• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERAN TRUST IN BRAND TERHADAP BRAND LOYALTY PADA NOTEBOOK ACER DI HI-TECH MALL.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PERAN TRUST IN BRAND TERHADAP BRAND LOYALTY PADA NOTEBOOK ACER DI HI-TECH MALL."

Copied!
65
0
0

Teks penuh

(1)

30

PERAN

TRUST IN BRAND

TERHADAP

BRAND LOYALTY

PADA NOTEBOOK ACER DI

HI-TECH MALL

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Per syar atan Dalam Memper oleh Gelar Sar jana Ekonomi

J ur usan Manajemen

Oleh :

AHMAD SUNHAJ I

1012010036 / EM

FAKULTAS EKONOMI

(2)

31

USULAN PENELITIAN

PENGARUH

TRUST IN BRAND

TERHADAP

BRAND

LOYALTY

PADA NOTEBOOK ACER DI

HI-TECH MALL

Oleh :

AHMAD SUNHAJ I

1012010036 / EM

Telah diseminar kan dan disetujui untuk menyusun skr ipsi

Pembimbing Utama

Her i Ar ianto Lestar i W.

Tanggal………

Mengetahui Ketua Pr ogr am Studi

Manajemen

(3)

32

SKRIPSI

PENGARUH

TRUST IN BRAND

TERHADAP

BRAND

LOYALTY

PADA NOTEBOOK ACER DI

HI-TECH MALL

Yang diajukan

AHMAD SUNHAJ I

1012010036 / EM

disetujui untuk Ujian Lisan oleh

Pembimbing Utama

Her i Ar ianto Lestar i W.

Tanggal………

Mengetahui Wakil Dekan I

(4)

33

SKRIPSI

PENGARUH

TRUST IN BRAND

TERHADAP

BRAND

LOYALTY

PADA NOTEBOOK ACER DI

HI-TECH MALL

Disusun O leh:

AHMAD SUNHAJ I

1012010036 / EM

Telah Diper tahankan Dihadapan Dan Diter ima Oleh

Tim Penguji Skr ipsi Pr ogr am Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Univer sitas Pembangunan Nasional ”Veter an” J awa Timur

Pada tanggal 28 Febr uar i 2014

Pembimbing Utama : Tim Pengguji : Ketua

`

Dr s. Ec. Her r y Ar ianto L.W, MM Dr a. Ec. Nur janti T. M.Si Sekr etar is

Her r y Ar ianto LW. SE. MM Anggota

Sugeng Pur wanto, SE, MM

Mengetahui

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Univer sitas Pembangunan Nasional ”Veter an”

J awa Timur

(5)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat

dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul :

“Peran Trust in Brand Terhadap Brand Loyalty Pada Notebook Acer”

Skripsi ini diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna

memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Progdi Manajemen pada Fakultas Ekonomi

Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini tidak akan berhasil tanpa adanya

dukungan dari berbagai pihak, oleh karena itu pada kesempatan ini dengan segala

ketulusan hati penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada :

1. Bapak Prof. Dr. Ir. Teguh Soedarto, MP, selaku Rektor Universitas

Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.

2. Bapak Dr. Dhani Ichsanudin Nur, MM, selaku Dekan Fakultas Ekonomi

Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur

3. Bapak Dr. Muhadjir Anwar, MM, selaku Ketua Progdi Manajemen Fakultas

Ekonomi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.

4. Bapak Heri Arianto Lestari W, selaku Dosen Pembimbing Utama yang telah

memberikan bimbingan dan dorongan kepada peneliti dalam menyelesaikan

skripsi ini.

5. Para dosen dan asisten yang telah memberikan bekal ilmu pengetahuan selama

(6)

6. Semua pihak yang ikut membantu, yang tidak bisa penulis sebutkan

satu-persatu.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini masih banyak

kekurangan dalam isi maupun penulisannya, oleh karena itu semua kritik dan

saran yang membangun sangat diharapkan untuk kesempurnaan penulisan

selanjutnya. Sebagai akhir kata, semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi

pembaca baik sebagai bahan kajian maupun sumber informasi, serta bermanfaat

bagi semua pihak.

Surabaya, Februari 2014

(7)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... iii

DAFTAR TABEL ... vi

DAFTAR GAMBAR ... vii

ABSTRAKSI ... viii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1. Latar Belakang Masalah ... 1

1.2. Rumusan Masalah ... 8

1.3. Tujuan Penelitian ... 8

1.4. Manfaat Penelitian ... 8

BAB II TINJ AUAN PUSTAKA ... 10

2.1. Penelitian Terdahulu ... 10

2.2. Landasan Teori ... 12

2.2.1. Konsep Pemasaran ... 12

2.2.2. Strategi Pemasaran ... 12

2.2.3. Pengertian Merek ... 13

2.2.4. Kepercayaan terhadap Merek ... 15

2.2.4.1. Brand Characteristic ... 18

(8)

2.2.5. 1. Indikator Loyalitas Merek... 24

2.2.6. Pengaruh Kepercayaan Merek terhadap Loyalitas Merek ... 24

2.3. Kerangka Konseptual ... 29

2.4. Hipotesis ... 30

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel ... 31

3.2 Populasi Dan Sampel Penelitian ... 33

3.3 Jenis Data dan Sumber Data ... 34

3.4 Teknik Analisis dan Uji Hipotesis ... 35

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Deskripsi Obyek Penelitian ... 38

4.1.1. Sejarah singkat Perusahaan ... 38

4.2. Hasil Penelitian dan Pembahasan ... 40

4.2.1. Analisis Statistik Deskriptif ... 40

4.2.2. Deskripsi Hasil Penelitian ... 42

4.2.2. Uji Validitas ... 45

4.2.3. Uji Reliabilitas ... 48

4.2.4. Model Struktural ... 49

(9)

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan ... 52

5.2. Saran ... 52

(10)

DAFTAR TABEL

Tabel 4.1 Identitas Responden Menurut Jenis Kelamin ... 40

Tabel 4.2 Identitas Responden Menurut Pendidikan ... 41

Tabel 4.3 Identitas Responden Menurut Umur ... 41

Tabel 4.4. Hasil Jawaban Responden untuk Pertanyaan Variabel Brand characteristic ... 42

Tabel 4.5. Hasil Jawaban Responden untuk Pertanyaan Variabel Company characteristic ... 43

Tabel 4.6. Hasil Jawaban Responden untuk Pertanyaan Variabel Consumer-brand characteristic ... 44

Tabel 4.7. Hasil Jawaban Responden untuk Pertanyaan Variabel Brand Loyalty ... 45

Tabel 4.8. Hasil Uji Validitas ... 46

Tabel 4.9. Average variance extracted (AVE) ... 47

Tabel 4.10. Pengujian Reliability Consistency Internal... 48

(11)

DAFTAR GAMBAR

(12)

PERAN

TRUST IN BRAND

TERHADAP

BRAND LOYALTY

PADA NOTEBOOK ACER DI HI-TECH MALL

Ahmad Sunhaji

ABSTRAK

Bagi perusahaan, merek adalah salah satu aset penting dalam pemasaran sebuah produk maupun jasa. Sehingga dalam pemasaran, perusahaan akan berusaha membangun dan mempertahankan merek agar dapat dikenal dan diakui keberadaannya oleh konsumen. Persaingan yang ketat mengakibatkan banyak merek yang mulai tidak dikenal atau diingat konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan apakah Trust in Brand berperan terhadap Brand Loyalty Pada Notebook Acer Hi-Tech Mall.

Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan konsumen Notebook Acer di Hi-Tech Mall. Dalam penelitian ini sampel diambil dari

pelanggan dengan jumlah 100 responden. Pengujian hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis multivariate dengan PLS.

Berdasarkan hasil pengujian untuk menguji variabel Kepercayaan pada merk terhadap loyalitas merek, dapat disimpulkan hal-hal untuk menjawab permasalahan sebagai berikut : Kepercayaan pada merk memberikan kontribusi terhadap loyalitas merek pada Pelanggan Notebook Acer. Hasil ini menunjukkan bahwa kepercayaan konsumen meningkat seiring dengan strategi pemasaran Notebook Acer yang juga mengalami perubahan.

(13)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Bagi perusahaan, merek adalah salah satu aset penting dalam

pemasaran sebuah produk maupun jasa. Sehingga dalam pemasaran,

perusahaan akan berusaha membangun dan mempertahankan merek agar

dapat dikenal dan diakui keberadaannya oleh konsumen. Persaingan yang

ketat mengakibatkan banyak merek yang mulai tidak dikenal atau diingat

konsumen. Hal ini disebabkan konsumen mulai berpindah ke produk lain

yang lebih baik dimata konsumen. Trust in a brand memegang peranan yang

penting dalam terciptanya loyalitas konsumen terhadap suatu merek tertentu.

