• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 4 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB 4 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

4.1. Model Perumusan Masalah dan Pengambilan Keputusan

Metodologi pemecahan masalah merupakan tahap menggambarkan jalannya proses penelitian atau pemecahan masalah yang dilakukan selama penelitian berlangsung.Flowchart-nya adalah sebagai berikut :

Diagram 4.1. Flowchart Metodologi Pemecahan Masalah

(2)

4.1.1. Studi Pendahuluan

Studi pendahuluan merupakan tahap awal dalam penelitian, yang dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan informasi mengenai kondisi pabrik, proses produksi yang berlangsung, dan mengetahui masalah-masalah yang dihadapi oleh perusahaan. Penelitian pendahuluan dilakukan dengan cara wawancara dengan pihak- pihak yang terkait dari perusahaan, brainstorming dengan pihak manajemen perusahaan dan melakukan pengamatan langsung di lapangan.

4.1.2. Merumuskan Masalah

Setelah melakukan penelitian pendahuluan di PT. DNP Indonesia, diketahui bahwa permasalahan yang dihadapinya adalah masih banyak terjadinya cacat dalam memproses plastik kemasan berupa Pin Hole, Moire, Botak, Tidak Register, Bergaris, Tinta Nutup, Cemong, Cacat dalam.

Perusahaan mempunyai target untuk menghasilkan plastik kemasan tanpa cacat karena kegunaan produk tersebut berhubungan dengan produk konsumen yang akan di kemas, sehingga jika produk tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan pelanggan maka saat digunakan akan menimbulkan akibat yang tidak diinginkan seperti kebocoran dan hal ini sangat berbahaya. Selain itu, setiap produk yang cacat akan dibuang perusahaan karena tidak dapat didaur ulang menjadi bahan baku, namun hal ini akan menimbulkan biaya penghancuran yang menyebabkan bertambahnya biaya yang dikeluarkan pada proses produksi mesin gravure sehingga akan mengurangi tingkat keuntungan perusahaan.

(3)

4.1.3. Studi Pustaka

Studi pustaka dilakukan dengan mempelajari buku-buku, artikel, jurnal, dan referensi-referensi yang berkaitan dengan masalah yang dihadapi perusahaan. Tujuan melakukan studi pustaka adalah untuk dapat memahami konsep-konsep dasar dan memperoleh teori-teori yang cukup dan dapat digunakan dalam melakukan penelitian selanjutnya sehingga dapat memecahkan masalah.

4.1.4. Tujuan Penelitian

Setelah merumuskan masalah maka langkah selanjutnya adalah menetapkan tujuan penelitian. Penetapan ini penting karena dari langkah ini dapat direncanakan target apa yang akan dicapai. Adapun tujuan penelitian yang hendak dicapai dalam penulisan ini adalah sebagai berikut :

• Mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh dalam kualitas plastik kemasan.

• Memberikan usulan perbaikan guna mengurangi produk yang cacat dan meminimasi penyimpangan nilai target performance plastik kemasan, dengan mendapatkan setting parameter yang optimal pada mesin gravure tipe GR-501.

• Untuk mengetahui penghematan biaya produksi plastik kemasan.

• Untuk merancang sistem informasi yang diharapkan dapat membantu perusahaan dalam mendapatkan setting parameter yang optimal pada mesin gravure.

(4)

4.1.5. Pengumpulan Data

Data-data yang dikumpulkan pada pengumpulan data ini adalah data umum perusahaan dan data produksi perusahaan. Pengumpulan data dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan menggunakan metode pengamatan langsung di lapangan dan mengumpulkan data historis perusahaan. Data-data umum perusahaan yang dikumpulkan adalah :

• Latar belakang perusahaan dan perkembangannya

• Struktur organisasi dan manajemen perusahaan

• Jumlah tenaga kerja, sistem kerja perusahaan, dan sistem penggajiannya

• Dasar pemilihan produk

• Maintenance

• Mesin, peralatan dan material yang digunakan

• Alur dan proses produksi

• Kondisi dan lingkungan tempat kerja

• Sistem kendali mutu.

Data-data produksi perusahaan yang dikumpulkan adalah :

• Data historis produk cacat perusahaan untuk plastik kemasan bulan Januari 2006 sampai dengan bulan Desember 2006.

• Data mengenai faktor-faktor atau parameter penyetingan mesin gravure tipe GR-501 yang digunakan untuk produksi plastik kemasan.

