa: pesinden

warangka a bagian sarung keris dsb waras a 1 sembuh jasmani; sehat; 2 sehat

rohani (mental, ingatan): setelah bertemu dng anaknya yg telah lama menghilang, ibu itu menjadi -- kembali

1warawiri n bunga raya

2warawiri v berjalan hilir mudik; mondar- mandir

warga n 1 anggota (keluarga, perkumpulan, dsb); 2 ark tingkatan dl masyarakat;

kasta;

-- dalam keluarga keraton; keluarga su- nan; keluarga sultan; -- dunia orang yg tidak menjadi rakyat salah satu negara;

orang yg tidak berkebangsaan; -- jagat ark → warga dunia; -- kota penduduk kota;

kewargaan n hal yg berhubungan dng warga; keanggotaan;

pewargaan n proses, cara, perbuatan mewargakan

warga negara n warga dr suatu negara;

-- asing orang warga negara lain;

(24)

1809 mewarganegarakan v menjadikan warga negara;

pewarganegaraan n proses, cara, per- buatan, mewarganegarakan;

kewarganegaraan n hal yg berhubungan dng warga negara; keanggotaan sbg war- ga negara;

~ ganda perihal memiliki dua kewar- ganegaraan

wari, berwari kl p maka(tersebutlah) waria n pria yg bersifat dan bertingkah la-

ku spt wanita; pria yg mempunyai pera- saan dan bertingkah laku spt wanita

1warid v mengerjakan sebagaimana yg di- lakukan oleh Nabi Muhammad saw

2warid n urat nadi waringin n beringin

1waris n 1 orang yg berhak menerima harta pusaka orang yg telah meninggal; 2 wa- risan; pusaka; harta peninggalan;

-- asli waris yg sesungguhnya spt anak dsb; -- karib waris yg dekat kpd anak cucu dsb; -- sah penerima waris berda- sarkan hukum (agama, adat);

mewarisi v 1 memperoleh waris dr: adik

~ benar sifat ibu yg penyabar; 2 ki mem- peroleh sesuatu yg ditinggalkan;

mewariskan v 1 memberi pusaka kpd;

meninggalkan sesuatu kpd: kakek ~ sawahnya pd bapak; 2 menjadikan waris;

warisan n sesuatu yg diwariskan, spt nama baik, harta, harta pusaka

pewaris n yg memberi warisan;

pewarisan n proses, cara, perbuatan me- wariskan

2waris a untung; selalu mujur warita ark n 1 berita; kabar; 2 cerita warkat n 1 surat; 2 isi surat;

-- pos lembaran surat pos (yg boleh di- lipat sbg surat tertutup)

warna n 1 kesan yg diperoleh mata dr ca- haya yg dipantulkan oleh benda-benda yg

dikenainya; corak rupa spt biru dan hijau;

2 kl kasta; golongan; tingkatan (dl mas- yarakat); 3 corak; ragam (sifat sesuatu);

-- asli warna yg didapat dr alam, bukan buatan atau olahan manusia; -- bunyi sifat khusus yg menjadi dasar perbedaan bunyi vokal ditinjau dr sudut kesan dengar; -- cempaka warna kuning spt bunga cempaka; -- delima warna merah muda spt biji delima; -- dingin warna yg sedap dipandang atau nyaman dipakai;

-- gelap warna yg tidak memiliki cahaya, msl hitam; -- nada warna suara; timbre;

-- sari penting, menarik atau bagus- bagus; bunga rampai; -- komplementer warna-warna yg saling melengkapi;

-- minyak warna-warna yg mengandung zat cair berlemak; -- netral warna-warna yg tidak mencolok mata, msl abu-abu, putih; -- panas warna yg mengundang perhatian dl hal seksual; -- pastel warna yg lembut polos; -- primer warna yg menjadi dasar atau pokok; -- redup warna-warna yg tidak bersinar atau mendekati gelap; -- sekunder warna- warna yg dijadikan pelengkap; -- warta berbagai berita;

berwarna v mempunyai warna; memakai warna;

berwarna-warna v mempunyai banyak warna; bermacam-macam warna;

mewarnai v 1 memberi berwarna;

mengecat dsb; 2 menandai; 3 mem- pengaruhi;

mewarnakan v menyebabkan berwarna;

mewarnai;

pewarna n bahan untuk memberi warna;

pewarnaan n proses, cara, perbuatan mewarnai;

sewarna n sama warnanya;

