BAB II
LANDASAN TEORI
2.1. Konsep Dasar Sistem
Menurut Sutabri (2012:2) dalam bukunya yang berjudul Analisis Sistem Informasi mengungkapkan “Secara sederhana sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen, atau variable yang terorganisasi, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain dan terpadu,. Teori sistem secara umum pertama kali diuraikan oleh Kenneth Boulding, terutama menekankan pentingnya perhatian terhadap setiap bagian yang membentuk sebuah sistem. Unsur-unsdur yang mewakili sistem secara umum adalah masukan (input), pengolahan (processing), dan keluaran (output). Di samping itu suatu sistem senantiasa tidak terlepas dari lingkungan sekitarnya. Maka umpan balik (feed-back) selain dapat berasal dari output, juga dapat berasal dari lingkungan sistem tersebut”.
A. Pengertian Sistem
Atmosudirdjo dalam buku yang ditulis Sutabri (2012:7),” menyatakan bahwa suatu sistem terdiri atas objek-objek atau unsur-unsur atau komponen- komponen yang berkaitan dan berhubungan satu sama lainnya sedemikian rupa sehingga unsur-unsur tersebut merupakan suatu kesatuan pemrosesan atau pengolahan yang tertentu”.
Dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa suatu sistem pada dasarnya adalah sekelompok unsur yang erat hubungannya satu sama lain, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu.
8
B. Karakteristik Sistem
Menurut Sutabri (2012:13) Karakteristik Sistem adalah sebagai berikut:
1. Komponen Sistem (Components)
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem tersebu dapat berupa suatu bentuk subsistem. Setiap subsistem memliki sifat-sifat subsistem yang menjalankan suatu fungsi teretntu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Suatu sistem dapat mempunyai sistem yang lebih besar yang disebut dengan Supra Sistem.
2. Batasan Sistem (Boundary)
Ruang lingkup sistem merupakan daerah yang membatasi antara sistem dengan sistem lainnya atau sistem dengan lingkungan luarnya. Batasan sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan.
3. Lingkungan Luar Sistem (Environtment)
Bentuk apapun yang ada diluar ruang lingkup atau batasan sistem yang mempengaruhi operasi sistem tersebut dengan linkungan luar sistem.
Lingkungan luar sistem ini dapat menguntungkan dan dapat juga merugikan sistem tersebut. Lingkungan luar yang menguntungkan merupakan energi bagi sistem tersebut, yang dengan demikian ligkungan luar tersebut harus selalu dijaga dan dipelihara. Sedangkan lingkungan luar yang merugikan harus dikendalikan, agar tidak mengganggu kelangsungan hidup sistem tersebut.
4. Penghubung Sistem (Interface)
Media yang menghubungkan sistem dengan subsistem yang lain disebut dengan penghubung sistem atua Interface. Penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem yang lain.
Keluaran suatu subsistem akan menjadi masukan untuk subsistem yang lain dengan melewati penghubung. Dengan demikian terjadi suatu integrasi sistem yang membentuk satu kesatuan.
5. Masukan Sistem (Input)
Energi yang dimasukan ke dalam sistem disebut masukan sistem, yang dapat berupa pemeliharaan (maintenance input) dan sinyal (signal input).
Sebagai contoh, di dalam suatu unit komputer, “program” adalah maintenance input yang digunakan untuk mengoperasikan computer.
Sementara “data” adalah signal input yang akan diolah menjadi informasi.
6. Keluaran Sistem (Output)
Hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna. Keluaran ini merupakan masukan bagi subsistem yang lain.
7. Pengolah Sistem (Procces)
Suatu sistem dapat mempunyai suatu proses yang akan mengubah masukan menjadi keluaran.
8. Sasaran Sistem (Objective)
Suatu sistem memiliki tujuan dan sasaran yang pasti dan bersifat deterministik. Kalau suatu sistem tidak memiliki sasaran, maka operasi sistem tidak ada gunannya, suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atua tujuan yang telah direncanakan.
