RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) Satuan pendidikan : SMAN 1 Tellu Siatinge Kab.Bone Kelas / semester : XI/ 2

23 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

Satuan pendidikan : SMAN 1 Tellu Siatinge Kab.Bone Kelas / semester : XI/ 2

Alokasi waktu : 1 x 45 menit Materi pokok : polarisasi Cahaya

A. Kompetensi Inti

KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianut

KI 2: Mengembangkan perilaku jujur ( disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerja sama, cinta damai, rensponsif dan proaktif.) dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas permasalahan bangsa dalam berinteraksi seara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dapat menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

KI 3: Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual dan prosedural,dalam ilmu pengetahuan, seni, dan budaya dengan wawasan kemanusiaan , kebangsaan, kenegaraan dan peradaban terkait fenomena dan kejadian serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

KI 4: Mengolah, menalardan menyaji dalam ranah konkrit dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan yang dipelajarinya dari sekolah secara mandiri dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan. B. Kompetensi dasar :

1.1. Menyadari kebesaran tuhan yang menciptakan dan mengatur alam jagat raya melaui pengamatan alam jagat raya melalui pengamatan fenomena alam fisis dan pengukurannya.

2.1. Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif;

(2)

inovatif dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan percobaan , melaporkan, dan berdiskusi

3.10Menerapkan konsep dan prinsip gelombang bunyi dan cahaya dalam teknologi

4.10. Melakukan percobaan tentang gelombang bunyi dan/atau cahaya, berikut presentasi hasil percobaan dan makna fisisnya misalnya sonometer, dan kisi difraksi

C. Indikator :

1.1.1. Peserta didik dapat menyadari kebesaran tuhan dengan mempelajari polarisasi cahaya akibat hamburan yang dikaruniakan tuhan kepada kita 2.1.1. Peserta didik dapat aktif dalam melakukan pengamatan, merumuskan

hipotesis, membuat keseimpulan dan presentasi. 3.9.1. Peserta didik dapat menjelaskan polarisasi cahaya

3.9.2. Peserta didik dapat menjelaskan polarisasi cahaya akibat penyerapan 3.9.3. Peserta didik dapat menjelaskan polarisasi cahaya akibat pemantulan 3.9.4. Peserta didik dapat menentukan menentukan terjadinya polarisasi akibat

pembiasan

3.9.5. Peserta didik dapat Menggunakan persamaan tentang polarisasi akibat adanya pemantulan.

4.9.1. Peserta didik dapat Melakukan percobaan dalam bentuk simulasi untuk mengetahui polarisasi cahaya

4.9.2. Peserta didik dapat Melakukan percobaan dalam bentuk simulasi untuk mengetahui polarisasi akibat adanya penyerapan

4.9.3. Peserta didik dapat Melakukan percobaan dalam bentuk simulasi untuk melihat polarisasi akibat adanya pemantulan

D. Tujuan :

1. Peserta didik dapat menyadari kebesaran Tuhan, melalui kegiatan mengamati polarisasi cahaya akibat hamburan dengan baik.

2. Melalui kegiatan simulasi, peserta didik dapat mengembangkan sikap rasa ingin tahu yang tinggi.

(3)

3. Peserta didik dapat menerapkan sikap jujur, disiplin, percaya diri dan bertanggung jawab dalam melakukan kegiatan di dalam kelas dengan baik. 4. Melaui kegiatan simulasi, peserta didik dapat mengamati dan menjelaskan

polarisasi cahaya dengan tepat.

5. Melalui kegiatan simulasi, peserta didik dapat mengamati dan menjelaskan polarisasi cahaya akibat penyerapan dengan benar.

6. Melalui kegiatan simulasi, peserta didik dapat menentukan polarisasi cahaya akibat pemantulan dengan tepat.

7. Diberikan data – data hasil pengamatan, peserta didik dapat menghitung intensitas cahaya yang terpolarisasi

8. Melalui kegiatan simulasi, peserta didik dapat menjelaskan polarisasi cahaya akibat adanya hamburan dengan benar.

9. Melalui kegiatan pengamatan, peserta didik dapat melukiskan polarisasi akibat adanya pembiasan dengan benar.

10. Diberikan data – data hasil percobaan, peserta didik dapat menghitung sudut kritis yang ibentuk oleh adanya pemantulan dengan benar.

