PENGARUH PENGGUNAAN MULTIMEDIA DAN PRAKTIKUM
MELALUI STRATEGI LEARNING CYCLE TERHADAP
KARAKTER DAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA
SMA PADA POKOK BAHASAN KELARUTAN
DAN HASIL KALI KELARUTAN
TESIS
Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Dalam Memperoleh Gelar Magister Pendidikan Pada
Program Studi Pendidikan Kimia
Oleh :
DINA FERNATA PURBA
NIM : 8116142005
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
i
ABSTRAK
DINA FERNATA PURBA.NIM 8116142005. Pengaruh Penggunaan Multimedia Dan Praktikum Melalui Strategi Learning Cycle Terhadap Karakter Dan Hasil Belajar Kimia Siswa SMA Pada Pokok Bahasan Kelarutan Dan Hasil Kali Kelarutan. Tesis. 2013. Program Studi Pendidikan Kimia Pascasarjana Universitas
Negeri Medan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) apakah terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara penerapan strategi Learning Cycle dengan menggunakan multimedia dan praktikum terhadap hasil belajar kimia siswa SMA. (2) apakah terdapat hubungan antara kreatifitas belajar melalui strategi Learning Cycle yang menggunakan multimedia terhadap hasil belajar kimia siswa SMA. (3) apakah terdapat hubungan antara kemandirian belajar melalui strategi Learning Cycle yang menggunakan multimedia terhadap hasil belajar kimia siswa SMA. (4) Mengetahui apakah terdapat hubungan antara kreatifitas belajar melalui strategi Learning Cycle dengan praktikum terhadap hasil belajar kimia siswa SMA. (5) Mengetahui apakah terdapat hubungan antara kemandirian belajar melalui strategi Learning Cycle dengan praktikum terhadap hasil belajar kimia siswa SMA. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMA kelas XI Semester II Tahun Pelajaran 2012/2013, dan sampel berasal dari SMA Negeri 1 Siantar berjumlah dua kelas sebanyak 79 siswa, kelas pertama sebagai kelas eksperiment 1 (Learning Cycle + Multimedia) kelas kedua sebagai kelas eksperiment 2 (Learning Cycle + Praktikum). Teknik analisis data yang dilakukan dengan Uji Independent T-Test dan uji korelasi pada taraf signifikansi 0,05. Uji persyaratan analisis digunakan uji Kolmogorov-Smirnov untuk uji normalitas dan uji Chi-Squere untuk uji homogenitas. Reliabilitas tes hasil belajar (pada Reability statistik) = 0,827, ternyata lebih besar dari rtabel = 0,312, maka tes yang diuji cobakan
reliabel.
ii
ABSTRACT
DINA FERNATA PURBA.NIM 8116142005. Influence of Using Multimedia And Practical Through Strategies Learning Cycle Toword Character And Student’s Learning Outcomes in Chemistry In Senior High School On Solubility and Solubity Product Learning. Thesis. 2013. The Postgraduate Program of Chemistry
Education of State University of Medan .
This study aimed to determine: (1) whether there is a significant difference between the application of Learning Cycle strategy by using multimedia and practicum for high school students through learning outcomes student’s for high school students. (2) whether there is a relationship between creative learning through Learning Cycle strategy that uses multimedia on learning outcomes of students' high school chemistry. (3) whether there is a relationship between independent learning strategies Learning Cycle through the use of multimedia on learning outcomes of students' high school chemistry. (4) Determine whether there is a relationship between creative learning through the Learning Cycle with practical strategies on learning outcomes of students' high school chemistry. (5) Determine whether there is a relationship between independent learning through the Learning Cycle with practical strategies on learning outcomes of students' high school chemistry. The study population was all students in class XI High School Second Semester Academic Year 2012/2013, and samples from SMA Negeri 1 Siantar amount to as much as two grade 79 students, the first class as a class experiment 1 (Learning Cycle + Multimedia ) as a second grade classroom experiment 2 (Learning Cycle + Practicum). Techniques of data analysis performed by the Independent Test T-Test and test correlation at significant level = 0,05. Test requirements analysis used the Kolmogorov-Smirnov test for normality test and Chi-Squere for homogeneity test. Outcomes test reliability (on Reability statistic) = 0.827, was greater than roccount = 0.312, the test reliably tested.
KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur penulis panjatkan kehadirat Yesus Kristus karena berkat dan
kasih karunia-Nya penulis dapat menyelesaiakn tesis ini yang berjudul “Pengaruh
Penggunaan Multimedia Dan Praktikum Melalui Strategi Learning Cycle Terhadap
Karakter Dan Hasil Belajar Kimia Siswa SMA Pada Pokok Bahasan Kelarutan Dan
Hasil Kali Kelarutan ״,.
Penulis menyadari bahwa penulisan tesis ini tidak akan dapat diselesaikan
dengan baik tanpa bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis ingin
menyampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada semua pihak yang telah
membantu penulis dalam menyelesaikan tesis ini Ucapan terimakasih secara khusus
penulis sampaikan kepada Bapak Dr. Marham Sitorus, M.Si sebagai pembimbing I dan
bapak Prof. Dr. Albinus Silalahi, M.S sebagai pembimbing II yang tidak henti-hentinya
untuk memberi pengarahan dan bimbingan kepada penulis dari awal sampai selesainya
penulisan tesis ini. Penulis juga mengucapkan terimakasih para dosen penguji yaitu
kepada bapak Prof. Dr. Ramlan Silaban M.Si sekaligus sebagai Ketua Program Studi
Pendidikan Kimia Pascasarjana, dan Bapak Dr. Mahmud,M,Sc sekaligus sebagai
sekretais Program Studi Pendidikan Kimia Pascasarjana serta ibu Dr. Retno Dwi
Suyanti, M.Si atas saran-saran dan pengetahuan yang diberikan dalam menyelesaikan
penulisan tesis ini.
Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Drs. Rahab Siadari, S.Pd,
M.Pd Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Siantar dan bapak Marudut Siringo-ringo
Walikelas Kelas XI IPA2 dan XI IPA3 SMA Negeri 1 Siantar Kabupaten Simalungun
yang telah memberikan izin kepada penulis untuk melakukan penelitian di sekolah yang
bersangkutan. Terima kasih juga penulis sampaikan kepada teman-teman seperjuangan
prodi pendidikan kimia angkatan xx selama perkuliahan yaitu Ahmad Yazid, Ainun
Mardhiah, Amalia Fitrah, Hendra Simanjuntak, Ion Genesis Situmorang, Marni
Aritonang, Mahmuda, Yusraini Nasution, Syafitri Halifah, Nova Irawati Simatupang,
Mutiara Agustina NST, Makharany Dalimunthe, Ndameken Tarigan, Suyit Ratno,
Teuku Badlisyah, Mellyzar, Mangatur P Simbolon, Eka, yang telah memberi motivasi
Teristimewa penulis sampaikan buat kedua orang tua tercinta, Bapak S. Purba,
Ibu R Br. Siagian dan kakanda terkasih Helen Krisna Wijaya Purba dan Sally Ride
Purba serta adinda Alden Prisky Prayer Purba dan Rijois Amori Purba yang telah
memberikan dukungan doa dan dukungan moral maupun materil kepada penulis
sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan tesis ini tepat waktu.
Penulis telah berupaya semaksimal mungkin dalam upaya penyelesaian tesis ini,
namun penulis menyadari masih banyak kelemahan dari segi isi maupun bahasa. Untuk
itu penulis selalu menerima saran dan kritik yang bersifat mambangun sehingga
membuat tesis ini menjadi lebih sempurna. Akhir kata penulis berharap bahwa tesis ini
dapat bermanfaat bagi siapa saja yang membaca dan dapat menambah khasanah ilmu
pengetahuan. Amin
Medan, Juli 2013
Penulis,
Dina Fernata Purba
v
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ... i
DAFTAR TABEL ... iii
DAFTAR LAMPIRAN ... iv
BAB I. PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang Masalah ... 1
1.2 Identifikasi Masalah ... 7
1.3 Pembatasan Masalah ... 7
1.4 Rumusan Masalah ... 8
1.5 Tujuan Penelitian... 8
1.6 Manfaat Penelitian... 9
1.7 Defenisi Operasional ... 9
BAB II. KAJIAN PUSTAKA ... 11
2.1. Kerangka Teoritis ... 11
2.1.1. Pengertian Belajar dan Hasil Belajar ... 11
2.1.2. Media Pengajaran ... 13
2.1.3. Multimedia ... 17
2.1.4. Model Pembelajaran 5e Learning Cycle (Siklus Belajar) ... 18
2.1.5. Pendidikan Karakter ... 22
2.1.6. Media Mind Mapping... 28
2.1.7. Materi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan... 32
2.2. Kerangka Konseptual ... 38
2.3. Hipotesis Penelitian ... 41
BAB III. METODOLOGI PENELITIAN ... 42
3.1. Tempat dan Waktu Penelitian ... 42
3.2. Populasi dan Sampel ... 42
3.2.1 Populasi ... 42
3.2.2 Sampel ... 42
3.3. Metode Penelitian ... 42
vi
3.4.1 Tahap Persiapan ... 43
3.4.2 Tahap Pelaksanaan ... 44
3.5. Teknik Pengumpulan Data ... 45
3.5.1. Instrumen Penelitian ... 43
3.6. Uji Coba Instrumen Penelitian ... 47
3.6.1. Validitas Test... 47
3.6.2. Tingkat Kesukaran Soal ... 47
3.6.3. Daya Beda Butir Test Hasil Belajar ... 47
3.6.4. Reliabilitas Test ... 48
3.7. Teknik Analisis Data ... 49
3.7.1. Menghitug Rata – rata ... 49
3.7.2. Menghitung Simpangan Baku ... 49
3.7.3. Pengujian Homogenitas Data ... 49
3.7.4. Pengujian Normalitas data ... 50
3.7.5. Pengujian Hipotesis ... 50
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 52
4.1 Analisis Data Instrument Tes ... 52
4.2 Deskripsi Data Hasil Belajar ... 53
4.3 Pengujian Persyaratan Analisis Data... 56
4.3.1 Uji Normalitas Data ... 56
4.3.2 Uji Homogenesis Data ... 57
4.4 Pengujian Hipotesis Penelitian ... 58
4.5 Pembahasan Hasil Penelitian ... 64
4.6 Keterbatasan Penelitian ... 68
BAB V SIMPULAN DAN SARAN ... 70
5.1 Simpulan... 70
5.2 Saran ... 71
vii
DAFTAR TABEL
Tabel 3.1 Disain Penelitian dengan disain faktorial 2 x 2 ... 42
Tabel 4.1 Deskriptif Statistik Pretest Kelompok Sampel ... 53
Tabel 4.2 Deskriptif Statistik Postest Kelompok Sampel ... 54
Tabel 4.3 Deskriptif Statistik Gain Kelompok Sampel ... 54
Tabel 4.4 Deskriptif Statistik Karakter Kreatifitas Belajar siswa Kelompok Sampel ... 55
Tabel 4.5 Deskriptif Statistik Kemandirian Belajar Siswa Kelompok Sampel ... 55
Tabel 4.6 Uji Normalitas Data Pre-Test Kelompok Sampel ... 56
Tabel 4.7 Uji Normalitas Data Gain Kelompok Sampel ... 57
Tabel 4.8 Uji Homogenitas Data Pre-Test Kelompok Sampel ... 57
Tabel 4.9 Uji Homogenitas Data Gain Kelompok Sampel ... 57
Tabel 4.10 Perhitungan Independen T-Test ... 59
Tabel 4.11 Perhitungan Korelasi Gain Kelompok Eksperiment 1 dengan kreatifitas ... 60
Tabel 4.12 Perhitungan Korelasi Gain Kelompok Eksperiment 1 terhadap Kemandirian ... 61
Tabel 4.13 Perhitungan Korelasi Gain Kelompok Eksperiment 2 terhadap kreatifitas ... 62
viii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1. Kerucut Edgar Dale ... 15
