• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II 2014  - Sel dan fungsinya

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "BAB II 2014  - Sel dan fungsinya"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

STRUKTUR KIMIAWI DAN AKTIVITAS CELLUER

Komposisi kimiawi sel ialah 75 – 80 % terdiri dari air, dan 10 – 20 %

adalah protein enzymatic dan non enzymatik. Sebagian besar air berperan sebagai

enzyme dan material struktur akan dibantu dalam pemeliharaan tekanan osmotic

sel dan perubahan solven. Lipida terutama didapatkan pada membran sel sejumlah

2 – 3 %. Karbohidrat dan substasi anorganik hanya sekitar 1 %. Material kimiawi

yang ada terbentuk cairan atom yang bersama-sama membetuk molekul akan

mengalami proses penguraian secara kimiawi oleh lingkungan yang ada dan

kembali membentuk atom yang bermuatan positip ataupun negatip. Muatan inilah

yang nantinya akan berperanan pada proses selanjutnya. Misalnya loncatan

rangsang implus, menjaga stabilitas elektrolit sel dengan lingkungannya. Misalnya

Na C1 ---> Na + + C1

-CAIRAN TUBUH

Sel-sel tubuh dikelilingi cairan ekstraselluler yang akan menjadi media

sumber oksigen dan nutrient untuk diserap, demikian pula untuk menjadi media

tempat sel-sel tersebut mencurahkan produksi metabolismenya. Fungsi utama

sebenarnya ialah sebagai solven dan reagen. Cairan ekstraseluler ini terbagi

menjadi dua yaitu cairan interstitial dan plasma darah. Untuk mengukur jumlah

cairan interstitial ialah dengan menyuntikkan suatu bahan, kemudian diambil

sampel cairan tersebut dan diperhitungkan dengan titer dari bahan yang

dimasukan. Sedangkan plasma darah dihitung dengan menambah suatu bahan

pewarna yang mampu mengikat plasma.

Cairan tubuh (interstitial fluid, tissue fluid, interstitium) adalah cairan suspensi sel di dalam tubuh makhluk multiselular seperti manusia atau hewan

yang memiliki fungsi fisiologis tertentu. Cairan tubuh merupakan komponen

penting bagi fluida ekstraselular, termasuk plasma darah dan fluida transelular.

Cairan tubuh dapat ditemukan pada jaringan (tissue space, interstitial space). Rata-rata seseorang memerlukan sekitar 11 liter cairan tubuh untuk nutrisi

(2)

melalui air seni. Kekurangan cairan tubuh menyebabkan seseorang kehausan dan

akhirnya dehidrasi.

Contoh cairan tubuh adalah:

• Darah dan plasma darah

• Sitosol

• Cairan serebrospinal

• Korpus vitreum maupun humor vitreous

• Serumen

• Humor aqueous

• Cairan limfa

• Cairan pleura

• Cairan amnion

Fungsi Cairan Tubuh, Gejala Dehidrasi Dan Cara Mengatasi Kehilangan Cairan Tubuh

Air merupakan bagian terbesar dari komposisi tubuh. Hampir semua reaksi

di dalam tubuh ternak memerlukan cairan. Agar metabolisme tubuh berjalan

dengan baik, dibutuhkan masukan cairan setiap hari untuk menggantikan cairan

yang hilang.

A.Fungsi cairan tubuh antara lain :

1- Mengatur suhu tubuh

Bila kekurangan air, suhu tubuh akan menjadi panas dan naik.

2- Melancarkan peredaran darah

Jika tubuh kita kurang cairan, maka darah akan mengental. Hal ini disebabkan

cairan dalam darah tersedot untuk kebutuhan dalam tubuh. Proses tersebut akan

berpengaruh pada kinerja otak dan jantung.

