• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VI PEMBAHASAN BAB VII PENUTUP 7.1 Kesimpulan Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN...

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB VI PEMBAHASAN BAB VII PENUTUP 7.1 Kesimpulan Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN..."

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

ix DAFTAR ISI

Halaman

SAMPUL DALAM... ... i

PRASYARAT... ii

LEMBAR PENGESAHAN... ... iii

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN ... iv

LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN PENELITIAN ... v

KATA PENGANTAR ... vi

ABSTRAK ... vii

ABSTRACT ... viii

DAFTAR ISI ... ix

DAFTAR GAMBAR ... xii

DAFTAR TABEL ... xiii

DAFTAR LAMPIRAN ... vii

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1 1.2 Rumusan Masalah ... 3 1.3 Tujuan Penelitian ... 3 1.4 Manfaat Penelitian ... 3 1.4.1 Manfaat Teoritis ... 3 1.4.2 Manfaat Praktis ... 3

1.5 Ruang Lingkup Penelitian ... 4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi Impaksi ... 5

2.2 Etiologi Impaksi ... 6

2.2.1 Faktor Lokal ... 6

2.2.2 Faktor Sistemik ... 7

2.2.3 Berdasarkan Teori Filogenik ... 7

2.3 Klasifikasi Gigi Impaksi Molar Ketiga ... 7

(2)

2.3.2 Klasifikasi Winter ... 9

2.3.3 Klasifikasi Pell Gregory ... 10

2.4 Komplikasi Gigi Impaksi ... 12

2.5 Definisi Karies ... 12

2.6 Faktor Etiologi Karies ... 14

2.6.1 Host ... 14

2.6.2 Substrat ... 15

2.6.3 Mikroorganisme ... 16

2.6.4 Waktu ... 16

2.7 Faktor Predisposisi Karies ... 16

2.8 Hubungan Impaksi Dengan Karies ... 17

2.9 Indikasi dan Kontraindikasi Pengambilan Gigi Impaksi ... 18

BAB III KERANGKA BERPIKIR DAN DEFINISI OPERASIONAL 3.1 Kerangka Berpikir ... 20

3.2 Kerangka Teori ... 21

3.3 Kerangka Penelitian ... 21

3.4 Variabel dan Definisi Operasional ... 22

3.4.1 Variabel Penelitian ... 22

3.4.2 Definisi Operasional... 22

BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Desain Penelitian ... 24

4.2 Populasi dan Sampel ... 24

4.2.1 Populasi Target... 24

4.2.2 Populasi Terjangkau ... 24

4.2.3 Kriteria Sampel ... 25

4.2.4 Besar Sampel ... 26

4.2.5 Metode Sampling ... 26

4.3 Lokasi dan Waktu Penelitian ... 26

4.4 Pengumpulan Data ... 27

4.5 Teknik Analisis Data ... 28

(3)

BAB V HASIL PENELITIAN

5.1 Karakteristik Responden / Sampel penelitian ... 29 5.2 Prevalensi karies yang terjadi pada molar kedua bagian distal yang

disebabkan impaksi molar ketiga ... 30 5.3 Prevalensi karies yang terjadi pada molar kedua bagian distal disebabkan

gigi impaksi molar ketiga berdasarkan jenis kelamin ... 30 5.4 Prevalensi karies yang terjadi pada molar kedua bagian distal yang

disebabkan impaksi molar ketiga berdasarkan usia ... 31

BAB VI PEMBAHASAN ... 32

BAB VII PENUTUP

7.1 Kesimpulan ... 37 7.2 Saran ... 37

DAFTAR PUSTAKA ... 39 LAMPIRAN... ...

(4)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Klasifikasi impaksi molar ketiga rahang atas berdasrkan axis gigi menurut Archer ... 9 Gambar 2.2 Klasifikasi impaksi molar ketiga rahang bawah berdasarkan axis gigi

menurut Archer dan Kruger ... 10 Gambar 2.3 Klasifikasi impaksi molar ketiga rahang atas berdasarkan kedalaman

menurut Archer ... 11 Gambar 2.4 Klasifikasi gigi impaksi molar ketiga rahang bawah berdasarkan

kedalaman menurut Pell dan Gregory ... 12 Gambar 2.5 Karies pada molar kedua yang terjadi karena desakan gigi molar

(5)

DAFTAR TABEL

Tabel 3.3.2 Definisi Operasional ... 22 Tabel 5.1 Karakteristik Responden / Sampel penelitian ... 29 Tabel 5.2 Prevalensi karies yang terjadi pada molar kedua bagian distal yang

disebabkan impaksi molar ketiga ... 30 Tabel 5.3 Prevalensi karies yang terjadi pada molar kedua bagian distal

disebabkan gigi impaksi molar ketiga berdasarkan jenis kelamin ... 30 Tabel 5.4 Prevalensi karies yang terjadi pada molar kedua bagian distal yang

(6)

