PERENCANAAN &
PENGENDALIAN PRODUKSI
Pertemuan 5
• Outline:
– Independent Demand Inventory Models:
Deterministik (EOQ dan EPQ), Probabilistik (FOQ
dan FOI)
• Referensi:
– Tersine, Richard J., Principles of Inventory and
Materials Management, Prentice-Hall, 1994.
– Wiratno, S. E., Lecture PPT: Inventori Probabilistik,
IE-ITS, 2009.
ROP, EOQ
WITH DISCOUNT
, EPQ,
AND
AROT
Validitas Model EOQ (Wilson)
Pengaruh perubahan lead time (asumsi ke-3)
Pengaruh perubahan discount (asumsi ke-4)
Perubahan Lead Time
Lead time jarang sekali sama dengan 0
Bagaimana jika lead time nya konstan sebesar
LT satuan waktu?
Lead time (LT) < cycle time (T)
Perubahan Lead Time
LT < T
Waktu pemesanan dilakukan LT satuan
waktu sebelum inventori habis atau setelah
(T–LT) satuan waktu sejak barang yang
dipesan tiba
Jika lead time konstan, posisi inventori tidak
tergantung pada besar kecilnya lead time
Formula Wilson tidak mengalami perubahan
apabila LT ≠ 0
Perubahan Lead Time
Reorder point = lead time demand
= lead time x demand per unit time
= LT x D
Perubahan Lead Time
LT > T
ROP diartikan sebagai stock on position
(bukan sebagai stock on hand)
Jika dinyatakan dalam stock on hand maka
harus dikurangi dengan stock on order yang
belum datang
Formula Wilson tidak mengalami perubahan
apabila LT ≠ 0
Perubahan Lead Time
Reorder point = lead time demand – stock on order
= (LT x D) – (n x Q
0)
Contoh
Permintaan suatu item diketahui tetap sebesar 1200 unit per tahun dengan ongkos pesan $16 dan ongkos simpan $0.24 per unit per tahun. Tentukan kebijakan inventori apabila lead time konstan (a) 3 bulan, (b) 9 bulan, (c) 18 bulan
unit 400 24 . 0 1200 16 2 2 * HC D RC Q bulan 4 tahun 33 . 0 * D Q T 200 100 0) sehingga time cycle dari kurang bulan 3 ( unit 300 * * Q n D LT ROP Q n D LT ROP n LT D LT ROP C b a
Perubahan Harga (Discount)
Kondisi dimana diberikan discount untuk
pembelian dalam jumlah tertentu
Unit cost component menjadi variable cost (VC)
Titik minimum (optimal) dari setiap kurva TC
untuk masing-masing nilai UC
idengan nilai
holding cost yang ekuivalen dengan interest
rate (I)
iUC
I
D
RC
Q
i
2
0Perubahan Harga (Discount)
UC1 UC2 UC3 UC5 Qa Qb Qc Qd Order Quantity Unit cost 0 Order QuantityUnit cost Lower limit Upper limit
UC1 0 Qa UC2 Qa Qb UC3 Qb Qc UC4 Qc Qd
Perubahan Harga (Discount)
Upper
Curve Valid Lower Curve Valid Neither Curve Valid
Total Cost Order Quantity Qa Qb 0 UC1 UC2
Perubahan Harga (Discount)
Total Cost Order Quantity Qa 0Total Cost with UC1
Invalid Range of Curve
Valid Range of Curve
Perubahan Harga (Discount)
UC1 UC2 UC3 UC4 UC5 Order Quantity Qa Qb 0 Qc Qd Total CostPerubahan Harga (Discount)
UC1 UC2 UC3 UC4 UC5 Order Quantity Qa Qb 0 Qc Qd Tota l Cos tPerubahan Harga (Discount)
Order Quantity Qa 0 Qb Qc Tota l Cos t Optimal costPerubahan Harga (Discount)
Order Quantity Qa 0 Qb Qc Tota l Cos t Optimal costStart
Take the next lowest unit cost curve
HC D RC Q0 2
Calculate the minimum point
Is this point valid
Calculate the cost of the valid minimum
Compare the costs of all the points considered and select
lowest Calculate costs at
break point to the left of valid range
Finish No
Contoh Soal
Permintaan tahunan sebuah item sebesar 2000 unit dengan ongkos pesan $10 dan ongkos simpan 40% dari harga per unit. Harga item tersebut tergantung jumlah pemesanan, yaitu:
< 500 : $1 500 – 999 : $0.80 1000 : $0.60
Bagaimana kebijakan pemesanan yang optimal? $1 $0.8 $0.6 Order quantity Un it cost 500 1000
Contoh Soal
Taking the lowes cost curve UC= 0.6, valid jika Q=1000 atau lebih
Hitung total ongkos pada titik batas pada ongkos terendah
Taking the next lowest cost curve:
UC = 0.80, valid jika antara 500 sampai 1000 2 . 408 6 . 0 4 . 0 2000 10 2 * 0
Q Invalid karena tidak lebih dari 1000
per tahun 1340 $ 2 HC Q Q D RC D UC TC titik A 6 . 353 8 . 0 4 . 0 2000 10 2 * 0
Contoh Soal
Hitung total ongkos pada titik batas pada ongkos terendah
Taking the next lowest cost curve: UC=1.00 valid jika Q kurang 500
Hitung total ongkos pada titik batas pada ongkos terendah
titik B per tahun 1720 $ 2 HC Q Q D RC D UC TC 2 . 316 1 4 . 0 2000 10 2 2 * 0 i UC I D RC Q per tahun 49 . 2126 $ 2 UC D RC HC D TC titik C
