• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEMISKINAN DI INDONESIA (1). doc

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "KEMISKINAN DI INDONESIA (1). doc"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

KEMISKINAN DI INDONESIA

Oleh :

REZA EGA KUSUMA

16213006

PROGRAM STUDI KEUANGAN DAN PERBANKAN

PROGRAM DIPLOMA TIGA FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA

YOGYAKARTA

JANUARI 2017

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb.

(2)

Indonesia. Penulisan makalah ini dilakukan dalam rangka pengerjaan ujian akhir semester ekonomi pengantar yang dikumpulkan pada hari selasa, 3 januari 2016 pada pukul 14.00 s/d 14.30.

Akhir kata, saya berharap semoga Allah SWT meridhoi apa yang saya tulis di makalah ini. Dan semoga makalah ini membawa manfaat dalam perkembangan perekonomian di Indonesia.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Yogyakarta, Januari 2017

Penulis

(3)

BAB I

PENDAHULUAN

I.I. Latar Belakang Masalah

(4)

tingkat kemiskinan di Indonesia menurun drastis - baik di desa maupun di kota - karena pertumbuhan ekonomi yang cukup kuat dan adanya program-program penanggulangan kemiskinan yang efisien. Selama pemerintahan Suharto angka penduduk Indonesia yang tinggal di bawah garis kemiskinan menurun drastis, dari awalnya sekitar setengah dari jumlah keseluruhan populasi penduduk Indonesia, sampai hanya sekitar 11 persen saja. Namun, ketika pada tahun 1990-an Krisis Finansial Asia terjadi, tingkat kemiskinan melejit tinggi, dari 11 persen menjadi 19.9 persen di akhir tahun 1998, yang berarti prestasi yang sudah diraih Orde Baru hancur seketika.

Tabel berikut ini memperlihatkan angka kemiskinan di Indonesia, baik relatif maupun absolut:

2010 2011 2012 2013 2014

Kemiskinan Relatif 13.3 12.5 11.7 11.5 11.0

(% dari populasi)

Kemiskinan Absolut 31 30 29 29 28

(dalam jutaan)

Koefiesien Gini/ 0.38 0.41 0.41 0.41

-Rasio Gini

Sumber : Bank Dunia dan Badan Pusat Statistik (BPS)

Tabel 1.1. Statistik kemiskinan dan ketidaksetaraan di Indonesia

(5)

mengklasifikasikan persentase penduduk Indonesia yang hidup dengan penghasilan kurang dari USD $1.25 per hari sebagai mereka yang hidup di bawah garis kemiskinan, maka persentase tabel di atas akan kelihatan tidak akurat karena nilainya seperti dinaikkan beberapa persen.

Dalam beberapa tahun belakangan ini angka kemiskinan di Indonesia memperlihatkan penurunan yang signifikan. Meskipun demikian, diperkirakan penurunan ini akan melambat di masa depan. Mereka yang dalam beberapa tahun terakhir ini mampu keluar dari kemiskinan adalah mereka yang hidup di ujung garis kemiskinan yang berarti tidak diperlukan sokongan yang kuat untuk mengeluarkan mereka dari kemiskinan. Namun sejalan dengan berkurangnya kelompok tersebut, kelompok yang berada di bagian paling bawah garis kemiskinanlah yang sekarang harus dibantu untuk bangkit.

I.II. Rumusan Masalah I.II.I. Apa penyebab adanya kemiskinan di Indonesia?

I.II.II. Apa program pemerintah untuk menurunkan kemiskinan di Indonesia? I.II.III Apa pengaruh menurunnya kemiskinan bagi perekonomian di Indonesia?

I.III. Tujuan Penelitian

I.III.I. Mengetahui penyebab-penyebab kemiskinan di Indonesia.

I.III.II. Mengetahui program pemerintah menurunkan kemiskinan di Indonesia.

I.III.III. Mengetahui pengaruh dari menurunnya angka kemiskinan bagi perekonomian di Indonesia.

BAB II

PEMBAHASAN

(6)

Gambar 2.1. Angka kemiskinan pada tahun 1996-2013

Kemiskinan merupakan suatu keadaan yang ketidakmampuan yang bersifat ekonomi (ekonomi lemah) jadi dimana seseorang tidak dapat memenuhi kebutuhan pokok karena pendapatannya rendah. Kemiskinan terjadi karena beberapa faktor. Pertama, karena rendahnya pendapatan yang menyebabkan rendahnya daya beli. Kedua, rendahnya pendidikan masyarakat sehingga masyarakat tidak mendapatkan hidup yang layak.

(7)

padahal ia masuk kedalam angkatan kerja dan memang mencari pekerjaan. Yang dimaksud dengan angkatan kerja adalah jumlah tenaga kerja yang terdapat dalam suatu perekonomian pada suatu waktu tertentu. Pengangguran juga sering diartikan sebagai angkatan kerja yang belum bekerja atau tidak bekerja secara optimal.

Karena keterbatasan lapangan kerja, menjadikan masyarakat yang siap kerja menjadi menganggur. Akibat seseorang menganggur akan mendapatkan rendahnya pendapat yang menyebabkan rendahnya daya beli. Kemiskinan merupakan masalah utama dan menjadi tanggungjawab pemerintah untuk mengatasinya. II.II. Program pemerintah dalam menurunkan kemiskinan di Indonesia

Untuk mengatasi kemiskinan, pemerintah melakukan beberapa program untuk membantu masyakarat yaitu Program Inpes Desa Tertinggal (IDT), pemberian kartu kredit untuk para petani dan pengasuh kecil berupa Kredit Usaha Kecil (KUK), Kredit modal kerja permanen (KMKP), Program Kawasan Terpadu (PKT), Program gerakan Orang Tua Asuh (GN-OTA), Raskin, Bantuan Langsung Tunai (BLT), dan lain-lain.

(8)

Gambar

Gambar 2.1. Angka kemiskinan pada tahun 1996-2013

Referensi

Dokumen terkait

(1) kemiskinan absolut: bila pendapatannya di bawah garis kemiskinan atau tidak cukup untuk memenuhi pangan, sandang, kesehatan, perumahan, dan pendidikan yang diperlukan untuk

Sementara itu persentase rumahtangga yang rata-rata konsumsinya selama tiga tahun dibawah garis kemiskinan namun pada suatu waktu keluar dari kemiskinan (miskin

b) Kemiskinan Kultural ialah mengacu pada sikap hidup seseorang atau kelompok, masyarakat yang disebabkan oleh gaya hidup, kebiasaan.. hidup, dan budaya dimana mereka hidup

Orang hidup di bawah garis kemiskinan terlihat semakin menurun namun untuk mencapai hingga 7,55% penduduk tahun 2015 merupakan tantangan yang berat bagi Indonesia, jadi

Baru-baru ini telah terungkapkan sejumlah besar mobilitas masuk dan keluar dari kemiskinan: sejumlah orang dengan mengejutkan sukses untuk keluar dari kemiskinan, tetapi jumlah yang

• Garis kemiskinan makanan dihitung dari pengeluaran minimum untuk makanan yang disetarakan dengan 2100 kkal per kapita per hari. • Garis kemiskinan non makanan dihitung dari

Bank Dunia mendefinisikan Kemiskinan absolut sebagai hidup dengan pendapatan dibawah USD $1/hari dan Kemiskinan menengah untuk pendapatan dibawah $2 per hari,

 Komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai Garis Kemiskinan di daerah perkotaan adalah beras, rokok kretek filter, telur ayam ras, dan daging ayam