• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tabel 5.1. Matriks Pemantauan Lingkungan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Tabel 5.1. Matriks Pemantauan Lingkungan"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

NO. YANG HARUS DIPANTAU

SERTA PARAMETERNYA SUMBER DAMPAK PERSATUAN

WAKTU TOLOK UKUR YANG

BERTANGGUNG JAWAB CARA/TEKNIK

MEMANTAU LOKASI PEMANTAUAN HASIL YANG DICAPAI PERIODE / FREKUENSI PEMANTAUAN

TINDAKAN PERBAIKAN PEMANTAUAN

Kmponen Fisika Kimia 1. Kualitas Udara

Di Ruang Produksi - Dampak:

Penurunan kualitas udara di ruang produksi serta mengganggu kesehatan karyawan - Parameter :

Karbon Monoksida (CO), Nitrogen Dioksida (NO2), Partikulat,

Sulfur Dioksida (SO2), Benzene,

Toluene, dan Xylene

Di ruang Produksi:

- Area Mekanik (Cleaning/

Painting Tangki), - Area Mekanik

(Welding), - Area Mekanik

(Sand blasting), - Area Mekanik

(Painting pompa), - Area Elektronik

P1, - Area Elektronik

P2 (Annealing), - Area Elektronik

P3, dan - Area Elektronik

P4.

8 jam/hari dan

5 hari/ minggu SE Menaker No. SE- 01/MEN/97

- CO : 29 mg/m3 - NO2 : 5,6 mg/m3 - Partikulat : 10 mg/m3 - SO2 : 5,2 mg/m3 - Benzene : 32 mg/m3 - Toluene : 188 mg/m3 - Xylene : 434 mg/m3

Analisa Laboratorium yang terakreditasi oleh KAN

- Area Mekanik (Cleaning/ Painting Tangki), - Area Mekanik

(Welding), - Area Mekanik (Sand

blasting), - Area Mekanik

(Painting pompa), - Area Elektronik P1, - Area Elektronik P2

(Annealing), - Area Elektronik P3,

dan

- Area Elektronik P4.

Area Mekanik (Cleaning/

Painting Tangki) - CO : - - NO2 : - - Partikulat : - - SO2 : - - Benzene : - - Toluene : - - Xylene : - Area Mekanik (Welding) - CO : 3,437 mg/m3 - NO2 : 0,028 mg/m3 - Partikulat : 0,072 mg/m3 - SO2 : 0,017 mg/m3 Area Sand blasting - Partikulat : 81.480 mg/m3 Area Mekanik (Painting Pompa)

- Benzene : 13,47 mg/m3 - Toluene : 40,97 mg/m3 - Xylene : 24,80 mg/m3 Area Elektronik P1 - CO : 3,311 mg/m3 - NO2 : 0,015 mg/m3 - Partikulat : 0,047 mg/m3 - SO2 : 0,016 mg/m3 Area Elektronik P2

(Annealing)

- CO : 2,371 mg/m3 - NO2 : 0,016 mg/m3 - Partikulat : 0,112 mg/m3 - SO2 : 0,013 mg/m3 - Benzene : 7,41 mg/m3 - Toluene : 27,94 mg/m3 - Xylene : 13,36 mg/m3 Area Elektronik P3 - CO : 2,589 mg/m3 - NO2 : 0,022 mg/m3 - Partikulat : 0,034 mg/m3 - SO2 : 0,021 mg/m3

1 x / 6 bulan Pemantauan terhadap kualitas udara di ruang produksi akan dilakukan secara rutin sesuai kewajiban yang tertuang dalam Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup yang telah mendapat persetujuan dari BPLH Kab. Bekasi

GA & HR Department

(2)

JAWAB

MEMANTAU PEMANTAUAN PEMANTAUAN

Area Elektrik P4

- CO : 3,299 mg/m3 - NO2 : 0,021 mg/m3 - Partikulat : 0,088 mg/m3 - SO2 : 0,017 mg/m3 - Benzene : 14,06 mg/m3 - Toluene : 35,12 mg/m3 - Xylene : 25,73 mg/m3 Di Lingkungan Pabrik

- Dampak:

Penurunan kualitas udara akibat peningkatan gas buang - Parameter :

CO, NO2, partikulat dan SO2

Kegiatan pabrik

secara keseluruhan 8 jam/hari dan

5 hari/ minggu SK. Gub. Jabar No.