Gambar 2.2. Diagram Learning Cycle ... 22
ix
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. Silabus Pembelajaran ... 77
Lampiran 2. RPP Kelas Pembelajaran Learning Cycle Dengan Menggunakan Multimedia ... 79
Lampiran 3. RPP Kelas Pembelajaran Learning Cycle Dengan Praktikum ... 87
Lampiran 4. Lembar Kerja Siswa Pelaksanaan Praktikum ... 95
Lampiran 5. Tabel Kisi – Kisi Tes Berdasarkakn Indikator ... 104
Lampiran 6. Instrument Penelitian Tes Hasil Belajar ... 105
Lampiran 7. Kunci Jawaban ... 110
Lampiran 8. Kuesioner Pengukuran Kreatifitas Belajar Siswa ... 111
Lampiran 9. Kuesioner Pengukuran Kemandirian Belajar Siswa ... 114
Lampiran 10. Analisis Validasi Butir Test Hasil Belajar ... 116
Lampiran 11. Analisis Realibilitas Test Hasil Belajar ... 117
Lampiran 12. Analisis Daya Beda Test Hasil Belajar... 118
Lampiran 13. Analisis Tingkat Kesukaran Tets Hasil Belajar ... 119
Lampiran 14. Data Gain Hasil Belajar Kelas Eksperiemnt 1... 120
Lampiran 15. Data Gain Hasil Belajar Kelas Eksperiemnt 2... 121
Lampiran 16. Data Angket Kreatifitas dan Kemandirian Kelas Sampel ... 122
Lampiran 17. Uji Normalitas ... 124
Lampiran 18. Uji Homogenitas ... 127
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan manusia.
Melalui pendidikan manusia akan tumbuh berkembang sebagai suatu pribadi yang
utuh. Pendidikan memiliki peranan yang penting untuk meningkan dan
memajukan negara dan bangsa, semakin tinggi pendidikan maka akan semakin
makmurlah negara tersebut.
Berdasarkan data dari Education For All (EFA), indeks perkembangan
pendidikan di Indonesia menempati posisi ke-65 menjadi ke-69
(http://unesco.org/new/en/education), keadaan ini sangatlah memprihatinkan
padahal disisi lain pemerintah sudah meningkatkan anggaran pendidikan dalam
upaya ningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Ada beberapa faktor yang
menetukan baik tidaknya pendidikan itu, salah satunya adalah mutu pengajaran di
sekolah. Guru memiliki peranan yang penting dalam proses ini sebagai tenaga
profesional, yang bertujuan untuk mengembangkan potensi siswa agar menjadi
manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlah
mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang
demokratis dan bertanggung jawab. (UU RI No 14, 2005). Untuk itu guru
mempunyai tugas untuk memilih model pembelajaran yang tepat dan sesuai
dengan materi yang akan disampaikan demi tercapainya tujuan pendidikan.
Selain itu guru juga harus dapat menciptakan suasan pembelajaran yang
dapat membuat siswa aktif, kreatif, menarik dan menyenangkan, oleh karena itu
aktifitas dan kreatifitas guru dalam memotivasi siswa untuk terlibat langsung dan
aktif dalam pembelajaran merupakan salah satu aspek yang menentukan
keberhasilan pencapaian tujuan belajar dan lancarnya kegiatan belajar mengajar
tersebut, dimana hal ini sangat berpengaruh kepada hasil belajar siswa.
Keberhasilan dari suatu pembelajaran dipengaruhi oleh beberapa faktor,
diantaranya adalah materi pelajaran, tujuan pembelajaran, sarana dan prasaran,
metode pembelajaran. Metode pembelajaran merupakan salah satu cara yang
2
yang tepat, karena metode merupakan salah satu bagian yang penting dalam
proses belajar mengajar, dan kemampuan yang diharaokan dapat dimiliki oleh
anak didik, akan ditentukan oleh penggunaan metode yang tepat (Andini,
dkk.2012)
Mata pelajaran kimia merupakan materi yang penuh dengan konsep, dari
konsep yang sederhana sampai konsep yang lebih kompleks dan abstrak,
sangatlah diperlukan pamahaman yang benar terhadap konsep dasar yang
membangun konsep tersebut. Banyak konsep kimia yang bersifat abstrak yang
harus diserap siswa dalam waktu yang relatif terbatas menjadikan ilmu kimia
merupakan salah satu mata pelajaran yang sulit bagi siswa (Rusmansyah, 2001).
Salah satu materi pelajaran kimia yang terdapat pada kurikulum SMA yaitu
Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan (KSP). Pada proses pembelajaran ini
umumnya tidak selalu menarik bagi siswa, bahkan ada juga merasa sulit untuk
mengartikannya karena materi tersebut merupakan topik yang sarat akan konsep,
dan konsep hitungan yang sulit dipahami.(Rahayungsih : 2013)
Kesulitan siswa dalam memahami materi tersebut mungkin di karenakan
pada saat ini masih banyak guru yang menerapakan pembelajaran yang mengacu
pada KTSP dengan pendekatan pembelajaran masih didominasi peranan guru
(teacher centered). Guru lebih banyak menempatkan siswa sebagai objek dan
bukan sebagai subjek didik. Pendidikan kita kurang memberikan kesempatan
kepada siswa dalam berbagai mata pelajaran untuk mengembangkan
kemampuannya (Depdiknas.2008). Guru hanya menyajikan materi secara teoritik
dan abstrak sedangkan siswa hanya mendengarkan guru ceramah di depan kelas.
