• Tidak ada hasil yang ditemukan

KajianEkonomiRegionalProvinsiJambiTriwulanIII2008.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "KajianEkonomiRegionalProvinsiJambiTriwulanIII2008."

Copied!
128
0
0

Teks penuh

(1)

Triw ulan I I I - 2008

Kantor Bank Indonesia

Jambi

KAJI AN EKON OM I REGI ON AL

(2)
(3)

K A T A P E N G A N T A R

Pertama-tama ijinkanlah kami memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT atas limpahan rahmat-Nya sehingga Kajian Ekonomi Regional (KER) Provinsi Jambi untuk triwulan III tahun 2008 dapat diselesaikan dengan baik. KER merupakan salah satu terbitan periodik sebagai sarana bagi Kantor Bank Indonesia Jambi dalam membangun komunikasi dua arah dalam pertukaran data dan informasi baik dengan stakeholders internal maupun

stakeholers eksternal sehingga para pemangku kepentingan seperti pelaku usaha,

perbankan dan terutama Pemerintah Daerah Jambi (provinsi dan kabupaten/kota) dapat memperoleh masukan untuk mengambil keputusan dan kebijakan yang sesuai dengan perkembangan yang ada.

KER mencakup beberapa aspek seperti perkembangan ekonomi makro regional, perkembangan inflasi daerah, perkembangan perbankan, perkembangan keuangan daerah, perkembangan sistem pembayaran, ketenagakerjaan daerah dan kesejahteraan serta perkiraan ekonomi dan inflasi daerah. Berdasarkan asesmen atas data dan informasi, pada triwulan III tahun 2008 akselerasi pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi masih terus berlanjut. Namun demikian, perkembangan harga-harga secara umum masih berada pada level yang cukup tinggi sebagai dampak lanjutan dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Perkembangan perbankan terutama dari sisi kredit yang diberikan menunjukkan peningkatan disertai dengan membaiknya fungsi intermediasi perbankan yang tercermin dari peningkatan Loan to deposits ratio (LDR) dibandingkan triwulan sebelumnya. Sejalan dengan peningkatan LDR, kualitas kredit yang diberikan membaik yang tercermin dari menurunnya ratio Non-Performing Loan (NPL) gross. Pembenahan sektor riil secara langsung diperlukan sebagai upaya akselerasi penyaluran kredit perbankan. Pertumbuhan ekonomi pada triwulan yang akan datang sangat tergantung pada peningkatan konsumsi rumah tangga dan konsumsi pemerintah melalui percepatan realisasi APBD. Di sisi lain, potensi kenaikan harga-harga secara umum perlu mendapatkan perhatian khusus.

Dalam penyusunan KER triwulan III tahun 2008, kami banyak memperoleh support

dari berbagai pihak seperti dinas-dinas pemerintah daerah, instansi, perbankan, BUMN/BUMD dan pelaku usaha. Oleh karena itu, kami menyampaikan penghargaan dan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak. Kami mengharapkan kerjasama yang telah terjalin selama ini dapat ditingkatkan di masa yang akan datang.

Seiring dengan keterbatasan yang ada, kami mengharapkan kritik dan saran dalam meningkatkan kualitas KER ini agar dapat memberikan manfaat yang optimal, untuk kemakmuran masyarakat Jambi.

Jambi, Oktober 2008

(4)
(5)

D

AFTAR

I

SI

Daftar Isi ... i

Daftar Tabel ... ii

Daftar Grafik ... iv

Ringkasan Eksekutif ... 1

BAB I. Perkembangan Ekonomi Makro Regional ... 5

A. Umum ... 5

B. PDRB Sisi Produksi... 7

C. PDRB Sisi Pengeluaran... 21

Boks 1: Indek Produksi Provinsi Jambi Tahun 2008 (Suatu Indikator Dini Pertumbuhan Produksi Riil) Boks 2: Investasi Propinsi Jambi dan Krisis Pasar Modal Dunia 2008. BAB II. Perkembangan Harga-Harga... 31

A. Kajian Umum ... 31

B. Inflasi Perdagangan Kelompok Barang ... 34

BAB III. Perkembangan Perbankan Daerah ... 43

A. Perkembangan Kelembagaan ... 43

B. Bank Umum ... 44

C. Bank Perkreditan Rakyat ... 58

BAB IV Keuangan Pemerintah Daerah ... 59

A. Umum ... 59

B. Realisasi Pendapatan Daerah ... 61

C. Realisasi Belanja Daerah ... 61

D. Keuangan Pemerintah Pusat di Daerah ... 63

E. Keuangan Pemerintah Daerah ... 65

BAB V Perkembangan Sistem Pembayaran ... 69

A. Perkembangan Alat Pembayaran Tunai ... 69

B. Perkembangan Alat Pembayaran Non Tunai ... 71

BAB VI Ketenagakerjaan Daerah dan Kesejahteraan ... 73

A. Keternagakerjaan Daerah... 73

B. Kesejahteraan ... 75

C. Kemiskinan ... 78

BAB VII Perkiraan Ekonomi dan Harga Daerah... 83

A. Pertumbuhan Ekonomi... 83

B. Proyeksi Inflasi... 87 Lampiran

Daftar Istilah

(6)

D

AFTAR

T

ABEL

1.1 Laju Triwulanan (q-t-q) Pertumbuhan Provinsi Jambi Sisi Produksi dan Sisi

Penggunaan 6

2.1 Perkembangan Inflasi Kota Jambi 32

2.2 Perkembangan Inflasi Tahunan (y-o-y) serta tahuin kalender (y-t-d) Kota

Jambi Berdasarkan Kelompok dan Sub Kelompok Barang dan Jasa 34

3.1 Penghimpunan Dana Bank Umum di Provinsi Jambi 45

3.2 Perkembangan Dana Pihak Ketiga Berdasarkan Golongan Pemilik 46

3.3 Perkembangan Dana Pihak Ketiga Berdasarkan Lokasi Proyek 47

3.4 Perkembangan Kredit Bank Umum Provinsi Jambi 48

3.5 Perkembangan Kredit Lokasi Proyek Provinsi Jambi 50

3.6 Tabel Undisbursed Loan Bank Umum Berdasarkan Jenis Penggunaan dan

Berdasarkan Sektor Ekonomi Provinsi Jambi 51

3.7 Tabel Persetujuan Kredit Berdasarkan Jenis Penggunaan di Provinsi Jambi 51

3.8 Perkembangan Non Performing Loan (NPL) Gross Bank Umum Provinsi

Jambi 54

4.1 APBD Provinsi Jambi Tahun 2008 60

4.2 Perkembangan Realisasi Pendapatan Pemerintah Pusat di Provinsi Jambi 63

4.3 Perkembangan Realisasi Belanja Pemerintah Pusat di Provinsi Jambi 64

4.4 Perkembangan Realisasi Transfer Dana Bagi Hasil (DBH) Pemerintah Pusat

di Provinsi Jambi 66

5.1 Perkembangan Sistem Pembayaran Provinsi Jambi 69

5.2 Perkembangan Transaksi RTGS 72

6.1 Pertambahan Jumlah Pencari Kerja per Jenjang Pendidikan di Provinsi

Jambi 74

6.2 Nilai Tukar Petani (NTP) Per Sub sektor (2007 = 100) 77

(7)

6.4 Garis Kemiskinan Provinsi Jambi 79

6.5 Garis Kemiskinan Menurut Komponen 80

6.6 Indeks Kedalaman dan Keparahan Kemiskinan 80

7.1 Saldo Bersih Tertimbang Perkembangan Dunia Usaha 85

(8)

D

AFTAR

G

RAFIK

1.1 Perkembangan PDRB Provinsi Jambi (q-t-q) 5

1.2 Perkembangan PDRB Provinsi Jambi dan Nasional (y-o-y) 6 1.3 Kontribusi PDRB Sisi Produksi terhadap Pertumbuhan Ekonomi Provinsi

Jambi (q-t-q) 7

1.4 Distribusi PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha

Triwulan III Tahun 2008 8

1.5 Luas Tanam Sektor Tabama triwulan II Tahun 2008 9

1.6 Luas Tanam Sektor Tabama Triwulan IIII Tahun 2008 9

1.7 Luas Panen Sektor Tabama Trwulan II Tahun 2008 9

1.8 Luas Panen Sektor Tabama Triwulan III Tahun 2008 9

1.9 Perkembangan harga CPO, Inti dan TBS 10 Tahun di Provinsi Jambi 10 1.10 Indikator Produksi Sub Sektor Tanaman Perkebunan tahun 2008 10 1.11 Indikator Produksi Sub Sektor Hortikultura, Sub Sektor Peternakan

dan Sub Sektor Perikanan tahun 2008 10

1.12 Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Jambi 11

1.13 Pertumbuhan Indeks terima dan Indeks Bayar Petani 11

1.14 Distribusi Jenis Pupuk 11

1.15 Jumlah dan Pertumbuhan Realisasi Pupuk 11

1.16 Perkembangan Indikator produksi Bulanan Sektor PHR 12

1.17 Perkembangan Konsumsi Listrik Sektor Bisnis 12

1.18 PDRB Sub Sektor Minyak dan Gas Bumi serta Lifting Minyak Bumi 14

1.19 Pertumbuhan Lifting Gas Alam 14

1.20 PDRB Industri Pengolahan dan Volume Penjualan Solar 15 1.21 Perkembangan Total Pemakaian Listrik Sektor Industri 15 1.22 Perkembangan Jumlah Pelanggan Listrik Sektor Industri 15 1.23 Indeks Produksi Industri CPO, Karet, Kopra dan Kerajinan Batik 16 1.24 Indeks Produksi Industri Barang dari Kayu, Barang dari Semen,

Batu bata, Makanan dan Minuman 16

1.25 Perkembangan Total Pemakaian Listrik 16

1.26 Perkembangan Jumlah Pelanggan Listrik 16

1.27 Perkembangan PDRB Sektor Bangunan dan Konsumsi Semen 17

1.28 Perkembangan Kredit KPR 18

1.29 Perkembangan Kredit Ruko/Rukan 18

1.30 PDRB Sub Sektor Angkutan Udara dan Volume Penjualan Avtur 19 1.31 Perkembangan Keberangkatan dan Kedatangan Penumpang 19 1.32 Perkembangan Keberangkatan dan Kedatangan Pesawat 19