(25)

1810 warna-warni a bermacam-macam (warna);

berwarna-warna: bunga di taman terlihat

~ dan indah;

berwarna-warni v mempunyai berma- cam-macam warna; beraneka warna;

mewarna-warnikan v menjadikan ber- warna-warni

warnet akr warung internet warok n pendekar yg disegani warsa n tahun

warta n berita; kabar;

-- berita berbagai kabar; -- harian surat kabar yg terbit setiap hari; -- sepekan majalah, tabloid yg terbit seminggu sekali;

mewartakan v menyampaikan kabar;

memberitahukan; mengabarkan;

pewarta n yg mewartakan;

pewartaan n proses, cara, perbuatan mewartakan

wartawan n orang yg pekerjaannya men- cari berita untuk mengisi surat kabar dan majalah; jurnalis;

-- foto wartawan pencari berita dng menggunakan kamera; -- lepas wartawan yg tidak menjadi staf tetap salah satu surat kabar, tetapi hanya menyumbang- kan tulisan-tulisan mewakili beberapa penerbitan pers;

kewartawanan n yg berhubungan dng wartawan

wartawati n wartawan wanita

waru n pohon yg tumbuh di tempat yg lembap, warnanya biru ke abu-abuan, pohon yg dipakai sbg pohon peneduh, kulit bagian dalam sangat ulet baik dipakai sbg tali; Hibiscus tiliaceus

waruga n badan, jasad waruna kl n dewa laut

warung n tempat berjualan makanan, minuman, dsb; kedai; lepau;

-- hidup ki pekarangan yg ditanami sayur-sayuran untuk keperluan sehari- hari;

-- kagetan warung yg dibuat secara men- dadak

berwarung v mempunyai warung; ber- kedai; berlepau: bibi ~ di tikungan jalan warwar n uar-uar

wasabi n bumbu pedas pd hidangan daging dan ikan dl masakan Jepang

wasak n (gandum, beras, dsb) sebanyak beban unta 180 kati (di Jawa)

wasalam 1 v selamatlah; sejahteralah; 2 p penutup surat, pidato, dsb, hormat dan takzim

wasangka n syak dan sangka; kebim- bangan hati; rasa khawatir kecurigaan wasi n orang yg melaksanakan wasiat wasiat n 1 pesan terakhir yg disampaikan

oleh orang yg akan meninggal berkenaan dng harta kekayaan dsb; 2 pusaka; (yg) bertuah; gaib (yg berarti ganjil, dapat mengadakan sesuatu yg aneh, dsb);

-- di bawah tangan wasiat yg dibuat sen- diri, tidak di muka notaris, yg membuat penunjuk seorang ahli waris untuk mene- rima sebagian atau seluruh warisan;

-- hukum wasiat yg dibuat di muka notaris dan diumumkan setelah si pem- buat meninggal dunia; -- rahasia wasiat yg ditaruh dl sampul tertutup dan disim- pan oleh notaris (dikuatkan dl bentuk akta dng disaksikan oleh empat orang);

berwasiat v membuat wasiat; berpesan;

mewasiatkan v memberikan wasiat;

memesankan; mewariskan

wasilah n ikatan; perhubungan; pertalian wasilat → wasilah

wasir n nama penyakit pd lubang anus;

ambeien

wasit n1 penengah; perantara; 2 penentu;

pemimpin (dl pertandingan olahraga,

(26)

1811 dsb); 3 pemisah; pelerai; pendamai (antara yg berselisih dsb);