3- Membuang racun dan sisa makanan

Tersedianya cairan tubuh yang cukup dapat membantu mengeluarkan racun

dalam tubuh. Air membersihkan racun dalam tubuh melalui keringat, air seni,

(3)

4- Kulit

Air sangat penting untuk mengatur struktur dan fungsi kulit. Kecukupan air

dalam tubuh berguna untuk menjaga kelembaban, kelembutan, dan elastisitas

kulit akibat pengaruh suhu udara dari luar tubuh.

5- Pencernaan

Peran air dalam proses pencernaan untuk mengangkut nutrisi dan oksigen

melalui darah untuk segera dikirim ke sel-sel tubuh. Konsumsi air yang cukup

akan membantu kerja sistem pencernaan di dalam usus besar karena gerakan

usus menjadi lebih lancar, sehingga feses pun keluar dengan lancar.

6- Pernafasan

Paru-paru memerlukan air untuk pernafasan karena paru-paru harus basah

dalam bekerja memasukkan oksigen ke sel tubuh dan memompa

karbondioksida keluar tubuh.

7- Sendi dan otot

Cairan tubuh melindungi dan melumasi gerakan pada sendi dan otot. Otot

tubuh akan mengempis apabila tubuh kekurangan cairan. Oleh sebab itu, perlu

minum air dengan cukup selama beraktivitas untuk meminimalisir resiko

kejang otot dan kelelahan.

8- Pemulihan penyakit

Air mendukung proses pemulihan ketika sakit karena asupan air yang memadai

berfungsi untuk menggantikan cairan tubuh yang terbuang.

B. Hilangnya Cairan Tubuh Manusia

Kehilangan cairan tubuh dapat bersifat :

a. Normal

Hal tersebut terjadi akibat pemaakaian energi tubuh. Kehilangan cairan sebesar

1 ml terjadi pada pemakaian kalori sebesar 1 kal.

b. Abnormal

Terjadi karena berbagai penyakit atau keadaan lingkungan seperti suhu

lingkungan yang terlalu tinggi atau rendah.

Pengeluaran cairan yang banyak dari dalam tubuh tanpa diimbangi

(4)

Dehidrasi adalah keadaan dimana tubuh kehilangan cairan elektrolit yang

sangat dibutuhkan organ-organ tubuh untuk bisa menjalankan fungsinya

dengan baik. Saat dehidrasi, tubuh dengan terpaksa menyedot cairan baik dari

darah maupun organ-organ tubuh lainnya.

C. Gejala Dehidrasi

Berikut adalah berbagai gejala dehidrasi sesuai tingkatannya :

- Dehidrasi ringan

Muka memerah

Rasa sangat haus

Kulit kering dan pecah-pecah

Volume urine berkurang dengan warna lebih gelap dari biasanya

Pusing dan lemah

Kram otot terutama pada kaki dan tangan

Kelenjar air mata berkurang kelembabannya

Sering mengantuk

Mulut dan lidah kering dan air liur berkurang

- Dehidrasi sedang

Tekanan darah menurun

Pingsan

Kontraksi kuat pada otot lengan, kaki, perut, dan punggung

Kejang

Perut kembung

Gagal jantung

Ubun-ubun cekung

Denyut nadi cepat dan lemah

- Dehidrasi Berat

Kesadaran berkurang

Tidak buang air kecil

Tangan dan kaki menjadi dingin dan lembab

Denyut nadi semakin cepat dan lemah hingga tidak teraba

Tekanan darah menurun drastis hingga tidak dapat diukur

(5)

D. Mengembalikan Cairan Tubuh Yang Hilang

Untuk mengembalikan cairan tubuh yang hilang, harus banyak minum minimal

8 gelas (± 2 liter ) air setiap hari yang bisa didapat dari :

- Air putih yang higienis/air mineral

Air putih mengandung beberapa zat penting untuk tubuh seperti oksigen,

magnesium, sulfur, dan klorida.

- Air berion

Air berion tidak hanya menghilangkan dahaga melainkan juga berfungsi

sebagai sumber energi seperti halnya karbohidrat, lipid, dan protein. Air berion

bekerja sebagai perantara dalam reaksi-reaksi biokimia dan berperan dalam

proses metabolisme tubuh sehingga dapat mengembalikan kesegaran otot tubuh

setelah beraktivitas mengeluarkan keringat dengan cepat.

