Listrik untuk kehidupan yang lebih baik i
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ... i DAFTAR GAMBAR ... iv DAFTAR TABEL ... v BAB I. PENDAHULUAN ... 11.1. Pengertian dan Fungsi Kompresor Sentral ... 1
1.1.1. Azas Kompresor ... 1
1.1.2. Teori Kompresi ... 2
1.2. Komponen dan Fungsi ... 3
1.2.1. Sistem Pengisian Udara ... 3
1.2.1.1. Motor Kompresor ... 3
1.2.1.2. Kopling ... 3
1.2.1.3. Tangki udara ... 3
1.2.1.4. Non Return Valve ... 4
1.2.1.5. Katup Pengaman (Safety Valve) ... 4
1.2.1.6. Pompa Kompresi Udara ... 4
1.2.1.7. Pressure Switch ... 4
1.2.1.8. Pressure Gauge ... 4
1.2.1.9. Oil Level ... 4
1.2.2. Panel Kontrol ... 6
1.2.2.1. Terminal dan Wiring kontrol ... 6
1.2.2.2. Lampu Indikasi ... 6
1.2.2.3. Switch ... 6
1.2.2.4. Meter tegangan dan arus ... 7
1.2.2.5. Counter kerja motor kompresor ... 7
1.2.2.6. Lemari Panel ... 7
1.2.3. Sistem Saluran ... 7
1.2.3.1. Keran ... 7
1.2.3.2. Pipa ... 7
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik ii
BAB II PEDOMAN PEMELIHARAAN KOMPRESOR. ... 9
2.1 In Service / Visual Inspection ... 9
2.1.1. Pengertian ... 9 2.1.2. Pemeriksaan Harian : ... 9 2.1.3. Pemeriksaan Mingguan : ... 9 2.1.4. Pemeriksaan Bulanan : ... 10 2.1.5. Pemeriksaan Khusus ... 10 2.2 In service measurement ... 11 2.2.1. Pengertian ... 11
2.2.2. Pengukuran saat motor bekerja ... 11
2.2.3. Pemeriksaan sistem kompresor ... 12
2.3 Shutdown Measurement/Shutdown Function Check ... 13
2.3.1. Pengertian ... 13
2.3.2. Pemeliharaan Mingguan atau 100 jam Operasi. ... 13
2.3.2.1. Motor Listrik ... 13
2.3.2.2. Bagian kompresor ... 13
2.3.2.3. Tangki dan Pipa Udara. ... 13
2.3.2.4. Panel Kontrol ... 13
2.3.3. Pemeriksaan dan Pemeliharaan Tahunan atau 2000 jam Operasi... 14
2.3.3.1. Motor Listrik ... 14
2.3.3.2. Bagian Kompresor ... 14
2.3.3.3. Pengujian fungsi rele. ... 15
2.3.3.4. Pemeriksaan kompresor kondisi tidak aktif ... 17
2.4 Overhaull ... 18
2.4.1. Pengertian ... 18
2.4.2. Tahapan Overhaull ... 18
2.4.1.1. Prosedur Pembongkaran ... 19
2.4.3. Function Check ... 24
2.5 Butir-butir kegiatan pemeriksaan dan pemeliharaan kompresor ... 26
BAB III EVALUASI HASIL PEMELIHARAAN. ... 33
3.1. Metode Evaluasi Hasil Pemeliharaan ... 33
3.2. Standart Evaluasi Hasil Pemeliharaan ... 34
3.2.1. Pengukuran Motor Listrik ... 34
3.2.2. Tekanan udara... 34
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik iii
3.2.4. Panel Kontrol ... 35
BAB IV. REKOMENDASI HASIL PEMELIHARAAN ... 36
4.1. Rekomendasi Hasil In Service / Visual Inspection ... 36
4.1.1. Periode harian ... 36 4.1.2. Periode mingguan ... 37 4.1.3. Periode bulanan ... 37 4.1.4. Periode tahunan ... 38 LAMPIRAN ... 39 DAFTAR ISTILAH ... 53 DAFTAR PUSTAKA ... 54
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik iv
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1. Kerja Kompresor bolak balik ... 1
Gambar 1.2. Azas kompresor sudu luncur ... 2
Gambar 1.3. Teori Kompresi ... 2
Gambar 1.4. Unit kompresor dan bagian-bagiannya ... 5
Gambar 1.5. Kontruksi kompresor JAB SVB600/250 ... 5
Gambar 1.6. Panel kontrol kompresor ... 7
Gambar 2.1. Terminal sumber AC ... 11
Gambar 2.2. Instalasi kompresor sentral ... 15
Gambar 2.3. Unit Kompresor ... 18
Gambar 2.4. Part-part yang akan di bongkar ... 19
Gambar 2.5. Badan kompresor ... 20
Gambar 2.6. Pembuangan minyak pelumas ... 20
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik v
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1. Keterangan gambar 1.4 dan 1.5 ... 6
Tabel 1.2. Data-data teknis kompresor utama ... 8
Tabel 2.1. Pekerjaan Pengukuran in service ... 11
Tabel 2.2. Ikhtisar pekerjaan pemeliharaan in service ... 12
Tabel 2.3. Spesifikasi teknis minyak pelumas ... 15
Tabel 2.4. Kegiatan pemeriksaan dan pemeliharaan kompresor ... 26
Tabel 3.1. Standar tegangan ... 35
Tabel 4.1. Rekomendasi in service/visual inspection ... 36
Tabel 4.2. Rekomendasi in service/visual incpection ... 37
Tabel 4.3. Rekomendasi in service/visual incpection Bulanan ... 37
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 1
BAB I.
PENDAHULUAN
1.1. Pengertian dan Fungsi Kompresor Sentral
Kompresor adalah mesin untuk memampatkan udara atau gas, Kompresor biasanya mengisap udara dari atmosfir namun ada pula yang mengisap udara atau gas yang bertekanan lebih tinggi dari tekanan atmosfir dalam hal ini kompresor bekerja sebagai penguat (booster). Sebaliknya ada pula kompresor yang mengisap gas yang bertekanan lebih rendah dari tekanan atmosfir. Dalam hal ini kompresor disebut pompa vakum.
1.1.1. Azas Kompresor
Jika suatu gas didalam sebuah ruangan tertutup diperkecil volumenya, maka gas akan mengalami kompresi. Kompresor yang yang menggunakan azas ini disebut kompresor jenis perpindahan. Adapun dalam praktek konstruksi yang digunakan adalah torak yang bergerak bolak balik didalam silinder untuk mengisap,menekan dan mengeluarkan gas secara berulang. Dalam hal ini gas yang ditekan tidak boleh bocor melalui celah antara dinding torak dan dinding silinder yang saling bergesek untuk itu digunakan cincin torak sebagai perapat. Asas kerja kompresor bolak – balik dapat diterangkan seperti gambar berikut.
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 2 Azas kompresor yang lain adalah azas Kompresor putar. Adapun dalam praktek konstruksi yang digunakan adalah Kompresor putar jenis sudu luncur, Kompresor ini mempunyai sebuah rotor bersudu dan berputar di dalam stator berbentuk silinder, rotor dipasang secara eksentrik (tidak sesumbu) terhadap silinder. Sudu-sudu dipasang pada alur-alur di sekeliling rotor dan ditekan ke dinding silinder oleh pegas didalam alur. Jika rotor berputar maka sudu akan ikut berputar sambil meluncur di permukaan dalam dinding silinder, untuk pembahasan lebih lanjut Kompresor putar tidak dibahas karena jarang dipasang di instalasi PLN. Kostruksi kompresor sudu luncur seperti diperlihatkan pada gambar berikut.
Gambar 1.2. Azas kompresor sudu luncur
1.1.2. Teori Kompresi
Jika torak di dalam silinder didorong kebawah akan mendapatkan tekanan lawan keatas, bertambahnya tekanan lawan keatas tersebut adalah merupakan akibat dari mengecilnya volume udara di dalam torak, jika volume semakin dikecilkan tekanan akan semakin besar.
