• Tidak ada hasil yang ditemukan

LP Fraktur Digiti Manus

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LP Fraktur Digiti Manus"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PENDAHULUAN LAPORAN PENDAHULUAN FRAKTUR DIGITI MANUS FRAKTUR DIGITI MANUS

A.

A. PePengngerertitianan Fra

Fraktuktur r adaadalah lah terterputputusnusnya ya konkontintinuituitas as tultulangang, , tultulang ang rawrawan an sensendi, di, tultulang ang rawrawanan epifisis, baik yang bersifat total maupun yang

epifisis, baik yang bersifat total maupun yang parsial. (Rasjad, Chairuddin. 2007parsial. (Rasjad, Chairuddin. 2007

Fraktur adalah terputusnya kontinuitas tulang dan ditentukan sesuai jenis dan luasnya Fraktur adalah terputusnya kontinuitas tulang dan ditentukan sesuai jenis dan luasnya fraktur terjadi jika tulang dikenai stress yang lebih besar dari yang dapat diabsorpsinya. fraktur terjadi jika tulang dikenai stress yang lebih besar dari yang dapat diabsorpsinya. Fraktu

Fraktur r dapat disebabkdapat disebabkan an pukulapukulan n langslangsung, gaya ung, gaya meremeremuk, gerakan muk, gerakan punter mendadakpunter mendadak, , dandan  bahkan kontraksi otot ekstrem (!runer " #udarth, 2002.

 bahkan kontraksi otot ekstrem (!runer " #udarth, 2002.

Fraktur adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang, yang biasanya disertai dengan Fraktur adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang, yang biasanya disertai dengan luka sekitar jaringan lunak, kerusakan otot, rupture tendon,

luka sekitar jaringan lunak, kerusakan otot, rupture tendon, kerusakerusakan pembuluh darah, kan pembuluh darah, dandan luka organ$organ tubuh dan ditentukan sesuai jenis dan luasnya, terjadinya fraktur jika tulang luka organ$organ tubuh dan ditentukan sesuai jenis dan luasnya, terjadinya fraktur jika tulang dikenai stress yang lebih besar dari yang besar dari yang dapat diabsorbsinya (#melt%er, dikenai stress yang lebih besar dari yang besar dari yang dapat diabsorbsinya (#melt%er, 200&.

200&.

B

B.. EEtitioolologgii a.

a. CeCededera ra trtrauaumamatitik k 

Cedera traumatik pada tulang dapat disebabkan oleh ' Cedera traumatik pada tulang dapat disebabkan oleh ' &

& Cedera lCedera langsunangsung berartg berarti pukulan li pukulan langsunangsung terhadg terhadap tulanap tulang sehinggg sehingga tulang paa tulang patata seara spontan. )emukulan biasanya menyebabkan fraktur melintang.

seara spontan. )emukulan biasanya menyebabkan fraktur melintang. 2

2 Cedera tiCedera tidak langsudak langsung berartng berarti pukulan lani pukulan langsung bergsung berada jauh dari lada jauh dari lokasi bentokasi benturan.uran. *

* FraktFraktur yang disur yang disebabkaebabkan kontrakn kontraksi kerasi keras yang mens yang mendadak dari odadak dari otot ytot yang kuat.ang kuat.  b.

 b. Fraktur )atologik Fraktur )atologik 

+alam hal ini kerusakan tulang akibat proses penyakit dimana dengan trauma minor  +alam hal ini kerusakan tulang akibat proses penyakit dimana dengan trauma minor  dapat mengakibatkan fraktur dapat juga terjadi pada berbagai keadaan seperti' umor  dapat mengakibatkan fraktur dapat juga terjadi pada berbagai keadaan seperti' umor  tulang (jinak atau ganas, -nfeksi seperti osteomyelitis, dan Rakhitis.

tulang (jinak atau ganas, -nfeksi seperti osteomyelitis, dan Rakhitis. .

. #e#earara a spspontontan an ' ' didisesebababkabkan n ololeh eh ststreress ss tutulalang ng yayang ng teterurus s memenenerurus s mimisasalnlnya ya papadada  penyakit polio dan orang yang bertugas dikemiliteran.

 penyakit polio dan orang yang bertugas dikemiliteran.

C.