660.31/SK/ 694-BKPMD/

1982,

PPRI No. 41 tahun 1999 - SO2 : 900 µg/m3 - CO : 30.000 µg/m3 - NO2 : 400 µg/m3 - Partikulat : 230 µg/m3

Analisa Laboratorium yang terakreditasi oleh KAN

Batas pagar pabrik sesuai arah angin upwind dan downwind

Upwind

- SO2 : 4,6 µg/m3 - CO : 3.248 µg/m3 - NO2 : 0,1 µg/m3 - Debu (TSP) : 140,0 µg/m3 Downwind

- SO2 : 1,5 µg/m3 - CO : 3.016 µg/m3 - NO2 : 0,1 µg/m3 - Debu (TSP) : 53,3 µg/m3

1 x / 6 bulan Pemantauan terhadap kualitas udara di lingkungan pabrik akan dilakukan secara rutin sesuai kewajiban yang tertuang dalam Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup yang telah mendapat persetujuan dari BPLH Kab. Bekasi

GA & HR Department

2. Kebisingan Di Ruang Produksi - Dampak:

Peningkatan kabisingan di ruang produksi dan mengganggu

pendenganran karyawan - Parameter :

Kebisingan

Di ruang Produksi:

- Area Mekanik (Cleaning/

Painting Tangki), - Area Elektronik

P1, - Area Elektronik

P2 (Annealing), dan - Area Mekanik

(Welding).

8 jam/hari dan

5 hari/ minggu SK. Menaker No.

51/MEN/1999 tentang Nilai Ambang Batas Faktor Fisika di Tempat Kerja - Bising : 85 dBA

Pengukuran di tempat (in-situ) dengan Sound level meter

- Area Mekanik (Cleaning/ Painting Tangki), - Area Elektronik P1, - Area Elektronik P2

(Annealing), dan - Area Mekanik

(Welding).

Area Mekanik

- Bising : 80,1 dBA Area Elektrik P1

- Bising : 70,7 dBA Area Elektrik P2 (Annealing) - Bising : 73,6 dBA Area Cleaning

Bising : -

1 x / 6 bulan Pemantauan terhadap intensitas bising di ruang produksi akan dilakukan secara rutin sesuai kewajiban yang tertuang dalam Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup yangtelah mendapat persetujuan dari BPLH Kab. Bekasi

GA & HR Department

Kebisingan Di Lingkungan Pabrik - Dampak:

Peningkatan kebisingan di lingkungan pabrik akan mengurangi kenyamanan lingkungan - Parameter :

Kebisingan

Kegiatan pabrik

secara keseluruhan 8 jam/hari dan

5 hari/ minggu SK. Gub. Jabar No.

660.31/SK/ 694-BKPMD/

1982

- Bising : 60 dBA

Pengukuran di tempat (in-situ) dengan Sound level meter

Batas pagar pabrik sesuai arah angin upwind dan downwind

Upwind

- Bising : 62,1 dBA Downwind

- Bising : 58,0 dBA

1 x / 6 bulan Pemantauan terhadap intensitas bising di lingkungan pabrik akan dilakukan secara rutin sesuai kewajiban yang tertuang dalam Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup yang telah mendapat persetujuan dari BPLH Kab. Bekasi

GA & HR Department

(3)

JAWAB

MEMANTAU PEMANTAUAN PEMANTAUAN

3. Kualitas Air Permukaan - Dampak :

Peningkatan beban WWTP Kawasan Industri Newton Techno Park Lippo Cikarang - Parameter :

4 parameter fisika dan 29 parameter kimia

Limbah cair dari aktifitas domestik PT Guna Era Manufaktura

40,5 m3/hari Limbah cair domestik : Estate Regulation Kawasan Industri Lippo Cikarang