Contoh Soal
UC1=$1 UC3=$0.8 UC5=0.6 Order Quantity 500 0 1000 Tota l Cos tValid minimum Invalid minimum
316.2 353.6 408.2 A = $1340 B = $1720 C = $2126.49
Perubahan Kedatangan Pesanan
Bila kedatangan pesanan tidak terjadi serentak
tapi secara uniform
Disebut juga dengan Economic Production
Quantity (EPQ) atau Economic Manufacturing
Quantity (EMQ)
Asumsi: tingkat demand lebih rendah dari
tingkat produksi/replenishment. Jika sebaliknya
maka tidak ada inventori yang dimiliki
Perubahan Kedatangan Pesanan
Time Inve ntor y LevelA
PT DT TQ
EPQ – Single Item
Perbaikan model EOQ yang biasanya digunakan oleh perusahaan manufaktur dengan tujuan untuk
meminimumkan total ongkos (ongkos setup dan ongkos simpan produk) dengan menentukan ukuran batch
produksi ekonomis
Asumsi bahwa seluruh lot tiba secara serentak pada
model EOQ direlaksasi menjadi kedatangan lot memiliki laju tertentu, misalkan P unit per satuan waktu
Lot produksi ekonomis ditentukan dengan cara mencari ukuran lot yang meminimalkan total ongkos setup dan ongkos simpan
Profil Inventori EPQ
Q 0 P P-D D t t1 tp IMaxEPQ – Single Item
Ongkos setup
Ongkos simpan
Inventori maksimum = (P – D)tp dengan tp=Q/P
Rata-rata inventori = (IMAX – IMIN)/2 = (Q – 0)/2=Q/2 Biaya Penyimpanan (Holding Cost)
Q D S
P Q D P HC 2 EPQ – Single Item
Total Ongkos
Economic production quantity (Q*) dapat dicari dengan
turunan pertama terhadap Q sama dengan nol
P Q D P HC D Q S D UP Q TC 2 ) (
P D
P HC D S Q P D P HC Q D S dQ Q TC 2 0 2 * 2 VC FCEPQ – Single Item
Jika Q* disubstitusikan ke persamaan TC(Q) maka
diperoleh
Panjang production run optimum Production reorder point (ROP)
Jika N adalah hari operasi per tahun, maka
P D P D HC S Q VC( *) 2 P Q* N DL ROP ) ( ) (Q* UP D VC Q* TC
Contoh
Permintaan sebuah item sebesar 20,000 unit per tahun
(1 tahun = 250 hari kerja). Tingkat produksi sebesar 100 unit per hari, dan lead time 4 hari. Ongkos produksi per unit $50, ongkos simpan $10 per unit per tahun, dan ongkos setup $20 per run. Tentukan EMQ, jumlah produksi berjalan per tahun, reorder point, dan total ongkos tahunan minimum!!
80
N R
Demand per hari
632 80 100 100 10 20000 20 2 2 * D P P HC SR Q 6 . 31 632 20000 * Q R
Contoh
unit 320 250 4 20000 N LT R ROP 264 . 1001 $ 100 80 100 2 632 10 632 20000 20 20000 50 2 ) ( P D P Q HC Q R S R UP Q TOCEPQ – Multi Items (1)
Proses produksi intermiten multi produk menggunakan equipments secara bersama berdasarkan rotasi
Panjang siklus produksi secara keseluruhan merupakan waktu untuk memproduksi satu urutan produk secara lengkap
Permasalahan penjadwalan multi produk dapat
diselesaikan dengan menentukan jumlah siklus tahunan (m) yang meminimumkan total ongkos seluruh famili item Logic EMQ-multi item sama dengan EMQ-single item
Tingkat inventori maksimum untuk item i
EPQ – Multi Items (2)
Asumsi-asumsi:
Tingkat permintaan dan tingkat produksi konstan No backorders
Tingkat produksi lebih besar atau sama dengan tingkat permintaan kapasitas produksi dapat memenuhi
demand
Ongkos setup tidak tergantung urutan produksi (produk yang dikerjakan)
EPQ – Multi Items (3)
Dengan m adalah jumlah siklus (production runs) per tahun, maka
Q
i=p
it
pi= D
i/m
. Jika terdapatn
item, maka inventori rata-rata untuk itemi
Jika stockouts tidak diijinkan, total ongkos tahunan dapat diformulasikan
i i i i pi i i mp D d p t d p 2 2 Total ongkos tahunan = Ongkos produksi + Ongkos setup + Ongkos simpan
n i i i i i i n i i n i i i p d p D HC m S m D UP m TC 1 1 1 2 1 ) (EPQ – Multi Items (4)
Variabel keputusan m dapat dicari dengan turunan pertama terhadap m sama dengan nol
Sehingga dapat diperoleh,
0
2
1
)
(
1 2 1
n i i i i i i n i ip
d
p
D
HC
m
S
m
m
TC
n i i n i i i i i i S p d p D HC m 1 1 * 2EPQ – Multi Items (5)
Ukuran production run untuk produk i yang diberikan dapat ditentukan dengan persamaan
Jika nilai m* disubstitusikan ke persamaan TC(m), maka
Model dapat digunakan jika
*
m
D
Q
i
i
n i i n i i i n i i i i i i n i i iS
m
D
UP
p
d
p
D
HC
m
D
UP
m
TC
1 * 1 1 * 1 *2
1
n i i i p D N 1Contoh
Tentukan siklus produksi untuk kelompok produk dalam tabel di bawah dengan asumsi 250 hari kerja per tahun.