(2)

etika tulang patah, sel tulang mati. )erdarahan biasanya terjadi di sekitar tempat patah dan ke dalam jaringan lunak di sekitar tulang tersebut. jaringan lunak biasanya mengalami kerusakan akibat edera. Reaksi inflamasi yang intens terjadi setelah patah tulang. #el darah  putih dan sel mast terakumulasi sehingga menyebabkan peningkatan aliran darah ke area

tersebut. fagositosis dan pembersihan sel dan jaringan mati dimulai.

!ekuan fibrin (hematoma fraktur terbentuk di tempat patah dan berfungsi sebagai jala untuk melekatnya sel$sel baru. /ktiitas osteoblas akan segera terstimulasi dan terbentuk  tulang baru imatur, disebut kalus. !ekuan fibrin segera direabsorpsi dan sel tulang baru seara perlahan mengalami remodeling untuk membentuk tulang sejati. ulang sejati menggantikan kalus dan seara perlahan mengalami kalsifikasi. )enyembuhan memerlukan waktu beberapa minggu sampai beberapa bulan (fraktur pada anak sembuh lebih epat. )enyembuhan dapat terganggu atau terhambat apabila hematoma fraktur atau kalus rusak  sebelum tulang sejati terbentuk, atau apabila sel tulang baru rusak selama kalsifikasi dan  pengerasan.(Elizabeth J. Corwin, 2009; 337)

D. Klaifi!ai

 lasifikasi fraktur dibagi menjadi beberapa yaitu '

a. !erdasarkan komplet atau ketidakklomplitan fraktur '

& Fraktur komplet ' patah pada seluruh garis tengah tulang dan biasanya mengalami  pergeseran.

2 Fraktur inkomplet ' patah hanya terjadi pada sebagian dari garis tengah tulang.  b. !erdasarkan sifat fraktur '

Fraktur simple1tertutup ' tidak menyebabkan robeknya kulit.

Fraktur kompleks1terbuka ' merupakan fraktur dengan luka pada kulit atau membrane mukosa sampai ke patahan tulang.

Fraktur terbuka digradasi menjadi '

a rade - dengan luka bersih, panjangnya 3 & m.

 b rade -- luka lebih luas tanpa kerusakan jaringan lunak.

 rade --- yang sangat terkontaminasi dan mengalami kerusakan jaringan yang  paling berat.

. !erdasarkan bentuk garis patah '

& Fraktur reenstik ' fraktur salah satu sisi tulang patah sedang sisi lainnya membengkok.

(3)

2 Fraktur ranersal ' fraktur sepanjang garis tengah tulang.

* Fraktur 4blik ' fraktur membentuk sudut dengan garis tengah tulang. 5 Fraktur #piral ' fraktur memuntir seputar batang tulang.

E. Manifetai Klini

6anifestasi klinis fraktur adalah nyeri, hilangnya fungsi, deformitas, pemendekan ektremitas, krepitus, pembengkakan lokal, dan perubahan warna yang dijelaskan seara rini sebagai berikut'

&. yeri

 yeri terus menerus dan bertambah beratnya sampai fragmen tulang diimobilisasi. #pasme otot yang menyertai fraktur merupakan bentuk bidai alamiah yang diranang untuk meminimalkan gerakan antar fragmen tulang.

2. +eformitas

)ada fraktur panjang, terjadi pemendekan tulang yang sebenarnya karena kontraksi otot yang melekat di atas dan bawah tempat fraktur. Fragmen sering saling melengkapi satu sama lain sampai 2,8 sampai 8 m (& sampai 2 ini.

*. repitasi

#aat ekstremitas diperiksa dengan tangan, teraba adanya derik tulang dinamakan krepitasi yang teraba akibat gesekan antara fragmen satu dengan lainnya. 9ji krepitasi dapat mengakibatkan kerusakan jaringan lunak yang lebih berat.

5. )embengkakan dan perubahan warna

)embengkakan dan perubahan warna lokal pada kulit terjadi sebagai akibat trauma dan  perdarahan yang mengikuti fraktur. anda ini biasa terjadi setelah beberapa jam atau hari

setelah edera. 8. Fals 6oment

6erupakan pergerakan1 bentuk yang salah dari tulang (bengkok

F. Pe"eri!aan Pen#n$ang

& )emeriksaan radiologis (rontgen, pada daerah yang diurigai fraktur, harus mengikuti aturan role of two, yang terdiri dari '

• 6enakup dua gambaran yaitu anteroposterior (/) dan lateral. • 6emuat dua sendi antara fraktur yaitu bagian pro:imal dan distal.

