• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rangkuman Panca Indera

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Rangkuman Panca Indera"

Copied!
85
0
0

Teks penuh

(1)

RANGKUMAN BLOK

PANCA INDERA

(2)

ANATOMI

MATA

ORBITA Merupakan suatu ruangan bentuk piramid 4 sisi

 Puncak piramid di posterior, pintu/dasar di anterior  Tepi :

- Margo supraorbitalis → os. Frontalis

- Margo lateralis → proc. zygomaticus ossis frontalis dan proc. frontalis ossis zygomatici.

- Margo infraorbitalis → os.zygomaticus dan os.maxilla.

- Margo medialis → crista lacrimalis anterior proc.s frontalis maxillae, crista lacrimalis posterior ossis lacrimalis dan os.frontalis.

 Dinding:

- Atap

- Dinding lateral.

- Lantai

- Dinding medial.

 Pertumbuhan cavum orbitae akan sempurna pada umur 18-20 th.  Volume cavum orbitae: + 30 cc

BASIS (Aditus Orbita)

APEX DINDING LATERAL DINDING MEDIAL

 Merupakan pintu masuk dalam obita.  Dibentuk oleh: - Os. Frontale - Os. Zygomaticus - Os. Maxilla  Terletak di sebelah posterior

 Pada apex terdapat canalis opticus untuk dilalui oleh N. Opticus dan arteri opthalmica.

 Canalis opticus dibentuk oleh:

- corpus sfenoidale

- Ala parva os. Sfenoidale

 Tebal, kanan dan kiri membentuk sudut hampir 90 derajat.

 Dibentuk oleh:

- Os. Zygomaticus( didepan)

- Os. Sfenoidale( di belakang )

- Os. Frontalis ( di blk )

 Terdapat foramen zygomaticofaciale yang dilalui oleh N. Zygomaticus dan vasa kecil cab. Vasa lacrimalis.

 Dibentuk oleh (urutan dari depan ke Belakang ): - Os.maxillare (processus frontalis) - Os. Lacrimale - Os. Ethmoidalis(lamina orbitalis)

- Os. Sfenoidalis.(Sebag. Kecil corpus sfenoidalis )

 Dinding medial orbita membatasi orbita dengan sinus ethmoidalis, sinus sfenoidalis dan cavum nasi.

ATAP DASAR

 dibentuk oleh:

- Os. Frontalis (pars. Orbitalis): di depan.

- Os. Sfenoidale ( ala magna ): di Blk Terdapat sutura sfenofrontalis.

 Membatasi orbita dengan fossa cranii anterior.  Terdapat fossa gladulae Lacrimalis ( pada bagian

antero lateral )

 Dibentuk oleh:

- Os. Zygomaticus ( antero lateral)/Facies orbitalis os.zygomaticus.

- Os. Maxillae ( bag. tengah)/ facies orbitalis os. Maxillae

- Os. Palatini (bag. Blk)/processus orbitalis os. Palatini.  Dasar orbita membatasi orbita dari sinus maxillaris.

 Pada lantai / Dasar orbita terdapat:

(3)

 Antara atap dan dinding medial:

- Foramen ethmoidalis anterior

- Foramen ethmoidalis posterior

 Untuk lewat vasa ethmoidalis anterior dan posterior.

inferior menerus ke depan untuk membentuk canalis infra orbitalis dan berakhir sebagai foram en infra orbitale.

 ORGAN DIDALAM ORBITA

- Peri orbita/ fasia orbitae/ periosteum dinding orbita

- Fascia bulbi/ capsula tenon ( fascia yang mengelilingi bulbus oculi)

- Corpus adiposum orbitae ( jaringan lemak) yang mengisi orbita. 

menjadi bantalan bola mata

- Bulbus oculi = bola mata

- Glandula lacrimalis

- N. opticus

- Otot –otot ekstinsik bola mata dan M. levator palpebrae.

- N. III, N. IV, N. VI dan N. opthalmicus.

ORGANO VISUS BULBUS OCULI

 Terdiri dari:

- Lapis Luar/Fibrosa terdiri dari Sclera dan Cornea.

- Lapis Tengah/vasculer = UVEA terdiri dari:  Choroid

 Corpus ciliare  Iris

- Lapis Dalam terdiri dari Retina (Lapisan epitel berpigmen)

MEDIA REFRAKTER dari depan ke belakang adalah:

CORNEA SCLERA CHOROIDEA

 Cornea pd org hidup jernih, pd org yg telah meninggal berubah menjadi keruh.

 Merupakan dinding bulbus oculi yg paling keras, sehingga penting untuk mempertahankan bentuk bulbus oculi.

 Choroidea disebut UVEA POSTERIOR.  Lapisan ini sangat tipis dan mengandung banyak pembuluh

(4)

- Cornea - Humor Aquaous - Lensa Crystalina - Corpus Vitreum

 Cornea yang bisa di didonorkan, saat meninggal harus langsung diambil

 Cornea transparan dan avasculer.

 dapat nutrisi dari aquos humor dan limbus

 Batas cornea dan sclera disebut Limbus cornea

 Cahaya yg masuk dalam cornea akan mengalami pembiasan

 Lapisan cornea dari luar ke dalam:

- Epitel ( lanjutan epitel conjuctiva bulbi )

- Membran bowman ( lamina basalis anterior )

- Substansia propria

- Membrana descemet

- Endotel

 Arteri yg memberikan nutrici pada cornea adalah a. Ciliaris anterior ( tdpt pd limbus cornea.

 Cornea juga mendapat nutrici dari humor aquous

 Cornea disarafi oleh N. ciliaris..

 Permukaan luar sclera berwarna ke putih – putihan dan tertutup oleh:

- Conjuctiva bulbi

- Capsula tenon

- jaringan episclera yg banyak mengandung pemb. darah.

 Sclera dipisahkan dari choroidea yang berada disebelah profundanya.

 Didekat limbus cornea, sclera ditembus oleh vasa ciliaris anterior.

 N. Opticus keluar dari bola mata menembus sclera.

 Dekat limbus cornea terdapat saluran yang disebut SINUS VENOSUS SCLERA  Dinding dalam sinus venosus sclera

dibentuk oleh jaringan trabeculair disebut Trabecular meshwork dilalui oleh humor aquos.

 Sclera disarafi oleh N. Ciliaris

darah.

CORPUS CILIARE IRIS RETINA

 Merupakan lanjutan ke depan tunica choroidea dan berakhir pada radix iridis.

 Terdapat tonjolan panjang (prosesus ciliaris) dan tonjolan yang pendek (plica ciliaris)

 Prosesus ciliaris menghasilkan humor aquous.

 Pada proseseus ciliaris terbentang zonula zinii sebagai penggantung lensa critalina.

 Pada corpus ciliare terdapat M. Ciliaris untuk akomodasi.

 Perdarahan : dari a. Ciliaris anterior  Persarafan : Parasimpatis yg

 Merupakan lanjutan corpus ciliare ke depan dan merupakan diafragma yang membagi bola mata menjadi segmen anterior dan segmen posterior.

 Iris di bagian tengah membentuk celah yang disebut PUPIL.

 Iris membagi camera Oculi menjadi 2 yaitu

- Camera Oculi Anterior

- Camera Oculi Posterior  Terdapat 2 otot :

- M. Sphincter pupilae ( berjalan circulair )

Bila kontraksi, pupil mengecil disebut Myosis.

Bila relaksasi, pupil melebar disebut

 Merupakan membran saraf yang tipis, halus, tidak berwarna dan transparan.

 Berfungsi sebagai reseptor sinar.  Permukaan luar berhub. dg tunica

choroidea,

 Permukaan dalam berhub. dg membran hyaloidea ( pembungkus corpus vitreum )

 OPTIC DISC/DISKUS OPTICUS/ BLIND SPOT/ BINTIK BUTA

- Optic disc adalah titik di retina untuk keluarnya N.opticus.

- Tidak sensitif terhadap sinar 

tdk bs menangkap sinar

(5)

berasal dari N. III.

 Ora Serrata → batas dari retina

Midriasis

- M. Dilataor pupilae ( berjalan radiar ) Bila kontraksi, pupil dilatasi ( midriasis )

 Fungsi pupil untuk mengatur jumlah sinar yang masuk ke mata.

centralis retina

- dikelilingi oleh suatu peninggian yang disebut Papilla Nervi Optici. Daerah ini tidak mengandung fotoreseptor sehingga tidak dapat untuk melihat.

FOVEA SENTRALIS MACULA LUTEA

 Merupakan cekungan sebesar pangkal jarum yang terletak tepat ditengah retina.

 terdapat banyak sel kerucut, mempunyai ketajaman lebih besar dari pada sel batang

 merupakan bagian retina yang untuk melihat secara tajam.

 Adalah daerah sekitar fovea centralis yang memiliki ketajaman cukup besar  mempunyai konsentrasi sel kerucut yang

tinggi tetapi ketajaman macula lutea lebih rendah dari fovea centralis karena adanya sel – sel ganglion dan bipolar pada macula lutea.  ORGANO VISUS ACCESORIA - Otot-otot bola mata - Palpebrae - Apparatus Lacrimalis

PALPEBRA GLANDULA LACLIMALIS ALAT PENGGERAK BOLA

MATA  merupakan penutup aditus orbita dan juga

merupakan pelindung bola mata .  terdiri dari bebrapa lapis yaitu:

- Cutis

- Subcutis

- Otot

- Lapisan submusculer

- lapisan fibrous (Tarsus)

- Tarsus :merupakan kerangka palpebra.  Otot-otot pada palpebra adalah

- M.Orbicularis Oculi: berfungsi menutup fissura palpebra (menutup mata) dan memeras sacus lacrimalis.