- Suhu : 380C - TSS : 600 mg/L - TDS : 2.000 mg/L - Warna : 500 PtCo - BOD : 600 mg/L - COD : 1.000 mg/L - pH : 6 – 9 - NH3 : 5 mg/L - MBAS : 5 mg/L - Fenol : 0,5 mg/L - Oil & Fat : 5 mg/L - Nitrat : 20 mg/L - Nitrit : 1 mg/L - H2S : 0,05 mg/L - As : 0,1 mg/L - Ba : 2 mg/L - Cd : 0,05 mg/L - Cr : 0,5 mg/L - Cr6+ : 0,1 mg/L - Co : 0,4 mg/L - Cu : 2 mg/L - CN : 0,05 mg/L - F : 2 mg/L - SO2 : 300 mg/L - Pb : 0,1 mg/L - Mn : 2 mg/L - Hg : 0,002 mg/L - Ni : 0,2 mg/L - Zn : 5 mg/L - Sn : 2 mg/L - Se : 0,05 mg/L - Fe : 5 mg/L - Cl2 : 1 mg/L

Pemantauan limbah cair domestik dilakukan dengan pengambilan sampel dan analisis oleh laboratorium yang terakreditasi KAN

Lokasi pemantauan limbah cair adalah ai outlet saluran air limbah menuju WWTP kawasan (Manhole)

- Suhu : 32 0C

- TSS : 1 mg/L

- TDS : 252 mg/L - Warna : 10 PtCo - BOD : 25 mg/L - COD : 56 mg/L - pH : 6,57 - NH3 : ttd - MBAS : 0,31 mg/L - Fenol : < 0,001 mg/L - Oil & Fat : < 0,2 mg/L - Nitrat : 0,75 mg/L - Nitrit : 0,002 mg/L - H2S : 0,33 mg/L - As : < 0,05 mg/L - Ba : < 0,1 mg/L - Cd : < 0,003 mg/L - Cr : < 0,2 mg/L - Cr6+ : < 0,1 mg/L - Co : < 0,2 mg/L - Cu : < 0,02 mg/L - CN : < 0,005 mg/L - F : 0,25 mg/L - SO2 : 25,48 mg/L - Pb : < 0,01 mg/L - Mn : 0,06 mg/L - Hg : < 0,0005 mg/L - Ni : < 0,02 mg/L - Zn : 0,13 mg/L - Sn : < 0,06 mg/L - Se : < 0,002 mg/L - Fe : < 0,06 mg/L - Cl2 : ttd

1 x /6 bulan Pemantauan terhadap kualitas limbah cair akan dilakukan secara rutin sesuai kewajiban yang tertuang dalam Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup yanq telah mendapat persetujuan dari BPLH Kabupaten Bekasi.

GA & HR Department

4. Kualitas Getaran - Dampak :

Penurunan kenyamanan lingkungan kerja - Parameter :

Getaran

Di area produksi

drawing 8 jam/hari dan

5 hari/ minggu Kep. MenLH No. KEP- 49/MENLH/11/1996 tentang Baku Tingkat Getaran

Getaran : 10-40 mm/detik

Pemantauan intensitas getaran dilakukan dengan pengukuran di tempat (in-situ) menggunakan

Lokasi pengelolaan lingkungan dilakukan di area produksi drawing

Area Drawing

- Getaran : 8,2 mm/det 1 x /6 bulan Pemantauan terhadap intensitas getaran di area stamping/pressing akan dilakukan secara rutin sesuai kewajiban yang tertuang dalam Dckumen

GA & HR Department

(4)

JAWAB

MEMANTAU PEMANTAUAN PEMANTAUAN

vibration meter Pengelolaan Lingkungan

Hidup yang telah mendapat persetujuan dari BPLH Kab. Bekasi 5. Kualitas Iklim Kerja

- Jenis dampak : Menurunkan

kenyamanan ruang kerja dan menurunkan konsentrasi kerja.

- Parameter Iklim ruang kerja

Area produksi

annealing 8 jam/hari dan

5 hari/ minggu SK. Menaker No.