-- honorer wasit kehormatan;

mewasiti v menjadi wasit

wasitah n 1 perempuan yg dapat berhu- bungan dng orang halus; 3 perantara (telangkai dsb)

waskita a waspada; awas; terang mata;

kewaskitaan n kewaspadaan

waslah n perhubungan; perangkaian; nama tanda tulisan Arab untuk menyatakan per- hubungan yg menghilangkan bunyi (hurut) alip

waslap n kain untuk mengelap atau menye- ka, menggosok atau membersihkan tangan; serbet

waspada a hati-hati; berawas-awas dan berjaga-jaga;

berwaspada v berhati-hati; berjagajaga:

~lah saat menyeberang jalan;

mewaspadai v berlaku waspada thd; me- merhatikan dng waspada;

mewaspadakan v membuat supaya was- pada; menjadikan siap siaga: kepala sat- pam ~ anak buahnya pd saat berpatroli;

kewaspadaan n keadaan (hal) waspada;

kesiapsiagaan

wastafel n tempat membersihkan diri (cuci muka, cuci tangan, gosok gigi, ber- kumur), letaknya menempel pd dinding (di luar atau di dalam kamar mandi), dilengkapi dng keran air, cermin dan rak untuk meletakan sabun, pasta gigi atau alat-alat kecantikan

1waswas a 1 ragu-ragu; 2 khawatir; 3 curiga;

berwaswas v berpikir yg bukanbukan;

mempunyai perasaan raguragu (khawatir);

2waswas n godaan batin; pikiran yg timbul di hati

watak n sifat batin manusia yg mempenga- ruhi segenap pikiran dan tingkah lakunya;

budi pekerti; tabiat;

berwatak v berkepribadian; bertingkah laku; mempunyai watak;

mewataki v memberi watak;

perwatakan n hal-hal yg berhubungan dng watak

watan n tanah air; tanah tumpah darah watermark n tanda dl kertas (msl) pd uang

kertas yg hanya tampak samar-samar jika kena sinar

waterpas n alat untuk mengetahui rata atau tidaknya suatu permukaan horizontal (msl ubin)

-wati kl n akhiran dl bahasa Indonesia untuk bentuk yg menyatakan jenis perem- puan: warta--;

waton → watan

watt n satuan tenaga listrik yg diperlukan arus dr satu amper dan tegangan satu volt wattmeter /wattméter/ n alat untuk meng-

ukur daya listrik dl watt watu n batu

1wau n 1 layang-Iayang dr kertas; 2 nama sebangsa burung krn berbunyi demikian

2wau n huruf Arab ke-26

wawa n kera yg tangannya panjang tetapi tidak berekor biasa mengeluarkan suara

"wau, wau" dng keras; ungka;

Hylobateslar (agilis)

wawancara n 1 pertemuan wartawan dng seseorang (pejabat dsb) yg diperlukan untuk dimintai keterangan atau penda- patnya mengenai suatu hal untuk dimuat dl surat kabar; 2 pertemuan tanya jawab direksi (kepala personalia, kepala humas) perusahaan dng pelamar pekerjaan; 3 per- temuan tanya jawab peneliti dng infor- man untuk tanya jawab, spt antara maji- kan dan orang yg melamar pekerjaan;

(27)

1812 -- bebas wawancara yg susunan per-

tanyaan tidak ditentukan lebih dahulu dan pembicaraannya bergantung pd suasana wawancara; -- individual wawancara yg dilakukan oleh seseorang (pewawancara) dng responden tunggal; -- kelompok wawancara yg dilakukan terhadap seke- lompok orang dl waktu yg bersamaan;

-- terbuka wawancara yg berdasarkan pertanyaan yg tidak terbatas (tidak ter- ikat) jawabannya; -- terpimpin wawan- cara dng memakai pertanyaan-pertanyaan yg sudah disiapkan sebelumnya; -- ter- tutup wawancara yg berdasarkan per- tanyaan yg terbatas jawabannya;

berwawancara v mengadakan tanya jawab atau wawancara mengenai hal-hal yg dianggap penting untuk diketahui;

mewawancarai v meminta keterangan atau pendapat seseorang mengenai suatu hal;

terwawancara n orang yg diwawancarai;

pewawancara n orang yg mewawancarai wawanmuka n temu muka;

berwawanmuka v berhadap-hadapan;

saling mengenali

wawanrembuk n tukar pendapat; per- undingan

wawas, mewawas (= mawas) v meneliti;

meninjau;

wawasan n 1 hasil mewawas; 2 cara pandang;