- M.Levator palpebra: berfungsi membuka palpebra.

- M.Tarsalis : berfungsi membuka palpebra  CONJUNGTIVA

- Merupakan lapisan terdalam dari palpebra,

- kearah bola mata menerus dan berhubungan dengan cornea.

- Conjunctiva berupa mucosa tipis transparan.

- Conjuctiva papebra: melapisi bag.dalam

 Lacrima(air mata) dibentuk supaya melindungi cornea dari kekeringan dan untuk membersihkan cornea.

 GL.Lacrimalis ini terletak pada sudut atas lateral cavum orbita.

 Pengaliran air mata dari glandula lacrimalis setelah membasahi cornea akan mengalir ke punctum lacrimalis – canaliculi lacrimalis – saccus lacrimalis – ductus nasolacrimalis – meatus nasi inferior.

 Terdiri dari otot-otot ekstrinsik bola mata yaitu: - M.Rectus Superior disarafi N.III - M.Rectus Medialis disarafi N.III - M.Rectus Inferior disarafi N.III - M.Rectus Lateral disarafi N .VI - M..Obliquus Superior disarafi N.IV - M.obliquus Inferior disarafi N.III

(6)

palpebra.

- Conjunctiva bulbi yang melapisi bola mata.

- Conjuctiva Fornicis: peralihan antara C.Palpebra dan C.Bulbi.

- Conjuctiva di sarafi oleh N.V (Trigeminus)

- Pada tepi bebas palpebra ada cilia (bulu mata).

CAIRAN MATA AQUOUS HUMOR VITREUS HUMOR

 cairan yang rungga mata bagian depan (COA), dihasilkan o/ procc. Siliaris, masuk COP  melalui sudut  kembali lagi ke COA  cannalis schlemm  v. siliaris anterior.

 cairan bening kental spt agar2, antara lensa dan retina, 80 % dari bulbus oCuli, sehingga bola mata tidak kempes. PERSYARAFAN BOLA MATA  N.Abduscent  N.Trochlearis  N.Occulomotorius  N.Opthalmicus

N.opthalmicus didekat fissura orbitalis superior akan bercabang menjadi;

- N.lacrimalis - N.Frontalis - N.Nasociliaris

TELINGA (AURIS)

TELINGA LUAR (AURIS EKSTERNA)

AURICULA AURIS (DAUN TELINGA) MEATUS ACUSTICUS EXTERNUS (LIANG TELINGA)

MEMBRANA TYMPANI  Cartilago elastik

 Inervasi cab. N.auriculotemporalis, dan N.vagus

 Vaskularisasi : A.temporalis superficialis & A.auricularis posterior  Otot extrinsik : mm auricularis anterior

dan posterior → N. facialis

 Tragus: dikena pd pemeriksaan THT nyeri/tidak

 Lobules auriculae: tidak ada tulang rawan

 Persyarafan:

- Superior anterior, cabang n. mandibularis  n. auriculotemporalis

- Superior posterior  n. occipitalis

 Terletak pada Os.zygomaticus

 Glandula ceruminosa untuk mengeluarkan cerumen  spt kel. Keringat sekretnya untuk menangkap debu-debu

 Fungsi : Proteksi dan memperbesar tekanan gelombang suara

 Terbagi

- Batas antara pars cartilaginea dgn pars osseus (menyempit)

- Di dekat ujung medialnya/ istmus

 Gendang telinga

 Merubah energi akustik menjadi energi mekanik

 Bulat , diameter 1 cm

 Batas antara meatus acusticus externus dan cavum tympani

 Lateral : epidermis,

 Medial : mukosa diantaranya lap.fibrosa

 Lap.fibrosa pars tensa melekat lamina tympanica ossis temporalis,

 pars flaccida (anterosuperior) lebih tipis.

 Dataran lateral:

- menghadap ke liang telinga

(7)

minor cabang dr n. spinalis (c2) - Inferior anterior dan posterior  n.

auriculon magnus

- Yang lebih dalam: n. facialis, n. vagus

- ditengahnya tdp umbo  Dataran medial:

- menghadap ke cavum tympani

- melekat manubrium & processus lateralis mallei

 Cone of light:

- Kanan di jam 5

- Kiri di jam 7  Inervasi :

- Dat. Lateral : cabang N.auriculotemporalis & cabang N.vagus.

- Dat. Medial : cabang N.glossopharyngeus

 Vascularisasi :

- dat. Lateral : r. auricularis profundus (A. maxillaris).

- Dat. Medial : A. tympanica posterior (A. styloidea) & A. tympanica anterior (A. maxillaris)

TELINGA TENGAH (AURIS MEDIA)

CAVUM TYMPANI OSSICULA AUDITIVA (TULANG PENDENGARAN)

OTOT-OTOT CHORDA TYMPANI TUBA EUSTHACII / TUBA AUDITIVA  Berisi : ossicula

auditiva, otot-otot dan chorda tympani  Berhubungan dengan - Cellulae mastoideae dan Antrum mastoideum mell. Aditus ad antrum - Nasopharynx mell. Tuba auditiva

 Terdiri dari (lateral ke medial)

1. Os. Malleus (landasan)

2. Os. Incus (martil) 3. Os. Stapes (sanggurdi)  Dibungkus oleh membrana mukosa cavum tympani  Fungsi :  M. Tensor Tympani - Tuba auditiva (origo) → manubrium mallei (insersio) - Inervasi : n. Tensoris tympani (n. Mandibularis)  M. Stapedius - Dinding posterior (origo) cavum  Cabang N. Facialis  Masuk cavum tympani

mell. Antara manubrium mallei dgn crus longum incudis  Meninggalkan cavum

tympani mell. fissura petrotympani  Mempersyarafi: - 2/3 anterior lidah - Gld. Parotis,  Tuba auditiva / tuba pharyngotympan ica  Bermuara ke nasopharynx  Terdiri dari : 1. Pars osseae 2. Pars cartilagenia

(8)

(tuba eustachii) menghantarkan getaran dari membrana tympani  Manubrium malei berhubungan lsg dgn mem. tympani tympani → collum stapedis (insersio) - Inervasi : n. Stapedius submandibularis sublingualis TELINGA DALAM (AURIS INTERNA) LABYRINTHUS OSSEUS

CANALES SEMICIRCULARES VESTIBULUM COCHLEA

 Terdiri 3 canalis circularis

- Anterior

- Posterior

- Lateral

 Bagian tengah labyrinthus osseus  Berisi :

- Utriculus

- Sacculus

 Rumah Siput

 tabung spiral 2,5 lingkaran

 N. cochlearis dan ganglion spirale  Terdiri dari

- Ductus cochlearis (scala media)

 Mengandung Organ of Corti

- Scala vestibule

 Berakhir di oval window

- Scala tympani

(9)
(10)

• antikoagulan 5 hidroksi triptamin. Toxin • Nyeri, Eritema • Perdarahan • Nekrosis • Kematian (-) Gejala klinis

PARASITOLOGI

ARTROPODA PENYEBAB ALERGI DAN REAKSI TOKSIK

KONTAK SENGATAN GIGITAN

1. Alergi yang disebabkan kupu-kupu  Kelas: Insecta

 Ordo: Lepidoptera

 Metamorfosis sempurna  karena dari stadium muda sampai dewasa bentuknya berubah dan khasnya ada puppa

 Ada 2 golongan :

- Butterfly

- Moth

 Mpy sayap 2 pasang, yang bersisik tebal  Tipe mulut :

- Dewasa (kupu-kupu)  mengisap (siphoning)

- larva (ulat bulu)  menggigit

KUPU-KUPU SIANG KUPU-KUPU MALAM Badan langsing

Sayap warna-warni Warna lebih terang Antena tidak

bercabang

Badan gemuk

Warna sayap lebih gelap

Sisik sayap kasar Antena

bercabang-cabang

 PATOLOGI DAN GEJALA KLINIS

Erusisme (caterpillar dermatitis)

1. Lebah

 Ordo Hymenoptera

 Famili : Apidae, Vespidae, dan Bombidae  Tubuh terdiri dari kepala, toraks dan

abdomen

 Mempunyai pinggang (pedisel)  Tipe mulut : menggigit dan menjilat  Bentuk badan :

- gemuk (Bombidae)

- langsing (Vespidae)

 Tanda khas: sayap depan dan belakang tipis (membranosa)

 Alat penyengat di ujung abdomen  Toksin : - apamin - melitin - histamin - asetilkolon - 5-hidroksitriptamin - enzim - substansi protein.  PENGOBATAN

- Sengat yg tertinggal dibuang, dibersihkan, jangan ditekan.  Spy toxin tdk mnybr

- Pasang turniket dan tinggikan bag proksimal ekstremitas yg disengat.

- Kompres es

- AH lokal, analgetik oral, dan anastetikum

1. Kelabang  Kelas : Chilopoda  Genus: Scolopendra

 Spesies: S. subspinipes

 Ukuran : 2 -25 cm

 Bentuk tubuh : panjang, pipih dorsoventral, beruas banyak

 Sepasang kaki pada tiap ruas  Antena 1 pasang

 Habitat : dibawah batu dan kayu

 Makanan : insekta dan binatang kecil lainnya  Metamorfosis : tidak sempurna

 Tanda Khas : kuku beracun (poison claw) pd ruas pertama badan

 Pengobatan:

- Kompres es.