- Jus buah

Selain rasanya nikmat dan segar, jus buah mengandung beragam vitamin dan

mineral yang menyehatkan. Menurut penelitian, jus jambu biji mengandung

vitamin C sebanyak 3-6 kali lebih tinggi dibandingkan jus jeruk, 10 kali lebih

tinggi dibandingkan pepaya, dan 10-30 kali lebih tinggi dibanding pisang.

Namun, atlet kurang disarankan meminum jus buah saat berolahraga karena

cairan padatnya tidak mudah terserap tubuh.

KEKUATAN MENEMBUS / MELEWATI MEMBRAN

DIFUSI

Terobosan molekul atau ion tersebut melalui membran, karena membran

terdiri atas protein dan phospholipid dengan sedikit karbohidrat. Pada kondisi

suatu cairan ion atau molekul didalamnya terdapat pada keadaan merata atau yang

di sebut Thermal energi random motion, sehingga difusi akan terjadi bila terdapat perbedaan konsentrasi cairan satu dengan yang lain, karena ada kekuatan partikel

thermal energi. Berat molekul yang sesuai akan dapat terjadi terobosan, tetapi

(6)

di pengaruhi oleh beban listrik, misalnya dari ion positif akan mengarah ke ion

negatif dan sebaliknya.

OSMOSIS

Osmosis adalah pergerakan molekul air di sebuah-permeabel membran sebagian menuruni gradien potensial air. Osmosis terjadi apabila terdapat

perbedaan konsentrasi dari kedua areal yang dibatasi oleh dindingnya, yang

bersifat impermiabel. Tekanan yang di perlukan untuk mempertahankan

pergerakan solvent adalah cara reproduksi sel dimana sel membelah melalui

tahap-tahap yang teratur, yaitu Profase Metafase-Anafase-Telofase. Antara tahap

telofase ke tahap profase berikutnya terdapat masa istirahat sel yang dinamakan

Interfase (tahap ini tidak termasuk tahap pembelahan sel). Pada tahap interfase inti

sel melakukan sintesis bahan-bahan intiefektif osmotic pressure.

Molekul air perjalanan menembus dinding sel plasma, tonoplast (vakuola) atau

protoplas dengan dua cara, baik dengan menyebar di seluruh lapisan ganda

fosfolipid secara langsung, atau melalui aquaporins (protein transmembran kecil

(7)

AKTIF TRANSPORT

Transpor aktif merupakan kebalikan dari transpor pasif dan bersifat tidak spontan.

Arah perpindahan dari transpor ini melawan gradien konsentrasi. Transpor aktif

membutuhkan bantuan dari beberapa protein. Contoh protein yang terlibat dalam

transpor aktif ialah channel protein dan carrier protein, serta ionophore.

Yang termasuk transpor aktif ialah coupled carriers, ATP driven pumps, dan light driven pumps. Dalam transpor menggunakan coupled carriers dikenal dua istilah, yaitu simporter dan antiporter. Simporter ialah suatu protein yang

mentransportasikan kedua substrat searah, sedangkan antiporter mentransfer

kedua substrat dengan arah berlawanan. ATP driven pump merupakan suatu siklus transpor Na+/K+ ATPase. Light driven pump umumnya ditemukan pada sel bakteri. Mekanisme ini membutuhkan energi cahaya dan contohnya terjadi pada

(8)

Mekanisme transportasi molekul dengan bantuan energi. Artinya, sel harus

menggunakan energi yang tersimpan dalam ikatan ATP untuk mentransportasikan

molekul melintasi membran plasma. Transpor aktif terjadi karena

molekul-molekul zat terlarut melintasi membran plasma melawan gradien konsentrasi

sehingga membutuhkan energi untuk melewatinya. Energi yang digunakan dalam

transpor aktif adalah ATP. Zat terlarut yang ditransportasikan melalui transpor

aktif adalah molekul berukuran besar dan ion.