Dalam proses pembelajaran biasanya siswa sulit memahami konsep-konsep
kimia yang bersifat abstrak, hal ini dikarenakan ketidak mampuan guru untuk
menjelaskan materi kimia yang bersifat abstrak dan mikroskopis (Finatriah :
2007), sehingga konsep kimia yang disampaikan oleh guru hanya yang bersifat
makroskopis dan simbol saja, dan akhirnya terjadi loncatan pemahaman konsep
pada siswa dari mikroskopis langsung ke simbolik tanpa memahami terlebih
dahulu pemahaman kosep pada level mikroskopik.
Sejumlah faktor yang dapat menyebabkan rendahnya pemahaman siswa
3
mendapat perhatian dari guru karena lebih mengutamakan level makroskopik
(pengamatan lewat indra) dan level representasi (rumus, persamaan dan grafik)
sehingga siswa dibiarkan mengembangkan imajinasi sendiri mengenai level
tersebut, dan level mikroskopik menjasi bagian yang harus dipelajari siswa ,
namun cara – cara pembahasannya masih terlalu abstrak sehingga siswa sulit
untuk memahaminya (Sopandi : 2006)
Metode praktikum merupakan cara penyajian pengajaran dengan
menggunakan percobaan, dengan melakukan praktikum berarti siswa melakukan
sendiri kegiatan yang mencakup pengendalian variabel, pengamatan, melibatkan
perbandingan, dan penggunaan alat – alat praktikum. Dalam proses belajar
mengajar dengan metode praktikum ini siswa diberi kesempatan untuk mengalami
sendiri atau melakukan sendiri, dengan mengalami sendiri siswa akan lebih yakin
akan suatu hal dan dapat memperkaya pengalaman serta mengembangkan sikap
ilmiah (Fikriyanti : 2012), namun ketika siswa melakukan praktikum mereka
hanya mengembangkan pengetahuan makroskpik (pengamatan lewat indra),
sehingga tidak jarang siswa masih mengalami kesulitan untuk memahami
pelajaran, karena mereka tidak memahami secara mikroskopik materi tersebut.
Animasi komputer merupakan salah satu bagian dari multimedia yang dapat
memberikan informasi yang berharga bagi guru tentang bagaimana siswa
menyimpulkan, menghubungkan, dan mengintegrasikan representasi yang
menggambarkan fenomena kimia pada tingkat makroskopis, mikroskopis, dan
simbolik (Ardac dan Akaygun : 2004), sehingga pembelajaran dengan
menggunakan animasi komputer sangat efektif untuk mambantu siswa
memvisualisasikan proses kimia yang dinamis pada tingkat molekuler (Sanger
dan Badger : 2003) dan meningkatkan ingatan tentang fakta, konsep, atau prinsip (
Rieber dalam Ardac dan Akaygun : 2004).
Beberapa hasil penelitian terkait penggunaan multimedia antara lain
(Beerman, 1996) menyimpulkan hasil instruksi menggunakan komputer lebih
tinggi skor ujiannya dibandingkan metode konvensional; Bayrak, 2010
menyimpulkan hasil dari penelitian pembelajaran pada pokok bahasan asam basa
yang didukung dengan pembelajan berbantuan computer memberikan efek positif
4
menyimpulkan prestasi akademik siswa yang berlatih dengan instruksi berbantuan
komputer lebih tinggi dari mereka yang berlatih dengan instruksi tradisional;
Celikler, 2011 menyimpulkan hasil analisis statistik, kelompok eksperimen yang
mengaplikasikan metode pembelajaran berbantuan komputer yang diamati secara
signifikan lebih berhasil dari kelompok kontrol yang mengaplikasikan metode
pengajaran tradisional; Syafriani, 2012 menyimpulkan hasil penelitiannya dimana
terdapat pengaruh yang signifikan dari media pembelajaran terhadap hasil belajar
siswa. Terdapat interaksi antara strategi pembelajaran dengan media pembelajaran
terhadap hasil belajar siswa.
Dewasa ini, telah dikenal media pembelajaran inovatif yaitu mind
mapping (Peta Pikiran). Mind mapping dapat membantu siswa dan guru dalam
proses pembelajaran di kelas dengan meringkas materi-materi pelajaran menjadi
beberapa lembar mind mapping yang jauh lebih mudah dapat dipelajari dan
diingat oleh siswa. Melalui mind mapping, seluruh informasi- informasi kunci dan
penting dari setiap bahan pelajaran dapat diorganisir dengan menggunakan
struktur radian yang sesuai dengan mekanisme kerja alami otak sehingga lebih
mudah untuk dipahami dan diingat. Kemampuan berpikir merupakan modal yang
harus dimiliki siswa sebagai bekal dalam mengahadapi perkembangan sosial dan
pengetahuan di masyarakat, Pembelajaran yang kurang melibatkan siswa secara
aktif dapat menghambat kemampuan beripikir (Nasution 2006:171)
Mind Mapping adalah metode mencatat kreatif yang memudahkan siswa
dapat dengan mudah mengingat ide atau gagasan utama untuk merangsang
ingatan dengan mudah. Siswa dapat menghemat waktu, menyusun tulisan denga
teratur, menggali gagasan lebih banyak dan mendapat nilai lebih baik dengan peta
pikiran (Buzan 2007:35) mencatat dengan menggunakan peta pikiran diharapkan
nantinyadapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Balim, dkk (2006) pengajaran
mengan menggunakan mind mapping dapat meningkatkan minat siswa dalam
belajar kimia dan membuat pelajaran lebih atraktif. Penelitian Imaduddinn dan
Utomo (2012) menyatakan bahwa penggunaan metode mind mapping sangat
efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil penelitian Tjahjono dan Aji
5
diajarkan dengan metode mind mapping lebih baik, dan lebih dari 80% siswa
lebih tertarik menggunakan mind mapping. Kiong, dkk (2011) dari hasil
penelitiannya menyimpulkan bahwa dengan menggunakan mind mapping yang
dikembangkan oleh Buzan dapat membantu siswa dalam memahani materi.