- Obat : Kortikosteroid dan AH

- Antiracun

2. Laba – Laba  Kelas : Arachnida  Ordo : Aranea

 Genus: Latrodectus, Loxosceles

 Cth spesies: Latrodectus mactans,

Loxosceles laeta  Metamorfosis tdk sempurna  Ovivar Anafilaktogeni k Hemolitik Neurotoksik Antigenik sitolitik

(11)

reaksi berbeda untuk tiap individu  tgt imunitas

manifestasi klinik :

- urtikaria, nyeri, gatal dan panas akibat toksin dari bulu ulat merusak sel tubuh sehingga tubuh mengeluarkan

histamin, serotonin, dan heparin.

- toksin (anti koagulan)  perdarahan

kulit (grid like pattern)

- pembengkakan kelenjar limfe berlangsung 24 jam – 5 hari

Contoh :

- Megalopyge opercularis (Amerika)

- Anaphe infracta (Eropa)

- Parasa hilarata (Asia) Lepidopterisme Contoh :- Hylesia spp

Diagnosis

- Gejala klinis

- Riw. Kontak dengan ulat bulu atau kupu-kupu

Pengobatan

- Jangan digaruk  mencegah penyebaran

- Lesi direndam dalam air dingin 

menyebabkan vasokonstriksi shg mengurangi penyebaran

- Obat : analgetik, kortikosteroid, antihistamin

- Topikal, oral atau parenteral Pencegahan : menghindari kontak Pemberantasan : insektisida

2. Alergi yang disebabkan tungau 

udh di respi

3. Kumbang lepuh (Blister beetle)  Kelas: Insecta

 Ordo: Lepidoptera  Contoh:

- Lytta vesicatoria (Meksiko)

lokal scr infiltrasi.

- Penanggulangan syok : adrenalin, kortikosteroid, dan AH.

 PENCEGAHAN

- menghindari paparan

- tidak menggunakan pakaian yang berwarna terang/ mencolok

- menghindari pemakaian wewangian yang manis  Pemberantasan : insektisida 2. Kalajengking  Kelas : Arachnida  Ordo : Scorpionida  Famili: Buthidae

 Genus : CentruroidesButhus

 Spesies C.suffussus, B. occitanus

 Aktif malam hari  Vivipar

 Ukuran : 7 – 10 cm

 Tubuh tdr sefalotoraks, pre dan post abdomen

 Kaki 4 pasang dg pedipalp 1 pasang (alat sapit)

 Mempunyai pecten dan telson(alat penyegat  ruas trakhir abdomen)

 Toksin :

- toksalbumin (neurotoksin dan hematoksin)

 Hemotoksin : perdarahan dan nekrosis

 Neurotoksin : rasa nyeri dan pedih yg menjalar ke bagian sekitar pada daerah sengatan.

 Kematian : karena keracunan sistemik (syok dan paralisis pernapasan)

 Pengobatan:

- Kompres es pada tempat sengatan.

- Obat : Kortikosteroid dan AH

 Tubuh tdr sefalotoraks dan abdomen yg dihubungkan oleh pedisel

 Kaki 4 pasang

 Laba-laba ♂ mati setelah kopulasi  Makan insekta dan binatang kecil  Sifat toksin :

- Araknidisme nekrotik

- Araknidisme sistemik  Indonesia belum ada laporan

 Tanda khas: sepasang chelicera (alat pelepas racun) pada sefalotoraks (dikeluarkan mll mulut)

Latrodectus mactans

 Eropa, Australia, Selandia Baru, Afrika, USA, Timur Tengah dan Vietnam.

 Ukuran: 13mm♀, 6 mm ♂

 ♀ yg menggigit, warna hitam, ada gambaran hour glass merah pada bagian ventral abdomen.

 ♂ada garis median merah dan 3 garis transversal putih pada bagian dorsal abdomen.

 Toksin : Neurotoksik thdp srf perifer (rasa nyeri yg hebat, menjalar ke dada dan perut ≈ akut abdomen).

 Tmpt gigitan : timbul benjolan merah biru, dikelilingi lingkaran putih.

 Araknidisme sistemik

 Kematian : syok dan paralisis pernapasan (18 – 36 jam)  Tanda patognomonik : - target lesion - nyeri hebat - spasme otot  Pengobatan - Kompres Es. - Penanganan luka

- Obat = Opioid dan benzodiazepin Efektif : parenteral opioid dan anti

(12)

- Paederus sabaeus (Indonesia)  tomcat Kumbang mengandung kataridin (bersifat

diuretic) ↓

Kontak dengan kulit kena secret ↓

Lepuh blister  vesikel/bula  GEJALA KLINIS:

- Kemerahan dalam 24 jam

- Jika digaruk lesi akan melebar dan membentuk seperti garis lurus searah alur garukan (dermatitis linearis)

- Muncul vesikel

- Tiga hari kemudian membesar, berubah warna, pecah dan berair

 PENGOBATAN

- Jangan memegang langsung - Jangan digaruk

- Lesi dicuci dengan air dan sabun

- Obat : analgetik, kortikosteroid, antihistamin

- Antiracun

 Pemberantasan: insektisida

racun,

terutama untuk: anak-anak, usia lanjut, reaksi hipertensi, acut respiratory distress

Loxosceles laeta  Benua Amerika

 Ukuran : 8 – 15 mm

 Warna : Kuning – tengguli tua

 Araknidisme nekrotik. (tmpt gigitan : edema, nyerinekrosis  ulcus)

 kematian terjadi karena gagal jantung Tarantula

Lycosa tarantula

 Gigitan : rasa nyeri setempat dan tidak berbahaya

 Pengobatan

- Kompres es.

- Obat : Kortikosteroid dan AH

- Antiracun

3. Solenopsis geminate  semut api  Kelas = insecta

 Ordo = hymenoptera

 Menimbulkan vesikel dan pustul dibagian badan yang disengat

4. Cimex (Kutu busuk)  Kelas = insecta

 Ordo = hemiptera  Spesies =

- Cimex hemipterus (Ind)

- Cimex lectularis (Eropa)  Gigitan = dermatitis

5. Sengkenit (ticks)  Ordo : Acarina

 Dibagi:

 2 famili : ixodidae (sengkenit keras) argasidae (sengkenit lunak)  Morfologi :

(13)

- Mulut: ada hipostoma dan kelisera yang bergigi

- Tubuh: terdiri atas kapitulum

- Abdomen: berupa kantong - Kaki: dewasa = 4 pasang,

larva dan nimfa = 3 pasang  Metamorfosis tidak sempurna

 Sebagai ektoparasit

 Sengkenit jantan mati setelah kopulasi

 Sengkenit betina bertelur ditanah kemudian mati

 Makan : darah hospes  Patologi dan Gejala klinis

- saat menghisap darah hospes  toksin yang masuk bersama ludah  tick paralisis (paralisis motorik)  kena otot pernapasan  kematian.

- Gigitan  trauma mekanis berupa luka yang mudah meradang (t.u jika kapitulumnya tertinggal pada waktu sengkenit lepas)

SCABIES (Ektoparasit)

DEMODECOSIS

 Nama lain: kudis, gudig, budug

 Paling banyak di panti asuhan, pondok pesantren, panti jompo, penjara

 Sangat mudah menular dengan kontak langsung, terutama pada daerah yang padat dan kumuh

 Sangat jarang

 Beratnya manifest berkaitan dengan usia, krn berkaitan dengan imun respon. Makin tua makin berpotensi

(14)

ETIOLOG

I

Sarcoptes scabiei var hominis

 Family Sarcoptidae , ordo Acari, Class Arachnida  Bulat, kaki 4 pasang (2psg

depan 2psg belakang)  Kaki depan diakhiri dengan

“Ambulacra”  berfungsi untuk berpegangan di terowongan

 Betina: kaki 3 dan 4 berakhir dengan rambut  Siklus hidup:

metamorphosis tidak sempurna

- Kurang lebih 1 bulan

- Jantan mati setelah kopulasi

- Setelah kopulasi betina lsng membuat terowongan dan meletakkan telur  menetas larva akan buat terowongan baru

- 1 terowongan 1 parasit

 Habitat: stratum korneum  ektoparasit

Demodex folliculorum  pd folikel rambut  Demodex brevis  pd kelenjar sebacea  Family Demodicidae , ordo Acari , Class Arachnida

 Habitat di folikel rambut

 Badannya panjang

dengan abdomen bergaris  Kaki 4 pasang

 Siklus hidup: metamorphosis tidak lengkap

GEJALA Predileksi: kulit yang mepunyai stratum korneum yang tipis sela jari, pergelangan tangan, ketiak, sekitar umbiilikus, perineum, glutea  Gejala tdk khas hanya gatal, bentol-bentol kecil (papula) tidak merah  Gatal dimalam hari (pruritus nocturna)

 Infeksi sekunder: digaruk sampai lecet  nyeri, pustula

 Pada orang yang immunokompremis  membentuk krusta 

Norwegian scabies

 Hidup di folkel rambut

 Lebih senang didaerah T: kening, pipi, hidung

 Saat di satu folikel sudah banyak, akan mencari folikel lain  Bergerak di malam hari 8-16mm/jam

 Biasanya asimptomatik

 Manifestasi berat: gatal, rontok, recurrent blepharitis (radang palpebral)

DIAGNO SIS

Menemukan sarcoptes  Menemukan demodex

TREATM

ENT

Sulfur: tidak efektif utk telur

- Pakai sambil ditekan-tekan, kl kena air dipakai lagi  Gama benzene: toxic utk <5thn