Berapakah total ongkos tahunan minimum
Product Annual Demand Unit Production Cost Daily Production Rate Annual
Holding Cost Setup Cost
i Di Pi pi HCi Si 1 5000 $6 100 $1.60 $40 2 10000 $5 400 $1.40 $25 3 7000 $3 350 $0.60 $30 4 15000 $4 200 $1.15 $27 5 4000 $6 100 $1.65 $80 hari 210 100 4000 200 15000 350 7000 400 10000 100 5000 1
n i i i p D < 250 hariContoh
i i i i p R -r p Product Daily Production Rate Demand Rate Col. 4 x Col. 5 Setup Cost i pi di HCi Si 1 100 20 4.000 $1.60 6.400 $40 2 400 40 9.000 $1.40 12.600 $25 3 350 28 6.440 $0.60 3.864 $30 4 200 60 10.500 $1.15 12.075 $27 5 100 16 3.360 $1.65 5.544 $80 40.483 $202
10 ) 202 ( 2 40483 2 5 1 5 1 *
i i i i i i i S d p D HC mContoh
Ukuran production run untuk masing-masing produk adalah
Qi=Di/m* hari 21 100 400 200 1500 350 700 400 1000 100 500 1
n i i i p Q Product i Di m* Q i 1 5000 10 500 2 10000 10 1000 3 7000 10 700 4 15000 10 1500 5 4000 10 400Contoh
Karena production time per siklus 21 hari (kurang dari run
time per siklus), maka setiap siklus terdapat slack 4 hari
189040 $ 202 ) 10 ( 2 24000 60000 21000 50000 30000 2 1 1 *
n i i n i i i D m S UP m TC 1 2 3 4 5 1 2 5 1 1 p Q 2 2 p Q 3 3 p Q 5 . 7 4 4 p Q 5 5 p Q Slack time 25 * m NMetode Runout Time (ROT)
ROT merupakan suatu heuristik sederhana untuk
menghitung urutan produksi untuk suatu group (family)
dari item-item yang diproduksi pada equipment yang sama
Aturan keputusannya adalah menjadwalkan item yang
pertama kali diproduksi adalah item dengan ROT terendah dan item-item yang berikutnya menurut kenaikan ROT
i
i
ROT
iitem
for
period
per
demand
item
of
position
inventory
current
Contoh
Gunakan data pada tabel di bawah ini. Apakah tersedia kapasitas produksi yang cukup jika periode perencanaan mingguan 90 jam? Item Standard hours per unit Production lot size (units) Demand forecast per period (unit/week) Current inventory position (units) Standard hours per lot size A 0.10 100 35 100 10 B 0.20 150 50 120 30 C 0.30 100 40 130 30 D 0.20 200 60 100 40 110
Contoh
Item Current inventory position (units) Demand per period (unit/week) ROT (weeks) (b)/(c) Sequence (a) (b) (c) (d) (e) A 100 35 2.86 3 B 120 50 2.40 2 C 130 40 3.25 4 D 100 60 1.67 1 Sequence ROT (weeks) Lot size (units) Machine hours per lot sizeRemaining capacity (hours) D 1.67 200 40 50 B 2.40 150 30 20 A 2.86 100 10 10 C 3.25 100 30 -20
Metode Aggregate Runout Time (AROT)
AROT menjadwalkan produksi item dalam suatu family untuk menghindari shortage item.
AROT mengatur lot size produksi didasarkan pada level inventori (current) dan alokasi kapasitas untuk menjamin feasibilitas kapasitas
Penjadwalan dilakukan untuk setiap item sehingga inventori untuk setiap item akan dikurangi pada waktu yang sama jika produksi dihentikan pada akhir periode
family in the items all for period per forecasted hours machine period planning the during available hours machine total familiy in the items all for hours machine in inventory AROT
Metode Aggregate Runout Time (AROT)
Item Standard hours per unit Demand forecast per period (units/week) Machines hours for demand forecast (Col.2) (Col.3) Current inventory position (units) Inventory machine hours (Col. 2) (Col. 5) A 0.10 35 3.5 100 10.0 B 0.20 50 10.0 120 24.0 C 0.30 40 12.0 130 39.0 D 0.20 60 12.0 100 20.0 Total 37.5 93.0weeks
88
.
4
5
.
37
90
93
AROT
Metode Aggregate Runout Time (AROT)
Item Demand forecast per period (units/week) AROT (weeks) Gross requirements, (Col.2) (Col.3) (units) Current inventory position (units) Lot size (Col. 4) (Col. 5) (units) A 35 4.88 171 100 71 B 50 4.88 244 120 124 C 40 4.88 195 130 65 D 60 4.88 293 100 193 ItemStandard hours per
unit Lot size (units)
Machine hours required (Col. 2) (Col. 3) Remaining capacity (hours) A 0.10 71 7.1 82.9 B 0.20 124 24.8 58.1 C 0.30 65 19.5 28.6 D 0.20 193 38.6 0
Metode Aggregate Runout Time (AROT)
AROT menyesuaikan lot size agar tidak terjadi shortage dan kapasitas sebesar 90 jam digunakan seluruhnya
AROT tidak berusaha melakukan efisiensi lot size, tetap hanya mengalokasikan 90 jam sedemikian sehingga inventori setiap item akan run out secara pasti dalam 4.88 minggu jika produksi dihetnikan setelah periode perencanaan
4.88 60 / 193) (100 : D 4.88 40 / ) 65 (130 : C 4.88 /50 124) (120 : B 4.88 35 / 71) (100 : A e runout tim demand) kly size)/(wee lot inventory (current : Item
SERVICE LEVEL, SAFETY STOCK,
METODE Q (FOQ), METODE P (FOI)
INDEPENDENT DEMAND INVENTORY SYSTEM: PROBABILISTIK MODELKlasifikasi Problem Inventori
Klasifikasi problem inventori berdasarkan
variabel-variabelnya (Waters, 2003):
• Unknown – situasi permasalahan sama sekali
tidak diketahui dan analisis sulit dilakukan
• Known (constant or variable) – parameter
permasalahan diketahui nilai-nilainya dan dapat
menggunakan model deterministik
• Uncertain – distribusi probabilitas dari variabel
permasalahan dapat diketahui dan dapat
diselesaikan dengan menggunakan model
probilistik/stokastik.
