RANGKUMAN BLOK
PANCA INDERA
ANATOMI
MATA
ORBITA Merupakan suatu ruangan bentuk piramid 4 sisi Puncak piramid di posterior, pintu/dasar di anterior Tepi :
- Margo supraorbitalis → os. Frontalis
- Margo lateralis → proc. zygomaticus ossis frontalis dan proc. frontalis ossis zygomatici.
- Margo infraorbitalis → os.zygomaticus dan os.maxilla.
- Margo medialis → crista lacrimalis anterior proc.s frontalis maxillae, crista lacrimalis posterior ossis lacrimalis dan os.frontalis.
Dinding:
- Atap
- Dinding lateral.
- Lantai
- Dinding medial.
Pertumbuhan cavum orbitae akan sempurna pada umur 18-20 th. Volume cavum orbitae: + 30 cc
BASIS (Aditus Orbita)
APEX DINDING LATERAL DINDING MEDIAL
Merupakan pintu masuk dalam obita. Dibentuk oleh: - Os. Frontale - Os. Zygomaticus - Os. Maxilla Terletak di sebelah posterior
Pada apex terdapat canalis opticus untuk dilalui oleh N. Opticus dan arteri opthalmica.
Canalis opticus dibentuk oleh:
- corpus sfenoidale
- Ala parva os. Sfenoidale
Tebal, kanan dan kiri membentuk sudut hampir 90 derajat.
Dibentuk oleh:
- Os. Zygomaticus( didepan)
- Os. Sfenoidale( di belakang )
- Os. Frontalis ( di blk )
Terdapat foramen zygomaticofaciale yang dilalui oleh N. Zygomaticus dan vasa kecil cab. Vasa lacrimalis.
Dibentuk oleh (urutan dari depan ke Belakang ): - Os.maxillare (processus frontalis) - Os. Lacrimale - Os. Ethmoidalis(lamina orbitalis)
- Os. Sfenoidalis.(Sebag. Kecil corpus sfenoidalis )
Dinding medial orbita membatasi orbita dengan sinus ethmoidalis, sinus sfenoidalis dan cavum nasi.
ATAP DASAR
dibentuk oleh:
- Os. Frontalis (pars. Orbitalis): di depan.
- Os. Sfenoidale ( ala magna ): di Blk Terdapat sutura sfenofrontalis.
Membatasi orbita dengan fossa cranii anterior. Terdapat fossa gladulae Lacrimalis ( pada bagian
antero lateral )
Dibentuk oleh:
- Os. Zygomaticus ( antero lateral)/Facies orbitalis os.zygomaticus.
- Os. Maxillae ( bag. tengah)/ facies orbitalis os. Maxillae
- Os. Palatini (bag. Blk)/processus orbitalis os. Palatini. Dasar orbita membatasi orbita dari sinus maxillaris.
Pada lantai / Dasar orbita terdapat:
Antara atap dan dinding medial:
- Foramen ethmoidalis anterior
- Foramen ethmoidalis posterior
Untuk lewat vasa ethmoidalis anterior dan posterior.
inferior menerus ke depan untuk membentuk canalis infra orbitalis dan berakhir sebagai foram en infra orbitale.
ORGAN DIDALAM ORBITA
- Peri orbita/ fasia orbitae/ periosteum dinding orbita
- Fascia bulbi/ capsula tenon ( fascia yang mengelilingi bulbus oculi)
- Corpus adiposum orbitae ( jaringan lemak) yang mengisi orbita.
menjadi bantalan bola mata
- Bulbus oculi = bola mata
- Glandula lacrimalis
- N. opticus
- Otot –otot ekstinsik bola mata dan M. levator palpebrae.
- N. III, N. IV, N. VI dan N. opthalmicus.
ORGANO VISUS BULBUS OCULI
Terdiri dari:
- Lapis Luar/Fibrosa terdiri dari Sclera dan Cornea.
- Lapis Tengah/vasculer = UVEA terdiri dari: Choroid
Corpus ciliare Iris
- Lapis Dalam terdiri dari Retina (Lapisan epitel berpigmen)
MEDIA REFRAKTER dari depan ke belakang adalah:
CORNEA SCLERA CHOROIDEA
Cornea pd org hidup jernih, pd org yg telah meninggal berubah menjadi keruh.
Merupakan dinding bulbus oculi yg paling keras, sehingga penting untuk mempertahankan bentuk bulbus oculi.
Choroidea disebut UVEA POSTERIOR. Lapisan ini sangat tipis dan mengandung banyak pembuluh
- Cornea - Humor Aquaous - Lensa Crystalina - Corpus Vitreum
Cornea yang bisa di didonorkan, saat meninggal harus langsung diambil
Cornea transparan dan avasculer.
dapat nutrisi dari aquos humor dan limbus
Batas cornea dan sclera disebut Limbus cornea
Cahaya yg masuk dalam cornea akan mengalami pembiasan
Lapisan cornea dari luar ke dalam:
- Epitel ( lanjutan epitel conjuctiva bulbi )
- Membran bowman ( lamina basalis anterior )
- Substansia propria
- Membrana descemet
- Endotel
Arteri yg memberikan nutrici pada cornea adalah a. Ciliaris anterior ( tdpt pd limbus cornea.
Cornea juga mendapat nutrici dari humor aquous
Cornea disarafi oleh N. ciliaris..
Permukaan luar sclera berwarna ke putih – putihan dan tertutup oleh:
- Conjuctiva bulbi
- Capsula tenon
- jaringan episclera yg banyak mengandung pemb. darah.
Sclera dipisahkan dari choroidea yang berada disebelah profundanya.
Didekat limbus cornea, sclera ditembus oleh vasa ciliaris anterior.
N. Opticus keluar dari bola mata menembus sclera.
Dekat limbus cornea terdapat saluran yang disebut SINUS VENOSUS SCLERA Dinding dalam sinus venosus sclera
dibentuk oleh jaringan trabeculair disebut Trabecular meshwork dilalui oleh humor aquos.
Sclera disarafi oleh N. Ciliaris
darah.
CORPUS CILIARE IRIS RETINA
Merupakan lanjutan ke depan tunica choroidea dan berakhir pada radix iridis.
Terdapat tonjolan panjang (prosesus ciliaris) dan tonjolan yang pendek (plica ciliaris)
Prosesus ciliaris menghasilkan humor aquous.
Pada proseseus ciliaris terbentang zonula zinii sebagai penggantung lensa critalina.
Pada corpus ciliare terdapat M. Ciliaris untuk akomodasi.
Perdarahan : dari a. Ciliaris anterior Persarafan : Parasimpatis yg
Merupakan lanjutan corpus ciliare ke depan dan merupakan diafragma yang membagi bola mata menjadi segmen anterior dan segmen posterior.
Iris di bagian tengah membentuk celah yang disebut PUPIL.
Iris membagi camera Oculi menjadi 2 yaitu
- Camera Oculi Anterior
- Camera Oculi Posterior Terdapat 2 otot :
- M. Sphincter pupilae ( berjalan circulair )
Bila kontraksi, pupil mengecil disebut Myosis.
Bila relaksasi, pupil melebar disebut
Merupakan membran saraf yang tipis, halus, tidak berwarna dan transparan.
Berfungsi sebagai reseptor sinar. Permukaan luar berhub. dg tunica
choroidea,
Permukaan dalam berhub. dg membran hyaloidea ( pembungkus corpus vitreum )
OPTIC DISC/DISKUS OPTICUS/ BLIND SPOT/ BINTIK BUTA
- Optic disc adalah titik di retina untuk keluarnya N.opticus.
- Tidak sensitif terhadap sinar
tdk bs menangkap sinar
berasal dari N. III.
Ora Serrata → batas dari retina
Midriasis
- M. Dilataor pupilae ( berjalan radiar ) Bila kontraksi, pupil dilatasi ( midriasis )
Fungsi pupil untuk mengatur jumlah sinar yang masuk ke mata.
centralis retina
- dikelilingi oleh suatu peninggian yang disebut Papilla Nervi Optici. Daerah ini tidak mengandung fotoreseptor sehingga tidak dapat untuk melihat.
FOVEA SENTRALIS MACULA LUTEA
Merupakan cekungan sebesar pangkal jarum yang terletak tepat ditengah retina.
terdapat banyak sel kerucut, mempunyai ketajaman lebih besar dari pada sel batang
merupakan bagian retina yang untuk melihat secara tajam.
Adalah daerah sekitar fovea centralis yang memiliki ketajaman cukup besar mempunyai konsentrasi sel kerucut yang
tinggi tetapi ketajaman macula lutea lebih rendah dari fovea centralis karena adanya sel – sel ganglion dan bipolar pada macula lutea. ORGANO VISUS ACCESORIA - Otot-otot bola mata - Palpebrae - Apparatus Lacrimalis
PALPEBRA GLANDULA LACLIMALIS ALAT PENGGERAK BOLA
MATA merupakan penutup aditus orbita dan juga
merupakan pelindung bola mata . terdiri dari bebrapa lapis yaitu:
- Cutis
- Subcutis
- Otot
- Lapisan submusculer
- lapisan fibrous (Tarsus)
- Tarsus :merupakan kerangka palpebra. Otot-otot pada palpebra adalah
- M.Orbicularis Oculi: berfungsi menutup fissura palpebra (menutup mata) dan memeras sacus lacrimalis.
