• Tidak ada hasil yang ditemukan

School of Communication Inspiring Creative Innovation. Keduabelas Ringkasan Materi Kuliah Pengembangan SDM Perusahaan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "School of Communication Inspiring Creative Innovation. Keduabelas Ringkasan Materi Kuliah Pengembangan SDM Perusahaan"

Copied!
57
0
0

Teks penuh

(1)

Keduabelas

Ringkasan Materi Kuliah

(2)
(3)

Pelatihan dan Pengembangan

• Pelatihan adalah proses peningkatan kemampuan spesifik karyawan untuk membantu mencapai tujuan organisasi

• Pengembangan adalah usaha-usaha untuk meningkatkan kemampuan karyawan untuk menghadapi berbagai

(4)

Pelatihan dan Pengembangan

Pelatihan dan pengembangan adalah usaha yang

terencana dari organisasi untuk meningkatkan

pengetahuan, keterampilan dan kemampuan pegawai.

Pelatihan lebih ditekankan pada peningkatan

kemampuan untuk melakukan pekerjaan yang spesifik

pada saat ini.

Pengembangan lebih ditekankan pada peningkatan

pengetahuan untuk melakukan pekerjaan di masa

yang akan datang.

(5)

Pelatihan dan Pengembangan

No

Pembeda Pelatihan Pengembangan

1 Fokus Aspek kemampuan spesifik yg relatif sempit

Aspek kapasitas dalam setiap penugasan 2 Jangka waktu Pendek panjang

3 Tujuan dapat menunaikan pekerjaan saat ini

Dapat menangani berbagai penugasan dimasa yad

4 Hasilnya Langsung dan cepat Tidak langsung

5

Pengukuran efektivitas

Penilaian kinerja, analisis biaya, tes kelulusan, sertifikasi

SDM yang siap di tugaskan, promosi

(6)

Rank

ASK

by difficulty to develop in people

A

ttitude

S

kills

K

nowledge

•Easy

•Moderately

difficult

•Most difficult

(7)

Melakukan Pengembangan Karyawan

Kebutuhan Karir Karyawan

On The Job Training Off The Job

Training

Kebutuhan Kinerja Organisasi

Penugasan Khusus (Special Assignment) Development Programs and Interventions

Match ?

dll

Memberikan kesempatan kepada karyawan untuk Menangani suatu tugas/proyek khusus dengan maksud

(8)

Proses Pelatihan Yang Kreatif

Setiap organisasi atau perusahaan pada saat melaksanakan pelatihan akan dihadapkan pada pertanyaan – pertanyaan sebagai berikut :

1. Pelatihan apa yang dibutuhkan? 2. Siapa yang harus dilatih? 3. Dimana tempat pelatihan ? 4. Bagaiman cara pemberian pelatihan? 5. Bagaimana cara mengetahui efektivitas pelatihan?

(9)

Analisis Kebutuhan Pelatihan dan Pengembangan

Analisis kebutuhan adalah penentuan kebutuhan

pelatihan dan pengembangan yang akan dilakukan.

Kegiatan ini sangat rumit dan sulit, karena perlu

mendiagnosis kompetensi organisasi saat ini dan

kompetensi yang dibutuhkan sesuai dengan

perubahan lingkungan dan masa yang akan datang.

Analisis kebutuhan dilakukan melalui langkah-langkah :

a. Analisis kebutuhan organisasi.

b. Analisis kebutuhan tugas.

(10)

Analisis Kebutuhan Organisasi

Analisis kebutuhan organisasi yaitu mengidentifikasi

strategi organisasi, lingkungan organisasi pada

saat ini dan masa yang akan datang untuk

mencapai tujuan.

Tantangan lingkungan

menghendaki kompetensi

pegawai, ditandai dengan :

a.

