• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah k3 Pada Industri Tekstil

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Makalah k3 Pada Industri Tekstil"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

Kata Pengantar  Kata Pengantar 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Segala puji bagi

Segala puji bagi Allah yAllah yang ang telah memberikan kami kemtelah memberikan kami kemudahan sehinggaudahan sehingga dapat

dapat menymenyelesaikaelesaikan n makalmakalah ah ini. ini. TaTanpa npa pertopertolongalongan-Nyn-Nya a munmungkin gkin penypenyusunusun tidak akan sanggup menyelesaikannya dengan baik. Shalawat dan salam semoga tidak akan sanggup menyelesaikannya dengan baik. Shalawat dan salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda t

terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yakni ercinta kita yakni Nabi uhammad SA!Nabi uhammad SA!.. a

akakalalah h inini i didisusususun n agagar ar pepembmbaca aca dadapapat t memempmpererluluas as ililmu mu tetentntanangg "Kesela

"Keselamatan dan matan dan KesehatKesehatan an Kerja Pada Kerja Pada #ndu#ndustri Tekstri Tekstil"$ yang stil"$ yang penulpenulis is sajikansajikan did

didalam alam makmakalah alah iniini. . akakalaalah h ini ini di di sussusun un oleoleh h penpenyuyusun sun dendengan gan berberbagbagaiai rintangan. %aik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. rintangan. %aik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar.  Namun

 Namun dengan dengan penuh penuh kesabaran kesabaran dan dan terutama terutama pertolongan pertolongan dari dari TuTuhan han akhirnyaakhirnya makalah ini dapat terselesaikan.

makalah ini dapat terselesaikan.

akalah ini memuat tentang &Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada akalah ini memuat tentang &Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada #ndus

#ndustri tri TTeksekstil' til' yang sangat yang sangat pentinpenting g bagi kita bagi kita semua. !asemua. !alaupulaupun n makalamakalah h iniini kurang sempurna dan memerlukan perbaikan tapi j

kurang sempurna dan memerlukan perbaikan tapi juga memiliki detail yang cukupuga memiliki detail yang cukup  jelas bagi pembaca.

 jelas bagi pembaca. Sem

Semoga oga makmakalah alah ini ini dapdapat at memmemberberikaikan n penpengetgetahuahuan an yayang ng leblebih ih lualuass kepad

kepada a pembpembaca. aca. !!alaalaupun makalah upun makalah ini ini memimemiliki liki kelebkelebihan ihan dan dan kekukekuranganrangan.. Penyusun membutuhkan kritik dan saran dari pembaca

Penyusun membutuhkan kritik dan saran dari pembaca yang membangun.yang membangun. Terima kasih.

Terima kasih.

!assalammualaikum !assalammualaikum

Pal

Palembembangang$ $ () () SepSeptemtemebeeber r  )*(+

)*(+

Penyusun Penyusun

(2)

DAFTAR ISI

KataPengantar ( ,atar#si ) %ab ( PN,A/010AN (.( 1atar %elakang 2 (.) 3umusan asalah 4 (.2 Tujuan akalah 4 %ab ## P%A/ASAN A. ,einisi 5 %. Proses Pembuatan +

6. Potensi %ahaya Kecelakaan Kerja Pada #ndustri Tekstil 7 ,. Keserasian Peralatan dan Sarana Kerja ,engan Tenaga Kerja 8

. 9aktorpenyebab :

9. ,ampak Penyakit yang timbul dari %ahaya

Kecelakaan Kerja pada #ndustri Tekstil Pemintalan %enang. : ;. Pencegahan dari bahaya dan dampak

terhadap tenaga kerja industri tekstil pemintalan benang ((

%ab ### PN0T0P

A. Kesimpulan (5

%. Saran (5

(3)

BAB I

PENDAHULUAN

(.( 1atar %elakang

Pembangunan sektor industri saat ini merupakan salah satu andalan dalam pembangunan nasional #ndonesia yang berdampak positi terhadap  penyerapan tenaga kerja$ peningkatan pendapatan dan pemerataan  pembangunan. ,isisi lain kegiatan industri dalam proses produksinya selalu

disertai aktor-aktor yang mengandung resiko bahaya dengan terjadinya kecelakaan maupun penyakit akibat kerja.