- M.Levator palpebra: berfungsi membuka palpebra.
- M.Tarsalis : berfungsi membuka palpebra CONJUNGTIVA
- Merupakan lapisan terdalam dari palpebra,
- kearah bola mata menerus dan berhubungan dengan cornea.
- Conjunctiva berupa mucosa tipis transparan.
- Conjuctiva papebra: melapisi bag.dalam
Lacrima(air mata) dibentuk supaya melindungi cornea dari kekeringan dan untuk membersihkan cornea.
GL.Lacrimalis ini terletak pada sudut atas lateral cavum orbita.
Pengaliran air mata dari glandula lacrimalis setelah membasahi cornea akan mengalir ke punctum lacrimalis – canaliculi lacrimalis – saccus lacrimalis – ductus nasolacrimalis – meatus nasi inferior.
Terdiri dari otot-otot ekstrinsik bola mata yaitu: - M.Rectus Superior disarafi N.III - M.Rectus Medialis disarafi N.III - M.Rectus Inferior disarafi N.III - M.Rectus Lateral disarafi N .VI - M..Obliquus Superior disarafi N.IV - M.obliquus Inferior disarafi N.III
palpebra.
- Conjunctiva bulbi yang melapisi bola mata.
- Conjuctiva Fornicis: peralihan antara C.Palpebra dan C.Bulbi.
- Conjuctiva di sarafi oleh N.V (Trigeminus)
- Pada tepi bebas palpebra ada cilia (bulu mata).
CAIRAN MATA AQUOUS HUMOR VITREUS HUMOR
cairan yang rungga mata bagian depan (COA), dihasilkan o/ procc. Siliaris, masuk COP melalui sudut kembali lagi ke COA cannalis schlemm v. siliaris anterior.
cairan bening kental spt agar2, antara lensa dan retina, 80 % dari bulbus oCuli, sehingga bola mata tidak kempes. PERSYARAFAN BOLA MATA N.Abduscent N.Trochlearis N.Occulomotorius N.Opthalmicus
N.opthalmicus didekat fissura orbitalis superior akan bercabang menjadi;
- N.lacrimalis - N.Frontalis - N.Nasociliaris
TELINGA (AURIS)
TELINGA LUAR (AURIS EKSTERNA)AURICULA AURIS (DAUN TELINGA) MEATUS ACUSTICUS EXTERNUS (LIANG TELINGA)
MEMBRANA TYMPANI Cartilago elastik
Inervasi cab. N.auriculotemporalis, dan N.vagus
Vaskularisasi : A.temporalis superficialis & A.auricularis posterior Otot extrinsik : mm auricularis anterior
dan posterior → N. facialis
Tragus: dikena pd pemeriksaan THT nyeri/tidak
Lobules auriculae: tidak ada tulang rawan
Persyarafan:
- Superior anterior, cabang n. mandibularis n. auriculotemporalis
- Superior posterior n. occipitalis
Terletak pada Os.zygomaticus
Glandula ceruminosa untuk mengeluarkan cerumen spt kel. Keringat sekretnya untuk menangkap debu-debu
Fungsi : Proteksi dan memperbesar tekanan gelombang suara
Terbagi
- Batas antara pars cartilaginea dgn pars osseus (menyempit)
- Di dekat ujung medialnya/ istmus
Gendang telinga
Merubah energi akustik menjadi energi mekanik
Bulat , diameter 1 cm
Batas antara meatus acusticus externus dan cavum tympani
Lateral : epidermis,
Medial : mukosa diantaranya lap.fibrosa
Lap.fibrosa pars tensa melekat lamina tympanica ossis temporalis,
pars flaccida (anterosuperior) lebih tipis.
Dataran lateral:
- menghadap ke liang telinga
minor cabang dr n. spinalis (c2) - Inferior anterior dan posterior n.
auriculon magnus
- Yang lebih dalam: n. facialis, n. vagus
- ditengahnya tdp umbo Dataran medial:
- menghadap ke cavum tympani
- melekat manubrium & processus lateralis mallei
Cone of light:
- Kanan di jam 5
- Kiri di jam 7 Inervasi :
- Dat. Lateral : cabang N.auriculotemporalis & cabang N.vagus.
- Dat. Medial : cabang N.glossopharyngeus
Vascularisasi :
- dat. Lateral : r. auricularis profundus (A. maxillaris).
- Dat. Medial : A. tympanica posterior (A. styloidea) & A. tympanica anterior (A. maxillaris)
TELINGA TENGAH (AURIS MEDIA)
CAVUM TYMPANI OSSICULA AUDITIVA (TULANG PENDENGARAN)
OTOT-OTOT CHORDA TYMPANI TUBA EUSTHACII / TUBA AUDITIVA Berisi : ossicula
auditiva, otot-otot dan chorda tympani Berhubungan dengan - Cellulae mastoideae dan Antrum mastoideum mell. Aditus ad antrum - Nasopharynx mell. Tuba auditiva
Terdiri dari (lateral ke medial)
1. Os. Malleus (landasan)
2. Os. Incus (martil) 3. Os. Stapes (sanggurdi) Dibungkus oleh membrana mukosa cavum tympani Fungsi : M. Tensor Tympani - Tuba auditiva (origo) → manubrium mallei (insersio) - Inervasi : n. Tensoris tympani (n. Mandibularis) M. Stapedius - Dinding posterior (origo) cavum Cabang N. Facialis Masuk cavum tympani
mell. Antara manubrium mallei dgn crus longum incudis Meninggalkan cavum
tympani mell. fissura petrotympani Mempersyarafi: - 2/3 anterior lidah - Gld. Parotis, Tuba auditiva / tuba pharyngotympan ica Bermuara ke nasopharynx Terdiri dari : 1. Pars osseae 2. Pars cartilagenia
(tuba eustachii) menghantarkan getaran dari membrana tympani Manubrium malei berhubungan lsg dgn mem. tympani tympani → collum stapedis (insersio) - Inervasi : n. Stapedius submandibularis sublingualis TELINGA DALAM (AURIS INTERNA) LABYRINTHUS OSSEUS
CANALES SEMICIRCULARES VESTIBULUM COCHLEA
Terdiri 3 canalis circularis
- Anterior
- Posterior
- Lateral
Bagian tengah labyrinthus osseus Berisi :
- Utriculus
- Sacculus
Rumah Siput
tabung spiral 2,5 lingkaran
N. cochlearis dan ganglion spirale Terdiri dari
- Ductus cochlearis (scala media)
Mengandung Organ of Corti
- Scala vestibule
Berakhir di oval window
- Scala tympani
• antikoagulan 5 hidroksi triptamin. Toxin • Nyeri, Eritema • Perdarahan • Nekrosis • Kematian (-) Gejala klinis
PARASITOLOGI
ARTROPODA PENYEBAB ALERGI DAN REAKSI TOKSIK
KONTAK SENGATAN GIGITAN
1. Alergi yang disebabkan kupu-kupu Kelas: Insecta
Ordo: Lepidoptera
Metamorfosis sempurna karena dari stadium muda sampai dewasa bentuknya berubah dan khasnya ada puppa
Ada 2 golongan :
- Butterfly
- Moth
Mpy sayap 2 pasang, yang bersisik tebal Tipe mulut :
- Dewasa (kupu-kupu) mengisap (siphoning)
- larva (ulat bulu) menggigit
KUPU-KUPU SIANG KUPU-KUPU MALAM Badan langsing
Sayap warna-warni Warna lebih terang Antena tidak
bercabang
Badan gemuk
Warna sayap lebih gelap
Sisik sayap kasar Antena
bercabang-cabang
PATOLOGI DAN GEJALA KLINIS
Erusisme (caterpillar dermatitis)
1. Lebah
Ordo Hymenoptera
Famili : Apidae, Vespidae, dan Bombidae Tubuh terdiri dari kepala, toraks dan
abdomen
Mempunyai pinggang (pedisel) Tipe mulut : menggigit dan menjilat Bentuk badan :
- gemuk (Bombidae)
- langsing (Vespidae)
Tanda khas: sayap depan dan belakang tipis (membranosa)
Alat penyengat di ujung abdomen Toksin : - apamin - melitin - histamin - asetilkolon - 5-hidroksitriptamin - enzim - substansi protein. PENGOBATAN
- Sengat yg tertinggal dibuang, dibersihkan, jangan ditekan. Spy toxin tdk mnybr
- Pasang turniket dan tinggikan bag proksimal ekstremitas yg disengat.
- Kompres es
- AH lokal, analgetik oral, dan anastetikum
1. Kelabang Kelas : Chilopoda Genus: Scolopendra
Spesies: S. subspinipes
Ukuran : 2 -25 cm
Bentuk tubuh : panjang, pipih dorsoventral, beruas banyak
Sepasang kaki pada tiap ruas Antena 1 pasang
Habitat : dibawah batu dan kayu
Makanan : insekta dan binatang kecil lainnya Metamorfosis : tidak sempurna
Tanda Khas : kuku beracun (poison claw) pd ruas pertama badan
Pengobatan:
- Kompres es.
