BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini, tipe disain penelitian yang digunakan bersifat

Teks penuh

(1)

59 3.1 Desain Penelitian

Dalam penelitian ini, tipe disain penelitian yang digunakan bersifat deskriptif-asosiatif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data yang berkaitan dengan masalah yang diteliti, kemudian data diolah, diinterpretasikan dan dianalisis sehingga dapat memberikan gambaran mengenai suatu hal. Sedangkan tujuan dari penelitian deskriptif adalah untuk memperoleh jawaban dari pertanyaan siapa, apakah, kapan, dimana dan bagaimana dalam topik suatu penelitian.

Sedangkan jenis penelitian lain adalah jenis penelitian asosiatif, menurut Sugiyono (2007, p11) penelitian asosiatif yaitu merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih.

Metode penelitian yang digunakan adalah survey dengan unit analisis yang dituju adalah secara individu melalui kuesioner yang dibagikan kepada para karyawan PT. Swatama Mega Teknik. Kuesioner ini hanya dibagikan satu kali pada waktu tertentu atau disebut juga Cross-sectional.

(2)

Tabel 3.1 Desain Penelitian

Sumber : Hasil Olah Data, 2012

Keterangan :

T-1 : Untuk mengetahui apakah ada pengaruh antara kompensasi terhadap turnover intention karyawan pada PT. Swatama Mega Teknik.

T-2 : Untuk mengetahui apakah ada pengaruh antara job insecurity terhadap turnover intention karyawan pada PT. Swatama Mega Teknik.

T-3 : Untuk mengetahui apakah ada pengaruh antara kompensasi dan job insecurity terhadap turnover intention karyawan pada PT. Swatama Mega Teknik.

(3)

3.2 Operasionalisasi Variabel Penelitian

Berdasarkan pendapat Sugiyono dalam Umar (2005, p128) variabel di dalam penelitian merupakan suatu atribut dari sekelompok objek yang diteliti dan mempunyai variasi antara satu dan lainnya dalam kelompok tersebut. Dalam melaksanakan penelitian ini, terdapat dua variabel yang digunakan, yaitu :

1.Variabel Independent / Bebas (X)

Menurut Sugiyono (2006, p33) variabel yang mempengaruhi atau yang jadi penyebab terjadinya perubahan atau timbulnya variabel terikat. Dalam penelitian ini ada dua variabel bebas, yang terdiri dari :

Kompensasi (Compensation) X1 Job Insecurity X2

2.Variabel Dependent / Terikat (Y)

Menurut Sugiyono (2006, p33) variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Dalam penelitian ini variabel terikatnya adalah : Turnover Intention (Y).

(4)

Tabel 3.2 Operasionalisasi Variabel Penelitian No Varia bel Konsep Variabel Dimensi / Sub Variabel Indikator Utama Ukuran Skala Penguk uran 1 K O M P E N S A S I

Suatu balas jasa yang diterima oleh karyawan, yang diberikan berdasarkan kinerja karyawan, dan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas karyawan. Kompensasi Langsung a. Upah Ordinal Skala likert b. Gaji c. Insentif Kompensasi Tidak Langsung a. Asuransi kesehatan / jiwa b. Cuti berbayar c. Dana pension 2 J O B I N S E C U R I T Y

Rasa tidak aman yang dirasakan karyawan dalam bekerja. Kondisi Pekerjaan a. Lingkungan kerja Ordinal Skala likert b. Beban kerja Pengembangan Karir a. Kejelasan karir b. Kesempatan pengembanga n karir Konflik Peran a. Tuntutan b. Nilai dan keyakinan

(5)

c. Prosedur tugas dan kerja d. Tanggung jawab Locus of Control a. Internal b. Eksternal 3 T U R N O V E R I N T E N T I O N Keinginan atau niat dari karyawan untuk meninggalkan perusahaan, secara sukarela.

Usia Tingkat usia

Ordinal Skala likert Lama Bekerja Lama bekerja

Tingkat Pendidikan Latar belakang pendidikan Keterikatan Terhadap Organisasi Keterikatan yang dimiliki Kepuasan Kerja a. Manajemen Perusahaan b. Mutu pengawasan c. Hubungan Interpersonal Budaya Perusahaan Budaya bekerja Sumber : Penulis, 2012

(6)

3.3 Jenis dan Sumber Data Penelitian

Berdasarkan tujuan penelitian, ada beberapa data yang dibutuhkan dalam penelitian ini. Menurut Ruslan (2003: p29) terdapat dua jenis sumber data penelitian, yaitu :

1. Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari objek penelitian perorangan, kelompok dan organisasi. Contohnya seperti seperti hasil wawancara atau hasil pengisian kuesioner.