Setiap ancaman terhadap keselamatan dan kesehatan kerja harus dicegah. Karena ancaman seperti itu akan membawa kerugian baik material$ moril maupun waktu terutama terhadap kesejahteraan tenaga kerja dan keluarganya. 1ebih-lebih perlu disadari bahwa pencegahan terhadap bahaya tersebut jauh lebih baik dari pada menunggu sampai kecelakaan terjadi yang  biasanya memerlukan biaya yang lebih besar untuk penanganan dan pemberian

kompensasinya.

engingat kegiatan sektor industri tidak terlepas dengan  penggunaan teknologi maju yang dapat berdampak terhadap keselamatan dan

kesehatan kerja terutama masalah penyakit akibat kerja. Selain itu masih  banyak perusahaan yang belum melaksanakan ketentuan-ketentuan yang mengarah kepencegahan penyakit akibat kerja$ hal ini disebabkan karena kurangnya perhatian$ waktu dan memerlukan biaya yang tinggi. ,ari pihak pekerja sendiri disamping pengertian dan pengetahuan masih terbatas$ ada sebagian dari mereka masih segan menggunakan alat  pelindung atau mematuhi aturan yang sebenarnya. <leh karena itu masalah

keselamatan dan kesehatan kerja tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri tetapi harus dilakukan secara terpadu yang melibatkan berbagai pihak baik  pemerintah$ perusahaan$ tenaga kerja serta organisasi lainnya =Perguruan

(4)

(.) 3umusan asalah

(. %agaimana bahaya kecelakaan kerja pada #ndustri Tekstil Pemintalan %enang?

). %agaimana dampak penyakit yang timbul dari bahaya kecelakaan kerja pada industri Tekstil Pemintalan %enang?

2. %agaimana cara pencegahan dan penanggulangan dari bahaya dan dampak   penyakit terhadap tenaga kerja industri Tekstil Pemintalan %enang?

(.2 Tujuan akalah

(. 0ntuk mengetahui bahaya kecelakaan kerja pada indudtri tekstil pemintalan  benang.

). 0ntuk mengetahui dampak penyakit yang timbul dari bahaya kecelakaan kerja  pada industri pemintalan benang.

2. 0ntuk mengetahui cara pencegahan dan penanggulangan dari bahaya dan dampak penyakit terhadap tenaga kerja industri tekstil pemintalan benang

(5)

BAB II

PEMBAHASAN

A. Definisi

Kesehatan kerja merupakan spesialisasi dalam #lmu Kesehatan@Kedokteran  beserta prakteknya yang bertujuan agar para pekerja atau masyarakat pekerja

memperoleh derajat kesehatan setingi-tingginya$ baik isik$ amental$ maupun sosial$ dengan usaha-usaha preenti dan kurati terhadap  penyakit- penyakit@gangguan-gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh

aktor-aktor pekerjaan dan lingkungan kerja$ serta terhadap penyakit- penyakit umum =Sumakmur$ (:8(>.

enurut ,ainur$ kesehatan kerja adalah upaya perusahaan untuk  mempersiapkan$ memelihara serta tindakan lainnya dalam rangka pengadaan serta  penggunaan tenaga kerja dengan kesehatan baik isik$ mental maupun sosial yang

maksimal$ sehingga dapat berproduksi secara maksimal pula =,ainur$(::)>.

Sedangkan deinisi lain menyatakan bahwa kesehatan kerja merupakan aplikasi kesehatan masyarakat di dalam suatu tempat =perusahaan$ pabrik$ kantor$ dan sebagainya> dan menjadi pasien dari kesehatan kerja ialah masyarakat pekerja dengan masyarakat di sekitar perusahaan tersebut. Apabila didalam kesehatan masyarakat ciri pokoknya adalah upaya preenti =pencegahan penyakit> dan promoti =peningkatan kesehatan>$ maka dalam kesehatan kerja$ kedua hal tersebut menjadi ciri pokok =Notoatmojo$ (::7>

#ndustri adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah$ bahan  baku$ barang setengah jadi atau barang jadi menjadi barang yang bermutu tinggi

dalam penggunaannya$ termasuk kegiatan rancang bangun dan  perekayasaan industri. ,engan demikian$ industri merupakan bagian dari  proses produksi. %ahan-bahan industri diambil secara langsung maupun tidak 

langsung$ kemudian diolah$ sehingga menghasilkan barang yang bernilai lebih bagi masyarakat. Kegiatan proses produksi dalam industri itu disebut dengan perindustrian. ,ari deinisi tersebut$ istilah industri sering disebut sebagai kegiatan manuaktur =manuacturing>.