- Obat : Kortikosteroid dan AH
- Antiracun
2. Laba – Laba Kelas : Arachnida Ordo : Aranea
Genus: Latrodectus, Loxosceles
Cth spesies: Latrodectus mactans,
Loxosceles laeta Metamorfosis tdk sempurna Ovivar Anafilaktogeni k Hemolitik Neurotoksik Antigenik sitolitik
reaksi berbeda untuk tiap individu tgt imunitas
manifestasi klinik :
- urtikaria, nyeri, gatal dan panas akibat toksin dari bulu ulat merusak sel tubuh sehingga tubuh mengeluarkan
histamin, serotonin, dan heparin.
- toksin (anti koagulan) perdarahan
kulit (grid like pattern)
- pembengkakan kelenjar limfe berlangsung 24 jam – 5 hari
Contoh :
- Megalopyge opercularis (Amerika)
- Anaphe infracta (Eropa)
- Parasa hilarata (Asia) Lepidopterisme Contoh :- Hylesia spp
Diagnosis
- Gejala klinis
- Riw. Kontak dengan ulat bulu atau kupu-kupu
Pengobatan
- Jangan digaruk mencegah penyebaran
- Lesi direndam dalam air dingin
menyebabkan vasokonstriksi shg mengurangi penyebaran
- Obat : analgetik, kortikosteroid, antihistamin
- Topikal, oral atau parenteral Pencegahan : menghindari kontak Pemberantasan : insektisida
2. Alergi yang disebabkan tungau
udh di respi
3. Kumbang lepuh (Blister beetle) Kelas: Insecta
Ordo: Lepidoptera Contoh:
- Lytta vesicatoria (Meksiko)
lokal scr infiltrasi.
- Penanggulangan syok : adrenalin, kortikosteroid, dan AH.
PENCEGAHAN
- menghindari paparan
- tidak menggunakan pakaian yang berwarna terang/ mencolok
- menghindari pemakaian wewangian yang manis Pemberantasan : insektisida 2. Kalajengking Kelas : Arachnida Ordo : Scorpionida Famili: Buthidae
Genus : CentruroidesButhus
Spesies C.suffussus, B. occitanus
Aktif malam hari Vivipar
Ukuran : 7 – 10 cm
Tubuh tdr sefalotoraks, pre dan post abdomen
Kaki 4 pasang dg pedipalp 1 pasang (alat sapit)
Mempunyai pecten dan telson(alat penyegat ruas trakhir abdomen)
Toksin :
- toksalbumin (neurotoksin dan hematoksin)
Hemotoksin : perdarahan dan nekrosis
Neurotoksin : rasa nyeri dan pedih yg menjalar ke bagian sekitar pada daerah sengatan.
Kematian : karena keracunan sistemik (syok dan paralisis pernapasan)
Pengobatan:
- Kompres es pada tempat sengatan.
- Obat : Kortikosteroid dan AH
Tubuh tdr sefalotoraks dan abdomen yg dihubungkan oleh pedisel
Kaki 4 pasang
Laba-laba ♂ mati setelah kopulasi Makan insekta dan binatang kecil Sifat toksin :
- Araknidisme nekrotik
- Araknidisme sistemik Indonesia belum ada laporan
Tanda khas: sepasang chelicera (alat pelepas racun) pada sefalotoraks (dikeluarkan mll mulut)
Latrodectus mactans
Eropa, Australia, Selandia Baru, Afrika, USA, Timur Tengah dan Vietnam.
Ukuran: 13mm♀, 6 mm ♂
♀ yg menggigit, warna hitam, ada gambaran hour glass merah pada bagian ventral abdomen.
♂ada garis median merah dan 3 garis transversal putih pada bagian dorsal abdomen.
Toksin : Neurotoksik thdp srf perifer (rasa nyeri yg hebat, menjalar ke dada dan perut ≈ akut abdomen).
Tmpt gigitan : timbul benjolan merah biru, dikelilingi lingkaran putih.
Araknidisme sistemik
Kematian : syok dan paralisis pernapasan (18 – 36 jam) Tanda patognomonik : - target lesion - nyeri hebat - spasme otot Pengobatan - Kompres Es. - Penanganan luka
- Obat = Opioid dan benzodiazepin Efektif : parenteral opioid dan anti
- Paederus sabaeus (Indonesia) tomcat Kumbang mengandung kataridin (bersifat
diuretic) ↓
Kontak dengan kulit kena secret ↓
Lepuh blister vesikel/bula GEJALA KLINIS:
- Kemerahan dalam 24 jam
- Jika digaruk lesi akan melebar dan membentuk seperti garis lurus searah alur garukan (dermatitis linearis)
- Muncul vesikel
- Tiga hari kemudian membesar, berubah warna, pecah dan berair
PENGOBATAN
- Jangan memegang langsung - Jangan digaruk
- Lesi dicuci dengan air dan sabun
- Obat : analgetik, kortikosteroid, antihistamin
- Antiracun
Pemberantasan: insektisida
racun,
terutama untuk: anak-anak, usia lanjut, reaksi hipertensi, acut respiratory distress
Loxosceles laeta Benua Amerika
Ukuran : 8 – 15 mm
Warna : Kuning – tengguli tua
Araknidisme nekrotik. (tmpt gigitan : edema, nyerinekrosis ulcus)
kematian terjadi karena gagal jantung Tarantula
Lycosa tarantula
Gigitan : rasa nyeri setempat dan tidak berbahaya
Pengobatan
- Kompres es.
- Obat : Kortikosteroid dan AH
- Antiracun
3. Solenopsis geminate semut api Kelas = insecta
Ordo = hymenoptera
Menimbulkan vesikel dan pustul dibagian badan yang disengat
4. Cimex (Kutu busuk) Kelas = insecta
Ordo = hemiptera Spesies =
- Cimex hemipterus (Ind)
- Cimex lectularis (Eropa) Gigitan = dermatitis
5. Sengkenit (ticks) Ordo : Acarina
Dibagi:
2 famili : ixodidae (sengkenit keras) argasidae (sengkenit lunak) Morfologi :
- Mulut: ada hipostoma dan kelisera yang bergigi
- Tubuh: terdiri atas kapitulum
- Abdomen: berupa kantong - Kaki: dewasa = 4 pasang,
larva dan nimfa = 3 pasang Metamorfosis tidak sempurna
Sebagai ektoparasit
Sengkenit jantan mati setelah kopulasi
Sengkenit betina bertelur ditanah kemudian mati
Makan : darah hospes Patologi dan Gejala klinis
- saat menghisap darah hospes toksin yang masuk bersama ludah tick paralisis (paralisis motorik) kena otot pernapasan kematian.
