70 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
A. Hasil Penelitian
1. Gambaran Umum Koperasi
a. Sejarah Singkat Koperasi
Koperasi Dian merupakan koperasi yang berada dibawah Dinas
Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Kalimantan Selatan yang
bertempat di jalan Jend.A.Yani Km 7.5 dengan nomor telepon (0511)
3267450. Koperasi ini didirikan pertama kali pada tahun 2006 dengan
Surat Izin Usaha Perdagangan No. 510/MP.0806454/Perindag.
Koperasi ini memiliki anggota yang berasal dari pegawai tetap, honorer,
dan pensiunan dari Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Provinsi
Kalsel, sampai dengan tanggal 31 Desember 2016 Koperasi Dian
memiliki anggota yang berjumlah 126 orang.
Anggota dari Koperasi Dian adalah pegawai tetap, honorer, dan
pensiunan dari Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Provinsi
Kalsel. Keanggotaan koperasi ini bersifat sukarela, artinya seluruh
pegawai tetap, honorer ataupun pensiunan Dinas Koperasi UKM Prov
Kalsel dapat masuk atau pun keluar dari keanggotaan Koperasi Dian
Simpanan pokok pada Koperasi Dian sebesar Rp.100.000 yang
dibayarkan saat pertama kali anggota bergabung dalam keanggotaan
koperasi. Simpanan Wajib yang dibayarkan perbulan sesuai dengan
ketentuan yang ditetapkan oleh koperasi sebesar Rp.50.000 perbulan,
untuk simpanan sukarela anggota dapat menyimpan uang dalam jumlah
berapapun pada koperasi.
Koperasi Dian memliki 4 jenis pinjaman, antarai lain pinjaman
jangka panjang yang lama waktu peminjaman maksimal 5 tahun (60
bulan) dengan bunga 1%, pinjaman menengah yang lama peminjaman
maksimal 2 tahun (24 bulan) dengan besar bunga 2%, pinjaman jangka
pendek yang lama peminjamannya 10 bulan dan besar pinjaman yang
telah ditentukan oleh pihak koperasi yaitu sebesar Rp.10.000.000
dengan besar bunga pinjaman 2%, dan pinjaman konsumtif yang
b. Struktur Organisasi dan Uraian Tugas
Struktur organisasi adalah suatu susunan antara setiap bagian atau
posisi didalam sebuah organisasi yang berhubungan untuk mencapai
tujuan tertentu. Adapun struktur organisasi yang dimiliki Kopersi Dian
Banjarmasin dapat dilihat dalam bagan dibawah ini.
Bagan 3 Struktur Organisasi
a) RAT (Rapat Anggota Tahunan)
Adalah lembaga tertinggi dari struktur kelembagaan di
lingkungan Koperasi Dian yang mempunyai kewenangan untuk
memilih dan menghentikan Pembina dan Pengawas serta
memutuskan hal-hal yang sifatnya sangat prinsip dan mendasar.
Pada RAT dibahas dan disahkan:
(1) Laporan petanggung jawaban pengurus atas pelaksanaan
tugasnya
(2) Neraca dan perhitungan laba rugi tahun buku yang
berakhir 31 Desember
(3) Penggunaan dan pembagian Sisa Hasil Usaha
(4) Pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pengawas dalam
satu tahun buku.
b) Pembina
(1) Melakukan seluruh perbuatan hukum atas nama koperasi
(2) Menyusun ketentuan mengenai tugas, wewenang dan
tanggung jawab anggota pengurus serta ketentuan mengenai
pelayanan terhadap anggota koperasi
(3) Menyelenggarakan Rapat Anggota serta mempertanggung
c) Pengawas
(1) Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan
pengelolaan koperasi
(2) Meneliti catatan dan pembukuan yang ada pada koperasi
(3) Memberi koreksi serta, saran teguran dan peringatan kepada
pengurus koperasi.
d) Ketua
(1) Memimpin dan mengawasi seluruh kegiatan koperasi
(2) Memberikan tugas dan arahan kepada pengurus koperasi
dibawahnya berkaitan dengan masalah-masalah yang terjadi
dilapangan
(3) Pengambil keputusan terhadap setiap kebijakan koperasi
(4) Meneliti atas surat masuk, serta memeriksa dan menanda
tangani surat keluar
e) Sekertaris
(1) Bertugas membantu ketua dalam pelaksanaan kegitan kerja
koperasi
(2) Menyelengarakan kegiatan surat menyurat, ketatausahaan
dan menjaga hubungan baik dengan pihak luar koperasi
(3) Mengadakan hubungan dengan bendahara dan anggota lain
f) Bendahara
(1) Merencanakan dan mengontrol anggaran kegitan belanja
koperasi
(2) Bertugas sebagai penyimpan dana yang diperoleh oleh
koperasi
(3) Melaporkan aktivitas keuangan koperasi kepada ketua
koperasi
g) KA Unit SP
(1) Menyusun dan melaksanakan kebijakan umum koperasi
mengenai simpan pinjam
(2) Melaporkan data serta kegiatan yang berkaitan dengan usaha
simpan pinjam kepada ketua koperasi
h) Juru Buku
(1) Membuat jurnal, buku besar dan neraca saldo
(2) Melakukan penghitungan jasa/laba simpanan dan kredit
disetiap bulan
(3) Membuat laporan keuangan
i) Kasir
(1) melaksanakan penerimaan pembayaran tunai
(2) mengelola kas kecil koperasi
2. Sistem Informasi Akuntansi Utang yang Berjalan pada Koperasi Dian
Salah satu kegiatan utama Koperasi Dian Banjarmasin adalah
kegiatan simpanan anggota. Sumber simpanan berasal dari simpanan
pokok dan simpanan wajib sebagai modal koperasi, serta simpanan
sukarela sebagai jenis simpanan lainnya. Simpanan sukarela dapat diambil
sewaktu-waktu oleh anggota, sedangkan simpanan pokok dan simpanan
wajib tersebut hanya dapat diambil/dikembalikan kepada anggota ketika
anggota keluar dari keanggotaan koperasi. Oleh karena itu penulis
mengkategorikan simpanan anggota sebagai kegiatan akuntansi utang
koperasi kepada anggota.
a. Deskripsi Kegiatan Pokok
Kegiatan usaha koperasi terbagi dua yaitu jasa simpanan dan
pinjaman anggota. Simpanan terbagi menjadi tiga jenis simpanan, yaitu
simpanan pokok, wajib, dan sukarela.Simpanan pokok hanya ditarik
pada saat calon anggota mendaftar menjadi anggota koperasi, simpanan
pokok dikenakan tarif Rp.100.000,00. Simpanan wajib dikenakan tarif
Rp.50.000,00 ditarik setiap satu bulan sekali dan anggota juga dapat
melakukan simpanan sukarela yang mana jumlah uang yang disetorkan
tidak ditentukan oleh pihak koperasi. Anggota dapat memilih jenis
pembayaran simpanan yang di inginkan, bisa secara setor sendiri
pegawai aktif dan honorer dari kantor Dinas Koperasi Usaha Kecil dan
Menengah Provinsi Kalimantan Selatan.
b. Fungsi yang Terkait
1) Ketua
Fungsi ini bertanggung jawab atas memberikan otorisasi
terhadap setiap kegiatan yang dilakukan oleh karyawan
koperasi.