(6)

Adapun yang termasuk industri ini adalah sebagai berikutB (. #ndustri tekstil$ misalnyaB benang$ kain$ dan pakaian jadi.

). #ndustri alat listrik dan logam$ misalnyaB kipas angin$ lemari es$ dan mesin  jahit$ teleisi$ dan radio.

2. #ndustri kimia$ misalnyaB sabun$ pasta gigi$ sampho$ tinta$ plastik$ obat-obatan$ dan pipa.

4. #ndustri pangan$ misalnyaB minyak goreng$ terigu$ gula$ teh$ kopi$ garam dan makanan kemasan.

5. #ndustri bahan bangunan dan umum$ misalnyaB kayu gergajian$ kayu lapis$ dan marmer 

Tekstil adalah material leksibel yang terbuat dari tenunan benang. Tekstil dibentuk dengan cara penyulaman$ penjahitan$ pengikatan$ dan cara pressing. #stilah tekstil dalam pemakaiannya sehari-hari sering disamakan dengan istilah kain. Namun ada sedikit perbedaan antara dua istilah ini$ tekstil dapat digunakan untuk menyebut bahan apapun yang terbuat dari tenunan benang$ sedangkan kain merupakan hasil jadinya$ yang sudah bisa digunakan.

B. Proses Pembuatan

Sebelum kapas diproses pada mesin blowing$ terlebih dahulu kapas dikeluarkan dari gudang$ kemudian kapas yang masih dalam keadaan terbungkus dan terikat$ di bawa ke %ill Store untuk dibuka dan dilepaskan ikatannya agar  kapas kembali ke dalam bentuk semula dan dibiarkan untuk diangin-anginkan selama C)4 jam. Kemudian kapas yang dibuat lap lalu dikerjakan pada mesin carding$ lap akan mengalami pembersihan$ pemisahan$ penarikan dengan mesin  pre drawing untuk dapat dibuat slier$ selanjutnya dikerjakan pada mesin yang

lebih rata seratnya$ dengan jalan 8 slier dijadikan slier ditarik diantara rol-rol. Selanjutnya dikerjakan pada mesin lap ormer untuk dibuat lap yaitu 8 slier  dimasukkan pada mesin ini. ,engan ditarik agar seratnya searah panjang dan  pendek terpisah maka lap dikerjakan pada mesin lap pendek akan terkumpul menjadi kotoran$ sedang serat panjang dibuat siler yang terdiri serat panjang saja. Serat siler yang dapat diproses kembali untuk dijadikan benang carded

(7)

dengan nomor (5 dan 25 atau sebagai campuran untuk membuat benang-benang carded dengan No.2* S dan 4* S.

Slier hasil combing selanjutnya dikerjakan pada mesin drawing =# dan ##> untuk dibuat slier yang baik karena slier hasil combing merupakan bahan baku untuk pembuatan benang halus dan ini diproses pada mesin speed rame. ,engan sedikit ditarik dan dipilin akan menghasilkan slier dengan ukuran lebih kecil yang disebut roing. 3oing ini hasil dari mesin speed rame dibuat benang tunggal selanjutnya dapat diperdagangkan baik dalam bentuk cone =pada mesin cone winder> atau benang double mesin Duick traerse$ hant dan lain-lain.

C. Potensi Bahaa !e"e#a$aan !er%a Pa&a In&ustri Te$sti#

Setiap industri memiliki potensi akan terjadinya bahaya dan kecelakaan kerja. Namun demikian peraturan telah meminta agar setiap industri mengantisipasi dan meminimalkan bahaya yang dapat menimbulkan kecelakaan atau terancamnya keselamatan seseorang baik yang ada dalam lingkungan industry itu sendiri ataupun bagi masyarakat di sekitar industri. /al-hal yang menjadi permasalahan yang berkaitan dengan potensi bahaya kecelakaan kerja  pada industri busana.

