• Tidak ada hasil yang ditemukan

IMPLEMENTASI METODE UMMI DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA AL-QUR’AN PADA SISWA SMP IT IZZATUL ISLAM GETASAN KEBUPATEN SEMARANG TAHUN 20152016 SKRIPSI Diajukan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "IMPLEMENTASI METODE UMMI DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA AL-QUR’AN PADA SISWA SMP IT IZZATUL ISLAM GETASAN KEBUPATEN SEMARANG TAHUN 20152016 SKRIPSI Diajukan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam"

Copied!
118
0
0

Teks penuh

(1)

IMPLEMENTASI METODE UMMI DALAM

PEMBELAJARAN MEMBACA AL-

QUR’AN PADA

SISWA SMP IT IZZATUL ISLAM GETASAN

KEBUPATEN SEMARANG TAHUN 2015/2016

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memperoleh Gelar

Sarjana Pendidikan Islam

Oleh

LINAWATI RETNO WULAN

11112253

JURUSAN TARBIYAH

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI

(2)
(3)
(4)
(5)

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

MOTTO

Orang yang paling baik diantara kamu adalah orang yang

mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya”

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Tirmidzi,

Ahmad, Abu Daud, dan

Ibnu Majah

PERSEMBAHAN

Untuk kedua orang tuaku,

suamiku, kakakku, para dosen,

saudara-saudaraku, sahabat-sahabat seperjuanganku,

guru-guru, staf SMP IT Izzatl Islam Getasan,

(6)

KATA PENGANTAR

Segala puji syukur penulis memanjatkan kepada Allah swt yang telah melimpahkan rahmat, hidayah dan inayahNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada junjungan kita Rasulullah saw beserta seluruh keluarganya dan pengikutnya.

Penulisan skripsi ini dimaksudkan untuk melengkapi tugas dan memenuhi syarat guna memperoleh gelar sarjana dalam Ilmu tarbiyah jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Salatiga.

Terima kasih disampaikan kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan moral dan material terhadap penyusun skripsi ini, khususnya kepada:

1. Bapak Dr. Rahmat Hariyadi, M.Pd. selaku Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga yang telah memberikan bimbingan kepada penulis dalam menyelesaikan studi.

2. Bapak Suwardi, M.Pd. selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Salatiga.

3. Ibu Dra Siti Rukhayati, M.Ag. selaku Ketua Jurusan PAI IAIN Salatiga. 4. Ibu Dra Sri Suparwi, M.A. yang telah mencurahkan segala tenaga dan

pikirannya dalam membimbing penyusunan skripsi ini.

(7)
(8)

ABSTRAK

Retno Wulan, Linawati. 2016. Implementas Metode Ummi Dalam pembelajaran

membaca Al Qur’an pada Siswa SMP IT Izzatul Islam Getasan

Kabupaten Semarang Tahun 2015/2016. Skripsi, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Jurusan pendidikan Agama Islam. Institut Agama Islam Negeri Salatiga. Pembimbing : Sri Suparwi, M.A.

Kata Kunci : Metode Ummi, Membaca Al-Qur’an

Metode ummi adalah metode yang dilaksanakan dengan model klasikal individual guru dan siswa membaca Al-Qur’an bersama-sama halaman yang ditentukan oleh guru. Setelah dianggap tuntas oleh guru, dilanjutkan dengan individual yaitu siswa membaca Al-Qur’an satu per satu dan yang lain menyimak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Bagaimana implementasi metode ummi dalam pembelajaran membaca Al Qur’an, dan (2) Apa saja Faktor-faktor yang menjadi pendukung dalam implementasi metode ummi dalam pembelajaran membaca Al Qur’an (3) Apa saja Faktor yang menjadi penghambat dalam pembelajaran membaca Al Qur’an (4) Apa solusi dari faktor penghambat implementasi metode ummi dalam pembelajaran membaca Al Qur’an pada siswa SMP IT Izzatul Isalam Getasan Kabupaten Semarang Tahun 2016.

(9)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN BERLOGO ... ii

HALAMAN NOTA PEMBIMBING ... iii

HALAMAN PENGESAHAN ... iv

PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN... v

HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN ... vi

KATA PENGANTAR ... vii

ABSTRAK ... viii

DAFTAR ISI ... ix

DAFTAR TABRL ... x

DAFTAR LAMPIRAN ... xii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 2

B. Fokus Penelitian ... 6

C. Tujuan Penelitian ... 7

D. Kegunaan penelitian ... 8

E. Penegasan Istilah ... 9

F. Metode Penelitian ... 10

G. Sistematika Penulisan Skripsi ... 18

BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 19

A. PEMBELAJARAN MEMBACA AL-QUR’AN ... 19

B. METODE UMMI ... 25

C. SISTEM MANAJEMEN METODE UMMI ... 33

BAB III PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN ... 41

A. Paparan data SMP IT Izzatul Islam Getasan ... 41

(10)

1. Implementsi metode ummi ... 49

2. Faktor pendukung metode ummi ... 56

3. Faktor penghambat metode ummi ... 56

BAB IVPEMBAHASAN ... 59

A. Implementasi Metode Ummi dalam Pembelajaran membaca Al Qur’an ...59

B. Faktor PendukungImplementasi Metode Ummi dalam Pembelajaran membaca Al Qur’an pada ... 60

C. Faktor PenghambatImplementasi Metode Ummi dalam Pembelajaran membaca Al Qur’an ... 64

D. Solusi mengatasi Penghambat Implementasi Metode Ummi dalam Pembelajaran membaca Al Qur’an ... 56

BAB V PENUTUP ... 68

A. Kesimpulan ... 68

B. Saran ... 71

DAFTAR PUSTAKA

RIWAYAT HIDUP

(11)

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Letak Geografis ... 41

Tabel 3.2 Profil SMP IT Izzatul Islam Getasan ... 42

Tabel 3.3 Struktur Organisasi SMP IT Izzatul Islam Getasan ... 42

Tabel 3.4 Susunan Komite SMP IT Izzatul Islam Getasan ... 43

Tabel 3.5 Data Guru SMP IT Izzatul Islam Getasan ... 44

Tabel 3.6 Dafatr jumlah Siswa SMP IT Izzatul Islam Getasan Tahun 2015/2016 ... 44

Tabel 3.7 Sarana dan Prsasarana SMP IT Izzatul Islam Getasan ... 45

Tabel 3.8 Kegiatan Ekstrakulikuler SMP IT Izzatul Islam Getasan ... 45

Tabel 3.9 Kegiatan HarianSMP IT Izzatul Islam Getasan ... 46

(12)

DAFTAR LAMPIRAN

1. Daftar SKK

2. Nota Pembimbing Skripsi

3. Surat Permohonan Izin Melakukan Penelitian 4. Surat Keterangan Melakukan Penelitian 5. Lembar konsultasi

6. Instrumen Pengumpulan Data 7. Kode Penelitian

(13)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Al Qur’an adalah kalamullah (firman Allah). Keutamaannya atas

segala perkataan seperti keutamaan Allah swt atas seluruh makhlukny-Nya. Membacanya adalah amalan yang paling utama dilakukan oleh lisan (Tafsir Al-‘Usyr Al-Ahkhir).

Al Qur’an adalah perkataan Allah SWT yang diwahyukan kepada

Nabi Muhammad SAW melalui malaikat jibril sebagai kitab terahir. Al Qur’an merupakan kitab suci yang wajib dibaca, dipelajari, dan

merupakan ajaran-ajaran wahyu terbaik.

Al Qur’an diturunkan Allah SWT kepada manusia dengan penuh

hikmah dan berkah sehingga kita tidak perlu meragukan kandungan yang terdapat didalamnya. Manusia diperintahkan untuk senantiasa menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman hidup. Tentunya dengan membaca,

memahami isinya, dan mengamalkan Al Qur’an dalam kehidupan sehari -hari. Allah menjadikan Al Qur’an sebagai mukjizat yang besar bagi Nabi

Muhammad SAW (Kurikulum Madrasah, 2013: 8-9).

Al Qur’an adalah sabda Allah yang diturunkan kepada Nabi

(14)

manusia sudah diperintahkan untuk membaca. Terdapat dalam Q.S Al-Alaq ayat 1-5 yang berisi perintah membaca:





















1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,

2. Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,

4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam

5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

(Kurnia dkk, 2012: 597)

Kandungan isi ayat di atas yaitu“iqrabismi rabbikaal-ladzi khalaq”seruan atau perintah untuk membaca, membaca dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan.Kemudian Allah mengaitkandengan ayat selanjutnya “iqra’” bacalahdengan “‘allam bi al-qalam”Allah yang mengajari manusia baca tulis.Kaitan ayat di atas memiliki ikatanyang sangat penting untuk manusia,bahwa Allah selain memerintahkan untuk membaca, juga memerintahkan untuk menulis.

Di Indonesia pendidikan dalam bidang agama Islam salah satunya adalah pembelajaran Al Qur’an. Al Qur’an adalah sebagai pedoman hidup

(15)

senantiasa mempelajari dan mengajarkan Al Qur’an dengan sesama. Sebagaimana sabda Nabi :

Artinya: Rasulullah SAW bersabda“sebaik-baik kalian adalah siapa yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya”. (H.R Al Bukhari).