52
Ketidakpastian dalam Inventori
• Demand :
Fluktuasi acak dari jumlah dan ukuran pesanan ● Cost
Biaya biasanya sangat dipengaruhi oleh tingkat
inflasi yang sulit diprediksi tingkat dan waktu inflasi terjadi
● Lead time:
Jarak yang jauh dan banyaknya stage (channel) distribusi yang harus dilalui
● Deliveries
Jumlah yang dikirim biasanya tidak sama dengan pesanan yang diminta
53
Reorder Point dengan Safety Stock
Reorder point 0 In ven tor y le vel Time Safety stock LT LT
54
Model Persediaan dengan Demand
Probabilistik dan LT ≠ 0 dan Tetap
● Jika LT
0, maka perlu untuk menentukan
Reorder Point yaitu suatu level inventori dimana
pemesanan ulang harus dilakukan
● Demand probabilistik (Distribusi Normal)
membuat terdapat kemungkinan persediaan
habis sedangkan pesanan belum datang
● Untuk mengatasi hal tersebut maka diantisipasi
dengan Safety Stock
55
● Reorder Point besarnya sama dengan demand
selama lead time: ROP = D
×LT
● Contoh: jika demand per tahun 10.000 unit; lead
time pemesanan selama 1 minggu; maka:
ROP = demand selama 1 minggu
ROP = 1/52 x 10.000 = 192,3 ~ 193
Artinya jika persediaan mencapai 193 unit
maka pemesanan harus dilakukan
● Reorder point tersebut
belum
memperhitungkan
besarnya Safety Stock
56
Demand selama Lead Time
Z=2
all demand met shortages
Service level = 97,7% Probabilitas shortage P=0.023 ROP LT×D
57
Service Level (1)
● Service level diukur dalam beberapa cara
yaitu:
– percentage of orders completely satisfied from stock;
– percentage of units demanded that are delivered from stock; – percentage of units demanded that are delivered on time; – percentage of time there is stock available;
– percentage of stock cycles without shortages;
– percentage of item-months there is stock available.
● Ukuran service level yang
paling banyak
digunakan
: persentase demand yang dapat
dipenuhi dari stock/inventori
58
Service Level (2)
● Service level (dalam 1 siklus) adalah
probabilitas untuk dapat memenuhi semua
demand dalam satu siklus inventori
● Contoh : Data terakhir permintaan selama lead
time yang dicatat pada 50 siklus inventori dari
suatu item adalah sebagai berikut:
Berapakah ROP jika service level yang
dikehendaki sebesar 95%?
Demand 10 20 30 40 50 60 70 80 Frekuensi 1 5 10 14 9 6 4 1
Service Level (3)
59
Demand
selama LT Frekuensi Peluang
Peluang Kumulatif 10 1 0.02 0.02 20 5 0.10 0.12 30 10 0.20 0.32 40 14 0.28 0.60 50 9 0.18 0.78 60 6 0.12 0.90 70 4 0.08 0.98 80 1 0.02 1.00
Untuk mencapai service level 95%, maka demand selama lead time harus lebih rendah dari reorder level pada tingkat service level 95%. Dari informasi di atas, maka dapat ditetapkan reorder level = 70 unit sehingga memberikan service level 98%
60
Demand Probabilistik
● Safety stock dibuat untuk mengurangi
kemungkinan out of stock (shortage)
● Dipengaruhi oleh lead time dan variansi demand
● Jika D adalah demand per unit waktu dan
adalah standard deviasi, maka demand selama
lead time adalah LT×D, variansi demand selama
lead time adalah
2×LT dengan standard deviasi
adalah (
2×LT)
1/2● Safety stock ditentukan dengan perhitungan:
SS = Z × Standard deviasi demand selama LT
LT
Z
61
Demand Probabilistik
(Uncertainty in Demand)
Keputusan persediaan yang harus dibuat adalah:
● Lot (jumlah) pesanan:
● Saat pemesanan kembali:
HC
RC
D
Q
0
2
D
LT
Z
LT
ROP
62
Z 0 0.01 0.02 0.03 0.04 0.05 0.06 0.07 0.08 0.09 0.0 5.00E-01 4.96E-01 4.92E-01 4.88E-01 4.84E-01 4.80E-01 4.76E-01 4.72E-01 4.68E-01 4.64E-01
0.1 4.60E-01 4.56E-01 4.52E-01 4.48E-01 4.44E-01 4.40E-01 4.36E-01 4.33E-01 4.29E-01 4.25E-01
0.2 4.21E-01 4.17E-01 4.13E-01 4.09E-01 4.05E-01 4.01E-01 3.97E-01 3.94E-01 3.90E-01 3.86E-01
0.3 3.82E-01 3.78E-01 3.75E-01 3.71E-01 3.67E-01 3.63E-01 3.59E-01 3.56E-01 3.52E-01 3.48E-01
0.4 3.45E-01 3.41E-01 3.37E-01 3.34E-01 3.30E-01 3.26E-01 3.23E-01 3.19E-01 3.16E-01 3.12E-01
0.5 3.09E-01 3.05E-01 3.02E-01 2.98E-01 2.95E-01 2.91E-01 2.88E-01 2.84E-01 2.81E-01 2.78E-01
0.6 2.74E-01 2.71E-01 2.68E-01 2.64E-01 2.61E-01 2.58E-01 2.55E-01 2.51E-01 2.48E-01 2.45E-01
0.7 2.42E-01 2.39E-01 2.36E-01 2.33E-01 2.30E-01 2.27E-01 2.24E-01 2.21E-01 2.18E-01 2.15E-01
0.8 2.12E-01 2.09E-01 2.06E-01 2.03E-01 2.01E-01 1.98E-01 1.95E-01 1.92E-01 1.89E-01 1.87E-01
0.9 1.84E-01 1.81E-01 1.79E-01 1.76E-01 1.74E-01 1.71E-01 1.69E-01 1.66E-01 1.64E-01 1.61E-01
1.0 1.59E-01 1.56E-01 1.5 39E01 1.52E-01 1.49E-01 1.47E-01 1.45E-01 1.42E-01 1.40E-01 1.38E-01
1.1 1.36E-01 1.34E-01 1.31E-01 1.29E-01 1.27E-01 1.25E-01 1.23E-01 1.21E-01 1.19E-01 1.17E-01