51/MEN/1999 tentang Nilai Ambang Batas Faktor Fisika di Tempat Kerja

Analisa Laboratorium yang terakreditasi oleh KAN

Lokasi pemantauan lingkungan adalah di area produksi annealing

- ISBB : 1 x /6 bulan Pemantauan terhadap

kualitas limbah cair akan dilakukan secara rutin sesuai kewajiban yang tertuang dalam Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup yanq telah mendapat persetujuan dari BPLH Kabupaten Bekasi.

GA & HR Department

6. Emisi Sumber Bergerak - Dampak:

Penurunan kualitas udara di lingkungan pabrik

- Parameter : Opasitas

Operasional Forklift

(1 unit) 8 jam/hari dan

5 hari/ minggu Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 05 Tahun 2006 tentang Ambang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Lama - Opasitas : 70 %

Pemantauan Kualitas udara di ruang produksi dengan analisa laboratorium oleh laboratorium yang terakreditasi KAN.

Pemantauan kualitas udara dilakukan pada kendaraan forklift saat beroperasi

Komatsu Patria

Opasitas : 94,5 % 1 x /6 bulan Pemantauan terhadap kualitas emisi forklift akan dilakukan secara rutin sesuai kewajiban yang tertuang dalam Dckumen Pengelolaan Lingkungan Hidup yang telah mendapat persetujuan dari BPLH Kabupaten Bekasi.

GA & HR Department

7. Emisi Sumber Tidak Bergerak - Dampak:

Penurunan kualitas udara di lingkungan pabrik

- Parameter : NO2, Opasitas, Partikel dan SO2

Operasional

cerobong 8 jam/hari dan

5 hari/ minggu Surat Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. KEP-

13/MENLH/3/1995 tentang Baku Mutu Emisi Sumber Tidak Bergerak - NO2 : 1.000 mg/m3 - Opasitas : 35%

- Partikel : 350 mg/m3 - SO2 : 800 mg/m3

Pemantauan Kualitas udara di ruang produksi dengan anclisa laboratorium oleh laboratorium yang terakreditasi KAN.

Pemantauan kualitas udara dilakukan di lubang sampling cerobong produksi.

Cerobong Dust Collector - NO2 : < 1 mg/m3 - Opasitas : < 10%

- Partikel : 9 mg/m3 - SO2 : < 1 mg/m3 Cerobong Soldering - NO2 : 2 mg/m3 - Opasitas : < 10%

- Partikel : 5 mg/m3 - SO2 : < 1 mg/m3 Anealing I

- NO2 : - - Opasitas : - - Partikel : - - SO2 : - Anealing I

- NO2 : - - Opasitas : - - Partikel : - - SO2 : -

1 x /6 bulan Pemantauan terhadap kualitas emisi cerobong akan dilakukan secara rutin sesuai kewajiban yang tertuang dalam Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup yang telah mendapat persetujuan dari BPLH Kabupaten Bekasi.

GA & HR Department

(5)

JAWAB

MEMANTAU PEMANTAUAN PEMANTAUAN

8. Kualitas Air Tanah - Dampak :

Penurunan kualitas air tanah akibat

penyimpanan limbah B3 (padat dan cair) yang tidak sesuai peraturan yang berlaku - Parameter

Ada tidaknya rembesan limbah B3 ke dalam tanah

- Gram besi terkontaminasi, - Sludge grinding, - Scrap

terkontaminasi B3, - Kaleng bekas

bahan penolong dan cat, - Bekas kemasan

grease, - Sisa timah

soldering, - Sisa kemasan

lotfet, - Sisa kemasan

aibon, - Majun dan sarung

tangan terkontaminasi B3, - Sisa cat, - Oli bekas, - Coolant bekas, - Limbah cair spray

booth, dan - Air terkontaminasi

lotfet

- 50 kg/bulan - 5 kg/bulan

- 50 kg/bulan - 5 kg/bulan

- 1 kg/bulan - 0,1 kg/bulan - 0,5

kg/6bulan - 0,5

kg/6bulan - 5 kg/bulan

- 1 kg/bulan - 30 liter/bulan

- 20 liter/bulan - 25 liter/bulan - 1 liter/bulan

- Peraturan Pemerintah No. 18 tahun 1999 jo - Peraturan Pemerintah

No. 85 tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun

Pemantauan dilakukan dengan pengamatan secara visual dengan melihat volume limbah B3 (padat dan cair).