Piaget (Dahar, 1989:192) berpendapat bahwa dalam mengajar seharusnya
memperhatikan pengetahuan yang telah diperoleh siswa sebelumnya, sehingga
mengajar bukanlah sekedar proses dimana materi-materi ditransfer kepada siswa,
melainkan sebagai suatu proses untuk membangun gagasan-gagasan si siswa dan
menghubungkannya dengan telah diketahuinya. Pendapat ini sesuai dengan
pandangan konstruktivisme (Depari.2011) bahwa otak siswa pada dasarnya tidak
seperti gelas kosong yang siap diisi dengan air, atau siap diisi dengan semua
informasi yang berasal dari pikiran guru, melainkan otak siswa tidak kosong tetapi
telah berisi pengetahuan yang dikonstruksi siswa sendiri sewaktu anak
berinteraksi dengan lingkungan. Menurut teori konstruktivisme, kegiatan belajar
adalah kegiatan yang aktif dimana siswa membangun sendiri pengetahuannya. Ini
merupakan proses mensesuaikan konsep dari ide-ide baru dengan kerangka
berpikir yang telah ada dalam pikiran mereka (Suparno 1997:62)
Salah satu strategi pembelajaran yang cocok dengan pandangan
konstruktivisme adalah pembelajaran 5E Learning Cycle (LC), pembelajaran ini
merupakan salah satu model pembelajaran yang memperhatikan kemampuan awal
siswa. Learning Cycle (Turkmen,2006) diperkenalkan oleh Karplus dan Their
pada tahun 1967 mengembangkan sebuah pendekatan pembelajaran penting pada
pendidikan sains. Pembelajaran Learning Cycle adalah pembelajaran berbasis
penyelidikan dan bertujuan untuk meningkatkan pembelajaran dan memberikan
para siswa dengan pengalaman ilmu yang lebih otentik seperti layaknya ilmuwan
dan sesuai dengan sifat ilmu dan dapat mendorong pemahaman konseptual siswa
(Turkmen, 2007).
Berdasarkan hasil penelitian, Fajaroh (2005:5) meningkatkan kualitas proses
hasil belajar siswa pada materi kimia. Berbagai penelitian lain tentang pengunaan
pembelajaran Learning Cycle telah dilakukan Ahyuana, dkk, (2009) menyatakan
bahwa model pembelajaran Learning Cycle dapat memberikan respon yang positif
6
besar dari 61%. Soeprodjo,dkk, (2008) menyatakan bahwa pembelajaran
Learning Cycle meberikan pengaruh yang positif terhadap hasil belajar siswa
kelas XI sebesar 28%. Wibowo ,dkk (2010) menyatakan bahwa terjadi
peningkatan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan menggunakan Learning
Cycle dibandingkan dengan siswa yang diajarkan dengan modek pembelajaran
konvensional. Tuna dan Kacar (2013) menyatakan bahwa hasil belajar yang
diajarkan dengan model pembelajaran Learning Cycle lebih tinggi dibandingkan
dengan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran
konvensional. Soomro dkk (2010) menyatakan bahwa model pembelajaran
Learning Cycle lebih efektif karena dapat mebantu siswa dalam mengembangkan
skil baru dan membuat mereka merasa nyaman. Madu dan Amaechi (2012)
menyatakan bahwa denga pembelajaran learning cycle siswa dapat mengusai
konsep materi pembelajaran sehingga hasil belajar lebih baik. Cepni dan Sahin
(2012) dalam penelitiannya menggunakan Learning Cycle menyatakan bahwa
dengan menggunakan Learning Cycle dapat mengurangi miskonsepsi siswa.
Untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang
beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa perlu adanya
pengintegrasian pendidikan karakter dalam pembelajaran. Hal ini sejalan dengan
Tujuan Pendidikan Nasional yang menyatakan bahwa tujuan pendidikan nasional
adalah mengembangkan potensi peserta didik menjadi manusia yang beriman
kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif,
mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (UU
No. 20, 2003).
Untuk mendukung strategi pembelajaran dan media pembelajaran tersebut
diatas diintergrasikanlah karakter kemandirian dan kreatifitas, dimana dalam
strategi Leraning Cycle dengan menggunakan multimedia akan mengembangkan
karakter kemandirian dan kreatifitas serta hasil belajar dari siswa.
Berdasarkan uraian pada latar belakang, maka peneliti tertarik melakukan
penelitian berjudul “Pengaruh Penggunaan Multimedia Dan Praktikum
Melalui Strategi Learning Cycle Terhadap Karakter Dan Hasil Belajar Kimia
7
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, dapat diidentifikasikan
masalah sebagai berikut :
1. Apakah strategi pembelajaran yang digunakan guru dalam belajar kimia
selama ini sudah berpusat pada siswa (student centered) ?
2. Apakah dalam kegiatan pembelajaran kimia selama ini guru sudah
menggunakan media ?
3. Apakah strategi pembelajaran yang digunakan guru selama ini dalam
pengajaran kimia dapat meningkatkan kareakter dan hasil belajar kimia
siswa SMA ?
4. Bagaimanakah hasil belajar kimia siswa SMA yang diajarkan dengan
menggunakan multimedia dan praktikum melalui strategi Learning Cycle ?
