EFEKTIFITAS PENERAPAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF
KOMPONEN PERANGKAT KERAS (HARDWARE) KOMPUTER
DENGAN MENGGUNAKAN METODE DISKUSI KELOMPOK
PADA SISWA KELAS VII SMPN 40 BANDUNG
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar efektifitas penggunaan multimedia pembelajaran interaktif pada perangkat keras (hardware) komputer dengan menggunakan diskusi kelompok pada siswa kelas VII SMP 40 Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Kuasi Eksperimen dengan sampel penelitiannya adalah siswa kelas VII-A SMP Negeri 40 Bandung dengan desain penelitian menggunakan One-Group Pretest-Posttest Design. Instrumen yang digunakan adalah dengan menggunakan tes objektif pilihan ganda untuk pretest dan posttest. Dalam penelitian ini ditemukan efektifitas peningkatan hasil belajar terkait dengan penerapan multimedia interaktif perangkat keras (hardware) komputer yang tinggi. Dari penelitian ini didapat perhitungan normalized gain sebesar 0,87 yang termasuk kategori tinggi. Hal ini menunjukan bahwa terdapat peningkatan efektifitas hasil belajar pada siswa kelas VII terkait dengan penerapan multimedia pembelajaran interaktif perangkat keras (hardware) komputer dengan menggunakan metode diskusi kelompok.
Kata Kunci: Efektifitas, Multimedia Interaktif, Pembelajaran, Perangkat Keras (Hardware).
1. PENDAHULUAN
Paradigma pendidikan/pengajaran telah bergeser dari paradigma lama (teacher-oriented) ke paradigma baru (student-oriented dan integrated) yang dengan sendirinya memerlukan perubahan pola pendekatan pembelajaran, yang pada gilirannya menuntut perubahan-perubahan pada berbagai aspek pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran TIK. Pada metode lama menggunakan pendekatan penguasaan bidang ilmu dengan berorientasi pada isi (content) pembelajaran, sedangkan pembelajaran sekarang menekankan pada pengembangan daya kognisi, afeksi dan keterampilan. Guru tidak lagi sekedar memberi materi, namun lebih ditugasi sebagai fasilitator, motivator dan dinamisator bagi perkembangan intelektual dan sosial siswa. Kesemuanya ini bermuara pada upaya peningkatan mutu pendidikan/pembelajaran secara nasional. [5]
Pemanfaatan komputer dalam pendidikan telah sangat meluas dan menjangkau berbagai kepentingan. Diantara pemanfaatanya adalah untuk kepentingan pembelajaran yaitu untuk membantu para guru dalam meningkatkan mutu pembelajaran. Terkait dengan peningkatan mutu pembelajaran, komputer dapat dimanfaatkan yaitu dalam penerapan bentuk pembelajaran dengan bantuan komputer.
Pada saat penulis melaksanakan program PLP di SMP Negeri 40 Bandung, sebelum praktek mengajar dilaksanakan, penulis melakukan observasi terhadap proses pembelajaran yang dilakukan oleh pengajar tetap TIK disekolah tersebut. Kegiatan belajar mengajar di kelas tersebut tidak membuat para siswa belajar secara aktif, para siswa cenderung hanya menerima informasi dari guru. Permasalahan kurang aktifnya siswa dalam mata pelajaran TIK diharapkan dapat diatasi dengan menggunakan suatu multimedia pembelajaran interaktif dan metode pembelajaran yang akan digunakan adalah metode diskusi kelompok.
