Merancang bentuk alat
Menggambar dan menentukan dimensi alat
Memilih bahan Mulai
Digerinda permukaan yang kasar Diukur bahan yang akan
digunakan
Dipotong bahan yang digunakan Merangkai alat
Pengelasan
Pengecatan
a b
Analisa data Pengujian Alat (c)
Pengukuran Parameter a
b
Data layak?
Menyiapkan bahan
Menghidupkan alat kelapa parutan kering
Memasukkan bahan sedikit demi sedikit ke alat
Selesai
Mencatat waku yang diperlukan untuk memarut
Menampung hasil parutan tersebut
c
Analisis data
Pengujian parameter (kapasitas efektif alat, persentase bahan yang
Lampiran 5 Perhitungan Kapasitas kerja alat
Ulangan
Banyak buah yg terparut
Kapasitas efektif alat (buah/jam) =
U3 = = 74.683 kg/jam
Rata-rata =
=
= 75.650 kg/jamRPM III
U1 = = 73.475 kg/jam
U2 = = 70.225 kg/jam
U3 = = 67.751 kg/jam
Rata-rata =
=
= 70.484 kg/jamPersentase bahan yang tertinggal di alat
Ulangan Berat awal (gram) Hasil parutan (gram)
% Bahan yang tertinggal di alat
R1 R2 R3 R1 R2 R3 R1 R2 R3
I 1000 1000 1000 880 810 750 12 19 25
II 1000 1000 1000 880 800 770 12 20 23
III 1000 1000 1000 875 800 730 12,5 20 27
Rata-rata 1000 1000 1000 878.33 803.33 750 12.17 19.33 25
% Bahan yang tertinggal di alat = x 100%
RPM I
U2 =
x 100 %
= 12 %U3 =
x 100 %
= 12.5 %Rata-rata =
=
= 12.17 %RPM II
U1 =
x 100 %
= 19 %U2 =
x 100 %
= 20 %U3 =
x 100 %
= 20 %Rata-rata =
=
= 19.33 %RPM III
U1 =
x 100 %
= 25 %U2 =
x 100 %
= 23 %Rata-rata =
=
= 25 %Rendemen
Ulangan Berat awal (gram kopra) Hasil parutan (gram kopra) Rendemen (%)
R1 R2 R3 R1 R2 R3 R1 R2 R3
I 1000 1000 1000 880 810 750 88 81 75
II 1000 1000 1000 880 800 770 88 80 77
III 1000 1000 1000 875 800 730 87,5 80 73
Rata-rata 1000 1000 1000 878.33 803.33 750 87.83 80.33 75
Rendemen (%) = x 100%
RPM I
U1 =
x 100 %
= 88 %U2 =
x 100 %
= 88 %U3 =
x 100 %
= 87.5 %Rata-rata =
=
= 87.83 %RPM II
U1 =
x 100 %
= 81 %U3 =
x 100 %
= 80 %Rata-rata =
=
= 80.33 %RPM III
U1 =
x 100 %
= 75%U2 =
x 100 %
= 77 %U3 =
x 100 %
= 73 %Lampiran 6. Data Kapasitas Kerja Alat (kg/jam)
Perlakuan Ulangan Total Rataan
1 2 3
Analisis Sidik Ragam Kapasitas Kerja Alat
Lampiran 7. Data Persentase Bahan yang Tertinggal di Alat
Perlakuan Ulangan Total Rataan
1 2 3
Analisis sidik ragan persentase bahan yang tertinggal di alat
Lampiran 8. Data Rendemen
Perlakuan Ulangan Total Rataan
1 2 3
Analisis sidik ragam rendemen
Lampiran 9. Analisis ekonomi 1. Unsur produksi
1. Biaya pembuatan alat (P) = Rp. 3.940.000 efektif berdasarkan tahun 2015) 2. Perhitungan biaya produksi
a. Biaya tetap (BT)
1. Biaya penyusutan (D) Dt = (P-S) (A/F, i, n) (F/P, i, t-1)
2. Bunga modal dan asuransi (I)
Bunga modal pada bulan Januari 6% dan Asuransi 2% I =
=
= Rp. 180.114,28/tahun
Tabel perhitungan biaya tetap tiap tahun
Tahun D (Rp) I (Rp)/tahun Biaya tetap (Rp)/tahun
1 3.546.000 180.114,28 3.726.114,28
2 1.824.502,10 180.114,28 2.004.616,38
3 1.251.464,11 180.114,28 1.431.578,39
4 965.443,18 180.114,28 1.145.557,46
5 794.188,76 180.114,28 974.303,04
6 704.090,92 180.114,28 884.205,2
7 599.284,28 180.114,28 779.398,56
b. Biaya tidak tetap (BTT)
1. Biaya perbaikan alat (reparasi) Biaya reparasi =
=
= Rp. 28,46/jam
2. Biaya operator
Diperkirakan upah operator untuk memarut kelapa per 1 jam nya adalah sebesar Rp. 10.000. Sehingga diperoleh biaya operator:
3. Motor listrik 1 HP = KW
Biaya listrik = 0,75 KW x Rp. 605/KWH = Rp. 453,75/H
= Rp. 453,75/jam Total biaya tidak tetap = Rp. 10.482,21 /jam c. Biaya pemarutan kelapa
Biaya pokok = + BTT]C
Tabel perhitungan biaya pokok tiap tahun
Tahun BT (Rp/tahun) x (jam/tahun) BTT (Rp/jam) C (jam/kg) BP (Rp/Kg)
1 3.546.000,00 2.400 10.482,21 0,012 143,52
2 1.824.502,10 2.400 10.482,21 0,012 134,90
3 1.251.464,11 2.400 10.482,21 0,012 132,04
4 965.443,18 2.400 10.482,21 0,012 130,61
5 794.188,76 2.400 10.482,21 0,012 129,76
6 704.090,92 2.400 10.482,21 0,012 129,31
Lampiran 10. Break even point
Break even point atau analisis titik impas (BEP) umumnya berhubungan
dengan proses penentuan tingkat produksi untuk menjamin agar kegiatan usaha yang dilakukan dapat membiayai sendiri (self financing), dan selanjutnya dapat berkembang sendiri (self growing). Dalam analisis ini, keuntungan awal dianggap sama dengan nol.