- Gigitan trauma mekanis berupa luka yang mudah meradang (t.u jika kapitulumnya tertinggal pada waktu sengkenit lepas)
SCABIES (Ektoparasit)
DEMODECOSIS
Nama lain: kudis, gudig, budug
Paling banyak di panti asuhan, pondok pesantren, panti jompo, penjara
Sangat mudah menular dengan kontak langsung, terutama pada daerah yang padat dan kumuh
Sangat jarang
Beratnya manifest berkaitan dengan usia, krn berkaitan dengan imun respon. Makin tua makin berpotensi
ETIOLOG
I
Sarcoptes scabiei var hominis
Family Sarcoptidae , ordo Acari, Class Arachnida Bulat, kaki 4 pasang (2psg
depan 2psg belakang) Kaki depan diakhiri dengan
“Ambulacra” berfungsi untuk berpegangan di terowongan
Betina: kaki 3 dan 4 berakhir dengan rambut Siklus hidup:
metamorphosis tidak sempurna
- Kurang lebih 1 bulan
- Jantan mati setelah kopulasi
- Setelah kopulasi betina lsng membuat terowongan dan meletakkan telur menetas larva akan buat terowongan baru
- 1 terowongan 1 parasit
Habitat: stratum korneum ektoparasit
Demodex folliculorum pd folikel rambut Demodex brevis pd kelenjar sebacea Family Demodicidae , ordo Acari , Class Arachnida
Habitat di folikel rambut
Badannya panjang
dengan abdomen bergaris Kaki 4 pasang
Siklus hidup: metamorphosis tidak lengkap
GEJALA Predileksi: kulit yang mepunyai stratum korneum yang tipis sela jari, pergelangan tangan, ketiak, sekitar umbiilikus, perineum, glutea Gejala tdk khas hanya gatal, bentol-bentol kecil (papula) tidak merah Gatal dimalam hari (pruritus nocturna)
Infeksi sekunder: digaruk sampai lecet nyeri, pustula
Pada orang yang immunokompremis membentuk krusta
Norwegian scabies
Hidup di folkel rambut
Lebih senang didaerah T: kening, pipi, hidung
Saat di satu folikel sudah banyak, akan mencari folikel lain Bergerak di malam hari 8-16mm/jam
Biasanya asimptomatik
Manifestasi berat: gatal, rontok, recurrent blepharitis (radang palpebral)
DIAGNO SIS
Menemukan sarcoptes Menemukan demodex
TREATM
ENT
Sulfur: tidak efektif utk telur
- Pakai sambil ditekan-tekan, kl kena air dipakai lagi Gama benzene: toxic utk <5thn
Benzil benzoal emulsion Crotamiton topical cream
permethrin 5% cream lebih aman Pencegahan
baju Kasur harus di bersihkan di siram air panas selama 10 menit: untk memastikan sarcoptes mati
krim topical yang mengandung sulfur
PEDICULOSIS (Ektoparasit)
SPESIES Pediculus humanus capitis Kepala Pediculus humanus corporis dibadan tp habitat di serat pakaian Phthirus pubis rambut pubis
EPIDEMIOLOG
I
Kutu kepala banyak mengenai usia sekolah 4-11 tahun Tidak ada perbedaan sex
Kaya miskin Bersih/kotor MORFOLOGI DAN HABITAT Fam : Pediculidae, ordo : Anoplura
Class : Insecta maka tubuh tdd dari kepala thorax abdomen dan mempunyai 3 psg kaki (Mempunyai capit utk berpegangan dengan rambut), tidak bersayapp
P. humanus capitis P. humanus corporis Phthirus pubis
Hidup dirambut manusia
Baju dan tempat tidur Rambut pubis, bulu mata, janggut, kumis, ketiak
SIKLUS HIDUP Ektoparasit permanen hanya ikut pd hospes yg masih hidup. Hospes meninggal akan pindah ke hospes baru dalam 10 hari tidak ada hospes akan mati
Metamorphosis tidak lengkap
Telur diletakkan dgn perekat/semen pd rambut PATHOGENESI
S DAN GEJALA
Telur: diletakkan didasar dekat akar atau pangkal rambut 1 betina bisa meletakan 5-6/hari jd sekitar 50-100 selama hidup Telur menetas setelah 7-10 hari
P. humanus capitis P. humanus corporis Phthirus pubis
Asimptomatik hny Gatal, papula
Gatal kl menghisap darah atau sensitive thd tinja
Sekunder infeksi digaruk, lecet nyeri rambut jd lengket plica palonica harus dibotakin
Gatal, pruritus
Vector epidemic tipus, trench fever, louse borne relapsing fever
Gatal, pruritus diarea pubis
Telur di bulu mata mengganggu pengelihatan
DIAGNOSIS Menemukan telur/nits, nymph, atau dewasa Pake sisir
TREATMENT Sisir dan manual
Insektisida: shampoo/lotion, bs digunakan berulang setelah 10-14 hari Potong rambut jk perlu
Disebabkan oleh lalat yang meletakkan telur pd tubuh manusia Larva dapat hidup dari sampah ataupun jaringan hidup
Banyak di peternakan Zoonosis
SIKLUS HIDUP Metamorphosis sempurna
Punya sayap 2 dan kaki 3 pasang
KLASIFIKASI Specific myiasis (obligatory) Semi specific myiasis (facultative) Accidental myiasis Larva makan dari jar. Manusia atau
hewan
Menaruh telur Termakan telur Bersdasarkan organ: - Kulit / subkutan - Nasopharynx myasis - Intestinal myasis - Urogenital myasis - Ocular myasis GEJALA Gatal Pus Abses/papula DIAGNOSIS Menemukan larva Diagnosis spesises:
- Identifikasi spirakel posterior alat pernafasan larva
- Memelihara setelah dws di lihat
TREATMENT Mengeluarkan larva
Intestinal myasis: laxative
FORENSIC
ENTOMOLOGY Menentukan waktu kematian dari mayat yg ditemukan berdasarkan umur lalat
MIKROBIOLOGI
INFEKSI PADA MATA
MEKANISMEMATA - Makanya kalau air mata kering tidak terdapat proteksi tsb Epitel kornea kalau tergores bakteri mudah masuk
Flora normal ocular
Disubmukosal terdapat jaringan limfoid mucosal associated lymphoid tissue (MALT) INFEKSI PADA
PALPEBRA
Staphylococcus aureus dpt menyebabkan infeksi:
- Blepharitis
- Hordeolum/chalazion
KONJUNGTIVITIS
ADENOVIRUS COXSACKIE VIRUS Chlamydia PSEUDOMONAS AERUGINOSA
Memproduksi protein yang menghambat efek sel T
sitotoksik dan
menghambat TNF-alfa Pathogenesis replikasi pd
sel epitel sal nafas, mata, sal cerna dan hepar
Efek pd sel
Citopathogenic effect (CPE) Infeksi mata: - Pharyngoconjunctival fever (swimming pool conjunctivitis) tipe 3 dan 7 - Epidemic keratokonjungtivitis: Terjadi pada org
dws tipe 8,19,37 Sgt menular virus tahan sp 2 mg di handuk Lebih tahan pd kekeringan Grup a: - Herpangina (vesicular pharyngitis)
- Hand foot and mouth disease
- Acut hemorrhagic conjunctivitis
mata nya sangat merah dan seperti ada perdarahan subkonjungtiva Pathogenesis &
patologi: virus dapat diisolasi dari darah, dan tenggorokan Lab: - Sampel swab conjunctiva - Serologi Ab netralisasi - PCR Tdk ada antiviral, terapi simtomatis
Bakteri Gram (-) tp sulit dilakukan pewarnaan gram karena dinding sel tdk kuat mengikat zat warna
tdk mampu memproduksi enersi untuk metabolisme, tdk dapat mensintesa ATP
parasit intrasel obligat atau parasit enersi
tidak mampu hidup diluar sel
Menyebabkan penyakit trachoma
penyebab utama kebutaan di Negara miskin
Mempunyai 2 btk mempunyai DNA dan RNA
- Elementary body:
Bentuk extrasel dr chlamydia Infeksius Metabolism tdk aktif - Reticulate body Bentuk intrasel Non infeksius Metabolism sgt aktif Siklus
EB menginfeksi masuk intrasel
berubah menjadi RB RB melakukan pembelah sel (biner) RB membentuk badan inklusi dlm badan inklusi RB ada yg berubah mjd EB dan akan keluar lalu menginfeksi sel berikutnya
Dilakukan pewarnaan GIEMSA:
- Bahan pemeriksaan: kerokan sel konjugtiva karena intrasel
- Terlihat: badan inklusi kumpulan EB&RB yang sudah matang
Morfologi: batang, Gram (-), gerak (+)
Kultur:
- Membentuk pigmen yang larut pd medianya
pyocanin, pyoverdin, pyorubin, pyomelanin
- Tumbuh pd media sederhana, dpt tumbuh pd air biasa Umumnya multiresisten antibiotic
shg terapi sulit
Metabolit yg dpt menyebabkan kerusakan jaringan yg berat
- Toxin, Pospolipase , Protease, Exo enzim, Leucocidin
- Gram (-) mempunyai endotoxin
Pathogenesis:
- Bersifat infasif dan toksigenik
- 3 tahap: kolonisasi invasi local penyebaran sistemik Infeksi sekunder yang disebabkan
pseudomonas tdk membutuhkan wkt lama untuk tjd endophtalmitis Factor virulensi:
- Pyocyanin menyebabkan infeksi yang berat
- Eksotoxin menghambat sinspro pd sel target
Diagnosis:
- Pus pewarnaan gram tdk dpt membedakan dengan
Sensitive thd tetrasiklin & eritromisin
DOC
Respon imun utama: respon imun seluler
menyebabkan tbtknya folikel pd konjungtva apbl tjd penyembuhan tbtk sikatrik akan tjd enteropin bulu mata menggores permukaan kornea, flora normal menginvasi bisa tjd keratitis bs tjd kebutaan
Paratrachoma dr tipe D-K penyebaran dr genital. Discharge mukopurulen dan tdk menyebabkan kebutaan
Ophtalmia neonatorum disebabkan oleh tipe D-K
Penisilin dan chloramphenicol
chlamydiostatic
bakteri gram (-) lain
- Pernah trauma/terkena percikan air
1. Tahap Spesifikasi (m asa embryonal, 0-60
hari): Organogenesis
2. M orfogenesis (m asa fetal aw al, 60 hari-5 bulan):
Histogenesis
Maksudnya adalah pem bentukan sistem kulit yang sem purna,
m isal pada epiderm is terjadi stratifikasi epiderm is, pembentukan adnexa-adnexa, di
derm is terjadi vaskularisasi, pembentukan saraf, dll.
3. Diferensiasi (m asa fetal akhir, 5-9 bulan)
KULIT
EMBRIOGENESIS, ANATOMI DAN FUNGSI KULIT
DEFINISI Pembungkus terluar tubuh Paling luas (1,5-1,75m2) Paling berat (15%BB) Bervariasi
Tebal 1-2mm, pd Telapak 6mm dan penis 0,5 lebih tebal Banyak fungsi
Banyak serabut syaraf
Sebagai indicator psikis dan fisik EMBRIOGENE
SIS
Maka saat hamil tidak boleh menggunakan produk krim kulit, cat rambut. Hanya boleh yang herbal asli
EPIDERMIS DERMIS
Tersusun dari sel keratosit/sel skuamosa
menjadi ectoderm akan berubah menjadi kulit, rambut dan kuku
Janin 4 mg: 1 lapis sel tidak berdiferensiasi, diferensiasi pd usia 5 bulan
Janin 3 bulan: ada invaginasi epidermis pertumbuhan ke bawah menandakan adneksa terbentuk
Ektoderm embrio pada awalnya hanyalah selapis kuboid akan bertahap terus sehingga menjadi bbrp sel
Pada usia 5 minggu ektoderm akan menjadi dua lapis sel: periderm yang mempunyai mikrovilli di permukaannya dan sel basal kuboid yang aktif membelah
Pada usia 2 bulan epidermis akan menjadi 3 lapis sel dengan adanya lapisan intermediate diantara periderm dan lapisan basal.