Satu contohnya adalah pompa natrium-kalium. Sel menggunakan ATP untuk

menjaga stabilitas konsentrasi ion natrium dan kalium. Konsentrasi ion natrium

cenderung lebih tinggi di luar sel. Konsentrasi ion kalium cenderung lebih tinggi

di dalam sel. Pengaturan tersebut penting bagi penghantaran impuls-impuls syaraf

pada jaringan syaraf. Difusi, filtrasi dan osmotic merupakan proses pasif yang

tidak memerlukan energi. Sedangkan aktif transport ini memerlukan energi karena

memberikan kesempatan molekul masuk kedalam sel lain dengan melawan

(9)

DANNON EFFECT

Keadaan ini terjadi apabila terdapat perbedaan suatu keseimbangan distribusi ion

pada kedua areal yang berbeda, tetapi menjadi perbedaan kemudian terjadi

redistribusi. Pada saat distribusi merata inilah disebut dengan equilibrium.

KESEIMBANGAN CAIRAN DIANTARA PLASMA DAN CAIRAN INTERISTIAL

Plasma darah yang terbawa oleh arteri,arterio,capiler dan venula akan

mengalami pertukaran cairan untuk menjaga stabilitas sekitar hanya pada kapiler

tipis yang mempunyai satu lapisan sel dan permiabel untuk air tetapi inpermiabel

untuk protein dan partikel koloid. Disinilah terjadi pertukaran makanan yang

terikat plasma ke jaringan dan bahan-bahan dari jaringan ke plasma untuk dibawa

kembali ke jantung atau disebarkan ketempat lain.

Aliran darah : Jantung dan arteri – Arteriola-kapiler darah-Venula- vena-Jantung

       

Kapiler Kecil

1 . Punya satu dinding sel tebal

2 . Cukup permeabel untuk pertukaran cairan dan zat makanan terlarut diantara

(10)

Dinding kapiler

1. Permiabel terhadap air dan partikel tertentu

2. Tidak permiabel terhadap partikel koloid (mol protein)

Cairan keluar kapiler karena:

Gabungan efek tekanan darah kapiler dan tekanan osmotic koloid interstitial

(tekanan darah ujung arteri > ujung vena)

Cairan masuk kapiler karena: Gabungan efek tekanan osmotic koloid plasma di

tambah tekanan hidrostatik cairan interseluler.

Pemeliharaan keseimbangan antara cairan interstitial dengan interseluler

merupakan keadaan yang kompleks. Membran sel impermiabel terhadap protein

,anion dan kation.Sebagian besar proses ini teradi karena perbedaan tekanan

osmotic dan di tunjang oleh sifat permiabilitas membran sel.

      

Distribusi Cairan Tubuh

• Cairan Intracellular (dalam sel) = 40 % • Cairan Extracellular (luar sel) = 20 %

(11)

• Plasma darah pada dasarnya adalah larutan air yang mengandung : • albumin

• bahan pembeku darah • immunoglobin (antibodi) • hormon

• berbagai jenis protein • berbagai jenis garam

Elektrolit

• Kations (+)

Calcium, Ca++

Magnesium, Mg ++

Potassium, K +

Sodium, Na +

Anions (-)

Bicarbonate, HCO3-

Chloride, Cl-

Phosphate, HPO4--

Keseimbangan Cairan Tubuh

• Asupan (intake) cairan harus seimbang dgn keluaran (out put) cairan • Sumber asupan cairan

• Makanan dan minuman

• proses metabolisme (karbohidrat) • Sumber keluaran cairan

• Penguapan melalui paru (pernapasan) • Penguapan melalui kulit

• Feces

(12)

Pengaturan keseimbangan air

• Produksi urine banyak dan encer jika asupan air meningkat • Produksi urine sedikit dan kental jika banyak kehilangan cairan