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 3 Hubungan antara tekanan dan volume gas dalam proses kompresi tersebut dapat diuraikan sebagai berikut : Jika selama kompresi temperatur gas dijaga tetap, maka pengecilan volume ½ kali akan menaikkan tekanan menjadi 2 kali lipat, demikian pula jika volume menjadi 1/3 kali tekanan akan menjadi 3 kali lipat, dst. Jadi secara umum dapat dinyatakan sebagai berikut : Jika gas dikompresikan dengan temperatur tetap , maka tekanan akan berbanding terbalik dengan volumenya , pernyataan ini disebut dengan hukum boyle dan dapat dirumuskan sbb: Jika suatu gas mempunyai volume V1 dan tekanan P1, dimampatkan pada temperatur tetap hingga volumenya menjadi V2 maka tekanannya akan menjadi P2 atau P1. V1 = P2 . V2 = Tetap.
1.2. Komponen dan Fungsi
Kompresor sentral terdiri dari beberapa komponen utama dan alat bantu dengan fungsi yang berbeda antara lain :
1.2.1. Sistem Pengisian Udara
1.2.1.1. Motor Kompresor
Motor kompresor merupakan bagian utama dari sistem pengisian, umumnya motor kompresor adalah jenis motor 3 phasa, fungsinya untuk mengoperasikan pompa kompresi udara (pengerak mula). Permasalah yang ditemukan pada motor kompresor umumnya adalah terbakar, tegangan tidak hilang dan over heating .
1.2.1.2. Kopling
Merupakan penghubung antara motor kompresor dengan pompa kompresi. Ada beberapa jenis tipe kopling antara motor kompresor dan pompa kompresi, antara lain ;
a. Kopling As, digunakan apabila kecepatan motor kompresor dan pompa kompresi sama.
b. Kopling menggunakan transmision gear, apabila kecepatan motor kompresor dan pompa kompresi tidak sama.
c. Kopling menggunakan sabuk (belt), pada kompresi kecil.
1.2.1.3. Tangki udara
Tangki udara dipakai untuk menyimpan udara tekan agar apabila ada kebutuhan udara tekan yang berubah-ubah jumlahnya dapat dilayani dengan lancar. Dalam hal kompresor torak dimana udara dikeluarkan secara berfluktuasi, tangki udara akan memperhalus aliran. Selain itu, udara yang disimpan dalam tangki udara akan
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 4 mengalami pendinginan pelan-pelan dan uap air yang mengembun dapat terkumpul di dasar tangki untuk sewaktu-waktu dibuang. Dengan demikian udara yang disalurkan ke pemakai selain sudah dingin, juga tidak terlalu lembab.
1.2.1.4. Non Return Valve
Berfungsi untuk menahan tekanan udara balik dari tangki kembali ke ruang kompresor apabila tekanan tangki lebih tinggi dari udara keluar kompresor atau pada saat kompresor berhenti.
1.2.1.5. Katup Pengaman (Safety Valve)
Katup pengaman harus dipasang pada pipa keluar dari setiap tingkat kompresor. Katup ini harus membuka dan membuang udara keluar jika tekanan melebihi 1,2 kali tekanan normal maksimum dari kompresor. Pengeluaran udara harus berhenti secara tepat jika tekanan sudah kembali sangat dekat pada tekanan normal maksimum.
1.2.1.6. Pompa Kompresi Udara
Berfungsi sebagai alat untuk memampatkan udara/gas , biasanya mengisap udara dari atmosfir namun ada pula yang mengisap udara atau gas yang bertekanan lebih tinggi dari tekanan atmosfir dalam hal ini kompresor bekerja sebagai penguat (booster).
1.2.1.7. Pressure Switch
Berfungsi sebagai switch start dan stop motor kompresor apabila dioperasikan secara otomatis. Kerja pressure switch ditentukan oleh setelan nilai tekanan yang melewatinya.
1.2.1.8. Pressure Gauge
Pressure gauge berfungsi untuk mengukur tekanan udara pada tangki serta pada sistem pengisian udara.
1.2.1.9. Oil Level
Oil Level berfungsi untuk mengetahui level minyak pelumas pada pompa
kompresi. Gambar berikut memperlihatkan komponen-komponen yang telah dijelaskan di atas. Gambar di bawah adalah kompresor jenis basah yaitu kompresor yang sistem kompresinya menggunakan pelumasan.
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 5 Gambar 1.4. Unit kompresor dan bagian-bagiannya
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 6
No Part No Nama Alat Keterangan
1 1/5 Oil drain screw
2 1/2 Suction air filter
3 Px Pressure switch
4 412 Safety valve
5 1/20 unloader discharge pipe
6 1/21 Non return valve
7 1/22 Unloading valve 4th stage
8 1/23 Unloading valve 3rd stage
9 1/24 Unloading valve 2nd stage
10 1/25 Unloading valve 1st stage
11 1/31 Oil dand water trap
12 1/27 Oil press switch
13 1/28 Oil press gauge
14 1/29 stop valve
15 1/30 Oil level min
16 1/32 Oil Level max
17 1/16 Pressure gauge 4 th stage
18 1/17 Pressure gauge 3 rd stage
19 1/18 Pressure gauge 2 nd stage
20 1/19 Pressure gauge 4 st stage
21 1/7 Relief valve for air receiver
22 1/8 Oil and water separater block
23 1/9 Over Pressure switch 4 th stage
24 1/10 Over Pressure switch 3 rd stage
25 1/11 Over Pressure switch 2 ndstage
26 1/12 Over Pressure switch 1 st stage
27 1/13 Terminal box
28 1/14 Bayonet catch for oil filter
29 1/15 Crank case decompression
Tabel 1.1. Keterangan gambar 1.4 dan 1.5
1.2.2. Panel Kontrol
1.2.2.1. Terminal dan Wiring kontrol
Memberikan trigger pada motor kompresi untuk start dan stop dan kontrol indikasi
1.2.2.2. Lampu Indikasi
Memberikan indikasi status instalasi dan kontrol
1.2.2.3. Switch
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 7
1.2.2.4. Meter tegangan dan arus
Mengukur dan mengetahui tegangan dan arus pada motor kompresi
1.2.2.5. Counter kerja motor kompresor
Untuk mengetahui jam kerja motor kompresi.
1.2.2.6. Lemari Panel
Untuk melindungi peralatan tegangan rendah dan sebagai tempat secondary equipment.
Gambar 1.6. Panel kontrol kompresor
1.2.3. Sistem Saluran
1.2.3.1. Keran
Membuka dan menutup aliran udara pada pipa saluran.
1.2.3.2. Pipa
Pipa Kompresor besar atau kompresor permanen memerlukan pemipaan untuk menyalurkan udara bertekanan kepada peralatan pemakai. Pemipaan memerlukan kerja yang cermat dan teliti, karena pemasangan yang tidak benar dapat menimbulkan retakan dan kerusakan yang lain. Pipa yang diperlukan dalam instalasi antara lain : pipa keluar, pipa pembebas beban dan pipa pendinginan.
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 8
1.3. Spesifikasi Teknik
Tabel 1.2. Data-data teknis kompresor utama
P a b r i k : Jumlah kutub :
Dibuat di : Putaran per menit :
rpm
Type Piston Displacement :
m³/min
No. Serie : Discharge pressure :
kg/cm²
Tahun pembuatan : Required power : kW
Pasangan : Dalam /
luar
Air tank capacity : Liter
Tegangan Nominal : V Maximum pressure :
kg/cm²
Arus nominal : A Berat : kg
Frekwensi : Hz Safety valve
- Relieving pressure : kg/cm²
- Stopping pressure : kg/cm²
Daya output : kW Pressure switch
On : kg/cm²
Off : kg/cm²
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 9
BAB II.
PEDOMAN PEMELIHARAAN KOMPRESOR
2.1 In Service / Visual Inspection
2.1.1. Pengertian
Merupakan kegiatan inspeksi atau pengecekan yang dilakukan dengan menggunakan 5 sense (panca indera) dan metering secara sederhana, dengan periode pelaksanaan harian, mingguan dan bulanan dalam keadaan peralatan bertegangan (online). Inspeksi / pengecekan dilakukan oleh petugas (asisten supervisor/operator) di Gardu Induk bertujuan untuk mengetahui atau memonitor kondisi peralatan dengan menggunakan peralatan AVO Meter, thermo gun.
