• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH EFISIENSI BANK TERHADAP PENDAPATAN SAHAM BANK YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA SKRIPSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENGARUH EFISIENSI BANK TERHADAP PENDAPATAN SAHAM BANK YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA SKRIPSI"

Copied!
93
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH EFISIENSI BANK TERHADAP PENDAPATAN SAHAM BANK

YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

SKRIPSI

DIAJUKAN UNTUK MEMENUHI SEBAGIAN PERSYARATAN DALAM MEMPEROLEH GELAR SARJANA EKONOMI

DEPARTEMEN MANAJEMEN

DIAJUKAN OLEH YUNITA ELTANTI

NIM: 04010249

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA

2010

(2)

fg

(3)

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengaruh Efisiensi Bank Terhadap Pendapatan Bank yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia” tepat waktu.

Skripsi ini dibuat sebagai persyaratan untuk memperoleh gelar sarjana ekonomi Universitas Airlangga. Penulis berharap agar skripsi ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan baru bagi siapapun yang membacanya.

Proses penyelesaian skripsi ini tentunya tidak terlepas dari dukungan dan perhatian dari banyak pihak. Oleh karena itu, penulis ingin mengucapkan terima kasih antara lain kepada:

1. Bapak Drs. Ec. Karyadi Mintaroem, M.S. selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga

2. Bapak Drs. Sri Gunawan, M. Com., DBA selaku Ketua Departemen Manajemen

3. Bapak Dr. Djoni Budiarjo, SE, M. Si, selaku Ketua Program Studi S1 Manajemen Universitas Airlangga

4. Bapak Dr. Ec. I Made Sudana, M. S., selaku dosen pembimbing penulis yang senantiasa meluangkan waktu dan berbagi ilmu, serta membimbing penulis dengan sabar dalam proses penyelesaian skripsi ini.

5. Seluruh dosen Fakultas Ekonomi Universitas airlangga atas ilmu yang diberikan selama massa kuliah

6. Seluruh karyawan dan karyawati Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga yang telah membantu proses administrasi

7. Keluarga penulis, yakni Mama, Papa, dan adik-adik tercinta yang senantiasa memberikan doa, mendidik, memberi semangat, nasihat, dorongan,dukungan, dan segala fasilitas yang diberikan sehingga memotivasi dalam penulisan skripsi ini

(4)

8. Sahabat-sahabat SMA penulis yang selalu member dukungan skripsi ini dapat cepat selesai. Terima kasih, Tanti, Ila, dan Gita yang telah memberikan semangat.

9. Teman-teman kos penulis yang selalu dapat menjadi tempat berkeluh kesah terkait dengan penulisan skripsi ini. Terima kasih Mbak Ninta, Mbak Rizka, Mbak Juang, Mbak Nai telah menjadi tempat berbagi suka duka

10. Teman-teman manajemen yang telah banyak membantu, Deri, Tiwi, Gadis, Elin dan teman-teman manajemen lainnya yang tidak bisa disebutkan satu per satu. Sukses yah semuanya!

11. Semua pihak yang ikut membantu dan bersedia berbagi ilmu, suber referensi, pengalaman, sehingga dapat memebri masukan bagi penulis.

Surabaya, 1 Febuari 2010

Penulis

(5)

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh efisiensi bank terhadap pendapatan saham bank. Efisiensi bank penting untuk diperhatikan mengingat bank sebagai lembaga intermediasi yang mempunyai peranan penting bagi pertumbuhan sector ekonomi riil. Efisiensi dihitung dengan menggunakan dua pendekatan. Pendekatan pertama adalah pendekatan Financial Statement Analysis, yakni rasio BoPo yang akan digunakan pada model pertama. Pendekatan kedua adalah pendekatan Data Envelopment Analysis (DEA) yang akan digunakan pada model kedua. Penelitian dilakukan pada bank-bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2004 sampai dengan 2007.

Berdasarkan hasil analisis regresi model pertama yang meneliti pengaruh efisiensi dengan pendekatan rasio BoPo terhadap pendapatan saham, diperoleh kesimpulan bahwa efisiensi dengan pendekatan rasio BoPo berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pendapatan saham bank, sedangkan berdasarkan hasil analisis regresi model kedua yang meneliti pengaruh efisiensi bank dengan pendekatan DEA terhadap pendapatan saham, diperoleh kesimpulan bahwa efisiensi dengan pendekatan DEA berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap pendapatan saham.

Pengaruh efisiensi dengan pendekatan rasio BoPo terhadap pendapatan saham sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa semakin menurun rasio BoPo menunjukkan peningkatan efisiensi sehingga memberikan kesan positif kepada investor untuk membeli saham bank tersebut. Hal ini akan mendorong naiknya harga saham yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan saham. Pengaruh efisiensi dengan pendekatan DEA terhadap pendapatan saham sesuai teori yang menyatakan bahwa semakin meningkat nilai efisiensi DEA menunjukkan peningkatan efiensi. Peningkatan efisiensi akan memberikan kesan positif pada investor sehingga memacu kenaikan harga saham dan pendapatan saham pun akan mengalami peningkatan.

Kata Kunci : Financial Statement Analysis, Data Envelopment Analysis, Efisiensi, Pendapatan Saham.

(6)

ABSTRACT

The purpose of this paper is to research influence of bank efficiency to stock return. Bank efficiency is important to notice because bank as intermediation institution has essential part for actual economic growth.

Estimation of bank efficiency uses two approaches. First approach is Financial Statement Analysis approach, such as operational expenses to operational income ratio which used in first model. Second approach is Data Envelopment Analysis (DEA) approach which used in second model. This research use banks which listed in Indonesia Stock Exchange since 2004 until 2007 as sample.

Based on the result of first regression model which analyze influence of efficiency by using operational expenses to operational income ratio approach to stock return suggested that efficiency by using operational expenses to operational income ratio approach has negative and significant effect to stock return, as for result of second model regression which analyze influence of efficiency by DEA approach to stock return suggested that efficiency by using DEA approach has positive and insignificant effect to stock return.

Influence of efficiency by using operational expenses to operational income ratio approach to stock return in line with theory that decreasingly efficiency by using operational expenses to operational income ratio show increasingly efficiency, so that give positive effect to investor to buy those stock.

This condition will encourage increasing of stock prize, and finally stock return will be increase too. Influence of efficiency by using DEA approach to stock return in line with theory that increasingly the value of DEA efficiency show increasingly efficiency. This condition will give the positive effect to investor, so that encourage increasingly stock prize and will make stock return increase too.

Key Word : Financial Statement Analysis, Data Envelopment Analysis, Efficiency, Stock Return

(7)

DAFTAR ISI

JUDUL i

LEMBAR PERSETUJUAN ii

KATA PENGANTAR iii

ABSTRAKSI v

DAFTAR ISI vii

DAFTAR TABEL ix

DAFTAR GRAFIK x

DAFTAR GAMBAR xi

DAFTAR LAMPIRAN xii

BAB I PENDAHULUAN 1

1.1 Latar Belakang Masalah 1

1.2 Rumusan Masalah 4

1.3 Tujuan Penelitian 4

1.4 Manfaat Penelitian 5

1.5 Sistematika Penulisan 5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 7

2.1 Landasan Teori 7

2.1.1 Pengertian Efisiensi 7

2.1.2 Pengukuran Efisiensi 8

2.1.3 Pengukuran Efisiensi Bank 14

2.1.4 Pendapatan Saham 18

2.1.3 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi

Pendapatan Saham 20

2.1.4 Pengaruh Efisiensi Terhadap

Pendapatan Saham 22

2.2 Penelitian Sebelumnya 24

2.3 Hipotesis 27

2.4 Model Analisis 27

(8)

BAB III METODE PENELITIAN 30

3.1 Pendekatan Penelitian 30

3.2 Identifikasi Variabel 30

3.3 Definisi Operasional 31

3.4 Jenis dan Sumber Data 34

3.5 Prosedur Pengumpulan Sampel 35

3.6 Prosedur Penentuan Data 35

3.7 Teknik Analisis 35

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 40

4.1 Gambaran Umum Perbankan Indonesia 40

4.1.1 Bank yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia 41 4.1.2 Pendapatan Saham Perbankan Indonesia 42 4.1.3 Pergerakan Efisiensi Bank-Bank yang

