• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bahan Ajar HTN RKPPS Ilmu PerUUan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Bahan Ajar HTN RKPPS Ilmu PerUUan"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA PEMBELAJARAN MATA KULIAH ILMU PERUNDANG-UNDANGAN : SEMESTER IV SKS : 2

KOMPETENSI : Mahasiswa mampu menjelaskan tentang latar belakang dan arti penting mempelajari Ilmu Perundang-undangan, pengertian ilmu pengetahuan perundang-Perundang-undangan, norma dan norma hukum, hirarki norma hukum dan tata susunan norma hukum negara, perkembangan sistem perundang-undangan di Indonesia, asas-asas dan landasan pembentukan peraturan perundang-undangan, kewenangan Pembentukan dan materi muatan peraturan Perundang-undangan, proses pembentukan peraturan perundang-undangan, perubahan dan pencabutan peraturan perundang-undangan

(1) 1 Mahasiswa mampu

menjelaskan Latar belakang dan arti penting mempelajari Ilmu Perundang-undangan

PENGANTAR

Latar belakang dan arti penting mempelajari Ilmu Perundang-undangan

a. Membuat kontrak kuliah dengan mahasiswa dalam menguraikan dan menjelaskan Latar belakang dan arti penting

mempelajari Ilmu Perundang-undangan

6,25

2 Mahasiswa mampu menjelaskan Pengertian ilmu pengetahuan perundang-undangan

PENGERTIAN ILMU PENGETAHUAN PERUNDANG-UNDANGAN

1. Peristilahan

2. Ilmu perundang-undangan: - Proses perundang-undangan - Metode perundang-undanga - Teknik perundang-undangan 3. Teori perundang-undangan

a. Ceramah

b. Kuis Kemampuan mahasiswa dalam menguraikan dan menjelaskan Pengertian ilmu pengetahuan perundang-undangan

6,25

3 dan 4 Mahasiswa mampu menjelaskan Norma dan norma hukum

NORMA DAN NORMA HUKUM

1. Norma dalam masyarakat

a. Ceramah mahasiswa dalam menguraikan dan menjelaskan serta

(2)

2. Norma hukum dalam negara

3. Karakteristik norma hukum:

- Norma hukum umum dan norma hukum individual

- Norma hukum abstrak dan norma hukum kongkrit

- Norma hukum tunggal dan norma hukum yang berpasangan

untuk membedakan antara norma hukum dengan norma lainnya

menganalisa Norma dan norma hukum

5 dan 6 Mahasiswa mampu menjelaskan Hirarki norma hukum dan tata susunan norma hukum negara

HIRARKI NORMA HUKUM DAN TATA SUSUNAN NORMA HUKUM NEGARA 1. Hirarki norma hukum (Stufentheori Kelsen) 2. Tata susunan norma hukum negara

(Hans Nawiasky Algemene Rechtslehre):

- Kelompok pertama

Staatfundamentalnorm( norma fundamental negara)

- Kelompok kedua

Staatgrundgesetz(aturan dasar/pokok negara)

- Kelompok ketiga Formel Gesetz (undang-undang formal)

- Kelompok keempat Verordnung & Autonome Satzung ( aturan pelaksana & aturan otonom)

a. Ceramah b. Kuis

Kemampuan mahasiswa dalam menguraikan dan menjelaskan Hirarki norma hukum dan tata susunan norma hukum negara

12,5

7 dan 8 Mahasiswa mampu menjelaskan

Perkembangan sistem perundang-undangan di Indonesia

PERKEMBANGAN SISTEM PERUNDANG-UNDANGAN DI INDONESIA

1. Zaman Kolonial

2. Masa berlakunya UUD 1945 3. Masa berlakunya KRIS 1949 4. Masa berlakunya UUDS 1950 5. Sebelum Perubahan UUD 1945 6. Setelah Perubahan UUD 1945

a.Mahasiswa diberi tugas dalam kelompok untuk membuat makalah tentang Perkembangan sistem

perundang-undangan di

a. Kemampuan mahasiswa b. Keaktifan

mahasiswa dalam

presentasi tugas

(3)

Indonesia

b.Presentasi tugas kelompok disertai dengan diskusi

kelompok dan diskusi

9 dan 10 Mahasiswa mampu menjelaskan Asas-asas dan landasan

pembentukan peraturan perundang-undangan

ASAS-ASAS DAN LANDASAN

PEMBENTUKAN PERATURAN

PERUNDANG-UNDANGAN

1. Asas-asas pembentukan peraturan perundang-undangan yang baik. 2. Asas-asas materi muatan peraturan

perundang-undangan.

