• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

3.1. Sejarah Kementerian Pertanian

Indonesia merupakan negara agraris, dimana sebagian besar masyarakatnya hidup dari pertanian.Oleh karena itu, pembangunan sektor pertanian merupakan sektor penggerak perkembangan ekonomi dan laju pertumbuhan ekonomi. Dalam hal ini sektor kementerian pertanian masih merupakan salah satu sektor tumpuan yang diharapkan dalam proses pertumbuhannya dapat memenuhi kebutuhan komsumsi masyarakat cenderung meningkat. Hal ini ditunjukkan dari banyaknya penduduk atau tenaga kerja yang hidup atau bekerja pada sektor pertanian serta produk nasional yang berasal dari pertanian, artinya pertanian memegang peranan penting dari keseluruhan perekonomian nasional

Kementerian Pertanian didirikan pada tanggal 1 Januari 1905 berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda tanggal 23 September 1904 No. 20 Staatsblaad 982 yang didasarkan pada Surat Keputusan Raja Belanda No. 28 tanggal 28 Juli 1904 (Staatsblaad No. 380). Direktur Pertama Departemen Pertanian adalah Dr. Melchior Treub. Sejak tanggal 19 Agustus 1945, urusan pertanian, perdagangan, dan perindustrian berada di bawah Kementerian Kemakmuran yang merupakan kabinet pertama Republik Indonesia setelah kemerdekaan. Sejak 27 Oktober 2014, Menteri Pertanian dijabat oleh Amran Sulaiman.Kementerian Pertanian mempunyai tugas menyelenggarakan urusan di bidang pertanian dalam pemerintahan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan Negara.

Dalam melaksanakan tugas,Kementerian Pertanian menjalankan fungsi:

1. Perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang pertanian

2. Pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Kementerian Pertanian

3. Pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Pertanian

4. Pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan urusan Kementerian Pertanian di daerah

(2)

Struktur Organisasi Kementerian Pertanian

Setiap organisasi mempunyai struktur yang membagi kedudukan dan tugas, sesuai dengan tingkatan dalam organisasi tersebut. Struktur Organisasi Kementerian Pertanian Indonesia dapat dilihat pada bagan di bawah ini.

Gambar 3.1 Struktur Organisasi Kementerian Pertanian Indonesia.

Visi

Visi dari Kemenetrian Pertanian Indonesia adalah terwujudnya pertanian industrial unggul berkelanjutan yang berbasis sumberdaya lokal untuk meningkatkan kemandirian pangan, nilai tambah, daya saing, ekspor dan kesejahteraan petani

Misi

Misi dari kementerian pertanian antara lain:

a) mewujudkan sistem pertanian berkelanjutan yang efisien, berbasis iptek dan sumber daya lokal, serta berwawasan lingkungan melalui pendekatan system

(3)

b) menciptakan keseimbangan ekosistem pertanian yang mendukung keberlanjutan peningkatan produksi dan produktivitas untuk meningkatkan kemandirian pangan.

c) mengamankan plasma-nutfah dan meningkatkan pendayagunaannya untuk mendukung diversifikasi dan ketahanan pangan.

d) menjadikan petani yang kreatif, inovatif, dan mandiri serta mampu memanfaatkan iptek dan sumberdaya lokal untuk menghasilkan produk pertanian berdaya saing tinggi.

e) meningkatkan produk pangan segar dan olahan yang aman, sehat, utuh dan halal (ASUH) dikonsumsi.

f) meningkatkan produksi dan mutu produk pertanian sebagai bahan baku industri. g) mewujudkan usaha pertanian yang terintegrasi secara vertikal dan horizontal

guna menumbuhkan usaha ekonomi produktif dan menciptakan lapangan kerja di pedesaan.

h) mengembangkan industri hilir pertanian yang terintegrasi dengan sumberdaya lokal untuk memenuhi permintaan pasar domestik, regional, dan internasional. i) mendorong terwujudnya sistem kemitraan usaha dan perdagangan komoditas

pertanian yang sehat, jujur, dan berkeadilan.

j) meningkatkan kualitas kinerja dan pelayanan aparatur pemerintah bidang pertanian yang amanah dan professional.

3.2. Analisa Sistem

Saat ini para pegawai dalam menjalankan rutinitas pencatatan data pemesanan masih dilakukan secara manual. Hal tersebut menyebabkan karena luasnya ruang lingkup kementerian yaitu meliputi daerah-daerah yang memiliki jarak yang jauh di Indonesia dan sulitnya dalam membuat laporan-laporan yang dibutuhkan oleh manajemen karena membutuhkan waktu untuk mencatat ulang dan dibutuhkan ketelitan agar tidak terjadi kesalahan.