Pemeriksaan yang dilaksanakan secara periodik Harian/Mingguan, Bulanan dan Tahunan adalah sebagai berikut :
2.1.2. Pemeriksaan Harian :
Penunjukan counter Kompresor Tekanan Udara
2.1.3. Pemeriksaan Mingguan :
Bagian lemari kontrol Lampu penerangan Lampu indikator Heater Terminal wiring Kabel kontrol Bau Bagian kompressor Level minyak pelumas Saluran minyak pelumas
Bagian Motor listrik
Lakukan starting *)Posisikan Saklar pada MANUAL Arus
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 10 Posisikan Saklar pada AUTO setelah pengukuran selesai
Tangki dan pipa udara
Pembuangan Udara Kondensasi
Motor Bekerja saat Pembuangan Udara Kondensasi
2.1.4. Pemeriksaan Bulanan :
Lemari Kontrol Pintu Lemari Mekanik Kondisi dlm lemari Door Seal Lubang Kabel Grounding Grounding Lemari Pressure gauge Oil pressure gauge Tahap 1
Tahap 2 Tahap 3 Tahap 4
2.1.5. Pemeriksaan Khusus
Tangki dan pipa udara Sambungan / katup / pipa
Sistem Kompresi Section 1 Section 2 Section 3 Section 4 Motor Listrik
Sistem Suplay tegangan Kontaktor
Bearing Belitan
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 11
2.2 In service measurement
2.2.1. Pengertian
In service measurement merupakan pengukuran pada motor yang
dilakukan dengan menggunakan alat ukur yang AVO meter dan pada kompresor nya menggunakan panca indera dengan pelaksanaan periode tertentu, yang dilakukan dalam keadaan peralatan bertegangan.
2.2.2. Pengukuran saat motor bekerja
Pengukuran pada saat motor bekerja meliputi pengukuran tegangan dan arus motor, dilakukan pada kondisi beroperasi dengan menggunakan AVO meter pada masing-masing fasa. Pengukuran ini untuk mengetahui kondisi pembebanan arus maupun tegangan pada masing-masing fasa.
Gambar 2.1. Terminal sumber AC
Tabel 2.1. Pekerjaan Pengukuran in service
Parameter Fasa-Fasa Fasa-Netral
R-S S-T T-R R-N S-N T-N
Tegangan V V V V V V
Arus - - - A A A
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 12
2.2.3. Pemeriksaan sistem kompresor
Langkah-langkah Pemeriksaan pada kompresor antara lain :
Gunakan formulir baku yang harus diisi setiap hari dengan data-data : - Temperatur disetiap bagian yang penting
- Tekanan udara
- Level minyak pelumas
- Kebocoran-kebocoran (udara, minyak pelumas)
- Perubahan bunyi dan getaran serta hal-hal lain yang dirasa penting. Zat cair di dalam tangki udara harus dikuras sekali tiap hari.
Pastikan bahwa meter-meter bekerja dengan baik (jarum manometer dapat bergerak dan dapat menunjukkan pada skala tekanan kerjanya).
Periksa bunyi-bunyian abnormal pada kompresor.
Untuk lebih mudahnya ikhtisar pemeriksaan harian dapat menggunakan tabel berikut :
Tabel 2.2. Ikhtisar pekerjaan pemeliharaan in service
NO Yang Diperiksa Cara memeriksa
1 Permukaan minyak Jagalah agar permukaan minyak pelumas ada dalam batas-batas yang ditentukan seperti terlihat pada pengukur permukaan. Tambahkan minyak jika sudah mencapai batas terendah
2 Pembuangan air pengembunan
Bukalah katup pembuang air dari tangki udara. (Air mudah dikeluarkan jika tekanan di dalam tangki udara adalah 0,5-1,0 kg/cm³ atau 0,05-0,1 Mpa)
3 Pengukur tekanan Periksa apakah jarum manometer dapat bergerak secara halus, dan jarum penunjuk angka nol (atau mendekati nol) bila tekanan di dalam tangki adalah nol.
4 Lain-lain Periksa bagian-bagiannya apakah ada bunyi atau getaran yang luar biasa (tidak normal).
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 13
2.3 Shutdown Measurement/Shutdown Function Check
2.3.1. Pengertian
Shutdown measurement merupakan pengukuran yang dilakukan dengan
alat ukur dengan periode tertentu, umumnya dilakukan pada kompresor yang telah dioperasikan dan sudah jatuh tempo waktu pemeliharaannya. Pemeliharaan ini perlu dilakukan untuk mendapatkan unjuk kerja dari kompresor tersebut, dalam keadaan kompresor tidak beroperasi.
2.3.2. Pemeliharaan Mingguan atau 100 jam Operasi.
Pemeliharaan ini dilaksanakan dengan periode mingguan atau apabila jam operasi kompresor telah tercapai 100 jam. Bagian-bagian yang harus dipelihara adalah sebagai berikut :
2.3.2.1. Motor Listrik
Ukur ampere starting dan ampere running dengan menggunakan tang ampere Periksa kondisi kipas pendingin motor.
2.3.2.2. Bagian kompresor
Periksa ketinggian minyak pelumas pada kotak engkol gelas penduga, apabila ketinggian kurang dari batas minimum tambah minyak dengan menggunakan minyak pelumas dengan spesifikasi yang sama.
Bersihkan saringan udara masuk dengan menggunakan udara bertekanan. Periksa dan catat tekanan compresor pada manometer stage 1, stage 2,
stage 3, stage 4 dan manometer tekanan minyak.
2.3.2.3. Tangki dan Pipa Udara.
Buang air yang mengembun pada tangki udara melalui katup pembuangan. Periksa tangki udara, pipa udara, dan sambungan – sambungan dari kebocoran Periksa kekencangan klem – klem pipa udara
Periksa stop / non retrun valves apakah berfungsi dengan baik. Periksa valves apakah terjadi kebocoran.
2.3.2.4. Panel Kontrol
Periksa sumber tegangan AC dan DC.
Periksa lampu indikator, bendera indikator dan counter dari kerja kompresor apakah berfungsi dengan baik.
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 14 Periksa bendera indikator
Periksa counter jam kerja kompresor Periksa kekencangan terminal pengawatan Periksa dan bersihkan kontak-kontak bantu.
Periksa siklus kerja dari masing- masing kompresor.
Periksa sistem automatic sequence masing-masing kompresor.
2.3.3. Pemeriksaan dan Pemeliharaan Tahunan atau 2000 jam Operasi
Pemeliharaan tahunan atau 2000 jam operasi dilaksanakan sama dengan pemeliharaan bulanan ditambahkan pekerjaan – pekerjaaan sebagai berikut :
2.3.3.1. Motor Listrik
Ukur Isolasi belitan motor dengan menggunakan Megger 1000 Volt.
2.3.3.2. Bagian Kompresor
Periksa karet kopling yang menghubungkan antara motor listrik dengan kompresor apabila rusak agar diganti.
Periksa katup pembuang tekanan ( Unloading Valves ) Stage 1 , stage 2, stage 3, stage 4, pastikan bahwa katup katup tersebut membuka dan membuang tekanan secara otomatis setiap kompresor berhenti.
Periksa dan bersihkan perangkap air dan minyak ( water and oil trap ) termasuk separator block dari endapan minyak dan air.
Ganti minyak pelumas dan bersihkan ruang engkol dan pengukur permukaan minyak. Untuk diperhatikan bahwa penggantian minyak pelumas harus menggunakan minyak pelumas khusus untuk minyak kompresor sesuai rekomendasi dari pabrik.
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 15 Spesifikasi teknis minyak pelumas kompresor adalah sebagai berikut :
Tabel 2.3. Spesifikasi teknis minyak pelumas
Viscosity (40’ C) 104
Viscosity (100’C) 11.0
Color (ASTM) L2.0
Flash point (COC) ‘C 256
Pour point ‘C -12.5
Bersihkan katup udara dari arang dan kotoran lainnya dengan menggunakan sikat tanpa menimbulkan kerusakan.