Go Public 43

4.2 Deskripsi Hasil Penelitian 45

4.2.1 Perubahan Efisiensi dengan Pendekatan

Rasio BoPo 45

4.2.2 Perubahan Efisiensi dengan Pendekatan

Data Envelopment Analysis (DEA) 46

4.2.3 Pendapatan Saham Bank 48

4.3 Analisis Model dan Pengujian Hipotesis 50

4.4 Uji Asumsi Klasik 52

4.4.1 Normalitas 52

4.4.2 Heteroskedasitas 54

4.4.3 Autokorelasi 54

4.5 Pembahasan 54

BAB V SIMPULAN DAN SARAN 58

5.1 Simpulan 58

5.2 Saran 58

DAFTAR PUSTAKA 60

(9)

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

4.1 Rekapitulasi Institusi Perbankan di Indonesia……… 40 4.2 Jumlah Bank di Indonesia yang Terdaftar di BEI………….. 41 4.3 Pendapatan Saham Bank-Bank yang Terdaftar d BEI……… 43

4.4 Pergerakan Rasio BoPo……….. 44

4.5 Perubahan Rasio BoPo pada 22 Bank yang Terdaftar di

BEI……….. 46

4.6 Perubahan Efisiensi DEA pada 22 Bank yang Terdaftar

di BEI………. 47

4.7 Pendapatan Saham 22 Bank yang Terdaftar di BEI………... 49 4.8 Ringkasan Hasil Analisis Pengaruh Efisiensi (BoPo)

Terhadap Pendapatan Saham………. 50

4.9 Ringkasan Hasil Analisis Pengaruh Efisiensi (DEA)

Terhadap Pendapatan Saham………. 51

(10)

DAFTAR GRAFIK

Grafik Halaman

1.1 Pergerakan Rasio BoPo Bank-Bank di Indonesia Periode

2003-2007………. 2

1.2 Pergerakan Harga Saham Bank-Bank di Indonesia Peride

2003-2007……….. 3

(11)

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

2.1 Scale Efficiency dan Technical Efficiency……… 13

2.2 Kerangka Pemikiran……….. 29

(12)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman

A-1 : Tabel Daftar Bank yang Menjadi Sampel Penelitian……….. 62 A-2 : Tabel Data Biaya Operasional, Pendapatan Operasional,

Rasio BoPo, dan Perubahan Rasio BoPo……… 63 A-3 : Tabel Data Input, Outpput, Efisiensi (DEA), dan Perubahan

Efisiensi (DEA)………... 66

A-4 : Tabel Data Harga Saham dan Pendapatan Saham……….. 69 B-1 : Output Software DEAP versi 2.1………..………….. 71 B-2 : Output SPSS Regresi Pengaruh Efisiensi dengan Pendekatan

BoPo Terhadap Pendapatan Saham………. 76 B-3 : Output SPSS Regresi Pengaruh Efisiensi dengan Pendekatan

Pendekatan DEA Terhadap Pendapatan Saham………..…. 80

(13)

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Efisiensi merupakan suatu tolak ukur kinerja bank yang patut untuk diperhatikan karena tingkat efisiensi yang rendah menunjukkan adanya suatu pemborosan. Pemborosan akan menyebabkan kerugian bagi bank. Dengan memelihara efisiensi bank maka kerugian yang disebabkan oleh adanya pemborosan dapat diminimalisasi. Efisiensi juga perlu ditingkatkan agar bank dapat memiliki keunggulan kompetitif, disamping itu bank juga memiliki fungsi yang penting di dalam perekonomian Indonesia, yakni bank sebagai lembaga intermediasi yang menghubungkan pihak surplus dengan pihak defisit sehingga perekonomian pun akan dapat berjalan dengan baik.

Di Indonesia, ukuran umum yang dipergunakan untuk mengukur efisiensi bank ialah rasio BoPo (biaya operasional dibagi pendapatan operasional).

Menurut rasio ini, rata-rata kinerja bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2003 sebesar 87.99% dan mengalami penurunan di tahun 2004 menjadi sebesar 83.54%. Penurunan rasio BoPo menunjukkan adanya peningkatan efisiensi, sebaliknya peningkatan rasio BoPo menunjukkan penurunan efisiensi. Di tahun 2005, rasio BoPo meningkat menjadi 88.25% dan mengalami penurunan di tahun 2006 menjadi 86.53%. Penurunan rasio BoPo kembali terjadi di tahun 2007 menjadi sebesar 84.41%. Berikut ini merupakan grafik pergerakan efisiensi bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama

(14)
(15)
(16)

Indonesia dari tahun 2003 sampai dengan 2007 dipengaruhi oleh efisiensi bank.

Bank yang efisien akan memberikan kesan positif bagi investor sehingga investor akan tertarik untuk membeli saham bank tersebut. Banyaknya permintaan saham bank tersebut akan memacu naiknya harga saham bank sehingga pendapatan saham bank akan meningkat, sebaliknya bank yang tidak efisien akan memberikan kesan negatif bagi investor, sehingga investor tidak tertarik untuk membeli saham bank tersebut sehingga akan mendorong turunnya harga saham bank sehingga pendapatan saham bank akan menurun.

1.1 Rumusan Masalah

Sesuai dengan latar belakang yang telah dikemukakan, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :

1. Apakah efisiensi bank yang diukur dengan menggunakan rasio BoPo berpengaruh terhadap pendapatan saham bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2004 sampai dengan 2007?

2. Apakah efisiensi bank yang diukur dengan menggunakan Data Envelopment Analysis berpengaruh terhadap pendapatan saham bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2004 sampai dengan 2007?

1.2 Tujuan Penelitian

Mengetahui pengaruh efisiensi bank yang dihitung dengan menggunakan pendekatan rasio BoPo maupun menggunakan pendekatan Data Envelopment

(17)

Analysis (DEA) terhadap pendapatan saham bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2004 sampai dengan 2007.

1.3 Manfaat Penelitian

1. Bagi pihak manajemen bank, penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai alternatif perhitungan efisiensi bank.

2. Bagi pihak investor, penelitian ini diharapkan menjadi masukan dan referensi dalam pemilihan investasi terutama pada saham perbankan.

3. Bagi pembaca, penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan dapat digunakan sebagai referensi bagi penelitian selanjutnya

1.4 Sistematika Penulisan

Penelitian ini terdiri dari lima bab yaitu :

BAB I PENDAHULUAN

Memuat latar belakang masalah terkait dugaan efisiensi bank yang dapat mempengaruhi pendapatan saham bank, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Memuat landasan teori yang terdiri dari pengertian efisiensi, pengukuran efisiensi, pengukuran efisiensi bank, pendapatan saham, faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan saham, pengaruh efisiensi bank terhadap pendapatan saham bank, selain

(18)

itu akan dijelaskan mengenai penelitian sebelumnya, hipotesis, model analisis, dan kerangka pemikiran.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Memuat pendekatan penelitian yakni pendekatan kuanitatif, selain itu dijelaskan identifikasi variabel, definisi operasional variabel, jenis dan sumber data, prosedur pengumpulan data, prosedur pengumpulan sampel, dan teknik analisis yang digunakan yaitu regresi linier sederhana.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Memuat gambaran umum obyek penelitian yakni perbankan Indonesia, pendapatan saham perbankan Indonesia, dan pergerakan efisiensi bank-bank yang go public, selain itu juga dijelaskan deskripsi hasil uji empiris, pengujian hipotesis serta analisis, dan pembahasan hasil penelitian

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

Memuat simpulan dari hasil penelitian yakni efisiensi dengan pendekatan rasio BoPo memiliki pengaruh yang negatif dan signifikan terhadap pendapatan saham, namun efisiensi dengan pendekatan DEA memiliki pengaruh yang positif dan tidak signifikan terhadap pendapatan saham, selain itu akan diberikan saran berdasarkan hasil penelitian ini.

(19)

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Landasan Teori 2.1.1 Pengertian Efisiensi

Secara umum, efisiensi dapat diartikan sebagai kemampuan bekerja untuk memproduksi hasil yang tepat dengan cara yang tepat (Collin, 1999:102).

Perusahaan yang efisien adalah perusahaan yang mengkonsumsi input lebih rendah untuk menghasilkan sejumlah output yang sama, atau dapat memproduksi lebih banyak output dibandingkan pesaingnya dengan jumlah input yang sama.

