Kata Pengantar Kata Pengantar
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Segala puji bagi
Segala puji bagi Allah yAllah yang ang telah memberikan kami kemtelah memberikan kami kemudahan sehinggaudahan sehingga dapat
dapat menymenyelesaikaelesaikan n makalmakalah ah ini. ini. TaTanpa npa pertopertolongalongan-Nyn-Nya a munmungkin gkin penypenyusunusun tidak akan sanggup menyelesaikannya dengan baik. Shalawat dan salam semoga tidak akan sanggup menyelesaikannya dengan baik. Shalawat dan salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda t
terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yakni ercinta kita yakni Nabi uhammad SA!Nabi uhammad SA!.. a
akakalalah h inini i didisusususun n agagar ar pepembmbaca aca dadapapat t memempmpererluluas as ililmu mu tetentntanangg "Kesela
"Keselamatan dan matan dan KesehatKesehatan an Kerja Pada Kerja Pada #ndu#ndustri Tekstri Tekstil"$ yang stil"$ yang penulpenulis is sajikansajikan did
didalam alam makmakalah alah iniini. . akakalaalah h ini ini di di sussusun un oleoleh h penpenyuyusun sun dendengan gan berberbagbagaiai rintangan. %aik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. rintangan. %aik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun
Namun dengan dengan penuh penuh kesabaran kesabaran dan dan terutama terutama pertolongan pertolongan dari dari TuTuhan han akhirnyaakhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
makalah ini dapat terselesaikan.
akalah ini memuat tentang &Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada akalah ini memuat tentang &Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada #ndus
#ndustri tri TTeksekstil' til' yang sangat yang sangat pentinpenting g bagi kita bagi kita semua. !asemua. !alaupulaupun n makalamakalah h iniini kurang sempurna dan memerlukan perbaikan tapi j
kurang sempurna dan memerlukan perbaikan tapi juga memiliki detail yang cukupuga memiliki detail yang cukup jelas bagi pembaca.
jelas bagi pembaca. Sem
Semoga oga makmakalah alah ini ini dapdapat at memmemberberikaikan n penpengetgetahuahuan an yayang ng leblebih ih lualuass kepad
kepada a pembpembaca. aca. !!alaalaupun makalah upun makalah ini ini memimemiliki liki kelebkelebihan ihan dan dan kekukekuranganrangan.. Penyusun membutuhkan kritik dan saran dari pembaca
Penyusun membutuhkan kritik dan saran dari pembaca yang membangun.yang membangun. Terima kasih.
Terima kasih.
!assalammualaikum !assalammualaikum
Pal
Palembembangang$ $ () () SepSeptemtemebeeber r )*(+
)*(+
Penyusun Penyusun
DAFTAR ISI
KataPengantar ( ,atar#si ) %ab ( PN,A/010AN (.( 1atar %elakang 2 (.) 3umusan asalah 4 (.2 Tujuan akalah 4 %ab ## P%A/ASAN A. ,einisi 5 %. Proses Pembuatan +6. Potensi %ahaya Kecelakaan Kerja Pada #ndustri Tekstil 7 ,. Keserasian Peralatan dan Sarana Kerja ,engan Tenaga Kerja 8
. 9aktorpenyebab :
9. ,ampak Penyakit yang timbul dari %ahaya
Kecelakaan Kerja pada #ndustri Tekstil Pemintalan %enang. : ;. Pencegahan dari bahaya dan dampak
terhadap tenaga kerja industri tekstil pemintalan benang ((
%ab ### PN0T0P
A. Kesimpulan (5
%. Saran (5
BAB I
PENDAHULUAN
(.( 1atar %elakangPembangunan sektor industri saat ini merupakan salah satu andalan dalam pembangunan nasional #ndonesia yang berdampak positi terhadap penyerapan tenaga kerja$ peningkatan pendapatan dan pemerataan pembangunan. ,isisi lain kegiatan industri dalam proses produksinya selalu
disertai aktor-aktor yang mengandung resiko bahaya dengan terjadinya kecelakaan maupun penyakit akibat kerja.