(4)

3.3. Perancangan Sistem

3.3.1 Use Case Diagram Sistem Berjalan

Gambar 3.2 Use Case Diagram Sistem Berjalan Kementerian Pertanian Tabel 3.1 Skenario use case kelola distribusi bibit

Nama Use Case Kelola Distribusi bibit

Actor Petugas Daerah, Admin

Deskripsi Petugas Daerah berkordinasi melaporkan seluruh rangkaian distribusi bibit di wilayahnya masing-masing

Tabel 3.2 Skenario use case pendataan kebutuhan Nama Use Case Pendataan kebutuhan

Actor Petugas Daerah, Admin

Deskripsi Petugas melaporkan jumlah kebutuhan bibit pada wilayahnya kepada Admin.

(5)

Tabel 3.3 Skenario use case mengelola data petani Nama Use Case Mngelola data petani

Actor Petugas Daerah, Admin

Deskripsi Petugas daerah mendaftarkan data petani penerima bibit kepada Admin

Tabel 3.4 Skenario use case mengelola stok bibit Nama Use Case Mengelola Stok Bibit

Actor Gudang , Admin

Deskripsi Gudang bersama sama dengan admin melakukan pengelolaan stok bibit yang terdapat di gudang.

Tabel 3.5 Skenario use case laporan

Nama Use Case Laporan

Actor Gudang , Admin

Deskripsi Gudang melaporkan stok bibit secara berkala dan admin membuat laporan distribusi.

(6)

3.3.2 Activity Diagram Sistem Berjalan

1. Activity diagram lakukan kelola data petani

Gambar 3.3 Activity diagram lakukan kelola data petani Tabel 3.6 Skenario Activity diagram pendaftaran anggota Nama Activity Pendaftaran anggota (petani)

Actor Admin , Petugas Daerah

Deskripsi Petugas melakukan pengisian form pendaftaran dan kemudian diserahkan kepada admin. Selanjutnya kementerian melakukan pengecekan kelengkapan bibit unggul. Jika lengkap maka admin akan menyetujui pendaftaran bibit unggul tersebut. Jika tidak lengkap maka admin akan mengembalikan form kepada petugas daerah untuk dilengkapi.

(7)

2. Activity diagram lakukan pendataan kebutuhan bibit

Gambar 3.4 Activity diagram lakukan pendataan kebutuhan bibit Tabel 3.7 Skenario Activity diagram pendataan kebutuhan bibit Nama Use Case Pendataan Kebutuhan Bibit

Actor Petugas Daerah , Admin

Deskripsi Petugas daerah mengumpulkan data kebutuhan bibit yang diperlukan di wilayahnya kemudian mengisi form pengajuan bibit kepada admin.Kemudian admin menerima dan memvalidasi form pengajuan kebutuhan, jika seluruh persyaratan lengkap maka disetujui apabila tidak lengkap maka dikembalikan kepada petugas daerah untuk dilengkapi.

(8)

3. Activity diagram lakukan mengelola stok bibit

Gambar 3.5 Activity diagram lakukan mengelola stok bibit Tabel 3.8 Skenario Activity diagram lakukan mengelola stok bibit Nama Activity Mengelola Stok Bibit

Actor Admin , Gudang , Supplier

Deskripsi Admin mengajukan permintaan bibit. Kemudian gudang mengkalkulasi kebutuhan kementerian dengan stok gudang. Jika stok tidak tercukupi maka gudang menghubungi supplier untuk memesan barang dan apabila stok mencukupi maka gudang akan melaporkan kepada admin.

(9)

4. Activity diagram buat laporan

Gambar 3.6 Activity diagram buat laporan Tabel 3.9 Skenario activity diagram buat laporan Nama Activity Buat Laporan

Actor Admin , gudang

Deskripsi Admin dan gudang membuat laporan secara berkala sesuai dengen bidang masing-masing

3.3.3 Analisa Sistem Usulan

Kebutuhan akan sistem distribusi bibit pada Admin (Kementerian Pertanian) sangatlah penting, mengingat pentingnya pengelolaan data-data transaksi dan penyajian informasi laporan secara tepat waktu dan relevan. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka diperlukan sebuah sistem yang berbasis website agar dapat mudah diakses oleh Seluruh pihak terkait.