1.33 Perkembangan Total Arus Barang 20

1.34 Perkembangan Kunjungan Kapal 20

(9)

1.36 Distribusi PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Pengeluaran

Triwulan III tahun 2008 22

1.37 Indeks Kondisi Ekonomi 23

1.38 Konsumsi Listrik Rumah Tangga 23

1.39 Pertumbuhan Pendaftaran Kendaraan Bermotor Baru 24

1.40 Perkembangan Penjualan Premium dan Solar 24

1.41 Perkembangan Penjualan Minyak Tanah 24

1.42 Nominal dan Pertumbuhan Kredit Konsumsi di Provinsi Jambi 24 1.43 Pertumbuhan Pendaftaran Sedan, Jeep, Minibus Baru 24

1.44 Pertumbuhan Pendaftaran Sepeda Motor Baru 24

1.45 Pertumbuhan Pendaftaran Truck/Pick Up Baru 25

1.46 Nominal dan Pertumbuhan Kredit Investasi di Provinsi Jambi 25

1.47 Konsumsi Semen Provinsi Jambi 25

1.48 Perkembangan Ekspor dan Impor Non Migas Provinsi Jambi 27

1.49 Perkembangan Ekspor Provinsi Jambi 27

1.50 Perkembangan Impor Non Migas Provinsi Jambi 28

2.1 Perkembangan Inflasi Kota Jambi 31

2.2 Perkembangan Inflasi Tahun Kalender Kota Jambi Periode Tahun 2003

s.d 2008 32

2.3 Perkembangan Laju Inflasi Kota Jambi (y-o-y) Kota 33 2.4 Perbandingan Inflasi (y-o-y) Kota Jambi dan Kota Sekitarnya 33

2.5 Perkembangan Harga CPO dan Minyak Goreng 35

2.6 Perkembangan Harga Tepung Terigu 36

2.7 Perkembangan Harga Cabe Merah dan Bawang 37

2.8 Perkembangan Harga Jagung 37

2.9 Perkembangan Harga Daging 37

2.10 Perkembangan Harga Beras 38

2.11 Perkembangan Harga Emas di Pasar Internasional 39

2.12 Perkembangan Harga Minyak di Pasar Internasional 41

3.1 Perkembangan Aset Bank Umum Provinsi Jambi 44

3.2 Perkembangan Dana Pihak Ketiga Bank Umum Provinsi Jambi 46 3.3 Perkembangan Loan to Deposit Ratio (LDR) Bank Umum Provinsi Jambi 52 3.4 Loan to Deposit Ratio (LDR) Berdasarkan Lokasi Proyek per

kabupaten/kota di Provinsi Jambi 53

3.5 Pangsa Kredit Bank Umum Provinsi Jambi 55

3.6 Perkembangan Kredit UMKM Bank Umum Provinsi Jambi 55 3.7 Perkembangan Suku Bunga Rata-rata Tertimbang Kredit dan Deposito

Bank Umum Provinsi Jambi 56

3.8 Perkembangan Laba Rugi Triwulanan 57

4.1 Perkembangan APBD Provinsi Jambi 59

4.2 Perkembangan Pendapatan APBD Provinsi Jambi 61

4.3 Perkembangan Belanja APBD Provinsi Jambi 62

4.4 Pangsa Realisasi Pendapatan Pemerintah Pusat di Provinsi Jambi 64 4.5 Pangsa Realisasi Pendapatan Pajak Dalam Negeri di Provinsi Jambi 64

(10)

4.6 Pangsa/Share ( Realisasi Belanja Pemerintah Pusat di Provinsi Jambi) 65 4.7 Perkembangan Deposito dan Giro Pemerintah Daerah Provinsi Jambi 66 5.1 Inflows, Outflows, Netflows dan Perkembangan Netflows di Provinsi

Jambi 70

5.2 Perkembangan Nominal 71

5.3 Perkembangan Volume Kliring 71

6.1 Grafik Nilai Saldo Ekspektasi Penganngguran dan Kondisi Pengangguran 74 6.2 Perkembangan Harga Rata-rata Bulanan Beberapa Bahan Kebutuhan

Pokok 75

6.3 Penyaluran Raskin di Provinsi Jambi 78

7.1 Perkembangan Ekspektasi Ekonomi, Ekspektasi Pengangguran dan

Ekspektasi Penghasilan 84

7.2 Rencana Konsumsi dalam 6-12 Bulan yang akan datang 84 7.3 Saldo Bersih Ekspektasi Harga dalam 6-12 bulan yang akan datang 88 7.4 Perkembangan Inflasi Tahun Kalender (y-t-d) Kota Jambi Periode Tahun

2003 s.d September 2008 88

7.5 Perkembangan Inflasi Tahunan (y-o-y) Kota Jambi Periode Tahun 2003

(11)

a. Inflasi dan PDRB

TAHUN

2006 Tw.I Tw.II Tw.III Tw. IV TRW.I Trw.II Trw.III

MAKRO

Indeks Harga Konsumen Kota Jambi 153.14 158.00 156.08 160.09 164.5 168.06 112.91 114.9

Laju Inflasi Tahunan (y-o-y) Kota Jambi 10.66 12.62 9.92 10.96 7.42 6.37 13.99 13.68

PDRB - Harga Konstan (Juta Rp)1) 13,351,743 3,451,827 3,518,664 3,592,202 3,626,815 3,692,923 3,796,013 3,832,500 - Pertanian 4,034,894 1,108,6311,093,332 1,119,802 1,115,683 1,133,291 1,176,045 1,150,869 - Pertambangan dan Penggalian 1,676,723 429,974 396,510 397,513 390,209 395,477 384,917 385,577 - Industri Pengolahan 1,847,833 478,465 485,228 485,945 498,821 514,125 536,509 552,411 - Listrik, Gas, dan Air Bersih 102,861 25,570 27,379 28,396 28,400 30,089 30,672 31,236 - Bangunan 570,984 148,837 161,618 169,680 174,088 176,847 182,753 185,183 - Perdagangan Hotel dan Restoran 2,326,609 607,670 605,980 621,386 629,576 641,483 665,046 689,747 - Pengangkutan dan Komunikasi 1,082,251 283,267 288,818 292,254 295,141 298,889 304,310 311,188 - Keuangan, Persewaan dan Jasa 511,718 136,382 149,362 154,647 168,880 173,095 181,344 187,655 - Jasa 1,209,748 311,073 318,047 322,579 326,016 329,626 334,418 338,633 Nilai Ekspor Non Migas (USD ribu) 2) 659,744 180,887 203,462 192,696 193,798 241,506 251,334 215,465 Volume Ekspor Nonmigas (ribu ton) 674,284 238,963 207,393 246,509 297,847 311,024 374,057 442,582 Nilai Impor Nonmigas (USD Ribu) 3) 163,942 31,655 55,774 42,298 46,448 34,269 35,842 29,826 Volume Impor Nonmigas (ribu ton) 121,448 49,153 39,278 30,708 32,360 80,358 18,100 27,115

Catatan

1) Angka sementara

2008

TABEL INDIKATOR EKONOMI TERPILIH

3) Pengklasifikasian komoditi dalam statistik impor menggunakan SITC 2 digit yang berlaku data

s.d Bulan Agustus 2008

INDIKATOR

2) Pengklasifikasian komoditi menggunakan 21 kelompok barang berdasarkan

SITC 2 digit yang berlaku data s.d Bulan Agustus 2008

(12)

b. Perbankan

TAHUN

2006 Tw.I Tw.II Tw.III Tw. IV Tw.I Tw.II Tw.III PERBANKAN

A. Bank Umum :

a. Bank Umum Konvensional:

Total Aset (Rp Juta) 9,247,916 9,428,956 9,413,252 10,083,592 10,576,180 10,858,876 11,707,242 11,644,073 DPK(Rp Juta) 7,450,844 7,597,139 8,065,441 8,601,267 9,177,789 9,336,038 10,186,986 9,960,462 - Tabungan 2,425,792 2,204,240 2,411,518 3,617,731 4,310,157 4,378,165 4,743,800 4,545,503 - Giro 3,093,842 3,007,589 2,294,901 2,626,409 2,840,627 2,559,966 2,778,635 2,442,357 - Deposito 1,931,210 2,385,310 3,359,022 2,357,127 2,027,005 2,397,907 2,664,551 2,972,602 Kredit (Rp Juta) - berdasarkan lokasi proyek 6,594,408 6,517,633 7,179,554 7,638,734 7,532,294 8,145,685 12,599,263 9,687,354 - Modal Kerja 2,763,936 2,723,266 3,003,634 3,018,863 3,136,745 3,044,217 3,608,379 3,698,754 - Konsumsi 1,968,744 2,024,795 2,259,769 2,582,007 2,343,552 3,111,679 6,776,342 3,637,609 - Investasi 1,861,728 1,769,572 1,916,151 2,037,864 2,051,997 1,989,789 2,214,542 2,350,991 - Dana 7,252,314 7,603,483 8,038,672 8,613,144 9,167,530 9,579,712 10,291,998 10,111,819

- LDR 90.93 85.72 89.31 88.69 82.16 85.03 122.42 95.80

Kredit (Rp Juta) - berdasarkan lokasi kantor cabang 4,241,867 4,374,058 4,733,545 5,099,981 5,485,581 5,849,490 5,974,336 7,157,534 - Modal Kerja 1,895,065 1,949,177 2,079,992 2,111,673 2,253,644 2,276,632 2,832,943 2,862,523 - Konsumsi 1,638,047 1,694,214 1,909,516 2,136,652 2,243,694 2,426,131 1,844,313 2,924,337 - Investasi 708,755 730,667 744,037 851,656 988,243 1,146,727 1,297,080 1,370,674

- LDR (%) 56.93 57.58 58.69 59.29 59.77 62.65 58.65 71.86

Kredit UMKM (Rp Juta)