2. Data sekunder adalah data yang diperoleh dalam bentuk yang sudah jadi (tersedia) melalui publikasi dan informasi yang dikeluarkan diberbagai organisasi atau perusahaan. Seperti dari buku, media cetak, media elektronik, serta media online dan sumber lainnya yang berhubungan dengan penelitian.

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data yang bersifat kuantitatif yaitu data yang dinyatakan dalam angka yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner. Data kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah jawaban dari hasil pengisian kuesioner yang berisikan pendapat dari para karyawan PT. Swatama Mega Teknik.

Tabel 3.3 Jenis dan Sumber Data Penelitian

Tujuan Data Sumber Data Jenis Data

T-1 Kompensasi dan Turnover Intention

(7)

T-2 Job Insecurity dan Turnover Intention

Primer - Kuesioner Kuantitatif

T-3 Kompensasi, Job Insecurity dan Turnover Intention

Primer - Kuesioner Kuantitatif

Sumber : Hasil Olah Data, 2012

3.4 Teknik Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian adalah :

1. Wawancara (Interview)

Dilakukan dengan tanya jawab secara langsung dengan pihak yang berkepentingan dalam perusahaan untuk mendapatkan informasi yang diperlukan, sehingga dapat mendukung penelitian.

2. Kuesioner

Pengumpulan data yang berisikan suatu rangkaian pertanyaan mengenai sesuatu hal atau dalam suatu bidang yang disebarkan kepada responden untuk memperoleh data berupa jawaban-jawaban dari responden. Kuesioner yang dibagikan bersifat tertutup, artinya responden memilih jawaban melalui alternatif yang sudah disediakan sehingga responden dapat dengan mudah dan cepat menjawab pertanyaan, serta dapat mempermudah dalam menganalisis data.

(8)

3. Studi Literatur

Studi kepustakaan / Riset kepustakaan (Library Research) studi yang dilakukan dengan cara mempelajari buku-buku (textbooks), buku-buku pelengkapan atau referensi, majalah, jurnal, laporan resmi dari perusahaan, serta data-data yang penulis dapatkan melalui internet.

3.5 Teknik Pengambilan Sampel

Menurut Riduwan (2005, p8) populasi adalah objek atau subjek yang berada pada suatu wilayah dan memenuhi syarat-syarat tertentu yang berkaitan dengan masalah penelitian. Menurut Suharsimi Arikunto (2002, p108) mengatakan bahwa populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Apabila sesorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitiannya juga disebut studi populasi atau studi sensus. Dalam penelitian ini, periset menetapkan seluruh populasi dari karyawan PT. Swatama Mega Teknik dalam kantor utama, semua jumlah anggota populasi adalah sebanyak 30 orang.

3.6 Metode Analisis

Tabel 3.4 Metode Analisis

Tujuan Penelitian Metode Analisis T-1 Regresi linier sederhana T-2 Regresi linier sederhana

(9)

T-3 Regresi linier berganda Sumber : Penulis, 2012

Metode analisis dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis regresi disebabkan penelitian ini ingin memprediksikan bagaimana pengaruh variabel independen terhadap dependen, dimana penjelasan lanjutan mengenai analisis regresi disajikan pada sub bab tentang analisis regresi. Analisis regresi disini merupakan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah dalam penelitian ini. Semua data yang ada nantinya akan diolah menggunakan komputer dengan bantuan software SPSS 16.0. Adapun teknik analisis mencangkup :

3.6.1 Skala Likert

Menurut Riduwan dan Engkos Achmad Kuncoro (2007, p20) skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok tentang kejadian atau gejala sosial. Dengan skala likert, variabel akan diukur dan dijabarkan menjadi indikator variabel, kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang berupa pertanyaan atau pernyataan yang perlu dijawab oleh responden.

Menurut Rangkuti (2004, p66) dalam skala likert, kemungkinan jawaban tidak hanya sekedar “setuju” dan “tidak setuju” saja, melainkan dibuat dengan lebih banyak kemungkinan jawaban.