Pada usia 4 bulan epidermis sudah menjadi epitel squamosa yang terdiri dari beberapa lapis sel:
- Stratum germinativum (basale)
- Stratum spinosum - Stratum granulosum - Stratum lusidum - Stratum korneum Yang mempunyai
lapisan lengkap hanya telapak tangan
dan kaki, sedangkan yang lain tidak
mengandung lucidum Stratum basale
mengalami mitosis terus menerus sampai ke atas menggantikan sel yg plg atas pd wkt 21-35hari. Keratin akan mengelupas
Protein di epidermis: (penting utk pertumbuhan)
- Perlekatan str. germinativum dengan lamina basalis dibentuk oleh protein ekstraseluler fibronektin, laminin, kolagen tipe I dan IV.
- Untuk ikatan adhesi antar epitel squamosal yang kuat, diperlukan protein membran sel integrin.
- Diferensiasi str. germinativum ternyata diawali oleh perusakan protein ekstraseluler dan protein integrin.
- Antar sel pada str. korneum direkatkan oleh protein kaya histidin, yaitu filaggrin
Sel yang menginvasi masuk ke lapisan epidermis Melanosit: Melanoblast
berasal dari neural crest
yang bermigrasi ke
epidermis pada kehamilan
Sel Langerhans: Sel ini berasal dari stem sel di sumsum tulang belakang. Sel Langerhans sudah
Demis ekstremitas dan tubuh bagian depan dibentuk dari mesoderm lateral
Dermis bagian belakang tubuh dibentuk oleh dermomiotom mesoderm paraxial
Pada dermis embrionik (6-10 minggu), masih didominasi sel, bukan matriks serta belum dapat dibedakan dengan lapisan subkutan. Pada minggu ke 11, sel-sel mesenkim akan membentuk matriks ekstraseluler. Kemudian dibentuk dermal ridges, yaitu tonjolan-tonjolan dari dermis yang masuk ke epidermis
usia 50 hari. Nantinya melanoblast akan berdiferensiasi menjadi melanosit yang dapat memproduksi granula melanosom. Badan sel melanosit ada pada lapisan basal, sedangkan proseus sitoplasmanya akan menyebar hingga lapisan spinosum, disebut sel dendritik (menyampaikan pigmen melanin smp keatas)
Orang Indonesia lebih aktif menangkap sinar matahari
tipe 4
Suntik vit c enzim tirosinase menghambat pigmen melanin
dapat ditemui di epidermis pada embrio usia 40 hari. Tugasnya adalah sebagai
Antigen Presenting Cells
dan akan memfragmentasi dan mempresentasikan antigen tersebut pada sel T sehingga dapat muncul sistem imun seluler Untuk pertahanan tubuh
ADNEKSA
Pembentukan adneksa ini distimulasi oleh mesenkim dermis melalui sinyal EDA (ektodisplasin). RAMBUT KELENJAR SEBASEA KELENJAR KERINGAT
(SUDORIFERA)
KUKU muncul pada hari ke
75-80 dari usia fetus. Pembentukan rambut dimulai dengan terjadinya proliferasi keratinosit basal (pada epidermis) yang
kemudian membentuk plakoda (penebalan) dan
Kelenjar yang memproduksi sebum berisi kolesterol dan trigliserida ini terbentuk dari tonjolan epitel folikel rambut, menghasilkan sel-sel lipogenik yang mengakumulasi lipid atau sebum hingga selesai
berdiferensiasi. Kelenjar sebasea ini hanya ada di
dibentuk di seluruh permukaan tubuh yang dimulai dengan
pembentukan di telapak tangan dan kaki.
Pembentukan kelanjar keringat ini dimulai pada usia kehamilan 3 bulan. Proses pembentukannya
merupakan modifikasi epidermis pada ujung jari tangan dan jari kaki. Kuku mulai terbentuk pada minggu ke-10 yang diawali dengan pembentukan primordial kuku. Primordia kuku tersebut merupakan bentuk dari penebalan
membentuk tonjolan ke dermis tunas rambut (hair bulbs).
Hair bulbs tersebut akan terus berinvaginasi dan meluas ke dermis sehingga menjadi folikel rambut.
Folikel rambut plg penting untuk
pertumbuhan rambut Pada janin usia 20
minggu, sudah muncul rambut lanugo (smooth, soft, and less pigmented hair) yang kemudian akan diganti dengan rambut dewasa (coarse) setelah lahir.
Fase:
Rontok istirahat
peralihan
daerah kulit tipis (tidak ada kelenjar sebasea pada telapak tangan, jari, dan telapak kaki) Vernix caseosa, yaitu sebum
yang bercampur dengan periderm yang mengalami deskuamasi. Vernix caseosa ini dibutuhkan untuk proteksi selama pertumbuhan embrio
hny pd saat kandunga Berperan pd penyakit acne dan
jamur
diawali dengan
terbentuknya tonjolan (bud) pada epidermis yang kemudian akan tumbuh memanjang ke jaringan mesenkim yang berada pada lapisan dermis sehingga terbentuk duktus primordia
Bagian yang melekuk-melekuk tersebut akan membentuk bagian sekret atau pars
secretor kelenjar dan bagian mioepitelial. Bagian-bagian tersebut akan berfungsi setelah lahir
epidermis di ujung dorsal jari; daerah tersebut disebut dengan nail field.
Lempeng kuku yang sudah terbentuk akan tumbuh terus ke bagian distal dan akhirnya menutupi seluruh bagian nail field pada bulan ke 5.
Pada mulanya, lempeng kuku tersebut ditutupi oleh lapisan epidemis
superfisial eponikhium, namun akhirnya lapisan terdegenerasi dan kuku dapat terlihat Bagian distal epidermis yang tidak tertutupi kuku disebut sebagai hiponikhium.
FUNGSI KULIT Fungsi proteksi : Kulit menjaga bagian dalam tubuh terhadap gangguan fisis atau mekanis. Hal ini terjadi karena adanya bantalan lemak, tebalnya lapisan kulit dan serabut jaringan penunjang yang berperan sebagai pelindung terhadap gangguan fisis.
Fungsi absorbsi : Kulit yang sehat tidak mudah menyerap air, larutan dan benda padat, tapi cairan yang mudah menguap lebih mudah diserap. Permeabilitas kulit terhadap O2, CO2 dan uap air memungkinkan kulit ikut mengambil bagian pada fungsi respirasi.
Fungsi ekskresi : Kelenjar kulit mengeluarkan zat-zat yang tidak berguna lagi atau sisa metabolisme dalam tubuh Fungsi pembtkan pigmen : Sel pembtk pigmen/melanosit terletak di lapisan basal dan sel ini berasal dari rigi saraf. Fungsi keratinisasi: Proses berlangsung 14-21 hari sebagai perlindungan terhadap infeksi secara mekanis fisiologik Fungsi pembtkan vit D: Dengan mengubah 7-dihidroksi kolesterol dengan bantuan sinar matahari.