3. Landasan pembentukan peraturan perundang-undangan:

- Landasan filosofis - Landasan yuridis - Landasan sosiologis

a.Ceramah tentang asas-asas dan landasan pembentukan peraturan perundang-undangan

12,5

11 Mahasiswa mampu menjelaskanKewenangan Pembentukan dan materi Muatan Peraturan Perundang-undangan

KEWENANGAN PEMBENTUKAN DAN MATERI MUATAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Pembentukan dan materi Muatan Peraturan

Mahasiswa mampu menjelaskan Proses

PROSES PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

a. Ceramah b. Diskusi

Kemampuan

(4)

Pembentukan peraturan

perundang-undangan 1. Pengertian pembentukan peraturan perundang-undangan

2.Legal Drafting dan Legal Drafter

3. Tahapan Penyusunan Rancangan Peraturan Perundang-undangan di tingkat pusat dan daerah

4.Naskah Akademis

5. Program Legislasi Nasional (PROLEGNAS) dan Program Legislasi Daerah (PROLEGDA)

menjelaskan Proses Pembentukan peraturan perundang-undangan

15 dan 16 Mahasiswa mampu menjelaskan Perubahan dan pencabutan peraturan perundang-undangan

PERUBAHAN DAN PENCABUTAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN 1. Perubahan peraturan

perundang-undangan

2. Pencabutan peraturan perundang-undangan

Ceramah Kemampuan

mahasiswa menjelaskan Perubahan dan pencabutan peraturan perundang-undangan

(5)

DAFTAR KEPUSTAKAAN

1.

Ahmad Ubbe, Instrumen Prolegnas Dalam Proses Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan Yang Terencana Dan Terpadu, dalam www.legalitas.org. diakses tanggal 16 November 2005

2. Amiroeddin Syarif,

Perundang-undangan (Dasar, Jenis, dan Teknik Membuatnya)

, Rineka Cipta, Bandung, 1997.

3. Hamid Attamimi,

Hukum Tentang Peraturan Perundang-undangan dan Peraturan Kebijakan (Hukum Tata Pengaturan),

Fakultas

Hukum UI, Jakarta, 1993.

4. Bagir Manan,

Dasar- Dasar Perundang-undangan Indonesia

, IND-HILL.CO Jakarta, 1992.

5. ___________,

Dasar-dasar Konstitusional Peraturan Perundang-undangan Nasional,

Fakultas Hukum Universitas Andalas,

Padang, 1994.

6. ___________,

Peraturan Perundang-undangan Dalam Pembinaan Hukum Nasional,

Armico, Bandung, 1987.

7. Bongenaar Karel E.M.,

Aturan Adalah Norma (Beberapa Aspek Mengenai sifat Normatif Peraturan Perundang-undangan),

Yuridika, Majalah Fakultas Hukum UNAIR, Nomor 1 dan 2 Tahun VII, Januari-Februari, Maret, April, 1992.

8.

Erni Setyowati, dkk, Bagaimana Undang-undang dibuat, The Asia Foundation, Pusat Studi Hukum & Kebijakan Indonesia, Jakarta, 2003.

9.

___________, Panduan Praktis Pemantauan Proses Legislasi, Pusat Studi Hukum & Kebijakan Indonesia, Jakarta, 2005.

10.

Flora Dianti, Teori Hirarkis Norma dan Penerapannya Dalam Perundang Indonesia, dalam Jurnal Hukum Tata Negara, Pusat Studi Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Jakarta, Juli 2003.

11.

Hikmahanto Juwana, Penyusunan Naskah Akademik sebagai Prasyarat dalam Perencanaan Pembentukan RUU, Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia, 2006.

12. Jimly Asshiddiqie,,

Tata Urut Perundang-Undangan dan Problema Peraturan Daerah

, LP3HET, Jakarta, 2000.

13. ___________,

Perihal Undang-Undang di Indonesia

, Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi RI, Jakarta,

2006.

14. ___________, dan M. Ali Safa’at,

Teori Hans Kelsen Tentang Hukum

, Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah

Konstitusi RI, Jakarta, 2006.

15. Kusnu Goesniadhie S,

Harmonisasi Hukum Dalam Perspektif Perundang-undangan

, JP. Books, Surabaya, 2006

16. Lubis, Solly, M

Landasan dan Teknik Perundang-undangan, Mandar Maju

, Bandung, 1995.