1.2 1.15E-01 1.13E-01 1.11E-01 1.09E-01 1.08E-01 1.06E-01 1.04E-01 1.02E-01 1.00E-01 9.85E-02
1.3 9.68E-02 9.51E-02 9.34E-02 9.18E-02 9.01E-02 8.85E-02 8.69E-02 8.53E-02 8.38E-02 8.23E-02
1.4 8.08E-02 7.93E-02 7.78E-02 7.64E-02 7.49E-02 7.35E-02 7.21E-02 7.08E-02 6.94E-02 6.81E-02
1.5 6.68E-02 6.55E-02 6.43E-02 6.30E-02 6.18E-02 6.06E-02 5.94E-02 5.82E-02 5.71E-02 5.59E-02
1.6 5.48E-02 5.37E-02 5.26E-02 5.16E-02 5.05E-02 4.95E-02 4.85E-02 4.75E-02 4.65E-02 4.55E-02
1.7 4.46E-02 4.36E-02 4.27E-02 4.18E-02 4.09E-02 4.01E-02 3.92E-02 3.84E-02 3.75E-02 3.67E-02
1.8 3.59E-02 3.52E-02 3.44E-02 3.36E-02 3.29E-02 3.22E-02 3.14E-02 3.07E-02 3.01E-02 2.94E-02
1.9 2.87E-02 2.81E-02 2.74E-02 2.68E-02 2.62E-02 2.56E-02 2.50E-02 2.44E-02 2.39E-02 2.33E-02
2.0 2.28E-02 2.22E-02 2.17E-02 2.12E-02 2.07E-02 2.02E-02 1.97E-02 1.92E-02 1.88E-02 1.83E-02
2.1 1.79E-02 1.74E-02 1.70E-02 1.66E-02 1.62E-02 1.58E-02 1.54E-02 1.50E-02 1.46E-02 1.43E-02
2.2 1.39E-02 1.36E-02 1.32E-02 1.29E-02 1.26E-02 1.22E-02 1.19E-02 1.16E-02 1.13E-02 1.10E-02
2.3 1.07E-02 1.04E-02 1.02E-02 9.90E-03 9.64E-03 9.39E-03 9.14E-03 8.89E-03 8.66E-03 8.42E-03
2.4 8.20E-03 7.98E-03 7.76E-03 7.55E-03 7.34E-03 7.14E-03 6.95E-03 6.76E-03 6.57E-03 6.39E-03
2.5 6.21E-03 6.04E-03 5.87E-03 5.70E-03 5.54E-03 5.39E-03 5.23E-03 5.09E-03 4.94E-03 4.80E-03
2.6 4.66E-03 4.53E-03 4.40E-03 4.27E-03 4.15E-03 4.02E-03 3.91E-03 3.79E-03 3.68E-03 3.57E-03
2.7 3.47E-03 3.36E-03 3.26E-03 3.17E-03 3.07E-03 2.98E-03 2.89E-03 2.80E-03 2.72E-03 2.64E-03
2.8 2.56E-03 2.48E-03 2.40E-03 2.33E-03 2.26E-03 2.19E-03 2.12E-03 2.05E-03 1.99E-03 1.93E-03
2.9 1.87E-03 1.81E-03 1.75E-03 1.70E-03 1.64E-03 1.59E-03 1.54E-03 1.49E-03 1.44E-03 1.40E-03
3.0 1.35E-03 1.31E-03 1.26E-03 1.22E-03 1.18E-03 1.14E-03 1.11E-03 1.07E-03 1.04E-03 1.00E-03
3.1 9.68E-04 9.35E-04 9.04E-04 8.74E-04 8.45E-04 8.16E-04 7.89E-04 7.62E-04 7.36E-04 7.11E-04
3.2 6.87E-04 6.64E-04 6.41E-04 6.19E-04 5.98E-04 5.77E-04 5.57E-04 5.38E-04 5.19E-04 5.01E-04
3.3 4.84E-04 4.67E-04 4.50E-04 4.34E-04 4.19E-04 4.04E-04 3.90E-04 3.76E-04 3.63E-04 3.50E-04
3.4 3.37E-04 3.25E-04 3.13E-04 3.02E-04 2.91E-04 2.80E-04 2.70E-04 2.60E-04 2.51E-04 2.42E-04
3.5 2.33E-04 2.24E-04 2.16E-04 2.08E-04 2.00E-04 1.93E-04 1.86E-04 1.79E-04 1.72E-04 1.66E-04
3.6 1.59E-04 1.53E-04 1.47E-04 1.42E-04 1.36E-04 1.31E-04 1.26E-04 1.21E-04 1.17E-04 1.12E-04
3.7 1.08E-04 1.04E-04 9.97E-05 9.59E-05 9.21E-05 8.86E-05 8.51E-05 8.18E-05 7.85E-05 7.55E-05
3.8 7.25E-05 6.96E-05 6.69E-05 6.42E-05 6.17E-05 5.92E-05 5.68E-05 5.46E-05 5.24E-05 5.03E-05
3.9 4.82E-05 4.63E-05 4.44E-05 4.26E-05 4.09E-05 3.92E-05 3.76E-05 3.61E-05 3.46E-05 3.32E-05
4.0 3.18E-05 3.05E-05 2.92E-05 2.80E-05 2.68E-05 2.57E-05 2.47E-05 2.36E-05 2.26E-05 2.17E-05
4.1 2.08E-05 1.99E-05 1.91E-05 1.82E-05 1.75E-05 1.67E-05 1.60E-05 1.53E-05 1.47E-05 1.40E-05
4.2 1.34E-05 1.29E-05 1.23E-05 1.18E-05 1.13E-05 1.08E-05 1.03E-05 9.86E-06 9.43E-06 9.01E-06
4.3 8.62E-06 8.24E-06 7.88E-06 7.53E-06 7.20E-06 6.88E-06 6.57E-06 6.28E-06 6.00E-06 5.73E-06
4.4 5.48E-06 5.23E-06 5.00E-06 4.77E-06 4.56E-06 4.35E-06 4.16E-06 3.97E-06 3.79E-06 3.62E-06
4.5 3.45E-06 3.29E-06 3.14E-06 3.00E-06 2.86E-06 2.73E-06 2.60E-06 2.48E-06 2.37E-06 2.26E-06
4.6 2.15E-06 2.05E-06 1.96E-06 1.87E-06 1.78E-06 1.70E-06 1.62E-06 1.54E-06 1.47E-06 1.40E-06
4.7 1.33E-06 1.27E-06 1.21E-06 1.15E-06 1.10E-06 1.05E-06 9.96E-07 9.48E-07 9.03E-07 8.59E-07
4.8 8.18E-07 7.79E-07 7.41E-07 7.05E-07 6.71E-07 6.39E-07 6.08E-07 5.78E-07 5.50E-07 5.23E-07
4.9 4.98E-07 4.73E-07 4.50E-07 4.28E-07 4.07E-07 3.87E-07 3.68E-07 3.50E-07 3.32E-07 3.16E-07
Probabilitas terjadi stockout = 0.0495
63
Penentuan Nilai Z
Service level Stock Out
Z value
Probability
0.90
0.10
1.28
0.95
0.05
1.65
0.98
0.02
2.05
0.99
0.01
2.33
0.9986
0.0014
3.75
64
Contoh
Permintaan sebuah item berdistribusi normal dengan
rata-rata 1000 unit per minggu dan standard deviasi
200 unit. Harga item $10 per unit dan ongkos pesan
$100. Ongkos simpan ditetapkan sebesar 30% dari
nilai inventori per tahun dan lead time tetap selama 3
minggu. Tentukan kebijakan inventori jika diinginkan
service level 95%, dan berapakah ongkos untuk safety
stock-nya
D = 1000 per minggu (
=200)
UC = $10 per unit
RC = $ 100 per pesan
HC = 0.3 x $10 = $3 per unit per tahun
LT = 3 minggu
65
Contoh
unit 1862 3 52 1000 100 2 2 * HC D RC Q unit 3568 568 3000 3 200 64 . 1 1000 3 LT D Z LT ROP service level 95%, Z=1.64(Lihat Tabel Distribusi Normal)