2.3.3.3. Pengujian fungsi rele.
Gambar 2.2. Instalasi kompresor sentral
Pengujian fungsi dari masing-masing kompressor dilaksanakan secara bergantian adapun cara pelaksanaannya sebagai berikut :
a. Pengujian kompresor ON
Untuk pengujian kompresor tutup stop valve pada reservoir (tangki utama).
Hal ini dimaksutkan agar dalam pelaksanaan pengujian tidak banyak udara yang terbuang.
Posisikan Selector switch motor kompresor pada posisi automatic.
Buang udara pada tangki melalui stop valve buang, sampai dengan kompresor starting.
Catat besarnya tekanan saat kompresor starting dan lakukan seting ulang apabila starting tidak sesuai setingnya.
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 16
b. Pengujian Under pressure.
Posisikan Selector switch motor kompresor pada posisi OFF sehingga kompresor berhenti. Posisi stop valve masih pada pengujian kompresor ON.
Buang kembali udara pada tangki melalui stop valve buang sampai dengan bendera Under pessure muncul.
Seting ulang rele Under perssure apabila diperlukan.
c. Pengujian Kompresor OFF.
Posisikan Selector switch motor kompresor pada posisi automatic. sehingga kompressor starting mengisi tangki udara dan berhenti sampai dengan tekanan setingnya.
Posisi stop valve masih pada pengujian kompresor ON.
Catat besarnya tekanan udara pada tangki dan seting kembali rele over pressure pada tekanan setingnya apabila diperlukan.
d. Pengujian Over pressure .
Posisikan Selector switch motor kompresor pada posisi ON sehingga kompressor starting mengisi tangki udara dan dihentikan sampai dengan tekanan setingnya. Posisi stop valve masih pada pengujian kompresor ON.
Hentikan kompresor dengan memposisikan selector switch dari posisi ON ke posisi OFF apabila bendera over pressure pada panel kontrol muncul.
Seting ulang rele over perssure apabila diperlukan.
e. Pengujian sistim automatic.
Untuk pengujian sistim automatic start dan stop kompresor , tutup stop valve. Hal ini dimaksutkan agar dalam pelaksanaan pengujian tidak banyak udara yang terbuang.
Posisikan Selector switch motor kompresor pada posisi automatic. Buang udara pada tangki udara sampai dengan kompresor start.
Pada kondisi ini salah satu kompressor akan start dan apabila tekanan belum terpenuhi kompresor tersebut akan stop dalam waktu tertentu (sesuai standar pabrikan). Kemudian beberapa detik kemudian secara otomatis kompresor satunya akan start dan kemudian akan stop dalam waktu tertentu juga. Sebagai contoh untuk kompresor tipe SVB 600/250 akan stop dalam waktu 20 menit dan secara automatic 10 detik kemudian Kompresor satunya akan start sampai 20 menit demikian selanjutnya kompresor tersebut akan bekerja secara bergantian sampai tangki terisi penuh.
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 17
2.3.3.4. Pemeriksaan kompresor kondisi tidak aktif
Jika kompresor tidak dipakai untuk jangka waktu lama (tidak aktif), kompresor akan berkarat, berdebu, mutu minyaknya menurun, terjadi pengembunan uap air, pembekuan, korosi karena kandungan gas yang korosif, dsb. Jika nanti akan digunakan lagi, kompresor dapat mengalami gangguan seandainya tidak dipelihara dengan baik pada waktu tidak dipakai. Apabila kompresor tidak dipergunakan selama lebih dari sebulan, perlu dilakukan hal-hal berikut.
Jika keadaan lingkungan banyak berdebu, kompresor harus ditutup dengan lembar plastik pada tempat pernafasan kotak engkol, perapat poros, tutup katup, pompa minyak, instrumentasi, dsb.
Jika mungkin, instrumen-instrumen dibuka dan disimpan.
Katup-katup harus tertutup sepenuhnya untuk mencegah pipa-pipa kemasukan debu, atau air.
Minyak pencegah karat atau gemuk harus dilapiskan pada bagian dalam kompresor.
Kompresor harus diputar dengan tangan sekali sebulan untuk mencegah pengkaratan dan untuk meratakan minyak pelumas.
Jika kompresor masih terhubung dengan sumber tenaga listrik, maka dapat dijalankan selama 10 menit tiap hari tanpa beban.
Jika kompresor masih terhubung dengan sumber listrik dan tidak akan dipergunakan dalam jangka waktu sangat lama, sebaiknya semua tombol dikunci supaya aman.
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 18
2.4 Overhaull
2.4.1. Pengertian
Adalah perlakuan pada kompresor setelah melewati live time maupun kerja operasi yang akan mengakibatkan gangguan kompresor sehingga kompresor tidak dapat beroperasi sempurna atau kinerjanya menurun. Overhaull dilakukan untuk meningkatkan atau mempertahankan kinerja kompresor. Proses ini dilakukan dengan cara atau meliputi pemeriksaan komponen, penggantian komponen dan perbaikan komponen.
Gambar 2.3. Unit Kompresor
2.4.2. Tahapan Overhaull
Pada waktu overhaull (pembongkaran dan perakitan kembali) perIu diperhatikan hal-hat berikut :
Sebelum pembongkaran atau perbaikan dilakukan, listrik harus dimatikan dari tombolnya, dan udara yang masih tersisa di dalam tangki udara dibuang habis.
Bagian-bagian yang dibongkar harus diletakkan di kotak atau di atas kertas secara berurutan untuk memudahkan pada waktu pemasangan kembali. Dengan cara ini tidak akan ada suku cadang yang terIewat atau tertukar urutan pemasangannya.
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 19 Paking atau cincin yang rusak harus diganti baru. Paking yang telah dipakai tidak
boleh dipasang lagi.
Jika pencucian dilakukan dengan minyak yang mudah menguap, bagian-bagian harus dikeringkan benar-benar sebelum dipasang.
Untuk membersihkan endapan karbon yang berasal dari minyak pelumas sebaiknya dipakai zat pembersih karbon.
Torak, katup, silinder, dan bagian-bagian lain yang saling meluncur harus diperIakukan secara hati-hati tanpa melukainya.
Pada waktu memasang kembali, lumurkan terIebih dahulu minyak pelumas yang sesuai pada permukaan-permukaan yang meluncur.
Kegiatan dua ini menguraikan secara ringkas prosedur overhaul yang meliputi pembongkaran, pemeriksaan dan pemasangan kembali kompresor udara jenis kompresor torak.
Gambar 2.4. Part-part yang akan di bongkar
2.4.1.1. Prosedur Pembongkaran
a. Pembongkaran Peralatan Pembantu
1. Lepas kipas.
2. Untuk kompresor yang diperlengkapi dengan pembeban beban otomatik, lepas pipa pembebas beban antara kompresor dan katup pilot pembebas beban.
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 20
b. Pembongkaran Badan Kompresor
Badan kompresor dapat dibongkar lebih mudah jika terpasang di atas tangki udara. Prosedur pembongkarannya adalah sebagai berikut :
1. Lepaskan pipa/ baut pembuangan minyak pelumas dan keluarkan/ kuras minyak pelumasnya.
Gambar 2.5. Badan kompresor
Gambar 2.6. Pembuangan minyak pelumas
2. Lepaskan peredam bunyi, pipa pembebas beban, dan pipa pernafasan ruang engkol.
3. Lepaskan pipa keluar. Jika mur pipa ke1uar sukar dibuka karena macet, biasanya mudah dilepas setelah diketok dengan palu.
4. Melepaskan kepala silinder. Hal berikut ini dianjurkan pada waktu membuka kepala silinder
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 21 Dalam hal kompresor menggunakan pembebas beban otomatik, bus
pembebas beban harus dikendorkan lebih dahulu untuk memudahkan pembongkaran.
Jika kepala silinder tidak dapat dibuka (karena macet) sekalipun baut-baut telah dilepas, ketoklah sekeliling kepala silinder dengan palu, tusukkan obeng pada celah yang terbuka ke arah lubang baut (arah diagonal). Maka kepala silinder akan mudah dibuka. Jika obeng ditusukkan dari arah yang salah, permukaan dudukan akan rusak dan udara akan bocor.
