• Tidak ada hasil yang ditemukan

Oleh : Debrina Puspita Andriani

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Oleh : Debrina Puspita Andriani"

Copied!
67
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

PROSEDUR PENGAMBILAN KEPUTUSAN PADA PERMASALAHAN-PERMASALAHAN EKONOMI TEKNIK

Mendefinisikan sejumlah alternatif yang akan dianalisis

Mendefinisikan horizon perencanaan yang akan digunakan dalam membandingkan alternatif Mengestimasikan aliran kas masing-masing alternatif

Menentukan MARR yang akan digunakan

Membandingkan alternatif-alternatif dengan ukuran atau teknik yang dipilih Melakukan analisis suplementer/pelengkap

(3)
(4)

1. MENDEFINISIKAN ALTERNATIF INVESTASI

§  Fase yang sangat menentukan apakah proses pengambilan keputusan akan bisa digiring ke arah optimal/tidak

§  Merupakan fase yang sangat teknis à dikerjakan oleh tim yang multidisiplin

Alternatif “DO NOTHING” (Tidak Mengerjakan sesuatu)

Tidak ada biaya yang dikeluarkan bila memilih untuk tidak mengerjakan sesuatu.

Kenyataannya, alternatif ini dapat menimbulkan biaya kesempatan, dan berakibat kehilangan pangsa pasar

(5)

Jenis Alternatif

Alternatif

Independen

• Apabila pemilihan atau penolakan satu

alternatif tidak akan mempengaruhi apakah alternatif lain diterima atau ditolak.

Alternatif “Mutually

Exclusive”

• Apabila pemilihan satu alternatif

mengakibatkan

penolakan alternatif-alternatif yang lain atau sebaliknya. (Biasanya dipilih yang terbaik)

Alternatif

Contingen/

Conditional/

Tergantung

• Apabila pemilihan suatu alternatif tergantung pada satu atau lebih alternatif lain yang menjadi prasyarat.

(6)
(7)

2. MENENTUKAN HORIZON PERENCANAAN

Horizon perencanaan: menggambarkan sejauh mana ke depannya cash flow akan dipertimbangkan dalam analisis

Menunjukkan periode waktu yang memberikan estimasi aliran kas yang cukup akurat

Situasi dalam penentuan horizon perencanaan:

1.  Alternatif2 investasi mempunyai umur teknis yang sama 2.  Alternatif2 investasi mempunyai umur teknis yang berbeda 3.  Alternatif2 investasi mempunyai umur teknis yang abadi

(8)

Jika alternatif-alternatif memiliki umur teknis yang tidak sama, cara untuk menetapkan horizon perencanaan dengan :

(9)

A. MENGGUNAKAN KELIPATAN PERSEKUTUAAN

TERKECIL (KPK)

Misal : alternatif A, B, dan C memiliki umur 2, 3, dan 4 tahun à horizon perencanaan 12 tahun (Alternatif A berulang 6 kali, alternatif B berulang 4 kali, alternatif C berulang 3 kali dengan aliran kas yang identik)

Tidak cocok à apabila KPK dari alternatif cukup besar, contoh:

alternatif A 11 tahun, alternatif B 17 tahun maka KPKnya adalah 187 tahun

(10)

B. MENGGUNAKAN UKURAN DERET SERAGAM

DARI ALIRAN KAS SETIAP ALTERNATIF

Deret seragam: jumlah penerimaan/pengeluaran yang jumlahnya tetap/seragam tiap periode

Tidak perlu memilih horizon perencanaan yang sama u/ semua alternatif bila alternatif2 memiliki umur tidak sama

Nilai A masing2 alternatif dihitung 1 siklus saja karena nilai A berlangsung selama umur alternatif tersebut.