Lingkungan persaingan yang semakin ketat sebagai akibat globalisasi.

b. Kecendrungan peningkatan outsourcing. c. Perubahan-perubahan teknologi.

d. Keanekaragaman/diversifikasi pegawai. e. Ketertinggalan pegawai

(11)

Analisis Kebutuhan Organisasi

Kompetensi dan perilaku sumber daya manusia agar dapat bersaing, harus memiliki :

1. Inisiatif, mampu bekerja sama.

2. Kemampuan bekerja dalam kelompok. 3. Kemampuan evaluasi kinerja.

4. Kemampuan berkomunikasi dan mendengarkan. 5. Kemampuan menganalisis masalah.

6. Kemampuan mengambil keputusan.

7. Kemampuan mendapatkan dan memahami informasi. 8. Kemampuan untuk melakukan rencana.

(12)

Analisis kebutuhan Tugas

Analisis tugas yaitu menganalisis tugas-tugas yang harus dilakukan dalam setiap jabatan, yang dapat dipelajari dari perilaku peran tersebut, dan informasi analisis jabatan yaitu uraian tugas, persyaratan tugas dan standar unjuk kerja

yang terhimpun dalam informasi sumber daya manusia organisasi.

(13)

Analisis kebutuhan pegawai

Analisis kebutuhan pegawai adalah menganalisis mengenai apakah ada pegawai yang kurang dalam kesiapan tugas-tugas atau kurangnya kemampuan,

keterampilan dan pengetahuan yang dapat diketahui dari penilaian kinerja, observasi ke lapangan, kuesioner.

(14)
(15)

15

The Gap Concept

Performance/ Results Time Expected Curve Actual Curve

Gap

In training terms this means we need to

develop programs to fill the Gap

1,000 Cars

800 Cars

(16)

16

Training Needs

The reasons for not

making the 1,000

cars:

Not enough resources

Poor machines

Poor staff skills

As training experts we

must analyze the

situation to determine if:

• Expected result too high

• Target achievable

• Is training the only way

to make it happen

(17)

Training Needs Analysis (TNA)

Employees Education Existing Required Organitation’s Performance Employees Performance Employees

Skill Knowl Attitudes

Employees Experience Employees Training Knowledge,Skills, Attidus Knowledge,Skills, Attidus

Training to helps to bridge the gap

TNA is the tool to identify the gap

Existing

Performance Performance

Future

(18)

Identifikasi Kebutuhan Pelatihan

Identifikasi pelatihan dan pengembangan dilakukan antara lain dengan (lanjutan):

1. Membandingkan uraian pekerjaan/jabatan dengan pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki karyawan atau calon karyawan.

2. Menganalisis penilaian prestasi karyawan dengan melihat penyimpangan atau kekurangan yang terjadi.

3. Menganalisis data/CV karyawan

4. Menganalisis laporan perusahaan (keluhan

pelanggan/karyawan, kerusakan mesin, kegagalan kerja/produksi, absensi, produktivitas, efisiensi dll,)

5. Menganalisis Masalah yang dihadapi perusahaan (Sistem dan SDMnya).

6. Rencana Jangka Panjang Perusahaan. 7. Menganalisis hasil assessment center

(19)

Identifikasi Kebutuhan Pelatihan

Misalnya Hasil Assessment Center Pegawai X, sbb:

1. Meet Requirement a. Business Awareness b. Conceptual Thinking c. Legal Awareness d. Organizational Awareness 2. Weakness a. Analytical Thinking b. Decision Making

c. Leadership of Change Perlu Pelatihan

d. Managing People & Change e. Strategic Orientation

(20)

Informasi Kebutuhan Pelatihan

Informasi Kebutuhan Pelatihan dapat diperoleh antara lain melalui:

1. Observasi di lapangan

2. Mengumpulkan permintaan pelatihan dari para manajer 3. Mengadakan wawancara dengan target peserta atasan

karyawan yang bersangkutan bawahannya atau temannya. 4. Diskusi kelompok

5. Kuesioner

6. Permintaan karyawan karena kebutuhan pekerjaan 7. Tes Tertulis

8. Komentar Pelanggan 9. Komentar Pesaing

(21)
(22)

