RENCANA KERJA DAN PROGRAM KERJA
LEMBAGA PEMASYARAKATAN NARKOTIKA KLAS IIA JAKARTA
TAHUN 2022
KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA RI
KANTOR WILAYAH DKI JAKARTA
KATA PENGANTAR
Dengan memanjat puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas Rahmat, Taufik dan Hidayah-Nya sehingga kami dapat menyusun Rencana Kerja / Program Kerja dan Kalender Kerja serta Kinerja Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Klas II A Jakarta Tahun Anggaran 2022. Rencana Kerja ini di susun dengan harapan dapat dijadikan:
1. Sebagai acuan / pedoman dalam melaksanakan tugas bagi seluruh Pejabat Struktural dan pegawai dalam tugas sehari-hari
2. Guna menyamakan Visi, Misi dan Persepsi yang sama bagi seluruh Pejabat Struktural dan pegawai dalam melaksanakan tugas serta menghadapi kendala yangada.
3. Guna mempermudah pengawasan dan kontrol terhadap pelaksanaantugas.
Sebagaimana ketahui bersama bahwa Rencana Kerja / Program Kerja ini masih banyak kekurangan / kelemahan oleh karena itu kritik dan saran dari berbagai pihak sangat kami harapkan guna perbaikan selanjutnya.
Jakarta, 20 Februari 2022 Kepala
Bayu Irsahara
NIP. 19790804 200012 1 001
DAFTAR ISI
Halaman
DAFTAR ISI ... i
BAB I. PENDAHULUAN ... 1
A. LATAR BELAKANG ... 1
B. MAKSUD DAN TUJUAN ... 1
1. Maksud ... 1
2. Tujuan ... 1
C. LANDASAN HUKUM ... 2
D. TUGAS DAN FUNGSI ... 2
BAB II. PELAKSANAAN TUGAS TAHUN 2021 ... 4
A. PELAKSANAAN TUGAS SUBBAG TATA USAHA 1. Urusan Kepegawaian dan Keuangan ... 4
2. Urusan Umum ... 6
B. PELAKSANAAN TUGAS SEKSI KESATUAN PENGAMANAN LAPAS ... 6
1. Kondisi Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan ... 6
2. Kegiatan Guna Mendukung Tugas Seksi Kesatuan Pengamanan ... 7
3. Melaksanakan Pengamanan Lapas ... 7
4. Menerima Narapidana/ Tahanan baru ... 9
5. Memelihara Kebersihan Lapas ... 9
6. Melaksanakan Koordinasi dengan instansi terkait baik vertikal maupun horizontal ... 10
C. PELAKSANAAN TUGAS SEKSI ADMINSTRASI KEAMANAN & KETERTIBAN ... 10
1. Pelaksanaan Tugas Sub Seksi Keamanan dan Tata Tertib ... 10
2. Pencegahan Dan Pengendalian Keamanan ... 11
3. Melaksanakan Pemeliharaan, Administrasi, dan Sarana Keamanan ... 12
4. Melaksanakan Penegakan Tata Tertib ... 12
5. Database Dan Laporan ... 12
D. PELAKSANAAN TUGAS SEKSI BINADIK ... 13
1. Pelaksanaan Tugas Sub Seksi Registrasi ... 13
2. Pelaksanaan Tugas Sub Seksi Bimkemaswat ... 19
E. PELAKSANAAN TUGAS SEKSI KEGIATAN KERJA ... 23
BAB III. RENCANA KERJA TAHUN 2022 ... 29
A. RENCANA KERJA DAN PROGRAM KERJA SUBBAG TATA USAHA ... 29
1. Kepegawaian dan Keuangan ... 29
2. Urusan Umum ... 30
B. RENCANA KERJA SEKSI PENGAMANAN LAPAS ... 31
1. Pembinaan Personil ... 31
2. Mekanisme Pengamanan ... 31
3. Penerimaan Tahanan ... 32
4. Melaksanakan Koordinasi dalam Hal Operasional ... 33
C. RENCANA KERJA ADMINSTRASI KEAMANAN DAN KETERTIBAN ... 33
D. RENCANA KERJA SEKSI BINADIK ... 34
1. Rencana Kerja Sub Seksi Registrasi ... 34
2. Rencana Kerja Sub Seksi Bimkemasywat ... 38
E. RENCANA KERJA SEKSI KEGIATAN KERJA ... 41
1. Unit Keterampilan Jasa dan Produksi... 41
2. Unit Pertanian/ Perkebunan, Perikanan dan Peternakan Terpadu ... 42
BAB IV. PERMASALAHAN / KENDALA DAN PENCAPAIAN ... 47
A. SUB BAGIAN TATA USAHA ... 45
B. SEKSI KESATUAN PENGAMANAN LAPAS ... 48
C. SEKSI ADMINISTRASI KEAMANAN DAN KETERTIBAN ... 49
D. SEKSI BIMBINGAN NARAPIDANA/ ANAK DIDIK (BINADIK) ... 50
E. SEKSI KEGIATAN KERJA ... 51
BAB V. PENUTUP ... 57
BAB I PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANGLembaga Pemasyarakatan Narkotika Jakarta dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor: M-04.PR.07.03 tahun 2003 tanggal 16 April 2003. Lapas Narkotika Jakarta diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Megawati Soekarno Putri pada tanggal 30 Oktober 2003. Lapas Narkotika Jakarta memiliki bangunan diatas lahan seluas kurang lebih 27.000 meter persegi dengan spesifikasi narapidana khusus berlatar belakang kasus narkotika dan psikotropika. Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta mulai beroperasi pada tanggal 24 Februari 2004.
Sebagai Lapas yang menangani masalah Narkotika, pegawai dalam pelaksanaan kinerja harus melaksanakan Tugas Pokok dan Fungsi dengan baik dan terus berusaha meningkatkan kinerja setiap Tahun agar terwujud nilai Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transaparan dan Inovatif. Perwujudan Nilai PASTI dalam kinerja dinilai berdasarkan baik dan buruknya hasil kinerja yang telah dilakukan.
Lapas Narkotika mendukung penataan Reformasi Birokrasi menuju Tata pemerintahan yang baik. Guna mewujudkan Reformasi Birokrasi menuju Tata Pemerintahan yang baik, Lapas Narkotika Jakarta telah melaksanakan program layanan yang berbasis Teknologi Informasi (IT), menyajikan database Pemasyarakatan, dan terus berupaya meningkatkan SDM. Disamping itu Lapas Narkotika juga berupaya melaksanakan pelayanan Prima dalam hal pelayanan hak warga binaan, seperti pemberian; Remisi, PB, CB dan CMB bagi Warga Binaan. Disamping itu Kegiatan lainnya adalah meningkatkan pembinaan mental spiritual/agama baik kepada yang beragama muslim, Nasrani maupun pemeluk agama lainnya serta meningkatkan pembinaan keahlian/ keterampilan kepada WBP agar dapat hidup dan kehidupan yang wajar manakala telah kembali pada lingkungan masyarakat setelah bebas menjalani hukuman sehingga tidak melanggar hukum lagi.
Pada tahun anggaran 2021 diharapkan Lapas Narkotika dapat meningkatkan kinerjanya lebih baik lagi dan menerapkan Tata nilai PASTI dalam setiap kinerja yang dilakukan begitu pula rencana kinerja yang akan dilakukan.
B.
MAKSUD DAN TUJUAN 1. MaksudAdanya Rencana Kerja dan Program Kerja di samping sebagai acuan / pedoman kerja secara keseluruhan bagi pegawai tentang apa dan bagaimana yang harus di kerjakan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, di harapkan akan terbentuk pemahaman visi, misi dan persepsi yang sama dari segenap pegawai, agar dapat melaksanakan tugas dengan baik dapat mengatasi kendala- kendala yang di hadapi
2. Tujuan
Rencana Kerja, Program kerja dan kalender kerja di buat untuk mengetahui gambaran / kondisi obyektif yang ada pada saat ini dan kemungkinan kendala yang di hadapi sekaligus meningkatkan kinerja dengan memperhatikan kemampuan organisasi dan sumber daya yang ada. Di samping itu Rencana Kerja dan Program kerja juga merupakan alat bantu dalam melaksanakan pemantauan dan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Klas II A Jakarta, yang pada akhirnya hasil pemantauan dan pengawasan terhadap seluruh kegiatan akan di evaluasi sebagai bahan pertimbangan untuk laporan pada akhir kegiatan dan untuk meningkatkan kinerja yang lebih optimal pada kegiatan selanjutnya.
C.
LANDASAN HUKUM1. Kitab Undang – Undang Hukum Pidana dan Kitab Undang – Undang Acara Pidana 2. Undang – Undang No. 12 Tahun 1995 Tentang Pemasyarakatan
3. PP No.31 Tahun 1999 Tentang Pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan
4. PP No.32 Tahun 1999 Tentang Syarat – Syarat dan Tata Cara Hak Warga Binaan Pemasyarakatan 5. Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI No.M10.PR.07.10 Tahun 2005 Tentang Organisasi dan Tata
Kerja Kantor Wilayah Departemen Hukum dan HAM RI
6. SK Menteri Kehakiman dan HAM RI Nomor: M.55.UM.06.05 Tahun 2003 Tentang pola pembinaan dan pengendalian Administrasi Departemen Kehakiman Dan HAM RI.
