56 56
SUMBER
SUMBER
DAMPAK
DAMPAK
JENIS DAMPAK
JENIS DAMPAK
BESARAN
BESARAN
DAMPAK
DAMPAK
UPAYA
UPAYA PENGELOLAAN
PENGELOLAAN LINGKUNGAN
LINGKUNGAN HIDUP
HIDUP
UPAYA
UPAYA PEMANTAUAN
PEMANTAUAN LINGKUNGAN
LINGKUNGAN HIDUP
HIDUP
INSTITUSI
INSTITUSI
PENGELOLAAN DAN
PENGELOLAAN DAN
PEMANTAUAN
PEMANTAUAN
LINGKUNGAN HIDUP
LINGKUNGAN HIDUP
KET
KET
BENTUK UPAYA
BENTUK UPAYA
PENGELOLAAN
PENGELOLAAN
LINGKUNGAN HIDUP
LINGKUNGAN HIDUP
LOKASI
LOKASI
PENGELOLAAN
PENGELOLAAN
LINGKUNGAN
LINGKUNGAN
HIDUP
HIDUP
PERIODE
PERIODE
PENGELOLAAN
PENGELOLAAN
LINGKUNGAN HIDUP
LINGKUNGAN HIDUP
BENTUK UPAYA
BENTUK UPAYA
PEMANTAUAN
PEMANTAUAN
LINGKUNGAN HIDUP
LINGKUNGAN HIDUP
LOKASI
LOKASI
PEMANTAUAN
PEMANTAUAN
LINGKUNGAN
LINGKUNGAN
HIDUP
HIDUP
PERIODE
PERIODE
PEMANTAUAN
PEMANTAUAN
LINGKUNGAN
LINGKUNGAN
HIDUP
HIDUP
A.A. Tahap Pra KonstruksiTahap Pra Konstruksi 1. 1. PembebasanPembebasan Lahan Lahan (Perolehan (Perolehan dan Pembelian dan Pembelian Lahan) Lahan) Persepsi
Persepsi masyarakat masyarakat Hilangnya Hilangnya areal areal pertanianpertanian pangan yang produktif pangan yang produktif
-- Selalu melaksanakanSelalu melaksanakan komunikasi timbal balik komunikasi timbal balik terhadap masyarakat dengan terhadap masyarakat dengan sistem sosialisasi sistem sosialisasi -- Melakukan sosialisasiMelakukan sosialisasi
mengenai batas-batas mengenai batas-batas tanah/lahan yang akan tanah/lahan yang akan dibebaskan dibebaskan -- Melibatkan pemerintahMelibatkan pemerintah
desa/kecamatan setempat desa/kecamatan setempat dan instansi terkait (Dinas dan instansi terkait (Dinas Pertanahan Kabupaten Kutai Pertanahan Kabupaten Kutai Kartanegara) dalam proses Kartanegara) dalam proses pembebasan lahan pembebasan lahan -- Membuat kesepakatan nilaiMembuat kesepakatan nilai
kompensasi/ganti rugi antara kompensasi/ganti rugi antara PT. SDA dengan masyarakat PT. SDA dengan masyarakat pemegang hak lahan pemegang hak lahan
Desa Muara Desa Muara Kembang dan Desa Kembang dan Desa Tama Pole Tama Pole Selama kegiatan Selama kegiatan pembebasan lahan pembebasan lahan
-- Melakukan pengamatanMelakukan pengamatan langsung di lapangan langsung di lapangan -- Wawancara mendalam denganWawancara mendalam dengan
masyarakat,tokoh masyarakat masyarakat,tokoh masyarakat dan pemuda
dan pemuda
-- Pengambilan data sekunderPengambilan data sekunder
Desa sekitar lokasi Desa sekitar lokasi proyek yaitu Desa proyek yaitu Desa Muara Kembang dan Muara Kembang dan Desa Tama Pole Desa Tama Pole
Pemantauan Pemantauan dilakukan selama dilakukan selama kegiatan kegiatan pembebasan lahan pembebasan lahan berlangsung berlangsung a.
a. Instansi Pelaksana :Instansi Pelaksana : -- PT. SDAPT. SDA b.
b.Instansi Pengawas :Instansi Pengawas : -- BLHD Kab. KukarBLHD Kab. Kukar -- Adm. Pertanahan Kab. KukarAdm. Pertanahan Kab. Kukar -- Pemerintah Desa MuaraPemerintah Desa Muara
Kembang dan Tama Pole Kembang dan Tama Pole -- Kecamatan Muara JawaKecamatan Muara Jawa c.
c. Instansi Penerima Laporan :Instansi Penerima Laporan : -- BLHD Kab. KukarBLHD Kab. Kukar
2. 2. PenerimaanPenerimaan Petani Plasma Petani Plasma -- PeningkatanPeningkatan pendapatan pendapatan masyarakat masyarakat -- Sikap dan persepsiSikap dan persepsi
positif masyarakat positif masyarakat
Jumlah penduduk desa Jumlah penduduk desa yang menjadi mitra yang menjadi mitra plasma
plasma
-- Memberikan kesempatanMemberikan kesempatan kerja bagi petani plasma kerja bagi petani plasma untuk turut bekerja untuk turut bekerja mengelola kebun plasma mengelola kebun plasma -- Memberikan arahan danMemberikan arahan dan
pengawasan teknis pengawasan teknis pembangunan perkebunan pembangunan perkebunan kelapa sawit kelapa sawit Desa Muara Desa Muara Kembang dan Desa Kembang dan Desa Tama Pole Tama Pole
Selama penerimaan petani Selama penerimaan petani plasma, konstruksi dan plasma, konstruksi dan operasi
operasi
-- Melakukan pengamatanMelakukan pengamatan langsung di lapangan langsung di lapangan -- Wawancara mendalam denganWawancara mendalam dengan
masyarakat,tokoh masyarakat masyarakat,tokoh masyarakat dan pemuda
dan pemuda
-- Pengambilan data sekunderPengambilan data sekunder
Desa sekitar lokasi Desa sekitar lokasi proyek yaitu Desa proyek yaitu Desa Muara Kembang dan Muara Kembang dan Desa Tama Pole Desa Tama Pole
Pemantauan Pemantauan dilakukan selama dilakukan selama kegiatan kegiatan penerimaan petani penerimaan petani plasma, konstruksi plasma, konstruksi dan operasi dan operasi a.
a. Instansi Pelaksana :Instansi Pelaksana : -- PT. SDAPT. SDA b.
b.Instansi Pengawas :Instansi Pengawas : -- BLHD Kab. KukarBLHD Kab. Kukar -- Dinas Perkebunan danDinas Perkebunan dan
Kehutanan Kab. Kukar Kehutanan Kab. Kukar -- Disperindagkop Kab. KukarDisperindagkop Kab. Kukar -- Pemerintah Desa MuaraPemerintah Desa Muara
Kembang dan Tama Pole Kembang dan Tama Pole -- Kecamatan Muara JawaKecamatan Muara Jawa c.
c. Instansi Penerima Laporan :Instansi Penerima Laporan : -- BLHD Kab. KukarBLHD Kab. Kukar 3. 3. PenerimaanPenerimaan Tenaga Kerja Tenaga Kerja -- PeningkatanPeningkatan Kesempatan bekerja Kesempatan bekerja -- KesejahteraanKesejahteraan masyarakat masyarakat
Tenaga kerja yang Tenaga kerja yang terserap pada saat terserap pada saat konstruksi adalah konstruksi adalah sebanyak
sebanyak ±100 ±100 orang.orang. Proses penerimaan Proses penerimaan tenaga kerja konstruksi tenaga kerja konstruksi akan diutamakan bagi akan diutamakan bagi masyarakat sekitar masyarakat sekitar
-- Memberikan informasiMemberikan informasi tentang peluang kerja secara tentang peluang kerja secara transparan kepada transparan kepada masyarakat dan aparat desa masyarakat dan aparat desa di sekitar proyek. di sekitar proyek. -- Membayar upah sesuaiMembayar upah sesuai
dengan ketentuan upah dengan ketentuan upah minimum provinsi (UMP) minimum provinsi (UMP) yang berlaku di Kabupaten yang berlaku di Kabupaten Kutai Kartanegara. Kutai Kartanegara. -- Melakukan koordinasiMelakukan koordinasi
dengan perangkat desa dengan perangkat desa setempat dan Dinas Tenaga setempat dan Dinas Tenaga Kerja dan
Kerja dan TransmigrasiTransmigrasi Kabupaten Kutai Kabupaten Kutai Kartanegara. Kartanegara.