Lokasi pernantauan adalah Tempat Penampungan Sementara (TPS) B3

- Pengelolaan limbah B3 (padat dan cair) belum

dikerjasamakan dengan rekanan yang berijin MENLH, - Di lokasi kegiatan telah

tersedia TPS B3.

Pemantauan limbah B3 (padat dan cair) dilakukan setiap satu bulan sekali.

Pemantauan terhadap kualitas air tanah akan dilakukan secara rutin sesuai kewajiban yang tertuang dalam Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup yang telah mendapat persetujuan dari BPLH Kabupaten Bekasi.

GA & HR Department

9. Limpasan Air Hujan/Air Larian

- Dampak : Peningkatan debit air larian karena penutupan lahan oleh bangunan dan material kedap - Parameter :

Area resapan yang tersedia di lokasi pabrik

- Debit limpasan air hujan adalah 628 m3

- Penutupan lahan oleh bahan kedap air seperti bangunan gedung / beton, jalan aspal atau bahan kedap air lainnya

- Peraturan Bupati Bekasi No. 2 tahun 2007 tentang Pembuatan Sumur Resapan di Kabupaten Bekasi

- Tidak meluapnya air dalam saluran drainase air hujan

Memantau area resapan air hujan yang tersedia secara visual.

Memantau ada/tidaknya genangan air setelah turun hujan di lokasi kegiatan.

Lokasi pemantauan di area terbuka (openspace) dan saluran drainase mikro

- Limpasan air hujan dapat tertampung dan mengalir dengan lancar melalui saluran drainase mikro menuju ke saluran drainase kawasan, - Tersedia Ruang Tata Hijau

(RTH),

- Belum tersedia sumur resapan dan lubang biopori sebagai upaya untuk memperbesar resapan air hujan ke dalam tanah

Selama kegiatan berlangsung, setiap 6 bulan sekali untuk luasan area resapan, sedangkan pemantauan ada/tidaknya genangan dilakukan setelah turun hujan deras.

Pemantauan terhadap dampak air larian akan dilakukan secara rutin sesuai kewajiban yang tertuang dalam Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup yang telah mendapat persetujuan dari BPLH Kabupaten Bekasi.

GA & HR Department

(6)

JAWAB

MEMANTAU PEMANTAUAN PEMANTAUAN

10. Estetika Lingkungan - Dampak :

Penurunan estetika lingkungan akibat limbah padat yang dihasilkan dari proses produksi dan kegiatan pabrik secara keseluruhan - Parameter :

Tingkat kebersihan di area pabrik

- Bekas kemasan bahan baku (kardus, zak kertas dan zak plastik), - Pallet kayu rusak, - Scrap logam, - Sisa potongan

wire, - Gram besi, - Logam bekas, - Sisa potongan

tembaga, - Silika bekas/debu

silika, - Serbuk enemail, - Potongan kabel, - Potongan isolasi, - Cone bekas

sellotape, - Majun, sarung

tangan dan APD bekas tidak terkontaminasi, - Ceceran bahan

baku (proses insulator), - Bekuan/ runner

(insulator), - Sisa potongan

dressir (proses insulator), - Sisa bahan baku

(proses insulator), - NG product, - Case NG, dan - Limbah padat

domestik

- 50 kg/bulan

- 10 kg/bulan - 1 ton/bulan - 5 kg/bulan - 50 kg/bulan - 1 ton/bulan - 20 kg/bulan - 1,5 ton/bulan - 0,5 kg/bulan - 5 kg/bulan - 0,5 kg/bulan - 0,5 kg/bulan - 5 m3/bulan

- 0,5 kg/bulan

- 20 kg/bulan - 1 kg/bulan

- 5 kg/bulan - 10 kg/bulan - 5 pcs/bulan - 3 m3/bulan

Peraturan Daerah Kabupaten Bekasi Nomor 9 tahun 2007 tentang Izin Pengolahan Limbah Padat Bukan Berasal dari Bahan Berbahaya dan Beracun (Non-B3) yang Bernilai Ekonomis

Pemantauan dilakukan dengan pengamatan secara visual dan melihat volume/tumpukan sampah

Lokasi pemantauan : bak-bak sampah di ruang produksi dan TPS domestik.