2. LANDASAN TEORI
2.1Konsep Dasar Belajar dan Pembelajaran
Belajar pada hakikatnya adalah proses interaksi terhadap semua situasi yang ada di sekitar individu. Belajar dapat dipandang sebagai proses yang diarahkan kepada tujuan dan proses berbuat melalui berbagai pengalaman. Belajar juga merupakan proses melihat, mengamati, dan memahami sesuatu. [5]
Pembelajaran (instruction) merupakan akumulasi dari konsep mengajar (teaching) dan konsep belajar (learning). Penekanannya terletak pada perpaduan antara keduanya, yakni kepada pertumbuhan aktifitas peserta didik. Konsep tersebut dapat dipandang sebagai suatu sistem. Sehingga dalam sistem belajar ini terdapat komponen-komponen siswa, tujuan, materi untuk mencapai tujuan, fasilitas dan prosedur serta alat atau media yang harus dipersiapkan. [5]
2.2Multimedia Pembelajaran Interaktif
Multimedia merupakan perpaduan antara berbagai media (format file) yang berupa teks, gambar (vektor atau bitmap), grafik, sound, animasi, video, interaksi, dll, yang telah dikemas menjadi file digital (komputerisasi), digunakan untuk menyampaikan pesan kepada publik. Aspek interaktif pada multimedia dapat berupa navigasi, simulasi, permainan dan latihan soal. [3]
2.3Model Diskusi Kelompok
Metode diskusi merupakan suatu cara penyajian bahan pelajaran dimana guru memberikan kesempatan kepada siswa (kelompok-kelompok siswa), untuk mengadakan perbincangan ilmiah guna mengumpulkan pendapat, membuat kesimpulan atau menyusun alternatif pemecahan atau suatu masalah. [6]
2.4Perangkat Keras (Hardware) Komputer
Perangkat keras (hardware) komputer adalah semua bagian fisik komputer, komponen dari komputer yang sifat alatnya
Rosa Rahmatika
Pendidikan Ilmu Komputer UPI
[email protected]
Drs. Parsaoran Siahaan, M.Pd.
Pendidikan Ilmu Komputer UPI
[email protected]
Drs. Enjang Ali Nurdin, M.Kom.
Pendidikan Ilmu Komputer UPI
bisa dilihat dan diraba oleh manusia secara langsung atau yang berbentuk nyata, yang berfungsi untuk mendukung proses komputerisasi. Hardware dapat bekerja berdasarkan perintah yang telah ditentukan ada padanya, atau yang juga disebut dengan istilah instruction set. Dengan adanya perintah yang dapat dimengerti oleh hardware tersebut, maka hardware tersebut dapat melakukan berbagai kegiatan yang telah ditentukan oleh pemberi perintah. [7]
3. METODOLOGI PENELITIAN 3.1Metode dan Desain Peneleitian
Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen. Desain penelitian yg digunakan adalah One-Group Pretest-Posttest Design. Dalam desain penelitian ini digunakan satu kelompok subjek. Pertama-tama dilakukan pengukuran, lalu dikenakan perlakuan (treatment), kemudian dilakukan pengukuran akhir. [1]
3.2 Populasi dan Sampel
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPN 40 Bandung. Sampel yang digunakan dalam penilitian ini adalah siswa kelas VII-A SMPN 40 Bandung. Sedangkan untuk teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik Cluster Random Sampling. [4]
3.3 Instrumen Penelitian
Instrumen ini digunakan untuk mengukur sejauh mana efektifitas penerapan multimedia pembelajaran interaktif perangkat keras (hardware) komputer dengan menggunakan metode diskusi kelompok pada siswa kelas VII SMP Negeri 40 Bandung. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes awal (pretest) dan tes akhir (posttest) dengan teknik pilihan ganda (multiple choice), serta lembar observasi. [2]
3.4 Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian dibagi menjadi 6 tahap, yaitu: 1. Tahap persiapan
a. Menentukan populasi dan sampel untuk diterapkannya multimedia pembelajaran.
b. Mengobservasi sarana dan prasarana sekolah untuk mendukung keterlaksanaan penelitian tersebut. c. Merancang dan membuat multimedia pembelajaran
yang dibuat menggunakan Adobe Flash CS3, Cool Edit 2.00 dan 3DS Max 2010 dan program pendukung lainnya yang dikonsultasikan dengan dosen pembimbing, guru dan dosen.
d. Merancang kegiatan pembelajaran dengan menggunakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
e. Menyusun instrumen penelitian yang dikonsultasikan dengan dosen pembimbing dan guru.
f. Melakukan judgement instrumen penelitian oleh dosen dan guru.
g. Melakukan analisis dan revisi instrumen penelitian.
2. Tahap pretest
Pada tahapan ini dilakukan tes awal di kelas sampel, yaitu kelas yang akan diterapkan multimedia pembelajaran interaktif dengan metode diskusi kelompok. Soal pretest yang digunakan berbentuk soal pilihan ganda yang akan mengukur aspek kognitif siswa.