7. Surat Keputusan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor: M- 04.PR.07.03 tentang pembentukan Lapas Narkotika Jakarta.
D.
TUGAS DAN FUNGSI1. Melaksanakan Ketatausahan Kepegawaian, Perlengkapan dan Keuangan.
2. Melaksanakan Bimbingan dan Pembinaan tentang Narapidana / Anak Didik Pemasyarakatan;
3. Melaksanakan kegiatan kerja dan memberikan bimbingan kerja kepada narapidana dan anak didik.
4. Mempersiapkan administrasi pelaksanaan tugas pengamanan dan ketertiban Lapas.
5. Mempersiapkan Laporan harian dan berita acara dari satuan pengamanan yang; bertugas serta menyiapkan laporan berkala di bidang keamanan dan tata tertib.
6. Melaksanakan pengamanan dan menjaga ketertiban Lapas.
BAB II
PELAKSANAAN TUGAS TAHUN 2021
A. PELAKSANAAN TUGAS SUB BAGIAN TATA USAHA
Sub Bagian Tata Usaha mempunyai Tugas melakukan Urusan Tata Usaha dan Rumah Tangga Lapas. Untuk menyelenggarakan tugas tersebut Sub Bagian Tata Usaha mempunyai fungsi melakukan Urusan Kepegawaian dan Keuangan, melakukan Urusan Surat Menyurat, Perlengkapan dan Rumah Tangga.
1. Kepegawaian dan Keuangan
a. Gambaran Umum Keadaan Pegawai
NO NAMA / NIP JABATAN KET
1. Bambang Wijanarko
NIP. 19760709 199902 1 001 KALAPAS
2. Rahardjo Sudharmono
NIP. 19870330 200703 1 002 KASUBBAG TU
3. Jumadi
NIP. 19830929 200212 1 003 KASI BINADIK
4. Heri Purnomo
NIP. 19630916 198603 2 001
KASI ADKAM 5. Aris Setiyawan
NIP. 19881016 200701 1 003 Ka KPLP
6. Soeistanto Poedji Djatmiko
NIP. 19690609 199203 1 001 KASI GIATJA
7. Bisri Mustopa
NIP. 19670515 199403 1 001
KAUR UMUM 8. Sigit Teguh Riyanto
NIP. 19890910 200801 1 001
KASUBSI SARANA KERJA 9. Muryani
NIP. 19810507 200112 1 001
KAUR KEPEGAWAIAN &
KEUANGAN 10. Herizal Yusuf
NIP. 19880212 200703 1 002 KASUBSI BIMKEMASWAT
11. Imam Badruttamam
NIP.19690306 199103 1 001 KASUBSI REGISTERASI
12. Gilang Adi Sulistyo
NIP. 19901225 200912 1 001 KASUBSI PELTATIB
13. Abdul Kadir Attamimi NIP. 19820829b2009121002
KASUBSI KEAMANAN 14. Widhi Ideranianti Prayitno
NIP. 19860106 200701 1 004 KASUBSI BIMKER DAN PHK
b. Jumlah Pegawai
- Pejabat Struktural : 14 Orang
- Staf (PNS) : 247 Orang (4 dokter, 9 Perawat, 1 Psikolog)
- CPNS : 7 orang
c. Pembinaan Pegawai
- Melaksanakan Apel Pagi dan Siang setiap hari kerja.
- Olah raga setiap hari Jumat (seminggu sekali).
- Pengarahan/ Briefing seluruh pegawai sebulan sekali.
- Kegiatan Siraman Rohani 3 Bulan Sekali.
d. Administrasi Kepegawaian
- Pengusulan Kenaikan Pangkat (KP) - Pembuatan Kenaikan Gaji Berkala (KGB).
- Membuat Laporan Bulanan Absensi Pegawai.
- Membuat Laporan Keadaan Pegawai.
- Membuat Bezzeting pegawai Semester I dan II.
- Membuat Laporan Daftar Urutan Kepangkatan (DUK) pegawai tahun 2021.
- Membuat usulan pembuatan BPJS dan pengusulan Tunjangan Istri/
Suami.
- Membuat surat melaksanakan tugas dan menduduki jabatan.
- Pengarsipan surat masuk dan surat keluar kepegawaian.
- Penataan arsip - arsip pegawai.
- Pengusulan Pemberian Tanda Kehormatan Satya Lencana e. Keuangan
- Pengusulan/ pembuatan RKAKL.
- Pembuatan usulan pembayaran gaji pegawai dan Hak Pegawailainnya.
- Memproses pencairan anggaran kegiatan Lapas dan belanjapegawai.
- Pembuatan usulan pembayaran Tunjangan Kinerja setiap bulan.
- Penyetoran PNBP.
- Membuat laporan keuangan - Membuat laporan PNBP
- Pengarsipan surat masuk dan surat keluar keuangan - Pengusulan pembayaran Rapel Belanja Pegawai f. Kegiatan Peringatan Hari Besar
- Ulang tahun Hari Pemasyarakatan tanggal 27 April 2021 - Ulang tahun Hari Kemerdekaan tanggal 17 Agustus 2021 - Ulang tahun Hari Dhrma Karyadhika tanggal 30 Oktober 2021
2. Urusan Umum
- Pembuatan laporan bulanan kegiatan Lapas Narkotika.
- Penataan dan perawatan taman halaman kantor dan sekitarnya.
- Perawatan/ pengecatan gedung Alfa, gedung utama, Aula dan pagarbranggang - Perbaikan/ Rehab Gedung Utama.
- Pengadaan barang dan jasa sesuai dana yang tersedia dalam DIPA Tahun 2021 - Pengadaan barang-barang ATK / alatperkantoran.
- Perawatan barang inventaris kantor.
- Pengurusan daya dan jasa listrik.
- Mengagendakan dan Mengirim surat keluar dan surat masuk melalui aplikasi SUMAKER.
- Menerima barang inventaris kiriman pengadaan dari Biro Perlengkapan.
- Melaksanakan dan mengelola BMN serta membuat Laporan SIMAK semester 1 dan semester 2 serta tahunan.
- Mendistribusikan pakaian dinas.
- Mengkoordinir dan mempersiapkan Laporan SPIP Triwulan I sd Triwulan IV.
- Membuat Laporan LAKIP Semester 1 dan II Tahun 2021.
- Mempersiapkan Program Kerja dan Rencana Kerja Tahun 2021.
B. PELAKSANAAN TUGAS KESATUAN PENGAMANANLAPAS 1. Kondisi Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP)
A. KPLP memiliki personil antara lain:
a. 1 (satu) orang Ka. KPLP
b. 13 (tiga belas) orang staf dengan pembagian tugas:
- 2 (dua) orang wali blok A - 2 (dua) orang wali blok B - 2 (dua) orang wali blok C - 2 (dua) orang wali S, dan - 2 (dua) orang wali Blok Pamsus - 3 Orang Penggeledahan wanita
Di samping tugas tersebut staf KPLP juga melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Ka.
KPLP dalam penerimaan Tahanan/Narapidana baru, penggeledahan dan mutasi warga binaan. Selain itu untuk penjagaan ada angggota Regu Pengamanan (RUPAM) yang terdiri dari 4 Regu. Jam tugasnya dibag menjadi 3 shift, yaitu:
- Shift Pagi, bertugas dari jam 07.00 – 13.00 - Shift Siang, bertugas dari jam 13.00 – 19.00 - Shift Malam, bertugas dari jam 19.00 – 07.00
2. Kegiatan guna mendukung tugas seksi kesatuan Pengaman a. Penyusunan rencana kerja/ program kerja dalam I (satu) tahun.
b. Mengoptimalkan WASRIK (Pengawasan dan Pemeriksaan) dan WASIN (Pengawasan Internal), sehingga lalu lintas petugas dan warga binaan dapat terpantau.
c. Kebersihan lingkungan luar dan didalam lapas.
d. Penataan tugas masing-masing personil KPLP, dievaluasi secaraberkala.
e. Pembagian tugas anggota regu pengamanan oleh Ka. Rupam.
f. Pelaksanaan apel serah terima jaga Rupam.
g. Pelaksanaan apel penghuni.
h. Pengecekkan trails dan gembok serta penggunaan sarana dan perlengkapan pengamanan.
3. Melaksanakan Pengamanan Lapas
a. Melakukan pengawasan setiap kegiatan WBP di dalam Lapas.
b. Melaksanakan penggeledahan, antara lain:
- Penggeledahan badan dan barang setiap Narapidana dan Tahananbaru.
- Penggeledahan kamar WBP, blok hunian dan lingkungan Lapas Sidak rutin dan Insidentil.
c. KPLP selalu berkoordinasi terkait kejadian insidentil seperti penemuan barang yang diduga Narkoba di Lapas Narkotika Klas II A Jakarta kepada Kepolisian.
d. Pengawalan terhadap Narapidana Lapas Narkotika Klas II A Jakarta yang memeliki perkara pidana baru /lain dengan dibantu dengan pengawalan dari pihak kepolisian.
e. Pemindahan WBP.