Ongkos ekspektasi safety stock:
per tahun 1704 $ 3 568 cost Holding stock Safety
66
Lead Time Probabilistik
(Uncertainty in Lead Time)
● LT lebih pendek maka akan muncul unused
stock, namun jika LT lebih panjang maka muncul
shortage
● Probabilitas shortage adalah probabilitas bahwa
demand selama lead time lebih besar daripada
reorder level, sehingga,
D
ROP
LT
ROP
D
LT
Prob
Prob
Service level
67
Contoh
Lead
time
untuk
pemesanan
sebuah
produk
berdistribusi Normal dengan mean 8 minggu dan
standard deviasi 2 minggu. Jika permintaan konstan
sebesar 100 unit per minggu, berapakah kebijakan
pemesanan yang memberikan suatu service level
siklus 95%
Dari Tabel Normal, untuk probabilitas 95% Z=1.64,
sehingga LT = 8 + (1.64x2) = 11.3 minggu (ROP=1130
unit)
95
.
0
Prob
D
ROP
LT
68
Demand & Lead Time Probabilistik
Jika diasumsikan demand dan lead time
berdistribusi normal, maka:
demand mempunyai rata-rata D dan standard deviasi
D
dan,
lead time mempunyai rata-rata LT dan standard deviasi
LT
sehingga:
demand selama lead time mempunyai rata-rata LT×D dan standard deviasi adalah
2
2 2
LT D
LTD
LT
D
69
Contoh
(Uncertain in both LT dan D)
Permintaan sebuah produk berdistribusi normal
dengan rata-rata 400 unit per bulan dan standar
deviasi 30 unit per bulan. Lead time juga berdistribusi
normal dengan rata-rata 2 minggu dan standar deviasi
0.5 bulan. Berapakah ROP yang memberikan service
level 95%? Berapakah jumlah pemesanan kembali jika
ongkos pesan $400 dan ongkos simpan $10 per unit
per bulan?
D = 400 unit per bulan
D = 30 unit
LT = 2 bulan
70
Contoh
(Uncertain in both LT dan D)
Demand selama LT = LT x D = 800 unit
Standard deviasi demand selama lead time:
Untuk service level 95%,
Safety stock = 1.64 x 204.45 = 335 unit maka, ROP = LT x D + SS = 800 + 335 = 1135 unit
unit 45 . 204 5 . 0 400 30 2 2 2 2 2 2 2 LT D D LT71
Contoh
(Uncertain in both LT dan D)
Ukuran pemesanan optimal (ekonomis):
unit 179 10 400 400 2 2 * HC D RC Q
72
Metode Pemesanan Kembali
● Pemesanan dilakukan jika tercapai tingkat
persediaan sebesar ROP = reorder point
● Pemesanan kembali juga dapat dilakukan dengan
cara lain, yaitu pada ROP = waktu tertentu;
misalkan setiap satu bulan sekali
● Metode pemesanan kembali:
Metode Continous Review (Metode Q)
73
Stock tersedia
Demand
Hitung posisi stock
Posisi stock ROP
Yes No
Pesan sebesar EOQ
terima Stock tersedia Demand Stock > demand No Yes terima Backorder/Lost sale
Perioda review tercapai No
Yes
Tentukan posisi stock Tentukan order quantity
Max.stock – stock position
Pesan sebesar Q
74
Metode Q atau Fixed Order Quantity (FOQ)
R = Reorder Point Q = Order Quantity L = Lead time
75
Metode Q
● Jumlah lot pesanan sama
● Untuk memudahkan implementasinya, sering
digunakan visual review system dengan metode
yang disebut Two Bin System:
– Dibuat dua bin (tempat) penyimpanan; Bin I berisi
persediaan sebesar tingkat reorder point; Bin II
berisi sisanya
– Penggunaan stock dilakukan dengan mengambil
isi Bin II; jika sudah habis artinya pemesanan
harus dilakukan kembali; sementara menunggu
pesanan datang, stock pada Bin I digunakan
76
77
Metode P
● Periode pemesanan tetap = T
● Jumlah yang dipesan sangat bergantung pada
sisa inventory pada saat periode pemesanan
tercapai; sehingga setiap kali pemesanan
dilakukan, ukuran lot pesanan tidak sama
● Terdapat kemungkinan persediaan sudah habis
tetapi periode pemesanan belum tercapai
● Akibatnya, safety stock yang diperlukan relatif
lebih besar (untuk T dan untuk LT= Lead Time)
78
Metode P: Order Quantity
● Permasalahan utama: interval antar pemesanan
(periode review) dan target stock level
● Pendekatan umum: hitung EOQ kemudian tentukan
periode pemesanan berdasarkan ukuran pemesanan
(keputusan final: management judgement)
● Berapapun interval yang ditetapkan, harus sesuai
dengan target stock level
79
Metode P: Order Quantity
T
LT
Z
● Jika demand selama T+LT berdistribusi normal dengan
mean D×(T+LT), variansi
2×(T+LT), dan standard
deviasi
×(T+LT
)1/2, maka safety stock
sehingga target stock level
SS = Z × standard deviasi demand selama T+LT
T
LT
Z
T
LT
D
stock
safety
LT
T
selama
demand
level
stock
target
80
Metode P: Order Quantity
● Jika lead time pemesanan lebih lama dari panjang
siklus, maka:
order
on
stock
hand
on
stock
level
stock
target
quantity
order
81
Contoh
Permintaan sebuah item berdistribusi normal dengan mean 1000 unit per bulan dan standard deviasi 100 unit. Stock diperiksa
setiap 3 bulan dan lead time pemesanan konstan 1 bulan.