Setiap ancaman terhadap keselamatan dan kesehatan kerja harus dicegah. Karena ancaman seperti itu akan membawa kerugian baik material$ moril maupun waktu terutama terhadap kesejahteraan tenaga kerja dan keluarganya. 1ebih-lebih perlu disadari bahwa pencegahan terhadap bahaya tersebut jauh lebih baik dari pada menunggu sampai kecelakaan terjadi yang biasanya memerlukan biaya yang lebih besar untuk penanganan dan pemberian
kompensasinya.
engingat kegiatan sektor industri tidak terlepas dengan penggunaan teknologi maju yang dapat berdampak terhadap keselamatan dan
kesehatan kerja terutama masalah penyakit akibat kerja. Selain itu masih banyak perusahaan yang belum melaksanakan ketentuan-ketentuan yang mengarah kepencegahan penyakit akibat kerja$ hal ini disebabkan karena kurangnya perhatian$ waktu dan memerlukan biaya yang tinggi. ,ari pihak pekerja sendiri disamping pengertian dan pengetahuan masih terbatas$ ada sebagian dari mereka masih segan menggunakan alat pelindung atau mematuhi aturan yang sebenarnya. <leh karena itu masalah
keselamatan dan kesehatan kerja tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri tetapi harus dilakukan secara terpadu yang melibatkan berbagai pihak baik pemerintah$ perusahaan$ tenaga kerja serta organisasi lainnya =Perguruan
(.) 3umusan asalah
(. %agaimana bahaya kecelakaan kerja pada #ndustri Tekstil Pemintalan %enang?
). %agaimana dampak penyakit yang timbul dari bahaya kecelakaan kerja pada industri Tekstil Pemintalan %enang?
2. %agaimana cara pencegahan dan penanggulangan dari bahaya dan dampak penyakit terhadap tenaga kerja industri Tekstil Pemintalan %enang?
(.2 Tujuan akalah
(. 0ntuk mengetahui bahaya kecelakaan kerja pada indudtri tekstil pemintalan benang.
). 0ntuk mengetahui dampak penyakit yang timbul dari bahaya kecelakaan kerja pada industri pemintalan benang.
2. 0ntuk mengetahui cara pencegahan dan penanggulangan dari bahaya dan dampak penyakit terhadap tenaga kerja industri tekstil pemintalan benang
BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi
Kesehatan kerja merupakan spesialisasi dalam #lmu Kesehatan@Kedokteran beserta prakteknya yang bertujuan agar para pekerja atau masyarakat pekerja
memperoleh derajat kesehatan setingi-tingginya$ baik isik$ amental$ maupun sosial$ dengan usaha-usaha preenti dan kurati terhadap penyakit- penyakit@gangguan-gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh
aktor-aktor pekerjaan dan lingkungan kerja$ serta terhadap penyakit- penyakit umum =Sumakmur$ (:8(>.
enurut ,ainur$ kesehatan kerja adalah upaya perusahaan untuk mempersiapkan$ memelihara serta tindakan lainnya dalam rangka pengadaan serta penggunaan tenaga kerja dengan kesehatan baik isik$ mental maupun sosial yang
maksimal$ sehingga dapat berproduksi secara maksimal pula =,ainur$(::)>.