Menurut Lau dan Lee dalam Wijaya (2008:2), terdapat tiga faktor yang

mempengaruhi trust in a brand. Ketiga faktor ini berhubungan dengan tiga

entitas yang tercakup dalam hubungan antara merek dan konsumen. Adapun

ketiga faktor tersebut adalah merek itu sendiri (brand characteristic),

perusahaan pembuat merek (company characteristic) dan konsumen

(consumer-brand characteristic).

Persoalan merek menjadi salah satu persoalan yang harus dipantau

secara terus-menerus oleh setiap perusahaan. Merek-merek yang kuat, teruji,

(14)

hitungan-konsumen. Merek bisa memiliki nilai tinggi karena ada brand building

activity yang bukan sekadar berdasarkan komunikasi, tetapi merupakan segala

macam usaha lain untuk memperkuat merek tersebut. (Riana, 2008:185)

Upaya penciptaan kepuasan dan brand loyality harus selalu diikuti

dengan evaluasi terhadap tingkat kepuasan dan loyalitas yang dicapai oleh

konsumen. Hal ini sangat diperlukan karena dengan mengetahui tingkat

kepuasan atau brand loyality, manajemen perusahaan akan dapat menentukan

strategi pemasaran yang akan digunakan pada masa yang akan datang dengan

baik. (Riana, 2008:185)

Brand Loyality menunjukkan adanya suatu ikatan antara pelanggan

dengan merek tertentu dan ini sering kali ditandai dengan adanya pembelian

ulang dari pelanggan. Minor dan Mowen (2002:109) mengemukakan bahwa

loyalitas dapat didasarkan pada perilaku pembelian aktual produk yang

dikaitkan dengan proporsi pembelian. Berdasarkan dari pandangan tersebut

maka Brand Loyality didefinisikan sebagai: keinginan konsumen untuk

melakukan pembelian ulang.

Perusahaan yang mempunyai basis pelanggan yang mempunyai

Brand Loyality yang tinggi dapat mengurangi biaya pemasaran perusahaan

karena biaya untuk mempertahankan pelanggan jauh lebih murah

dibandingkan dengan mendapatkan pelanggan baru. Brand Loyality yang

tinggi dapat meningkatkan perdagangan. Dan dapat menarik minat pelanggan

baru karena mereka memiliki keyakinan bahwa membeli produk bermerek

(15)

Loyality adalah perusahaan dapat lebih cepat untuk merespons gerakan

pesaing. . (Riana, 2008:185)

Kecenderungan perkembangan persaingan pemasaran di masa

mendatang akan menjadi persaingan antar merek, yaitu suatu persaingan

untuk memperoleh dominasi merek. Merek akan menjadi asset perusahaan

yang paling bernilai, karena merek lebih dari sekedar sebuah nama atau

sebuah logo seperti sebuah hubungan lebih dari sekedar interaksi (James

2003:314). Untuk itu merek perlu dikelola, dikembangkan, diperkuat dan

ditingkatkan kualitasnya sehingga dapat memberikan keuntungan kompetitif

yang berkelanjutan. Lebih jauh, sebenarnya merek merupakan nilai tangible

dan intangible yang terwakili dalam sebuah trademark (merek dagang) yang

mampu menciptakan nilai dan pengaruh tersendiri di pasar bila diatur dengan

tepat. . (Riana, 2008:185)

Bagi perusahaan, salah satu faktor penentu kesuksesan dalam

menciptakan kesetiaan merek para pelanggannya adalah kepuasan terhadap

kualitas yang diberikan. Dengan demikian, kualitas produk yang baik akan

menciptakan, mempertahankan kepuasan serta menjadikan konsumen loyal.

Karakteristik konsumen yang loyal salah satunya adalah selalu melakukan

pembelian ulang secara terus – menerus. Aaker (dalam Maylina 2003:99)

menyatakan bahwa brand loyalty adalah sebagai suatu faktor yang penting

dalam menetapkan nilai dari suatu merek. Nilai penting dari merek tersebut

(16)

bahwa brand loyalty memiliki nilai strategik bagi perusahaan, antara lain

mengurangi biaya pemasaran, keuntungan dalam trade leverage, menarik

minat konsumen dan dapat memberikan keuntungan waktu untuk merespon

terhadap pesaing. . (Riana, 2008:186)

Loyal tidaknya konsumen terhadap suatu merek perusahaan sangat

tergantung pada kemampuan manajemen perusahaan dalam mengelola factor

– faktor yang mempengaruhi brand loyalty. Aaker (dalam Maylina, 2003:99)

mengemukakan bahwa faktor – faktor yang mempengaruhi Brand Loyality

adalah: (1) variabel satisfaction atau kepuasan yang didapatkan dari

penggunaan suatu produk yang meliputi kesesuaian dengan manfaat,

kemampuan produk, gambar, tulisan, desain warna khas, kejelasan informasi

dan kemudahan dalam memperoleh. (2) variabel habitual behavior atau

kebiasaan dalam menggunakan suatu produk meliputi proses pengambilan

keputusan dan kebiasaan. (3) variabel liking of the brand yaitu tingkat

kesukaan pada suatu produk meliputi keterikatan yakni perasaan emosional

yang terkait pada suatu merek dan pengalaman dalam penggunaan

sebelumnya baik yang dialami pribadi maupun oleh kerabatnya.

Fenomena persaingan yang ada dalam era globalisasi akan semakin

mengarahkan sistem perekonomian Indonesia ke mekanisme pasar yang

memposisikan pemasar untuk selalu mengembangkan dan merebut market

(17)

Setiap perusahaan diharapkan mampu untuk mengembangkan

produknya agar lebih berkualitas, mempunyai harga yang bersaing, saluran

distribusi yang baik dan kelebihan lainnya agar produk yang ditawarkan

benar-benar produk yang memenuhi kebutuhan yang diinginkan konsumen.

Dalam pasar notebook, ada banyak merek dan atribut yang kesemuanya

menjanjikan kepuasan konsumen. Meski demikian, persepsi dari

masing-masing konsumen memang beragam terhadap tuntutan kebutuhan notebook,

baik dalam bentuk Pc maupun notebook. Ini memang sangat bergantung

pada konsumen memanfaatkan semua fasilitas yang ada di notebook. Dari

kasus inilah maka produsen computer mengeluarkan berbagai tipe notebook

yang kesemuanya menjanjikan kepuasan konsumen, terutama dalam aspek

dukungan terhadap kecepatan kerja.

Dalam penjualan di Indonesia, notebook Acer mengalami

penurunan pada tahun 2012 yakni 6,2 persen pada kuartal tersebut.

Penjualannya turun menjadi 10,2 juta unit. Pada kuartal sebelumnya,

penjualan Acer mencapai 10,9 juta unit. Dengan demikian, pangsa pasar

Acer secara global menjadi 12,4 persen. Turun dari 13,3 persen pada kuartal

sebelumnya. Mengingat penjualan notebook secara global sendiri

sebenarnya naik pada kuartal kedua 2011, penurunan penjualan tersebut

tentu merupakan kabar yang kurang bagus bagi Acer. Demikian juga yang

dialami PC Master dalam penjualan notebook Acer juga mengalami

(18)

Tabel 1.1.

Penjualan Notebook Acer

Mer ek Batter y Oper ating System Penjualan 2010 Penjualan 2011 Penjualan 2012 Acer Aspire One (1) 3-cell 2200mAh Linux 1851 1620 1433 Acer Aspire One (2) 3-cell 2200mAh XP 933 1130 846

Acer Note (1) 6-cell Vista 654 605 587

Total 3438 3355

(-0.024%)

2866 (-0.145%) Sumber : data internal PC Master

Berdasarkan tabel penjualan diatas, dapat diketahui dari tahun

2010sampai 2012 penjualan Acer di PC Master mengalami penurunan dari

tahun 2011 sebesar -0.024% turun sebesar -0.145% pada tahun 2012, yang

diindikasikan kepuasan pelanggan yang juga mengalami penurunan. Hal ini

juga didukung dengan data Top Brand Index yang diperoleh dari Acer juga

mengalami fluktuatif, dengan hasil sebagai berikut:

Tabel 1.2.

Top Brand Notebook 2010-2012

Merek TBI

(2010)

TBI (2011)

TBI (2012)

Acer 32.9% 20.9% 15.0%

Toshiba 17.6% 35.0% 42.0%

HP Compaq 10.0% 7.6% 12.7%

Apple 3.6% 4.8% 5.0%

Sumber : www.topbrandindex.com, 2013

Berdasarkan Tabel diatas menunjukkan bahwa terjadi penurunan

Top Brand Index pada Notebook Acer dari tahun 2010-2012. Hal ini

diindikasikan dari penurunan penjulan dari Notebook Acer. Penurunan

(19)

Padahal Notebook Acer telah membangun kepercayaan konsumen

dengan mengkomunikasikan mereknya dengan gencar melalui iklan, dari

komunikasi, merek bisa menjanjikan sesuatu, bahkan lebih dari janji, merek

juga mensinyalkan sesuatu (brand signaling). Merek akan mempunyai

reputasi jika ia memiliki kualitas dan karisma. Agar memiliki karisma,

merek harus mempunyai aura, harus konsisten, kualitasnya harus dijaga dari

waktu ke waktu, selain tentunya juga harus mempunyai kredibilitas.