- Pengelolaan sampah yang bernilai ekonomis belum dikerjasamakan dengan rekanan yang memiliki izin sesuai Perda No. 9 Tahun 2007,

- Pembuangan sampah ke TPA Burangkeng oleh rekanan belum dilengkapi dengan bukti pembuangannya, dan - TPS non B3 yang berada di lokasi pabrik telah permanen dan beratap.

Pemantauan volume sampah di bak-bak sampah dan di TPS pabrik dilakukan 1x sehari

Pemantauan terhadap estetika lingkungan akan dilakukan secara rutin sesuai kewajiban yang tertuang dalam Dokurnen Pengelolaan Lingkungan Hidup yang telah mendapat persetujuan dari BPLH Kabupaten Bekasi.

GA & HR Department

(7)

JAWAB

MEMANTAU PEMANTAUAN PEMANTAUAN

Komponen Sosekbud 1. Kesejahteraan dan

kesehatan karyawan - Dampak :

Terjaminnya kesejahteraan dan kesehatan karyawan PT.

Guna Era Manufaktura - Parameter

Jumlah tenaga kerja yang berasal dari lingkungaan sekitar

Kebijakan- kebijakan yang diambil oleh perusahaan dalam pengelolaan karyawan

Angka kejadian kecelakaan kerja dan angka kesakitan karyawan dalam 1 tahun

Undang-undang No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan

Metode pemantauan dilakukan dengan pencatatan data di bagian personalia PT.

Guna Era Manufaktura

Pemantauan dilakukan di Kantor Manajemen PT. Guna Era Manufaktura

- Perusahaan setiap tahun mengadakan pelatihan kesehatan kerja bagi karyawan, dan

- Perusahaan mengganti biaya pengobatan karyawan sebesar 80 % yang bekerjasama dengan Asuransi Jamsostek.

- Periode/ frekuensi pemantauan dilakukan setiap 1 x / bulan untuk melihat catatan ijin sakit karyawan, dan - Pemeriksaan

kesehatan (medical check up) dilakukan secara periodik untuk operator 1x/ 6 bulan dan untuk staft office setahun sekali.

Pemantauan terhadap kesehatan dan kesejahteraan karyawan akan dilakukan secara rutin sesuai kewajiban yang tertuang dalam Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup yang telah mendapat persetujuan dari BPLH Kabupaten Bekasi.

GA & HR Department

2. Kesempatan Kerja - Dampak :

Terbukanya kesempatan kerja bagi warga sekitar akibat adanya kegiatan operasional PT. Guna Era Manufaktura - Parameter :

Jumlah warga sekitar yang menjadi karyawan di PT. Guna Era Manufaktura

Penerimaan tenaga kerja untuk bekena sebagai karyawan di PT. Guna Era Manufaktura, khususnya untuk mengisi posisi- posisi yang kosong

Jumlah tenaga kerja yang diterima untuk mengisi posisi yang kosong dalam satu tahun

Jumlah tenaga kerja setempat yang diterima sebagai karyawan PT.

Guna Era Manufaktura untuk mengisi kekosongan posisi pada struktur ketenagakerjaan perusahaan

Melihat catatan penerimaan tenaga kerja

Lokasi pemantauan : Kantor PT. Guna Era Manufaktura.

Dari total karyawan 337 orang, 30 % (101 orang) merupakan warga setempat

Pemantauan dilakukan setiap satu tahun sekali

Pemantauan terhadap kesempatan kerja akan dliakukan secara rutin sesuai kewajiban yang tertuang dalam Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup yang telah mendapat persetujuan dari BPLH Kabupaten Bekasi

GA & HR Department

3. Kepedulian Perusahaan - Dampak :

Tanggungjawab moral perusahaan terhadap masyarakat diskeitarnya - Parameter :