ABSTRAK

HUBUNGAN ANTARA GIGI IMPAKSI MOLAR KETIGA DENGAN KEJADIAN KARIES MOLAR KEDUA BERDASARKAN JENIS

KELAMIN DAN USIA PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA

Impaksi merupakan suatu keadaan patologis dimana gigi tidak dapat erupsi dengan normal, yang pertumbuhannya terhalang hingga mengakibatkan gigi tidak dapat keluar atau tumbuh secara normal. Kondisi ini dapat terjadi karena tidak tersedianya ruangan yang cukup pada rahang untuk tumbuhnya gigi dan angulasi yang tidak benar dari gigi tersebut, letaknya yang tidak normal juga menyebabkan adanya celah diantara gigi sebelahnya yang bisa menjadi tempat terselipnya makanan atau bakteri, sehingga susah untuk dibersihkan. Sisa makanan yang terselip tersebut akan membusuk dan menyebabkan rasa sakit juga bisa menyebabkan karies pada gigi molar kedua. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara gigi impaksi molar ketiga dengan kejadian karies molar kedua pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana tahun 2016. Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu simple random sampling dimana sampel dalam penelitian mengambil 84 responden mahasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana angkatan 2013, jenis penelitian yang dipakai dalam penelitian ini yaitu penelitian observasional dengan rancangan cross sectional analitik. Penelitian ini menunjukkan bahwa kasus gigi impaksi molar ketiga dengan kejadian karies molar kedua paling banyak dialami pada laki-laki sebanyak 17 (40.5%) serta usai 21 dan 22 tahun 24 (30.8%). Dalam penelitian ini ditemukan kasus gigi impaksi molar ketiga dengan kejadian karies molar kedua paling banyak dialami pada laki-laki sebanyak 17 (40.5%) serta usia 21 dan 22 tahun 24 (30.8%). Untuk mencegah timbulnya komplikas - komplikasi seperti karies yang terjadi pada gigi molar kedua bagian distal maka di anjurkan melakukan tindakan pencabutan atau bedah gigi impaksi molar ketiga (odontektomi), setelah itu lakukan perawatn pada gigi yang mengalami karies. Kata kunci : Impaksi gigi molar ketiga, Karies molar kedua

(7)

ABSTRACT

RELATIONSHIP BETWEEN THE THIRD MOLAR IMPACTION WITH SECOND MOLAR CARIES INCIDENT BASED ON THE GENDER AND

AGE IN MEDICAL FACULTY STUDENT UDAYANA UNIVERSITY Impaction is a pathological condition where the tooth can not with normal eruption, whose growth is hindered to result in the tooth can not get out or grow normally. This condition can occur because of the unavailability of sufficient space in the jaw for teething and improper angulation of the tooth, the location is not normal also cause gaps between the teeth next to it which could be the place terselipnya food or bacteria, so it is difficult to clean. Leftover food tucked it will rot and cause pain can also cause caries in the second molar. The purpose of this study was to determine the relationship between the impacted third molar teeth with caries incidence of second molars in students of the Faculty of Medicine, University of Udayana 2016. The sampling method used is simple random sampling where the sample respondents taking 84 students at the Faculty of Medicine Udayana University class of 2013, types study used in this study is an observational study with cross sectional analytic. This study shows that cases of impacted third molar teeth with caries incidence molar second most widely experienced in male student by 17 (40.5%) as well as 21 and 22 years of age 24 (30.8%). To prevent complications such as tooth decay that occurs in the second molar the distal portion it at the recommended actions surgical removal or tooth impaction of third molar (odontectomy), then do the treatment on dental caries. Keywords: Third molars impaction, Second molar caries

(8)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Impaksi merupakan suatu keadaan patologis dimana gigi tidak dapat erupsi dengan normal, yang pertumbuhannya terhalang hingga mengakibatkan gigi tidak dapat keluar atau tumbuh secara normal (Hashemipour, 2013). Kondisi ini dapat terjadi karena tidak tersedianya ruangan yang cukup pada rahang untuk tumbuhnya gigi dan angulasi yang tidak benar dari gigi tersebut.

Impaksi gigi biasa terjadi pada molar ketiga rahang atas dan rahang bawah, dimana dalam keadaan normal gigi tersebut tumbuh antara usia 16 sampai 24 tahun bahkan bisa lebih dari usia tersebut (Muhamad, 2016). Seringkali gigi molar ketiga ini tumbuh tidak sempurna atau tumbuh di posisi yang tidak tepat karena terhalang oleh gigi tetangga, tulang atau jaringan lunak sekitarnya sehingga menganggu fungsi kunyah dan sering menyebabkan komplikasi. Selain itu, letaknya yang tidak normal juga menyebabkan adanya celah diantara gigi sebelahnya yang bisa menjadi tempat terselipnya makanan atau bakteri, sehingga susah untuk dibersihkan. Sisa makanan yang terselip tersebut akan membusuk dan menyebabkan rasa sakit juga bisa menyebabkan karies pada gigi molar kedua (Hashemipour, 2013). Adanya komplikasi yang diakibatkan gigi impaksi molar ketiga maka perlu dilakukan tindakan pencabutan. Pencabutan dianjurkan jika gigi impaksi berdampak buruk pada gigi didekatnya. Prevalensi gigi impaksi banyak dilaporkan oleh berbagai peneliti. Ahlqwist dan Grondahl melaporkan