C. Klasifikasi Sistem
Menurut Tata Sutabri (2012:15), sistem dapat di klasifikasikan dari beberapa sudut pandangan, yaitu :
1. Sistem abstrak dan sistem fisik
Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik, misalnya sistem teologia, yaitu suatu sistem yang berupa pemikiran tentang hubungan antara manusia dan Tuhan. Sedangkan sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik, seperti sistem komputer, sistem produksi, sistem penjualan, sistem administrasi personalia dan lain sebagainya.
2. Sistem alamiah dan sistem buatan manusia
Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat oleh manusia misalnya sistem perputaran bumi, terjadinya siang malam dan pergantian musim. Sedangkan sistem buatan manusia merupakan sistem yang melibatkan hubungan manusia dengan mesin yang disebut dengan human machine system. Contohnya sistem informasi berbasis komputer.
3. Sistem deterministik dan sistem probabilistik
Sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang dapat di prediksi disebut sistem deterministik. Sedangkan sistem yang bersifat probabilistik adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat di prediksi karena mengandung unsur probabilitas.
4. Sistem terbuka dan sistem tertutup
Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan dipengaruhi oleh lingkungan luarnya, yang menerima masukan dan menghasilkan keluaran
untuk subsistem lainnya. Sedangkan sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh oleh lingkungan luarnya.
D. Pengrtian Informasi
Menurut Sutabri (2012:21) “Informasi adalah data yang telah diklasifikasikan atau diolah untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
sistem pengolahan informasi akan mengolah data menjadi informasi atau mengolah data dari bentuk tak beguna menjadi berguna bagi yang menerimanya.”
E. Konsep Dasar Sistem Informasi
Pengertian sistem informasi merupakan hal yang sangat penting bagi manajemen dalam pengambilan keputusan. Informasi dapat diperoleh dari sistem informasi (information system) atau disebut juga dengan processing system atau information genetaring system.
Menurut Robert A. Leitch dan K. Roscoe Davis dalam Puspitawati dan Anggadini (2011:1) “ sistem informasi didefinisikan sebagai suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan”.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan adanya suatu sistem informasi maka suatu organisasi atau perusahaan dapat menyediakan informasi untuk perorangan ataupun instansi yang mempunyai kepentingan terhadap informasi tersebut.
F. Basis Data
Menurut Anhar (2010:45) “Database adalah sekumpulan tabel-tabel yang berisi data dan merupakan kumpulan dari baris (field) dan kolom (coloumn)”.
Struktur file yang menyusun sebuah database adalah Data Record dan Field.
G. Model Pengembangan Perangkat Lunak
Menurut Pressman (2010:39) model waterfall atau biasa disebut klasik Life Cycle adalah model klasik yang bersifat sistematis, berurutan dalam membangun piranti lunak.
Sumber : Pressman (2010:39)
Gambar II.1
Model Pengembangan Waterfall
Aktivitas-aktivitas dalam waterfall model adalah sebagi berikut : 1. Communication
Langkah ini merupakan analisis terhadap kebutuhan software, dan tahap untuk mengadakan pengumpulan data dengan melakukan pertemuan dengan customer, maupun mengumpulkan data-data tambahan baik yang ada di jurnal, artikel, maupun dari internet.
2. Planning
Proses planning merupakan lanjutan dari proses communication (analysis requirement). Tahapan ini akan menghasilkan dokumen user requirement atau bisa dikatakan sebagai data yang berhubungan dengan keinginan user dalam pembuatan software, termasuk rencana yang akan dilakukan.
3. Modeling
Proses modeling ini akan menerjemahkan syarat kebutuhan ke sebuah perancangan software yang dapat diperkirakan sebelum dibuat coding. Proses ini berfokus pada rancangan struktur data, arsitektur software, representasi interface, dan detail (algoritma) prosedural. Tahapan ini akan menghasilkan dokumen yang disebut software requirement.
4. Construction
Construction merupakan proses membuat kode. Coding atau pengkodean merupakan penerjemahan desain dalam bahasa yang bisa dikenali oleh komputer. Programmer akan menerjemahkan transaksi yang diminta oleh user.