2) Sekretaris
Fungsi ini bertanggung jawab dalam mengarsipkan dokumen
yang telah digunakan dalam proses transaksi simpanan.
3) Bendahara
Fungsi ini bertanggung jawab dalam membuat laporan dari
transaksi simpanan anggota yang terjadi di koperasi.
4) Kasir
Fungsi ini bertanggung jawab dalam menerima kas yang
diberikan oleh anggota dan mencatatnya ke dalam buku kas
masuk.
c. Informasi yang diperlukan oleh manajemen
Informasi yang diperlukan oleh manajemen dalam sistem akuntansi
utang adalah:
1) Data anggota
d. Dokumen yang digunakan
Dokumen adalah surat yang tertulis atau tercetak yang dapat dipakai
sebagai bukti keterangan, dokumen yang digunakan dalam sistem
akuntansi utang pada Koperasi Dian Banjarmasin adalah sebagia
berikut:
1) Buku Jurnal Penerimaan Kas
Dokumen ini digunakan untuk mencatat berbagai kegiatan kas
masuk koperasi seperti kegiatan simpanan anggota dan pembayaran
pinjaman anggota kepada koperasi.
Gambar 12
Buku Jurnal Penerimaan Kas
2) Buku Daftar Anggota
Gambar 13 Buku Daftar Anggota
Sumber: Koperasi Dian Banjarmasin
e. Catatan Akuntansi yang digunakan
Catatan akuntansi adalah proses mencatat, mengolah dan
menyajikan data yang berhubungan dengan transaksi keuangan
sehingga dapat dipahami oleh orang yang akan menggunakannya
kembali untuk pengambilan keputusan serta tujuan lainnya.
1) Bukti Penerimaan Kas
Tabel 5
Bukti Penerimaan Kas
DI ISI OLEH BAGIAN PEMBUKUAN Nomor Perkiraan Nama Perkiraan Debet (Rp) Kredi (Rp) Dibukukan Tgl: xxx 1000 3001 Kas Simpanan Wajib Rp.xxx Rp.xxx
f. Jurnal
Tabel 6 Jurnal Simpanan
Tanggal Keterangan Debet Kredit
xxx Kas
Simpanan Wajib
Rp.xxx
Rp.xxx
Sumber: Koperasi Dian Banjarmasin
g. Laporan
Laporan merupakan hasil akhir dari suatau proses akuntansi yang
menjadi bahan informasi bagi orang yang akan memakainya sebagai
penentu dalam pengambilan keputusan, berikut adalah laporan yang
digunakan oleh Koperasi Dian Banjarmasin.
Tabel 7 Neraca Koperasi
h. Jaringan prosedur yang membentuk sistem akuntansi utang
1) Sistem prosedur anggota baru
a) Permohonan menjadi anggota baru
(1) Daftar dan mengisi formulir menjadi anggota
(2) Didata kedalam daftar buku anggota
(3) Anggota mengerahkan simpanan pokok sebesar Rp. 100.000
2) Sistem prosedur anggota lama
a) Prosedur simpanan potong gaji (karyawan dan honorer)
(1) Setiap akhir bulan bendahara membuat 2 rangkap daftar
potongan gaji anggota, kemudian daftar potongan gaji
diserahkan kepada ketua koperasi untuk diperiksa kembali.
(2) Daftar potongan gaji yang telah disetujui oleh ketua koperasi
kemudian diserahkan kepada bendahar kantor, bendahara
kantor akan memotong gaji dari anggota koperasi (kayawan
dan honorer).
(3) Bendahara koperasi menerima uang dari bendahara kantor,
bendahara mencocokkan daftar potongan gaji dan uang yang
diterima.
(4) Bendahara koperasi mencatat transaksi kedalam Buku Jurnal
Penerimaan Kas dan membuat 2 (dua) rangkap bukti
(5) Bendahara koperasi menyerahkan daftar potongan gaji serta
lembar bukti penerimaan kas kepada bendahara kantor, sisa
1 rangkap potongan gaji dan lembar bukti penerimaan kas
lainnya diserahkan kepada sekretaris koperasi untuk
diarsipkan.
b) Prosedur simpanan dengan pembayaran langsung (pensiunan)
(1) Anggota datang sendiri atau pun diwakilkan oleh orang lain,
dengam membawa kartu anggota dan buku simpanan
anggota.
(2) Anggota membayarkan setoran kepada kasir.
(3) Kasir menerima uang setoran simpanan dari anggota, kasir
mencatat transaksi kedalam Buku Jurnal Penerimaan Kas
dan membuat 2 (dua) rangkap bukti penerimaan kas.
(4) Bukti penerimaan kas diserahkan kepada anggota koperasi
dan 1 rangkap bukti penerimaan kas lainnya diserahkan
kepada bendahara koperasi untuk dibukukan sebelum
i. Bagan alir dokumen
1) Bagan Alir Dokumen Anggota Baru
Bagan 4
Bagan Alir Dokumen Anggota Baru
SEKRETARIS BENDAHARA
Sumber: Koperasi Dian Banjarmasin
Ket.BJPK : Buku Jurnal Penerimaan Kas BPK : Bukti Penerimaan Kas
2) Bagan Alir Anggota Lama (Potong Gaji)
Bagan 5
Bagan Alir Dokumen Anggota Lama (Potong Gaji)
BENDAHARA KOPERASI
Sumber: Koperasi Dian Banjarmasin
Ket.DPG : Daftar Potongan Gaji BPK : Bukti Penerimaan Kas
Lanjutan
Sumber: Koperasi Dian Banjarmasin
KETUA SEKRETARIS BENDAHARA KANTOR
Ket.DPG : Daftar Potongan Gaji BPK : Bukti Penerimaan Kas
3) Bagan Alir Dokumen Anggota Lama (Pembayaran Langsung)
Bagan 6
Bagan Alir Dokumen Anggota Lama (Pembayaran Langsung)
KASIR SEKRETARIS ANGGOTA
Sumber: Koperasi Dian Banjarmasin
3. Sistem Akuntansi Piutang pada Koperasi Dian Banjarmasin
a. Deskripsi Pokok
Sistem akuntansi piutang pada penelitian ini meliputi semua yang
terkait dengan prosedur permohonan pinjaman anggota, kegiatan
pembayaran angsuran tidak termasuk didalam sistem akuntansi piutang
ini.
Koperasi Dian Banjarmasin memiliki empat jenis pinjaman
berjangka yang dapat diajukan oleh anggota koperasi antara lain
pinjaman jangka panjang, menengah, pendek dan pinjaman konsumtif
yang memiliki ketentuan tersendiri. Pinjaman jangka panjang memiliki
ketentuan lama peminjaman 5 tahun (60 bulan) dengan bunga 1%,
pinjaman jangka mengenah memiliki ketentuan lama peminjaman 2
tahun (24 bulan) dengan bunga 2%, pinjaman jangka pendek memiliki
ketentuan lama peminjaman 10 bulan serta besar pinjaman yang telah
ditentukan yaitu Rp.10.000.000 dengan besar bunga 2%, dan pinjaman
konsumtif yang memiliki ketentuan lama peminjaman 1 bulan dengan
besar bunga pinjaman 3 %.
b. Fungsi yang Terkait
1) Ketua
Ketua bertanggung jawab dalam menilai kelayakan pinjaman dan
permohonan pinjaman yang diajukan oleh anggota harus melalui
persetujuan dari ketua.
