• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

7

LANDASAN TEORI

2.1. Konsep Dasar Web

A. Perkembangan Sejarah Internet

Menurut (Hidayatulloh & Kawistara, 2017) “Internet adalah jaringan global yang menghubungkan komputer-komputer di seluruh dunia. Dengan internet, sebuah komputer bisa mengakses data pada komputer lain di benua yang berbeda”.

Menurut (Kesuma dkk, 2018) “Internet merupakan salah satu alat komunikasi penyebar informasi yang sangat cepat dan murah”.

Jika melihat dari sejarahnya, internet dan jaringan komputer merupakan hasil dari evolusi dari ARPANET, sebuah proyek riset tingkat tinggi yang dimiliki oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat. DARPA mensponsori perkembangan jaringan yang menggunakan internet protocol (IP), Transmission Control Protocol (TCP), dan User Datagram Protocol (UDP).

Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan empat situs saja, yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, dan University of Utah. Di mana mereka membentuk suatu jaringan terpadu pada tahun 1969, dan secara umum ARPANET di perkenalkan pada bulan Oktober 1972.

Pada tahun 1982 istilah “Internet” Pertama kali digunakan, dan TCP/IP diadopsi sebagai Protocol Universal untuk jaringan tersebut. Pada tahun 1986 diperkenalkan sistem nama domain yang sekarang dikenal dengan nama DNS

(2)

(Domain Name System) yang berfungsi untuk menyeragamkan sistem pemberian nama alamat di jaringan komputer.

Istilah-istilah umum yang dikenal di internet antara lain :

1. Website (Situs Web)

Menurut (Abdulloh, 2016:1) mengatakan bahwa:

“Website atau disingkat web dapat diartikan sekumpulan halaman yang terdiri atas beberapa laman yang berisi informasi dalam bentuk data, digital, baik berupa teks, gambar, video, audio, dan animasi lainnya yang disediakan melalui jalur koneksi internet, sehingga media informasi yang menarik dikunjungi”.

2. WWW (World Wide Web)

Menurut (Iriadi & Indahsari, 2017) “World Wide Web (WWW) atau web adalah suatu sistem penyebaran informasi melalui internet”.

3. Web Server

Menurut (Sidik & Pohan, 2014:2) mengatakan bahwa:

Web Server adalah sebuah perangkat lunak server yang berfungsi menerima permintaan HTTP (Hypertext Transfer Protocol) dan HTTPS (Hypertext Transfer Protocol Secure) dari klien yang dikenal dengan web server browser dan mengirimkan kembali hasilnya dalam bentuk halaman-halaman web yang umumnya berbentuk HTML.

4. Web Browser

Menurut (Sidik & Pohan, 2014:5) Web Browser adalah “Software yang digunakan untuk menampilkan informasi dari server web”. Software ini kini telah dikembangkan dengan menggunakan user interface grafis, sehingga pemakai dapat dengan melakukan point dan click untuk pindah antar dokumen.

(3)

5. URL (Universal Resource Locator)

Menurut (Sadeli, 2014:2) “URL Merupakan suatu rangkaian karakter dengan format dan standar tertentu yang digunakan untuk menunjukan alamat suatu sumber seperti dokumen dan gambar yang ada di internet”. URL merupakan link atau tautan menuju ke halaman atau konten dalam sebuah website.

Perbedaan antara URL dan domain adalah, dalam konteks website domain adalah sistem penamaan server atau website. Sedangkan URL mengacu pada sebagai alamat file, dokumen atau konten dalam sebuah website. Dari segi standar dan format penamaan URL dan domain juga berbeda. Domain terdiri dari nama domain dan ekstensi sedangkan penamaan URL terdiri dari tiga bagian, yaitu:

a. Protokol, ditulis HTTP atau HTTS. HTTP sendiri merupakan singkatan dari HyperText Transfer Protocol sedangkan HTTS singkatan dari HyperText Transfer Protocol Secure.

b. Alamat Server, dalam konteks website, alamat server ini berupa nama domain dan eksistensinya. Bisa juga menggunakan alamat IP (Internet Protocol), penulisan alamat server bisa berupa nama domain secara utuh, atau ditambahkan www didepan nama domain misalnya www.google.com dan sebagainya.

c. Path File, bagian ini hanya diikut sertakan jika alamat URL digunakan untuk menunjuk konten, dokumen, file, atau halaman tertentu pada sebuah website. Bagian ini juga bisa digunakan untuk menunjukan lokasi sebuah konten, file dalam sebuah server.