Pada sistem yang akan dibuat, dirancang berbagai fasilitas yang dapat memudahkan para pihak dalam melakukan Distribusi maupun pendataan serta memperoleh informasi-informasi yang terkait dengan kegiatan-kegiatan admin (Kementerian Pertanian).Selain itu dirancang pula berbagai fasilitas yang dapat

Petugas Daerah Admin

(10)

memudahkan para staff perusahaan dalam mengelola data transaksi, data Petani dan juga data artikel-artikel yang ingin disampaikan kepada petugas daerah dan pihak-pihak terkait.

3.3.4. Use Case Diagram Sistem Usulan

Gambar 3.7 Use Case sistem usulan sistem distribusi kementerian pertanian Tabel 3.10 Skenario use case kelola data user Nama Use Case Kelola Data User

Actor Admin

Deskripsi Admin melakukan input data,update data,dan mengelola semua data User yang menjadi tugas dan wewenang admin di dalam sistem

Tabel 3.11 Skenario use case kelola data petani Nama Use Case Kelola data Petani

Actor Admin , Petugas Daerah

Deskripsi Petugas Daerah melakukan input data,update data,dan mengelola semua data Petani yang menjadi tugas dan wewenang kemudian admin dapat melihat seluruh data petani yang sudah tertera didalam sistem

(11)

Tabel 3.12 Skenario use case kelola distribusi bibit Nama Use Case Kelola Distribusi Bibit

Actor Petugas daerah , Admin

Deskripsi Petugas daerah mengajukan jumlah bibit yang dibutuhkan pada daerahnya kemudian admin menerima dan mengatur distribusinya dengan memberikan informasi berupa status pengajuan.

Tabel 3.13 Skenario use case kelola stok bibit

Nama Use Case kelola stok bibit

Actor Gudang , Admin

Deskripsi Gudang melaporkan stok bibit kepada admin secara berkala.

Tabel 3.14 Skenario use case membuat laporan

Nama Use Case Laporan

Actor Gudang , Admin

Deskripsi Gudang dan Admin mendapatkan laporan yang dibutuhkan.

(12)

3.3.5 Activity Diagram Sistem Usulan

1. Activity diagram login

Gambar 3.8 Activity diagram login

Tabel 3.15 Skenario Activity diagram login

Nama Activity Kelola Data user

Actor Admin

Deskripsi Admin melakukan login dan sistem langsung cek login. Jika berhasil maka sistem akan menampilkan menu utama admin. Jika tidak valid maka system akan menolak dan admin harus menginput kembali username dan passwordnya. Jika sudah di menu utama admin akan memilih menu menu untuk melakukan pengolahan data seperti master User Jika sudah dipilih maka admin sudah dapat melakukan pengelolaan seperti input,update,delete kedalam system.

(13)

2. Activity diagram kelola data petani

Gambar 3.9 Activity diagram kelola data petani

Tabel 3.16 Skenario Activity Diagram Kelola Data Petani Nama Activity Kelola Data Petani

Actor Admin , Petugas Daerah

Deskripsi Petugas Daerah melakukan login dan sistem langsung cek login. Jika berhasil maka sistem akan menampilkan menu utama admin. Jika tidak valid maka system akan menolak dan admin harus menginput kembali username dan passwordnya. Jika sudah di menu utama admin akan memilih menu menu untuk melakukan pengolahan data seperti master nasabah, master user, master produk dan master asset. Admin harus memilih mana yang ingin dilakukan pengelolaan. Jika sudah dipilih maka admin sudah dapat melakukan pengelolaan seperti input,update,delete kedalam system.

(14)

3. Activity diagram kelola stok bibit

Gambar 3.10 Activity diagram kelola stok bibit

Tabel 3.17 Skenario Activity diagram kelola stok bibit

Nama Activity Kelola Stok Bibit

Actor Gudang

Deskripsi Gudang melakukan login. Lalu sistem melakukan validasi. Jika gagal maka sistem mengembalikan ke nasabah untuk login kembali. Jika berhasil sistem menampilkan menu utama. Setelah di menu utama nasabah memilih menu Setelah sistem menampilakan form Stok Bibit Gudang akan menginput form Stock.dan menyimpan data stock bibit kedalam sistem.