Untuk mengukur pernyataan mengenai analisis pengaruh kompensasi dan job insecurity terhadap turnover intention karyawan pada PT. Swatama Mega

(10)

Teknik, maka setiap jawaban diberi nilai (skor). Dimana dalam pemberian nilai digunakan skala likert, nilai (skor) jawaban, sebagai berikut :

Sangat Setuju (SS) = 5

Setuju (S) = 4

Kurang Setuju (KS) = 3

Tidak Setuju (TS) = 2

Sangat Tidak Setuju (STS) = 1

3.6.2 Transformasi Data

Menurut Riduwan dan Engkos Achmad Kuncoro (2008, p30) mentransformasi data ordinal menjadi data interval gunanya untuk memenuhi sebagian dari syarat analisis parametrik karena data setidak-tidaknya berskala interval. Teknik transformasi yang paling sederhana menggunakan MSI (Method of Successive Interval). Langkah-langkah transformasi data ordinal menjadi data interval sebagai berikut :

1. Menyusun data kuesioner setiap variabel menjadi 1 kolom.

2. Masukan data setiap variabel yang telah diubah menjadi 1 kolom ke MSI pada sheet 1.

3. Nilai interval pada masing-masing bobot akan keluar pada sheet 3 yaitu (hasil konversi data ordinal menjadi data interval).

(11)

3.6.3 Uji Validitas

Dalam penelitian yang menggunakan instrumen kuesioner sebagai salah satu alat ukur, ada dua syarat penting yang harus dipenuhi yaitu keharusan sebuah kuesioner untuk valid dan reliabel. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pernyataan pada suatu kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut dan suatu kuesioner dikatakan reliabel jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Tujuan dari pengujian validitas dan reliabilitas adalah untuk menguji butir-butir pernyataan yang ada dalam sebuah kuesioner, apakah isi dari butir-butir pernyataan tersebut sudah valid dan reliabel (Modul praktikum lab statistik manajemen, Universitas Bina Nusantara 2008, p31).

Menurut Simamora (2004, p58-59) validitas merupakan suatu ukuran yang menunjukan tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen. Suatu instrumen dianggap valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan. Dengan kata lain, mampu memperoleh data yang tepat dari variabel yang diteliti. Misalnya, meteran dapat mengukur tinggi badan dengan tepat (dalam hal ini tinggi badan adalah variabel penelitian).

Dalam menyusun kuesioner, pertanyaan yang igin diajukan perlu dipastikan. Untuk menentukannya, sebelumnya harus sudah jelas variabel apa yang diukur. Variabel masih bisa dipecah menjadi subvariabel atau indikator. Apabila penyusunnya dilakukan sesuai prosedur, sebenarnya kuesioner telah memenuhi validitas logis. Oleh karena itu validitas logis sangat dipengaruhi oleh kemampuan peneliti dalam memahami masalah penelitian, mengembangkan

(12)

variabel penelitian, serta menyusun kuesioner. Dalam dasar pengambilan keputusan pengujian validitas pada setiap butir pernyataan, apabila nilai r hitung > r tabel, maka butir pernyataan tersebut dinyatakan valid. Sebalikanya, apabila nilai r hitung < r tabel, maka butir pernyataan tersebut dinyatakan tidak valid.

3.6.4 Uji Reliabilitas

Menurut Sekaran (2006, p40) keandalan (reliabilitas) suatu pengukuran menunjukan sejauh mana pengukuran tersebut tanpa bias (bebas kesalahan) dan karena itu menjamin pengukuran yang konsisten lintas waktu dan lintas beragam item dalam instrument. Dengan kata lain, keandalan suatu pengukuran merupakan indikasi mengenai stabilitas dan konsistensi di mana instrument mengukur konsep dan membantu menilai ketepatan sebuah pengukuran. Pada program SPSS metode yang digunakan dalam pengujian reliabilitas ini adalah dengan menggunakan metode Alpha Cronbach yang dimana satu kuesioner dianggap realiabel apabila Alpha Cronbach > r tabel.

