• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. Di Indonesia, keterampilan berpikir kritis telah lama menjadi topik

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. Di Indonesia, keterampilan berpikir kritis telah lama menjadi topik"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Di Indonesia, keterampilan berpikir kritis telah lama menjadi topik pembicaraan selama kurun waktu 10 tahun terakhir (Patrick dalam Aulia, 2008:20). Namun dalam pengembangannya, penerapan keterampilan berpikir kritis memiliki beberapa kendala. Salah satunya adalah terlalu dominannya peran guru di sekolah sebagai penyampai atau sumber ilmu, sehingga siswa cenderung berperan sebagai sebuah wadah yang diisi dengan ilmu. Hal tersebut berakibat juga pada rendahnya hasil belajar yang diperoleh, terutama hasil belajar yang termasuk ke dalam aspek penguasaan konsep siswa. Beberapa faktor yang mengakibatkan rendahnya hasil belajar tersebut antara lain ketidaktepatan guru dalam memilih metode, pendekatan, dan media yang digunakan saat Proses Belajar Mengajar (PBM). Ditinjau dari segi penggunaan media, salah satu alternatif media yang dapat digunakan untuk meningkatkan penguasaan konsep dan keterampilan berpikir kritis siswa adalah penggunaan multimedia pembelajaran (Bockholt, et al., 2003:35) dan Jackson (Machmudin, et al., 2009:10). Multimedia pembelajaran dapat memvisualisasikan berbagai fakta, keterampilan, konsep, dan menampilkan gambar-gambar yang bergerak sesuai dengan kebutuhan. Multimedia pembelajaran mempunyai kemampuan menyediakan lingkungan baru untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan mengembangkan pemahaman konseptual dalam berbagai konsep biologi

(2)

(Bockholt, et al., 2003; Silberman, 2006; dalam Sunarno 2009; dan Jackson; dalam Machmudin, et al., 2009).

Penelitian mengenai penggunaan multimedia dalam pembelajaran biologi telah banyak dilakukan oleh para ahli. Schar, et al., (1999) dalam Sukmana (2008) melakukan eksperimen perbandingan antara jenis multimedia statis dan dinamis untuk kecenderungan proses tugas-tugas belajar. Hasilnya menunjukkan bahwa, faktor dinamis (animasi dan suara) menghasilkan dampak belajar yang paling baik. Stith (2004:181) mengungkapkan bahwa penggunaan animasi untuk semua cabang disiplin ilmu biologi sebagai media simulasi memberikan banyak keuntungan. Penggunaan animasi dapat meningkatkan hasil belajar ketika digunakan dalam kerangka yang konsisten dengan teori kognitif dalam pembelajaran berbasis multimedia (Mayer dan Moreno, 2000). Hasil penelitian serupa dikemukakan oleh Silberman (2006) dalam Sunarno (2009) yang menyatakan bahwa, melalui animasi dan imajinasi visual, siswa dapat meningkatkan imajinasi efektif dan keterampilan berpikir kritisnya sebagai suplemen kreatif dalam belajar. Sejalan dengan hal tersebut Jackson (Machmudin, et al., 2009:10) menyatakan bahwa pembelajaran dengan menggunakan komputer dapat mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa.

Sementara itu, penelitian lain menunjukkan tidak terdapat perbedaan hasil belajar ketika menggunakan animasi dan audio (Childress, 1995; dalam Sukmana, 2008). Hasil penelitian serupa menemukan bahwa, tidak terdapat perbedaan yang nyata antara kelompok yang diberi animasi dengan kelompok ilustrasi statis (Zhu dan Grabowski, 2006). Sejalan dengan hal tersebut, Sukmana (2008) dalam

(3)

penelitiannya tentang pembelajaran reproduksi sel menggunakan multimedia ilustrasi statis dan animasi menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas statis dan animasi. Hal tersebut mengindikasikan bahwa hasil belajar siswa pada kelas animasi tidak lebih baik daripada hasil belajar siswa pada kelas statis. Berdasarkan beberapa penelitian tersebut, efektif tidaknya multimedia statis lawan dinamis masih menjadi perdebatan (Zhu dan Grabowski, 2006). Efektivitas animasi dengan audio hasilnya beragam dan bisa tergantung pada fungsi dari animasi itu sendiri, jenis belajar yang diukur, serta karakteristik pembelajar (Koroghlanian dan Klein, 2004).