E. Materi Pembelajaran

1. Pengertian polarisasi cahaya

2. Menentukan polarisasi cahaya akibat adanya penyerapan cahaya 3. Menentukan polarisasi cahaya akibat adanya pemantulan. F. Pendekatan, model dan metode pembelajaran

Model : Simulasi Metode : Ceramah

G. Langkah – langkah kegiatan pembelajaran

Kegiatan Sintaks

Pembelajaran Deskripsi kegiatan

Waktu Pendahuluan Menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa 1. Memberikan salam

2. Mempersilahkan siswa mengawali pembelajaran dengan doa

3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. 4. Guru memberikan motivasi, apersepsi dan

10 menit

(4)

prasyarat awal tentang materi ajar

5. Guru menyampaikan materi prasyarat sebelum masuk kemateri inti.

Kegiatan Inti Menyajikan informasi Pengorganisasian peserta didik dalam belajar Membimbing peserta didik dalam Mengamati

1. Guru menyuruh peserta didik membuka simulasi polarisasi cahaya melalui program phet dengan menggunakan laptop atau komputer yang tersedia.

2. Peserta didik melakukan pengamatan terhadap simulasi tersebut.

Menanya

3. Membimbing Peserta didik merumuskan pertanyaan sesuai dengan pengamatan terhadap simulasi tersebut.

4. Guru mamandu peserta didik merumuskan hipotesis

Mencoba

5. Peserta didik melakukan pengamatan tentang polarisasi cahaya akibat adanya penyerapan cahaya

Mengasosiasi

6. Membimbing peserta didik menyajikan hasil pengamatan dalam melakukan percobaan.

7. Peserta didik menyimpulkan polarisasi akibat adanya penyerapan cahaya

8. Peserta didik melakukan analisis untuk menjelaskan proses terjasinya polarisasi akibat adanya pemantulan.

9. Guru membimbing / menilai kemampuan peserta didik mengolah data dan

25 menit

(5)

pengamatan dan belajar

Evaluasi

merumuskan kesimpulan Mengkomunikasikan

10. Peserta didik mempresentasikan hasil pengamatannya.

11. Guru menjelaskan tentang hal-hal yang belum diketahui.

12. Guru menuntun peserta didik untuk mengerjakan latihan soal.

13. Guru menuntun peserta didik menyelesaikan soal mandiri.

14. Guru menilai sikap peserta didik *) Penutup Memberikan

penghargaan

1. Guru memberikan penghargaan kepada peserta didik yang memiliki kinerja dan Apresiasi yang baik.

2. Guru bersama peserta didik menyimpulkan hasil pembelajaran yang telah dilakukan

3. Melakukan post tes untuk mengukur tingkat pemahaman siswa

4. Do’a

10 menit

H. Alat dan sumber belajar

1. Media : LKPD, Laptop, LCD 2. Alat dan Bahan : Spidol dan papan tulis 3. Sumber Belajar :

 Kanginan, Marthen. 2013. Fisika untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Erlangga.

 Sumarsono, Joko. 2008. Fisika untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Pusat Perbukuan

 Internet

(6)

1. Penilaian sikap

Teknik Penilaian : Non Tes

Bentuk Instrumen : Lembar Pengamatan Instrumen : Terlampir

Kunci dan Pedoman Penskoran/Rubrik : skor 1-4 2. Penilaian pengetahuan

Teknik penilaian : Tes tertulis

Bentuk instrument : Soal Uraian dan pilihan ganda Instrumen : Terlampir

Kunci dan Pedoman Penskoran/Rubrik : skor 1-4 3. Penilaian Psikomotor

Teknik Penilaian :Tes Praktik Bentuk Instrumen : Check list Instrumen : Terlampir

Kunci dan Pedoman Penskoran/Rubrik : skor 1-4

Lampiran :

1. Penilaian Kognitif

Mata pelajaran : Fisika

Kelas/ Semester : XI MIA.../1 Pokok bahasan : ... Waktu Pelaksanaan : ...