EFLORESENSI
DEFINISI Kelainan kulit yang dapat dilihat dengan mata telanjang (secara obyektif), dan bila perlu dapat diperiksa dengan perabaan KONFIGU
RASI LESI
Diskret : tersebar satu- satu/ terpisah dari yang lain Unilateral: mengenai sebelah badan
Universalis: mengenai hampir seluruh tubuh, masih ada jaringan normal min 10% Generalisata : tersebar hampir seluruh tubuh (90-100%)
Herpetiformis : vesikel berkelompok spt pd herpes zoster Anuler/ Sirsinar : seperti lingkaran
Linier, arkuata : seperti garis lurus Arsiner : seperti bulan sabit
Serpiginosa : proses menjalar ke satu jurusan diikutipenyembuhan pd bagian yg ditinggalkan Konfluens : dua atau lebih lesi yang menjadi satu
BATAS LESI UKURAN LESI
Sirkumskripta : Batas tegas Difus : Batas tidak tegas Batas tepi meninggi
Batas tepi aktif
Milier : sebesar kepala jarum pentul Lentikuler : sebesar biji jagung
Numuler : sebesar uang logam 100 rupiah lama PRIMER
Kelainan yang dasarnya dari penyakit itu sendiri
SEKUNDER Sudah bercampur dengan infeksi
MAKULA
Perubahan warna kulit yang tegas dengan ukuran dan bentuk bervariasi tanpa disertai perubahan konsistensi dan permukaannya
Makula berukuran < 1 cm, jika > 1 cm : patch Warna putih atau hitam. Bisa eritema (merah) PAPULA
Penonjolan kulit yang solid dengan diameter < 1 cm dan bagian terbesarnya berada diatas permukaan kulit
PLAQUE (PLAKAT)
Kelainan kulit seperti papula dgn permukaan datar & diameter > 1 cm
Plak dapat terjadi karena perluasan suatu papula, tetapi juga dapat karena gabungan dari beberapa papula
NODUL
Penonjolan pada kulit berbatas tegas, letaknya dalam, diameternya > 1 cm
Berhubungan dengan tumor biasanya URTIKA
Penonjolan kulit dengan batas tegas, timbulnya cepat dan hilangnya juga cepat. Biasanya berwana kemerahan dan pucat di bagian tengah
PAPILOMA
Penonjolan kulit yang berbentuk seperti jari-jari tangan yang disebabkan karena meningginya papilla dermis dan ditutupi oleh epidermis yang mengalami hiperplasi
Berjonjot
VESIKEL Penonjolan kulit berbatas tegas, berisi cairan & diameternya < 1 cm
Bila pecah menjadi Erosi, bila bergabung menjadi
SKUAMA
Stratum korneum yang terkelupas dan tampak pada permukaan
Dapat kering/ berminyak, tipis/ tebal, warna putih keabuan kuning coklat
Termasuk ketombe, di telapak yg suka terkelupas KRUSTA
Bahan cair, eksudat, darah atau serum maupun jaringan nekrotik yang mongering
Carian tubuh yang mengering EROSI
Defek pada sebagian atau seluruh epidermis tetapi tidak sampai pada membrana basalis, sehingga pada proses penyembuhannya tidak meninggalkan bekas sikatrik
ULKUS
Defek yang mengenai seluruh epidermis dan melebihi membrana basalis, bahkan mungkin sampai dermis atau subkutis, sehingga pada proses penyembuhannya sering meninggalkan sikatriks
Bs tjd hipo/hipertrofi EKSKORI
ASI Hilangnya jaringan sampai dengan stratum papilare FISURA Retakan kulit/ defek linier yang dapat mulai dari
permukaan sampai lapisan dermis
ATROFI
Penipisan kulit, baik epidermis maupun dermis. Kulit yang mengalami atropi tanpak mengkilat, putih,
dengan gambaran permukaan yang hilang, mengkerut & tidak mempunyai adneksa lagi
Pda orang tua, atau pengguna kortikosteroid yang lama krn kortikosteroid mengakibatkan antimitotic
Bula
Biasanya cairan jernih virus BULA
Penonjolan kulit berbatas tegas, seperti vesikel dengan ukuran > 1 cm
Berhubungan dengan autoimun, sjs Kadang isi darah
PUSTULA
Penonjolan kulit berbatas tegas, diameter < 1 cm, berisi cairan pus/ nanah
Ada kemerahan disekitarnya
PURPURA
Perubahan warna kulit menjadi kemerahan yang terjadi karena perdarahan di dalam kulit
Berdasarkan diameter :
- Petechie : < 1 cm
- Echymosis : > 1 cm
Tes diaskopi : ditempel dengan object glass
ditekan masih ada pecah pembuluh darah Berhubungan dengan penyakit hipersensitifitas KISTA
Suatu rongga yang dibatasi oleh epitel dan di dalamnya berisi massa cair atau solid
Bisa padat bisa lembek
Harus dilakukan pengangkatan TELEANGIEK
TASIS
Terjadinya pelebaran pembuluh darah kapiler, venulae, atau arteriole yang nampak pada permukaan kulit
KOMEDO
Penonjolan kulit karena adanya pelebaran infundibulum folikel rambut yang terisi masa keratin, sebum & mikroorganisme ttt
Dibagi : Black comedo dan white comedo
S
mengandung jaringan ikat untuk mengganti jaringan yang rusak akibat penyakit atau trauma pada dermis yang lebih dalam
Prognosis lebih baik dari keloid, keloid melebar SKLEROS
IS
Mengerasnya kulit yang hanya dapat ditemukan dengan palpasi
Autoimun LIKENIFI
KASI
Penebalan kulit yang ditandai dengan penegasan gambaran garis-garis permukaan kulit baik longitudinal maupun transfersal, biasanya disertai hiperpigmentasi. Proses likenifikasi terjadi sebagai akibat garukan kronis
dan hebat
SINUS Saluran yang dibatasi oleh epitel dan bermuara pada kulit Fistula sudah tidak ada lubangnya lagi
ABSES Kumpulan pus pada jaringan yang terlokalisir KUNIKUL
US
Suatu lorong yang terdapat pada stratum korneum atau stratum spinosum, yang biasanya terjadi karena adanya infestasi larva suatu parasit tertentu
Karna parasite
LEPRA
DEFINISI Lepra adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium leprae, dengan afinitas utama pada saraf perifer, kemudian kulit, serta dapat mengenai organ tubuh lain kecuali Susunan Saraf Pusat (SSP).
Waktu pembelahan kuman 12-14 hari Menyerang saraf perifer
Mediagnosis lepra, ada satu atau lebih:
- makula hipopigmentasi/ eritematosa dengan anestesi
- pembesaran saraf dengan anaestesi
MDT: Multi Drug Therapy, terapi kombinasi untuk lepra td dapson, rifampisin dan clofazimin Untuk mengurangi resistensi Jarang terjadi pada bayi, karena masa inkubasinya panjang
PATOGENESI S
KLASIFIKASI (WHO)
Pausibasilar (PB) Multibasilar (MB) 1. Lesi kulit (makula, papul, nodus) 1-5 lesi
hipopigmentasi, eritema distribusi asimetris hilang sensasi jelas
> 5 lesi eritema
distribusi simetris
hilang sensasi tidak jelas 2. Kerusakan saraf (anestesi,
kelemahan otot)
satu cabang saraf sehingga masih terasa sakit
Banyak cabang sudah tidak terasa apa-apa
KLASIFIKASI PENDERITA Lepra PB
• tipe I, TT, BT atau tipe I dan T • apus BTA negative
Lepra PB lesi tunggal
• lepra PB dengan lesi hanya 1 • tanpa gangguan saraf
Lepra MB
• tipe BB, BB, BL, LL atau tipe B dan L
• semua tipe degan apus BTA positif GEJALA
KLINIS
Kulit: Bercak/makula hipopigmentasi, eritematosa, papul atau nodus eritematosa: dapat disertai anestesi/hipoestesi Saraf:
- Pembesaran saraf tepi dengan gangguan sensibilitas kulit yang dipersarafinya.
- Dapat disertai cacat akibat kerusakan saraf tepi, sensorik, otonom maupun motorik
- Saraf otonom: hilangnya kelenjar keringat kulit kering tp mengkilat
- Sensorik: tdk bs merasa raba halus, suhu, nyeri
TANDA KARDINAL LEPRA
- lesi kulit (makula hipopigmentasi/ eritematosa, papula, plakat, nodul) disertai anestesi
- Pembesaran saraf disertai tanda-tanda neuritis
- Ditemukan basil tahan asam pada apusan irisan kulit
Saraf tepi yg terlibat: N. ulnaris
anestesi ujung jari IV, V bag. Anterior
N. medianus anestesi
ujung jari I, II, III bag. Anterior N. radialis anestesi dorsum manus wrist drop N. poplitea lateralis anestesi dorsum pedis bagian N. tibialis posterior anestesi telapak kaki claw toes N. facialis lagoftalmus N.auricularis magnus parestesi daerah mandibula &
clawing jari IV, V atrofi hipotenar dan otot interoseus dorsalis I tidak mampu aduksi ibu jari clawing jari I,
II, III
kontraktur jari I
tak mampu ektensi jari & pergelangan tangan lateral foot drop daun telinga PEMERIKSAA
N saraf sensorik- rasa suhu
- rasa raba
- rasa nyeri saraf otonom
- uji pensil Gunawan: orgnya disuruh berkeringat dulu karena dia tidak akan berkeringat dapat dituliskan dengan mudah tanpa meleber
saraf motorik
- valuntary muscle testing (VMT) PENGOBATA
N
STANDAR REGIMEN:
- Dapson tdk boleh defisiensi enzim G6PD akan tjd anemia hemolitik
- Rifampisin - Klofazimin OBAT BARU : - Fluorokinolon - Minosiklin - Klaritromisin REGIMEN MDT (WHO) PB MB
Rifampisin 600 mg/bulan, diawasi DDS 100 mg/hari, swakelola Selama 6 regimen
6-9 bulan
Rifampisin 600 mg/bulan, diawasi Klofazimin 300 mg/bulan, diawasi
plus 50 mg/hari, swakelola DDS 100 mg/hari, swakelola Selama 12 regimen 12-18 bulan Harus di control trs REAKSI LEPRA
Timbulnya gejala inflamasi akut pada penderita lepra
Tipe 1: reversal TT, BT, BB, BL, LL Tipe 2: ENL BB, BL, LL Nama lain:
- borderline leprosy reaction - tuberculoid reaction
- up-grading reaction
Merupakan reaksi antigen-antibodi-komplemen
autoimun rx tipe 3
Muncul papul dan nodus eritematosa yang nyeri, kadang menyatu menjadi plak
- reversal reaction
REAKSI REVERSAL