(5)

• Data Pengukuran plastik kemasan sebelum dan sesudah percobaan Taguchi.

• Data mengenai jumlah dan jenis cacat plastik kemasan sebelum dan sesudah percobaan Taguchi.

4.1.6. Analisa Data dan Pembahasan

Analisa data dan pembahasan yang dilakukan, berguna untuk mendapatkan pemecahan masalah-masalah yang dihadapi oleh perusahaan. Langkah-langkah pembahasan masalah yang dilakukan adalah sebagai berikut :

1. Pembuatan diagram pareto bagian mesin gravure berdasarkan data historis perusahaan bulan Januari 2006-Desember 2006 dimana dilihat berdasarkan jumlah cacat produk.

2. Pemilihan bagian mesin gravure untuk penelitian lebih lanjut berdasarkan hasil analisa diagram Pareto dimana bagian yang dipilih adalah Press Roll, Silinder Cetak, Doctor Blade, Viscositas Tinta.

3. Perhitungan peta kendali rata-rata dan range sebelum percobaan Taguchi dengan menggunakan data pengukuran yang diukur langsung oleh peneliti di lapangan, untuk semua ukuran yang kritis. Apabila pada peta kendali terdapat data yang belum in control, maka akan dilanjutkan dengan melakukan revisi pada peta kendali yang masih out of control sampai seluruh prosesnya in control. Setelah itu dilakukan analisis peta kendali.

(6)

4. Pembuatan diagram Pareto jumlah dan jenis cacat bulan Januari 2006 sampai Desember 2006 dengan menggunakan data yang dicatat oleh perusahaan.

Tujuannya adalah untuk mencari patokan ukuran kritis produk berdasarkan jumlah cacat terbesar dimana ukuran ini yang akan digunakan untuk pengukuran selanjutnya.

5. Pembuatan diagram sebab-akibat untuk untuk mengetahui faktor-faktor utama penyebab kecacatan yang terjadi pada produk.

6. Pembuatan P-diagram keempat bagian mesin gravure untuk mentransformasikan sistem nyata menjadi fungsi matematis sehingga pemecahan masalah lebih terarah dan jelas, serta memudahkan pemisahan faktor-faktor signal, responses, faktor terkontrol dan tidak terkontrol.

7. Melakukan percobaan Taguchi

Masalah yang menjadi dasar dalam melakukan eksperimen dengan metode Taguchi adalah meningkatkan kualitas proses mesin gravure pada karakteristik statis. Selain itu, juga melibatkan faktor tidak terkontrol dengan harapan pengaruh faktor tidak terkontrol terhadap karakteristik kualitas dapat diperkecil melalui eksperimen yang dijalankan. Langkah-langkah dalam melakukan eksperimen adalah sebagai berikut :

a. Penentuan variabel tak bebas

Variabel tak bebas dari penelitian ini adalah jumlah produk cacat, sehingga karakteristik kualitas yang dipilih dari percobaan ini adalah smalll is the best karena ukuran yang hendak dicapai sebaiknya lebih kecil.

(7)

b. Penentuan variabel bebas dan pembuatan P-diagram baru

Variabel bebas yang digunakan adalah faktor-faktor yang berpengaruh pada proses pencetakan produk dengan penghitungan terdapat pada komponen mesin press roll, vicositas tinta, furnisher dan dokter blade pada mesin gravure tipr GR-501. Pemisahan antar faktor digambarkan dengan P-diagram baru (setelah screening design) sehingga terlihat dengan jelas faktor-faktor yang berpengaruh signifikan.

c. Penentuan jumlah level dan nilai tiap faktor

Jumlah level yang digunakan pada penelitian ini adalah dua level untuk tiap faktor. Jumlah level tersebut merupakan hasil brainstorming dengan pihak perusahaan yang terkait dengan kebijaksanaan perusahaan.

d. Identifikasi kemungkinan berinteraksinya antar faktor

Identifikasi adanya interaksi antar faktor diperoleh berdasarkan hasil wawancara dengan perusahaan khususnya dengan manager produksi dan asisten manager maintenance.

e. Perhitungan derajat kebebasan

Perhitungan derajat kebebasan dilakukan untuk mengetahui jumlah percobaan minimum yang harus dilakukan dimana setiap percobaan memiliki kombinasi level dari faktor yang berbeda-beda. Derajat kebebasan ini tergantung dari banyaknya faktor dan banyaknya level tiap faktor.

