EVALUASI PROGRAM PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR NEGERI Z SALATIGA TAHUN AJARAN 2015/2016
Diajukan untuk memenuhi tugas matakuliah “Supervisi dan Evaluasi Pendidikan.”
Dosen Pengampu: Prof. Slameto
Oleh: Luís Soares
942015901
MAGISTER MANAJEMEN PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA
PENGANTAR
Puji dan syukur penulis haturtkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmatNyalah penulis dapat menyelesaikan tugas Evaluasi Program Pendidikan ini dengan baik walaupun masih jauh dari kesempurnaan. Semoga dalam melaksanakan tugas-tugas yang lain berkat dan perlindunganNya tetap menyertai kita.
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas Test Akhir Semester (TAS) Mata Kuliah Supervisi dan Evaluasi Pendidikan semester I tahun akademik 2015/2016 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) jurusan Magister Manajemen Pendidikan (MMP). Terima kasih yang tak terhingga pula penulis haturkan pada semua pihak yang telah memberikan dukungan berupa materil dan spiritual dalam penyusunan makalah yang berjudul “EVALUASI PROGRAM PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR NEGERI Z SALATIGA TAHUN AJARAN 2015/2016. Penyusun berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi penyusun dan juga bagi pembaca lain dalam menyelesaikan penulisan makalah.
Penulis juga memohon ampun dari Tuhan yang adalah Maha Penyayang dan pengampun agar melimpahkan pengampunanNya kepada penulis yang adalah insan pendosa dalam segala bentuk kehidupannya. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Akhirnya penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini masih sangat jauh dari kesempurnaan oleh karena itu usulan, saran dan kritikan yang konstruktif sangat diharapkan bagi penyempurnaan penulisan makalah ini.
Salatiga, 04 September 2015
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ………..………. i
DAFTAR ISI ... ii
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah ………. 1
1.2 Rumusan Masalah ………..……….. 3
1.3 Tujuan Penulisan Makalah ……….. 3
1.4 Manfaat Penulisan ………. 3
BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Evaluasi ……….. 5
2.2 Pentingnya Evaluasi Program dalam Pendidikan ..……….. 7
2.3 Jenis-jenis Evaluasi ……….. 8
2.4 Model-Model Evaluasi Program ………...………. 16
2.5 Tujuan Evaluasi Program Pendidikan ……….. 21
2.6 Manfaat Suatu Evaluasi ………….………. 22
2.7 Prinsip-Prinsip ………. 23
2.8 Prosedur Melaksanakan Evaluasi ……….……… 24
BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan ………... ……….. 26 3.2 Saran ………..……….. 28
DAFTAR PUSTAKA ………..……… 30
BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang
berbagai ragam agama dan kebudayaan yang rumit dipahami namun dapat dipersatukan dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika dan Ideologi Pancasila dan dijadikan sebagai suatu kekayaan bangsa Indonesia, (pusakaindonesia.org/bhinneka-tunggal-ika-semboyan-kesatuan-bangsa)
Pemerintah selalu berupaya semaksimal mungkin untuk mengembangkan pendidikan untuk mencapai kecerdasan bangsa. Hal ini sesuai dengan tujuan kemerdekaan bangsa Indonesia yaitu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, seperti yang termaktub dalam UUD 1945; artinya semua warga negara harus mampu mengenal, menulis dan membaca alfabet dan lambang bilangan melalui pendidikan formal yang berkualitas, (damandiana.wordpress.com).
Namun kualitas pendidikan di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. Keprihatinan ini dibuktikan dengan data UNESCO (2000) tentang peringkat Indeks Pengembangan Manusia (Human Development Index), yaitu komposisi dari peringkat pencapaian pendidikan, kesehatan, dan penghasilan per kepala yang menunjukkan, bahwa indeks pengembangan manusia Indonesia makin menurun. Di antara 174 negara di dunia, Indonesia menempati urutan ke-102 (1996), ke-99 (1997), ke-105 (1998), dan ke-109 (1999). Keprihatinan ini tidak berkurag namun malahan bertambah terus dari 102 pada tahun 1996; sampai ke 109 pada tahun 1999. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas pendidikan Indonesia tidak baik, mempunyai daya saing yang sangat rendah dibandingkan dengan negara lain di dunia.
Menurut laporan Programme for International Student Assessment (PISA) tahun 2000-2012; untuk mata pelajaran Matematika, Indonesia menduduki posisi 39 dengan skor 367 pada tahun 2000. Pada tahun 2003 Indonesia maju satu langkah; yaitu menempati posisi yang ke-38 dengan skor 360. Pada tahun 2006, Indonesia tidak lagi terdaftar dalam tabel peringkat PISA dunia.
Indonesia berada di peringkat dua terbawah untuk skor Matematika dalam survei Programme for International Student Assessment (PISA) tahun 2012. Dari total 65 negara dan wilayah yang masuk survei PISA, Indonesia menduduki ranking ke-64 atau hanya lebih tinggi satu peringkat dari Peru.
Untuk PISA 2012, diikuti oleh lebih dari 510.000 siswa usia 15 tahun di 65 negara dan wilayah. Di bidang membaca, Indonesia berada di ranking 60 atau setingkat di bawah Malaysia yang berada di ranking 59.
Sedangkan untuk bidang Sains, Indonesia juga berada di urutan 64. Namun, dalam survei PISA terungkap siswa paling bahagia berada di Indonesia, Albania, dan Peru. Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemdikbud Ibnu Hamad mengakui pembelajaran Matematika di Indonesia tidak sesuai dengan soal-soal PISA. Akibatnya, Indonesia tertinggal terus dalam survei PISA. Dalam PISA 2009, misalnya, posisi Indonesia juga jeblok yaitu di ranking 57 dari 63 negara.