Kredit Mikro (< Rp 50 juta) (Rp Juta) 1,758,015 1,866,908 1,890,283 2,064,789 2,096,674 2,169,860 2,465,015 2,639,239 - Kredit Modal Kerja 299,710 317,099 252,369 275,830 311701 324,480 445,626 489,518 - Kredit Investasi 116,376 143,437 140,517 187,368 201832 213,936 252,883 283,202 - Kredit Konsumsi 1,341,929 1,406,372 1,497,397 1,601,591 1583141 1,631,444 1,766,506 1,866,519 Kredit Kecil (Rp 50 < x ≤ Rp500 juta) (Rp Juta) 785,181 789,041 1,040,725 1,191,908 1,352,253 2,169,860 1,749,407 1,975,482 - Kredit Modal Kerja 450,173 454942 575,767 603,578 632,431 324,480 806,683 895,316 - Kredit Investasi 81,462 89566 97,161 111,092 122,314 213,936 101,299 112,761 - Kredit Konsumsi 253,546 244533 367,797 477,238 597,508 1,631,444 841,425 967,405 Kredit Menengah (Rp500 juta < x ≤ Rp5 miliar) ((Rp Juta) 756,113 763,359 830,028 952,253 1,038,498 1,147,411 1,259,201 1,344,117 - Kredit Modal Kerja 554,217 545524 594,976 663,514 701,934 692,347 810,725 855,220 - Kredit Investasi 159,324 174526 190,730 230,916 273,519 317,169 363,534 398,484 - Kredit Konsumsi 42,572 43309 44,322 57,823 63,045 137,895 84,942 90,413 Total Kredit MKM (Rp Juta) 3,299,309 3,419,308 3,761,036 4,208,950 4,487,425 5,487,131 5,473,623 5,958,838

NPL MKM gross (%) 3.88 4.13 4.19 3.75 5.75 2.55 2.61 2.41

- NPL MKM Gross Nominal 128,136 141,059 157,702 157,714 258,164 139,918 142,879 143,537 - PPAP 53,648 81,139 82,829 89,512 128,826 69,378 76,912 75,742 NPL MKM net (%) 2.26 1.75 1.99 1.62 2.88 1.29 1.21 1.14 b. Bank Umum Syariah:

Total Aset (Rp Juta) 122,589 150,334 164,219 173,390 194,781 230,467 242,624 274,632 DPK(Rp Juta) 83,845 105,603 114,179 125,935 143,501 159,250 174,435 180,147 - Tabungan 15,098 30,304 39,492 55,201 71,552 77,112 90,398 93,415 - Giro 40,327 44,174 25,566 44,884 44,779 52,201 54,130 56,128 - Deposito 28,420 31,125 49,121 25,850 27,170 29,937 29,907 30,604 Kredit (Rp Juta) - berdasarkan lokasi kantor cabang 105,185 107,358 111,250 122,763 144,856 176,132 203,218 229,752 - Modal Kerja 64,304 65,492 67,286 73,387 81793 99624 96,171 107,666 - Konsumsi 31,972 31,441 35,020 40,534 15485 57073 62,999 68,619 - Investasi 8,909 10,425 8,944 8,842 47578 19435 44,048 53,467 - LDR 125.45 101.66 97.43 97.48 100.94 110.60 116.50 127.54 Kredit UMKM (Rp Juta)

Kredit Mikro (< Rp 50 juta) (Rp Juta) 12,644 20,148 14,321 16,357 25,141 32,358 34,124 36,569 - Kredit Modal Kerja 1,105 1,265 1,245 1,560 1,715 6,564 2,221 2,728 - Kredit Investasi 54 6,130 564 531 2877 475 6,629 7,120 - Kredit Konsumsi 11,485 12,753 12,512 14,266 20549 25319 25,274 26,721 Kredit Kecil (Rp 50 < x ≤ Rp500 juta) (Rp Juta) 44,891 41,731 46,322 56,324 68,359 79,110 95,169 111,194 - Kredit Modal Kerja 24,760 22,789 24,163 29,740 34042 38647 36,438 42,902 - Kredit Investasi 3,613 3,339 3,490 3,922 8698 12898 26,333 31,321 - Kredit Konsumsi 16,518 15,603 18,669 22,662 25619 27565 32,398 36,971 Kredit Menengah (Rp500 juta < x ≤ Rp5 miliar) (Rp Juta) 41,641 44,251 45,171 45,021 54,715 55,314 65,037 73,417 - Kredit Modal Kerja 32,430 35,710 36,442 37,026 44908 45063 48,624 53,464 - Kredit Investasi 5,242 5,456 4,890 4,389 6310 6062 11,086 15,026 - Kredit Konsumsi 3,969 3,085 3,839 3,606 3497 4189 5,327 4,927 Total Kredit MKM (Rp Juta) 99,176 106,130 105,814 117,702 148,215 166,782 194,330 221,180 NPL MKM gross (%) 0.97 1.58 0.74 1.36 0.96 1.71 1.35 0.62 - NPL MKM Gross Nominal 964 1,674 787 1,596 1427 2848 2,623 1,368 - PPAP 68 68 5 495 101 532 815 811 NPL MKM nett (%) 0.90 1.51 0.74 0.94 0.89 1.39 0.93 0.25

INDIKATOR

TABEL INDIKATOR EKONOMI TERPILIH

(13)

TAHUN

2006 Tw.I Tw.II Tw.III Tw. IV Tw.I Tw.II Tw.III

INDIKATOR TAHUN 2007 TAHUN 2008

B. BPR :

Total Aset (Rp Juta) 146,670 153,657 179,973 202,352 227,974 221,537 218,789 225,557 DPK (Rp Juta) 101,116 116,328 129,841 147,779 160,831 168,149 56,323 169,135 - Tabungan (Rp Juta) 20,226 23,435 25,054 26,311 29,229 29,638 7,988 30,887 - Deposito (Rp Juta) 80,890 92,893 104,787 121,468 131,602 138,511 48,335 138,248 Kredit (Rp Juta) - berdasarkan lokasi proyek 95,302 111,619 132,330 143,816 144,441 150,637 169,202 160,510 - Modal Kerja 34,906 26,969 33,630 47,359 41,964 43,180 52,990 45,598 - Konsumsi 48,778 71,676 85,436 78,793 83,399 85,787 90,221 91,007 - Investasi 11,618 12,974 13,264 17,664 19,078 21,670 25,991 23,905 Kredit UMKM (Rp Juta) 95,302 111,619 132,330 143,816 144,441 150,637 169,202 160,510 Rasio NPL Gross (%) 1.71 2.00 3.23 7.33 1,710 1,710 5.75 6.00 - NPL Gross (Nominal) 1,628 2,237 5,901 7,277 8,296 10,169 9,727 9,636 - PPAP 1,326 1,589 1,373 1,543 2,666 2,996 3,106 3,085 Rasio NPL Net (%) 0.32 0.58 3.42 3.99 3.90 4.76 3.91 4.08 LDR (%) 94.25 95.95 101.92 97.32 89.81 89.59 300.41 94.90 Catatan :

1)

(14)
(15)

R

INGKASAN

E

KSEKUTIF

P

EREKONOMIAN

J

AMBI

I. Perkembangan Ekonomi Makro Regional

Perekonomian Provinsi Jambi pada triwulan III tahun 2008 menunjukkan

pertumbuhan sebesar 2,83% (q-t-q), lebih tinggi dibandingkan dengan

triwulan II tahun 2008 yang mencapai 2,79% (q-t-q). Sejalan dengan hal

tersebut, PDRB atas dasar harga konstan secara tahunan (y-o-y) pada

triwulan laporan sebesar 8,66% (y-o-y) lebih tinggi dibandingkan triwulan

sebelumnya sebesar 7,18% (y-o-y).1

Pada triwulan laporan, pertumbuhan

ekonomi secara triwulanan (q-t-q) masih didorong oleh meningkatnya

sektor pertanian, sektor industri pengolahan, serta sektor perdagangan,

hotel dan restoran.

Perekonomian Provinsi Jambi triwulan III tahun 2008 ditandai tumbuhnya laju pertumbuhan ekonomi sebesar 2,83% (q-t-q)...

Ditinjau dari sisi pengeluaran, peningkatan laju pertumbuhan ekonomi

disebabkan oleh masih tumbuhnya angka pertumbuhan pengeluaran

konsumsi rumah tangga yang merupakan kontributor utama

pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi. Disamping itu, pengeluaran

konsumsi pemerintah, pengeluaran konsumsi swasta nirlaba, serta

investasi menunjukkan pertumbuhan yang positif.

II. Perkembangan Harga-Harga

Pada bulan September tahun 2008, Kota Jambi mengalami inflasi sebesar

13,68% (y-o-y) sedikit lebih rendah dibandingkan inflasi pada triwulan

II-2008 (bulan Juni) yang sebesar 13,99%(y-o-y). Sementara, inflasi tahun

kalender (Januari s.d. September 2008) sebesar 11,78% (y-t-d), jauh lebih

tinggi dibandingkan inflasi tahun kalender bulan September tahun 2007

yang sebesar 4,54% (y-t-d). Sementara, Inflasi tahunan Jambi pada bulan

laporan lebih tinggi dibandingkan angka inflasi nasional yang sebesar

12,14% (y-o-y). Inflasi kelompok bahan makanan, kelompok makanan

jadi serta kelompok transport dan komunikasi merupakan penyumbang

utama pembentukan angka inflasi Kota Jambi s.d. triwulan III tahun 2008.

Pada triwulan III tahun 2008, Provinsi jambi mengalami inflasi sebesar 13,68%

(y-o-y) ...

1

Angka sangat sementara, merupakan angka perhitungan Bank Indonesia Jambi.

(16)

RINGKASAN EKSEKUTIF

III. Perkembangan Perbankan Daerah

Kinerja perbankan (bank umum) pada triwulan III tahun 2008

menunjukkan pertumbuhan yang positif dari sisi kredit yang diberikan

yang disertai dengan peningkatan fungsi intermediasi perbankan yang

tercermin dari membaiknya Loan to deposits ratio (LDR) dibandingkan

triwulan sebelumnya.

Kinerja perbankan masih tumbuh positif,....

Sejalan dengan peningkatan LDR, kualitas kredit yang diberikan membaik

yang tercermin dari menurunnya ratio Non-Performing Loan (NPL) gross

menjadi sebesar 2,60%. Namun demikian, profitabilitas perbankan

mengalami penurunan dibandingkan triwulan sebelumnya.

Outstanding kredit bank umum tumbuh sebesar 6,73% sehingga menjadi

sebesar Rp7,39 triliun. Kinerja penyaluran kredit menunjukkan perbaikan

dengan tingkat LDR sebesar 72,85% atau meningkat sebesar 605 bps.