~ nasional cara pandang suatu bangsa dl hidup bermasyarakat, berbangsa dan ber- negara serta dl hubungan antarnegara yg merupakan hasil perenungan filsafat tt sejarah diri dan lingkungan dng mem- perhatikan sejarah dan kondisi sosial budaya serta memanfaatkan konstelasi geografis guna menciptakan dorongan dan rangsangan dl usaha mencapai tujuan nasional; ~ nusantara wawasan nasional

bangsa Indonesia yg dijiwai Pancasila dan UUD 1945, menghendaki adanya persatuan dan kesatuan wilayah, rakyat, dan pemerintah dl mencapai tujuan nasional dan ikut melaksanakan keter- tiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial; ~ sosial kemampuan untuk memahami cara-cara penyesuaian diri atau penem- patan diri dl lingkungan sosial

wayang n 1 boneka tiruan orang dsb yg terbuat dr pahatan kulit atau kayu dsb yg dapat dimanfaatkan untuk memerankan tokoh dl pertunjukkan drama tradisional (Bali, Jawa, Sunda, dsb), biasanya di- mainkan oleh dalang; 2 pertunjukan wa- yang (selengkapnya); 3 ki orang suruhan yg harus bertindak sesuai dng perintah orang lain; 4 bayang-bayang

-- beber wayang berupa lukisan yg dibuat pd kertas gulung dan memainkan- nya dng cara membeberkan kertas gulung itu, yg berisikan cerita inti dr lakon yg akan dikisahkan oleh dalang; --golek wayang yg dibuat dr kayu biasanya berupa anak-anakan atau boneka kayu;

-- klitik wayang terbuat dr kayu;

-- kerucil wayang klitik; -- kulit wayang yg dibuat dr kulit; -- mbeling cerita wayang yg menyimpang dr aturan yg ada, biasanya penuh humor dan berisikan kritik kpd orang atau lembaga tertentu;

-- purwa wayang kulit yg membawakan cerita-cerita yg bersumber dr kitab Maha- barata dan Ramayana; -- sadat wayang kulit yg menuntaskan lakon para wali dr kerajaan Demak sampai Kerajaan Pajang, anak-anak wayang dan dalang beserta niyaga memakai serban; -- wong wayang yg dimainkan oleh orang;

mewayangkan v memainkan wayang;

menjadikan lakon wayang;

(28)

1813 pewayang n sesuatu atau alat yg dapat memunculkan bayang-bayang;

~ pandang alat elektronika yg mampu memunculkan bayang-bayang yg berupa tulisan atau sumber untuk dibaca atau dilihat;

pewayangan n perihal wayang;

wayangan n pertunjukan wayang wayuh a beristri lebih dr seorang wazir kl n perdana menteri

web /wéb/ n sistem untuk mengakses, me- manipulasi, dan mengunduh dokumen hipertaut yg terdapat dl komputer yg dihubungkan melalui internet; jejaring;

jaringan

weber /wéber/ n Fis satuan fluks imbas magnetik

Weda /wéda/ n kitab suci orang Hindu yg ditulis dl bahasa Sanskerta

wedana n pembantu pimpinan wilayah Daerah Tingkat II (Kabupaten) mem- bawahkan beberapa camat; pembantu bupati;

kawedanan n daerah (kantor, rumah) wedana

wedang /wédang/ n air matang (panas);

wedangan v duduk-duduk sambil minum air teh dsb: paman gemar ~ di warung itu kalau malam

wedani n nama tumbuhan merambat, Quisqualis indica

wedar v, mewedar v membentangkan (me- maparkan) ilmu dsb; membaca mantera

1wedel a kuat, tidak mudah robek (tt te- nunan atau anyaman)