A Framework for the HRD Process

Rencana Strategis

Corporate Annual Message Kebijakan Pengembangan dan Pelatihan

PKB

Curr

ic

ul

(23)

Proses Pelatihan dan Pengembangan

Assesment

Analysis training needs Identify training objective

and creteria Delivery/Implement. - Schedule training - Conduct training - Monitor Training Evaluation

Measure training outcomes Compare outcomes to objective

Design  Pretest Trainees

 Select Training Methods  Plan Training Content

(Mathis and Jackson)

Rencana Strategis

Corporate Annual Message Kebijakan Pengembangan dan Pelatihan

PKB

Curr

ic

ul

(24)

Langkah2 Pelaksanaan Pelatihan dan Pengembangan

Rencana Strategis

Corporate Annual Message Kebijakan Pengembangan dan Pelatihan

PKB

Curr

ic

ul

(25)

Langkah-Langkah Pelatihan dan Pengembangan (Contoh 2)

Agar Pelatihan dan Pengembangan dapat berjalan sesuai dengan rencana dan mencapai tujuan yang dinginkan langkah2 yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:

Penilaian Kebutuhan

Tujuan Pelatihan & Pengembangan Materi Program Prinsip Pembelajaran Program Aktual - Keahlian - Pengetahuan - Kemampuan Pekerja Kriteria Evaluasi Evaluasi dan Umpan Balik

(26)

Penjelasan Langkah-Langkah Pelatihan dan Pengembangan

1. Penilaian Kebutuhan

Penilaian Kebutuhan adalah suatu diagnose untuk menentukan masalah yang dihadapi saat ini dan tantangan dimasa mendatang yang harus dipenuhi oleh program pelatihan dan pengembangan.

Ada 6 langkah sistematis untuk mengetahui kebutuhan pelatihan(TNA), yaitu: 1. Mengumpulkan data untuk menentukan lingkup kerja TNA

2. Menyusun Uraian tugas menjadi sasaran pekerjaan atau kegiatan dari sasaran yang telah ditentukan.

3. Mengukur instrument untuk mengukur kemampuan kerja. 4. Melaksanakan pengukuran peringkat kemampuan kerja.

5. Mengelola data hasil pengukuran dan menafsirkan data hasil pengolahan.

(27)

Penjelasan Langkah-Langkah Pelatihan dan Pengembangan

2. Tujuan Pelatihan dan Pengembangan

Tujuan Pelatihan dan Pengembangan harus dapat memenuhi kebutuhan yang diinginkan oleh perusahaan serta dapat membentuk tingkah laku yg diharapkan serta kondisi-kondisi bagaimana hal tersebut dapat dicapai.

Tujuan pelatihan harus dirumuskan secara spesifik, apakah perubahan perilaku atau perubahan pengetahuan yang

ingin dicapai setelah pelatihan dilakukan.

Berdasarkan tujuan tersebut maka ditentukan materi untuk pelatihan untuk mencapai tujuan.

(28)

Penjelasan Langkah-Langkah Pelatihan dan Pengembangan

.

3. Materi Program

Materi program disusun dari estimasi kebutuhan dan tujuan pelatihan. Kebutuhan di sini mungkin dalam bentuk pengajaran keahlian khusus, menyajikan pengetahuan yang diperlukan atau berusaha untuk mempengaruhi sikap.

4. Prinsip Pembelajaran

Prinsip pembelajaran merupakan suatu guideline dimana proses belajar akan berjalan lebih efektif. (Prinsip mengandung unsur: partisipasi, pengulangan, relevansi, pengalihan dan umpan balik).

(29)

Faktor Efektivitas Pelatihan dan Pengembangan

(Prinsip Pembelajaran)

1. Participation atau partisipasi merupakan keterlibatan seorang peserta dalam kegiatan secara aktif dan

secara langsung.

2. Repetition adalah melakukan atau mengatakan secara berulang-ulang dalam usaha menanamkan ide dalam ingatan seseorang.

3. Relevance, pelatihan mempunyai arti atau manfaat yang sangat penting pada seseorang.

4. Transference artinya adanya kesesuaian antara

pelatihan dengan pekerjaan yang dilakukan sehari-hari oleh pegawai.