(4)

• 6emuat dua e:tremitas (terutama pada anak$anak baik yang idera maupun yang

tidak terkena idera (untuk membandingkan dengan yang normal

• +ilakukan dua kali, yaitu sebelum tindakan dan sesudah tindakan.

2 )emeriksaan laboratorium, meliputi'

• +arah rutin,

• Faktor pembekuan darah,

• olongan darah (terutama jika akan dilakukan tindakan operasi, • 9rinalisa,

• reatinin (trauma otot dapat meningkatkan beban kreatinin untuk kliren ginjal.

* )emeriksaan arteriografi dilakukan jika diurigai telah terjadi kerusakan askuler akibat fraktur tersebut.

G. Penatala!anaan )rinsip terapi fraktur  & Reduksi

/dalah pemulihan keselarasan anatomi bagi tulang fraktur. Reposisi memerlukan  pemulihan panjang serta koreksi deformitas angular dan rotasional. Reposisi mannipulatif   biasanya dapat dilakukan pada fraktura ekstremitas distal (tangan, pergelangan tangan.

kaki, tungkai, dimana spasme otot tidak berlebihan. raksi bisa diberikan dengan plester  felt melekat diatas kulit atau dengan memasang pin tranersa melalui tulang, distal terhadap ftaktur. Reduksi terbuka biasanya disertai oleh sejumlah bentuk fiksasi interna dengan plat " pin, batang atau sekrup.

/da dua jenis reposisi, yaitu reposisi tertutup dan reposisi terbuka. Reposisi tertutup dilakukan pada fraktur dengan pemendekan, angulasi atau displaed. !iasanya dilakukan dengan anestesi lokal dan pemberian analgesik. #elanjutnya diimobilisasi dengan gips. !ila gagal maka lakukan reposisi terbuka dikamar operasi dengan anestesi umum. ontra indikasi reposisi tertutup'

• ;ika dilakukan reposisi namun tidak dapat diealuasi • ;ika reposisi sangat tidak mungkin dilakukan

• ;ika fraktur terjadi karena kekuatan traksi, misalnya displaed patellar frature.

2 -mobilisasi.

!ila reposisi telah diapai, maka diperlukan imobilisasi tempat fraktur sampai timbul  penyembuhan yang menukupi. ebanyakan fraktur ekstremitas dapat diimobilisasi

(5)

)emasangan gips yang tidak tepat bisa menimbulkan tekanan ku-it, asular, atau saraf. #emua pasien fraktur diperiksa hari berikutnya untuk menilai neurology dan asular. !ila traksi digunakan untuk reduksi, maka traksi juga bertindak sebagai imobilisasi dengan ektremitas disokong di atas ranjang atau di atas bidai sampai reduksi terapai. emudian traksi diteruskan sampai ada penyembuhan yang menukupi, sehingga pasien dapat dipindahkan memakai gips1brae.

* Rehabilitasi

!ila penyatuan tulang padat terjadi, maka rehabilitasi terutama merupakan masalah  pemulihan jaringan lunak. apsula sendi, otot dan ligamentum berkontraksi membatasi gerakan sendi sewaktu gips1bidai dilepaskan. +ianjurkan terapi fisik untuk mgerakan aktif dan pasif serta penguatan otot.

H. Ko"%li!ai

& omplikasi /wal a. erusakan /rteri

)eahnya arteri karena trauma bisa ditandai dengan tidak adanya nadi, CR menurun, yanosis bagian distal, hematoma yang lebar, dan dingin pada ekstrimitas yang disebabkan oleh tindakan emergensi splinting, perubahan posisi pada yang sakit, tindakan reduksi, dan pembedahan.

 b. ompartement #yndrom

omplikasi ini terjadi saat peningkatan tekanan jaringan dalam ruang tertutup di otot, yang sering berhubungan dengan akumulasi airan sehingga menyebabkan hambatan aliran darah yang berat dan berikutnya menyebabkan kerusakan pada otot. ejala <  gejalanya menakup rasa sakit karena ketidakseimbangan pada luka, rasa sakit yang  berhubungan dengan tekanan yang berlebihan pada kompartemen, rasa sakit dengan  perenggangan pasif pada otot yang terlibat, dan paresthesia. omplikasi ini terjadi

lebih sering pada fraktur tulang kering (tibia dan tulang hasta (radius atau ulna. . Fat =mbolism #yndrom