Berdasarkan pada laporan UNESCO, PISA dan OECD menunjukkan bahwa peringkat yang diperoleh Indonesia selalu di antara 60 dan 109 dari tahun 2000 sampai dengan 2012. Dengan memperhatikan pada peringkat pendidikan yang dijangkau oleh peserta didik Indonesia, dapat dibuat kesimpulan bahwa kurikulum, standar nasional pendidikan, tenaga kependidikan, sarana prasarana, biaya, proses, penilaian, dan lain-lain dalam pendidikan Indonesia belum menjamin kualitas pendidikan yang baik. Maka perlu perencanaan dan pelatihan pemberdayaan guru berkesinambungan untuk mencapai kinerja yang optimal.
Berdasarkan pada penjelasan di atas, proses penilaiannya adalah tingkat internasional dan nasional. Maka pihak yang berkewajiban untuk menanganinya adalah tingkat nasional. Maka hendaknya pemerintah Indonesia lewat kementrian pendidikan perlu mengadakan evaluasi yang mendalam dan berkesinambungan di bidang pendidikan. Tujuan evaluasi ini adalah untuk memperoleh data yang memadai untuk dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk menemukan penyebab menurunnya kualitas pendidikan dan kemudian merancang rencana strategi yang andal untuk memperbaiki kualitas pendidikan agar dapat memiliki daya saing yang tinggi dalam persaingan internasional dalam segala bidang. 2. Perumusan Masalah
Dilihat dari latar belakang seperti yang dipaparkan di atas maka penulis merumuskan masalahnya dalam bentuk pertanyaan seperti berikut ini.
c. Apa tujuan evaluasi program pendidikan?
d. Siapakah yang berperan utama dalam evaluasi pendidikan? 3. Tujuan Penulisan
Berdasarkan pada rumusan masalah di atas maka penulis merumuskan tujuan penulisan ini adalah untuk:
a. Mendefinisikan Evaluasi Program Pendidikan secara tepat.
b. Mengetahui dengan pasti apakah evaluasi program pendidikan itu penting bagi proses penyelenggaraan pendidikan.
c. Mendeskripsikan tujuan-tujuan evaluasi program pendidikan.
d. Mengetahui pemeran utama dalam pelaksanaan evaluasi pendidikan. 4. Manfaat Penulisan
BAB II PEMBAHASAN 1. Pengertian Evaluasi
Evaluasi mencakup pengukuran dan penilaian. Dari jaman ke jaman dari generasi yang satu ke generasi yang lain manusia selalu mengalami perubahan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi maka para ahli juga memberikan pengertian pada evaluasi yang berbeda-beda seperti yang terlihat pada uraian berikut yaitu :
mengandung pengertian: suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai dari sesuatu (Sudijono, 2011: 1).
b. Menurut Stufflebeam dkk (1971), evaluasi merupakan proses menggambarkan, memperoleh, dan menyajikan informasi yang berguna untuk menilai alternatif keputusan (Daryanto, 2008: 2). Di sini evaluasi merupakan proses untuk mendeskripsikan tentang cara memperoleh data untuk disajikan kemudian menetapkan alternatif bagi perbaikan kekurangan dalam organisasi.
c. Menurut Ralph Tailor (1950), evaluasi merupakan sebuah proses pengumpulan data untuk menentukan sejauh mana, dalam hal apa, dan bagian mana tujuan pendidikan sudah tercapai (Arikunto, 2010: 3). Pendapat ini menekankan pada cara yang ditempuh dalam mencapai tujuan organisasi yang sudah ditetapkan. Dalam hal ini perbandingan antara tujuan yang sudah dicapai dan yang belum tercapai perlu dilakukan.
d. Menurut Arikunto (2004: 1), evaluasi adalah kegiatan untuk mengumpulkan informasi tentang bekerjanya sesuatu, yang selanjutnya informasi tersebut digunakan untuk menentukan alternatif yang tepat dalam mengambil keputusan. Fungsi utama evaluasi dalam hal ini adalah menyediakan informasi-informasi yang berguna bagi pihak decision maker untuk menentukan kebijakan berdasarkan evaluasi yang dilakukan.
e. Menurut Gronlund, evaluasi adalah suatu proses yang sistematis untuk menentukan atau membuat keputusan, sampai sejauh mana tujuan program telah tercapai. Di sini tujuan menjadi sasaran dari proses evaluasi. Bila ada kesenjangan antara tujuan dan pemenuhan tujuan maka perlu diadakan perencanaan untuk mengambil langkah selanjutnya untuk mencapai tujuan.
yang dicapai sesuai dengan tujuan yang direncanakan berarti telah mencapai keseimbangan antara proses dan tujuan. Tetapi bila ada yang tidak tercapai maka itulah yang menjadi masalah dan perlu mencari solusi.
Dari beberapa pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa evaluasi merupakan proses pelaksanaan kegiatan yang tersusun dan dilaksanakan secara sistematis untuk menggambarkan, memperoleh, mengumpulkan data, menentukan nilai dari informasi yang diperoleh untuk menentukan alternatif yang tepat oleh decision makers dalam mengambil kebijakan untuk memperbaiki dan mengembangkan proses pelaksanaan kegiatan selanjutnya untuk mencapai tujuan. Evaluasi ini dilaksanakan oleh seseorang atau beberapa orang evaluator untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan suatu program tercapai yang dilakukan secara berkesinambungan. Kalau evaluasi kita kaitkan dengan bidang pendidikan; maka evaluasi adalah proses yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan suatu program pendidikan telah tercapai yang dilakukan secara berkesinambungan dalam bidang pendidikan. Hal ini juga diungkapkan dalam UU No. 20 tahun 2003 pasal 58 ayat 1 yang menyatakan bahwa evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik untuk memantau kemajuan, kekurangan dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan.