Pengawalan terhadap pemindahaan Warga Binaan Lapas Narkotika Klas II A Jakarta ke Lapas/ Rutan lainnya dengan bantuan pengawalan dari pihak kepolisian.
f. Asimilasi
4. Menerima Narapidana/Tahanan baru
a. Menerima Narapidana baru dari kejaksaan.
b. Menerima Narapidana pindahan dari Lapas lain.
c. Menempatkan Tahanan baru ke dalam kamar blok pamsus.
d. Mengawasi pemeriksaan kesehatan setiap warga binaan yang baru masuk ke Lapas.
5. Memelihara kebersihan Lapas
a. Mengkoordinir Pelaksanaan Pemeliharaan kebersihan kamar hunian Warga Binaan.
b. Mengkoordinir pelaksanaan pemeliharaan kebersihan blokhunian.
c. Mengkoordinir pelaksanaan pemeliharaan kebersiahan lingkungan dalam dan luar Lapas (Area Lapangan Tembak Lapas Narkotika).
6. Melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait baik vertikal maupun horisontal
- Adanya sidak gabungan dari seluruh Lapas (Tim Satgas Kamtib) dalam melakukan sidak rutin ke setiap Lapas/ Rutan.
- Pemusnahan Barang Hasil Sidak.
C. PELAKSANAAN TUGAS SEKSI ADMINISTRASI KEAMANAN
Pelaksanaan tugas seksi administrasi keamanan dan ketertiban pada tahun 2021 sesuai dengan tupoksinya antara lain:
1. Pelaksanaan Tugas Seksi Adm. Keamanan A. Sub Seksi Keamanan melaksanakan
kegiatan antara lain:
- Menertibkan dan menciptakan suasana aman di dalam kamar dengan melakukan kontrol blok setiap hari.
- Terlaksananya program kegiatan dan sarana olah raga pegawai yang dilaksanakan serentak setiap hari Jum’at, guna menjaga kebugaran pegawai Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.
- Memberi arahan kepada PNS terutama tugas - tugas yang berhubungan dengan pengamanan, persenjataan, tugas piket besukan, dan pengawalan.
- Memberi pembinaan kepada WBP agar tidak melakukan pemerasan dan pemukulan sesama Warga.
- Melaksanakan penggeledahan yang bersifat rahasia ke blok-blok seluruh kamar hunian serta titik-titik rawan dengan melibatkan pejabat struktural dan regu jaga.
- Menyusun jadwal
• Piket Regu Pengamanan
• Piket Petugas Penggeledahan Wanita
• Piket Hari Libur
• Piket bantuan piket malam staff
• Piket malam pejabat structural
• Piket kontrol blok pejabat structural
• Piket Pendaftaran Kunjungan
• Piket staff KPLP
• Piket malam perwira
• Piket lebaran dan piket natal
- Mengamankan dan melaksanakan tata tertib di ruang kunjungan selama berlangsungnya besukan.
- Membuat surat pengawalan narapidana keluar lapas.
- Membuat BAP (Petugas dan WBP) bersama Ka. KPLP bagi Petugas dan WBP yang bermasalah.
- Mempersiapkan sarana olah raga bagi WBP.
- Membuat laporan bulanan dan triwulan mengenai senjata api dan alat-alat inventaris pengamanan lainnya.
- Telah tersedianya ruang penggeledahan tersendiri bagi pengunjung wanita/pria.
- Peningkatan pelayanan publik dalam bidang pelayanan kunjungan dan besukan, serta perubahan pelayanan di ruang kunjungan membuat pengunjung merasa lebih nyaman.
2. Pencegahan dan pengendalian keamanan
- Sosialisasi hak dan kewajiban WBP dan tata tertib di Lapas dengan sasaran Narapidana dan Tahanan.
- Mengadakan penggeledahan secara rutin dan insidentil dengan sasaran Narapidana dan Tahanan.
- Memberikan pembinaan kepada petugas agar tidak melakukan pemukulan terhadap tahanan yang baru masuk dan menekankan tidak ada pungutan dalam bentuk apapun.
- Pengecekan dengan teliti kondisi fisik bangunan antara lain:
a. Pintu dan teralis.
b. Kunci-kunci gembok kamar.
c. Tembok keliling dan saluran air.
- Membuat surat pengawalan bagi WBP antara lain:
a. Narapidana ijin keluar dengan alasan penting b. Narapidana ijin berobat di rumah sakit luar lapas.
- Meningkatkan koordinasi antar Seksi Adkam dengan Ka. KPLP serta Regu Pengamanan agar terciptanya kerjasama yang harmonis dalam pengamanan keamanan dan ketertiban di dalam Lapas agar lebih baik lagi dari tahun lalu.
- Meningkatkan sosialisasi hak dan kewajiban WBP serta tata tertib di Lapas supaya dapat meresap ke diri WBP agar terciptanya suasana yang harmonis di dalam kamar, maupun blok hunian dan Lapas, pada umumnya.
- Sesering mungkin di adakan penggeledahan baik secara rutin maupun insidentil dengan sasaran blok hunian/kamar hunian serta Narapidana dan Tahanan dengan lebih teliti lagi.
3. Melaksanakan pemeliharaan, Administrasi dan Sarana Keamanan, antara lain:
- Perawatan senjata api dan sarana keamanan.
- Perawatan dan pemeliharaan CCTV.
- Menyusun jadwal tugas regu pengamanan.
- Menyusun jadwal piket pejabat structural.
- Menyusun jadwal piket petugas penggeledahan wanita.
- Menyusun jadwal tugas bantuan pengamanan bagi staf.
- Menyusun jadwal Petugas Piket hari libur.
- Menyusun jadwal Pengawas kebersihan taman depan gedung utama.
- Menyusun jadwal Bantuan Pengamanan Kunjungan hari sabtu.
- Memperpanjang ijin buku pas.
- Menyusun Program Aksi.
- Pengecekan barang inventaris.
4. Melaksanakan Penegakan Tata Tertib
- Melakukan pemeriksaan terhadap pelanggaran tata tertib terhadap petugas maupun WBP.
- Mengusulkan untuk pemberian sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku baik terhadap petugas maupun WBP.
5. Data base dan Laporan
- Membuat laporan data pegawai yang melakukan pelanggaran disiplin.
- Membuat berita acara pemeriksaan petugas dan warga binaan yang melakukan pelanggaran.
- Membuat laporan pegawai yang mengikuti pelatihan.
- Membuat laporan sarana keamanan.
- Membuat laporan data gangguan keamanan dan ketertiban.
- Membuat laporan data pelarian dan tertangkap kembali.
- Membuat laporan data keberadaan dan kelengkapan senjata api dan peluru.
- Membuat laporan rekapitulasi dan klarifikasi pengaduan.
- Membuat laporan register F dan H.
- Membuat laporan penggeledahan.
- Membuat laporan Halinar (Handphone, Pungli, Narkoba).
- Membuat Data Pengaduan yang ditindak lanjuti.