2) Sekretaris
Sekretaris bertanggung jawab dalam mengarsip dokumen
permohonan pinjaman yang diberikan oleh anggota.
3) Bendahara
Bendahara bertanggung jawab dalam menerima permohonan
pinjaman dan fungsi pengeluaran kas. Bendahara juga berfungsi
menyerahkan uang pinjaman kepada anggota bila permohonan
pinjaman telah disetujui oleh ketua, selanjutnya transaksi pinjaman
dicatat
c. Informasi yang digunakan oleh manajemen
Informasi yang diperluan oleh manajemen dalam sistem akuntansi
piutang adalah:
1) Data anggota koperasi yang melakukan pinjaman
2) Besarnya pinjaman anggota
3) Jangka waktu peminjaman anggota/ Jenis pinjaman yang dipilih
anggota
d. Dokumen yang digunakan
Dokumen yang digunakan dalam sistem akuntansi piutang pada
1) Formulir permohonan pinjaman
Formulir ini digunakan sebagai syarat untuk mengajukan
permohonan pinjaman. Berikut ini merupakan bentuk dari formulir
permohonan pinjaman yang digunakan Koperasi Dian Banjarmasin.
Gambar 14
Formulir Permohonan Pinjaman
Sumber: Koperasi Dian Banjarmasin
Jenis pinjaman yang dapat diajukan oleh anggota telah diatur dan
2) Bukti Pengeluaran Kas
Dokumen ini digunakan sebagai bukti pengeluaran sejumlah uang
atas pinjaman yang akan diserahkan ke anggota.
Gambar 15 Bukti Pengeluaran Kas
KOPERASI Dian
BADAN HUKUM 518/027/22.2/BH/XIX/XI/2009
BUKTI PENGELUARAN KAS/BANK
Telah dibayarkan
kepada Joni
Dalam Huruf Tunai Rp.100.000 Seratus Ribu Rupiah
Cheque No ….. Rp.xxx Bank …. Rp.xxx Jumlah Rp.xxx Untuk Pembayaran Banjarmasin, 1 Agustus 2016 Menyetujui Pengurus Yang
menyerahan yang menerima
Asman Supiati Joni
DIISI OLEH BAGIAN
PEMBUKUAN Nomor Penarikan
Nama
Perkiraan DEBET (Rp) KREDIT (Rp)
Sumber: Koperasi Dian Banjarmasin
e. Catatan Akuntansi yang digunakan
1) Daftar Pinjaman Anggota
Daftar pinjaman anggota digunakan unutk mencatat secara detail
piutang anggota. Daftar pinjaman anggota dimasukkan kedalam
pinjaman yaitu pinjaman jangka panjang, mengengah, pendek dan
konsumtif.
Tabel 8
Daftar Pinjaman Jangka Pendek Anggota
Sumber: Koperasi Dian Banjarmasin f. Jurnal
Jurnal yang ada di Koperasi Dian Banjarmasin
Tabel 9 Jurnal Pinjaman
Tanggal Keterangan Debet Kredit
xxx Piutang Anggota
Kas
Rp.xxx
Rp.xxx
g. Laporan
Laporan keuangan yang digunakan adalan neraca koperasi
Tabel 10 Neraca Koperasi
Sumber: Koperasi Dian Banjarmasin
h. Jaringan prosedur yang membentuk sistem akuntansi piutang
1) Permohonan peminjaman anggota:
a) Bendahara menerima permohonan pinjaman dari anggota, dan
menyerahkan formulir permohonan pinjaman kepada anggota.
b) Anggota menerima formulir dan mengisi formulir permohonan
pinjaman.
2) Setelah melakukan pengisian formulir permohonan pinjaman,
3) Ketua menerima formulir permohonan pinjaman anggota,
permohonan pinjaman akan dianalis apakah permohonan pinjaman
dianggap dapat diterima atau tidak.
4) Permohonan pinjaman yang diterima akan disetujui oleh ketua dan
akan dilanjutkan, jika tidak maka formulir akan ditolak.
5) Formulir yang telah mendapat persetujuan ketua kopeasi akan
diserahkan kembali kepada bendahara.
6) Bendahara akan membuat bukti pengeluaran kas, dan memberikan
uang pinjaman kepada anggota. Transaksi pinjaman akan
dimasukkan kedalam daftar pinjaman sesuai dengan jenis pinjaman
yang diberikan.
7) Sekretaris menerima formulir permohonan pinjaman serta bukti
pengeluaran kas dari bendahara, yang kemudian diarsipkan oleh
sekretaris.
i. Bagan alir dokumen
Bagan alir dokumen pada sistem akuntansi piutang yang berjalan pada
Bagan 7
Flowchart Pinjaman
BENDAHARA
Sumber: Koperasi Dian Banjarmasin
Ket.FPP : Formulir Permohonan Pinjaman BPK : Bukti Pengeluaran Kas
Lanjutan
KETUA SEKRETARIS
Sumber: Kopeasi Dian Banjarmasin
Ket.FPP : Formulir Permohonan Pinjaman BPK : Bukti Pengeluaran Kas
B. Pembahasan Hasil Penelitian
Proses pencatatan transaksi simpanan dan pinjaman yang berjalan pada
Koperasi Dian Banjarmasin masih dilakukan secara manual pada buku, lalu
data akan dimasukkan kedalam Microsoft Excel. Dalam hal ini koperasi
menggunakan Microsoft excel sebagai alat bantu hitung, serta sebagai
penyimpanan data transaksi simpan dan pinjam selain penggunaan buku, dan
penghasil laporan dari inputan manual transaksi simpan dan pinjam, bukan
sebagai alat pemroses transaksi.
1. Hasil Analisis Sistem Informasi Akuntansi Utang
Berdasarkan analisis yang telah diuraikan sebelumnya, maka
ditemukan beberapa permasalahan yang ada pada sistem akuntansi simpan
pinjam yang berjalan di Koperasi Dian Banjarmasin. Adapun
permasalahan-permasalahan yang ditemukan sebagai berikut:
a. Permasalahan dalam Sistem Akuntansi Utang dari Simpanan Anggota
Baru di Koperasi Dian Banjarmasin
1) Dokumen yang digunakan
Dokumen yang digunakan berupa kartu anggota sudah bagus
karena memiliki nomor anggota pada kartu anggota koperasi untuk
memudahkan pencarian data anggota saat melakukan transaksi dengan
anggota harus memperbarui kartu apabila masa berlaku kartu akan atau
telah berakhir sebagai tanda bahwa anggota adalah anggota aktif.
2) Catatan akuntansi yang digunakan
Catatan akuntansi yang digunakan oleh Koperasi Dian
Banjarmasin sudah baik. Koperasi Dian Banjarmasin menggunakan buku
daftar anggota untuk mencatat anggota yang baru bergabung dengan
koperasi, pengerjaan catatan ini masih manual, sehingga membutuhkan
banyak waktu saat melakukan pencarian data anggota.
3) Sistem Pengendalian Intern
a) Pemisahan tanggung jawab secara tegas
Kegiatan pendaftaran anggota baru sekaligus penerimaan
transaksi simpanan pokok dari anggota baru pada Koperasi Dian
Banjarmasin telah sangat baik karena dilakukan secara terpisah.