Penelitian mengenai pengaruh multimedia pembelajaran dianggap perlu dilakukan pada beberapa sekolah, khususnya siswa-siswi SMA Negeri ‘X’ Bandung. Berdasarkan informasi yang didapat dari penelitian Aulia (2004), diketahui bahwa penguasaan keterampilan berpikir kritis siswa di sekolah tersebut termasuk ke dalam kategori kurang. Berdasarkan hasil observasi, fasilitas yang terdapat di sekolah tersebut juga mendukung untuk dilakukannya penelitian. Hal ini didukung pula dengan hasil angket awal penelitian yang mengindikasikan bahwa sebagian besar siswa di kelas XI IPA (kelas yang digunakan untuk penelitian) merasa tidak puas dengan pembelajaran biologi di sekolah dan menyetujui jika disekolah tersebut diterapkan pembelajaran biologi dengan menggunakan multimedia berupa sajian materi biologi yang dilengkapi dengan video dan animasi. Penerapan multimedia dalam pembelajaran diharapkan dapat meningkatkan motivasi, aktivitas, dan interaksi antara siswa, guru, dan bahan ajar.

(4)

Bahan ajar yang dikaji dalam penelitian adalah konsep sistem reproduksi manusia yang terdapat pada materi pelajaran biologi di SMA kelas XI. Alasan pemilihan materi tersebut dilakukan berdasarkan beberapa pertimbangan. Adanya karakteristik proses yang cukup rumit, kompleks, dan tidak bisa diamati dengan mata tanpa alat bantu tertentu, seperti proses pembentukan sel sperma (spermatogenesis), proses pembentukan sel telur (oogenesis), dan beberapa proses lain menjadi faktor utama dalam pemilihan materi. Sehubungan dengan karakteristik tersebut, upaya pengembangan multimedia dalam bentuk animasi diharapkan dapat meningkatkan penguasaan konsep dan keterampilan berpikir kritis siswa.

Berdasarkan uraian tersebut, penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Perbandingan Penguasaan Konsep dan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMA melalui Multimedia Ilustrasi Statis dan Animasi pada Konsep Sistem Reproduksi”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, rumusan masalah dari penelitian ini adalah, “Bagaimana perbandingan penguasaan konsep dan keterampilan berpikir kritis antara siswa yang mendapatkan pembelajaran menggunakan multimedia ilustrasi statis dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran menggunakan multimedia animasi pada konsep sistem reproduksi manusia?”.

(5)

Untuk mempermudah penelitian ini, permasalahan di atas dapat dijabarkan dalam pertanyaan penelitian sebagai berikut:

1. Bagaimana perbandingan penguasaan konsep siswa yang mengikuti pembelajaran melalui multimedia ilustrasi statis dengan siswa yang mengikuti pembelajaran melalui multimedia animasi pada materi sistem reproduksi manusia?

2. Bagaimana perbandingan penguasaan keterampilan berpikir kritis siswa yang mengikuti pembelajaran melalui multimedia ilustrasi statis dengan siswa yang mengikuti pembelajaran melalui multimedia animasi pada materi sistem reproduksi manusia?

3. Bagaimana respons siswa terhadap penerapan multimedia ilustrasi statis dan animasi pada pembelajaran materi sistem reproduksi manusia?

4. Bagaimana tanggapan guru terhadap penerapan multimedia ilustrasi statis dan animasi pada pembelajaran sistem reproduksi manusia?

C. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan penguasaan konsep dan keterampilan berpikir kritis antara siswa yang mendapatkan pembelajaran menggunakan multimedia ilustrasi statis dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran menggunakan multimedia animasi pada konsep sistem reproduksi manusia.

Tujuan penelitian di atas dapat dijabarkan dalam tujuan khusus sebagai berikut:

(6)

1. Untuk mengetahui perbandingan penguasaan konsep siswa yang mengikuti pembelajaran melalui multimedia ilustrasi statis dengan siswa yang mengikuti pembelajaran melalui multimedia animasi pada materi sistem reproduksi manusia.

2. Untuk mengetahui perbandingan penguasaan keterampilan berpikir kritis siswa yang mengikuti pembelajaran melalui multimedia ilustrasi statis dengan siswa yang mengikuti pembelajaran melalui multimedia animasi pada materi sistem reproduksi manusia.

3. Untuk mengetahui respons siswa terhadap penerapan multimedia ilustrasi statis dan animasi pada pembelajaran materi sistem reproduksi manusia. 4. Untuk mengetahui tanggapan guru terhadap penerapan multimedia ilustrasi

statis dan animasi pada pembelajaran sistem reproduksi manusia.

D. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini merupakan refleksi dalam kegiatan pembelajaran yang diharapkan akan memberikan kontribusi positif bagi:

1. Siswa

Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan interaksi antara siswa, guru, dan bahan ajar. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi acuan untuk memperbaiki penguasaan konsep dan keterampilan berpikir kritis mereka.