Efisiensi juga berhubungan dengan seberapa baik suatu organisasi menggunakan sumberdaya yang ada untuk menyelesaikan suatu hasil, sehingga efisiensi dapat didefinisikan sebagai komponen produkstivitas dan mengacu pada perbandingan aktual dan jumlah optimal dari input dan output (Lovell, 1993).

Menurut Avenzora dan Moeis (2008), efisiensi adalah kemampuan sebuah perusahaan untuk memproduksi output maksimum dengan menggunakan input yang telah ditentukan, atau kemampuan sebuah industri untuk memproduksi sejumlah output tertentu dengan menggunakan input seminimal mungkin.

Efisiensi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu (Coelli, 1996):

1. Efisiensi teknis (technical efficiency), merupakan kemampuan suatu institusi atau organisasi untuk menciptakan output yang maksimal dengan menggunakan input tertentu.

(20)

2. Efisiensi alokatif (allocative efficiency), merupakan kemapuan suatu institusi atau organisasi untuk menggunakan input pada proporsi yang optimal dengan biaya yang minimal.

2.1.2 Pengukuran Efisiensi

Efisiensi umumnya dihitung dengan menggunakan rasio input-output yang berasal dari laporan keuangan atau yang dikenal dengan Financial Statement Analysis. Perhitungan efisiensi dengan menggunakan pendekatan seperti ini banyak digunakan karena kemudahan dalam perhitungannya, namun perhitungan seperti ini masih belum cukup untuk menghitung efisiensi dalam suatu sistem. Hal ini disebabkan suatu sistem tidak hanya melibatkan satu macam input dan menghasilkan satu macam output. Sistem berhubungan dengan bermacam-macam sumberdaya yang berbeda, selain itu pendekatan tersebut juga tidak dapat melihat tingkat keefisiensian suatu bank dibandingkan dengan industri perbankan.

Ada pendekatan alternatif lain yang dapat digunakan untuk menghitung efisiensi. Pendekatan alternatif tersebut dilakukan dengan menghitung efisiensi relatif untuk suatu kelompok sumberdaya yang sejenis. Sejenis dalam hal ini berarti memiliki input dan output yang sama, seperti mengukur efisiensi relatif suatu bank dengan industri perbankan.

Efisiensi relatif dapat diukur dengan menggunakan Data Envelopment Analysis (DEA). DEA ditemukan oleh Charnes, Cooper, dan Rhodes (1978). DEA adalah teknik efisiensi frontier dengan pendekatan non parametrik. DEA merupakan teknik pemrograman linier yang mengukur efisiensi relatif dari

(21)

Decision Making Unit (DMU) terhadap DMU lainnya. Pada dasarnya prinsip kerja DEA adalah membandingkan data output dan input dari suatu DMU dengan data output dan input lainnya pada DMU yang sejenis. Perbandingan ini dilakukan untuk mendapatkan suatu nilai efisiensi relatif. DEA memiliki beberapa keunggulan (Hadinata dan Manurung, 2006) :

a. Model DEA dapat digunakan untuk mengukur banyak variabel input dan banyak variabel output

b. Tidak diperlukan asumsi hubungan fungsional antara variabel-variabel yang diukur

c. Variabel input dan output dapat memilki satuan ukur yang tidak sama.

Selain memiliki keunggulan, DEA juga memiliki kelemahan, yaitu perhitungan DEA yang cukup rumit karena menggunakan konsep linear programming, selain itu DEA juga belum begitu dikenal sebagai sebuah pendekatan untuk menghitung efisiensi bank.

Model DEA yang dikembangkan untuk perhitungan efisiensi ada dua macam, yaitu Constan Return to Scale (CRS) dan Variable Return to Scale (VRS). Model CRS ditemukan oleh Charnes, Cooper, dan Rhodes pada tahun 1978. Pada model ini diperkenalkan suatu ukuran efisiensi untuk masing-masing DMU yang merupakan rasio maksimum antara output yang terbobot dengan input yang terbobot. Masing-masing nilai bobot yang digunakan dalam rasio tersebut ditentukan dengan batasan bahwa rasio yang sama untuk tiap DMU harus memiliki nilai kurang dari atau sama dengan satu. Berikut ini merupakan perumusan matematis dari model DEA :

(22)

max =∑

subject to:

∑ ≤ 1

≥ 0

≥ 0 ………..(2.1)

Keterangan:

e0 = efisien relatif DMU 0

s = jumlah output

ur0 = bobot untuk output r DMU 0

yr0 = nilai dari output r yang dihasilkan DMU 0

m = jumlah input

vt0 = bobot untuk input t DMU 0

xt0 = nilai dari input t yang dihasilkan DMU 0

j = 1,2,…,n (seluruh DMU)

xtj = banyaknya penggunaan input tipe t oleh DMU ke j yrj = banyaknya output tipe r yang dihasilkan oleh DMU ke j

Permasalahan linear programming tersebut memiliki solusi yang tidak terbatas sehingga persamaan tersebut ditransformasikan berdasarkan model CRS sebagai berikut :

max =

(23)

subject to:

= 1

− ≤ 0

≥ 0

≥ 0 ……….(2.2) Keterangan:

j = 1,..,n (jumlah DMU)

r = 1,..,s (jumlah output)

t = 1,...m (jumlah input)

e0 = efisien relatif DMU 0 ur0 = bobot untuk output r DMU 0

yr0 = nilai dari output r yang dihasilkan DMU 0 vt0 = bobot untuk input t DMU 0

xt0 = nilai dari input t yang dihasilkan DMU 0

xtj = banyaknya penggunaan input tipe t oleh DMU ke j yrj = banyaknya output tipe r yang dihasilkan oleh DMU ke j

Model CRS ini mengansumsikan bahwa setiap DMU akan beroperasi pada skala return yang konstan, yakni rasio penambahan input dan output adalah sama.

Apabila input ditambah sebanyak n kali, maka akan menghasilkan penambahan output sebanyak n kali.

(24)

Model VRS dikembangkan oleh Banker, Charles, dan Cooper (BCC) pada tahun 1984. Model VRS menambahkan kondisi konveksitas bagi nilai bobot sehingga DMU tidak selalu beroperasi pada skala return yang konstan. Ada tiga macam skala return yang diidentifikasi oleh model VRS, yaitu:

1. Increasing return to scale jika rata-rata kenaikan output lebih besar daripada rata-rata kenaikan input

2. Constan return to scale jika rata-rata kenaikan output proporsional dengan kenaikan tingkat input

3. Decreasing return to scale jika rata-rata kenaikan output lebih kecil daripada kenaikan rata-rata input.

Berikut ini merupakan persamaan matematis dari DEA model VRS :

max = −

subject to:

= 1

− − ≤ 0

≥ 0

≥ 0 ………...(2.3)

Keterangan:

e0 = efisiensi relatif DMU 0

j = 1,..,n (jumlah DMU)

(25)

r = 1,..,s (jumlah output)

t = 1,...m (jumlah input)

ur0 = bobot untuk output r DMU 0

yr0 = nilai dari output r yang dihasilkan DMU 0 vt0 = bobot untuk input t DMU 0

xt0 = nilai dari input t yang dihasilkan DMU 0

xtj = banyaknya penggunaan input tipe t oleh DMU ke j yrj = banyaknya output tipe r yang dihasilkan oleh DMU ke j u0 = penggal yang dapat bernilai positif atau negatif

Model VRS mengukur pure technical efficiency (PTE). PTE adalah pengukuran technical efficiency tanpa adanya efek dari scale efficiency. Apabila terdapat perbedaan antara nilai TE dengan PTE pada suatu DMU, maka hal itu mengindikasikan adanya scale inefficiency. Untuk lebih jelasnya, dapat diilustrasikan dengan gambar sebagai berikut:

Gambar 2.1

Scale Efficieny dan Technical Efficiency

Sumber : Sufian dan Majid, 2007

(26)

DMU di titik R pada gambar 2.1 tidak efisien secara teknis, baik dengan menggunakan model CRS maupun VRS. Apabila menggunakan asumsi model CRS, maka ketidakefisiensian secara teknis DMU di titik R ini dapat diukur dengan jarak QR, sedangkan apabila menggunakan asumsi model VRS, maka ketidakefisiensian secara teknis DMU di titik R adalah sebesar SR. Perbedaan sebesar QS ini merupakan scale inffeciency