Desa yang terdekat Desa yang terdekat lokasi proyek yaitu lokasi proyek yaitu Desa Muara Desa Muara Kembang dan Desa Kembang dan Desa Tama Pole Tama Pole
Selama kegiatan penerimaan Selama kegiatan penerimaan tenaga kerja berlangsung tenaga kerja berlangsung
-- Wawancara mendalam denganWawancara mendalam dengan aparat desa, tokoh masyarakat aparat desa, tokoh masyarakat dan masyarakat.
dan masyarakat. -- Melalui pengolahan dataMelalui pengolahan data
sekunder terkait dengan sekunder terkait dengan penerimaan tenaga kerja dan penerimaan tenaga kerja dan kesempatan kerja kesempatan kerja
--Desa yang terdekat Desa yang terdekat lokasi proyek yaitu lokasi proyek yaitu Desa Muara Desa Muara Kembang dan Desa Kembang dan Desa Tama Pole Tama Pole Pemantauan Pemantauan lingkungan lingkungan dilakukan setiap 6 dilakukan setiap 6 (enam) bulan sekali (enam) bulan sekali
a.
a. Instansi Pelaksana :Instansi Pelaksana : -- PT. SDAPT. SDA b.
b.Instansi Pengawas :Instansi Pengawas : -- BLHD Kab. KukarBLHD Kab. Kukar -- Disnakertrans Kab. KukarDisnakertrans Kab. Kukar -- Dinas Sosial Kab. KukarDinas Sosial Kab. Kukar -- Pemerintah Desa MuaraPemerintah Desa Muara Kembang dan Tama Pole Kembang dan Tama Pole -- Kecamatan Muara JawaKecamatan Muara Jawa c.
c. Instansi Penerima Laporan :Instansi Penerima Laporan : -- BLHD Kab. KukarBLHD Kab. Kukar
4. 4. MobilisasiMobilisasi
Peralatan Peralatan
-- Penurunan kualitasPenurunan kualitas udara udara
Limbah yang dihasilkan Limbah yang dihasilkan dari kegiatan mobilisasi dari kegiatan mobilisasi peralatan yaitu peralatan yaitu -- Debu :Debu :
260 ug/Nm 260 ug/Nm33
-- Mengatur kecepatanMengatur kecepatan kendaraan pada saat kendaraan pada saat melintasi jalan umum dan melintasi jalan umum dan sekitar lokasi proyek sekitar lokasi proyek -- Melakukan kegiatanMelakukan kegiatan
mobilisasi peralatan pada mobilisasi peralatan pada saat malam hari yaitu pada saat malam hari yaitu pada waktu masyarakat sedang waktu masyarakat sedang istirahat/tidur istirahat/tidur
Sekitar lokasi proyek Sekitar lokasi proyek dan jalan umum yang dan jalan umum yang dilalui
dilalui
Selama kegiatan mobilisasi Selama kegiatan mobilisasi peralatan
peralatan
-- Pengamatan langsungPengamatan langsung -- Pengambilan sampelPengambilan sampel
menggunakan
menggunakan dust collector dust collector -- Mengawasi dan memonitorMengawasi dan memonitor
pembersihan jalan. pembersihan jalan.
Sekitar lokasi Sekitar lokasi proyek dan jalan proyek dan jalan umum yang dilalui umum yang dilalui
Pemantauan Pemantauan dilakukan selama dilakukan selama kegiatan mobilasasi kegiatan mobilasasi peralatan peralatan berlangsung berlangsung a.
a. Instansi Pelaksana :Instansi Pelaksana : -- PT. SDAPT. SDA b.
b.Instansi Pengawas :Instansi Pengawas : -- BLHD Kab. KukarBLHD Kab. Kukar -- Kantor Kebersihan danKantor Kebersihan dan
Pertamanan Kab. Kukar Pertamanan Kab. Kukar -- Dinas Perhubungan Kab.Dinas Perhubungan Kab.
Kukar Kukar
57
LINGKUNGAN HIDUP
LINGKUNGAN HIDUP
LINGKUNGAN
HIDUP
LINGKUNGAN HIDUP
LINGKUNGAN HIDUP
LINGKUNGAN
HIDUP
LINGKUNGAN
HIDUP
- Melakukan penyemprotan terlebih dahulu sebelum dilakukan pengerjaan fisik sehingga penyebaran debu partikulat dapat dilokalisir - Membersihkan jalan yang
dilalui dari tanah yang melekat pada jalan yang berpotensi menimbulkan debu akibat aktivitas kendaraan (truck) keluar masuk dari lokasi proyek
Kembang dan Tama Pole - Kecamatan Muara Jawa c. Instansi Penerima Laporan :
- BLHD Kab. Kukar
- Gangguan lalu lintas darat
Terjadinya kemacetan lalu lintas di jalan umum yang dilalui kendaraan pengangkut peralatan (tronton)
- Melakukan kegiatan mobilisasi peralatan pada saat malam hari yaitu pada waktu masyarakat sedang istirahat/tidur
- Membatasi jumlah kendaraan pengangkut peralatan dan material dengan cara memberi interval waktu sekitar 30 menit s/d 1 jam antar kendaraan. - Bekerja sama dengan Dinas
Perhubungan dan Polisi Lalu Lintas dalam mobilisasi peralatan
Sekitar lokasi proyek dan jalan umum yang dilalui
Selama kegiatan mobilisasi peralatan
- Mengawasi dan memonitor jarak dan waktu antar kendaraan pengangkut peralatan dan material - Memberi rambu-rambu lalu
lintas di jalan umum dan jalan sekitar lokasi proyek - Bekerja sama dengan dinas
perhubungan dalam pelaksanaan mobilisasi peralatan
Sekitar lokasi proyek dan jalan umum yang dilalui
Pemantauan dilakukan selama kegiatan mobilasasi peralatan berlangsung a. Instansi Pelaksana : - PT. SDA b.Instansi Pengawas : - BLHD Kab. Kukar - Polisi Lalu Lintas Sek. Muara
Jawa
- Dinas Perhubungan Kab. Kukar
- Pemerintah Desa Muara Kembang dan Tama Pole - Kecamatan Muara Jawa c. Instansi Penerima Laporan :
- BLHD Kab. Kukar
- Sikap dan persepsi negatif masyarakat
Jalan umum yang sering digunakan oleh masyarakat mengalami kerusakan sebesar 50% atau dikategorikan rusak sedang hingga berat
- Tidak melakukan mobilisasi peralatan pada saat musim hujan atau hari hujan - Melakukan pengerasan jalan
dengan menambahkan batuan halus dipermukaan jalan yang sering digunakan oleh masyarakat - Segera memperbaiki jalan
yang rusak akibat mobilisasi peralatan
Sekitar lokasi proyek dan jalan umum yang dilalui
Selama kegiatan mobilisasi peralatan
- Pengamatan langsung - Mengawasi dan memonitor
titik-titik rawan kerusakan jalan.
Sekitar lokasi proyek dan jalan umum yang dilalui dan badan jalan yang mengalami kerusakan Pemantauan dilakukan selama kegiatan mobilasasi peralatan berlangsung a. Instansi Pelaksana : - PT. SDA b.Instansi Pengawas : - BLHD Kab. Kukar - Pemerintah Desa Muara
Kembang dan Tama Pole - Kecamatan Muara Jawa c. Instansi Penerima Laporan :
- BLHD Kab. Kukar
B. Tahap Konstruksi
1. Pembibitan - Limbah padat Limbah yang dihasilkan dari kegiatan mobilisasi peralatan yaitu - Debu :
235 ug/Nm3
- Persebaran partikulat debu dan meningkatnya emisi gas buang
Lokasi pembibitan Selama kegiatan pembukaan lahan pembibitan
- Monitoring perawatan kendaraan
- Melakukan pengukuran dengan menggunakan sound level meter sehingga diketahui intensitas kebisingan yang disebabkan oleh aktivitas alat berat
Lokasi pembibitan Pemantauan dilakukan selama kegiatan mobilasasi peralatan berlangsung a. Instansi Pelaksana : - PT. SDA b.Instansi Pengawas : - BLHD Kab. Kukar c. Instansi Penerima Laporan :
- BLHD Kab. Kukar
- Peningkatan intensitas kebisingan
Tingkat kebisingan yang dihasilkan yaitu 75 dB (A)
Kep. Men LH No. 48/1996
Melakukan perawatan kendaraan secara berkala terutama pada mesin dan saluran pembuangan
Lokasi pembibitan Selama kegiatan pembukaan lahan pembibitan
Melakukan pengukuran dengan menggunakan sound level meter sehingga diketahui intensitas kebisingan yang disebabkan oleh aktivitas alat berat
Lokasi pembibitan Pemantauan dilakukan selama kegiatan pembukaan lahan pembibitan a. Instansi Pelaksana : - PT. SDA b.Instansi Pengawas : - BLHD Kab. Kukar - Dishutbun Kab. Kukar - Pemerintah Desa Muara
Kembang dan Tama Pole - Kecamatan Muara Jawa c. Instansi Penerima Laporan :
- BLHD Kab. Kukar - Peningkatan aliran
permukaan
Peningkatan debit di badan air penerima disekitar lokasi kegiatan
- Melakukan upaya konservasi pada saat kegiatan pembersihan lahan terutama
Lokasi pembibitan Selama kegiatan pembukaan lahan pembibitan
- Memantau laju sedimentasi, agar tindakan konservasi tanah dan air benar-benar dilakukan.