Sehingga konsumen bisa loyal terhadap produk Notebook Acer.

Pemahaman yang lengkap tentang Brand Loyality tidak dapat

diperoleh tanpa penjelasan mengenai trust in brand (trust in a brand) dan

bagaimana hubungannya dengan Brand Loyality. Dalam pemasaran industri,

para peneliti telah menemukan bahwa kepercayaan terhadap sales dan

supplier merupakan sumber dari loyalitas.

Menurut Lau dan Lee, terdapat tiga faktor yang mempengaruhi trust

in brand. Ketiga factor ini berhubungan dengan tiga entitas yang tercakup

dalam hubungan antara merek dan konsumen. Adapun ketiga faktor tersebut

adalah merek itu sendiri, perusahaan pembuat merek, dan konsumen.

Selanjutnya Lau dan Lee memproposisikan bahwa trust in brand akan

menimbulkan brand loyality.

Dari uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa trust in brand

berpengaruh positif terhadap brand loyality hal ini didukung oleh jurnal

(20)

a brand yang meliputi brand characteristic (X1), company characteristic

(X2), dan consumerbrand characteristic (X3) mempengaruhi brand loyalty

Dari fenomena di atas peneliti ingin mengetahui bagaimana penilaian

konsumen Surabaya terhadap perkembangan kopi tersebut diukur dari Brand

Loyality. Berdasarkan latar belakang diatas, peneliti tertarik untuk

menelusuri apakah ada Peran Trust in Brand Terhadap Brand Loyalty Pada

Notebook Acer.

1.2.Rumusan Masalah

Berdasarkan pokok pikiran pada latar belakang tersebut diatas, maka

penulis merumuskan permasalahan, yaitu :

“Apakah Trust in Brand berperan terhadap Brand Loyalty Pada Notebook

Acer di Hi-Tech Mall ?”

1.3.Tujuan Penelitian

Penelitian yang dilakukan ini memiliki tujuan yaitu sebagai berikut :

“Untuk membuktikan apakah Trust in Brand berperan terhadap Brand Loyalty

Pada Notebook Acer Hi-Tech Mall”.

1.4.Manfaat Penelitian

1. Dengan adanya penelitian ini dapat membarikan masukan bagi

(21)

2. Dengan adanya penelitian ini dapat memberikan kesempatan kepada

penulis untuk membahas mengenai ilmu-ilmu yang diterima selama

masa perkuliahan ke dalam praktek lapangan.

3. Sebagai bahan informasi bagi peneliti lain apabila akan mengadakan

(22)

10

BAB II

TINJ AUAN PUSTAKA

2.1. Penelitian Terdahulu

Untuk penelitian dengan masalah perluasan merek (brand extension)

memang sudah ada yang melakukan pada penelitian sebelumnya.

1. Tjahyadi (2006) Brand Trust Dalam Konteks Loyalitas Merek Peran

Karakteristik Merek, Karakteristik Perusahaan, Dan Karakteristik

Hubungan Pelanggan-Merek

Loyalitas merek atau loyalitas pelanggan merupakan konsep penting bagi

banyak perusahaan , dapat membawa banyak manfaat bagi perusahaan ,

seperti pembelian berulang dan rekomendasi dari merek kepada orang lain

, dan kemudian dapat mengurangi biaya pemasaran . Literatur yang ada

loyalitas merek telah difokuskan pada peran kepuasan pelanggan

membimbing tindakan mereka berikutnya . Dalam konteks ini , penekanan

beralih ke pemasaran relasional telah mengabdikan banyak upaya untuk

menganalisis bagaimana konstruksi lainnya seperti kepercayaan merek

memprediksi niat masa depan . Kepercayaan terhadap merek adalah

penting dan merupakan faktor utama dalam pengembangan loyalitas merek

. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kepercayaan pada merek

meliputi sejumlah karakteristik merek, karakteristik perusahaan , dan

karakteristik konsumen - merek. Pemasar harus, karena itu , mengambil

pertimbangan faktor merek dalam pengembangan kepercayaan pada merek

(23)

11

mempengaruhi pengembangan kepercayaan dalam merek , dan untuk

mewakili bagaimana kepercayaan yang mempengaruhi loyalitas merek .

2. Gede Riana (2008) dengan judul : Pengaruh Trust In A Brand Terhadap

Brand Loyalty Pada Konsumen Air Minum Aqua Di Kota Denpasar

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari secara empirik pengaruh dari

variabel trust in a brand yang meliputi brand characteristic, company

characteristic, dan consumer – brand characteristic terhadap brand

loyalty. Merek yang diteliti adalah merek air minum Aqua, yang

respondennya diambil dari para pengguna air minum Aqua yang ada di

Kota Denpasar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara

bersama-sama dan parsial variabel trust in a brand berpengaruh signifikan terhadap

brand loyalty. Sebaliknya, secara parsial pengaruh variabel trust in a

brand adalah sebagai berikut. Pertama brand characteristic berpengaruh

signifikan terhadap brand loyalty. Company characteristic mempunyai

pengaruh signifikan terhadap brand loyalty. Consumer – brand

characteristic juga berpengaruh signifikan terhadap brand loyalty.

Berdasarkan penelitian terdahulu diatas terdapat perbedaan dan

persamaan penelitian yang akan dilakukan, perbedaannya terdapat pada kurun

waktu, tempat penelitian, dan ruang lingkup yang digunakan. Sedangkan

(24)

12

2.2. Landasan Teori

2.2.1. Konsep Pemasaran

Pemasaran berperan dalam memusatkan semua kegiatan organisasi yang

diarah untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen dalam rangka

mencapai tujuan perusahaan.

Menurut Kotler (2000 : 19) menyebutkan konsep pemasaran (marketing

concept) merupakan kunci untuk organisasi, yaitu perusahaan menjadi lebih

efektif dari pada pesaqing dalam menciptakan, menyampaikan, dan

mengkomunikasikan nilai pelanggan (customer value) pada pasar sasaran yang

telah ditentukan oleh perusahaan.

Secara sederhana, konsep pemasaran menyatakan bahwa suatu organisasi

harus memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen agar dapat

menguntungkan. Untuk menerapkan konsep pemasaran, perusahaan harus

memahami dan tetap dekat dengan konsumen dalam menyajikan produk serta

pelayanan yang baik, yang akan dibeli dan diguankan oleh konsumen (Peter dan

Olson, 2002 : 3).

2.2.2. Str ategi Pemasaran

Strategi pemasaran menurut Kotler (2000:93) mengatakan bahwa.

“Strategi pemasaran adalah logika pemasaran dan berdasarkan itu unit bisnis

diharapkan untuk mencapai sasaran-sasaran pemasaran, strategi pemasaran terdiri

(25)

13

Menurut Winardi (2001:93) menyatakan bahwa. “Strategi pemasaran yang

digunakan oleh perusahaan merupakan hasil dipadukannya berbagai elemen

pemasaran”.

Berdasarkan pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa strategi

pemasaran merupakan rangkaian suatu kegiatan yang terarah untuk mencapai

sasaran dan dengan pola berpikir yang inovatif dan kreatif, untuk menghadapi

kecenderungan yang terjadi di dalam perusahaan maupun di luar perusahaan, yang

akan berpengaruh terhadap kepentingan maupun masa depan perusahaan sendiri

2.2.3. Pengertian Merek

Menurut American Marketing Association, merek adalah nama,

istilah,tanda,simbol,rancangan, atau kombinasi dari hal-hal tersebut, yang

dimaksudkan untuk mengidentifikasi barang atau jasa dari seorang atau kelompok

penjual dan untuk membedakannya dari produk pesaing. (Riana, 2008:186)

Tinggi dapat meningkatkan perdagangan, dan dapat menarik minat pelanggan

baru karena mereka memiliki keyakinan bahwa membeli produk bermerek

minimal dapat mengurangi risiko. Keuntungan lain yang didapat dari loyalitas

merek adalah perusahaan dapat lebih cepat untuk merespon gerakan pesaing.

(Riana:2008:187).

Menurut American Marketing Associattion (Kotler, 2000 : 460)

mendefinisikan merek sebagi berikut :

(26)

14

jasa dari seseorang atau sekelompok penjual dan untuk membedakannya

dari produk pesaing.

Merek sebagai satu kumpulan yang kompleks dari citra, janji, dan pengalaman

dalam pikiran konsumen yang menghadirkan janji oleh perusahaan tentang produk

tertentu. Merek sebenarnya merupakan janji penjual untuk secara konsisten

memberikan tampilan, manfaat, dan jasa tertentu pada pembeli. Nilai dari suatu

merek muncul dari presepsi dan asaosiasi positif yang dipegang oleh seseorang

dan tidak hanya terdiri dari idwe tentang fungsi perasaan dan asosiasi. Merek

dapat memiliki enam tingkatan pengertian : (Kotler, 2000 : 460)

1. Atribut (attributes)

Suatu merek membawa atribut-atribut dalam benak konsumen Merek

mengingatkan pada atribut-atribut tertentu. Mercedes memberi kesan sebagi

mobil yang mahal, dibuat dengan baik, dirancang dengan baik, tahan lama,

bergengsi tinggi.