(4)

B. Bahasa Pemrograman

Menurut (Kesuma dkk, 2018) “Bahasa pemrograman merupakan sarana penghubung antara yang diharapkan pembuat dengan program itu sendiri menggunakan bahasa yang dimengerti oleh sistem”. Jadi di dalam bahasa pemrograman digunakan sebagai alat komunikasi untuk memberikan perintah kepada komputer, tidak berlaku kebebasan berekspresi seperti layaknya bahasa alamiah.

Beberapa bahasa pemrograman yang digunakan yaitu:

1. HTML (Hyper Text Markup Language)

Menurut (Abdulloh, 2016:7) “HTML singkatan dari Hyper Text Markup Language, yaitu skrip yang berupa tag-tag untuk membuat dan mengatur struktur website”. Beberapa tugas utama HTML dalam membangun website diantaranya sebagai berikut: Menentukan layout website, memformat teks dasar, seperti pengaturan paragraf dan format font, membuat list dan tabel, menyisipkan gambar, video, dan audio, membuat link, membuat formulir.

2. Javascript

Website yang ramah dengan pengunjung juga menggunakan animasi sebagai faktor untuk menambah tingkat keindahan dan kenyamanan pengunjung saat menjelajah di website. Menurut (Kesuma dkk, 2018)

“Javascript juga bisa digunakan untuk mengatur hal-hal yang tidak bisa dilakukan HTML, PHP ataupun CSS, misalkan membuat kotak dialog.”

3. PHP (Perl Hypertext Preprocessor)

Menurut (Fatmawati, 2016) “PHP adalah script yang digunakan untuk membuat halaman web yang bersifat dinamis. Dinamis berarti halaman

(5)

yang akan ditampilkan dibuat suatu halaman itu diminta oleh client. PHP juga bersifat open source sehingga semua orang dapat menggunakannya secara gratis”.

4. CSS (Cascading Style Sheet)

Menurut (Abdulloh, 2016:45) “CSS singkatan dari Cascading Style Sheets, yaitu skrip yang digunakan untuk mengatur desain website”. Fungsi CSS adalah memberikan pengaturan yang lebih lengkap agar struktur website yang dibuat dengan HTML terlihat lebih rapi dan elegan.

5. Jquery

Menurut (Abdulloh, 2016:233) “jQuery merupakan salah satu javascript library, yaitu kumpulan fungsi javascript siap pakai, sehingga mempermudah dan mempercepat kita dalam membuat kode javascript”.

6. SQL

Menurut (Fridayanthie & Mahdiati, 2016) “SQL (Structured Query Language), merupakan bahasa terstruktur yang digunakan untuk mengolah database beserta isinya. Pengguna dapat memanfaatkan MySQL untuk menambahkan, mengubah, dan menghapus data yang berada di database”.

Menurut (Sukamto & Shalahuddin, 2015:47) berikut ini adalah contoh pengaksesan data pada DBMS secara umum terdiri dari empat hal, yaitu:

(6)

a. Memasukan Data (Insert)

Sumber (Sukamto & Shalahuddin, 2015:47)

Gambar II.1.

Memasukan Data (Insert)

b. Mengubah Data (Update)

Sumber (Sukamto & Shalahuddin, 2015:47)

Gambar II.2.

Mengubah Data (Update)

c. Menghapus Data (Delete)

Sumber (Sukamto & Shalahuddin, 2015:47)

Gambar II.3.

Menghapus Data (Delete) INSERT * INTO Tabel_mahasiswa (nim, nama, tanggal_lahir)

Values

(‘13501058’, ‘Rosa’, ‘1986-01-01’;

UPDATE Tabel_mahasiswa SET

tanggal_lahir = ‘1990-03-04’

WHERE

Nim = ‘13501058’;

DELETE FROM Tabel_mahasiswa WHERE

Nim = ‘13501058’;

(7)

d. Menampilkan Data (Select)

Sumber (Sukamto & Shalahuddin, 2015:48)

Gambar II.4.

Menampilkan Data (Select)

C. Basis Data

Menurut (Sukamto & Shalahuddin, 2015:43) Basis data adalah “Sistem terkomputerisasi yang tujuan utamanya adalah memelihara data yang sudah diolah atau informasi dan membuat informasi tersedia pada saat dibutuhkan. Adalah media untuk menyimpan data agar dapat diakses dengan mudah dan cepat”.