2. Pentingnya Evaluasi Program dalam Pendidikan
bertujuan untuk meninjau apakah kegiatan itu berhasil baik, mencapai tujuan yang diharapkan.
Dalam dunia pendidikan; evaluasi, baik evaluasi hasil pembelajaran maupun pembelajaran merupakan bagian integral yang tidak bisa dipisahkan dari proses pendidikan. Di dalam evaluasi, ada tiga hubungan erat atau sering kita dengar istilah Triangulasi yaitu antara kegiatan pembeajaran, tujuan pembelajaran dan kegiatan evaluasi. Dalam kegiatan pendidikan, evaluasi itu sering digunakan karena dalam satu periode perlu mengetahui prestasi yang sudah dicapai, baik oleh pihak guru atau siswa atau bahkan orang tua siswa. Hal ini dapat dirasakan dalam semua bentuk dan jenis pendidikan, baik pendidikan formal, informal dan non formal. Dasar-dasar dalam evaluasi ada 3 yang adalah sebagai berikut:
a) Dasar psikologis, mengetahui sejauh mana kita mau melangkah. b) Dasar didaktis; mengetahui cara memenuhi kebutuhan didaktis,
seperti untuk memotivasi siswa dalam belajar, memperoleh data siswa yang berkesulitan belajar, kemudian memotivasi dan memberi cara belajar yang baik.
c) Dasar administrative; evaluasi merupakan dokumen bagi guru dalam menyiapkan dokumen peserta didik, seperti untuk pengisian buku rapor, penentuan indeks prestasi siswa, pengisian ijazah dan lain-lain. 3. Jenis-jenis Evaluasi
A. Jenis evaluasi berdasarkan tujuan
Berdasarkan pada tujuannya maka evaluasi dibedakan atas lima jenis, antara lain:
a) Evaluasi diagnostik
Evaluasi diagnostik adalah evaluasi yang dilaksanakan dengan tujuan untuk menyelidiki kelemahan-kelemahan siswa beserta penyebabnya. Setelah mengetahui kelemahan dan penyebab guru dapat membuat rencana, metode, teknik dan startegi untuk memperbaiki kekurangan yang dimiliki peserta didik yang diketahhui lewat evaluasi diagnostik.
Evaluasi selektif adalah evaluasi yang digunakan tim penyeleksi organisasi untuk memilih peserta didik yang paling tepat sesuai dengan kriteria program kegiatan tertentu dalam organisasi. Peserta didik yang memenuhi kriteria akan diberi tugas sesuai dengan tujuan dan rencana organisasi.
c) Evaluasi penempatan
Evaluasi penempatan adalah evaluasi yang digunakan untuk mengetahui kemampuan peserta didik agar dengan mudah menempatkannya sesuai dengan kemampuannya. Evaluasi ini berguna bagi guru untuk menempatkan peserta didik pada suatu posisi tertentu. Misalnya peserta didik SMA dalam memilih jurusan. Dari hasil test yang diadakan guru akan menempatkan siswa dengan mudah pada jurusan IPA atau IPS.
d) Evaluasi formatif
Evaluasi formatif adalah evaluasi yang dilaksanakan untuk memperbaiki dan meningkatan proses belajar mengajar. Sugiyono (2014: 745); menyatakan bahwa evaluasi formatif lebih menekankan perbaikan obyek yang diteliti, dengan cara menilai kualitas pelaksanaan program dan konteks organisasi, seperti personil, prosedur kerja, input dan sebagainya. Evaluasi formatif digunakan untuk mendapatkan feedback dari suatu aktivitas dalam bentuk proses, sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas program atau produk yang berupa barang atau jasa.
e) Evaluasi sumatif
(2014: 746), menyatakan bahwa evaluasi sumatif digunakan untuk mengetahui hasil atau outcome dari suatu program. Evaluasi dilakukan dengan cara mendeskripsikan apa yang terjadi sebagai akibat pelaksanaan program, mendeskripsikan seluruh dampak baik yang ditargetkan maupun tidak, dan mengestimasi biaya yang terkait dengan program yang telah dilaksanakan. Evaluasi sumatif menekankan pada efektivitas pencapaian program berupa produk tertentu.
B. Jenis evaluasi berdasarkan pada sasaran
Berdasarkan pada sasarannya maka evaluasi dapat dibedakan menjadi 5 bagian:
a) Evaluasi konteks (Context)
Evaluasi konteks adalah evaluasi yang ditujukan untuk mengukur konteks program baik mengenai rasional tujuan, latar belakang program, maupun kebutuhan-kebutuhan yang muncul dalam perencanaan. Sugiyono (2014: 749), menyatakan bahwa evaluasi konteks terkait dengan pertanyaan, :”Mengapa program tersebut diadakan? Apakah program dibuat berdasarkan pada visi, misi dan tujuan suatu lembaga, atau program tersebut dibuat berdasarkan pada anggaran yang tersedia? Apakah tujuan program tersebut? Apakah tujuan program dirumuskan secara jelas dan specifik atau tidak jelas? Apakah tujuan program sesuai dengan kebutuhan lapangan?”
Dari pertanyaan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa evaluasi konteks diadakan untuk mengetahui alasan program dibuat, kesesuaian antara program dan visi, misi dan tujuan, anggaran pelaksanaan program, kebutuhan lapangan. Evaluasi konteks dibuat untuk mengetahui aktivitas yang sedang dilaksanakan dengan tujuan yang hendak dicapai dalam jangka waktu tertentu dan anggaran yang diperlukan dalam mencapai tujuan organisasi yang sudah ditetapkan.