Merupakan peningkatan sistem imunitas selular Lesi lama lebih aktif: plak eritematosa, udem, Dapat disertai neuritis akut
Dapat muncul lesi baru Gejala sistemik tidak ada
Kadang-kadang ada gejala prodromal Prinsip managemen RR:
MDT diteruskan
Terapi anti infalamasi yg efektif
- Kortokosteroid: harus di tapering off
- Klofazimin
- Azathioprine
- Siklosporin-A : efek samping kecil, tdk menyebabkan kelainan sistemik
Analgetik yang adekuat
Jika tjd neuritis akut harus istirahat
Pada kasus berat bisa terjadi ulserasi
Terutama timbul di wajah, tubuh, bagian ekstensor ekstremitas
Terdapat gejala sistemik dan gejala prodromal Disertai neuritis
Prinsip managemen RR
- Hilangkan faktor presipitasi
- MDT diteruskan
- Terapi anti-inflamasi
- Kontrol nyeri dan neuritis
- Jaga jangan terjadi kerusakan mata dan cegah kebutaan
Obat anti inflamasi
Tipe 3: lucio jarang ditemukan CACAT
LEPRA Derajad 1 (invisible): - anestesia pada tangan dan kaki
- anestesi pada mata Derajad 2 (visible)
- Ulkus, absorpsi, mutilasi
- clawhand, drophand
- dropfoot
- lagoftalmus, keratitis, kebutaan
- ginekomastia Reaksi Sedang/Berat – Prednisolo n – Klofazimin – Thalidomi Reaksi Ringan – Aspirin – Chloroquin – Indomethaci
TBC KUTIS
skrofuloderma : paling sering, dikelenjar-kelenjar di coli ataupun axila. Ditemukan dalam jangka wkt yg lama karna tidak menyebabkan gangguan prodromal
verukosa : dari luar
ETIOLOGI Mycobacterium tuberculosis tipe human: 91,5% Mycobacterium atipis : 8,5%
PEMERIKSAA N
Pemeriksaan lab: Sediaan mikroskopik
- bahan: pus, jaringan kulit, KGB
- pewrn Ziehl-Neelsen; Kinyoun-Gabett
- bta (+) kuman merah, dasar biru Kultur
- media Lowensteins-Jensen, 370C, 8 mgg Binatang percobaan (Marmot)
- lama pertumbuhan : 2 bulan Tes biokimia
- Tes Niasin (+) M. tuberculosis tipe human
Tes resistensi PATOGENESI
S Penjalaran langsung ke kulit dari organ dibawah kulit : skrofulodermaInokulasi langsung pada kulit sekitar orifisium alat dalam : TB kutis orifisialis Hematogen : TB kutis miliaris
Limfogen : lupus vulgaris
Penjalaran langsung dari mukosa : lupus vulgaris Langsung ke kulit : TB kutis verukosa
Skrofuloderma TB Kutis Verukosa
Penjalaran per. kontinuitatum dari organ dibawah kulit, spt: KGB, sendi, tulang
Seringkali dimulai sebagai limfadenitis tuberkulosis Port d’entrée
- leher : tonsil atau paru
- aksila : apeks pleura
- inguinal : ekstremitas bawah Skrofuloderma di leher : - Tonsil KGB submandibula KGB servikalis profunda - KGB paru Inguinalis :
Terjadi secara eksogen inokulasi langsung pada kulit Predileksi : tungkai bawah, kaki
Gambaran klinis:
- lesi bentuk bulan sabit penjalaran serpiginosa
sebagian seperti menyembuh pdhl bukan
- lesi : papul lentikular, verukosa, multipel di atas kulit yg eritematosa
Pengobatan
1. INH (H) : 5-10 mg/kg BB; dosis tunggal 2. Rifampisin (R) : 10 mg/kg BB; dosis tunggal 3. Pirazinamid (Z) : 20-35 mg /kg BB; dosis terbagi
4. Etambutol (E) : 25 mg /kg BB; 2 bln pertama, selanjutnya 15 mg /kg BB; dosis tunggal
- ekstremitas bawah KGB inguinalis lateralis & femoralis - kulit di bawah umbilikus & bokong KGB inguinalis lat.
Aksila
- ekstremitas atas, dada, punggung KGB aksila
GAMBARAN KLINIS
- limfadenitis tanpa radang akut, kecuali tumor
- beberapa kelenjar berkonfluensi bergabung
- inflamasi periadenitis, perlunakan tidak serentak
- abses fistel multipel ulkus
- abses tidak berwarna kekukingan
- ulkus khas : bentuk tidak teratur, sekitar livide (keabuan)
- dinding bergaung, jaringan granulasi tertutup
- pus seropurulen, krusta kuning
- sikatriks memanjang (skin bridge), tidak teratur
- jembatan kulit Diagnosis banding
- Hidradenitis supurativa diinguinal
- LGV diinguinal
Kombinasi terapi
- R, H (9 bulan) & Z (2 bulan)
- R, H ( 9 bulan & E (2 bulan)
INH bisa menyebabkan: erupsi acneformis mirip jerawat
DERMATOVIROLOGI
IMUNITASTUBUH THD VIRUS
Adanya barrier fisik & kimia
- Lapisan keratin (kulit intak) kalau tidak intak menjadi port d entree Imunitas alamiah
- Interferon (IFN)
- Sel Natural Killer (NK) Imunitas akuisita (didapat)
- Imunitas humoral (antibodi)
- Imunitas selular (Cellular Mediated Immunity / CMI)
VARICELA HERPES ZOOSTER
Penyakit yang sangat menular Sinonim : Cacar air / Chicken Pox Etiologi : Virus Varisela Zoster Terutama pada anak-anak < 10 th, Penularan :
- melalui droplet (sal.pernapasan) = AEROGEN - melalui kontak langsung
Erupsi vesikuler intraepidermal disebabkan oleh reaktivasi virus varisela zoster laten pada orang yang telah menderita varisela
Sinonim : cacar ular, dompo
Respon imun terganggu, >> terjadi pada usia > 40 th Jarang pada anak anak plg byk varisel
Penyebaran : lesi pada tubuh, wajah, kulit kepala & ektremitas bagian proksimal ( sentrifugal )
♂ = ♀
PATOGENE SIS
GAMBARA N KLINIS
Keluhan : gatal ringan – berat
UKK : makula eritema Ø 2 – 3 mm, papul, vesikel (dinding tipis dikelilingi halo eritematosa), pustula, erosi, krusta hipo/hiperpigmentasi (± 2 minggu) polimorf
Membrana mukosa mulut : orofaring, palatum & tonsil ulserasi (dangkal dan nyeri)
Telapak tangan & kaki dapat terkena Pembesaran KGB
Pada org HIV/dgn imun menurun akan sangat hebat Perjalanan klinis:
- Masa inkubasi (+ 10-21 hari) gejala prodomal (+ 2-3 hari) lesi kulit
- Menular sejak 1-2 hari sebelum timbul erupsi krusta (5hari)
- Sembuh total biasanya 2minggu
- Prodromal: demam, malaise, mialgia, batuk, nyeri ternggorokan
Varian klinis apabila daya tahan tubuh sgt rendah
- Sindroma varisela kongenital
- Varisela neonatal
- Varisela hemoragik
- Varisela bulosa
inkubasi : 7-12 hari
prodromal : demam, malese, nyeri otot /tulang, gatal
timbul lesi vesikel berkelompok, dasar kulit eritematosa dan edema
unilateral, dermatomal (karna menyerang sensoris) hiperestesi
vesikel jernih keruh; pustul krusta perdarahan HZ hemoragik
infeksi sekunder ulkus sikatriks resolusi 1-2 minggu
pembesar KGB regional UKK:
- Makula papula eritematosa (12-24jam) vesikel diatas dasar kulit eritema(3hari) pustula (7-10hari) krusta (menetap 2-3minggu)
Lokasi & distribusi lesi hampir selalu unilateral, terbatas pada area yg di inervasi oleh ganglion sensorik (dermatomal) 1. Torakal
2. Trigeminal hati-hati, n. 7 kena harus dirawat 3. Servikal
4. Lumbal 5. Lumbosakral Varian klinis:
- Penyakit intra okuler
Adanya vesikel di puncak hidung (tanda Hutchinson)
Mengenai N. facialis & auditorius (N VII & N VIII)
Gejala : nyeri mandibula, faring, laring, telinga, tuli, tinitus, vertigo, nausea, vomitus, nistagmus
Tanda : lesi di telinga luar, lubang telinga atau membran timpani, paralisis fasialis
- Herpes zoster diseminata seluruh tubuh
Kulit : >>> lesi di luar dermatom, lebih berat & luas (bula hemoragik)
Alat dalam : paru, hati, otak (>> komplikasi) - H Z oftalmikus
Gangguan pada n. trigeminus cabang I kelainan pada mata
Cabang II + III kelainan pada kulit Sindrom Ramsay Hunt
KOMPLIKA SI
Pada anak 2 jarang (infeksi sekunder) Pada orang dewasa lebih sering
Ensefalitis, pneumonia, glomerulonefritis, karditis, hepatitis, keratitis, konjungtivitis, otitis, arteritis, purpura
Ibu hamil sebaiknya digugurkan
- trimester I : kelainan kongenital
- trimester III : varisela kongenital kelainan pd kulit
Infeksi sekunder Jaringan parut
Mata : uveitis, keratitis, ulkus korneabuta Alat dalam : pneumonia, ensefalitis (jarang)
Neurologis : neuralgia post herpetika ( NPH ) plg sering
- Nyeri menetap & bertahan 30 hari pada dermatom yang terkena setelah erupsi HZ menghilang
- Dapat berlangsung s/d 6 bulan
- Faktor resiko:
Usia tua (>50-60 tahun)
Distribusi HZ didaerah trigeminal (t.u oftalmik) Neuralgia pre herpetik (prodromal)
Nyeri hebat pada HZ akut (saat erupsi timbul) HZ berlangsung lama
Diabetes, imunosupresi, dll
- Nyeri seperti terbakar, menetap, nyeri tajam atau menusuk, hilang timbul
DIAGNOSI S BANDING
Herpes zoster diseminata Herpes simpleks diseminata Impetigo
Herpes simpleks
Dermatitis kontak alergi Pemfigus Pemfigoid bulosa Dermatitis herpetiformis DIAGNOSI S Pemeriksaan klinis
Tzank test pemeriksaan khusus virus, akan ditemukan Sel raksasa (datia) berinti banyak: sel yang banyak mengandung virus
Gambaran klinis
Tzanck test : sel raksasa (datia berinti banyak) Kultur
Kultur
TATALAKS ANA
Simtomatik
- analgetik/antipiretik
- antipruritus oral, bedak salisil Kausatif :
- antivirus : asiklovir 5x400-800 mg/hr
- VZIG (varisela zoster immunoglobuline) Pencegahan :
- vaksinasi varisela pada bayi < 12 bulan
- vaksinasi ulang setelah 4-6 tahun
- efektivitas ? belum ada
- Vaksin varisela (Varilrix®) KI : ibu hamil
- Imunoterapi (Varicella Zoster Immune Globulin / VZIG) Varisela neonatal asiklovir i.v.