Sumber (Sukamto & Shalahuddin, 2015:44)

Gambar II.5.

Ilustrasi Basis Data tabel 1

tabel 2 ...

.

tabel n SELECT nim, nama FROM Tabel_mahasiswa

WHERE

Nim = ‘13501058’;

(8)

Menurut (Sukamto & Shalahuddin, 2015:44), Kebutuhan basis data dalam sistem informasi meliputi:

1. Memasukan, menyimpan, dan mengambil data.

2. Membuat laporan berdasarkan data yang telah disimpan.

Tujuan dari dibuatnya tabel-tabel disini adalah untuk menyimpan data ke dalam tabel-tabel agar mudah diakses. Oleh karena itu, untuk merancang tabel-tabel yang akan dibuat maka dibutuhkan pola pikir penyimpanan data nantinya jika dalam bentuk baris-baris data (record) di mana setiap baris terdiri dari beberapa kolom.

1. MySQL (My Structured Query Language)

Menurut (Abdulloh, 2016:105) “MySQL merupakan komponen yang digunakan untuk mengakses atau berkomunikasi dengan database MySQL melaui PHP” Beberapa manfaat penggunaan MySQL adalah menggunakan interface atau metode object oriented, menggunakan penggunaan prepared statement, mendukung penggunaan transaksi, peningkatan terhadap kemampuan pencarian kesalahan program, mendukung pengembangan.

2. Apache

Menurut (Purnama, 2014) “Apache adalah server web yang dapat dijalankan dibanyak sistem operasi (Unix, BSD, Linux, Microsoft Windows, dan Novell Netware serta platfrom lainnya) yang berguna untuk melayani dan memfungsikan situs web”.

(9)

D. Model Pengembangan Perangkat Lunak

Menurut (Sukamto & Shalahuddin, 2015:34) “RAD (Rapid Application Development) adalah model proses pengembangan perangkat lunak yang bersifat inkremental terutama untuk waktu pengerjaan yang pendek”.

Metode penelitian yang digunakan dalam pengembangan perangkat lunak ini adalah model RAD (Rapid Application Development) yang terdiri dari lima tahapan menurut (Sukamto & Shalahuddin, 2015:34) berikut ini :

1. Pemodelan Bisnis

Pemodelan yang dilakukan untuk memodelkan fungsi bisnis untuk mengetahui informasi apa yang terkait bisnis, infomasi apa saja yang harus dibuat, siapa yang harus membuat informasi itu, bagaimana alur informasi itu, proses apa saja yang terkait informasi itu.

2. Pemodelan Data

Memodelkan data apa saja yang dibutuhkan berdasarkan pemodelan bisnis dan mendefinisikan atribut-atributnya beserta relasinya dengan data-data yang lain.

3. Pemodelan Proses

Mengimplementasikan fungsi bisnis yang sudah di definisikan tekait dengan pendefinisian data.

4. Pembuatan Aplikasi

Mengimplementasikan pemodelan proses dan data menjadi program. Model RAD sangat menganjurkan pemakaian komponen yang sudah ada jika dimungkinkan.

(10)

5. Pengujian dan Pergantian

Menguji komponen-komponen yang dibuat, jika sudah maka tim pengembang komponen dapat beranjak untuk mengembangkan komponen lainnya.

Menurut (Sukamto & Shalahuddin, 2015:36) “Model RAD memiliki kelemahan”, berikut kelemahannya:

1. Untuk pembuatan sistem perangkat lunak dengan skala besar maka model RAD akan memerlukan sumber daya manusia yang cukup besar untuk membentuk tim-tim yang mengembangkan komponen-komponen.

2. Jika tidak ada persetujuan untuk mengembangkan perangkat lunak secara cepat (rapid) maka proyek dengan model ini akan gagal karena hanya akan bingung mendefinisikan kebutuhan pelanggan (customer) atau user.

3. Jika sistem perangkat lunak yang akan dibuat tidak di modelkan (dibagi-bagi menjadi beberapa komponen) maka model RAD tidak dapat digunakan untuk membuat sistem perangkat lunak ini karena terlalu banyak campur tangan antar tim.