6erupakan keadaan pulmonari akut dan dapat menyebabkan kondisi fatal. >al ini terjadi ketika gelembung < gelembung lemak terlepas dari sumsum tulang dan mengelilingi jaringan yang rusak. elombang lemak ini akan melewati sirkulasi dan dapat menyebabkan oklusi pada pembuluh < pembuluh darah pulmonary yang menyebabkan sukar bernafas. ejala dari sindrom emboli lemak menakup dyspnea,

(6)

 perubahan dalam status mental (gaduh, gelisah, marah, bingung, stupor, tahyardia, demam, ruam kulit ptehie.

d. -nfeksi

#ystem pertahanan tubuh rusak bila ada trauma pada jaringan. )ada trauma orthopedi infeksi dimulai pada kulit (superfiial dan masuk ke dalam. -ni biasanya terjadi pada kasus fraktur terbuka, tapi bisa juga karena penggunaan bahan lain dalam  pembedahan seperti pin dan plat.

e. /askuler ekrosis

/askuler ekrosis (/? terjadi karena aliran darah ke tulang rusak atau terganggu yang bisa menyebabkan nekrosis tulang dan diawali dengan adanya ?olkman@s -shemia. ekrosis aaskular dapat terjadi saat suplai darah ke tulang kurang baik. >al ini paling sering mengenai fraktur intrasapular femur (yaitu kepala dan leher, saat kepala femur berputar atau keluar dari sendi dan menghalangi suplai darah. arena nekrosis aaskular menakup proses yang terjadi dalam periode waktu yang lama, pasien mungkin tidak akan merasakan gejalanya sampai dia keluar dari rumah sakit. 4leh karena itu, edukasi pada pasien merupakan hal yang penting. )erawat harus menyuruh pasien supaya melaporkan nyeri yang bersifat intermiten atau nyeri yang menetap pada saat menahan beban

f. #hok  

#hok terjadi karena kehilangan banyak darah dan meningkatnya permeabilitas kapiler yang bisa menyebabkan menurunnya oksigenasi. -ni biasanya terjadi pada fraktur.

g. 4steomyelitis

/dalah infeksi dari jaringan tulang yang menakup sumsum dan korteks tulang dapat  berupa e:ogenous (infeksi masuk dari luar tubuh atau hematogenous (infeksi yang  berasal dari dalam tubuh. )atogen dapat masuk melalui luka fraktur terbuka, luka tembus, atau selama operasi. Auka tembak, fraktur tulang panjang, fraktur terbuka yang terlihat tulangnya, luka amputasi karena trauma dan fraktur < fraktur dengan sindrom kompartemen atau luka askular memiliki risiko osteomyelitis yang lebih  besar 

2 omplikasi +alam Baktu Aama

a. +elayed 9nion ()enyatuan tertunda

+elayed 9nion merupakan kegagalan fraktur berkonsolidasi sesuai dengan waktu yang dibutuhkan tulang untuk menyambung. -ni disebabkan karena penurunan supai darah ke tulang.

(7)

 b. on union (tak menyatu

)enyatuan tulang tidak terjadi, aat diisi oleh jaringan fibrosa. adang$kadang dapat terbentuk sendi palsu pada tempat ini. Faktor$faktor yang dapat menyebabkan non union adalah tidak adanya imobilisasi, interposisi jaringan lunak, pemisahan lebar dari fragmen ontohnya patella dan fraktur yang bersifat patologis.

. 6alunion

elainan penyatuan tulang karena penyerasian yang buruk menimbulkan deformitas, angulasi atau pergeseran.

ASUHAN KEPERA&ATAN TEORI FRAKTUR DIGITI MANUS

I. Peng!a$ian

)engkajian merupakan tahap awal dan landasan dalam proses keperawatan, untuk itu diperlukan keermatan dan ketelitian tentang masalah$masalah klien sehingga dapat memberikan arah terhadap tindakan keperawatan. eberhasilan proses keperawatan sangat  bergantuang pada tahap ini. ahap ini terbagi atas'

&. +ata #ubjektif  a. /namnesa

& -dentitas lien

6eliputi nama, jenis kelamin, umur, alamat, agama, bahasa yang dipakai, status  perkawinan, pendidikan, pekerjaan, asuransi, golongan darah, no. register, tanggal

6R#, diagnosa medis. 2 eluhan 9tama

!iasanya klien dengan fraktur akan mengalami nyeri saat beraktiitas 1 mobilisasi  pada daerah fraktur tersebut

* Riwayat )enyakit #ekarang

)ada klien fraktur 1 patah tulang dapat disebabkan oleh trauma 1 keelakaan, degeneratif dan pathologis yang didahului dengan perdarahan, kerusakan jaringan

(8)

sekitar yang mengakibatkan nyeri, bengkak, kebiruan, puat 1 perubahan warna kulit dan kesemutan.