2wedel, mewedel v mewarnai kain dng mencelupkan ke dl larutan nila;

wedelan n hasil mencelup weduk a kebal;

kewedukan n perihal weduk; kekebalan wedus gembel /wedus gémbél/ n ki lahar

panas

wejang n nasihat; petunjuk; petuah;

mewejang v memberi nasihat; memberi pelajaran dsb;

wejangan n 1 petuah; petunjuk; ajaran;

2 pidato yg bertujuan memberi nasihat dsb

wekel a tekun; rajin; dng sungguh-sungguh weker /wéker/ → beker

welahar n danau kecil welas a belas; kasihan

welasan ark imbuhan (tiap 10 ditambah 1) weling n wasiat; pesan

welirang n belerang welit n (atap) lalang

welter /welter/ n kelas tinju yg berat petin- junya antara 63,5-67 kg;

-- ringan kelas tinju dibawah kelas wel- ter (berat badan antara 60 sampai 63,5 kilogram)

wenang, berwenang v mempunyai (men- dapat) hak dan kekuasaan untuk me- lakukan sesuatu;

wewenang n hak dan kekuasaan yg di- miliki; kewenangan

kewenangan n 1 hal berwenang; 2 hak atau kekuasaan yg dipunyai untuk me- lakukan sesuatu;

sewenang-wenang adv tidak semena- mena; semaunya: seorang pemimpin yg baik tidak boleh ~ terhadap bawahannya;

kesewenang-wenangan n perbuatan se- wenang-wenang; kelaliman dsb;

pewenang n pihak yg berwenang wenter /wénter/ n cat warna

wereng n seranga hama tanaman padi yg berdaya sebar kuat dan sangat ganas sulit diberantas krn bertengger dipangkal daun padi; Nila parvata lugens;

-- cokelat binatang kecil yg menyerang dan memusnahkan buah padi yg baru mulai muncul, cepat berkembang biak dan hidupnya pendek, daya sebarnya

(29)

1814 cepat, dan daya serangnya ganas; -- hijau tungro

werst n 1 mil Rusia yg panjangnya ± 1,066 km

wese /wésé/ n kp berasal dr WC = water closet tempat buang air; jamban

1wesel /wésel/ n 1 surat pos untuk mengi- rimkan uang; 2 surat pembayaran yg dapat diuangkan di kantor pos atau bank oleh pemegangnya;

-- bayar janji tertulis yg ditandatangani oleh pembuatnya agar pd tanggal yg ditetapkan atau pd waktu yg akan datang dan atas permintaan tertentu membayar- kan sejumlah uang; -- bank cek yg dita- rik oleh suatu bank atas dananya yg di- simpan pd bank lain; -- berjangka wesel yg dapat dibayar beberapa hari setelah ditunjukkan atau setelah diajukan untuk disetujui; -- cek alat pembayaran yg beru- pa surat berharga dapat ditukarkan dng uang; -- luar wesel yg ditarik oleh negara lain; -- permintaan wesel yg segera dibayar pd saat diminta; -- tagih janji ter- tulis yg tidak bersyarat, dibuat oleh pihak yg satu untuk pihak yg lain, ditanda- tangani oleh pihak pembuatnya, untuk membayar sejumlah uang atas permin- taan atau pd pihak yg memerintahkan atau membayarnya -- terjamin wesel yg dijamin oleh bank atau perusahaan per- kreditan sehingga didapatkan kapasitas pembayarannya; -- tunda yg langsung di- bayarkan atas penunjukan

2wesel /wésel/ n konstruksi batang-batang rel kereta api yg bercabang (bersim- pangan) tempat memindahkan arah jalan kereta api

wesket /wésket/ ark n rompi

westernis /wésternis/ a berkiblat ke Barat;

berhaluan Barat; kena pengaruh Barat

westernisasi /wésternisasi/ n pemujaan thd Barat yg berlebihan; pembaratan

wet /wét/ kl n undang-undang; hukum wetan /wétan/ n timur

weton n hari lahir wewarah n ajaran wewaton n persyaratan

wibawa n 1 pembawaan yg mengandung kepemimpinan sehingga dapat mem- pengaruhi dan menguasai orang lain;