Lokasi pembibitan Pemantauan dilakukan selama kegiatan pembukaan
a. Instansi Pelaksana : - PT. SDA
58
LINGKUNGAN HIDUP
LINGKUNGAN HIDUP
LINGKUNGAN
HIDUP
LINGKUNGAN HIDUP
LINGKUNGAN HIDUP
LINGKUNGAN
HIDUP
LINGKUNGAN
HIDUP
pada saat curah hujan tinggi hingga menyebabkan genangan air di badan jalan.
pada daerah dengan kelas kelerengan landai dan agak curam dengan membuat teras pada garis kontur. - Menanam tanaman penutup
tanah (cover crop) jenis legum.
- Membuat saluran pemotong air pada sisi dalam teras.
- Melakukan pengambilan sampel dengan cara mengendapkan contoh air sungai pada botol sampel dengan volume tertentu dan kemudian dihitung TSSnya. - Melakukan pengamatan
langsung terhadap laju aliran permukaan terutama disaat musim penghujan
lahan pembibitan b.Instansi Pengawas : - BLHD Kab. Kukar - Dishutbun Kab. Kukar - Pemerintah Desa Muara
Kembang dan Tama Pole - Kecamatan Muara Jawa c. Instansi Penerima Laporan :
- BLHD Kab. Kukar
- Limbah padat - Kadar TSS : 100 mg/l - Kadar BOD : 45 mg/l - Kadar COD : 85 mg/l
- Menggunakan sumber air bersih
- Mengatur penggunaan bahan kimia (pupuk dan pestisida)
Lokasi pembibitann - Selama kegiatan pembukaan lahan pembibitan - Selama kegiatan pemeliharaan di pembibitan - Melakukan pengambilan sampel air di sumber air dekat lokasi pembibitan dan kadar COD BOD tidak melebihi baku mutu
Lokasi pembibitan Selama kegiatan pembibitan
a. Instansi Pelaksana : - PT. SDA b.Instansi Pengawas :
- BLHD Kab. Kukar - Dishutbun Kab. Kukar c. Instansi Penerima Laporan :
- BLHD Kab. Kukar 2. Pembangunan jaringan jalan kebun dan saluran drainase
- Limbah gas Limbah gas yang dihasilkan setiap jamnya yaitu -CO : 30.100ug/Nm3 -NO2 : 405 ug/Nm3 -HC : 55 ug/Nm3
- Pemilihan sistem, metode dan teknologi pembukaan lahan yang diperkirakan dapat meminimalkan timbulnya debu.
- Penggunaan masker anti debu secara kontinu bagi pekerja, atau pada aktifitas yang berdekatan dengan sumber pencemar. - Melakukan perawatan
kendaraan secara berkala terutama pada mesin dan saluran pembuangan Didalam lokasi proyek - Untuk perawatan kendaraan dilakukan 2x sebulan - Selama kegiatan pembangunan jalan dan saluran drainase dan pembukaan lahan
- Monitoring perawatan kendaraan - Melakukan pengambilan
sampel untuk dianalisis dan tidak melebihi ambang baku mutu sesuai PP. No. 41/1999
Didalam lokasi proyek Selama tahap konstruksi a. Instansi Pelaksana : - PT. SDA b.Instansi Pengawas : - BLHD Kab. Kukar - Dishub Kab. Kukar c. Instansi Penerima Laporan :
- BLHD Kab. Kukar
- Peningkatan intensitas kebisingan
Tingkat kebisingan yang dihasilkan yaitu 78 dB (A)
Kep. Men LH No. 48/1996
Melakukan perawatan kendaraan secara berkala terutama pada mesin dan saluran pembuangan Didalam lokasi proyek - Untuk perawatan kendaraan dilakukan 2x sebulan - Selama kegiatan pembangunan jalan dan saluran drainase dan pembukaan lahan
- Monitoring perawatan kendaraan
- Melakukan pengukuran dengan menggunakan sound level meter sehingga diketahui intensitas kebisingan yang disebabkan oleh aktivitas alat berat Didalam lokasi proyek Selama tahap konstruksi a. Instansi Pelaksana : - PT. SDA b.Instansi Pengawas : - BLHD Kab. Kukar - Dishub Kab. Kukar c. Instansi Penerima Laporan :
- BLHD Kab. Kukar - Peningkatan aliran
permukaan
Peningkatan debit di badan air penerima disekitar lokasi kegiatan pada saat curah hujan tinggi hingga menyebabkan genangan air di badan jalan.
- Melakukan upaya konservasi pada saat kegiatan pembersihan lahan terutama pada daerah dengan kelas kelerengan landai dan agak curam dengan membuat teras pada garis kontur. - Menanam tanaman penutup
tanah (cover crop) jenis legum.
- Membuat saluran pemotong air pada sisi dalam teras.
Didalam lokasi proyek
Selama kegiatan pembangunan jaringan jalan kebun dan saluran drainase
- Melakukan pengambilan sampel air di sumber air dekat lokasi pembibitan dan kadar TSS, COD, BOD tidak melebihi baku mutu
Di dalam lokasi Selama kegiatan pembangunan jaringan jalan kebun dan saluran drainase
a. Instansi Pelaksana : - PT. SDA b.Instansi Pengawas :
- BLHD Kab. Kukar - Dishutbun Kab. Kukar c. Instansi Penerima Laporan :
- BLHD Kab. Kukar
3. Penyiapan Lahan tanam a. Pembersi-han laPembersi-han
- Limbah gas Kadar gas polutan yang dihasilkan operasional alat berat yaitu -CO :
30.100ug/Nm3 -NO2 :
405 ug/Nm3
- Pemilihan sistem, metode dan teknologi pembukaan lahan yang diperkirakan dapat meminimalkan timbulnya debu.
- Penggunaan masker anti debu secara kontinu bagi
Di dalam lokasi proyek
Selama kegiatn pembersihan lahan
- Monitoring perawatan kendaraan
- Melakukan pengukuran dengan menggunakan sound level meter sehingga diketahui intensitas kebisingan yang disebabkan oleh aktivitas alat
Di dalam lokasi proyek Selama kegiatn pembersihan lahan a. Instansi Pelaksana : - PT. SDA b.Instansi Pengawas : - BLHD Kab. Kukar - Dishutbun Kab. Kukar c. Instansi Penerima Laporan :
59
LINGKUNGAN HIDUP
LINGKUNGAN HIDUP
LINGKUNGAN
HIDUP
LINGKUNGAN HIDUP
LINGKUNGAN HIDUP
LINGKUNGAN
HIDUP
LINGKUNGAN
HIDUP
-HC : 55 ug/Nm3pekerja, atau pada aktifitas yang berdekatan dengan sumber pencemar. - Melakukan perawatan
kendaraan secara berkala terutama pada mesin dan saluran pembuangan
berat
- Peningkatan intensitas kebisingan
Tingkat kebisingan yang dihasilkan yaitu 78 dB (A)
Kep. Men LH No. 48/1996
Melakukan perawatan kendaraan secara berkala terutama pada mesin dan saluran pembuangan Didalam lokasi proyek - Untuk perawatan kendaraan dilakukan 2x sebulan - Selama kegiatan pembangunan jalan dan saluran drainase dan pembukaan lahan
- Monitoring perawatan kendaraan
- Melakukan pengukuran dengan menggunakan sound level meter sehingga diketahui intensitas kebisingan yang disebabkan oleh aktivitas alat berat Didalam lokasi proyek Selama tahap konstruksi a. Instansi Pelaksana : - PT. SDA b.Instansi Pengawas : - BLHD Kab. Kukar - Dishub Kab. Kukar c. Instansi Penerima Laporan :
- BLHD Kab. Kukar - Penurunan kualitas
air permukaan
- Kadar TSS : 100 mg/l - Dan warna air yang
agak keruh
- Melakukan upaya konservasi pada saat kegiatan pembersihan lahan terutama pada daerah dengan kelas kelerengan landai dan agak curam dengan membuat teras pada garis kontur. - Menanam tanaman penutup
tanah (cover crop) jenis legum.
- Membuat saluran pemotong air pada sisi dalam teras.