(11)

C. MENGGUNAKAN UMUR ALTERNATIF YANG

LEBIH PENDEK

Menganggap sisa nilai dari alternatif yang lebih panjang pada akhir periode perencanaan sebagai nilai sisa

Misal : A umurnya 5 tahun dan B umurnya 7 tahun

horizon perencanaan : 5 tahun dan sisa nilai B (2 tahun) dianggap sbg nilai sisa

(12)

D. MENGGUNAKAN UMUR ALTERNATIF YANG

LEBIH PANJANG

A umurnya 5 tahun dan B umurnya 7 tahun

horizon perencanaan : 7 tahun, alternatif A dianggap berulang dan sisa nilai A (3 tahun) dianggap nilai sisa

(13)

E. MENGGUNAKAN PERIODE YANG UMUM

DIPAKAI

Biasanya antara 5 sampai 10 tahun

Misal: Alternatif A umurnya 7 tahun, alternatif B 11 tahun

horizon perencanaan : 10 tahun, alternatif A berulang sekali dan kedua alternatif ditentukan nilai sisanya pada tahun ke-10.

(14)
(15)

3. MENGESTIMASIKAN ALIRAN KAS

Dibuat dengan pertimbangan prediksi kondisi masa mendatang

(16)

Akhir Tahun Aliran Kas Netto

A B C

0 -20 juta -30 juta -50 juta 1 -4 juta 4 juta -5 juta 2 2 juta 6 juta 10 juta 3 8 juta 8 juta 25 juta 4 14 juta 10 juta 40 juta 5 25 juta 20 juta 10 juta

Estimasi Aliran Kas

Dengan horizon perencanaan 5 tahun dan anggaran yang tersedia 50 juta. Proposal alternatif B contingen pada proposal alternatif A, sedangkan A dan C bersifat mutually exclusive.

Alternatif yg layak Proposal Investasi XA XB XC 0 0 0 0 0 1 0 0 1 50 juta 0 1 0 30 juta 0 1 1 80 juta 2 1 0 0 20 juta 1 0 1 70 juta 3 1 1 0 50 juta 1 1 1 100 juta

(17)

Akhir Tahun Aliran Kas Netto

A0 A1 A2 A3 0 0 -50 juta -20 juta -50 juta 1 0 -5 juta -4 juta 0 juta 2 0 10 juta 2 juta 8 juta 3 0 25 juta 8 juta 16 juta 4 0 40 juta 14 juta 24 juta 5 0 10 juta 25 juta 45 juta

Estimasi aliran kas untuk keempat alternatif nominasi

Doing

Nothing C A A+B

ESTIMASI aliran kas harus dibuat secara

(18)
(19)

4. MENETAPKAN MARR

MARR (

Minimum Attractive Rate of Return

)

: nilai

minimal dari tingkat pengembalian atau bunga

yang bisa diterima oleh investor

Tingkat bunga yang dipakai patokan dasar dalam

mengevaluasi & membandingkan alternatif2

Investasi dengan bunga atau tingkat

pengembalian (Rate of Return)

<

MARR

(20)

BEBERAPA CARA DALAM

MENETAPKAN MARR

Tambahkan suatu persentase tetap pada

ongkos modal (cost of capital) perusahaan

Nilai rata2 tingkat pengembalian (ROR) selama 5 tahun yang lalu digunakan

sebagai MARR tahun ini

Gunakan MARR yang berbeda untuk horizon perencanaan yang berbeda

dari investasi awal

Gunakan MARR yang berbeda untuk perkembangan yang berbeda dari investasi awal

Gunakan MARR yang berbeda pada investasi baru

dan investasi yang berupa proyek perbaikan ongkos

Gunakan alat manajemen untuk mendorong atau menghambat investasi, tergantung pada kondisi

ekonomi perusahaan

Gunakan rata2 tingkat pengembalian modal para pemilik saham untuk semua

perusahaan pada kelompok industri yang sama

(21)

4. MENETAPKAN MARR

Hubungan MARR sebelum pajak maupun sesudah pajak: MARR (sebelum pajak) = MARR (sesudah pajak)

1 - t

t = tingkat pajak pendapatan kombinasi (baik yang dikenakan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah)

Contoh: MARR setelah pajak dari proyek investasi sebesar 18% dan tingkat pendapatan pajak kombinasi 45%. Maka MARR sebelum pajak:

MARR (sebelum pajak) = 0,18 = 0,3273 = 32,73%

(22)

4. MENETAPKAN MARR

•  Ongkos modal (cost of capital): ongkos untuk membiayai suatu proyek à dalam tingkat pertahun atau persentase

•  Cara menghitung:

menentukan cost of capital (ic) masing2 pembiayaan (modal sendiri & pinjaman) lalu menjumlahkan masing2 cost of capital dengan bobot tertentu

•  ic = rd id + (1 - rd) ie

rd : rasio antara hutang dengan modal keseluruhan

id : tingkat pengembalian (rate of return) yang dibutuhkan pada modal dari pinjaman

1 - rd : rasio antara modal sendiri dengan modal keseluruhan ie : tingkat pengembalian yg dibutuhkan pada modal sendiri

(23)

4. MENETAPKAN MARR

Contoh:

40% dari modal suatu perusahaan diperoleh dari pinjaman bank yang dikenakan bunga 17% setahun & selebihnya modal sendiri dengan tingkat pengembalian 13%, maka cost of capital:

ic = rd id + (1 - rd) ie

= (0,40)(0,17)+(1 - 0,40)(0,13) = 0,068 + 0,078

= 0,146 = 14,6%

(24)
(25)

5. MEMBANDINGKAN ALTERNATIF-ALTERNATIF INVESTASI Dasar untuk perbandingan adalah indeks yang berisi

informasi khusus tentang serangkaian pemasukan dan pengeluaran yang menggambarkan sebuah kesempatan investasi

Menyatakan alternatif ke dalam bentuk dasar umum

Melihat dan memperbandingkan perbedaan yang sebenarnya dengan memperhatikan nilai waktu dari uang

(26)

DASAR-DASAR UNTUK PERBANDINGAN ALTERNATIF-ALTERNATIF

(27)
(28)

METODE NILAI SEKARANG (PRESENT WORTH)

Semua aliran kas dikonversikan menjadi nilai

sekarang (P) dan dijumlahkan sehingga P

mencerminkan nilai netto keseluruhan aliran

kas yang terjadi selama horizon perencanaan.

Tingkat bunga yang digunakan adalah MARR

(29)

NILAI SEKARANG ALIRAN KAS

dimana:

P(i) : nilai sekarang dari keseluruhan aliran kas pada tingkat bunga i% At : aliran kas pada akhir periode t

i : MARR

N : horizon perencanaan (periode)

(30)

CONTOH (1)

PT. ABC adalah perusahaan yang menyewakan gudang untuk melayani suatu kawasan industri di surabaya. Penghasilan yang diperoleh per tahun Rp 600 juta

dengan biaya perawatan, operasional, asuransi & pajak per tahun sebesar Rp 150 juta. Nilai sisa ditetapkan Rp 100 juta pada akhir tahun ke-25.

Ada sebuah perusahaan ingin membeli gedung ini

dengan harga Rp 4 milyar. Bila PT. ABC menggunakan MARR 10% untuk mengevaluasi penawaran tersebut apakah seharusnya gedung tersebut dijual?

(31)

SOLUSI (1)

1.  Alternatif menjual dengan P1 = 4 milyar

2.  Alternatif tidak menjual dengan

P2 = 450 juta (P/A,10%,25) + 100 juta (P/F,10%,25) = 450 juta (9,077)+100 juta (0,0923)

= 4,09388 milyar

Karena P1 < P2, maka PT. ABC sebaiknya memilih

(32)

METODE NILAI SEKARANG UNTUK PROYEK ABADI

Disebut juga Metode Capitalized Worth

Contoh : proyek jalan raya, dam, terusan & proyek 2 untuk pelayanan umum lainnya

Aliran kas dinyatakan dalam deret uniform per tahun dalam waktu tak terhingga lalu dikonversikan ke nilai P dengan tingkat bunga tertentu

CW = A (P/A, i%, ~) dimana sehingga

i

A

CW =

(33)