Anak ( imunokompetens) self limited
- simtomatik : antihistamin, antipiretik, bedak, antibiotik topikal
Dewasa ( tanpa komplikasi ) antivirus oral herpes zoster Dewasa ( immunocompromised & pneumonia varisela primer )
asiklovir i.v.
Pada imunokompeten tanpa komplikasi maks 3 hari I
- Kompres larutan Burowi 1:40, antihistamin & analgetik - Asiklovir oral 5 x 800 mg / hari selama 7 hari
- Valasiklovir 3 x 1000 mg / hari selama 7 hari
- Famsiklovir 3 x 250 mg / hari selama 7 hari Pada immunocompromised & infeksi diseminata
- Asiklovir i.v, perawatan RS, banyak minum Simtomatik : analgetik
Pencegahan NPH : prednison > 50 th KI (-)
- Untuk mencegah gangguan syaraf Pengobatan NPH: gabapentin
PROGNOSI S
Sindroma varisela kongenital & neonatal berat & fatal Anak-anak tanpa komplikasi, infeksi sekunder
Dewasa pneumonia varisela berat (Immunocompromised )
VARIOLA VERUKA
Sinonim : Small pox, cacar
Etiologi : pox virus variola mayor & minor
Infeksi akut, keadaan umum buruk sangat menular Monomorf perifer tubuh (sentripetal)
Sinonim : kutil, common wart Lesi intraepidermal
Etiologi : papovavirus/ papilomavirus menyerang st. korneum
Semua usia >> anak-anak/ dewasa muda
Penyebaran : kontak/ autoinokulasi, penularan tdk langsung Lebih sering pd org yg kaki/tangan basah atau terlalu sering
menggunakan antiseptik GAMBARA N KLINIS Inkubasi 10-14 hari 4 stadium : - Prodromal 2-3 hari - Makulopapuler/ erupsi - Vesikopustulosa/ supurasi - Resolusi 2 minggu
- Krustasi deskrustasi rekonvalensi
Bentuk klinis:
- Veruka vulgaris plg sering
Papul/ nodul batas tegas, berskuama, warna abu/ coklat/ spt kulit, permukaan verukosa/ ireguler, soliter/ berkelompok
Lokasi : seluruh tubuh tu ekstremitas ekstensor Diagnosis banding : keratosis seboroik
Bentuk klinis
- Hemoragik
- Varioloid
- Variola Minor
- Veruka filiformis/ digitata Varian veruka vulgaris
Berupa penonjolan lunak, tipis spt benang/ bertangkai Lokasi : wajah (kelopak mata, hidung) leher
Diagnosis banding : skin tag - Veruka plantaris
Papul/ nodul/ plakat keratotik, soliter/ multipel, tdk tampak garis kulit, nyeri di lateral lesi
Lokasi : telapak kaki tekanan Diagnosis banding : kalus, klavus - Veruka plana
Papul/ plakat diskret kecoklatan, sedikit menonjol, permukaan licin, rata, multipel
Lokasi : wajah, lengan
Diagnosis banding : keratosis seboroik - Veruka akuminata (kondiloma akuminata)
Vegetasi bertangkai, warna spt daging, permukaan tdk rata/ berjonjot
Lokasi : lipatan genitalia perianal, vulva, penis Diagnosis banding : kondiloma lata
KOMPLIKA
SI
Bronkopneumonia, keratitis, panoftalmia, orkitis, osteomielitis, dll.
TATALAKS ANA
Karantina istirahat
Obat simtomatik: analgetik, antipiretik Infeksi sekunder : antibiotika
Pertimbangkan : isoprenosin, interferon Pencegahan: vaksinasi
Bahan keratolitik: As.salisilat 40 %, TCA 80-90% Bedah
- Elektrokauter dg kuretase
- Bedah beku
- Bedah laser CO2
Lain2 : podofilin, bleomisin, interferon
ZOONOSIS
OXYURIASIS /ENTEROBIASIS
CURRENT LARVA FILARIASIS (PENYAKIT KAKI GAJAH)
CREEPING ERUPTION ETIOLOGI Enterobius vermicularis
Sering mengenai anak usia 5 – 14 tahun.
- Terutama anak yang BAB suka telat
- Anak yang sering ada
Strongyloides stercoralis
CARA PENYEBARAN : autoinfeksi, biasanya pd org yang suka tidak menggunakan
Wuchereria bancrofti (filariasis bancrofti) & Brugia malayi & Brugia timori (filariasis brugia). Penyakit menular, kronis → cacing
Filaria → mll nyamuk. CARA PENULARAN :
Ancylostoma braziliense
Definisi:
Kelainan kulit, berupa peradangan berbentuk linier atau berkelok-kelok, menimbul & progresif, disebabkan invasi larva cacing tambang yg
keputihan Penyebaran melalui : - makanan / minuman - Kontak langsung → tangan yg mengandung telur cacing
alas kaki - Nyamuk → larva filaria stadium III (+)
- 23 spesies (Anopheles, Culex, Mansonia, Aedes &
Armigeres) → sangat cepat
- Menyerang kelenjar getah bening menyumbat
berasal dari anjing & kucing → mll tanah yg hangat & lembab
MANIFEST ASI
Gatal pada malam hari di perianal / anus
Intertrigo perineal → ekskoriasi & superinfeksi
Lesi → urtika, cepat membesar → 10 cm / jam
Predileksi : anus, menyebar ke bokong, abdomen, paha
Tidak diobati → cacat menetap → pembesaran kaki, lengan & alat kelamin.
AKUT ;
- Demam, hilang bila istirahat & muncul stlh bekerja berat. (Berulang-ulang selama 3-5 hari)
- Lymphadenitis : ketiak & lipat paha.
- Retrograde lymphangitis.
- Filarial abses (KGB → pecah, darah & pus)
- Pembesaran tungkai, lengan, payudara, scrotum (early lymphodema)
II. KRONIS Elephantiasis
Diawali rasa gatal & panas → papul kemudian → lesi
Lesi khas, linear atau berkelok-kelok, menimbul dg diameter 2-3 mm, kemerahan. Panjang bbrp cm, membentuk terowongan. Gatal terutama malam hari. Predileksi : tangan, bokong,
anus, paha & kaki.
DIAGNOSI S cacing (+) or telur (+), pemeriksaan dg cara “scotch tape” Ditempelin selotip
Bentuk lesi khas Larva
(microscopik/tinja)
Adanya tanda2 G/ akut atau kronis.
Pemeriksaan darah jari malam hari (pkl 20.00) → mikrofilaria TATALAKS ANA Mebendazole : 100 mg, dosis tunggal Piperazine citrate : 65 mg/kgBB/hr, maks 2 gr (7 hr) Thiabendazole 25 mg / kgBB /hr Thiabendazole 25 mg/kgBB/hr → 5 hr Albendazole / Mebendazole
Dietilkarbamasin (DEC), dosis 6 mg/kg BB, peroral → tidak boleh ibu hamil/menyusui, anak < 2 tahun & pdrt sakit berat. Pembedahan
Self limited disease (4-8 mg). Obat cacing : tiabendazol,
abendazol dapat topikal atau sistemik
Pencegahan: gunakan alas kaki
SCABIES PEDICULOSIS
DEFINISI Erupsi kulit disebabkan infestasi (krn berkembang biak) & sensitasi (gatal krn secret/pergerakan) oleh kutu Sarcoptes scabiei var hominis
PEDICULOSIS CAPITIS Infestasi & infeksi kulit &
rambut kepala oleh Pediculus humanus capitis.
PEDICULOSIS PUBIS Infestasi & infeksi
rambut di daerah pubis & sekitarnya oleh