Rancang Bangun Alat Penyuling Minyak Atsiri (Tipe Uap Langsung)

Teks penuh

(1)

Lampiran 1. Flow Chart pelaksanaan penelitian.

Mulai

Dirancang bentuk alat

Digambar dan ditentukan ukuran alat

Dipilih bahan

Diukur bahan yang akan digunakan

Dipotong bahan sesuai ukuran yang sudah

(2)

b a

Pengujian alat

Uji kelayakan

Pengukuran parameter

Analisis data

selesai

(3)

Lampiran 2. Kapasitas Efektif Alat

Tabel Data Kapasitas Alat

Ulangan Volume (ml) waktu (jam) kapasitas efektif alat (ml/jam)

kapasitas alat =volume waktu =

38 ml

3 jam = 12,66ml/jam

Ulangan II

kapasitas alat =volume waktu =

40 ml

3 jam = 13,33ml/jam

Ulangan III

kapasitas alat =volume waktu =

42 ml

(4)

Lampiran 3. Rendemen Minyak Daun Cengkeh

Tabel Rendemen Minyak Ulangan Berat minyak daun

cengkeh dalam gelas ukur (gr)

Berat gelas ukur (gr)

Berat minyak daun cengkeh (gr)

(5)

Lampiran 4. Heat Exchanger

Panas yang mengalir dari ketel suling sampai dengan ke lubang

pengeluaran menglami perubahan suhu dan pelepasan energi sehingga proses

kondensasi dapat berlangsung.

Ulangan Suhu pendingin (°C) Suhu uap (°C) Perpindahan Kalor (J)

I 10 110 209.200

II 19 110 190.372

III 19 110 190.372

Total 48 330 589.944

Rata-rata 16 110 196.648

Untuk mengetahui panas yang diubah digunakan rumus:

ulangan I:Q = mc∆�

Energi Panas Dalam Heat Exchanger (Btu / jam ft2 °F)

Untuk mengetahui panas yang diubah digunakan rumus:

ulangan I:Q = -kN(2�r)��

��

(6)

ulangan II: Q = -kN(2�r)��

��

= -65.525,89 Btu / jam ft2 °F

ulangan III: Q = -kN(2�r)��

��

(7)

Lampiran 5. Efisiensi Alat

Efesiensi alat dapat diketahui dengan membagi kapasitas efektif yang

diperoleh alat terhadap kapasitas efektif alat secara teoritis, atau dapat dituliskan

dengan rumus :

Kapasitas Efektif Alat (mljam) Kapasitas Teoritis (ml/jam)

Efisiensi Alat (%)

0,04 0,052 76,92

η alat = ������

����� × 100%

= 0,04 ��/���

0,052 ��/��� × 100

(8)

Lampiran 6. Analisis ekonomi

1. Unsur produksi

1. Biaya pembuatan alat (P) = Rp. 3.000.000

2. Perhitungan biaya produksi

a. Biaya tetap (BT)

1. Biaya penyusutan (D)

Dt = (P-S) (A/F, i, n) (F/P, i, t-1)

(9)

2. Bunga modal dan asuransi (I)

Bunga modal pada bulan Agustus 6% dan Asuransi 2%

I = i(P)(n+1)

2n

= (8%)Rp .3.000 .000 (5+1)

2(5)

= Rp. 144.000/tahun

Tabel perhitungan biaya tetap tiap tahun

Tahun D (Rp) I (Rp)/tahun Biaya tetap (Rp)/tahun

1 2.700.000 144.000 2.844.000

2 1.389.214,8 144.000 1.533.214,8

3 952.891,45 144.000 1.096.914,5

4 735.109,02 144.000 882.109,02

5 604.712,25 144.000 748.712,25

b. Biaya tidak tetap (BTT)

1. Biaya perbaikan alat (reparasi)

Biaya reparasi = 1,2%(P−S)

3900 jam

= 1,2%(Rp .3.000 .000−Rp .300 .000 )

3900 jam

= Rp. 8,30/jam

2. Biaya operator = 2.000/jam

Total biaya tidak tetap = Rp.2.700,6 /jam

c. Biaya penyulingan

Biaya pokok = [BT

X + BTT]C

Tabel perhitungan biaya pokok tiap tahun

(10)

Lampiran 7. Break even point

Break even point atau analisis titik impas (BEP) umumnya berhubungan

dengan proses penentuan tingkat produksi untuk menjamin agar kegiatan usaha

yang dilakukan dapat membiayai sendiri (self financing), dan selanjutnya dapat

berkembang sendiri (self growing). Dalam analisis ini, keuntungan awal dianggap

sama dengan nol.

Penerimaan setiap produksi (R) = Rp.248/ml (dengan asumsi harga minyak

daun cengkeh dipasaran sebesar Rp.200/ml

dengan harga bahan baku Rp.2/shift).