Lokasi penanaman/blok kebun - Selama kegiatan pembersihan lahan penanaman - Melakukan pengambilan sampel air di sumber air ddan badan sungai terdekat yang berada di sekitar lokasi penanaman dan dianalisis dengan hasil yang tidak melebihi baku mutu
Lokasi penanaman/blok kebun Selama kegiatan pembersihan lahan untuk penanaman a. Instansi Pelaksana : - PT. SDA b.Instansi Pengawas : - BLHD Kab. Kukar - Dishutbun Kab. Kukar c. Instansi Penerima Laporan :
- BLHD Kab. Kukar
b. Penanaman tanaman penutup tanah
- Kesempatan kerja Tenaga kerja yang dibutuh kan : 76 HK/Ha
Pembayaran upah disesuaikan dengan Upah Minimum Provinsi (UMP)
Kantor kebun Kantor pusat
Selama kegiatan penyiapan lahan tanam
- Monitoring sistem pembayaran upah
- Tidak melakukan kecurangan dalam pencatatan hari kerja
- Kantor kebun Selama kegiatan penyiapan lahan tanam a. Instansi Pelaksana : - PT. SDA b.Instansi Pengawas : - BLHD Kab. Kukar - Disnakertrans Kab. Kukar c. Instansi Penerima Laporan :
- BLHD Kab. Kukar 4. Pembangunan
sarana dan prasarana
- Limbah gas Limbah gas yang dihasilkan setiap jamnya yaitu -CO : 30.100ug/Nm3 -SO2 : 405 ug/Nm3 -NO : 55 ug/Nm3
- Pemilihan sistem, metode dan teknologi pembukaan lahan yang diperkirakan dapat meminimalkan timbulnya debu.
- Penggunaan masker anti debu secara kontinu bagi pekerja, atau pada aktifitas yang berdekatan dengan sumber pencemar.
- Melakukan perawatan kendaraan secara berkala terutama pada mesin dan saluran pembuangan Didalam lokasi proyek - Untuk perawatan kendaraan pengangkut material dilakukan 2x sebulan - Selama kegiatan
pembangunan jalan dan saluran drainase dan pembukaan lahan
- Monitoring perawatan kendaraan pengangkut material
- Melakukan pengambilan sampel untuk dianalisis dan tidak melebihi ambang baku mutu sesuai PP. No. 41/1999
Didalam lokasi proyek Selama kegiatan pembangunan sarana dan prasarana a. Instansi Pelaksana : - PT. SDA b.Instansi Pengawas : - BLHD Kab. Kukar - Dishub Kab. Kukar c. Instansi Penerima Laporan :
- BLHD Kab. Kukar
- Peningkatan intensitas kebisingan
Tingkat kebisingan yang dihasilkan yaitu 78 dB (A)
Kep. Men LH No. 48/1996
Melakukan perawatan kendaraan secara berkala terutama pada mesin dan saluran pembuangan Didalam lokasi proyek - Untuk perawatan kendaraan dilakukan 2x sebulan - Selama kegiatan pembangunan jalan dan saluran drainase dan pembukaan lahan
- Monitoring perawatan kendaraan pengangkut material
- Melakukan pengukuran dengan menggunakan sound level meter sehingga diketahui intensitas kebisingan yang disebabkan oleh aktivitas alat berat Didalam lokasi proyek Selama kegiatan pembangunan sarana dan prasarana a. Instansi Pelaksana : - PT. SDA b.Instansi Pengawas : - BLHD Kab. Kukar - Dishub Kab. Kukar c. Instansi Penerima Laporan :
- BLHD Kab. Kukar
- Limbah Padat Terdapatnya limbah padat sisa-sisa penggunaan material
- Membersihkan limbah padat seperti potongan kayu, tumpahan semen,
kaleng-Di dalam lokasi proyek yaitu di sekitar bangunan
- Pengangkutan limbah padat yang berada di TPS apabila kapasitas TPS
- Memantau dan mencatat limbah padat yang dihasilkan selama kegiatan pembangunan
Di dalam lokasi proyek yaitu di sekitar bangunan Selama kegiatan pembangunan sarana dan a. Instansi Pelaksana : - PT. SDA
60
LINGKUNGAN HIDUP
LINGKUNGAN HIDUP
LINGKUNGAN
HIDUP
LINGKUNGAN HIDUP
LINGKUNGAN HIDUP
LINGKUNGAN
HIDUP
LINGKUNGAN
HIDUP
yang berserakan di sekitar pembangunan sarana dan prasarana kebunkaleng cat dll yang berserakan - Membuat Tempat Pembuangan
Sementara (TPS) yang akan diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA)
sarana dan prasarana
sudah penuh sarana dan prasarana - Mengidentifikasi limbah padat
yang dihasilkan apakah termasuk golongan limbah B3
sarana dan prasarana
prasarana b.Instansi Pengawas : - BLHD Kab. Kukar - Dishutbun Kab. Kukar c. Instansi Penerima Laporan :
- BLHD Kab. Kukar 5. Penanaman
kelapa sawit
- Penurunan kualitas udara ambien
Limbah gas yang dihasilkan oleh truk pengangkut tanaman kelapa sawit yaitu SO2, CO dan NO
- Penggunaan masker anti debu secara kontinu bagi pekerja, atau pada aktifitas yang berdekatan dengan sumber pencemar. - Melakukan perawatan
kendaraan secara berkala terutama pada mesin dan saluran pembuangan
Di dalam lokasi kebun - Untuk perawatan kendaraan dilakukan 2x sebulan
- Selama kegiatan pengangkutan bibit kelapa sawit
- Monitoring perawatan truk pengangkut bibit sawit - Mengamati dan
memperhatikan asap yang dikeluarkan truks pengangkut tersebut selama beroperasi kemudian dilakukan pengambilan sampel emisi gas knalpot truk pengangkut tersebut Di dalam lokasi kebun, workshop/bengkel Selama kegiatan pengangkutan bibit kelapa sawit a. Instansi Pelaksana : - PT. SDA b.Instansi Pengawas : - BLHD Kab. Kukar - Dishub Kab. Kukar c. Instansi Penerima Laporan :
- BLHD Kab. Kukar
- Limbah padat Terdapatnya ceceran polybag di sekitar lubang tanam / areal penanaman
- Membersihkan limbah padat seperti potongan kayu, tumpahan sem en, kaleng-kaleng cat dll yang berserakan - Membuat Tempat
Pembuangan Sementara (TPS) yang akan diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA)
Di dalam lokasi proyek yaitu di blok kebun dan pembibitan
Pada saat pengangkutan limbah padat yang berada di TPS apabila kapasitas TPS sudah penuh
- Memantau dan mencatat limbah padat yang dihasilkan selama kegiatan pembangunan sarana dan prasarana - Mengidentifikasi limbah padat
yang dihasilkan apakah termasuk golongan limbah B3
Di dalam lokasi proyek yaitu di blok kebun dan pembibitan Selama kegiatan penanaman kelapa sawit a. Instansi Pelaksana : - PT. SDA b.Instansi Pengawas : - BLHD Kab. Kukar - Dishutbun Kab. Kukar c. Instansi Penerima Laporan :
- BLHD Kab. Kukar
- Kesempatan kerja Jumlah tenaga yang dibutuhkan yaitu 66 HOK/Ha
- Pembayaran upah disesuaikan dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) - Mengacu kepada UU RI No 13
tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
- Kantor kebun - Kantor pusat
Selama kegiatan penyiapan lahan tanam
- Monitoring sistem pembayaran upah
- Tidak melakukan kecurangan dalam pencatatan hari kerja
- Kantor kebun Setiap bulan selama kegiatan penyiapan lahan tanam a. Instansi Pelaksana : - PT. SDA b.Instansi Pengawas : - BLHD Kab. Kukar - Disnakertrans Kab. Kukar c. Instansi Penerima Laporan :
- BLHD Kab. Kukar - Peningkatan
pendapatan
Adanya peningkatan pendapatan masyarakat yang bekerja di kebun PT. SDA
- Membantu pekerja atau masyarakat dalam hal menyimpan dan menabung uang dengan memfasilitasi penyetoran ke Bank yang bekerja sama dengan PT. SDA - Bekerja sama dengan Bank
untuk menyediakan fasilitas dalam hal penyetoran dan penarikan uang dikantor kebun.
Kantor kebun dan pemukiman masyarakat
Selama kegiatan penanaman kelapa sawit
- Melakukan wawancara terhadap masyarakat mengenai jumlah pendapatan yang diperoleh selama b ekerja di PT. SDA
- Bekerjasama dengan pemerintah desa dan kecamatan dalam mengamati tingkat pendapatan masyarakat
Kantor kebun dan pemukiman masyarakat
Setiap 6 bulan sekali a. Instansi Pelaksana : - PT. SDA b.Instansi Pengawas :
- BLHD Kab. Kukar - Pemerintah desa - Pemerintah kecamatan c. Instansi Penerima Laporan :
- BLHD Kab. Kukar
- Gangguan lalu lintas Adanya kemacetan di jalan umum yang berada di sekitar lokasi kebun
- Memasang rambu-rambu di jalan umum
- Membangun portal atau pos pengamanan sebagai pos pengawas arus lalu lintas jalan.