2. Manfaat (benefits)

Artribut harus diterjemahkan ke dalam manfaat fungsional dan emosional.

Atribut “tahan lama” dapat diterjemahkan menjadi manfaat fungsional. Atribut

“mahal” mungkin diterjemahkan menjadi manfaat emosional.

3. Nilai (Value)

Merek yang menyatakan sesuatu tentang nilai yang dimiliki oleh produsen.

(27)

15

4. Budaya (culture)

Merek juga mewakili kriteria budaya tertentu. Mercedes mewakili budaya

Jerman : terorganisasi, efisien, bermutu tinggi.

5. Kepribadian (personality)

Mercedes mencerminkan pimpinan yang masuk akal (orang), singa yang

memerintah (binatang), atauistana yang agung (obyek).

6. Pemakai (user)

Merek menunjukkan konsumen mana yang membeli atau menggunakn produk

tersebut.

2.2.4. Kepercayaan terhadap Merek (Trust In a Brand)

Pemahaman yang lengkap tentang loyalitas merek tidak tidak dapat

diperoleh tanpa penjelasan mengenai kepercayaan terhadap merek (Kepercayaan

Merek) dan bagaimana hubungannya dengan loyalitas merek. Dalam pemasaran

industri para peneliti telah menemukan bahwa kepercayaan terhadap sales dan

suplier merupakan sumber dari loyalitas. (Riana 2006:187)

Menurut Lau dan Lee dalam Riana (2008:187), terdapat tiga dimensi yang

mempengaruhi kepercayaan terhadap merek. Ketiga dimensi ini berhubungan

dengan tiga entitas yang tercakup dalam hubungan antara merek dan konsumen.

Adapun ketiga dimensi tersebut adalah merek itu sendiri, perusahaan pembuat

merek, dan konsumen. Selanjutnya Lau Lee memproposisikan bahwa kepercayaan

(28)

16

Kepercayaan pelanggan pada merek (brand trust) didefinisikan sebagai

keinginan pelanggan untuk bersandar pada sebuah merek dengan risiko-risiko

yang dihadapi karena ekspektasi terhadap merek itu akan menyebabkan hasil yang

positif . Morgan dan Hunt mengkonseptualisasikan trust (kepercayaan) ketika satu

kelompok memiliki keyakinan bahwa partner pertukaran memiliki reliabilitas dan

integritas. Kepercayaan sebagai suatu keadaan yang melibatkan ekspektasi positif

mengenai motif-motif dari pihak lain yang berhubungan dengan diri seseorang

dalam situasi yang berisiko (Lau dan Lee, dalam Tjahyadi, 2006:71).

Kepercayaan cukup penting dalam relational exchange. Menurut Speakman

kepercayaan merupakan cornerstone of the strategic partnership karena

karakteristik hubungan melalui kepercayaan sangat bernilai yang mana suatu

kelompok berkeinginan untuk menjalankan komitmen terhadap dirinya atas

hubungan tersebut. Kepercayaan merupakan harapan dari pihak-pihak dalam

sebuah transaksi, dan risiko yang terkait dengan perkiraan dan perilaku terhadap

harapan tersebut (Lau dan Lee, dalam Tjahyadi, 2006:71).

Kepercayaan memiliki peran yang penting dalam pemasaran industri.

Dinamika lingkungan bisnis yang cepat memaksa pemasaran perusahaan untuk

mencari cara yang lebih kreatif dan fleksibel untuk beradaptasi. Untuk tetap

bertahan dalam situasi tersebut, perusahaan akan mencari cara yang kreatif

melalui pembentukan hubungan yang kolaboratif dengan pelanggan. Kepercayaan

dianggap sebagai cara yang paling penting dalam membangun dan memelihara

hubungan dengan pelanggan dalam jangka panjang. Kepercayaan memiliki dua

(29)

17

keyakinan akan keahlian partner untuk melakukan tugasnya secara efektif dan

dapat diandalkan. Benevolence adalah suatu keyakinan bahwa maksud dan

motivasi partner akan memberikan keuntungan bersama. Hal ini menjelaskan

bahwa penciptaan awal hubungan dengan partner didasarkan pada trust

(kepercayaan).

Dalam pasar konsumen, ada begitu banyak konsumen yang tidak

teridentifikasi, sehingga sulit bagi perusahaan untuk membangun hubungan

personal dengan setiap pelanggan. Cara lain yang ditempuh oleh pemasar untuk

membangun hubungan personal dengan pelanggan adalah melalui sebuah simbol,

yaitu merek (brand). Dalam situasi tersebut, merek berperan sebagai substitute

hubungan person-to-person antara perusahaan dengan pelanggannya, selanjutnya

kepercayaan dapat dibangun melalui merek.

Dalam hubungan kepercayaan dan merek, entitas yang dipercaya adalah

bukan orang, tapi sebuah simbol. Karena itu, loyalitas pada merek melibatkan

kepercayaan pada merek. Untuk menciptakan loyalitas dalam pasar saat ini,

pemasar harus memfokuskan pada pembentukan dan pemeliharaan kepercayaan

dalam consumer-brand relationship.

Komitmen terhadap suatu hubungan didefinisikan sebagai suatu keinginan

yang terus-menerus untuk mempertahankan suatu hubungan jangka panjang yang

bernilai. Morgan dan Hunt mendefinisikan loyalitas merek sebagai komitmen

pelanggan terhadap suatu merek tertentu yang berasal dari adanya sikap yang

(30)

18

komitmen. Oleh karena itu, kepercayaan yang telah dibangun oleh pelanggan pada

suatu merek kemungkinan akan mengarah pada loyalitas terhadap merek tersebut.

(Tjahyadi, 2006:72)

2.2.4.1. Brand Characteristic (Karakteristik Merek)

Sudah menjadi kebiasaan pengusaha pabrik untuk menjual barang-barang

yang dihasilkan oleh pabriknya dibubuhi tanda lukisan dan atau perkataan untuk

membedakannya dari barang-barang sejenis hasil pabrik lainnya. Tanda itu

disebut “merek”.

Dengan merek tersebut perusahaan mengharapkan agar konsumen

mempunyai kesan positif pada barangnya. Pemberian merek terhadap hasil

produksi ini harus disesuaikan dengan keadaan produk atau perusahaan yang

bersangkutan.(Alma,2002:106)

Karakteristik merek memainkan peran yang vital dalam menentukan

apakah pelanggan memutuskan untuk percaya pada suatu merek. Berdasarkan

pada penelitian kepercayaan interpersonal, individu-individu yang dipercaya

didasarkan pada reputation, predictability dan competence dari individu tersebut

(Lau dan Lee, 1999). Dalam konteks hubungan pelanggan-merek, kepercayaan

pelanggan dibangun berdasarkan pada reputasi merek, prediktabilitas merek, dan

kompetensi merek.

Berdasarkan definisi klasik dari Jacob dan Kyner dalam tjiptono

(2000:109), merek memiliki karakteristik:

(31)

19

2. Merupakan respon behavioral (berupa pembelian)

3. Diekspresikan sepanjang waktu

4. Diekspresikan oleh unit pengambilan keputusan

5. Unit pengambilan keputusan mengekspresikan loyalitas merek berkenan

dengan satu atau lebih alternatif merek dalam serangkaian merek

6. Merek merupakan fungsi dari proses-proses psikologis (pengambilan

keputusan,evaluatif)

Merek sangat penting dalam situasi persaingan yang tidak

terkendali. Pelanggan paling mudah untuk mengenali merek dibandingkan

atribut-atribut lain yang melekat pada suatu produk. Merek yang sukses

dipersepsi oleh pelanggan akan memberikan nilai superior.

(Tandjung,2004:57)

Indikator Brand characteristic yang digunakan dalam penelitian ini

adalah yang dikembangkan oleh Riana (2008:197):

a. Merek dengan reputasi tinggi

b. Tidak menggangu kesehatan

c. Pengetahuan publik tentang merek

d. Pengetahuan konsumen tentang merek

e. Merek yang konsisten dengan kualitasnya

(32)

20

2.2.4.2. Company characteristic

Company characteristic yang ada di balik suatu merek juga dapat

mempengaruhi tingkat kepercayaan konsumen terhadap merek tersebut.

Pengetahuan konsumen tentang perusahaan yang ada di balik merek suatu produk

merupakan dasar awal pemahaman konsumen terhadap merek suatu produk.