Lembar penilaian soal Pilihan ganda: N

O Uraian Soal Jawaban

1 Yang tidak dapat mengalami polarisasi adalah.. a. Gelombang bunyi

b. Cahaya putih c. Gelombang radio d. Sinar x

(7)

e. Sinar gamma

2 Sudut kritis cahaya suatu zat adalah 370 (sin 37 = 0,6) maka sudut polarisasi untuk zat tersebut…

a. 41o b. 500 c. 59o d. 70o e. 82o C

3 Seberkas sinar datang dari udara ke suatu medium optis yang memiliki indeks bias 4/3. Jika sinar yang dipantulkan terpolarisasi linier maka besar sudut polarisasinya adalah...

a. 30o b. 370 c. 45o d. 53o e. 60o D

4 Jika cahaya alami dengan intensitas awal Io melewati polarisator

dan analisator, cahaya sebagian terpolarisasi dan hanya 0,375 Io

cahaya yang diteruskan, maka sudut antara polarisator dan analisator adalah..? a. 0o b. 30o c. 45o d. 60o e. 90o B

5 Jika sudut antara kedua sumbu polarisasi pada kedua polarisator

(8)

Rubrik penilaian

Skor Kriteria

1 Jika menjawab dengan benar 0 Jika menjawab dengan salah

Lembar Penilaian soal uraian:

Polaroid pertama dengan intensitas Io dan Polaroid kedua ?

a. 0,125 I0 b. 1,25 I0 c. 12,5 I0 d. 125 I0 e. 1250 I0 N

O Uraian Soal Jawaban Skor

1 Jelaskan pengertian polarisasi cahaya

Polarisasi cahaya adalah pembatasan atau pengutuban dua arah getar menjadi satu arah getar.

2 Bagaimanakah proses terjadinya polarisasi cahaya akibat penyerapan ?

Proses Terjadinya polarisassi cahaya akibat adanya penyerapan ialah mula –mula cahaya yang belum terpolarisasi di lewatkan kepolisator sehingga terpolarisasi. Untuk melihat bahwa cahaya terpolarisasi maka digunakan keeping yang sama analisator.

(9)

Rubrik Penilaian:

2. Penilaian Afektif

Lembar Pengamatan

Rubrik Penilaian Sikap Spiritual dan Sosial Petunjuk Pengisian:

Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai sikap spiritual peserta didik.

Berilah tanda cek list ((√)) pada kolom skor sesuai sikap spiritual yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut:

 4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan

 3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak melakukan

3. Bagaimanakah proses terjadinya polarisasi cahaya akibat adanya pemantulan ?

Polarisasi cahaya terjadi ketika cahaya mengenai bidang batas dua medium optic dengan kerapatan berbeda, sebagian cahaya akan dipatulkan. Tingkat polarisasi bergantung pada sudut datang dan indeks bias kedua medium.

Skor Kriteria

4 Jika menjawab dengan lengkap dan benar 3 Jika menjawab dengan kurang lengkap 2 Jika menjawab dengan tidak lengkap 1 Jika menjawab dengan salah

(10)

 2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukan

 1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan

Nama Peserta Didik : ………. Kelas : ………. Tanggal Pengamatan : ……….. Materi Pokok : ………..

Aspek Pengamatan Skor 1 2 3 4 SIKAP SPIRITUAL

Syukur (SY)

Berdoa sebelum dan sesudah melakukan sesuatu Mengucapkan rasa syukur atas karunia Tuhan

Memberi salam sebelum dan sesudah menyampaikan pendapat/presentasi

Mengungkapkan kekaguman secara lisan maupun tulisan terhadap Tuhan saat melihat kebesaran Tuhan

Rasa ingin tahu

Menanyakan hal – hal yang berkaitan dengan polarisasi cahaya adalam kehidupan sehari – hari.