Tahapan inilah yang merrupakan tahapan secara nyata dalam mengerjakan suatu software, artinya penggunaan komputer akan dimaksimalkan dalam tahapan ini. Setelah pengkodean selesai akan dilakukan testing terhadap sistem yang telah dibuat tadi. Tujuan testing adalah menemukan kesalahan-kesalahan terhadap sistem tersebut untuk kemudian bisa diperbaiki.
5. Deployment
Tahapan ini bisa dikatakan final dalam pembuatan sebuah software atau sistem.
Setelah melakukan analisis, desain dan pengkodean maka sistem yang sudah
jadi akan digunakan oleh user. Kemudian software yang telah dibuat harus dilakukan pemeliharaan secara berkala.
2.2. Peralatan Pendukung (Tools Systems)
Perancangan program tidak terlepas dari penggunaan peralatan pendukung (tools system), penggunaan peralatan pendukun g ini menambah kemudahan dalam merancang system. Adapun Peralatan Pendukung Pada Tugas Akhir ini adalah:
A. Entity Relationship Diagram (ERD)
Dalam rekayasa perangkat lunak, sebuah Enity Relationship Model (ERM) merupakan abstrak dan konseptual representasi data, Entity-Relaationship adalah salah satu metode pemodelan basis data yang digunakan untuk menghasilkan skema konseptual untuk jenis atau model data semantik sistem. Diagram untuk menggambarkan model Entity Relationship ini disebut Entity Relationship Diagram, atau ERD.
ERD merupakan suatu model untuk menjelaskan hubungan antar data dalam basis data berdasarkan objek-objek dasar data yang mempunyai hubungan antar relasi. ERD untuk memodelkan struktur data dan hubungan antar data, untuk menggambarkannya digunakan beberapa notasi dan simbol.
Simbol-simbol yang digunakan adalah : 1. Entitas (entity)
adalah segala sesuatu yang dapat digambarkan oleh data. Entitas juga dapat diartikan sebagai individu yang mewakili sesuatu yang nyata.
2. Atribut (attribute)
Merupakan pendeskripsian karakteristik dari entitas. Atribut digambarkan dalam bentuk lingkaran atau elips. Atribut yang menjadi kunci entitas atau key diberi garis bawah.
3. Relasi (relationship)
Menunjukan adanya hubungan di antara sejumlah entitas yang berasal dari himpunan entitas berbeda.
4. Kardinalitas (cardinality)
Menunjukan jumlah maksimum entitas yang dapat berelasi dengan entitas pada himpunan entitas yang lain. Macam-macam kardinalitas adalah:
a. Satu ke satu (one to one)
Setiap anggota entitas A hanya boleh berhubungan dengan satu anggota entitas B, begitu pula sebaliknya.
b. Satu ke banyak (one to many)
Setiap anggota entitas A dapat berhubungan dengan lebih dari satu anggota entitas B, tetapi tidak sebaliknya.
c. Banyak ke banyak (many to many)
Setiap entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas himpunan entitas B dan demikian pula sebaliknya.
B. Logical Record Structure (LRS)
Menurut Hasugian dan Shidiq (2012:608) memberikan batasan bahwa LRS adalah “sebuah model sistem yang digambarkan dengan sebuah diagram-ER akan
mengikuti pola atau aturan permodelan tertentu dalam kaitanya dengan konvensi ke LRS”. Perubahan yang terjadi yaitu mengikuti aturan-aturan sebagai berikut:
1. Setiap entitas akan diubah kebentuk kotak.
2. Sebuah atribut relasi disatukan dalam sebuah kotak bersama entitas jika hubungan yang terjadi pada diagram-ER 1:M (relasi bersatu dengan cardinality M) atau tingkat hubungan 1:1 (relasi bersatu dengan cardinality yang paling membutuhkan referensi).
C. Data Flow Diagram (DFD)
Menurut Rosa dan Shalahudin (2015:70) “Data Flow Diagram (DFD) atau dalam bahasa Indonesia Diagram Alir Data (DAD) adalah representasi grafik yang menggambarkan aliran informasi dan transformasi informasi yang diaplikasikan sebagai data yang mengalir dari masukan (input) dan keluaran (output)”.