Sedangkan deinisi lain menyatakan bahwa kesehatan kerja merupakan aplikasi kesehatan masyarakat di dalam suatu tempat =perusahaan$ pabrik$ kantor$ dan sebagainya> dan menjadi pasien dari kesehatan kerja ialah masyarakat pekerja dengan masyarakat di sekitar perusahaan tersebut. Apabila didalam kesehatan masyarakat ciri pokoknya adalah upaya preenti =pencegahan penyakit> dan promoti =peningkatan kesehatan>$ maka dalam kesehatan kerja$ kedua hal tersebut menjadi ciri pokok =Notoatmojo$ (::7>
#ndustri adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah$ bahan baku$ barang setengah jadi atau barang jadi menjadi barang yang bermutu tinggi
dalam penggunaannya$ termasuk kegiatan rancang bangun dan perekayasaan industri. ,engan demikian$ industri merupakan bagian dari proses produksi. %ahan-bahan industri diambil secara langsung maupun tidak
langsung$ kemudian diolah$ sehingga menghasilkan barang yang bernilai lebih bagi masyarakat. Kegiatan proses produksi dalam industri itu disebut dengan perindustrian. ,ari deinisi tersebut$ istilah industri sering disebut sebagai kegiatan manuaktur =manuacturing>.
Adapun yang termasuk industri ini adalah sebagai berikutB (. #ndustri tekstil$ misalnyaB benang$ kain$ dan pakaian jadi.
). #ndustri alat listrik dan logam$ misalnyaB kipas angin$ lemari es$ dan mesin jahit$ teleisi$ dan radio.
2. #ndustri kimia$ misalnyaB sabun$ pasta gigi$ sampho$ tinta$ plastik$ obat-obatan$ dan pipa.
4. #ndustri pangan$ misalnyaB minyak goreng$ terigu$ gula$ teh$ kopi$ garam dan makanan kemasan.
5. #ndustri bahan bangunan dan umum$ misalnyaB kayu gergajian$ kayu lapis$ dan marmer
Tekstil adalah material leksibel yang terbuat dari tenunan benang. Tekstil dibentuk dengan cara penyulaman$ penjahitan$ pengikatan$ dan cara pressing. #stilah tekstil dalam pemakaiannya sehari-hari sering disamakan dengan istilah kain. Namun ada sedikit perbedaan antara dua istilah ini$ tekstil dapat digunakan untuk menyebut bahan apapun yang terbuat dari tenunan benang$ sedangkan kain merupakan hasil jadinya$ yang sudah bisa digunakan.
B. Proses Pembuatan
Sebelum kapas diproses pada mesin blowing$ terlebih dahulu kapas dikeluarkan dari gudang$ kemudian kapas yang masih dalam keadaan terbungkus dan terikat$ di bawa ke %ill Store untuk dibuka dan dilepaskan ikatannya agar kapas kembali ke dalam bentuk semula dan dibiarkan untuk diangin-anginkan selama C)4 jam. Kemudian kapas yang dibuat lap lalu dikerjakan pada mesin carding$ lap akan mengalami pembersihan$ pemisahan$ penarikan dengan mesin pre drawing untuk dapat dibuat slier$ selanjutnya dikerjakan pada mesin yang
lebih rata seratnya$ dengan jalan 8 slier dijadikan slier ditarik diantara rol-rol. Selanjutnya dikerjakan pada mesin lap ormer untuk dibuat lap yaitu 8 slier dimasukkan pada mesin ini. ,engan ditarik agar seratnya searah panjang dan pendek terpisah maka lap dikerjakan pada mesin lap pendek akan terkumpul menjadi kotoran$ sedang serat panjang dibuat siler yang terdiri serat panjang saja. Serat siler yang dapat diproses kembali untuk dijadikan benang carded
dengan nomor (5 dan 25 atau sebagai campuran untuk membuat benang-benang carded dengan No.2* S dan 4* S.
Slier hasil combing selanjutnya dikerjakan pada mesin drawing =# dan ##> untuk dibuat slier yang baik karena slier hasil combing merupakan bahan baku untuk pembuatan benang halus dan ini diproses pada mesin speed rame. ,engan sedikit ditarik dan dipilin akan menghasilkan slier dengan ukuran lebih kecil yang disebut roing. 3oing ini hasil dari mesin speed rame dibuat benang tunggal selanjutnya dapat diperdagangkan baik dalam bentuk cone =pada mesin cone winder> atau benang double mesin Duick traerse$ hant dan lain-lain.
