Buku Putih Sanitasi (BPS) Jembrana
Page 1
BAB. III
Profil Sanitasi Kabupaten Jembrana
3.1
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Promosi Higiene
3.1.1 Tatanan Rumah Tangga
Studi EHRA di Kabupaten Jembrana adalah studi yang relatif pendek (sekitar tiga bulan) yang menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menerapkan 2 (dua) teknik pengumpulan data, yakni wawancara (interview) dan pengamatan (observation). Pewawancara dan pelaku pengamatan dalam Studi EHRA adalah Kader Poskesdes dan Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PL KB). Sebelum turun ke lapangan, para enumerator ini diwajibkan mengikuti pelatihan. Materi pelatihan mencakup dasar-dasar wawancara dan pengamatan; pemahaman tentang instrumen EHRA; latar belakang konseptual dan praktis tentang indikator-indikator; uji coba lapangan; dan diskusi perbaikan instrumen. Studi EHRA mencakup 4 Kecamatan, yakni Kecamatan Melaya, Negara, Jembrana, Mendoyo dan Kecamatan Pekutatan. Jumlah kelurahan/desa yang ada di 5 Kecamatan diambil untuk studi ini yaitu 51 kelurahan/desa. Studi EHRA di Kabupaten Jembrana dilaksanakan pada tanggal 25 Juni 2013 sampai dengan tanggal 30 Agustus 2012 (berkisar tiga bulan).
Rumah tangga ditarik secara acak (random) dengan menggabungkan antara teknik random multistage (bertingkat) dan random sistematis. Jumlah sampel di tingkat desa diambil secara proporsional dengan asumsi dalam analisis dilakukan pembobotan. Yang menjadi primary sampling unit adalah Rumah Tangga. Di setiap desa diambil secara random banjar di mana di setiap Desa diambil satubanjar diambil 1 banjar rumah tangga secara random. Secara total di setiap desa terdapat 40 rumah yang secara acak diambil. Untuk menentukan rumah tangga digunakan sejumlah pilihan teknik-teknik yang akan dipilih para surveior dengan cara random sistematis (urutan rumah).
Yang menjadi unit analisis dalam Studi EHRA adalah rumah tangga. Sementara, yang menjadi unit respon adalah ibu rumah tangga. Ibu dipilih dengan asumsi bahwa mereka relatif lebih memahami kondisi lingkungan berkaitan dengan isu sanitasi serta mereka relatif lebih mudah ditemui dibandingkan bapak-bapak. Ibu dalam Studi EHRA didefinisikan sebagai perempuan berusia 18-65 tahun yang telah atau pernah menikah. Untuk memilih Ibu di setiap rumah, enumerator menggunakan matriks
Buku Putih Sanitasi (BPS) Jembrana
Page 2
prioritas yang mengurutkan prioritas Ibu di dalam rumah. Prioritas ditentukan oleh status Ibu yang dikaitkan dengan kepala rumah tangga. Bila dalam prioritas tertinggi ada dua atau lebih Ibu, maka usia menjadi penentunya.
Panduan wawancara dan pengamatan dibuat terstruktur dan dirancang untuk diselesaikan dalam waktu sekitar 30-60 menit. Untuk mengikuti standar etika, informed consent wajib dibacakan oleh surveior sehingga responden memahami betul hak-haknya dan memutuskan keikutsertaan dengan sukarela dan sadar. Pekerjaan entri data dikoordinir oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Jembrana. Sebelum melakukan entri data, tim data entri terlebih dahulu mengikuti pelatihan singkat data entry EHRA yang difasilitasi oleh Provincial Facilitator PPSP Bali, Team Teknis USDP dan CF Kabupaten Jembrana. Selama pelatihan itu, tim data entri dikenalkan pada perangkat lunak yang digunakan serta langkah-langkah untuk uji konsistensi. Survei dilakukan oleh kader poskesdes dan tenaga penyululuh keluarga berencana yang berjumlah 102 orang, untuk setiap desa terpilih disurvei oleh 1 orang kader poskesdes dan 1 orang tenaga penyuluh keluarga berencana. Setelah melakukan survei dilakukan spot check oleh masing – masing koordinator kecamatan & supervisor. Spot check dilakukan di 25 responden yang telah disurvei mulai tanggal 20 Juli 2013 sampai dengan 25 Juli 2013.
Fasilitas sanitasi yang diteliti mencakup: pengelolaan sampah rumah tangga, pembuangan air limbah domestik, drainase lingkungan sekitar rumah dan banjir, pengelolaan air besih rumah tangga, perilaku hidup bersih dan sehat atau hygiene dan kejadian penyakit diare. Hasil Studi untuk pengelolaan sampah rumah tangga menunjukkan 80.2 % responden menjawab kondisi sampah tidak terlalu menghawatirkan. Indikator yang dinilai meliputi : banyaknya sampah yang berserakan, banyaknya lalat di sekitar tumpukan sampah, banyaknya tikus berkeliaran, banyaknya nyamuk, banyaknya anjing atau kucing yang mendatangi tumpukan sampah, bau busuk
yang mengganggu, apakah sampah tidak menutup saluran drainase, dan anak – anak
yang bermain di sekitarnya . Cara pengelolaan sampah yang digunakan antara lain: dikumpulkan oleh kolektor informal yang mendaur ulang, dikumpulkan dan dibuang ke TPS, dibakar, dibuang ke sungai/kali/laut/danau, dibuang ke lahan kosong/kebun/hutan dan dibiarkan membusuk, dan lainnya. Dari ketujuh cara tersebut cara yang paling banyak dilakukan adalah sampah dikumpulkan dan dibuang ke TPS sebanyak 67 % pada klaster 1 sedangkan cara pengelolaan sampah dibuang ke lahan kosong/kebun/hutan dan dibiarkan membusuk sebanyak 56 % untuk klaster 2 Untuk frekuensi & pendapat tentang ketepatan pengangkutan sampah bagi rumah tangga yang menerima layanan pengangkutan sampah 38 % responden menjawab menerima
Buku Putih Sanitasi (BPS) Jembrana
Page 3
pelayanan angkutan sampah, hanya 38 % responden yang menjawab sampah diangkut tepat waktu.
Hasil Studi untuk pembuangan air limbah domestik menunjukkan bahwa sekitar 62.6 % rumah memiliki akses pada saluran air di depan atau di sekitar rumahnya selain saluran pembuangan akhir tinja. Saluran ini digunakan untuk membuang air bekas penggunaan rumah tangga (grey water), seperti air dapur (bekas cuci piring/ bahan makanan), air cuci pakaian maupun air bekas mandi. Sedangkan untuk pembuangan akhir tinja yang mencakup tangki septik, cubluk/lobang tanah, langsung ke drainase, sungai/danau/pantai atau kebun/tanah lapang, 83.3. responden menjawab tangki septik ini dikarenakan responden yang memiliki jamban pribadi sebesar 85.6 %. Selain itu, diperhatikan pula pembuangan kotoran anak karena sering dianggap sebagai masalah sepele, terbukti hasil analisis Studi EHRA menunjukkan 48.5 % ibu rumah tangga merespon tidak tahu kemana pembuangan kotoran anak balita mereka.
Hasil Studi EHRA menemukan proporsi rumah tangga yang sangat kecil atau sekitar 3.3 % rumah tangga yang melaporkan pernah mengalami banjir. Tepatnya, jumlah kasus yang ditemukan dalam EHRA adalah sebanyak 68 rumah tangga atau dari 51 Kelurahan/Desa yang ada di Kabupaten Jembrana, hanya 6 Kelurahan/Desa yang diidentifikasi sering terjadi banjir atau sebesar 3 %. Banjir yang terjadi setinggi tumit orang dewasa dan lama air banjir akan mongering kurang dari 1 jam seuai dengan hasil pengamatan EHRA, pertimbangan lain karena topografi wilayah Kabupaten Jembarana yang sebagian besar berupa bukit. Mengenai kondisi drainase lingkungan menunjukkan bahwa 98% rumah tangga di halaman atau bagian depan rumah tidak ada genagan air.