5 Riwayat )enyakit +ahulu

)ada klien fraktur pernah mengalami kejadian patah tulang atau tidak sebelumnya dan ada 1 tidaknya klien mengalami pembedahan perbaikan dan pernah menderita osteoporosis sebelumnya

8 Riwayat )enyakit eluarga

)ada keluarga klien ada 1 tidak yang menderita osteoporosis, arthritis dan tuberkolosis atau penyakit lain yang sifatnya menurun dan menular

 b. )ola$pola Fungsi esehatan

& )ola )ersepsi dan ata Aaksana >idup #ehat

)ada kasus fraktur akan timbul ketakutan akan terjadinya keaatan pada dirinya dan harus menjalani penatalaksanaan kesehatan untuk membantu penyembuhan tulangnya. #elain itu, pengkajian juga meliputi kebiasaan hidup klien seperti  penggunaan obat steroid yang dapat mengganggu metabolisme kalsium,  pengkonsumsian alkohol yang bisa mengganggu keseimbangannya dan apakah

klien melakukan olahraga atau tidak  2 )ola utrisi dan 6etabolisme

)ada klien fraktur harus mengkonsumsi nutrisi melebihi kebutuhan sehari$harinya seperti kalsium, %at besi, protein, it. C dan lainnya untuk membantu proses  penyembuhan tulang. =aluasi terhadap pola nutrisi klien bisa membantu menentukan penyebab masalah muskuloskeletal dan mengantisipasi komplikasi dari nutrisi yang tidak adekuat terutama kalsium atau protein dan terpapar sinar  matahari yang kurang merupakan faktor predisposisi masalah muskuloskeletal terutama pada lansia. #elain itu juga obesitas juga menghambat degenerasi dan mobilitas klien.

* )ola =liminasi

9ntuk kasus fraktur tidak ada gangguan pada pola eliminasi, tapi walaupun begitu  perlu juga dikaji frekuensi, konsistensi, warna serta bau fees pada pola eliminasi

ali. #edangkan pada pola eliminasi uri dikaji frekuensi, kepekatannya, warna,  bau, dan jumlah. )ada kedua pola ini juga dikaji ada kesulitan atau tidak.

(9)

#emua klien fraktur timbul rasa nyeri, keterbatasan gerak, sehingga hal ini dapat mengganggu pola dan kebutuhan tidur klien. #elain itu juga, pengkajian dilaksanakan pada lamanya tidur, suasana lingkungan, kebiasaan tidur, dan kesulitan tidur serta penggunaan obat tidur.

8 )ola /ktiitas

arena timbulnya nyeri, keterbatasan gerak, maka semua bentuk kegiatan klien menjadi berkurang dan kebutuhan klien perlu banyak dibantu oleh orang lain.

 )ola >ubungan dan )eran

lien akan kehilangan peran dalam keluarga dan dalam masyarakat. arena klien harus menjalani rawat inap

7 )ola )ersepsi dan onsep +iri

+ampak yang timbul pada klien fraktur yaitu timbul ketidakutan akan keaatan akibat frakturnya, rasa emas, rasa ketidakmampuan untuk melakukan aktiitas seara optimal, dan pandangan terhadap dirinya yang salah (gangguan body image D )ola #ensori dan ognitif 

)ada klien fraktur daya rabanya berkurang terutama pada bagian distal fraktur, sedang pada indera yang lain tidak timbul gangguan. begitu juga pada kognitifnya tidak mengalami gangguan. #elain itu juga, timbul rasa nyeri akibat fraktur 

E )ola Reproduksi #eksual

+ampak pada klien fraktur yaitu, klien tidak bisa melakukan hubungan seksual karena harus menjalani rawat inap dan keterbatasan gerak serta rasa nyeri yang dialami klien. #elain itu juga, perlu dikaji status perkawinannya termasuk jumlah anak, lama perkawinannya

&0 )ola )enanggulangan #tress

)ada klien fraktur timbul rasa emas tentang keadaan dirinya, yaitu ketidakutan timbul keaatan pada diri dan fungsi tubuhnya. 6ekanisme koping yang ditempuh klien bisa tidak efektif.