C. Potensi Bahaa !e"e#a$aan !er%a Pa&a In&ustri Te$sti#
Setiap industri memiliki potensi akan terjadinya bahaya dan kecelakaan kerja. Namun demikian peraturan telah meminta agar setiap industri mengantisipasi dan meminimalkan bahaya yang dapat menimbulkan kecelakaan atau terancamnya keselamatan seseorang baik yang ada dalam lingkungan industry itu sendiri ataupun bagi masyarakat di sekitar industri. /al-hal yang menjadi permasalahan yang berkaitan dengan potensi bahaya kecelakaan kerja pada industri busana.
;udang resiko bahaya pada Packing dan %ahaya kebakaran
a. Pola@Potong$ resiko bahaya adalah Eari tangan terpotong dan tersengat arus singkat$
b. Eahit$ resiko bahaya adalah Eari terkena jarum$ tersengat arus singkat$ kebakaran
c. Pasang kancing$ resiko bahaya adalah Eari tergencet mesin kancing$ tersengat arus singkat.
d. Setrika$ resiko bahaya adalah Tersengat arus singkat$ kebakaran serta Tergores dan bahaya jatuhan
D. !eserasian Pera#atan &an Sarana !er%a Den'an Tena'a !er%a
Keserasian peralatan dan sarana harus diperhatikan pihak perusahaan dan disesuaikan dengan tenaga kerja yang dimilikinya agar kecelakaan kerja dapat diminimalisasi. Kesalahan atau ketidakserasian antara peralatan dan sarana kerja dengan pegawai yang menggunakan. Ketidak serasian antara peralatan dan sarana
dengan tenaga kerja dapat menimbulkan berbagai masalah yang akhirnya dapat mengancam keselamatan dan kesehatan kerja pegawai atau tenaga kerja.
Permasalahan mengenai keserasian peralatan dan sarana kerja dengan tenaga kerja pada industri busana dapat dilihat pada uraian dibawah ini
Proses Produksi 9aktor rgonomi
Proses Kerja asalah
Pemotongan Kain
(. 0kuran eja Kerja ). Kursi duduk
2. Sikap dan sistem kerja 4. 6ara dan sistem keja
enjahit$ obras$ bordir
(. 0kuran eja Kerja ). Kursi duduk
2. Sikap dan sistem kerja 4. 6ara dan sistem keja
enyetrika
(. 0kuran eja Kerja ). Kursi duduk
2. Sikap@ cara kerja
4. Kesesuaian sikap@sistem kerja
Packing
(. Kegiatan angkat junjung ). Sikap dan cara kerja 2. 3uang gerak
E. Fa$tor (enebab a. Fa$tor Manusia
Permasalahan yang terjadi pada aktor manusia meliputi aktor manajerial$ dan aktor tenaga kerja.
Permasalahannya dapat merupakan berikut ini B (> anajemenB
a> Pemahaman yang kurang tentang hiperkes dan keselamaatan kerja b> Tidak melaksanakan teknik-teknik hiperkes dan keselamatan kerja
c> Tidak menyediakan alat proteksi@pelindung diri )> Tenaga kerjaB
a> Tidak melaksanakan ketentuan-ketentuan K2
b> Tidak mengenakan alat proteksi yang telah disediakan c> Tidak memiliki naluri cara kerja sehat
d> Tingkat pengetahuan terhadap perkembangan teknologi industri.
b. Fa$tor Lin'$un'an !er%a
9aktor penyebab masalah K21 tidak hanya terjadi karena aktor manusia tetapi pasti ada sedikit banyak masalah yang terjadi karena lingkungan kerja nya.
%erikut ini adalah aktor yang terjadi di Perusahaan #ndustri Tekstil yaitu B (> Penerangan yang kurang mengakibatkan kesalahan pewarnaan.
)> #klim kerja mengakibatkan lelah kerja para pekerja.