Sejalan dengan hal tersebut, peningkatan LDR disertai dengan perbaikan

Non Performing Loan (NPL) gross perbankan yang pada triwulan laporan

menurun sebesar 25 bps menjadi 2,60%. Sementara itu, aset perbankan

pada triwulan laporan sebesar Rp11,92 triliun.

IV. Perkembangan Keuangan Daerah

Pada semester I-2008, realisasi belanja APBD Provinsi Jambi masih rendah,

yaitu sebesar 20,94%. Belanja operasi baru terealisasi sebesar 25,42%

sedangkan realisasi biaya modal sebesar 4,70%. Sementara itu, realisasi

pendapatan sampai dengan semester I-2008 sudah mencapai 60,19%.

Realisasi pendapatan asli daerah sebesar 71,54% sedangkan pendapatan

transfer sebesar 53,55%. Masih rendahnya realisasi belanja pemerintah

daerah akibat dari terlambatnya pengesahan APBD serta akselerasi

pengeluaran belanja yang belum optimal. Akselerasi belanja pemerintah

daerah diperkirakan mulai meningkat pesat pada periode triwulan

III-2008 dan diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Provinsi

Jambi lebih tinggi lagi.

Perkembangan realisasi belanja daerah masih rendah ...

V. Perkembangan Sistem Pembayaran

Perkembangan aktivitas pembayaran non-tunai (RTGS) yang melalui

(17)

RINGKASAN EKSEKUTIF

triwulan sebelumnya. Sedangkan jumlah transaksi kliring meningkat

sebesar 7,00%.

Di bidang sistem pembayaran, aktivitas kliring dan aliran uang masuk/inflows

mengalami peningkatan....

Pada triwulan laporan, pertumbuhan aliran kas keluar bersih (net cash

outflow) negatif yang ditandai oleh turunnya aliran kas keluar (cash

outflow) sebesar 4,10%. Sedangkan aliran kas masuk (cash inflows)

meningkat sebesar 74,99%.

VI. Ketenagakerjaan Daerah dan Kesejahteraan

Jumlah pencari kerja di Provinsi Jambi (posisi Agustus 2008 dibandingkan

bulan Juni 2008) meningkat 34,59%. Sementara, naiknya KHM akan

berdampak pada menurunnya rasio Upah Minimum Provinsi (UMP)

terhadap KHM pada triwulan laporan. Rasio UMP dibandingkan KHM

pada triwulan laporan sebesar 83,33% atau menurun dibandingkan

triwulan II-2008 yang sebesar 87,60%.2

Hal ini mencerminkan bahwa

masyarakat yang mendapatkan penghasilan dibawah UMP akan semakin

berat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Jumlah pencari kerja di Provinsi Jambi meningkat...

VII. Perkiraan Ekonomi dan Harga Daerah

Laju pertumbuhan PDRB Provinsi Jambi pada triwulan mendatang

diperkirakan tumbuh moderat dibandingkan triwulan laporan, berkisar

5,90-6,80% (y-o-y). Pengeluaran konsumsi rumah tangga dan

pengeluaran konsumsi pemerintah diperkirakan masih akan menjadi

pendorong pertumbuhan ekonomi triwulan mendatang.

Laju pertumbuhan PDRB triwulan IV tahun 2008 diperkirakan berkisar 6,0-7,0% (y-o-y)...

Dari sisi penawaran, pertumbuhan laju pertumbuhan PDRB Provinsi Jambi

pada triwulan mendatang diperkirakan didorong oleh meningkatnya laju

pertumbuhan sektor pertanian, sektor perdagangan, hotel dan restoran,

sektor pertambangan dan penggalian serta sektor industri pengolahan.

Perkembangan ekonomi global saat ini diperkirakan turut mempengaruhi

perkembangan ekonomi regional Provinsi Jambi. Diperkirakan ekspor

Provinsi Jambi (terutama komoditas perkebunan) akan turut terpengaruh

dengan melemahnya permintaan komoditas perkebunan serta

perkembangan harga internasional komoditas perkebunan yang

cenderung menurun beberapa bulan terakhir.

3

2

(18)

RINGKASAN EKSEKUTIF

Perkembangan harga-harga pada triwulan IV tahun 2008 diperkirakan

pada kisaran 12,50–15,00 %. Faktor-faktor yang berpotensi akan

memberikan tekanan inflasi selama triwulan mendatang antara lain

1) Meningkatnya demand masyarakat terhadap kebutuhan barang dan

jasa terutama dalam perayaan hari besar keagamaan, 2) Kondisi

infrastruktur (jalan, jembatan) yang masih terkendala akan meningkatkan

biaya distribusi barang, 3) Akselerasi belanja pemerintah daerah yang

semakin cepat dapat memicu kenaikan harga barang-barang material. 4)

Tekanan melemahnya Rupiah dapat mempengaruhi inflasi barang impor.

(19)

B

AB

I

P

ERKEMBANGAN

E

KONOMI

M

AKRO

R

EGIONAL

A. Umum

Pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi pada triwulan III tahun 2008 yang

dicerminkan oleh PDRB atas dasar harga konstan tahun 20003

menunjukkan

pertumbuhan sebesar 2,83% (q-t-q), relatif lebih tinggi dibandingkan

pertumbuhan triwulan II tahun 2008 sebesar 2,79% (q-t-q).

Grafik 1.1. Perkembangan PDRB Provinsi Jambi (q-t-q)

2.83 1.64 1.45 0.96 1.90 2.79 1.82 0.96 1.43 0.77 2.68 1.64 1.79 1.32 1.05 1.37 0.51 1.91 0 500 1,000 1,500 2,000 2,500 3,000 3,500 4,000 4,500

Trw II-04

Trw III -04

Trw IV -04

Trw I-0 5

Trw. II -05 Trw.III -05 Trw.IV -05 Trw.I-0 6 Trw .II-06 Trw.III -06 Trw.IV -06 Trw.I-0 7 Trw .II-07 Trw.III -07 Trw.IV -07 Trw.I-0 8 Trw .II-08 Trw.III -08 Rp miliar -0.50 1.00 1.50 2.00 2.50 3.00 Persen

Nominal (aksis kiri) Pertumbuhan (aksis kanan)

Pada periode triwulan laporan, pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi

sebesar 8,66% (y-o-y), lebih tinggi dari pertumbuhan triwulan sebelumnya

sebesar 7,18% (y-o-y). Pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi juga masih lebih

3

(20)

PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO REGIONAL

tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang pada triwulan

III tahun 2008 diperkirakan berkisar 6,3%.4

Grafik 1.2. Perkembangan PDRB Provinsi Jambi dan Nasional (y-o-y)

% 4.97 6.30^ 6.39 6.28 6.25 6.51 6.41 6.09 6.08 5.90 5.13 4.90 5.63 5.63 6.25 8.66 7.18 5.07 5.96 5.87 5.77 5.73 5.74 5.06 5.65 7.64 7.05 6.13 5.89 6.67 2.00 4.00 6.00 8.00

TW I TW II TW III TW IV

TW I TW II TW III TW IV

TW I TW II TW III TW IV

TW I TW II TW III

2005 2006 2007* 2008**

Sumber: BPS (diolah)

^): Perkiraan berdasarkan Laporan Kebijakan Moneter (LKM) triwulan III-2008 oleh Bank Indonesia

Indonesia Jambi

Secara triwulanan (q-t-q), pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi didukung

oleh tumbuhnya 3 (tiga) sektor yang termasuk penyumbang terbesar PDRB

Provinsi Jambi, yaitu sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan;

Tabel 1.1. Laju Triwulanan (q-t-q) Pertumbuhan Provinsi Jambi Sisi Produksi dan Sisi Penggunaan

I II III IV I II III

0.75

1.93 1.61 1.08 1.58 3.77 3.89 Pertambangan dan Penggalian 5.90 (7.78) 0.25 (1.84) 1.35 (2.67) 0.17 Industri Pengolahan 2.51 1.41 0.15 2.65 3.07 4.35 2.96 Listrik, Air dan Gas 0.64 7.07 3.71 0.02 5.95 1.94 1.84

(2.22)

8.59 4.99 2.60 1.58 3.34 1.33 Perdagangan, Hotel dan Restoran 2.11 (0.28) 2.54 1.32 1.89 3.67 3.71 Pengangkutan dan Komunikasi 3.03 1.96 1.19 0.99 1.27 1.81 2.26 Keuangan, Persewaan dan Jasa Keuangan 0.13 9.52 3.54 9.20 2.50 4.77 3.48

0.20

2.24 1.071.43 1.11 1.45 1.26 1.86

0.77 1.43 0.96 1.82 2.79 2.83

I II III IV I II III

Pengeluaran Konsumsi Rumahtangga 0.77 0.82 1.42 2.65 1.63 0.58 1.98 Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 0.05 9.02 1.96 5.83 1.14 3.46 2.73 Lembaga Swasta Nirlaba 0.45 1.23 0.74 3.29 0.16 2.76 1.03 Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto 0.42 0.64 1.48 5.39 0.54 1.42 2.07 Perubahan Stok 0.89 0.85 0.83 8.59 0.78 6.24 2.02

2.77

14.22 9.17 20.01 -16.80 14.80 0.68 0.23

15.09 22.198.17 -14.64 10.25 -0.15 1.86

0.77 1.43 0.96 1.82 2.79 2.83

2008** 2008** 2007* 2007* JENIS PENGELUARAN LAPANGAN USAHA

PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO Pertanian Bangunan Jasa-Jasa Ekspor Impor 4

(21)

PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO REGIONAL

sektor perdagangan, hotel dan restoran dan sektor industri pengolahan. Di sisi

pengeluaran, pertumbuhan PDRB Provinsi Jambi pada triwulan laporan didorong

oleh masih positifnya laju pertumbuhan pengeluaran konsumsi rumah tangga

dan pengeluaran konsumsi pemerintah.

B. PDRB Sisi Produksi

Perkembangan PDRB Provinsi Jambi menunjukkan bahwa sektor-sektor

yang memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi

Jambi pada triwulan laporan berasal dari sektor pertanian, sektor perdagangan,

hotel dan restoran serta sektor industri pengolahan (lihat grafik 1.3). Kontribusi

sektor pertanian terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi sebesar 1,21%

(q-t-q) pada periode triwulan laporan, diikuti oleh sektor perdagangan, hotel dan

restoran (0,65%/q-t-q) serta sektor industri pengolahan (0,42%/q-t-q).