;udang resiko bahaya pada Packing dan %ahaya kebakaran

a. Pola@Potong$ resiko bahaya adalah Eari tangan terpotong dan tersengat arus singkat$

 b. Eahit$ resiko bahaya adalah Eari terkena jarum$ tersengat arus singkat$ kebakaran

c. Pasang kancing$ resiko bahaya adalah Eari tergencet mesin kancing$ tersengat arus singkat.

d. Setrika$ resiko bahaya adalah Tersengat arus singkat$ kebakaran serta Tergores dan bahaya jatuhan

D. !eserasian Pera#atan &an Sarana !er%a Den'an Tena'a !er%a

Keserasian peralatan dan sarana harus diperhatikan pihak perusahaan dan disesuaikan dengan tenaga kerja yang dimilikinya agar kecelakaan kerja dapat diminimalisasi. Kesalahan atau ketidakserasian antara peralatan dan sarana kerja dengan pegawai yang menggunakan. Ketidak serasian antara peralatan dan sarana

(8)

dengan tenaga kerja dapat menimbulkan berbagai masalah yang akhirnya dapat mengancam keselamatan dan kesehatan kerja pegawai atau tenaga kerja.

Permasalahan mengenai keserasian peralatan dan sarana kerja dengan tenaga kerja pada industri busana dapat dilihat pada uraian dibawah ini

Proses Produksi 9aktor rgonomi

Proses Kerja asalah

Pemotongan Kain

(. 0kuran eja Kerja ). Kursi duduk 

2. Sikap dan sistem kerja 4. 6ara dan sistem keja

enjahit$ obras$ bordir 

(. 0kuran eja Kerja ). Kursi duduk 

2. Sikap dan sistem kerja 4. 6ara dan sistem keja

enyetrika

(. 0kuran eja Kerja ). Kursi duduk

2. Sikap@ cara kerja

4. Kesesuaian sikap@sistem kerja

Packing

(. Kegiatan angkat junjung ). Sikap dan cara kerja 2. 3uang gerak 

E. Fa$tor (enebab a. Fa$tor Manusia

Permasalahan yang terjadi pada aktor manusia meliputi aktor manajerial$ dan aktor tenaga kerja.

Permasalahannya dapat merupakan berikut ini B (> anajemenB

a> Pemahaman yang kurang tentang hiperkes dan keselamaatan kerja  b> Tidak melaksanakan teknik-teknik hiperkes dan keselamatan kerja

c> Tidak menyediakan alat proteksi@pelindung diri )> Tenaga kerjaB

(9)

a> Tidak melaksanakan ketentuan-ketentuan K2

 b> Tidak mengenakan alat proteksi yang telah disediakan c> Tidak memiliki naluri cara kerja sehat

d> Tingkat pengetahuan terhadap perkembangan teknologi industri.

b. Fa$tor Lin'$un'an !er%a

9aktor penyebab masalah K21 tidak hanya terjadi karena aktor manusia tetapi  pasti ada sedikit banyak masalah yang terjadi karena lingkungan kerja nya.

%erikut ini adalah aktor yang terjadi di Perusahaan #ndustri Tekstil yaitu B (> Penerangan yang kurang mengakibatkan kesalahan pewarnaan.

)> #klim kerja mengakibatkan lelah kerja para pekerja.

2> ,ebu mengakibatkan gangguan pernaasan dan kerusakan mata. 4> 0ap mengakibatkan suhu panas.

5> 1imbah Pabrik seperti$ 9ormaldehyde mengakibatkan timbulnya limbah %2.