2> ,ebu mengakibatkan gangguan pernaasan dan kerusakan mata. 4> 0ap mengakibatkan suhu panas.
5> 1imbah Pabrik seperti$ 9ormaldehyde mengakibatkan timbulnya limbah %2.
F. Dam(a$ Pena$it an' timbu# &ari Bahaa !e"e#a$aan !er%a (a&a In&ustri Te$sti# Peminta#an Benan'.
Byssinosis adalah penyakit tergolong pneumoconiosis yang penyebabnyaterutama debu kapas kepada pekerja-pekerja dalam industri teFtil. Penyakit ini berkaitan erat dengan pekerjaan blowing dan carding. Tetapi terdapat pula pada pekerjaan-pekerjaan lainnya. bahkan dari permulaan proses =pembuangan biji kapas> sampai kepada proses akhir =penenunan>. asa inkubasi rata-rata terpendek adalah 5 tahun bagi para pekerja pada blowing dan carding. %agi pekerja lainnya lebih dari waktu 5 tahun.
i) Pena$it A$ibat !er%a &an *an' Berhubun'an Den'an Pe$er%aan
=(> Penyakit Akibat Kerja
Penyakit akibat kerja ini mempunyai penyebab yang spesiik atau asosiasi yang kuat dengan pekerjaan$ yang pada umumnya terdiri dari satu agen penyebab yang mudah diakui.
=)> Penyakit yang berhubungann dengan pekerjaan G work related disease
Adalah penyakit yang mempunyai beberapa agen penyebab$ dimana aktor pada pekerjaan memegang peranan bersama dengan aktor resiko lainnya
dalam berkembangnya penyakit yang mempunyai etiologi yang kompleks.
=2> Penyakit yang mengenai populasi pekerja
Penyakit yang terjadi pada populasi pekerja tanpa adanya agen penyebab di tempat kerja$ namun dapat diperberat oleh kondisi pekerjaan yang buruk bagi kesehatan.
=4> Penyakit Hang Timbul Karena /ubungan Kerja.
%erdasarkan SK Presiden No.)) tahun (::2$ disebutkan berbagai macam penyakit yang timbul karena hubungan kerja yaitu B
a> Pneumoconiosis yang disebabkan oleh debu mineral pembentuk jaringan parut$yang silikonsnya merupakan actor utama penyebab cacat dan kematian b> Penyakit paru dan saluran pernaasan =broncopulmoner > yang disebabkan
oleh debu logam keras.
c> Penyakit paru dan saluran pernaasan =broncopulmoner > yang disebabkan oleh debu kapas las$ henep$ dan sisal =bissinosis>.
d> Asma akibat kerja yang disebabkan oleh penyebab sensitiisasi dan Iat perangsang yang dikenal yang berada dalam proses pekerjaan.
e> Aliveolitis alergika yang disebabkan oleh actor dari luar sebagai akibat dari penghirupan debu organik.
> Penyakit yang disebabkan oleh berilium atau persenyawaannya yang beracun.
g> Penyakit yang disebabkan kadmium atau persenyawaannya yang beracun. h> Penyakit yang disebabkan aktor atau persenyawaanya yang beracun
i> Penyakit yang disebabkan oleh krom atau persenyawaannya yang beracun.
j> Penyakit yang disebabkan olehB mangan$ arsen$ raksa$ timbal$ luor$benIena$ deriat halogen$deriat nitro$dan amina dari benIena atau homolognya yang beracun.
+. Pen"e'ahan &ari bahaa &an &am(a$ terha&a( tena'a $er%a in&ustri te$sti# (eminta#an benan'
0paya-upaya pencegahan dalam keselamatan kerja dengan menggunakan AP,. enurut <S/A atau Occupational Safety and Health Administration$ pesonal protective equipment atau alat pelindung diri =AP,>
dideinisikan sebagai alat yang digunakan untuk melindungi pekerja dari luka atau penyakit yang diakibatkan oleh adanya kontak dengan bahaya =haIards> di tempat kerja$ baik yang bersiat kimia$ biologis$ radiasi$ isik$ elektrik$ mekanik dan lainnya.