2 kekuasaan;

berwibawa v mempunyai wibawa (se- hingga disegani dan dipatuhi): orang yg ~ layak dijadikan pemimpin;

kewibawaan n 1 hal yg menyangkut wi- bawa; 2 kekuasaan yg diakui dan ditaati wicara n bicara; tutur kata; pembicaraan widara → bidara

widiawan n orang yg ahli dl ilmu dan pengetahuan; cerdik-cendikia; pandit widiawati n sarjana wanita; doktoranda widuri n nama pohon yg batangnya tidak

begitu tinggi, Calotropis gigantea widyawisata n perjalanan ke luar (daerah,

kampus, sekolah) dl rangka kunjungan studi untuk menambah pengetahuan wig n rambut tiruan (rambut buatan, rambut

palsu) sbg penutup kepala

wihara n biara yg didiami oleh para biksu wijaya kl n kemenangan; menang;

wijayakusuma n pohon berukuran sedang, batangnya bengkang-bengkok, rantingnya tebal, daunnya besar lonjong sampai bun- dar telur, berwarna hijau muda, bunganya kecil-kecil wangi, tumbuh di pantai ber- batu di pulau-pulau kecil di sekitar pulau Jawa; Pisonia grandis

wijen /wijén/ n 1 tumbuhan suku biji-bijian dng tinggi dua meter, buahnya berbentuk kotak lonjong, bijinya kecil-kecil me- ngandung minyak untuk minyak goreng, margarine, dsb; Sesamum orientale

(30)

1815 wijik v mencuci kaki (tangan);

wijikan n pencucian kaki (tangan) wikalat n jabatan sbg wakil; perwakilan wiket /wikét/ n gawang dl permainan kriket wiku kl n pendeta pertapa

wiladah n kelahiran wilah n bilah wilahar → welahar

wilangon kl n gelora berahi; dendam berahi wilayah n daerah (kekuasaan, pemerin-

tahan, pengawasan, lingkungan dsb);

-- administratif lingkungan kerja pe- rangkat pemerintah pusat yg menye- lenggarakan tugas pemerintahan umum di daerah; -- antar wilayah yg ada dl batas antarsuatu kantor pos; -- kerja daerah yg menjadi kekuasaan dl menjalankan tugas;

mewilayahi v mencakupi daerah: keca- matan Serpong ~ beberapa desa;

perwilayahan n hal-hal yg berhubungan dng wilayah;

sewilayah n satu wilayah; seluruh wilayah

wilayat → wilayah

wilis a biru kehijau-hijauan; hijau wilow n nama pohon

wimana kl n kendaraan; kereta

wincester /wincéster/ n nama jenis senapan windu n jangka waktu yg lamanya delapan

tahun; daur kecil;

berwindu-windu num beberapa windu;

sewindu n dl jangka waktu yg lamanya delapan tahun

wing n 1 sayap; 2 lencana (tanda) pener- bang; 3 lencana (tanda) lulus pendidikan (latihan) spt terjun payung dan terbang layang dsb: setiap penerbang yg lulus mendapa t--

wingit a 1 suci dan keramat; muhtasham;

2 angker: orang-orang merasa takut me- masuki hutan itu karena gelap dan --;

sewingit adv seangker

winglet /winglét/ n sayap kecil yg terdapat pd pesawat terbang yg berfungsi untuk mengurangi hambatan udara akibat ulakan udara bertekanan tinggi dr bawah sayap, yg berusaha menuju ke atas per- mukaan sayap lewat ujung sayap

winter ark n serbuk pewarna (untuk pakaian)

wira kl n 1 pahlawan; laki-laki; 2 sifat jan- tan (berani); perwira;

kewiraan n kepahlawanan; kemiliteran wiracarita n cerita kepahlawanan; syair

kepahlawanan; epos

wirang a maIu: semua orang tua akan -- bila anaknya terlibat kejahatan

wiraniaga n pedagang wirasat → firasat

wirasuara n penyanyi pria dl karawitan (gamelan) Jawa; penyeling (bagi si penyanyi)

wiraswasta n orang yg berani mengambil risiko untuk memulai usaha baru, mema- sarkan, serta mengatur permodalan usahanya

wirawan kl n pahlawan; gagah perkasa;