Memperhatikan dengan cermat penjelasan maupun pengarahan dari guru

Jujur

Tidak nyontek dalam mengerjakan ujian/ulangan/tugas

Tidak melakukan plagiat (mengambil/menyalin karya orang lain tanpa menyebutkan sumber) dalam mengerjakan setiap tugas

Mengungkapkan perasaan terhadap sesuatu apa adanya Melaporkan data atau informasi apa adanya

(11)

Mengakui kesalahan atau kekurangan yang dimiliki Disiplin

Masuk kelas tepat waktu

Mengumpulkan tugas tepat waktu Memakai seragam sesuai tata tertib Mengerjakan tugas yang diberikan Tertib dalam mengikuti pembelajaran Membawa buku tulis sesuai mata pelajaran Membawa buku teks mata pelajaran Percaya Diri

Berani presentasi di depan kelas

Berani berpendapat, bertanya, atau menjawab pertanyaan Berpendapat atau melakukan kegiatan tanpa ragu-ragu Tanggung Jawab

Melaksanakan setiap pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya Melaksanakan tugas individu dengan baik

Mengakui dan meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan Menepati janji

Skor Total

Petunjuk Penskoran:

Skor akhir menggunakan skala 1 sampai 4. Perhitungan skor akhir menggunakan rumus: Skor Diperoleh x 4 = Skor Akhir

Skor Maksimal

Sesuai Permendikbud No 81A Tahun 2013, Peserta Didik memperoleh nilai adalah:

Sangat Baik : apabila memperoleh skor : 3,33 < skor ≤ 4,00 Baik : apabila memperoleh skor : 2,33 < skor ≤ 3,33

(12)

Cukup : apabila memperoleh skor : 1,33 < skor ≤ 2,33 Kurang : apabila memperoleh skor : skor ≤ 1,33

3. Penilaian Psikomotorik

Mata pelajaran : Fisika Kelas/ Semester : XI /2

Pokok bahasan : Polarisasi Cahaya

Waktu Pelaksanaan : Jumat 29 September 2017

Rubrik Penilaian:

Aspek Penialaian Skor Kriteria Pencapaian A1:

Menyiapkan alat dan bahan

3 Alat/bahan yang dibawa lengkap

2 Alat/ bahan yang dibawa kurang lengkap 1 Tidak membawa alat/bahan

A2 :

Mengoperasikan alat dan bahan

3 Mengoperasikan alat dan bahan dengan benar dan sesuai dengan prosedur

2 Mengoperasikan alat dan bahan kurang tepat dan kurang sesuai dengan prosedur

1 Mengoperasikan alat dan bahan tidak tepat dan tidak sesuai dengan prosedur

A3:

Memfokuskan perhatian

3 Memfokuskan perhatian pada kegiatan dan tidak mengerjakan hal – hal yang lain

2 Kurang memfokuskan perhatian pada kegiatan dan mengerjakan hal – hal yang lain

1 Tidak memfokuskan perhatian pada kegiatan dan fokus mengerjakan hal – hal yang lain

A4: 3 Mengamati kegiatan praktikum dengan cermat

N

O Nama

A1 A2 A3 A4 A5 A5 A5

NA 3 2 1 3 2 1 3 2 1 3 2 1 3 2 1 3 2 1 3 2 1

(13)

Pengamatan 2 Mengamati kegiatan praktikum kurang cermat 1 Mengamati kegiatan praktikum tidak cermat A5:

Penafsiran

3 Menafsirkan hasil pengamatan dengan tepat 2 Menafsirkan hasil pengamatan kurang tepat 1 Menafsirkan hasil pengamatan tidak tepat

A6:

Penyajian data

3 Menyajikan data secara sistematis dan komunikatif

2 Menyajikan data kurang sistematis dan kurang komunikatif

1 Menyajikan data tidak sistematis dan tidak komunikatif A7:

Menyimpulkan

3 Menyimpulkan hasil pengamatan dengan tepat 2 Menyimpulkan hasil pengamatan kurang tepat 1 Menyimpulkan hasil pengamatan tidak tepat

MATERI PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran : FISIKA Kelas/Semester : XI/2

Hari/Tanggal : Jumat/ 29 september 2017 Alokasi waktu : 1 x 45 menit

A. Judul Materi ajar : Polarisasi Cahaya B. Uraian Materi

Polarisasi cahaya adalah pembatasan atau pengutuban dua arah getar menjadi satu. polarisasi cahaya Sebagai gelombang transversal, cahaya dapat mengalami polarisasi. Polarisasi cahaya dapat disebabkan oleh empat cara, yaitu refleksi (pemantulan), absorbsi (penyerapan), pembiasan (refraksi) ganda dan hamburan.