METODE NILAI SEKARANG UNTUK PROYEK ABADI

Bila deret seragam tak terhingga hanya terdiri

dari ongkos2 à nilai P dari aliran kas disebut

“Capitalized Cost”

Bila ada ongkos awal (P) terlibat (selain ongkos2

deret seragam (A) dalam waktu tak terhingga)

à Capitalized Cost (CC) dinyatakan:

CC = P + A i ! "# $ %&

(34)

CONTOH (2)

Yayasan XYZ adalah penyantun lembaga pendidikan luar biasa yang didirikan untuk para yatim piatu. Yayasan XYZ merencanakan akan

menghibahkan sebuah gedung perpustakaan termasuk biaya perawatan & perbaikannya untuk jangka waktu tak terhingga. Yayasan memutuskan

untuk menaruh uang sumbangannya di bank yang memberikan bunga 12% per tahun. Biaya perawatan perpustakaan ini diperkirakan Rp 2 juta per tahun dan tiap 10 tahun harus di cat ulang dengan biaya Rp 15 juta tiap kali pengecatan.

Bila uang yang ditabungkan (untuk gedung dan perawatan serta

perbaikan) adalah sebanyak Rp 100 juta, berapakah biaya maksimum pembangunan gedung agar sisanya cukup untuk biaya perawatan & perbaikan selama-lamanya?

(35)

SOLUSI (2)

Capitalized Cost (CC) = 100 juta i = 12%

A = Rp 2 juta + Rp 15 juta (A/F, 12%, 10) = Rp 2 juta + Rp 15 juta (0,0570)

= Rp 2,855 juta

Ditanya : ongkos pembangunan gedung (investasi awal = P) Capitalized Cost (CC) = P + A/i

à P = CC – A/i

= Rp 100 juta - Rp 2,855 juta/0,12 = Rp 100 juta – Rp 23,792 juta = Rp 76,208 juta

(36)
(37)

2. METODE DERET SERAGAM

Semua aliran kas yang terjadi selama horizon

perencanaan dikonversikan ke dalam deret seragam dengan tingkat bunga MARR

Lebih mudah dilakukan dari P sehingga berlaku:

( )

( )

(

)

)

N

%,

i,

P

/

A

(

)

t

%,

i,

F

/

P

(

A

)

i

(

A

atau

n

,

i,

P

/

A

i

P

i

A

n 0 t t

=

=

=

(38)

CONTOH

Kerjakan persoalan PT. ABC (Contoh 1) dengan metode deret seragam

(39)

PERHITUNGAN PEMBALIKAN MODAL

(CAPITAL RECOVERY)

Capital Recovery Cost (CR) suatu investasi : deret

seragam dari modal yang tertanam dalam suatu investasi selama umur dari investasi tersebut.

Untuk mengetahui apakah suatu investasi memberikan pendapatan yang cukup untuk menutupi modal yang dikeluarkan selama umur investasi.

(40)

PERHITUNGAN PEMBALIKAN MODAL

(CAPITAL RECOVERY)

CR (i) = P(A/P, i%, N) – F(A/F, i%, N)

dimana :

CR (i) = ongkos recovery pada MARR sebesar i%

P = modal yang ditanamkan sebagai investasi awal F = estimasi nilai sisa pada tahun ke N

i = MARR

N = estimasi umur investasi atau horizon perencanaan yang ditetapkan

(41)

PERHITUNGAN PEMBALIKAN MODAL

(CAPITAL RECOVERY)

Dengan mengingat bahwa: (A/P, i%, N) = (A/F, i%, N) + i atau

(A/F, i%, N) = (A/P, i%, N) – i

Persamaan diatas disubstitusi dengan persamaan di slide sebelumnya

CR(i) = (P – F) (A/P, i%, N) - Fi atau

CR(i) = (P – F) (A/F, i%, N) + Pi atau

CR(i) = [P – (P/F, i%, N)] (A/P, i%, N)

Atau CR

( )

i = ⎡ −P F+P PF (A/G,i%,N)i

Nilai depresiasi suatu aset (investasi) dengan metode depresiasi garis lurus + pengembalian

(42)

CONTOH (3)

Sebuah micro chip dibeli dengan harga Rp 82 juta dengan nilai sisa Rp 5 juta pada akhir umurnya di tahun ke-7.