Grafik 1.3. Kontribusi PDRB Sisi Produksi terhadap Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Jambi (q-t-q)

0.62 (0.29)

0.75 0.02

0.16

0.44 0.14

0.13 0.19

1.21 0.02

0.42 0.01

0.06

0.65 0.18

0.17 0.11

(0.80) (0.30) 0.20 0.70 1.20

Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik, Air dan Gas bangunan Perdagangan, Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan, Persew aan dan Jasa Keuangan Jasa-Jasa

Trw III-08 TW II-08

Dari sisi distribusinya (share), pada periode triwulan laporan

menunjukkan bahwa sektor primer menyumbang sebesar 42,91% dari jumlah

PDRB Provinsi Jambi, diikuti sektor jasa-jasa (tersier) sebesar 38,04% dan sektor

sekunder sebesar 19,05%. Nominal PDRB Provinsi Jambi atas dasar harga berlaku

tercatat sebesar Rp9,61 triliun yang secara sektoral masih didominasi oleh sektor

pertanian sebesar 26,31%, sektor pertambangan dan penggalian sebesar

16,60%, serta sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar 15,54%. Dengan

(22)

PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO REGIONAL

demikian, struktur ekonomi regional dalam jangka pendek tidak mengalami

perubahan dibandingkan triwulan sebelumnya (Grafik 1.4).

Grafik 1.4. Distribusi PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha Triwulan III Tahun 2008

Pertanian, Perkebunan,

Peternakan, Kehutanan & Perikanan

26.31%

Pertambangan dan Penggalian

16.60% Industri Pengolahan

13.40% Listrik dan Air bersih

0.87% Bangunan

4.78% Perdagangan, Hotel

dan restauran 15.54% Pengangkutan dan

Komunikasi 7.04%

Keuangan, Persewaan dan Jasa

Perusahaan 4.89%

Jasa-jasa 10.57%

1. Sektor Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan

Secara triwulanan, sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan

dan perikanan tumbuh sebesar 3,89% (q-t-q), lebih tinggi dibandingkan dengan

pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 3,77% (q-t-q). Peningkatan laju

pertumbuhan sektor ini didorong oleh pertumbuhan seluruh sub sektor pertanian

pada triwulan laporan.

Sub sektor tanaman bahan makanan mengalami pertumbuhan sebesar

6,71% (q-t-q) sedikit menurun dibandingkan triwulan sebelumnya yang mampu

mencapai 7,32% (q-t-q). Namun demikian, pertumbuhan tersebut menunjukkan

bahwa sub sektor tanaman bahan makanan masih memiliki kontribusi terhadap

pertumbuhan sektor pertanian. Walaupun tidak sebesar triwulan sebelumnya,

pada triwulan laporan masih berlangsung panen padi serta beberapa komoditas

tanaman bahan makanan lainnya di beberapa daerah Provinsi Jambi sehingga

(23)

PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO REGIONAL

Grafik 1.5 Luas Tanam Sektor Tabama Triwulan II tahun 2008 Grafik 1.6 Luas Tanam Sektor Tabama Triwulan III tahun 2008

Luas Tanam (dalam Ha)

5141 4015

2109 615 264 1065 39522

1414

Padi Sawah Padi Ladang Jagung Kedelai Kacang Tanah Kacang Hijau Ubi Kayu Ubi Jalar

Grafik 1.5

Luas Tanam (dalam Ha)

4749 11399

628 195 122 34 275 287

Padi Sawah Padi Ladang Jagung Kedelai Kacang Tanah Kacang Hijau Ubi Kayu Ubi Jalar

Grafik 1.6

Grafik 1.7 Luas Panen Sektor Tabama Triwulan II tahun 2008 Grafik 1.8 Luas Panen Sektor Tabama Triwulan III tahun 2008

Luas Panen (dalam Ha)

3525 1606

444 561 104 708

31663

927

Padi Sawah Padi Ladang Jagung Kedelai

Kacang Tanah Kacang Hijau Ubi Kayu Ubi Jalar

Grafik 1.7

Luas Panen (dalam Ha) 12575

2405 1045

527 264 88 346 452

Padi Sawah Padi Ladang Jagung Kedelai Kacang Tanah Kacang Hijau Ubi Kayu Ubi Jalar

Grafik 1.8

Sumber: BPS Provinsi Jambi,2008.

Pada triwulan laporan (s.d. bulan Agustus 2008), Nilai Tukar Petani (NTP)

mulai mengalami penurunan dibandingkan triwulan sebelumnya.5

NTP Agustus

2008 dibandingkan NTP Juni 2008 menurun sebesar 1,11% menjadi 104,02. Hal

ini dikarenakan indeks bayar yang diterima petani tumbuh lebih rendah (1,49%)

dibandingkan indeks yang diterima sebesar 2,54% (lihat grafik 1.12 dan 1.13).

Sementara itu, sub sektor perkebunan yang mempunyai share sebesar

11,54% dari PDRB mengalami pertumbuhan sebesar 2,27% (q-t-q), lebih tinggi

dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 1,66% (q-t-q). Masih relatif baiknya

pertumbuhan sektor ini antara lain didukung oleh membaiknya produksi kelapa,

pinang dan sawit selama periode triwulan laporan.

5

Data NTP s.d. bulan Agustus 2008. NTP adalah angka perbandingan antara indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani yang dinyatakan dalam bentuk persentase. Sehingga NTP merupakan cerminan atau indikator relatif tingkat kesejahteraan petani.

(24)

PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO REGIONAL

Grafik 1.9. Perkembangan Harga CPO, Inti dan TBS 10 Tahun di Provinsi Jambi Harga (Rp)

5,950.1 8,730.7

3,620.3 5,005.5

1,271.3 1,913.3

-1,000.00 2,000.00 3,000.00 4,000.00 5,000.00 6,000.00 7,000.00 8,000.00 9,000.00 10,000.00

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9

2006 2007 2008

Sumber: Dinas Perkebunan Provinsi Jambi

CPO INTI TBS 10 thn

Namun demikian, menurunnya harga CPO di pasar internasional turut

memicu turunnya harga tandan buah segar (TBS) sawit Jambi jika dibandingkan

triwulan sebelumnya. Harga rata-rata CPO di Jambi bergerak dari Rp8.730,7/kg

menjadi Rp5.950,1/kg. Harga TBS usia 10 tahun juga bergerak dari Rp1.913,3/kg

menjadi Rp1.271,3/kg. Semakin rendahnya harga-harga komoditas perkebunan

tersebut merupakan ancaman terhadap tumbuhnya PDRB sub sektor perkebunan.

Disamping itu, beberap prompt indikator sub sektor perkebunan selama

periode triwulan laporan juga masih menunjukkan perkembangan yang

membaik. Hal ini terlihat dari indikator produksi untuk kelapa, sawit dan pinang

yang menunjukkan tren peningkatan indeks selama triwulan laporan (lihat grafik

1.10)

Grafik 1.10 Indikator Produksi Sub Sektor Tanaman Perkebunan tahun 2008 Grafik 1.11 Indikator Produksi Sub Sektor Hortikultura, Sub Sektor Peternakan

dan Sub Sektor Perikanan tahun 2008

indeks bulanan

-20 40 60 80 100 120 140 160 180 200

1 2 3 4 5 6 7 8 9

2008

Produksi Karet Produksi Kelapa Sawit Produksi Kelapa Produksi Pinang

Grafik 1.10

indeks bulanan

-20 40 60 80 100 120 140 160

1 2 3 4 5 6 7 8 9

2008

Produksi Hortikultura Produksi Daging Produksi Telur Produksi Perikanan

(25)

PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO REGIONAL

Grafik 1.12 Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Jambi Grafik 1.13 Pertumbuhan Indeks terima dan Indeks Bayar Petani

NTP 100 105 110 115 120 125 130 135

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

sumber: B PS Provinsi Jambi, 2008

keterangan: 2008x adalah NTP menggunakan tahun dasar 1993 2008y adalah NTP menggunakan tahun dasar 2007 Sejak M ei 2008, BP S mulai menggunakan NTP tahun dasar 2007

2005 2006 2007 2008x 2008y Grafik 1.12 Persen (%) (6.0) (4.0) (2.0) -2.0 4.0 6.0

1 2 3 4 5 6 78 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 67 8

2006 2007 2008

Sumber: BPS Provinsi Jambi

Mulai Mei 2008 menggunakan NTP tahun dasar 2007 % g.indeks diterima % g.indeks bayar

Grafik 1.13

Sumber: BPS Provinsi Jambi,2008.

Realisasi penyaluran pupuk dalam menunjang proses produksi sub sektor

tanaman bahan makanan dan sub sektor tanaman perkebunan pada triwulan

laporan menunjukkan penurunan dibanding triwulan sebelumnya.6

Berdasarkan

informasi dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jambi, penyaluran pupuk

bersubsidi sebesar 9.442 ton atau menurun sebesar 35,16% dibandingkan

triwulan sebelumnya. Penggunaan pupuk bersubsidi sebagian besar didominasi

oleh pupuk Urea (52,88%), diikuti oleh pupuk NPK Phonska (28,73%), ZA

(10,32%) dan SP-36 (8,07%).

Grafik 1.14. Distribusi Jenis Pupuk

Grafik 1.15. Jumlah dan Pertumbuhan Realisasi Pupuk

(Ton)

0 5000 10000 15000 20000 25000

TW II TW III TW IV TW I TW II TW III TW IV TW I TW II TW III TW IV TW I TW II TW III 20 06 200 7 200 8

Sumber: Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jambi

SP-36 ZA NPK PHONSKA Urea

Grafik 1.14 Ton 0 5000 10000 15000 20000 25000

TW II TW III TW IV TW I TW II TW III TW IV TW I TW II TW III TW IV TW I TW II TW III

2006 2007 2008

Persen (%) (40.00) (30.00) (20.00) (10.00) -10.00 20.00 30.00 40.00 50.00 60.00

Sumber: Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jambi

Realisasi Pupuk (Ton) Pertumbuhan Realisasi Pupuk

Grafik 1.15

6

Jenis pupuk bersubsidi yang disalurkan terdiri dari SP-36, ZA, NPK Phonska dan Urea.