Hasil analisis Studi EHRA menunjukkan bahwa di Kabupaten Jembrana terdapat 2 (dua) sumber air bersih yang menonjol, yakni air ledeng PDAM dan air sumur gali terlindungi baik itu digunakan untuk minum, untuk memasak, untuk mencuci piring & gelas, untuk mencuci pakaian maupun untuk menggosok gigi. Penggunaan aiir ledeng PDAM mencakup sekitar 80.4 % rumah tangga. Ini terdiri dari rumah tangga yang mendapat air dari ledeng PDAM langsung di rumahnya, air hidran umum - PDAM, serta air kran umum – PDAM/PROYEK. Pengguna sumur di Kabupaten Jembrana mencakup sekitar 5.7 % dari total populasi yang diantaranya menggunakan sumur gali terlindungi dan relatif aman. Yang dimaksud dengan sumur terlindungi adalah sumur yang memiliki bertutup, memiliki cincin dan lantainya di semen. Selain itu, sekitar 3.1 % responden memanfaatkan penggunaan sumur gali tidak terlindungi, 1,4% menggunakan sumur pompa tangan, 9,7% menggunakan air hujan dan 6.25% responden menggunakan
Buku Putih Sanitasi (BPS) Jembrana
Page 4
mata air yang terlindungi. Sumber-sumber air bersih yang lain bagi rumah tangga di Kabupaten Jembrana dengan proporsi yang relatif kecil adalah air botol kemasan dan isi ulang. Untuk pengolahan, 90,7 % responden mengolah sumber air sebelum diminum dan dimasak, 9,3 % responden menjawab tidak melalukan pengolahan. Sedangkan cara pengolahannya ada beberapa macam yaitu : direbus, ditambahkan kaporit, menggunakan filter keramik dan lainnya. 97.7% responden menjawab pengolahan yang dilakukan adalah dengan merebus air bersih tersebut, sedangkan 3 % responden yang menjawab dengan cara menambahkan kaporit, menggunakan filter keramik dan lainnya.
Hasil analisis Studi EHRA mengenai perilaku hidup bersih dan sehat atau hygiene didapat 98,9% responden menjawab bahwa mereka menggunakan sabun pada hari ini atau kemarin sedangkan 1,1 % responden yang menjawab tidak. Ada beberapa tempat yang biasanya digunakan untuk mencuci tangan pakai sabun meliputi di kamar mandi, di dekat kamar mandi, di jamban, di sumur, di sekitar penampungan, di tempat cuci piring, di dapur dan lainnya.Tempat mencuci tangan memakai sabun yang paling menonjol adalah di kamar mandi dan di tempat cuci piring. Sabun merupakan sarana untuk mencuci tangan, ketersediaan sabun di jamban cukup rendah yaitu 25,1 % berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh enumerator pada rumah tangga yang dikunjungi. Pemanfaatan sabun dalam kehidupan sehari – hari yaitu untuk mandi, untuk memandikan anak, untuk menceboki pantat anak, untuk mencuci tangan sendiri, untuk mencuci tangan anak, untuk mencuci peralatan, untuk mencuci pakaian, dan lainnya.Dari grafik di bawah ini dapat digambarkan penggunaan sabun dalam
kehidupan sehari – hari dimana sabun paling menonjol dimanfaatkan untuk mandi,
mencuci tangan dan mencuci pakaian.
Dijelaskan pula kebiasaan masyarakat membuang sampah dan ada-tidaknya sampah di lingkungan rumah. Ada beberapa sarana yang dipergunakan untuk mengumpulkan sampah di dapur yaitu : kantong plastik tertutup, kantong plastik terbuka, keranjang sampah tertutup, keranjang sampah terbuka, dan lainnya. Berdasarkan hasil pengamatan pada rumah tangga yang dikunjungi sebagian besar sampah ditempatkan dalam wadah yaitu pada keranjang sampah dan kantong plastik, hanya 11,8 % responden yang tidak menempatkan sampah dalam wadah. Untuk kebersihan halaman dari sampah, berdasarkan pengamatan di lingkungan rumah yang disurvei, 84,2 % rumah bersih dari sampah sedangkan 15,8 % halaman rumah tidak bersih dari sampah.
Buku Putih Sanitasi (BPS) Jembrana
Page 5
Hasil analisis Studi EHRA di Kabupaten Jembrana untuk kejadian penyakit diare sangat mengejutkan karena 84,3 % responden menjawab tidak pernah terjangkit diare. Untuk kejadian penyakit diare yang terjadi kemarin, 1 minggu terakhir, 1 bulan terakhir, 3 bulan terakhir dan bulan terakhir 1,9 – 3,3 % responden yang menjawab. Dari 14% responden tersebut anggota keluarga yang terjangkit diare paling menonjol adalah anak – anak balita, orang dewasa laki laki dan orang dewasa perempuan.
Hasil Studi EHRA diharapkan menjadi bahan untuk mengembangkan Buku Putih Sanitasi Kabuapten Jembrana yang kemudian akan dimanfaatkan untuk mengembangkan strategi sanitasi dan program-program sanitasi kota terutama pada area beresiko. Selain itu, data pun dapat dimanfaatkan sebagai benchmark pencapaian pembangunan sanitasi ke depan, baik di tingkat kota sampai di tingkat desa (indikatif) dan digunakan sebagai bahan advokasi pengarustamaan pembangunan sanitasi kabupaten.
Studi EHRA baru pertama kali dilakukan di Kabupaten Jembrana, studi kali ini merupakan baseline bagi hasil Studi EHRA selanjutnya. Adapun rekomendasi untuk pelaksanaan Studi EHRA selanjutnya adalah diharapkan perlu pemahaman lebih terhadap Studi EHRA itu sendiri yang meliputi materi, pelaksanaan, analisa dan evaluasi sehingga dapat memberikan hasil yang benar-benar menjadikan isu sanitasi menjadi “visible” serta bermanfaat.
3.1.2 Tatanan Sekolah
Kondisi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tatanan sekolah secara umum baik, setiap sekolah mempunyai toilet/WC dengan dan pembersihan yang dilakukan secara berkala baik itu dilakukan oleh siswa, waker/pesuruh maupun cleaning service. Sumber air bersih di sekolah pada umumnya dari PDAM namun ada pula bersumber dari sumur gali seperti di SD yang jauh dari utilitas PDAM. Untuk fasilitas cuci tangan tidak semua sekolah memilikinya.Promosi hygiene di sekolah dilakukan pada saat mata pelajaran penjas di kelas oleh guru penjas, adapula tambahan pengetahuan tentang hygiene dan sanitasi diberikan melalui penyuluhan ke sekolah. Kondisi perilaku hidup bersih dan sehat serta promosi hygiene lebih rinci untuk tingkat sekolah dapat dilihat pada tabel 3.1 dan tabel 3.2.Data tabel 3.1 dan tabel 3.2 merupakan sampel sekolah di setiap kecamatan di Kabupaten Jembrana.
Buku Putih Sanitasi (BPS) Jembrana
Page 6
Tabel 3.4: Kondisi sarana sanitasi di sekolah(SD/MI) (sumber air, toilet, SPAL dan tempat cuci tangan)
Buku Putih Sanitasi (BPS) Jembrana
Page 7
Buku Putih Sanitasi (BPS) Jembrana
Page 8
Buku Putih Sanitasi (BPS) Jembrana
Page 10
Lanjutan :
Keterangan:
L = laki-laki; P = perempuan
S = selalu tersedia air; K = kadang-kadang; T = tidak ada persediaan air Y = ya; T = tidak
SPT = Sumur pompa tangan; SGL = Sumur gali
Tempat pembuangan air kotor sebutkan kemana salurannya: Toilet : Septik Tank, Cubluk, sungai, kolam, dll
Talang : Saluran Pembuangan Air Limbah, Drainase Lingkungan, Halaman, Sungai, dll Dari Kamar Mandi : Saluran Pembuangan Air Limbah, halaman, sungai, dll
Buku Putih Sanitasi (BPS) Jembrana
Page 11
Tabel 3.5: Kondisi sarana sanitasi sekolah (tingkat sekolah/setara: SD/MI) (pengelolaan sampah dan hygiene dan sanitasi)Buku Putih Sanitasi (BPS) Jembrana
Page 16
3.2
Pengelolaan Air Limbah Domestik 3.2.1 KelembagaanInstansi Pemerintah Kabupaten Jembrana yang menangani dan terkait dalam pengelolaan limbah domestik adalah KLHKP Kabupaten Jembrana. Pemerintah Kabupaten Jembrana sudah melakukan pelayanan untuk pengolahan limbah cair domestik (grey water) karena tempat dan instalasi sudah ada dan dalam kondisi rusak karena unit cost sangat tinggi untuk investasi. Saat ini Pemerintah Kabupaten Jembrana sudah melakukan pelayanan untuk pengolahan lumpur tinja dengan menyediakan tempat Instalasii Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di Desa Peh Kecamatan Negara. Peta pemangku kepentingan dalam pembangunan dan pengelolaan air limbah domestik dan peta peraturan air limbah domestik Kabupaten Jembrana dapat dilihat pada Tabel 3.3 dan Tabel 3.4.