Berikut ini merupakan data pencegahan gangguan keamanan dan pemeliharaan keamanan sesuai standar pada tahun 2021:
Data Pengaduan Yang Ditindak lanjuti
NO BULAN
ASAL PENGADUAN
TUJUAN PENGADUAN
MATERI PENGADUAN
JUMLA H DITINDAKLANJUTI
1 Januari - - - - -
2 Februari - - - - -
3 Maret - - - - -
4 April - - - - -
5 Mei - - - - -
6 Juni - - - - -
7 Juli - - - - -
8 Agustus - - - - -
9 September - - - - -
10 Oktober - - - - -
11 November - - - - -
12 Desember - - - - -
JUMLAH - -
Analisa :
Untuk memenuhi tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik, Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Klas IIA Jakarta telah memberi kesempatan kepada masyarakat untuk melakukan pengaduan kepada Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kantor Wilayah, dan Lapas
Narkotika Klas IIA Jakarta terhadap kinerja ataupun pelanggaran yang terjadi di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta. Hal ini merupakan salah satu bentuk pelaksanaan kewajiban Direktorat Jenderal Pemasyarakatan sebagai penyelenggara pelayanan publik. Tindak lanjut terhadap pengaduan masyarakat, tahanan dan Warga Binaan Pemasyarakatan secara cepat dan tepat merupakan indikator yang harus dicapai berdasarakan Standar yang telah ditetapkan.Berdasarkan data tersebut diatas, persentase capaian jumlah narapidana yang mendapatkan pembinaan kemandirian yaitu :
• Jumlah pengaduan selama tahun 2021 = 0 pengaduan
• Persentase pengaduan yang ditindaklanjuti =Jumlah pengaduan
selama tahun 2021)/(Jumlah pengaduan yang ditindaklanjuti) x 100%
= 3 /3 x 100 % = 100 %
• Persentase target = 70 %
• Persentase capaian = % Jumlah pengaduan yang ditindaklanjuti / % target x 100 % = 100 % / 70 % x 100 % = 142,85 %
NO SASARAN KEGIATAN INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN
1. Meningkatnya Pelayanan Keamanan dan Ketertiban di wilayah sesuai standar
Persentase pencegahan gangguan keamanan dan pemeliharaan keamanan sesuai standar
75% 200% 200 %
Data Kegiatan Pencegahan Gangguan Kamtib Pada Tahun 2021
NO BULAN TANGGAL LOKASI TINDAK LANJUT
1 Januari 02 Paviliun Bahroedin Suryobroto Lt III
Barang sitaan diamankan dan dimusnahkan
10 Paviliun Ahmad Arif Kamar 104
11 Paviliun Bahroedin Suryobroto Kamar 2055
2 Februari 02 Paviliun Pamsus Barang sitaan diamankan dan dimusnahkan
09 Paviliun Bahroedin Suryobroto Kamar 1071 13 Paviliun Bahroedin
Suryobroto Kamar 2020 dan 2043
3 Maret 19 Paviliun Pamsus Kamar 7
dan 8
Barang sitaan diamankan dan dimusnahkan
20 Paviliun Bahroedin Suryobroto Kamar 1043, 1087, 2065
22 Paviliun Sahardjo Kamar 220
4 April 03 Paviliun Ahmad Arif
Kamar 311
Barang sitaan diamankan dan dimusnahkan
09 Paviliun Ismail Saleh Kamar 211
5 Mei 18 Paviliun Bahroedin Lopa
Kamar 7&8
Barang sitaan diamankan dan dimusnahkan
28 Paviliun Bahroedin Suryobroto Kamar 3087
6 Juni 03 Paviliun Bahroedin
Suryobroto
Barang sitaan diamankan dan dimusnahkan
07 Paviliun Sahardjo Lt I Sayap Kanan
7 Juli 02 Paviliun Bahroedin
Suryobroto Lt III
Barang sitaan diamankan dan dimusnahkan
10 Paviliun Ahmad Arif Kamar 104
8 Agustus 02 Paviliun Pamsus Barang sitaan diamankan dan dimusnahkan
09 Paviliun Bahroedin Suryobroto Kamar 1071 9 September 19 Paviliun Pamsus Kamar 7
dan 8
Barang sitaan diamankan dan dimusnahkan
20 Paviliun Bahroedin Suryobroto Kamar 1043, 1087, 2065
10 Oktober 03 Paviliun Ahmad Arif Kamar 311
Barang sitaan diamankan dan dimusnahkan
09 Paviliun Ismail Saleh Kamar 211
11 November 18 Paviliun Bahroedin Lopa Kamar 7&8
Barang sitaan diamankan dan dimusnahkan
28 Paviliun Bahroedin Suryobroto Kamar 3087
12 Desember 03 Paviliun Bahroedin Suryobroto
Barang sitaan diamankan dan dimusnahkan
07 Paviliun Sahardjo Lt I Sayap Kanan
Analisa:
Dari tabel diatas, kegiatan pencegahan gangguan kamtib dilakukan secara rutin setiap bulannya. Kegiatan sidak rutin dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban:
1. Kegiatan sidak rutin dilakukan dalam upaya pemberantasan peredaran Narkoba dalam Lapas.
2. Kegiatan sidak rutin dilakukan sebagai wujud dukungan program ANTI HALINAR dalam lembaga pemasyarakatan.
Berdasarkan data tersebut diatas, persentase capaian jumlah kegiatan pencegahan gangguan kamtib yaitu:
• Jumlah pencegahan selama tahun 2021 = 27 kegiatan
• Target yang telah ditetapkan = 12 kegiatan
• Target = 90 % x 12 kegiatan = 10 kegiatan
• Relisasi pencegahan = 27 / 12 x 100 % = 200 %
Persentase ganguan Keamanan yang di tindak dan ditanggulangi sesuai standar
NO SASARAN KEGIATAN INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN 1. Meningkatnya Pelayanan
Keamanan dan Ketertiban di wilayah sesuai standar
Persentase ganguan Keamanan yang di tindak dan ditanggulangi sesuai standar
75% 100% 111,11%
Jenis gangguan kamtib Jumlah
Ditindaklajuti 2021
Pelarian - -
Penyelundupan narkoba - -
Perkelahian - -
Penganiayaan/
Kekerasan - -
Kerusuhan - -
Pemberontakan - -
Lain-lain( Penyelundupan alat
komunikasi) - -
Jumlah - -
Analisa:
Tabel diatas menunjukan bahwa tahun 2021, Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Klas IIA Jakarta tidak terjadi gangguan keamanan dan ketertiban. Namun pihak Lapas melakukan perputaran anggota regu secara berkala dan melakukan pengamanan penuh 24 jam dengan dibagi menjadi sebanyak 4 regu pada tiap harinya. Selain dengan memperkuat satuan pengamanan, Kalapas juga selalu memberikan arahan kepada petugas untuk selalu siaga dalam melaksanakan tugas. Berdasarkan data tersebut diatas, persentase capaian jumlah kejadian gangguan kamtib yaitu:
• Persentase pengaduan yang ditindaklanjuti = (Jumlah gangguan selama tahun 2021)/ (Jumlah gangguan yang ditindaklanjuti) x 100% = 1 / 1 x 100 % =100 %
• Persentase target = 900 %
• Persentase capaian = % Jumlah gangguan yang ditindaklanjuti / % target x 100 % = 100 % / 85 % x 100 % = 111,11 %
D. PELAKSANAAN TUGAS SEKSI BIMBINGAN NARAPIDANA/ ANAK DIDIK (BINADIK)
1. PELAKSANAAN TUGAS SUB SEKSI REGISTRASI
Sub Seksi Registrasi merupakan salah satu unit kerja yang berada dibawah Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Binadik) yang mempunyai tugas dan fungsi melakukan pencatatan dan membuat statistik serta dokumentasi sidik jari narapidana/anak didikpemasyarakatan.
Sub Seksi Registrasi melaksanakan tugas - tugas yaitu meliputi:
a. Penerimaan Tahanan dan Narapidana serta melakukan pencatatan terkait data lengkap pribadi dan keluarga Narapidana.
b. Melakukan pengelolaan administrasi warga binaan pemasyarakatan secara manual dan sistem database pemasyarakatan.
c. Melakukan koordinasi dengan instansi penegak hukum lainnya mengenai Pengeluaran Tahanan dan Pembebasan Narapidana.
d. Memelihara sidik jari narapidana dan membuat sidik jari bagi Narapidana yang akan di bebaskan.
e. Melaksanakan pencatatan Narapidan Narkotika yang akan dibebaskan, mencatat kedalam register D dalam hal pengeluaran uang, barang, perhiasan milik Narapidana dengan tanda tangan bukti penerimaan titipan.
Adapun Kegiatan yang dilaksanakan Sub Seksi Registrasi meliputi Kegiatan Sebagai Berikut:
a. Mencukupi Sarana Administrasi Penerimaan Tahanan/Narapidana
• Mencukupi Berita Acara Penerimaan
• Mencukupi Formulir/ Kartu Sidik Jari
• Mencukupi Formulir/ Kartu Daftar Perubahan
• Mencukupi Buku Registrasi, Buku Ekspirasi dan BukuKlaper
• Mencukupi Buku Pembantu Jurnal/ Buku Lainnya.
b. Sarana Kerja dan Staf
Mencukupi dan Mengganti Informasi data Tahanan/ Narapidana c. Pemindahan Narapidana ke Lapas Lain di Wilayah DKI Jakarta ke
wilayah lainnya.
Dalam rangka melaksanakan Pembinaan dan mengurangi Over Kapasitas Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta telah melaksanakan Pemindahan Narapidana dari bulan Januari s/d Desember 2021 sebanyak 160 (Seratus Enam Puluh) orang. Berikut merupakan data Warga Binaan yang di Mutasi dari Lapas Narkotika Ke Lapas/Rutan Lain.