Anggota baru melakukan pendaftaran dengan pihak sekretaris
koperasi, dan penyetoran simpanan pokok anggota koperasi diterima
dan dicatat dan disimpan oleh bendahara.
b) Sistem otorisasi
Sistem otorisasi penerimaan anggota baru pada Koperasi Dian
Banjarmasin dinilai masih berlum baik, karena calon anggota baru
mendaftar menjadi anggota, tidak ada diminta otorisasi dari ketua
hanya dilaksanakan oleh sekretaris koperasi dan sekretaris juga yang
berwenang menerima anggota tersebut apakah dapat menjadi anggota
Koperasi Dian Banjarmasin.
c) Praktik yang sehat
Tidak terjadinya rangkap tugas dalam pada fungsi pendaftaran
anggota baru merupakan hal yang bagus, yang kurang hanya tidak
adanya otorisasi dari ketua tentang penerimaan anggota baru.
b. Permasalahan dalam Sistem Akuntansi Utang dari Simpanan Anggota
Lama (Potong gaji) di Koperasi Dian Banjarmasin
1) Dokumen yang digunakan
Dokumen yang digunakan dalam Sistem Akuntansi Utang
dari Simpanan Anggota Lama (Potong Gaji) di Koperasi Dian
Banjarmasin adalah daftar tagihan simpanan atau daftar potongan
gaji. Daftar tagihan simpanan atau daftar potongan gaji dan bukti kas
masuk tidak memiliki nomor tercetak pada dokumennya.
2) Catatan Akuntansi yang digunakan
Catatan akuntansi yang digunakan oleh Koperasi Dian
Banjarmasin menggunakan buku jurnal penerimaan kas, namun buku
jurnal penerimaan kas koperasi masih digunakan untuk mencatat
semua transaksi masuk yang diterima koperasi. Pengerjaan catatan ini
Bentuk catatan seperti buku jurnal penerimaan kas yang masih
mencatatat transaksi umum ini memiliki kelamahan, yaitu tidak dapat
mengetahui jumlah simpanan yang telah disetorkan oleh anggota
koperasi selama bergabung sebagai anggota koperasi. Microsoft
Excel Simpanan anggota dibuat untuk menyelesaikan permasalahan
tersebut. Dengan bantuan dari Microsoft Excel, koperasi membuat
file Excel dengan periode satu tahun. Namun metode ini juga masih
memiliki kelemahan, yaitu masih sulit dalam membuat kartu
simpanan anggota karena setiap tahun akan ada file Microsoft Excel
yang baru.
3) Sistem Pengendalian Intern
Sistem pengendalian inter pada Koperasi Dian Banjarmasin
adalah sebagai berikut:
a) Pemisahan tanggung jawab secara tegas
Kegiatan simpanan anggota lama dibagi menjadi dua bagian
yaitu sistem potong gaji bagi karyawan dan honorer dan sistem
pembayaran langsung bagi pensiunan. Sistem potongan gaji masih
dilakukan oleh satu fungsi yaitu fungsi bendahara yang membuat
daftar potongan gaji, mencatat, dan menerima uang potongan
tersebut. Perangkap tugas oleh bendahara memungkinkan
terjadinya kesalahan dalam pencatan transaksi, sehingga laporan
b) Sistem otorisasi
Sistem otorisasi simpanan anggota lama potong gaji pada
Koperasi Dian Banjarmasin dinilai sudah baik, karena untuk
menutupi kekurangan dalam kesalahan yang dilakukan bendahara
dalam pembuatan daftar potongan gaji, daftar potongan gaji akan
diperiksa dulu oleh ketua koperasi sebelum diotorisasi dan
diserahkan kepada bendahara kantor untuk dilakukan pemotongan
gaji anggtota koperasi.
c) Praktik yang sehat
Terjadinya rangkap tugas yang berlebihan dalam fungsi
simpanan potongan gaji. Dalam transaksi simpanan dalam
pembuatan daftar potong gaji, penerimaan, pencatatan dan
penyimpanan transaksi simpanan anggota hanya ada satu orang
yang mengatur semuanya yaitu oleh bendahara.
c. Permasalahan dalam Sistem Akuntansi Utang dari Simpanan Anggota
Lama (Pembayaran Langsung) di Koperasi Dian Banjarmasin
1) Dokumen yang digunakan
Dokumen yang digunakan dalam Sistem Akuntansi Utang
dari Simpanan Anggota Lama (Pembayaran Langsung) di Koperasi
Dian Banjarmasin bukti kas masuk tidak memiliki nomor tercetak
2) Catatan Akuntansi yang digunakan
Catatan akuntansi yang digunakan oleh koperasi sudah
memadai dalam mencatat transaksi simpanan anggota koperasi.
Koperasi Dian Banjarmasin menggunakan buku jurnal penerimaan
kas sebagai dokumen catatan akuntansi. Dalam catatan akuntansi
buku jurnal penerimaan kas digunakan untuk mencatat kas masuk
secara umum. Bentuk catatan yang mencatat seluruh kas masuk ini
masih memiliki kelemahan, yaitu tidak dapat mengetahui jumlah
simpanan yang telah disetorkan oleh anggota koperasi selama
bergabung sebagai anggota koperasi.
Microsoft Excel Simpanan anggota dibuat untuk
menyelesaikan permasalahan tersebut. Dengan bantuan dari
Microsoft Excel, koperasi membuat file Excel dengan periode satu
tahun. Namun metode ini juga masih memiliki kelemahan, yaitu
masih sulit dalam membuat kartu simpanan anggota karena setiap
tahun akan ada file Microsoft Excel yang baru.
3) Sistem Pengendalian Intern
Sistem pengendalian interal pada Koperasi Dian Banjarmasin
adalah sebagai berikut:
a) Pemisahan tanggung jawab secara tegas
Kegiatan simpanan anggota pembayaran langsung
dalam transaksi simpanan langsung menggunakan fungsi
kasir sebagai penerima, pencatat, dan pembuat bukti
transaksi, bukti transaksi akan dibukukan oleh juru buku,
dan penyimpanan uang transaksi dilaksanakan oleh
bendahara koperasi.
b) Sistem Otorisasi
Sistem otorisasi simpanan anggota lama
pembayaran langsung pada Koperasi Dian Banjarmasin
dinilai penulis belum cukup baik, karena didalam proses
transaksi simpanan pembayaran langsung anggota pada
bukti kas masuk tidak diotorisasi oleh ketua koperasi.
c) Praktik yang sehat
Tidak terjadinya rangkap tugas dalam pada fungsi
pembayaran simpanan anggota merupakan hal yang bagus,
hanya kurang pada pemberian otorisasi dari ketua pada
proses transaksi ini.
2. Hasil Analisis Sistem Informasi Akuntansi Piutang
Sistem akuntansi piutang dirancang untuk mencatat transaksi
terjadinya piutang dan berkurangnya piutang. Pada Koperasi Dian
Banjarmasin terjadinya piutang berasal dari kegiatan pinjaman anggota
pengajuan pinjaman oleh anggota, hingga pembayaran piutang dengan cara
angsuran.