Dalam suatu proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan tertentu dibutukan strategi atau metode yang tepat. Metode memiliki peranan sangat penting dalam proses belajar mengajar untuk mencapai keberhasilan, begitu pula dalam belajar membaca Al Qur’an. Karena dengan metode yang tepat akan memudahkan tercapainya membaca dengan baik dan benar.

Di Indonesia sudah banyak beberapa metode baca tulis Al Qur’an yang baik. Para guru dituntut dapat memilih dan menerapkan metode yang tepat, efektif, dan efisien dalam meningkatkan kemampuan membaca Al Qur’an siswa yang berbeda-beda.

Kebutuhan sekolah (madrasah) terhadap pengajaran Al Qur’an yang baik dirasa semakin lama semakin banyak. Hal yang patut kita syukuri, akan tetapi kebutuhan tersebut belum diimbangi dengan tersedianya sumber daya manusia (SDM) pengajar Al Qur’an yang

(16)

kualitas bagi sekolah, madrasah, dan TPQ pada pembelajaran Al Qur’an

mereka melalui program standardisasi guru Al Qur’an atau program diklat

guru Al Qur’an agar pembelajaran Al Qur’an di masyarakat semakin

berkualitas.

Pembelajaran membaca Al Qur’an yang baik membutuhkan sebuah

sistem yang mampu menjamin mutu setiap anak atau orang yang belajar membaca Al Qur’an agar cepat dan mudah membaca Al Qur’an secara

tartil. Dan sebagaimana halnya program pembelajaran yang lainnya bahwa dalam pembelajaran Al Qur’an juga membutuhkan pengembangan, baik

dari segi konten, konteks maupun support system-nya.

Dalam mewujudkan hal diatas Ummi Foundation membangun sebuah sistem mutu pembelajaran Al Qur’an dengan melakukan standarisasi input, proses, dan out put nya. Keseluruhan dari standarisasi tersebut terangkum dalam 7 (tujuh) program dasar Ummi, yang meliputi; tashih, tahsin, sertifikasi, coach, supervisi, munaqasah, dan khataman.

Sertifikasi adalah salah satu dari tujuh program dasar tersebut yang menjadi syarat mutlak seorang guru yang akan mengajar metode Ummi. Tanpa sertifikasi guru buku Ummi menjadi tidak berarti apa-apa dan kehilangan kekuatan sebagai metode yang mudah, cepat, dan dan berkualitas dan kehilangan ruh sebagai metode yang menyenangkan dan menyentuh hati (Masruri dkk, 2007: 3).

(17)

membaca Al Qur’an di SMP IT menggunakan metode ummi. Karena

metode ummi sudah jelas dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca Al Qur’an.Metode ini menekankan pada kualitas, melalui proses

yang mudah dan menyenangkan.

Sebenarnya banyak metode untuk pembelajaran membaca Al Qur’an. Disini guru SMP IT Izzatul Islam sebelum memilih metode ummi

pada pembelajaran membaca Al Qur’anpernah menerapkan dua metode iqro’ dan beralih ke Qiroati. Dan saat ini yang menurut para guru bagus

untuk SMP IT Izzatul Islam adalah metode ummi karena para guru memahami semua metode yang ada bagus, hanya saja lembaga ini memilih menggunakan metode ummi, karena metode ummi secara sistem lebih baik.

SetelahSMP IT Izzatul Islam menerapkan metode ummipara pengajar/guru Al Quran harus mengikuti program sertifikasi. sertifikasi guru disini merupakan standar dasar yang harus dimiliki oleh guru pengajar Al Qur’an. Standarisasi mutu ini sebagai tolak ukur minimal

yang harus dimiliki guru pengajar Al Qur’an.

Metode ummi hadir diilhami oleh metode-metode pengajaran membaca Al Qur’an yang sudah tersebar di masyarakat, khususnya dari

(18)

Bedasarkan observasi sementara, pada SMP IT Izzatul Islam menggunakan metode ummi dalam pembelajaran membaca Al Qur’an. Dengan metode tersebut sudah berhasil dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca Al Qur’an dengan baik. Hanya saja peneliti belum mengetahui lebih detail bagaimana implementasi metode ummi dalam pembelajaran membaca Al Qur’an pada SMP IT Izzatul Islam Getasan Kabupaten Semarang.

Untuk mendapatkan informasi yang detail mengenai hal tersebut, maka peneliti tertarik untuk meneliti di SMPIT Izzatul Islam Getasan dengan judul “IMPLEMENTASI METODE UMMI DALAM

PEMBELAJARAN MEMBACA AL-QUR’AN PADA SISWA SMP

IT IZZATUL ISLAM GETASAN KABUPATEN SEMARANG

TAHUN 2015/2016”

B. Fokus Penelitian

Peneliti memfokuskan pada implementasi metode ummi dalam pembelajaran membaca Al Qur’an pada siswa SMP IT Izzatul Isalam

(19)

Adapun pertanyaan-pertanyaan penelitian yang diajukan yaitu:

1. Bagaimana implementasi metode ummi dalam pembelajaran membaca Al Qur’an pada siswa SMP IT Izzatul Islam Getasan Kabupaten

Semarang?

2. Apa saja Faktor-faktor yang menjadi pendukung dalam implementasi metode ummi dalam pembelajaran membaca Al Qur’an pada siswa SMP IT Izzatul Islam Getasan Kabupaten Semarang?

3. Apa saja Faktor-faktor yang menjadi penghambat dalam implementasi metode ummi dalam pembelajaran membaca Al Qur’an pada siswa SMP IT Izzatul Islam Getasan Kabupaten Semarang?

4. Apa solusi dari faktor penghambat dalam implementasi metode ummi dalam pembelajaran membaca Al Qur’an pada siswa SMP IT Izzatul

Islam Getasan Kabupaten Semarang?

C. Tujuan Penelitian

Dengan mendasarkan pada permasalahan yang ada, maka tujuan penelitian tersebut adalah:

1. Untuk mengetahui bagaimana implementasi metode ummi dalam pembelajaran membaca Al Qur’an pada siswa SMP IT Izzatul Islam Getasan Kabupaten Semarang.

(20)

3. Untuk mengetahui Faktor-faktor yang menjadi penghambat dalam implementasi metode ummi dalam pembelajaran membaca Al Qur’an pada siswa SMP IT Izzatul Islam Getasan Kabupaten Semarang. 4. Untuk mengetahui solusi dari faktor penghambat dalam implementasi

metode ummi dalam pembelajaran membaca Al Qur’an pada siswa

SMP IT Izzatul Islam Getasan Kabupaten Semarang?

D. Kegunaan Penelitian

Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini diharapkan akan memberikan beberapa manfaat, yaitu:

1. Manfaat Teoretis

Dengan penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat keilmuan, khususnya dalam proses belajar baca tulis Al Qur’an dengan tartil yang dapat diterapkan dalam masyarakat.

2. Manfaat Praktis

a. Bagi lembaga yang diteliti

Penelitian ini diharapkan dapat berguna sebagai masukan dalam menentukan kebijakan lebih lanjut di SMP IT Izzatul Islam dan bagi penulis khususnya, dapat dijadikan suatu pengalaman yang nantinya dapat diamalkan dalam masyarakat.

b. Bagi Sekolah

(21)

tersebut, serta untuk menentukan langkah-langkah yang tepat dalam mengambil kebijakan.

c. Bagi Guru

Diharapkan dapat menjadi masukan bagi guru agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik, berkaitan dengan belajar baca tulis Al Qur’an, sehingga dapat mengantarkan peserta didik dalam pengembangan baca tulis Al Qur’an yang dimiliki ke arah yang

lebih baik. d. Bagi Peneliti

Diharapkan dapat menambah pengetahuan dan pengalaman, sehingga peneliti dapat mengamalkan ilmu tersebut dimanapun kaki berpijak.

E. Penegasan Istilah

1. Implementasi

(22)

2. Metode Ummi

Metode Ummi merupakan metode membaca Al-Qur’an dengan menggunakan pendekatan bahasa ibu, yaitu caranya langsung dibaca tanpa dieja, mengulang-ulang kata atau kalimat dalam situasi dan kondisi yang berbeda-beda. (Masruri dkk, 2007: 4-5).

3. Al-Qur’an

Al Qur’an adalah kitab suci umat islam. Al Qur’an sebagai

pedoman hidup umat manusia. Umat muslim berkewajiban mempelajari, membaca, dan mengamalkan apa yang ada dalam Al Qur’an.

F. Metode Penelitian

Untuk memperoleh penelitian yang valid, maka harus menggunakan metode yang tepat dan sesuai untuk pengolahan data objek yang dibahas. Dalam hal ini dikemukakan beberapa metode dan sumber data yang berkaitan dengan penelitian yaitu:

1. Pendekatan dan Jenis Penelitian

Dilihat dari jenisnya, penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif, pendekatan inidisebut juga penelitian naturalistik(alamiah). Disebut kualitatif karena sifat data yang dikumpulkan yang bercorak kualitatif, bukan kuantitatif, karena tidak menggunakan alat-alat pengukur. Disebut naturalistik, karena situasi lapangan penelitian bersifat “natural” atau wajar, sebagaimana adanya, tanpa dimanipulasi,

(23)

Menurut Bogdan dan Taylor, sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Pendekatan ini diarahkan pada latar dan individu tersebut secara holistik

(utuh)(Moleong, 2009: 4).

Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan tanpa menggunakan prosedur analisis statistik. Dalam hal ini peneliti akan mengadakan penelitian langsung di SMP IT Izaatul Islam agar memperoleh data-data yang lengkap dan akurat mengenai implementasi metode ummi dalam pembelajaran membaca Al Qur’an pada siswa SMP IT Izzatul Islam Getasan.

2. Lokasi Penelitian

Dalam penelitian ini, peneliti memilih lokasi SMP IT Izaatu Islam yang merupakan salah satu lembaga pendidikan dibawah naungan Yayasan Izzatul Islam Getasan. Yang berlokasi di pongangan RT 1 RW 1, Samirono, kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.

Pemilihan lembaga ini karena adanya keistimewaan (juara 1 lomba MAPSI se-Kabupaten Semarang) danada kesesuaian dengan tema yang peneliti pilih. Dengan memilih lokasi ini, peneliti berharap mendapatkan ilmu dan pengalaman yang baru.

3. Sumber Data

Sumber data dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata, dan

(24)

lain-lain. Berkaitan dengn hal itu pada bagian ini jenis datanya dibagi ke dalam kata-kata dan tindakan, sumber data tertulis, dan foto.

a. Kata-kata dan Tindakan

Kata-kata dan tindakan orang-orang yang diamati atau diwawancarai merupakan sember data utama. Sumber data utama dicatat melalui catatan tertulis atau melalui perekaman video/audio tapes, pengambilan foto, atau film (Moleong, 2009: 157).Sumber data ini digunakan untuk mendapatkan informasi langsung sebagai sumber utama yaitu kepala sekolah, guru agama dan siswa mengenai SMP IT Izzatul Islam Getasan Kabupaten Semarang. b. Sumber Data Tertulis

Walaupun dikatakan bahwa diluar kata dan tindakan sumber kedua, jelas hal itu tidak bisa diabaikan. Dilihat dari segi sumber data, bahan tambahan yang berasal dari sumber tertulis dibagi atas sumber buku, dan majalah ilmiah, sumber dari arsip, dokumen pribadi dan dokumen resmi (Moleong, 2009: 159).

(25)

4. Prosedur Pengumpulan Data

Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan beberapa metode yang di anggap relevan yaitu meliputi:

1) Observasi

Menurut M.Q Patton, observasi berupa diskripsi yang faktual, cermat dan terinci mengenai keadaan lapangan, kegiatan manusia, dan situasi sosial, serta konteks kegiatan-kegiatan itu terjadi. Data itu diperoleh berkat adanya peneliti dilapangan dengan mengadakan pengamatan secara langsung (Nasution, 2003: 59).

Denganobservasidapat dijadikan sebagai dasar untuk memeroleh data atau informasi sebanyak-banyaknya,utuh, dan menyeluruhmengenai implementasi metode ummi dalam pembelajaranmembaca Al Qur’an pada siswa SMP IT Izzatul Islam.

2) Metode Wawancara

Wawancara adalah untuk mengetahui apa yang terkandung dalam hati dan pikiran orang lain, bagaimana padangannya tentang dunia, yaitu hal-hal yang tidak dapat diketahui melalui observasi (Nasution, 2003: 73).

(26)

peneliti dapat memperoleh informasi lebih mendalam dengan subjek penelitian dan kearah fokus penelitian.

Pihak-pihak yang diwawancarai meliputi:

a. Kepala Sekolah, yaitu untuk memperoleh informasi mengenai letak geografisnya, visi, misi, kondisi siswa, guru, staf, dan sarana prasarana.

b. Koordinator Ummi, yaitu untuk memperoleh informasi mengenai seluk beluk seperangkat ummi.

c. Guru pengampu ummi, yaitu untuk memperoleh informasi mengenai proses waktu pembelajaran ummi dikelas.

d. Siswa kelas VII dan VIII, yaitu untuk memperoleh informasi pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan guru pengampu ummi.

3) Metode Dokumentasi

Dokumen resmi ada dua: dokumen internal berupa memo, pengumuman, instruksi, aturan suatu lembaga masyarakat tertentu yang digunakan dalam kalangan sendiri. dokumen eksternal berisi bahan-bahan informasi yang dihasilkan oleh suatu lembaga sosial, misal: majalah, buletin, pernyataan, dan berita yang disiarkan kepada media massa (Moleong, 2009: 219).

(27)

Dokumentasi ini menyajikan data tentang keadaan, dan aturan di SMP IT Izzatul Islam. Dapat dimanfaatkan untuk untuk melengkapi data dalam rangka menjawab pertanyaan penelitian mengenaiimplementasi metode ummi dalam pembelajaran membaca Al Qur’an.

5. Analisis data

Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan,dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan kedalam unit-unit, melakukan sintesa,menyusun dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akandipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami olehdiri sendiri maupun orang lain (Sugiyono, 2009:244).

Adapun langkah-langkah yang peneliti lakukan dilapanganadalah sebagai berikut:

a. Display data, peneliti menyajikan semua data yang diperolehnya dalam bentuk uraian atau laporan terinci.

b. Reduksi data, peneliti memotong data-data yang tidak perlu untuk dibuang. Laporan-laporan yang diambil hanya yang pokok saja, difokuskan pada hal-hal yang penting.

(28)

6. Pengecekan keabsahan Data

Dalam memperoleh keabsahan data, maka peneliti menggunakan teknik trianggulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain (Moleong, 2009:331). Ada dua macam trianggulasi yang digunakan, yaitu:

a. Trianggulasi sumber data

Trianggulasi sumber berarti untuk mendapatkan data dari sumber yang berbeda-beda dengan teknik yang sama (Sugiyono, 2011:241).

b. Trianggulasi metode

(29)

7. Tahap-tahap penelitian

Menurut Moloeng (2009:127-128) tahap-tahap penelitian kualitatif harus memuat:

a. Tahap Pra Lapangan

Tahap pra lapangan yaitu memperhatikan segala macam persoalan dan segala macam persiapan sebelum peneliti terjunkedalam kegiatan penelitian berupa: menyusun rancanganpenelitian, mengurus perizinan kepada pihak SMP IT Izzatul Islam, menjajaki dan menilai keadaan,memilih dan memanfaatkan informasi, serta menyiapkanperlengkapan penelitian.

b. Tahap Pekerjaan Lapangan

Pada tahap ini peneliti harus bersungguh-sungguh dalam memahami latar penelitian dan mempersiapkan diri dengan segala daya dan upayanya, memasuki lapangan dengan berperan serta sambil mengumpulkan data.

c. Tahap Analisis Data

(30)

G. Sistematika Penulisan Skripsi

Sistematika penulisan skripsi merupakan garis besar penyusunan skripsi agar mudah dibaca dan dipahami, adapun sistematika penulisan dalam laporan penelitian ini adalah meliputi:

BAB I Pendahuluan : memuat latar belakang masalah, fokus penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian, penegasan istilah, metode penelitian, dan sistematika penulisan.

BAB II Kajian Pustaka : merupakan kajian teoritis yang berisi tentang hal-hal yang terkait dengan implementasi metode ummi dalam pembelajaran membaca Al Qur’an.

BAB III Paparan Data dan Temuan Penelitian : pada bab ini dipaparkan tentang definisi objek penelitian yaitu SMP IT Izzatul Islam Getasan Kabupaten semarang dan hasil wawancara.

BAB IV Analisis Data : pada bab ini dijelaskan tentang analisis hasil penelitian yang diperoleh peneliti dalam melakukan penelitian di lapangan.

(31)

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Pembelajaran Membaca Al Quran

1. Pengertian, Dasar dan Tujuan Pembelajaran Al-Qur’an.

Di depan telah dijelaskan tentang pentingnya belajar membaca al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, setiap muslim yakin

bahwa membaca al-Qur’an termasuk amal yang mulia dan akan mendapat pahala yang berlipat ganda. Al-Qur’an adalah sebaik-baik bacaan bagi orang mu’min baik dikala senang maupun susah.

Selanjutnya akan dijelaskan tentang pengertian, dasar dan tujuan pembelajaran membaca al-Qur’an.

a. Pengertian Pembelajaran Membaca Al Qur’an

Menurut kamus Besar Bahasa Indonesia, pembelajaran berarti proses, cara, perbuatan menjadikan orang atau makhluk hidup belajar. Pembelajaran menurut UU sisdiknas No.20/2003, Bab 1 pasal 1 ayat 20 adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.

Menurut Gagne, “intruction atau pembelajaran adalah suatu

(32)

Menurut Winkel dkk ”Pembelajaran yaitu membuat desain

intruksional, menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar, bertindak mengajar atau membelajarkan, mengevaluasi hasil belajar yang berupa dampak pengajaran. Peran siswa adalah bertindak belajar, yaitu mengalami proses belajar, mencapai hasil belajar yang digolongkan sebagai dampak pengiring.