2.1.3 Pengukuran Efisiensi Bank

Efisiensi bank pada umumnya dihitung dengan menggunakan rasio BoPo yang merupakan salah satu pendekatan Financial Statement Analysis. Semakin besar nilai BoPo, maka menunjukkan semakin rendahnya efisiensi bank, sebaliknya semakin rendah nilai BoPo, maka menunjukkan semakin tingginya efisiensi bank. Berikut ini merupakan rumus perhitungan efisiensi bank dengan menggunakan rasio BoPo:

=

………...(2.4)

Keterangan:

BoPoit = Efisiensi (BoPo) bank i pada periode t Boit = Biaya operasional bank i pada periode t Poit = Pendapatan operasional bank i pada periode t

Pendekatan lain yang dapat digunakan untuk menghitung efisiensi bank ialah Data Envelopment Analysis. Bank bertindak sebagai Decision Making Unit (DMU) yang diukur efisiensinya. Oleh karena itu, dibutuhkan spesifikasi input

(27)

dan output dalam mengukur nilai efisiensi bank. Menurut Hadad, dkk (2003), terdapat bermacam-macam pendekatan dalam mendefiniskan input serta output dalam sebuah model efisiensi yang tepat. Terdapat dua pendekatan dalam menentukan input dan output, yaitu:

a. Pendekatan produksi (the production approach), melihat institusi finansial sebagai produsen yang memproduksi jasa seperti akun deposit dan pinjaman.

b. Pendekatan intermediasi (the intermediation approach), melihat institusi finansial sebagai lembaga intermediasi yang menyalurkan dana dari pihak surplus kepada pihak defisit.

Berdasarkan kedua pendekatan tersebut, pendekatan yang digunakan untuk penelitian ini adalah pendekatan intermediasi. Pendekatan intermediasi dipilih karena peranan bank adalah sebagai institusi finansial yang mengumpulkan tabungan dari unit surplus dan mengubahnya menjadi kredit untuk unit defisit unit. Pendekatan intermediasi memandang institusi finansial sebagai intermediator, yakni merubah dan mentransfer aset finansial dari unit surplus menjadi unit defisit. Dalam hal ini, input institusional yang dimaksud adalah pembayaran bunga kepada deposan dan berbagai macam sumber pendanaan, sedangkan yang bertindak sebagai output ialah pinjaman. Sufian dan Majid (2007) menggunakan input dan output yang mengarah pada pendekatan intermediasi, yakni total deposit dan interest expenses sebagai variabel input, sedangkan variabel output adalah total loans, interest income, dan non interest income. Oleh karena itu, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Sufian dan Majid (2007),

(28)

variabel yang digunakan untuk mengitung efisiensi dengan pendekatan DEA dalam penelitian ini ialah total deposit dan interest expenses sebagai variabel input, sedangkan variabel output adalah total loans, interest income dan non interest income.

Pada kenyataannya, tidak semua bank akan beroperasi pada skala yang optimal sehingga asumsi CRS tidak tepat untuk digunakan dalam menghitung efisiensi bank (Saad dan El-Moussawi, 2009). Oleh karena itu, perhitungan efisiensi bank dalam penelitian ini menggunakan model VRS yang ada dalam software DEAP.

Setelah ditentukannya variabel input dan output, maka persamaan matematis VRS dalam DEA yang digunakan untuk menghitung efisiensi bank dalam penelitian ini dapat ditulis sebagai berikut:

max = + + −

subject to:

+ = 1

+ + − − − ≤ 0

, , ≥ 0

, ≥ 0 ……….(2.5)

Keterangan:

eit = Efisiensi bank i pada periode t

u1it = Bobot total loans bank i pada periode t u2it = Bobot interest revenue bank i pada periode t u3it = Bobot non interest revenue bank i pada periode t

(29)

y1it = Total loans bank i pada periode t y2it = Interest revenue bank i pada periode t y3it = Non interest revenue bank i pada periode t j = Bank 1,bank 2…bank n (keseluruhan bank) y1jt = Total loans bank ke j pada periode t

y2jt = Interest revenue bank ke j pada periode t y3jt = Non interest revenue bank ke j pada periode t v1it = Bobot total deposit bank i pada periode t v2it = Bobot interest expenses bank i pada periode t x1it = Total deposit bank i pada periode t

x2it = Interest expenses bank i pada periode t x1jt = Total deposit bank ke j pada periode t x2jt = Interest expenses bank ke j pada periode t u0 = Penggal yang dapat bernilai positif atau negatif

Nilai dari efisiensi berkisar antara 0 hingga 1. Apabila bank memiliki nilai efisiensi 1 berarti bank tersebut efisien sempurna dan apabila bank memiliki nilai efisiensi 0 maka bank tersebut tidak efisien. Oleh karena itu, semakain mendekati angka 1 berarti bank tersebut semakin efisien.

Untuk penelitian ini, efisiensi bank yang diperoleh dengan pendekatan rasio BoPo maupun DEA model VRS, tidak langsung digunakan sebagai variabel independen. Nilai efisiensi ini diolah lagi untuk mencari perubahan efisiensi.

Perubahan efisiensi ini yang akan menjadi variabel independen dalam penelitian

(30)

ini. Hal ini mengacu pada penelitian yang dilakukan oleh Beccalli, Casu, dan Giardone (2006); Sufian dan Majid (2007); Majid, Zulkhibri, dan Sufian, (2008).

Berikut ini merupakan rumus perhitungan perubahan efisiensi relatif (Beccalli, Casu, dan Giardone, 2006):

∆ =

……….…….(2.6)

Keterangan:

∆EFFit = Perubahan DEA bank i pada periode t eit = Efisiensi (DEA) bank i pada periode t

eit-1 = Efisiensi (DEA) bank i pada periode t-1

Berikut ini merupakan rumus perhitungan perubahan efisiensi yang dihitung dengan menggunakan rasio BoPo:

∆ =

……….…….(2.7)

Keterangan:

∆BoPoit = Perubahan rasio BoPo bank i pada periode t Eit = Efisiensi (BoPo) bank i pada periode t

Eit-1 = Efisiensi (BoPo) bank i pada periode t-1

2.1.4 Pendapatan Saham

Pendapatan saham adalah keuntungan yang dinikmati investor atas investasi saham yang dilakukannya. Pendapatan saham dapat berupa realized

(31)

return atau pun expected return (Hartono, Jogiyanto, 2008:195). Realized return adalah pendapatan yang telah terjadi. Realized return sering disebut juga sebagai actual return. Realized return dihitung dengan menggunakan data historis.

Realized return penting karena digunakan sebagai salah satu pengukur kinerja perusahaan. Realized return juga berguna sebagai dasar penentuan expected return dan risiko dimasa depan. Expected return adalah pendapatan yang diharapkan akan diperoleh investor di masa mendatang. Expected return sifatnya belum terjadi, tidak seperti realized return. Oleh karena itu, pendapatan saham yang digunakan dalam penelitian ini adalah realized return.

Realized return dapat diukur dengan menggunakan total return. Menurut Hartono, Jogiyanto (2008:196), yang dimaksud dengan total return adalah pendapatan keseluruhan dari suatu investasi dalam periode tertentu. Berikut ini merupakan rumus untuk menghitung total return (Hartono, Jogiyanto, 2008:197) :

TRit

=

……….. (2.8)

Keterangan:

TRit = Total return saham i pada periode t

Pit = Harga saham i pada periode t

Pit-1 = Harga saham i pada periode t-1

Dit = Dividen saham i pada periode t

Total return terdiri dari capital gain (loss) dan dividen. Capital gain (loss) adalah selisih dari harga jual dengan harga beli. Jika harga jual lebih tinggi dari

(32)

harga beli, maka terjadi keuntungan modal (capital gain), dan sebaliknya jika harga jual lebih rendah dri harga beli, maka terjadi kerugian modal (capital loss).

Dividen adalah penerimaan kas periodik atas kepemilikan saham. Dalam penelitian ini, untuk menghitung pendapatan saham hanya menggunakan capital gain (loss) karena dividen tidak selalu dibagikan perusahaan kepada investor.

Oleh karena itu, rumus pendapatan saham yang digunakan dalam penelitian menjadi seperti dibawah ini :

=

……….…(2.9)

Keterangan :

Rit = Pendapatan saham aktual bank i pada periode t

Pit = Harga saham bank i pada periode t

Pit-1 = Harga saham bank i pada periode t-1

2.1.5 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Saham

Pendapatan saham berubah-ubah sesuai dengan pergerakan harga saham, yakni apabila harga saham meningkat, maka pendapatan saham pun akan mengalami peningkatan, sebaliknya apabila harga saham menurun maka pendapatan saham pun akan mengalami penurunan dan harga saham ini ditentukan oleh pelaku pasar yakni terkait dengan permintaan dan penawaran saham yang bersangkutan di pasar bursa (Hartono, Jogiyanto, 2008:125).