(26)

PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO REGIONAL

Sub sektor perikanan tumbuh sebesar 1,73% (q-t-q). Sedangkan sub

sektor peternakan dan hasil-hasilnya juga tumbuh sebesar 2,71% (q-t-q)

dibandingkan triwulan sebelumnya. Hal ini juga dikonfirmasi dengan tren

meningkatnya indikator produksi bulanan sub sektor peternakan (produksi

daging serta produksi telur) serta indikator produksi sub sektor perikanan selama

periode triwulan laporan (lihat grafik 1.11). Sementara, perkembangan sub sektor

kehutanan masih belum menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.

Selama 6 (enam) triwulan terakhir sub sektor kehutanan tumbuh dibawah level

1%. Pada triwulan laporan, sub sektor kehutanan hanya tumbuh sebesar 0,54%

(q-t-q).

2. Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran (PHR)

Sektor perdagangan, hotel dan restoran tumbuh sebesar 3,71% (q-t-q);

lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 3,67% (

q-t-q). Meningkatnya angka pertumbuhan tersebut disebabkan oleh naiknya

pertumbuhan sub sektor perdagangan besar dan eceran.

Sub sektor perdagangan besar dan eceran tumbuh sebesar 3,90%

(q-t-q) pada triwulan laporan, lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang

hanya mencapai 3,69% (q-t-q). Walaupun tumbuh lebih rendah dibandingkan

triwulan sebelumnya, sub sektor hotel dan sub sektor restoran masing-masing

mengalami pertumbuhan sebesar 0,12% (q-t-q) dan 1,95% (q-t-q).

Grafik 1.16. Perkembangan Indikator produksi Bulanan Sektor PHR Grafik 1.17. Perkembangan Konsumsi Listrik Sektor Bisnis

indeks

80 90 100 110 120 130 140 150

1 2 3 4 5 6 7 8 9 2008

Harga Perdagangan Besar Harga Perdagangan Barang Konstruksi Tingkat Hunian Hotel

Grafik 1.16

KWH (dalam Ribuan)

5.65

(25.48)

5.61 4.43

(7.36) 41.97

4.88

(10.43) 22.41

1.78

-5,000 10,000 15,000 20,000 25,000 30,000 35,000 40,000

II III IV I II III IV I II III 2007 2008 Sumber: PLN Jambi, 2007 (diolah)

-30.0 -20.0 -10.0 0.0 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 Persen (%)

Bisnis Pertumbuhan Bisnis

(27)

PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO REGIONAL

Pada triwulan laporan, terutama periode bulan Ramadhan 1429 H,

aktivitas perekonomian meningkat cukup signifikan. Volume perdagangan sub

sektor perdagangan besar dan eceran semakin menggeliat seiring dengan

meningkatnya konsumsi masyarakat terhadap kebutuhan barang-barang dalam

menyambut bulan Puasa serta menjelang perayaan Idul Fitri.

Dari prompt indicator terlihat juga bahwa indeks harga perdagangan besar

serta harga perdagangan barang konstruksi mengalami tren peningkatan selama

triwulan laporan (lihat grafik 1.16.). Hal ini menunjukkan aktivitas dunia

perdagangan semakin meningkat dalam merespon permintaan masyarakat.

Sementara itu, konsumsi listrik sektor bisnis menurun sebesar 7,36% pada

triwulan laporan.

Sektor perdagangan, hotel dan restoran berdasarkan pangsanya

didominasi oleh sub sektor perdagangan besar dan eceran yang mencapai

14,34% terhadap PDRB, diikuti oleh sub sektor restoran dan sub sektor hotel

masing-masing sebesar 1,05% dan 0,15%.

3. Sektor Pertambangan dan Penggalian

Sektor pertambangan dan penggalian tumbuh sebesar 0,17% (q-t-q)

dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar minus 2,67% (q-t-q). Peningkatan

sektor ini terutama dikontribusi oleh peningkatan sub sektor minyak dan gas

bumi serta sub sektor pertambangan tanpa migas yang masing-masing tumbuh

0,08% (q-t-q) serta 1,69% (q-t-q). Sub sektor penggalian pada triwulan laporan

juga tumbuh sebesar 0,14% (q-t-q) antara lain terkait dengan kebutuhan proyek

infrastruktur yang mulai banyak terlaksana pada triwulan laporan seiring dengan

percepatan realisasi dana APBD Provinsi Jambi.

Meningkatnya pertumbuhan sub sektor pertambangan tanpa migas

(1,69%/q-t-q) antara lain berasal dari masih menggeliatnya aktivitas

penambangan batu bara dikarenakan semakin meningkatnya demand terhadap

komoditas dimaksud untuk keperluan sumber energi dunia industri. Relatif masih

tingginya harga batu bara di pasar internasional menjadi insentif bagi perusahaan

(28)

PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO REGIONAL

yang bergerak di bidang penambangan batu bara untuk meningkatkan volume

produksinya.

Berdasarkan angka perkiraan, lifting minyak bumi diperkirakan menurun

dibandingkan triwulan sebelumnya. Begitu juga dengan perkiraan lifting gas

alam. Sementara itu, pertumbuhan sub sektor penggalian berasal dari

meningkatnya produksi pasir dan bahan galian lainnya sehubungan dengan

meningkatnya permintaan komoditas tersebut sebagai bahan baku proyek-proyek

perumahan serta ruko/rukan pada triwulan laporan yang meningkat.

Grafik 1.18. PDRB Sub Sektor Minyak dan Gas Bumi serta Lifting Minyak Bumi Grafik 1.19 Pertumbuhan Lifting Gas Alam

juta rupiah 280,000 290,000 300,000 310,000 320,000 330,000 340,000 350,000 360,000 370,000 380,000 390,000

I II III IV I II III IV I II III IV I II* III**

2005 2006 2007 2008

Keterangan: *) angka perkiraan B ank Indo nesia Jambi untuk bulan Juni 2008 **) angka perkiraan B ank Indo nesia Jambi

Sumber: Dinas Energi dan Sumber Daya M ineral (ESDM ) P ro vinsi Jambi dan B P S P ro vinsi Jambi (dio lah)

ribu barrel 0 500 1000 1500 2000 2500 3000 3500

PDRB sub sektor minyak dan gas bumi Lifting Minyak Bumi 2 per. Mov. Avg. (Lifting Minyak Bumi)

Grafik 1.18 BBTU 18.32 9.10 24.45 19.88 6.18 5.46 2.40 20.52 0.80 2.51 (30.09) (3.57) (3.76) (0.05) -2,000 4,000 6,000 8,000 10,000 12,000 14,000

II III IV I II III IV I II III IV I II* III**

2005 2006 2007 2008

Sumber: Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jambi. *: Angka proyeksi Bank Indonesia Jambi untuk bulan Juni 2008 **: Angka proyeksi Bank Indonesia Jambi

(40.00) (30.00) (20.00) (10.00) -10.00 20.00 30.00 Persen (%)

Lifting Gas Alam (BBTU), aksis kiri Pertumbuhan, aksis kanan

Grafik 1.19

4. Sektor Industri Pengolahan

Sektor industri pengolahan tumbuh sebesar 2,96% (q-t-q); lebih rendah

bila dibandingkan angka triwulan sebelumnya 4,35% (q-t-q). Menurunnya

pertumbuhan pada sektor ini terutama dikontribusi oleh pertumbuhan sub sektor

industri tanpa migas yang tumbuh melambat sebesar 3,01% (q-t-q) jika

dibandingkan triwulan sebelumnya yang mampu mencapai 4,04% (q-t-q).

Sementara, sub sektor migas tumbuh sebesar 2,27% (q-t-q), melambat

dibandingkan triwulan II tahun 2008 yang tumbuh sebesar 3,08% (q-t-q).

Pertumbuhan sub sektor migas terutama masih terkait dengan

peningkatan pengilangan minyak bumi yang produknya meliputi LPG.

Melambatnya produksi sektor industri pengolahan juga tercermin dari

pertumbuhan konsumsi listrik serta pelanggan listrik pada periode triwulan

(29)

PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO REGIONAL

Grafik 1.20. PDRB Industri Pengolahan dan Volume Penjualan Solar Grafik 1.21. Perkembangan Total Pemakaian Listrik sektor industri Grafik 1.22. Perkembangan Jumlah Pelanggan Listrik sektor industri

-10,000,000 20,000,000 30,000,000 40,000,000 50,000,000 60,000,000 70,000,000 80,000,000 90,000,000 100,000,000

TW II TW III TW IV TW I TW II TW III TW IV TW I TW II TW III TW IV TW I TW II TW III

2005 2006 2007 2008

Sumber: Pertamina Wira Penjualan Jambi dan BPS Provinsi Jambi (diolah)

-100,000 200,000 300,000 400,000 500,000 600,000

Volume penjualan Solar (Liter), aksis kiri PDRB industri pengolahan (juta Rp), aksis kanan

Grafik 1.20

KWH (dalam Ribuan)

16.68 (14.83) (1.48) 3.86 4.69 (13.99) 0.11 (10.46) (2.21) 6.88 -2,000 4,000 6,000 8,000 10,000 12,000 14,000 16,000 18,000

II III IV I II III IV I II III

2007 2008

Sumber: PLN Jambi, 2007 (diolah)

-20.0 -15.0 -10.0 -5.0 0.0 5.0 10.0 15.0 20.0 25.0 Persen (%)

Industri Pertumbuhan Industri

Grafik 1.21 Pelanggan (2.25) 0.58 (2.31) (1.18) -(0.66) (1.15) (4.94) (1.30) (2.99) 135 140 145 150 155 160 165 170 175 180

II III IV I II III IV I II III

2007 2008

Sumber: PLN Jambi, 2007 (diolah)

-6.0 -4.0 -2.0 0.0 2.0 4.0 6.0 Persen (%)

Industri Pertumbuhan Pelanggan Industri

Grafik 1.22

Di sisi lain, Walaupun tumbuh melambat, perkembangan industri tanpa

migas (3,01%/q-t-q) pada triwulan laporan mencerminkan bahwa industri tanpa

migas mampu memberikan kontribusi yang lebih tinggi terhadap pertumbuhan

ekonomi Jambi. Dari prompt indikator sub sektor industri tanpa migas, indeks

industri karet, kerajinan dari batik, barang dari kayu, barang dari semen, batu

bata, makanan dan minuman pada periode triwulan laporan masih menunjukkan

perkembangan yang membaik (lihat grafik 1.23 dan 1.24)

(30)

PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO REGIONAL

Grafik 1.23. Indeks Produksi Industri CPO, Karet, Kopra dan Kerajinan Batik Grafik 1.24 Indeks Produksi Industri Barang dari Kayu, Barang dari Semen, Batu Bata,

Makanan dan Minuman

indeks bulanan -50 100 150 200 250

1 2 3 4 5 6 7 8 9

2008

Industri CPO Industri Karet Industri Kopra Industri Kerajinan Batik

Grafik 1.23 indeks bulanan -50 100 150 200 250

1 2 3 4 5 6 7 8 9

2008

Industri Barang dari Kayu Industri Barang dari Semen Industri Batu Bata Industri Makanan Industri Minuman

Grafik 1.24

5. Sektor-sektor Lain

Sektor listrik, gas, dan air bersih tumbuh sebesar 1,84% (q-t-q) pada

triwulan laporan atau lebih rendah dibandingkan laju pertumbuhan triwulan

sebelumnya sebesar 1,94% (q-t-q). Menurunnya pertumbuhan sektor ini akibat

turunnya angka pertumbuhan sub sektor listrik dari sebesar 2,00% (q-t-q)

menjadi sebesar 1,93% (q-t-q) serta melambatnya angka pertumbuhan sub

sektor air bersih dari sebesar 1,62% (q-t-q) menjadi sebesar 1,39% (q-t-q).