Dengan belajar, maka kemampuan mental semakin meningkat. Hal itu sesuai dengan perkembangan siswa yang beremansipasi diri sehingga ia menjadi utuh dan mandiri”. (Dimyati dkk, 2001: 5).

Dengan demikian, dapat diambil pengertian pembelajaran adalah proses interaksi belajar mengajar antara guru dan siswa sesuai pembelajaran yang telah terencana, yang dapat mempengaruhi perkembangan siswa pada pengetahuan, sikap, dan perilaku.

Sedangan membca menurut Menurut Bonomo “membaca adalah merupakan suatu proses memetik serta memahami arti atau makna yang terkandung dalam bahasa tulis (reading is bringing” (Somadayo, 2011: 3-4).

Membaca adalah aktifitas yang kompleks dengan mengerahkan sejumlah besar tindakan yang terpisah-pisah (Soedarso, 1988: 4).

Menurut Nurhadi “membaca adalah suatu proses yang

(33)

Faktor internal berupa faktor intelegensi, minat, sikap bakat, motivasi, tujuan membaca, dan lain sebagainya. Faktor eksternal bisa dalam bentuk sarana membaca, teks bacaan, faktor lingkungan atau faktor latar belakang sosial ekonomi, kebiasaan, dan tradisi membaca”.

Membaca adalah suatu ketrampilan. Jika ada sudah memilikinya, lambat laun akan menjadi perilaku keseharian bagi anda. Anda akan memiliki sikap tertentu pada awalnya sebelum ketrampilan itu membentuk pada diri anda (Subyantoro, 2011: 9).

Dari pengertian di atas dapat disimpilkan bahwa membaca yaitu suatu ketrampilan untuk mempelajari/mengetahui isi pesan-pesan yang tertulis dalam suatu bahan bacaan yang berupa: teks, kitab-kitab, buku, media, dan lain sebagainya.

Mengenai Al Quran, secara etomologis Al Qur’an berarti

bacaan atau yang dibaca. Menurut istilah para ulama, Al Qur’an adalah kalamullah yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad disampaiakan secara mutawatir, bernilai ibadah bagi umat muslim yang membacanya, dan ditulis dalam mushaf (Fahmi, 2008: 1).

Al Qur’an adalah firman Allah SWT yang diwahyukan kepada

Nabi Muhammad SAW melalui malaikat jibril sebagai kitab terahir. Al Qur’an merupakan kitab suci yang wajib dibaca,

(34)

Pengertian lain yang sama Al Qur’an ialah kalam Allah yang

bernilai mukjizat, yang diturunkan kepada penutup para nabi dan rasul, dengan perantara Malaikat Jibril diriwayatkan epada kita dengan mutawatir membaca terhitung ibadah dan tidak akan ditolak kebenarannya (Ahsin, 2000: 1)

Pengertian di atas Al Qur’an adalah perkataan Allah diberikan kepada Nabi ahir Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril dan membaca Al Qur’an adalaha suatu ibadah.

Secara keseluruhan yang dimaksud pembelajaran membaca Al Qur’an adalah sebuah proses perencanaan pembelajaran yang

menghasilkan perubahan-perubahan kemampuan ketrampilan dalam melafalkan/membaca kata-kata, huruf atau abjad Al-Qur’an. b. Dasar Pembelajaran Membaca Al Quran

Islam menganjurkan kepada orang-orang muslim untuk mempelajari Al Qur’an terutama dalam membacanya. Hal ini dapat

dilihat dalam al-Qur’an itu sendiri maupun hadits Nabi, yaitu: 1) Dalam Al Qur’an











Artinya : “Sesungguhnya Al-Quran Ini adalah bacaan yang sangat

mulia,Pada Kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh),Tidak

(35)













Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari

rezki yang kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam

dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang

tidak akan merugi” (QS. Faathir: 29).

2) Dalam Hadits Nabi Muhammad SAW

Dari Utsman r.a. Rasulullah saw bersabda : “sebaik-baiknya

kamu adalah orang yang belajar al Qur’an dan mengajarkannya”. (Hr. Bukhari, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasai,

Ibnu Majah). (Alawi, 2002:33).

Rasulullah saw bersabda : “siapa saja membaca satu huruf dari

kitab Allah (Al Qur’an), maka baginya satu kebaikan, dan satu

(36)

c. Tujuan Pembelajaran Membaca Al Quran

Tujuan pembelajaran membaca ada dua golongan: pertama agar siswa menguasai teknik membaca, dan kedua agar siswa dapat memahami isi bacaan. Tujuan pertama dapat dicapai melalui pembelajaran membaca permulaan, dan tujuan yang kedua mencapai melalui pembelajaran membaca pemahaman.

Pembelajaran membaca pemahaman bertujuan agar siswa mampu mengambil manfaat pesan yang disampaikan penulis melalui tulisan. Lebih rinci pembelajaran membaca pemahaman bertujuan , agar siswa mampu memahami isi menyerap pikiran, dan perasaan orang lain melalui tulisan (Depdikbud 1995a: 7)

Tujuan membaca AlQur’an:

1. Agar dapat memahami isi Al Qur’an, entah itu perintah atau larangan.

2. Agar bisa mengamalkan isi Al Qur’an. 3. Agar mendapat pahala.

4. Agar mendapat pertolongan dari Allah.

5. Agar dilimpahi ketenangan hati, dan dicurahi rahmat.

Tujuan pembelajaran membaca Al Qur’an adalah yang pertama

(37)

mengamalkannya.Lebih rinci pembelajaran membaca Al Qur’an bertujuan agar siswa mampu membaca dan memahami isi dalam Al Qur’an.

B. Metode Ummi

1. Pengertian Metode Ummi:

Ummi bermakna “ibuku” (berasal dari bahasa Arab dari kata ”Ummun” dengan tambahan ya’ mutakallim).Menghormati dan

mengingat jasa ibu, tiada orang yang paling berjasa pada kita semua kecuali orang tua kita terutama ibu. Ibulah yang telah mengajarkan banyak hal kepada kita, juga mengajarkan bahasa pada kita dan orang yang paling sukses mengajarkan bahasa di dunia ini adalah ibu kita. Semua anak pada usia 5 tahun bisa berbicara bahasa ibunya(Masruri dkk, 2007: 4).

Pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran Al Qur’an metode Ummi adalah pendekatan bahasa ibu, dan pada hakekatnya pendekatan bahasa Ibu itu ada 3 unsur:

a. Metode langsung

Yaitu langsung dibaca tanpa dieja/diurai atau tidak banyak penjelasan. Atau dengan kata lain learning by doing, belajar dengan melakukan secara langsung.

b. Diulang-ulang

(38)

atau surat dalam Al Quran. Begitu pula seorang ibu dalam mengajarkan bahasa kepada anaknya. Kekuatan, keindahan, dan kemudahannya juga dengan mengulang-ulang kata atau kalimat dalam situasi dan kondisi yang berbeda-beda (Masruri dkk, 2007: 4).

c. Kasih sayang yang tulus

Kekuatan cinta, kasih sayang yang tulus, dan kesabaran seorang ibu dalam mendidik anak adalah kunci kesuksesannya. Demikian juga seorang guru yang mengajar Al Quran jika ingin sukses hendaknya meneladani seorang ibu agar guru juga dapat menyentuh hati siswa mereka (Masruri dkk, 2007: 5).

Metode ummi merupakan metodeyang sangat efektif dalammenolong siswa dalam pembelajaran membaca Al-Quran dengan mudah, dan menyenangkan.

Pembelajaran membaca Al Qur’an disini menggunakan 3 pendekatan:Metode langsungyaitu membaca Al Qur’an secara

(39)

2. Tujuanpenggunaan Metode Ummi

Tujuan penggunaan metode ummi antara lain untuk:

a. Membantu lembaga dan guru dalam meningkatkan kemampuan pengolahan pembelajaran Al-Qur’an yang efektif, mudah, menyenangkan, dan menyentuh hati.

b. Menjamin setiap guru Al-Qur’an mampu memahami metodologi pengajaran Al-Qur’an serta tahapan-tahapannya, dan pengelolaan kelas dengan baik.

c. Menjamin siswa yang lulus SMP sudah bisa tartil baca Qur’an d. Untuk membangun generasi Qur’ani

e. Untuk membatu lembaga formal maupun non formal dalam pembelajaran membaca Al-Qur’an yang mudah dan menyenangkan.

3. Kelebihan Metode Ummi

Beberapa kelebihan metode ummi dibanding dengan metode iqro: a. Metode iqro

1) Metode membaca Al-Qur’an yang menekankan langsung pada latihan membaca.

2) Metode iqro tidak ada penggelompokan anak sesuai dengan kemampuannya.

3) Rasio guru dan siswa tidak seimbang.

(40)

5) Metode iqro ini dalam prakteknya tidak membutuhkan alat yang bermacam-macam.