Permintaan dan penawaran yang terjadi dapat dipengaruhi beberapa faktor, yakni:

(33)

a. Kondisi fundamental perusahaan

Faktor fundamental adalah faktor yang berkaitan langsung dengan kinerja perusahaan itu sendiri. Semakin baik kinerja perusahaan maka semakin meningkat pendapatan saham perusahaan tersebut, sebaliknya semakin buruk kinerja perusahaan maka semakin menurun pendapatan saham perusahaan tersebut. Faktor fundamental ini sangatlah beragam karena dapat terdiri dari kondisi keuangan, strategi bisnis maupun produk, manajemen, efisiensi hingga keunggulan lainnya yang bersifat competitive advantages.

b. Suku bunga (SBI)

Dengan meningkatnya bunga SBI maka bank-bank dan lembaga keuangan lainnya akan terpicu untuk membeli SBI. Bunga yang tinggi akan membuat bank dan lembaga keuangan memberikan tingkat bunga yang lebih tinggi untuk produk-produknya agar menarik sebanyak mungkin dana masyarakat.

Bunga yang tinggi ini akan berdampak pada alokasi dana para investor.

Investor akan menjual saham dan dananya kemudian ditempatkan di bank.

Penjualan secara serentak inilah yang akan berdampak pada penurunan harga saham secara signifikan.

c. Dana asing di bursa

Jika sebuah bursa dikuasai oleh investor asing maka ada kecenderungan transaksi saham akan menjadi tergantung pada investor asing tersebut. Selain itu, investor lokal pun akan banyak menjadi pengikut investor asing tersebut karena ada anggapan yang menyatakan bahwa investor asing lebih berpengalaman termasuk dalam strategi dalam bursa. Selain itu, investor

(34)

asing memiliki dana yang besar sehingga digolongkan dalam big player.

Mengikuti permainan big player lebih bijaksana daripada melawan.

d. News and rumors

News and rumors adalah semua berita yang beredar di tengah masyarakat dan menyangkut berbagai hal, mulai dari ekonomi, sosial, politik, keamanan, dan lain sebagainya. Dengan adanya berita, maka investor bisa memprediksi seberapa kondusif keadaan suatu negara sehingga kegiatan investasi dapat dilaksanakan. Hal ini akan berdampak pada pergerakan harga saham di bursa yang akhirnya akan menimbulkan dampak pada pendapatan saham.

2.1.6 Pengaruh Efisiensi Terhadap Pendapatan Saham

Perusahaan yang efisien memiliki performa yang lebih baik dibandingkan dengan perusahaan yang tidak efisien. Perusahaan yang efisien memiliki biaya yang lebih rendah atau output yang lebih tinggi dibandingkan perusaahaan yang tidak efisien. Kondisi ini akan memberikan kesan positif terhadap perusahaan tersebut sehingga performa saham perusahaan akan meningkat. Peningkatan performa saham ini akan menaikan pendapatan saham perusahaan (Sufian dan Majid, 2007)

Beccalli, Casu, dan Girardone (2006) juga memilki pendapat yang sama, yaitu efisiensi memiliki pengaruh yang positif terhadap pendapatan saham.

Apabila suatu perusahaan mengalami penurunan atau peningkatan tingkat efisiensi, maka hal ini dapat terefleksi dalam harga saham perusahaan tersebut.

Hal ini berdasarkan hipotesis bentuk semikuat, yakni pada pasar yang efisien,

(35)

seluruh informasi yang tersedia untuk publik tentang prospek perusahaan harusnya tercermin pada harga saham (Bodi, Kane, Marcus, 2006:480). Efisiensi temasuk dalam informasi tersebut. Penurunan efisiensi akan menyebabkan harga saham menurun. Hal ini disebabkan oleh penurunan efisiensi yang dianggap investor sebagai sinyal negatif karena perusahaan yang tidak efisien menandakan bahwa kinerja perusahaan dalam menghasilkan laba menjadi semakin menurun.

Sinyal negatif mengakibatkan penurunan permintaan saham sehingga harga saham akan mengalami penurunan. Penurunan harga saham akan menyebabkan pendapatan saham menurun, sebaliknya apabila perusahaan mengalami peningkatan efisiensi, maka harga saham perusahaan tersebut akan mengalami peningkatan. Peningkatan harga saham akan menyebabkan kenaikan pendapatan saham.

Efisiensi yang dihitung dengan menggunakan DEA memiliki pengaruh positif terhadap pendapatan saham, sedangkan efisiensi yang dihitung dengan menggunakan rasio BoPo memiliki pengaruh negatif terhadap pendapatan saham.

Perbedaan tersebut disebabkan oleh konsep efisiensi DEA yang tidak sama dengan konsep efisiensi BoPo. DEA membandingkan output-input yang terbobot suatu bank dengan bank-bank lainnya sehingga semakin tinggi nilai efisiensi DEA suatu bank, maka semakin efisien bank tersebut, sebaliknya semakin rendah nilai efisiensi DEA suatu bank, maka semakin tidak efisien bank tersebut. Bank yang memiliki nilai efisiensi DEA yang semakin meningkat menunjukkan bahwa bank tersebut semakin efisien sehingga memacu investor untuk membeli saham tersebut. Semakin tinggi permintaan saham akan mendorong naiknya harga

(36)

saham. Peningkatan harga saham menyebabkan peningkatan pendapatan saham.

BoPo merupakan perbandingan biaya operasional dengan pendapatan operasional sehingga semakin tinggi nilai BoPo suatu bank, maka semakin tidak efisien bank tersebut, sebaliknya semakin rendah nilai BoPo suatu bank, maka semakin efisien bank tersebut. Bank yang memiliki nilai BoPo yang semakin meningkat menunjukkan terjadinya penurunan efisiensi bank sehingga dapat menurunkan minat investor untuk membeli saham tersebut. Hal ini akan menyebabkan permintaan akan saham menurun. Penurunan permintaan akan saham tersebut akan menyebabkan turunnya harga saham sehingga pendapatan saham juga mengalami penurunan.

2.2 Penelitian Sebelumnya

Penelitian sebelumnya mengenai pengaruh efisiensi terhadap pendapatan saham pernah dilakukan oleh Adenso-Diaz dan Gascon (1997). Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah 23 bank di Spanyol selama tahun 1993-1995.

Variabel tergantung dalam penelitian ini ialah performa saham, dan variabel bebas yang digunakan ialah biaya produksi, risiko sistematik, resiko spesifik, dan branch network distribution. Keempat variabel bebas tersebut merupakan indikator efisiensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi mempengaruhi performa saham dan indikator efisiensi yang paling berpengaruh ialah risiko spesifik.

Beccalli, Casu, dan Girardone (2006) juga melakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh efisiensi dengan performa pasar dari institusi keuangan.

(37)

Pengukuran efisiensi dilakukan dengan menggunakan dua pendekatan yakni Data Envelopment Analysis (DEA) dan Stochastic Frontier Approach (SFA). Variabel input yang digunakan ialah interest expenses, non interest expenses, administrative expenses, dan personal expeses. Variabel output yang digunakan ialah total loans dan other earning assets. Untuk mengetahui pengaruh efisiensi terhadap performa saham, Becalli menggunakan regresi sederhana dengan variabel dependen berupa pendapatan saham bank dan variabel independen berupa perubahan efisiensi. Sampel yang digunakan ialah bank-bank yang terdapat di Eropa, yakni Perancis, Jerman, Itali, Spanyol, dan Inggris serta bank tersebut juga terdaftar di bursa pada tahun 2000. Hasil dari penelitian ini mengindikasikan bahwa efisiensi berpengaruh terhadap pendapatan saham bila perhitungan efisiensi menggunakan pendekatan DEA, sedangkan perhitungan efisiensi dengan menggunakan pendekatan SFA tidak mempengaruhi pendapatan saham.