Tabel 3.6 : Daftar Pemangku Kepentingan Dalam Pembangunan Dan Pengelolaan Air Limbah Domestik
FUNGSI PEMANGKU KEPENTINGAN
Pemerintah Kabupaten Swasta Masyarakat
PERENCANAAN
● Menyusun target pengelolaan air limbah domestik skala kab/kota √
● Menyusun rencana program air limbah domestik dalam rangka pencapaian target √
● Menyusun rencana anggaran program air limbah domestik dalam rangka pencapaian target √
PENGADAAN SARANA
● Menyediakan sarana pembuangan awal air limbah domestik √
● Membangun sarana pengumpulan dan pengolahan awal (Tangki Septik) √
● Menyediakan sarana pengangkutan dari tangki septik ke IPLT (truk tinja) √ √
● Membangun jaringan atau saluran pengaliran limbah dari sumber ke IPAL (pipa kolektor) √ √
Buku Putih Sanitasi (BPS) Jembrana
Page 17
PENGELOLAAN
● Menyediakan layanan penyedotan lumpur tinja √
● Mengelola IPLT dan atau IPAL √
● Melakukan penarikan retribusi penyedotan lumpur tinja √
● Memberikan izin usaha pengelolaan air limbah domestik, dan atau penyedotan air limbah domestik
√
FUNGSI PEMANGKU KEPENTINGAN
Pemerintah Kabupaten Swasta Masyarakat
● Melakukan pengecekan kelengkapan utilitas teknis bangunan (tangki septik, dan saluran drainase √ lingkungan) dalam pengurusan IMB
PENGATURAN DAN PEMBINAAN
● Mengatur prosedur penyediaan layanan air limbah domestik (pengangkutan, personil, peralatan,dll) √ ● Melakukan sosialisasi peraturan, dan pembinaan dalam hal pengelolaan air limbah domestik √
● Memberikan sanksi terhadap pelanggaran pengelolaan air limbah domestik √
MONITORING DAN EVALUASI
● Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap capaian target pengelolaan air limbah domestik skala √ kabupaten/kota
● Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kapasitas infrastruktur sarana pengelolaan air √ limbah domestik
● Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap efektivitas layanan air limbah domestik, dan √ atau menampung serta mengelola keluhan atas layanan air limbah domestik
● Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap baku mutu air limbah domestik √
Buku Putih Sanitasi (BPS) Jembrana
Page 18
Tabel 3.7 : Daftar Peraturan Terkait Air Limbah Domestik Kabupaten JembranaPeraturan
Ketersediaan Pelaksanaan
Keterangan Ada Tidak Ada Efektif Belum Efektif Tidak Efektif
Dilaksanakan Dilaksanakan Dilaksanakan
AIR LIMBAH DOMESTIK
● Target capaian pelayanan pengelolaan air limbah domestik di Kab/Kota ini √ √
● Kewajiban dan sanksi bagi Pemerintah Kab/Kota dalam penyediaan layanan √ √ Belum ada Perda Kabupaten
pengelolaan air limbah domestik
● Kewajiban dan sanksi bagi Pemerintah Kab/Kota dalam
√
√ Belum ada Perda Kabupaten
memberdayakan masyarakat dan badan usaha dalam pengelolaan air
limbah domestik
● Kewajiban dan sanksi bagi masyarakat dan atau pengembang untuk √ √ Belum ada Perda Kabupaten
menyediakan sarana pengelolaan air limbah domestik di hunian rumah
● Kewajiban dan sanksi bagi industri rumah tangga untuk menyediakan √ Belum ada Perda Kabupaten
sarana pengelolaan air limbah domestik di tempat usaha
● Kewajiban dan sanksi bagi kantor untuk menyediakan sarana pengelolaan √ √ Belum ada Perda Kabupaten
air limbah domestik di tempat usaha
● Kewajiban penyedotan air limbah domestik untuk masyarakat, industri √ Untuk tangki septik yang
rumah tangga, dan kantor pemilik tangki septik penuh, tetap dilaksanakan
●
● Retribusi penyedotan air limbah domestik Untuk limbah tinja √
● Tata cara perizinan untuk kegiatan pembuangan air limbah domestik √ Belum ada Perda Kabupaten
Buku Putih Sanitasi (BPS) Jembrana
Page 19
3.2.2 Sistem dan Cakupan PelayananSistem pengolahan air limbah domestik yang ada di Kabupaten Klungkung yaitu input dari user interface (WC sentor) ke penampungan awal (tangki septik) dialirkan dengan truk tinja ke IPLT, djelaskan pada tabel 3.5 sedangkan cakupan Pelayanan dalam pengelolaan limbah domestik untuk limbah tinja di Kabupaten Klungkung sejumlah 36.329 WC sentor dan 36.329 Tangki septik di 3 kecamatan yaitu Kecamatan Klungkung, Kecamatan Dawan dan Kecamatan Banjarangkan sedangkan Kecamatan Nusa Penida belum terlayani dapat dapat dilihat pada tabel 3.6 dan tabel 3.5 serta peta 3.1 untuk cakupan layanan pengelolaan air limbah domestik dan lokasi utama infrastruktur utama pengelolaan air limbah domestik ditunjukkan pada peta 3.2.
Tabel 3.8 : Digram Sistem Sanitasi Pengelolaan Air Limbah Domestik
Input User Interface Penanmpungan Awal Pengaliran Pengolahan Akhir Pembuangan/ Daur Ulang Kode/ Nama Aliran
Black Water
-
Tinja-
UrineWC Sentor Tangki septik Truk tinja IPLT Laut
Pantai Grey Water
-
Air cucian dari dapur-
Air untuk mandi-
Air cucian pakaian-
Tempat cuci piring/ makanan-
Pembuangan air kamar mandi-
Pembuangan air cucian- Pipa sewer/ got - Sungai
Sungai Sumber data: KLHKP Kab. Jembrana, 2013
Buku Putih Sanitasi (BPS) Jembrana
Page 20
Tabel 3.9 : Sistem Pengelolaan Air Limbah Yang Ada Di Kabupaten JembranaKelompok Fungsi Teknologi yang Digunakan Jenis Data Sekunder (Perkiraan) Nilai Data Sumber Data
User interface Jamban Pribadi KK tersambung 55.000 WC Dinas Kesehatan Kabupaten Jembrana 2013
Penampungan awal Tangki septik Jumlah aman (dikuras < 5 thn) Jumlah (Kuantitas) 3% tangki (1.168 KK) 60 % Penduduk Studi EHRA Kabupaten Jembrana 2013
Pengaliran Truk Tinja/Jasa Sedot WC Jumlah truk tinja milik DKP 2 unit truk KLHKP Kab. Jembrana
Jumlah penyedia jasa (kuantitas) KLHKP Kab. Jembrana
Pengolahan Akhir IPLT Kapasitas maksimum 27 m3/hari DED Optimalisasi IPLT Jembrana
Jenis Pengolahan Jenis Pengolahan Kolam Pengendapan (settling compartment) DED Optimalisasi IPLT Jembrana
Pembuangan/Daur ulang Laut Nama Laut Pantai KLHKP Kab. Jembrana
Buku Putih Sanitasi (BPS) Jembrana
Page 21
Peta 3.1 : Pelayanan Cakupan Layanan Pengelolaan Air Limbah DomestikBuku Putih Sanitasi (BPS) Jembrana
Page 22
Peta 3.2 Peta Lokasi Infrastruktur Utama Pengelolaan Air Limbah DomestikBuku Putih Sanitasi (BPS) Jembrana
Page 23
3.2.3 Kesadaran Masyarakat dan PMHSJKKesadaran masyarakat sudah ada dalam pengelolaan air limbah domestik ditunjukkan dengan kepemilikan jamban pribadi masing –
masing rumah. Tabel 3.10 menunjukkan jumlah jamban pribadi yang dimiliki oleh masing – masing rumah tangga. Untuk pengelolaan jamban
MCK oleh banjar sebanyak 113 MCK sedangkan pengelolaan MCK oleh desa/CBO maupun sanimas belum ada.