6) Metode iqro belum ada standar dalam pengajarannya

7) Ditekankan pada bacaannya (membaca Al-Qur’an dengan fasih). Bacaan langsung tanpa di eja (artinya tidak diperkenalkan nama-nama huruf hijaiyah dengan cara belajar siswa yang aktif dan lebih bersifat individual).

b. Metode ummi

1) Dalam pengajarannya menggunakan pendekatan ibu.

2) Sebelum pengajaran metode ummi, guru mengelompokkan siswa sesuai kemampuan.

3) Rasio guru dan siswa harus seimbang 1:15

4) Pengajarannya menggunakan nada-nada dalam membaca Al-Quran. Ayat ganjil nada rendah dan ayat genap nada tinggi. Sehingga dapat membuat para siswa senang dan nyaman.

5) Metode ummi menggunakan alat peraga untuk memudahkan siswa dalam memahmibagaimana membaca Al-Qur’anyang benar dan baik sesuai tajwid dan bacaan ghorib.

6) Sistem manajemen metode ummi baik dan bagus. 7) Metode pengajarannya menyenangkan.

(41)

4. Motto

Setiap guru pengajar Al Qur’an metode Ummi hendaknya memegang teguh 3 motto ini, yaitu :

a. Mudah; Metode Ummi didesain untuk mudah dipelajari bagi siswa, mudah diajarkan bagi guru dan mudah diimplementasikan dalam pembelajaran di sekolah formal maupun lembaga non formal (Masruru dkk, 2007: 3)

b. Menyenangkan; Metode Ummi dilaksanakan melalui proses pembelajaran yang menarik dan menggunakan pendekatan yang menggembirakan sehingga menghapus kesan tertekan dan rasa takut dalam belajar Al Qur’an.

c. Menyentuh hati; para guru yang mengajarkan Metode Ummi tidak sekedar memberikan pembelajaran Al Qur’an secara

material teoritik, tetapi juga menyampaikan substansi akhlaq-akhlaq Al Qur’an yang diimplementasikan dalam sikap-sikap

pada saat proses belajar mengajar berlangsung.

5. Visi dan Misi

a. Misi “Menjadi lembaga terdepan dalam melahirkan generasi Qur’ani”.

b. Misi

(42)

2) Membangun sistem manajemen Pembelajaran Al Qur’an yang berbasis pada mutu.

3) Menjadi pusat pengembangan pembelajaran dan dakwah Al Qur’an pada masyarakat (Masruru dkk, 2007: 4).

6. Kekuatan Metode Ummi :

Ummi tidak hanya mengandalkan kekuatan buku yang di pegang anak tapi lebih pada kekuatan utama :

a. Metode Yang Bermutu

Metoda (Buku Belajar Membaca Al Qur’an Metode Ummi)Buku Ummi Edisi Dewasa, buku Ghorib, dan tajwid. b. Mutu Guru

Semua guru melalui proses tes/ tashih dan sertifikasi yang ketat.Kualifikasi guru yang di harapkan adalah :

1) Tartil baca Al Qur’an

2) Mengusai Ghoroibul Qur’an dan Tajwid Dasar 3) Terbiasa baca Al Qur’an setiap hari

4) Menguasai metodologi UMMI 5) Berjiwa da’i dan Murobbi 6) Disiplin waktu

(43)

C. Sistem Manajemen mutu Metode Ummi

1. ModelPembelajaran Metode Ummi

Di antara spesifikasi metodologi Ummi adalah penggunaan model pembelajaran yang memungkinkan pengelolaan kelas yang sangat kondusif, sehingga terjadi integrasi pembelajaran Al Qur’an yang tidak

hanya menekankan ranah kognitif. Metodologi tersebut yaitu: a. Klasikal Individual

Metodologi klasikal individual adalah sebuah metode pembelajaran baca Al Qur’an yang dijalankan dengan cara

membaca bersama-sama halaman yang ditentukan oleh guru, selanjutnya setelah dianggap tuntas oleh guru, pembelajaran dilanjutkan dengan dinvidual. Metode ini digunakan jika:

1) Digunaka jika dalam satu kelompok jilidnya sama, halamannya berbeda.

2) Biasanya dipakai untuk jilid-jilid 2 atau 3 keatas. b. Klasikal baca simak

Metodologi klasikal baca simak adalah sebuah metode pembelajaran baca Al Qur’an yang dijadikan dengan cara

(44)

hal ini dilakukan walaupun halaman baca anak yang satu dengan berbeda dengan halaman baca anak yang lain. Metode ini digunakan jika:

1) Digunakan jika dalam satu kelompok jilidnya sama, halaman berbeda.

2) Biasanya banyak dipakai untuk jilid 3 ketas atau pengajaran kelas Al Qur’an.

c. Klasikal baca simak murni

Metode baca simak murni sama dengan metode klasikal baca simak, perbedaanya kalau klasikal baca simak murni jilid dan halal anak salam satu kelompok sama.

2. Tahapan Pembelajaran Metode Ummi

Tahapan-tahapan pembelajaran Al Qur’an metode Ummi merupakan langkah-langkah mengajar Al Qur’an yang harus dilakukan seorang guru dalam proses belajar mengajar, tahapan-tahapan mengajar Al Qur’an harus dijalankan secara berurut sesuai dengan

herarkinya.

Tahapan-tahapan pembelajaran Al Qur’an metode Ummi dijabarkan sebagai berikut:

a. Pembukaan

(45)

b. Appersepsi

Mengulang kembali materi yang telah diajarkan sebelumnya untuk dapat dikaitkan dengan materi yang akan diajarkan pada hari ini.

c. Penanaman Konsep

Proses menjelaskan materi/pokok bahasan yang akan diajarkan pada hari ini.

d. Pemahaman/ latihan

Memahamkan kepada anak-anak terhadap konsep yang telah diajarkan dengan cara melatih anak untuk membaca contoh-contoh yang tertulis di bawah pokok bahasan.

e. Ketrampilan/latihan

Melancarkan bacaan anak dengan cara mengulang-ngulang contoh/latihan yang ada pada halaman pokok bahasn dan halaman latihan.

f. Evaluasi

Pengamatan sekaligus penilaian melalui buku prestasi terhadap kemampuan dan kualitas anak satu persatu.

g. Penutup

(46)

3. Tahapan Proses Pembelajaran Al Qur’an Metode Ummi

1) Guru dalam keadaan duduk mengucapkan salam kepada siswa yang juga dalam keadaan duduk rapi.

2) Bersama-sama membaca surat Al Fatihah (dimulai dari do’a ta’awudl).

3) Dilanjutkan do’a untuk kedua orang tua dan do’a Nabi Musa AS:

4) Dilanjutkan dengan do’a awal pelajaran yang dipimpin oleh guru secara terputus-putus dan siswa menirukan.

5) Dilanjutkan dengan hafalan surat-surat pendek yang sudah ditentukan oleh sekolah.

6) Mengulang kembali pelajaran yang lalu (klasikal dengan bantuan alat peraga).

(47)

10) Berikan tugas-tugan di rumah sesuai dengan kebutuhan. 11) Do’a akhir pelajaran.

12) Ditutup dengan salam(Masruri dkk, 2007: 14)

4. Pembagian waktu Pembelajaran Metode Ummi

a. Pembagian waktu Pembelajaran Al Qur’an metode Ummi di sekolah Jilid 1-6 + Al Qur’an (60’).

5 ’ =Pembukaan (salam, do’a pembuka dll).

10’ =Hafalan surat-surat pendek (juz Amma) sesuai target. 10’ =Kalsikal (dengan alat peraga).

30’= individual/ Baca simak/ Baca simak murni. 5 ’ =Penutup ( drill dan do’a penutup).

b. Pembagian waktu Pembelajaran Al Qur’an Metode Ummi di sekolahGhorib dan Tajwid Dasar ( 60’).

5 ’ =Pembukaan (salam, do’a pembuka dll).

10’ =Hafalan surat-surat pendek (juz Amma) sesuai target. 20’ =Materi Ghorib/ Tajwid (dengan alat peraga + Buku ). 20’ =Tadarus Al Qur’an (Baca simak murni).

5 ’ =Penutup ( drill dan do’a penutup).

(48)

5 ‘ = Pembukaan ( Salam, Do’a Pembuka ) 15’= Tahfidh sesuai target

15’ = Klasikal (sebaiknya dengan alat peraga)

30’=Baca simak atau Baca simak Murni (mengaji sambil mengisi kartu prestasi sesuai halaman anak)

5’= Penutup (Dril dan do’a penutup)(Masruri dkk, 2007:11)

5. Target Program Pengajaran Al Qur’an SMP/SMU/dewasa

(49)

TM = Tatap Muka Tadarus 1-2 = Khatam 1 kali Tartil 1-2 = Khotam 2 kali

Tahfidz 1-2 = Hafal Juz Amma dan Khotam 3-4 kali (Masruri dkk, 2007: 20)

6. Materi Tashih Santri Metode Ummi

Untuk sekolah formal (TK-SD-MI-SMP) materi ujian siswa/ santri sebagai berikut:

7. Kriteria dan Skor Masing-Masing Penilaian

(50)

Pendek

6. Hafalan Do’a Sehari-Hari

1.D. Masuk dan keluar masjid 2.D. Akan dan Selesai Makan 3.D. Masuk dan Keluar K.Kecil 4.D. Masuk dan Keluar Rumah 5.D. Akan dan Bangun Tidur 6.D. Bercermin

4. Bacaan Surat Pendek

5. Ruku’ & Do’a Ruku’

6. I’tidal & Do’a I’tidal

(51)

BAB III

PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN

C. Gambaran Umum SMP IT Izzatul Islam Getasan

1. Sejarah Berdirinya SMP IT Izzatul Islam

Sejarah berdirinya SMP IT Izzatul Islam mata rantai dari program yayasan yang diawali berdirinya TK IT Izaatul islam, TK IT Nurul Islam di Getasan. Kemudian melanjutkan berdirinya SD Izzatul Islam dan SMP IT Izaatul Islam. SMP IT Izaatul Islam berdiri setelah membuat SD IT berjalan selama 9 tahun. Dengan asumsi dengan mempertimbangakan sarana dan prasarana, SDM, dan calon siswa.