• Pemindahan ( Mutasi UPT)
No UPT Asal UPT tujuan Tanggal
Mutasi Jumlah 1 Lapas Narkotika Kelas II A Jakarta Lapas Kelas I Surabaya 03/01/2021 1 2 Lapas Narkotika Kelas II A Jakarta Lapas Kelas I Tangerang 12/02/2021 20 3 Lapas Narkotika Kelas II A Jakarta Lapas Kelas I Cipinang 17/02/2021 10 4 Lapas Narkotika Kelas II A Jakarta Lapas Kelas I Cipinang 09/03/2021 6 5 Lapas Narkotika Kelas II A Jakarta Rutan Kelas I Jakarta Pusat 29/05/2021 2 6 Lapas Narkotika Kelas II A Jakarta
Lapas Khusus Kelas IIA
Karanganyar 04/06/2021 3
7 Lapas Narkotika Kelas II A Jakarta
Lapas Khusus Kelas IIA
Karanganyar 16/07/2021 3
8 Lapas Narkotika Kelas II A Jakarta Lapas Kelas I Batu Nusakambangan 16/07/2021 6 9 Lapas Narkotika Kelas II A Jakarta Rutan Kelas I Jakarta Pusat 24/07/2021 1 10 Lapas Narkotika Kelas II A Jakarta Lapas Kelas II A Bengkalis 25/08/2021 2 11 Lapas Narkotika Kelas II A Jakarta Lapas Kelas II B Garut 02/09/2021 6 12 Lapas Narkotika Kelas II A Jakarta Lapas Kelas IIB Banjar 02/09/2021 14 13 Lapas Narkotika Kelas II A Jakarta Lapas Kelas I Cirebon 02/09/2021 11 14 Lapas Narkotika Kelas II A Jakarta
Lapas Khusus Kelas IIA Gunung
Sindur 02/09/2021 14
15 Lapas Narkotika Kelas II A Jakarta Lapas Kelas I Tangerang 23/09/2021 1 16 Lapas Narkotika Kelas II A Jakarta Lapas Kelas II A Salemba 05/10/2021 21 17 Lapas Narkotika Kelas II A Jakarta Lapas Kelas I Cipinang 05/10/2021 15 18 Lapas Narkotika Kelas II A Jakarta Lapas Kelas I Cipinang 19/10/2021 21 19 Lapas Narkotika Kelas II A Jakarta Lapas Kelas II A Pemuda Tangerang 03/11/2021 2 20 Lapas Narkotika Kelas II A Jakarta Lapas Kelas II A Pemuda Tangerang 10/11/2021 1
Jumlah 160
• Penerimaan ( Mutasi UPT)
No UPT Asal UPT tujuan Tanggal
Mutasi Jumlah
1 Rutan Kelas I Cipinang Lapas Narkotika Kelas II A Jakarta 02/01/2021 40 2 Rutan Kelas I Cipinang Lapas Narkotika Kelas II A Jakarta 06/01/2021 50 3 Rutan Kelas I Cipinang Lapas Narkotika Kelas II A Jakarta 20/01/2021 50 4 Rutan Kelas I Jakarta Pusat Lapas Narkotika Kelas II A Jakarta 22/01/2021 50 5 Rutan Kelas I Cipinang Lapas Narkotika Kelas II A Jakarta 29/01/2021 50 6 Rutan Kelas I Cipinang Lapas Narkotika Kelas II A Jakarta 03/02/2021 80 7 Rutan Kelas I Jakarta Pusat Lapas Narkotika Kelas II A Jakarta 06/02/2021 50 8 Rutan Kelas I Cipinang Lapas Narkotika Kelas II A Jakarta 12/02/2021 49 9 Rutan Kelas I Cipinang Lapas Narkotika Kelas II A Jakarta 12/02/2021 1 10 Lapas Kelas I Cipinang Lapas Narkotika Kelas II A Jakarta 13/02/2021 20 11 Rutan Kelas I Jakarta Pusat Lapas Narkotika Kelas II A Jakarta 20/02/2021 50 12 Rutan Kelas I Cipinang Lapas Narkotika Kelas II A Jakarta 21/02/2021 50 13 Lapas Kelas I Medan Lapas Narkotika Kelas II A Jakarta 04/03/2021 2 14 Lapas Kelas I Cipinang Lapas Narkotika Kelas II A Jakarta 09/03/2021 50 15 Rutan Kelas I Cipinang Lapas Narkotika Kelas II A Jakarta 09/03/2021 85 16 Rutan Kelas I Jakarta Pusat Lapas Narkotika Kelas II A Jakarta 29/05/2021 52 17 Rutan Kelas I Jakarta Pusat Lapas Narkotika Kelas II A Jakarta 29/05/2021 50 18 Lapas Kelas II A Bogor Lapas Narkotika Kelas II A Jakarta 04/06/2021 1 19 Lapas Kelas I Cipinang Lapas Narkotika Kelas II A Jakarta 08/06/2021 20 20 Rutan Kelas I Cipinang Lapas Narkotika Kelas II A Jakarta 12/06/2021 50 21 Rutan Kelas I Cipinang Lapas Narkotika Kelas II A Jakarta 09/07/2021 50 22 Rutan Kelas I Jakarta Pusat Lapas Narkotika Kelas II A Jakarta 21/07/2021 1 23
Lapas Kelas II A Narkotika
Yogyakarta Lapas Narkotika Kelas II A Jakarta 27/07/2021 3 24 Rutan Kelas I Cipinang Lapas Narkotika Kelas II A Jakarta 07/08/2021 50 25
Lapas Khusus Kelas IIA
Gunung Sindur Lapas Narkotika Kelas II A Jakarta 11/08/2021 1 26 Lapas Kelas II A Bogor Lapas Narkotika Kelas II A Jakarta 13/08/2021 1 27 Rutan Kelas I Jakarta Pusat Lapas Narkotika Kelas II A Jakarta 14/08/2021 50 28 Rutan Kelas I Jakarta Pusat Lapas Narkotika Kelas II A Jakarta 26/08/2021 50 29 Rutan Kelas I Cipinang Lapas Narkotika Kelas II A Jakarta 01/09/2021 50 30 Rutan Kelas I Jakarta Pusat Lapas Narkotika Kelas II A Jakarta 10/09/2021 1 31 Rutan Kelas I Cipinang Lapas Narkotika Kelas II A Jakarta 06/11/2021 58 32 Lapas Kelas II A Salemba Lapas Narkotika Kelas II A Jakarta 11/11/2021 50 33 Rutan Kelas I Cipinang Lapas Narkotika Kelas II A Jakarta 18/11/2021 27
Jumlah 1242
d. Penerimaan Narapidana
Selama Bulan Januari 2021 s/d Desember 2021, Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta telah menerima narapidana sebanyak 1242 Orang.
Berikut merupakan data mutasi penerimaan Warga Binaan masuk ke Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.
e. Administrasi Narapidana
Dalam rangka tertib Administrasi Narapidana, Sub Seksi Registrasi Melakukan berbagai kegiatan, diantaranya:
1. Administrasi Narapidana
a. Barang-barang perhiasan (berharga) yang mahal harganya dicatat dalam Buku Register D dan barang-barang berharga tersebut atau uang disimpan.
b. Mengambil teraan jari (tiga jari kiri) narapidana/anak didk pada surat keputusan dan sepuluh jari kanan kiri pada kartu daktiloskopi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
c. Mengambil foto narapidana/anak didik.
d. Memerintahkan untuk memeriksa narapidana/anak didik yang bersangkutan kepada dokter atau paramedis Lapas/Lapas Anak.
e. Setelah pemeriksaan kesehatan, petugas kesehatan membuat Berita Acara narapidana/anak didik yang ditandatangani bersama oleh petugas pendaftaran atas nama Kalapas/Kalapas Anak kemudian mempersilahkan pengawal tersebut untuk meninggalkan Lapas/Lapas Anak.
f. Penandatanganan berita acara serah terima terpidana antara petugas pendaftaran dengan petugas yang menyerahkan.
g. Menghitung tanggal ekspirasi narapidana.
2. Pengurangan Hukuman (Remisi)
a. Mengajukan Usul Pemberian Remisi bagi Narapidana yang telah memenuhi persyaratan, baik Persyaratan Administratif maupun Subtantif padahari Ulang Tahun Kemerdekaan RI (17 Agustus) dan Hari Besar Keagamaan yang dianutnya.
b. Melaksanakan Upacara Penyerahan dan Pengumuman Perolehan Remisi Hari Raya Idul Fitri 1441 H, setelah pelaksanaan Shalat Idul Fitri.
c. Melaksanakan Upacara Penyerahan dan Pengumuman Perolehan Remisi Umum 17 Agustus 2021.
21
Tabel Narapidana yang sudah mendapatkan Remisi
NO JENIS REMISI KATEGORI REMISI
JUMLAH Normal TERKAIT PP 28 TERKAIT PP99
1 REMISI KHUSUS IMLEK 0 1 0 1
2 REMISI KHUSUS NYEPI 0 0 0 0
3 REMISI KHUSUS WAISAK 0 4 20 24
4 REMISI KHUSUS IDUL FITRI 108 4 440 552
5 REMISI UMUM 17 AGUSTUS 2020 135 11 676 822
6 REMISI KHUSUS NATAL 14 2 58 74
Jumlah 257 22 1194 1473
2. PELAKSANAAN TUGAS SUB SEKSI BIMKEMASWAT Bidang Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan terdiri dari dua bidang tugas yaitu:
a) Pembinaan Narapidana
b) Perawatan Narapidana (terbagi atas Pelayanan Makanan dan Pelayanan Kesehatan)
Dalam mengimpelentasikan Tupoksi Bimkemaswat Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta membagi menjadi 3 pokja, yaitu:
a) Pembinaan Narapidana dan Anak didik b) Pelayanan Makanan Narapidana dan Tahanan c) Perawatan Kesehatan Narapidana
A. PEMBINAAN NARAPIDANA
Pembinaan Warga Binaan pada sub seksi bimkemaswat Masing-masing kegiatan dilaksanakan secara teamwork (tim) dengan satu orang koordinator.
Kegiatan pembinaan itu meliputi:
1. Program Pembinaan Kerohanian Islam, Kegiatan Gereja dan Vihara 1. Pembinaan kerohanian Islam
Kegiatan–kegiatan yang dilaksanakan pada bidang ini adalah:
• Pembinaan rohani Islam bagi warga binaan melalui program- program khusus, yaitu:
1. Pesantren Darrussyifa di Blok A.
2. Pendidikan Agama Islam Tingkat Dasar.
3. Pendidikan Agama Islam Lanjutan.
4. Kegiatan Hari-hari Besar Islam.
• Mengembangkan kompetensi dalam rangka mengoptimalkan pembinaan rohani Islam bagi narapidana.
• Pemberantasan Buta Huruf Arab.
• Melaksanakan Pelatihan dan Ceramah Umum.
• Perayaan Hari–hari B e s a r 22
Agama Islam.
• Membuat Laporan Akhir Bulan Mengenai Kegiatan keagamaan.