Dengan tingkat bunga 15% hitunglah ongkos pengembalian modal (CR) dari micro chip tersebut.

CR (i) = P(A/P, i%, N) – F(A/F, i%, N)

CR = Rp 82 juta (A/P, 15%, 7) – Rp 5 juta (A/F, 15%, 7) = Rp 82 juta (0,2404) – Rp 5 juta (0,0904)

(43)

CONTOH (4)

Sebuah perusahaan rekanan PLN memenangkan tender untuk pengadaan sarana listrik di sebuah pulau yang baru dikembangkan untuk kawasan pariwisata. Ada 2 alternatif yang bisa ditempuh dalam melaksanakan proyek tersebut.

Pertama adalah dengan memasang kabel bawah laut yang akan menelan biaya pembangunan dan pemasangan sebesar Rp 10 juta per km dengan biaya

perawatan sebesar Rp 0,35 juta per km per tahun. Nilai sisanya diperkirakan Rp 1 juta per km pada akhir tahun ke-20.

Alternatif kedua adalah memasang kabel diatas laut dengan biaya pemasangan dan pembangunan sebesar Rp 7 juta per km dengan biaya perawatan sebesar Rp 0,40 juta per km per tahun. Nilai sisanya diperkirakan Rp 1,2 juta per km pada akhir tahun ke-20.

Jika perusahaan memilih alternatif pertama, panjang kabel yang harus dipasang adalah 10 km dan bila alternatif kedua, panjang kabelnya adalah 16 km.

(44)

SOLUSI (4)

Alternatif pertama:

Ongkos awal (P) = Rp 10 juta/km x 10 km = Rp 100 juta Nilai sisa (F) = Rp 1 juta/km x 10 km = Rp 10 juta CR (i) = P(A/P, i%, N) – F(A/F, i%, N)

CR = Rp 100 juta (A/P, 10%, 20) – Rp 10 juta (A/F, 10%, 20) = Rp 100 juta (0,11746) – Rp 10 juta (0,01746)

= Rp 11,746 juta – Rp 0,1746 juta = Rp 11,5714 juta

Ongkos perawatan per tahun = Rp0,35 juta/km x 10 km = Rp 3,5 juta Jadi nilai seragam (A) keseluruhan aliran kas adalah

A1 = Rp 11,5714 juta + Rp 3,5 juta = Rp 15,0714 juta

(45)

SOLUSI (4)

Alternatif kedua:

Ongkos awal (P) = Rp 7 juta/km x 16 km = Rp 112 juta Nilai sisa (F) = Rp 1,2 juta/km x 16 km = Rp 19,2 juta CR (i) = P(A/P, i%, N) – F(A/F, i%, N)

CR = Rp 112 juta (A/P, 10%, 20) – Rp 19,2 juta (A/F, 10%, 20) = Rp 112 juta (0,11746) – Rp 19,2 juta (0,01746)

= Rp 12,8203 juta

Ongkos perawatan per tahun = Rp0,40 juta/km x 16 km = Rp 6,4 juta Jadi nilai seragam (A) keseluruhan aliran kas adalah

(46)
(47)

METODE NILAI MENDATANG

Semua aliran kas dikonversikan ke suatu nilai pada satu titik di masa mendatang dengan tingkat bunga MARR. Contoh:

Seorang investor ingin membandingkan alternatif untuk menjual atau melikuidasi suatu aset di masa mendatang

(48)

CARA MENDAPATKAN NILAI F (1)

1.  Dengan mengkonversikan langsung semua aliran kas ke nilai F

dimana

F(i) = nilai mendatang dari semua aliran kas selama N dengan MARR = i%

At = aliran kas yang terjadi pd periode ke-t

( )