Evaluasi input adalah evaluasi yang diarahkan untuk mengetahui input baik sumber daya maupun strategi yang digunakan untuk mencapai tujuan. Sugiyono (2014: 749), “Evaluasi Input terkait dengan berbagai input yang akan digunakan untuk terpenuhinya proses yang selanjutnya dapat digunakan untuk mencapai tujuan. Evaluasi ini untuk mengetahui apakah tujuan yang dicapai sudah cukup memadai, keadaan kualitas inputnya, asal usul input itu diperoleh, harga input yang diperoleh, orang yang terlibat dalam proses, kualifikasi dan kompetensi orang yang terlibat dalam program.
c) Evaluasi proses (Process)
Evaluasi proses adalah evaluasi yang digunakan untuk melihat proses pelaksanaan, baik mengenai kelancaran proses, kesesuaian dengan rencana, faktor pendukung dan faktor penghambat yang muncul dalam proses pelaksanaan, dan sejenisnya. Sugiyono (2014: 750), “Evaluasi Proses terkait dengan kegiatan pelaksanaan rencana program dengan input yang telah disediakan. Evaluasi ini digunakan untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan:
Kapan program dilaksanakan? Dalam hal ini adalah waktu mulainya melaksanakan program tertentu.
Bagaimana prosedur melaksanakan program? Di sini perlu diketahui secara pasti langkah-langkah yang ditempuh dalam melaksanakan program untuk mencapai tujuan yang dicita-citakan.
mengetahui kinerja setiap orang untuk diadakan perbaikan bagi yang kinerjanya rendah.
Apakah program yang direncanakan dapat dilaksanakan sesuai jadwal? Jadi sebelum melaksanakan program perlu ada jadwal untuk memulai dan mengakhiri program. Jadwal itu penting agar tidak membuang waktu, biaya dan tenaga dalam pelaksanaan suatu program.
Apakah semua input yang digunakan mendukung proses pelaksanaan program? Input adalah semua data tentang pelaksanaan program baik mendukung maupun kurang atau bahkan tidak mendukung proses pelaksanaan program. Maka perlu evaluasi untuk dapat mengklasifikasikan data yang diperoleh.
Apakah ada kelemahan-kelemahan dalam pelaksanaan program? Evaluasi dilakukan untuk dapat mengetahui kelemahan dan kelebihan yang muncul. Kelebihan untuk dipertahankan atau ditingkatkan sedangkan kelemahan untuk diperbaiki atau bahkan dihentikan.
d) Evaluasi produk (Product)
Seberapa jauh tujuan program sudah tercapai? Pertanyaan ini untuk mencari hasil aktivitas yang mendukung program untuk mencapai tujuan organisasi.
Program apakah yang sudah tercapai dengan hasil yang tinggi atau rendah? Dengan pertanyaan ini diharapkan untuk mengetahui tingkat tinggi rendahnya prestasi yang dicapai.
Bagaimana tingkat kepuasan orang-orang yang dikenai sasaran pelaksanaan program? Tingkat kepuasan pelanggan adalah menjadi tolak ukur bagi program maka hendaknya pelaksanaan program harus menyenangkan pelanggan.
Apakah program tercapai tepat waktu? Semakin sedikit waktu yang dipakai, semakin sedikit dana yang diperlukan, semakin sedikit tenaga yang dikuras, namun hal ini juga bergantung pada jenis program.
Apakah dampak positif dan negatif program tersebut? Suatu program selalu ada dampak positif dan negatif maka evaluasi harus difungsikan untuk mengetahui terlebih dampak negatif demi perbaikan yang diperlukan. Apakah program itu perlu dilanjutkan, dilanjutkan dengan revisi, atau dihentikan?
e) Evaluasi outcome atau lulusan
mendatang, namun sebatas pada tingkat program yang dievaluasi. Sebagai evaluasi yang meletakkan outcome sebagai unit analisisnya, maka evaluasi outcome dapat digolongkan sebagai evaluasi kinerja. Karena merupakan evaluasi kinerja, maka teknik evaluasi yang digunakan dalam metode evaluasi outcome dapat menerapkan pendekatan pragmatis, artinya setiap program yang berbeda boleh jadi mempunyai teknik evaluasi outcome yang berbeda satu sama lain.
C. Berdasarkan pada lingkup kegiatan pembelajaran, evaluasi dibagai atas 3 bagian:
a) Evaluasi program pembelajaran
Evaluasi program pembelajaran adalah evaluasi yang berfungsi untuk mencapai tujuan pembelajaran, isi program pembelajaran, strategi belajar mengajar, aspek-aspek program pembelajaran yang lain. Evaluasi ini sangat penting Untuk mengevaluasi keberhasilan program pembelajaran tidak cukup hanya dengan mengadakan penilaian terhadap hasil belajar siswa sebagai produk dari sebuah proses pembelajaran. Kualitas suatu produk pembelajaran tidak terlepas dari kualitas proses pembelajaran itu sendiri. Evaluasi terhadap program pembelajaran yang disusun dan dilaksanakan guru sebaiknya menjangkau penilaian terhadap: (1) Desain pembelajaran, yang meliputi kompetensi yang dikembangkan, strategi pembelajaran yang dipilih, dan isi program, (2) Implementasi program pembelajaran atau kualitas pembelajaran, serta (3) Hasil program pembelajaran. Dalam mengadakan penilaian terhadap hasil program pembelajaran tidak cukup terbatas pada hasil jangka pendek atau output tetapi sebaiknya juga menjangkau outcome dari program pembelajaran.