4. Model RAD tidak cocok digunakan untuk sistem perangkat lunak yang memiliki risiko teknis sangat tinggi, misalnya menggunakan teknologi baru yang belum banyak dikenal dan dikuasai pengembang.

(11)

2.2. Tools Program A Struktur Navigasi

Menurut (Rohman, 2018), “Stuktur navigasi adalah susunan menu atau hirarki dari suatu situs yang menggambarkan isi dari setiap halaman dan link atau navigasi halaman pada situs web”.

Menurut Wahana Komputer dalam (Fabrian, 2018), ada empat struktur dasar yang digunakan, sebagai berikut:

1. Struktur Navigasi Linear

Sumber (Fabrian, 2018)

Gambar II.6.

Struktur Navigasi Linear

2. Struktur Navigasi Non Linear

Sumber (Fabrian, 2018)

Gambar II.7.

Struktur Navigasi Non Linear

(12)

3. Struktur Navigasi Hierarki

Sumber (Fabrian, 2018)

Gambar II.8.

Struktur Navigasi Hierarki

4. Struktur Navigasi Campuran

Sumber (Fabrian, 2018)

Gambar II.9.

Struktur Navigasi Campuran

(13)

B Enterprise Relationship Diagram 1. Entity Relationship Diagram (ERD)

Menurut (Yanto, 2016:31), ”ERD (Entity Relationship Diagram) menjadi salah satu pemodelan data konseptual yang paling sering digunakan dalam proses pengembangan basis data bertipe relasional”. ERD (Entity Relationship Diagram) juga merupakan gambaran yang merelasikan antara objek yang satu dengan yang lain dari objek di dunia nyata sering dikenal dengan hubungan antar entitas.

Entity Relationship Diagram memiliki tiga komponen, menurut (Yanto, 2016:31), komponen ERD yaitu:

a. Entitas

Entitas adalah objek di dunia yang dapat dibedakan dengan objek lainnya.

Objek tersebut dapat berupa orang, benda ataupun hal lainnya. Entitas digambarkan sebagai kotak persegi panjang.

b. Atribut

Atribut merupakan semua informasi yang berkaitan dengan entitas. Atribut sering dikenal dengan property dari suatu entitas atau objek. Atribut digambarkan dalam bentuk lingkaran elips. Macam-macam atribut menurut (Yanto, 2016:32), yaitu:

(14)

1) Atribut Sederhana (Simple Attribute)

Atribut sederhana adalah atribut yang nilainya tidak dapat dibagi lagi menjadi banyak atribut yang lebih kecil.

Contoh atribut sederhana adalah harga

Sumber : (Yanto, 2016:34)

Gambar II.10.

Gambar Contoh Atribut Sederhana

2) Atribut Komposit (Composit Attribute)

Atribut komposit adalah atribut gabungan yang nilainya dapat dipecah menjadi bagian yang lebih kecil. Atau sering disebut dengan atribut yang terdiri dari beberapa atribut kecil di dalamnya. Contoh atribut komposit adalah alamat.

Sumber : (Yanto, 2016:35)

Gambar II.11.

Gambar Contoh Atribut Komposit Harga

Alamat

Kota

No_jln

Prov Kd_pos

(15)

3) Atribut Bernilai Tunggal (Single Value Attribute)

Atribut bernilai tunggal adalah jenis atribut yang nilainya hanya satu dari suatu entitas. Contoh atribut bernilai tunggal adalah tanggal lahir dari entitas mahasiswa. Telah bisa dipastikan bahwa setiap mahasiswa memiliki satu tanggal lahir

Berikut contoh atribut bernilai tunggal menurut (Yanto, 2016:35), yaitu:

Sumber : (Yanto, 2016:35)

Gambar II.12.

Gambar Contoh Atribut Bernilai Tunggal

4) Atribut Bernilai banyak (Multivalues Atribute)

Atribut bernilai banyak adalah atribut yang nilainya lebih dari satu dalam bentuk entitas tersebut. Contoh atribut bernilai banyak adalah hobi.

Sumber : (Yanto, 2016:36)

Gambar II.13.

Gambar Contoh Atribut Bernilai Banyak

5) Atribut Turunan (Derived Atribute)

Atribut turunan adalah jenis atribut yang nilainya diperoleh dari atribut yang lain. Contoh atribut turunan adalah masa_bakti dari entitas pegawai. Atribut masa_bakti akan muncul nilainya ketika atribut tgl_masuk_kerja sudah ada nilainya. Atribut masa_bakti akan muncul dengan bantuan query.