Karakteristik ini meliputi reputasi suatu perusahaan, motivasi perusahaan yang

diinginkan, dan integritas suatu perusahaan. Indikator dalam variabel ini sebagai

berikut (Arlan, 2006: 71) :

1) Kepercayaan terhadap perusahaan

2) Reputasi dari perusahaan tersebut di mata para konsumen

3) Keyakinan pelanggan terhadap produk perusahaan

2.2.4.3. Consumer-brand characteristic

Consumer-brand characteristic merupakan merupakan dua kelompok

yang saling mempengaruhi. Oleh sebab itu, karakteristik konsumen – merek dapat

mempengaruhi kepercayaan terhadap merek. Karakteristik ini meliputi kemiripan

antara konsep emosional konsumen dengan kepribadian merek, kesukaan terhadap

merek, dan pengalaman terhadap merek. Konsep diri merupakan totalitas

pemikiran dan perasaan individu dengan acuan dirinya sebagai objek sehingga

sering kali dalam konteks pemasaran dianalogkan merek sama dengan orang.

Suatu merek dapat memiliki kesan atau kepribadian. Kepribadian merek adalah

asosiasi yang terkait dengan merek yang diingat oleh konsumen dan konsumen

(33)

21

merek tersebut adalah manusia. Dengan demikian, kesamaan antara konsep diri

konsumen dengan kepribadian merek sangat berkaitan dengan kepercayaan

konsumen terhadap merek tersebut.

Kesukaan terhadap merek menunjukkan kesukaan yang dimiliki oleh suatu

kelompok terhadap kelompok lain karena kesamaan visi dan daya tarik. Untuk

mengawali hubungan suatu kelompok harus disukai atau mendapat simpati dari

kelompok yang lain. Bagi konsumen, untuk membuka hubungan dengan suatu

merek, maka konsumen harus menyukai dahulu merek tersebut. Indikator variabel

ini adalah (Arlan, 2006: 72) :

1) Adakesamaan merk dengan emosi pelanggan

2) Merupakan merk favorit

3) Merk yang sesuai dengan kepribadian pelanggan

2.2.5. Loyalitas Merek

Loyalitas merek merupakan suatu konsep yang sangat penting dalam strategi

pemasaran. Keberadaan konsumen yang loyal pada merek sangat diperlukan agar

perusahaan dapat bertahan hidup. Loyalitas dapat diartikan sebagai suatu

komitmen yang mendalam untuk melakukan pembelian ulang produk atau jasa

yang menjadi preferensinya secara konsisten pada masa yang akan datang dengan

cara membeli ulang merek yang sama meskipun ada pengaruh situasional dan

usaha pemasaran yang dapat menimbulkan perilaku peralihan. Aaker (2000 : 8)

(34)

22

pelanggan dengan merek tertentu dan ini sering kali ditandai dengan adanya

pembelian ulang dari pelanggan. Mowen (2002 : 109) mengemukakan bahwa

loyalitas dapat didasarkan pada perilaku pembelian aktual produk yang dikaitkan

dengan proporsi pembelian. Perusahaan yang mempunyai basis pelanggan yang

mempunyai loyalitas merek yang tinggi dapat mengurangi biaya pemasaran

perusahaan karena biaya untuk mempertahankan pelanggan jauh lebih murah

dibandingkan dengan mendapatkan pelanggan baru. Loyalitas merek yang tinggi

dapat meningkatkan perdagangan. Dan dapat menarik minat pelanggan baru

karena mereka memiliki keyakinan bahwa membeli produk bermerek minimal

dapat mengurangi risiko. Keuntungan lain yang didapat dari loyalitas merek

adalah perusahaan dapat lebih cepat untuk merespons gerakan pesaing.

Dalam kaitannya dengan loyalitas merek suatu produk, didapati adanya

beberapa tingkatan loyalitas merek. Masing-masing tingkatannya menunjukan

tantangan pemasaran yang harus dihadapi sekaligus aset yang dapat dimanfaatkan.

Adapun tingkatan loyalitas merek tersebut menurut Aaker dalam Durianto dkk

(2004:19), adalah sebagai berikut :

1. Switcher (Berpindah-pindah)

Adalah tingkatan loyalitas paling dasar. Semakin sering pembelian

konsumen berpindah dari suatu merek ke merek yang lain

mengindikasikan bahwa mereka tidak loyal, semua merek

dianggapmemadai. Dalam hal ini merek memegang peranan kecil dalam

(35)

23

adalah mereka membeli suatu produk karena harganya murah dan banyak

konsumen lain yang membeli merek tersebut.

2. Habitual Buyer (Pembeli yang bersifat kebiasaan)

Adalah pembeli yang tidak mengalami ketidakpuasan dalam

mengkonsumsi suatu merek produk. Tidak ada alasan yang kuat baginya

untuk membeli merek produk lain atau berpindah merek, terutama jika

peralihan itu membutuhkan usaha, biaya, atau pengorbanan lain. Jadi,

pembeli ini dalam membeli suatu merek karena alasan kebiasaan.

3. Satisfied Buyer (Pembeli yang puas dengan biaya peralihan)

Adalah kategori pembeli yang puas dengan merek yang dikonsumsi.

Namun pembeli ini dapat saja berpindah merek dengan menanggung biaya

peralihan (switching cost), seperti waktu, biaya, atau resiko yang timbul

akibat tindakan peralihan merek tersebut. Untuk menarik minat pembeli

kategori ini, pesaing perlu mengatasi biaya peralihan yang harus

ditanggung pembeli dengan menawarkan berbagai manfaat sebagai

kompensasi.

4. Likes The Brand (Menyukai merek)

Adalah kategori pembeli yang sungguh-sungguh menyukai merek tersebut.

Rasa asosiasi yang berkaitan dengan simbol, rangkaian pengalaman

menggunakan merek itu sebelumnya, atau persepsi kualitas yang tingggi.

(36)

24

5. Committed Buyer (Pembeli yang berkomiten)

Adalah kategori pembeli yang setia. Pembeli ini mempunyai kebanggaan

dalam menggunakan suatu merek. Merek tersebut bahkan menjadi sangat

penting baik dari segi fungsi maupun sebagai ekspresi siapa sebenarnya

penggunanya. Ciri yang tampak pada kategori ini adalah tindakan pembeli

untuk merekomendasikan / mempromosikan merek yang digunakannya

kepada orang lain.

2.2.5. 1. Indikator Loyalitas Merek

Loyalitas merek, ketika pelanggan percaya akan suatu merk, dan

memperlihatkan keinginan untuk bersandar pada merk tersebut, maka

pelanggan akan membentuk maksud pembelian yang positif terhadap mere\k

tersebut. Sehingga, loyalitas pelanggan terhadap suatu merk akan tergantung

terhadap tingkat kepercayaan pelanggan pada merk tersebut. Indikator yang

mempengaruhi variabel ini adalah (Arlan, 2006: 73) :

a) Melakukan pembelian ulang merek dengan merek yang sama

b) Merekomendasikan merek kepada orang lain

c) Bersedia membayar lebih untuk merk tersebut

d) Pelanggan tidak akan mengganti merek Vitazone dengan merk lain

2.2.6. Pengaruh Kepercayaan Merek terhadap Loyalitas Merek

Jika satu kelompok mempercayai kelompok lainnya, maka

kelompok tersebut kemungkinan akan mengembangkan beberapa bentuk

(37)

25

percaya terhadap sebuah merek, dan memperlihatkan keinginannya untuk

bersandar pada merek tersebut, maka pelanggan tersebut mungkin akan

membentuk maksud pembelian yang positif pada merek itu. Sehingga,

loyalitas pelanggan terhadap suatu merek akan tergantung pada tingkat

kepercayaan pelanggan pada merek tersebut. Ketika pelanggan percaya pada

suatu merek, maka pelanggan tersebut mungkin akan lebih menunjukkan

sikap dan perilaku positif kepada suatu merek karena merek tersebut

memberikan hasil yang positif.

Kepercayaan pada merek (brand trust) menggambarkan suatu

komponen yang penting dari disposisi internal atau sikap yang diasosiasikan

dengan loyalitas. Oleh karena itu, pemahaman yang lebih sempurna

mengenai loyalitas tidak dapat dicapai tanpa penjelasan mengenai brand

trust. Kepercayaan pelanggan pada merek memberikan kontribusi pada

intensi pelanggan untuk membeli kembali merek yang sama di masa akan

datang, dan intensi mereka untuk merekomendasikan merek tersebut pada

orang lain. Oleh karena itu, pemasar perlu membangun kepercayaan

pelanggan pada merek yang mereka tawarkan. (Tjahyadi, 2006:76)

Morgan dan Hunt mendefinisikan loyalitas merek sebagai

komitmen pelanggan terhadap suatu merek tertentu yang berasal dari adanya

sikap yang positif terhadap merek tersebut. Dalam konteks studi perilaku

organisasional, kepercayaan ditemukan dapat mengarah pada level tertinggi

(38)

26

dibangun oleh pelanggan pada suatu merek kemungkinan akan mengarah

(39)

29

2.3. Kerangka Konseptual

Trust in brand

(X)

Brand loyalty

(Y)

Brand characteristic

(X1)

Company characteristic

(X2)

Consumer-brand characteristic

(X3)

Merekomendasikan Mencari di

tempat-tempat yang tersedia Tidak melakukan

pembelian bila tidak tersedia

(40)

30

2.4. Hipotesis

(41)

31

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel

Untuk mempermudah pengertian dan menghindari kesalahan

persepsi maka penulis perlu menguraikan dimensi operasional dalam

penelitian ini, yaitu :

a) Trust in Brand (X)

Yaitu persepsi akan kehandalan dari sudut pandang konsumen didasarkan

pada pengalaman, atau lebih pada urut-urutan transaksi atau interaksi yang

dicirikan oleh terpenuhinya harapan akan kinerja produk dan kepuasan.