Evaluasi proses pembelajaran adalah evaluasi yang mencakup kesesuaian antara peoses pembelajaran dengan garis-garis besar program pembelajaran yang di tetapkan, kemampuan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran, kemampuan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Evaluasi ini tentang proses pembelajaran yang terjadi antara guru dan siswa di kelas tertentu dalam waktu tertentu pula.
c) Evaluasi hasil pembelajaran
Evaluasi hasil pembelajaran adalah evaluasi yang mencakup tingkat penguasaan peserta didik pada subyek tertentu dengan tujuan pembelajaran yang ditetapkan, baik tujuan umum maupun tujuan khusus, ditinjau dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.
D. Jenis evaluasi berdasarkan pada objek dan subjek evaluasi
Berdasarkan pada objek
Berdasarkan pada obyeknya, evaluasi dibagi atas 3 bagian yaitu evaluasi input, evaluasi transformasi dan evaluasi output.
a) Evaluasi input
Evaluasi input adalah evaluasi terhadap siswa mencakup kemampuan, kepribadian, sikap, dan keyakinan. Yang dimaksud adalah kepribadian yang sehat jasmani, sikap yang dikagumi oleh orang lain atau dijadikan panutan, keyakinan atau beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa.
b) Evaluasi transformasi
didik berdasarkan pada materi yang diajarkan, media pengajaran yang digunakan, metode pengajaran dan lain-lain.
c) Evaluasi output
Evaluasi out put adalah evaluasi yang dilakukan terhadap lulusan yang mengacu pada ketercapaian hasil pembelajaran. Setelah menempuh jangka waktu tertentu akan diadakan evaluasi untuk memantau apakah siswa dapat menyelesaikan studi dengan baik. Sehingga dapat dijadikan sebagai feedback bagi guru dalam menentukan metode, teknik pendampingan siswa pada waktu yang akan datang.
Berdasarkan pada Subyek
Berdasarkan pada subyeknya, evaluasi dibagi atas 2 bagian, yaitu evaluasi internal dan evaluasi eksternal.
a) Evaluasi internal
Evaluasi internal adalah evaluasi yang dilakukan di dalam sekolah sehingga yang berperan sebagai evaluator adalah guru sedangkan siswa berperan sebagai peserta evaluasi. Evaluasi dengan maksud untuk mengetahui tingkat kemampuan yang dimiliki oleh peserta didik setelah mengikuti program tertentu dari sekolah.
b) Evaluasi eksternal
Evaluasi eksternal adalah evaluasi yang dilakukan oleh orang luar sekolah. Dalam evaluasi ini evaluator adalah bisa guru namun bisa juga selain guru. Evaluator yang bukan guru ini bisa berasal dari orang tua, lider lokal, lider organisasi non pemerintahan, pihak keamanan, agama, dan lain-lain.
4. Model-Model Evaluasi Program
untuk digunakan sebagai fondasi untuk membuat keputusan, menyusun kebijakan dan menyusun program selanjutnya. Tujuan utama evaluasi adalah untuk memperoleh informasi yang akurat dan objektif tentang suatu program. Informasi tersebut dapat berupa proses pelaksanaan program, dampak/hasil yang dicapai, efesiensi serta pemanfaatan hasil evaluasi yang difokuskan untuk program itu, yaitu untuk mengambil keputusan apakah kegiatan itu dilanjutkan karena belum selesai sesuai dengan harapan, diperbaiki karena kurang baik atau dihentikan karena tidak baik untuk diimplementasikan. Selain itu, juga dipergunakan untuk kepentingan penyusunan program berikutnya maupun penyusunan kebijakan yang terkait dengan program.
Dalam melaksanakan suatu evaluasi perlu juga mempertimbangkan model evaluasi yang baik. Model evaluasi adalah rancangan evaluasi yang dibuat oleh para ahli agar pelaksanaan evaluasi memiliki model tertentu yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Biasanya model evaluasi ini dirancang oleh seeseorang atau organisai berdasarkan pada kepentingan untuk mengetahui apakah program yang telah dilaksanakan mencapai tujuan yang ditetapkan atau tidak.
Ada beberapa model evaluasi yang digunakan oleh para ahli dalam mengevaluasi suatu program pembelajaran seperti diuraikan berikut ini.
A. Model Evaluasi Kirkpatrick
Model ini sesuai dengan nama pencetus model tersebut yaitu Kirkpatrick. Beliau adalah seorang ahli evaluasi program pelatihan dalam bidang pengembangan SDM. Model evaluasi yang dikembangkannya dikenal dengan nama Kirkpatrick Four Levels Evaluation Model. Evaluasi terhadap efektivitas program pelatihan (training) menurut Kirkpatrick (1998) dalam Eko Putro Widoko (2010) mencakup 4 level evaluasi, yaitu:
a) Evaluasi Reaksi (Reaction Evaluation)
peserta diklat terhadap program diklat. Peserta diklat diminta untuk memberikan evaluasi terhadap tujuan program, kurikulum dan silabus, kualitas pengajar, kualitas pembelajaran, kualitas evaluasi, kualitas ruang diklat, sarana prasarana, lingkungan diklat, pembiayaan dan sebagainya. b) Evaluasi Belajar (Learning Evaluation)
Evaluasi belajar ini tidak lain dari tiga kemampuan pengetahuan yang hendak dicapai dalam proses pembelajaran yaitu pengetahuan (kognitif), sikap (afektif) dan keterampilan (psikomotorik). Peserta training dikatakan telah belajar apabila pada dirinya telah mengalami perubahan sikap, perbaikan pengetahuan dan peningkatan keterampilan. Apabila tak ada perubahan sikap, peningkatan pengetahuan atau keterampilan pada peserta training maka program dapat dikatakan gagal. Penilaian ini lebih difokuskan pada perubahan sikap yang terjadi pada saat kegiatan pembelajaran dilakukan sehingga lebih bersifat internal.