Menurut Kendall dan Kendall (2013:264) Empat simbol dasar yang digunakan untuk memetakan gerakan diagram aliran data adalah;:
1. Kotak rangkap dua digunakan untuk menggambarkan suatu entitas eksternal (bagian lain, sebuah perusahaan, seseorang, atau sebuah mesin)yang dapat mengirim data atau menerima data dari sistem. Entitas eksternal atau hanya entitas, disebut juga sumber atau tujuan data, dan dianggap eksternal terhadap sistem yang sedang digambarkan.
2. Tanda panah menunjukan perpindahan data dari satu titik ke titik yang lain, dengan kepala tanda panah mengarah ke tujuan data.
3. Bujur sangkar dengan sudut membulat digunakan untuk menunjukan adanya proses transformasi.
4. Bujur sangkar dengan ujung terbuka, yang menunjukkan penyimpanan data.
Menurut Sutabri (2012:117) Tahap pembuatan Diagram Alir Data (DAD) dibagi menjadi tiga tingkatan konstruksi Diagram Alir Data yaitu :
1. Diagram Konteks Diagram ini dibuat untuk menggambarkan sumber serta tujuan data yang akan diproses atau dengan kata lain diagram tersebut untuk menggambarkan sistem secara global dari keseluruhan sistem yang ada.
2. Diagram Nol Diagram ini dibuat untuk menggambarkan tahap-tahap proses yang akan ada di dalam konteks atau penjabaran secara rinci.
3. Diagram Detail Diagram ini dibuat untuk menggambarkan arus data secara lebih detail dan terperinci dari tahapan proses yang ada dalam diagram nol.
Berikut ini adalah aturan main Diagram Alir Data dan bentuk rambu-rambu atau aturan main yang baku dan berlaku dalam penggunaan diagram alir data untuk membuat model sistem yaitu :
1. Dalam diagram alir data tidak boleh menghubungkan antara external entity dengan external entity lain secara langsung.
2. Didalam diagram alir data tidak boleh menghubungkan data store dengan external entity secara langsung.
3. Didalam diagram alir data tidak diperkenalkan menghubungkan data store dengan external entity secara langsung.
4. Setiap proses harus ada data flow yang masuk dan ada juga data flow yang keluar.
D. Data Dictionary (Kamus Data)
Menurut Kendall dan Kendall (2013:333) “Kamus data adalah suatu aplikasi khusus dari jenis kamus-kamus yang digunakan sebagai referensi kehidupan setiap hari. Kamus data merupakan hasil referensi data mengenai data (maksudnya, metadata), suatu dat yang disusun oleh penganalisis sistem untuk membimbing mereka selama melakuakan analisis dan desain.
Sebagai suatu dokumen, kamus data mengumpulkan dan mengkoordinasi istilah-istilah data tertentu, dan menjelaskan apa arti setiap istilah yang ada”
Untuk maksud keperluan ini, maka kamus data harus memuat hal-hal berikut :
1. Arus data, menunjukan darimana data mengalir dan kemana data akan menuju.
Keterangan arus data ini perlu dicatat dikamus data supaya dimudahkan mencari arus data di dalam diagram arus data.
2. Nama Arus Data, karena kamus data dibuat berdasarkan data yang mengalir diagram alir data, maka nama dari arus data ini perlu dicatat di kamus data, sehingga mereka yang membaca diagram alir data yang memerlukan penjelasan lebih lanjut tentang suatu arus data tertentu di diagram alir data dapat langsung di carinya dengan mudah di kamus data.
3. Tipe data, telah diketahui bahwa arus data dapat mengalir dari hasil suatu proses ke proses yang lainnya. Data yang mengalir ini biasanya dalam bentuk laporan serta dokumen hasil cetakan komputer. Dengan demikian bentuk dari yang mengalir dapat berupa dokumen dasar atau formulir, dokumen hasil cetakan komputer, laporan tercetak, tampilan layar di monitor, variable, parameter dan field-field. Bentuk data seperti ini perlu dicatat di kamus data.