(15)

3.3.6 Sequence Diagram

1. Sequence diagram login user

Gambar 3.11 Sequence diagram login user

(16)
(17)
(18)

Gambar 3.14 Sequence diagram laporan

3.3.7 Class Diagram

(19)

3.4 Rancangan Basis Data

1. Struktur Basis Data Tabel 3.18 Struktur basis data user

No Nama Field Tipe Lebar Keterangan

1. Kd_user Varchar 6 Primary key

2. Nama_user Varchar 30

3. alamat Varchar 150

4. Telp Varchar 12

5 password date 100

6. bagian Varchar 20

Tabel 3.19 Struktur basis data barang

No Nama Field Tipe Lebar Keterangan

16. Kd_barang Varchar 6 Primary key

2. nama_barang Varchar 30

3. keterangan varchar 30

Tabel 3.20 Struktur basis data stok

No Nama Field Tipe Lebar Keterangan

1. Kd_stok Varchar 6 Primary Key

2. Kd_barang Varchar 6

(20)

Tabel 3.21 Struktur basis data distribusi

No Nama Field Tipe Lebar Keterangan

1. Kd_distribusi varchar 6 Primary key

2. Kd_barang varchar 6 3. Kd_user varchar 6 4. Qty int 11 5. Tanggal_distribusi date 6 Tanggal_diterima date 7. status varchar 20

Tabel 3.22 Struktur basis data pemesanan

No Nama Field Tipe Lebar Keterangan

1. Kd_pemesanan varchar 6 Primary key

2. Kd_barang varchar 6

3. Kd_user varchar 6

4. Jumlah_pemesanan int 11

5. Tanggal_pemesanan date

(21)

Tabel 3.23 Struktur basis data persediaan_daerah

No Nama Field Tipe Lebar Keterangan

1. Kd_persediaan varchar 6 Primary key

2. Kd_barang varchar 6

3. Kd_user varchar 6

4 Jumlah_persediaan int 11

5 Tanggal_persediaan date

3.5 Rancangan Layar Antar Muka

Login

(22)

Admin Dashboard

Gambar 3.17 Rancangan Layar Admin Dashboard

List Admin

(23)

Form User

Gambar 3.19 Rancangan Layar Form User

Laporan

(24)

Form Laporan Distribusi

Gambar 3.21 Rancangan Layar Form Laporan Distribusi

Form Laporan Daerah

Gambar

Gambar 3.2 Use Case Diagram Sistem Berjalan Kementerian Pertanian  Tabel 3.1 Skenario use case kelola distribusi bibit
Tabel 3.4 Skenario use case mengelola stok bibit  Nama Use Case  Mengelola Stok Bibit
Gambar 3.3 Activity diagram lakukan kelola data petani  Tabel 3.6 Skenario Activity diagram pendaftaran anggota  Nama Activity  Pendaftaran anggota (petani)
Gambar 3.4 Activity diagram lakukan pendataan kebutuhan bibit  Tabel 3.7 Skenario Activity diagram pendataan kebutuhan bibit  Nama Use Case  Pendataan Kebutuhan Bibit
+7

Referensi

Dokumen terkait

Cek rule user Admin atau Petugas Y Pilih menu Petugas Data Buku Data Anggota Data Sirkulasi Data Petugas Data lama, denda Pilih menu Admin Tambah Buku Bantuan Ubah Buku Hapus

Gambar 4.3 Activity Diagram mengelola User (Admin) admin pilih menu pengolahan user tampil detail data user pilih insert.. user pilih update

setelah itu muncul halaman awal, masuk ke halaman input pencatatan untuk melakukan input data sampah, konfirmasi lalu melihat data yang telah diinput. Sequence Diagram

Deskripsi Menambah event pemilihan ketua HIMA Pre-Kondisi Masuk ke halaman Tambah Event Tindakan Input data event. Post Kondisi Sistem menyimpan data

Deskripsi admin melakukan login jika berhasil maka akan muncul menu utama admin, admin membuka menu laporan, admin memilih jenis laopran yang akan di buat dan

Diagram HIPO diatas menunjukkan empat proses utama dalam sistem yaitu : pertama, mengelola data master, berguna untuk input atau update data master yang nantinya

Perancangan proses dalam Sistem Penentuan Lokasi pembangunan LBB ini ditampilkan dalam bentuk Flowchart admin dalam melakukan input dan update data dan Flowchart yang

Tindakan Utama Setelah memilih menu melihat data penduduk, petugas bagian pendataan melihat data penduduk secara lengkap dengan memasukkan nama depan dari