Sugiyono (2014: 755); menyatakan bahwa evaluasi belajar pada program diklat bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh perubahan pengetahuan, sikap dan ketrampilan peserta diklat setelah mengikuti diklat. Perubahan kognitif dapat diketahui dengan cara membandingkan nilai pretest dan post test pada setiap mata diklat. Perubahan sikap dapat diketahui dengan pengamatan dan wawancara. Untuk mengetahui perubahan ketrampilan dapat dilakukan dengan test performance atau wawancara dan pengamatan. c) Evaluasi Perilaku (Behavior Evaluation)
Evaluasi perilaku difokuskan pada perubahan tingkah laku peserta didik setelah selesai mengikuti pembelajaran. Penilaian tingkah laku ini lebih bersifat eksternal karena yang dinilai adalah perubahan perilaku setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dan kembali ke lingkungan mereka maka evaluasi ini dapat disebut sebagai evaluasi terhadap outcomes dari kegiatan pelatihan. Evaluasi ini dapat dilakukan dengan membandingkan perilaku sebelum dan sesudah mengikuti training maupun dengan mengadakan survei atau interview dengan pelatih, atasan maupun bawahan peserta training setelah mereka kembali ke tempat kerja.
tempat kerjanya. Secara teoritis pegawai yang telah diberi diklat, perilaku kerjanya akan menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Pengukuran yang ideal terhadap perilaku kerja dapat dilakukan dengan cara membandingkan perilaku kerja sebelum dan sesudah mengikuti diklat. Pengukuran dapat juga dilakukan dengan memberikan kuesioner kepada lulusan peserta diklat, pimpinan lulusan peserta diklat, dan teman-teman lulusan peserta diklat. Pimpinan dan teman-teman lulusan peserta diklat diminta untuk memberikan penilaian kinerja sebelum dan sesudah diklat berdasarkan persepsi mereka.
d) Evaluasi Dampak (Result Evaluation)
Hasil yang dimaksud di sini adalah hasil yang dicapai setelah mengikuti suatu proses pembelajaran tertentu. Evaluasi hasil ini dapat dilakukan dengan membandingkan kelompok kontrol dengan kelompok peserta pembelajaran, mengukur kemampuan siswa sebelum dan setelah mengikuti pembelajaran apakah ada peningkatan atau tidak (Kirkpatrick, 1998: 61). Model ini memiliki beberapa kelebihan yaitu: (1) Lebih komprehensif, karena mencakup hard skill dan soft skill; (2) Obyek evaluasi tidak hanya hasil belajar semata tapi juga mencakup proses, output dan outcomes; (3) Mudah untuk diterapkan.
Sugiyono (2014: 755); menyatakan bahwa evaluasi result digunakan untuk mengetahui seberapa besar dampak diklat kepada lembaga yang mengirimkan pegawainya untuk mengikuti diklat. Evaluasi ini dapat dilakukan dengan cara membandigkan kinerja lembaga sebelum mengirimkan pegawainya untuk mengikuti diklat, dan kinerja lembaga sesudah pegawainya mengikuti diklat.
pengambil keputusan. Model evaluasi CIPP ini terdiri dari 4 komponen yaitu:
a) Evaluasi Konteks (Context Evaluation)
Eko Putro Widoyoko (2010), menyatakan bahwa evaluasi konteks mencakup analisis masalah yang berkaitan dengan lingkungan program atau kondisi obyektif yang akan dilaksanakan. Evaluasi konteks berisikan analisis kekuatan dan kelemahan obyek tertentu. Suharsimi Arikunto dan Cepi Safrudin (2009) menjelaskan bahwa, evaluasi konteks adalah upaya untuk menggambarkan dan merinci lingkungan kebutuhan yang tidak terpenuhi, populasi dan sampel yang dilayani, dan tujuan proyek. Evaluasi ini terfokus pada masalah apa yang terjadi, mengapa terjadi serta mencari solusi untuk peneyelesaiannya.
b) Evaluasi Input (Input Evaluation)
Tahap kedua dari model CIPP adalah evaluasi input atau evaluasi masukan. Menurut Eko Putro Widoyoko, (2010); evaluasi masukan membantu mengatur keputusan, menentukan sumber-sumber yang ada, alternative apa yang diambil, apa rencana dan strategi untuk mencapai tujuan, dan bagaimana prosedur kerja untuk mencapainya. Komponen evaluasi masukan meliputi; sumber daya manusia, sarana dan peralatan pendukung, dana atau anggaran, berbagai prosedur dan aturan yang diperlukan.
c) Evaluasi Proses (Process Evaluation)
Evaluasi proses digunakan untuk mendeteksi rancangan implementasi selama tahap implementasi, menyediakan informasi untuk keputusan program dan sebagai arsip prosedur yang telah terjadi. Evaluasi proses meliputi koleksi data penilaian yang telah ditentukan dan diterapkan dalam praktik pelaksanaan program. Pada dasarnya evaluasi proses untuk mengetahui sampai sejauh mana rencana telah diterapkan dan komponen apa yang perlu diperbaiki.
d) Evaluasi Produk (Product evaluation)
kepada evaluan apakah suatu program dapat dilanjutkan, dikembangkan, atau dihentikan.