5. Feedback merupakan pemberian informasi atas perkembangan kemajuan yang telah dicapai oleh peserta pelatihan, mana yang perlu diperbaiki atau dipertahankan.

(30)

Langkah2 Pelatihan dan Pengembangan

5. Evaluation dan Follow Up (lanjutan)

a. Reaksi : Catat reaksi spontan dari trainee terhadap program. b. Belajar : Gunakan alat feedback atau pretest dan post-test

untuk mengukur apa yang sebenarnya telah dipahami oleh trainee.

c. Perilaku : Beri catatan mengenai reaksi trainee kepada suvervisor setelah latihan berakhir untuk mengetahui sampai seberapa jauh trainee dapat menerapkan keterampilan dan pengetahuan barunya dalam pekerjaan mereka.

d. Hasil : Menentukan tingkat perbaikan performance,

(31)
(32)

32

Kirkpatrick’s Four-Level Framework of

Evaluation Criteria

(33)

Dalam model evaluasi Kirkpatrick, terdapat empat level evaluasi yang menggambarkan urutan sebuh alur evaluasi program diklat. Setiap level dalam model evaluasi ini sangat penting dan mempengaruhi level berikutnya. Keempat level evaluasi itu adalah:

1. Level 1 – Reaction 2. Level 2 – Learning 3. Level 3 – Behavior 4. Level 4 – Results

(34)

Level I : Evaluasi Reaksi

Mengevaluasi kepuasan peserta dalam mengikuti proses belajar mengajar yang nencakup kepuasan peserta, kualitas instruktur, kualitas materi pelatihan dan pelayanan (akomodasi dan lain-lain). Dilaksanakan pada akhir pembelajaran dalam bentuk kuesioner umpan balik peserta pelatihan.

Level II : Evaluasi Peningkatan Pembelajaran

Mengevaluasi peningkatan kemampuan peserta setelah mengikuti proses belajar mengajar. Evaluasi ini dilaksanakan dalam bentuk pengerjaan soal-soal sebelum pembelajaran dimulai (Pre-test) dan sesudah pelajaran selesai (Post-test).

Empat Level Evaluasi Pelatihan (Donald L. Kirkpatrick, 1988:10)

(35)

Level III: Evaluasi Behavior

Mengevaluasi perubahan behavior peserta setelah mengikuti pelatihan minimal 3 bulan dari penyelenggaraan. Evaluasi dilakukan oleh alumni dan atasan peserta. Aspek yang dinilai termasuk aspek kesesuaian pelatihan dengan job task peserta (mengevaluasi tahapan analisis), peningkatan kemampuan bekerja (menganalisis tahapan design dan development).

(36)

Level IV: Evaluasi Manfaat Pelatihan

Evaluasi terhadap manfaat pelatihan dalam meningkatkan kinerja perusahaan, evaluasi ini dilaksanakan dengan mengambil sampling melihat sejauh mana efektivitas (penghematan biaya, peningkatan output, customer satisfaction, employee satisfaction) dan pengaruh dari pelaksanaan pelatihan terhadap kinerja perusahaan.

(37)

level V : Evaluasi Return of Invesment

Jack J. Philips (2002) menjelaskan satu konsep baru evaluasi pelatihan yang merupakan lanjutan dari teori yang dijelaskan oleh D. Kirkpatrick. Pada level ini, evaluasi diukur secara financial dengan melihat tingkat pengembalian investasi suatu pelatihan dengan rumus yang digunakan.

ROI = ((Net Total Benefit-Total Cost)/Total Cost x 100%) Jack J. Philips (2002)

(38)

Menyususn Kebijakan Peraturan

Perusahaan HRD.

(39)

Beberapa Pertimbangan dalam

Menyususn kebijakan Peraturan

Perusahaan.