2. Keadaan Geografis SMP IT Izzatul Islam Getasan

a. Letak Geografis

SMP IT Izzatul Islam terletak di Dsn. Pongangan, Ds. Samirono, Kec. Getasan, Kab. Semarang. Berlokasi diantara beberapa perbatasan Kab. Semarang, Kota Salatiga, dan Kab. Magelang. Dan berlokasi diantara beberapa Dusun sebagaiamana ditampilkan dalam tabel 3.1 berikut:

Tabel 3.1 Letak Geografis SMP IT Izzatul Islam Getasan

No Arah Mata Angin Keterangan

(52)

SMP IT Izzatul Islam Getasan. Lokasinya cukup strategis karena berada di pinggir jalan raya.

3. Profil SMP IT Izaatul Islam getasan

Tabel 3.2 ProfilSMP IT Izzatul Islam Getasan

1 Nama SMP IT Izaatul Islam Getasan

2 NPSN 69895572

3 Alamat Dsn. Pongangan, Ds. Samirono, Kec. Getasan, Kab. Semarang 4 Terakreditasi Belum

5 Tahun Berdiri 2014 6 Luas Bangunan 2.103 m2 7 Jumlah Siswa 83 siswa

Sumber: Dokumentasi SMP IT Izzatul Islam Getasan

4. Truktur Organisasi SMP IT Izzatul Islam

Untuk mencapai tujuan yang optimal dalam melaksanakan pendidikan diperlukan organisasi yang baik. Organisasi dalam arti yang luas adalah badan yang mengatur segala urusan untuk mencapai tujuan, maka diperlukan kerjasama dalam organisasi. SMP IT Izzatul Islam Getasan sebagai lembaga formal dipimpin oleh Kepada Sekolah yaitu Muniroh, M.Pd. serta dibantu para staf kepengurusan lainnya. Adapun struktur organisasi SMP IT Izzatul Islam Getasan sebagai berikut:

Tabel 3.3 Struktur Organisasi SMP IT Izzatul Islam Getasan

Jabatan Nama

Kepala Sekolah Muniroh, M.Pd. Sekertaris Mujiono, A.Md.

Bendahara Setia Utami Ningsih, A.Md.

Seksi-seksi -

(53)

Tabel 3.4 Susunan Komite SMP IT Izzatul Islam Getasan

Jabatan Nama

Kepala Sekolah Marzuki Sekertaris A. Hariyanto

Bendahara Anto

Anggota Seluruh wali murid

Sumber: Dokumentasi SMP IT Izzatul Islam Getasan

5. Visi & Misi SMP IT Izzatul Islam Getasan

a. Visi

Visi SMP IT izaatul Islam Getasan yaitu Menjadi sekolah unggulan yang melahirkan generasi: SHOLIH, ILMUAN, PEMIMPIN, KRATIF, dan SMART.

b. Misi

1. Menjadikan pendidikan agama dan akhlakul karimah sebagai skala proritas dalam pembentukan karakter islami.

2. Menciptakan lingkungan sekolah sebagai miniatur kehidupan islami yang rukun, penuh kekeluargaan, dan rasa tolong-menolong dalam kebaikan sebagai wadah menciptakan religiusitas ditengah-tengah siswa.

(54)

6. Keadaan Guru dan Siswa SMP IT Izaatul Islam Getasan

Pada guru yang mengajar di SMP IT Izzatul Islam Getasan ini berjumlah guru 11 guru dan 83 siswa. Gambaran secara detail dapat dilihat pada tabel 3.2

Tabel 3.5 Data Guru SMP IT Izzatul Islam Getasan

No Nama Guru Jenjang Jabatan Sumber: Dokumentasi SMP IT Izzatul Islam Getasan

Sedangakan jumlah siswa menurut data yang diperoleh dari penelitian ini adalah 83 siswa dengan perincian dapat dilihat dalam tabel 3.3 berikut:

Tabel 3.6 Dafatr jumlah Siswa SMP IT Izzatul Islam Getasan

Tahun 2015/2016

Sumber: Dokumentasi SMP IT Izzatul Islam Getasan

7. Sarana dan Prasarana SMP IT Izzatul Islam Getasan

(55)

SMP IT Izaatul Islam Getasan, apabila sarana dan prasarana tidak terpenuhi maka proses belajar mengajar akan terhambat. Sarana dan prasarana atau fasilitas yang dimiliki dalam konteks ini adalah segala sesuatu yang tersedia sebagai pelengkap aktivitas pendidikan di SMP It Izzatul Islam Getasan. Sarana dan prsasarana dapat dilihat pada tebel 3.4 berikut:

Tabel 3.7 Sarana dan Prsasarana SMP IT Izzatul Islam Getasan

No Sarana dan Prasarana Jumlah

1

Ruang Kepala sekolah dan Guru Ruang WC Guru Sumber: Dokumentasi SMP IT Izzatul Islam Getasan

8. Kegiatan Ekstrakulikuler SMP IT Izzatul Islam Getasan

Kegiatan ekstrakulikuler adalah kegiatan yang tidak wajib diikuti semua siswa. Karena hanya ada diluar jam sekolah atau belajar. Tujuan mengembangkan bakat dan minat siswa. Di SMP IT Izzatul Islam Getasan mengadakan kegiatan ekstrakulikuler diantaranya :

Tabel 3.8 Kegiatan Ekstrakulikuler SMP IT Izzatul Islam Getasan

1 Pramuka 6 Pencak Silat

2 Dirosah Islamiyah 7 Catur

3 Qiro’ah 8 Renang

4 Tenis Meja 9 Seni Lukis

5 Badminton

(56)

9. Kegiatan HarianSMP IT Izzatul Islam Getasan

Kegiatan harian di SMP IT Izzatul Islam Getasan adalah kegiatan yang wajib diikuti semua siswa padajam sekolah atau belajar. Kegiatan sehari-hari yang diikuti seluruh siswa. Kegiatan harian Di SMP IT Izzatul Islam Getasan sebagai berikut:

Tabel 3.9 Kegiatan HarianSMP IT Izzatul Islam Getasan

1 Sambut siswa 7 Sholat dhuha

2 Tilawah Qur’an guru & siswa 8 Makan siang

3 Tahfizh Al-Qur’an 9 Murajaah juz 29 dan 30 4 Upacara / Apel pagi 10 Sholat dhuhur berjamaah 5 Bina kelas dan motivasi 11 Kultum

6 KBM 12 Evaluasi dan doa

Sumber: Dokumentasi SMP IT Izzatul Islam Getasan

10.Program UnggulanSMP IT Izzatul Islam Getasan

Program unggulan di SMP IT Izzatul Islam Getasan adalah program kegiatan yang diikuti siswa. Kegiatan program unggulan ini untuk memberi semangat motivasi dalam belajar mencari ilmu dan pengalaman. Program unggulan di SMP IT Izzatul Islam Getasan sebagai berikut:

Tabel 3.10 Program UnggulanSMP IT Izzatul Islam Getasan

1 Reading Al-Qur’an everyday 7 Outbond 2 Mentoring(pembinaan karakter) 8 Classmeeting 3 Mabit dan Pesantren Ramadhan 9 Training Motivasi 4 Leadership Training 10 Camping (kemah) 5 Pembinaan Olimpiade 11 Study Tour 6 Sicial Care Day (bakti social)

(57)

D. Temuan Penelitian

1. Profil Responden SMP IT Izaatul Islam Getasan

a. Muniroh M.Pd (M)

Jabatan di SMP IT Izzatul Islam sebagai kepala sekolah. Lahir di Semarang 25 Agustus 1975. Beralamatkan di RT 03 RW 1, Dusun dan Desa Tolakan, Kecamatan getasan, Kabupaten Semarang. Beliau merupakan lulusan dari SD 1 Tolaan, SMP N 1 Getasan, SMA 1 Salatiga, S1 di IKIP Yogyakarta, pasca sarjana di UMS Solo.

b. Dwi Pujianto S.Pd.I (DP)

Sebagai wakil sekolah bidang kesiswaan, pengampu BTQ dan bahasa Indonesia. Lahir di Boyolali 30 maret 1988. Beralamatkan di Dusun Trumun, RT/RW 02/03, Desa Wonosegoro, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, perumahan Griya Duku Asri kota Salatiga. Lulusan dari IAIN Salatiga.