gagah berani

wirid n 1 zikir yg diamalkan sesudah sem- bahyang; 2 kutipan-kutipan dr Quran yg ditetapkan untuk dibaca; 3 pelajaran (il- mu keagamaan);

mewiridkan v 1 membawa wirid; meng- amalkan wirid; 2 menjadikan sbg wirid;

wiridan n 1 yg akan diwiridkan; 2 hal mengucapkan wirid

wiru n lipatan-lipatan (pd kain dsb);

berwiru-wiru v berlipatan-lipatan;

mewiru v melipat-lipat kain wir-wir → uir-uir

wisa n bisa; racun

wisana n akhir; kesudahan

(31)

1816 wisata v 1 bepergian bersama-sama (untuk

memperluas pengetahuan, bersenang- senang, dsb); bertamasya; 2 piknik;

-- bahari berwisata untuk menikmati alam laut; -- edukatif wisata untuk mem- perdalam atau lebih memahami suatu objek agar menambah wawasan, dan pengetahuan baik budaya maupun tek- nologi; -- budaya wisata dng tujuan mengenal hasil kebudayaan setempat;

-- karya kunjungan kerja; tur; -- kuliner wisata yg dilakukan untuk menikmati aneka ragam masakan dr berbagai daerah;

-- niaga wisata dng objek yg bersifat komersial, msl pameran dagang atau industri; -- puri wisata yg objeknya ada- lah puri (Istana) dng segala isi dan kegiatannya;

berwisata v melakukan perjalanan wisata wisatawan n orang yg berdarmawisata;

pelancong; turis

wisaya n 1 jerat penangkap binatang;

2 sihir

-- apkir bulu wol yg cacat krn terdapat noda-noda dng warna yg tidak disenangi;

-- karpet wol kasar bermutu rendah, umumnya berasal dr domba potong yg dipergunakan sbg bahan pembuat karpet atau keset, biasanya berasal dr Asia;

-- kasar wol yg agak kasar dan kuat serabut-serabutnya biasanya berasal dom- ba Merino di Australia; -- kasur wol yg empuk bila ditekan memantul, tampak tebal, besar, tetapi ringan; -- lacakan wol tidak seragam, bercampur rambut dan potongan wol kasar; -- terak wol dng leburan logam spt batu kaca; -- timbul wol kasar

wisesa /wisésa/ n 1 penguasa utama;

2 kekuasaan yg tertinggi wisik n ilham; bisikan

wiski n minuman keras dng alkohol ber- kadar tinggi

wisma n 1 bangunan untuk tempat tinggal;

kantor, dsb; 2 kumpulan beberapa rumah;

kompleks tempat tinggal;

-- tamu rumah (gedung) khusus untuk ta- mu yg mungkin bermalam;

mewismakan v menempatkan dl wisma:

pemerintah daerah ~ korban bencana banjir di tiga lokasi

Wisnu n salah satu dewa Trimurti (Brah- ma, Shiwa, Wisnu) yg berperan sbg dewa pemelihara

wisuda n peresmian atau pelantikan yg di- lakukan dng upacara khidmat;

mewisuda v meresmikan atau melantik dng upacara khidmat

wisudawan n (sarjana muda, sarjana) laki- laki yg diwisuda

wisudawati n (sarjana muda, sarjana ) wanita yg diwisuda

witir a ganjil spt bilangan satu, tiga, lima dsb

wiwaha n pernikahan; pesta pernikahan wiweka /wiwéka/ ark 1 a sangat berhati-

hati; 2 n sikap berhati-hati (thd segala masalah)

wiyaga n penabuh gamelan wiyata ark n pengajaran; pelajaran;

-- praja jawatan urusan pengajaran wizurai kl n raja muda sebangsa gubernur

jenderal

wodka n arak Rusia

wol n bulu binatang yg halus; bulu domba untuk bahan pakaian (baju hangat, jas, celana) dsb;

wolanda ark n Belanda

wolfram n 1 logam berwarna hitam kelabu yg tahan panas, biasa dipakai sbg bahan industri lampu pijar; 2 Kim unsur dng nomor atom 74, lambang w, dan BA=