Alat akan menghasilkan break event point jika menghasilkan minyak sebesar:

Tahun Biaya Tetap (Rp)/tahun BEP (kg/tahun)

1 2.844.000 63,91

2 1.533.214,8 34,45

3 1.096.914,5 24,64

4 882.109,02 19,82

(11)

Lampiran 8. Net present value

Berdasarkan persamaan (13), nilai NPV alat ini dapat dihitung dengan

rumus: CIF-COF ≥ 0

Pendapatan = penerimaan × kapasitas alat × jam kerja alat 1 tahun

dengan asumsi alat bekerja pada kapasitas penuh

= Rp. 248/ml × 13,33ml/jam × 3900 jam/tahun

= Rp. 12.892.776/tahun

Pembiayaan = biaya pokok × kapasitas alat × jam kerja alat 1 tahun

Tabel perhitungan pembiayaan tiap tahun

Tahun BP (Rp/ml) Kap. Alat (ml/jam) Jam kerja (jam/tahun) Pembiayaan

1 257,23 13,33 3900 13.342.520,1

2 232,02 13,33 3900 12.062.023,74

3 223,63 13,33 3900 11.625.825,81

4 219,08 13,33 3900 11.389.311,96

(12)

Cash in Flow 6%

1. Pendapatan = Pendapatan × (P/A, 6%,5)

= Rp. 12.892.776× 4,2124

= Rp. 54.309.529,62

2. Nilai akhir = Nilai akhir × (P/F, 6%,5)

= Rp 300.000 × 0,7473

= Rp. 224.190

Jumlah CIF = Rp. 54.533.719,62

Cash out Flow 6%

1. Investasi = Rp. 6.200.000

2. Pembiayaan = Pembiayaan × (P/F, 6%,n)

Tabel perhitungan pembiayaan

Tahun (n) Biaya (P/F, 6%, n) Pembiayaan (Rp)

1 13.342.520,1 0,9434 12.587.333,46

2 12.062.023,74 0,89 10.732.201,13

3 11.625.825,81 0,8396 9.761.043,35

4 11.389.311,96 0,7921 9.021.474,00

5 11.278.059,78 0,7473 8.428.094,07

Total 50.530.146,01

Jumlah COF = Rp. 3.000.000+50.530.146,01

= Rp. 53.530.146,01

NPV 6% = CIF – COF

= Rp 54.533.719,62– Rp. 53.530.146,01

= Rp. 1.003.573,61

Jadi besarnya NPV 6% adalah Rp. . 1.003.573,61 > 0 maka usaha ini layak

(13)

Lampiran 9. Internal Rate of Return

Internal rate of return (IRR) ini digunakan untuk memperkirakan

kelayakan lama (umur) pemilikan suatu alat atau mesin pada tingkat keuntungan

tertentu. Internal rate of return (IRR) adalah suatu tingkatan discount rate,

dimana diperoleh B/C ratio = 1 atau NPV = 0. Berdasarkan harga dari NPV = X

(positif) atau NPV= Y (positif) dan NPV = X (positif) atau NPV = Y (negatif),

dihitunglah harga IRR dengan menggunakan rumus berikut :

IRR = p% +

�+� x (q% - p%) (positif dan negatif)

IRR = q% +

�−� x (q% - p%) (positif dan positif)

Dimana: p = suku bunga bank paling atraktif

q = suku bunga coba-coba ( > dari p)

= Rp. 51.476.986,74

2. Nilai akhir = Nilai akhir × (P/F, 8%,5)

= Rp. 300.000 × 0,6806

= Rp. 204.180

Jumlah CIF = Rp. 51.476.986,74 + Rp. 204.180

(14)

Cash out Flow 8%

1. Investasi = Rp. 3.000.000

2. Pembiayaan = Pembiayaan × (P/A, 8%,5)

Tabel perhitungan pembiayaan

Tahun (n) Biaya (P/A, 8%, n) Pembiayaan (Rp)

1 13.342.520,1 0,9259 12.353.839,36

2 12.062.023,74 0,8573 10.340.772,95

3 11.625.825,81 0,7938 9.228.580,52

4 11.389.311,96 0,7350 8.371.144,29

5 11.278.059,78 0,6806 7.675.847,48

Total 47.970.184,6

Jumlah COF = Rp. 3.000.000 + Rp. 47.970.184,6

= Rp. 50.970.184,6

NPV 8% = CIF – COF

= Rp. 51.681.164,74 – Rp. 50.970.184,6

= Rp. 710.980,14

Karena nilai X dan nilai Y adalah postif maka digunakan rumus:

(15)

Lampiran 10. Gambar Daun Cengkeh

Gambar 1. Daun cengkeh

(16)

Lampiran 11. Gambar Alat

gambar 1. preassure gauge

Gambar 2. Termometer

(17)

Gambar 4. Ketel Uap

(18)

Gambar 6. kondensor

(19)

(20)
(21)
(22)
(23)
(24)
(25)

Figur

Tabel Rendemen Minyak

Tabel Rendemen

Minyak p.4
Tabel perhitungan biaya penyusutan dengan metode sinking fund

Tabel perhitungan

biaya penyusutan dengan metode sinking fund p.8
Tabel perhitungan biaya tetap tiap tahun

Tabel perhitungan

biaya tetap tiap tahun p.9
Tabel perhitungan pembiayaan tiap tahun

Tabel perhitungan

pembiayaan tiap tahun p.11
Tabel perhitungan pembiayaan

Tabel perhitungan

pembiayaan p.12
Tabel perhitungan pembiayaan

Tabel perhitungan

pembiayaan p.14
Gambar 1. Daun cengkeh

Gambar 1.

Daun cengkeh p.15
Gambar 2.  Daun Cengkeh Kering

Gambar 2.

Daun Cengkeh Kering p.15
gambar 1. preassure gauge

gambar 1.

preassure gauge p.16
Gambar 3. Kompor gas

Gambar 3.

Kompor gas p.16
Gambar 5. Ketel Suling

Gambar 5.

Ketel Suling p.17
Gambar 6. kondensor

Gambar 6.

kondensor p.18

Referensi

Memperbarui...