c. Insan Abdullah S.Pd.I (IA)

(58)

d. Rofiq Muhammad Aminudin (RMA)

Sebagai siswa kelas VIII A SMP IT Izzatul Islam. Lahir 21 juli 2001. Beralamatkan Dusun Ngablak, Desa Ngablak, RT/RW 02/06, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang.

e. Wildan Rifki Fahudi (WRF)

Sebagai siswa kelas VIII B SMP IT Izzatul Islam. Lahir 10 Januari 2002. Beralamatkan Dusun Getasan, Desa Getasan, RT/RW 03/01, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.

f. Mutiara Endang Prashanti (MEP)

Sebagai siswa kelas VIII A SMP IT Izzatul Islam. Lahir 19 maret 2002. Beralamatkan Dusun Magersari, Desa Sumogawe, RT/RW 12/02, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.

g. Syifa Annisa (SA)

Sebagai siswa kelas VIII B SMP IT Izzatul Islam. Lahir 29 juli 2002. Beralamatkan Dusun Nobokulon, Desa Noborejo, RT/RW 03/09, Kecamatan Argomulyo, kota Salatiga.

h. Fasya Zalianti (FZ)

(59)

i. Yulika Sulistianingsih (YS)

Sebagai siswa kelas VII B SMP IT Izzatul Islam. Lahir di Semarang 13 maret 2003. Beralamatkan Dusun Banaran, Desa Wates, RT/RW 05/02, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. j. Muhammad Zahair Ahnaf Habi (MZA)

Sebagai siswa kelas VII A SMP IT Izzatul Islam. Lahir di Semarang 30 April 2003. Beralamatkan Dusun Pongangan, Desa Samirono, RT/RW 01/01, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.

k. Sujadmiko Ihsanudin (SI)

Sebagai siswa kelas VII B SMP IT Izzatul Islam. Lahir di Semarang 28 Oktober 2002. Beralamatkan Dusun Kedayon, Desa Wates, RT/RW 12/01, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.

2. Hasil Penelitian di SMP IT Izaatul Islam Getasan

Berdasarkan hasil penelitian di SMP IT Izzatul Islam Getasan Kabupaten Semarang, dapat dikemukakan beberapa hasil penelitian sebagai berikut:

a. Implementasi metode ummi dalam pembelajaran membaca Al Qur’an pada siswa SMP IT Izzatul Islam Getasan.

(60)

Kita kerjasama dengan ummi foundation dari surabaya, sebelumnya kita siapkan selama hampir 6 bulan sebelumnya dengan kafaah dari masing-masing SDM dan memiliki latar belakang pendidikan Al Qur’an begitu. Alhamdulillah berjalan, sekaligus ada monitoring dari ummi foudetion untuk penjagaan kualitas mutu membaca anak-anak begitu”(wawancara, M. 12/05/2016)

Selanjutnya senada dengan pendapat DP selaku guru pengampu metode ummi, menuturkan terkait metode yang sekarang digunakan dalam pembelajaran membaca Al Quran pada SMP IT Izzatul Islam.

Menurut kami metode ummi secara sistem lebih baik, karena ketika kita ingin menerapkan metode ummi di sekolah kami, kemudian langsung dibimbing dan dilatih yang memiliki metode ini, sebelum kita menerapkan terlebih dahulu para guru Al Qur’an sekolah singkat yang diadakan dari ummi fondetion surabaya.

Jadi kita ditahsin terlebih dahulu tentang kualitas bacaan Al Qur’annya, kemudian kita diajarkan bagaimana pembelajaran dan tahapan-tahapannya ummi, baru kemudian kalau kita dinyatakan lulus (sertifikasi guru Al Qur’an dari ummi fondetion) boleh mengajarkan, sedangan buku-buku bacaannya tidak dijual dipasaran.

Jadi hanya lembaga-lembaga yang memang sudah mejalin kerjasama dengan metode ummi yang hanya bisa menerapkan metode ini, tidak semua lembaga serta merta menggunakan metode ini”(wawancara, DP. 12/05/2016)

Hal senada menurut IA selaku guru pengampu metode ummi, menuturkan terkait metode yang sekarang digunakan dalam pembelajaran membaca Al Quran pada SMP IT Izzatul Islam.

(61)

Untuk memperjelas tentang metode ummi, penulis bertanya kepada Mtentang tanggapan beliau mengenai metode ummi yang sekarang diterapkan dalam pembelajaran membaca Al Qur’an pada SMP IT

Izzatul Islam.

Kita sangat optimis begitu dengan metode ini. Rasanya akan lebih baik, karena melalui pengkajian (melalui seleksi guru) begitu, karena di ummi foundetion kan ada sertifikasi atau guru-guru pengampu sertifikasi artinya ada standar mutu yang diberikan (standar milimal) yang harus dipenuhi oleh seorang pengajar ummi begitu. insyaAllah kita sudah memiliki SDM yang berstandarkan itu”(wawancara, M. 12/05/2016).

Senada dengan DP tentang tanggapan beliau mengenai metode ummi yang sekarang diterapkan dalam pembelajaran membaca Al Qur’an pada SMP IT Izzatul Islam.

Jadi metode ummi sebenarnya sama dengan metode-metode lainnya dibagi beberapa jilid, hanya saja untuk pengajarannya itu kami dilatih langsung bagaiamana mengajarkannya jilid per jilid, bahkan tidak hanya itu setiap 3 bulan sekali tim dari ummi fondetion surabaya dari pusat itu berkunjung dua hari karena akan melihat langsung bagaimana pembelajaran ummi diterapkan di sekolah tersebut.

Mungkin bahkan akan meningkat karena 3 bulan sekali kita evaluasi juga tambahan ditekankan kembali hal-hal yang kurang dari kami, tentang bacaanya yang kurang kuat, makhorijul huruf yang harus dilatih ditrampilkan lagi supaya mendekati yang terbaik.

Kemudian pengajaran ummi itu minimal setiap 1 minggu 3-4 kali pertemuan, mau tidak mau kalau menggunakan ummi dari pusat memberikan syarat harus terpenuhi, setiap kali pertemuan minimal 60 menit. Alhamdulillah kalau di sekolah kita sudah terpenuhi satu kali pertemuan justru 70 menit, jadi standar minimal terpenuhi”(wawancara, DP. 12/05/2016).

(62)

diterapkan dalam pembelajaran membaca Al Qur’an pada SMP IT

Izzatul Islam.

ini sangat bagus karena meningkatkan membaca Al Qur’an, menambah hafalan, dan juga tajwidnya bisa benar”(wawancara, WRF, RMA, MEP, SA. 12/05/2016).

Hal senada menurut WRF, RMA, MEP, dan SA sebagai siswa-siswi, dan tentang tanggapan mereka mengenai metode ummi yang sekarang diterapkan dalam pembelajaran membaca Al Qur’an pada

SMP IT Izzatul Islam.

“Biasanya kita diulang oleh guru kita sampai ghorib (misalnya ana dibaca pendek tapi tulisannya panjang) gitu. Sekarang metodenya mudah dipahami,bacaanya lebih baik, mudah dimengerti panjang pendeknya, mendengung atau tidak, memakai nada ummi. Menggunakan metode ummi dari Surabaya”(wawancara, WRF, RMA, MEP, dan SA. 12/05/2016).

Selanjutnya, penulis juga menanyakan kepada M, bagaimana persiapan guru sebelum pembelajaran membaca Al Qur’an dengan

metode ummi.

Jadi ini kita kan ada semacam training begitu kan berkala. Kita awalnya pelatihan baca begitu, kemudian untuk mendapatkan sertifikasi (menurut kami satandar yang baguslah begitulah). Jadi persiapannya guru-guru sudah kami siapkan jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan mengajar, sesuai dengan seleksi begitu. Memang ada disana kan ada pertama seleksi kemampuan baca tulisnya, kemudian penguasaan bacaaanya, kemudian ada metode pengajarannya” (wawancara, M. 12/05/2016).

Senada dengan DP mengenai bagaimana persiapan guru sebelum pembelajaran membaca Al Qur’an dengan metode ummi

(63)

Al Qur’annya. Nanti memulainya tidak sama, yang dilid tinggi dari tinggi yang jilid rendah dari awal. Setelah kami menerapkan metode ummi ini kurang lebih satu tahun berjalan, alhamdulillah menurut kami ada hasil yang cukup memuaskan, disamping kualitas bacaan gurunya lebih bagus juga ternyata setelah pembelajaran ummi ini kualitas bacaan anak-anak juga lebih bagus, karena ummi ini pembelajarannya juga menggunakan nada, nadanya ada dua: ayat ganjil rendah ayat genap tinggi

Persiapan secara umum biasa kita dengan alat peraga, di ummi itu ada nama alat peraga pembelajaran selain buku pelajaran. Sebenarnya metodenya banyak ya di ummi itu, ada metode baca simak, jadi kan ada 1 siswa dedang membaca yang lain mungkin sibuk sendiri, kalau di ummi tidak, metodenya adalah baca simak 1 siswa membaca yang lain menyimak seperti itu, jadi menit pertama sampai menit terahir tidak ada siswa yang punya aktifitas sendiri semua fokus pada pembelajaran baca simak, jadi meskipun 1 anak mendapat 2 baris tetapi dia juga ikut menyimak sama saja mengulang-ngulang banyak yang dibaca.