Tabel 3.10 : Pengelolaan Sarana Jamban Keluarga & MCK Oleh Masyarakat
Kecamatan Jumlah Jumlah MCK
Tahun MCK Dibangun
Jumlah Sanimas Sanimas Tahun
Dibangun
Desa Banjar Penduduk Miskin KeluargaJamban Dikelola Dikelola Dikelola Dikelola Dikelola Dikelola Dikelola Dikelola
Desa Banjar CBO Lainnya Desa Banjar CBO Lainnya
Melaya 11 - 1077 - - -
-Negara 12 - 1985 - - -
-Jembrana 10 - 1334 - - -
-Mendoyo 11 - 1241 - - -
-Pekutatan 8 - 268 - - -
Buku Putih Sanitasi (BPS) Jembrana
Page 24
Tabel 3.11 : Kondisi Sarana MCKKecamatan
Lokasi MCK
MCK
Jumlah Pemakai Jumlah Jumlah Fasilitas
Cuci Tangan Persediaan Sabun Ada Biaya Pemakaian MCK Tempat Buangan Air
Kotor tangki septik Kapan dikosongkan
PDAM SPT SGL Toilet/WC Kamar Mandi
Desa Banjar L P S K T S K T S K T L P L P Y T Y T Y T Tangki Septik Cubluk
Melaya 11 - - - √ - - - -
Negara 12 - - - √ - - - -
Jembrana 10 - - - √ - - - -
Mendoyo 11 - - - √ - - - -
Pekutatan 8 - - - √ - - - -
Sumber data: Dinas Kesehatan Kabupaten Jembrana 2013 Keterangan :
L = laki – laki K = kadang – kadang SGL = Sumur gali
P = Perempuan Y = ya
S = Selalu tersedia air T = tidak
T = Tidak ada persediaan air SPT = Sumur pompa tangan
Tabel 3.11 menunjukkan kondisi sarana MCK umum di Kabupaten Jembrana untuk desa dan banjar dengan sumber air dari PDAM dan sumur pompa tangan. Untuk ketersediaan air baik PDAM maupun sumur pompa tangan selalu tersedia air. Jumlah toilet/WC yaitu tidak ada data valid..
Buku Putih Sanitasi (BPS) Jembrana
Page 25
Tabel 3.12 : Daftar Program/Proyek Layanan Air Limbah Yang Berbasis MasyarakatNo Sub Sektor Proyek/ LayananNama Program/ Pelaksana/ PJ Tahun Mulai Kondisi Sarana Saat Ini Aspek PMJK
Fungsi Tidak Fungsi Rusak PM JDR MBR
Air Limbah Domestik : Onsite Individual TIDAK ADA
Air Limbah Domestik : Onsite Komunal
Sumber data: Dinas Kesehatan Kabupaten Jembrana 2013 Keterangan
PM = Pemberdayaan Masyarakat JDR = Jender
MBR = Masyarakat Berpenghasilan Rendah
Tidak ada daftar program/proyek layanan yang berbasis masyarakat di Kabupaten Jembrana untuk air limbah domestik.
3.2.4 “Pemetaan” Media
Tabel 3.13 : Kegiatan Komunikasi Yang Ada Di Kabupaten Jembrana
No Kegiatan Tahun Dinas Pelaksana Tujuan Kegiatan Khalayak Sasaran Pesan Kunci Pembelajaran
TIDAK ADA Sumber data: Dinas Kesehatan Kabupaten Jembrana 2013
Buku Putih Sanitasi (BPS) Jembrana
Page 26
Tidak ada kegiatan komunikasi yang ada di Kabupaten Jembrana untuk air limbah domestik.
Tabel 3.14 : Media Komunikasi Yang Ada Di Kabupaten Jembrana
No Nama Media Jenis Acara Isu yang Diangkat Pesan Kunci Pendapat Media
TIDAK ADA Sumber data: Dinas Kesehatan Kabupaten Jembrana 2013
Tidak ada media komunikasi yang ada di Kabupaten Jembrana untuk air limbah domestik seperti ditunjukkan tabel 3.13
3.2.5 Partisipasi Dunia Usaha
Penyedia layanan air limbah domestik di Kabupaten Jembrana yaitu yang melayani pelayanan truk tinja, melayani sedot tinja sampai dengan pembuangan ke IPLT PEH, masih dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Jembrana .
Tabel 3.15 : Penyedia Layanan Air Limbah Domestik yang ada di Kabupaten Jembrana
No Nama Provider Tahun Mulai Operasi Jenis Kegiatan
a b C d
1
Tidak Ada
-
-
2
Tidak Ada
-
-
Buku Putih Sanitasi (BPS) Jembrana
Page 27
3.2.6 Pendanaan Dan Pembiayaan
Tabel 3.15 : Ringkasan Pendapatan Dan Belanja di Subsektor Pengelolaan Air Limbah Domestik
No Subsektor/SKPD 2007 2008 2009 2010 2011 Rata - rata Pertumbuhan (%)
a b c d e f g h i
A Air Limbah - 100.000.000 100.000.000 100.000.000 100.000.000 -
B Restribusi Air Limbah 57.525.000 57.525.000 57.525.000 57.525.000 57.525.000 57.525.000
Sumber data: KLHKP Kab. Jembrana
Ringkasan pendapatan dan belanja di subsektor pengelolaan air limbah domestik dalam kurun waktu 5 tahun terakhir bervariasi dengan rata-rata belanja Rp. 100.000.000,- dan pertumbuhan 0 %. Retribusi air limbah dari Tahun 2007 sampai dengan Tahun 2012 rata-rata pertahun Rp. 57.525.000,-
Buku Putih Sanitasi (BPS) Jembrana
Page 28
3.2.7 Isu strategis Dan Permasalahan MendesakIsu strategis dan permasalahan mendesak dalam pengelolaan air limbah domestik adalah:
1. Jumlah truk tinja belum memadai
2. Sebanyak 20 % penduduk melakukan praktek BABS
3. Meningkatnya pembuangan air limbah domestik ke saluran drainase
3.3 Pengelolaan Persampahan
Pengelolaan sampah adalah salah satu upaya untuk mengatasi masalah lingkungan dari timbulan sampah. Menurut Ilmu Kesehatan Lingkungan, pengelolan sampah dipandang baik jika sampah tersebut tidak menjadi media perantara menyebar luasnya suatu penyakit. Syarat lain yang harus dipenuhi yaitu tidak mencemari udara, air, air tanah dan tanah, tidak menimbulkan bau, tidak mengganggu estetika, tidak menimbulkan kebakaran dan yang lainnya (Answar,A.1986:56). Penanganan dan pengelolaan sampah harus tetap mendapat perhatian yang serius demi kelestarian dan kebersihan lingkungan di Kabupaten Jembrana
Volume sampah selain dipengaruhi oleh bertambahnya jumlah penduduk, juga dipengaruhi oleh tingkat kesejahteraan dan berubahnya pola hidup masyarakat yang serba instan, dan jenis usaha atau kegiatan lainnya. Peningkatan jumlah penduduk akan berkorelasi positif dengan meningkatnya timbulan sampah disebabkan setiap individu akan menghasilkan sampah setiap harinya. Kualitas dan kuantitas sampah yang dihasilkan akan semakin meningkat. Kota Negara yang merupakan pusat kota dan pusat pemerintahan di Kabupaten Jembrana walaupun secara administratif luas wilayahnya paling kecil dibandingkan dengan kecamatan lainnya di Kabupaten Jembrana, namun sampah yang dihasilkan paling banyak yaitu 35 % dari total jumlah timbulan sampah di Kabupaten Jembrana.
