• Tidak ada hasil yang ditemukan

Unduh Aturan Permendiknas Tahun 2009 Dari No.1 samapai No 84

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Unduh Aturan Permendiknas Tahun 2009 Dari No.1 samapai No 84"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

1

SALINAN

PERATURAN

MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL

NOMOR 31 TAHUN 2009

TENTANG

PEMBERIAN KUASA KEPADA DIREKTUR JENDERAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN UNTUK MENANDATANGANI

KEPUTUSAN PEMBERIAN TUNJANGAN PROFESI GURU,

TUNJANGAN KHUSUS BAGI GURU YANG BERTUGAS DI DAERAH KHUSUS, BANTUAN KESEJAHTERAAN GURU DI DAERAH TERTINGGAL, DAN SUBSIDI TUNJANGAN FUNGSIONAL BAGI GURU NON PEGAWAI NEGERI SIPIL

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,

Menimbang : a. bahwa dalam rangka kelancaran administrasi urusan pemerintahan di bidang pendidikan perlu memberi kuasa kepada Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan untuk menandatangani keputusan pemberian tunjangan profesi guru, tunjangan khusus bagi guru yang bertugas di daerah khusus, bantuan kesejahteraan guru di daerah tertinggal, dan subsidi tunjangan fungsional bagi guru non pegawai negeri sipil;

b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Pemberian Kuasa kepada Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Untuk Menandatangani Keputusan Pemberian Tunjangan Profesi Guru, Tunjangan Khusus Bagi Guru yang Bertugas di Daerah Khusus, Bantuan Kesejahteraan Guru di Daerah Tertinggal, dan Subsidi Tunjangan Fungsional Bagi Guru Non Pegawai Negeri Sipil;

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4586);

(2)

2

3. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 194, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4941);

4. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2009 tentang Tunjangan Profesi Guru dan Dosen, Tunjangan Khusus Guru dan Dosen, serta Tunjangan Kehormatan Profesor (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 85, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5016);

5. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2008;

6. Keputusan Presiden Nomor 187/M/2004 tentang Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 77/P Tahun 2007;

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL TENTANG

PEMBERIAN KUASA KEPADA DIREKTUR JENDERAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN UNTUK MENANDATANGANI KEPUTUSAN PEMBERIAN TUNJANGAN PROFESI GURU, TUNJANGAN KHUSUS BAGI GURU YANG BERTUGAS DI DAERAH KHUSUS, BANTUAN KESEJAHTERAAN GURU DI DAERAH TERTINGGAL, DAN SUBSIDI TUNJANGAN FUNGSIONAL BAGI GURU NON PEGAWAI NEGERI SIPIL.

Pasal 1

Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan diberi kuasa untuk dan atas nama Menteri Pendidikan Nasional untuk menandatangani keputusan pemberian tunjangan profesi guru, tunjangan khusus bagi guru yang bertugas di daerah khusus, bantuan kesejahteraan bagi guru di daerah tertinggal, dan subsidi tunjangan fungsional bagi guru non pegawai negeri sipil.

Pasal 2

Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 10 Juli 2009

MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,

TTD.

BAMBANG SUDIBYO

Salinan sesuai dengan aslinya. Kepala Biro Hukum dan Organisasi,

Referensi

Dokumen terkait

Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Pendidikan Nasional mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya, yang tidak menjadi bidang tugas

bahwa dalam rangka pemanfaatan Dana Alokasi Khusus Bidang Pendidikan Tahun 2009, perlu menetapkan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan

(1) Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 adalah unsur pembantu pimpinan di bidang administrasi akademik, kemahasiswaan, perencanaan,

(1) Guru yang bertugas pada satuan pendidikan layanan khusus, berkeahlian khusus, atau dibutuhkan atas dasar pertimbangan kepentingan nasional yang tidak dapat memenuhi beban

bahwa dalam rangka pelaksanaan ketentuan Pasal 7 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 29 Tahun 2005 tentang Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M), BAN- S/M

bahwa dalam rangka pelaksanaan ketentuan Pasal 7 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 29 Tahun 2005 tentang Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M), BAN- S/M

Menimbang : bahwa dalam rangka pelaksanaan ketentuan Pasal 62 ayat (5) Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, perlu ditetapkan Peraturan

Beberapa ketentuan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 75 Tahun 2009 tentang Ujian Nasional Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), Sekolah