Menurut Eko Putro Widoyoko model evaluasi CIPP lebih komprehensif diantara model evaluasi lainnya, karena objek evaluasi tidak hanya pada hasil semata tetapi juga mencakup konteks, masukan, proses, dan hasil.
C. Model Evaluasi Wheel (roda) dari Beebe
Model evaluasi wheel ini mempunyai 3 tahap utama, yaitu: (a) Pembentukan tujuan pembelajaran, (b) Pengukuran outcomes pembelajaran, (c) Penginterpretasian hasil pengukuran dan penilaian.
Model Evaluasi Wheel artinya model evaluasi roda karena model evaluasi ini berbentuk seperti roda. Roda menggambarkan usaha evaluasi yang berkaitan dan berkelanjutan dan satu proses ke proses selanjutnya tiada putus dan berjalan terus. Model ini digunakan untuk mengetahui apakah pelatihan yang dilakukan suatu instansi telah berhasil. Oleh karena itu diperlukan sebuah alat untuk mengevaluasinya.
D. Model Evaluasi Provus
Biasanya orang menyebut Model evaluasi ini dengan sebutan evaluasi kesenjangan program. Suatu keadaan antara yang diharapkan dalam rencana dengan yang dihasilkan dalam pelaksanaan program itulah yang disebut kesenjangan program. Evaluasi kesenjangan ini bertujuan mengetahui tingkat kesesuaian antara standard yang sudah ditentukan dalam program dengan penampilan aktual dari program tersebut (Eko Putro Widoyoko: 2010).
5. Tujuan Evaluasi Program Pendidikan
seperti berikut ini: (a) Mendeskripsikan tingkat kemampuan belajar siswa; (b) Mengetahui tingkat keberhasilan PBM; (c) Menentukan tindak lanjut hasil penilaian; (d) Memberikan pertanggungjawaban (accountability); (e) Untuk memberi umpan balik (feedback) kepada guru, sebagai dasar untuk memperbaiki proses belajar mengajar dan mengadakan revisi program dan remidial program bagi siswa; (f) Untuk menentukan angka kemajuan atau hasil belajar masing-masing siswa, yang antara lain diperlukan untuk memberikan laporan kepada para orang tua siswa, penetapan kenaikkan kelas, dan penentuan lulus tidaknya peserta didik; (g) Untuk menempatkan siswa dalam situasi belajar mengajar yang tepat sesuai dengan tingkat kemampuan atau karakteristik lain yang dimiliki siswa; (h) Untuk mengenal latar belakang psikologi, fisik, dan lingkungan siswa yang mengalami kesulitan belajar. Yang hasilnya dapat dipakai sebagai dasar untuk memecahkan kesulitan tersebut agar siswa kembali belajar dengan baik untuk memperoleh hasil yang lebih baik dari yang ada.
6. Manfaat Suatu Evaluasi
Kegiatan evaluasi bagi suatu organisasi untuk merevisi program dalam mencapai tujuan yang direncanakan. Adapun beberpa manfaat dari diadakannya evaluasi program pendidikan sebagai berikut:
a) Bagi Siswa
Dengan diadakannya evaluasi atau penilaian maka siswa dapat mengetahui apakah hasil pekerjaannya memuaskan atau tidak. Agar peserta didik dapat mengetahui secara pasti akan kekurangan dan kelebihannya mereka maka guru harus mendistribusikan kembali hasil pekerjaan setiap peserta didik kepada pemiliknya setelah diadakan pengoreksian.
b) Bagi Guru
mengajar sudah tepat atau belum; (5) Membantu guru untuk mengetahui apakah perlu ada remedial teaching atau tidak.
c) Bagi Sekolah
Manfaat evaluasi bagi sekolah adalah: (1) Membantu guru untuk mengetahui kondisi bagi pembelajaran di sekolah sudah tepat atau perlu diperbaiki; (2) Merupakan informasi bagi guru tentang tepat atau tidaknya kurikulum yang digunakan. Kalau belum tepat perlu membuat usulan dan saran bagi perbaikan kurikulum pada waktu yang akan datang; (3) Membantu guru untuk memperoleh informasi tentang rangking yang diperoleh peserta didik dari tahun ketahun, untuk digunakan sebagai pedoman dan motivasi bagi siswa lain dalam proses pembelajaran.
7. Prinsip-Prinsip Evaluasi
Ada beberapa prinsip dalam Evaluasi adalah sebagai berikut: (a) Prinsip berkesinambungan (kontinuitas); Evaluasi tidak hanya dilakukan setahun sekali, percaturwulan, persemester, tetapi sebaiknya evaluasi dilakukan secara terus-menerus, berkesinambungan mulai dari proses perencanaan hingga proses belajar mengajar sambil memperhatikan keadaan, kemampuan, kecerdasan, sikap, mental dan lain-lain hingga anak didik tersebut meninggalkan lembaga sekolah; (b) Prinsip menyeluruh (komprehensif); Prinsip yang melihat semua aspek, meliputi ketakwaan, kepribadian, ketajaman hapalan, keaktifan, pemahaman, ketulusan, kerajinan, sikap kerjasama, tanggung jawab dan sebagainya; (c) Prinsip objektivitas; Evaluasi yang dilakanakan harus berdasarkan pada kenyataan yang sebenarnya, tidak boleh dipengaruhi oleh pandangan atau pendapat pribadi seperti hal-hal yang bersifat emosional atau irasional, (Rusyan, 1989 : 211). Evaluasi ini dilakukan secara adil, sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya dan bukan subjektif.