,alam hirarki bahaya =haIard> control atau pengendalian bahaya$ penggunaan alat pelindung diri merupakan metode pengendali bahaya paling akhir. Artinya$ sebelum memutuskan untuk menggunakan AP,$ metode-metode lain harus dilalui terlebih dahulu$ dengan melakukan upaya optimal agar bahaya atau haIard bisa dihilangkan atau paling tidak dikurangi.
Adapun hirarki pengendalian bahaya di tempat kerja$ termasuk di pabrik kimia adalah sebagai berikutB
(. Elimination$ merupakan upaya menghilangkan bahaya dari sumbernya. ). Reduction$ mengupayakan agar tingkat bahaya bisa dikurangi.
2. Engineering control $ artinya bahaya diisolasi agar tidak kontak dengan pekerja.
4. Administrative control $ artinya bahaya dikendalikan dengan menerapkan instruksi kerja atau penjadualan kerja untuk mengurangi paparan terhadap bahaya. 5. Personal protective equipment $ artinya pekerja dilindungi dari bahaya dengan
menggunakan alat pelindung diri.
,enis-%enis A#at Pe#in&un' Diri
Alat pelindung diri diklasiikasikan berdasarkan target organ tubuh yang berpotensi terkena resiko dari bahaya. %erikut ini diuraikan di dalam Tabel B
No <rgan Tubuh Sumber bahaya AP, yang perlu digunakan
(. ata 6ipratan bahan kimia atau logam cair$debu$katalis
Saety Spectacles$ Saety ;lasses$
powder$ proyektil$gas$ uap dan radiasi
;oggle$ 9aceshield$ !elding Shield. ). Telinga Suara dengan tingkat
kebisingan lebih dari 85 d%.
ar Plug$ ar u$ 6anal 6aps.
2. Kepala Tertimpa benda jatuh$ terbentur benda keras$ rambut terlilit benda berputar.
/elmet$ %ump 6aps.
4. /idung =Pernapasan> ,ebu$uap$ gas$ kekurangan oksigen =oFygen deiency>.
3espirator$ %reathing Apparatus 5. Tangan dan 1engan Temperatur ekstrim$
benda tajam$ tertimpa benda berat$ sengatan listrik$ bahan kimia$ ineksi kulit.
Sarung Tangan =gloes>$ Armlets$ itts
+. Kaki 1antai 1icin$ lantai basah$ benda tajam$ benda jatuh$ cipratan bahan kimia dan logam cair$ aberasi.
Saety Shoes$ Saety %oots$ 1egging$ Spat.
U(aa-u(aa untu$ men"e'ah bssinosis
%erikut ini adalah upaya untuk mencegah byssinosis yaitu B
a> Pemeliharaan rumah tangga yang baik di perusahaan tekstil sehingga debu kapas sangat sedikit di udara.
b> Pembersihan mesin carding sebaiknya dengan pompa hampa udara. c> embersihkan lantai dengan sapu tidak baik.
d> Jentilasi umum dengan sistim hisap.
e> Pemeriksaan kesehatan pekerja sebelum bekerja dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
> 3otasi pekerja yang telah terpapar debu kapas ke tempat yang tidak berbahaya.