(Riana, 2008:187) Yang dimensinya terdiri dari :

1. Brand characteristic yaituKarakteristik merek yang berkaitan dengan

kepercayaan merek meliputi dapat diramalkan, mempunyai reputasi,

dan kompeten. Dengan indikator :

a) Merek dengan reputasi tinggi

b) Tidak mengganggu kesehatan

c) Berita positif tentang merek

2. Company characteristic yaitu pengetahuan konsumen tentang

perusahaan yang ada di balik merek suatu produk merupakan dasar

awal pemahaman konsumen terhadap merek suatu produk.

(42)

32

a) Kepercayaan terhadap perusahaan (x21)

b) Perhatian perusahaan terhadap pelanggan (x23)

c) Keyakinan pelanggan terhadap produk perusahaan(x24)

3. Consumer-brand characteristic merupakan merupakan dua kelompok

yang saling mempengaruhi. Oleh sebab itu, karakteristik konsumen –

merek dapat mempengaruhi trust in brand. Karakteristik ini meliputi

kemiripan antara konsep emosional konsumen dengan kepribadian

merek, kesukaan terhadap merek, dan pengalaman terhadap merek.

a) Merupakan merek favorit (x31)

b) Merek yang sesuai dengan kepribadian pelanggan (x32)

b) Brand Loyalty (Y)

Tingkat keterikatan konsumen dengan suatu merek dicerminkan dengan

frekuensi pembelian produk suatu merek yang lebih banyak dibandingkan

dengan produk yang sama dengan merek lain. (Riana, 2008:187) indikator

brand loyality yaitu:

a) Tidak melakukan pembelian bila tidak tersedia (y1)

b) Mencari di tempat-tempat yang tersedia (y2)

c) Merekomendasikan kepada konsumen yang lain (y3)

(43)

33

3.1.1. Pengukuran Variabel

Tipe skala yang digunakan dalam mengukur variabel tersebut,

baik itu variabel bebas maupun variabel terkait adalah menggunakan skala

likert. Sedangkan pengukuran data menggunakan skala ordinal, dengan

pola pertanyaan sebagai berikut :

1 5

Sangat tidak setuju Sangat setuju

Tanggapan atau pendapat tersebut dinyatakan dengan memberi skor

yang berada dalam rating nilai 1 sampai dengan 5 pada masing-masing

skala, dimana nilai 1 menunjukan nilai terendah dan nilai 5 nilai tertinggi.

3.2. Populasi dan Sampel Penelitian

3.2.1. Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan konsumen

Notebook Acer di Hi-Tech Mall

3.2.2. Sampel

Sampel adalah bagian dari populasi yang mempunyai ciri dan

karakteristik yang sama dengan populasi tersebut. Karena itu sample harus

representative dari sebuah populasi (Sumarsono, 2002 : 45). Metode

pengambilan sampel dengan metode non probability sampling dengan

teknik Purposive Sampling yaitu sampel dipilih berdasarkan kriteria yang

(44)

34

- Merupakan konsumen yang pernah menggunakan Notebook Acer

minimal dua kali.

- Umur konsumen minimal 18 tahun. Alasannya, sudah cukup

dewasa, mengerti dan memahami akan produk.

Dalam penelitian ini sampel diambil dari konsumen dengan jumlah

12 indikator x 10 = 120 orang pelanggan Notebook Acer. Menurut Ghozali

(2008), data yang digunakan untuk menggunakan software PLS adalah

sebanyak 30 – 100 data. Oleh karena itu, data sebanyak 120 responden yang

dimiliki peneliti, dibulatkan menjadi 100 responden dengan membuang 20

responden untuk pemenuhan asumsi PLS. Penghapusan responden dilakukan

dengan mengahapus responden mulai dari bawah ke atas sesuai dengan hasil uji

validitas responden yang menunjukkan bahwa responden tersebut tidak valid.

Penghapusan dilakukan dari bawah ke atas untuk menanggulangi kekacauan

urutan data setelah di lakukan proses penghapusan dan tujuh responden yang

dihapus untuk pemenuhan asumsi PLS dilakukan secara acak tanpa kriteria

tertentu.

3.3. J enis dan Sumber Data

Data dalam penelitian ini dikelompokkan menjadi dua macam:

a. Data Primer

Data primer adalah yang diperoleh dari hasil wawancara dengan responden,

baik secara langsung maupun menggunakan kuisioner berupa daftar

pertanyaan yang telah dipersiapkan dan diberikan pada responden.

(45)

35

Data sekunder adalah data berupa dukumen yang terdapat pada instansi yaitu

dari Notebook Acer dan bagian yang terkait mendukung penelitian.

3.4. Teknik Analisis Dan Uji Hipotesis

3.4.1. Teknik Analisis

Pengujian hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah

analisis multivariate dengan Structural Equation Modeling (SEM) PLS.

Penaksiran pengaruh pada masing – masing variabel bebas terhadap

variabel terikatnya menggunakan koefisien jalur, hal ini dikarenakan pada

penelitian ini memiliki beberapa indikator dari masing-masing variabel

bebas dan terikat.

Dalam penelitian ini analisis data menggunakan pendekatan Partial

Least Square (PLS). PLS adalah model persamaan Structural Equation

Modeling (SEM) yang berbasis komponen atau varian. Menurut Ghozali

(2006), PLS merupakan pendekatan alternatif yang bergeser dari

pendekatan SEM berbasis kovarian menjadi berbasis varian. SEM yang

berbasis kovarian umumnya menguji kausalitas/teori sedangkan PLS lebih

bersifat predictive model. PLS merupakan metode analisis yang powerfull

(Ghozali, 2006), karena tidak didasarkan pada banyak asumsi. Misalnya,

data harus terdistribusi normal, sampel tidak harus besar. Selain dapat

digunakan untuk mengkonfirmasi teori, PLS juga dapat digunakan untuk

menjelaskan ada tidaknya hubungan antar variabel laten. PLS dapat

(46)

36

Menurut Ghozali (2006) tujuan PLS adalah membantu peneliti untuk

tujuan prediksi. Model formalnya mendefinisikan variabel laten adalah

linear agregat dari indikator-indikatornya. Weight estimate untuk

menciptakan komponen skor variable laten didapat berdasarkan bagaimana

inner model (model struktural yang menghubungkan antar variabel laten)

dan outer model (model pengukuran yaitu hubungan antara indikator

dengan konstruknya) dispesifikasi. Hasilnya adalah residual variance dari

variabel dependen.

1. Estimasi Par ameter SEM - Partial Least Square (PLS) :

Estimasi parameter pemodelan SEM dengan pendekatan PLS diperoleh

melalui proses iterasi tiga tahap dengan menggunakan Ordinary Last Square

(OLS) yaitu sebagai berikut:

• Tahap pertama menentukan estimasi bobot (Weight Estimate) untuk

menetapkan skor atau menghitung data variabel laten.

• Tahap kedua menentukan estimasi jalur (estimasi untuk inner dan outer

model) yang menghubungkan antar variabel laten dan estimasi loading

antara variabel laten dengan indikatornya.

• Tahap ketiga menentukan estimasi rata-rata dan lokasi parameter untuk

indikator dan variabel laten.

2. Langkah-langkah analisis model fit persamaan struktural dengan

SEM-Partial Least Square (PLS) :

Dalam penelitian ini, analisis data pada SEM-PLS akan menggunakan bantuan

(47)

37

a. Mendapatkan model berbasis konsep dan teori untuk merancang model

struktural (hubungan antar variabel laten) dan model pengukurannya,

yaitu hubungan antara indikator-indikator dengan variabel laten.

b. Membuat diagram jalur (diagram path) yang menjelaskan pola

hubungan antara variabel laten dengan indikatornya.

c. Konversi diagram jalur kedalam persamaan.

d. Melakukan evaluasi goodness of fit yaitu dengan evaluasi model

pengukuran (outer model) dengan melihat validitas dan reabilitas. Jika

model pengukuran valid dan reliabel maka dapat dilakukan tahap

selanjutnya yaitu evaluasi model struktural. Jika tidak, maka harus

kembali mengkonstruksi diagram jalur.

(48)

38

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1. Deskr ipsi Obyek Penelitian

4.1.1. Sejar ah singkat Perusahaan

Acer, adalah perusahaan Jepang yang memproduksi dan

memasarkan berbagai peralatan listrik dan produk elektronik yang

canggih, yang berkantor pusat di Tokyo, Jepang. Acer dinilai sebagai

perusahaan no 7 dunia untuk produsen terintegrasi untuk peralatan

listrik, elektronik dan sebagai pembuat chip. Acer Semikonduktor

termasuk 20 besar pemimpin penjualan semikonduktor di dunia.