Analisis dilakukan berdasarkan kelengkapan dokumen, catatan
akuntansi yang digunakan, jaringan prosedur, dan fungsi-fungsi yang terkait,
dan sistem pengendalian intern. Hasil analisis dapat diuraikan sebagai
berikut.
a. Permasalahan dalam Sistem Akuntansi Piutang dari Pinjaman Anggota
di Koperasi Dian Banjarmasin
1) Dokumen yang digunakan
Dokumen yang digunakan dalam sistem akuntansi piutang
pada Koperasi Dian Banjarmasin menggunakan formulir
permohonan pinjaman, bukti kas keluar. Penggunaan bukti kas
keluar yang tidak menggunakan nomor urut tercetak dapat
mempersulit dalam pengarsipan dan pencarian kembali dokumen
serta berpeluang dalam terjadinya penyalahgunaan terhadap
dokumen tersebut.
2) Catatan Akuntansi yang digunakan
Catatan akuntansi yang digunakan pada Koperasi Dian
Banjarmasin sudah memadai dalam pencatatan transaksi piutang.
Pencatatan pinjaman anggota dicatat kedalam buku jurnal
kas digunakan untuk mencatat kas masuk secara umum, lalu data
transaksi pinjaman diinputkan kembali kedalam Microsoft Excel.
Koperasi Dian Banjarmasin memiliki empat buah file
Microsoft Excel yang berbeda untuk membedakan pinjaman sesuai
dengan jenisnya yaitu pinjaman jangka panjang, pinjaman jangka
menengah, pinjaman jangka pendek, dan pinjaman konsumtif. Pada
Koperasi Dian Banjarmasin anggota diperbolehkan untuk memiliki
beberapa jenis pinjaman sekaligus. Koperasi akan menyetujui
permohonan pinjaman apabila anggota dinilai masih dapat
melunasi pinjaman tersebut, untuk mempermudah pengontrolan
pinjaman dan pembayaran angsuran terhadap pinjaman anggota
diperlukan aplikasi bantu yang dapat mengontrol semua pinjaman
yang dimiliki anggota sekaligus dapat melihat kelancaran
pembayaran angsuran secara bersamaan.
3) Jaringan Prosedur dan Fungsi-fungsi yang terkait
Jaringan prosedur pada Koperasi Dian Banjarmasin sudah
baik karena unit yang terlibat mempunyai fungsinya
masing-masing, seperti fungsi bendahara yang menerima permohonan
pinjaman dari anggota dan mengeluarkan kas berupa pinjaman
kepada anggota koperasi, fungsi ketua sebagai pengotorisasi semua
dokumen yang terkait dengan akuntansi piutang seperti formulir
pengarsipan semua formulir yang terkait. Dilihat dari bagian yang
terkait sudah sesuai dengan tugasnya masing-masing.
4) Sistem Pengendalian Intern
Menurut penulis, sistem akuntansi utang pada Koperasi
Dian Banjarmasin sudah belum sepenuhnya memiliki praktik kerja
yang sehat. Dalam sistem akuntansi piutang atau pinjaman anggota,
bendahara masih merangkap tugas untuk menyimpan uang, juga
bertugas menerima permohonan pinjaman, menegeluarkan serta
mencatat pengeluaran pinjaman tersebut. Namun, masalah
kemungkinan terjadinya penyelewengan dana koperasi memiliki
sistem otorisasi dari kertua koperasi terhadap setiap permohonan
pinjaman.
3. Alternatif Pemecahan Masalah
Berdasarkan analisis yang telah diuraikan sebelumnya, baik untuk
sistem akuntansi utang maupun piutang, ditemukan beberapa hal yang
dianggap sebagai kelemahan yaitu kekurangan dalam dokumen dan catatan
akuntansi, dan kekurangan dalam pemisahan tanggung jawab (unsur
pengendalian intern). Berikut saran terkait kelemahan-kelemahan diatas:
a. Pada sistem akuntansi utang dan piutang diperlukan penambahan nomor
urut kode anggota pada formulir pendaftaran anggota baru, serta nomor
urut tercetak pada bukti kas masuk sebagai bukti penerimaan sejumlah
dari no urut tercetak agar mempermudah dalam pengawasan kas masuk
atau keluar koperasi.
Berikut dokumen yang disarankan oleh penulis:
Tabel 11 Bukti Kas Masuk
KOPERASI Dian
BADAN HUKUM 518/027/22.2/BH/XIX/XI/2009
BUKTI PENERIMAAN KAS/BANK
No Urut tercetak:
Telah dibayarkan kepada Joni Terbilang:
Seratus Ribu Rupiah Tunai Rp.100.000 Cheque No ….. Rp.xxx Bank …. Rp.xxx Jumlah Rp.xxx Untuk Pembayaran : ….. Banjarmasin, 1 Agustus 2016 Menyetujui Pengurus Yang
menyerahan yang menerima
Asman Supiati Joni
Tabel 12 Bukti Kas Keluar
KOPERASI Dian
BADAN HUKUM 518/027/22.2/BH/XIX/XI/2009
BUKTI PENGELUARAN KAS/BANK
No Urut tercetak:
Telah dibayarkan kepada Joni Terbilang:
Seratus Ribu Rupiah Tunai Rp.100.000 Cheque No ….. Rp.xxx Bank …. Rp.xxx Jumlah Rp.xxx Untuk Pembayaran : ….. Banjarmasin, 1 Agustus 2016 Menyetujui Pengurus Yang
menyerahan yang menerima
Asman Supiati Joni
Sumber: Diolah oleh penulis
b. Pada sistem akuntansi utang dan piutang perlu penambahan
catatan akuntansi seperti buku yang khusus untuk mencatat
simpanan anggota koperasi, yang dapat digunakan dalam
mengetahui jumlah simpanan anggota selama menjadi anggota.
Sedangkan untuk pinjaman juga diperlukan buku yang mencatat
seluruh pinjaman anggota, jadi pihak koperasi dapat dengan
mudah mengontrol pinjaman dan angsuran setiap anggota.
Koperasi memang telah menggunakan Microsoft Excel sebagai
alat untuk mencatat daftar simpanan dan pinjaman anggota, tetapi
koperasi, semakin lama koperasi berjalan maka semakin banyak
pula file Microsoft Excel yang digunakan oleh koperasi.Untuk
itu, maka penggunaan progam yang tidak terikat waktu periode
satu tahun berjalan sangat membantu dalam proses pencatatan,
pengawasan, dan pembuatan laporan simpan dan pinjam anggota.
c. Sistem Pengendalian Intern
Perlu pemisahan tanggung jawab dalam sistem pemberian
pinjaman. Dalam sistem yang sudah ada bendahara berfungsi
sebagai penerima permohonan pinjaman, penyimpan uang, serta
pihak yang mengeluarkan uang pinjaman kepada anggota. Dilihat
dari struktur organisasi koperasi yang memiliki kasir, maka akan
lebih baik bila pengajuan permohonan pinjaman anggota
dilakukan melalui kasir terlebih dahulu.
d. Jaringan prosedur yang digunakan
Berdasarkan analisis yang telah diuraikan sebelumnya,
jaringan prosedur untuk transaksi utang dan piutang Koperasi
Dian Banjarmasin sudah cukup baik. Perubahan jaringan
prosedur terdapat dalam sistem pecatatan yang dilakukan secara
manual dan penginputan kembali kedalam Microsoft Excel yang
berbeda sesuai dengan bentuk transaksinya, diubah menjadi
sistem yang terkomputerisasi dalam hal ini program aplikasi
prosedur masing-masing sistem untuk bagian yang mengalami
perubahan dari sistem manual ke sistem terkomputerisasi.