3. Tahap pelaksanaan pembelajaran
Kegiatan belajar mengajar dilakukan sesuai RPP. Penelitian ini menggunakan 1 RPP. Alokasi waktu yang digunakan
untuk satu RPP adalah 2x40 menit. Pada tahap ini dilakukan pembelajaran di laboratorium komputer dengan menerapkan media pembelajaran yang telah disiapkan pada tahap persiapan yang berbentuk multimedia interaktif perangkat keras (hardware) komputer. Siswa diberi kesempatan untuk mencari informasi mengenai perangkat keras (hardware) komputer pada multimedia interaktif secara berkelompok. Selanjutnya siswa mengerjakan latihan yang berupa puzzle dan evaluasi yang terdapat pada multimedia secara berkelompok pula. Kemudian kelompok-kelompok siswa mempresentasikan hasil diskusi yang telah dikerjakan.
4. Tahap posttest
Pada tahapan ini dilakukan tes hasil pembelajaran di kelas sampel, yaitu kelas yang diterapkan media pembelajaran interaktif dengan metode diskusi kelompok. Posttest dilakukan pada akhir pertemuan, untuk mengukur kemampuan siswa setelah perlakuan. Soal posttest yang digunakan berbentuk pilihan ganda yang akan mengukur aspek kognitif siswa.
5. Tahap analisis data
Pada tahapan ini dilakukan analisis data dengan menggunakan metode statistik yang membandingkan antara hasil tes awal (pretest) sebelum multimedia pembelajaran interaktif diterapkan dengan metode diskusi kelompok dengan hasil akhir (posttest) setelah menerapkan multimedia pembelajaran interaktif dengan metode diskusi kelompok.
6. Tahap pengujian
Pengujian terhadap penerapan multimedia pembelajaran interaktif dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan normalized gain atau gain yang ternormalisir untuk mengetahui keefektifan pembelajaran.
3.5 Teknik Analisis Data
Teknik analisis data untuk mengetahui efektifitas pembelajaran dalam penelitian ini menggunakan teknik normalized gain, dihitung dengan menggunakan rumus berikut:
Keterangan:
<g> = Nilai normalized gain
= Persentase nilai posstest = Persentase nilai pretest [1]
4. MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF 4.1Pembuatan Program
4.2 Flowchart Multimedia Pembelajaran
Gambar 1 Flowchart Multimedia Pembelajaran
4.3 Ilustrasi Multimedia Pembelajaran Interaktif Multimedia pembelajaran interaktif terdiri dari dua macam content yaitu materi dan latihan. Pada content materi terdiri dari menu materi pembelajaran yaitu menu input device, processing unit, output device dan backing storage. Pada content latihan terdiri dari menu puzzle dan evaluasi.
Gambar 2 Menu utama multimedia pembelajaran interaktif
Gambar 3 Menu content materi
Gambar 4 Menu latihan puzzle
Gambar 4 Menu latihan evaluasi
5. HASIL PENELITIAN
Instrumen penelitian yang diujicobakan berupa soal tes tertulis berbentuk pilihan ganda (multiple choice) yang terdiri atas 20 butir soal. Berdasarkan hasil penilitian, diketahui 15 butir soal masuk kedalam kriteria validitas cukup yaitu soal no. 1,2,4,5,6,7,8,10,12,13,16,17,18,19,20 dan 5 butir soal masuk kedalam kriteria validitas tinggi yaitu soal no. 3,9,11,14,15.
Selanjutnya dilakukan uji reliabilitas, dari hasil pengujian reabilitas diperoleh nilai koefesien reliabilitas soal sebesar 0,71. Nilai koefesien reliabilitas tersebut menunjukan bahwa soal instrumen tersebut masuk kedalam kriteria reliabilitas tinggi. Dari hasil pengujian indeks kesukaran diperoleh 1 butir soal masuk kedalam kriteria indeks kesukaran mudah yaitu soal no. 5. 17 butir soal masuk kedalam kriteria indeks kesukaran sedang yaitu soal no. 1,2,3,4,7,8,9,10,11,12,13,14,15,16,18,19,20. Dan 1 butir soal masuk kedalam kriteria indeks kesukaran sukar yaitu soal no. 17. Sedangkan dari hasil pengujian daya pembeda diperoleh 1 butir soal yang masuk kedalam kriteria daya pembeda sangat jelek yaitu soal no. 20. 3 butir soal masuk kedalam kriteria daya pembeda jelek yaitu soal no. 6,8,15. 8 butir soal masuk kedalam kriteria daya pembeda cukup yaitu soal no. 2,5,7,10,12,17,18,19. 7 butir soal masuk kedalam kriteria daya pembeda baik yaitu soal no. 1,4,9,11,13,14,16. 1 butir soal masuk kedalam kriteria daya pembeda sangat baik yaitu soal no. 3.