F. Dam(a$ Pena$it an' timbu# &ari Bahaa !e"e#a$aan !er%a (a&a In&ustri Te$sti# Peminta#an Benan'.

 Byssinosis adalah penyakit tergolong pneumoconiosis yang  penyebabnyaterutama debu kapas kepada pekerja-pekerja dalam industri teFtil. Penyakit ini berkaitan erat dengan pekerjaan blowing dan carding. Tetapi terdapat  pula pada pekerjaan-pekerjaan lainnya. bahkan dari permulaan proses =pembuangan biji kapas> sampai kepada proses akhir =penenunan>. asa inkubasi rata-rata terpendek adalah 5 tahun bagi para pekerja pada blowing dan carding. %agi pekerja lainnya lebih dari waktu 5 tahun.

i) Pena$it A$ibat !er%a &an *an' Berhubun'an Den'an Pe$er%aan

=(> Penyakit Akibat Kerja

Penyakit akibat kerja ini mempunyai penyebab yang spesiik atau asosiasi yang kuat dengan pekerjaan$ yang pada umumnya terdiri dari satu agen penyebab yang mudah diakui.

=)> Penyakit yang berhubungann dengan pekerjaan G work related disease

(10)

Adalah penyakit yang mempunyai beberapa agen penyebab$ dimana aktor pada  pekerjaan memegang peranan bersama dengan aktor resiko lainnya

dalam berkembangnya penyakit yang mempunyai etiologi yang kompleks.

=2> Penyakit yang mengenai populasi pekerja

Penyakit yang terjadi pada populasi pekerja tanpa adanya agen penyebab di tempat kerja$ namun dapat diperberat oleh kondisi pekerjaan yang buruk bagi kesehatan.

=4> Penyakit Hang Timbul Karena /ubungan Kerja.

%erdasarkan SK Presiden No.)) tahun (::2$ disebutkan berbagai macam penyakit yang timbul karena hubungan kerja yaitu B

a>  Pneumoconiosis yang disebabkan oleh debu mineral pembentuk jaringan  parut$yang silikonsnya merupakan actor utama penyebab cacat dan kematian  b> Penyakit paru dan saluran pernaasan =broncopulmoner > yang disebabkan

oleh debu logam keras.

c> Penyakit paru dan saluran pernaasan =broncopulmoner > yang disebabkan oleh debu kapas las$ henep$ dan sisal =bissinosis>.

d> Asma akibat kerja yang disebabkan oleh penyebab sensitiisasi dan Iat  perangsang yang dikenal yang berada dalam proses pekerjaan.

e>  Aliveolitis alergika yang disebabkan oleh actor dari luar sebagai akibat dari  penghirupan debu organik.

> Penyakit yang disebabkan oleh berilium atau persenyawaannya yang  beracun.

g> Penyakit yang disebabkan kadmium atau persenyawaannya yang beracun. h> Penyakit yang disebabkan aktor atau persenyawaanya yang beracun

i> Penyakit yang disebabkan oleh krom atau persenyawaannya yang  beracun.

 j> Penyakit yang disebabkan olehB mangan$ arsen$ raksa$ timbal$ luor$benIena$ deriat halogen$deriat nitro$dan amina dari benIena atau homolognya yang beracun.

(11)

+. Pen"e'ahan &ari bahaa &an &am(a$ terha&a( tena'a $er%a in&ustri te$sti# (eminta#an benan'

0paya-upaya pencegahan dalam keselamatan kerja dengan menggunakan AP,. enurut <S/A atau Occupational Safety and Health  Administration$ pesonal protective equipment atau alat pelindung diri =AP,>

dideinisikan sebagai alat yang digunakan untuk melindungi pekerja dari luka atau penyakit yang diakibatkan oleh adanya kontak dengan bahaya =haIards> di tempat kerja$ baik yang bersiat kimia$ biologis$ radiasi$ isik$ elektrik$ mekanik dan lainnya.

,alam hirarki bahaya =haIard> control atau pengendalian bahaya$  penggunaan alat pelindung diri merupakan metode pengendali bahaya paling akhir. Artinya$ sebelum memutuskan untuk menggunakan AP,$ metode-metode lain harus dilalui terlebih dahulu$ dengan melakukan upaya optimal agar bahaya atau haIard bisa dihilangkan atau paling tidak dikurangi.

Adapun hirarki pengendalian bahaya di tempat kerja$ termasuk di pabrik  kimia adalah sebagai berikutB

(.  Elimination$ merupakan upaya menghilangkan bahaya dari sumbernya. ).  Reduction$ mengupayakan agar tingkat bahaya bisa dikurangi.