5. Bagaimanakah karakter siswa SMA yang diajarkan dengan menggunakan
multimedia dan praktikum melalui strategi Learning Cycle ?
6. Apakah terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan dari penggunaan
multimedia dan praktikum melalui strategi Learning Cycle terhadap hasil
belajar kimia siswa SMA ?
7. Apakah terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan dari penggunaan
multimedia dan praktikum melalui strategi Learning Cycle terhadap
karakter siswa SMA ?
8. Bagaimana hubungan karakter terhadap hasil belajar kimia siswa yang
diajarkan dengan menggunakan multimedia dan praktikum melalaui
strategi Learning Cycle
1.3 Batasan Masalah
Agar penelitian ini mencapai sasaran yang diharapkan, terfokus, dan
terarah maka berdasarkan identifikasi masalah, penelitian ini dibatasi pada:
1. Materi kimia yang diajarkan adalah pokok bahasan kelarutan dan hasil kali
kelarutan yang mengacu pada kurikulum KTSP
2. Hasil belajar kimia siswa SMA pada pokok bahasan kelarutan dan hasil
8
3. Hasil belajar yang dimaksud dalam penelitian ini dibatasi pada ranah
kognitif berdasarkan taksonomi Bloom dari C1 – C5 pada materi kelarutan
dan hasil kali kelarutan
4. Penelitian ini dilakukan di SMA kelas XI IPA semester genap tahun
pelajaran 2012/1013
5. Karakter yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah karakter
kemandirian dan kreatifitas
6. Multimedia yang digunakan adalah Power Point yang dipadukan dengan
video dan Mind Mapping
1.4 Rumusan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah dan batasan masalah maka yang menjadi
rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
1. Apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar kimia
siswa SMA yang diajarkan melalui strategi Learning Cycle menggunakan
multimedia dengan yang ajarkan melalui strategi Learning Cycle dengan
praktikum ?
2. Apakah terdapat hubungan antara kreatifitas belajar melalui strategi
Learning Cycle yang menggunakan multimedia terhadap hasil belajar
kimia siswa SMA ?
3. Apakah terdapat hubungan antara kemandirian belajar melalui strategi
Learning Cycle yang menggunakan multimedia terhadap hasil belajar
kimia siswa SMA?
4. Apakah terdapat hubungan antara kreatifitas belajar melalui strategi
Learning Cycle dengan praktikum terhadap hasil belajar kimia siswa
SMA?
5. Apakah terdapat hubungan antara kemandirian belajar melalui strategi
Learning Cycle dengan praktikum terhadap hasil belajar kimia siswa
9
1.5 Tujuan Penelitian
Sejalan dengan rumusan masalah, adapun tujuan yang ingin dicapai dari
hasil penelitian ini adalah untuk :
1. Mengetahui apakah terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara
penerapan strategi Learning Cycle dengan menggunakan multimedia dan
praktikum terhadap hasil belajar kimia siswa SMA
2. Mengetahui apakah terdapat hubungan antara kreatifitas belajar melalui
strategi Learning Cycle yang menggunakan multimedia terhadap hasil
belajar kimia siswa SMA
3. Mengetahui apakah terdapat hubungan antara kemandirian belajar melalui
strategi Learning Cycle yang menggunakan multimedia terhadap hasil
belajar kimia siswa SMA
4. Mengetahui apakah terdapat hubungan antara kreatifitas belajar melalui
strategi Learning Cycle dengan praktikum terhadap hasil belajar kimia
siswa SMA
5. Mengetahui apakah terdapat hubungan antara kemandirian belajar melalui
strategi Learning Cycle dengan praktikum terhadap hasil belajar kimia
siswa SMA
1.6 Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang dari penelitian ini adalah:
1. Secara teoritis diharapkan dapat melengkapi referensi dan memperkaya
khasanah ilmu pengetahuan serta dapat dijadikan sebagai sumber referensi
bagi peneliti
2. Secara praktis, penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai masukan
bagi guru mengenai pemilihan dan penggunaan media yang tepat dalam
meningkatkan hasil belajar kimia siswa dan sebagai bahan masukan
pengetahuan dalam menggunakan model pembelajaran yang inovatif dan
pengaruhnya terhadap hasil belajar siswa serta pengembangan karakter
siswa
3. Bagi peneliti sebagai bahan masukan dalam rangka mengembangkan
10
1.7 Definisi Operasional
Untuk menghindari penyimpangan dari tujuan yang diharapkan dan
menghindari penafsiran yang berbeda, maka defenisi operasional dalam penelitian
ini adalah
1. Strategi Learning Cycle adalah merupakan rangkain tahap – tahap kegiatan
(fase) yang diorganisir sedemikian rupa sehingga pembelajar dapat
menguasai kompetensi – kompetensi yang dicapai dalam pembelajaran.
Dengan tahap pembelajaran disingkat dengan 5E yaitu : Engagement
(Pembangkitan minat), Eksploration (Eksplorasi), Explanation
(Penjelasan), Elaboration (elaborasi), dan Evaluation (evaluasi). (Bybee,
2006)
2. Multimedia, bentuk jamak dari perantara (medium), merupakan sarana
komunikasi. Berasal dari bahasa Latin medium (“antara”), istilah ini
(“antara”), apa saja yang membawa informasi antara sebuah sumber dan
sebuah penerima.(Smaldino,2011)
3. Karakter kreatifitas merupakan sikap berpikir dan melakukan sesuatu
untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.
.(Sulistyowati,2012)
4. Karakater mandiri merupakan sikap dan perilaku yang tidak mudah
tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.