1) Sistem akuntansi utang yang disarankan, terdiri dari:
a) Jaringan Prosedur Anggota Baru
Pada jaringan prosedur untuk anggota baru, proses
penginputan dimulai setelah calon anggota diterima
menjadi anggota koperasi dan membayarkan simpanan
pokok anggota sebagai syarat unutk menjadi anggota.
Berikut merupakan jaringan prosedur selengkapnya unutk
anggota baru koperasi:
(1) Sekretaris menyerahkan formulir permohonan
menjadi anggota kepada calon anggota koperasi
(2) Calon anggota menyerahkan formulir anggota yang
telah diisikan, formulir lalu diserahkan kepada ketua
koperasi untuk di otorisasikan
(3) Formulir pendaftaran anggota diserahkan kembali
kepada sekretaris, sekretaris menyerahkan formulir
pendaftaran anggota kepada bendahara
(4) Bendahara menerima formulir pendaftaran anggota
dan uang simpanan pokok anggota baru
(5) Bendahara membuat dua rangkap bukti kas masuk,
dengan formulir pendaftaran dan bukti kas masuk
kedalam program aplikasi simpan pinjam yang telah
tersistem
(6) Bendahara mencetak laporan data anggota dan daftar
simpanan anggota menyerahkannya kepada sekretaris
bersama dengan satu rangkap bukti kas masuk unutk
diarsipkan sesuai tanggal
b) Jaringan Prosedur Anggota Lama
Dalam jaringan prosedur anggota lama yang
membedakan adalah tidak perlu mengajukan lagi
permohonan menjadi anggota, tetapi langsung melalui
prosedur pemotongan gaji oleh bendahara kantor.
(1) Prosedur simpanan potong gaji (karyawan dan
honorer)
(a) Setiap akhir bulan bendahara koperasi membuat 2
rangkap daftar potongan gaji, kemudian daftar
potongan gaji diserahkan kepada ketua koperasi
untuk diperiksa kembali
(b) Daftar potongan gaji yang telah disetujui oleh
ketua koperasi kemudian diserahkan kepada
memotong gaji dari anggota koperasi (karyawan
dan honorer)
(c) Bendahara koperasi menerima uang potongan gaji
dari bendahara kantor, dan mencocokkan dengan
daftar potongan gaji
(d) Bendahara menginput daftar potongan gaji
kedalam program aplikasi dan mencetak daftar
simpanan anggota
(e) Bendahara koperasi menyerahkan daftar potongan
gaji serta lembar bukti penerimaan kas kepada
bendahara kantor, kemudian 1 sisa rangkap daftar
potongan gaji dan bukti penerimaan kas serta
daftar simpanan anggota tersebut kemudian
diserahkan kepada sekretaris unutk diarsipkan
(2) Prosedur simpanan dengan pembayaran langsung
(pensiunan)
(a) Anggota datang sendiri atau pun diwakilkan oleh
orang lain, dengan membawa kartu anggota dan
buku simpanan anggota
(b) Anggota membayarkan setoran kepada kasir
(c) Kasir menerima uang setoran simpanan anggota,
program aplikasi, lalu mencetak bukti penerimaan
kas 2 rangkap dan daftar simpanan anggota
(d) Bukti penerimaan kas satu rangkap diserahkan
kepada bendahara koperasi dan rangkap bukti
penerimaan kas lainnya diserahkan bersama daftar
simpanan anggota kepada juru buku untuk
dibukukan sebelum diserahkan kepada sekretaris
untuk diarsipkan
2) Sistem akuntansi piutang yang disarankan:
Pada jaringan prosedur untuk transaksi piutang
penginputan data kedalam program aplikasi simpan pinjam
dimulai dari bagian kasir atau bendahara yang menginputkan
pinjaman anggota koperasi berdasarkan bukti kas keluar, dan
formulir permohonan pinjaman. Jaringan prosedur yang
membentuk sistem akuntansi piutang Koperasi Dian
Banjarmasin adalah:
a) Prosedur permohonan pinjaman anggota
(1) Kasir menerima permohonan dari anggota, dan
menyerahkan formulir permohonan anggota kepada
anggota
(2) Formulir permohonan yang telah diisi oleh anggota
menganalisi apakah permohonan pinjaman dapat
diterima atau tidak (memastikan apakah jumlah gaji
yang dimiliki anggota sanggup untuk membayar
angsuran pinjaman)
(3) Formulir yang telah mendapat persetujuan diserahkan
kepada bendahara
(4) Bendahara mengeluarkan uang dan membuat bukti kas
keluar sebagai bukti keluarnya kas untuk pinjaman
anggota
(5) Kasir menyerahkan uang kepada anggota dan
menginputkan data kedalam program aplikasi sesuai
dengan formulir permohonan pinjaman dan bukti kas
keluar
(6) Formulir permohonan pinjaman dan bukti kas keluar
diserahkan kepada sekretaris untuk diarsipkan secara
permanen sesuai tanggal
3) Bagan Alir Dokumen
Bagan alir dokumen sistem akuntansi utang dan piutang yang
Bagan 8
Flowchart Prosedur Penerimaan Anggota Baru yang disarankan
Sekretaris Bendahara
Sumber: Diolah Penulis
Keterangan
FPA :Formulir Permohonan Anggota BKM :Bukti Kas Masuk
LDA : Laporan Daftar Anggota DSA : Daftar Simpanan Anggota
Bagan 9
Flowchart Prosedur Simpanan Anggota Potong Gaji yang disarankan
Bendahara Koperasi
Sumber: Diolah Penulis
Keterangan
DPG :Daftar Potongan Gaji BPK :Bukti Penerimaan Kas DSA : Daftar Simpanan Anggota
Lanjutan
Ketua Koperasi Sekretaris Bendahara Kantor
Sumber: Diolah Penulis
Keterangan
DPG :Daftar Potongan Gaji BPK :Bukti Penerimaan Kas DSA : Daftar Simpanan Anggota
Bagan 10
Flowchart Prosedur Simpanan Anggota Bayar Langsung yang disarankan
Kasir Sekretaris Bendahara
Sumber: Diolah Penulis
Keterangan
BPK :Bukti Penerimaan Kas DSA : Daftar Simpanan Anggota
Bagan 11
Flowchart Prosedur Pinjaman Anggota yang disarankan
Kasir
Sumber: Diolah Penulis
Keterangan
FPP :Formulir Permohonan Pinjaman BPK : Bukti Pengeluaran Kas
Lanjutan
Ketua Bendahara Sekretaris
Sistem informasi akuntansi simpan pinjam yang berjalan pada Koperasi
Dian Banjarmasin sudah cukup memadai. Tidak terlalu banyak perubahan
pada sistem yang disarankan oleh penulis. Penulis hanya menyarankan sistem
yang selama ini dikerjakan manual dapat dibuat menjadi terkomputerisasi.