Pengaturan Reabsorpsi Air & Elektrolit

• Pengaturan utama : hormon-hormon

Antidiuretic hormone (ADH) : mencegah peningkatan kehilangan

air pada urine

Aldostero ne : mengatur ion Natrium pada cairan extracellur • Dicetuskan oleh mekanisme rennin-angiotensin

Pengaturan Keseimbangan Asam-Basa Darah

• pH Darah : 7.35-7.45 untuk menjaga homeostasis • Alkalosis jika pH > 7.45

• Acidosis jika pH < 7,45 • pH ditentukan oleh ion hidrogen (H+).

• Ion H+ meningkat, pH menurun (alkalis) • Ion H+ menurun, pH meningkat (asidosis)

• Sebagian besar keseimbangan asam-basa diatur oleh GINJAL • Sistem pengaturan lain : Buffers darah & Pernapasan

Buffers Darah

• Reaksi kimia untuk mencegah perobahan konsentrasi ion hidrogen (H+) : • mengikat H+ saat pH turun

• melepas H+ saat pH meningkat • 3 sistem utama buffer kimia :

(13)

Sistem Buffer Bicarbonate

• Merupakan senyawa asam carbonic (H2CO3) dan sodium bicarbonate (NaHCO3)

• Asam kuat bereaksi dgn Ion Bicarbonate (HCO3–) agar berubah menjadi

asam lemah

• Basa kuat dipisahkan Asam carbonic menjadi basa lemah dan air

Pengaturan sistem Pernapasan thd keseimbangan asam-basa

• Carbon dioxide pd darah diubah menjadi ion bicarbonate dan dipindahkan

oleh plasma

• Peningkatan konsentrasi ion hydrogen menghasilkan banyak asam

carbonic

• ion hydrogen yang berlebihan dapat diturunkan dengan pelepasan carbon dioxide dari paru

• Frekuensi pernapasan : meningkat dan menurun tergantung perubahan pH

darah

Pengaturan Ginjal terhadap keseimbangan asam-basa

• Ekskresi ion bicarbonate jika dibutuhkan

• Merobah atau membuat ion bicarbonate jika dibutuhkan • pH Urine : 4.5 - 8.0

Keseimbangan Cairan

Dua pertiga dari berat badan adalah air.

Berat badan 75 kg mengandung sekitar 38,4 L air dalam tubuhnya, dimana:

- 23-27 L berada di dalam sel

- 7,7 L berada di rongga antar sel dan

- kurang dari 3,84 L atau sekitar 8% dari total air, berada dalam aliran darah.

Jumlah cairan yang relatif sedikit dalam aliran darah itu sangat penting untuk

fungsi tubuh dan harus terus dijaga agar tetap konstan. Air yang berada diluar

aliran darah berfungsi sebagai cadangan yang dapat mengisi maupun menyerap

(14)

Air masuk ke dalam tubuh terutama melalui penyerapan dari saluran pencernaan.

Air meninggalkan tubuh terutama sebagai air kemih yang dikeluarkan dari ginjal.

Ginjal bisa mengeluarkan sampai beberapa liter air kemih dalam sehari atau dapat

menahannya dengan membuang kurang dari 0,5 l air kemih dalam sehari.

Sekitar 1 l air juga dibuang setiap harinya melalui penguapan dari kulit dan

paru-paru. Keringat yang berlebihan (misalnya karena latihan berat atau cuaca panas),

bisa meningkatkan jumlah air yang hilang melalui penguapan.

Dalam keadaan normal, sedikit air dibuang melalui saluran pencernaan. Pada

muntah yang berkepanjangan atau diare yang berat, sebanyak 3,84 L air bisa

hilang melalui saluran pencernaan. Bila asupan cairan sesuai dengan cairan yang

hilang, cairan tubuh akan tetap seimbang. Untuk menjaga keseimbangan cairan,

orang sehat dengan fungsi ginjal yang normal dan tidak berkeringat berlebihan,

harus minum sedikitnya 1 L cairan/hari. Untuk mencegah dehidrasi dan

pembentukan batu ginjal, dianjurkan untuk minum cairan sebanyak 1,5-2 L/hari.