Merger pada tahun 1939 dari Shibaura Seisakusho dan Tokyo

Denki menciptakan sebuah perusahaan baru disebut Tokyo Shibaura

Denki dan dijuluki sebagai Acer. Tapi pada baru tahun 1984

perusahaan itu resmi berubah menjadi Acer Corporation. Grup ini

makin kuat melalui pertumbuhan internal dan melalui akuisisi

perusahaan rekayasa alat berat dan perusahaan industri primer pada

1940-an dan 1950-an. Kemudian pada 1970-an dan seterusnya, anak

perusahaan mulai didirikan, yaitu: grup Acer Lighting & Teknologi

(1989), Acer Carrier Corporation (1999), Acer Elevator & Building

System Corp (2001), Acer Solutions Corp (2003), Acer Medical

(49)

39

Acer Corporation adalah salah satu perusahaan diversifikasi

produsen dan pemasar produk digital, perangkat elektronik dan

komponen, sistem infrastruktur sosial dan Home appliances. Sebagai

pendiri dan inovator terkemuka dalam komputasi portabel dan

produk-produk jaringan, Acer mulai memasarkan notebook, PC, dan PC

server untuk rumah, kantor dan pengguna mobile. Acer Qosmio

Notebook PC memimpin jalan dalam konvergensi komputasi dan

kemampuan, menawarkan konsumen yang lengkap solusi hiburan

pribadi. Sementara itu, seri “Tipis dan Ringan” membawa tingkat

mobilitas tinggi dan daya tahan untuk notebook PC untuk penggunaan

bisnis di era ini.

Acer memproduksi semua jenis laptop, dari model Libretto

yang lucu dan ultra portabel sampai model multimedia Qosmio keren.

Laptop Acer juga populer di Amerika dan Eropa. Apakah pengguna

mencari pengganti desktop, laptop untuk mahasiswa atau laptop untuk

game, akan ada sesuatu yang cocok bagi mereka di antara rangkaian

yang tak terhitung jumlahnya seperti notebook Acer Libretto, Portege,

(50)

40

4.2. Hasil Penelitian dan Pembahasan

4.2.1. Analisis Statistik Deskr iptif

Gambaran statistik deskriptif digunakan untuk mengetahui gambaran

jawaban responden berdasarkan hasil penyebaran kuesioner terhadap

unsur-unsur yang ada pada setiap variabel.

a. Deskr ipsi r esponden berdasar kan jenis kelamin

Identitas Responden Menurut Jenis Kelamin dapat dilihat pada Tabel 4.1.

Dalam Tabel 4.1 terlihat bahwa dari 100 responden 80 responden (80%)

adalah laki-laki, 20 responden (20%) perempuan.

Tabel 4.1

Identitas Responden Menur ut J enis Kelamin

J enis Kelamin J umlah Persentase

Laki-Laki 80 80

Perempuan 20 20

Total 100 100

Sumber : Lampiran.

b. Deskr ipsi r esponden berdasar kan kelompok pendidikan

Pada tabel 4.2 menunjukkan bahwa responden terbesar adalah berpendidikan

D3 sebanyak 50 orang (50%), selanjutnya responden yang berpendidikan S1

sebanyak sejumlah 20 orang (20%), D1 sebanyak sejumlah 20 orang (20%)

(51)

41

Tabel 4.2

Identitas Responden Menur ut Pendidikan

No Jabatan Jumlah (orang) Persentase (%)

1. SMU 10 10

2. D1 20 20

3. D3 50 50

4. S1 20 20

Total 100 100

Sumber : data diolah

c. Deskr ipsi r esponden berdasar kan kelompok umur

Pada tabel 4.2 menunjukkan bahwa responden yang berusia 36–45 tahun

sejumlah 40 orang (40%) selanjutnya, yang berumur sekitar 25–35 tahun

sejumlah 45 orang (45%), selanjutnya responden yang berusia lebih dari

46-55 tahun sejumlah 20 orang (20%) dan yang terakhir adalah responden yang

berusia 55 tahun sebanyak 5 orang (5%).

Tabel 4.3

Identitas Responden Menur ut Umur

No Umur Jumlah (orang) Persentase (%)

1. 25 – 35 tahun 35 35

2. 36 – 45 tahun 40 40

3. 46 – 55 tahun 20 20

4. > 55 tahun 5 5

(52)

42

4.2.2. Deskr ipsi Hasil Penelitian

Trust In Brand

a. Brand characteristic

Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner yang dilakukan kepada

para responden yang berjumlah 100 orang diperoleh jawaban sebagai

berikut :

Tabel 4.4. Hasil J awaban Responden untuk Pertanyaan Variabel

Brand characteristic

No Pertanyaan Skor Jawaban

1 2 3 4 5

1 Merek dengan reputasi

tinggi 1 17 31 46 5

2 Tidak mengganggu

kesehatan. 1 16 30 48 5

3 Berita positif tentang merek 1 15 23 52 9

Jumlah 3 48 84 146 19

Sumber: Hasil Penyebaran Kuesioner (diolah peneliti)

Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner diketahui bahwa jawaban

yang diberikan reseponden cukup bervariatif. Hal tersebut ditunjukkan

dengan banyaknya responden yang memberikan jawaban dengan skor 3

hingga 7. Akan tetapi bila dicermati akan terlihat bahwa jawaban

responden yang terbesar berada pada skor 4. Responden cenderung

memberikan pendapat bahwa Notebook Acer merupakan merek dengan

(53)

43

b. Company characteristic

Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner yang dilakukan kepada

para responden yang berjumlah 100 orang diperoleh jawaban sebagai

berikut :

Tabel 4.5. Hasil J awaban Responden untuk Pertanyaan Variabel

Company characteristic

No Pertanyaan Skor Jawaban

1 2 3 4 5

1 Kepercayaan terhadap perusahaan - 3 27 53 17

2 Perhatian perusahaan terhadap

pelanggan - 6 46 41 7

3 Keyakinan pelanggan terhadap

produk perusahaan 1 19 44 34 2

Jumlah 1 19 44 34 2

Sumber: Hasil Penyebaran Kuesioner (diolah peneliti)

Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner diketahui bahwa jawaban

yang diberikan reseponden cukup bervariatif. Hal tersebut ditunjukkan

dengan banyaknya responden yang memberikan jawaban dengan skor 3

hingga 7. Akan tetapi bila dicermati akan terlihat bahwa jawaban

responden yang terbesar berada pada skor 4. Responden cenderung

memberikan pendapat bahwa Keyakinan pelanggan terhadap produk

(54)

44

c. Consumer-brand characteristic

Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner yang dilakukan kepada

para responden yang berjumlah 110 orang diperoleh jawaban sebagai

berikut :

Tabel 4.6. Hasil J awaban Responden untuk Pertanyaan Variabel

Consumer-brand characteristic

No Pertanyaan Skor Jawaban

1 2 3 4 5

1 Merupakan merek favorit 1 1 18 50 30

2 Merek yang sesuai dengan

kepribadian pelanggan 1 5 26 41 27

Jumlah 2 6 44 91 57

Sumber: Hasil Penyebaran Kuesioner (diolah peneliti)

Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner diketahui bahwa jawaban

yang diberikan reseponden cukup bervariatif. Hal tersebut ditunjukkan

dengan banyaknya responden yang memberikan jawaban dengan skor 3

hingga 7. Akan tetapi bila dicermati akan terlihat bahwa jawaban

responden yang terbesar berada pada skor 4. Responden cenderung

memberikan pendapat bahwa Produsen Notebook Acer merupakan merek

yang sesuai dengan kepribadian pelanggan

d. Brand Loyalty

Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner yang dilakukan kepada

para responden yang berjumlah 110 orang diperoleh jawaban sebagai

(55)

45

Tabel 4.7. Hasil J awaban Responden untuk Pertanyaan Variabel

Brand Loyalty

No Pertanyaan Skor Jawaban

1 2 3 4 5

1 Tidak melakukan pembelian bila

tidak tersedia 1 2 14 50 33

2 Mencari di tempat-tempat yang

tersedia 2 18 21 33 26

3 Merekomendasikan kepada

konsumen yang lain 4 13 27 34 22

4 Bersedia membayar lebih tinggi 1 4 8 52 35

Jumlah 5 38 123 158 21

Sumber: Hasil Penyebaran Kuesioner (diolah peneliti)

Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner diketahui bahwa jawaban

yang diberikan reseponden cukup bervariatif. Hal tersebut ditunjukkan

dengan banyaknya responden yang memberikan jawaban dengan skor 3

hingga 7. Akan tetapi bila dicermati akan terlihat bahwa jawaban

responden yang terbesar berada pada skor 4. Responden cenderung

memberikan pendapat bahwa setelah membeli produk Notebook Acer,

Saudara merekomendasikan produk Notebook Acer

4.2.2. Uji Validitas

Validitas menyangkut tingkat akurasi yang dicapai oleh sebuah

indikator dalam menilai sesuatu atau akuratnya pengukuran atas apa yang

seharusnya diukur, karena indikator multidimensi, maka uji validitas dari

(56)