• Warga Binaan Santri ditempatkan didalam Blok tersendiri dan terpisah dengan Warga Binaan Lain, kegiatan ini dinamakan pesantren Daarussyifa.
• Kegiatan keagamaan dilaksanakan didalam blok A dan juga didalam Masjid.
• Para pengajar terdiri dari para Ustadz dilingkungan sekitar Lapas dan berkerjasama dengan Kementerian Agama Kota Jakarta Timur.
2. Pembinaan Kerohanian Kristen / Nasrani
Kegiatan – kegiatan yang dilaksanakan pada bidang ini adalah:
a. Pembinaan rohani Kristen / Nasrani bagi warga binaan melalui program–program khusus yang dilaksanakan secara rutin, meliputi:
- Kebaktian
- Pendalaman Al Kitab
- Kehidupan Orientasi Melayani - Konselling
b. Perayaan hari–hari Besar Nasrani
No URAIAN 2020
1 Keagamaan 1.158
a. Islam
950 b. Kristen Katolik
20 c. Kristen Protestan
105 d. Hindu
- e. Budha
80 f. Konghucu
3 g. Tidak Beragama
-
2. Program PKBM (Program Kegiatan Belajar Masyarakat) Visi:
Merubah masyarakat pelanggar menjadi terpelajar, pecandu menjadi pandu yang taat hukum, terdidik, mandiri serta aktif dalam kegiatan pembangunan bagi masyarakat, bangsa dan Negara.
Misi:
- Membekali para Narapidana dengan program penyetaraan, keaksaraan dan ketrampilan untuk bekal masa depan.
- Mengakselerasi wawasan serta ketrampilan dengan program penyetaraan untuk mutu individu yang
2 b 3
erkualitas.
Jenis-jenis Program
Program-program yang dilaksanakan terdiri dari
• Program penyetaraan sekolah dasar (Paket A)
• Program penyetaraan sekolah lanjutan tingkat pertama (Paket B)
• Program penyetaraan sekolah menengah atas (Paket C)
• Program keaksaraan fungsional Tenaga pendidik dan kemitraan
Tenaga pengajar program PKBM terdiri dari petugas Lapas Narkotika Jakarta dan bermitra dengan beberapa instansi pemerintah dalam melaksanakan program kegiatan pembinaan. Lembaga-lembaga tersebut antara lain:
• Dinas Pendidikan Propinsi DKI Jakarta
• Sudin Pendidikan Kota Jakarta Timur
• Universitas Negeri Jakarta (UNJ)
Data Warga Binaan Yang Mengikuti Kegiatan Pembelajaran Tahun 2021
1 Pendidikan Kesetaraan 31
a. Kejar Paket A 3
b. Kejar Paket B 9
c. Kejar Paket C 19
2 Kursus – kursus 10
a. Komputer
10 b. Bahasa Inggris
- c. Memasak
- d. Salon
- 3 Kepramukaan
40 Jumlah
81 Orang 3. Program Komputer
- Program dilaksanakan setiap hari pada pukul 09.30 sampai dengan 11.30 WIB dan dilanjutkan dari pukul 14.00 sampai dengan 16.00 WIB
- Materi yang diajarkan meliputi program Micosoft Office, Photoshop, Corel Draw
- Program komputer ini dilaksanakan dalam jangka waktu 4 bulan untuk semua materi pengajaran - Jumlah peserta berjumlah lebih kurang 48 orang
- Tenaga pengajar terdiri dari Petugas Lapas 4. Program Kegiatan Kepramukaan
Kegiatan Kepramukaan yang dilakukan di dalam Lebaga Pemasyarakatan Narkotika Klas IIa Jakarta bertujuan untuk mengembangkan diri pribadi seutuhnya meliputi aspek mental, moral, kesadaran diri, kemandirian, kepedulian serta tanggung jawab sebagai pribadi maupun sebagai anggota
masyarakat, dengan harapan setelah selesai menjalani pidana, warga binaan dapat kembali berinteraksi 24
dengan masyarakat dan tidak mengulangi perbuatannya lagi.
5. Program Criminon
Program Criminon diartikan sebagai no Crime, artinya terapi ini bertujuan untuk membentuk seorang narapidana untuk tidak melakukan kembali kejahatan. Filosofi dasar dari Criminon menyatakan, bahwa pada dasarnya seseorang melakukan kejahatan adalah karena kurangnya rasa percaya diri. Ketiadaan rasa percaya diri ini mengakibatkan seseorang tidak mampu untuk menghadapi tantangan kehidupan serta tidak mamppu menyesuaikan diri dengan system nilai yang berlaku di masyarakat sehingga yang bersangkutan melakukan pelanggaran hukum. Tujuan dari dilaksanakannya pelatihan program criminon adalah:
• Membantu memperbaiki dan meningkatkan kemampuan seseorang dalam menghadapi rasa bersalah, rendah diri, takut, emosi dan mampu mengendalikan diri
• Membantu narapidana dalam menghadapi hambatan belajar
• Memberikan pengetahuan untuk mendapai kebahagiaan lebih baik bagi diri sendiri maupun orang lain.
• Memberikan dasar-dasar pengetahuan untuk mencapai kestabilan dan kebahagian dalam hidup Bentuk kegiatan Criminon dilakukan dengan cara berkelompok dengan teknik pemberian seperti seminar dan simulasi. Materi yang diberikan adalah sebagai berikut:
• Ketrampilsn berkomunikasi (Communication Course)
• Ketrampilan belajar dalam hidup (Learning Skill For Life)
• Mengenal kepribadian dan sumber potensial masalah
• Jalan Menuju Kebahagiaan.
6. Program Therapeutic Community (TC)
TC adalah suatu program pemulihan yang membantu merubah prilaku adiksi seorang penyalahguna NAPZA menuju “Healty Life style” (Gaya hidup yang sehat tanpa NAPZA) memalui berbagai kegiatan (Sesi) yang dilakukan secara berkelompok. Didalam kelompok TC, tiap anggota yang bergabung disebut sebagai “Famili” karena prinsip dasarnya adalah menjadikan kelompok terapi sebagai keluarga sehingga menciptakan rasa percaya dan dekat satu dengan lainnya.
Jenis Kegiatan yang dilakukan pada TC adalah:
• Morning meeting (Pertemuan di pagi hari untuk membahas isu dan ‘feeling’ masing-masing anggota)
• Encounter Group (Sesi menyalurkan dan mengekpresikan emosi marah dengan cara-cara yang sesuai dengan aturan dalam kelompok)
• Mix Confontation (Sesi menbahas maslah atau isu yang dialami oleh salah satu anggota denga cara bertanya agar menimbulkan ‘Insight’)
• Static Group (Mencari solusi yang tepat dari suatu permasalahan yang dihadapi anggot melalui konseling dengan Peer Counselor atau Petugas)
• Page Group (Mengupoas sikap dan perilaku salah satu anggota memlalui penilaian positif dan negative dari kelompok)
25
• Seminar (Pemberian Materi dalam bentuk kelas)
• Morning Briefing (Membahas hal-hal yang terjadi selama satu minggu dan menjadikan hal tersebut sebagai pengalaman untuk perbaikan diri).
7. Kelompok Dukungan Sebaya (KDS)
KDS terbentuk pada tanggal 19 Mei 2009 atas kerjasama Lapas Narkotika dan LSM Yayasan Taman Sringganis. Latar Belakang pembentukan KDS adalah adanya kebutuhan dari para WBP yang ODHA untuk memiliki wadah atau kegiatan berkumpul bersama dalam mengatasi segala permasalahan yang berkaitan dengan kesehatan dan hidup sebagai ODHA. Tujuan diadakannya KDS ini adalah:
• Memberikan dukungan psikologis bagi narapidana ODHA maupun yang menjalankan Terapi Metadone.
• Meningkatkan Motivasi hidup.
• Meningkatkan pengetahuan tentang HIV/AIDS
• Mengusahakan adanya pemberdayaan narapidana ODHA sehingga mereka dapat hidup seperti orang tanpa HIV/AIDS
• Memperkenalkan gaya hidup sehat.
Adapun bentuk kegiatan yang dilakukan seperti:
• Close Meeting
• Open Meeting
• Diskusi dan Tanya jawab
• Seminar Kesehatan 8. Theraphy Komplementer
Terapi Komplementer adalah suatu terapi tambahan, pelengkap atau penunjang yang bertumpu pada potensi diri seseorang dan alam. Dalam terapi ini seseorang diajarkan beberapa ilmu pengobatan yang beasal dari ilmu kedokteran maupoun ilmu tradisional. Terapi Komplementer mulai dilaksanakan di Lapas Narkotika Jakarta sejak Tanggal 8 November 2007 dengan bekerjasam dengan Yayasan Taman Sringganis Jakarta. Pada awalnya terpi ini diperuntukan untuk membantu warga binaan yang sudah terinfeksi HIV/AIDS (ADHA) agar kesehatan mereka bisa terjaga denga baik. Namun saat ini terapi komplementer dapat dimanfaatkan oleh warga binaan lain yang memiliki minat pada terapi ini.
Adapun kegiatan yang dilakukan pada terapi komplementer adalah:
Olah Nafas, Meditasi, Akupuntur, Prana dan Menjaga kesehatan melalui menu sehat. Manfaat yang bisa diperolah memlalui terapi komplementer adalah:
• Untuk mencegah timbulnya penyakit baru.