(9)

adanya prevalensi impaksi sebesar 8,3% dengan jumlah gigi impaksi mencapai 166 gigi pada 1,418 orang pasien. Penelitian lain yang dilakukan oleh Stanley dkk dengan sampel penelitian sebanyak 11,598 menemukan tingkat impaksi sebanyak 15,1% dengan prevalensi impaksi terbanyak pada gigi molar ketiga maksila dan mandibular yaitu sebanyak 1,468 dan 2,068 gigi (Umboh, 2011). Penelitian lain yang dilakukan pada BP-RSGM UNSRAT Manado, menunjukkan terdapat 304 rekam medis yang termasuk dalam kriteria inklusi penelitian ini, dengan jumlah 115 (37,82%) subjek penelitian laki-laki dan perempuan 189 (62,17%). Kasus gigi impaksi pada laki-laki lebih sedikit ditemukan yaitu sebanyak 264 (36,21%) dibandingkan pada perempuan dengan gigi impaksi sebanyak 465 (63,78%). Hal ini menunjukkan impaksi lebih sering terjadi pada perempuan dibandingkan laki-laki (Umboh, 2011). Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Athil A.Raheem MSc dkk di dapatkan data impaksi molar ketiga pada laki-laki 84, yang tidak mengalami karies bagian distal pada gigi molar kedua sebanyak 66 (78,6%), mengalami karies bagian distal pada gigi molar kedua sebanyak 18 (21,4%). Sedangkan pada perempuan di dapatkan data impaksi gigi molar ketiga sebanyak 64, yang tidak mengalami karies bagian distal pada gigi molar kedua 51 (79,7%), mangalami karies bagian distal pada gigi molar kedua 13(20,3%) ( Raheem, 2015).

Pada umumnya mahasiswa terdaftar dan menjalani pendidikan di perguruan tinggi pada usia 18 - 25 tahun, tahap ini dapat digolongkan sebagai masa remaja akhir dimana masa-masa ini rentan mengalami gigi impaksi molar ketiga karena gigi tersebut mulai tumbuh antara usia 16 – 24 tahun selain itu mahasiswa fakultas

(10)

kedokteran Universitas Udayana lebih memperhatikan kesehatan dan lebih mengerti tentang kesehatan. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk melihat hubungan Antara gigi impaksi molar ketiga dengan kejadian karies molar kedua pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Peneliti menggunakan sampel mahasiswa Kedokteran Universitas Udayana untuk memudahkan peneliti menemukan sampel.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas bagaimana hubungan antara gigi impaksi molar ketiga dengan kejadian karies molar kedua berdasarkan jenis kelamin dan usia pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana ?

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara gigi impaksi molar ketiga dengan kejadian karies molar kedua berdasarkan jenis kelamin dan usia pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. 1.4 Manfaat Penelitian

1.4.1 Manfaat Teoritis

Penelitian ini dapat memberikan wawasan dan pengetahuan yang dapat memperdalam ilmu mengenai gigi impaksi molar ketiga dan hubunganya dengan karies.

(11)

1.4.2 Manfaat Praktis

Penelitian ini dapat menjadi sumber referensi bagi para peneliti yang relevan dengan penelitian ini, dan juga memberi informasi kepada responden tentang komplikasi yang ditimbulkan dari impaksi molar ketiga.

1.5 Ruang Lingkup Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian bidang bedah mulut terkait dengan gigi impaksi molar ketiga.

Referensi

Dokumen terkait

Rencana strategi yang dibuat adalah dengan menggunakan kekuatan yang dimiliki Kelurahan Pulau Abang untuk mengatasi ancaman dari luar. Ancaman terbesar dalam pemanfaatan sumber

Bertitik tolak terhadap permasalahan yang telah dikemukakan pada latar belakang masalah, penulis tertarik untuk mengangkat kasus dari fenomena tersebut dengan judul

Pengumpulan data berdasarkan diameter ulser pada penelitian pendahuluan ini diketahui hasil yang signifikan untuk semua konsentrasi gel ekstrak baik 3%, 5% dan 7%

Berdasarkan hasil penelitian diharapkan PT Inalum Kuala Tanjung meningkatkan komunikasi mengenai keselamatan dan kesehatan kerja khususnya mengenai program behavior based

Tahap pertama sebagai pretes dilaksanakan pada tanggal 8 Maret 2008 pada kelompok eksperimen dan kontrol. Kelompok kontrol tidak mendapatkan perlakukan apapun. Mereka

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk perilaku tantrum pada anak TK Rahmat Al-Falah kelompok B Palangka Raya. Fokus penelitian ini adalah bagaimana perilaku

Komposisi dari lagu ini dapat dikatakan unik karena menggunakan sebuah media suara yang bukan berasal dari manusia, melainkan dari suara digital yang dihasilkan

NOTE: Only factors with statistically significant main effects or interactions with model type are shown. * indicates statistically significant main effects for factor; **