5. Membongkar kepala silinder
6. Membongkar katup udara. Karena baut dan sekrup-sekrup kecil dari plat katup dan penahan katup dari katup kepak semuanya dikunci, maka jika sudah dibuka hampir tak dapat dipakai lagi. Katup kepak hanya boleh dibersihkan dengan tiupan udara. Seperti tertera dalam ikhtisar pemeriksaan rutin, katup harus diperiksa secara periodik kalau-kalau ada kelainan. Jika ada bagian yang rusak harus diganti. Pada waktu memasang kembali, harus digunakan paking kepala silinder dan paking katup yang baru.
7. Buka puli kompresor dan keluarkan pasak dengan menariknya. Pasak dapat terluka pada waktu dikeluarkan. Bagian yang tergores atau terluka harus dihaluskan kembali untuk memudahkan pemasangan.
8. Buka silinder
9. Buka torak. Buka cincin pengunci pen torak dengan tang snap-ring, dan keluarkan pen torak.
10. Keluarkan poros engkol, batang penggerak, bantalan bola dan rumah bantalan secara bersama-sama. Dalam hal ini perlu diperhatikan petunjuk berikut :
11. Untuk mencegah lepasnya rumah bantalan dari kotak engkoI, buka baut rumah bantalan, dan sebagai gantinya pasangkan dua buah baut dari kepala silinder pada posisi diagonal.
12. Untuk mengeluarkan poros engkol, batang penggerak, bantalan bola, dan rumah bantalan dari kotak engkol secara bersama-sama, tarik bagian pengimbang pada poros engkol lebih dahulu, kemudian tarik batang penggerak keluar.
13. Tarik keluar rumah bantalan. Rumah bantalan dapat dikeluarkan dengan mudah jika bantalan dengan rumahnya di sebelah bawah dijatuhkan dari ketinggian kurang lebih 10 cm ke lantai. Dalam hal ini perlu dijaga agar perapat minyak tidak rusak (terutama bibirnya) pada waktu menarik keluar rumah bantalan.
14. Tarik keluar bantalan bola dari poros engkol dengan penarik (tracker). Untuk mengeluarkan bantalan dari sisi sabuk-V, sekrupkan baut-baut dan
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 22 kemudian tarik bantalan keluar dengan puli untuk mencegah rusaknya ulir poros engkol
15. Buka cincin pegas dan cincin pen engkol lalu tarik keluar poros engkol. Dalam hal ini harus dijaga agar metal pen torak tidak sampai rusak pada waktu mengeluarkan batang penggerak.
16. Tarik keluar perapat minyak dari rumah bantalan. Langkah ini tidak perlu jika perapat minyak masih baik. Untuk mengeluarkan perapat minyak yang perlu diganti, perapat harus dipukul dengan perantaraan batang perata (dengan diameter sedikit lebih kecil) agar pemukulan dapat merata.
17. Keluarkan metal-metal bantalan (pada pen engkol dan pen torak) dari batang penggerak. Pekerjaan ini tidak diperlukan jika metal masih baik, tidak aus atau tergores. Metal harus dikeluarkan dengan perantaraan batang perata yang diameternya sedikit lebih kecil dari diameter luar metal. Adapun metal pen engkol baru dapat dikeluarkan setelah sekrup penetap dibuka. Untuk mengeluarkan pen ini batang
18. penggerak harus diletakkan di atas landasan dari sepotong kayu
c. Pemeriksaan Komponen
Setelah pembongkaran, bagian-bagian kompresor seperti bearing, katup udara, silinder, cincin torak dan poros engkol harus diperiksa secara cermat dengan pengamatan visual dan pengukuran. Jika diketahui ada tanda cacat dan ukurannya sudah tidak sesuai sebaiknya diperbaiki atau diganti.
d. Perakitan Kompresor Torak
1. Perakitan Badan Kompresor
Pasang metal-metal pada batang penggerak. Untuk ini gunakan batang perata atau papan kayu di atas metal, kemudian pukullah tegak lurus. Pada waktu memasang metal, lubang minyak pada metal harus berimpit dengan lubang minyak pada batang penggerak. Jika kompresor memakai pen engkol, lubang sekrup penetap juga harus saling berimpit.
Setelah metal pen bantalan dipasang, kencangkan sekrup penetap.
Pasang perapat minyak pada rumah bantalan. Sebelum perapat dipasang, permukaan luarnya harus diulasi dengan cat perekat. Cara memasang perapat ialah dengan memukulnya dengan paIn. Agar perapat tidak rusak pada waktu dipukul harus diberi perantara batang perata atau papan kayu.
2. Pasang poros engkol
Pasang batang penggerak pada poros engkol.
Batang harus dipasang tanpa menggunakan paksaan dengan jalan melumasi lebih dahulu. Jika kompresor mempunyai dua atau tiga buah
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 23 silinder, urutan pemasangan batang penggerak dan tuas pemercik minyak, serta arah pemercik minyak dan letak lubang minyak harus dijaga jangan sampai salah.
3. Pasang cincin pen engkol dan cincin pegas untuk menetapkan batang torak pada poros engkol.
4. Pasang bantalan bola pada poros engkol. Bantalan bola dapat dengan mudah dipasang setelah dipanaskan di dalam minyak pada temperatur 150° sampai 200°C. Jika pemanasan tidak diperkenankan, bantalan bola harus dipasang dengan memukulnya dengan perantaraan batang perata. Jika sebagai batang perata digunakan pipa baja yang dikenakan pada cincin dalam bantalan, maka bantalan dapat dipukul secara merata dengan palu. Jika bantalan dipanaskan dengan minyak rnaka rninyak pemanas barus dibersihkan dari bantalan lalu diganti dengan pelumas yang seharusnya dipakai.
5. Pasang perangkat poros engkol, batang penggerak, dan bantalan bola pada kotak engkol. Juga lumuri keliling luar bantalan bola dengan minyak pelumas sebelum dipasang. Ujung kecil dari batang penggerak harus dimasukkan lebih dahulu ke dalam kotak engkol. Pasang paking rumah bantalan. Gunakann baut panjang untuk kepala silinder sebagai pemandu. Mula-mula rumah bantalan diketok dengan palu, kemudian baut bantalan dikencangkan sediKit demi sedikit secara bergantian untuk memasang rumah bantalan pada kotak engkol. Juga gaya pengencangan engkol harus diatur setepat mungkin dengan mengatur tebal paking rumah bantalan (yang mempunyai tebal standar 0,8 mm) sampai dapat mulai berputar sendiri oleh berat pengimbang. 6. Pasang torak pada batang penggerak. Ulaskan minyak pelumas pada
permukaan yang meluncur. Tandai letak belahan cincin torak pertama pada puncak torak. Belahan cincin-cincin torak berikutnya harus saling membentuk sudut 120" antara yang satu dengan yang lain setclah terpasang.
7. Pasang silinder. Puncak silinder harus diatur dengan mengatur tebal paking silinder sedemikian rupa hingga puncak silinder terletak 0 sampai 0,5 mm lebih tinggi dari pada puncak torak pada titik mati atasnya. Permukaan puncak torak tidak boleh lebih dari pada puncak silinder. Bila mengganti silinder katup kepak, sisi pembatas katup isap harus diperiksa apakah sudah dihaluskan sehingga tidak bergerigi. Jika belum harus dikikir atau diampelas.
8. Masukkan pasak puli ke tempatnya di poros dan pasang puli kompresor. Setelah puli terpasang pada poros engkol, kencangkan baut-baut puli.
9. Pasang perangkat katup. Jangan buka bungkus katup kepak yang baru, sampai saat pemasangan tiba. Jjka bungkus rusak dan katup terbuka di udara untuk beberapa lama, debu dapat menempel dan menyebabkan kebocoran setelah dipasang.
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 24 Luruskan dan pasang pen penetap posisi katup kepak pada lubang
pemandu di dasar kepala silinder.