- Mendahulukan kendaraan umum atau milik masyarakat yang lewat melalui jalan umum tersebut - Melakukan pengangkutan
bibit kelapa sawit pada jam-jam yang tidak mengundang kemacetan seperti jam 9 s/d 10
- Membatasi jumlah ret truck pengangkut bibit kelapa sawit
Jalan umum yang berada di sekitar lokasi kebun
Selama kegiatan pengangkutan tanaman kelapa sawit ke areal tanam
- Memonitoring jumlah truck pengangkut bibit kelapa sawit - Melakukan pemeriksaan dan
pengecekan kondisi jalan umum yang dapat menyebabkan kemacetan seperti kondisi jalan rusak - Mengontrol kondisi
rambu-rambu dan portal serta pos yang telah dibangun
Jalan umum yang berada di sekitar lokasi kebun
Sebulan sekali a.Instansi Pelaksana : - PT. SDA b.Instansi Pengawas :
- BLHD Kab. Kukar - Pemerintah desa - Pemerintah kecamatan c. Instansi Penerima Laporan :
61
LINGKUNGAN HIDUP
LINGKUNGAN HIDUP
LINGKUNGAN
HIDUP
LINGKUNGAN HIDUP
LINGKUNGAN HIDUP
LINGKUNGAN
HIDUP
LINGKUNGAN
HIDUP
6. Pembangunan unit pengolahLimbah gas - Limbah gas yang dihasilkan oleh truk pengangkut material bangunan pabrik - Aktivitas alat berat
yang menghasilkan gas CO, NOx & SOx
- Penggunaan masker anti debu secara kontinu bagi pekerja, atau pada aktifitas yang berdekatan dengan sumber pencemar. - Melakukan perawatan
kendaraan secara berkala terutama pada mesin dan saluran pembuangan Di dalam lokasi kebun - Untuk perawatan kendaraan dilakukan 2x sebulan - Selama kegiatan pengangkutan bibit kelapa sawit
- Monitoring perawatan truk pengangkut bibit sawit - Mengamati dan
memperhatikan asap yang dikeluarkan truks pengangkut tersebut selama beroperasi kemudian dilakukan pengambilan sampel emisi gas knalpot truk pengangkut tersebut Di dalam lokasi kebun, workshop/bengkel Selama kegiatan pengangkutan bibit kelapa sawit a. Instansi Pelaksana : - PT. SDA b.Instansi Pengawas : - BLHD Kab. Kukar - Dishub Kab. Kukar c. Instansi Penerima Laporan :
- BLHD Kab. Kukar
Limbah padat Terdapatnya ceceran material bangunan unit pengolahan / pabrik
- Membersihkan limbah padat seperti potongan kayu, tumpahan sem en, kaleng-kaleng cat dll yang berserakan - Membuat Tempat
Pembuangan Sementara (TPS) yang akan diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA)
Lokasi pembangunan unit pengolah / pabrik
Selama pembangunan pabrik - Memantau dan mencatat limbah padat yang dihasilkan selama kegiatan pembangunan pabrik
- Mengidentifikasi limbah padat yang dihasilkan apakah termasuk golongan limbah B3
Lokasi pembangunan unit pengolah / pabrik Selama pembangunan pabrik a. Instansi Pelaksana : - PT. SDA b.Instansi Pengawas : - BLHD Kab. Kukar - Dishutbun Kab. Kukar c. Instansi Penerima Laporan :
- BLHD Kab. Kukar
Peningkatan kebisingan Tingkat kebisingan yang dihasilkan yaitu 78 dB (A) Kep. Men LH No. 48/1996
Melakukan perawatan kendaraan secara berkala terutama pada mesin dan saluran pembuangan Didalam lokasi proyek - Untuk perawatan kendaraan dilakukan 2x sebulan - Selama kegiatan pembangunan jalan dan saluran drainase dan pembukaan lahan
- Monitoring perawatan kendaraan pengangkut material
- Melakukan pengukuran dengan menggunakan sound level meter sehingga diketahui intensitas kebisingan yang disebabkan oleh aktivitas alat berat Didalam lokasi proyek Selama kegiatan pembangunan sarana dan prasarana a. Instansi Pelaksana : - PT. SDA b.Instansi Pengawas : - BLHD Kab. Kukar - Dishub Kab. Kukar c. Instansi Penerima Laporan :
- BLHD Kab. Kukar
Rekruitmen Tenaga Kerja
Kesempatan kerja Jumlah tenaga yang dibutuhkan yaitu 84 HOK/Ha
- Pembayaran upah disesuaikan dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) - Mengacu kepada UU RI No 13
tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
- Kantor kebun - Kantor pusat
Selama pembangunan unit pengolahan atau pabrik kelapa sawit
- Monitoring sistem pembayaran upah
- Tidak melakukan kecurangan dalam pencatatan hari kerja
- Kantor kebun - Kantor pusat
Setiap bulan selama pembangunan unit pengolahan atau pabrik a. Instansi Pelaksana : - PT. SDA b.Instansi Pengawas : - BLHD Kab. Kukar - Disnakertrans Kab. Kukar c. Instansi Penerima Laporan :
- BLHD Kab. Kukar Peningkatan
pendapatan
Adanya peningkatan pendapatan masyarakat yang bekerja di kebun PT. SDA
- Membantu pekerja atau masyarakat dalam hal menyimpan dan menabung uang dengan memfasilitasi penyetoran ke Bank yang bekerja sama dengan PT. SDA - Bekerja sama dengan Bank
untuk menyediakan fasilitas dalam hal penyetoran dan penarikan uang dikantor kebun.
Kantor kebun dan pemukiman masyarakat
Selama pembangunan unit pengolahan atau pabrik kelapa sawit
- Melakukan wawancara terhadap masyarakat mengenai jumlah pendapatan yang diperoleh selama b ekerja di PT. SDA
- Bekerjasama dengan pemerintah desa dan kecamatan dalam mengamati tingkat pendapatan masyarakat
Kantor kebun dan pemukiman masyarakat
Setiap 6 bulan sekali a. Instansi Pelaksana : - PT. SDA b.Instansi Pengawas :
- BLHD Kab. Kukar - Pemerintah desa - Pemerintah kecamatan c. Instansi Penerima Laporan :
- BLHD Kab. Kukar
7. Pengopera sian genset dan pompa penyaluran air
Limbah gas Limbah gas dihasilkan dari kegiatan pengoperasian genset sebagai sumber energi listrik berupa gas COx, NH3, SOx, yang berpotensi menurunkan kualitas udara di lokasi kegiatan dan lingkungan sekitarnya.
Pengoperasian genset terus-menerus sepanjang hari selama kegiatan
- Mengurangi emisi gas buang dari mesin genset, merawat mesin genset secara rutin, melakukan uji emisi genset secara rutin.
- Penggunaan masker anti debu secara kontinu bagi pekerja, atau pada aktifitas yang berdekatan dengan sumber pencemar yang melebihi ambang batas.
Lokasi pengelolaan dilakukan di ruang genset dan rumah pompa.
Selama kegiatan operasi berlangsung.
- Pengukuran kualitas udara dengan impinger dan dust collector , kemudian dilakukan anailisis laboratorium. - Pengukuran emisi gas buang
genset.
Lokasi pemantauan dilakukan di ruang genset, tapak proyek dan pemukiman terdekat.
Setiap 6 bulan sekali selama kegiatan operasi berlangsung. a. Instansi Pelaksana : - PT. SDA b.Instansi Pengawas : - BLHD Kab. Kukar - Dishutbun Kab. Kukar c. Instansi Penerima Laporan :
62
LINGKUNGAN HIDUP
LINGKUNGAN HIDUP
LINGKUNGAN
HIDUP
LINGKUNGAN HIDUP
LINGKUNGAN HIDUP
LINGKUNGAN
HIDUP
LINGKUNGAN
HIDUP
berlangsung sehingga dampaknya berlangsung dalam jangka waktu yang lama.Tolok ukur dampak yang digunakan adalah Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor Kep-13/MENLH/III/1995 tentang Baku Mutu Emisi Sumber Tidak Bergerak - Peningkatan
kebisingan
Tingkat kebisingan genset adalah sebesar 95 dBA dan berlangsung dalam waktu yang lama dapat memberikan dampak peningkatan intensitas kebisingan
- Melengkapi pekerja dengan perlengkapan keselamatan dan kesehatan kerja (PPE), khususnya pelindung pendengaran. - Tidak melakukan pekerjaan
yang menimbulkan kebisingan tinggi pada malam hari, dimana masyarakat di sekitarnya sedang tidur/beristirahat. - Memasang silencer pada
knalpot genset. - Menempatkan genset di
dalam rumah genset yang tertutup.
Lokasi pengelolaan dilakukan di ruang genset dan rumah pompa.
Selama kegiatan operasional perkebunan berlangsung.
Pengukuran dengan menggunakan sound level meter dengan tujuan Untuk mengetahui intensitas kebisingan yang disebabkan oleh kegiatan operasi.
Lokasi pemantauan dilakukan di ruang genset, tapak proyek dan pemukiman terdekat.