2.  Engineering control $ artinya bahaya diisolasi agar tidak kontak dengan  pekerja.

4.  Administrative control $ artinya bahaya dikendalikan dengan menerapkan instruksi kerja atau penjadualan kerja untuk mengurangi paparan terhadap bahaya. 5.  Personal protective equipment $ artinya pekerja dilindungi dari bahaya dengan

menggunakan alat pelindung diri.

,enis-%enis A#at Pe#in&un' Diri

Alat pelindung diri diklasiikasikan berdasarkan target organ tubuh yang  berpotensi terkena resiko dari bahaya. %erikut ini diuraikan di dalam Tabel B

 No <rgan Tubuh Sumber bahaya AP, yang perlu digunakan

(. ata 6ipratan bahan kimia atau logam cair$debu$katalis

Saety Spectacles$ Saety ;lasses$

(12)

 powder$ proyektil$gas$ uap dan radiasi

;oggle$ 9aceshield$ !elding Shield. ). Telinga Suara dengan tingkat

kebisingan lebih dari 85 d%.

ar Plug$ ar u$ 6anal 6aps.

2. Kepala Tertimpa benda jatuh$ terbentur benda keras$ rambut terlilit benda  berputar.

/elmet$ %ump 6aps.

4. /idung =Pernapasan> ,ebu$uap$ gas$ kekurangan oksigen =oFygen deiency>.

3espirator$ %reathing Apparatus 5. Tangan dan 1engan Temperatur ekstrim$

 benda tajam$ tertimpa  benda berat$ sengatan listrik$ bahan kimia$ ineksi kulit.

Sarung Tangan =gloes>$ Armlets$ itts

+. Kaki 1antai 1icin$ lantai basah$  benda tajam$ benda jatuh$ cipratan bahan kimia dan logam cair$ aberasi.

Saety Shoes$ Saety %oots$ 1egging$ Spat.

(13)

U(aa-u(aa untu$ men"e'ah bssinosis

%erikut ini adalah upaya untuk mencegah byssinosis yaitu B

a> Pemeliharaan rumah tangga yang baik di perusahaan tekstil sehingga debu kapas sangat sedikit di udara.

 b> Pembersihan mesin carding sebaiknya dengan pompa hampa udara. c> embersihkan lantai dengan sapu tidak baik.

d> Jentilasi umum dengan sistim hisap.

e> Pemeriksaan kesehatan pekerja sebelum bekerja dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

> 3otasi pekerja yang telah terpapar debu kapas ke tempat yang tidak   berbahaya.

Penanggulangan lain yaitu B

a> Perlu lebih ditingkatkan lagi kualitas kerja dalam mengupayakan kesehatan dan keselamatan kerja yang sudah ada.

 b> Penataan ruangan harus lebih diperhatikan menjadi lebih baik$ supaya para karyawan lebih leluasa dalam melakukan pekerjaannya. %engkel kerja utama industri jika memungkinkan dipindahkan ke tempat yang khusus disediakan untuk kegiatan industri$ setidaknya diusahakan pembagian tempat  pengolahan khusus yang bersekat dan masing-masing disendirikan sehingga

ruang gerak menjadi luas.

c> 0ntuk menghindari sakit akibat kerja pekerja perlu melakukan olahraga yang teratur$ dan setidaknya banyak bergerak dari pekerjaan yang biasa dilakukan$ contoh apabila biasanya duduk sesekali berdiri dan berjalan agar gerakan dan  posisi kerja para karyawan menjadi lebih berariasi dan tidak monotonis. d> Sebaiknya untuk pembuangan atau penimbunan sementara limbah disediakan

lahan kosong tersendiri$ atau setidaknya menempatkannya dalam karung$ bak$ atau lubang khusus sehingga tidak terjadi pencemaran lingkungan dan dari segi tata ruang pun menjadi lebih luas dan enak untuk dipandang.

e> Perusahaan =dalam hal ini industri kecil> yang belum mendapat tempat di organisasi Pukesmas maka hendaknya dimasukkan secara struktural kedalam organisasi tersebut. Sehingga industri ini akan lebih terayomi dalam

(14)

hal pelayanan kesehatannya yang paripurna =promoti$ preenti$ kurati$ dan rehabilitati>$ yang dalam hal ini ditekankan pada ruang lingkup kedokteran industrinya. isalnya petugas kesehatan mengunjungi tempat-tempat industri secara rutin guna menilai kesehatan kerja di perusahaan-perusahaan rumah tangga.