Dalam melaksanakan evaluasi pendidikan hendaknya dilakukan secara sistematis dan terstruktur. Sebagaimana telah dikemukakan sebelumnya bahwa evaluasi pendidikan secara garis besar melibatkan 3 unsur yaitu input, proses dan out put. Apabila prosesdur yang dilakukan tidak bercermin pada 3 unsur tersebut maka dikhawatirkan hasil yang digambarkan oleh hasil evaluasi tidak mampu menggambarkan gambaran yang sesungguhnya terjadi dalam proses pembelajaran.
BAB III PENUTUP 1. Kesimpulan
a. Pengertian evaluasi menurut para ahli berbeda-beda. Namun dapat disimpulkan bahwa evaluasi adalah proses aksi yang sistematis dan berkesinambung untuk memperoleh data tentang tujuan yang sudah dicapai, untuk disajikan sebagai laporan untuk dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan alternatif yang tepat dalam menentukan kebijakan bagi proses aktivitas selanjutnya untuk mencapai tujuan yang lebih efektif dan efisien.
b. Berdasarkan pada tujuannya, evaluasi terdiri atas evaluasi diagnostik; bertujuan mencari kelemahan-kelemahan siswa beserta penyebabnya; Evaluasi selektif, memilih peserta bagi suatu tugas tertentu; evaluasi penempatan untuk mengetahui kemampuan evaluan untuk ditempatkan sesuai dengan kemampuannya; Evaluasi formatif untuk memperbaiki dan meningkatkan proses belajar mengajar; evaluasi sumatif untuk menentukan outcome dari program pembelajaran.
d. Berdasarkan pada lingkup kegiatan pembelajaran, evaluasi dibagai atas 3 bagian. Ketiga evaluasi itu adalah Evaluasi program pembelajaran, Evaluasi proses pembelajaran, Evaluasi hasil pembelajaran.
e. Berdasarkan pada obyeknya, evaluasi dibagi atas 3 yaitu Evaluasi input, Evaluasi transformasi; Evaluasi output.
f. Berdasarkan pada subyeknya, evaluasi dibagi atas 2 bagian, yaitu: Evaluasi internal; Evaluasi eksternal.
g. Model-Model Evaluasi Program
Model- model evaluasi program adalah sebagai berikut: (1) Model Evaluasi Kirkpatrick; terbagi atas 4 macam yaitu Evaluasi Reaksi (Reaction Evaluation), Evaluasi Belajar (learning evaluation), Evaluasi Perilaku (Behavior evaluation), Evaluasi dampak (result learning); (2) Model Evaluasi CIPP antara lain; evaluasi konteks, evaluasi input, evaluasi process dan evaluasi product; (3) Model Evaluasi Wheel antara lain; artinya model evaluasi roda. Model evaluasi ini mempeunyai 3 bagian yaitu pembentukan tujuan pembelajaran, pengukuran outcome pembelajaran, dan penginterpretasian hasil pengukuran dan penilaian; (4) Model Evaluasi Provus ini biasa disebut dengan evaluasi kesenjangan program.
h. Tujuan Evaluasi program pendidikan adalah: (1) Mendeskripsikan tingkat kemampuan belajar siswa; (2) Mengetahui tingkat
keberhasilan PBM; (3) Menentukan tindak lanjut hasil penelitian; (4) Memberikan akuntabilitas/pertanggungjawaban; (5) Memberikan umpan balik kepada guru; (6) Menentukan angka kemajuan masing-masing siswa; (7) Menempatkan siswa dalam situasi belajar mengajar yang tepat, mengenal latar belakang siswa.
segala seluk-beluk tentang siswa. Bagi sekolah untuk membantu guru mengetahui segala masalah yang terjadi di sekolah.
j. Prinsip-Prinsip Evaluasi yaitu; berkesinambungan, komprehensif dan obyektivitas.
k. Prosedur Pelaksanaan Evaluasi, antara lain adalah perencanaan, pengumpulan data, verifikasi data, pengolahan data, penafsiran data. 2. Saran
Evaluasi program adalah evaluasi yang sangat penting untuk dilakukan baik selama maupun sesudah pelaksanaan suatu program. Begitu juga dalam hal pendidikan, evaluasi program pendidikan adalah bagian penting dari seluruh aktivitas pendidikan yang harus dilaksanakan untuk mengetahui tingkat ketercapaiannya kegiatan pendidikan selama jangka waktu tertentu. Dalam hal ini untuk mengetahui prestasi yang dicapai oleh guru dalam mengajar kemudian mencari cara yang lebih baik untuk meningkatkan mutu pendidikan yang lebih baik. Di samping juga untuk mengetahui prestasi yang diraih oleh siswa dalam belajar.
DAFTAR PUSTAKA
Sugiyono, 2014. Metode Penelitian Manajemen Ed. III. Bandung: ALFABETA https://binham.wordpress.com/2012/01/07/model-model-evaluasi-pendidikan/
http://download.portalgaruda.org/article.php?
article=252570&val=6807&title=EVALUASI%20PROGRAM
%20PENDIDIKAN%20LUAR%20SEKOLAH%20/%20PELATIHAN %20ORANG%20DEWASA
http://www.kompasiana.com/haruman02/pentingnya-evaluasi-dalam-pembelajaran_5535a2176ea834ba0fda42e8
http://iyasphunkalfreth.blogspot.co.id/2012/02/evaluasi-program-pendidikan.html
http://chamimampel.blogspot.co.id/2014/03/pengertian-tujuan-dan-fungsi-evaluasi.html
http://www.umpwr.ac.id/download/publikasi ilmiah/Evaluasi%20Program %20Pembelajaran.pdf
http://www.pusakaindonesia.org/bhinneka-tunggal-ika-semboyan-kesatuan-bangsa/