3.6.5 Uji Normalitas

Pengujian hipotesis penelitian ini menggunakan statistik parametrik, menggunakan statistik parametrik karena data yang akan diuji berbentuk interval. Karena akan menggunakan statistik parametrik, maka setiap data pada setiap variabel harus terlebih dahulu diuji normalitasnya. Bila data setiap variabel tidak normal, maka pengujian hipotesis tidak bisa menggunakan statistik parametrik dan sebaliknya bila data setiap variabel normal, maka pengujian hipotesis bisa

(13)

menggunakan statistik parametrik. Karena variabel penelitiannya ada tiga, maka pengujian normalitas data juga meliputi tiga data untuk tiga variabel tersebut (Sugiyono 2006, p173). Uji normalitas data mempunyai tujuan untuk mengetahui apakah dalam sebuah model regresi baik variabel terikat (dependent variable) mempunyai distribusi yang normal ataupun tidak. Model regresi yang baik adalah distribusi data variabel terikat adalah normal atau mendekati normal. Menurut Haryadi dan Winda (2011, p64) dalam uji normalitas, peneliti menggunakan Sig di bagian Kolmogorov-Smirnov, jika data yang di uji lebih kecil dari pada 50, peneliti menggunakan Sig di bagian Shapiro-Wilk. Jika nilai signifikansinya lebih besar dari 0,05 maka dinyatakan data berdistribusi normal.

3.6.6 Korelasi

Analisis korelasi perlu dilakukan sebelum peneliti melakukan analisis regresi. Sebab, jika diantara variabel tidak mempunyai korelasi (tidak mempunyai hubungan) maka dapat dipastikan variabel tersebut tidak mungkin mempunyai pengaruh. Oleh karena itu uji korelasi perlu dilakukan untuk memastikan bahwa variabel-variabel yang diteliti mempunyai hubungan. Namun demikian, jika suatu variabel mempunyai pengaruh terhadap variabel lain maka dapat dipastikan variabel tersebut mempunyai hubungan (Haryadi dan Winda 2011, p157).

Korelasi dan regresi keduanya mempunyai hubungan yang sangat erat. Setiap regresi pasti ada korelasinya tetapi korelasi belum tentu dilanjutkan dengan regresi. Korelasi yang tidak dilanjutkan oleh regresi, adalah korelasi antara dua variabel yang tidak mempunyai hubungan kausal/sebab akibat atau hubungan

(14)

fungsional. Analisis regresi dilakukan bila hubungan dua variabel berupa hubungan kausal atau fungsional. Untuk menetapkan kedua variabel mempunyai hubungan kausal atau tidak, maka harus didasarkan pada teori atau konsep-konsep tentang variabel-variabel tersebut (Sugiyono 2006, p203).

Korelasi adalah asosiasi (hubungan) antara variabel-variabel yang diminat, apakah data sampel yang ada menyediakan bukti cukup bahwa ada kaitan antara variabel-variabel dalam populasi asal sampel, jika ada hubungan, seberapa kuat hubungan antara variabel tersebut. Keeratan hubungan itu dinyatakan dengan nama koefisien korelasi atau bisa disebut korelasi saja. (Modul praktikum lab statistik manajemen, Universitas Bina Nusantara 2008, p45).

Korelasi digunakan untuk mengetahui erat tidaknya hubungan antar variabel. Apabila ternyata hasil analisis menunjukan hubungan yang cukup erat, maka analisis dilanjutkan ke analisis regresi sebagai alat meramalkan (forecasting) yang sangat berguna untuk perencanaan. Analisis korelasi yang mencakup dua variabel X dan Y disebut analisis korelasi linier sederhana, sedangkan yang mencakup lebih dari dua variabel disebut analisis korelasi linier berganda.

Berdasarkan pendapat Riduwan dan Engkos Achmad Kuncoro (2007, p61-62) korelasi Pearson Product Moment (PPM) digunakan untuk mengetahui derajat hubungan antara variabel bebas (independent) dengan variabel terikat (dependent). Sedangkan korelasi ganda berfungsi untuk mencari besarnya hubungan antara dua variabel bebas (X) atau lebih secara simultan (bersama-sama) dengan variabel terikat (Y).

(15)

3.6.6.1Korelasi Sederhana dan Berganda

Berdasarkan pendapat Riduwan dan Engkos Achmad Kuncoro (2007, p61-62) korelasi Pearson Product Moment (PPM) digunakan untuk mengetahui derajat hubungan antara variabel bebas (independent) dengan variabel terikat (dependent). Korelasi PPM dilambangkan (r) dengan ketentuan nilai r tidak lebih dari harga (-1 < r < + 1). Apabila nilai r = -1 artinya korelasinya negatif sempurna; r = 0 artinya tidak ada korelasi; dan r = 1 berarti korelasinya sangat kuat.