f. Pemilihan Orthogonal Array (OA) yang sesuai

(8)

Orthogonal Array ditentukan berdasarkan jumlah dof dari perhitungan

sebelumnya.

g. Penempatan faktor dan interaksi pada Orthogonal Array (OA)

Penugasan faktor dan interaksi pada orthogonal array dapat dilakukan dengan bantuan grafik linier atau tabel triangular.

h. Persiapan dan pelaksanaan percobaan Taguchi

Persiapan percobaan Taguchi dilakukan dengan melakukan pengacakan (randomisasi) terhadap urutan pelaksanaan percobaan dimana setiap percobaan dilakukan replikasi sesuai dengan komponen mesin yang digunakan yakni komponen yang saat dijalankan dilakukan dua kali replikasi sehingga total replikasi adalah dua.

i. Perhitungan hasil simulasi (Signal to Noise Ratio)

Setelah diperoleh hasil pengukuran dari masing-masing trial maka dicari nilai SNR-nya.

j. Perhitungan main effect factor dan pembuatan responses graph

Tujuannya adalah untuk melihat besarnya pengaruh faktor utama dari tiap level faktornya sehingga dapat dilakukan analisa untuk menentukan faktor- faktor yang berpengaruh signifikan dari tiap level faktor utama.

k. Pemilihan level terbaik

Pemilihan level yang optimal dilakukan dengan two optimization step yakni dengan menyesuaikan mean terhadap target dan akan dilakukan penyesuaian faktor untuk mendekati mean pada target tanpa merubah SNR dari tiap faktor

(9)

utama sehingga akan didapatkan level-level dari tiap faktor yang paling optimal.

k. Pelaksanaan percobaan konfirmasi

Percobaan konfirmasi yang dilakukan dengan menggunakan level-level yang optimum yang telah didapatkan berdasarkan percobaan Taguchi. Percobaan yang dilaksanakan bertujuan untuk mengetahui apakah terjadi perbaikan kualitas yang cukup signifikan antara sebelum dan sesudah percobaan Taguchi. Hasil percobaan konfirmasi tidak dicatat karena perusahaan memberikan dua kali percobaan untuk melihat hasil usulan penyetingan, jika produk yang dihasilkan tidak cacat maka langsung digunakan penyetingan tersebut. Hasil konfirmasi menunjukkan hasil yang bagus sehingga langsung diimplementasikan.

l. Perbandingan sistem sebelum dan sesudah percobaan Taguchi

Setelah dilakukan tahap implementasi maka dilakukan pembuatan peta kendali hasil implementasi untuk membandingkan hasil sebelum dan sesudah percobaan Taguchi. Selain itu juga dikumpulkan data jumlah dan jenis cacat masing-masing produk untuk melihat hasil perbandingan antara sebelum dan sesudah percobaan Taguchi.

m. Perhitungan Quality Loss Function

Tujuannya adalah untuk mengukur performansi karakteristik kualitas dalam pencapaian nilai target sehingga semakin dekat penyimpangan produk dari nilai target yang telah ditetapkan maka semakin baik mutunya dan biaya yang

(10)

loss semakin kecil atau sebaliknya. Setelah dihitung biaya sebelum dan

sesudah percobaan Taguchi maka dilakukan analisa perbandingan untuk melihat biaya yang dapat dihemat perusahaan setelah diperoleh penyetingan yang optimal.

(11)

Pembuatan Diagram Pareto Hasil Produksi Mesin Gravure Tipe GR-501

Dengan Menggunakan Data Historis Bulan Januari 2006 – Januari 2007

Pemilihan Komponen mesin Berdasarkan Hasil Analisa Diagram Pareto Untuk Penelitian Lebih Lanjut

Analisa Data dan Pembahasan

Komponen Viscositas Tinta dan Funisher Komponen Dokter Blade

Spesifikasi Ukuran Kritis Komponen : - Ukuran A = 2 ± 0.3 Kg - Ukuran B = 1.5 ± 0.2 cm - Ukuran C = 110 ± 0.5 cm - Ukuran D = 15 ‘ ± 2 ‘ Komponen Press Roll

Spesifikasi Ukuran Kritis Komponen : - Ukuran A = 2 ± 0.5 Kg - Ukuran B = 2 ± 0.2 cm - Ukuran C = 110 ± 0.5 cm - Ukuran D = 75 ± 5 Kg/cm