Masih terjadinya gangguan pasokan listrik untuk interkoneksi Sumatera

pada triwulan laporan menyebabkan kapasitas daya listrik di Provinsi Jambi

menurun sehingga PLN mengambil kebijakan pemadaman secara bergilir (bagi

industri dan rumah tangga) agar defisit daya yang semakin membesar dapat

teratasi. Dampak dari hal tersebut tentunya konsumsi listrik berkurang sehingga

melambatkan laju pertumbuhan sektor listrik.

Grafik 1.25. Perkembangan Total Pemakaian Listrik Grafik 1.26. Perkembangan Jumlah Pelanggan Listrik

KWH (dalam Ribuan)

8.73 1.21 (2.25) 4.68 7.05 (1.80) 6.77 (2.64) 6.77 5.43 -20,000 40,000 60,000 80,000 100,000 120,000 140,000 160,000 180,000 200,000

II III IV I II III IV I II III

2007 2008

Sumber: PLN Jamb i, 2007 (diolah)

-5.0 0.0 5.0 10.0 15.0 20.0 25.0 Persen (%)

Total Pemakaian Pertumbuhan Total

Grafik 1.25 Pelanggan 1.01 0.37 2.14 0.75 2.82 2.32 2.93 3.41 3.60 0.76 -50,000 100,000 150,000 200,000 250,000 300,000 350,000

II III IV I II III IV I II III 2007 2008 Sumber: PLN Jambi, 2007 (diolah)

0.0 1.0 2.0 3.0 4.0 5.0 6.0 Persen (%)

Total Pelanggan Perumbuhan Pelanggan

(31)

PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO REGIONAL

Melambatnya pertumbuhan sektor air bersih dikarenakan volume

penjualan air dari PDAM kepada konsumennya akan berkurang karena adanya

pemadaman listrik. Akibat dari pemadaman listrik tersebut, beberapa pompa air

PDAM juga sering mengalami penurunan voltase sehingga debit produksi air

untuk beberapa tandon menurun sehingga supply terhadap ratusan pelanggan

terganggu. Hal ini pada akhirnya akan berdampak pada volume penjualan air

yang menurun selama periode triwulan laporan.7

Sektor bangunan menunjukkan pertumbuhan yang lebih rendah

dibandingkan triwulan sebelumnya. Sektor bangunan tumbuh sebesar 1,33%

(q-t-q) dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 3,34% (q-t-q). Namun

demikian, sejalan dengan mulai meningkatnya beberapa proyek infrastruktur

pemerintah daerah pada triwulan laporan masih memberikan kontribusi terhadap

meningkatnya angka sub sektor bangunan pada triwulan laporan.

Grafik 1.27. Perkembangan PDRB Sektor Bangunan dan Konsumsi Semen

-20,000 40,000 60,000 80,000 100,000 120,000 140,000 160,000 180,000 200,000

TW I TW II TW III TW IV TW I TW II TW III TW IV TW I TW II TW III TW IV TW I TW II TW III

2005 2006 2007 2008

(30.00) (20.00) (10.00) -10.00 20.00 30.00 40.00

Sumber: Asosiasi Semen Indonesia dan BPS Provinsi Jambi (diolah)

PDRB sektor Bangunan (juta Rp), aksis kiri Konsumsi Semen (ton), aksis kiri Pert. Konsumsi Semen (%), aksis kanan

Disamping itu, ditengah naiknya harga barang-barang konstruksi,

pembangunan properti residensial (perumahan) oleh developer (perusahaan

7

Pemadaman bergilir yang dilakukan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) sangat berpengaruh terhadap pelayanan masyarakat di berbagai instansi termasuk PDAM karena sebagian besar instalasi produksi air PDAM tergantung dari tenaga listrik dari PLN (Sebagian besar energi andalan penggerak generator pompa PDAM adalah tenaga listrik).

(32)

PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO REGIONAL

pengembang) dan masyarakat umum maupun properti komersial (ruko, hotel)

masih terus berlanjut walaupun mulai melambat. Hal ini dikonfirmasi dengan

menurunnya konsumsi semen selama periode triwulan laporan menjadi sebesar

80.148 ton dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 105.091 ton.

Permintaan kredit KPR dan kredit Ruko/Rukan8

juga menunjukkan

pelambatan pertumbuhan dibandingkan triwulan sebelumnya. Kredit KPR

tumbuh sebesar 8,38% (Rp58,26 miliar) sedangkan kredit Ruko/Rukan tumbuh

sebesar 8,20% (Rp4,28 miliar). Namun demikian, masih tumbuhnya kredit KPR

dan kredit Ruko/Rukan mencerminkan bahwa minat masyarakat terhadap

permintaan perumahan dan Ruko/Rukan masih cukup tinggi.

Grafik 1.28. Perkembangan Kredit KPR Grafik 1.29. Perkembangan Kredit Ruko/Rukan

-100,000 200,000 300,000 400,000 500,000 600,000 700,000 800,000

II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III 2004 2005 2006 2007 2008 juta Rp -5.00 10.00 15.00 20.00 25.00 30.00 Persen KPR Pertumbuhan Grafik 1.28 -10,000 20,000 30,000 40,000 50,000 60,000

II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III

2004 2005 2006 2007 2008

juta Rp (40.00) (20.00) -20.00 40.00 60.00 80.00 100.00 120.00 140.00 160.00 Persen Ruko/Rukan Pertumbuhan Grafik 1.29

Sektor pengangkutan dan komunikasi mengalami pertumbuhan sebesar

2,26% (q-t-q) pada triwulan laporan atau lebih tinggi bila dibandingkan triwulan

sebelumnya sebesar 1,81% (q-t-q). Meningkatnya angka pertumbuhan sektor ini

berasal dari sub sektor pengangkutan, yaitu angkutan jalan raya, angkutan

sungai, danau dan penyeberangan, angkutan udara dan jasa penunjang

angkutan. Akselerasi pertumbuhan sektor ini terutama terkait dengan

meningkatnya demand masyarakat dalam menggunakan moda transportasi darat

dan udara untuk keperluan pulang kampung (mudik) Lebaran ke daerah asal di

akhir periode triwulan laporan.

8

(33)

PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO REGIONAL

Grafik 1.30. PDRB Sub Sektor Angkutan Udara dan Volume Penjualan Avtur Grafik 1.31. Perkembangan Keberangkatan dan Kedatangan Penumpang

Grafik 1.32. Perkembangan Keberangkatan dan Kedatangan Pesawat

-5,000 10,000 15,000 20,000 25,000 30,000 35,000 40,000 45,000

TW II TW III TW IV TW I TW II TW III TW IV TW I TW II TW III TW IV TW I TW II TW III*

2005 2006 2007 2008

(30.00) (20.00) (10.00) -10.00 20.00 30.00 40.00 50.00 60.00 70.00

Sumber: Pertamina Wira Penjualan Jambi dan BPS Provinsi Jambi (diolah) * Konsumsi avtur triwulan III-2008 perkiraan Bank Indonesia Jambi

PDRB sub sektor Angkutan Udara (juta Rp), aksis kiri Konsumsi Avtur (ratusan liter), aksis kiri

Pert. Konsumsi Avtur (%), aksis kanan

Grafik 1.30 orang 0 20000 40000 60000 80000 100000 120000

II III IV I II III IV I II III IV I II III

2005 2006 2007 2008

Sumber: PT. Angkasa Pura II

(25.00) (20.00) (15.00) (10.00) (5.00) -5.00 10.00 15.00 20.00 25.00 Persen (%)

Kedatangan Penumpang (aksis kiri) Keberangkatan Penumpang (aksis kiri) Datang (aksis kanan) Berangkat (aksis kanan)

Grafik 1.31 pesawat 0 200 400 600 800 1000 1200

II III IV I II III IV I II III IV I II III 2005 2006 2007 2008

Sumber: PT. Angkasa Pura II

(30.00) (25.00) (20.00) (15.00) (10.00) (5.00) -5.00 10.00 15.00 20.00 Persen (%)

Kedatangan Pesawat (aksis kiri) Keberangkatan Pesawat (aksis kiri) Datang (aksis kanan) Berangkat (aksis kanan)

Grafik 1.32

Sub sektor angkutan jalan raya tumbuh sebesar 2,45% (q-t-q), lebih

tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 1,46% (q-t-q).

Sementara, sub sektor angkutan udara tumbuh sebesar 3,71%(q-t-q)

dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar minus 2,13%(q-t-q). Meningkatnya

demand masyarakat menggunakan jasa angkutan udara dalam menghadapi

Lebaran direspon dengan pihak maskapai penerbangan yang menambah jadwal

penerbangan dari dan ke Jambi. Di sisi lain, beroperasinya kembali Mandala Air

dalam melayani rute Jakarta-Jambi (PP) menyebabkan kapasitas angkut dari sisi

armada maupun frekuensi penerbangan meningkat dibandingkan kondisi

triwulan-triwulan sebelumnya.