Tgl_lahir

Hobi

(16)

Sumber : (Yanto, 2016:36)

Gambar II.14.

Gambar Contoh Atribut Turunan

6) Atribut Identitas (Key Attribute)

Atribut indentitas adalah atribut yang dijadikan sebagai kunci pada suatu tabel. Sifat atribut ini unik, tidak ada yang menyamai, atribut indentitas menurut (Yanto, 2016:37), terdiri dari beberapa jenis yaitu:

1) Super Key

Super key adalah satu atribut atau kumpulan atribut yang secara unik mengindentifikasi sebuah baris di dalam relasi atau himpunan dari satu atau lebih entitas yang dapat digunakan untuk mengindentifikasi secara unik sebuah entitas dalam set entitas.

2) Candidate Key

Candidate key adalah atribut yang menjadi determinan yang dapat dijadikan identitas dari pada sebuah relasi. Biasaya super key minimum.

3) Primary Key

Primary key adalah kandidat key yang dipilih untuk mengindentifikasi baris data secara unik dalam relasi.

4) Alternative Key

Alternative key adalah candidate key yang tidak terpilih sebagai primary key atau atribut untuk menggantikan kunci utama.

(17)

5) Foreign Key

Adalah atribut dengan domain yang sama yang menjadi kunci utama pada sebuah relasi, tetapi pada relasi lain atribut tersebut sebagai atribut biasa.

6) Composite Key

Composite key adalah kunci yang terdiri dari dua atribut atau lebih. Atribut- atribut tersebut jika berdiri sendiri tidak menjadi identitas baris, tetapi bila dirangkaikan menjadi satu kesatuan akan dapat mengidentifikasi secara unik.

c. Relasi

Menurut (Yanto, 2016:38), “Relasi adalah yang menghubungkan antar entitas, biasanya di awali dengan kata kerja”. Gambar belah ketupat merupakan perlambangan relasi antar entitas atau biasa disebut kerelasian.

Ada tiga macam relasi berdasarkan derajatnya. Menurut (Yanto, 2016:38), macam-macam relasi sesuai dengan derajatnya yaitu:

1) Unary, unary adalah relasi yang menghubungkan entitas sejenis.

2) Binary, binary adalah relasi yang menghubungkan entitas yang tidak sejenis.

3) Ternary, ternary adalah relasi yang menghubungkan lebih dari dua entitas yang tidak sejenis.

Relasi memiliki empat kardinalitas relasi yaitu hubungan antara relasi dengan lainnya. Menurut (Fridayanthie & Mahdiati, 2016), kardinalitas relasi yaitu:

1. Satu ke satu (one to one)

Setiap elemen dari entitas A berhubungan paling banyak dengan elemen pada entitas B. Demikian juga sebaliknya setiap elemen B berhubungan paling banyak satu elemen pada entitas A.

(18)

2. Satu ke banyak (one to many)

Setiap elemen dari entitas A berhubungan dengan maksimal banyak elemen pada entitas B. Dan sebaliknya setiap elemen dari entitas B berhubungan dengan paling banyak satu elemen di entitas A.

3. Banyak ke satu (many to one)

Setiap elemen dari entitas A berhubungan paling banyak dengan satu elemen pada entitas B. Dan sebaliknya setiap elemen dari entitas B berhubungan dengan maksimal banyak elemen di entitas A.

4. Banyak ke banyak (many to many)

Setiap elemen dari entitas A berhubungan maksimal banyak elemen pada entitas B demikian sebaliknya.

Tabel II.1.

Simbol Entity Relationship Diagram

Simbol Deskripsi

Entitas/ entity Entitas merupakan data inti yang akan disimpan; bakal tabel pada basis data; benda yang memiliki data dan harus disimpan datanya agar dapat diakses oleh aplikasi komputer; penamaaan entitas biasanya lebih ke kata benda dan belum merupakan nama tabel.

Atribut Field atau kolom data yang butuh disimpan

dalam suatu entitas.

Atribut kunci primer Field atau kolom data yang butuh disimpan dalam suatu entitas dan digunakan sebagai kunci akses record yang diinginkan;

biasanya berupa id; kunci primer dapat lebih dari satu kolom, asalkan kombinasi dari beberapa kolom tersebut dapat bersifat unik (berbeda tanpa ada yang sama).

nama_entitas

nama_atribut

nama_kunci_primer

(19)

Relasi Relasi yang menghubungkan antar entitas;

biasanya diawali dengan kata kerja.