= ∑ = N t At F P i N i F 0 ( / , %, )

(49)

CARA MENDAPATKAN NILAI F (2)

2.  Dengan mengkonversikan lewat nilai sekarang

(P) dari semua aliran kas selama N periode

F(i) = P(i) (F/P, i%, N)

3.  Dengan mengkonversikan lewat nilai seragam (A)

dari semua aliran kas selama N periode

F(i) = A(i) (F/A, i%, N)

(50)

METODE NILAI MENDATANG

Penggunaan nilai sekarang, nilai seragam, atau nilai

mendatang dalam membandingkan alternatif

akan memberikan

jawaban yang sama

, selama

MARR dan N sama/tidak berubah,

sehingga berlaku:

)

%,

,

/

(

2 2 1 1 2 1 2 1 2 1

N

i

P

A

P

A

P

A

atau

F

F

P

P

A

A

=

=

=

=

(51)
(52)

P

ENDAHULUAN

Definisi :

durasi atau jumlah periode yang diperlukan untuk mengembalikan biaya-biaya yang

telah dikeluarkan (biaya investasi dan operasional).

Apabila suatu alternatif mempunyai masa pakai ekonomis lebih besar periode

pengembalian => alternatif tsb layak diterima

(53)

2 jenis periode pengembalian (payback period)

(54)

Jangka waktu yang diperlukan untuk mengembalikan biaya investasi dgn mengabaikan nilai uang thd waktu.

1. NON DISCOUNTED PAY BACK PERIOD

•  Tidak mempertimbangkan konsep nilai waktu dari uang

•  Mengabaikan semua konsekuensi ekonomi yang akan terjadi setelah periode pengembalian

(55)

Formulasi Umum : 0 At P N' 1 t = ∑ + -= Jika At per tahun seragam :

0

)

At

(

'

N

P

+

=

At

P

'

N =

1. NON DISCOUNTED PAY BACK PERIOD

•  Bila masa pakai ekonomis alternatif > N’ à diterima •  Bila masa pakai ekonomis alternatif < N’ à ditolak

Dimana At = aliran kas yg terjadi pada periode t N’ = periode pengembalian

Kesimpulan:

(56)

C

ONTOH

K

ASUS

1

Hitung periode pengembalian suatu alternaDf investasi

yang memiliki arus kas (cashflow) sebagai berikut :

Tahun Arus Kas (JutaRupiah)

0 -100

1 -550

2 450

3 500

(57)

S

OLUSI

K

ASUS

1

Penentuan periode pengembalian dilakukan dengan

menghitung nilai kumulaDf aliran kas.

Tahun Arus Kas (Juta) Arus Kas Kumulatif (Juta)

0 - 100 -  100 1 - 550 -  650 2 450 -  200

3 500 300

(58)

C

ONTOH

K

ASUS

2

Dua buah alternaDf (A dan B) memiliki karakterisDk

aliran kas sebagai berikut :

Alternatif Biaya Investasi Penerimaan / tahun

Nilai Sisa Umur

Pakai

A 2.000 450 100 6 tahun

B 3.000 600 700 8 tahun

(59)

S

OLUSI

K

ASUS

2

• 

Periode pengembalian Alterna>f A

• 

Periode pengembalian Alterna>f B

At per tahun seragam, digunakan formula : N’ = P / At

N’ = 2000 / 450

= 4,4 tahun

N’ = 3000 / 600

= 5 tahun

Alternatif yang dipilih adalah : Alternatif A

(60)

•  Tujuan :

Mengatasi kelemahan analisis dengan non

discounted pay back period yang mengabaikan

nilai uang thd waktu

• 

Kelemahan :

Sama seperti Non-Discounted Pay Back

Period, metoda ini mengabaikan semua

konsekuensi ekonomi yang terjadi setelah periode pengembalian

(61)

• 

Formulasi Umum :

• 

Jika At per tahun seragam, maka :

0

)

t

%,

i,

F

/

P

(

At

P

t n 1 t

=

+

= =

0

)

n

%,

i,

A

/

P

(

At

P

+

=

2. NON DISCOUNTED PAY BACK PERIOD

(62)

C

ONTOH

K

ASUS

3

Mesin pembungkus seharga Rp 20 juta, masa pakai 8

tahun ditawarkan kepada perusahaan. Mesin

menyebabkan penambahan biaya pemeliharaan

sebesar Rp 700 ribu / thn dan biaya bahan bakar Rp

200 ribu / thn.