Penanganan sampah yang telah dilakukan adalah pengumpulan sampah dari sumber – sumbernya, seperti dari masyarakat (rumah tangga) dan tempat umum yang dikumpulkan di TPS (Tempat Pembuangan Sementara) yang telah disediakan. Selanjutnya diangkut dengan
truk sampah yang dilengkapi dengan jejaring ke TPA. Bagi daerah – daerah yang belum
mendapat pelayanan pengangkutan mengingat sarana dan prasarana serta biaya operasional yang terbatas, telah dilakukan pengelolaan sampah secara swakelola dengan beberapa jenis bantuan fasilitas pengangkutan. Bagi usaha atau kegiatan yang menghasilkan sampah lebih dari 1 m3/hari diangkut sendiri oleh pengusaha atau bekerja sama dengan pihak lain seperti desa/kelurahan atau pihak swasta. Penanganan dengan cara tersebut cukup efektif. Beberapa usaha pemilahan sampah dilakukan oleh pemulung untuk sampah yang bisa didaur ulang
Buku Putih Sanitasi (BPS) Jembrana
Page 29
sedangkan sampah yang mudah busuk dilakukan pengomposan. Usaha pengomposan masih menyisakan sampah yang harus dikelola dengan memerlukan lahan yang lus dan biaya yang tinggi. Penanganan sampah di TPA sampai saat ini masih dengan cara pembakaran baik dengan insenerator atau di tempat terbuka dan open dumping dengan pembusukan alami. Hal ini menimbulkan permasalahan bari bagi lingkungan yaitu pencemaran tanah, air dan udara. Saat ini Kabupten Jembrana hanya memiliki 4 (empat) buah arm roll dan 12 (Dua belas) dump truck. PemeliharaanTPA secara terus menerus perlu dilakukan sehingga memudahkan untuk mencermati kondisi TPA. Kondisi sumur pantau Sente perlu diperbaiki, demikian pula diperlukan perhatian terhadap kolam leachete.
3.3.1 Kelembagaan
Instansi Pemerintah Kabupaten Jembrana yang menangani dan terkait dalam pengelolaan persampahan adalah KLHKP Kab. Jembrana melakukan pelayanan untuk pengolahan persampahan mulai dari perencanaan, pengadaan sarana, pengelolaan, pengaturan dan pembinaan hingga monitoring dan evaluasi.Rancangan peraturan daerah tentang pengelolaan persampahan sedang dalam tahap pembahasan karena Perda yang lama sudah tidak sesuai. Belum ada kerja sama formal dengan swasta dalam pengelolaan persampahan. Pemerintah Daerah Kabupaten Jembrana berencana untuk melibatkan pihak swasta dalam pengelolaan persampahan apabila ada pihak swasta yang berminat dan siap memfasilitasinya. Lingkup usaha yang dilakukan oleh pihak swasta yang ada di Kabupaten Jembrana meliputi daur ulang plastik dan jual beli sampah plastik. Peta pemangku kepentingan dalam pembangunan dan pengelolaan persampahan dan peta peraturan persampahan Kabupaten Jembrana dapat dilihat pada Tabel 3.19 dan Tabel 3.20
Buku Putih Sanitasi (BPS) Jembrana
Page 30
Tabel 3.19 : Daftar Pemangku Kepentingan Dalam Pembangunan Dan Pengelolaan PersampahanFungsi Pemerintah Kabupaten Pemangku Kepentingan
Jembrana Swasta Masyarakat
PERENCANAAN
● Menyusun target pengelolaan sampah skala kabupaten/kota √ - -
● Menyusun rencana program persampahan dalam rangka pencapaian target √ - -
● Menyusun rencana anggaran program persampahan dalam rangka pencapaian target √ - -
PENGADAAN SARANA
● Menyediakan sarana pewadahan sampah di sumber sampah √ √ √
● Menyediakan sarana pengumpulan (pengumpulan dari sumber sampah ke TPS) √ √ √
● Menyediakan sarana Tempat Penampungan Sementara (TPS) √ - -
● Menyediakan sarana pengangkutan sampah dari TPS ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) √ - -
● Membangun sarana TPA √ - -
● Menyediakan sarana composting √ -
√ (simantri)
PENGELOLAAN
● Mengumpulkan sampah dari sumber ke TPS √ - √
● Mengelola sampah TPS √ - -
● Mengangkut sampah dari TPS ke TPA √ - √
● Mengelola TPA √ - -
Buku Putih Sanitasi (BPS) Jembrana
Page 31
● Melakukan penarikan retribusi sampah √ - √
● Memberikan izin usaha pengelolaan sampah √ - -
Fungsi Pemerintah Kabupaten Pemangku Kepentingan
Jembrana Swasta Masyarakat
PENGATURAN DAN PEMBINAAN
● Mengatur prosedur penyediaan layanan sampah (jam pengangkutan, personil, peralatan, dll) √ - -
● Melakukan sosialisasi peraturan, dan pembinaan dalam hal pengelolaan sampah √ - -
● Memberikan sanksi terhadap pelanggaran pengelolaan sampah √ - -
MONITORING DAN EVALUASI
● Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap capaian target pengelolaan sampah skala
kabupaten/kota √ - -
● Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kapasitas infrastruktur sarana pengelolaan
persampahan √ - -
● Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap efektivitas layanan persampahan, dan atau
menampung serta mengelola keluhan atas layanan persampahan √ - -
Buku Putih Sanitasi (BPS) Jembrana
Page 32
Tabel 3.20 : Peta Peraturan Persampahan Kabupaten JembranaPeraturan
Ketersediaan Pelaksanaan
Keterangan Ada Tidak Ada Efektif Dilaksanakan Belum Efektif Dilaksanakan Tidak Efektif Dilaksanakan
PERSAMPAHAN
● Target capaian pelayanan pengelolaan
persampahan di Kabupaten Jembrana √ - √ - -
Desa/Kelurahan
●
Kewajiban dan sanksi bagi Pemerintah Kab. Jembrana dalam menyediakan layanan pengelolaan sampah
√ - √ - - Perda No. 7 Tahun 2012 Perda No. 13 Tahun
2011 ● Kewajiban dan sanksi bagi Pemerintah
Kab. Jembrana dalam memberdayakan masyarakat dan badan usaha dalam pengelolaan sampah
√ - - √ - Perda No. 7 Tahun 2012 Perda No. 13 Tahun
2011 ● Kewajiban dan sanksi bagi masyarakat
untuk mengurangi sampah, menyediakan tempat sampah di hunian rumah, dan membuang ke TPS
√ - - √ - Perda No. 7 Tahun 2012 Perda No. 13 Tahun
2011 ● Kewajiban dan sanksi bagi kantor/unit
usaha di kawasan komersial/fasilitas sosial/ fasilitas umum untuk mengurangi sampah, menyediakan tempat sampah, dan membuang ke ke TPS
√ - - √ - Perda No. 7 Tahun 2012 Perda No. 13 Tahun
Buku Putih Sanitasi (BPS) Jembrana
Page 33
● Pembagian kerja pengumpulan sampah
dari sumber ke TPS, dari TPS ke TPA, pengelolaan di TPA, dan pengaturan waktu pengangkutan sampah dari TPS dan ke TPA
√ - - - - Perda No. 7 Tahun 2012 Perda No. 13 Tahun
2011
Peraturan
Ketersediaan Pelaksanaan
Keterangan Ada Tidak Ada Efektif Dilaksanakan Belum Efektif Dilaksanakan Tidak Efektif Dilaksanakan
● Kerjasama Pemerintah Kabupaten dengan
swasta atau pihak lain dalam pengelolaan
sampah - - - Belum ada
● Retribusi sampah atau kebersihan
√ - √ - - Perda No. 7 Tahun 2012 Perda No. 13 Tahun
2011 Sumber data: KLHKP Kab. Jembrana
Buku Putih Sanitasi (BPS) Jembrana
Page 34
3.3.2 Sistem Dan Cakupan PelayananKarakteristik sampah yang dihasilkan di Kabupaten Jembrana dibedakan atas sampah organik (dedaunan, kertas) dan sampah anorganik (plastik, besi, dsb). Perbedaan karakteristik sampah ini akan mempengaruhi strategi dan cara pengelolaan sampah sehingga sampah– sampah yang dihasilkan benar–benar dapat menjadi sumber daya yang akan memberikan nilai tambah dan penghasilan bagi masyarakat.