Asosiasi / association Penghubung antara relasi dan entitas di mana di kedua ujungnya memiliki multiplicity kemungkinan jumlah pemakaian. Kemungkinan jumlah maksimum keterhubungan antara entitas satu dengan entitas yang lain disebut dengan kardinalitas. Misalkan ada kerdinalitas 1 ke N atau sering disebut dengan one to many menghubungkan entitas A dan entitas B.

Sumber : (Sukamto dan Shalahuddin, 2015:50)

2. Logical Record Structured (LRS)

Menurut (Tabrani, 2014) “LRS (Logical Record Structure) dibentuk dengan nomor dari tipe record”. Beberapa tipe record digambarkan oleh kotak empat persegi panjang dan dengan nama unik. Perbedaan LRS (Logical Record Structure) dengan ERD (Entity Relationship Diagram) adalah nama tipe berada di luar kotak field tipe record ditempatkan.

Berikut menurut (Fridayanthie & Mahdiati, 2016) cara membentuk skema database atau LRS (Logical Record Structure) berdasarkan Entity Relationship Diagram yaitu :

a. Jika relasinya satu-ke-satu, maka foreign key diletakan pada salah satu dari dua entitas yang ada untuk menyatukan kedua entitas tersebut.

b. Jika relasinya satu-ke-banyak, maka foreign key diletakan pada entitas many.

c. Jika relasinya banyak-ke-banyak, maka dibuka “file konektor” yang berisi dua foreign key yang berasal dari kedua entitas.

nama_relasi

N

(20)

C Implementasi dan Pengujian Web

Menurut (Mahardhika, 2015), “Proses implementasi adalah proses yang akan dilaksanakan berdasarkan pada perancangan yang telah dibuat pada proses sebelumnya”.

Menurut (Malau, 2018), “Pengujian merupakan tahapan uji coba dari jaminan perangkat lunak dan mempresentasikan apakah sistem sudah benar dan sesuai kebutuhan sehingga akan dapat diketahui seperti apa hasil kinerja sistem yang baru ini dibandingkan dengan sistem yang lama”.

Pengujian unit fokus pada usaha verifikasi pada unit terkecil pada desain perangkat lunak diuji agar dapat diperiksa apakah aliran masukan (input) dan keluaran (output) dari unit sudah sesuai dengan yang diinginkan (Sukamto &

Shalahuddin, 2015:277)

1. Black-Box Testing (Pengujian Kotak Hitam)

Menurut (Sukamto & Shalahuddin, 2015:275-276), “Black-Box Testing yaitu menguji perangkat lunak dari segi spesifikasi fungsional tanpa menguji desain dan kode program”. Pengujian yang dimaksudkan untuk mengetahui apakah fungsi- fungsi, masukan, dan keluaran dari perangkat lunak sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan.

Pengujian kotak hitam dapat dilakukan dengan membuat kasus uji yang bersifat mencoba semua fungsi dengan memakai perangkat lunak apakah sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Kasus uji coba yang dibuat untuk melakukan pengujian kotak hitam harus dibuat dengan kasus benar dan kasus salah, misalkan untuk kasus proses login maka yang dibuat adalah:

(21)

a. Jika user memasukan nama pemakai (username) dan kata sandi (password) yang benar

b. Jika user memasukan nama pemakai (username) dan kata sandi (password) yang salah, misalnya nama pemakai benar tapi kata sandi salah, atau sebaliknya atau keduanya salah.

D. Pengkodean

Menurut Jogiayanti dalam (Rohim dkk, 2016), ”Pengkodean adalah suatu susunan digit (angka), huruf dan karakter-karakter khusus yang dapat dirancang dalam bentuk kode”.

Menurut Jogiayanti dalam (Rohim dkk, 2016), ada beberapa macam tipe dari kode yang dapat digunakan di dalam sistem informasi adalah:

1. Kode Mnemonic (Mnemonic Code)

Kode mnemonic digunakan untuk tujuan supaya mudah diingat. Kode mnemonic dibuat dengan dasar singkatan atau mengambil sebagian karakter dari item yang akan diawali dengan kode ini. Kebaikan: mudah diingat, Kelemahan: kode dapat menjadi panjang.