Spesifikasi Ukuran Kritis Komponen : - Ukuran A = 2 ± 0.3 Kg - Ukuran B = 45 °± 1 °

Pengukuran Komponen bulan

Januari 2006

Pengumpulan Data Jumlah dan Jenis Cacat Bulan Januari 2006 –

Januari 2007

Pengukuran Komponen bulan

April 2006

Pengumpulan Data Jumlah dan Jenis Cacat Bulan Januari 2006 –

Januari 2007

Pengumpulan Data Jumlah dan Jenis Cacat Bulan Januari 2006 –

Januari 2007 Pengukuran

Komponen bulan Juli 2006

Hitung Rata-rata dan Range Ukuran

Produk

Diagram Pareto Jenis Cacat Produk Bulan Januari 2006 – Januari 2007 Hitung UCL, CL,

LCL

Pembuatan Peta Kendali X dan R

Data Dalam Batas Kendali

?

Revisi data Pemilihan Ukuran

Kritis Komponen Mesin Dari Keempat Ukuran

Kritis Sebagai Patokan Pengukuran Lebih

Lanjut

Ukuran A Komponen Mesin Sebagai Patokan Pengkuran Lebih

Lanjut

Analisa Peta Kendali X dan R

Hitung Rata-rata dan Range Ukuran

Produk

Diagram Pareto Jenis Cacat Produk Bulan Januari 2006 – Januari 2007 Hitung UCL, CL,

LCL

Pembuatan Peta Kendali X dan R

Data Dalam Batas Kendali

? Revisi data

Pemilihan Ukuran Kritis Komponen Mesin Dari Keempat Ukuran

Kritis Sebagai Patokan Pengukuran Lebih

Lanjut

Ukuran A Komponen Mesin Sebagai Patokan Pengkuran Lebih

Lanjut

Analisa Peta Kendali X dan R

Hitung Rata-rata dan Range Ukuran

Produk

Diagram Pareto Jenis Cacat Produk Bulan Januari 2006 – Januari 2007 Hitung UCL, CL,

LCL

Pembuatan Peta Kendali X dan R

Data Dalam Batas Kendali

?

Revisi data Pemilihan Ukuran

Kritis Komponen Mesin Dari Keempat Ukuran

Kritis Sebagai Patokan Pengukuran Lebih

Lanjut

Ukuran A Komponen Mesin Sebagai Patokan Pengkuran Lebih

Lanjut

Analisa Peta Kendali X dan R

Pembuatan Diagram Sebab – Akibat ( Fish Bone )

Pembuatan P-Diagram Ketiga Komponen Mesin

Screening Design Ketiga Komponen Mesin Untuk Mengurangi Faktor Yang

kurang Signifikan

Pelaksanaan Eksperimen Dengan Metode Taguchi

1 Data Berasal dari Pengukuran di

Lapangan

Data Berasal dari Perusahaan

Diagram 4.2. Flowchart Analisa Data dan Pembahasan

(12)

Diagram 4.2. (Lanjutan) Flowchart Analisa Data dan Pembahasan

(13)

4.1.7. Implementasi Hasil Percobaan Taguchi

Implementasi hasil percobaan Taguchi dilakukan pada bulan Mei 2007 dimana bersamaan dengan pelaksanaan konfirmasi percobaan Taguchi karena hasil dari konfirmasi memberikan hasil yang cukup baik bagi perusahaan sehingga penyetingan hasil percobaan langsung diimplementasikan.

4.1.8. Desain Eksperimen

Pada penelitian ini dilakukan eksperimen langsung pada lapangan untuk mendapatkan data-data yang menjadi bahan olahan dan analisis. Desain eksperimen yang digunakan adalah desain eksperimen Taguchi untuk karakteristik statis. Secara rinci layout desain eksperimen yang digunakan adalah sebagai berikut :

Outer Array Inner

Array

Noise Mean Standar Deviasi

SNR

Run

Faktor

Terkontrol Respon

Gambar 4.1. Layout Desain Eksperimen Taguchi Untuk Karakteristik Statis 4.1.9. Pengembangan Sistem Informasi

Pengembangan sistem informasi dilakukan secara bersamaan dengan eksperimen metode Taguchi pada perusahaan. Analisa dan pembahasan sistem yang berjalan di perusahaan dan spesifikasi kebutuhan perusahaan dalam pengembangan sistem informasi, dilakukan saat awal wawancara dengan pihak perusahaan yang

(14)

terkait terutama dengan pihak pengguna sistem informasi yaitu manajer produksi, staf produksi, dan kepala pabrik. Hasil wawancara didefinisikan dalam bentuk sistem definisi atau SRS (Software/System Requirement Specification). Apabila sistem informasi yang telah dirancang tidak sesuai dengan SRS maka akan dianalisa dan dirancang ulang sistem informasi tersebut.