Volume total sampah yang dihasilkan dari bulan Januari 2010 sampai dengan bulan Juni 2012 mencapaii 81000 m3 atau ± 227.22 m3/hari. Dari
keseluruhan timbunan sampah tersebut yang dapat diangkut ke TPA adalah 38227 m3 atau sebanyak 45%. Sampah ditampung di 1 (satu) lokasi
TPA di Kabupaten Jembrana, yakni: 1. TPA Peh di Kecamatan Negara
TPA tersebut dipersiapkan untuk menggunakan sistem Sanitary Landfill namun karena terbatasnya sarana dan prasarana serta sumber daya manusia sehingga sistem pengelolaan sampah masih secara open dumping. Wilayah yang sudah terlayani sampai Juni 2012 untuk pengangkutan sampah adalah dua Kecamatan yaitu Kecamatan Jembrana dan Kecamatan Negara yang ditampung di TPA Peh dengan luas TPA 1 ha,
Manajemen persampahan yang diterapkan di Kabupaten Jembrana sebagai berikut: 1. Timbunan sampah dan sampah terangkut
2. Sistem Pengolahan Sampah Kota
Pengolahan sampah kota di Kabupaten Jembrana menggunakan sistem Sanitary Landfill. Secara umum pengolahan sampah kota di Kabupaten Jembrana dimulai dengan meratakan sampah di TPA, kemudian menimbun sampah dengan tanah, serta menyiram sampah yang terbakar secara periodik untuk mengurangi timbulnya asap. Namun demikian, karena keterbatasan dana, penimbunan data, penimbunan dengan tanah baru dapat dilaksanakan tiap tiga bulan sekali.
Buku Putih Sanitasi (BPS) Jembrana
Page 35
Kegiatan 3R yang berjalan di Kabupaten Jembrana hanya kegiatan pengomposan, yang utamanya dilaksanakan di TPA Peh
Kecamatan Negara sejak Tahun 2004. Kegiatan pengomposan di TPA. Ini dilaksanakan di rumah pengomposan yang
menempati bangunan seluas 35 x 12 m2, dengan peralatan penunjang yang tersedia berupa unit pencacah sampah. Namun
demikian, kegitan pengomposan ini belum optimal mengurangi sampah yang tertimbun di TPA karena peralatan sudah tidak beroperasi optimal karena Rata–rata setiap hari kegiatan pengomposan hanya dapat menangani sampah organik ± 15 % dari sampah yang masuk ke TPA. Kendala yang dihadapi adalah keterbatasan tenaga untuk memilah sampah di TPA.
Sekarang telah dirintis pengomposan oleh rumah tangga melalui kegiatan penyuluhan sistem pengomposan dan cara pemilahan
sampah serta pembagian alat pengomposan skala rumah tangga. Komposter yang telah tersebar di berbagai tempat salah satunya perkantoran diharapkan dapat berfungsi maksimal sehingga selain dapat mengurangi beban pengangkutan juga dapat meningkatkan pengolahan sampah menjad kompos.
Masyarakat penerima manfaat pengolahan pelayanan persampahan adalah masyarakat di 2 Kecamatan yaitu Kecamatan Negara dan Kecamatan Jembrana. Diagram sistem sanitasi pengelolaan persampahan di Kabupaten Jembrana ditunjukkan dengan Tabel 3.21, sedangkan Sistem pengelolaan persampahan yang ada di Kabupaten Jembrana ditunjukkan dengan Tabel 3.22. Cakupan layanan persampahan dan lokasi infrastruktur utama pengelolaan persampahan dapat dilihat pada peta 3.3 dan peta 3.4
Buku Putih Sanitasi (BPS) Jembrana
Page 36
Tabel 3.21 : Digram Sistem Sanitasi Pengelolaan PersampahanInput User Interface Penanmpungan Awal Pengaliran Pengolahan Akhir Pembuangan/ Daur Ulang Kode/ Nama Aliran
Sampah organik Bak sampah TPS/DEPO Truk sampah TPA TPA
-Sampah anorganik Bak sampah TPS/DEPO Truk sampah TPA TPA
-Sumber data: KLHKP Kab. Jembrana
Tabel 3.22 : Sistem Pengelolaan Persampahan Yang Ada Di Kabupaten Jembrana
Kelompok Fungsi Teknologi yang Digunakan Jenis Data Sekunder (Perkiraan) Nilai Data Sumber Data
User Interface Rumah tangga Volume sampah total 500 m3/hari KLHKP Kab. Jembrana,
2013
Penampungan Awal TPST 3R Lokasi Desa Negara dan Loloan KLHKP Kab. Jembrana, 2013
Transfer DEPO Jumlah 6 KLHKP Kab. Jembrana
Lokasi KLHKP Kab. Jembrana
TPST Jumlah 2 KLHKP Kab. Jembrana
Buku Putih Sanitasi (BPS) Jembrana
Page 37
Cakupan pelayanan Kec. Negara KLHKP Kab. Jembrana, 2013
Kelompok Fungsi Teknologi yang Digunakan Jenis Data Sekunder (Perkiraan) Nilai Data Sumber Data
Pengaliran/Pengangkutan truk sampah ke TPA daerah cakupan layanan persampahan KLHKP ( 26 % volume sampah total) 2 Kecamatan yaitu Kecamatan Negara dan Jembrana
KLHKP Kab. Jembrana
Jumlah
12 truk sampah milik KLHKP, (6 truk dengan 2 kali Ritasi/hari & 8 truk dengan 1 kali Ritasi/hari) kapasitas 6 m3/hari
KLHKP Kab. Jembrana
Volume sampah
terangkut 160 m3/hari
KLHKP Kab. Jembrana
Pengolahan TPA Sistem Open dumping KLHKP Kab. Jembrana
Fasilitas -
Lokasi Desa Peh Kecamatan Negara
Kapasitas -
Buku Putih Sanitasi (BPS) Jembrana
Page 38
Peta 3.3 : Pelayanan Cakupan Layanan PersampahanBuku Putih Sanitasi (BPS) Jembrana
Page 39
Peta 3.4 Peta Lokasi Infrastruktur Utama Pengelolaan PersampahanBuku Putih Sanitasi (BPS) Jembrana
Page 40
3.3.3 Kesadaran Masyarakat dan PMHSJKKesadaran masyarakat dalam pengelolaan persampahan di tingkat banjar mulai dari pengumpulan sampah dari rumah, pengangkutan sampah ke TPS dan pemilahan sampah di TPA didominasi oleh laki – laki, begitu juga pengelolaan persampahan yang dikelola oleh sektor formal di tingkat kelurahan/kecamatan mulai dari pengumpulan sampah dari rumah, pemilahan sampah di TPS, pengangkutan sampah ke TPS, pengangkutan sampah ke TPA didominasi oleh laki – laki. Untuk pengelolaan persampahan yang dikelola pihak swasta hanya pemilahan sampah di TPS, lebih jelas ditunjukkan oleh tabel 3.23.Sedangkan untuk pengelolaan persampah di tingkat Kabupaten Jembrana dikelola oleh pemerintah daerah Kabupaten Jembrana seperti ditunjukkan oleh tabel 3.24.