Kirkwood dan Nahm (2006) meneliti efisiensi biaya dan efisiensi profit bank-bank di Australia antara tahun 1995 sampai dengan 2002 serta meneliti pengaruh efisiensi terhadap pendapatan saham. Data yang digunakan untuk dalam penelitian ini sebanyak 70 data, yang terdiri dari 10 bank di Australia selama tahun 1995 sampai dengan 2002. Efisiensi dihitung dengan menggunakan Data Envelopment Analysis Malmquist Productivity Index. Variabel input yang digunakan untuk menghitung efisiensi biaya dan efisiensi profit adalah sama yakni jumlah pekerja, net fixed asset,dan interest-bearing liability, sedangkan variabel output yang digunakan berbeda, yakni interest-bearing asset dan non interest income untuk mengitung efisiensi biaya dan profit before tax untuk

(38)

menghitung efisiensi profit. Untuk menguji pengaruh efisiensi terhadap pendapatan saham digunakan regresi data panel yang terdiri atas dua model.

Model pertama menggunakan exces market return dan perubahan efisiensi biaya sebagai variabel bebas. Model kedua menggunakan exces market return dan perubahan efisiensi profit sebagai variabel bebas. Pendapatan saham digunakan sebagai variabel tergantung baik dalam model pertama maupun model kedua.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya efisiensi profit yang mempengaruhi pendapatan saham bank.

Sufian dan Majid (2007) melakukan penelitian dengan menggunakan metode non-parametrik Data Envelopment Analysis Windows Analysis untuk menginvestigasi tren jangka panjang perubahan efisiensi bank-bank komersial di Singapura pada periode 1993 sampai dengan 2003. Selain itu, dalam penelitian ini juga diteliti mengenai hubungan antara efisiensi dengan performa saham. Untuk mengukur efisiensi digunakan variabel input berupa total deposit dan interest expenses, sedangkan total loan, interest income, dan non interest income digunakan sebagai variabel output. Jumlah data yang digunakan dalam penelitian sebanyak 60 data yang terdiri dari 6 bank di Singapura selama tahun 1993 sampai dengan 2003. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bank-bank komersial Singapura secara keseluruhan memiliki efisiensi sebesar 95,4% yang menunjukkan bahwa sebanyak 4,6% input telah disia-siakan. Selain itu, terdapat pengaruh efisiensi biaya terhadap pendapatan saham dengan menggunakan regresi data panel.

(39)

Majid et al (2008) melakukan penelitian mengenai hubungan efisiensi bank-bank yang terdapat di China dengan performa saham. Analisa pertama yang dilakukan adalah menghitung pendapatan saham tahunan dari bank-bank untuk periode 1997 hingga 2006. Majid et al kemudian menggunakan metode Data Envelopment Analysis Window Analysis untuk mengestimasi efisiensi bank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh efisiensi bank Cina terhadap performa harga saham.

2.3 Hipotesis

Berdasarkan rumusan masalah, landasan teori, dan penelitian sebelumnya, maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah :

1. Efisiensi bank yang diukur dengan menggunakan rasio BoPo berpengaruh negatif terhadap pendapatan saham bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2004 sampai dengan 2007.

2. Efisiensi bank yang diukur dengan menggunakan Data Envelopment Analysis berpengaruh positif terhadap pendapatan saham bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2004 sampai dengan 2007.

2.4 Model Analisis

Berikut ini merupakan model analisis yang digunakan untuk menganalisa pengaruh efisiensi bank terhadap pendapatan saham bank:

a. Untuk efisiensi dengan pendekatan rasio BoPo: Rit= β0i+ β1∆BoPoit+eit

(40)

b. Untuk efisiensi dengan pendekatan DEA: Rit= β0i+ β2∆EFFit+ eit

Keterangan:

Rit = Pendapatan saham bank i pada periode t β0i = Konstanta dari persamaan regresi

β1 = Koefisien regresi untuk efisiensi dengan pendekatan rasio BoPo

β2 = Koefisien regresi untuk efisiensi dengan pendekatan DEA

∆BoPoit = Perubahan rasio BoPo bank i pada periode t

∆EFFit = Perubahan DEA bank i pada periode t

eit = Error

(41)

Gambar 2.2 Kerangka Pemikiran

INPUT:

TOTAL DEPOSIT INTEREST EXPENSES

OUTPUT:

TOTAL LOAN INTEREST REVENUE NON INTEREST REVENUE

EFISIENSI BANK (DENGAN PENDEKATAN DEA)

PENDAPATAN SAHAM BANK

BANK-BANK YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2006-2007

BIAYA OPERASIONAL

PENDAPATAN OPERASIONAL

EFISIENSI BANK (DENGAN PENDEKATAN BOPO)

PENDAPATAN SAHAM BANK

(42)

BAB 3

METODE PENELITIAN

3.1 Pendekatan Penelitian

Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kuantitatif yang menekankan pada pengujian suatu hipotesis dengan mempergunakan data-data yang terukur sehingga dapat menghasilkan suatu kesimpulan yang dapat digeneralisasikan.

3.2 Identifikasi Variabel

Berdasarkan model analisis yang digunakan untuk mengetahui pengaruh efisiensi terhadap pendapatan saham digunakan model regresi linier sederhana sehingga variabel yang digunakan terdiri dari :

1. Variabel tergantung, yakni pendapatan saham (Rit)

2. Variabel bebas, yakni perubahan efisiensi yang dibedakan menjadi sebagai berikut:

a. Perubahan rasio BoPo (∆BoPoit) untuk model analisis pertama yang meneliti pengaruh efisiensi dengan pendekatan rasio BoPo terhadap pendapatan saham

b. Perubahan DEA (∆EFFit) untuk model analisis kedua yang meneliti pengaruh efisiensi dengan pendekatan DEA terhadap pendapatan saham.

(43)

3.3 Definisi Operasional

Definisi dari variabel-variabel yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Pendapatan Saham (Rit)

Pendapatan saham yang digunakan dalam penelitian ini adalah actual return yang diukur dengan capital gain/loss tahunan. Berikut ini merupakan rumus perhitungan pendapatan saham bank yang digunakan dalam penelitian ini:

=

……….…(3.1)

Keterangan:

Rit = Pendapatan saham bank i pada tahun t Pt = Harga saham bank i pada tahun t Pt-1 = Harga saham bank i pada tahun t-1 2. Perubahan Rasio BoPo (∆BoPoit)

Perubahan rasio BoPo adalah indikator perubahan efisiensi berdasarkan pendekatan Financial Statement Analysis. Pengertian efisiensi berdasarkan rasio BoPo, yakni perbandingan antara biaya operasional yang dikeluarkan oleh bank dengan pendapatan operasionalnya. Berikut ini merupakan rumus untuk menghitung efisiensi dengan menggunakan pendekatan rasio BoPo:

= )

………(3.2)

Keterangan:

(44)

BoPoit = Efisiensi (BoPo) bank i pada tahun t Boit = Biaya operasional bank i pada tahun t Poit = Pendapatan operasional bank i pada tahun t

Nilai efisiensi yang telah didapat dengan menggunakan rasio BoPo pada persamaan 3.2 kemudian dihitung perubahannya, yakni dengan menggunakan rumus (Beccalli, Casu, dan Giardone, 2006):

=

……….(3.3)

Keterangan:

∆BoPoit = Perubahan rasio BoPo bank i pada tahun t BoPoit = Efisiensi (BoPo) bank i pada tahun t

BoPoit-1 = Efisiensi (BoPo) bank i pada tahun t-1 3. Perubahan DEA (∆EFFit)

Perubahan DEA adalah indikator perubahan efisiensi berdasarkan pendekatan Data Envelopment Analysis. Pengertian efisiensi berdasarkan Data Envelopment Analysis, yakni kemampuan suatu bank untuk dapat memaksimalkan total loans, interest revenue dan non interest revenue dengan menggunakan total deposit dan interest expenses yang telah ditentukan. Hal ini terkait dengan fungsi bank sebagai lembaga intermediasi, yakni kemampuan bank untuk mengumpulkan dana dari pihak surplus dan menyalurkan dana tersebut kepada pihak defisit dalam bentuk pinjaman. Perhitungan efisiensi dengan pendekatan DEA dilakukan

(45)

dengan menggunakan software Data Envelopment Analysis Program (DEAP) versi 2.1. Berikut ini merupakan bentuk matematisnya:

max = + + −

subject to:

+ = 1

+ + − − − ≤ 0

, , ≥ 0

, ≥ 0 ……….(3.4)