Beberapa hal yang perlu dipikirkan/dipertimbangkan pada saat membuat aturan bisnis untuk membuat peraturan yang sederhana, mudah dimengerti, menjaga peraturan diterima semua karyawan sehingga setiap orang dapat memiliki

interpretasi yang sama.

Aturan perusahaan harus dibuat secara tertulis dan terus up to date.

(40)

Lanjutan pertimbangan dalam

menyusun kebijakan Perusahaan.

Sumber daya manusia sebagai individu-individu didalam organisasi memiliki keunikan masing-masing yang tidak dapat disamaratakan sehingga kebijakan yang diterapkan dalam suatu organisasi selayaknya mampu mewadahi bahkan menjembatani beragam keunikan tersebut.

Individu dalam organisasi adalah unik karena setiap individu memiliki:

 Tingkat kebutuhan yang berbeda,  Karakteristik yang berbeda,

 Cara pandang atau perspektif yang berbeda terhadap suatu peristiwa atau permasalahan,

(41)

Lanjutan pertimbangan menyusun

keijakan

Hal yang dijelaskan dalam slide sebelumnya merupakan hal yang sifatnya intangible, tidak dengan mudah dapat dilihat, diraba, dan dipahami karena bukan sesuatu fisikal.

Selain hal-hal intangible, individu juga berbeda dan unik secara fisikal, diantaranya bentuk tubuh secara fisik, ras/etnis, dan

gender/seks yang tentunya akan melahirkan suatu kebutuhan yang berbeda.

Keunikan-keunikan tersebut perlu diakomodir dengan baik dalam menyusun kebijakan/aturan sehingga tujuan dari organisasi dapat terpenuhi.

(42)

Lanjutan pertimbangan menyusun

kebijakan

Kebijakan yang ditetapkan dalam organisasi beserta praktiknya mempengaruhi perilaku kelompok maupun individu didalam

tubuh organisasi. Setiap individu dan kelompok akan memiliki persepsi dan penilaian yang berbeda terhadap suatu bentuk kebijakan dan praktik MSDM.

Kekecewaan maupun tekanan yang mungkin timbul akibat persepsi dan penilaian terhadap suatu bentuk kebijakan akan memunculkan bentuk-bentuk perilaku yang akan berpengaruh terhadap penurunan kinerja organisasi yang diantaranya

tercermin dari meningkatnya ketidakhadiran, meningkatnya turnover, dan penurunan produktivitas individu atau kelompok.

(43)

Lanjutan pertimbangan menyusun

kebijakan

Berdasarkan pertimbangan sebelumnya maka, kebijakan maupun praktek MSDM ini perlu mendapatkan perhatian secara khusus agar dapat berjalan dan berfungsi secara efektif.

Untuk dapat menciptakan kebijakan/peraturan dan praktek yang efektif tentu perlu adanya suatu pemahaman tentang kebijakan dan praktek MSDM.

(44)

Beberapa manfaat membuat peraturan

yang tepat/baik :

1. Memungkinkan perusahaan bisa berkembang lebih dinamis 2. Penciptaan dan pengelolaan kebijakan perusahaan yang

efektif

3. Peningkatan kualitas dan efektivitas melalui aplikasi yang lebih konsisten, akurat dan tepat waktu kebijakan

perusahaan di seluruh organisasi.

4. Peluang untuk menetapkan proses formal dan

berkelanjutan atas kebijakan perusahaan dan perbaikan 5. Menciptakan suasana kerja yang lebih baik

6. Membangun hubungan baik perusahaan dengan

karyawan dan juga karyawan satu dengan karyawan lainnya 7. Menciptakan keadilan dalam perusahaan

(45)
(46)

One of the organization’s strategic engine that integrate

all available learning resources, process, and people

within the corporation to enable best in class

performance by continously enhancing the knowledge, skill, and the attitude/belief of people within the business eco system

(47)

Definisi Corporate University

Dari semua definisi yang ada, kita mencoba untuk menyimpulkan definisi dari corporate university:

Corporate university adalah entitas pendidikan yang merupakan

perangkat strategis yang didesain untuk membantu organisasi induknya dalam mencapai sasarannya, dengan menyelenggarakan

aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan pembelajaran,

pengetahuan, dan kebijaksanaan, baik secara individual maupun organisasional.