Catatan manual seperti Buku jurnal penerimaan kas masih dapat digunakan
walaupun sudah terdokumentasi kedalam program dan disajikan dalam daftar
simpanan anggota. Terdapat penyempurmaan dalam dokumen tercetak untuk
bukti kas masuk dan bukti kas keluar agar mempermudah pihak koperasi
dalam pengarsipan dokumen.
c. Sistem Informasi Akuntansi Simpan Pinjam Berbasis Koputer pada Koperasi
Dian Banjarmasin
1) Diagram Alir Data (DAD) / Data Flow Diagram (DFD) Sistem Informasi
Akuntansi Simpan Pinjam
DAD/DFD merupakan suatu model yang menggambarkan aliran data
dan proses untuk mengolah data dalam suatu sistem. Simbol pengolahan
digunakan untuk menunjukan tempat- tempat dalam sistem informasin yang
mengolah atau mengubah data yang diterima menjadi data yang mengalir
ke luar. Berikut merupakan Data Flow Diagram yang disarankan pada
Bagan 12
Diagram Konteks Sistem Informasi Akuntansi Simpan Pinjam
Bagan 13
DAD Level 0 Sistem Informasi Akuntansi Simpan Pinjam
Sumber: Diolah Penulis
FPPA : Formulir Permohonan Pendaftaran Anggota FPP : Formulir Permohonan Pinjaman
Gambar 16
Diagram Level 1 Proses 1 Sistem Informasi Simpan Pinjam
Sumber: Diolah Penulis
FPPA : Formulir Permohonan Pendaftaran Anggota FPP : Formulir Permohonan Pinjaman
Gambar 17
Diagram Level 1 Proses 2 Sistem Informasi Simpan Pinjam
Sumber: Diolah Penulis
FPPA : Formulir Permohonan Pendaftaran Anggota FPP : Formulir Permohonan Pinjaman
Gambar 18
Diagram Level 1 Proses 3 Sistem Informasi Simpan Pinjam
Sumber: Diolah Penulis
2) Sistem Basis Data
Berikut merupakan penjelasan sistem basis data, penggunaan
keterangan tambahan “Rian” untuk setiap tabel dan nama field merupakan identifikasi nama penulis dalam pengerjaan tugas akhir. Hal ini
dimaksudkan untuk mengurangi terjadinya copy paste dalam tahap
pembuatan program aplikasi. Hal ini sesuai dengan yang disarankan oleh
dosen pembimbing.
a) Desain basis data secara logika
Sistem basis data menjadi akurat, cetap dan efisien serta dapat
memberikan data yang diharapkan, maka dibentuklah normalisasi.
Relasi antar tabel merupakan relasi dengan normalisasi bentuk ketiga
(3NF). Adapun kriteria-kriteria yang menunjukan relasi antar tabel telah
dalam bentuk normalisasi ketiga (3NF), sebagai berikut:
(1) Relasi antar tabel telah memenuhi aturan bentuk normal pertama
(1NF), yaitu nilai semua atribut tidak lagi ersifat atomik atau masih
dapat dipecah menjadi unit-unit yang lebih kecil.
(2) Relasi antar tabel telah memenuhi aturan bentuk normal kedua
(2NF), yaitu:
(a) Berada pada bentuk normal pertama (1NF). Tidak ada lagi atribut
bukan kunci hadir dalam realsi sehingga semua atribut pada relasi
adalah pada tabel tbAnggotaRian yang menjadi kunci primer
adalah KodeAnggotaRian yang mempunyai atribut nama anggota,
dan lain-lain bergantung kepad KodeAnggotaRian
(b) Semua atribut bukan kunci memiliki ketergantungan fungsional
(depentasi fungsional) terhadap kunci utama (primary key).
adalah KodeAnggotaRian mempunyai atribut NamaAnggotaRian,
AlamatRian, dan lain-lain bergantung pada KodeAnggotaRian.
(3) Telah memenuhi bentuk normal ketiga (3NF), yaitu:
(a) Berada pada bentuk normal kedua (2NF)
(b) Semua atribut buan kunci tidak boleh memiliki ketergantungan
fungsional terhadap atribut buan kunci lainnya, seluruh atribut
bukan kunci hanya memiliki ketergantungan fungsional
terhadap kunci primer direlasi itu saja. Contohnya pada
tbJabatanRian yang mempunyai atribut JabatanRian hanya
memiliki ketergantungan kepada kunci primernya yaitu
KodeJabatanRian
Disamping telah memenuhi syarat bentuk ketiga (3NF) diatas, maka
relasi antar tabel tersebut juga telah menghindari anomali-anomali
berikut:
(1) Anomali Penyisipan (Insertion)
Anomali penyisipan merupakan kesalahan yang terjadi
sebagai akibat dari operasi penyisipan (insert) tuple-record pada
sebuah realsi. Misalnya tabel tbAnggotaRian terdapat atribut
KodeAnggotaRian yang berisi KA001 dan KA002. Amomali
penyisipan akan terjadi jika pada tabel tbSimpananRian yang
atributnya KodeAnggotaRian diisi dengan KA003 tersebut akan
(2) Anomali Penghapusan (Delete)
Anomali penghapusan merupakan kesalahan yang terjadi
sebagai akibat operasi penghapusan terhadap record dari sebuah
relasi. Misalnya tabel tbSimpananRian terdapat atribut
KodeAnggotaRian yang berisi KA001 dan KA002. Anomali
penghapusan akan terjadi jika pada tabel tbAnggotaRian yang
atributnya KodeAnggotaRian yaitu KA002 dihapus. Dengan
relasi ini maka anomali ini dapat dicegah karena penghapusan
KA002 akan ditolak oleh relasi ini.
(3) Anomali Modifikasi (update)
Anomali modifikasi atau kesalahan mengubah adalah
kesalahan pada waktu mengubah suatu data pada suatu data pada
tabel, maka tabel lain juga ikut dirubah. Misalnya tabel
tbAnggotaRian terdapat atribut KodeAnggotaRian yang berisi
KA001 diganti dengan KA002. Anomali modifikasi akan terjadi
jika pada tabel tbSimpananRian yang atributnya
KodeAnggotaRian. Dengan relasi ini makan anomali ini dapat
dicegah karena perubahan KA002 tersebut akan ditolak oleh
Gambar 19 Relasi SQL
(1) Tabel tbAnggotaRian
Tabel tbAnggotaRian merupakan tabel yang digunakan untuk
menyimpan data anggota. Tabel ini memiiki jenil relasi one-to-may ke
tbPinjamanRian dan tbSimpananRian dengan keyfield
KodeAnggotaRian. Hal ini berarti bahwa satu data anggota pada tabel
anggota bisa mempunyai banyak data pada tbPinjamanRian dan
tbSimpananRian.
Gambar 20 tbAnggotaRian
(2) Tabel tbPinjamanRian
Tabel tbPinjamanRian merupakan tabel yang digunakan untuk
menyimpan data pinjaman anggota. Tabel ini memiliki jenis data relasi
one-to-many ke tbAngsuranRian dengan keyfield NoPinjamanRian. Hal
ini berarti bahwa satu data pinjaman pada tabel pinjaman bisa
mempunyai banyak data pada tbAngsuranRian.