2. Kode Urut (Sequential Code)

Kode urut, disebut juga kode seri merupakan kode yang nilainya urut antar satu kode dengan kode berikutnya. Kebaikan: mudah diingat, kode dapat pendek, tapi harus unik. Kelemahan: penambahan kode hanya dapat ditambahkan pada akhir urutan, tidak fleksibel bila terjadi perubahan kode.

(22)

3. Kode Blok (Block-Code)

Kode blok mengklasifikasikan item dalam kelompok blok tertentu yang mencerminkan satu klasifikasi tertentu atas dasar maksimum yang diharapkan. Kebaikan: nilai dari kode mempunyai arti, kode dapat ditambah satu dibuang sebagian. Kelemahan: panjang kode tergantung dari jumlah bloknya.

4. Kode Grup (Group Code)

Kode grup merupakan kode yang berdasarkan field-field dan tiap-tiap field kode mempunyai arti. Kebaikan: nilai dari kode mempunyai arti, mudah diperluas, dapat menunjukan jenjang data. Kelemahan: kode dapat menjadi panjang.

5. Kode Desimal (Decimal Code)

Mengklasifikasikan kode atas dasar 10 unit angka desimal dimulai dari angka 0 sampai angka 9 atau dari 00 sampai dengan 99 teegantung banyaknya kelompok.

E. Toko Online 1. Pengertian Sistem

Sistem adalah sekelompok unsur yang erat hubungannya satu sama lain, yang berfungsi bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu.

Sedangkan menurut (Tyoso, 2016:1) mengatakan bahwa “Sistem merupakan suatu kumpulan dan komponen-komponen yang membentuk satu kesatuan”. Sebuah organisasi dan sistem informasi adalah sistem fisik dan sosial yang ditata sedemikian rupa untuk mencapai tujuan tertentu.

(23)

2. Pengertian Informasi

Menurut (Hutahaean, 2014:9) mengatakan bahwa “Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya”.

Dapat dikatakan informasi adalah bentuk awal suatu data yang dapat disampaikan kepada penerimanya.

3. Sistem Informasi

Menurut (Hutahaean, 2014:13) mengatakan bahwa sistem informasi adalah

“Suatu sistem di dalam organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengelolaan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial, dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang dibutuhkan”.

4. Toko Online

Toko online adalah toko yang berbasis online yaitu customer dapat melihat atau memesan suatu produk dengan online tanpa harus mendatangi toko tersebut.

Karena dengan adanya toko online dapat memudahkan para customer untuk membeli suatu produk dengan efisiensi waktu.

5. Sistem Informasi Toko Online

Adalah sebuah sebuah sistem informasi yang menjelaskan mengenai toko online tersebut yang dapat berupa informasi mengenai harga produk, jenis produk, alamat toko, cara pemesanan, dan pembayaran suatu produk.

Gambar

Gambar II.2.
Gambar II.4.
Gambar II.6.
Gambar II.8.
+5

Referensi

Dokumen terkait

Atribut multinilai/multivalue merupakan Field atau kolom data yang butuh disimpan dalam suatu entitas yang dapat memiliki nilai lebih dari satu. Relasi yang menghubungkan

Satu atau beberapa atribut yang mempunyai nilai unik sehingga dapat digunakan untuk membedakan data pada suatu baris atau record dengan baris lain pada

Satu atau beberapa atribut yang mempunyai nilai unik sehingga dapat digunakan untuk membedakan data pada suatu baris atau record dengan baris lain pada suatu entitas.

Setiap atribut yang dimiliki oleh sebuah himpunan entitas ditunjukkan dengan adanya informasi yang sama disimpan dalam basis data pada setiap entitas anggota himpunan

Untuk kardinalitas relasii 1-1, maka relasi tidak diimplementasi menjadi tabel tetapi atribut pada relasi akan yang mewakili salah satu dari kedua himpunan

Setiap entitas pasti mempunyai elemen yang disebut atribut yang berfungsi untuk mendes-kripsikan karakteristik dari entitas tersebut.. dari atribut mempunyai sesuatu yang

Satu atau beberapa atribut yang mempunyai nilai unik sehingga dapat digunakan untuk membedakan data pada suatu baris atau record dengan baris lain pada

Satu atau beberapa atribut yang mempunyai nilai unik sehingga dapat digunakan untuk membedakan data pada suatu baris atau record dengan baris lain pada suatu