(34)

PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO REGIONAL

Walaupun lebih rendah dari triwulan sebelumnya, pertumbuhan jasa

angkutan laut antara lain disebabkan oleh meningkatnya aktivitas barang di

pelabuhan pada triwulan laporan. Tumbuhnya sub sektor jasa angkutan terkait

dengan meningkatnya demand masyarakat menggunakan jasa ekspedisi kiriman

barang serta agen travel dan pesawat terbang dalam menghadapi Lebaran.

Grafik 1.33. Perkembangan Total Arus Barang Grafik 1.34. Perkembangan Kunjungan Kapal

unit 0 200000 400000 600000 800000 1000000 1200000 1400000 1600000

II III IV I II III IV I II III 2007 2008 -40.00 -30.00 -20.00 -10.00 0.00 10.00 20.00 30.00 40.00

Sumber: Pelindo Jambi

persen(%)

Jumlah Total Arus Barang Pertumbuhan

Grafik 1.33 unit 0 200 400 600 800 1000 1200 1400 1600 1800

II III IV I II III IV I II III 2007 2008 -30.00 -20.00 -10.00 0.00 10.00 20.00 30.00 40.00 50.00

Sumber: Pelindo Jambi

persen(%)

Unit Pertumbuhan

Grafik 1.34

Jumlah unit kapal bersandar meningkat sebesar 30,14% yang mencapai

1.589 unit, lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 1.221 unit.9

Namun demikian, jumlah arus barang berdasarkan perdagangan di Pelabuhan

Tungkal dan Pelabuhan Talang Dukuh mengalami penurunan sebesar 32,63%

dibandingkan triwulan sebelumnya.10

Sub sektor pos dan telekomunikasi serta sub sektor jasa penunjang

komunikasi masing-masing mengalami pertumbuhan sebesar 2,03% (q-t-q) dan

1,01% (q-t-q). Demand masyarakat untuk menggunakan jasa pos dan

telekomunikasi dalam menyambut Lebaran relatif baik.

Sektor keuangan, persewaan, dan jasa-jasa perusahaan tumbuh sebesar

3,48% (q-t-q) pada triwulan laporan atau menurun dibandingkan triwulan

sebelumnya sebesar 4,77% (q-t-q). Pelambatan tersebut terutama disebabkan

oleh penurunan pertumbuhan sub sektor bank serta sub sektor jasa penunjang

keuangan pada triwulan laporan. Sementara, sub sektor lainnya mengalami

9

Kunjungan kapal yang dimaksud adalah pelayaran luar negeri, pelayaran dalam negeri dan pelayaran rakyat.

10

(35)

PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO REGIONAL

pertumbuhan yaitu sub sektor lembaga keuangan tanpa bank (1,37%/q-t-q), sub

sektor sewa bangunan (1,65%/q-t-q), dan sub sektor jasa perusahaan (1,59%/

q-t-q).

Sektor jasa-jasa pada triwulan laporan mengalami pelambatan

pertumbuhan menjadi sebesar 1,26% (q-t-q) dibandingkan triwulan sebelumnya

sebesar 1,45% (q-t-q). Walaupun mengalami pelambatan, pertumbuhan sub

sektor pemerintahan umum berasal dari realisasi belanja pembangunan

proyek-proyek pemerintah yang masih tumbuh terbatas. Sedangkan meningkatnya sub

sektor swasta berasal dari naiknya jasa sosial kemasyarakatan, hiburan dan

rekreasi serta jasa perorangan dan rumah tangga.

C. PDRB Sisi Pengeluaran

Ditinjau dari sisi pengeluaran, laju pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi

pada triwulan laporan didorong oleh pengeluaran konsumsi rumah tangga dan

pengeluaran konsumsi pemerintah. Berdasarkan kontribusi terhadap

pertumbuhan, pengeluaran konsumsi rumah tangga menyumbang sebesar

1,39% terhadap pertumbuhan ekonomi Jambi, diikuti dengan pengeluaran

konsumsi pemerintah yang menyumbang sebesar 0,63%.11

Grafik 1.35. Kontribusi PDRB Sisi Pengeluaran terhadap Pertumbuhan (q-t-q)

0.42

0.67 0.01

0.11 0.19

0.76

1.39 0.53

0.01

0.34 0.06

0.50

- 0.20 0.40 0.60 0.80 1.00 1.20 1.40 1.60

Pengeluaran Konsumsi Rumahtangga Pengeluaran Konsumsi

Pemerintah Lembaga Sw asta Nirlaba Pembentukan Modal Tetap

Domestik Bruto Perubahan Stok Net Ekspor/Impor

Trw III-08 TW II-08

11

Yang dimaksud kontribusi ’net ekspor’ adalah nilai kontribusi ekspor terhadap pertumbuhan dikurangkan dengan nilai kontribusi impor terhadap pertumbuhan pada triwulan laporan. Jika bernilai positif disebut net ekspor, sedangkan jika bernilai negatif disebut net impor.

(36)

PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO REGIONAL

Dari sisi distribusinya (share), konsumsi rumah tangga mempunyai

pangsa yang paling besar, yaitu mencapai 63,85% dari PDRB Jambi pada triwulan

III tahun 2008 (lihat grafik 1.36). Selain itu, pengeluaran konsumsi pemerintah

dan PMTDB juga memiliki pangsa yang relatif besar dengan masing-masing

sebesar 16,82% dan 16,52%. Sedangkan share perubahan stok sebesar 2,52%

dan lembaga swasta nirlaba sebesar 0,46%.

Grafik 1.36. Distribusi PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Pengeluaran Triwulan III tahun 200812

Pengeluaran konsumsi rumah

tangga 63.85% Pengeluaran

Konsumsi pemerintah

16.82%

Lembaga Swasta Nirlaba 0.46%

Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto

16.52%

Perubahan Stok

2.52% Net Impor 0.17%

1. Pengeluaran Konsumsi

Pengeluaran konsumsi rumah tangga atas dasar harga konstan selama

triwulan laporan tumbuh sebesar 1,98% (q-t-q), meningkat dibandingkan

triwulan sebelumnya sebesar 0,58% (q-t-q). Konsumsi masyarakat pada periode

triwulan laporan meningkat terutama untuk belanja barang-barang dan jasa

selama bulan Ramadhan serta menyambut perayaan Idul Fitri 1429H.

Sementara, dampak dari penurunan harga-harga komoditas unggulan

Jambi (karet dan sawit) mulai berdampak pada daya beli masyarakat yang

diindikasikan oleh turunnya konsumsi listrik untuk rumah tangga serta pembelian

kendaraan bermotor pada triwulan laporan (grafik 1.38 dan 1.44). Disamping itu,

indeks keyakinan konsumen terhadap kondisi perekonomian selama

12

(37)

PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO REGIONAL

periode triwulan laporan juga masih berada pada level pesimis. Namun demikian,

pengeluaran konsumsi rumah tangga masih merupakan salah satu kontributor

utama pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi pada triwulan laporan.

Grafik 1.37. Indeks Kondisi Ekonomi Grafik 1.38. Konsumsi Listrik Rumah Tangga

Indeks 0.00 20.00 40.00 60.00 80.00 100.00 120.00

II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III 2005 2006 2007 2008

(60.00) (40.00) (20.00) -20.00 40.00 60.00 80.00 100.00 120.00 (%)

Kondisi ekonomi saat ini dibandingkan 6 - 12 bln yg lalu Pertumbuhan (%) Grafik 1.37

KWH (dalam Ribuan)

0.48 3.13 (0.55) 1.75 6.73 0.64 7.87 (2.87) 6.51 6.74 -20,000 40,000 60,000 80,000 100,000 120,000

II III IV I II III IV I II III

2007 2008

Sumber: PLN Jambi, 2007 (diolah)

-4.0 -2.0 0.0 2.0 4.0 6.0 8.0 10.0 Persen (%)

Rumah Tangga Pertumbuhan RT

Grafik 1.38

Penjualan kendaraan bermotor pada triwulan laporan turun sebesar

1,58%. Penjualan mobil baru (sedan, jeep, minibus) menurun sebesar 3,49%

Gambar

Grafik 1.27. Perkembangan PDRB Sektor Bangunan dan Konsumsi Semen
Grafik 1.35. Kontribusi PDRB Sisi Pengeluaran terhadap Pertumbuhan (q-t-q)
Grafik 1.46. Nominal dan Pertumbuhan Kredit Investasi di Provinsi Jambi Grafik 1.45. Pertumbuhan Pendaftaran Truck/Pick Up Baru Grafik 1.47
Grafik 1.48. Perkembangan Ekspor dan Impor Non Migas Provinsi Jambi
+7

Referensi

Dokumen terkait

Dari sisi pembiayaan perbankan, perkembangan sektor industri terlihat dari perlambatan pertumbuhan penyaluran kredit bank umum ke sektor industri.(Gradik 1.20)

Sementara itu kredit perbankan masih menunjukkan perkembangan yang baik dengan tingkat rasio kredit non lancar yang walaupun memiliki kecenderungan peningkatan,

Berdasarkan hasil Survei Kredit Perbankan yang dilakukan Bank Indonesia Bandar Lampung, diperoleh informasi bahwa membaiknya prospek usaha nasabah terutama pada

Dari sisi fungsi intermediasi, pertumbuhan kredit tercatat sebesar 9,8% (yoy), lebih rendah dari pertumbuhan pada periode yang sama tahun sebelumnya, sejalan dengan

Dari sisi pembiayaan perbankan, perkembangan sektor industri terlihat dari perlambatan pertumbuhan penyaluran kredit bank umum ke sektor industri.(Gradik 1.20)

Upaya perbankan untuk memaksimalkan pemanfaatan penyerapan dana masyarakat melalui penyaluran kredit dan meminimalkan dana idle terlihat dari perkembangan undisbursed loan

Dari sisi sentimen sektoral, saham perbankan mendapatkan momentum bullish tahun ini menyusul membaiknya kondisi makro ekonomi Indonesia seperti pertumbuhan ekonomi tahun ini

Dari sisi penggunaannya, baik kredit produktif (modal kerja dan investasi) maupun konsumsi mengalami peningkatan pertumbuhan, terutama pada kredit investasi yang tercatat