Ganti paking katup udara dan paking kepala silinder dengan yang baru. Atur dengan benar letak kepala sekrup kecil penetap dari plat katup isap
atau baut penetap katup isap dan penjaga katup isap di alur ruang sisa (clearance) di puncak silinder. Kemudian secara bersama-sama katup kepak, kepala silinder, dan paking dikencangkan dengan baut kepala silinder.
Dalam hal kompresor dengan pembebas beban otomatis, pasang pembebas beban pada kepala silinder. Pada waktu cincin-O dipasang pada torak pembebas beban, cincin ini akan terpuntir. Jika demikian, harus dibetulkan setelah terpasang. Juga olesi cincin-O dengan zat pelumas yang disebut molybdenum bisulfida. Pada bus-V, gunakan paking cair jenis tak mengering.
Pasang pipa keluar. Kendorkan sedikit baut kepala silinder dan untuk sementara kencangkan mur pipa keluar. Kemudian kencangkan baut kepala silinder dan selanjutnya kencangkan juga mur pipa keluar.
11. Pemasangan Peralatan Pembantu
Untuk kompresor kecil dengan pembebas beban, pasang pipa pembebas beban.
Pasang sabuk- V. Sebelum sabuk- V dipasang, Luruskan puli kompresor terhadap puli motor.
Atur letak motor sesuai dengan panjang sabuk-V. Motor ditetapkan pada jarak sedikit lebih besar dari jangkauan sabuk, baru kemudian sabuk dipasang. Setelah terpasang, tekan sabuk pada titik tengah antara puli motor dan kompresor ke arah dalam dengan jari. Jika puli melentur 10 mm, maka tegangan sabuk adalah optimum.
Atur letak motor hingga kedua muka luar puli motor dan kompresor menjadi lurus (sebidang). Poros motor dan kompresor yang tidak sejajar akan menyebabkan getaran pada sabuk.
Periksa tegangan sabuk dan tetapkan motor.
Pasang tutup atau pelindung sabuk. Setelah pemasangan selesai, lakukan uji coba seperti diuraikan terdahulu.
2.4.3. Function Check
Function check dilakukan setelah proses perbaikan atau penggantian
dengan komponen baru. Uji fungsi komponen antara lain adalah :
- Memastikan kondisi instalasi kompresor tepat dan aman
- Instalasi listrik tepat dan aman
- Pemipaan tepat dan aman,
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 25
- Putaran kompresor
- Operasi tanpa beban,
- Operasi dengan beban sebagian,
- Pengujian peralatan pengatur / pengaman / pelindung,
- Operasi stationer
- Penghentian operasi.
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 26
2.5 Butir-butir kegiatan pemeriksaan dan pemeliharaan kompresor
Tabel 2.4. Kegiatan pemeriksaan dan pemeliharaan kompresor
NO Kegiatan Dilaksanakan Peralatan Kerja H a ri a n M in g g u a n B u la n a n T ri w u la n S e m e s te r 1 T a h u n a n 5 t a h u n a n 1 0 t a h u n a n K o n d is i K h u s u s
I In Service / visual inspection
1
Aksesoris
Penunjukan counter
Kompresor
O
Visual
Tekanan udara
O
Visual
2
Bagian Lemari Kontrol
Lampu indikator
O
Visual
Heater
O
Visual
Terminal wiring
O
Visual
Kabel kontrol
O
Visual
Bau
O
Visual
Pintu Lemari Mekanik
O
Visual
Kondisi dlm lemari
O
Visual
Door Seal
O
Visual
Lubang Kabel
O
Visual
3
Bagian kompressor
Level minyak pelumas
O
Visual
Saluran minyak pelumas
O
Visual
4
Bagian Motor listrik
Lakukan starting *) Posisikan Saklar pada
MANUAL
O
Pengukuran Arus
starting/running
O
AVO Meter
Posisikan Saklar pada
AUTO
O
5
Tangki dan pipa udara
Pembuangan Udara
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 27
Motor bekerja saat pembuangan udara
kondensasi
O
Visual
6
Grounding
Grounding lemari
O
Visual
7
PRESSURE GAUGE
Oil pressure gauge
O
Visual
Pressure gauge 1st stage
O
Visual
Pressure gauge 2nd stage
O
Visual
Pressure gauge 3rd stage
O
Visual
Pressure gauge 4rd stage
O
Visual
II In Service measurement
1
Bagian Motor listrik
Tegangan suplai AC
O
AVO Meter
Arus motor
O
Ampare
Clam
2
Bagian sistem kompresor
Temperatur setiap bagian
O
Thermo Gun
Tekanan udara
O
Visual
Level minyak pelumas
O
Visual
kebocoran-kebocoran
(udara, minyak pelumas)
O
Visual
Bunyi abnormal
O
Panca Indera
III Shutdown Measurement / Shutdown Function Check
III.1 Periode 100 Jam
1
Bagian Motor listrik
Ukur ampere
starting/running
O
Tang ampere
Periksa kipas pendingin
O
Visual
2
Bagian kompresor
Periksa level minyak
pelumas
O
Visual
Bersihkan saringan udara
O
Visual
Periksa tekanan kompresor pada stage 1, 2, 3 dan stage
4
O
Visual
3
Tangki dan pipa udara
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 28
Periksa kebocoran udara
O
Visual
Periksa kekencangan klem
-klem
O
Visual
Periksa fungsi stop / non
retrun valves
O
Visual
Periksa kebocoran valves
O
Visual dan
kunci
4
Panel kontrol
Periksa sumber tegangan
AC dan DC
O
AVO Meter
Periksa indikator
O
AVO Meter
Periksa counter jam kerja
O
Visual
Periksa kekencangan
terminal
O
Visual dan tool Periksa dan bersihkan
kontak-kontak
O
Visual dan tool Periksa siklus kerja dari
masing- masing
O
Visual
Periksa sistem automatic
sequence
O
Visual
III.2 Periode 2000 Jam
1
Bagian Motor listrik (sama seperti yang dikerjakan
periode 100 jam)
Ukur Isolasi belitan
O
Megger 1 kV
2
Bagian kompresor (sama seperti yang dikerjakan
periode 100 jam)
Periksa karet kopling
O
Visual
Periksa katup pembuang
tekanan
O
Visual
Periksa water and oil trap
O
Visual
Ganti minyak pelumas dan
bersihkan ruang engkol
O
Tool dan material
3
Pengujian rele (sama seperti yang dikerjakan
periode 100 jam)
Pengujian kompresor ON
O
Avo meter
Pengujian Under pressure
O
Avo meter
Pengujian Kompresor OFF
O
Avo meter
Pengujian Over pressure
O
Visual dan
tool
Pengujian sistim automatic
O
Visual dan
tool IV Overhaul
O
*O
*atau Berdasarkan Condition AssesmenListrik untuk kehidupan yang lebih baik 29
2.6 Pasca Gangguan 2..6.1. Pengertian
Adalah perlakuan pada kompresor setelah mengalami gangguan yang mengakibatkan kompresor tidak dapat beroperasi sempurna atau kinerjanya menurun.
2..6.2. Identifikasi Gangguan
Gangguan yang sering dan umum terjadi dan kemungkinan-kemungkinan penyebabnya, antara lain :
Pembebanan lebih dan pemanasan lebih pada motor
Kemungkinan penyebabnya antara lain adalah daya motor kurang, instalasi listrik motor salah (putaran terbalik), terjadi hubung singkat, salah satu kabel pada jalur 3-phase putus, slip pada sabuk-V, efek roda gaya tidak cukup, viskositas minyak pelumas terlalu tinggi/ rendah, pengisian lebih (supercharging) karena penyumbatan saringan dan pipa.
Udara keluar terlalu panas
Kemungkinan penyebabnya antara lain adalah kondisi lingkungan dalam ruang kompresor jelek, karbonisasi minyak pelumas, katup keluar rusak (aliran balik) dan sistem pendingin yang tidak bekerja dengan baik. Katup pengaman sering terbuka Hal tersebut biasa terjadi karena penyetelan yang tidak tepat atau karena memang pegas katupnya sudah terlalu lemah.