 Benzil benzoal emulsion  Crotamiton topical cream

 permethrin 5% cream  lebih aman Pencegahan

 baju Kasur harus di bersihkan di siram air panas selama 10 menit: untk memastikan sarcoptes mati

 krim topical yang mengandung sulfur

(15)

PEDICULOSIS (Ektoparasit)

SPESIES Pediculus humanus capitis  Kepala

Pediculus humanus corporis  dibadan tp habitat di serat pakaian  Phthirus pubis  rambut pubis

EPIDEMIOLOG

I

Kutu kepala banyak mengenai usia sekolah 4-11 tahun  Tidak ada perbedaan sex

 Kaya miskin  Bersih/kotor MORFOLOGI DAN HABITAT  Fam : Pediculidae,  ordo : Anoplura

 Class : Insecta  maka tubuh tdd dari kepala thorax abdomen dan mempunyai 3 psg kaki (Mempunyai capit utk berpegangan dengan rambut), tidak bersayapp

P. humanus capitis P. humanus corporis Phthirus pubis

Hidup dirambut manusia

Baju dan tempat tidur Rambut pubis, bulu mata, janggut, kumis, ketiak

SIKLUS HIDUP Ektoparasit permanen hanya ikut pd hospes yg masih hidup. Hospes meninggal akan pindah ke hospes baru dalam 10 hari tidak ada hospes akan mati

 Metamorphosis tidak lengkap

 Telur diletakkan dgn perekat/semen pd rambut PATHOGENESI

S DAN GEJALA

Telur: diletakkan didasar dekat akar atau pangkal rambut  1 betina bisa meletakan 5-6/hari jd sekitar 50-100 selama hidup  Telur menetas setelah 7-10 hari

P. humanus capitis P. humanus corporis Phthirus pubis

 Asimptomatik hny Gatal, papula

 Gatal kl menghisap darah atau sensitive thd tinja

 Sekunder infeksi  digaruk, lecet  nyeri  rambut jd lengket  plica palonica  harus dibotakin

 Gatal, pruritus

 Vector epidemic tipus, trench fever, louse borne relapsing fever

 Gatal, pruritus diarea pubis

 Telur di bulu mata mengganggu pengelihatan

DIAGNOSIS Menemukan telur/nits, nymph, atau dewasa  Pake sisir

TREATMENT Sisir dan manual

 Insektisida: shampoo/lotion, bs digunakan berulang setelah 10-14 hari  Potong rambut jk perlu

(16)

 Disebabkan oleh lalat yang meletakkan telur pd tubuh manusia  Larva dapat hidup dari sampah ataupun jaringan hidup

 Banyak di peternakan  Zoonosis

SIKLUS HIDUP Metamorphosis sempurna

 Punya sayap 2 dan kaki 3 pasang

KLASIFIKASI Specific myiasis (obligatory) Semi specific myiasis (facultative) Accidental myiasis Larva makan dari jar. Manusia atau

hewan

Menaruh telur Termakan telur  Bersdasarkan organ: - Kulit / subkutan - Nasopharynx myasis - Intestinal myasis - Urogenital myasis - Ocular myasis GEJALA  Gatal  Pus  Abses/papula DIAGNOSIS  Menemukan larva  Diagnosis spesises:

- Identifikasi spirakel posterior  alat pernafasan larva

- Memelihara setelah dws di lihat

TREATMENT  Mengeluarkan larva

 Intestinal myasis: laxative

FORENSIC

ENTOMOLOGY  Menentukan waktu kematian dari mayat yg ditemukan berdasarkan umur lalat

MIKROBIOLOGI

INFEKSI PADA MATA

MEKANISME

(17)

MATA - Makanya kalau air mata kering tidak terdapat proteksi tsb  Epitel kornea  kalau tergores bakteri mudah masuk

 Flora normal ocular 

 Disubmukosal terdapat jaringan limfoid  mucosal associated lymphoid tissue (MALT) INFEKSI PADA

PALPEBRA

Staphylococcus aureus dpt menyebabkan infeksi:

- Blepharitis

- Hordeolum/chalazion

KONJUNGTIVITIS

ADENOVIRUS COXSACKIE VIRUS Chlamydia PSEUDOMONAS AERUGINOSA

 Memproduksi protein yang menghambat efek sel T

sitotoksik dan

menghambat TNF-alfa  Pathogenesis replikasi pd

sel epitel sal nafas, mata, sal cerna dan hepar

 Efek pd sel 

Citopathogenic effect (CPE)  Infeksi mata: - Pharyngoconjunctival fever (swimming pool conjunctivitis)  tipe 3 dan 7 - Epidemic keratokonjungtivitis:  Terjadi pada org

dws  tipe 8,19,37  Sgt menular virus tahan sp 2 mg di handuk  Lebih tahan pd kekeringan  Grup a: - Herpangina (vesicular pharyngitis)

- Hand foot and mouth disease

- Acut hemorrhagic conjunctivitis 

mata nya sangat merah dan seperti ada perdarahan subkonjungtiva  Pathogenesis &

patologi: virus dapat diisolasi dari darah, dan tenggorokan  Lab: - Sampel swab conjunctiva - Serologi  Ab netralisasi - PCR  Tdk ada antiviral, terapi simtomatis

 Bakteri Gram (-)  tp sulit dilakukan pewarnaan gram karena dinding sel tdk kuat mengikat zat warna

 tdk mampu memproduksi enersi untuk metabolisme, tdk dapat mensintesa ATP 

parasit intrasel obligat atau parasit enersi

 tidak mampu hidup diluar sel

 Menyebabkan penyakit trachoma 

penyebab utama kebutaan di Negara miskin

 Mempunyai 2 btk  mempunyai DNA dan RNA

- Elementary body:

 Bentuk extrasel dr chlamydia  Infeksius  Metabolism tdk aktif - Reticulate body  Bentuk intrasel  Non infeksius  Metabolism sgt aktif  Siklus

EB menginfeksi  masuk intrasel 

berubah menjadi RB  RB melakukan pembelah sel (biner)  RB membentuk badan inklusi  dlm badan inklusi RB ada yg berubah mjd EB dan akan keluar lalu menginfeksi sel berikutnya

 Dilakukan pewarnaan GIEMSA:

- Bahan pemeriksaan: kerokan sel konjugtiva  karena intrasel

- Terlihat: badan inklusi  kumpulan EB&RB yang sudah matang

 Morfologi: batang, Gram (-), gerak (+)

 Kultur:

- Membentuk pigmen yang larut pd medianya 

pyocanin, pyoverdin, pyorubin, pyomelanin

- Tumbuh pd media sederhana, dpt tumbuh pd air biasa  Umumnya multiresisten antibiotic 

shg terapi sulit

 Metabolit yg dpt menyebabkan kerusakan jaringan yg berat

- Toxin, Pospolipase , Protease, Exo enzim, Leucocidin

- Gram (-) mempunyai endotoxin

 Pathogenesis:

- Bersifat infasif dan toksigenik

- 3 tahap: kolonisasi  invasi local  penyebaran sistemik  Infeksi sekunder yang disebabkan

pseudomonas tdk membutuhkan wkt lama untuk tjd endophtalmitis  Factor virulensi:

- Pyocyanin menyebabkan infeksi yang berat

- Eksotoxin  menghambat sinspro pd sel target

 Diagnosis:

- Pus pewarnaan gram tdk dpt membedakan dengan

(18)

 Sensitive thd tetrasiklin & eritromisin 

DOC

 Respon imun utama: respon imun seluler

 menyebabkan tbtknya folikel pd konjungtva  apbl tjd penyembuhan tbtk sikatrik  akan tjd enteropin  bulu mata menggores permukaan kornea, flora normal menginvasi bisa tjd keratitis  bs tjd kebutaan

 Paratrachoma  dr tipe D-K penyebaran dr genital. Discharge mukopurulen dan tdk menyebabkan kebutaan

 Ophtalmia neonatorum  disebabkan oleh tipe D-K

 Penisilin dan chloramphenicol 

chlamydiostatic

bakteri gram (-) lain

- Pernah trauma/terkena percikan air

(19)

1. Tahap Spesifikasi (m asa embryonal, 0-60

hari): Organogenesis

2. M orfogenesis (m asa fetal aw al, 60 hari-5 bulan):

Histogenesis

Maksudnya adalah pem bentukan sistem kulit yang sem purna,

m isal pada epiderm is terjadi stratifikasi epiderm is, pembentukan adnexa-adnexa, di

derm is terjadi vaskularisasi, pembentukan saraf, dll.

3. Diferensiasi (m asa fetal akhir, 5-9 bulan)

KULIT

EMBRIOGENESIS, ANATOMI DAN FUNGSI KULIT

DEFINISI Pembungkus terluar tubuh

 Paling luas (1,5-1,75m2)  Paling berat (15%BB)  Bervariasi

 Tebal 1-2mm, pd Telapak 6mm dan penis 0,5 lebih tebal  Banyak fungsi

 Banyak serabut syaraf

 Sebagai indicator psikis dan fisik EMBRIOGENE

SIS

 Maka saat hamil tidak boleh menggunakan produk krim kulit, cat rambut. Hanya boleh yang herbal asli

EPIDERMIS DERMIS

Tersusun dari sel keratosit/sel skuamosa 

menjadi ectoderm  akan berubah menjadi kulit, rambut dan kuku

Janin 4 mg: 1 lapis sel tidak berdiferensiasi, diferensiasi pd usia 5 bulan

Janin 3 bulan: ada invaginasi epidermis pertumbuhan ke bawah  menandakan adneksa terbentuk

(20)

 Ektoderm embrio pada awalnya hanyalah selapis kuboid akan bertahap terus sehingga menjadi bbrp sel

 Pada usia 5 minggu ektoderm akan menjadi dua lapis sel: periderm yang mempunyai mikrovilli di permukaannya dan sel basal kuboid yang aktif membelah

 Pada usia 2 bulan epidermis akan menjadi 3 lapis sel dengan adanya lapisan intermediate diantara periderm dan lapisan basal.