1. Polarisasi karena refleksi

Pemantulan akan menghasilkan cahaya terpolarisasi jika sinar pantul dan sinar biasnya membentuk sudut 90o. Arah getar sinar pantul yang terpolarisasi akan sejajar dengan bidang pantul. Oleh karena itu sinar pantul tegak lurus sinar bias, berlaku ip + r = 90° atau r = 90° – ip . Dengan demikian, berlaku pula

(14)

Jadi, diperoleh persamaan

Dengan n2 adalah indeks bias medium tempat cahaya datang n1 adalah medium tempat cahaya terbiaskan, sedangkan ip adalah sudut pantul yang merupakan sudut terpolarisasi. Persamaan di atas merupakan bentuk matematis dari Hukum Brewster.

Gambar 1. Polarisasi karena refleksi

(15)

Gambar 2. Skema polarisasi selektif menggunakan filter polaroid. Hanya cahaya dengan orientasi sejajar sumbu polarisasi polaroid yang diteruskan.

Polarisasi jenis ini dapat terjadi dengan bantuan kristal polaroid. Bahan polaroid bersifat meneruskan cahaya dengan arah getar tertentu dan menyerap cahaya dengan arah getar yang lain. Cahaya yang diteruskan adalah cahaya yang arah getarnya sejajar dengan sumbu polarisasi polaroid.

Gambar 3. Dua buah polaroid, polaroid pertama disebut polarisator dan polaroid kedua disebut analisator dengan sumbu transmisi membentuk sudut θ

Seberkas cahaya alami menuju ke polarisator. Di sini cahaya dipolarisasi secara vertikal yaitu hanya komponen medan listrik E yang sejajar sumbu transmisi. Selanjutnya cahaya terpolarisasi menuju analisator. Di analisator, semua komponen E yang tegak lurus sumbu transmisi analisator diserap, hanya komponen E yang sejajar sumbu analisator diteruskan. Sehingga kuat medan listrik yang diteruskan analisator menjadi:

E2 = E cos θ

Jika cahaya alami tidak terpolarisasi yang jatuh pada polaroid pertama (polarisator) memiliki intensitas I0, maka cahaya terpolarisasi yang melewati polarisator adalah:

I1 = ½ I0

Cahaya dengan intensitas I1 ini kemudian menuju analisator dan akan keluar dengan intensitas menjadi:

I2 = I1 cos2θ = ½ I0 cos2θ

3. Polarisasi karena pembiasan ganda

Jika berkas kaca dilewatkan pada kaca, kelajuan cahaya yang keluar akan sama ke segala arah. Hal ini karena kaca bersifat homogen, indeks biasnya hanya

(16)

memiliki satu nilai. Namun, pada bahan-bahan kristal tertentu misalnya kalsit dan kuarsa, kelajuan cahaya di dalamnya tidak seragam karena bahan-bahan itu memiliki dua nilai indeks bias (birefringence).

Cahaya yang melalui bahan dengan indeks bias ganda akan mengalami pembiasan dalam dua arah yang berbeda. Sebagian berkas akan memenuhi hukum Snellius (disebut berkas sinar biasa), sedangkan sebagian yang lain tidak memenuhi hukum Snellius (disebut berkas sinar istimewa).

Gambar 4. Skema polarisasi akibat pembiasan ganda.

4. Polarisasi karena hamburan

Jika cahaya dilewatkan pada suatu medium, partikel-partikel medium akan menyerap dan memancarkan kembali sebagian cahaya itu. Penyerapan dan pemancaran kembali cahaya oleh partikel-partikel medium ini dikenal sebagai fenomena hamburan. Pada peristiwa hamburan, cahaya yang panjang gelombangnya lebih pendek cenderung mengalami hamburan dengan intensitas yang besar. Hamburan ini dapat diamati pada warna biru yang ada di langit kita.