Bunyi dan Getaran
Bunyi dan getaran pasti terjadi hanya saja jika hal itu tidak normal berarti menandakan adanya kerusakan/ keausan/ ketidak normalan. Bunyi dan getaran biasanya disebabkan oleh : kelonggaran yang berlebihan karena keausan, pemasangan dan pelurusan yang tidak tepat, getaran sabuk dan fluktuasi momen puntir, getaran pipa karena resonansi dan karena mesin penggerak.
Korosi
Bagian-bagian yang sering korosi adalah tangki udara, ruang pengeluaran udara dari kompresor, pendingin antara dan pembebas beban. Korosi disebabkan oleh terjadinya kondensasi uap air akibat kompresi, adanya kandungan bahan korosif dalam udara isap, perembesan air pendingin terutama air laut, kualitas pelumas yang jelek, terjadinya reaksi minyak pelumas dan bahan tembaga atau karena perawatan yang tidak baik.
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 30 Tekanan tidak dapat naik atau naik terlalu lambat
Terdapat kebocoran ( pada pembuang air, paking, sekrup, katup pengaman, tabung dan pipa-pipa), katup pengaman rusak, manometer rusak, saringan udara masuk kotor, adanya penyumbatan pada pipa
Tekanan melebihi tekanan normal
Manometer rusak, tombol tekanan, katup pengatur tekanan atau katup pengaman rusak.
Terdapat suara abnormal
Pemasangan tidak tepat, motor rusak, torak membentur katup, adanya komponen gerak yang aus
Minyak pelumas cepat habis
Cincin torak, torak atau dinding silinder mengalami keausan, serta katup pengaman rusak
Motor overheating
Terjadi kemacetan bagian-bagian yang bergerak pada kompresor, konsleting listrik dan atau motor rusak.
Kompresor tidak berjalan motor tidak mendengung
Instalasi listrik putus, tombol tekanan rusak, motor rusak, pelindung motor dalam keadaan bekerja
Kompresor tidak berjalan motor mendengung
Tegangan listrik sumber turun, udara bocor dari katup udara, motor rusak
Gejala gangguan serta cara mengatasinya permasalahan pada motor listrik 3 phasa diberikan secara terperinci pada gambar 2.7 dan table 2.5
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 31 Tabel 2.5 Gejala gangguan, penyebab dan tindakan perbaikannya
Gejala Sebab Perbaikan
Kompresor dapat dijalankan
Tekanan tidak dapat naik atau
naik terlalu lambat
Sumbat pembuang air terbuka atau kebocoran dari dudukan
Kencangkan sumbat, jika masih bocor baik diganti baru
Bocor melalui paking Kencangkan sekrup dan baut,
Ganti paking jika rusak Bocor dari katup pengaman Katup pengaman diganti baru
Katup pengaman rusak
Bersihkan atau gantilah perangkat katup udara. Jika rusak atau bocor terlalu besar harus diganti Penunjukkan manometer tidak benar Gantilah dengan yang baru
Elemen saringan isap tersumbat kotoran
Bersihkan dengan sikat atau dengan zat pencuci metal, jika
rusak atau bocor terlalu besar gantilah dengan yang baru
Penyumbatan pada pipa Bersihkan bagian dalam pipa
Tekanan naik melebihi tekanan
maksimum
Penunjukkan manometer tidak benar Ganti dengan yang baru Tombol tekanan, katup pengatur beban
atau katup pengaman rusak
Setel atau gantilah dengan yang baru jika tidak dapat di setel lagi Ada kelainan
udara
Pemasangan tidak benar Pasanglah secara mendatar
(Pakai sim jika perlu)
Motor rusak Perbaikan motor di bengkel motor
Ada kelainan
suara Torak menyentuh katup udara
Bersihkan endapan arang dari puncak torak. Dan gantilah logam
paking Pemakaian
minyak terlalu boros
Cincin torak aus, cacat goresan pada dinding silinder
Cincin torak aus, cacat goresan pada dinding silinder
Motor panas melebihi batas
Kemacetan pada bagian-bagian yang
saling meluncur (torak, dsb) Ganti dengan yang baru
Motor rusak Ganti dengan yang baru
Kompresor tidak dapat dijalankan
Motor tidak mendengung
Kabel putus Ganti dengan yang baru
Tombol tekanan rusak Ganti dengan yang baru
Motor rusak Perbaiki di bengkel motor
Pelindung motor dalam keadaan bekerja
Tiadakan hal hal yg menyebabkan pelindung bekerja, kemudian
tekan tombol reset
Motor mendengung
Tegangan turun (karena kabel terlalu kecil)
Pakailah kabel sesuai ukurannya, cari sebab-sebab lain turunya
tegangan
Udara bocor dari katup udara
Bersihkan endapan arang, ganti dengan yang baru jika bocoran
besar atau pecah
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 32
2..6.3. Tahapan Pemeriksaan
Secara umum untuk menghadapi gangguan dapat dilakukan hal-hal sebagai berikut :
Jika gangguan terjadi, gejalanya harus ditentukan dengan tepat dengan menggunakan keterangan yang lengkap. Dari keterangan tersebut, yang di antaranya menyebutkan saat dan kondisi gangguan, dapat ditentukan sebab-sebabnya.
Jika kompresor masih mungkin dijalankan, maka dapat dioperasikan untuk diamati gejala-gejala gangguannya dalam keadaan bekerja.
Seluruh sistem hendaknya diperiksa secara cermat sebelum membuat kesimpulan.
Penanganan gangguan hendaknya didasarkan atas analisa dan dilaksanakan secara sistematis.
2..6.4. Penggantian Part
Penggantian dilakukan pada komponen yang diketahui mengalami kerusakan atau cacat/rusak dan komponen yang sudah melebihi live timenya (masa pakainya).
2..6.5. Function Check
Function check dilakukan setelah proses perbaikan atau penggantian dengan komponen baru. Uji fungsi komponen antara lain adalah :
Memastikan kondisi instalasi kompresor tepat dan aman Instalasi listrik tepat dan aman
Pemipaan tepat dan aman,
Kemudian melakukan pengujian kerja kompresor yang meliputi : Putaran kompresor
Operasi tanpa beban,
Operasi dengan beban sebagian,
Pengujian peralatan pengatur / pengaman / pelindung, Operasi stationer
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 33
BAB III.
EVALUASI HASIL PEMELIHARAAN
3.1. Metode Evaluasi Hasil Pemeliharaan
Gambar 3.1. Flow chart metode evaluasi
Metode evaluasi untuk pemeliharaan kompresor mengacu pada flow chart/alur seperti pada gambar diatas. Secara umum meliputi 3 (tiga) tahapan evaluasi pemeliharaan, yaitu :
1. Evaluasi level – 1
Pelaksanaan tahap awal ini berdasarkan pada hasil In Service / Visual
inspection yang sifatnya berupa harian, mingguan, bulanan atau tahunan, serta dapat
juga dengan menambahkan hasil on line monitoring. Tahapan ini menghasilkan kondisi awal (early warning) dari kompresor.
2. Evaluasi level – 2
Hasil akhir serta rekomendasi pada tahap pertama menjadi inputan untuk dilakukannya evaluasi level – 2, ditambah dengan pelaksanaan in service
measurement. Tahapan ini menghasilkan gambaran lebih lanjut untuk justifikasi kondisi
kompresor, serta menentukan pemeliharaan lebih lanjut.
3. Evaluasi level – 3
Merupakan tahap akhir pada metode evaluasi pemeliharaan. Hasil evaluasi level – 2 ditambah dengan hasil shutdown measurement dan shutdown function check, menghasilkan rekomendasi akhir tindak lanjut yang berupa Life extension program dan
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 34
3.2. Standart Evaluasi Hasil Pemeliharaan
Standar evaluasi adalah acuan yang digunakan dalam mengevaluasi hasil pemeliharaan untuk dapat menentukan kondisi peralatan kompresor yang dipelihara. Standar yang ada berpedoman kepada : instruction manual dari pabrik, standar-standar internasional maupun nasional ( IEC, IEEE, CIGRE, ANSI, SPLN, SNI dll ) dan pengalaman serta observasi / pengamatan operasi di lapangan.