(32)

1817 183, 85; logam berat kelabu kehitaman, keras, dan getas; tungsten

worawari n bunga sepatu

wortel n tanaman sayuran berakar pasak berdaging berwarna kuning jingga, kaya zat gula, vitamin, dan garam mineral;

Dancus carota

wow p kata seru yg menyatakan keter- kejutan dan kegembiraan

wreda a 1 lanjut usia; tua; 2 sudah banyak pengalaman tugas, dsb; senior; 3 tingkat terakhir

wredatama n pensiunan

wudu v menyucikan diri sebelum salat dng membasuh muka, tangan, sebagian ke- pala, dan kaki;

berwudu v mengambil air wudu: syarat sah salat adalah ~

wuduk n nasi yg ditanak dng santan wufer n alat elektronika yg digunakan

untuk menghasilkan bunyi berfrekuensi rendah

1wujud n 1 sesuatu yg ada bentuknya (da- pat diraba, dilihat, dsb); 2 adanya sesua- tu; 3 rupa (bentuk dsb) yg dapat dilihat;

4 benda yg nyata (bukan roh dsb);

berwujud v 1 sungguh ada (dapat diraba, dilihat, dsb); berupa barang nyata;

2 nyata; konkret; maujud;

mewujud v muncul; timbul;

mewujudkan 1 menyatakan; melaksana- kan (perbuatan, cita-cita, dsb); 2 mene- rangkan (memperlihatkan) dng benda yg konkret; 3 menjadikan berwujud (benar- benar ada dsb);

terwujud v terlaksana; terbukti;

kewujudan n perihal adanya wujud (sesuatu); keadaan wujud

perwujudan n 1 rupa (bentuk) yg dapat dilihat; 2 sesuatu yg nyata; 3 pelaksanaan (cita-cita); 4 barang sesuatu yg berwujud (spt yg tampak dl mimpi dsb)

memperwujudkan v membuat menjadi berwujud;

2wujud n maksud; tujuan

1wuku n pemberi pinjaman (uang dsb)

2wuku n pekan dl penanggalan Jawa atau Bali

wukuf n salah satu upacara haji (dng ber- diam beberapa saat di Arafah pd ketika mulai waktu tergelincirnya matahari tanggal 9 Zulhijah sampai terbit fajar tanggal 10 Zulhijah);

berwukuf v melakukan wukuf: hari ini di Arafah jemaah haji sedang ~

wulan n bulan (Januari dsb) wulang, wulangan n ajaran

wulu cumbu n 1 inang pengasuh laki-laki;

2 penurut; pengekor

wus a tiruan bunyi kecepatan lari atau kencangnya (tt mobil, dsb)

wushu n seni bela diri

wuwung, wuwungan n bubungan

Referensi

Dokumen terkait

Surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali (repo) 7. Diukur pada nilai wajar melalui laporan laba/rugi b. Dimiliki hingga jatuh tempo.. d. Cadangan kerugian penurunan

Penelitina ini merupakan penelitian deskriptif dan sample yang digunakan adalah seluruh mahasiswa pengikut mata kuliah entomologi pada peorgram studi pendidikan biologi pada

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI.. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN

Perhatikan gambar di bawah ini: Jika daerah yang diarsir pada gambar diputar mengelilingi sumbu X sejauh 360 maka volume benda putar yang terjadi adalah … satuan

POKJA ULP PENGADAAN PEMBUATAN TAMAN, POS JAGA, PAGAR, BAK AIR DAN INSTALASI AIR PENGADILAN NEGERI PAGAR ALAM

In this study, the writer provides some language games that can be used for teaching speaking to the fifth grade students of Elementary School, and how to

Berdasarkan definisi yang telah diungkapkan oleh beberapa tokoh mengenai kewirausahaan, dapat ditarik kesimpulan bahwa kewirausahaan merupakan suatu usaha untuk

Perlindungan hukum yang meliputi undang-undang dan peraturan mentri tersebut yang seharusnya dapat memberikan perlindungan bagi anak sebagai peserta didik di