Dalam mengembangkan sistem informasi, digunakan metodologi berbasiskan objek (Object Oriented Analysis and Design). Untuk melakukan analisis dalam metodologi berbasiskan objek, terdapat dua langkah utama yang harus dikerjakan yaitu problem domain analysis dan application domain analysis. Problem domain analysis merupakan langkah awal untuk menganalisa objek-objek dan kelas-kelas

yang ada pada sistem. Pembuatan daur hidup sistem informasi (state chart) juga terdapat pada tahap ini. Sedangkan application domain analysis, lebih mengarah pada hubungan antara user dengan sistem informasi yang akan dibuat.

(15)

Diagram 4.3. Flowchart Pengembangan Sistem Informasi

(16)

Diagram 4.3. (Lanjutan) Flowchart Pengembangan Sistem Informasi

(17)

4.2. Teknik Pengumpulan Data dan Penentuan Parameter 4.2.1. Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data yang dilakukan selama observasi di perusahaan dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu :

1. Metode Penelitian Lapangan (Field Research) a. Pemeriksaan file-file data historis perusahaan

Pemeriksaan file-file data historis perusahaan dilakukan untuk mendapatkan informasi yang akurat, sebagai dasar untuk menentukan produk yang akan dibahas dalam penelitian ini. Adapun file-file data historis yang dipelajari adalah file-file data historis jumlah produksi, jumlah biaya dan jumlah kerusakan produk kemasan plastik untuk periode Januari 2006 – Desember 2006.

b. Pengamatan Langsung

Pengamatan dilakukan secara langsung di lantai produksi perusahaan untuk mendapatkan data-data seperti aliran operasi kerja, pengukuran-pengukuran yang diperlukan dalam melakukan percobaan, kondisi lingkungan kerja, pengamatan langsung pada mesin, pengkuran komponen mesin dan sebagainya.

c. Wawancara

Wawancara dilakukan terhadap semua pihak perusahaan yang terkait seperti manajer produksi, manajer personalia, kepala pabrik, kepala bagian maintenance, operator, dan tenaga kerja lainnya. Wawancara ini dilakukan

(18)

untuk memperoleh data-data seperti jenis bahan baku yang digunakan, rangkaian operasi kerja, jumlah tenaga kerja, spesifikasi kebutuhan perusahaan terhadap sistem informasi yang akan dirancang, jumlah mesin yang digunakan, gambaran umum perusahaan, kondisi lingkungan perusahaan, biaya-biaya, dan sebagainya.

d. Pengambilan Sampel

Pengambilan sampel dilakukan untuk melakukan pengukuran-pengukuran yang diperlukan. Pengukuran dilakukan secara acak dengan menggunakan alat ukur sigmat yang ketelitiannya 0.01 mm, pengukur tekanan, junk cup dimana diameternya adalah 0.3 cm, stop watch . Total observasi yang dilakukan untuk pengukuran adalah 30 observasi dimana dalam sekali observasi dilakukan lima pengukuran.

2. Metode Penelitian Kepustakaan (Library Research)

Dalam melakukan penelitian perlu didukung dengan teori-teori yang ada, baik diperoleh dari buku, internet maupun melalui jurnal-jurnal. Hal ini dimaksudkan sebagai landasan yang kuat dalam memecahkan masalah.

4.2.2. Penentuan Parameter

Parameter yang ditentukan untuk pelaksanaan eksperimen dengan metode Taguchi, ada sebagian yang berasal dari perusahaan dimana didapatkan dari hasil wawancara atau brainstorming dengan manager produksi , asisten manager

(19)

maintenance, staf HRD perusahaan. Penentuan parameter untuk pelaksanaan eksperimen dengan metode Taguchi adalah sebagai berikut:

1. Penentuan parameter untuk pemilihan produk

Parameter yang digunakan untuk pemilihan produk dengan menggunakan diagram Pareto, dilihat dari jumlah cacatnya. Perhitungan persentase cacat berdasarkan pada data historis perusahaan yaitu data historis bulan Januari 2006 – Desember 2006.