Bila otak dan ginjal berfungsi dengan baik, tubuh dapat mengatasi perubahan

yang ekstrim dalam asupan cairan. Seseorang biasanya dapat minum cairan yang

cukup untuk menggantikan kehilangan air yang berlebihan dan mempertahankan

volume darah dan konsentrasi dari garam-garam mineral yang terlarut (elektrolit)

dalam darah. Jika seseorang tidak dapat minum air yang cukup untuk

menggantikan kehilangan air yang berlebihan (seperti yang terjadi pada muntah

berkelanjutan atau diare hebat), maka bisa mengalami dehidrasi. Jumlah air dalam

tubuh berkaitan erat dengan jumlah elektrolit tubuh. Konsentrasi natrium darah

merupakan indikator yang baik dari jumlah cairan dalam tubuh.

Tubuh berusaha untuk mempertahankan jumlah total cairan tubuh sehingga kadar

natrium darah tetap stabil. Jika kadar natrium terlalu tinggi, tubuh akan menahan

air untuk melarutkan kelebihan natrium. Akan timbul rasa haus dan lebih sedikit

mengeluarkan air kemih. Jika kadar natrium terlalu rendah, ginjal mengeluarkan

(15)

MAINTENANCE LINGKUNGAN INTERNAL

Mempertahankan lingkungan internal tetap konstan dari pengaruh luar merupakan

sesuatu yang amat penting. Sel hanya akan berfungsi normal cairan interstitial

yang mengelilingi dapat mempertahankan temperatur yang tepat dan susunan

kimiawi internal, maka sel akan mengalami fungsi atau kematian. Untuk

menambah suplai energi dan oksigen, sel memerlukan lingkungan sekitar dalam

keadaan konsentrasi, bahan-bahan organik dan anorganik yang tepat. Keadaan

dimana tubuh mempertahankan lingkungan internal yang konstan disebut dengan

homeostatic. Dengan adanya perubahan-perubahan yang terjadi, tubuh sudah

mengatur sel atau merespon perubahan tersebut. Demikian pula adanya suatu

kerjaan sama dengan lingkungan eksternal. Misalnya adanya reseptor sensoris,

Referensi

Dokumen terkait

Fungsi lain ialah dapat membentuk akrosom pada spermatozoa yang berisi. enzim untuk memecah dinding sel telur dan

Untuk memenuhi kebutuhan kalsium dalam tubuh (1000-1200 mg/hari), dianjurkan untuk meminum minimal 2 gelas sari buah nenas per hari yang telah difortifikasi dengan CCM dan

Kalori yang telah dikeluarkan oleh tubuh untuk melakukan aktivitas sehari-hari digantikan oleh tubuh dengan cara makan secara teratur. Pada wanita menopause dianjurkan lebih

Ekosistem vagina yang tidak seimbang bisa disebabkan oleh banyak faktor, diantaranya adalah kontrasepsi oral, diabetes mellitus, antibiotika, darah haid, cairan sperma, douching,

5) Dehidrasi adalah proses kehilangan cairan tubuh melalui urin, keringat, feses, dan proses pernapasan. Dehidrasi dapat terjadi akibat kehilangan cairan yang

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian EG dengan dosis 5, 10, dan 15 ml/liter air minum setiap hari selama 30 hari dapat menyebabkan terjadinya gangguan proses

Edema terjadi pada jaringan tubuh terutama, seperti tangan, kaki dan mata Peningkatan berat badan lebih dari 0,5 / hari diduga adanya retensi cairan Untuk

Untuk memenuhi kebutuhan kalsium dalam tubuh (1000-1200 mg/hari), dianjurkan untuk meminum minimal 2 gelas sari buah nenas per hari yang telah difortifikasi dengan CCM dan