(Sulistyowati,2012)
5. Hasil belajar siswa adalah kemampuan–kemampuan siswa berupa ranah
70
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
5.1. SIMPULAN
Kesimpulan penelitian ini didasarkan temuan-temuan dan hasil-hasil
penelitian yang diperoleh, dan sistematika sajiannya dilakukan dengan
memperhatikan tujuan penelitian yang telah dirumuskan. Adapun
simpulan-simpulan yang diperoleh antara lain:
1. Terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar kimia siswa SMA
yang diajarkan melalui strategi Learning Cycle menggunakan multimedia
dengan yang diajarkan melalui strategi Learning Cycle dengan praktikum
Dengan F hitung 0,140 dengan sig (2 tailed) = 0,013 < 0,05
2. Tidak terdapat hubungan antara kreatifitas belajar melalui strategi Learning
Cycle yang menggunakan multimedia terhadap hasil belajar kimia siswa
SMA dengan harga sig = 0,318 > 0,05
3. Tidak terdapat hubungan antara kemandirian belajar melalui strategi Learning
Cycle yang menggunakan multimedia terhadap hasil belajar kimia siswa
SMA dengan harga sig. 0,216 > 0,05
4. Terdapat hubungan antara kreatifitas belajar melalui strategi Learning Cycle
dengan praktikum terhadap hasil belajar kimia siswa SMA dengan harga sig
= 0,003 < 0,05
5. Terdapat hubungan antara kemandirian belajar melalui strategi Learning
Cycle dengan praktikum terhadap hasil belajar kimia siswa SMA dengan
71
5.2 SARAN
Berdasarkan simpulan yang telah dikemukakan, maka sesuai dengan hasil
penelitian yang didapatkan, maka peneliti memberikan saran sebagai berikut:
1. Penggunaan multimedia ternyata sangat membantu guru dalam penyampaian
materi pembelajaran, dan dapat meningkatkan nilai hasil belajar siswa. Untuk
itu diharapkan agar para guru lebih banyak menggunakan multimedia dalam
menyampaikan bahan ajarnya, karena dapat menjelaskan materi pada skala
mikroskopis sehingga siswa dapat lebih mudah untuk memahami materi
pelajaran
2. Pelaksanaan praktikum dapat membantu mengembangkan kreatifitas dan
kemandirian siswa, sehingga diharapkan pada setiap pembelajaran
72
DAFTAR PUSTAKA
Amoechi, C C., Madu, B C., (2012), Effect of Five-Step Learning Cycle Model on
Students’ Understanding of Concepts Related to Elasticity, Journal of
Education and Practice, 3(9): 173-183.
Andini, Rosalia Reni., Fadiawati, Noor., Emmawaty., Kadaritna, Nina.,(2012)
Efektivitas Model Siklus Belajar PDEODE Pada Materi Larutan Elektrolit
dan Non Elektrolit Dalam Meningkatkan Penguasaan Konsep, Makalah,
Universitas Lampung.
Ahyuana,Verra.,Mahartiastuti,Rozia., Duhita, Angela., Hanifah.,(2009), efektifitas
Model Pembelajaran Learning Cycle Pada Materi Ikatan Kimia dalam
Rangka meningkatkan Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Kelas XI Di SMA
Negeri 1 Sooko Mojokerto, Jurnal Widya Cendika, 4(2) : 123-136.
Ardac, D.,Akaygun, S.(2004), Effectiveness of Multimedia- Based Instruction
That Emphasizes Moleculer Representations on Student, Understanding Of
Chemical Change, Journal Of Research in Science Teaching, 41(4) :
317-337.
Arsyand, A., (2005), Media Pembelajaran, Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Arikunto, S., (2008), Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, Bumi Aksara, Jakarta.
Bayrak, K. B. dan Bayram, H. 2010. Effect of Computer Teachingof Acid-Base
Subject on the Attitude Towards Scienceand Technology Class. Procedia
Social and Behavioral Science 2: 2194-2196.
Beerman, A. K. 1996. Computer-based Multimedia: New Directions in Teaching
and Learning. Journal of Nutrition Education, 28(1): 15-18.
Buzan, T,(2007), Buku Pintar Mind Map, Jakarta, PT. Gramedia Pustaka Utama.
Bybee, R., Taylor, J., Gardner, A., Van Scotter, P., Carson Powell, J., Westbrook,
A., Landes, N. (2006) The BSCS 5E instructional model: origins,
effectiveness, and applications . Colorado Springs: BSCS. Executive
summary and full report are available through the BSCS website.
Cepni, Salih., Sahin, Cigdem., (2012), The Effect of Different Teaching Model
73
Learning About Buoyancy Force, Eurasia, Journal of Physics and
Chemistry Education, 4(2): 97-127.
Dahar, R.,W., (1996), Teori – Teori Belajar. Jakarta : Erlangga.
Dasna, I Wayan, (2005), Kajian Implementasi Model Siklus Belajar (Learning
Cycle) dalam pembelajaran Kimia, Makalah, Seminar Nasional MIPA dan
Pembelajaran , FMIPA UM Dirjen Dikti Depdiknas, 5 September 2005.
Depari, Ganti., (2011), Pembelajaran Kooperatif Team Games Tournament dan
Learning Cycle Pada Mata Pelajaran Elektronika Digital, Invotec 7(2) :
161-174.
Depdiknas, (2008), Direkorat Pendidikan Menengah Umum, Jakarta.
Departemen Pendidikan Nasional, 2003, Undang – Undang No 20 Tahun 2003,
Sistem Pendidikan Nasional.
Fajaroh, Fauziatul., dan I Wayan, D.,(2007), Pembelajaran Dengan Model Siklus
Belajar (Learning Cycle).
Finatri, D.,(2007), Analisis Konsep Guru - Guru Kimia SMA Terhadap Level
Mikroskopik Dalam Konsep Larutan, Tesis, Bandung, Sekolah Pasca
Sarjana universitas pendidikan Indonesia, Tidak dipublikasi
Hamalik, O., (1994). Media Pendidikan. Bandung : Citra Aditya Bakti.