Berdasarkan pendapat Riduwan dan Engkos Achmad Kuncoro (2007, p62) arti harga r akan dikonsultasikan dengan tabel interpretasi koefisien nilai r sebagai berikut :

Tabel 3.5 Interpretasi Koefisien Korelasi Nilai r

Sumber : Riduwan (2005, p136)

Besar kecilnya sumbangan variabel X terhadap Y dapat ditentukan dengan rumus koefisien determinan sebagai berikut :

Interval Koefisien Tingkat Hubungan

0.80 – 1.000 Sangat kuat

0.60 – 0.799 Kuat

0.40 – 0.599 Cukup kuat

0.20 – 0.399 Rendah

(16)

KP = r2 x 100%

Dimana : KP = nilai koefisien determinan R = nilai koefisien korelasi

Berdasarkan pendapat Riduwan dan Engkos Achmad Kuncoro (2007, p26) pengujian signifikan yang berfungsi apabila peneliti ingin mencari makna generasi dari hubungan variabel X terhadap Y, maka hasil korelasi PPM tersebut diuji dengan Uji Signifikasi sebagai berikut :

Hipotesis :

Ho : Tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel X dengan variabel Y.

Ha : Ada hubungan yang signifikan antara variabel X dengan variabel Y. Dasar Pengambilan Keputusan :

• Jika nilai probabilitas 0,05 lebih kecil atau sama dengan nilai probabilitas sig atau [0,05 < sig] maka H0 diterima dan Ha ditolak, artinya tidak signifikan.

• Jika nilai probabilitas 0,05 lebih besar atau sama dengan nilai probabilitas sig atau [0,05 > sig] maka H0 ditolak dan Ha diterima, artinya signifikan.

Korelasi ganda berfungsi untuk mencari besarnya hubungan antara dua variabel bebas (X) atau lebih secara simultan (bersama-sama) dengan variabel

(17)

terikat (Y). Selanjutnya, untuk mengetahui signifikasi korelasi ganda bandingkan antara probabilitas 0,05 dengan probabilitas sig sebagai berikut :

Hipotesis :

Ho : Tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel X1 dan X2 dengan variabel Y.

Ha : Ada hubungan yang signifikan antara variabel X1 dan X2 dengan variabel Y.

Dasar Pengambilan Keputusan :

• Jika nilai probabilitas 0,05 lebih kecil atau sama dengan nilai probabilitas sig atau [0,05 < sig] maka H0 diterima dan Ha ditolak, artinya tidak signifikan.

• Jika nilai probabilitas 0,05 lebih besar atau sama dengan nilai probabilitas sig atau [0,05 > sig] maka H0 ditolak dan Ha diterima, artinya signifikan.

3.6.7 Analisis Regresi

Analisis regresi digunakan untuk mengetahui bagaimana variabel dependen dapat diprediksikan melalui variabel independen secara individual. Dampak dari penggunaan analisis regresi dapat digunakan untuk memutuskan apakah naik dan menurunnya variabel dependen dapat dilakukan melalui menaikan dan menurunkan keadaan variabel independen, atau untuk meningkatkan keadaan variabel dependen dapat dilakukan dengan meningkatkan variabel independen atau sebalikanya (Sugiyono 2006, p204).

(18)

Analisis regresi adalah suatu analisis yang digunakan untuk mengukur pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Jika pengukuran pengaruh ini melibatkan satu variabel bebas (X) dan satu variabel terikat (Y) maka dinamakan analisis regresi linier sederhana. Namun demikian, jika pengukuran pengaruh melibatkan dua atau lebih variabel bebas (X1, X2, dan seterusnya) dan satu variabel terikat (Y) maka dinamakan analisis regresi berganda (Haryadi dan Winda 2011, p91).