 Pada usia 4 bulan epidermis sudah menjadi epitel squamosa yang terdiri dari beberapa lapis sel:

- Stratum germinativum (basale)

- Stratum spinosum - Stratum granulosum - Stratum lusidum - Stratum korneum  Yang mempunyai

lapisan lengkap hanya telapak tangan

dan kaki, sedangkan yang lain tidak

mengandung lucidum  Stratum basale

mengalami mitosis terus menerus sampai ke atas menggantikan sel yg plg atas pd wkt 21-35hari. Keratin akan mengelupas

 Protein di epidermis: (penting utk pertumbuhan)

- Perlekatan str. germinativum dengan lamina basalis dibentuk oleh protein ekstraseluler fibronektin, laminin, kolagen tipe I dan IV.

- Untuk ikatan adhesi antar epitel squamosal yang kuat, diperlukan protein membran sel integrin.

- Diferensiasi str. germinativum ternyata diawali oleh perusakan protein ekstraseluler dan protein integrin.

- Antar sel pada str. korneum direkatkan oleh protein kaya histidin, yaitu filaggrin

Sel yang menginvasi masuk ke lapisan epidermis Melanosit: Melanoblast

berasal dari neural crest

yang bermigrasi ke

epidermis pada kehamilan

Sel Langerhans: Sel ini berasal dari stem sel di sumsum tulang belakang. Sel Langerhans sudah

 Demis ekstremitas dan tubuh bagian depan dibentuk dari mesoderm lateral

 Dermis bagian belakang tubuh dibentuk oleh dermomiotom mesoderm paraxial

 Pada dermis embrionik (6-10 minggu), masih didominasi sel, bukan matriks serta belum dapat dibedakan dengan lapisan subkutan. Pada minggu ke 11, sel-sel mesenkim akan membentuk matriks ekstraseluler. Kemudian dibentuk dermal ridges, yaitu tonjolan-tonjolan dari dermis yang masuk ke epidermis

(21)

usia 50 hari. Nantinya melanoblast akan berdiferensiasi menjadi melanosit yang dapat memproduksi granula melanosom. Badan sel melanosit ada pada lapisan basal, sedangkan proseus sitoplasmanya akan menyebar hingga lapisan spinosum, disebut sel dendritik (menyampaikan pigmen melanin smp keatas)

 Orang Indonesia lebih aktif menangkap sinar matahari

 tipe 4 

Suntik vit c  enzim tirosinase menghambat pigmen melanin

dapat ditemui di epidermis pada embrio usia 40 hari. Tugasnya adalah sebagai

Antigen Presenting Cells

dan akan memfragmentasi dan mempresentasikan antigen tersebut pada sel T sehingga dapat muncul sistem imun seluler  Untuk pertahanan tubuh

ADNEKSA

Pembentukan adneksa ini distimulasi oleh mesenkim dermis melalui sinyal EDA (ektodisplasin). RAMBUT KELENJAR SEBASEA KELENJAR KERINGAT

(SUDORIFERA)

KUKU  muncul pada hari ke

75-80 dari usia fetus. Pembentukan rambut dimulai dengan terjadinya proliferasi keratinosit basal (pada epidermis) yang

kemudian membentuk plakoda (penebalan) dan

 Kelenjar yang memproduksi sebum berisi kolesterol dan trigliserida ini terbentuk dari tonjolan epitel folikel rambut, menghasilkan sel-sel lipogenik yang mengakumulasi lipid atau sebum hingga selesai

berdiferensiasi. Kelenjar sebasea ini hanya ada di

 dibentuk di seluruh permukaan tubuh yang dimulai dengan

pembentukan di telapak tangan dan kaki.

Pembentukan kelanjar keringat ini dimulai pada usia kehamilan 3 bulan.  Proses pembentukannya

 merupakan modifikasi epidermis pada ujung jari tangan dan jari kaki. Kuku mulai terbentuk pada minggu ke-10 yang diawali dengan pembentukan primordial kuku. Primordia kuku tersebut merupakan bentuk dari penebalan

(22)

membentuk tonjolan ke dermis tunas rambut (hair bulbs).

Hair bulbs tersebut akan terus berinvaginasi dan meluas ke dermis sehingga menjadi folikel rambut.

 Folikel rambut plg penting untuk

pertumbuhan rambut  Pada janin usia 20

minggu, sudah muncul rambut lanugo (smooth, soft, and less pigmented hair) yang kemudian akan diganti dengan rambut dewasa (coarse) setelah lahir.

 Fase:

Rontok  istirahat 

peralihan

daerah kulit tipis (tidak ada kelenjar sebasea pada telapak tangan, jari, dan telapak kaki)  Vernix caseosa, yaitu sebum

yang bercampur dengan periderm yang mengalami deskuamasi. Vernix caseosa ini dibutuhkan untuk proteksi selama pertumbuhan embrio

 hny pd saat kandunga  Berperan pd penyakit acne dan

jamur

diawali dengan

terbentuknya tonjolan (bud) pada epidermis yang kemudian akan tumbuh memanjang ke jaringan mesenkim yang berada pada lapisan dermis sehingga terbentuk duktus primordia

 Bagian yang melekuk-melekuk tersebut akan membentuk bagian sekret atau pars

secretor kelenjar dan bagian mioepitelial. Bagian-bagian tersebut akan berfungsi setelah lahir

epidermis di ujung dorsal jari; daerah tersebut disebut dengan nail field.

 Lempeng kuku yang sudah terbentuk akan tumbuh terus ke bagian distal dan akhirnya menutupi seluruh bagian nail field pada bulan ke 5.

 Pada mulanya, lempeng kuku tersebut ditutupi oleh lapisan epidemis

superfisial eponikhium, namun akhirnya lapisan terdegenerasi dan kuku dapat terlihat Bagian distal epidermis yang tidak tertutupi kuku disebut sebagai hiponikhium. 

FUNGSI KULIT Fungsi proteksi : Kulit menjaga bagian dalam tubuh terhadap gangguan fisis atau mekanis. Hal ini terjadi karena adanya bantalan lemak, tebalnya lapisan kulit dan serabut jaringan penunjang yang berperan sebagai pelindung terhadap gangguan fisis.

Fungsi absorbsi : Kulit yang sehat tidak mudah menyerap air, larutan dan benda padat, tapi cairan yang mudah menguap lebih mudah diserap. Permeabilitas kulit terhadap O2, CO2 dan uap air memungkinkan kulit ikut mengambil bagian pada fungsi respirasi.

Fungsi ekskresi : Kelenjar kulit mengeluarkan zat-zat yang tidak berguna lagi atau sisa metabolisme dalam tubuh  Fungsi pembtkan pigmen : Sel pembtk pigmen/melanosit terletak di lapisan basal dan sel ini berasal dari rigi saraf.  Fungsi keratinisasi: Proses berlangsung 14-21 hari sebagai perlindungan terhadap infeksi secara mekanis fisiologik  Fungsi pembtkan vit D: Dengan mengubah 7-dihidroksi kolesterol dengan bantuan sinar matahari.

EFLORESENSI

DEFINISI Kelainan kulit yang dapat dilihat dengan mata telanjang (secara obyektif), dan bila perlu dapat diperiksa dengan perabaan KONFIGU

RASI LESI

Diskret : tersebar satu- satu/ terpisah dari yang lain  Unilateral: mengenai sebelah badan

 Universalis: mengenai hampir seluruh tubuh, masih ada jaringan normal min 10%  Generalisata : tersebar hampir seluruh tubuh (90-100%)

(23)

 Herpetiformis : vesikel berkelompok spt pd herpes zoster  Anuler/ Sirsinar : seperti lingkaran

 Linier, arkuata : seperti garis lurus  Arsiner : seperti bulan sabit

 Serpiginosa : proses menjalar ke satu jurusan diikutipenyembuhan pd bagian yg ditinggalkan  Konfluens : dua atau lebih lesi yang menjadi satu

BATAS LESI UKURAN LESI

 Sirkumskripta : Batas tegas  Difus : Batas tidak tegas  Batas tepi meninggi

 Batas tepi aktif

 Milier : sebesar kepala jarum pentul  Lentikuler : sebesar biji jagung

 Numuler : sebesar uang logam 100 rupiah lama PRIMER

Kelainan yang dasarnya dari penyakit itu sendiri

SEKUNDER Sudah bercampur dengan infeksi

MAKULA

 Perubahan warna kulit yang tegas dengan ukuran dan bentuk bervariasi tanpa disertai perubahan konsistensi dan permukaannya

 Makula berukuran < 1 cm, jika > 1 cm : patch  Warna putih atau hitam. Bisa eritema (merah) PAPULA

Penonjolan kulit yang solid dengan diameter < 1 cm dan bagian terbesarnya berada diatas permukaan kulit

PLAQUE (PLAKAT)

 Kelainan kulit seperti papula dgn permukaan datar & diameter > 1 cm

 Plak dapat terjadi karena perluasan suatu papula, tetapi juga dapat karena gabungan dari beberapa papula