Penanggulangan lain yaitu B
a> Perlu lebih ditingkatkan lagi kualitas kerja dalam mengupayakan kesehatan dan keselamatan kerja yang sudah ada.
b> Penataan ruangan harus lebih diperhatikan menjadi lebih baik$ supaya para karyawan lebih leluasa dalam melakukan pekerjaannya. %engkel kerja utama industri jika memungkinkan dipindahkan ke tempat yang khusus disediakan untuk kegiatan industri$ setidaknya diusahakan pembagian tempat pengolahan khusus yang bersekat dan masing-masing disendirikan sehingga
ruang gerak menjadi luas.
c> 0ntuk menghindari sakit akibat kerja pekerja perlu melakukan olahraga yang teratur$ dan setidaknya banyak bergerak dari pekerjaan yang biasa dilakukan$ contoh apabila biasanya duduk sesekali berdiri dan berjalan agar gerakan dan posisi kerja para karyawan menjadi lebih berariasi dan tidak monotonis. d> Sebaiknya untuk pembuangan atau penimbunan sementara limbah disediakan
lahan kosong tersendiri$ atau setidaknya menempatkannya dalam karung$ bak$ atau lubang khusus sehingga tidak terjadi pencemaran lingkungan dan dari segi tata ruang pun menjadi lebih luas dan enak untuk dipandang.
e> Perusahaan =dalam hal ini industri kecil> yang belum mendapat tempat di organisasi Pukesmas maka hendaknya dimasukkan secara struktural kedalam organisasi tersebut. Sehingga industri ini akan lebih terayomi dalam
hal pelayanan kesehatannya yang paripurna =promoti$ preenti$ kurati$ dan rehabilitati>$ yang dalam hal ini ditekankan pada ruang lingkup kedokteran industrinya. isalnya petugas kesehatan mengunjungi tempat-tempat industri secara rutin guna menilai kesehatan kerja di perusahaan-perusahaan rumah tangga.
BAB III
PENUTUP
A. KesimpulanPada proses pemintalan. limbah debu kapas paling banyak didapat pada proses blowing$ carding dan. 1imbah aktual pada pekerjaan blowing dan carding masing-masing sebesar 2.5 dan ).5 sedangkan tingkat kebisingan speed rame sebesar L 85 d%.
Penyakit yang akan timbul adalah sinosis =penyakit tergolong pneumoconiosis> yang berasal dari limbah debu kapas kepada pekerja-pekerja dalam industri tekstil. Pencengahan dengan menggunakan AP, =alat pelindung diri> sepertiB memakai saety glasses$ ear plung$ ear mu$ respirator dan lain-lain.
Pencegahan yang lain dapat di lakukan dengan pemeliharaan rumah tangga yang baik di perusahaan tekstil sehingga debu kapas sangat sedikit di udara$pembersihan mesin carding sebaiknya dengan pompa hampa udara$ membersihkan lantai dengan sapu tidak baik$ entilasi umum dengan sistim hisap$ pemeriksaan kesehatan pekerja sebelum bekerja dan pemeriksaan
kesehatan secara berkala$ rotasi pekerja yang telah terpapar debu kapas ke tempat yang tidak berbahaya.
%. Saran
a. emutuskan jenis alat pelindung diri yang harus kita gunakan$ lakukan terlebih dahulu haIard identiication =identiikasi bahaya>.
b. Tinjau ulang setiap aspek dari pekerjaan$ agar potensi bahaya bisa kita identiikasi.
c. Perlu penegakan disiplin karyawan terhadap pemakaian alat pelindung diri terutama masker dan sumbat telinga.
d. Perlu adanya penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan bidang kesehatan dan keselamatan kerja$ dan keterampilan para pekerja.
DAFTAR PUSTA!A
Anonim.)*(*.=online>httpB@@repository.usu.ac.id@bitstream@()245+78:@27*4@(@K2
gerrysilaban.pd. ,iakses pada () September )*(+>.
Nasri$AIhar.)*(4.=online>httpsB@@aIharnasri.blogspot.co.id@)*(4@*:@makalah industri-tekstil-di-indonesia.html. =,iakses pada (( September )*(+>.
Nugraha$,aniel.)*((.=online>httpB@@danielanugrah(*’s.blogspot.com@)*((@industr
lisasi.html. =,iakses pada () September )*(+>.
Tengky$0sini.)*(*.=online >httpB@@usinitengky.blogspot.com@)*(*@kesehatan kerja-higiene.html. =,iakses pada (( September )*(+>.