(17)

Gambar 5. Warna biru langit akibat fenomena polarisasi karena hamburan Sebelum sampai ke bumi, cahaya matahari telah melalui partikel-partikel udara di atmosfer sehingga mengalami hamburan oleh partikel-partikel di atmosfer itu. Oleh karena cahaya biru memiliki panjang gelombang lebih pendek daripada cahaya merah, maka cahaya itulah yang lebih banyak dihamburkan dan warna itulah yang sampai ke mata kita

C. Daftar Pustaka

Kane, J.W., Sternheim, M.M. (1988) Physics (3rd ed.). New York: John Wiley & Sons.

Sears, F.W. (1949) Optics (3rd ed.). Reading-Massachusetts : Addison-Wesley.

Young, H.D., Freedman, R.A. (1996) University Physics (ninth ed). Massachusetts : Addison-Wesley.

(18)

FORMAT LEMBAR KEGIATAN PESERTA DIDIK (LKPD)

Satuan Pendidikan : SMA Kelas/semester : XI/2

Hari/tanggal : Jumat/ 29 september 2017 Alokasi Waktu : 1 x 45 menit

Judul : Sifat lensa cekung

A. Kompetensi Inti

KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianut

KI 2 : Mengembangkan perilaku jujur ( disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerja sama, cinta damai, rensponsif dan proaktif.) dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas permasalahan bangsa dalam berinteraksi seara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dapat menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

KI 3: Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual dan prosedural,dalam ilmu pengetahuan, seni, dan budaya dengan wawasan kemanusiaan , kebangsaan, kenegaraan dan peradaban terkait fenomena dan kejadian serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

KI 4: Mengolah, menalardan menyaji dalam ranah konkrit dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan yang dipelajarinya dari sekolah secara mandiri dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan. B. Kompetensi dasar :

1.2. Menyadari kebesaran tuhan yang menciptakan dan mengatur alam jagat raya melaui pengamatan alam jagat raya melalui pengamatan fenomena alam fisis dan pengukurannya.

2.2. Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif;

(19)

inovatif dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan percobaan , melaporkan, dan berdiskusi

3.11. Menerapkan konsep dan prinsip gelombang bunyi dan cahaya dalam teknologi

4.11Melakukan percobaan tentang gelombang bunyi dan/atau cahaya, berikut presentasi hasil percobaan dan makna fisisnya misalnya sonometer, dan kisi difraksi

C. Indikator :

1.1.1 Peserta didik dapat menyadari kebesaran tuhan dengan mempelajari polarisasi cahaya akibat hamburan yang dikaruniakan tuhan kepada kita 2.2.1. Peserta didik dapat aktif dalam melakukan pengamatan, merumuskan

hipotesis, membuat keseimpulan dan presentasi. 3.9.6. Peserta didik dapat menjelaskan polarisasi cahaya

3.9.7. Peserta didik dapat menjelaskan polarisasi cahaya akibat penyerapan 3.9.8. Peserta didik dapat menjelaskan polarisasi cahaya akibat pemantulan 3.9.9. Peserta didik dapat menentukan menentukan terjadinya polarisasi akibat

pembiasan

3.9.10. Peserta didik dapat Menggunakan persamaan tentang polarisasi akibat adanya pemantulan.

4.9.4. Peserta didik dapat Melakukan percobaan dalam bentuk simulasi untuk mengetahui polarisasi cahaya

4.9.5. Peserta didik dapat Melakukan percobaan dalam bentuk simulasi untuk mengetahui polarisasi akibat adanya penyerapan

4.9.6. Peserta didik dapat Melakukan percobaan dalam bentuk simulasi untuk melihat polarisasi akibat adanya pemantulan

D. Tujuan :

1. Peserta didik dapat menyadari kebesaran Tuhan, melalui kegiatan mengamati polarisasi cahaya akibat hamburan dengan baik.

2. Melalui kegiatan simulasi, peserta didik dapat mengembangkan sikap rasa ingin tahu yang tinggi.

(20)

3. Peserta didik dapat menerapkan sikap jujur, disiplin, percaya diri dan bertanggung jawab dalam melakukan kegiatan di dalam kelas dengan baik.