Gambar 21 tbPinjamanRian
Sumber: Diolah Penulis
(3) Tabel tbSimpananRian
Tabel tbSimpananRian merupakan tabel yang digunakan untuk
menyimpan data simpanan anggota. Tabel ini memiliki jenis data relasi
one-to-many ke tbAnggotaRian dengan keyfiled KodeAnggotaRian. Hal
ini berarti bahwa satu data anggota pada tabel anggota bisa mempunyai
Gambar 22 tbSimpananRian
Sumber: Diolah Penulis
(4) Tabel tbAngsuranRian
Tabel tbAngsuranRian merupakan tabel yang digunakan untuk
menyimpan data angsuran anggota. Tabel ini memiliki jenis data relasi
one-to-many ke tbPinjaman dengan keyfiled NoPinjamanRian. Hal ini
berarti bahwa satu data anggota pada tabel pinjaman bisa mempunyai
banyak data pada tbAngsuranRian.
Gambar 23 tbAngsuranRian
(5) Tabel tbJenisPinjamanRian
Tabel tbJenisPinjamanRian merupakan tabel yang digunakan
untuk menyimpan data jenis pinjaman. Tabel ini memiliki jenis data
relasi one-to-many ke tbPinjamanRian dengan keyfield
KodePinjamanRian
Gambar 24 tbJenisPinjamanRian
Sumber: Diolah Penulis
(6) Tabel tbKaryawanRian
Tabel tbKaryawanRian merupakan tabel yang digunakan untuk
menyimpan data pengguna program aplikasi dan passwordnya. Tabel ini
memiliki jenis data relasi one-to-many ke tbPinjamanRian,
tbSimpananRian, tbAngsuranRian, dan tbAnggotaRian.
Gambar 25 tbKaryawanRian
(7) Tabel tbPekerjaanRian
Tabel tbPekerjaanRian merupakan tabel yang digunakan untuk
menyimpan data pekerjaan anggota koperasi apakah PNS, honorer, atau
pensiunan. Tabel ini memiliki jenis data relasi one-to-many ke
tbAnggotaRian.
Gambar 26 tbPekerjaanRian
Sumber: Diolah Penulis
(8) Tabel tbJenisKelaminRian
Tabel tbJenisKelaminRian merupakan tabel yang digunakan
untuk menyimpan data jenis kelamin anggota koperasi. Tabel ini
memiliki jenis data relasi one-to-many ke tbAnggotaRian.
Gambar 27 tbJenisKelaminRian
(9) Tabel tbStatusRian
Tabel tbStatusRian merupakan tabel yang digunakan untuk
menyimpan data apakah anggota aktif atau tidak. Tabel ini memiliki
jenis data relasi one-to-many ke tbAnggotaRian.
Gambar 28 tbStatusRian
Sumber: Diolah Penulis
(10) Tabel tbJabatanRian
Tabel tbJabatanRian merupakan tabel yang digunakan untuk
menyimpan data jabatan pengurus koperasi. Tabel ini memiliki jenis
data relasi one-to-many ke tbKaryawanRian.
Gambar 29 tbJabatanRian
(11) Tabel TbHeaderPotonganRian
Tabel TbHeaderPotonganRian merupakan tabel yang digunakan
untuk menyimpan data header dari transaksi potongan gaji
pembayaran angsuran pinjaman anggota koperasi.
Gambar 30
TbHeadaerPotonganRian
Sumber: Diolah Penulis
(12) Tabel TbDetailPotonganRian
Tabel TbDetailPotonganRian merupakan tabel yang digunakan
untuk menyimpan data detai dari transaksi potongan gaji pembayaran
angsuran pinjaman anggota koperasi.
Gambar 31 TbDetailPotonganRian
3) Dokumen Masukan (Input)
Dokumen masukan adalah dokumen yang digunakan untuk penyusunan
laporan data anggota, data simpanan, dan data pinjaman:
a) Nama Dokumen : Formulir Permohonan Pendaftaran Anggota
Fungsi : Untuk masukan data anggota
Sumber : Fungsi Sekretaris
b) Nama Dokumen : Formulir Permohonan Pinjaman
Fungsi : Untuk masukan data pinjaman
Sumber : Fungsi Bendahara
c) Nama Dokumen : Bukti Kas Masuk & Bukti Kas Keluar
Fungsi : Untuk masukan data simpanan dan pinjaman
Sumber : Fungsi Kasir
4) User Interface
a) Main Form
Main form atau login form berfungsi sebagai form pertama bagi user
untuk masuk pertama kali saat akan menjalankan program aplikasi
dengan memasukkan user name dan password pengguna. Berikut
Gambar 32 Form Login
Sumber: Diolah Penulis
b) Form Menu Utama
Form menu utama adalah tampilan awal saat user telah login ke dalam
program aplikasi sistem informasin akuntansi simpan pinjam. Melalui
form menu utama user dapat mengakses form-form yang dapat
membantu kegiatan transaksi simpan pinjam, berikut ini tampilan dari
form menu utama:
Gambar 33 Form Menu Utama
(1) Master Anggota
Master anggota merupakan form yang berfungsi untuk
memasukkan data anggota koperasi baru, transaksi simpanan pokok
anggota juga dimasukkan melewati form master anggota ini,
berikut tampilan dari form master anggota:
Gambar 34 Form Master Anggota
Sumber: Diolah Penulis
(2) Master Jenis Pinjaman
Master jenis pinjaman merupakan form yang berfungsi untuk
memasukkan jenis pinjaman yang dimiliki koperasi. Sejauh ini
koperasi memiliki empat macam jenis pinjaman yaitu pinjaman
pendek, dan pinjaman konsumtif. Berikut merupakan tampilan dari
form jenis pinjaman:
Gambar 35
Form Master Jenis Pinjaman
Sumber: Diolah Penulis
(3) Master Karyawan
Master karyawan merupakan form yang berfungsi untuk
memasukkan user yang akan menggunakan program aplikasi
simpan pinjam dengan menginputkan data dan password. Berikut
Gambar 35 Form Master Karyawan
Sumber: Diolah Penulis
(4) Transaksi Simpanan
Form transaksi simpanan merupakan form yang berfungsi untuk
memasukkan data transaksi simpanan wajib dan sukarela anggota.
Gambar 36
Form Transaksi Simpanan
Sumber: Diolah Penulis
(5) Transaksi Pinjaman
Form transaksi pinjaman merupakan form yang berfungsi untuk
memasukkan data transaksi pinjaman anggota. Berikut merupakan
Gambar 37
Form Transaksi Pinjaman
Sumber: Diolah Penulis
(6) Transaksi Angsuran
Form transaksi angsuran merupakan form yang berfungsi untuk
memasukkan data transaksi angsuran dari anggota koperasi. Berikut
Gambar 38
Form Transaksi Angsuran
Sumber: Diolah Penulis
(7) Transaksi Simpanan Wajib Massal
Form transaksi simpanan wajib massal merupakan form yang
berfungsi untuk memasukkan data simpanan wajib dari anggota
sekaligus sebanyak jumlah anggota yang telah terdaftar didalam
Gambar 39
Form Transaksi Simpanan Wajib Massal
Sumber: Diolah Penulis
Semua simpanan akan tersimpan secara otomatis kedalam database,
lalu untuk, mengatasi masalah apabila ada anggota yang belum
melakukan simpanan maka data simpanan dapat dihapus langsung
8) Form Laporan
Laporan terdiri dari semua master dan transaksi yang ada di program
aplikasi simpan pinjam. Berikut beberapa laporan tersebut:
Gambar 40 Laporan Data Anggota
Gambar 41
Laporan Kartu Simpanan Anggota
Sumber: Diola Penulis
Gambar 42
Laporan Pinjaman Anggota