2. Penentuan faktor-faktor utama pelaksanaan eksperimen dan interaksinya

Penentuan faktor-faktor utama yang digunakan untuk pelaksanaan percobaan terdiri atas 11 faktor, yaitu

1. Kecepatan mesin gravure berjalan 2. Kecepatan pengering

3. Waktu pendinginan 4. Suhu zone 1

5. Suhu zone 2 6. Suhu pendingin

7. Kecepatan aliran tinta mengalir

8. Jarak bagian komponen mesin gravure 1 dengan komponen mesin gravure 2

9. Jarak bagian komponen mesin gravure 2 dengan komponen mesin gravure 3

(20)

10. Jarak bagian komponen mesin gravure 3 dengan komponen mesin gravure 4

11. Jarak bagian komponen mesin gravure 4 dengan komponen mesin gravure 5.

Hal ini merupakan hasil brainstorming dengan pihak perusahaan yang terkait yaitu manajer produksi divisi gravure. Untuk faktor-faktor yang berinteraksi juga merupakan hasil brainstorming dengan pihak perusahaan.

3. Penentuan jumlah dan nilai level percobaan

Penentuan jumlah dan nilai level percobaan merupakan hasil brainstorming dengan pihak perusahaan. Penentuan tersebut berdasarkan pada pengalaman dan pencatatan yang dilakukan pihak perusahaan selama proses produksi berlangsung.

4. Penentuan tingkat keyakinan penelitian (α)

Tingkat keyakinan yang ditentukan dalam penelitian (α) adalah sebsesar 5%

(0.05), berarti peneliti yakin bahwa pelaksanaan kebenaran dari penelitian ini adalah 95%.

5. Penentuan karakteristik kualitas produk

Penentuan karakteristik kualitas produk yang diamati adalah ukuran kritis produk.

Oleh karena itu karakteristik kualitas yang digunakan adalah nominal is the best karena ukuran yang diamati tidak boleh terlalu besar atau terlalu kecil tapi sesuai dengan target yang telah ditentukan.

6. Penentuan parameter untuk perhitungan Taguchi loss function

(21)

• Untuk gaji tenaga kerja dan harga material dapat dilihat pada ekstraksi hasil pengumpulan data di bab 5, yaitu pada subbab 5.1.1 untuk gaji tenaga kerja dan harga material di subbab 5.1.2.

• Listrik

Listrik yang diperlukan untuk menghidupkan satu mesin mesin gravure adalah sebanyak 9 Ampere. Biaya untuk 1 KW adalah Rp. 600,-.

Gambar

Diagram 4.1. Flowchart Metodologi Pemecahan Masalah
Diagram 4.2. Flowchart Analisa Data dan Pembahasan
Diagram 4.2. (Lanjutan) Flowchart Analisa Data dan Pembahasan
Gambar 4.1. Layout Desain Eksperimen Taguchi Untuk Karakteristik Statis  4.1.9.  Pengembangan Sistem Informasi
+3

Referensi

Dokumen terkait

Salah satu contoh model pemecahan masalah umum adalah yang dikembangkan oleh Bransford yaitu melipiti langkah-langkah berikut: (1) identifikasi masalah, (2)

Eksperimen Metode Asistensi Untuk Meningkatkan Kualitas Gambar Mata Diklat Mengatur Tata Letak Gambar Manual Dan Layout Di Smk Negeri 6 Bandung.. Universitas Pendidikan Indonesia |

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang memperoleh

Pembelajaran matematika menggunakan model TGT dengan pendekatan saintifik untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa SMP pada kelas eksperimen menciptakan

Pada tahap ini penulis akan menentukan faktor-faktor yang paling mempengaruhi kualitas produk dalam proses produksi dengan menggunakan diagram Pareto, dan mencari

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang memperoleh

Selain itu, dalam dokumen National Research Council (1989), dinyatakan bahwa pengalaman-pengalaman yang diperoleh melalui proses pemecahan masalah matematis

Standar yang diterapkan adalah metode yang dilakukan oleh operator dan kernet mesin cetak harus melalui prosedur-prosedur tang telah ditetapkan oleh perusahaan seperti kernet setiap