• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pertanggungjawaban Pidana Rumah Sakit Terhadap Tindak Pidana Malpraktek

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pertanggungjawaban Pidana Rumah Sakit Terhadap Tindak Pidana Malpraktek"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

vi ABSTRAKSI

Susi Natalia Tampubolon*

Dr. Madiasa Ablisar, SH, MS**

Alwan, SH, M.Hum***

Selain dokter, rumah sakit juga dapat dijadikan sebagai subyek hukum karena badan hukum juga dapat berperan sebagai pendukung hak dan kewajiban. Rumah sakit sebagai organisasi yang melaksanakan tugas pelayanan kesehatan bertanggung jawab terhadap segala sesuatu yang terjadi di rumah sakit tersebut, yang secara umum dibebankan kepada kepala rumah sakit yang bersangkutan. Rumah sakit sebagai salah satu sarana kesehatan yang memberikan pelayan kesehatan kepada masyarakat memiliki peran yang sangat strategis dalam mempercepat derajat kesehatan masyarakat. Oleh karena itu rumah sakit dapat dituntut untuk memberikan pelayanan yang bermutu sesuai dengan standar yang ditetapkan dan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Yang menjadi permasalahan dalam skripsi ini adalah mengenai bagaimana pengaturan hukum terhadap tindak pidana malpraktek dalam hukum positif di Indonesia, bagaimana bentuk pertanggungjawaban pidana rumah sakit terhadap tindak pidana malpraktek serta bagaimana kebijakan penegakan hukum pidana dalam menanggulangi tindak pidana malpraktek oleh rumah sakit.

Metode penelitian dalam skripsi ini adalah metode penelitian hukum normatif yang menggunakan data sekunder. Data sekunder diperoleh melalui penelitian kepustakaan. Dan melalui data sekunder ini kemudian dianalisis secara kualitatif untuk menjawab permasalahan dalam skripsi ini.

Dalam hukum positif yang berlaku di Indonesia, baik yang diatur dalam KUHP

maupun yang diatur di luar KUHP seperti dalam UU No. 29 Tahun 2004 tentang

Praktik Kedokteran, UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan UU No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit terdapat beberapa pasal yang mengatur tentang tindak pidana malpraktek. Selain itu juga adanya upaya untuk mempertanggungjawabkan dan menegakkan hukum tindak pidana malpraktek yang dilakukan oleh rumah sakit melalui upaya penal (hukum pidana).

1

*Mahasiswa Departemen Hukum Pidana Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara

∗∗

Pembimbing I, Staff Pengajar Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara

∗∗∗

Pembimbing II, Staff Pengajar Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara

Referensi

Dokumen terkait

11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dalam skripsi ini dibatasi dalam 2 (dua) permasalahan yaitu: Bagaimana pengaturan hukum pidana terhadap tindak pidana

Dalam rumusannya straafbaarfeit itu adalah “tindakan melanggar hukum yang telah dilakukan dengan sengaja ataupun tidak dengan sengaja oleh seseorang yang dapat

Permasalahan dalam pembahasan skripsi ini adalah bagaimana pengaturan hukum terhadap tindak pidana perampasan paksa sepeda motor, bagaimana faktor-faktor penyebab terjadinya

Permasalahan dalam skripsi ini adalah bagaimanakah pengaturan hukum tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah dan hubungannya dengan tindak pidana korupsi dan

Permasalahan dalam skripsi ini adalah bagaimanakah pengaturan hukum tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah dan hubungannya dengan tindak pidana korupsi dan

Dalam rumusannya straafbaarfeit itu adalah “tindakan melanggar hukum yang telah dilakukan dengan sengaja ataupun tidak dengan sengaja oleh seseorang yang dapat

Nasution, Bahder Johan, Hukum Kesehatan Pertanggungjawaban Dokter, 2005, Rineka Cipta, Jakarta. Notoatmodjo, Soekidjo , Etika Hukum dan Kesehatan, 2010, Jakarta, Mandar

Pengaturan tindak pidana malpraktek profesi medis dalamUndang-Undang No 29 Tahun 2004 hanya memuat 5 pasal yaitu pasal 75 sampai pasal 80 tentang administrasi menyangkut dengan