(15)

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Pada proses pemintalan. limbah debu kapas paling banyak didapat pada  proses blowing$ carding dan. 1imbah aktual pada pekerjaan blowing dan carding masing-masing sebesar 2.5 dan ).5 sedangkan tingkat kebisingan speed rame sebesar L 85 d%.

Penyakit yang akan timbul adalah sinosis =penyakit tergolong  pneumoconiosis> yang berasal dari limbah debu kapas kepada pekerja-pekerja dalam industri tekstil. Pencengahan dengan menggunakan AP, =alat pelindung diri> sepertiB memakai saety glasses$ ear plung$ ear mu$ respirator dan lain-lain.

Pencegahan yang lain dapat di lakukan dengan pemeliharaan rumah tangga yang baik di perusahaan tekstil sehingga debu kapas sangat sedikit di udara$pembersihan mesin carding sebaiknya dengan pompa hampa udara$ membersihkan lantai dengan sapu tidak baik$ entilasi umum dengan sistim hisap$  pemeriksaan kesehatan pekerja sebelum bekerja dan pemeriksaan

kesehatan secara berkala$ rotasi pekerja yang telah terpapar debu kapas ke tempat yang tidak berbahaya.

%. Saran

a. emutuskan jenis alat pelindung diri yang harus kita gunakan$ lakukan terlebih dahulu haIard identiication =identiikasi bahaya>.

 b. Tinjau ulang setiap aspek dari pekerjaan$ agar potensi bahaya bisa kita identiikasi.

c. Perlu penegakan disiplin karyawan terhadap pemakaian alat pelindung diri terutama masker dan sumbat telinga.

d. Perlu adanya penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan bidang kesehatan dan keselamatan kerja$ dan keterampilan para pekerja.

(16)

DAFTAR PUSTA!A

Anonim.)*(*.=online>httpB@@repository.usu.ac.id@bitstream@()245+78:@27*4@(@K2

gerrysilaban.pd. ,iakses pada () September )*(+>.

 Nasri$AIhar.)*(4.=online>httpsB@@aIharnasri.blogspot.co.id@)*(4@*:@makalah industri-tekstil-di-indonesia.html. =,iakses pada (( September )*(+>.

 Nugraha$,aniel.)*((.=online>httpB@@danielanugrah(*’s.blogspot.com@)*((@industr 

lisasi.html. =,iakses pada () September )*(+>.

Tengky$0sini.)*(*.=online >httpB@@usinitengky.blogspot.com@)*(*@kesehatan kerja-higiene.html. =,iakses pada (( September )*(+>.

Referensi

Dokumen terkait

Akan tetapi meskipun masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi dalam peningkatan kesehatan kerja, baik di negara maju maupun berkembang kita dapat sama-sama melihat bahwa

Kompetensi Dasar Soal Menerapkan keselamatan kesehatan kerja dan hygiene sanitasi Mendeskripsikan keselamatan kesehatan kerja dan hygiene sanitasi Mendeskripsikan K3 sesuai

Kondisi fisik cenderung mempengaruhi kesehatan dan keselamatan pekerja secara langsung, baik dalam jangka waktu singkat maupun jangka waktu yang lama. Beberapa

Karena itu pengembangan program keselamatan dan kesehatan kerja di sarana kesehatan seperti rumah sakit dan sarana kesehatan lainnya perlu dikembangkan dalam upaya melindungi

Panduan praktis bergambar ini disusun bersama dengan Direktorat Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dewan Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Menguasai pengetahuan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang meliputi prosedur dan pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja di laboratorium medis serta

- MAGANG MENGENAI PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA - TATA CARA DAN CONTOH KERANGKA LAPORAN KERJA PRAKTEKTUGAS - PEDOMAN PELAKSANAAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA K3 -

Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja K3 di di PT Berau Coal Energy Tbk belum sepenuhnya terlaksana dengan baik dan benar, hal tersebut diperoleh dari penelitian yang dilakukan