• Menjaga stamina dan kekebalan tubuh.
• Mengatasi keluhan fisik yang ringan.
• Mengurangi dan menghindari stress.
26
PERSENTASE NARAPIDANA YANG MENDAPATKAN PELAYANAN INTEGRASI (ASIMILASI, PB, CB, CMB) DAN PENDAYAGUNAAN TPP SESUAI STANDAR
SASARAN KEGIATAN INDIKATOR KINERJA Target Realisasi Capaian Meningkatnya Pelayanan
Pembinaan Narapidana di wilayah sesuai standar
Persentase Narapidana yang mendapatkan pelayanan integrasi (Asimilasi, PB, CB, CMB) dan pendayagunaan TPP sesuai standar
75% 77,45 % 110,64 %
Data Usulan Program Reintegrasi
No Program
Reintegrasi Usulan Disetujui
1 PB 263 214
2 CMB 13 9
3 CB - -
4 Asimilasi 92 62
5 CMK - -
JUMLAH 368 285
Analisa :
Program usulan pembebasan bersyarat yang dilaksanakan pada Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Narkotika terselenggara bagi narapidana yang mempunyai hak perolehan program. Dari keseluruhan narapidana yaitu berjumlah 2.451 orang, hingga bulan Desember 2020, narapidana yang memperoleh program tersebut sebanyak 368 orang. Rata-rata narapidana yang diusulkan mendapatkan hak usulan pembebasan bersyarat sebanyak 285 Orang, CMB sebanyak- orang dan CB sebanyak - orang. Petugas pemasyarakatan yang bertugas untuk menyelenggarakan program tersebut yaitu JFU bimkemaswat .
27
Data PB, CMB, CB, Asimilasi, dan CMK
No Uraian Tahun
2020 2021
1 Pembebasan Bersyarat 858 183
2 Cuti Menjelang Bebas 22 7
3 Cuti Bersyarat 8 -
4 Cuti Mengunjungi Keluarga - -
Jumlah 883 190
Analisa :
Program pembebasan bersyarat yang dilaksanakan pada Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Narkotika terselenggaranya bagi narapidana yang mempunyai hak perolehan program reintegrasi.
Pada tahun 2020 Narapidana yang mendapatkan PB, CMB, CB, dan CMK sebanyak 190 orang sedangkan pada tahun 2021 narapidana yang memperoleh program tersebut sebanyak 883 orang.Petugas pemasyarakatan yang bertugas untuk menyelenggarakan program tersebut yaitu JFU bimkemaswat.
Berdasarkan data tersebut diatas, persentase capaian jumlah narapidana yang mendapatkan pelayanan pb,cb,cmb yaitu :
• Jumlah wbp yang memperoleh program reintegrasi = 368 orang
• Persentase wbp yang disetujui program reintegrasi = (Jumlah seluruh wbp yang disetujui)/ (Jumlah wbp yang
diusulkan program reintegrasi) x 100% = 285/368 x 100 % = 77,45 %
• Persentase target = 368 x 85 %= 312
• Persentase capaian = wbp yang disetujui program reintegrasi / target x 100 % = 285 / 312 x 100 % = 91,35
%
B. PELAYANAN MAKANAN NARAPIDANA
Hak warga binaan untuk mendapatkan makan dan minum yang cukup, sesuai dengan standard yang berlaku, baik kuantitas maupun gizi.
Peningkatan pelayanan makan dari sejak penerimaan hingga penyajian.
Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan untuk mencapai pemenuhan kebutuhan ini adalah:
a. Pengadaaan dan pengecekan bahan mentah, sayuran, lauk pauk dan bumbu sesuai dengan menu.
b. Pengawasan terhadap mutu dan jumlah bahan makanan yangditerima.
c. Pengolahan bahan makanan menjadi makanan siap saji, sesuai dengan cita rasa, kebersihan dan nilai kalori pada daftar menu
28 yang disajikan.
d. Penyajian dan pembagian makanan kepada warga binaan dengan menggunakan daftar menu sesuai dengan standar yang telah ditentukan.
e. Penyediaan air minum bersih, khususnya air panas disediakan di setiap blok hunian.
f. Membuat Laporan Akhir Bulan.
C. PERAWATAN KESEHATAN NARAPIDANA a. KEGIATAN PROMOTIF DAN PREVENTIF
Kepada petugas Lapas
Penyuluhan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petugas Lapas tentang HIV /AIDS, Kegiatan ini dilakukan minimal satu tahun sekali. Selain ini kegiatan pemeriksaan kepada Petugas juga dilakukan berupa pengukuran lingkar perut, BB, Tekanan darah, Pemeriksaan KGD dan pemeriksaan Psikologis/ Kejiwaan.
Kepada WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan)
Kegiatan Preventif dan Promotif yang dilakukan oleh Petugas Klinik Lapas Narkotika berupa pemberian Pendidikan kesehatan kepada warga binaan mengenai pentingnya mengenali gejala penyakit dan juga pola hidup sehat didalam Lapas Nakotika Klas IIA Jakarta. Kegiatan Promotif dan preventif yangdiberikan yaitu mengenai:
a. Pentingnya menerapkan Pola hidup sehat dan menjaga kebersihan area blok hunian.
b. Pentingnya mengenali gejala dan penularan penyakit seperti TB (tuberculosis), HIV/ AIDS, Hepatitis C, Kespro, IMS dan PTM (Penyakit Tidak Menular).
c. Pemberian Motivasi dan konseling kepada WBP
d. Pembentukan Peer Educator (pendidik sebaya) dan penyuluhan oleh Peer Educator. Peer Educator adalah WBP yang sudah terlatih yang menjadi narasumber bagi kelompok sebayanya. Tujuan Peer Educator adalah untuk menyampaikan informasi di29Lapas, sebagai perpanjangan tangan tugas
pembinaan khususnya bidang perawatan, agar tugas–tugas pembinaan lebih optimal. Kegiatan yang dilakukan meliputi penyuluhan terhadap WBP baru, memberikan informasi mengenai program yang ada di klinik, penjangkauan kepada WBP yang akan mengikuti kegiatan VCT.
e. Pre release Program bertujuan untuk mempersiapkan WBP dengan ODHA yang akan bebas agar memperoleh informasi tentang perawatan dan pengobatan lanjutan mengenai HIV/ AIDS.
f. Pencegahan DBD melalui program Jumantik dengan melibatkan warga Binaan dan Petugas Lapas.
b. KEGIATAN KURATIF
1. KEGIATAN RAWAT JALAN
Pelayanan kesehatan yang diberikan terhadap warga binaan untuk tujuan observasi, diagnosis, pengobatan, rehabilitasi, dan pelayanan kesehatan lainnya, tanpa mengharuskan pasien tersebut dirawat inap. Kegiatan ini diperutntukkan bagi seluruh warga binaan dan Petugas Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta.
Ketentuan pelayanan
a. Tindakan medis di Lapas narkotika Jakarta pada dasarnya dilakukan oleh tenaga medis sesuai dengan standar profesi medis.
b. Tenaga medis dapat mendelegasikan tindakan medis pada perawat adalah tindakan-tindakan yang lebih memerlukan ketrampilan.
c. Dalam keadan gawat darurat dan pada saat itu tenaga medis tidak ada di Lapas, tenaga perawat dapat melakukan tindakan medis sesuai petunjuk dokter.
d. Pembuatan surat keterangan medis tidak boleh didelegasikan kepada perawat.
Alur berobat rawat jalan
a. Setiap warga binaan yang sakit harus lapor dulu kepada petugas paste blok masing-masing, setelah mendapat ijin untuk berobat mereka menuju ke poliklinik lapas melalui petugas Rupam.
b. Warga binaan kemudian menuju tempat pendaftaran untuk mengambil nomor antrian dan didata identitasnya, selanjutnya mereka dipersilahkan mengantri didepan poli umum maupun poli gigi sesuai penyakitnya.
c. Petugas mengantar medical record keruang poli umum maupun poli gigi.
d. Petugas Memanggil satu persatu warga binaan untuk diperiksa.
e. Dokter melakukan pemeriksaan kesehatan, memberikan tindakan medis yang diperlukan dengan bantuan perawat sesuai dengan keluhan yang mereka derita dan memberikan resep kepada mereka untuk mengambil obat.
f. Pasien mengambil obat diruang obat sesuai dengan resep yang mereka terima.
g. Setelah selesai berobat jalan, kemudian mereka menuju Rupam untuk kembali ke blok masing-masing.
h. Petugas medis dan paramedis mempunyai jadwal piket jaga setelah jamdinas 30
2. PELAKSANAAN RUJUKAN DAN RAWAT INAP RS LUAR LAPAS Rujukan merupakan salah satu pelayanan pengobatan bagi penghuni lapas untuk mendapatkan tindakan atau perawatan medis dengan fasilitas yang lebih lengkap. Sasaran pelayanan rujukan adalah warga binaan baik sebagai
kelompok atau sebagai individu. Proses pemberian pelayanan rujukan dilakukan sesuai dengan ketentuan pelayanan keperawatan dan mengikuti prosedur yang telah di tetapkan oleh pihak lapas. Prosedur rujukan yang memerlukan perawatan diluar lapas adalah sebagai berikut:
1. Pembuatan surat rujukan yang disertai dengan data medis/ medical record
2. Penjelasan kondisi pasien baik secara medis, administrasi atau keamanan kepada Kepala lapas.
3. Penentuan rumah sakit yang telah di tunjuk oleh pihak lapas atau Rumah Sakit rujukan
4. Pengiriman pasien yang di damping dengan tenaga kesehatan dan Tim pengawalan dari pihak kepolisian.
5. Hasil jawaban rujukan dari rumah sakit di kirim kepada dokter lapas dan di catat dalam status untuk rekam medik.
31
3. PROGRAM TERAPI RUMATAN METADON
Metadon adalah suatu opioid sintetik. Menurut Undang- undang RI nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Metadon digolongkan pada narkotika golongan 2 yang artinya berkhasiat untuk pengobatan, digunakan sebagai pilihan terakhir dan dapat digunakan dalam terapi atau dalam tujuan pengembangan ilmu pengetahuan.