Mesin diperkirakan menghasilkan 3 jenis

penghematan : pengurangan produk yang rusak,

pengurangan bahan baku untuk pembungkus, dan

pengurangan tenaga kerja.

(63)

C

ONTOH

K

ASUS

3 -

LANJUTAN

Penghematan dari : §  pengurangan produk rusak sebesar Rp 3 juta / tahun §  pengurangan bahan baku pembungkus sebesar Rp 1 juta / tahun §  penghematan dari pengurangan tenaga kerja sebesar Rp 2,5 juta / tahun.

Berapa lama periode pengembalian dari mesin

tersebut jika digunakan suku bunga 10% per tahun ?

(64)

S

OLUSI

K

ASUS

3

•  Ongkos investasi = 20 juta •  Penghematan bersih/tahun (juta) = total penghematan – total biaya = (3+1+2,5) - (0,7+0,2) = 5,6 jt à Payback Period = 20/5,6 = 3,6 tahun 1.  Payback Period (non discounted)

(65)

S

OLUSI

K

ASUS

3

2. Discounted Payback Period

Thn Penghematan

Bersih / Thn (Penghematan Bersih) PV NPV

0 -20 -20 1 5,6 5,6(P/F,10%,1) = 5,091 -14,909 2 5,6 5,6(P/F,10%,2) = 4,628 -10,281 3 5,6 5,6(P/F,10%,3) = 4,207 -6,074 4 5,6 5,6(P/F,10%,4) = 3,825 -2,249 5 5,6 5,6(P/F,10%,5) = 3,477 1,228 Discounted payback period (n= 4,65 thn)

(66)
(67)

Q

U

I

S

1

Materi : Pertemuan 1 s.d. 7 Waktu Pengumpulan: § Tanggal : 13 April 2017 § Jam : 11.00 Sifat :

§ Take Home, Open System

Referensi

Dokumen terkait

Dengan demikian perencanaan jangka panjang adalah perencanaan 20 Tahun (5 periode jabatan), perencanaan jangka menengah adalah perencanaan 4 (empat) Tahun,

Perencanaan mencakup suatu periode waktu yang panjang atau periode waktu yang pendek, perencanaan jangka panjang (untuk 3, 5, 10 atau bahkan 25 tahun) biasanya

Dengan metode depresiasi yang berbeda, nilai present worth dari pajak yang akan dibayar akan semakin rendah apabila metode depresiasi yang digunakan semakin cepat menurunkan

F  Aset baru selalu memiliki biaya investasi yang tinggi, dan biaya operasional dan perawatan yang lebih rendah dari aset lama. F  Nilai sekarang aset lama adalah nilai

Bila tingkat utilitas yang diinginkan &gt; titik impas à pilih alternatif dengan ongkos variabel lebih rendah (gradien lebih kecil)..

Sebuah alat pemecah batu dibeli dengan harga Rp.12 juta dengan perkiraan umur 5 tahun dan nilai sisa Rp.2 juta pada akhir umurnya. Pemecah batu ini akan digunakan dalam

Laporan tugas akhir yang berjudul “Asuhan kebidanan post partum pada Ny.S 28 tahun P2A0 dengan perdarahan sisa plasenta di RSUD Sekarwangi Sukabumi”, ditujukan sebagai salah

2022 REKAPITULASI DATA PANSELA JATIM No PROVINSI/ KABUPATEN / KOTA PANJANG RUAS Km LAHAN SUDAH ADA PENANGANAN SISA PENANGANAN FISIK Akhir Tahun 2019 SISA PENANGANAN Akhir 2022