NODUL

Penonjolan pada kulit berbatas tegas, letaknya dalam, diameternya > 1 cm

 Berhubungan dengan tumor biasanya URTIKA

Penonjolan kulit dengan batas tegas, timbulnya cepat dan hilangnya juga cepat. Biasanya berwana kemerahan dan pucat di bagian tengah

PAPILOMA

 Penonjolan kulit yang berbentuk seperti jari-jari tangan yang disebabkan karena meningginya papilla dermis dan ditutupi oleh epidermis yang mengalami hiperplasi

 Berjonjot

VESIKEL Penonjolan kulit berbatas tegas, berisi cairan & diameternya < 1 cm

 Bila pecah menjadi Erosi, bila bergabung menjadi

SKUAMA

 Stratum korneum yang terkelupas dan tampak pada permukaan

 Dapat kering/ berminyak, tipis/ tebal, warna putih keabuan kuning coklat

 Termasuk ketombe, di telapak yg suka terkelupas KRUSTA

Bahan cair, eksudat, darah atau serum maupun jaringan nekrotik yang mongering

 Carian tubuh yang mengering EROSI

Defek pada sebagian atau seluruh epidermis tetapi tidak sampai pada membrana basalis, sehingga pada proses penyembuhannya tidak meninggalkan bekas sikatrik

ULKUS

 Defek yang mengenai seluruh epidermis dan melebihi membrana basalis, bahkan mungkin sampai dermis atau subkutis, sehingga pada proses penyembuhannya sering meninggalkan sikatriks

 Bs tjd hipo/hipertrofi EKSKORI

ASI  Hilangnya jaringan sampai dengan stratum papilare FISURA  Retakan kulit/ defek linier yang dapat mulai dari

permukaan sampai lapisan dermis

ATROFI

 Penipisan kulit, baik epidermis maupun dermis.  Kulit yang mengalami atropi tanpak mengkilat, putih,

dengan gambaran permukaan yang hilang, mengkerut & tidak mempunyai adneksa lagi

 Pda orang tua, atau pengguna kortikosteroid yang lama krn kortikosteroid mengakibatkan antimitotic

(24)

Bula

 Biasanya cairan jernih  virus BULA

 Penonjolan kulit berbatas tegas, seperti vesikel dengan ukuran > 1 cm

 Berhubungan dengan autoimun, sjs  Kadang isi darah

PUSTULA

Penonjolan kulit berbatas tegas, diameter < 1 cm, berisi cairan pus/ nanah

 Ada kemerahan disekitarnya

PURPURA

 Perubahan warna kulit menjadi kemerahan yang terjadi karena perdarahan di dalam kulit

 Berdasarkan diameter :

- Petechie : < 1 cm

- Echymosis : > 1 cm

 Tes diaskopi : ditempel dengan object glass 

ditekan masih ada  pecah pembuluh darah  Berhubungan dengan penyakit hipersensitifitas KISTA

 Suatu rongga yang dibatasi oleh epitel dan di dalamnya berisi massa cair atau solid

 Bisa padat bisa lembek

 Harus dilakukan pengangkatan TELEANGIEK

TASIS

 Terjadinya pelebaran pembuluh darah kapiler, venulae, atau arteriole yang nampak pada permukaan kulit

KOMEDO

 Penonjolan kulit karena adanya pelebaran infundibulum folikel rambut yang terisi masa keratin, sebum & mikroorganisme ttt

 Dibagi : Black comedo dan white comedo

S

mengandung jaringan ikat untuk mengganti jaringan yang rusak akibat penyakit atau trauma pada dermis yang lebih dalam

 Prognosis lebih baik dari keloid, keloid melebar SKLEROS

IS

 Mengerasnya kulit yang hanya dapat ditemukan dengan palpasi

 Autoimun LIKENIFI

KASI

 Penebalan kulit yang ditandai dengan penegasan gambaran garis-garis permukaan kulit baik longitudinal maupun transfersal, biasanya disertai hiperpigmentasi.  Proses likenifikasi terjadi sebagai akibat garukan kronis

dan hebat

SINUS  Saluran yang dibatasi oleh epitel dan bermuara pada kulit  Fistula  sudah tidak ada lubangnya lagi

ABSES  Kumpulan pus pada jaringan yang terlokalisir KUNIKUL

US

 Suatu lorong yang terdapat pada stratum korneum atau stratum spinosum, yang biasanya terjadi karena adanya infestasi larva suatu parasit tertentu

 Karna parasite

LEPRA

DEFINISI Lepra adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium leprae, dengan afinitas utama pada saraf perifer, kemudian kulit, serta dapat mengenai organ tubuh lain kecuali Susunan Saraf Pusat (SSP).

 Waktu pembelahan kuman 12-14 hari  Menyerang saraf perifer

 Mediagnosis lepra, ada satu atau lebih:

- makula hipopigmentasi/ eritematosa dengan anestesi

- pembesaran saraf dengan anaestesi

(25)

 MDT: Multi Drug Therapy, terapi kombinasi untuk lepra td dapson, rifampisin dan clofazimin  Untuk mengurangi resistensi  Jarang terjadi pada bayi, karena masa inkubasinya panjang

PATOGENESI S

KLASIFIKASI (WHO)

Pausibasilar (PB) Multibasilar (MB) 1. Lesi kulit (makula, papul, nodus) 1-5 lesi

 hipopigmentasi, eritema distribusi asimetris hilang sensasi jelas

> 5 lesi eritema

distribusi simetris

hilang sensasi tidak jelas 2. Kerusakan saraf (anestesi,

kelemahan otot)

satu cabang saraf  sehingga masih terasa sakit

Banyak cabang  sudah tidak terasa apa-apa

KLASIFIKASI PENDERITA Lepra PB

• tipe I, TT, BT atau tipe I dan T • apus BTA negative

Lepra PB lesi tunggal

• lepra PB dengan lesi hanya 1 • tanpa gangguan saraf

Lepra MB

• tipe BB, BB, BL, LL atau tipe B dan L

• semua tipe degan apus BTA positif GEJALA

KLINIS

Kulit: Bercak/makula hipopigmentasi, eritematosa, papul atau nodus eritematosa: dapat disertai anestesi/hipoestesi  Saraf:

- Pembesaran saraf tepi dengan gangguan sensibilitas kulit yang dipersarafinya.

- Dapat disertai cacat akibat kerusakan saraf tepi, sensorik, otonom maupun motorik

- Saraf otonom: hilangnya kelenjar keringat  kulit kering tp mengkilat

- Sensorik: tdk bs merasa raba halus, suhu, nyeri

 TANDA KARDINAL LEPRA

- lesi kulit (makula hipopigmentasi/ eritematosa, papula, plakat, nodul) disertai anestesi

- Pembesaran saraf disertai tanda-tanda neuritis

- Ditemukan basil tahan asam pada apusan irisan kulit

 Saraf tepi yg terlibat: N. ulnaris

 anestesi ujung jari IV, V bag. Anterior

N. medianus  anestesi

ujung jari I, II, III bag. Anterior N. radialis  anestesi dorsum manus  wrist drop N. poplitea lateralis  anestesi dorsum pedis bagian N. tibialis posterior  anestesi telapak kaki  claw toes N. facialis  lagoftalmus N.auricularis magnus  parestesi daerah mandibula &

(26)

clawing jari IV, V  atrofi hipotenar dan otot interoseus dorsalis I  tidak mampu aduksi ibu jari  clawing jari I,

II, III

 kontraktur jari I

 tak mampu ektensi jari & pergelangan tangan lateral  foot drop daun telinga PEMERIKSAA

N  saraf sensorik- rasa suhu

- rasa raba

- rasa nyeri  saraf otonom

- uji pensil Gunawan: orgnya disuruh berkeringat dulu karena dia tidak akan berkeringat dapat dituliskan dengan mudah tanpa meleber

 saraf motorik

- valuntary muscle testing (VMT) PENGOBATA

N

STANDAR REGIMEN:

- Dapson  tdk boleh defisiensi enzim G6PD akan tjd anemia hemolitik

- Rifampisin - Klofazimin  OBAT BARU : - Fluorokinolon - Minosiklin - Klaritromisin  REGIMEN MDT (WHO) PB MB

 Rifampisin 600 mg/bulan, diawasi  DDS 100 mg/hari, swakelola  Selama 6 regimen

 6-9 bulan

 Rifampisin 600 mg/bulan, diawasi  Klofazimin 300 mg/bulan, diawasi

plus 50 mg/hari, swakelola  DDS 100 mg/hari, swakelola  Selama 12 regimen  12-18 bulan  Harus di control trs REAKSI LEPRA

Timbulnya gejala inflamasi akut pada penderita lepra

Tipe 1: reversal  TT, BT, BB, BL, LL Tipe 2: ENL  BB, BL, LL Nama lain:

- borderline leprosy reaction - tuberculoid reaction

- up-grading reaction

 Merupakan reaksi antigen-antibodi-komplemen 

autoimun rx tipe 3

 Muncul papul dan nodus eritematosa yang nyeri, kadang menyatu menjadi plak

(27)

- reversal reaction

REAKSI REVERSAL

 Merupakan peningkatan sistem imunitas selular  Lesi lama lebih aktif: plak eritematosa, udem,  Dapat disertai neuritis akut

 Dapat muncul lesi baru  Gejala sistemik tidak ada

 Kadang-kadang ada gejala prodromal Prinsip managemen RR:

 MDT diteruskan

 Terapi anti infalamasi yg efektif

- Kortokosteroid: harus di tapering off

- Klofazimin

- Azathioprine

- Siklosporin-A : efek samping kecil, tdk menyebabkan kelainan sistemik

 Analgetik yang adekuat

 Jika tjd neuritis akut harus istirahat

 Pada kasus berat bisa terjadi ulserasi

 Terutama timbul di wajah, tubuh, bagian ekstensor ekstremitas

 Terdapat gejala sistemik dan gejala prodromal  Disertai neuritis

 Prinsip managemen RR

- Hilangkan faktor presipitasi

- MDT diteruskan

- Terapi anti-inflamasi

- Kontrol nyeri dan neuritis

- Jaga jangan terjadi kerusakan mata dan cegah kebutaan

 Obat anti inflamasi

 Tipe 3: lucio  jarang ditemukan CACAT

LEPRA  Derajad 1 (invisible): - anestesia pada tangan dan kaki

- anestesi pada mata  Derajad 2 (visible)

- Ulkus, absorpsi, mutilasi

- clawhand, drophand

- dropfoot

- lagoftalmus, keratitis, kebutaan

- ginekomastia Reaksi Sedang/Berat – Prednisolo n – Klofazimin – Thalidomi Reaksi Ringan – Aspirin – Chloroquin – Indomethaci

(28)

TBC KUTIS

skrofuloderma : paling sering, dikelenjar-kelenjar di coli ataupun axila. Ditemukan dalam jangka wkt yg lama karna tidak menyebabkan gangguan prodromal

verukosa : dari luar

ETIOLOGI Mycobacterium tuberculosis tipe human: 91,5%  Mycobacterium atipis : 8,5%

PEMERIKSAA N

Pemeriksaan lab:  Sediaan mikroskopik

- bahan: pus, jaringan kulit, KGB

- pewrn Ziehl-Neelsen; Kinyoun-Gabett

- bta (+)  kuman merah, dasar biru  Kultur

- media Lowensteins-Jensen, 370C, 8 mgg  Binatang percobaan (Marmot)

- lama pertumbuhan : 2 bulan  Tes biokimia

- Tes Niasin (+)  M. tuberculosis tipe human

 Tes resistensi PATOGENESI

S Penjalaran langsung ke kulit dari organ dibawah kulit : skrofulodermaInokulasi langsung pada kulit sekitar orifisium alat dalam : TB kutis orifisialis  Hematogen : TB kutis miliaris

 Limfogen : lupus vulgaris

 Penjalaran langsung dari mukosa : lupus vulgaris  Langsung ke kulit : TB kutis verukosa

Skrofuloderma TB Kutis Verukosa

 Penjalaran per. kontinuitatum dari organ dibawah kulit, spt: KGB, sendi, tulang

 Seringkali dimulai sebagai limfadenitis tuberkulosis  Port d’entrée

- leher : tonsil atau paru

- aksila : apeks pleura

- inguinal : ekstremitas bawah  Skrofuloderma di leher : - Tonsil KGB submandibula  KGB servikalis profunda - KGB paru  Inguinalis :

 Terjadi secara eksogen  inokulasi langsung pada kulit  Predileksi : tungkai bawah, kaki

 Gambaran klinis:

- lesi bentuk bulan sabit  penjalaran serpiginosa 

sebagian seperti menyembuh pdhl bukan

- lesi : papul lentikular, verukosa, multipel di atas kulit yg eritematosa

 Pengobatan

1. INH (H) : 5-10 mg/kg BB; dosis tunggal 2. Rifampisin (R) : 10 mg/kg BB; dosis tunggal 3. Pirazinamid (Z) : 20-35 mg /kg BB; dosis terbagi

4. Etambutol (E) : 25 mg /kg BB; 2 bln pertama, selanjutnya 15 mg /kg BB; dosis tunggal

(29)

- ekstremitas bawah  KGB inguinalis lateralis & femoralis - kulit di bawah umbilikus & bokong  KGB inguinalis lat.

 Aksila

- ekstremitas atas, dada, punggung  KGB aksila

 GAMBARAN KLINIS

- limfadenitis tanpa radang akut, kecuali tumor

- beberapa kelenjar berkonfluensi  bergabung

- inflamasi  periadenitis, perlunakan tidak serentak

- abses  fistel multipel  ulkus

- abses tidak berwarna kekukingan

- ulkus khas : bentuk tidak teratur, sekitar livide (keabuan)

- dinding bergaung, jaringan granulasi tertutup

- pus seropurulen, krusta kuning

- sikatriks memanjang (skin bridge), tidak teratur

- jembatan kulit  Diagnosis banding

- Hidradenitis supurativa  diinguinal

- LGV diinguinal

 Kombinasi terapi

- R, H (9 bulan) & Z (2 bulan)

- R, H ( 9 bulan & E (2 bulan)

INH bisa menyebabkan: erupsi acneformis  mirip jerawat

DERMATOVIROLOGI

IMUNITAS

TUBUH THD VIRUS

 Adanya barrier fisik & kimia

- Lapisan keratin (kulit intak)  kalau tidak intak menjadi port d entree  Imunitas alamiah

- Interferon (IFN)

- Sel Natural Killer (NK)  Imunitas akuisita (didapat)

- Imunitas humoral (antibodi)

- Imunitas selular (Cellular Mediated Immunity / CMI)

VARICELA HERPES ZOOSTER

 Penyakit yang sangat menular  Sinonim : Cacar air / Chicken Pox  Etiologi : Virus Varisela Zoster  Terutama pada anak-anak < 10 th,  Penularan :

- melalui droplet (sal.pernapasan) = AEROGEN - melalui kontak langsung

 Erupsi vesikuler intraepidermal disebabkan oleh reaktivasi virus varisela zoster laten pada orang yang telah menderita varisela

 Sinonim : cacar ular, dompo

 Respon imun terganggu, >> terjadi pada usia > 40 th  Jarang pada anak anak plg byk varisel

(30)

 Penyebaran : lesi pada tubuh, wajah, kulit kepala & ektremitas bagian proksimal ( sentrifugal )

 ♂ = ♀

PATOGENE SIS

GAMBARA N KLINIS

Keluhan : gatal ringan – berat

 UKK : makula eritema Ø 2 – 3 mm, papul, vesikel (dinding tipis dikelilingi halo eritematosa), pustula, erosi, krusta hipo/hiperpigmentasi (± 2 minggu) polimorf

 Membrana mukosa mulut : orofaring, palatum & tonsil ulserasi (dangkal dan nyeri)

 Telapak tangan & kaki dapat terkena  Pembesaran KGB

 Pada org HIV/dgn imun menurun akan sangat hebat  Perjalanan klinis:

- Masa inkubasi (+ 10-21 hari)  gejala prodomal (+ 2-3 hari)  lesi kulit

- Menular sejak 1-2 hari sebelum timbul erupsi  krusta (5hari)

- Sembuh total biasanya 2minggu

- Prodromal: demam, malaise, mialgia, batuk, nyeri ternggorokan

 Varian klinis  apabila daya tahan tubuh sgt rendah

- Sindroma varisela kongenital

- Varisela neonatal

- Varisela hemoragik

- Varisela bulosa

 inkubasi : 7-12 hari

 prodromal : demam, malese, nyeri otot /tulang, gatal

 timbul lesi vesikel berkelompok, dasar kulit eritematosa dan edema

 unilateral, dermatomal (karna menyerang sensoris)  hiperestesi

 vesikel jernih  keruh; pustul krusta  perdarahan  HZ hemoragik

 infeksi sekunder  ulkus  sikatriks  resolusi 1-2 minggu

 pembesar KGB regional  UKK:

- Makula papula eritematosa (12-24jam)  vesikel diatas dasar kulit eritema(3hari)  pustula (7-10hari)  krusta (menetap 2-3minggu)

 Lokasi & distribusi lesi hampir selalu unilateral, terbatas pada area yg di inervasi oleh ganglion sensorik (dermatomal) 1. Torakal

2. Trigeminal  hati-hati, n. 7 kena harus dirawat 3. Servikal

4. Lumbal 5. Lumbosakral  Varian klinis:

- Penyakit intra okuler

 Adanya vesikel di puncak hidung (tanda Hutchinson)

(31)

 Mengenai N. facialis & auditorius (N VII & N VIII)

 Gejala : nyeri mandibula, faring, laring, telinga, tuli, tinitus, vertigo, nausea, vomitus, nistagmus

 Tanda : lesi di telinga luar, lubang telinga atau membran timpani, paralisis fasialis

- Herpes zoster diseminata  seluruh tubuh

 Kulit : >>> lesi di luar dermatom, lebih berat & luas (bula hemoragik)

 Alat dalam : paru, hati, otak (>> komplikasi) - H Z oftalmikus

 Gangguan pada n. trigeminus cabang I  kelainan pada mata

 Cabang II + III  kelainan pada kulit  Sindrom Ramsay Hunt

KOMPLIKA SI

 Pada anak 2  jarang (infeksi sekunder)  Pada orang dewasa lebih sering

 Ensefalitis, pneumonia, glomerulonefritis, karditis, hepatitis, keratitis, konjungtivitis, otitis, arteritis, purpura

 Ibu hamil  sebaiknya digugurkan

- trimester I : kelainan kongenital

- trimester III : varisela kongenital  kelainan pd kulit

 Infeksi sekunder  Jaringan parut

 Mata : uveitis, keratitis, ulkus korneabuta  Alat dalam : pneumonia, ensefalitis (jarang)

 Neurologis : neuralgia post herpetika ( NPH )  plg sering

- Nyeri menetap & bertahan  30 hari pada dermatom yang terkena setelah erupsi HZ menghilang