Keterangan:

eit = Efisiensi (DEA) bank i pada tahun t u1it = Bobot total loans bank i pada tahun t u2it = Bobot interest revenue bank i pada tahun t u3it = Bobot non interest revenue bank i pada tahun t y1it = Total loans bank i pada tahun t

y2it = Ineterst revenue bank i pada tahun t y2it = Non ineterst revenue bank i pada tahun t j = Bank 1,bank 2…bank n (keseluruhan bank) y1jt = Total loans bank ke j pada tahun t

y2jt = Ineterst revenue bank ke j pada tahun t y3jt = Non ineterst revenue bank ke j pada tahun t v1it = Bobot total deposit bank i pada tahun t v2it = Bobot interest expenses bank i pada tahun t x1it = Total deposit bank i pada tahun t

(46)

x2it = Interest expenses bank i pada tahun t x1jt = Total deposit bank ke j pada tahun t x2jt = Interest expenses bank ke j pada tahun t

u0 = Penggal yang dapat bernilai positif atau negatif

Nilai efisiensi yang telah didapat dengan menggunakan DEA kemudian dihitung perubahannya, yakni dengan menggunakan rumus (Beccalli, Casu, dan Giardone, 2006):

∆ =

……….(3.5)

Keterangan:

∆EFFit = Perubahan DEA bank i pada tahun t eit = Efisiensi (DEA) bank i pada tahun t

eit = Efisiensi (DEA) bank i pada tahun t-1

3.4 Jenis dan Sumber Data

Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia, yahoo finance dan Bank Indonesia. Data disajikan dengan metode pooling yaitu gabungan antara data timeseries dan crossection. Data yang dibutuhkan yaitu:

1. Daftar bank-bank yang terdftar di BEI pada periode 2003-2007 2. Laporan keuangan tahunan bank-bank sampel pada tahun 2003-2007

(47)

3. Harga saham tahunan dari bank-bank yang menjadi sampel selama periode 2003-2007

Data yang terkumpul akan diseleksi dan kemudian ditabulasikan untuk keperluan analisis.

1.5 Prosedur Pengumpulan Sampel

Metode yang digunakan dalam penentuan sampel adalah metode purposive sampling. Dalam penelitian kali ini, kriteria-kriteria yang digunakan adalah:

1. Bank yang dipilih adalah bank yag terdaftar pada Bursa Efek Indonesia pada tahun 2003 dan tetap terdaftar sampai dengan tahun 2007

2. Bank yang dipilih ialah bank yang menerbitkan laporan keuangan secara terus-menerus yang bersifat laporan keuangan tahunan selama tahun 2003- 2007

3.6 Prosedur Pengumpulan Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder.

Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi, yaitu mengambil data dari Bursa Efek Indonesia, yahoo finance dan Bank Indonesia.

3.7 Teknik Analisis

Untuk menganalisis masalah dalam penelitian ini, maka dilakukan analisis secara bertahap sebagai berikut:

(48)

1. Menghitung variabel-variabel yang akan diregresikan dengan langkah- langkah sebagai berikut:

a. Menghitung pendapatan saham bank dengan menggunakan rumus (3.1)

b. Menghitung nilai efisiensi dengan menggunakan rasio BoPo (3.2) dan Data Envelopment Analysis dalam software DEAP (3.4).

c. Menghitung perubahan efisiensi, baik efisiensi yang dihitung dengan menggunakan rasio BoPo maupun efisiensi yang dihitung dengan menggunakan pendektan DEA VRS. perubahan efisiensi dihitung dengan menggunakan rumus (3.3) dan (3.5).

2. Menggunakan metode regresi sederhana untuk menguji pengaruh efisiensi bank terhadap pendapatan saham bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Adapaun persamaan regresinya adalah sebagai berikut:

a. Untuk efisiensi dengan pendekatan rasio BoPo: Riit= β0i+ β1∆BoPoit+eit

b. Untuk efisiensi dengan pendekatan DEA: Riit= β0i+ β2∆EFFit+ eit

Keterangan:

Riit = Pendapatan saham bank i pada tahun t β0i = Konstanta dari persamaan regresi

β1 = Koefisien regresi untuk efisiensi dengan pendekatan rasio BoPo

β2 = Koefisien regresi untuk efisiensi dengan pendekatan DEA

∆BoPoit = Perubahan rasio BoPo bank i pada tahun t

(49)

∆EFFit = Perubahan DEA bank i pada tahun t

eit = Error

3. Melakukan uji statistik untuk mengetahui pengaruh efisiensi terhadap pendapatan saham bank. Uji statistik dalam penelitian ini hanya meliputi uji t karena variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini hanya satu. Langkah-langkah untuk melakukan uji t adalah sebagai berikut:

a. Menentukan hipotesis statistik:

Pengaruh efisiensi dengan pendekatan rasio BoPo terhadap pendapatan saham bank :

Ho : β1 ≥ 0, artinya efisiensi dengan pendekatan rasio BoPo tidak berpengaruh negatif terhadap pendapatan saham bank.

H1 : β1 < 0, artinya efisiensi dengan pendekatan rasio BoPo berpengaruh negatif terhadap pendapatan saham bank.

Pengaruh efisiensi bank dengan pendekatan Data Envelopment Analysis terhadap pendapatan saham bank :

Ho : β2≤ 0, artinya efisiensi dengan pendekatan DEA tidak berpengaruh positif terhadap pendapatan saham bank.

H1 : β2> 0, artinya efisiensi dengan pendekatan DEA berpengaruh positif terhadap pendapatan saham bank.

b. Menentukan level of significant sebesar 0.05

c. Menghitung nilai t statistik dengan menggunakan program SPSS 11.5.

(50)

d. Mengambil kesimpulan dengan ketentuan sebagai berikut:

H0diterima jika nilai signifikansi> 0.05 H0ditolak jika nilai signifikansi< 0.05

4. Melakukan uji asumsi klasik atas model regresi yang meliputi autokorelasi, heteroskedasitas, dan normalitas.

a. Gejala normalitas diuji untuk mengetahui apakah nilai residual dalan model regresi terdistribusi secara normal atau tidak. Apabila nilai residual tidak terdistribusi normal, maka uji statistik menjadi tidak valid. Cara untuk melihat normalitas adalah dengan melihat grafik normal P-P Plot of Regression .Jika data berada di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas. Cara lain untuk menguji normalitas adalah dengan menggunakan uji statitik nonparametrik Kolmogorov- Smirnov yang menyatakan bahwa model regresi bebas dari normalitas jika nilai Asymp.Sig > 0.05.

b. Uji autokorelasi dilakukan untuk mengetahui apakah pada model regresi terdapat korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pada periode t-1. Jika terjadi korelasi antara kesalahan pengganggu, maka pada model regresi terjadi gejala autokorelasi. Untuk mendeteksi adanya autokorelasi, dapat dilihat dari besarnya Durbin-Watson (D-W), dengan ketentuan yakni tidak terjadi autokorelasi apabila nilai D-W diantara dU dan 4-dU. Nilai dU dapat

(51)

dilihat pada tabel statistik. Nilai dU bervariasi tergantung dari jumlah sampel dan variabel yang digunakan dalam penelitian.

c. Uji heteroskedasitas dilakukan untuk mengetahui apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Salah satu cara untuk mendeteksi ada atau tidaknya heterokedastisitas adalah dengan melihat grafik plot antara nilai prediksi variabel tergantung yaitu ZPRED dengan residualnya.

Deteksi adanya heteroskedasitas dapat dilakukan dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik scatterplot antara SRESID dan ZPRED. Sumbu Y adalah ZPRED dan sumbu X adalah SRESID.