3.6.7.1 Regresi Linier Sederhana

Regresi linier sederhana digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh satu variabel independen (variabel bebas) dan satu variabel dependen (variabel terikat). Persamaan regresi linier sederhana : Y = a + b X

Dimana : Y : variabel dependen

a : harga Y ketika X = 0 (harga konstan) b : angka arah atau koefisien regresi X : variabel independen

3.6.7.2 Regresi Berganda

Regresi linier mengestimasi besarnya koefisien-koefisien yang dihasilkan dari persamaan yang bersifat linier, yang melibatkan dua variabel bebas, untuk digunakan sebagai alat prediksi besarnya nilai variabel terikat. Kegunaannya adalah untuk menghitung besarnya pengaruh dua variabel bebas terhadap satu variabel terikat dan memprediksi variabel terikat dengan menggunakan dua

(19)

variabel bebas. Untuk menggunakan regresi linier berganda persyaratannya adalah variabel bebas dan variabel terikat harus berskala interval (Jonathan Sarwono 2006, p79).

Regresi berganda merupakan satu perhitungan yang bertujuan untuk menggambarkan derajat korelasi antara beberapa variabel independen dengan satu variabel dependen dimana baik variabel independen dan dependen merupakan variabel dengan data kontinum. Dalam perhitungan ini, akan diketahui apakah variabel independen mempengaruhi variabel dependen, manakah variabel independen yang lebih mempengaruhi variabel dependen tersebut, dan seberapa besar pengaruh dari variabel independen tersebut terhadap variabel dependen. Hubungan antara variabel dapat diketahui dari besarnya koefisien determinasi dalam hasil perhitungan dengan menggunakan SPSS.

Persamaan regresi berganda : Y = a + b 2 X 2 + b 3 X 3 + …. + b k X k + e Dimana : Y : variabel dependen

X 2 dan X 3 : variabel independen

a, b 2 dan b 3 : angka arah atau koefisien regresi

3.7 Rancangan Uji Hipotesis

Hasil analisis yang diperoleh harus diuji terlebih dahulu dengan uji hipotesis konseptual. Pengujian hipotesis ini menggunakan derajat tingkat kepercayaan sebesar 95%, dimana tingkat presisi α = 5% (0,05).

(20)

Dasar pengambilan keputusan berdasarkan Sig :

Jika Sig > 0,05 maka Ho diterima, artinya tidak signifikan.

Jika Sig < 0,05 maka Ho ditolak, artinya signifikan.

Untuk T-1 :

Ho : Tidak ada pengaruh antara kompensasi terhadap turnover intention karyawan pada PT. Swatama Mega Teknik

Ha : Ada pengaruh antara kompensasi terhadap turnover intention karyawan pada PT. Swatama Mega Teknik

Untuk T-2 :

Ho : Tidak ada pengaruh antara job insecurity terhadap turnover intention karyawan pada PT. Swatama Mega Teknik

Ha : Ada pengaruh antara job insecurity terhadap turnover intention karyawan pada PT. Swatama Mega Teknik

Untuk T-3 :

Ho : Tidak ada pengaruh antara kompensasi dan job insecurity terhadap turnover intention karyawan pada PT. Swatama Mega Teknik

Ha : Ada pengaruh antara kompensasi dan job insecurity terhadap turnover intention karyawan pada PT. Swatama Mega Teknik

(21)

3.8 Rancangan Pemecahan Masalah

Rancangan pemecahan masalah ini yaitu setelah semua data dan hasil analisis selesai dilakukan, maka selanjutnya dari hasil kuesioner yang dibagikan kepada setiap individu karyawan akan didapatkan gambaran mengenai keberadaan pengaruh kompensasi perusahaan yang diterapkan kepada karyawan dan job insecurity yang ada didalam lingkungan karyawan PT. Swatama Mega Teknik terhadap turnover intention karyawan pada PT. Swatama Mega teknik.

Setelah itu, data yang diperoleh dari perusahaan maupun dari kuesioner yang dibagikan kepada individu karyawan maka dilakukan analisis pengaruh antara kompensasi dan job insecurity terhadap turnover intention karyawan pada PT. Swatama Mega Teknik.

Setelah mengetahui apakah terdapat pengaruh dari masing-masing variabel yang diteliti dan seberapa besar pengaruh dari masing-masing variabel yang diteliti, perusahaan akan melihat variabel mana yang paling mempengaruhi turnover intention karyawan. Dengan begitu perusahaan akan mengetahui langkah apa yang akan diambil kedepannya untuk dapat menghadapi masalah-masalah yang ada dengan memberikan perhatian dan berfokus pada kompensasi dan job insecurity untuk dapat menurunkan tingkat turnover intention karyawan.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects : Disain Penelitian