Tabel 3.23 : Pengelolaan Persampahan Di Tingkat Kelurahan/Kecamatan
Jenis Kegiatan
Dikelola oleh Masyarakat Dikelola oleh Sektor Formal di
Tingkat Kelurahan/ Kecamatan Dikelola Pihak Swasta Keterangan Banjar L P L P L P
Pengumpulan sampah dari rumah 4 - 20 2 -
-Pemilahan sampah di TPS - - 18 - -
-Pengangkutan sampah ke TPS 4 - 40 - -
-Pengangkutan sampah ke TPA - - 40 - -
-Pemilahan sampah di TPA 4 8 - - -
-Para penyapu jalan - - 10 98 -
Buku Putih Sanitasi (BPS) Jembrana
Page 41
Tabel 3.24 : Pengelolaan Persampahan Di Tingkat Kabupaten JembranaJenis Kegiatan
Dikelola oleh
Kabupaten Klungkung Dikelola oleh Masyarakat Dikelola oleh Sektor Formal di Tingkat Kabupaten
Dikelola Pihak Swasta
L P L P L P L P
Pengumpulan sampah dari rumah √ √
TIDAK ADA
Pemilahan sampah di TPS √ √
Pengangkutan sampah di TPS √ √
Pengangkutan sampah di TPA √ √
Pemilahan sampah di TPA √ √
Para penyapu jalan √ √
Sumber Data: KLHKP Kab. Jembrana, 2013
Tabel 3.25 : Daftar Program/ Proyek Layanan Yang Berbasis Masyarakat
No Sub Sektor Nama Program/ Proyek/ Layanan Pelaksana/ PJ Tahun Mulai
Kondisi Sarana Saat Ini Aspek PMJK
Fungsi FungsiTidak Rusak PM JDR MBR
1 Persampahan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (3 R) - - -
-2 Persampahan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (3 R) - - -
Buku Putih Sanitasi (BPS) Jembrana
Page 42
3.3.4 “Pemetaan” Media
Salah satu indicator PHBS antara lain : persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan, member bayi ASI eksklusif, menimbang balita setiap bulan, penggunaan jamban sehat, memberantas jentik setiap minggu, makan buah dan sayur, melakukan aktifitas fisik setiap saat, tidak merokok dalam rumah, menggunakan air bersih dan mencuci tangan dengan air bersih dan sabun. Kegiatan komunikasi yang ada di kabupaten jembrana terkait dengan sanitasi dan media komunikasi yang ada dapat dilihat pada tabel 3.26 dan tabel 3.27
Tabel 3.26 : Kegiatan Komunikasi yang ada di Kabupaten Jembrana
No Kegiatan Tahun Dinas Pelaksana Tujuan Kegiatan Khalayak Sasaran Pesan Kunci Pembelajaran
1 Perilaku Hidup Bersih dan
Sehat 2012 PKK Kabupaten Jembrana Mendorong masyarakat berprilaku hidup bersih dan sehat rumah tangga masyarakat kunci utama dari kesehatan
cara hidup sehat dalam menjaga, memelihara dan meningkatkan kesehatan
2 Kesehatan Ibu dan Anak 2012 Dinas Kesehatan
Kabupaten Jemrana Persalinan yang aman dan selamat bagi ibu Ibu ibu sehat, anak sehat persiapan bagi ibu agar melahirkan dengan aman dan selamat
3 Perilaku Hidup Bersih dan
Sehat 2012 Dinas Kesehatan Kabupaten Jembrana cara hidup sehat dimulai dengan pencegahan/memutus mata rantai penyebaran penyakit
rumah tangga upaya
kesehatan promotif dan preventif
cara hidup sehat dalam menjaga, memelihara dan meningkatkan kesehatan lingkungan
Buku Putih Sanitasi (BPS) Jembrana
Page 43
4 Persampahan 2012 KLHKP Jembrana Menggugah peran dan partisipasi
masyarakat untuk peduli akan kebersihan masyarakat masyarakat peduli kebersihan menjaga kebersihan lingkungan Sumber : BAPPEDA Kab. Jembrana, 2013
Tabel 3.27 : Media Komunikasi yang ada di Kabupaten Jembrana
No Nama Media Jenis Acara Isu yang Diangkat Pesan Kunci Pendapat Media
1 Situs resmi Pemerintah Daerah Kabupaten Jembrana Artikel Perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat kunci utama dari kesehatan Positif, partisipatif
2
Radio Suara Negara FM Talk show Timbulnya penyakit akibat kondisi lingkungan yang tidak sehat lingkungan sebagai media penyebaran penyakit Positif, partisipatif Sumber : BAPPEDA Kab. Jembrana, 2013Buku Putih Sanitasi (BPS) Jembrana
Page 44
3.3.5 Partisipasi Dunia Usaha
Tabel 3.28 : Penyedia Layanan Pengelolaan Persampahan Yang Ada di Kabupaten Jembrana
No Nama Provider Tahun Mulai Operasi Jenis Kegiatan
a b c d
1
Tidak Ada
-
-
2
-
-
-
Penyedia pelayanan pengelolaan persampahan di Kabupaten Jembrana sebagian besar bergerak dibidang usaha daur ulang sampah plastik. Jumlah pemulung yang beroperasi di TPA ± 20 orang dengan perkiraan jumlah barang bekas yang dikumpulkan per hari/orang yaitu 5 Kg plastik, 2 Kg kertas dan 1 Kg logam.
3.3.6 Pendanaan dan Pembiayaan
Tabel 3.29 : Ringkasan Pendapatan Dan Belanja di Subsektor Pengelolaan Persampahan
No Subsektor/SKPD 2007 2008 2009 2010 2011 Rata - rata Pertumbuhan (%)
a b c d e f g h i
A Persampahan (Rp.) 1.800.000.000 1.800.000.000 1.800.000.000 1.800.000.000 1.800.000.000 1.800.000.000
B Restribusi sampah 202.871.000 202.871.000 202.871.000 202.871.000 202.871.000 202.871.000
Buku Putih Sanitasi (BPS) Jembrana
Page 45
3.3.7 Isu strategis Dan Permasalahan Mendesak
Isu strategis dan permasalahan mendesak dalam pengelolaan persampahan adalah :
1. Luasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) kurang, saat ini luas TPA 1 ha sehingga system pengolahan sampah belum bisa dengan control landfill atau sanitary landfill.
2. Belum ada pemilahan sampah di sumber sampah di masyarakat 3. Kurangnya jumlah armada pegangkut sampah.
4. Jangkauan pelayanan terbatas/belum memadai
3.4 Pengelolaan Drainase Lingkungan 3.4.1 Kelembagaan
Instansi Pemerintah Kabupaten Jembrana yang menangani dan terkait dalam pengelolaan drainase lingkungan adalah Dinas Pekerjaan Umum Jembrana. Pemerintah Kabupaten Jembrana melakukan pelayanan untuk pengelolaan drainase lingkungan mulai dari perencanaan, pengadaan sarana, pengelolaan, hingga pengaturan dan pembinaan. Rancangan peraturan daerah tentang pengelolaan drainase lingkungan belum ada. Perencanaa dan Pengelolaan drainase lingkungan dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten bekerja sama dengan swasta dan masyarakat. Peta pemangku kepentingan dalam pembangunan dan pengelolaan drainase lingkungan serta peta peraturan drainase lingkungan Kabupaten Jembrana dapat dilihat pada Tabel 3.32 dan Tabel 3.33.
Buku Putih Sanitasi (BPS) Jembrana
Page 46
Tabel 3.32 : Daftar Pemangku Kepentingan Dalam Pembangunan Dan Pengelolaan Drainase LingkunganFungsi
Pemangku Kepentingan Pemerintah
Kabupaten Jembrana Swasta Masyarakat
PERENCANAAN
● Menyusun target pengelolaan drainase lingkungan skala kabupaten/kota √ -
-● Menyusun rencana program drainase lingkunganan dalam rangka pencapaian target √ √ √
● Menyusun rencana anggaran program drainase lingkunganan dalam rangka pencapaian target √ -
-PENGADAAN SARANA
● Menyediakan/membangun sarana drainase lingkungan √ -
-PENGELOLAAN
● Membersihkan salurandrainase lingkungan √ √ √
● Memperbaiki saluran drainase lingkungan yang rusak √ -
-● Melakukan pengecekan kelengkapan utilitas teknis bangunan (saluran drainase lingkungan) dalam
pengurusan IMB √ √ √
Fungsi
Pemangku Kepentingan Pemerintah
Kabupaten Jembrana Swasta Masyarakat
PENGATURAN DAN PEMBINAAN
● Menyediakan advise planning untuk pengembangan kawasan permukiman, termasuk penataan
-Buku Putih Sanitasi (BPS) Jembrana
Page 47
● Memastikan integrasi sistem drainase lingkungan (sekunder) dengan sistem drainase sekunder dan
primer √ -
-● Melakukan sosialisasi peraturan dan pembinaan dalam hal pengelolaan drainase lingkungan √ -
-● Memberikan sanksi terhadap pelanggaran pengelolaan drainase lingkungan √ -
-MONITORING DAN EVALUASI
● Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap capaian target pengelolaan drainase lingkungan skala
kabupaten/kota √ -
-● Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kapasitas infrastruktur sarana pengelolaan perdrainase
lingkunganan √ -
-● Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap efektivitas layanan perdrainase lingkunganan, dan atau
menampung serta mengelola keluhan atas layanan perdrainase lingkunganan √ √ √
Buku Putih Sanitasi (BPS) Jembrana
Page 48
Tabel 3.33 : Daftar Peraturan Drainase Lingkungan Kabupaten JembranaPeraturan
Ketersediaan Pelaksanaan
Keterangan Ada Tidak Ada Efektif Dilaksanakan DilaksanakanBelum Efektif Tidak Efektif Dilaksanakan
DRAINASE LINGKUNGAN
● Target capaian pelayanan pengelolaan drainase lingkungan
di Kabupaten Klungkung √ √ Belum ada perda
● Kewajiban dan sanksi bagi Pemerintah Kab. Jembrana
dalam menyediakan layanan drainase lingkungan √ √ Belum ada perda
● Kewajiban dan sanksi bagi Pemerintah Kab. Jembrana dalam memberdayakan masyarakat dan badan usaha dalam pengelolaan drainase lingkungan
√ √ Belum ada perda
● Kewajiban dan sanksi bagi masyarakat dan atau
pengembang untuk menyediakan sarana drainase lingkungan dan menghubungkannya dengan sistem drainase sekunder
√ √ Belum ada perda
● Kewajiban dn sanksi bagi masyarakat untuk memelihara sarana drainase lingkungan sebagai saluran pematusan air hujan
√ √ Belum ada perda
Buku Putih Sanitasi (BPS) Jembrana
Page 49
3.4.2 Sistem Dan Cakupan PelayananBuku Putih Sanitasi (BPS) Jembrana
Page 50
Peta 3.5 Peta Jaringan Drainase Lingkungan Kabupaten JembranaBuku Putih Sanitasi (BPS) Jembrana
Page 51
Peta 3.5 Peta Wilayah Genangan Lingkungan Kabupaten JembranaBuku Putih Sanitasi (BPS) Jembrana
Page 52
Tabel 3.34 : Digram Siistem Sanitasi Pengelolaan Drainase LingkunganInput User Interface Penanmpungan Awal Pengaliran Pengolahan Akhir Pembuangan/ Daur Ulang Kode/ Nama Aliran
Limbah rumah
tangga Saluran pembuangan rumah tangga - Saluran drainase Sungai
-Air hujan Talang got Saluran drainase Sungai
-Sumber data: Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Jembrana, 2012
Tabel 3.35 : Sistem Pengelolaan Drainase Lingkungan Yang Ada Di Kabupaten Jembrana
Kelompok Fungsi Teknologi yang Digunakan Jenis Data Sekunder (Perkiraan) Nilai Data Sumber Data
User interface Air limbah selain tinja dari kamar mandi KK pembuang ke drainase 29% penduduk (16.123 KK) Studi EHRA 2013 Air limbah selain tinja dari dapur KK pembuang ke drainase 36,3% Penduduk (20.182 KK) Studi EHRA 2013 Air limbah selain tinja dari cuci pakaian KK pembuang ke drainase 35,3% Penduduk (19.626 KK) Studi EHRA 2013
Limpasan air hujan KK pembuang ke drainase 6.000 m3/hari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Jembrana 2012
Pengaliran Saluran drainase Panjang saluran drainase (Kuantitas) 20.776 m di 2 Kecamatan (3.4 % panjang jalan total) Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Jembrana 2012
Buku Putih Sanitasi (BPS) Jembrana
Page 53
Sistem pengelolaan drainase lingkungan di Kabupaten Jembrana seperti ditunjukkan pada tabel 3.35 untuk pengaliran limbah rumah tangga seperti limbah cair kamar mandi dan dapur dialirkan melalui saluran pembuangan rumah tangga ke saluran drainase dengan panjang saluran drainase 20.776 m.
3.4.3 Kesadaran Masyarakat dan PMHSJK
Tabel 3.36 : Pengelolaan drainase lingkungan di tingkat Kelurahan/Kecamatan
Kelurahan/Desa Jumlah Banjar Kondisi Drainase Saat ini
Pembersihan
Drainase Pengelola oleh Bangunan di atas
saluran Rutin Tidak Rutin
Pemerintah Kabupaten
Kelurahan
Masyarakat
(banjar) Swasta
Lancar Mampet L P L P L P Ada Tidak ada
Sumber data: Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Jembrana 2011
Tabel 3.37: Daftar Program/Proyek Layanan yang Berbasis Masyarakat
No Sub Sektor Nama Program/
Proyek/ Layanan Pelaksana/ PJ
Tahun
Mulai FungsiKondisi Sarana Saat IniTidak Fungsi Rusak PM Aspek PMJKJDR MBR
Drainase Lingkungan TIDAK ADA
Buku Putih Sanitasi (BPS) Jembrana
Page 54
Tidak ada daftar program/proyek layanan yang berbasis masyarakat di Kabupaten Klungkung untuk pengelolaan drainase lingkungan, ditunjukkan pada tabel 3.37
3.4.4 “Pemetaan” Media
Tabel 3.38 : Kegiatan Komunikasi Yang Ada di Kabupaten Jembarana
No Kegiatan Tahun Dinas Pelaksana Tujuan Kegiatan Khalayak Sasaran Pesan Kunci Pembelajaran
TIDAK ADA
Sumber data: Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Jembarana 2012
Tidak ada kegiatan komunikasi di Kabupaten Klungkung untuk pengelolaan drainase lingkungan, ditunjukkan pada tabel 3.35
Tabel 3.39 : Media Komunikasi Yang Ada di Kabupaten Jembarana
No Nama Media Jenis Acara Isu yang Diangkat Pesan Kunci Pendapat Media
TIDAK ADA
Sumber data: Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Jembarana 2012
Buku Putih Sanitasi (BPS) Jembrana
Page 55
3.4.5 Partisipasi Dunia Usaha
Tabel 3.40 : Penyedia Layanan Pengelolaan drainase lingkungan yang ada di Kabupaten Jembrana
No Nama Provider Tahun Mulai Operasi Jenis Kegiatan
Tidak Ada
Sumber data: Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Jembrana 2012
Penyedia layanan pengelolaan di subsektor pengelolaan drainase lingkungan tidak ada, dapat dilihat pada tabel 3.40
3.4.6 Pendanaan dan Pembiayaan
Tabel 3.40 : Ringkasan Pendapatan dan Belanja di Subsektor Pengelolaan Drainase Lingkungan
No Subsektor/SKPD 2007 2008 2009 2010 2011 Rata - rata Pertumbuhan (%)
a b c d e f g h i
A Drainase lingkungan 2.079.582.500 2.079.582.500 2.079.582.500 2.079.582.500 2.079.582.500 2.079.582.500
B Restribusi drainase lingkungan Tidak Ada
Buku Putih Sanitasi (BPS) Jembrana
Page 56
3.4.7 Isu strategis Dan Permasalahan MendesakIsu strategis dan permasalahan mendesak dalam pengelolaan drainase lingkunga adalah: 1. Belum ada master plan drainase
2. Saluran drainase belum terintegrasi
Buku Putih Sanitasi (BPS) Jembrana
Page 57
3.5 Pengelolaan Komponen Terkait Sanitasi
3.5.1 Pengelolaan Air Bersih
Tabel 3.44 : Sistem penyediaan dan Pengelolaan Air Bersih Kabupaten Jembrana
No Uraian Satuan Sistem Perpipaan Keterangan
1 Pengelola PDAM/BPAM
2 Tingkat Pelayanan %
3 Kapasitas Produksi Lt/detik
Kapasitas Terpasang Lt/detik
Jumlah Sambungan Rumah (Total) Unit
Jumlah Kran Air Unit
Kehilangan Air (UFW) %
Retribusi/Tarif (rumah tangga) m3
Jumlah pelanggan per kecamatan
Buku Putih Sanitasi (BPS) Jembrana
Page 58
Peta 3.7 Peta cakupan layanan air bersihBuku Putih Sanitasi (BPS) Jembrana
Page 59
3.5.2 Pengelolaan Air Limbah Industri Rumah Tangga
Tabel 3.42 : Pengelolaan Limbah Industri Rumah Tangga Kabupaten Jembrana
Jenis Industri Rumah Tangga Lokasi Jumlah industri RT Jenis Pengolahan Kapasitas (m3/hari)
Sumber data: Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Jembrana 2012
3.5.3 Pengelolaan Limbah Medis
Tabel 3.43: Pengelolaan Limbah Medis di Fasilitas - Fasilitas Kesehatan
Nama Fasilitas Kesehatan Lokasi Jenis Pengolahan Limbah Medis Kapasitas (m3/hari)
Puskemas Melaya I Melaya Incenerator & IPAL
-Puskemas Negara Negara Incenerator & IPAL
-
Puskesmas Jembrana
Jembrana
Incenerator & IPAL-Puskesmas Mendoyo
Mendoyo
Incenerator & IPAL-Buku Putih Sanitasi (BPS) Jembrana
Page 60
RSUD Negara Kabupaten Jembrana Kec. Negara Incenerator & IPAL 14 m3
Sumber data: Dinas Kesehatan Kabupaten Jembrana 2012
Pengolahan limbah medis di Kabupaten Jembrana terpusat di RSUD Negara dengan menggunakan incinerator dan IPAL dengan kapasitas 14 m3/hari seperti yang