(10)

9ntuk klien fraktur tidak dapat melaksanakan kebutuhan beribadah dengan baik  terutama frekuensi dan konsentrasi. >al ini bisa disebabkan karena nyeri dan keterbatasan gerak klien.

2. +ata obyektif 

a. keadaan 9mum' apatis, sopor, koma, gelisah, komposmentis tergantung pada keadaan klien.

 b. anda$tanda ital tidak normal karena ada gangguan baik fungsi maupun bentuk. . pemeriksaan fisik '

& #istem -ntegumen

erdapat erytema, suhu sekitar daerah trauma meningkat, bengkak, oedema, nyeri tekan.

2 epala

idak ada gangguan yaitu, normo ephalik, simetris, tidak ada penonjolan, tidak  ada nyeri kepala.

* Aeher  

idak ada gangguan yaitu simetris, tidak ada penonjolan, reflek menelan ada. 5 6uka

Bajah terlihat menahan sakit, lain$lain tidak ada perubahan fungsi maupun  bentuk. ak ada lesi, simetris, tak oedema.

8 6ata

erdapat gangguan seperti konjungtia anemis (jika terjadi perdarahan  elinga

es bisik atau weber masih dalam keadaan normal. idak ada lesi atau nyeri tekan.

7 >idung

idak ada deformitas, tak ada pernafasan uping hidung. D 6ulut dan Faring

ak ada pembesaran tonsil, gusi tidak terjadi perdarahan, mukosa mulut tidak   puat.

E horaks

ak ada pergerakan otot interostae, gerakan dada simetris. &0 )aru

a -nspeksi

)ernafasan meningkat, reguler atau tidaknya tergantung pada riwayat penyakit klien yang berhubungan dengan paru.

 b )alpasi

)ergerakan sama atau simetris, fermitus raba sama.  )erkusi

(11)

#uara ketok sonor, tak ada erdup atau suara tambahan lainnya. d /uskultasi

#uara nafas normal, tak ada whee%ing, atau suara tambahan lainnya seperti stridor dan ronhi.

&& ;antung a -nspeksi

idak tampak iktus jantung.  b )alpasi

 adi meningkat, iktus tidak teraba.  /uskultasi

#uara #& dan #2 tunggal, tak ada mur$mur. &2 /bdomen

a -nspeksi

!entuk datar, simetris, tidak ada hernia.  b )alpasi

ugor baik, tidak ada defands muskuler, hepar tidak teraba.  b. )erkusi

#uara thympani, ada pantulan gelombang airan. . /uskultasi

)eristaltik usus normal  20 kali1menit. &* -nguinal$enetalia$/nus

Referensi

Dokumen terkait

Frekuensi nafas Impuls saraf Aliran darah Frekuensi denyut jantung Pelepasan oksigen di jaringan otot dan organ tubuh Elastisitas otot dan tendon Lingkup gerak

1) Otot halus (smooth muscle), ditemukan dalam pembuluh darah, intestine dan organ-organ lain tanpa di bawah “voluntary control”; otot cardiac jantung; dan

• Pembuluh darah di wajah lebih padat dibandingkan dibagian tubuh yang lain jika terjadi luka darah yang keluar lebih banyak.. 3 Jenis Pembuluh

Fraktur terbuka atau patah tulang terbuka adalah hilangnya kontinuitas tulang disertai kerusakan jaringan lunak (otot, kulit, jaringan saraf, dan pembuluh

Grade III Patah tulang terbuka dengan luka &gt; 10 cm , kerusakan jaringan lunak yang luas, kotor dan disertai kerusakan pembuluh darah dan saraf.. Patah tulang terbuka

Ketika mengalami perdarahan berarti terjadi luka pada pembuluh darah (yaitu saluran tempat darah mengalir keseluruh tubuh), lalu darah keluar dari

yang dapat menyebabkan dilatasi pembuluh darah. Pada kontusio berat, hipoksia pembuluh darah. Pada kontusio berat, hipoksia atau kerusakan otak akan terjadi penimbunan asam

 Siswa telah memahami bahwa pembuluh darah merupakan salah satu organ tubuh yang terlibat dalam peredaran darah.. Pembuluh darah terdiri atas dua jenis, yaitu pembuluh