4. Melaui kegiatan simulasi, peserta didik dapat mengamati dan menjelaskan polarisasi cahaya dengan tepat.

5. Melalui kegiatan simulasi, peserta didik dapat mengamati dan menjelaskan polarisasi cahaya akibat penyerapan dengan benar.

6. Melalui kegiatan simulasi, peserta didik dapat menentukan polarisasi cahaya akibat pemantulan dengan tepat.

7. Diberikan data – data hasil pengamatan, peserta didik dapat menghitung intensitas cahaya yang terpolarisasi

8. Melalui kegiatan simulasi, peserta didik dapat menjelaskan polarisasi cahaya akibat adanya hamburan dengan benar.

9. Melalui kegiatan pengamatan, peserta didik dapat melukiskan polarisasi akibat adanya pembiasan dengan benar.

10. Diberikan data – data hasil percobaan, peserta didik dapat menghitung sudut kritis yang ibentuk oleh adanya pemantulan dengan benar.

E. Alat dan Bahan

Alat : Laptop, LCD, Papan tulis dan Spidol Bahan : Simulasi phet

F. Langkah Kegiatan:

1. Menyalakan laptop atau komputer dengan menekan tombil ON pada komputer

2. Membuka file materi polarisasi cahaya pada power point, selanjutnya akan muncul tampilan gambar langit.

3. Mengamati simulasi polarisasi cahaya akibat adanya penyerapan.

4. Setelah mempelajari semua materi, selanjutnya menklik tombol simulasi untuk mengamati polarisasi cahaya

(21)

F. Pengamatan

1. Pengamatan polarisasi cahaya akibat adanya penyerapan

Gambar Sifat ... ... ... ... ...

2. Pengamatan polarisasi cahaya akibat pemantulan

Gambar Sifat ... ... ... ... ... G. Kesimpulan: 1. ... 2. ...

(22)

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN

A. Kompetensi Dasar :

1.3. Menyadari kebesaran tuhan yang menciptakan dan mengatur alam jagat raya melaui pengamatan alam jagat raya melalui pengamatan fenomena alam fisis dan pengukurannya.

2.3. Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan percobaan , melaporkan, dan berdiskusi

3.12. Menerapkan konsep dan prinsip gelombang bunyi dan cahaya dalam teknologi

4.12Melakukan percobaan tentang gelombang bunyi dan/atau cahaya, berikut presentasi hasil percobaan dan makna fisisnya misalnya sonometer, dan kisi difraksi

B. Materi Pokok : Polarisasi cahaya

C. Jenis media yang dikembangkan: Media simulasi

D. Alat :

Program Simulasi

E. Langkah-langkah penggunaan:

2. Menyalakan laptop atau komputer dengan menekan tombil ON pada komputer

6. Membuka file materi polarisasi cahaya pada power point, selanjutnya akan muncul tampilan gambar langit.

7. Mengamati simulasi polarisasi cahaya akibat adanya penyerapan.

8. Setelah mempelajari semua materi, selanjutnya menklik tombol simulasi untuk mengamati polarisasi cahaya

(23)

 Pada pengamatan sifat lensa cekung, menggeser lensa ke atas sejajar dengan sinar, kemudian amati perubahan yang terjadi pada sinar yang melewati lensa tersebut, kemudian catat hasil pengamatan.

 Pada pengamatan pembentukan bayangan, mengeser lilin ke kiri dan ke kanan, kemudian amati pembentukan bayangan yang terjadi dan catat hasil pengamatan.

9. Mengerjakan soal tes

SPESIFIKASI LEMBAR PENILAIAN

Kompetensi Teknik Bentuk No item (tes/non tes)

Kunci/Rubrik, lembar pengamatan AFEKTIF (sikap)

(KI.1 & KI.2)

Non Tes Lembar pengamatan Lampiran 1 Terlampir PENGETAHUAN

(KI.3) Tes Pilihan Ganda dan

uraian

Lampiran 2 Terlampir

KETERAMPILAN (KI.4)

Non tes Lembar pengamatan

Figur

Memperbarui...

Related subjects :