N =
Tahun Biaya tetap (Rp)/tahun Biaya tetap (Rp)/jam Biaya Tetap (Rp)/kg
1 3.726.114,28 1552,55 18,68
Penerimaan setiap produksi (R) = Rp. 1.500,00/kg
Alat akan mencapai break even point jika alat telah memarut kelapa sebanyak : Tahun Biaya tetap (Rp)/tahun BEPkg/tahun
Lampiran 11. Net present value
Berdasarkan persamaan (9), nilai NPV alat ini dapat dihitung dengan rumus: CIF-COF ≥ 0
Pendapatan = penerimaan x kapasitas alat x jam kerja alat 1 tahun dengan asumsi alat bekerja pada kapasitas penuh = Rp. 1500,00/kg x 83,128 kg/jam x 2400 jam/tahun = Rp. 299.260.800,00/tahun
Pembiayaan = biaya pokok x kapasitas alat x jam kerja alat 1 tahun Tabel perhitungan pembiayaan tiap tahun
Tahun BP (Rp/kg) Kap. Alat (kg/jam) Jam kerja (jam/tahun) Pembiayaan
2. Nilai akhir = Nilai akhir x (P/F, 6%,7) = Rp 394.000 x 0,6653
= Rp. 262.128,2 Jumlah CIF = Rp 1.670.735.914,2
Cash out Flow 6%
1. Investasi = Rp. 3.940.000
2. Pembiayaan = Pembiayaan x (P/F, 6%,n) Tabel perhitungan pembiayaan
Tahun (n) Biaya (P/F, 6%, n) Pembiayaan (Rp)
1 28.633.962,24 0,9434 27.013.279,98
2 26.914.168,80 0,89 23.953.610,23
3 26.343.564,48 0,8396 22.118.056,74
4 26.058.262,32 0,7921 20.640.749,58
5 25.888.677,12 0,7473 19.346.608,41
6 25.798.896,72 0,705 18.188.222,19
7 25.693.155,36 0,6651 17.088.517,63
Total 148.349.044,76
Jumlah COF = Rp. 3.940.000 + Rp. 148.349.044,76 = Rp. 152.289.044,76
NPV 6% = CIF – COF
= Rp. 1.670.735.914,2 – Rp. 152.289.044,76 = Rp. 1.518.446.869,44
Lampiran 12. Internal rate of return
IRR digunakan untuk mengetahui tingkat kemampuan cash flow dalam mengembalikan sejumlah investasi yang dalam bentuk persen periode waktu (Giatman, 2006).
Menurut Giatman (2006), IRR dapat diketahui dengan interpolasi pada NPV+ dan NPV- sehingga diperoleh nilai IRR.
error). Maka pada kasus penelitian ini, diuji berbagai suku bunga hingga
diperoleh nilai NPV+ dan NPV- .
Jika i = 8% Cash in Flow 8%
1. Pendapatan = Pendapatan x (P/A, 8%,7) = Rp. 299.260.800,00x 5.2064 = Rp. 1.558.071.429,00 2. Nilai akhir = Nilai akhir x (P/F, 8%,7)
= Rp. 394.000 x 0,5835 = Rp. 229.899
Cash out Flow 8%
1. Investasi = Rp. 3.940.000
2. Pembiayaan = Pembiayaan x (P/F, 8%,7) Tabel perhitungan pembiayaan
Tahun (n) Biaya (P/F, 8%, n) Pembiayaan (Rp)
1 28.633.962,24 0,9259 26.512.185,64
2 26.914.168,80 0,8573 23.073.516,91
3 26.343.564,48 0,7938 20.911.512,48
4 26.058.262,32 0,7350 19.152.822,81
5 25.888.677,12 0,6806 17.619.833,65
6 25.798.896,72 0,6302 16.258.464,71
7 25.693.155,36 0,5835 14.991.956,15
Total 138.520.292,35
Jumlah COF = Rp. 3.940.000 + Rp. 138.520.292,35 = Rp. 142.460.292,35
NPV 8% = CIF – COF
= Rp. 1.558.301.328,00 – Rp. 142.460.292,35 = Rp. 1.415.841.035,65
Maka diperoleh NPV+ pada i = 6% dengan NPV+ = Rp 1.518.446.869,44 dan
NPV- pada i = 8% dengan NPV- = Rp 1.415.841.035,65.
Sehingga dihitung nilai IRR dengan interpolasi dan diperoleh nilai IRR. IRR
Lampiran 23. Dokumentasi Penelitian
Kelapa yang baru selesai di bersihkan
Kelapa dimasukkan ke dalam hopper sedikit demi sedikit
Hasil parutan ditampung di baskom