Setiap 6 bulan sekali selama kegiatan operasi berlangsung. a. Instansi Pelaksana : - PT. SDA b.Instansi Pengawas : - BLHD Kab. Kukar - Dishutbun Kab. Kukar c. Instansi Penerima Laporan :
- BLHD Kab. Kukar
C. Tahap Operasi
1. CSR Persepsi Masyarakat Adanya dukungan dan support terhadap segala pelaksanaan kegiatan proyek PT. SDA
- Melakukan sosialisasi rencana kegiatan comdev kepada masyarakat dengan melibatkan aparat kelurahan/desa, kecamatan dan aparat terkait lainnya. - Memberikan porsi lebih
banyak kegiatan untuk pelatihan keterampilan dan pendidikan.
- Membangun fasilitas sosial yang tepat guna dan tepat sasaran
Pemukiman desa sekitar lokasi proyek
Disesuaikan dengan rencana dan kebutuhan masyarakat desa
Melakukan wawancara terhadap masyarakat mengenai tanggapan program CSR yang telah dilaksanakan oleh PT. SDA
Pemukiman desa sekitar lokasi proyek
Setiap 6 bulan sekali a. Instansi Pelaksana : - PT. SDA b.Instansi Pengawas :
- BLHD Kab. Kukar - Dinsos Kab. Kukar - Pemerintah Desa Muara
Kembang dan Desa Tama Pole
- Kecamatan Muara Jawa c. Instansi Penerima Laporan :
- BLHD Kab. Kukar
2. Pemeliharaan Tanaman
- Gangguan kesehatan Munculnya angka kesakitan terhadap tenaga kerja pada tahap pemeliharaan tanaman
- Melengkapi pekerja dengan perlengkapan keselamatan dan kesehatan kerja seperti sarung tangan, masker, dan alat keselamatan lainnya - Menggunakan pestisida
sesuai dengan petunjuk dan SOP.
- Menggunakan peralatan pemeliharaan sesuai dengan SOP
- Memberikan pelatihan P3K jika terjadi kecelakaan kerja akibat penggunaan pestisida sebelum ditindak lanjut oleh pihak puskesmas atau rumah sakit
Lokasi kebun dan gudang tempat penyimpanan pestisida Selama kegiatan pemeliharaan - Mengawasi penggunaan pestisida oleh tenaga kerja - Melakukan pemeriksaan
kesehatan sebelum dan sesudah terhadap tenaga kerja yang menggunakan pestisida
Lokasi kebun dan gudang tempat penyimpanan pestisida Selama kegiatan pemeliharaan a. Instansi Pelaksana : - PT. SDA b.Instansi Pengawas : - BLHD Kab. Kukar - Dinas Kesehatan Kab. Kukar c. Instansi Penerima Laporan :
63
LINGKUNGAN HIDUP
LINGKUNGAN HIDUP
LINGKUNGAN
HIDUP
LINGKUNGAN HIDUP
LINGKUNGAN HIDUP
LINGKUNGAN
HIDUP
LINGKUNGAN
HIDUP
- Kesempatan kerja Jumlah tenaga yang dibutuhkan yaitu 90 HOK/Ha
- Pembayaran upah disesuaikan dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) - Mengacu kepada UU RI No 13
tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
- Kantor kebun - Kantor pusat
Selama pembangunan unit pengolahan atau pabrik kelapa sawit
- Monitoring sistem pembayaran upah
- Tidak melakukan kecurangan dalam pencatatan hari kerja
- Kantor kebun - Kantor pusat
Setiap bulan selama pembangunan unit pengolahan atau pabrik a. Instansi Pelaksana : - PT. SDA b.Instansi Pengawas : - BLHD Kab. Kukar - Disnakertrans Kab. Kukar c. Instansi Penerima Laporan :
- BLHD Kab. Kukar - Peningkatan
pendapatan
Adanya peningkatan pendapatan masyarakat yang bekerja di kebun PT. SDA
- Membantu pekerja atau masyarakat dalam hal menyimpan dan menabung uang dengan memfasilitasi penyetoran ke Bank yang bekerja sama dengan PT. SDA - Bekerja sama dengan Bank
untuk menyediakan fasilitas dalam hal penyetoran dan penarikan uang dikantor kebun.
Kantor kebun dan pemukiman masyarakat
Selama kegiatan penanaman kelapa sawit
- Melakukan wawancara terhadap masyarakat mengenai jumlah pendapatan yang diperoleh selama b ekerja di PT. SDA
- Bekerjasama dengan pemerintah desa dan kecamatan dalam mengamati tingkat pendapatan masyarakat
Kantor kebun dan pemukiman masyarakat
Setiap 6 bulan sekali a. Instansi Pelaksana : - PT. SDA b.Instansi Pengawas :
- BLHD Kab. Kukar - Pemerintah desa - Pemerintah kecamatan c. Instansi Penerima Laporan :
- BLHD Kab. Kukar
3. Pemanenan - Kesempatan kerja Jumlah tenaga yang dibutuhkan yaitu 18 orang pada panen pertama dan akan bertambah 2x lipat setiap tahunnya
- Pembayaran upah disesuaikan dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) - Mengacu kepada UU RI No 13
tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
- Kantor kebun - Kantor pusat
Selama kegiatan pemanenan - Monitoring sistem pembayaran upah
- Tidak melakukan kecurangan dalam pencatatan hari kerja
- Kantor kebun - Kantor pusat
Setiap bulan selama kegiatan panen
a. Instansi Pelaksana : - PT. SDA b.Instansi Pengawas :
- BLHD Kab. Kukar - Disnakertrans Kab. Kukar c. Instansi Penerima Laporan :
- BLHD Kab. Kukar - Peningkatan
pendapatan
Adanya peningkatan pendapatan masyarakat yang bekerja di kebun PT. SDA
- Membantu pekerja atau masyarakat dalam hal menyimpan dan menabung uang dengan memfasilitasi penyetoran ke Bank yang bekerja sama dengan PT. SDA - Bekerja sama dengan Bank
untuk menyediakan fasilitas dalam hal penyetoran dan penarikan uang dikantor kebun.
Kantor kebun dan pemukiman masyarakat
Selama kegiatan pemanenan kelapa sawit
- Melakukan wawancara terhadap masyarakat mengenai jumlah pendapatan yang diperoleh selama b ekerja di PT. SDA
- Bekerjasama dengan pemerintah desa dan kecamatan dalam mengamati tingkat pendapatan masyarakat
Kantor kebun dan pemukiman masyarakat
Setiap 6 bulan sekali a. Instansi Pelaksana : - PT. SDA b.Instansi Pengawas :
- BLHD Kab. Kukar - Pemerintah desa - Pemerintah kecamatan c. Instansi Penerima Laporan :
- BLHD Kab. Kukar
4. Pengangkutan TBS
Limbah gas Limbah gas yang dihasilkan oleh truk pengangkut TBS yaitu SO2, CO dan NO
- Penggunaan masker anti debu secara kontinu bagi pekerja, atau pada aktifitas yang berdekatan dengan sumber pencemar. - Melakukan perawatan
kendaraan secara berkala terutama pada mesin dan saluran pembuangan - Membatasi kecepatan
maksimal truk pengangkut TBS Di dalam lokasi kebun - Untuk perawatan kendaraan dilakukan 2x sebulan - Selama kegiatan pengangkutan bibit kelapa sawit
- Monitoring perawatan truk pengangkut bibit sawit - Mengamati dan
memperhatikan asap yang dikeluarkan truks pengangkut tersebut selama beroperasi kemudian dilakukan pengambilan sampel emisi gas knalpot truk pengangkut tersebut Di dalam lokasi kebun, workshop/bengkel Selama kegiatan pengangkutan bibit kelapa sawit a. Instansi Pelaksana : - PT. SDA b.Instansi Pengawas : - BLHD Kab. Kukar - Dishub Kab. Kukar c. Instansi Penerima Laporan :
- BLHD Kab. Kukar
5. Pengolahan TBS
- Penurunan kualitas udara dan kebisingan
Besaran dampak yang dihasilkan akan dilihat berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 41 Tahun 1999 tentang Baku Mutu Udara Ambien Nasional atau peraturan dan perundangan lainnya yang berkaitan dengan baku mutu kualitas udara untuk industri kelapa sawit yang relevan dan
- Pemasangan dust collector untuk menangkap debu ikatan dalam sisa gas pembakaran, kemudian dialirkan melalui cerobong asap setinggi 12 m dari permukaan tanah. Debu dari dust collector secara reguler ditampung dan dibuang ke lapangan untuk penimbunan daerah rendahan sekitar kebun.
Unit pengolah TBS (pabrik)
Selama pengoperasian pabrik - Hasil pengujian emisi memenuhi baku mutu yang ditetapkan (NO2 < 800 mg/Nm3, SO2 < 1.000 mg/Nm3, debu < 350 mg/Nm3, opasitas < 35%).