(48)

Keterkaitan dengan Strategi Organisasi

Corporate university yang baik adalah yang membantu perusahaan

untuk mencapai tujuannya. Banyak organisasi telah mengembangkan rencana strategis yang didesain untuk membantu organisasi dalam memenuhi misinya. Mempunyai corporate university bukanlah tujuan organisasi, tetapi untuk membantu organisasi dalam mencapai tujuan-tujuannya.

(49)
(50)

Training is the giving of information and knowledge, through speech, the written word or other methods of demonstration in a manner that instructs the trainee.

Learning is the process of absorbing that information in order to increase skills and abilities and make use of it under a variety of contexts. Retaining it with the goal of increasing skills and abilities in order to achieve goals

(51)

LEARNING • For Non Spesific &

Unexpected Situation

• To face future challenges • To Tackle today issues and

tommorow issues

• TRAINING

• Focuses on the development new skill or skill set to operate day to day operation

• To know how departement works

• To know how job-specific tools operate in order to carry out their responsibilities

• To teach the employee or learner how things are done so that they can then carry out a process on their own.

(52)
(53)

Succession Management

Proses sistematis yang memastikan kesinambungan kepemimpinan pada posisi kunci perusahaan

(54)

Leadership

Development

Program

Executive Development Program Management Development Program Kepemimpinan Dasar/Suslia/dll

(55)

Klasifikasi individu berdasarkan performance dan potensial

STARS

WORK

HORSES

QUESTION

MARKS

DEADWOOD

Future Potential

Low High Low High Perf orm an ce

(56)

56

Leadership Competencies eksisting yang dipersyarat-kan di setiap level sesuai PR 206 /2014 :

Basic Intermediat Advance

1 Visionary Thinking X X

2 Societal Need Orientation X

3 Spirit of Giving X

4 Developing Great Leader X

5 Spirit of Loving X X 6 Inspiring Leader X 7 Achievement Orientation X 8 Empowering X 9 Leadership of Endurance X X X 10 Action Management X X 11 Business Acumen X X 12 Building Partnership 13 Business Awareness X 14 Collaborative Innovation X X 15 Networking X Level No Competencies **) Update

(57)

Gambar

Gambar : Langkah-Langkah Pelatihan dan Pengembangan

Referensi

Dokumen terkait

Dari percobaan yang dilakukan dilihat bahwa rata-rata respont time yang dilakukan oleh strata guard adalah 0.00019 detik dari hasil tersebut terlihat jelas bahwa

MI “Al-Wahdah” saat ini memiliki seorang kepala sekolah dan beberapa guru yang telah mengajar sejak tahun ajaran 2014/2015..

Pengawalan dan Pendampingan untuk UPSUS Padi, Jagung dan Kedelai berpedoman pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 03/Permentan/OT.140/02/2015 tentang Pedoman Upaya Khusus

Bertitik tolak dari permasalahan yang penulis paparkan dalam lakar belakang masalah di atas itu, maka penulis tertarik untuk meneliti mengenai upaya-upaya dalam kebijakan menangani

Berdasarkan Penjabaran Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Lingkungan Hidup diatur dalam Peraturan Walikota Magelang Nomor 41 Tahun 2016 Tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas

Pada batasan periodisasi penulis membatasi studi tentang pemerintahan daerah Kabupaten Tapanuli Selatan sampai pada tahun 1999, karena pada tahun ini pemerintah telah

Sebagaimana yang sudah disampaikan oleh Panitia Perancang Undang-Undang tadi, pada masa sidang ini kami juga berharap melalui sidang paripurna yang terhormat ini

Pada hari Selasa, tanggal 18 Maret 2014 pukul 11.30 Wib bertempat di halaman Mapolres Pekalongan Kota berlangsung apel kesiapan pengamanan Pawai Ta'ruf kampanye terbuka di Tirto