(wawancara, DP. 12/05/2016).

Hal senada dengan IA mengenai bagaimana persiapan guru sebelum pembelajaran membaca Al Qur’an dengan metode ummi.

Untuk persiapannya guru harus lulus tahsin dulu artinya sebelum mereka mengajarkan Al Qur’an siswa siswi harus melalui tahap tahsin yaitu (pembetulan/perbaikan bacaan) dan tashih (tes kelulusan/diobati penyakitnya) bahasa gampangnya seperti itu.

Mengikuti program sertifikasi dari ummi foundetion syaratnya harus sudah lulus jilid 6 dan juga ghorib tajwid (bacaan-bacan aneh yang terdapat dalam Al Qur’an misal dalam surat Yusuf, Ar-Rad bismillahi majreha), baru mereka boleh mengajarkan kepada anak-anak, kemudian dalam mengajarkanpun sebelum masuk kelas mereka membawa perlengkapan administrasi (buku, lembar nilai dll), mungkin tadi sudah dijelaskan ustad Dwi yang di buku modul”(wawancara, IA. 12/05/2016).

(64)

Jadi kalau dikelas kan memang ada beberapa seksi oleh para ustad disana misalnya guru menyampaiakan ada apersepsi begitu, pengenalan terhadap topik, ujian adab, membaca secara bersama-sama, model baca simak secara kelompok dan pribadi begitu.

Dan itu kan modelnya cukup berbeda dengan yang lain. Baca simak itu satu membaca yang lain menyimak secara bergantian. Jadi harapannya anak-anak bisa belajar kedua-duanya, artinya belajar membaca kemudian belajar juga menyimak ketika yang lain membaca artinya dua kali belajar dalam waktu yang sama”(wawancara, M. 12/05/2016).

Senada dengan DP,mengenai bagaimana proses metode ummi dalam pembelajaran membaca Al Qur’an dengan di kelas.

Rasio 1 guru itu maksimal 15 siswa maka dalam pembelajaran Al Qur’an itu ada tuju tahapan: pembuka, apersepsi, menanaman konsep, pemahaman konsep, ketrampilan, evaluasi, penutup. Jadi itu proses pembelajaran Al Qur’an 3 kali pertemuan, 1 pertemuan 70 menit”(wawancara, DP. 12/05/2016).

Hal senada dengan IA,mengenai bagaimana proses metode ummi dalam pembelajaran membaca Al Qur’an dengan di kelas.

Ada tahapan-tahapannya yaitu ada 7: pembukaan (5 menit), apersepsi/penanaman konsep (10 menit), pemahaman konsep/latihan (30menit), evaluasi (10menit), dan penutup (5menit). Itu waktunya adalah standarnya 60 menit. Dimulai dari jenjang yaitu tahsih itu dipetakan”(wawancara, IA. 12/05/2016).

Senada dengan WRF, RMA, MEP, dan SA, mengenai bagaimana proses metode ummi dalam pembelajaran membaca Al Qur’an dengan

di kelas.

(65)

Hal senada dengan MZA, SI, FZ dan YS mengenai bagaimana proses metode ummi dalam pembelajaran membaca Al Qur’an dengan

di kelas.

“Salam, menyapa anak-anaknya, alat peraga ditujuk satu-satu, guru membaca dulu baru diikuti, baca Al Qur’annya bareng-bareng baru satu-satu. Yang lain nyimak pas baca satu-satu. Menghafal surat sebelum membaca sendiri-sendiri. alat peraga digunakan diahir kalau ada yang belum lancar diulangi lagi” (wawancara, MZA, SI, FZ dan YS. 12/05/2016).

Penulis juga menanyakan tentang kepada M, bagaimana evaluasi yang dilakukan terkait dengan dengan metode ummi dalam pembelajaran dalam membaca Al Qur’an.

Jadi guru-guru kita sudah diajari dari pihak tim dari ummi foudetion begitu, instruktur untuk cara mengajarnya, cara mengevaluasi, dan bahkan sampai pendampingan anak-anak begitu”(wawancara, M. 12/05/2016).

Senada dengan DP, bagaimana evaluasi yang dilakukan terkait dengan dengan metode ummi dalam pembelajaran dalam membaca Al Qur’an

Evaluasi,anak-anak membaca kita menilai, bacaan benar nilai A+, salah 1 B+, salah 2 B, salah 3 B-, salah 4 lebih dari itu C+,C- membacanya diulangi sampai benar”(wawancara, DP. 12/05/2016).

Hal senada juga dituturkan IA,bagaimana evaluasi yang dilakukan terkait dengan dengan metode ummi dalam pembelajaran dalam membaca Al Qur’an

(66)

Jika ternyata salah satu kelompok itu yang dibaca dihalaman yang sama semuanya dan dia sudah mencapai jilid 2 bisa dilaksanakan baca simak murni (semua membuka halaman yang sama). Jilid sama halaman berbeda (baca simak tidak murni)”(wawancara, IA. 12/05/2016).

b. Faktor-faktor pendukung dan penghambat metode ummi dalam pembelajaran Al Qur’an Izzatul Islam Getasan.

Selanjutnya penulis menanyakan kepada M tentang faktor-faktor penghambat dan pendukung metode ummi dalam pembelajaran membaca Al Qur’an pada SMP IT Izzatul Islam.

Yang menghambat sebenarnya sadar anak-anak memiliki besik baca Al Qur’an yang berbeda-beda, ada yang dari SD Negeri, dari SD IT ada yang dari MI dan lain sebagainya, begitu pasti kan kemampuan anak-anak berfareasi.Kemudian ya mungkin ada sarana dan prasarana misalnnya kurang, tapi Alhamdulillah ahir-ahir ini terpenuhi begitu.

Kemudian pendukungnya kita cukup yakin dengan SDM yang tersertifikasi ini. Dengan standar SDM yang menurut dari ummi foundtion dalam katagori baik begitu, kita cukup yakin. kemudian kita mengsikapi misalnya ada pembagian pengelompokan anak sesuai dengan kemampuannya begitu.

Misalnya ada kemampuan yang cukup dalam kategori kurang begitu. Akan kita bagi sesuai dengan kemampuannya, harapannya anak-anak bisa terlayani sesuai dengan kemampuannya begtu. Alhamdulillah kita ini kan kerjasama yang berkelanjutan artinya tidak dilepas begitu saja, artinya begini jadi memang kita awalnya ada pelatihan terus sampai ke tingkat terlayak mengajar ahirnya kan sambil dimonitoring begitu, jadi ada evaluasi ini kekurangannya apa begitu.

Apa yang harus kita lakukan dan Alhamdulillah barusan kemarin hari selasa rabu kita ada pendampingan dari ummi foundetion secara periodik itu dan itu terukur artinya kemampuan guru juga ter upgreat setiap saat.

Gambar

Tabel 3.3 Struktur Organisasi SMP IT Izzatul Islam Getasan
Tabel 3.4 Susunan Komite SMP IT Izzatul Islam Getasan
Tabel 3.5 Data Guru SMP IT Izzatul Islam Getasan
Tabel 3.7 Sarana dan Prsasarana SMP IT Izzatul Islam Getasan
+2

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan penerapan metode Ummi dalam pembelajaran Al-Qur‟an yang dilaksanakan di Sekolah Tahfizh Plus Khoiru Ummah dan SD Islam As-Salam

Ringinwok, Ngaliyan Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan manajemen antara lembaga dan organisasi: 1) Bagaimana perencanaan Program

Hal ini bertujuan agar penulis mengetahui bagaimana cara al-Suyuti dalam menyelesaikan penjelasan ayat-ayat musykil sehingga kita bisa mengetahui bagaimana asbāb al-Nuzūl

Tujuan Pendidikan, Rahman mengemukakan bahwa Tujuan pendidikan Islam harus diorientasikan pada kehidupan dunia dan akhirat sekaligus bersumber pada Al- Qur‟an, beban

Kedua, faktor penunjang pembelajaran Tahfidzul Qur‟an yaitu adanya metode menghafal Al- Qur‟an yang mudah, bimbingan khusus santri kecil dalam menghafal Al- Qur‟an,

Faktor apa saja yang menjadi penghambat dalam proses pendidikan akhlak di pondok pesantren Salafiyah Pulutan. Faktor apa saja yang menjadi penunjang dalam proses

Jenis penelitian yang penulis gunakan dalam skripsi ini adalah penelitian lapangan ( Field research). Sumber utama dalam penelitian ini adalah ayat-ayat Al-

x ABSTRAK Dalam menafsirkan Al-Qur‟an dan memahaminya dengan sempurna, bahkan untuk menterjemahkannya diperlukan ilmu- ilmu Al-Qur‟an karena dengan ilmu-ilmu Al-Qur‟an seseorang dapat