Dasar analisis pengujian gejala heterokedastisitas adalah :

1. Jika ada pola tertentu seperti titik-tittik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur maka mengindikasikan telah terjadi heterokedastisitas

2. Jika tidak ada pola yang jelas serta titik-titik menyebar diatas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heterokedastisitas

(52)

BAB 4

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum Perbankan Indonesia

Berdasarkan undang-undang, struktur perbankan di Indonesia terdiri dari bank umum dan bank perkreditan rakyat. Perbedaan utama bank umum dan bank perkreditan rakyat adalah dalam hal kegiatan operasionalnya. Bank perkreditan rakyat memiliki jangkauan dan kegiatan operasional yang terbatas, selain itu bank perkreditan rakyat hanya boleh melakukan kegiatan berdasarkan kegiatan usaha bank konvensional saja atau berdasarkan prinsip syariah saja, sedangkan bank umum boleh melaksanakan kegiatan usahanya berdasarkan keduanya atau salah satunya. Tabel 4.1 memperlihatkan rekapitulasi institusi perbankan di Indonesia:

Tabel 4.1

Rekapitulasi Institusi Perbankan di Indonesia

Bank Umum Bank Perkreditan Rakyat

PemerintahBank

Bank Swasta

PerkreditanBank Rakyat Konvensional

PerkreditanBank Rakyat Syariah PembangunanBank

Daerah

UmumBank Swasta

UmumBank Swasta Syariah

4 26 86 5 132 2296

Sumber: Bank Indonesia

Pada tabel 4.1 terlihat terdapat dua jenis bank, yakni bank umum dengan jumlah 121 bank dan bank perkreditan rakyat dengan jumlah 2296 bank. Bank umum terdiri dari dua dua jenis bank, yakni bank pemerintah sebanyak 4 bank dan bank swasta sebanyak 117 bank. Dari 4 bank pemerintah hanya terdapat dua bank yang memiliki unit usaha syariah. Bank swasta dibedakan menjadi tiga, yakni bank pembangunan daerah, bank umum swasta, dan bank umum swasta syariah.

(53)

Terdapat 26 bank pembangunan daerah dan 15 diantaranya memiliki unit usaha syariah. Jumlah bank umum swasta sebanyak delapan puluh enam bank dan hanya 7 bank yang memiliki unit usaha syariah, sedangkan bank umum swasta syariah sendiri hanya berjumlah 5 bank saja. Bank perkreditan rakyat hanya dibedakan menjadi dua jenis, yakni bank perkreditan rakyat konvensional yang berjumlah 2164 bank dan bank perkreditan rakyat syariah yang berjumlah 132 bank.

4.1.1 Bank yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Beberapa bank di Indonesia menerbitkan saham dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jumlah bank yang menerbitkan saham tersebut dapat dilihat pada tabel 4.2 sebagai berikut:

Tabel 4.2

Jumlah Bank di Indonesia yang Terdaftar di Bursa Efek

No Tahun Bank Umum Pemerintah

UmumBank

Swasta Total Bank

1 2003 3 23 26

2 2004 3 21 24

3 2005 3 20 23

4 2006 3 23 26

5 2007 3 25 28

Sumber : Bursa Efek Indonesia

Di tahun 2003, terdapat 26 bank yang menerbitkan saham. Dua puluh tiga bank tersebut terdiri dari tiga bank umum pemerintah dan 23 bank umum swasta.

Di tahun 2004, jumlah bank yang terdaftar di bursa efek mengalami penurunan, yakni menjadi 24 bank. Hal ini disebabkan oleh Bank Pikko dan Bank Danpac yang mengalami likuidasi pada akhir Desember 2004. Di tahun 2005, Bank Global Internasional melakukan delisting sehingga hanya tinggal 23 bank yang

(54)

terdaftar di bursa efek. Di tahun 2006, jumlah bank yang terdaftar di bursa efek mengalami peningkatan, yakni menjadi 26 bank. Di tahun 2007, terdapat tiga bank yang baru menerbitkan saham, yakni Bank Windu Kentjana Internasional, bank Capital Indonesia, dan Bank Agroniaga, namun Bank Arta Niaga melakukan delisting sehingga jumlah bank yang terdaftar di bursa menjadi 28 bank.

4.1.2 Pendapatan Saham Perbankan Indonesia

Pendapatan saham perbankan selama tahun 2004 hingga tahun 2007 cukup berfluktuasi. Rata-rata pendapatan saham di tahun 2005 mengalami penurunan, kemudian meningkat di tahun 2006, dan kembali mengalami penurunan di tahun 2007. Di tahun 2004, pendapatan saham tertinggi dialami oleh Bank Permata, yakni sebesar 2400%. Peningkatan pendapatan saham Bank Permata yang amat besar tersebut disebabkan adanya reserve stock sebanyak 1:25 pada tanggal 8 Juni 2004. Hal ini menyebabkan peningkatan pada harga saham Bank Permata dari Rp.30,00 menjadi Rp.750,00, namun kenaikan ini tidak terjadi di tahun 2005, pendapatan saham Bank Permata menurun drastis menjadi -4% di tahun 2005.

Penurunan pendapatan saham tidak hanya dialami oleh Bank Permata saja, tetapi juga dialami oleh sebagian besar bank. Di tahun 2006, pendapatan saham perbankan mengalami peningkatan. Peningkatan pendapatan saham terbesar di tahun 2006 dialami oleh Bank Mayapada, namun Bank Mayapada juga menjadi bank yang mengalami penurunan pendapatan saham yang paling besar di tahun 2007. Penurunan pendapatan saham di tahun 2007 juga dialami oleh sebagian

(55)

besar bank. Pergerakan pendapatan saham bank-bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dapat dilihat pada tabel 4.3 sebagai berikut:

Tabel 4.3

Pendapatan Saham Bank-Bank yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia No Kode Emiten

Pendapatan Saham (%)

2004 2005 2006 2007

1 BABP 6.25 -29.41 -25.00 11.11

2 BBCA -10.53 14.29 52.94 40.38

3 BBIA 50.00 10.30 6.59 6.19

4 BBNI 28.85 -23.58 46.09 5.35

5 BBNP 0.00 0.00 0.00 115.71

6 BBRI 130.00 5.22 70.25 43.69

7 BDMN 116.05 8.57 42.11 18.52

8 BCIC -44.00 14.29 -12.50 -2.86

9 BEKS 70.59 -48.28 -13.33 7.69

10 BKSW -30.00 128.57 15.00 8.70

11 BMRI 92.50 -14.81 76.83 20.69

12 BNGA 2.22 -11.96 127.16 -2.17

13 BNII 68.18 -16.22 54.84 18.75

14 BNLI 2400.00 -4.00 20.83 2.30

15 BSWD 33.33 5.00 66.67 28.57

16 BVIC -11.11 0.00 12.50 68.89

17 INPC 10.00 -69.70 -10.00 122.22

18 LPBN 483.33 111.43 8.78 35.09

19 MAYA 100.00 -52.50 457.89 81.13

20 MEGA 69.57 -17.95 31.25 50.00

21 NISP 112.33 -0.65 7.79 8.43

22 PNBN 47.37 0.00 38.10 17.24

Min -44.00 -69.70 -25.00 -2.86

Max 2400.00 128.57 457.89 122.22

Mean 169.32 0.39 48.85 32.07

Sumber : Yahoo Finance (data diolah)

4.1.3 Pergerakan Efisiensi Bank-Bank yang Go Public

Efisiensi merupakan hal yang perlu diperhatikan. Menurut Bank Indonesia, efisiensi bank dapat dikukur dengan menggunakan rasio BoPo, yakni dengan membandingkan jumlah biaya operasional dengan pendapatan operasional

Gambar

Tabel Halaman
Grafik Halaman
Gambar Halaman
Gambar 2.2 Kerangka Pemikiran INPUT: TOTAL DEPOSIT INTEREST EXPENSES OUTPUT: TOTAL LOAN INTEREST REVENUE NON INTEREST REVENUE

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara serempak, efisiensi yang terdiri dari biaya operasional pendapatan operasional, cost of efficiency ratio dan overhead efficiency ,

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh likuiditas saham terhadap tingkat mispricing saham perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.. Likuiditas

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio aktivitas, rasio profitabilitas, rasio pasar / penilaian terhadap return saham

Pendekatan DEA (Data Envelopment Analysis) dilakukan untuk menghitung nilai efisiensi, model yang digunakan adalah model Charnes, Cooper dan Rhodes (CCR) dengan asumsi Contant

Apabila prospek perusahaan semakin baik, maka semakin kecil resiko yang diterima oleh pemegang saham sehingga akan terjadi peningkatan pada harga saham dan menyebabkan

Analisis regresi digunakan untuk menguji pengaruh nilai laporan keuangan yang diukur melalui rasio keuangan terhadap harga saham, kemudian dilakukan uji statistik t dan uji klasik

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menjelaskan apakah laporan arus kas berpengaruh terhadap return saham pada perusahaan tekstil dan garment yang terdaftar di Bursa

Penelitian ini menguji tentang pengaruh Analisis Fundamental terhadap Return Saham Consumer Goods yang listing di Bursa Efek Indonesia periode 2016-2018, variabel yang