46

Tabel 4.8. Hasil Uji Validitas

Or i g i n a l Sa m p l e

( O)

Sa m p l e M e a n ( M)

St a n d a r d D e v i a t i o n ( STD EV)

St a n d a r d Er r o r ( STERR)

T St a t i s t i cs ( | O/ STERR| )

X 1 1 < - Br a n d Ch a r a ct e r i s t ik ( X 1 ) 0 .9 2 0 3 3 0 0.905458 0.16432 9 0.16432 9 5 .6 0 0 5 3 3

X 1 2 < - Br a n d Ch a r a ct e r i s t ik ( X 1 ) 0 .9 0 9 7 9 7 0.896000 0.15914 4 0.15914 4 5 .7 1 6 8 1 7

X 1 3 < - Br a n d Ch a r a ct e r i s t ik ( X 1 ) 0 .8 1 5 3 5 5 0.792645 0.15893 1 0.15893 1 5 .1 3 0 2 4 5

X 2 1 < - Co m p a n y Ch a r a ct e r i st i c ( X 2 )

-0 .7 9 1 5 1 2 - 0.143876 0.76213 2 0.76213 2 1 .0 3 8 5 5 0

X 2 2 < - Co m p a n y Ch a r a ct e r i st i c ( X 2 )

-0 .7 2 2 7 -0 8 - 0.055516 0.70186 1 0.70186 1 1 .0 2 9 7 0 3

X 2 3 < - Co m p a n y Ch a r a ct e r i st i c ( X 2 )

-0 .5 5 8 9 7 5 0.052767 0.54905 2 0.54905 2 1 .0 1 8 0 7 2

X 3 1 < - Co n s u m e r - Br a n d Ch a r a ct e r ( X3 ) 0 .8 8 0 9 1 0 0.868863 0.14157 6 0.14157 6 6 .2 2 2 1 8 2

X 3 2 < - Co n s u m e r - Br a n d Ch a r a ct e r ( X3 ) 0 .9 1 4 2 3 3 0.901185 0.13250 1 0.13250 1 6 .8 9 9 8 4 2

Y1 < - BRA N D L OYA LTY ( Y) 0 .8 1 6 7 0 3 0.799328 0.13472 4 0.13472 4 6 .0 6 2 0 4 9

Y2 < - BRA N D L OYA LTY ( Y) 0 .8 4 4 1 4 4 0.832183 0.14016 4 0.14016 4 6 .0 2 2 5 4 8

Y3 < - BRA N D L OYA LTY ( Y) 0 .8 2 3 6 3 3 0.811097 0.13893 2 0.13893 2 5 .9 2 8 3 0 5

Y4 < - BRA N D L OYA LTY ( Y) 0 .7 2 2 6 9 6 0.704882 0.11501 1 0.11501 1 6 .2 8 3 7 1 2

Validitas Indikator : Nilai Factor Loading lebih besar dari 0,5 dan

atau nilai T-Statistic lebih besar dari 1,645 (nilai Z pada α = 0,10). Factor

Loading merupakan korelasi antara indikator dengan variabel, jika lebih

besar dari 0,5 maka korelasi disebut valid dan jika nilai T-Statistic lebih

besar dari 1,645 maka korelasinya disebut signifikan.

Berdasarkan pada tabel outer loading di atas, pada dimensi Brand

Characteristik menunjukkan bahwa semua indikatornya adalah memiliki

factor loading (original sample estimate) lebih besar dari 0,50 dan atau

signifikan (Nilai T-Statistic lebih besar dari nilai Z α = 0,10 (10%) maka

ketiga indikator tersebut adalah menjadi pengukur/indikator Brand

Characteristik

Berdasarkan pada tabel outer loading di atas, pada dimensi

(57)

47

memiliki factor loading (original sample estimate) lebih kecil dari 0,50 dan

atau signifikan (Nilai T-Statistic lebih kecil dari nilai Z α = 0,10 (10%) maka

ketiga indikator tersebut adalah bukan menjadi pengukur/indikator

Company Characteristic

Berdasarkan pada tabel outer loading di atas, pada dimensi

Consumer-Brand Character menunjukkan bahwa semua indikatornya adalah

memiliki factor loading (original sample estimate) lebih besar dari 0,50

dan atau signifikan (Nilai T-Statistic lebih besar dari nilai Z α = 0,10 (10%)

maka kedua indikator tersebut adalah menjadi pengukur/indikator

Consumer-Brand Character

Pada variabel Brand Loyalty , menunjukkan semua indikator

memiliki factor loading (original sample estimate) lebih besar dari 0,50

dan atau signifikan (Nilai T-Statistic lebih besar dari nilai Z α = 0,10 (10%)

= 1,645 ), sehingga keempat indikator tersebut adalah menjadi

pengukur/indikator variabel Brand Loyalty . Secara keseluruahn hasil

estimasi telah memenuhi Convergen vailidity dan validitas baik.

Tabel 4.9. Aver age var iance extr acted (AVE)

AVE

BRAND LOYALTY (Y) 0.645061 TRUST IN BRAND (X)

Model Pengukuran berikutnya adalah nilai Avarage Variance

(58)

48

variabel indikator reflektif dapat dilihat dari nilain Avarage variance

extracted (AVE) untuk setiap konstruk(variabel). Dipersyaratkan model

yang baik apabila nilai AVE masing-masing konstruk lebih besar dari 0,5.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai AVE untuk konstruk (variabel)

Brand Loyalty memiliki nilai lebih besar dari 0,5, sehingga valid. Untuk

variabel dengan indikator Formatif yaitu Trust In Brand tidak memerlukan

ukuran validitas (maka tidak terdapat nilai AVE).

4.2.3. Uji Reliabilitas

Seperti telah dijelaskan pada bab sebelumnya bahwa Cronbach’s

Alpha ini digunakan untuk mengestimasi reliabiltas setiap skala (variabel

atau observasi indikator). Sementara itu item to total correlation digunakan

untuk memperbaiki ukuran – ukuran dan mengeliminasi butir – butir yang

kehadirannya akan memperkecil koefisien Cronbach’s Alpha yang

dihasilkan (Purwanto, 2002). Hasil selengkapnya dapat dilihat pada tabel

berikut :

Tabel 4.10. Pengujian Reliability Consistency Internal

Composite

Reliability

BRAND LOYALTY (Y) 0.878713

TRUST IN BRAND (X)

(59)

49

Reliabilitas konstruk yang diukur dengan nilai composite

reliability, konstruk reliabel jika nilai composite reliability di atas 0,70 maka

indikator disebut konsisten dalam mengukur variabel latennya. Hasil

pengujian menunjukkan bahwa konstruk (variabel) Brand Loyalty memiliki

nilai composite reliability lebih besar dari 0,7. Sehingga reliabel. Untuk

variabel dengan indikator Formatif yaitu Trust In Brand tidak memerlukan

ukuran reliabilitas (maka ti

Gambar

Tabel 1.1.
Tabel  4.1 Identitas Responden Menurut Jenis Kelamin
Tabel  4.3 Identitas Responden Menurut Umur
Tabel 4.4. Hasil Jawaban Responden untuk Pertanyaan Variabel Brand characteristic
+7

Referensi

Dokumen terkait

Selain itu social networking (jejaring sosial) memiliki pengaruh sebesar 34,4% untuk membentuk brand loyalty (loyalitas merek) dan brand trust (kepercayaan merek)

Hal ini dapat diartikan bahwa tinggi atau rendahnya kepercayaan merek (trust in a brand) pada konsumen Fruit Tea di Surabaya (yang meliputi: karakteristik merek

Berdasarkan hasil pengujian dengan menggunakan analisis SEM untuk menguji pengaruh kepercayaan pada merk dan kepuasan terhadap loyalitas merek, maka dapat diambil kesimpulan

Hipotesa keempat dalam penelitian ini menguji pengaruh brand value terhadap satisfaction dan hasil dari pengujian menunjukan bahwa nilai dari merek memiliki pengaruh

“ Pengaruh Kepercayaan Pada Merek ( Trust In a Brand) Terhadap Loyalitas Merek ( Brand Loyalty) Pada Konsumen Teh Siap Minum dalam Kemasan Merek Teh Botol Sosro di

• Jadi, ada pengaruh yang signifikan antara Citra Merek(Brand Image) dan Kepercayaan Merek (Brand Trust) terhadap Loyalitas Merek (Brand Loyalty) secara

Hasil penelitian ini juga sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Mochamad Edris (2009) yang berjudul “Pengaruh Kepercayaan Merek Terhadap Loyalitas Merek

Berdasarkan hasil pengujian dengan menggunakan analisis SEM untuk menguji pengaruh kepercayaan pada merk dan kepuasan terhadap loyalitas merek, maka dapat diambil kesimpulan