Tentukan kebijakan inventori yang memberikan service level 95%. Jika ongkos simpan $20 per unit per bulan, berapakah ongkos
untuk safety stock untuk kebijakan tersebut? Bagaimana pengaruh peningkatan service level menjadi 98%
328
1
3
100
64
.
1
Z
T
LT
SS
82
Contoh
3 1
328 4328 1000 D T LT Z T LT TSL
Setiap 3 bulan ketika melakukan pemesanan, ukuran pemesanan ditentukan oleh SOH,
jika SOH=1200 unit, maka ukuran lot pemesanan 3128 unit Ongkos simpan safety stocknya:
Jika service level 98%, Z=2.05 maka TSL=4410 unit ($8200)
order size = 4328 – SOH
= SS × HC
83
Metode P
● Metode P relatif tidak memerlukan proses
administrasi yang banyak, karena periode
pemesanan sudah dilakukan secara periodik.
● Untuk memudahkan implementasinya, digunakan
visual review system dengan metode yang
disebut One Bin System:
– Dibuat Bin yang berisikan Jumlah Inventory
Maksimum
– Setiap kali periode pemesanan, dilihat berapa
stock tersisa dan pemesanan dilakukan untuk
mengisi Bin penuh
84
Perbandingan
Periode pemesanan tidak tetap
Jumlah yang dipesan selalu sama
Barang yang disimpan relatif lebih sedikit
Memerlukan administrasi yang berat untuk selalu dapat memantau tingkat persediaan agar tidak terlambat memesan
Periode pemesanan tetap Setiap kali pesan dalam
jumlah yang berbeda
Membutuhkan safety stock relatif lebih besar: untuk
melindungi variansi demand dan juga untuk demand
selama periode pesan belum sampai
Administrasi ringan
85
Perlakuan terhadap Shortage
● Jika biaya out of stock dapat ditaksir, maka
terdapat dua kemungkinan terhadap kejadian
kekurangan persediaan:
– LOST SALE: kekurangan dianggap sebagai
kehilangan kesempatan memperoleh pendapatan – BACK ORDER: kekurangan persediaan dapat
dipenuhi kemudian dengan biaya-biaya tambahan dan dengan anggapan konsumen masih mau menunggu – Keduanya dapat dihitung berdasarkan biaya per unit
kekurangan stock atau berdasarkan biaya setiap kali terjadi kekurangan stock
SHORTAGE
Customer Demand
Customer Waits (back-orders)
Customer doesn’t Wait (lost sales)
Customer keeps all business with supplier Customer transfer some future business to another supplier Customer transfers some future business to another supplier Customer transfers all business to another supplier Out of Stock
SHORTAGE
Time Inve ntor y Level0
Q T2 T1 T S Q – SSHORTAGE (BACK ORDER)
Unit cost component: UC x Q
Reorder cost component: RC
Holding cost component:
Shortage cost component:
HC x (Q–S) x T
12
SC x S x T
289
SHORTAGE (BACK ORDER)
Total cost per cycle
Substitusi T
1=(Q – S)/D dan T
2= S/D
2
2
2 1SC
S
T
T
S
Q
HC
RC
Q
UC
D
S
SC
D
S
Q
HC
RC
Q
UC
2
2
2 290
SHORTAGE (BACK ORDER)
Total cost per unit time diperoleh dengan
membagi persamaan TC per unit cyle dengan T
Persamaan di atas mempunyai dua variabel Q
dan S sehingga deferensial dilakukan terhadap
dua variabel tersebut
Q
S
SC
Q
S
Q
HC
Q
D
RC
Q
UC
2
2
2 291
SHORTAGE (BACK ORDER)
Q
S
SC
Q
S
HC
HC
S
TC
Q
S
SC
Q
S
HC
HC
Q
D
RC
Q
TC
0
2
2
2
0
2 2 2 2 2
Persamaan untuk mencari order quantity yang
optimal,
SC
HC
SC
HC
D
RC
Q
2
092
SHORTAGE (BACK ORDER)
Persamaan untuk mencari jumlah back-ordered
yang optimal,
HC
SC
SC
D
HC
RC
S
2
0
2 2 0 2 0 0 1,
T
T
T
D
S
T
D
S
Q
T
93
CONTOH BACKORDER
Permintaan terhadap sebuah item adalah konstan sebesar 100 unit per bulan. Harga per item $50, ongkos pemesanan $50, ongkos simpan 25% dari nilai barang per tahun, ongkos kekurangan untuk backorder ditetapkan 40% dari nilai barang per tahun. Tentukan kebijakan inventori yang optimal!