Heinich, R, Molenda, M dan Russel, J.D. (2002). Instructional Media and The
New Technoloogies of Instruction (3rded). New York : Mcmillan
Publishing Company.
HergenHahn, B R., Oslon, Matthew H., (2010), Theories Of Learning (Teori
Belajar), Kencana, Jakarta.
Koruchu, T. A. dan Gunduz, S. (2011), The Effects of Computer Assited
Instruction Practices in Computer Office Program Courseon Academic
Achievements and Attitudes Toward Computer, Procedia Social and
Behavioral Sciences 15: 1931-1935.
Mulyasa., (2005), Implementasi Kurikulum, Rosdakarya, Bandung.
74
Munandar (2009), Belajar dan pembelajaran, Bumi Aksara, Jakarta.
Nasution, S. R., (2007), Pembuatan Media interaktif Berbasis Komputer dan
Pengaruhnya Terhadap Hasil Belajar Kimia SMA, Tesis Tidak di terbitkan,
PPS Unimed, Medan.
Prasetya, T.A., Priatmoko, S. dan Miftakhudin., (2008), Pengaruh Penggunaan
MediaPembelajaran Berbasis Komputer dengan Pendekatan
Chemo-Edutainment Terhadap Hasil Belajar Kimia Siswa, Jurnal Inovasi
Pendidikan Kimia, 2(2): 287-293.
Rahardjo, Sentot Budi., (2012) Kimia Berbasis Ekspeimen Untuk Kelas XI SMA
dan MA, Platinum, Solo.
Rahayuningsih, Rina., Masykury, M., dan Utami, Budi. (2013), Penerapan Siklus
Belajar (Learning Cylce 5E) Disertai Peta Konsep untuk meningkatkan
Kualitas Proses dan Hasil Belajar Kimia Pada Materi Kelarutan Dan Hasil
Kali Kelarutan Kelas XI IPA SMA Negeri 1 Kartasura Tahun Pelajaran
2011/2012, Jurnal Pendidikan Kimia 1(1) : 51-58.
Rohani, A. (1997). Media Instructional Edukatif. Jakarta : Rineca Cipta.
Rostikawati, R. Teti.,(2008) Mind Mapping dalam Metode Quantum Learning
pengaruhnya Terhadap Prestasi Belajar dan Kreatifitas Siswa,diakses dari
http://pkab.wordpress.com/2008/04/02/metode-quantum-learning/ tanggal
12 Maret 2013.
Rumansyah. (2001). Meningkatkan Pemahaman Siswa Terhadap Konsep Kimia
Karbon Melalui Strategi Peta Konsep ( Concept Mapping), 21 April 2005,
(http://www.depdikbud.go.id/jurnal 142/ rumansyah.html.diakses 12 Maret
2013.
Sanger, M. J. dan Badger II, S.M.,(2003), Using Computer-Based Visualization
Strategies to Improve Student, Understading og Moleculer polarity an
Miscibility, Journal of Chemical Education, 78 (10) : 1412-1412.
Sanjaya, W., (2008). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses
75
Saragih, R, J. 2012. Optimalisasi Model Pembelajaran dalam Upaya
Pembentukan Karakter dan Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Materi
Hidrokarbon. Tesis. Medan: Program Pascasarjana Universitas Negeri
Medan.
Slameto., (2003), Belajar dan Faktor-Faktor Yang Memengaruhinya. Jakarta :
Rhineka Cipta.
Sopandi, W. (2006) Pembelajaran Kimia Yang Berorientasi Pada Struktur
Perlukah?, Makalah, Diseminarkan pada Seminar Nasional Pendidikan
IPA, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.
Soomro, Abdul Qaedeer., Qaisrant, Muhammad., Nasim, Rawat., (2010) Teaching
Physics Through Learning Cycle Model, An Experimental Study, Journal
Of Education Researsch, 13(2) 5-18.
Sudjana, (2004), Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar, Algensindo, Bandung.
Sulistyowati, E., (2012), Implementasi Kurikulum Pendidikan Karakter, PT. Citra
Aji Parama, Jogjakarta.
Suyatno, (2009), Menjelajah Pembelajaran Inovatif. Surabaya: Masmedia Buana
Pustaka.
Seoprodjo., Priatmoko, Sigit., Elisa, Yuyun., (2008), Pengaruh Learning Cycle
Terhadap Hasil belajar Materi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan, Jurnal
Pendidikan Kimia, 2(1) 224-229.
Suparno, Paul., (1997), Filsafat Konstruktivisme Dalam Pendidikan, Yokyakarta.
Kaniwis.
Syafriani, D., (2012), Pengembangan Model Pembelajaran dalam Upaya
Membentuk Kepribadian yang Berkarakter Mulia dan Hasil Belajar yang
Tinggi pada Materi Bentuk Geometri Molekul. Tesis, Medan: PPs
Universitas Negeri Medan.
Tuna, Abdulkadir dan Kacar, Ahmed., (2013), The Effect of 5E Learning Cycle
Model in Teaching Trigonometry on Students’ Academic Achivement And
The Permanence Of Their Knowledge, International Journal on New
76
Turkmen, Hakan., (2006), How Should Science Be Thought by Using Leraning
Cycle Approach in Elementry School, Elementry Education Oline 5(2) : 1-5
Turkmen, Hakan., (2006), The Role of Learning Cycle Approach Overcaming
Misconception in Science, Kastamonu Education Journal 5(2) : 491-500.
Wibowo, Ari., Munir, H., Waslaluddin., (2012), Penerapan Model Pembelajaran
Siklus Belajar (Learning Cycle) 5E Dalam meningkatkan Hasil Belajar
Siswa pada Mata pelajaran Tegnologi Informasi dan komunikasi.