dianalisis untuk dijadikan dasar dalam menarik kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan di SMP Negeri 40 Bandung pada tahun ajaran 2009/2010. Dari 20 butir soal pretest dan posttest yang diujikan terhadap 30 siswa VII-A SMP Negeri 40 Bandung sebagai kelas eksperimen diperolehlah rata-rata hasil nilai pretest dan posttest yaitu sebesar 7,1 dan 18,33. Setelah data hasil pretest dan posttest dari kelas diperoleh, didapat persentase nilai pretest sebesar 35,3%. Setelah dilakukan treatment kepada sampel diperoleh persentase posttest sebesar 91,67%. Sehingga diperoleh selisih pretest dan posttest sebesar 56,37%.
Diagram 1 Persentase Rata-Rata Hasil Pretest dan Posttest
Diagram 2 Persentase Keseluruhan Rata-Rata Hasil Pretest dan Posttest
Dari hasil perhitungan dengan menggunakan normalized gain diperoleh nilai G untuk eksperimen adalah sebesar 0,87. Nilai G tersebut selanjutnya diinterpretasikan kedalam kriterium nilai G, setelah diinterpretasi diperoleh bahwa efektifitas penggunaan multimedia pembelajaran interaktif perangkat keras (hardware) komputer dengan menggunakan metode diskusi kelompok dalam pembelajaran TIK yang dilakukan pada kelas eksperimen tergolong tinggi.
Diagram 3 Nilai Normalized Gain
6. KESIMPULAN
Hasil perhitungan dan analisis data penelitian menunjukkan adanya efektifitas pembelajaran siswa kelas VII-A melalui penerapan multimedia pembelajaran interaktif perangkat keras (hardware) komputer dengan menggunakan metode diskusi kelompok.
Hal ini terlihat dari peningkatan hasil persentase nilai rata-rata hasil pretest dan posttest dan peningkatan hasil nilai rata-rata gain < g> . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Terdapat keefektifitasan penerapan multimedia multimedia pembelajaran interaktif perangkat keras (hardware) komputer dengan menggunakan metode diskusi kelompok.
7. REFERENSI
[1] Arikunto, Suharsini. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Edisi Revisi. Jakarta: Rineka Cipta.
[2] Arikunto, Suharsini. (2008). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan Edisi Revisi. Jakarta: Bumi Aksara.
[3] Hari. (2010). Multimedia Pembelajaran interaktif. [Online]. Tersedia:
http://eduzona.blogspot.com/2010/03/multimedia-pembelajaran-interaktif.html. [28 Maret 2010]
[4] Nasution. Rozani. (2003).Teknik Sampling. [Online]. Tersedia: http://library.usu.ac.id/download/fkm/fkm-rozaini.pdf [25 Juni 2010]
[5] Shadiq, Fadjar. (2007). Faktor-faktor Penyebab Kesulitan Belajar Siswa. [online]. Tersedia:
http://fadjarp3g.files.wordpress.com/2007/09/aalitansiswa_ wartaguru_.pdf [3 Februari 2010]
[6] Suparlan. (2009). Diskusi: Metode Mengajar untuk Mengasah Otak, Bukan Otot dan untuk Mengembangkan Sikap Saling Menghormati, Bukan Menang Sendiri. [Online]. Tersedia:
http://www.suparlan.com/pages/posts/diskusi-metode- mengajar-untuk-mengasah-otak-bukan-otot-dan-untuk- mengembangkan-sikap-saling-menghormati-bukan-menang-sendiri98.php [1 Maret 2010]