unit 125 20 5 . 12 20 5 . 12 1200 50 2 2 0 SC HC SC HC D RC Q
20
12.5 20
48unit 1200 25 . 1 50 2 2 0 SC HC SC D HC RC S T1 = (Q0-S0)/D = 3.3 minggu T2 = S0/D = 2.1 minggu94
SHORTAGE (LOST SALES)
Inve ntor y Level
0
Q Q/D T Time95
SHORTAGE (LOST SALES)
Demand yang tidak dapat dipenuhi dalam sebuah
siklus adalah jumlah demand dalam sebuah
siklus (D x T) dikurangi dengan jumlah yang
disupply dalam siklus (Q) ((D x T)–Q)
Setiap unit lost sale mempunyai biaya yang
dapat dibagi menjadi:
Loss of profit; Selling Price (SP) dikurangi Unit
Cost (UC) per unit dari penjualan yang hilang
Direct costs (DC) ; loss of goodwill, loss of future
custome, remedial action
96
SHORTAGE (LOST SALES)
Unit cost component: UC x Q
Reorder cost component: RC
Holding cost component:
Lost sale cost component: DC x ((D x T) – Q)
HC x Q
2
Q
D
97
SHORTAGE (LOST SALES)
Net revenue per cycle :
Net revenue per unit time (persamaan di atas
dibagi dengan T)
DC D T Q D Q HC RC Q UC Q SP 2 2
DC D T D Q HC RC UC SP DC Q T R 2 1 298
SHORTAGE (LOST SALES)
Bila didefinisikan,
Dengan mengabaikan fixed cost
DC x D
, maka
LC = biaya tiap unit lost sale termasuk loss of profit
= DC + (SP – UC)
Z = proporsi dari demand yang dapat dipenuhi
2
Q
HC
Q
D
RC
LC
D
Z
R
99
SHORTAGE (LOST SALES)
Maksimum net revenue dapat diperoleh dengan
deferensiasi terhadap Q dan menetapkan sama
dengan 0
HC
D
RC
Q
HC
Z
Q
D
RC
Z
dQ
dR
2
2
0
0 2100
SHORTAGE (LOST SALES)
Nilai optimal R diperoleh dengan substitusi Q
Z = proporsi demand yang dipenuhi (0
Z
1)
Penyesuaian nilai Z agar nilai R
0maksimal:
Jika (revenue positif) set Z=1
Jika (revenue negatif) set Z=0
Jika (revenue nol) set Z sama
dengan nilai sembarang yang diinginkan
D
LC
RC
HC
D
Z
R
0
2
D HC RC LC D 2 D HC RC LC D 2 D HC RC LC D 2 101
D=50, RC=150, HC=80, DC=20, SP=110, UC=90
1095 50 80 150 2 2 2000 40 50 40 90 110 20 D HC RC LC D UC SP DC LC 1095 2000 2 LC RC HC D D set Z=1(Semua demand dipenuhi dan tidak ada penjualan yang hilang)
unit 7 . 13 80 50 150 2 2 0 HC D RC Q
102
CONTOH LOST SALES (2)
D=100, RC=400, HC=200, DC=10, SP=200, UC=170 4000 100 200 400 2 2 4000 40 100 40 170 200 10 D HC RC LC D UC SP DC LC 4000 4000 2 LC RC HC D
D set Z=nilai sembarang
(Net revenue sama dengan nol, berapapun nilai yang dipilih untuk Z) unit 20 200 100 400 2 2 0 HC D RC Q
103
CONTOH LOST SALES (3)
D=50, RC=500, HC=400, DC=30, SP=350, UC=320 4472 50 400 5000 2 2 3000 60 50 60 320 350 30 D HC RC LC D UC SP DC LC 4472 3000 2 LC RC HC D D set Z=0
(Menghasilkan net revenue negatif, tidak memenuhi semua demand)
104
PERUBAHAN LAINNYA
Jenis pembatas-pembatas yang umum
ditemukan dalam inventory adalah:
Keterbatasan space gudang
Maksimum budget
Maksimum jumlah pengiriman
Maksimum jumlah pemesanan
Maksimum ukuran setiap kali pengiriman
dsb
105
Klasifikasi Inventori: ABC
Manajemen persediaan sering kali harus dibedakan menurut karakteristik masing-masing item
Salah satu klasifikasi yang umum digunakan pada
manajemen persediaan adalah sistem ABC dimana item-item dikelompokkan menjadi tiga kelas
Pembagian kelas ini didasarkan atas tingkat kepentingan masing-masing item
Karakteristik A B C
Persentase nilai 75 - 80% 10 – 15% 5 – 10%
106
Cara Melakukan Klasifikasi
1. Tabulasikan nama, harga per unit, dan jumlah unit yang dikonsumsi per tahun.
2. Kalikan harga per unit dengan jumlah unit yang dipakai
selama setahun untuk mendapatkan nilai rupiah konsumsi setahun dari masing-masing item.
3. Jumlahkan nilai rupiah tahunan untuk keseluruhan item dan hitung persentase pemakaian tahunan untuk tiap-tiap item. 4. Sorting (urutkan) item-item mulai dari yang konsumsi rupiah
tahunannya besar.
107
Contoh Klasifikasi ABC
Nama Rp/unit Konsumsi/th Rp/th %Rp/th A 100,000 300 30,000,000 10.08 B 1,000,000 200 200,000,000 67.23 C 50,000 30 1,500,000 0.50 D 20,000 80 1,600,000 0.54 E 10,000 700 7,000,000 2.35 F 150,000 350 52,500,000 17.65 G 90,000 20 1,800,000 0.61 H 25,000 80 2,000,000 0.67 I 5,000 100 500,000 0.17 J 2,000 300 600,000 0.20 297,500,000 100
108
Contoh Klasifikasi ABC
Tabel Perhitungan untuk klasifikasi ABC
Nama Rp/unit Konsumsi/th Rp/th %Rp/th Kumul.%Rp/th
B 1,000,000 200 200,000,000 67.23 67.23 (A) F 150,000 350 52,500,000 17.65 84.87 (A) A 100,000 300 30,000,000 10.08 94.96 (B) E 10,000 700 7,000,000 2.35 97.31 (B) H 25,000 80 2,000,000 0.67 97.98 (B) G 90,000 20 1,800,000 0.61 98.59 (C) D 20,000 80 1,600,000 0.54 99.13 (C) C 50,000 30 1,500,000 0.50 99.63 (C) J 2,000 300 600,000 0.20 99.83 (C) I 5,000 100 500,000 0.17 100.00 (C) TOTAL 297,500,000 100
A = Dikendalikan menggunakan metode Q
B = Dikendalikan menggunakan metode Q atau P (50:50, perlu pertimbangan ulang) C = Dikendalikan menggunakan metode P, karena nilainya cenderung rendah