Berbeda dengan heroin yang memiliki waktu kerja singkat (3-4 jam), metadon bekerja dalam waktu yang panjang (24- 36 jam). Bentuk sediaannya cair dan cara pakai diminum.
Metadon mempunyai efek samping antara lain gangguan tidur, mual-muntah, susah buang air besar, mulut kering, berkeringat dan gatal-gatal. Sasaran dari program ini merupakan warga binaan pengguna narkoba heroin (putau). Tujuan Program Terapi Rumatan Metadon antara lain:
• Memutus mata rantai penularan HIV dan penyakit infeksi lainnya, serta mengurangi dampak buruk dari penggunaan narkoba suntik
• Menurunkan pemakaian narkotika ilegal
• Mengurangi tindak kriminal dan menurunkan angka residivis
• Mengurangi resiko kematian akibat overdosis
• Meningkatkan kualitas hidup, serta mempromosikan pola hidup sehat Persiapan internal:
- SDM, terdiri dari dokter, perawat dan psikolog Lapas Narkotika Jakarta yang sudah mendapatkan pelatihan PTRM.
- Ruangan berada dalam poliklinik lapas yang terdiri dari ruangan yang menyediakan tempat penyimpanan metadon, ruang pemeriksaan, ruang tempat pemberian metadon, dan ruangan untuk konseling
- peralatan terdiri dari peralatan medik seperti, pompa pengukur dosis metadon, sediaan metadon, stetoskop, tensimeter, timbangan, tempat tidur periksa, obat-obatan dan peralatan non medik seperti, alat tulis, meja, kursi, komputer, telpon, gelas. Syarat mengikuti program PTRM ini antara lain:
- Penderita ketergantungan heroin
- Bersedia mengikuti program minimal 1 tahun
- minimal ketergantungan heroin selama 1 tahun, memiliki riwayat peningkatan dosis dan telah berusaha berhenti tapi gagal
- menjalani sisa hukuman minimal 3 bulan - menandatangani surat perjanjian
- pemberitahuan ke orangtua/wali
- bersedia dirujuk ke PTRM lain bila bebas
- bersedia menjalani pemeriksaan medis, psikologis dan sosial serta laboratorium
- bersedia menjalani pem32eriksaan urin (bila memungkinkan).
Kriteria yang tidak dapat mengikuti program yaitu Pasien dengan
penyakit berat, Pasien dengan gangguan jiwa, Pasien dengan keterbelakangan mental dan Pasien dengan overdosis opiate.
Pemberhentian atau dikeluarkan dari program dilakukan bila tidak ada motivasi untuk berubah, Membahayakan pasien lain, Bersikap tidak sopan terhadap petugas, Menimbulkan keributan, Mangkir berobat dan Merusak sarana dan prasarana.
E. PELAKSANAAN TUGAS SEKSI KEGIATAN KERJA
Pembinaan Kemandirian diwujudkan dalam bentuk kegiatan bimbingan keterampilan kerja yang terbagi menjadi kegiatan pelatihan dan kegiatan produksi barang dan jasa bagi warga binaan pemasyarakatan. Kegiatan pelatihan dan kegiatan produksi barangdan jasa bertujuan untuk membantu Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mengembangkan dirinya dan mempersiapkan diri untuk kembali ke masyarakat dengan memberi bekal keterampilan kepada WBP, sekaligus merupakan bagian aktifitas WBP untuk menambah pengetahuan dan keterampilan yang akan digunakan untuk bekal bebas serta bonus berupa upah/penghasilan dan atau ekstra feeding (makanan tambahan) untuk menambah gizi mereka dalam bekerja.
Kegiatan kemandirian yang dilaksanakan di Lapas Narkotika Klas IIA Jakarta meliputi kegiatan produksi roti, kuliner, loundry/binatu, potong rambut (Barber Shop), perkayuan, pengolahan air minum, pengolahan limbah karet dan plastik, perikanan, perkebunan, Kesenian (lukis, kaligrafi dan kerajinan tangan), menjahit, pengelasan, cuci steam, sablon serta kebersihan lingkungan.
Hasil kegiatan kemandirian digunakan untuk perkembangan kegiatan masing‐
masing dan sisanya disetorkan sebagai PNBP (Pendapatan Negara Bukan Pajak) setiap bulannya melalui bendahara penerimaan brdasarkan surat dari Ditjenpas nomor PAS I.PK.01.08.04.51 Perihal Peningkatan Pembinaan Kemandirian.
I. PELAKSANAAN TUGAS SUBSEKSI BIMBINGAN KERJA DAN PENGELOLAHAN HASIL KERJA
Sub Seksi Bimbingan kerja dan Pengelolaan hasil Kerja, merupakan salah satu unit kerja yang berada di bawah Seksi Kegiatan Kerja (Giatja), yang mempunyai tugas memberikan pembimbingan, pembekalan ketrampilan dan pelatihan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan sehingga setelah bebas mereka mampu bekerja dan berwirausaha serta tidak melanggar hukum lagi.
Seksi Kegiatan Kerja terdiri dari dua Sub Seksi, yaitu Sub Seksi bimbingan kerja dan Pengelolahan hasil kerja serta Sub Seksi Sarana Kerja. Sub Seksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan hasil Kerja dalam melaksanakan tugasnya melakukan 7 (tujuh) pokok kegiatan yang meliputi:
33
a. Melakukan bimbingan pada Narapidana dalam pelaksanaan latihankerja,
b. Melakukan pengawasan pelaksanaan bimbingan kerja,
34
c. Melakukan pembuatan laporan pelaksanaan bimbingan kerja dan hasil kerja
d. Membuat daftar program kegiatan kerja
e. Melakukan seleksi terhadap Narapidana sesuai dengan minat dan bakat dalam kegiatan kerja.
f. Mempersiapkan dan melaksanakan program pelatihan kemandirian g. Mempersiapkan hasil karya WBP untuk mengikuti kegiatan pameran.
Adapun kegiatan bimbingan kerja dan keterampilan yang telah berjalan hingga akhir Desember antara lain:
a) Unit Keterampilan Produksi
a. Unit Keterampilan Kemandirian Roti (Bakery)
Kegiatan kerja di bidang Roti seperti pembuatan roti tawar, roti sobek, roti goreng, lapis surabaya, di BLK Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta memiliki pekerja yang terlatih dan handal karena telah bersertifikat mengikuti pelatihan pembuatan roti dengan 9 orang pekerja. Unit keterampilan roti ini selain menghasilkan untuk mengisi stok persediaan makanan di lapas narkotika juga dapat di pesan dengan menghubungi Balai Latihan Kerja Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta.
b. unit keterampilan kemandirian kuliner
Kegiatan kerja di bidang kuliner seperti memasak aneka lauk cita rasa nusantara, western maupun chinese food. Unit ini menyerap 19 orang pekerja yang telah di latih dan bersertifikat. Selain memproduksi aneka lauk untuk para WBP Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta, unit ini juga menerima pesanan untuk acara‐acara yang diadakan oleh Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta.
b) Unit Keterampilan Kemandirian Menjahit
Kegiatan kerja di bidang menjahit seperti pembuatan pembuatan baju dan celana. Kegiatan Kerja menjahit di BLK Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta memiliki pekerja yang telatih dan handal karena telah bersertifikat mengikuti pelatihan menjahit dengan jumlah pekerja sebanyak 3 orang WBP untuk saat ini. Pelayanan selain pembuatan Baju juga melayani jasa penjahitan dan Vermak pakaian seperti baju/seragam pegawai baik PDH/PDL, Pemasangan atribut pegawai, celana sarung untuk pesantren WBP dan pegawai, pakaian olahraga, pakaian untuk ibadah, (Koko dan Peci) dan pakaian harian WBP.
c) Unit Keterampilan Kemandirian Sablon
Kegiatan kerja di bidang sablon seperti sablon untuk kaos. Unit keterampilan Sablon di BLK Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta memiliki pekerja yang terlati dan handal karena telah mengikuti pelatihan bidang sablon, dengan jumlah pekerja unit sablon sebanyak 1 orang WBP. Selain melayani sablon pada kaos atau baju, sablon bisa berupa tulisan ataupun
35
gambar. Unit sablon juga melayani jasa sablon untuk goody bag souvenir
Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta, sablon pada tas pelastik. Unit keterampilan
36