- Hasil pengujian udara ambien memenuhi baku mutu yang ditetapkan (CO < 30.000 mg/Nm3, NOx < 400 mg/Nm3, SOx < 900 mg/Nm3, kebisingan PKS <80 dBA, kebisingan
Pabrik dan Land Application
Setiap 6 bulan sekali a. Instansi Pelaksana : - PT. SDA b.Instansi Pengawas :
- BLHD Kab. Kukar c. Instansi Penerima Laporan :
64
LINGKUNGAN HIDUP
LINGKUNGAN HIDUP
LINGKUNGAN
HIDUP
LINGKUNGAN HIDUP
LINGKUNGAN HIDUP
LINGKUNGAN
HIDUP
LINGKUNGAN
HIDUP
berlaku - Pengujian emisi dari cerobong boiler dan genset setiap semester. - Penggunaan penutup telinga
(ear plug), secara kontinyu bagi pekerja, atau pada aktifitas yang berdekatan dengan sumber pencemar
pemukiman < 55 dBa).
- Limbah Padat Limbah padat yang dihasilkan yaitu tandan kosong kelapa sawit (20-23 %), serat (10-12 %), dan tempurung / cangkang (7-9 %) dan lumpur selulosa dari kolam limbah
- Memanfaatkan tandan kosong sebagai mulsa
- Memanfaatkan tandan kosong sebagai kompos dan pupuk organik
- Pembuatan kompos bokasih dari limbah tandan kosong kelapa sawit yang merupakan hasil fermentasi bahan organik yang terdiri dari jerami, sampah, pupuk kandang, sekam padi, serbuk gergaji, rumput-rumputan dan lain lain.
- Pemanfaatan tandan kosong untuk pembuatan papan semen dari serat tandan kosong secara bioteknologi - Pemanfaatan cangkang sawit
menjadi arang dan arang aktif
Unit pengolah TBS (pabrik)
Selama pengoperasian pabrik - Melakukan pemantauan terhadap pengolahan tandan kosong
- Memantau jumlah lumpur selulosa yang dihasilkan dari kolam limbah agar tidak meluap dan memenuhi kolam pengolahan limbah dengan cara membuang lumpur tersebut. - Melakukan pemisahan lumpur
dengan teknik pengapungan ( flotation)
Unit pengolah TBS (pabrik) dan kolam pengolahan limbah
Setiap 6 bulan sekali a. Instansi Pelaksana : - PT. SDA b.Instansi Pengawas :
- BLHD Kab. Kukar c. Instansi Penerima Laporan :
- BLHD Kab. Kukar
- Limbah Gas gas hasil pembakaran serat dan cangkang untuk pembangkit energi serta gas metan dan CO2 yang dihasilkan oleh kolam-kolam pengolahan limbah cair
- Pemasangan dust collector untuk menangkap debu ikutan dalam sisa gas pembakaran yang kemudian dialirkan melalui cerobong asap setinggi ± 25 m dari permukaan tanah. - Debu dari dust collector
secara reguler ditampung dan dibuang ke lapangan untuk penimbunan daerah rendahan sekitar kebun
Komplek Unit pengolah TBS (pabrik) dan kolam pengolahan limbah
Selama pengoperasian pabrik - Melakukan pemantauan terhadap kondisi dust collector - Melakukan perawatan terhadap
dust collector
- Melakukan pemantauan tingkat gas CO2 dan Metan yang dihasilkan dari kolam pengolahan limbah cair
Komplek Unit pengolah TBS (pabrik) dan kolam pengolahan limbah
Setiap 6 bulan sekali a. Instansi Pelaksana : - PT. SDA b.Instansi Pengawas :
- BLHD Kab. Kukar c. Instansi Penerima Laporan :
- BLHD Kab. Kukar
- Limbah Cair Limbah yang dihasilkan yaitu air buangan kondensat (8-12 %) dan air hasil pengolahan (13-23 %)
- Membuat kolam stabilisasi biasa
- Melakukan proses biologis dan Sistem Aplikasi lahan (Land Application) seperti :
Dengan melakuikan teknik
penyemprotan (sprinkler ) yaitu limbah cair yang telah diolah disemprotkan ke areal tanaman kelapa sawit
Sistem flat bed yaitu
mengalirkan limbar dari kolam limbah melalui pipa ke bak-bak distribusi yang berukuran 4m x 4m x 1m ke parit sekunder ( flat bed ) yang berukuran 2.5m x 1.5m x 0.25m yang dibuat setiap 2 baris tanaman
Komplek Unit pengolah TBS (pabrik) dan kolam pengolahan limbah
Selama operasional pabrik Membuat sumur pantau untuk memantau aplikasi limbah cair sebagai sumber air dan pupuk Limbah cair untuk aplikasi limbah cair tidak boleh melebihi baku mutu limbah cair sesuai dengan Perda Prov. Kaltim No. 2 tahun 2011 tentang Pengelolaan Kualitas Air
Komplek Unit pengolah TBS (pabrik) dan kolam pengolahan limbah
Setiap 6 bulan sekali a. Instansi Pelaksana : - PT. SDA b.Instansi Pengawas :
- BLHD Kab. Kukar c. Instansi Penerima Laporan :
65
LINGKUNGAN HIDUP
LINGKUNGAN HIDUP
LINGKUNGAN
HIDUP
LINGKUNGAN HIDUP
LINGKUNGAN HIDUP
LINGKUNGAN
HIDUP
LINGKUNGAN
HIDUP
- Peningkatan bau Besaran dampak yang dihasilkan akan dilihat berdasarkan Kep. Men LH No. 50 tahun 1996 tentang Baku Mutu Tingkat Kebauan
- Penggunaan masker secara kontinyu bagi pekera atau aktivitas yang berdekatan dengan sumber pencemar (pabrik)
Lokasi pengelolaan di area sekitar pabrik pengolahan TBS dan pengolahan limbah
Selama pengoperasian pabrik Melakukan uji tingkat kebauan berdasarkan Kep. Men LH No. 50/1996 pada di sekitar pabrik dan lokasi pengolahan limbah
Pengelolaan di area sekitar pabrik pengolahan TBS dan pengolahan limbah
3 bulan sekali a. Instansi Pelaksana : - PT. SDA b.Instansi Pengawas :
- BLHD Kab. Kukar c. Instansi Penerima Laporan :
- BLHD Kab. Kukar - Penurunan kualitas
air permukaan
Tidak terjadinya penurunan kualitas air permukaan berdasarkan Perda Prov. Kaltim Nomor 2 Tahun 2011, tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air.
Upaya pengelolaan mengacu kepada Perda Prov. Kaltim Nomor 02 tahun 2011 Bab IV tentang Pengelolaan Kualitas Air
Unit pengolah TBS (pabrik) dan land Application
1 x dalam setahun selama pabrik beroperasi
Upaya pemantauan mengacu kepada Perda Prov. Kaltim Nomor 02 tahun 2011 Bab. IV Pasal 14
Pabrik dan Land Application
Setiap 6 bulan sekali a. Instansi Pelaksana : - PT. SDA b.Instansi Pengawas :
- BLHD Kab. Kukar c. Instansi Penerima Laporan :
- BLHD Kab. Kukar
- Peningkatan Kesempatan kerja dan peluang berusaha
- Penerimaan tenaga kerja di dalam pabrik - Adanya kios-kios atau warung-warung di sekitar lokasi pabrik sebagai tempat masyarakat untuk berjualan
- Memberikan kesempatan bagi masyarakat, khususnya petani/pekebun yang terkena dampak langsung kegiatan pabrik kelapa sawit, untuk dapat bekerja sebagai karyawan sesuai dengan kualifikasi dan kebutuhan tenaga kerja yang diperlukan, - Memberikan pelatihan dan
bimbingan usaha pada masyarakat terkena dampak, mengenai peluang usaha yang baru, di luar sektor pertanian; - Berpartisipasi dalam
menyediakan dan melengkapi sarana dan prasarana perekonomian, sehubungan dengan peningkatan aktifitas pekerjaan yang berlangsung. - Memfasilitasi warga
masyarakat yang terkena dampak, untuk diprioritaskan sebagai angkatan kerja yang diperlukan pada tahap operasi;
- Memberikan informasi tentang peluang kerja secara transparan kepada warga dan tokok masyarakat di sekitar proyek;
- Berpartisipasi dalam membentuk lembaga desa atau divisi pengelolaan lingkungan di pihak pemrakarsa, yang bertanggungjawab terhadap pertumbuhan perekonomian masyarakat di sekitar wilayah studi.
- Melakukan koordinasi dengan perangkat desa setempat, dalam melakukan perencanaan, dan pelaksanaan program Pengelolaan lingkungan dilakukan di desa-desa yang tercakup dalam areal PKS PT SDA (Pemrakarsa) yaitu di Bagian SDM Kantor PT SDA.