3.2.1. Pengukuran Motor Listrik
1. Arus Starting
Disesuaikan dengan name plate dari pabrikan.
2. Arus Running
Disesuaikan dengan name plate dari pabrikan.
3. Tahanan isolasi motor
Batasan tahanan isolasi belitan motor kompresor mengacu pada Buku Pemeliharaan Peralatan SE.032/PST/1984 dan menurut standard VDE (catalouge 228/4) minimum besarnya tahanan isolasi pada suhu operasi dihitung “1 kilo Volt = 1 MΩ (Mega Ohm) “. Dengan catatan 1 kV = besarnya tegangan fasa terhadap tanah, kebocoran arus yang diijinkan setiap kV = 1 mA.
3.2.2. Tekanan udara
Pengamatan tekanan udara pada proses kompresi dapat mengacu pada nameplate pabrikan atau hasil komisioning peralatan.
Pengukuran yang perlu diamati adalah sebagai berikut ; 1. Tekanan stage 1
2. Tekanan stage 2 3. Tekanan stage 3 4. Tekanan stage 4 5. Unloading valve stage 1 6. Unloading valve stage 2 7. Unloading valve stage 3 8. Unloading valve stage 4
3.2.3. Rele Tekanan udara
Standar tekanan udara yang diujikan mengacu pada nameplate pabrikan atau hasil komisioning peralatan, yang meliputi :
1. Under pressure
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 35
3.2.4. Panel Kontrol
Pengujian tegangan suplai AC/DC pada panel kontrol, mengacu pada IEC
std 56 - 2 klausal 17 (disertakan pula batasan sesuai dengan referensi pabrikan)
adalah sebagai berikut :
Tabel 3.1. Standar tegangan
Referensi Vnominal AC / DC V min V max IEC std 56-2 klausal 17 110 / 220 85 % Vn 110 % Vn
Sedangkan untuk standar duty cycle dan automatic sequence mengacu pada nameplate pabrikan atau hasil komisioning peralatan.
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 36
BAB IV.
REKOMENDASI HASIL PEMELIHARAAN
Rekomendasi hasil pemeliharaan merupakan tindak lanjut yang harus dilaksanakan sebagai hasil evaluasi hasil pemeliharaan yang telah dilakukan. Rekomendasi berpedoman kepada instruction manual dari pabrik dan pengalaman serta observasi / pengamatan operasi di lapangan.
4.1. Rekomendasi Hasil In Service / Visual Inspection
Adalah tindak lanjut dari hasil In Service / Visual Inspection yang juga merupakan tindakan pemeliharaan rutin yang dilakukan dalam periode harian, mingguan, bulanan atau tahunan. Tindak lanjut dilakukan sebagai tindakan pencegahan terjadinya kelainan / unjuk kerja rendah pada peralatan kompresor.
4.1.1. Periode harian
Tabel 4.1. Rekomendasi in service/visual inspection
PERALATAN YANG DIPERIKSA
SASARAN
PEMERIKSAAN
REKOMENDASI
Bagian Lemari Kontrol
Counter Penunjukan counter Catat
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 37
4.1.2. Periode mingguan
Tabel 4.2. Rekomendasi in service/visual incpection
PERALATAN YANG DIPERIKSA
URAIAN KEGIATAN REKOMENDASI
Bagian kompresor
Minyak pelumas Level minyak tidak penuh Minyak ditambah
Indikator tidak jelas Kaca penduga dibersihkan Warna minyak berubah Ganti Minyak
Pemeriksaan kebocoran minyak pelumas
Periksa bagian sambungan antara katun dengan plendes
Bersihkan dan bila bocor deras ganti paken atau seal.
Counter jam kerja kompresor
Periksa kinerja counter Bila counter berhenti lakukan perbaikan
Fungsi kopling ring Periksa tingkat kelonggaran dan kondisi fisik
Ganti bila cacat atau rusak Kipas pendingin silinder Periksa kondisi kipas Jika kendor kencangan dan
bersihkan
4.1.3. Periode bulanan
Tabel 4.3. Rekomendasi in service/visual incpection Bulanan
PERALATAN YANG
DIPERIKSA URAIAN KEGIATAN REKOMENDASI
Baut, sekrup dan mur yang kendor
Periksa kekencangan mur baut dengan menggunakan kunci moment
Kencangkan sepenuhnya dengan ukuran moment
Fungsi kopling Periksa tingkat kelonggaran dan kondisi fisik
Ganti bila cacat atau rusak
Saringan isap (Filter udara)
Periksa dan bersihkan dari kotoran debu
Bersihkan dengan menggunakan udara bertekanan
Minyak pelumas Periksa volume dan kondisi minyak pelumas
Bila kurang ditambah dan bila sudah kotor ganti
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 38
4.1.4. Periode tahunan
Tabel 4.4. Rekomendasi in service/visual incpection Tahunan
PERALATAN YANG DIPERIKSA
URAIAN KEGIATAN REKOMENDASI
Kebocoran pada katup udara
Tutup katup sebagaimana adanya selama 30 menit pada tekanan maksimum, amati apakah tekanan mengalami penurunan lebih 10 % dari tekanan maksimum (atau 15 % untuk kompresor dengan beban otomatik)
Periksa seluruh instalasi dan lakukan perbaikan
Sistem perpipaan, katup udara
Bersihkan arang dan kotoran lainnya dari bagian dalam pipa dengan sikat atau amlplas
Ganti bila jumlah arang sangat banyak dan tidak bisa dibersihkan
Membersihkan arang dari katup udara
Katup udara Ganti perangkat katup bila jumlah arang sangat banyak dan tidak bisa dibersihkan
Goresan dan keausan pada cincin, dan silinder
Cincin dan silinder Ganti bila cacat
Membersihkan tangki udara
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 39
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 40
1. Lampiran 1
LAPORAN HASIL PEMELIHARAAN KOMPRESSOR 100 JAM ATAU MINGGUAN
( CONTOH TYPE JAB SVB 600/250 )
MERK :
TYPE :
NO PERALATAN YG DIPERIKSA ACUAN HASIL
SEBELUMNYA KONDISI AWAL TINDAKAN KONDISI TERAKHIR 1 Motor Listrik
Amper starting (Ampere) 2 x In Amper running (Ampere) ≤ In Kipas pendingin motor
2 Bagian Compressor
Level minyak pelumas
Kebocoran minyak pelumas Saringan udara
Tekanan udara stage 1 6 Tekanan udara stage 2 25 Tekanan udara stage 3
3 Tangki dan pipa udara
Tangki udara
Pipa udara dan sambungan Klem pipa
Stop Valves Non Return valve
4 Panel Kontrol
Sumber tegangan AC (Volt) 380 Tegangan Kontrol DC (Volt) 48 Lampu indicator
Bendera indikator Counter
Terminal dan pengawatan Sakelar dan rele Bantu
Circle duty ( menit) 20 Automatic sequence (detik) 10
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 41
2. LAPORAN HASIL PEMELIHARAAN COMPRESSOR 2000 JAM ATAU TAHUNAN
( CONTOH TYPE JAB SVB 600/250 )
MERK :
TYPE :
NO PERALATAN YG DIPERIKSA ACUAN HASIL
SEBELUMNYA KONDISI AWAL TINDAKAN KONDISI TERAKHIR 1 Motor Listrik
Amper starting (Ampere) 2 x In
Amper running (Ampere) ≤ In
Kipas pendingin motor Ukur tahanan isolasi
2 Bagian Compressor
Level minyak pelumas Kebocoran minyak pelumas Saringan udara
Tekanan udara stage 1 Tekanan udara stage 2 Tekanan udara stage 3 Tekanan udara stage 4 Coupling
Unloading valve stage 1 Unloading valve stage 2 Unloading valve stage 3 Unloading valve stage 4 Water and oil trap Minyak pelumas Coupling
3 Pengujian fungsi rele
Kompresor On Under pressure Kompresor Off Over pressure Sistem automatic
4 Tangki dan pipa udara
Tangki udara
Pipa udara dan sambungan Klem pipa