Wujud kepedulian perusahaan terhadap kehidupan masyarakat disekitarnya

Munculnya tanggung jawab moral perusahaan terhadap masyarakat sekitar

Jenis dan jumlah bantuan sosial yang diberikan ke masyarakat sekitar selama 1 tahun

Bantuan sosial yang telah diberikan kepada masyarakat sekitar

Melihat catatan bantuan sosial yang telah diberikan ke masyarakat sekitar

Lokasi pemantauan : Kantor PT. Guna Era Manufaktura

- PT. Guna Era Manufaktura telah memberikan bantuan sosial berupa bantuan sembako apda Hari Raya Idul Fitri, bantuan hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha serta bantuan pada har-hari besar nasional dan hari besar keagamaan kepada masyarakat sekitar sebagai wujud kepedulian perusahaan melalui koodinasi dengan pihak pengelola kawasan Newton Techno Park Lippo Cikarang

Pemantauan dilakukan setiap satu tahun sekali

Pemantauan terhadap wujud kepedulian masyarakat akan dilakukan secara rutin sesuai kewajiban yang tertuang dalam Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup yarg telah mendapat persetujuan dari BPLH Kabupaten Bekasi

GA & HR Department

(8)

JAWAB

MEMANTAU PEMANTAUAN PEMANTAUAN

4. Keamanan dan Ketertiban Masyarakat

- Dampak : Gangguan terhadap keamanan dan ketertiban di sekitar kegiatan.

- Parameter : Gangguan keamanan dan ketertiban yang dapat mengganggu kegiatan operasional pabrik

Kegiatan operasional PT.

Guna Era Manufaktura secara keseluruhan.

24 jam/hari dan 7 hari/

minggu

Catatan harian dari bagian keamanan/security pabrik mengenai keamanan dan ketertiban masyarakat

Pengamatan secara visual dan mencatat gangguan kamtibmas yang pernah terjadi di lokasi kegiatan

Di lokasi kegiatan dan area sekitar PT. Guna Era Manufaktura

Keamanan dan ketertiban di lingkungan pabrik terjaga dengan baik

Pemantauan dilakukan setiap satu tahun sekali

Pemantauan terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat akan dilakukan secara rutin sesuai kewajiban yang tertuang dalam Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup yarg telah mendapat persetujuan dari BPLH Kabupaten Bekasi

GA & HR Department

(9)

Keterangan Titik Pemantauan Lingkungan : : Kualitas Udara

: Kualitas Air Limbah

: Kualitas Kebisingan

: Kualitas Getaran

: Kualitas Iklim Kerja

: Kualitas Emisi Cerobong

: Limbah Padat B3

: Limbah Padat Non B3

: Penghijauan

: Sumur Resapan

: Lubang Resapan Biopori Drawing

Pressing Welding Painting

Cleaning Sandblasting Painting

Machinning Assy

Elektronik 1 Elektronik 2 Elektronik 3 Elektronik 4

Referensi

Dokumen terkait

“Dokumen Evaluasi Lingkungan Hidup, yang selanjutnya d isingkat DELH, adalah dokumen yang memuat pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup yang merupakan bagian dari

*) Kolom tindakan perbaikan pengelolaan lingkungan hidup ini wajib diisi apabila Upaya Pengelolaan Lingkungan yang dillaksanakan saat ini masih belum memadai untuk memenuhi

disingkat RKPPL adalah dokumen telaah tentang Keselamatan Konstruksi yang memuat rona lingkungan, pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang merupakan pelaporan

persyaratan dan kewajiban baik yang tertulis dalam keputusan ini maupun didalam dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan

Pemantauan lingkungan hidup, berisi informasi mengenai cara, metode, dan/atau teknik untuk melakukan pemantauan yang telah dilakukan/diusulkan atas kualitas lingkungan hidup

DAMPAK LINGKUNGAN UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP PIHAK/ INSTITUSI PENGELOLA DAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP KETERANGAN SUMBER DAMPAK JENIS

Besaran Dampak Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Bentuk Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Periode

SURAT PERNYATAAN KESANGGUPAN PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP SPKPPLH KEGIATAN TOKO Saya yang bertanda tangan di bawah ini : Nama : IRWANTO TOMAYAHU Pekerjaan :