(7)

2. Guru

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memacu kreativitas guru dalam mengembangkan multimedia presentasi pembelajaran yang efektif, dan efisien guna mencapai penguasaan konsep dan keterampilan berpikir kritis siswa yang optimal.

3. Sekolah

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memacu pengembangan multimedia pembelajaran berbantuan komputer di sekolah.

4. Peneliti Lain

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang pembelajaran berbasis multimedia beserta kelebihan dan kekurangannya. Hal ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan ketika akan melakukan penelitian yang relevan.

E. Batasan Masalah

Agar penelitian lebih terarah dan tidak meluas, maka ruang lingkup dibatasi pada hal-hal sebagai berikut:

1. Penguasaan konsep yang diukur meliputi aspek mengingat (C1), dan memahami (C2). Pemilihan aspek ini didasarkan kepada Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) materi sistem reproduksi di kelas XI SMA semester II.

2. Indikator keterampilan berpikir kritis yang digunakan sesuai dengan indikator yang dikemukakan oleh Ennis (1985:54-56), dalam penelitian ini

(8)

meliputi: a. menyesuaikan dengan sumber, b. membuat induksi dan mempertimbangkan hasil induksi, dan c. mendefinisikan istilah dan mempertimbangkan definisi. Sub Indikator Keterampilan berpikir Kritis ini dipilih untuk melengkapi penguasaan konsep dan berpedoman pada Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) materi sistem reproduksi di kelas XI SMA semester II.

3. Penelitian ini dilakukan di SMA ‘X’ Bandung dengan subjek penelitian adalah kelas XI IPA ‘A’ dan XI IPA ‘B’ tahun ajaran 2009-2010.

4. Multimedia ilustrasi statis dan multimedia animasi yang digunakan dalam penelitian ini merujuk pada taksonomi media menurut Rudy Bretz (1971) (Munadi, 2008:53). Kedua multimedia presentasi pembelajaran tersebut dibuat dengan menggunakan software Macromedia Flash 8.0TM version. 5. Konsep sistem reproduksi yang menjadi bahan kajian dalam penelitian ini

adalah konsep sistem reproduksi pada manusia yang meliputi keterkaitan antara struktur, fungsi, dan proses yang meliputi pembentukan sel kelamin (spermatogenesis dan oogenesis), ovulasi, dan fertilisasi.

F. Asumsi

1. Multimedia pembelajaran mempunyai kemampuan menyediakan lingkungan baru untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan mengembangkan pemahaman konseptual dalam berbagai konsep biologi (Bockholt, et al., 2003:35).

(9)

2. Animasi dapat meningkatkan pemahaman siswa ketika digunakan dalam kerangka yang konsisten dengan teori kognitif dalam multimedia pembelajaran (Mayer dan Moreno, 2005:87).

3. Pembelajaran dengan menggunakan komputer dapat mengembangkan keterampilan berpikir siswa (Jackson; dalam Machmudin, et al., 2009:10).

G. Hipotesis

(H1): Terdapat perbedaan penguasaan konsep dan keterampilan berpikir kritis yang signifikan antara siswa yang mendapatkan pembelajaran menggunakan multimedia ilustrasi statis dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran menggunakan multimedia animasi pada konsep sistem reproduksi manusia.

Referensi

Dokumen terkait

Diese Ordnung findet auf Bewerberinnen und Bewerber Anwendung, die die Aufnahme des Studiums im Studiengang im englischen und deutschen Recht des University College London und

Für die Vergabe von Leistungspunkten muss die erbrachte Gesamtleistung der Modulprüfung mit mindestens der Note „ausreichend“ (4 Punkte nach dem Notensystem der Universität zu

1. Pengaruh norma subyektif terhadap sikap personal wirausaha siswa SMK. Pengaruh norma subyektif terhadap persepsi kontrol perilaku wirausaha siswa. SMK. Pengaruh sikap personal,

Norma subyektif merupakan faktor social yang mengacu pada tekanan social yang dirasakan seseorang untuk melakukan atau tidak melakukan perilaku (Ajzen, 1991: 188),

Memimpin dan mengkoordinasikan kegiatan Subbagian Program dan Penganggaran serta melaksanakan penyusunan dan evaluasi pelaksanaan rencana, program, anggaran dan

Produksi tanaman kelapa sawit bergantung pada hujan dan komposisi umur tanaman.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh curah hujan dan hari hujan serta hubungan korelasi

(2) Dalam hal terjadi perubahan terhadap kelas jabatan dari para pemangku jabatan di lingkungan Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia sebagaimana dimaksud

Sehingga hipotesis pertama pada penelitian ini yang menyatakan bahwa diduga hasil belajar “Ilmu Gizi Olahraga” be rpengaruh pada pemilihan makanan atlet