(6)

18. ___________,

Ilmu Perundang-undangan (Dasar-dasar dan Pembentukannya),

Kanisius, Yogyakarta, 1998.

19. ___________,

Kedudukan dan Materi Muatan Peraturan Pemerintah Penganti Undang-undang, Peraturan Pemerintah, dan

Keputusan Presiden Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Negara di Republik Indonesia

(Ringkasan

Disertasi), Program Pascasarjana, Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Jakarta, 2002.

20.

---, Ilmu Perundang-Undangan 1: Jenis, Fungsi, dan Materi Muatan, kanisius,2007

21. Natabaya, H.A.S,

Sistem Peraturan Perundang-undangan,

Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi RI, Jakarta, 2006.

22. __________,

Manifestasi Nilai-nilai Dasar dalam Peraturan Perundang-undangan

, Jurnal Konstitusi, Volume 3 Nomor 2, Mei

2006. Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, 2006..

23. Ronny Sautma Hotma Bako,

Pengantar Pembentukan Undang-Undang Republik Indonesia,

Citra Adytia Bhakti, Bandung,

1999.

24.

Saldi Isra,, Pergeseran Fungsi Legislasi Dalam Sistem Pemerintahan Indonesia Setelah Perubahan Undang-Undang Dasar 1945, Disertasi Pada Program Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, 2009

26. ---dan Yuliandri, Penyusunan dan Pengundangan Peraturan Perundang-Undangan, Analisis terhadap Rancangan Undang-Undang tentangPembentukan Peraturan Perundang-Undangan, Bahan Diskusi dengan TimPusat Kajian HAN Lembaga Administrasi Negara (LAN), Padang, 16 Juni 2004.

27.

Soehino,

Hukum Tata Negara (Teknik Perundang-undangan),

BPFE, Jogyakarta, 2006

(7)

Peraturan Perundang-undangan

Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Ketetapan MPRS Nomor XX/MPRS/1966 tentang Memorandum DPR-GR mengenai Sumber Tertib Hukum dan Tata Urutan Peraturan Perundang-undangan

Ketetapan MPR Nomor III/MPR/2000 tentang Sumber Hukum dan Tata Urutan Peraturan Perundang-undangan

TAP MPR No. I/MPR/2003 tentang Peninjauan terhadap Materi dan Status HukumKetetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara dan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Tahun 1960 sampai DenganTahun 2002

Undang-undang Nomor 10 Tahun 2004 Tentang Pembentukan Peraturan perundang-undangan. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah.

Peraturan Pemerintah No. 61 Tahun 2005 tentang Tata Cara Penyusunan danPengelolaan Prolegda.

Peraturan Pemerintah No. 68 Tahun 2005 tentang Tata CaraMempersiapkan Undang, Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang,Peraturan Pemerintah, dan Peraturan Presiden.

Referensi

Dokumen terkait

Istilah sosial (social dalam bahasa inggris )dalam ilmu sosil memiliki arti yang berbeda –beda misalkan istilah sosial dalam sosialialisme dengan istilah

Memahami peraturan perundang-undangan tingkat pusat dan daerah Kompetensi Dasar : 2.1 Menjelaskan pengertian dan pentingnya peraturan perundang-5. undangan tingkat pusat

Kompetensi Khususs : Mahasiswa dapat menjelaskan arti penting penelitian dan dapat memilih jenis penelitian kehumasan.. Pokok Bahasan : Arti penting penelitian

Menyimpang dari ketentuan tersebut, jika arti dari suatu istilah menurut perundang-undangan salah satu negara pihak pada perjanjian berbeda dengan arti menurut

Penyajian Menjelaskan tentang pengertian filsafat pendidikan, objek format dan objek material, kedudukan filsafat pendidikan dalam ilmu filsafat dan ilmu pendidikan,

dan Muhammad Yusrizal Adi, SH.,MH DESKRIPSI MATAKULIAH Mata kuliah Ilmu Perundang-undangan mempelajari peristilahan dan ruang lingkup bahasan ilmu perundang-undangan, norma hukum

Penjabaran Materi ATP Pertemuan 1 Pertemuan 2 Pertemuan 3  Menjelaskan pengertian ilmu ekonomi  Mengidentifikasi manfaat dan tujuan mempelajari ilmu ekonomi 

Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi 3.6 Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi menggunakan teori tumbukan 3.6.1 Menjelaskan pengertian laju