Setahun sekali selama pengoperasian pabrik atau disesuaikan dengan penambahan tenaga kerja
Melakukan wawancara dengan tenaga kerja operasi mengenai asal daerah dan tingkat upah yang diterima, termasuk juga melakukan survai terhadap masyarakat di desa-desa lingkup wilayah proyek perkebunan tersebut mengenai proses perekrutan tenaga kerja operasi oleh pihak pemrakarsa (PT. SDA).
Desa sekitar yaitu Desa Muara Kembang dan Desa Tama Pole Setahun sekali selama pengoperasian pabrik atau disesuaikan dengan penambahan tenaga kerja a. Instansi Pelaksana : - PT. SDA b.Instansi Pengawas : - BLHD Kab. Kukar - Disnakertrans Kab. Kukar - Pemerintah Desa Muara
Kembang dan Desa Tama Pole
- Kecamatan Muara Jawa c. Instansi Penerima Laporan :
66
LINGKUNGAN HIDUP
LINGKUNGAN HIDUP
LINGKUNGAN
HIDUP
LINGKUNGAN HIDUP
LINGKUNGAN HIDUP
LINGKUNGAN
HIDUP
LINGKUNGAN
HIDUP
kemitraan dengan masyarakat setempat sekitar wilayah studi.
- Peningkatan pendapatan
- Meningkatnya pendapatan per kapita, tingkat konsumsi dan biaya hidup masyarakat.; - Berkembangnya sarana
dan prasarana perekonomian, yang dapat diketahui dengan bertambah ramainya kegiatan perekonomian seperti pasar, kios / warung kelontong, aktifitas ekonomi, serta kegiatan produktif lainnya;
- Memberikan kesempatan bagi masyarakat/petani/pekebun yang terkena dampak langsung kegiatan pabrik kelapa sawit, untuk dapat bekerja sebagai pekerja, yang sesuai dengan kualifikasi dan kebutuhan tenaga kerja yang diperlukan;
- Memberikan pelatihan dan bimbingan usaha pada masyarakat terkena dampak, mengenai peluang usaha yang baru,
- Memaksimalkan penggunaan tenaga kerja dan keterlibatan pengusaha lokal dalam memanfaatkan kesempatan kerja dan peluang berusaha yang baru akibat operasional perkebunan dan PKS PT. SDA; - Memberikan bimbingan dan
pelatihan manajemen tentang kewirausahaan
(interpreneurship) kepada masyarakat;
- Melakukan pemberdayaan ekonomi terhadap masyarakat sekitar rencana kegiatan
- Berpartisipasi dalam menyediakan dan melengkapi sarana dan prasarana perekonomian, sehubungan dengan peningkatan aktifitas pekerjaan yang berlangsung; - Memberikan informasi
tentang peluang kerja dan usaha kepada warga dan tokoh masyarakat setempat di sekitar proyek;
- Berpartisipasi dalam membentuk lembaga desa atau divisi pengelolaan lingkungan di pihak pemrakarsa, yang bertanggungjawab terhadap pertumbuhan perekonomian masyarakat di sekitar wilayah studi.
- Melakukan koordinasi dengan perangkat desa dan kecamatan setempat, dalam melakukan perencanaan, dan pelaksanaan program kemitraan dengan masyarakat setempat
Lokasi pengelolaan dilakukan di desa-desa yang dekat dengan lokasi rencana kegiatan
Periode pengelolaan dilakukan selama tahap operasi,
- Melakukan survai lapangan dan wawancara dengan penduduk di desa-desa sekitar lokasi PKS PT SDA mengenai cara penerimaan tenaga kerja operasional, wawancara dengan para pekerja tahap operasi terkait dengan tingkat upah dan jaminan sosial lainnya, tugas pokok dan kualifikasi tenaga kerja. - Melakukan observasi lapangan
mengenai ketersediaan sarana dan prasarana perekonomian di tingkat desa sekitar lokasi rencana kegiatan
Pemantauan lingkungan dilakukan di desa-desa yang tercakup di dalam wilayah PKS PT. SDA yaitu Desa Muara Kembang dan Desa Tama Pole atau pada desa-desa yang menjadi binaan PT SDA, serta di bagian SDM Kantor Pemrakarsa (PT. SDA). Pemantauan lingkungan dilakukan secara kontinyu melalui fasilitator desa yang menjadi lokasi binaan PT SDA dan dilaporkan setiap 6 bulan sekali kepada pemerintah setempat a. Instansi Pelaksana : - PT. SDA b.Instansi Pengawas : - BLHD Kab. Kukar - Disnakertrans Kab. Kukar - Pemerintah Desa Muara
Kembang dan Desa Tama Pole
- Kecamatan Muara Jawa c. Instansi Penerima Laporan :
67
LINGKUNGAN HIDUP
LINGKUNGAN HIDUP
LINGKUNGAN
HIDUP
LINGKUNGAN HIDUP
LINGKUNGAN HIDUP
LINGKUNGAN
HIDUP
LINGKUNGAN
HIDUP
6. Pendistribusi an CPO dan PKOPersepsi masyarakat Meningkatnya angkatan kerja dan kesempatan berusaha bagi masyarakat lokal khususnya yang terkena dampak secara langsung, yang dapat diketahui dari penelitian berkala, pendapatan perkapita, tingkat konsumerisme masyarakat, biaya hidup, dan pendapatan asli daerah setempat.
- Memberikan kesempatan bagi masyarakat yang terkena dampak langsung dari rencana kegiatan pada tahap operasi, untuk dapat bekerja sebagai karyawan sesuai dengan kualifikasi dan kebutuhan tenaga kerja yang diperlukan;
- Memfasilitasi warga masyarakat yang terkena dampak, untuk diprioritaskan sebagai angkatan kerja yang diperlukan;
- Memberikan informasi tentang peluang kerja secara transparan kepada masyarakat di sekitar proyek; - Memberikan informasi
kepada tokoh masyarakat (formal dan informal), perihal kesempatan kerja yang tersedia.
- Melakukan pendekatan kepada masyarakat dalam bentuk partisipatif
Di pemukiman sekitar lokasi kegiatan
Selama kegiatan pendistribusian CPO dan PKO berlangsung
- Melakukan pengamatan langsung di lapangan - Mendata angkatan kerja dan
lapangan kerja - Melakukan wawancara
mendalam dengan masyarakat terkait dengan pengelolaan lingkungan yang dilakukan
Di pemukiman sekitar lokasi kegiatan Selama kegiatan pendistribusian CPO dan PKO berlangsung a. Instansi Pelaksana : - PT. SDA b.Instansi Pengawas : - BLHD Kab. Kukar - Disnakertrans Kab. Kukar - Pemerintah Desa Muara
Kembang dan Desa Tama Pole
- Kecamatan Muara Jawa c. Instansi Penerima Laporan :
- BLHD Kab. Kukar
D. Tahap Pasca Operasi 1. Pelepasan
tenaga kerja
Penurunan kesempatan kerja dan peluang berusahads
Munculnya persepsi masyarakat terhadap sumber dampak baik itu persepsi positif maupun negatif
- Memberikan informasi mengenai rencana pemrakarsa dalam pemutusan hubungan kerja (PHK) pegawai dan ketentuan-ketentuannya jauh-jauh hari
- Proses PHK dilakukan secara tidak serentak tetapi berangsur-angsur - Membayar pesangon pegawai
sesuai dengan peraturan yang berlaku.;
- Melakukan koordinasi dengan perangkat desa setempat, dalam melakukan perencanaan dan pelaksanaan program pemutusan hubungan kerja
Pemukiman di sekitar lokasi proyek yaitu pemukiman masyarakat desa muara kembang dan desa tama pole
Sesuai dengan kebutuhan pada saat sebelum dan saat pasca operasi berjalan
- Melakukan observasi lapangan dan wawancara dengan penduduk warga desa sekitar lokasi PKS PT.SDA mengenai ketersediaan kesempatan kerja dan peluang berusaha setelah berakhirnya operasi kegiatan PT. SDA di lokasi tersebut, termasuk juga melakukan wawancara dengan eks pekerja PT. SDA mengenai proses pemutusan hubungan kerja oleh pihak pemrakarsa (PT. SDA).
- Melakukan wawancara dengan tokoh masyarakat dan aparat desa setempat dengan topik pembahasan mengenai pertumbuhan angkatan kerja, tingkat pengangguran, urbanisasi, dan lainnya
Pemukiman di sekitar lokasi proyek yaitu pemukiman masyarakat desa muara kembang dan desa tama pole
2x dalam setahun selama lima tahun setelah berakhirnya kegiatan PT. SDA a. Instansi Pelaksana : - PT. SDA b.Instansi Pengawas : - BLHD Kab. Kukar - Disnakertrans Kab. Kukar - Pemerintah Desa Muara
Kembang dan Desa Tama Pole
- Kecamatan Muara Jawa c. Instansi Penerima Laporan :