4. Struktur Data, menunjukan arus data yang dicatat pada kamus data yang terdiri dari item-item atau elemen-elemen data.
5. Alias, atau nama lain dari data yang harus dituliskan. Alias perlu ditulis karena data yang sama mempunyai nama yang berbeda untuk orang atau departemen yang satu dengan yang lainnya.
6. Volume, perlu dicatat di dalam kamus data adalah tentang volume rata-rata dan volume puncak dari arus data. Volume rata-rata menunjukkan banyaknya arus data yang mengalir dalam satu periode tertentu sedangkan volume puncak menunjukan volume yang terbanyak.
7. Periode, ini menunjukkan kapan terjadinya arus data ini. Periode perlu di catat di kamus data karena digunakan untuk mengidentifikasikan kapan input data harus dimasukkan kedalam sistem, kapan proses program harus dilakukan dan kapan laporan-laporan harus dihasilkan.
8. Penjelasan, untuk lebih memperjelas lagi tentang makna dari arus data dan dicatat di kamus data, maka bagian penjelasan dapat diisi dengan keteranganketerangan tentang analisis data tersebut.
Kamus data memiliki notasi-notasi untuk menunjukkan informasi-informasi tambahan sebagai berikut ini.
1. Notasi Struktur Data
Notasi ini digunakan untuk membuat spesifikasi elemen data.
Tabel II.1
Notasi Struktur Data Notasi Arti
=
Terbentuk dari (is composed) atau terdiri dari (consist of) atau sama dengan (is equivalent of)
+ AND
[]
Salah satu dari (memilih salah satu dari elemen-elemen data di dalam kurung bracket ini)
| Sama dengan simbol []
M{ }M Iterasi (elemen data di dalam kurung brace beriterasi mulai minimum N kali dan maksimum M kali)
-
( )
Optional (elemen data di dalam kurung parenthesis sifatnya optional, dapat ada dan dapat tidak ada)
* Keterangan setelah tanda ini adalah komentar Sumber Jogiyanto (2014:730)
2. Notasi Tipe Data
Notasi ini digunakan untuk membuat spesifikasi format input maupun output suatu data.
Tabel II.2 Notasi Tipe Data Simbol Arti
X Bisa memasukkan atau menampilkan suatu karakter
9 Hanya memasukkan atau menampilkan angka-angka
Z Menampilkan nol-nol yang memimpin sebagai spasi
, Menyisipkan koma ke dalam suatu tampilan numerik
. Menyisipkan suatu periode ke dalam suatu tampilan numerik
/ Menyisipkan slash (/) ke dalam suatu numerik
- Menyisipkan suatu tanda penghubung ke dalam suatu tampilan numeric
V Menunjukkan suatu posisi desimal (bila titik desimal tidak desial tidak dimasukkan)
Sumber Kendall dan Kendall (2013:344)
E. Pengkodean
Menurut Jogiyanto (2014:384), ”kode digunakan untuk tujuan mengklasifikasikan data, memasukkan data ke dalam komputer dan untuk
mengambil bermacam-macam informasi yang berhubungan dengannya. Kode dapat dibentuk dari kumpulan angka, huruf dan karakter-karakter khusus (misalnya
%, /, -, $, #, &, :, dan lain sebagainya). “
F. Hierarchy plus Input-Proses-Output (HIPO)
Menurut Jogiyanto (2014:787), HIPO dapat digunakan sebagai alat pengembangan sistem dan teknik dokumentasi program sebagai berikut ini:
1. Untuk menyediakan suatu struktur guna memahami fungsi-fungsi dari sistem.
2. Untuk lebih menekankan fungsi-fungsi yang harus diselesaikan oleh program.
3. Untuk menyediakan penjelasan yang jelas dari input yang harus digunakan dan output yang harus dihasilkan oleh masing-masing fungsi pada tiap-tiap tingkatan dari diagram-diagram HIPO.
4. Untuk menyediakan output yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan- kebutuhan pemakai.
G. Visual Basic (VB)
Menurut Kurniadi (2011:3), “Visual Basic (yang sering juga disebut dengan VB) selain disebut sebagai sebuah bahasa pemrograman, juga sering disebut sebagai sarana (tool) untuk menghasilkan program-program aplikasi berbasiskan Windows.”