- Dapat berlangsung s/d 6 bulan

- Faktor resiko:

 Usia tua (>50-60 tahun)

 Distribusi HZ didaerah trigeminal (t.u oftalmik)  Neuralgia pre herpetik (prodromal)

 Nyeri hebat pada HZ akut (saat erupsi timbul)  HZ berlangsung lama

 Diabetes, imunosupresi, dll

- Nyeri seperti terbakar, menetap, nyeri tajam atau menusuk, hilang timbul

DIAGNOSI S BANDING

 Herpes zoster diseminata  Herpes simpleks diseminata  Impetigo

 Herpes simpleks

 Dermatitis kontak alergi  Pemfigus  Pemfigoid bulosa  Dermatitis herpetiformis DIAGNOSI S  Pemeriksaan klinis

 Tzank test  pemeriksaan khusus virus, akan ditemukan Sel raksasa (datia) berinti banyak: sel yang banyak mengandung virus

 Gambaran klinis

 Tzanck test : sel raksasa (datia berinti banyak)  Kultur

(32)

 Kultur

TATALAKS ANA

 Simtomatik

- analgetik/antipiretik

- antipruritus oral, bedak salisil  Kausatif :

- antivirus : asiklovir 5x400-800 mg/hr

- VZIG (varisela zoster immunoglobuline)  Pencegahan :

- vaksinasi varisela pada bayi < 12 bulan

- vaksinasi ulang setelah 4-6 tahun

- efektivitas ?  belum ada

- Vaksin varisela (Varilrix®)  KI : ibu hamil

- Imunoterapi (Varicella Zoster Immune Globulin / VZIG)  Varisela neonatal  asiklovir i.v.

 Anak ( imunokompetens) self limited

- simtomatik : antihistamin, antipiretik, bedak, antibiotik topikal

 Dewasa ( tanpa komplikasi ) antivirus oral  herpes zoster  Dewasa ( immunocompromised & pneumonia varisela primer )

 asiklovir i.v.

 Pada imunokompeten tanpa komplikasi maks 3 hari I

- Kompres larutan Burowi 1:40, antihistamin & analgetik - Asiklovir oral 5 x 800 mg / hari selama 7 hari

- Valasiklovir 3 x 1000 mg / hari selama 7 hari

- Famsiklovir 3 x 250 mg / hari selama 7 hari  Pada immunocompromised & infeksi diseminata

- Asiklovir i.v, perawatan RS, banyak minum  Simtomatik : analgetik

 Pencegahan NPH : prednison  > 50 th KI (-)

- Untuk mencegah gangguan syaraf  Pengobatan NPH: gabapentin

PROGNOSI S

 Sindroma varisela kongenital & neonatal  berat & fatal  Anak-anak  tanpa komplikasi, infeksi sekunder

 Dewasa  pneumonia varisela berat (Immunocompromised )

VARIOLA VERUKA

 Sinonim : Small pox, cacar

 Etiologi : pox virus  variola mayor & minor

 Infeksi akut, keadaan umum buruk  sangat menular  Monomorf  perifer tubuh (sentripetal)

 Sinonim : kutil, common wart  Lesi intraepidermal

 Etiologi : papovavirus/ papilomavirus menyerang st. korneum

 Semua usia  >> anak-anak/ dewasa muda

 Penyebaran : kontak/ autoinokulasi, penularan tdk langsung  Lebih sering pd org yg kaki/tangan basah atau terlalu sering

menggunakan antiseptik GAMBARA N KLINIS  Inkubasi 10-14 hari  4 stadium : - Prodromal  2-3 hari - Makulopapuler/ erupsi - Vesikopustulosa/ supurasi - Resolusi  2 minggu

- Krustasi  deskrustasi  rekonvalensi

 Bentuk klinis:

- Veruka vulgaris  plg sering

 Papul/ nodul batas tegas, berskuama, warna abu/ coklat/ spt kulit, permukaan verukosa/ ireguler, soliter/ berkelompok

 Lokasi : seluruh tubuh tu ekstremitas ekstensor  Diagnosis banding : keratosis seboroik

(33)

 Bentuk klinis

- Hemoragik

- Varioloid

- Variola Minor

- Veruka filiformis/ digitata  Varian veruka vulgaris

 Berupa penonjolan lunak, tipis spt benang/ bertangkai  Lokasi : wajah (kelopak mata, hidung) leher

 Diagnosis banding : skin tag - Veruka plantaris

 Papul/ nodul/ plakat keratotik, soliter/ multipel, tdk tampak garis kulit, nyeri di lateral lesi

 Lokasi : telapak kaki tekanan  Diagnosis banding : kalus, klavus - Veruka plana

 Papul/ plakat diskret kecoklatan, sedikit menonjol, permukaan licin, rata, multipel

 Lokasi : wajah, lengan

 Diagnosis banding : keratosis seboroik - Veruka akuminata (kondiloma akuminata)

 Vegetasi bertangkai, warna spt daging, permukaan tdk rata/ berjonjot

 Lokasi : lipatan genitalia perianal, vulva, penis  Diagnosis banding : kondiloma lata

KOMPLIKA

SI

Bronkopneumonia, keratitis, panoftalmia, orkitis, osteomielitis, dll.

TATALAKS ANA

 Karantina istirahat

 Obat simtomatik: analgetik, antipiretik  Infeksi sekunder : antibiotika

 Pertimbangkan : isoprenosin, interferon  Pencegahan: vaksinasi

 Bahan keratolitik: As.salisilat 40 %, TCA 80-90%  Bedah

- Elektrokauter dg kuretase

- Bedah beku

- Bedah laser CO2

 Lain2 : podofilin, bleomisin, interferon

ZOONOSIS

OXYURIASIS /

ENTEROBIASIS

CURRENT LARVA FILARIASIS (PENYAKIT KAKI GAJAH)

CREEPING ERUPTION ETIOLOGIEnterobius vermicularis

 Sering mengenai anak usia 5 – 14 tahun.

- Terutama anak yang BAB suka telat

- Anak yang sering ada

 Strongyloides stercoralis

 CARA PENYEBARAN : autoinfeksi, biasanya pd org yang suka tidak menggunakan

Wuchereria bancrofti (filariasis bancrofti) & Brugia malayi & Brugia timori (filariasis brugia).  Penyakit menular, kronis → cacing

Filaria → mll nyamuk.  CARA PENULARAN :

Ancylostoma braziliense

 Definisi:

Kelainan kulit, berupa peradangan berbentuk linier atau berkelok-kelok, menimbul & progresif, disebabkan invasi larva cacing tambang yg

(34)

keputihan  Penyebaran melalui : - makanan / minuman - Kontak langsung → tangan yg mengandung telur cacing

alas kaki - Nyamuk → larva filaria stadium III (+)

- 23 spesies (Anopheles, Culex, Mansonia, Aedes &

Armigeres) → sangat cepat

- Menyerang kelenjar getah bening  menyumbat

berasal dari anjing & kucing → mll tanah yg hangat & lembab

MANIFEST ASI

 Gatal pada malam hari di perianal / anus

 Intertrigo perineal → ekskoriasi & superinfeksi

 Lesi → urtika, cepat membesar → 10 cm / jam

 Predileksi : anus, menyebar ke bokong, abdomen, paha

 Tidak diobati → cacat menetap → pembesaran kaki, lengan & alat kelamin.

AKUT ;

- Demam, hilang bila istirahat & muncul stlh bekerja berat. (Berulang-ulang selama 3-5 hari)

- Lymphadenitis : ketiak & lipat paha.

- Retrograde lymphangitis.

- Filarial abses (KGB → pecah, darah & pus)

- Pembesaran tungkai, lengan, payudara, scrotum (early lymphodema)

II. KRONIS  Elephantiasis

 Diawali rasa gatal & panas → papul kemudian → lesi

 Lesi khas, linear atau berkelok-kelok, menimbul dg diameter 2-3 mm, kemerahan. Panjang bbrp cm, membentuk terowongan.  Gatal terutama malam hari.  Predileksi : tangan, bokong,

anus, paha & kaki.

DIAGNOSI S  cacing (+) or telur (+), pemeriksaan dg cara “scotch tape”  Ditempelin selotip

 Bentuk lesi khas  Larva

(microscopik/tinja)

 Adanya tanda2 G/ akut atau kronis.

 Pemeriksaan darah jari malam hari (pkl 20.00) → mikrofilaria  TATALAKS ANA  Mebendazole : 100 mg, dosis tunggal  Piperazine citrate : 65 mg/kgBB/hr, maks 2 gr (7 hr)  Thiabendazole 25 mg / kgBB /hr  Thiabendazole 25 mg/kgBB/hr → 5 hr  Albendazole / Mebendazole

 Dietilkarbamasin (DEC), dosis 6 mg/kg BB, peroral → tidak boleh ibu hamil/menyusui, anak < 2 tahun & pdrt sakit berat.  Pembedahan

 Self limited disease (4-8 mg).  Obat cacing : tiabendazol,

abendazol dapat topikal atau sistemik

 Pencegahan: gunakan alas kaki

SCABIES PEDICULOSIS

DEFINISI Erupsi kulit disebabkan infestasi (krn berkembang biak) & sensitasi (gatal krn secret/pergerakan) oleh kutu Sarcoptes scabiei var hominis

PEDICULOSIS CAPITIS  Infestasi & infeksi kulit &

rambut kepala oleh Pediculus humanus capitis.

PEDICULOSIS PUBIS  Infestasi & infeksi

rambut di daerah pubis & sekitarnya oleh

Referensi

Dokumen terkait